Anda di halaman 1dari 26

Hukum

Perdata
Oleh :
Dr. Sri Haryati, M.Pd
PRODI PPKN FKIP UNS
2009
HUKUM PERDATA

KEPENTINGAN
KODIFIKASI PERORANGAN
KUH SISTEMATIKA
INDONESIA I. ORANG
PERDATA
II. BENDA

KONKORDAN III. PERIKATAN

IV. PEMBUKTIAN LEWAT WAKTU


BELANDA B. W.

PERANCIS CODE CIVIL

CORPUS IURIS
ROMAWI CIVILIS
HUKUM PERDATA INDONESIA
KEPENTINGAN PERORANGAN

PLURAL

•GOL. EROPA HUKUM PERDATA EROPA ( KUHPerdata)

CINA- KUHPerdata
kecuali pernikahan Stb.1917 No. 12
dan adopsi Penundukan diri
•GOL. TIMUR
ASING Bukan CINA-
1. Seluruhnya
Hukumnya sendiri
2. Sebagian
kecuali Hukum
3. Perbuatan
kekayaan harta
tertentu
benda
4. Diam-diam
•GOL. PRIBUMI Hukum Perdata Adat
ORANG (PERSON)

SUBYEK HUKUM

PENDUKUNG HAK DAN KEWAJIBAN

MANUSIA BADAN HUKUM


(Natuurlyke Persoon) (Recht Persoon)

PUBLIK PRIVAT
Negara PT
DATI I Yayasan
DATI II, dll Koperasi, dll
TIDAK CAKAP (Onbekwaam)
Tidak dapat bertindak sendiri dalam lalu lintas SIAPA ?
hukum

•PERWALIAN (Vogdy) Kolektif (KUHPerdata)


Anak dibawah umur (< 21
tahun) yang tidak berada di
bawah kekuasaan orang tua Individual (UU No 1 Tahun 1974) :
Wettelyke V
Testamentair V
Datieve V

•PENGAMPUAN(Curatele)
Orang dewasa yang karena suatu Gila, pemboros, pailit
hal tidak dapt melaksanakan
sendiri haknya

•ISTRI Pasal 31 UU No 1 tahun 1974


Maing-masing pihak (suami dan
istri) berhak untuk melakukan
perbuatan hukum
PENDEWASAAN
(HANLICHTING)
____________________________
Lembaga yang mempersamakan kedudukan
anak yang belum dewasa dengan kedudukan
anak yang telah dewasa

PENUH TERBATAS
• Usia 20 tahun • Usia 18 tahun
• Permohonan kepada • Permohonan kepada
Presiden Pengadilan negeri
• Presiden setelah mendengar
nasehat MA memberikan
keputusan yang disebut
VENA AETATIS
•Monogami
Umum •Persetujuan
•Umur
•Tenggang Waktu
Materiil

•Larangan
Khusus
Perkawinan
•Ijin perkawinan

SYARAT
Perkawinan
•Pendaftaran Perkawinan
•Penyerahan surat-surat :
Akte kelahiran
Surat keterangan persetujuan
orang tua (21 tahun)
Formil
Surat ket. Tidak ada keberatan
terhadap perkawinan tersebut
Surat dispensasi Presiden/menteri
kehakiman
Surat kematian/surat cerai
Pasal 3 ayat 2 Pengadilan memberikan ijin kepada
seorang suami untuk beristri lebih
dari seorang apabila dikehendaki
oleh pihak-pihak yang bersangkutan

ALASAN
POLIGAMI Pasal 4 ayat 2
1. Tidak dapat menjalankan kewajiban
sebagai istri
2. Mendapat cacat badan/penyakit
yang tidak dapat disembuhkan
3. Tidak mempunyai keturunan

Pasal 5 ayat 1 SYARAT


1. Ada persetujuan istri yang lama
2. Mampu menjamin keperluan hidup
istri/anak-anaknya
3. Dapat berlaku adil terhadap
istri/anak-anaknya
PERCERAIAN
ALASAN CARA
1. Zina, pemabuk, pemadat. Penjudi 1. Minta ijin pengadilan negeri untuk
yang sulit disembuhkan diadakan sidang perceraian
2. Meninggalkan 2 tahun berturut- 2. Memasukkan gugatan cerai dalam
turut tanpa ijin/alasan sah/ diluar tenggang waktu tertentu
kemampuannya 3. Bila gugatan diterima, pengadilan
3. Mendapat hukuman penjara 5 negeri memanggil suami istri untuk
tahun atau lebih diperiksa dan sedapat mungkin
4. Melakukan didamaikan
kekejaman/penganiayaan berat 4. Bila tak dapat di damaikan,
yang membahayakan pihak lain Pengadilan negeri bersidang untuk
5. Cacat/sakit sehingga tidak dapt menjatuhkan putusan cerai
menjalankan kewajibannya 5. Putusan cerai di daftarakan di
sebagai suami/istri Pengadilan negeri, bila
6. Terus menerus bertengkar dan tidak/terlambat maka kekuatan
tidak ada harapan untuk hidup hukumnya hilang
rukun 6. Putusan cerai yang hilang status
hukumnya, tidak dapat diajukan
gugatan cerai lagi dengan alasan
sama
Anak alamiah
Anak yang dilahirkan di luar perkwainan (anak
sumbang/anak zina)

Anak yang diakui


Anak alamiah yang telah diakui oleh
ayah/ibunya sebagai anaknya
Kedudukan
Anak dalam
Hukum Anak yang disahkan
Anak yang setelah diakui sebagai anak oleh
Ayah Ibunya disahkan menurut hukum sebagai
anak mereka

Anak sah
Anak yang lahir dari suatu perkawinan yang
resmi menurut hukum
Bersifat Kolektif (KUHPerdata)
Kekuasaan orang tua ada sepanjang ayah dan
ibu masih dalam ikatan perkawinan. Akibatnya
Kekuasaan Orang Tua apabila perkawinannya putus menimbulkan
perwalian

Bersifat Individual (UU no 1 Tahun 1974)


Kekuasaan orang tua dapat dilakukan oleh
Ayah/Ibu baik secara bersama-sama maupun
sendiri-sendiri. Akibatnya apabila perkawinan
putus tidak menimbulkan perwalian, kecuali
kedua orang tua telah meninggal atau dicabut
kekuasaaannya
MULAI BERAKHIR
Anak lahir sampai 1.Anak tersebut meninggal
dewasa 2.Anak tersebut sudah dewasa
3.Kedua orang tua meninggal
4.Ada pembebasan kekuasaan orang tua
5.Ada pemecatan kekuasaan orang tua
Mencabut Buku II BW yang mengatur bumi, air
UU PA NO. 5 TAHUN 1960 dan kekayaan alam yang terkandung di
dalamnya , keculai HIPOTIK

Hak-hak atas tanah


Hak-hak atas tanah
1. Hak milik
1.Hak eigendom
2. Hak Guna Usaha (HGU)
2.Hak erpacht
3. Hak Guna Bangunan (HGB) X
3.Hak opstal
4. Hak pakai
4.Hak pakai
5. Hak sewa
5.Hak sewa
6. Hak membuka tanah dan
memungut hasil hutan
7. Hak gadai
8. Hak usaha bagi hasil
9. Hak menumpang
Hak-hak
Hak-hak atas
atas tanah
tanah :: menikmati
menikmati sepenuhnya
sepenuhnya
dan
dan menguasai
menguasai sebebas-bebasnya
sebebas-bebasnya

Ciri-ciri
Ciri-ciri ::
1.
1. Hak
Hak induk
induk
2.
2. Hak
Hak selengkap-lengkapnya
HAK MILIK 3.
3. Tetap
selengkap-lengkapnya
Tetap sifatnya
sifatnya
4.
4. Inti
Inti dari
dari semua
semua hakhak kebendaan
kebendaan dan
dan
bersifat
bersifat elastis
elastis

BATASAN
BATASAN ::
1.Hukum
1.Hukum Tata
Tata Negara
Negara
2.Hukum
2.Hukum tetangga
tetangga
3.Gangguan
3.Gangguan
4.Penyalahgunaan
4.Penyalahgunaan Hak
Hak
GUGAT mengenai HAK MILIK

MENURUT UNDANG-UNDANG DI LUAR UNDANG-UNDANG

REVINDICATIE 1. Deklarasi hakim


(Pasal 574 KUHPerdat 2. Larangan
mengganggu/meminta
Pemilik berhak meminta pemulihan pada keadaan
kembali barangnya dari setiap semula
pemegang dalam keadaan 3. Minta ganti rugi uang
sebagaimana adanya 4. Gugat dalam hukum
tetangga
5. Gugat untuk pengosongan
penyerahan
HAK MILIK

Cara Memperoleh Cara Hilangnya


Hak Milik Hak Milik

Menurut UU Di luar UU 1. Karena orang lain


memperoleh hak
1. Pendekatan 1. Penjadian benda milik benda tersebut
2. Ikatan 2. Penarikan buahnya 2. Karena musnahnya
3. Lampaunya 3. Persatuan benda barang
waktu 4. Pencabutan hak 3. Karena pemilik
4. Pewarisan 5. Perampasan melepaskan benda
5. Penyerahan 6. Percampuran harta tersebut
7. Pembubaran badan
hukum
8. Abandonement
HAK GUNA USAHA DAN HAK GUNA BANGUNAN

PERSAMAAN PERBEDAAN
1. Subyek pemegangnya
WNI atau badan HGU HGB
Hukum yang didirikan
menurut hukum 1. Hak untuk
1. Hak untuk mendirikan
Indonesia dan mengusahakan tanah
dan mempunyai
berkedudukan di yang dikuasai langsung
bangunan diatas tanah
Indonesia oleh negara untuk
yg bukan sendiri
2. Kedua-duanya dapat biclang usaha
2. Jangka waktu paling
dialihkan pada pihak pertanian/perkebunan,
lama 30 tahun. Dapat
lain tetapi Jangka peternakan atau
diperpanjang paling
waktunya sama-sama perikanan
lama 20 tahun
terbatas 2. Jangka waktu 25 tahun
3. Tanahnva bisa tanah
3. Kedua - duanya tidak sampai paling lama 35
negara, bisa tanah
dapat diwakafkan tahun. Dapat
pihak lain.
4. Kedua - duanya dapat diperpanjang paling
dijadikan jaminan lama 25 tahun
hutang 3. Tanahnya adalah tanah
negara
PEWARIS
Undang-undang :
Gol. I Suami/istri dan anak
Gol. I Orang tua dan saudara
Gol. III Saudara dari ayah dan ibu sampai derajat
keenam

WARISAN Wasiat-------- Legitime Portie------- 1 anak :1/2 x


2 anak : 2/3x
3 anak : 3/4x
n
LP = x X
n+1

Dalam waktu 4 bulan dapat menentukan SIKAP


AHLI WARIS 1. Menerima
2. Menolak Warisan
3. Menerima dengan syarat
PENGERTIAN
Pesan terakhir dari seseorang yang berisi segala
keinginannya untuk dipenuhi kelak bila ia meninggal
MACAMNYA
1.Wasiat terbuka
2.Wasiat tertutup
3.Wasiat olographis
SYARAT
1.Harus dibuat oleh orang yang cakap
WASIAT/TESTAMENT 2.Isi wasiatnya tidak boleh melanggar peraturan
perundangan yang berlaku
3.Isi wasiatnya masuk akal dan sangat mungkin
dilaksanakan oleh mereka yang ditinggalkan
pesan
Orang yang TIDAK PATUT menerima warisan
1.Membunuh atau mencoba membunuh si pewaris
2.Memusnahkan surat wasiat atau menghilangkan
dengan sengaja
3.Memalsukan surat wasiat
4.Menghalang - halangi dengan ancaman atau
kekerasan terhadap pewaris ketika membuat wasiat
Karena ketetapan undang-
Undang-Undang undang
Karena perbuatan yang sah
PERIKATAN Karena perbuatan yang melawan
hukum
Perjanjian

Macam Perikatan Syarat sahnya perjanjian


1.Dilihat obyeknya (Pasal 1320
Perikatan alternatifnya KUHPerdata)
Perikatan kumulatif
Perikatan fakultatif - Perikatan generik 1.Cakap
2. Dilihat mulai berlakunya - Perikatan 2.Kehendak bebas
bersyarat 3.Obyeknya tertentu
Perikatan berketetapan waktu 4.Sebab yang halal
Perikatan biasa
Perikatan bersangsi
3. Dilihat dari hubungan para pihak
Perikatan tanggung menanggung
Perikatan yang dapat dibagi
Perikatan yang tidak dapat dibagi
Perikatan biasa
PERIKATAN

SUBYEK OBYEK SUBYEK


(Hak dan Kewajiban) (Hak dan Kewajiban)

PRESTASI WANPRESTASI
Fihak yang dirugikan
1.Memberi sesuatu dapat menuntut ganti
2.Melakukan sesuatu rugi berupa :
3.Tidak melakukan  Costen
sesuatu Schaden
Interessen
PERJANJIAN
(OVERENSKOMT)

YANG DITETAPKAN YANG TIDAK DITETAPKAN


1.Perjanjian jual beli Karena Buku III KUHPerdata
2.Perjanjian sewa menyewa tentang perikatan (verbintems)
3.Perjanjian kerja menganut
4.Perjanjian pemborongan sistem terbuka , maka setiap
pekerjaan orang bisa membuat jenis
5.Perjanjian pinjam pakai perjanjian diluar yang
6.Perjanjian pinjam pakai habis ditetapkan, sepanjang tidak
7.Perjanjian perwakilan bertentangan dengan syarat-
8.Perjanjian tanggungan syarat syahnya perjanjian.
9.Perjanjian penyelesaian Misalnya, sewa. beli
PERJANJIAN KERJA

UANG PESANGON UANG JASA


Diberikan kepada semua Diberikan kepada buruh
buruh yang diberhentikan yang telah bekerja selama
meskipun ada kesalahan 5 tahun/ lebih tanpa
asal tidak disengaja membuat kesalahan yang
 Besarnya uang pesangon: berarti
 Besarnya uang jasa :

Masa kerja Uang pesangon


Masa kerja Uang pesangon

0 – 1 tahun 1 bulan upah 5 - 10 tahun 1 bulan upah


1 - 2 tahun 2 bulan upah 10 - 15 tahun 2 bulan upah
2 - 3 tahun 3 bulan upah
15 - 20 tahun 3 bulan upah
3 tahun keatas 4 bulan upah
20 - 25 tahun 4 bulan upah

25 tahun keatas 5 bulan upah


HAPUSNYA PERIKATAN

Telah dilaksanakan pembayaran


Penawaran pembayaran kontan yang disertai
dengan konsinyasi
Musnahnya barang yang menjadi obyek perikatan
Pembatalan perikatan berdasar putusan Hakim
Diadakan kompensasi antara hutang piutang
debitur & kreditur
Terjadi pencampuran hutang
Dilaksanakan pembaharuan utang
Dilaksankan pembebasan hutang secara sukarela
1. Outentik
2. Dibawah tangan
SURAT
3. Biasa

SAKSI Minimal dua orang

Undang-Undang
ALAT BUKTI PERSEKONGKOLAN
Hakim
Diluar sidang

PENGAKUAN
Didepan sidang

Pemutus

SUMPAH
Pelengkap
KESAKSIAN YANG SECARA YURIDIS MEMENUHI SYARAT ALAT BUKTI

1. Harus mengenai hal-hal yang dilihat /didengar/ dialami


oleh saksi sendiri, tidak boleh hanya mendengar atau
mengetahui dari orang lain apalagi hanya menduga-
duga dan menyimpulkan sendiri
2. Saksi harus berjumlah lebih dari satu orang
3. Saksi harus orang yang memenuhi syarat "cakap"
4. Saksi tidak ada hubungan keluarga dengan orang yang
berperkara

KONSEKUENSINYA
1. Yang boleh menyimpulkan keterangan saksi adalah Hakim dan
Undang­undang
2. Saksi yg hanya satu orang mempunyai kekuatan bukti yg tidak sempurna ,
maka perlu dilengkapi sumpah tambahan (pelengkap)
3. Keluarga sedarah dan semenda, suami/istri tidak dapat didengar sebagai
saksi dikhawatirkan keterangan tidak obyektif
4. Anak dibawah umur dan orang gila juga tidak dapat didengar sebagai saksi
karena hal yg diutarakan tidak/kurang dapat dipertanggung jawabkan
ACQUISITIEF VERVARING
Daluwarsa yang memberikan hak kepada
subyek hukum untuk memperoleh sesuatu

LEWAT WAKTU
(VERYARING)

EXTINCTIEF VERYARING
Daluwarsa yang membebaskan subyek
hukum dari kewajiban yang timbul karena
suatu perikatan