Anda di halaman 1dari 6

PERJANJIAN PEMBERIAN JASA HUKUM

Perjanjian ini dibuat di Samarinda, pada tanggal ___________, oleh dan antara:

1. Perseroan Terbatas PT BANK INDUSTRI Tbk, berkedudukan, di Samarinda, berkantor


pusat di Gedung Industri Tower, Jalan Jendral Sudirman Kaveling 58, Samarinda
Selatan, dalam hal ini diwakili oleh __________, selaku Direktur dari dan oleh
karenanya sah bertindak untuk dan atas nama PT BANK INDUSTRI Tbk tersebut,
selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA;

2. _______________, Kantor Pengacara dan Konsultan Hukum, berkedudukan di


_________________, beralamat di Jalan _______________________, dalam hal ini
diwakili oleh _______________________ Sarjana Hukum selaku pimpinan dari
kantor tersebut, selanjutnya disebut PIHAK KEDUA;

Para Pihak sebagaimana tersebut diatas sepakat untuk membuat dan menandatangani
Perjanjian Pemberian Jasa Hukum (selanjutnya disebut Perjanjian) dengan ketentuan dan
syarat sebagai berikut :

Pasal 1
Maksud Dan Tujuan Perjanjian

a. PIHAK PERTAMA setuju untuk menyerahkan kepada PIHAK KEDUA dan


PIHAK KETIGA yang dengan ini diterima oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA,
penyelesaian segala masalah, baik secara Perdata maupun Pidana sehubungan

dengan kasus kredit macet atas nama debitur ________________ didalam maupun
diluar pengadilan di ________ dan atau kota lain di Indonesia sesuai dengan
ketentuan dan prosedur Hukum yang berlaku, baik sebagai Penggugat atau
Tergugat dan Pembantah atau Terbantah.
b. Penanganan kasus debitur _____________________ tersebut, disepakati
hingga masalah tersebut selesai tuntas baik ditingkat Pengadilan Negeri, Pengadilan
Tinggi, Mahkamah Agung termasuk apabila perlu Arbitrase Indonesia hingga
diperolehnya Keputusan Pengadilan/Arbitrase yang telah berkekuatan tetap/pasti.
Dalam hal ini termasuk penanganan masalah apabila timbul
Bantahan/Perlawanan/Verzet baik, dari pihak debitur dan atau penjamin maupun
pihak lain berkenaan masalah tersebut.
c. Apabila dicapai suatu penyelesaian diluar pengadilan, antara lain dengan
jalan perdamaian, maka PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA wajib melakukan
negosiasi, persiapan, membuat Perjanjian Perdamaian dan dokumen lain dengan
syarat dan ketentuan yang disetujui terlebih dahulu oleh PIHAK PERTAMA.
d. Untuk memenuhi maksud tersebut diatas, PIHAK PERTAMA akan
memberikan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA Surat Kuasa Khusus untuk
menyelesaikan dan beracara dimuka Pengadilan dalam surat kuasa tersendiri.
Sedangkan PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA wajib menyiapkan, membuat,
menandatangani dan mengajukan dokumen hukum yang diperlukan kepada
Pengadilan Negeri.

Pasal 2
Biaya Jasa Hukum

Atas jasa hukum yang diberikan PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA kepada PIHAK PERTAMA
dalam menyelesaikan masalah tersebut di atas pada Pasal 1, maka PIHAK KEDUA
dan PIHAK KETIGA, akan mendapatkan pembayaran dari PIHAK PERTAMA ( success-fee)
sebagai berikut :

a. Apabila dilakukan Eksekusi Lelang atas jaminan debitur _______________,


PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA akan menerima pembayaran sebesar ________%
(_______ persen) dari Hasil Tagihan Bersih yang secara nyata diterima oleh PIHAK
PERTAMA. Dalam hal ini beban pajak atas penerimaan PIHAK KEDUA dan PIHAK
KETIGA tetap ditanggung/dibayar oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA.
b. Dalam hal penyelesaian perkara telah sampai ke tingkat pengadilan, namun
antara PIHAK PERTAMA dan debitur tercapai kesepakatan untuk melakukan perdamaian
(Dading) PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA akan menerima pembayaran sebesar
______% (______ persen), dari Hasil Tagihan Bersih yang secara nyata diterima oleh
PIHAK PERTAMA, dimana beban pajak atas penerimaan PIHAK KEDUA dan PIHAK
KETIGA wajib dibayar oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA
c. Jika antara PIHAK PERTAMA dan debitur tercapai perdamaian dimana dalam
hal ini PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA mempunyai andil atau turut membantu
terlaksananya perdamaian tersebut antara lain melakukan hubungan, negosiasi atau
turut mempersiapkan dokumen untuk perdamaian, maka atas usahanya tersebut PIHAK
KEDUA dan PIHAK KETIGA akan memperoleh pembayaran dari PIHAK PERTAMA sebesar
Rp. ___________________ (________________rupiah ), sebelum dikurangi pajak yang
menjadi beban PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA.
d. Untuk pelaksanaan penyelesaian perkara, PIHAK PERTAMA akan memberikan
Uang Muka (Operational-Cost) sebesar jumlah yang saat itu dibutuhkan oleh PIHAK
KEDUA dan PIHAK KETIGA yang mana kemudian akan diperhitungkan dengan Success
Fee yang akan diterima oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA.
e. Dalam hal PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA membatalkan/mengakhiri
berlakunya perjanjian ini dengan alas an PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA tidak
mampu lagi menyelesaikan tugas/perkara yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA atau
karena alasan lain yang dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA, maka segala biaya yang
telah diterima oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA dan PIHAK PERTAMA diluar biaya
transportasi yang wajar dan harus dibuktikan dengan tanda bukti pengeluaran biaya,
wajib dikembalikan kepada PIHAK PERTAMA.

f. Segala pembayaran kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA oleh


PIHAK PERTAMA baik untuk biaya proses penyelesaian kasus Debitur
_______________________ maupun pembayaran biaya jasa hukum kepada PIHAK
KEDUA dan PIHAK KETIGA sebagaimana tersebut di atas dilaksanakan melalui PIHAK
KEDUA .

Pasal 3
Kewajiban Pihak Kedua Dan Pihak Ketiga

a. PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA tanpa diminta oleh PIHAK PERTAMA
berkewajiban untuk menyampaikan laporan tertulis kepada PIHAK PERTAMA mengenai
perkembangan perkara yang sedang ditanganinya. Laporan tersebut diberikan setiap
bulan dan harus sudah diterima oleh PIHAK PERTAMA pada akhir bulan yang
bersangkutan. Laporan yang disampaikan didasarkan pada tahapan-tahapan baik
didalam maupun diluar pengadilan yang sedang ditempuh sesuai dengan Hukum Acara
Perdata dan atau Pidana dan perkembangan yang ada/terjadi dalam pelaksanaan
pemberian jasa hukum sebagaimana tersebut diatas.
b. Selama dan setelah perjanjian ini berlangsung, PIHAK KEDUA dan PIHAK
KETIGA wajib menjaga nama baik PIHAK PERTAMA terhadap Pihak manapun, dalam
hal ini kerahasiaan data dan atau keterangan yang diketahui/diperoleh PIHAK KEDUA
dan PIHAK KETIGA sebagai akibat dari Perjanjian ini dan pemberian kuasa yang akan
diberikan tersendiri, wajib pula dijaga oleh PIHAK KEDUA dari PIHAK KETIGA terhadap
pihak lainnya.
c. PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA berkewajiban melakukan segala perbuatan
hukum yang menguntungkan yang umumnya dapat dan harus dilakukan oleh seorang
kuasa guna kepentingan PIHAK PERTAMA dalam menyelesaikan permasalahan tersebut
diatas.
d. Apabila timbul akibat hukum dan atau resiko apapun sebagai akibat dari
tindakan-tindakan PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA yang ternyata menurut
pertimbangan PIHAK PERTAMA telah menyimpang dari apa yang telah disepakati baik
dalam perjanjian ini dan atau Surat Kuasa kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA,
maka segala resiko dan
atau akibat hukum tersebut sepenuhnya merupakan tanggung-jawab PIHAK KEDUA dan
PIHAK KETIGA dan untuk itu dengan ini PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA
membebaskan PIHAK PERTAMA dari semua bentuk tanggung jawab dan atau tuntutan /
gugatan hukum dari pihak manapun.

Pasal 4
Jangka Waktu Perjanjian

a. Perjanjian ini berlaku efektif sesuai dengan ketentuan pasal 6 (a) Perjanjian
ini dan berakhir hingga selesainya dengan tuntas seluruh tugas PIHAK KEDUA dan
PIHAK KETIGA yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA sebagaimana diuraikan dalam pasal
1 perjanjian ini yang ditegaskan lebih lanjut dengan Surat Kuasa tersendiri.
b. PIHAK PERTAMA berdasarkan pertimbangan PIHAK PERTAMA sendiri setiap
waktu berhak secara sepihak memutuskan/mengakhiri perjanjian ini, baik di dalam
maupun di luar pengadilan, dengan cara menyampaikan pemberitahuan secara tertulis
mengenai hal tersebut terlebih dahulu 1 (satu) minggu sebelum saat diakhirinya
perjanjian ini, apabila prestasi PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA dianggap tidak
memuaskan PIHAK PERTAMA atau berdasarkan alasan-alasan apapun termasuk tetapi
tidak terbatas pada alasan-alasan sebagaimana tersebut dalam pasal 3 d perjanjian ini.
Dan untuk itu PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA oleh PIHAK PERTAMA diberi
imbalan jasa sebesar _____%(_______ persen) dari Hasil Tagihan Bersih yang
secara nyata diterima oleh PIHAK PERTAMA.
Dalam hal ini beban pajak atas penerimaan PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA tetap
ditanggung/dibayar oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA.
c. Untuk mengakhiri perjanjian ini Para pihak sepakat untuk
mengesampingkan berlakunya ketentuan pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum
Perdata.
Pasal 5
Domisili Hukum

a. Segala sesuatu yang berkenaan dan sebagai akibat dari pelaksanaan


perjanjian ini, akan diselesaikan oleh PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA dan PIHAK
KETIGA secara musyawarah.
b. Andaikata tidak tercapai kata sepakat dalam musyawarah, Para Pihak
setuju untuk menyelesaikannya melalui dan dengan ini memilih domisili hukum di
kepaniteraan Pengadilan Negeri Samarinda Selatan di Samarinda. Namun Demikian
pilihan domisili ini tidak menutup kemungkinan bagi PIHAK PERTAMA untuk
menuntut/menggugat PIHAK KEDUA dan PIHAK KETIGA pada setiap Pengadilan Negeri
lain di wilayah Republik Indonesia.

Pasal 6
Penutup

a. Perjanjian ini berlaku efektif sejak tanggal ditandatanganinya Surat Kuasa


sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 (d) Perjanjian ini.
b. Hal yang tidak diatur atau belum cukup diatur dalarn perjanjian ini, akan
ditetapkan kemudian oleh Para pihak dalam suatu Addendum dan merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.

Demikian perjanjian ini, dibuat dan ditandatangani oleh Para pihak pada tanggal, bulan dan
tahun tersebut pada awal perjanjian ini.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA PIHAK KETIGA

(_______________) (______________) (_____________)