Anda di halaman 1dari 4

MATLAB

MATLAB merupakan singkatan dari MATrix LABoratory dan merupakan salah satu
bahasa pemrograman yang lebih ditujukan untuk menyelesaikan analisis
keteknikan.

Kelebihan MATLAB
1. Mudah digunakan
2. Platform yang berdiri sendiri
3. Memiliki fungsi-fungsi bawaan
4. Memiliki perangkat yang berdiri sendiri untuk menvisualikan gambar atau
grafik
5. Memiliki GUI
6. Memilki compiler

Kekurangan MATLAB
1. Lebih lambat dalam mengeksekusi
2. Mahal

Alternatif program selain MATLAB dan bersifat gratis


1. Scilab; http://www.scilab.org
2. GNU Octave; http://www.octave.org
3. FreeMat; http://freemat.sourceforge.net
4. Mathnium; http://www.mathnium.com
5. Euler Math Toolbox; http://www.mathnium.com

Setiap unit data pada program MATLAB adalah Array. Array merupakan
sekumpulan data yang diatur dalam baris dan kolom, dan diwakili oleh sebuah
nama. Nilai setiap data dalam sebuah array dapat diakses dengan memasukkan
nama dari array tersebut beserta posisinya dalam baris berapa dan kolom
berapa.
Jendela Default MATLAB

1. Command Window
Di bagian jendela ini, dapat ditulis perintah yang bersifat ineteraktif
setelah tanda >>
Contoh :
>> a = pi*2^3

a=

25.1327
Jika nilai yang dimasukkan terlalu panjang, dapat dimamfaatkan ellipsis
(“. . .”)
Contoh :
>> x = 1+2+3+4+5+6+7+8+9

x=

45
Dapat ditulis juga
>> x = 1+2+3+4+5+6 ...
+7+8+9

x=

45

Untuk mencari keterangan suatu fungsi atau file pada matlab dapat
digunakan bantuan perintah “help <nama fungsi/file>”, misalnya help
rand. Sedangkan untuk membuka suatu file atau fungsi “open <nama
fungsi/file>”, misalnya open rand

2. Current Directory
Merupakan jendela yang menunjukkan isi dari directory aktif MATLAB.

3. Workspace
Seluruh variabel yang berada yang digunakan akan disimpan di dalam
workspace. Nilai, ukuran array, jumlah bytes dan class variabel juga dapat
dilihat di jendela ini. Untuk mengatur nilai-nilai yang ditampilkan klik
jendela workspace terlebih dahulu kemudian klik View → Choose Colums.
Selain melalui workspace, semua nilai tadi dapat juga dimunculkan di
command window dengan perintah “whos”

4. Command History
Jendela yang memunculkan perintah-perintah yang ditulis pada command
window
5. Editor
Jendela yang digunakan untuk membuat sebuah M-File, atau untuk
memodifikasi sebuah M-File. Untuk membuat sebuah M-File baru dapat
dilakukan melalui File → New → M-File
6. Figure
Digunakan untuk menampilkan grafik, sebuah image atau sebuah GUI
Contoh :
>> plot(y)
>> x=0:0.1*pi:2*pi;
>> y=sin(x);
>> plot(y)

Latihan :
1. Ketikkan perintah home kemudian enter, perhatikan apa yang terjadi.
Kemudian bandingkan dengan mengetik perintah clc.
2. Perhatikan jendela Workspace. Kemudian melalui command window
ketikan clear kemudian diikuti dengan salah satu nama variabel yang ada
di workspace. Perhatikan apa yang terjadi.
Selanjutnya coba ketik perintah clear tanpa diikuti variabel apapun, dan
perhatikan kembali jendela workspace.
3. Melalui command window ketik perintah berikut
>>x = 2;
>>y = 5;
Kemudian coba representasikan persamaan berikut dalam MATLAB
melalui command window sehingga memperoleh hasil
a. 2x + 3y
b. X2 + 2y
c.
4. Buat sebuah folder baru di My Document. Kemudian ganti default
directory dengan direcatory tempat folder baru tersebut.
5. Buat sebuah M-File baru dengan nama lat1_1.m. Kemudian ketikkan script
berikut :
x = 0:0.1:10;
y=2*exp(-0.2*x);
plot(x,y)
Klik save dan kemudian kembali ke command window. Ketik perintah
lat1_1.
6. Coba ganti directory aktif menuju ke My Document. Kemudian ketikan lagi
perintah lat1_1 dan perhatikan hasilnya.
7. Ketikkan perintah help exp pada command window untuk melihat
penjelasan mengenai fungsi exp.
8. Kemudian coba ketikkan perintah lookfor exp, lihat apa yang terjadi?
Anda bisa menghentikan prosesnya dengan menekan Ctrl+C