Anda di halaman 1dari 5

GAYA KEPEMIMPINAN

Gaya kepemimpinan atau perilaku kepemimpinan (Leadership Behavior) seorang


pemimpin dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan bervariasi dan dipengaruhi
oleh berbagai faktor antara lain pendidikan, pengalaman, kepribadian, dan situasional.
Perilaku gaya kepemimpinan merupakan cara-cara berinteraksi seorang
pemimpina dalam melakukan kegiatan pekerjaannya. Gaya bersikap dan gaya bertindak
akan nampak dari cara-cara pemimpin tersebut pada saat melakukan pekerjaan, antara
lain : cara memberikan perintah, memberikan tugas, cara berkomunikasi, cara
memecahkan masalah, cara membuat keputusan dan sebagainya.
Gaya kepemimpinan (style kepemimpinan) oleh Soekarso, AgusSosro, Iskandar
Putong, Cecep Hidayat dalam bukunya Teori Kepemimpinan (2010 : 44) dapat
didefenisikan sebagai berikut :
“Gaya kepemimpinan adalah perilaku atau tindakan pemimpin dalam mempengaruhi para
anggota/pengikut.
“Gaya kepemimpinan adalah perilaku atau tindakan pemimpin dalam melaksanakan
tugas-tugas pekerjaan manajerial”

Jenis-jenis gaya kepemimpinan :


Dalam teori kepemimpinan terdapat dua jenis gaya kepemimpinan yang utama, yaitu :
1. Gaya berorientasi pada tugas (task oriented)
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan perhatiannya pada tugas yaitu
penetapan dan menstruktur tugas. Dalam hal ini termasuk pembagian kerja,
penjadwalan, sistem prosesdur (sisdur), petunjuk pelaksanaan (juklak), dan
sebagainya yang kesemuanya mencakup penekanan aspek teknis atau
penyelesaian tugas pekerjaan.
2. Gaya berorientasi pada orang (people oriented)
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan perhatiannya pada orang yaitu
hubungan antar pribadi. Dalam hal ini mencakup saling percaya, menghargai
gagasan bawahan, membangun kerjasama, peka terhadap kebutuhan dan
kesejahteraan bawahan.

Pada kenyataannya gaya kepemimpinan tersebut berkembang dan bervariasi sesuai


dengan faktor karakter situasional. Gaya berorientasi pada tugas (task oriented)
cenderung sebagai gaya otokratis, gaya berorientasi pada orang (people oriented)
cenderung sebagai gaya demokratis, dan gaya berorientasi pada kombinasi keduanya
(tugas dan orang) cenderung sebagai gaya moderat.

MODEL KEPEMIMPINAN STUDI UNIVERSITAS LOWA


Ronald Lippitt dan Ralp K. White (Teori Kepemimpinan (2010 : 100) ) dalam studinya
berpendapat dan mengemukakan adanya tiga gaya kepemimpinan, yaitu :
a. Kepemimpinan gaya otoriter, otokratis atau diktator;
Adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerjsama untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan cara segala kegiatan yang akan
dilakukan diputuskan oleh pimpinan semata-mata
Kepemimpinan gaya otoriter antara lain, berciri :
• Wewenang mutlak berpusat pada pimpinan
• Keputusan selalu dibuat oleh pimpinan
• Kebijaksanaan selalu dibuat oleh pimpinan
• Komunikasi langsung satu arah dari pimpinan kepada bawahan
• Pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan, atau kegiatan para
bawahannya dilakukan secara ketat
• Prakarsa harus selalu datang dari pimpinan
• Tiada kesempatan bagi bawahan untuk memberikan saran, pertimbangan,
atau pendapat
• Tugas-tugas bagi bawahan diberikan secara instruktif
• Lebih banyak kritik daripada pujian
• Pimpinan menuntut prestasi sempurna dari bawahan tanpa syarat
• Cenderung adanya paksaan, ancaman, dan hukuman
• Kasar dalam bertindak
• Kaku dalam bersikap
• Tanggung jawab keberhasilan organisasi hanya dipikul oleh pimpinan
b. Kepemimpinan gaya demokratis;
Adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan
dilakukan ditentukan bersama antara pimpinan dan bawahan.
Kepemimpinan gaya demokratis antara lain berciri :
• Wewenang pimpinan tidak mutlak
• Pimpinan bersedia melimpahkan sebagian wewenang kepada bawahan
• Keputusan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan
• Kebijaksanaan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan
• Komunikasi berlangsung timbal balik, baik yang terjadi antara pimpinan
dan bawahan maupun antar sesama bawahan
• Pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan atau kegiatan para
bawahan dilakukan secara wajar
• Prakarsa dapat datang dari pimpinan maupun bawahan
• Banyak kesempatan bagi bawahan untuk menyampaikan saran,
pertimbangan, atau pendapat
• Tugas-tugas kepada bawahan diberikan dengan lebih bersifat permintaan
daripada instruktif
• Pujian dan kritik keseimbangan
• Pimpinan mendorong prestasi sempurna para bawahan dalam batas
kemampuan masing-masing
• Pimpinan meminta kesetiaan para bawahan secara wajar
• Pimpinan memperhatikan perasaan dalam bersikap dan bertindak
• Terdapat suasana saling percaya, saling menghormati dan saling
menghargai
• Tangggung jawab keberhasilan organisasi dipikul bersama pimpinan dan
bawahan
c. Kepemimpinan gaya kebebasan atau gaya liberal
Adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerjasama untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan cara berbagai kegiatan yang akan
dilakukan lebih banyak diserahkan kepada bawahan.
Kepemimpinan gaya kebebasan antara lain berciri :
• Pimpinan melimpahkan wewenang sepenuhnya kepada bawahan
• Keputusan lebih banyak dibuat oleh para bawahan
• Kebijaksanaan lebih banyak dibuat oleh para bawahan
• Pimpinan hanya berkomunikasi apabila diperlukan oleh bawahannya
• Hampir tiada pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan, atau
kegiatan yang dilakukan para bawahan
• Prakarsa selalu datang dari bawahan
• Hampir tiada pengarahan dari pimpinan
• Peranan pimpinan sangat sedikit dalam kegiatan kelompok
• Kepentingan pribadi lebih utama daripada kepentingan kelompok
• Tanggung jawab keberhasilan organisasi dipikul oleh orang per orang

MODEL KEPEMIMPINAN UNIVERSITAS OHIO


Fleisman dan Harris (Teori Kepemimpinan (2010 : 107) ) dalam studinya
mengidentifikasikan dua variabel, atau dua dimensi perilaku yang mempengaruhi
efektivitas kepemimpinan, yaitu :
1. Struktur pemrakarsa/tugas; (Initiating Structure)
Sejauh mana seorang pemimpin memiliki kemampuan untuk menetapkan dan
menstruktur tugas perannya dan peran bawahannya dalam upaya mencapai tujuan,
yang mengandung ciri-ciri sebagai berikut :
• Mengutamakan tercapainya tujuan
• Mementingkan produksi yang lebih tinggi
• Mengutamakan penyelesaian tugas menurut jadwal
• Lebih banyak melakukan pengarahan
• Melaksanakan tugas dengan melalui prosedur yang ketat
• Melakukan pengawasan secara ketat
• Penilaian terhadap pejabat berdasarkan hasil kerja

2. Pertimbangan/tenggang rasa (Consideration)


Sejauh mana seorang pemimpin memiliki hubungan kerja dengan bawahannya
yang dicirikan oleh saling percaya, menghargai gagasan, dan kepekaan dalam
memperhatikan perasaan bawahan.
• Memperhatikan kebutuhan bawahan
• Berusaha menciptakan suasana saling percaya
• Berusahan menciptakan suasana saling harga menghargai
• Simpati terhadap perasaan bawahan
• Memiliki sikap bersahabat
• Menumbuhkan peran serta bawahan dalam pembuatan keputusan dan
kegiatan lain
• Lebih mengutamakan pengarahan diri, disiplin diri, mengontrol diri

MODEL KEPEMIMPINAN STUDI UNIVERSITAS MICHIGAN


Likert (Teori Kepemimpinan (2010 : 110) ) dalam studinya mengidentifikasikan dua
variabel, atau dua dimensi perilaku yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan,
yaitu :
1. Terpusat pada pekerjaan (the Job Centered)
Sejauh mana seorang pemimpin menekankan pada aspek teknis atau penyelesaian
tugas pekerjaan, mengandung ciri-ciri sebagai berikut :
• Mengutamakan tercapainya tujuan
• Mementingkan produksi yang tinggi
• Mengutamakan penyelesaian tugas menurut jadwal
• Lebih banyak melakukan pengarahan
• Melaksanakan tugas dengan melalui prosedur yang ketat
• Melakukan pengawasan yang ketat
• Penilaian terhadap pejabat semata-mata berdasarkan hasil kerja
2. Terpusat pada pegawai (the employee centered)
Sejauh mana seorang pemimpin menekankan hubungan antar pribadi, termasuk
didalamnya minat pemimpin untuk memperhatikan kesejahteraan bawahan dan
menerima baik adanya perbedaan individual diantara bawahannya, mengadung
ciri-ciri sebagai berikut :
• Memperhatikan kebutuhan bawahan
• Berusaha menciptakan suasana saling percaya
• Berusaha menciptkan suasana saling menghargai
• Simpati terhadap perasaan bawahan
• Memiliki sikap bersahabat
• Menumbuhkan peran serta bawahan dalam pembuatan keputusan dan
kegiatan lain
• Lebih mengutamakan pengarahan diri, disiplin diri, mengontrol diri

MODEL KEPEMIMPINAN KISI-KISI MANAJERIAL (MANAGERIAL GRID)


Blake dan Mouton (Teori Kepemimpinan (2010 : 113) ) mengembangkan kisi-kisi
managerial (managerial grid) dan mengidentifikasi dua variabel atau dua dimensi
perilaku yang mempengaruhi efeltivitas kepemimpinan, yaitu :
1. Perhatian terhadap produksi (Concern for production)
Kepedulian akan produksi, sejauh mana seorang pemimpin perhatiannya pada
aspek teknis atau penyelesaian tugas pekerjaan (prestasi), yang mengandung ciri-
ciri sebagai berikut :
• Mengutamakan tercapainya tujuan
• Mementingkan produksi yang tinggi
• Mengutamakan penyelesaian tugas menurut jadwal
• Lebih banyak melakukan pengarahan
• Melaksanakan tugas dengan melalui prosedur yang ketat
• Melakukan pengawasan secara ketat
• Penilaian terhadap pejabat semata-mata berdasarkan hasil
2. Perhatian terhadap orang (Concern for people)
• Memperhatikan kebutuhan bawahan
• Berusaha menciptakan suasana saling percaya
• Berusaha menciptakan suasana saling menghargai
• Simpati terhadap perasaan bawahan
• Memiliki sikap bersahabat
• Menumbuhkan peranserta bawahan dalam pembuatan keputusan dan
kegiatan lain
• Lebih mengutamakan pengarahan diri, disiplin diri, mengontrol diri.