Anda di halaman 1dari 14

12/20/2010

Line Balancing

Kuliah 9
LSiPro – FT Untirta
Muhammad Adha Ilhami

Muhammad Adha Ilhami

Tujuan Pembelajaran
• Mahasiswa mampu memahami konsep &
tujuan keseimbangan lintasan
• Mahasiswa mampu melakukan perhitungan
dan perencanaan keseimbangan lintasan
produksi.

Muhammad Adha Ilhami

1
12/20/2010

Konsep Dasar Keseimbangan Lintasan


• Keseimbangan sempurna adalah menyatukan
elemen pekerjaan yang akan dilakukan ke
dalam stasiun kerja dimana jumlah waktu
prosesnya sama dengan waktu siklus produksi.

Muhammad Adha Ilhami

Hubungan Line Balancing dan


Aggregate Plan
• Perlu dipahami bahwa merupakan dasar utama
sebelum dilakukannya penjadwalan produksi.
• Bahwa jelas cycle time adalah fungsi dari banyak
variabel, seperti tingkat produksi, kecepatan konveyor,
jarak antar stasiun, dan tentu saja jumlah stasiun kerja.
• Juga diketahui pula bahwa tingkat produksi dihasilkan
dari rencana agregat, sementara rencana agregat
tergantung pada permintaan, persediaan, dan
kapasitas yang tersedia.
• Oleh karenanya perancangan lini produksi (perakitan
khususnya) adalah permasalahan yang kompleks.

Muhammad Adha Ilhami

2
12/20/2010

Line efficiency / Efisiensi Lintasan


• Efisiensi lintasan produksi adalah rasio
perbandingan waktu total stasiun kerja
terhadap waktu siklus dikalikan dengan
jumlah stasiun kerja.
Keterangan:
LE : Line Efficiency
ST : Station Time
K : Number of Work Station
CT : Cycle Time

Muhammad Adha Ilhami

Smoothness Index
• Smoothness Index (SI) adalah indeks yang
mengindikasikan seberapa seimbang suatu
lintasan produksi. Nilai SI = 0 adalah nilai
keseimbangan lintasan yang sempurna.

Muhammad Adha Ilhami

3
12/20/2010

Batasan Dalam Lintasan Produksi


• Precedence relationship, dimana adanya
hubungan urutan proses menyebabkan
penggabungan satu stasiun kerja dengan
stasiun kerja lain menjadi terbatas.
• Jumlah stasiun kerja tidak bisa lebih besar dari
jumlah operasi (elemen pekerjaan), jumlah
stasiun kerja minimum adalah 1.
• Waktu siklus lebih besar atau sama dengan
maksimum waktu stasiun kerja.

Muhammad Adha Ilhami

Performansi Lintasan Produksi &


Notasi
• Line Efficiency : Efisiensi Lintasan

LE : Line Efficiency
STi : Station Time, waktu stasiun kerja i
K : Jumlah stasiun kerja
CT : Cycle Time, waktu siklus produksi

• Smoothness Index :
STmax : Maximum Station Time

Muhammad Adha Ilhami

4
12/20/2010

Menentukan Jumlah Stasiun Kerja


• Jumlah Stasiun Kerja akan sangat tergantung pada:
1. Waktu proses (baku) dari elemen kerjanya.
2. Demand dalam periode waktu perencanaan
3. Periode waktu (kapasitas waktu) yang tersedia untuk
memproduksi demand yang ada.
4. Waktu proses elemen terbesar (bottleneck)

• Jumlah stasiun kerja dapat dihitung dengan menggunakan


rumus berikut:

Ti : waktu proses/baku elemen kerja i

Muhammad Adha Ilhami

Permasalahan Waktu Siklus Lintasan


• Waktu siklus lintasan pada prinsipnya tergantung dari waktu
stasiun kerja terbesar (bottleneck), karenanya waktu siklus ini
yang dijadikan dasar untuk menentukan kapasitas produksi
tersedia dari suatu lini produksi.

A=2’ A=5’ A=10’ A=3’ A=8’

Dengan lintasan seperti di atas maka kapasitas tersedia adalah 10


menit/unit atau jika terdapat 8 jam kerja/hari (480 menit/hari) maka
kapasitas tersedia adalah 480/10 = 48 unit/hari.

Berbeda halnya jika diketahui ada demand sebanyak 32 unit/hari, maka


waktu siklus yang dibutuhkan adalah 480/32 = 15 menit/unit.

Muhammad Adha Ilhami

5
12/20/2010

Contoh Efisiensi Lintasan &


Smoothness Index
A=2’ A=5’ A=10’ A=3’ A=8’

Dengan lintasan seperti di atas maka efisiensi lintasan adalah:

LE = (2 + 5 + 10 + 3 + 8) / (5 x 15) = 28/160 = 17,5%

Sementara smoothness index lintasan adalah:


STmax = 10 dan K = 5 maka
STmax – ST1 = 10 – 2 = 8  (STmax – ST1)2 = 64
STmax – ST2 = 10 – 5 = 5  (STmax – ST2)2 = 25
STmax – ST3 = 10 – 10 = 0  (STmax – ST3)2 = 0
STmax – ST4 = 10 – 3 = 7  (STmax – ST4)2 = 49
STmax – ST5 = 10 – 8 = 2  (STmax – ST5)2 = 64
202
SI = (202)^(1/2) = 14,21

Muhammad Adha Ilhami

Metode Line Balancing


1. Kilbridge-Weston Heuristic (Region Approach
Method)
2. Helgeson-Birnie (Rank Position Weight
Method)
3. Pendekatan Matematik

Muhammad Adha Ilhami

6
12/20/2010

A. Kilbridge-Weston
1. Gambar precedence, dan bagi ke dalam kolom-kolom, dimana
kolom I adalah operasi tanpa pendahulu (predecessor), kolom II
adalah operasi dengan predecessor operasi di kolom I, dst.
2. Tentukan Waktu Siklus (CT) dari bilangan prima waktu total
elemen kerja dan tentukan jumlah stasiun kerja.
3. Tempatkan elemen-elemen kerja ke stasiun kerja sedemikian
sehingga total waktu elemen kerja tidak melebihi waktu siklus.
Hapus elemen kerja yang sudah ditempatkan dari daftar elemen
kerja
4. Bila penempatan suatu elemen kerja mengakibatkan total waktu
elemen kerja melebihi waktu siklus maka elemen kerja tersebut
ditempatkan di stasiun kerja berikutnya.
5. Ulangi langkah 3 dan 4 sampai seluruh elemen kerja ditempatkan.

Muhammad Adha Ilhami

Precedence
Graph & Bagi dalam region

Penentuan
Cycle Time
Kilbridge-Weston

Posisikan
Stasiun Kerja

over Cek
Waktu stasiun
kerja
Belum

Seluruh
elemen kerja
diposisikan?

Hitung
LE & SI

Ya Cukup
Cari Alternatif Pilih Lintasan
Berikutnya Terbaik

Muhammad Adha Ilhami

7
12/20/2010

Menentukan Jumlah Stasiun Kerja


 Fungsi penentuan jumlah stasiun kerja:

 Contoh Perhitungan:
Diketahui precendence diagram:

Muhammad Adha Ilhami

Contoh Perhitungan K-W


1. Pembagian kolom precedence diagram:

2. Tentukan waktu siklus:


= 50
Bilangan prima untuk 50 adalah 2 x 5 x 5,
sehingga alternatif waktu siklus yang
mungkin adalah 2, 5, 10, 25, dan 50
Muhammad Adha Ilhami

8
12/20/2010

Contoh Perhitungan K-W


Waktu siklus yang tidak mungkin adalah 2
dan 5, karena nilainya di luar dari 7 ≤ CT ≤ 50
Nilai 7 diperoleh dari waktu proses elemen
kerja terbesar. Sementara CT diperoleh
melalui perhitungan kebutuhan waktu siklus.
Jika dipilih CT = 10, maka jumlah stasiun kerja
minimum adalah

= 50/10 = 5 stasiun kerja


Muhammad Adha Ilhami

Contoh Perhitungan K-W


Kondisi Stasiun Kerja awal yaitu berjumlah 7
stasiun kerja

Muhammad Adha Ilhami

9
12/20/2010

Contoh Perhitungan K-W


3. Penempatan elemen kerja.
Untuk menjalankan langkah 3, perlu dihitung jumlah
elemen pendahulu dari setiap elemen pekerjaan. Elemen
dengan jumlah elemen pendahulu lebih kecil
dikelompokan lebih dahulu.
Elemen Jumlah Elemen Jumlah
(waktu) Predecessor (waktu) Predecessor
1 (5) 0 7 (2) 6
2 (3) 1 9 (1) 6
4 (3) 1 10 (4) 6
3 (4) 2 8 (6) 7
5 (6) 2 11 (4) 7
6 (5) 5 12 (7) 11

Muhammad Adha Ilhami

Contoh Perhitungan K-W


4. Perbaiki penempatan elemen dalam stasiun
kerja.
Penempatan dilakukan secara trial & error.
Diketahui jumlah minimal stasiun kerja adalah 5, Stasiun Elemen ST
maka pengelompokan elemen kerja harus I 1&2 8
menghasilkan minimal 5 stasiun kerja. II 4&5 9
Berikut prosedur penggabungan elemen:
III 3&6 9
Elemen 1 dapat digabungkan dengan 2 di sta I,
namun elemen 4 tidak bisa ikut bergabung karena IV 7, 9 & 10 7
menyebabkan waktu stasiun (ST) > CT (10). V 8 & 11 10
Elemen 4 & 5 dapat digabungkan ke stasiun II, VI 12 7
namun elemen 3 tidak bisa diikutkan karena akan
menyebabkan ST (=13) > CT (10)

Muhammad Adha Ilhami

10
12/20/2010

Hitung Efisiensi & Smoothness Index


Stasiun Elemen ST CT – ST (ST-ST)^2
I 1&2 8 2 4
II 4&5 9 1 1
III 3&6 9 1 1
IV 7, 9 & 10 7 3 9
V 8 & 11 10 0 0
VI 12 7 3 9
50 24

Ulangi langkah 3 & 4, hitung LE & SI,


LE = (50 x 100%)/(6 x 10) = 83,33%
bandingkan LE & SI, pilih penggabungan
SI = (24)^(1/2) = 4,899
berdasarkan LE & SI terbaik.

Muhammad Adha Ilhami

Alternatif Lain yang Diperoleh

LE = (50 x 100%)/(6 x 9) = 92,59%


SI = (4)^(1/2) = 2

LE yang dihasilkan lebih besar, ini menunjukkan efisiensi lintasan lebih baik
dibandingkan alternatif sebelumnya.

SI yang dihasilkan lebih kecil, ini menunjukkan kerataan (keseimbangan)


lintasan lebih baik (deviasi antar stasiun kerja kecil).

Muhammad Adha Ilhami

11
12/20/2010

B. Metode Helgeson-Birnie (Rank


Position Weight)
Disebut juga sebagai Teknik Bobot Posisi, dimana langkah-
langkahnya adalah:
1. Hitung bobot posisi setiap elemen kerja. Bobot posisi
dihitung dengan menjumlahkan waktu elemen-elemen
pada rantai terpanjang mulai elemen tersebut sampai
elemen terakhir.
2. Urutkan elemen-elemen menurut bobot posisi dari besar
ke kecil.
3. Tempatkan elemen kerja dengan bobot terbesar pada
stasiun kerja sepanjang tidak melanggar hubungan
precedence dan waktu stasiun tidak melebihi waktu siklus.
4. Ulangi langkah 3 sampai seluruh elemen ditempatkan.
Muhammad Adha Ilhami

Hitung Bobot Posisi Elemen


Helgeson & Birnie

Urutkan elemen berdasarkan


bobotnya (ascending)

Tempatkan elemen dalam


stasiun kerja
over

Cek
Waktu stasiun Belum
kerja

Seluruh
elemen kerja
diposisikan?

Hitung
STOP
LE & SI

Muhammad Adha Ilhami

12
12/20/2010

Contoh Perhitungan H-B


1. Hitung Bobot Posisi
2. Urutkan Berdasarkan Bobotnya
Contoh menghitung bobot elemen 1
Bobot 1 = Max {(5 + 3 + 4 + 5 + 2 + 6 + 7), (5 + 3 + 4 + 5 + 1 + 7), (5 + 3 + 4
+ 5 + 4 + 4 + 7), (5 + 3 + 6 + 5 + 2 + 6 + 7), (5 + 3 + 6 + 5 + 1 + 7), (5 + 3 + 6
+ 5 + 4 + 4 + 7) } = Max {32, 25, 32, 34, 27, 34} = 34

Elemen Bobot Elemen Bobot


(waktu) (waktu)
1 (5) 34 7 (2) 15
4 (3) 29 10 (4) 15
2 (3) 27 8 (6) 13
5 (6) 25 11 (4) 11
3 (4) 24 9 (1) 8
6 (5) 20 12 (7) 7

Muhammad Adha Ilhami

Contoh Perhitungan H-B


3. Tempatkan elemen kerja pada stasiun kerja
berdasarkan urutan bobotnya, lalu buat stasiun
baru jika ST melampaui CT.
Stasiun Elemen ST CT – ST (ST-ST)^2 LE = (50 x 100%)/(6 x 10)
I 1&4 8 2 4 = 83,33%
SI = (26)^(1/2) = 5,09
II 2&5 9 1 1
III 3&6 9 1 1
IV 7 & 10 6 4 16
V 8 & 11 10 0 0
VI 9 &12 8 2 4
50 26

Muhammad Adha Ilhami

13
12/20/2010

C. Pendekatan Matematik
Pendekatan matematika akan dijabarkan jika
ada yang tertarik mengerjakan tugas akhir
dengan topik line balancing.
Dasar ilmu yang diterapkan adalah pemodelan
sistem plus operational research.

Muhammad Adha Ilhami

Tugas
1. Lakukan penyeimbangan lintasan dengan metoda
RPW dan RA untuk kasus dengan precedence sebagai
berikut. Diketahui perusahaan bekerja selama 1 shift
(8 jam) / hari, dan terdapat demand sebesar 60
unit/hari. (20%) 6(5)

2(8) 4(4) 7(3)


1(2) 9(1)

3(5) 5(6) 8(2)

2. Lakukan analisa mana lintasan terbaik, berikan


penjelasan dengan memberikan kelebihan dari salah
satu metode line balancing. (80%)
Muhammad Adha Ilhami

14