Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA II

FARMASI PARALEL 2009


KELOMPOK 2
ANGGOTA :
Esther Lamria Purba, 0906531310
Exaudi Ebennezer P, 0906531323
Fadhli Izzaturrahman, 090653
Fanny Oktorina, 0906531342
Fikri Adri, 0906531374
Genita Savitri Ekandari, 0906531380

DEPARTEMEN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS INDONESIA
2010
PERCOBAAN 8
SUHU BADAN DAN PENGATURANNYA

Tujuan :
1. Mengukur suhu ketiak dan suhu mulut seseorang
2. Menerangkan pengaruh bernapas melalui mulut dan berkumur air es pada suhu
mulut seseorang

Alat dan Bahan :


1. Termometer
2. Baskom besar berisi air es

Tata Kerja :
A. Pengukuran Suhu Mulut
1. Bersihkan termometer maksimum dengan alkohol
Amati perbedaan antara termometer klinik dengan termometer kimia
2. Turunkan meniskus air raksa sampai di bawah skala dengan mengayun-sentakkan
termometer tersebut beberapa kali
3. Letakkan reservoir termometer di bawah lidah dan suruh orang percobaan
menutup mulutnya rapat-rapat
4. Setelah 10 menit, baca dan catat suhu mulut orang percobaan
B. Pengaruh Bernapas Melalui Mulut dan Berkumur Air Es pada Suhu Mulut
1. Turunkan meniskus air raksa sampai di bawah skala dengan cara seperti di atas
2. Letakkan reservoir termometer di bawah lidah orang percobaan
3. Baca dan catat suhu mulut setelah 5 menit
4. Tanpa menurunkan meniskus air raksa, letakkan kembali reservoir termometer di
bawah lidah orang percobaan
5. Baca dan catat lagi suhu mulut setelah 5 menit
6. Suruh o.p. bernapas tenang melalui mulut selama 2 menit sambil menutup lubang
hidung. Segera setelah tindakan ini ulangi percobaan 1 s.d.5
7. Suruh o.p. berkumur berulang-ulang dengan air es selama 1 menit. setelah
tindakan ini ulangi percobaan 1 s.d.5
Apakah ada perbedaan antara suhu mulut pada 5’ pertama dan 5’ kedua pada
ketiga tindakan di atas? Dan apakah ada perbedaan antara suhu akhir ketiga
keadaan tersebut?

C. Pengukuran Suhu Ketiak


1. Keringkan ketiak o.p.
2. Usahakan supaya meniskus air raksa termometer maksimum terletak di bawah
skala dengan mengayun-sentakkan termometer tersebut beberapa kali
3. Suruhlah o.p. berbaring telentang
4. Letakkan reservoir termometer di ruang ketiak dan suruhlah o.p. menjepitnya
dengan baik
5. Setelah 10 menit, baca dan catat suhu ketiak o.p.
Apakah ada perbedaan antara suhu ketiak dan suhu mulut ?
Apa sebabnya ?

Hasil Pengukuran :
A. Pengukuran Suhu Mulut
Suhu Mulut Setelah 10 menit
Nama
(oC)
Exaudi 36.5
Esther 36.6
Fadhli 37.2
Fanny 36.6
Fikri 37.4
Genita 36.7

B. Pengaruh Bernapas Melalui Mulut dan Berkumur Air Es pada Suhu Mulut
Nama Suhu Diukur pada Keadaan.. (oC)
Normal Bernapas Melalui Berkumur Air Es
Mulut
5’ 5” 5’ 5” 5’ 5”
Exaudi 36.4 36.5 36.2 36.2 36 36
Esther 36.5 36.6 36.4 36.4 36.2 36.2
Fadhli 37.2 37.3 37.0 37.0 36.8 36.8
Fanny 36.6 36.6 36.3 36.3 36.1 35.9
Fikri 37.4 37.4 37.2 37.2 37.0 37.0
Genita 36.7 36.7 36.3 36.3 36.1 36.1

Ket :
5’ : 5 menit pertama
5” : 5 menit kedua

C. Pengukuran Suhu Ketiak


Suhu Ketiak Setelah 10 menit
Nama
(oC)
Exaudi 36.3
Esther 36.4
Fadhli 36.5
Fanny 36.5
Fikri 37.2
Genita 36.5

Pembahasan
Percobaan dilakukan dengan mengukur suhu oral o.p. Suhu oral istirahat rata-rata adalah
37˚C, dengan rentang normal antara 36,5˚C – 37,4˚C. Dari hasil dapat dilihat bahwa o.p
memiliki suhu oral istirahat yang normal.

Pada kondisi o.p. bernapas melalui mulut didapatkan hasil suhu oral o.p menjadi lebih
rendah. Hal ini disebabkan karena terjadi pertukaran panas tubuh dengan lingkungan secara
konveksi, yaitu tubuh kehilangan panas melalui konduksi ke udara sekeliling yang lebih
dingin. Udara yang berkontak dengan dengan tubuh melalui mulut menjadi lebih hangat dan
karenanya menjadi lebih ringan dibanding udara dingin. Udara yang lebih hangat ini
bergerak ke atas dan digantikan dengan udara yang lebih dingin. Proses ini terjadi berulang-
ulang selama 2 menit. Hal inilah yang menyebabkan suhu oral menjadi lebih rendah ketika
diukur setelahnya.

Pada kondisi o.p. berkumur dengan air es didapatkan hasil suhu oral o.p. juga menjadi
lebih rendah. Hal ini disebabkan terjadi pertukaran panas tubuh secara konduksi, yaitu
perpindahan panas tubuh dengan benda (dalam hal ini air es) yang berbeda suhunya karena
terjadi kontak secara langsung. Sewaktu berkumur dengan air es, tubuh kehilangan panasnya
karena panas dipindahkan secara langsung ke air es yang suhunya lebih rendah. Kemudian
suhu oral, yang lebih rendah, yang diukur merupakan suhu kesetimbangan.

Kesimpulan :
Suhu tubuh o.p saat dilakukan pengukuran adalah normal ±37˚C. Suhu tubuh dapat berubah
dalam pengukuran akibat faktor dari luar seperti yang dilakukan dalam percobaan ini.

PERCOBAAN 9
PEMERIKSAAN FUNGSI PERNAPASAN

Tujuan :
Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan fungsi pernapasan

Alat dan Bahan:


1. Spirometer Autospiro AS-507
2. Kapas alkohol

Tata Kerja :
1. Tekan tombol power untuk menyalakan alat spirometer
2. Masukkan data orang percobaan yang meliputi : umur, jenis kelamin, tinggi badan, dan
berat badan
3. Masukkan mouth filter ke dalam mulut, hati-hati jangan sampai terjadi kebocoran udara
4. Tutup lubang hidung dengan nose clips
5. Jelaskan pengukuran yang akan dilakukan mulai saat ini
6. Minta orang percobaan untuk bernapas biasa beberapa kali untuk menentukan Tidal
Volume (TV)
7. Pengukuran akan berhenti dengan sendirinya, kemudian baca hasilnya di monitor
8. Lakukan pengukuran ulang tiga kali atau lebih

Data orang percobaan :


UMUR JENIS TINGGI BERAT
NAMA
(tahun) KELAMIN BADAN (cm) BADAN (kg)
Exaudi 18 Laki-Laki 174 60
Esther Perempuan
Fadhli 18 Laki-Laki 178 70
Fanny 19 Perempuan 155 55
Fikri 20 Laki-Laki 170 50
Genita 18 Perempuan 158 65
Hasil pengukuran :
Volume yang Diukur (liter)
No. Nama
VC TV IRV ERV IC
1 Exaudi 3.55 0.52 1.79 1.23 2.31
2 Esther 2.10 0.34 0.87 0.90 1.21
3 Fadhli 4.11 0.88 2.27 0.97 3.14
4 Fanny 2.5 0.57 0.92 1.01 1.49
5 Fikri 3.18 0.56 1.53 1.09 2.09
6 Genita 2.22 0.30 0.80 0.73 1.50
Volume yang Diukur (liter)
FVC FEV1.0 FEV PEFR MMF
No. Nama 1.0 %

Angka % Angka % Angka % Angka %


1 Exaudi 3.16 63 3.15 74 100 4.78 49 4.18 84
2 Esther 2.06 57 1.39 44 67 1.42 20 1.18 29
3 Fadhli 3.37 64 2.60 59 59 2.91 29 2.46 48
4 Fanny 2.59 77 1.62 55 63 1.82 27 1.39 25
5 Fikri 2.65 55 1.40 34 53 1.58 17 1.02 21
6 Genita 2.31 67 1,13 37 49 1.26 18 0.84 21

keterangan :
VC : Vital Capacity
IV : Tidal volume
IRV : Inspiratory Reserve Volume
ERV : Expiratory Reserve Volume
IC : Inspiratory Capacity
FVC : Forced Vital Capacity
FEV1.0 : Forced Expiratory Volume in one second
FEV 1.0 % : Forced Expiratory Volume in one second as percent of FVC
PEFR : Peak Expiratory Flow Rate
MMF : Maximal Mid-Expiratory Flow

Pembahasan

Spirometer sendiri adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur volume udara pernafasan,
yang berfungsi untuk mengetahui kondisi paru-paru manusia. Pengukuran sendiri dilakukan selama
selang waktu tertentu. Spirometer akan merekam jumlah udara yang keluar dan masuk ke dalam paru-
paru manusia.

Spirometer digunakan untuk mengukur :

 Volume tidal (TV) : volume udara yang dihirup atau yang dihembuskan pada satu siklus
pernapasan selama pernapasan biasa.

 Kapasitas vital (VC) : volume maksimum udara yang dapat dikeluarkan selama satu kali bernapas
setelah inspirasi maksimum.

 Volume cadangan inspirasi (IRV) : jumlah maksimal udara yang masih dapat dihisap sesudah
akhir inspirasi tenang

 Volume cadangan ekspirasi (ERV) : jumlah maksimal udara yang masih dapat dihembuskan
sesudah akhir ekspirasi tenang. Pada pernafasan tenang, ekspirasi terjadi secara pasif, tidak ada
otot ekspirasi yang bekerja. Ekspirasi hanya terjadi oleh daya lenting dinding dada dan jaringan
paru semata-mata. Posisi rongga dada dan paru pada akhir ekspirasi ini merupakan posisi
istirahat. Bila dari posisi istirahat ini dilakukan gerak ekspirasi sekuat-kuatnya sampai maksimal,
udara cadangan ekspirasi itulah yang keluar.

 Kapasitas inspirasi (IC) : jumlah maksimal udara yangdapat dihisap dari posisi istirahat (akhir
ekspirasi tenang)

 Kapasitas vital paksa (FVC) : yaitu jumlah udara yang secara maksimal dapat dipaksa keluar dari
paru-paru setelah inspirasi maksimal.

 Volume ekspirasi paksa dalam satu detik (FEV 1,0) : yaitu volume udara yang dapat diekspirasi
selama detik pertama ekspirasi pada penentuan kapasitas vital.

 FEV 1,0 % : yaitu persentasi dari FEV

 Puncak laju aliran ekspirasi (PEFR) : yaitu maksimum arus ekspirasi. Tingkat aliran udara terbesar
yang dapat diperoleh selama pernapasan dipaksa.

 MMF : yaitu ukuran jumlah maksimum udara yang bisa dihirup dan dihela dalam satu menit,
diukur dengan liter/menit.

Kesimpulan

Alat spirometer dapat digunakan untuk memeriksa fungsi pernafasan, berdasarkan umur,
tinggi badan , jenis kelamin, dan berat badan dari orang percobaan.