Anda di halaman 1dari 3

� 2008 okezone.com, All Rights Reserved


28 Peraturan Molor, Kerja KPU Dinilai Mengecewakan

Selasa, 5 Agustus 2008 - 02:15 wib

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR Taufikurrachman Saleh menilai


kinerja KPU masih mengecewakan dan belum maksimal. Belum selesainya
28 peraturan KPU menurutnya merupakan bukti masih buruknya kinerja
lembaga penyelenggara pemilu tersebut.

"Seharusnya KPU ini bisa gerak cepat menyelesaikan," kata


Taufikurrachman, saat dihubungi, Senin (4/8/2008).

Taufikurrachman mengatakan seharusnya dalam kinerjanya KPU lebih kretif


dan innovatif. Bukan melakukan secara lamban, kaku, dan birokratis.
"Jangan sampai bermental birokrasi, harusnya bermental entrepreneur yang
kretif," ujarnya.

Jika KPU masih menunjukkan kinerja yang lamban, Taufikurrachman


khawatir mereka akan kedodoran menjalankan tahapan pemilu. Apalagi, ujar
dia, KPU cenderung mencontoh tahapan pemilu yang dirancang KPU
sebelumnya. (Dian Widiyanarko/Sindo/uky)

KPU Cemaskan DPT Pilpres Tidak Maksimal

Kamis, 7 Agustus 2008 - 13:30 wib

JAKARTA - Anggota KPU I Gusti Putu Artha menyatakan, penetapan Data


Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilu 2009 terancam molor. Hal tersebut
dikhawatirkan berdampak pada penetapan DPT pada Pemilihan Persiden
mendatang.

"Data yang ada tidak terformulasikan degan baik. Saya melihat pada
pemilihan RI 1 dan 2, KPU Akan mendapat gugatan dalam soal DPT,"
ujarnya di Hotel Milenium, Jakarta, Kamis (7/8/2008).
Menurut Artha, selain persoalan regulasi yang berimplikasi pada system
penganggaran, pembanguna infrastrktur, KPU juga menghadapi persolan
serius terkait penetapan DPS.

Artha mengaku, kemungkinan waktu penetapan DPS akan diusulkan dalam


rapat paripurna untuk diperpanjang. Mengingat banyaknya masalah yang
dihadapi KPU.

"KPU akan berjalan on the track, tapi KPU akan tetap bersikap logis dalam
melihat fenomena di lapangan," sambungnya.

Namun demikian, kata Artha, KPU dilematis karena tidak mau melanggar
undang-undang. "Jika KPU tidak mengkiuti undang-undang salah, terlebih
lagi jika tidak sesuai dengan undang-undang," katanya.

Artha mencontohkan, saat KPU menemukan data di lapangan, ada sebanyak


264 KK dalam satu keluarga, 116 KK dalam satu keluarga atau pun 79 KK
dalam satu keluarga.

Meski demikian, masih kata Artha, persolan terberat yang dihadapi KPU
terdapat pada penyelesaian DPT. "DPT yang valid merupakan kunci sukses
pemilu 2009," tegasnya.

Dalam waktu dekat ini, masalah yang dihadapi KPU terdapat pada belum
selesainya data yang akan menjadi pertimbangan terkait perpanjangan.
"Tanggal 25-27 Agustus merupakan tanggal perbaikan, dan KPU belum bisa
memastikan sampai kapan DPT"

Seperti diketahui, tanggal 8-15 daalah jadwal pengumuman DPS, tanggal 8-


21 Agustus, tanggapan masyarakat 22-24 penetapan hasil DPS, dan tanggal
25-27 Agustus, kembali tanggapan masyarakat terkait hasil perbaikan. (ded)

JAKARTA - Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ibrahim Fahmi
Badoh menilai, rencana pengadaan mobil dinas untuk anggota KPU merupakan langkah
unefisiensi anggaran dan rentan penyelewengan.

"Ini merupakan pemborosan, kendaraan yang lama masih bisa dipakai dan itu juga masih
bagus-bagus masih layak pakai," ujarnya kepada okezone di Jakarta, Jumat (1/08/2008).
Disinggung mengenai kemungkinan adanya korupsi di tubuh KPU, Fahmi mengatakan,
bisa saja itu terjadi, kalau sudah ada tender dibelakangnya.

"Kalau tidak ada tender, desakan dari pengusaha lain juga bisa memungkinkan untuk
korupsi," imbuhnya.

Dia juga menyarankan agar anggaran KPU tersebut diaudit dokumen perencanaannya,
karena dinilai terdapat unsur pemborosan.

"Apalagi saya dengar anggaran per orangnya mencapai Rp400 Juta. Itu kan sangat besar,
cukup untuk membeli mobil mewah,"

Selain itu, ia juga mengimbau kepada KPU untuk menghemat anggaran agar tidak terjadi
pembengkakan.

"Saya berharap KPU menolak rencana tersebut, masalahnya anggaran yang dibuat pada
tahun 2003 untuk pemilu 2004 itu direncanakan hingga tahun 2014," katanya.
(ded)