Anda di halaman 1dari 20

Buat Yang Udah Nikah, Mau Nikah, Punya Niat Untuk

Nikah......
Ini Bagus buat bacaan...... ....

Buat Yang Udah Nikah, Mau Nikah, Punya Niat Untuk


Nikah....... . mudah2an ber-manfaat.

Bertengkar adalah fenomena yang sulit dihindari dalam


kehidupan berumah tangga, kalau ada seseorang berkata:
"Saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya !"
Kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum beristeri, atau
ia tengah berdusta. Yang jelas kita perlu menikmati saat-
saat bertengkar itu, sebagaimana lebih menikmati lagi saat
saat tidak bertengkar. Bertengkar
itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi,hanya saja
dihantarkan dalam muatan emosi tingkat tinggi.

Kalau tahu etikanya, dalam bertengkarpun kita bisa


mereguk hikmah, betapa tidak, justru dalam pertengkaran,
setiap kata yang terucap mengandung muatan perasaan
yang sangat dalam, yang mencuat dengan desakan energi
yang tinggi, pesan pesannya terasa kental, lebih mudah
dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi. Tulisan ini
murni non politik, jadi tolong jangan tergesa-gesa mem-
bacanya.Bacalah dengan sabar, lalu renungi dengan baik,
setelah itu...terapkan dalam keseharian kita.......setuju
friend's???

Suatu ketika seseorang berbincang dengan orang


yang akan menjadi teman hidupnya, dan salah satunya
bertanya; apakah ia bersedia berbagi masa depan dan
jawabannya tepat seperti yang diharap.

Mereka mulai membicarakan : seperti apa suasana rumah


tangga ke depan.Salah satu diantaranya adalah tentang
apa yang harus dilakukan kala mereka bertengkar. Dari
beberapa perbincangan hingga waktu yang
mematangkannya, tibalah mereka pada sebuah
Memorandum of Understanding, bahwa kalaupun harus
bertengkar,maka:
1. Kalau bertengkar tidak boleh berjama'ah

Cukup seorang saja yang marah-marah, yang terlambat


mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu sampai yang
satu reda. Untuk urusan marah pantang berjama'ah,
seorangpun sudah cukup membuat rumah jadi meriah.
Ketika seorang marah dan saya mau menyela, segera ia
berkata "STOP" ini giliran saya ! Saya harus diam
sambil istighfar. Sambil menahan senyum saya berkata
dalam hati : "kamu makin cantik kalau marah,makin
energik ..." Dan dengan diam itupun saya merasa telah
beramal sholeh, telah menjadi jalan bagi tersalurkannya
luapan perasaan hati yang dikasihi... "duh kekasih ..
bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega,
maka dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu
...." Demikian juga kalau pas kena giliran saya "yang olah
raga otot muka", saya menganggap bahwa distorsi hati,
nanah dari jiwa yang tersinggung adalah sampah, ia harus
segera dibuang agar tak menebar kuman, dan saya tidak
berani marah sama siapa siapa kecuali pada isteri saya :)
Maka kini giliran dia yang harus bersedia jadi
keranjang sampah.pokoknya khusus untuk marah,
memang tidak harus berjama'ah, sebab ada sesuatu yang
lebih baik untuk dilakukan secara berjama'ah selain marah
:)

2. Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit


yang telah terlipat masa (maksudnya masa lalu kita)

Siapapun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti


terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari sejarah
dirinya yang tidak bisa ia ubah. Siapapun tidak akan
suka dinilai dengan masa lalunya.Sebab harapan
terbentang mulai hari ini hingga ke depan. Dalam
bertengkar pun kita perlu menjaga harapan dan bukan
menghancurkannya. Sebab pertengkaran diantara orang
yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah
foreplay, sedang pertengkaran dua hati yang patah
asa,menghancurkan peradaban cinta yang telah
sedemikian mahal dibangunnya.
Kalau saya terlambat pulang dan ia marah,maka
kemarahan atas keterlambatan itu sekeras apapun
kecamannya, adalah "ungkapan rindu yang keras". Tapi
bila itu dikaitkan dgn seluruh keterlambatan saya,
minggu lalu,awal bulan kemarin dan dua bulan lalu,
maka itu membuat saya terpuruk jatuh.

Bila teh yang disajinya tidak manis (saya termasuk


penimbun gula),sepedas apapun saya marah,maka itu
adalah "harapan ingin disayangi lebih tinggi". Tapi
kalau itu dihubungkan dgn kesalahannya kemarin dan
tiga hari lewat,plus tuduhan "Sudah tidak suka lagi ya
dengan saya", maka saya telah menjepitnya dengan hari
yang telah pergi, saya menguburnya di masa lalu, ups
saya telah membunuhnya, membunuh cintanya.

Padahal kalau cintanya mati, saya juga yang susah ...


OK, marahlah tapi untuk kesalahan semasa, saya tidak
hidup di minggu lalu, dan ia pun milik hari ini .....

3. Kalau marah jangan bawa-bawa keluarga

Saya dengan isteri saya terikat baru beberapa masa, tapi


saya dengan ibu dan bapak saya hampir berkali lipat lebih
panjang dari itu, demikian juga ia dan kakak serta paman-
nya. Dan konsep Quran,seseorang itu tidak menanggung
kesalahan fihak lain (QS.53:38-40). Saya tidak akan
terpantik marah bila cuma saya yang dimarahi, tapi kalau
ibu saya diajak serta, jangan coba coba. Begitupun dia,
semenjak saya menikahinya, saya telah belajar menga-
baikan siapapun di dunia ini selain dia, karenanya menga-
pa harus bawa bawa barang lain ke kancah "awal cinta
yang panas ini". Kata ayah saya : "Teman seribu masih
kurang, musuh satu terlalu banyak".Memarahi orang yang
mencintai saya, lebih mudah dicari ma'afnya dari pada
ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri saya..".
Dunia sudah diambang pertempuran, tidak usyah ditambah
tambah dengan memusuhi mertua!

4. Kalau marah jangan di depan anak-anak

Anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah kemarahan


dan kebencian.Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita,
karena itu,mengapa mereka harus menonton komedi liar
rumah kita. Anak yang melihat orang tua nya bertengkar,
bingung harus memihak siapa.Membela ayah, bagaimana
ibunya. Membela ibu, tapi itu 'kan bapak saya.Ketika anak
mendengar ayah ibunya bertengkar : * Ibu : "Saya ini cape,
saya bersihkan rumah,saya masak, dan kamu datang main
suruh begitu, emang saya ini babu ?!"
* Bapak : "Saya juga cape, kerja seharian, kamu minta ini
dan itu dan aku harus mencari lebih banyak untuk itu,saya
datang hormatmu tak ada, emang saya ini kuda?!
* Anak : "...... Yaaa ...ibu saya babu, bapak saya kuda ....
terus saya ini apa ?" Kita harus berani berkata : "Hentikan
pertengkaran !" ketika anak datang,lihat mata mereka,
dalam binarannya ada rindu dan kebersamaan. Pada
tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis,haruskah
ia mendengar kata bahasa hati kita ???

5. Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat

Pada setiap tahiyyat kita berkata : "Assalaa-mu 'alaynaa


wa'alaa'ibaadilahis sh oliihiin" Ya Allah damai atas kami,
demikian juga atas hamba hambamu yg sholeh .... Nah
andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah salam kita
tatap isteri kita dengan amarah, maka kita telah mendustai
Nya, padahal nyawamu ditangan Nya. OK, marahlah
sepuasnya kala senja, tapi habis maghrib harus terbukti
lho itu janji dengan Ilahi .....
Marahlah habis shubuh,tapi jangan lewat waktu dzuhur,
Atau maghrib sebatas isya .... Atau habis isya
sebatas....? ?? Nnngg .. Ah kayaknya kita sepakat kalau
habis isya sebaiknya memang tidak bertengkar .. . :)
6. Kalau kita saling mencinta, kita harus saling mema'afkan

Tapi yang jelas memang begitu, selama ada cinta, ber-


tengkar hanyalah "proses belajar untuk mencintai lebih
intens" Ternyata ada yang masih setia dengan kita walau
telah kita maki-maki. Ini saja, semoga bermanfa'at,
"Dengan ucapan syahadat itu berarti kita menyatakan diri
untuk bersedia dibatasi". *Selamat tinggal kebebasan tak
terbatas yang dipongahkan manusia pintar tapi bodoh* -----

SIAPAKAH ?

Siapakah orang yang sibuk?


Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan
waktu sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan
seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s. Maka sempatkanlah
bagimu untuk beribadah... ......... .dan bersegeralah!

Siapakah orang yang manis senyumannya?


Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah
orang yang ditimpa Musibah lalu dia berucap "Inna lillahi
wainna illaihi rajiuun." Kemudian berkata,"Ya Rabb, Aku
ridho dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyu-
man. Maka berbaik hatilah dan bersabar.... .......

Siapakah orang yang kaya?


Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan
apa yang ada dan Tidak lupa akan kenikmatan dunia yang
sementara ini. Maka bersyukurlah atas nikmat yang kau
terima dan berbagilah.. ....
Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan
nikmat yang ada Selalu menumpuk-numpukkan harta.
Maka janganlah kau menjadi kikir juga dengki...... ...

Siapakah orang yang rugi?


Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia
pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat
dan amal-amal kebaikan.
Maka hargailah waktumu dan bersegeralah. ......... ..

Siapakah orang yang paling cantik?


Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai
akhlak yang baik. Maka peliharalah akhlakmu dari dosa
dan noda........ .....

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?


Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah
orang yang mati Membawa amal-amal kebaikan dimana
kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.
Maka beramal shalehlah selagi sempat dan mampu....... ...

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi


dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang
yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu
kuburnya menghimpitnya. Maka ingatlah akan kematian
dan kehidupan setelah dunia....... ...

Siapakah orang yang mempunyai akal?


Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang
menghuni syurga Kelak, karena telah menggunakan akal
sewaktu di dunia untuk menghindari Siksa neraka. Maka
peliharalah akal sehatmu dan pergunakan semaksimal
mungkin. Untuk mengharap ridho-Nya... .......

Siapakah org yg PELIT ?


Orang yg pelit ialah org yg membiarkan atau membuang
email ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan
kepada org lain.
Maka sampaikanlah kepada yang lain sedikit berita
gembira ini selagi sempat, karena tiada ruginya bagimu......

Buta itu Cinta

"Terima kasih Tuhan!" itulah ucapan pertama saya tiap


pagi, setelah saya bangun tidur. Karena begitu saya
membuka mata saya tiap hari, saya bisa melihat betapa
indahnya ciptaan Tuhan itu, taman yang hijau, bunga yang
warna-warni, langit yang biru.

Ini bagi saya merupakan berkat yang sangat indah,


karena kita bisa menikmati karunia melihat ini semuanya,
apakah Anda bisa membayangkan bagaimana kalau kita
dilahirkan dalam keadaan buta? Hidup kita dalam kege-
lapan terus-menerus? Jangankan gelap terus menerus,
lampu mati satu jam saja kita sudah bingung!

Ada seorang mahasiswa yang ingin mencoba bagaimana


rasanya menjadi orang buta? Kesulitan apa saja yang
harus dihadapi oleh mereka yang tidak bisa melihat? Untuk
itu ia mencoba melakukan experiment, dimana ia menutup
matanya selama tiga bulan. Hal pertama yang ia rasakan
ialah kehilangan kemandiriannya, jangankan untuk jalan
keluar untuk mengambil pakaian saja tidak bisa, disitulah
ia baru bisa merasakan betapa menderitanya seseorang
yang tidak bisa melihat. Pada saat akhir experiment,
setelah ia bisa membuka mata dan melihatnya kembali,
ucapan pertama yang ia ucapkan ialah: "Terima kasih
Tuhan, bahwa Tuhan telah memberikan kepada saya
kesempatan untuk bisa melihat semua ciptaan Tuhan!"

Disisi lain ia telah bisa mendapatkan hikmah untuk bisa


menilai sesuatu bukan hanya dari kulit luarnya saja, bukan
dari bungkus atau mereknya saja. Apakah penting merk
pakaian seperti Aigner, Boss, Christian Dior? Apakah
penting mobil bergengsi seperti BMW, Mercedes? Apakah
penting gereja yang indah? Apakah penting kosmetik
pemoles wajah? Apakah penting untuk menilai seseorang
dari warna kulit? Apakah penting menilai seseorang hanya
dari wajah apakah ia bermata sipit, atau bermata biru
ataukah ia botak? Apakah penting penampilan wajah
maupun paras cantik? Apakah penting rumah dan kebun
yang indah? Apakah penting untuk tinggal di daerah
permukiman elit?

Untuk orang tunanetra semua ini sudah tidak mempunyai


daya tarik lagi, ia tidak membutuhkan semuanya ini! Ia
tidak akan tergoda lagi oleh segala macam merek dan
segala macam barang yang indah-indah, sebab semuanya
itu tidaklah penting bagi dia! Ia tidak lagi tertarik dari segi
dekorasi atau bentuknya makanan, melainkan rasanya itu
jauh lebih penting daripada dekorasinya. Ia tidak tertarik
dan tidak membutuhkan penampilan luar! Maka dari itu
saya yakin hidup kita akan jauh jauh lebih murah kalau
mulai besok kita belanja atau membeli sesuatu tidak
berdasarkan bungkus, maupun penampilan luarnya!
Dan sayapun yakin kita akan mendapatkan lebih banyak
kawan, kalau kita tidak menilai seseorang hanya dari
segi bungkus dan penampilannya saja!

Ketika si Pulan dilahirkan ia masih bisa melihat s/d usia 8


tahun, tetapi karena kena penyakit akhirnya ia menjadi
buta total dan tidak bisa melihat lagi. Tentu Anda bisa
membayangkan bagaimana perasaannya si Pulan kalau
dengan seketika dunianya menjadi gelap gulita, seakan-
akan layar tabir kehidupannya ditutup, sehingga ia tidak
bisa melihat dan menikmati lagi keindahan alam ini. Ia
menjalani sisa kehidupannya sebagai seorang tuna netra.

Walaupun demikian ia merasa beruntung, karena telah


bisa mendapatkan pasangan hidup, seorang wanita yang
tidak buta tetapi bersedia untuk dijadikan istrinya. Kenapa
wanita ini memilih seorang tuna netra sebagai calon
zuami? Karena wajah wanita itu sendiri telah rusak
kebakar, sehingga ia tidak bisa mendapatkan seorang
suami, jangankan untuk mendapatkan jodoh, pergi keluar
rumahpun ia sering sekali menjadi bahan ejekan dan
tertawaan orang, bahkan anak kakaknya sendiri yang
masih kecil merasa takut melihat wajahnya. Oleh sebab
itulah ia mencari seorang suami yang tidak menilai dia dari
segi wajahnya, ia mencari suami yang bisa mengasihi dia
bukan berdasarkan dari segi penampilan luarnya.

Mereka berdua bisa hidup bahagia dengan penuh


keharmonisan dan kasih sayang bahkan mereka telah
dikaruniakan dua orang anak sehat. Pada suatu hari si
Pulan pulang dengan perasaan riang gembira: "Mam, aku
punya satu surprise yang sangat menyenangkan? "kata si
Pulan, "Aku akan bisa melihat lagi, masa gelap hidup
saya akan berakhir!"ucap si Pulan kembali. Bagi si Pulan
ini merupakan hadiah yang terindah dan terbesar yang
Tuhan akan berikan selama hidupnya.

Maklumlah karena hal inilah yang ia impi-impikan dan yang


ia dambakan di dalam kehidupannya. Tiap hari si Pulan
berdoa berkali-kali kepada Tuhan, dan memohon agar
sekali saja di dalam hidupnya, walaupun hanya untuk
beberapa detik sekalipun juga untuk bisa melihat wajah
istri dan anak-anaknya yang tercinta.
Rupanya Tuhan telah mengabulkan doanya dimana dalam
waktu yang dekat ini ia akan bisa melihat lagi seperti
sediakala. Seorang Dr. ahli mata dari Jerman, telah
menyatakan kesediaannya untuk mengoperasi si Pulan,
sehingga akhirnya ia bisa melihat lagi. Berdasarkan
hasil pemeriksaannya ia menyatakan bahwa ia yakin bisa
menolong si Pulan sehingga ia bisa melihat
lagi. Dan minggu yang akan datang ia sudah bisa di
operasi.

Apakah Anda bisa membayangkan, bagaimana perasaan


si Pulan setelah 22 tahun buta, akhirnya ia akan bisa
melihat lagi? Ia akan bisa melihat kembali, semua
keindahan alam yang pernah ia lihat sebelumnya selama
delapan tahun, bagaimana hijaunya rumput itu, bagaimana
birunya langit. Ia akan bisa melihat dan menikmati lagi isi
dunia ini dengan segala macam warna yang indah-indah,
tetapi yang lebih penting dari segala2nya ialah ia akan bisa
melihat wajah istri dan anak-anaknya yang terkasih, yang
belum pernah ia lihat selama hidupnya.

Apakah surprise ini menyenangkan istrinya? Disatu pihak


ia merasa senang kalau suaminya bisa melihat kembali,
tetapi dilain pihak ia merasa sangat takut sekali. Ia merasa
takut, apakah kehidupan kekeluargaan mereka akan bisa
tetap berjalan seperti sediakala dengan penuh kasih dan
keharmonisan? Ia takut perkawinannya akan menjadi
kandas, ia takut rumah tangganya akan menjadi hancur. Ia
merasa takut, bagaimana kalau suaminya nanti melihat
wajahnya yang buruk dan sudah rusak ini. Ia merasa takut
suaminya tidak akan bisa dan mau mengasihinya lagi,
bahkan ia takut di tinggal oleh suaminya,karena
penampilan luarnya yang buruk dan rusak terbakar.
Bahkan ia berdoa kepada Tuhan memohon pengampunan
dosa, karena ia merasa bersalah, sebab ia tidak mampu
berbagi rasa dan bisa turut merasakan perasaan gembira
bersama suaminya. Ia merasa perasaan egoisnya terlalu
besar, karena ia terlalu mengasihi suaminya.

Perasaan gembira bahwa suaminya akan bisa melihat


kembali, telah di tutup oleh rasa takut tak terhingga.
Apakah salah kalau ia sangat mengasihi suaminya?
Apakah salah kalau ia merasa takut ditinggal oleh
suaminya?
Walaupun demikian ia tidak mau mengungkapkan
perasaan ini kepada suaminya, ia tetap pendam di dalam
hatinya.

Semakin mendekati hari H, dimana ia akan bisa melihat


kembali, semakin senang perasaan si Pulan, bahkan
kawan-kawan maupun tetangganya sekampung sudah
mengetahui berita bahagia ini dan semuanya turut
mengucapkan selamat dan turut menyatakan kebahagiaan
mereka, hanya istrinya seorang semakin mendekati hari
H, semakin cemas ia rasakan dan rasa takutnyapun
semakin besar. Istrinya tetap tidak mau mengungkapkan
perasaannya, karena ia tidak mau merusak kebahagiaan
maupun harapan dari suaminya. Walaupun ia tidak
mengucapkannya, tetapi hal ini terasakan sekali oleh
suaminya, karena istrinya yang tadinya periang seolah-
olah berubah menjadi semakin pendiam dan sering
melamum.

Hari H pun tiba, sejak jam empat pagi si Pulan sekeluarga


telah bangun, karena bagi si Pulan hari ini adalah hari
yang terindah di dalam kehidupannya. Dan juga seperti
persyaratan dari Dr. sejak kemarin ia sudah puasa tidak
makan maupun minum lagi. Tepat jam 8.00 pagi bel bunyi
rumah bunyi, rupanya supir taxi yang akan menjemput si
Pulan telah tiba, si Pulan berjalan keluar untuk
membukakan pintu, tetapi istrinya pergi ke kamar tidur
untuk berdoa sambil menangis. Ia tidak mau dan tidak bisa
pamit lagi dari suaminya, karena perasan takutnya sudah
tidak tertahankan lagi.
Pada saat ia berlutut dan berdoa, sambil berlinang air
matanya keluar, tiba-tiba ia merasakan belaian tangan
yang membelai kepalanya dari belakang dengan penuh
kasih sayang. Ternyata itu adalah tangan suaminya, ia
berkata: "Mah, saya tidak jadi pergi, saya telah
membatalkan jadwal operasinya, karena saya tidak jadi
dan tidak akan mau di operasi lagi. Bagi saya kasih
sayangmu ada jauh lebih indah dan lebih berharga
daripada bisa melihat. Buat apa saya bisa melihat,
kalau setelah itu hubungan dan keharmonisan hidup
kita berdua menjadi rusak. Kasih sayangmu ada jauh
lebih berharga dan lebih indah, daripada mata yang
bisa melihat lagi. Biarlah saya tetap buta sampai
dengan akhir ajal saya, yang penting kita bisa
berkumpul dengan penuh kasih sayang untuk
selama-lamanya. !"

Karena kasih kepada istrinya ia rela berkorban. Ia


rela untuk hidup sebagai seorang tuna netra untuk
selama-lamanya, apakah kita bersedia dan mau
berkorban untuk orang yang kita kasihi seperti cerita
yang tersebut diatas?

Tidak semua orang tunatera ingin bisa melihat kembali


seperti pengarang dari lagu "Blessed Assurance",
dimana ia memberikan kesaksiannya dalam lagu
tersebut. Fanny Crosby, yang telah membuat komposisi
dari ribuan lagu, pada saat ia berusia enam minggu ia
menderita penyakit infeksi yang mengakibatkan
ia menjadi buta dan dalam usia delapan tahun, pada
saat anak-anak lain sedang bermain diluar dengan
cerianya ia menulis puisi yang tercantum dibawah ini:

Oh, what a happy soul am I! Although I cannot see, I


am resolved that in this world contented I shall be.
How many blessings I enjoy that other people don't. To
weep and sigh because I'm blind, I cannot--and I won't!

luv n hug

LIBRA
23 September - 22 Oktober
Peringkat 6 :
Paling sukar menentukan pilihan dan mengalami kesulitan
dalam mengungkapkan diri sendiri. Karena kerap
berpikiran mendua mengenai segala sesuatu, bagi
beberapa zodiac tertentu, Libra kadang terkesan penuh
rahasia dan cenderung sulit dipahami.

Chattingan dengan A'a tentang Poligami

Bagi semua yang penasaran tentang poligami, berikut


adalah penjelasan A'a tentang poligami.

Aa_online : Assalamualaikum ?
f_rachmanto : Waalaikumsalaam ?
f_rachmanto : Aa .. lama gak online nih, ? kemana aja?
Aa_online : Ah ? Aa mah disini aja, Kang Oji kumaha
damang?
f_rachmanto : Baik A, kumaha bulan madu? :-)
Aa_online : Ah, eta deuy, eta deuy ? hehehe ?
f_rachmanto : Sori A, habis kaget nih Aa nikah lagi
Aa_online : Aduh kenapa atuh musti kaget segala. Kan
berpoligami teh diijinkan Allah.
f_rachmanto : Diijinkan lho A, bukan diwajibkan
Aa_online : Betul. Hukumnya sunnah.
f_rachmanto : Kenapa sih A, nikah lagi?
Aa_online : Aduuh ini lagi pertanyaanya ? Kumaha nya
ngajawabnya?
f_rachmanto : Apa ada yg kurang dari Teteh?
Aa_online : Wah, insyaAllah bukan karena itu, Teteh
itu wanita yang sangat luar biasa.
f_rachmanto : Jadi kenapa?
Aa_online : Begini, pernikahan Aa yang kedua ini latar
belakangnya ya sama saja dengan alasan orang lain
menikah. Kang Oji dulu kenapa menikah?
f_rachmanto : Mmmm ? Karena saya dan istri saling
cinta, dan pengen hidup bareng membangun keluarga
yang sakinah?
Aa_online : Begitu juga Aa dengan pernikahan kedua ini.
f_rachmanto : Tapi Aa kan bisa menyakiti hati Teteh.
Apalagi anak-anak Aa. Anak mana sih yang rela Ayahnya
nikah lagi.
Aa_online : Yah, saya juga katakan ini bukan keputusan
mudah. Saya mohon maaf sama Teteh dan anak-anak
saya, jika keputusan ini tidak enak buat mereka. Namun
saya juga berharap ini bisa jadi hikmah bagi mereka untuk
melatih keikhlasan mereka. Dan alhamdulillah Teteh dan
anak-anak dapat menerima ?
f_rachmanto : Maaf nih A, kok tega menyakiti hati orang
yang kita cintai?
Aa_online : Sudah tentu saya tidak tega, tapi ?
f_rachmanto : Kalau tidak tega kenapa tetap
dilaksanakan?
Aa_online : Begini, karena ada tujuan yang menurut Aa
insyaAllah baik. Dan Aa yakin keluarga Aa akan dapat
ikhlas menerima keputusan Aa.
f_rachmanto : Maaf A, apakah ini untuk kepuasan seks?
Aa_online : Semua pernikahan bukan nya selalu ada
aspek seks? Namun seks tentu bukan satu2 nya aspek
dan bukan yang paling utama.
Aa_online : Salah satu hikmah pernikahan adalah untuk
mencegah manusia dari kerusakan akibat perilaku seks
seperti binatang. Kang Oji bisa lihat perilaku saudara-
saudara kita dewasa ini yang lama-lama menganggap
seks diluar nikah bukan hal terlarang. Ini harus diluruskan?

f_rachmanto : Dengan poligami?


f_rachmanto : Bukan kah nanti jadi nya poligami iya,
zina jalan terus ?
Aa_online : Yah kalo masalah zina mah, kalo moral
orangnya sudah mengizinkan zina ya bagaimana ya? Tapi
ada pandangan juga nih. Barangkali masyarakat kita
sekarang juga yang mengkondisikan perzinahan.
f_rachmanto : Maksud Aa?
Aa_online : Yah, masyarakat sekarang kan semakin
permisif terhadap hubungan laki-laki dan perempuan,
semakin menganggap lembaga keluarga tidak penting,
menganggap lembaga pernikahan tidak penting.
Sementara namanya dorongan hubungan seks adalah
sesuatu yang alamiah dan pasti terjadi. Paham maksud
Aa?
f_rachmanto : Rada ngantuk sih A, tapi paham lah.
f_rachmanto : Ya jujur aja sih, kalau sekarang kita denger
sepasang laki-laki perempuan tinggal bersama tanpa
menikah dianggap semakin biasa.
Aa_online : Padahal dulu enggak
f_rachmanto : Ya ? dulu nya itu tabu.
Aa_online : Demikian pula poligami
f_rachmanto : Halahh ? belok nya jago bener :-)
Aa_online : Hehehe bukan begitu. Ini kenyataan. Coba
kita perhatikan dalam sejarah. Orang jaman dulu
mempraktekkan poligami. Bahkan kalau tingkatannya raja
atau bangsawan, istrinya bisa ratusan ?
f_rachmanto : Dulu dianggap biasa, sekarang dianggap
tabu.
Aa_online : Betul
f_rachmanto : Itukan dulu Aa
Aa_online : Betul, maksud Aa cuma ingin kasih gambaran
bahwa pandangan masyarakat bisa berubah.
f_rachmanto : Tapi Aa, kenapa kita selalu melupakan
konteks "adil" dalam ketentuan berpoligami.
f_rachmanto : Maksud saya, kalau istri pertama sampai
merasa tidak ridha saja kan sudah tidak adil. Saya pernah
baca sih, ada beberapa istri yang dari awal ikhlas suami
nya menikah lagi, bahkan membantu mencarikan istri baru.
Tapi kan angkanya sangat sedikit. Artinya, poligami baru
bisa dilaksanakan dalam kondisi yang hampir mustahil.
Aa_online : Tapi mungkin
f_rachmanto : Ya ?
Aa_online : Apa tidak mungkin ada istri yang ikhlas
suaminya menikah lagi karena sesuatu hal, katakan yang
sifatnya darurat?
f_rachmanto : Ya mungkin saja, tapi kecil
Aa_online : Tetap saja mungkin.
Aa_online : Dan hukum agama dimaksudkan untuk
memberi jalan keluar bagi hal yang mungkin tadi.
f_rachmanto : OK Aa, saya tidak pernah mempertanyakan
legalitas berpoligami. Tertulis dalam teks dengan sangat
jelas itu diperbolehkan.
f_rachmanto : Tapi bukankah sesuatu yang boleh belum
tentu baik.
Aa_online : Misalnya ?
f_rachmanto : Misalnya saya membeli mobil mewah
sementara saudara-saudara saya ada yang putus sekolah
karena kurang biaya, terjepit hutang, atau bahkan
kelaparan ..
f_rachmanto : Beli mobil pake uang saya sendiri, halal, ya
boleh dong. Tapi tidak baik saya lakukan karena akan
menyakiti hati saudara-saudara saya ?
Aa_online : Membeli mobil tadi "tidak baik" ukuran nya
apa? Dibandingkan dengan apa?
f_rachmanto : Dibanding dengan misalnya
menyedekahkan uang saya tadi ?
Aa_online : Setuju. Nah, kalau dibanding dengan
menggunakan uang tadi untuk berjudi di kasino?
f_rachmanto : Ya lebih baik beli mobil.
Aa_online : Sangat relatif ya?
f_rachmanto : Hmm ? ya.
Aa_online : Jadi itu semua akan sangat subyektif, dan
sangat tergantung konteks. Tidak bisa dihakimi secara
hitam-putih begitu saja. Dari satu kasus dengan kasus
lain akan berbeda.
Aa_online : Poligami itu seperti pintu darurat di sebuah
pesawat. Boleh digunakan, kalau memang keadaan
mengharuskan. Tapi juga jangan digunakan kalau
pesawatnya baik-baik saja. Jadi harus tahu ilmunya.
f_rachmanto : Hehehe ? memang pernikahan Aa sama
Teteh tidak baik2 saja ..
Aa_online : Tuh kan ? kalo ini mah jadi ngegosip
f_rachmanto : Iya sori Aa, becanda. Thanks
penjelasannya.
f_rachmanto : BTW ini lagi online di Daarut Tauhid A?
Aa_online : Daarut Tauhid?
f_rachmanto : Lho? Ini Aa Gym kan?
Aa_online : Aduh Ji! Ini saya mah Aa Gino, temen kerja
kamu dulu ?
f_rachmanto : Astaghafirullah ? kirain dari tadi tuh Aa
Gym ?

Serius banget bacanya..... he..... he......he. ....


Have a nice day guys........ .