Anda di halaman 1dari 1

Pengirim : Letkol Arm Ade Jaya Prayitno (Suspimjemen angk III)

Telah menjadi kenyataan bahwa saat ini para pengusaha mulai mengembangkan
usahanya tidak hanya dipusat-pusat perkotaan namun telah masuk ke daerah-
daerah yang cukup jauh kependalaman yang berbatasan dengan Negara
tetangga seperti perbatasan Indonesia – Malaysia, Indonesia – Papua New
Gunea dan Indonesia – RDTL namun perkembangan ekonomi yang dilakukan
oleh para pengusaha masih terbatas pada daerah tertentu saja yang mempunyai
akses transfortasi contoh: Balaikarang (Indonesia) - Kerokong
(Serawak/Malaysia) dan Skouw (Indonesia) - Wutung (PNG), Dua daerah ini
memiliki kemajuan dibidang perekonomian yang terbatas pada perekonomian
tingkat menengah ke bawah sebatas pemenuhan kebutuhan bahan pokok
sedang perekonomian dalam pemenuhan yang bersifat sekunder masih sangat-
sangat terbatas.

Pull factor /Faktor pemancing yang dapat digunakan untuk menarik minat yang
besar dari para pengusaha yaitu adanya kemudahan dalam pengurusan
perizinan sedang yang terjadi saat ini masih terlalu panjang jalur biro krasi yang
ditempuh untuk mendapatkan perizinan dan factor keamanan serta kenyamanan
dalam mengembangkan usaha yang belum dapat dijamin sepenuhnya oleh
pemerintah daerah setempat dan tingginya Cost yang harus dibayar untuk
memindahkan barang dari satu tempat ke daerah perbatasan belum lagi
pendapatan dan daya beli masyarakat masih sangat rendah kecuali
perekonomian secara barter antara barang yang dimiliki masyarakat dengan
masyarakat. Disisi lain belum adanya keterpaduan yang kuat di antara
departemen satu dengan yang lain dan terkait, dalam menangani pembangunan
infra struktur berupa sarana jalan guna melancarkan rada prekonomian,
pembangunan sosial budaya yang disesuaikan atau tidak mengesampingkan
keadaan antropologi dan kultur masyarakat di daerah perbatasan fasilitas
tersebut antara lain fasitas pendidikan penduduk setempat dan pendatang yang
bermukim di daerah perbatasan, pembangunan sarana kesehatan terpadu, serta
adanya rasa aman yang terjamin bagi kelangsung kehidupan mereka selama
berada di daerah perbatasan.