Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Tema ini kami angkat dilatarbelakangi karena begitu penting rasanya untuk menjadi
pengetahuan bagi pembaca mengenai sumber-sumber yang merupakan modal dalam suatu
perseroan terbatas (PT). Sehingga pembaca dapat menentukan dan memilah-milah bentuk-
bentuk dari modal perseroan terbatas(PT), dan juga menjelaskan hal-hal yang berkaitan
dengan saham perseroan terbatas.

Perseroan Terbatas (PT), dulu disebut juga Naamloze Vennootschaap (NV), adalah suatu
persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang
pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari
saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat
dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.

Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan tercantum
dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik
perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari
satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung
jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi
kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para
pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut
dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian
keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan
yang diperoleh perseroan terbatas.

Selain berasal dari saham, modal PT dapat pula berasal dari obligasi. Keuntungan yang
diperoleh para pemilik obligasi adalah mereka mendapatkan bunga tetap tanpa menghiraukan
untung atau ruginya perseroan terbatas tersebut.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Sumber-sumber yang mejadi modal dari suatu PERSEROAN TERBATAS?
2. Bagaimana implikasi dari kepemilikan modal tersebut?
3. Apa yang dimaksud dengan saham?
4. Apa saja bentuk-bentuk dari saham?
BAB II
PEMBAHASAN

A. MODAL PERSEROAN TERBATAS

Modal Perseroan Terbatas adalah capital, stockholders equity, shareholders equity,


shareholders investment, owner.

JENIS - JENIS MODAL


1. Modal Asing/Hutang Jangka Panjang (Long-Term Debt)
Modal asing/hutang jangka panjang adalah hutang yang jangka waktunya adalah panjang,
umumnya lebih dari sepuluh tahun. Hutang jangka panjang ini pada umumnya digunakan
untuk membelanjai perluasan perusahaan (ekspansi) atau modernisasi dari perusahaan, karena
kebutuhan modal untuk keperluan tersebut meliputi jumlah yang besar. Jenis atau bentuk-
bentuk utama dari utang jangka panjang ini antara lain:
• Hutang Hipotik (Mortgage)
Hutang hipotik adalah bentuk hutang jangka panjang yang dijamin dengan aktiva
tidak bergerak (tanah dan bangunan) kecuali kapal dengan bunga, jangka waktu dan
cara pembayaran tertentu.
• Obligasi
Obligasi adalah sertifikat yang menunjukan pengakuan bahwa perusahaan meminjam
uang dan menyetujui untuk membayarnya kembali dalam jangka waktu tertentu.
Pelunasan atau pembayaran kembali pinjaman obligasi dapat diambil dari penyusutan
aktiva tetap yang dibelanjai dengan pinjaman obligasi tersebut dan dari keuntungan.
Jenis-jenis obligasi antara lain adalah (Riyanto:2008):
− Obligasi biasa (Bonds)
Obligasi biasa adalah obligasi yang bunganya tetap dibayar oleh debitur
dalam waktu-waktu tertentu, dengan tidak memandang apakah debitur
memperoleh keuntungan atau tidak. Biasanya kupon (bunga obligasi)
dibayar dua kali setiap tahunnya.
− Obligasi pendapatan (income bonds)
Income bonds adalah jenis obligasi dimana pembayaran bunga hanya
dilakukan pada waktu debitur atau perusahaan yang mengeluarkan surat
obligasi tersebut mendapat keuntungan. Tetapi di sini kreditur memiliki
hak kumulatif, artinya apabila pada suatu tahun perusahaan menderita
kerugian sehingga tidak dibayarkan bunga, dan apabila ditahun
kemudiannya perusahaan mendapat keuntungan, maka kreditur berhak
untuk menuntut bunga dari tahun yang tidak dibayar itu.
− Obligasi yang dapat ditukarkan (convertible bonds)
Convertible bonds adalah obligasi yang memberikan kesempatan kepada
pemegang surat obligasi tersebut untuk menukarkannya dengan saham dari
perusahaan yang bersangkutan. Dengan demikian, maka jenis obligasi ini
memungkinkan pemegangnya untuk mengubah statusnya, yaitu dari
kreditur menjadi pemilik.

Modal asing/hutang jangka panjang di lain pihak, merupakan sumber dana bagi perusahaan
yang harus dibayar kembali dalam jangka waktu tertentu. Semakin lama jangka waktu dan
semakin ringannya syarat–syarat pembayaran kembali hutang tersebut akan mempermudah
dan memperluas bagi perusahaan untuk memberdayagunakan sumber dana yang berasal dari
modal asing/hutang jangka panjang tersebut. Meskipun demikian, hutang tetap harus dibayar
kembali pada waktu yang sudah ditetapkan tanpa memperhatikan kondisi finansial
perusahaan pada saat itu dan harus sudah disertai dengan bunga yang sudah diperhitungakan
sebelumnya. Dengan demikian, seandainya perusahaan tidak mampu membayar kembali
hutang dan bunganya, maka kreditur dapat memaksa perusahaan dengan menjual asset yang
dijadikan jaminannya. Oleh karena itu, kegagalan untuk membayar kembali hutang atau
bunganya akan mengakibatkan para pemilik perusahaan kehilangan kontrol terhadap
perusahaannya seperti halnya terhadap sebagian atau keseluruhan modalnya yang ditanamkan
dalam perusahaan. Begitu pula sebaliknya, para krediturpun dapat kehilangan kontrol
terhadap sebagian atau seluruhnya dana/pinjaman dan bunganya. Karena segala macam
bentuk yang ditanamkan di dalam perusahaan selalu dihadapkan pada risiko kerugian.

Struktur modal pada dasarnya merupakan suatu pembiayaan permanen yang terdiri dari
modal sendiri dan modal asing, dimana modal sendiri terdiri dari berbagai jenis saham dan
laba ditahan. Penggunaan modal asing akan menimbulkan beban yang tetap dan besarnya
penggunaan modal asing ini menentukan besarnya leverage keuangan yang digunakan
perusahaan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin besar proporsi modal asing/hutang
jangka panjang dalam struktur modal perusahaan, akan semakin besar pula risiko
kemungkinan terjadinya ketidakmampuan untuk membayar kembali hutang jangka panjang
beserta bunganya pada tanggal jatuh temponya. Bagi kreditur hal ini berarti bahwa
kemungkinan turut serta dana yang mereka tanamkan di dalam perusahaan untuk
dipertaruhkan pada kerugian juga semakin besar.

2. Modal Sendiri (Shareholder Equity)


Modal sendiri adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam dalam
perusahaan untuk waktu yang tidak tertentu lamanya(Riyanto:2001). Modal sendiri berasal
dari sumber intern maupun sumber extern. Sumber intern di dapat dari keuntungan yang
dihasilkan peerusahaan, sedangkan sumber extern berasal dari modal yang berasal dari
pemilik perusahaan. Modal sendiri juga dapat didefinisikan sebagai dana yang “dipinjam”
dalam jangka waktu tak terbatas dari para pemegang saham. Komponen modal sendiri terdiri
dari :
• Modal Saham
Sumber modal sendiri dapat berasal dari dalam perusahaan maupun luar perusahaan.
Sumber dari dalam (internal financing) berasal dari hasil operasi perusahaan yang
berbentuk laba ditahan dan penyusutan. Sedangkan sumber dari luar (external
financing) dapat dalam bentuk saham biasa atau saham preferen
(Husnan:2000).Saham adalah tanda bukti pengambilan bagian atau peserta dalam
suatu Perseroan Terbatas (P.T), dimana modal saham terdiri dari :
− Saham Biasa (Common Stock)
− Saham Preferen (Preferred Stock)
− Saham Preferen Kumulatif (Cummulative Prefered Stock)

• Cadangan
Menurut Riyanto (2008) cadangan dimaksudkan sebagai cadangan yang dibentuk dari
keuntungan yang dibentuk oleh perusahaan selama beberapa waktu yang lampau atau
dari tahun yang berjalan (reserve that are surplus). Tidak semua cadangan termasuk
dalam pengertian modal sendiri. Cadangan yang termasuk dalam modal sendiri antara
lain:
− Cadangan Ekspansi
− Cadangan modal kerja
− Cadangan selisih kurs
− Cadangan untuk menampung hal-hal atau kejadian-kejadian yang tidak diduga
sebelumnya.

• Laba Ditahan
Laba ditahan adalah sisa laba dari keuntungan yang tidak dibayarkan sebagai deviden.
Komponen modal sendiri ini merupakan modal dalam perusahaan yang dipertaruhkan
untuk segala risiko, baik risiko usaha maupun risiko kerugian–kerugian lainnya.
Modal sendiri ini tidak memerlukan adanya jaminan atau keharusan untuk
pembayaran kembali dalam setiap keadaan maupun tidak adanya kepastian tentang
jangka waktu pembayaran kembali modal yang disetor. Oleh karena itu, tiap–tiap
perusahaan harus mempunyai sejumlah minimum modal yang diperlukan untuk
menjamin kelangsungan hidup perusahaan.

Tetapi menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007, modal PT terbagi atas :


• Modal dasar
Keseluruhan nilai nominal saham yang ada dalam perseroan. Modal minimal Rp.
50.000.000,- kecuali kegiatan usaha tertentu yang ditetapkan oleh undang- undang
tersendiri. jumlah modal yang dicantumkan dalam akta pendirian sampai jumlah
maksimal bila seluruh saham dikeluarkan.
• Modal ditempatkan
Modal yang disanggupi oleh para pendiri untuk disetor ke dalam kas perseroan pada
saat perseroan didirikan. Modal yang ditempatkan merupakan jumlah yang disanggupi
untuk dimasukkan, yang pada waktu pendiriannya merupakan jumlah yang disertakan
oleh para persero pendiri.Modal ini paling sedikit 25% dari modal dasar.
• Modal disetor
Modal perseroan yang merupakan sejumlah uang tunai atau bentuk lain yang
diserahkan para pendiri ke kas perseroan. Modal ini juga 25%
Juga terdapat modal bayar yang merupakan modal yang diwujudkan dalam jumlah uang.

B. SAHAM PERSEROAN TERBATAS


DEFINISI SAHAM
Saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu
perusahaan atau perusahaan terbatas. Wujud saham berupa selembar kertas yang
menerangkan siapa pemiliknya. Akan tetapi, sekarang ini sistem tanpa warkat sudah
dilakukan di Bursa Efek Jakarta dimana bentuk kepemilikan tidak lagi berupa lembaran
saham yang diberi nama pemiliknya tapi sudah berupa account atas nama pemilik atau saham
tanpa warkat. Jadi penyelesaian transaksi akan semakin cepat dan mudah karena tidak
melalui surat, formulir, dan prosedur yang berbelit-belit.

Jenis Saham
• Saham ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim dibagi atas 2 yaitu :
− Saham biasa (common stock)
Saham biasa adalah saham yang menempatkan pemiliknya paling terakhir
terhadap pembagian dividen dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila
perusahaan tersebut dilikuidasi karena pemilik saham biasa ini tidak memiliki
hak-hak istimewa. Pemilik saham biasa juga tidak akan memperoleh
pembayaran dividen selama perusahaan tidak memperoleh laba.
Setiap pemilik saham memiliki hak suara dalam rapat umum pemegang saham
/RUPS dengan ketentuan one share one vote. Pemegang saham biasa memiliki
tanggung jawab terbatas terhadap klaim pihak lain sebesar proporsi sahamnya
dan memiliki hak untuk mengalihkan kepemilikan sahamnya kepada orang
lain.
− Saham Preferen (Preferred Stock)
Saham preferen merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan
antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap
(seperti bunga obligasi). Persamaan saham preferen dengan obligasi terletak
pada 3 (tiga) hal yaitu ada klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, dividen
tetap selama masa berlaku dari saham dan memiliki hak tebus dan dapat
dipertukarkan dengan saham biasa.
Saham preferen lebih aman dibandingkan dengan saham biasa karena
memiliki hak klaim terhadap kekayaan perusahaan dan pembagian dividen
terlebih dahulu Akan tetapi saham preferen mempunyai kelemahan yaitu sulit
untuk diperjualbelikan seperti saham biasa, karena jumlahnya yang sedikit.
− Saham Preferen Kumulatif (Cummulative Prefered Stock)
Jenis saham ini pada dasarnya adalah sama dengan saham preferen.
Perbedaannya hanya terletak pada adanya hak kumulatif pada saham preferen
kumulatif. Dengan demikian pemegang saham kumulatif apabila tidak
menerima deviden selama beberapa waktu karena besarnya laba tidak
mengizinkan atau karena adanya kerugian, pemegang saham jenis ini di
kemudian hari apabila perusahaan mendapatkan keuntungan berhak untuk
menuntut dividen-dividen yang tidak dibayarkan diwaktu-waktu yang lampau.

• Ditinjau dari cara peralihannya


− Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)
Pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya, agar mudah
dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya.
Secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui
sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS.
− Saham Atas Nama (Registered Stocks)
Merupakan saham yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, di mana
cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu.

• Ditinjau dari kinerja perdagangan


− Blue – Chip Stocks
Saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai
leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten
dalam membayar dividen.
− Income Stocks
Saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih
tinggi dari rata – rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya.
Emiten seperti ini biasanya mampu menciptakan pendapatan yang lebih tinggi
dan secara teratur membagikan dividen tunai.
Emiten ini tidak suka menekan laba dan tidak mementingkan potensi.
− Growth Stocks
(Well – Known)
Saham – saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang
tinggi, sebagai leader di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi.
(Lesser – Known)
Saham dari emiten yang tidak sebagai leader dalam industri, namun memiliki
ciri growth stock. Umumnya saham ini berasal dari daerah dan kurang populer
di kalangan emiten.
− Speculative Stock
Saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh
penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemungkinan
penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meskipun belum pasti.
− Counter Cyclical Stockss
Saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi
bisnis secara umum.
Pada saat resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya
mampu memberikan dividen yang tinggi sebagai akibat dari kemampuan
emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.

KEUNTUNGAN BERINVESTASI DI SAHAM


Keuntungan yang menjadi daya tarik dari investasi saham adalah menerima dividen dan
mendapatkan capital gain.
• Dividen
Dividen adalah keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham atas
keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Biasanya dividen dibagikan setelah adanya
persetujuan pemegang saham dan dilakukan setahun sekali. Agar investor berhak
mendapatkan dividen, pemodal tersebut harus memegang saham tersebut untuk kurun
waktu tertentu hingga kepemilikan saham tersebut diakui sebagai pemegang saham
dan berhak mendapatkan dividen. Dividen yang diberikan perusahaan dapat berupa
dividen tunai yaitu uang atau dividen saham dimana pemegang saham mendapatkan
jumlah saham tambahan sesuai porsi saham yang dimiliki.
• Capital gain
Capital gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual saham pada saat
transaksi. Capital gain terbentuk karena aktivitas perdagangan di pasar sekunder. Di
pasar sekunder tersebut, harga saham sangat dipengaruhi oleh permintaan dan
penawaran. Faktor nilai saham yang dihitung berdasarkan asset perusahaan belum
tentu berpengaruh banyak pada harga riil saham di pasar modal karena ada faktor lain
yang mempengaruhi seperti spekulasi, sentimen pasar, ekspektasi dan potensi
perusahaan di masa depan, peraturan pemerintah dan pemegang kendali manajemen
perusahaan. Contoh capital gain adalah sebagai berikut : Anda membeli saham PT
Indosat dengan harga per sahamnya Rp 2.000 dan menjual dengan harga Rp 2.200
berarti Anda mendapatkan capital gain sebesar Rp 200 per lembar sahamnya.
Umumnya investor jangka pendek (termasuk spekulan) mengharapkan keuntungan
dari capital gain.
Saham dikenal memiliki karakteristik high risk-high return. Artinya mempunyai
peluang keuntungan yang tinggi namun juga memiliki potensi risiko yang tinggi.
Saham memungkinkan pemodal mendapatkan keuntungan (capital gain) dalam
jumlah besar dalam waktu singkat. Namun seiring dengan berfluktuasinya harga
saham, saham juga dapat membuat investor mengalami kerugian besar dalam waktu
singkat.

ALASAN BERINVESTASI DALAM BENTUK SAHAM :


• Penghasilan / Income.
Sebagai pendapatan yang tetap dari hasil investasi pertahunnya. Apabila membeli
saham pada perusahaan yang sudah mapan dan memberikan dividen secara regular
dan prospek masa depan yang cerah
• Pertumbuhan / Growth.
Peluang jangka panjang dan memberikan hasil yang besar di masa datang,
berinvestasi pada saham perusahaan yang sedang berkembang (biasanya perusahaan
teknologi dan informasi) memberikan keuntungan yang besar, karena kebijakan dari
perusahaan yang sedang berkembang biasanya keuntungan perusahaan akan
diinvestasikan kembali ke perusahaan maka perusahaan tidak memberikan dividen
bagi investor. Keuntungan bagi investor hanya dari kenaikan harga saham apabila
anda menjual saham tersebut di masa datang (kenaikan harga saham yang besar).
• Diversifikasi
CARA BERINVESTASI DI SAHAM
Sebelum melakukan transaksi saham di pasar modal, investor harus menjadi nasabah
perusahaan Efek yang terdaftar di pasar modal atau melalui perusahaan-perusahaan online
trading yang kini marak di internet. Pertama yang harus dilakukan adalah membuka rekening
dengan mengisi dokumen pembukuan. Besarnya dana yang harus ditempatkan atau deposit
wajib bagi investor besarnya berbeda untuk bermacam perusahaan.

Dalam perdagangan saham, jumlah yang diperjualbelikan dilakukan dalam satuan


perdagangan yang disebut lot. Di Bursa Efek Jakarta, satu lot berarti 500 lembar saham
(khusus untuk saham perbankan satu lotnya berjumlah 5000 lembar saham). Misalnya harga
saham PT. Telkom adalah Rp 3.000. Maka untuk bertransaksi minimun Anda harus
mengeluarkan dana Rp 1.500.000 atau (Rp 3.000 x 500 lembar saham per satu lot).

RESIKO BERINVESTASI DI SAHAM


• Tidak ada pembagian dividen.
Resiko ini timbul Jika perusahaan tidak mendapatkan laba atau Rapat Umum
Permegang Saham memutuskan untuk tidak membagikan dividen karena laba akan
digunakan untuk perluasan usaha.
• Capital Loss
Resiko ini timbul jika harga jual saham lebih rendah daripada harga Anda
membelinya. Misalnya pada saat membeli saham PT X, harga belinya
Rp.3000,-/saham. Saat Anda menjualnya, harganya cuma Rp.2500,-/saham. Berarti
anda rugi Rp.500,-/saham.
• Resiko likuidasi
Jika emiten bangkrut atau di likuidasi, para pemegang saham memiliki hak klaim
terakhir terhadap aktiva perusahaan setelah seluruh kewajiban emiten dibayar. Yang
terburuk adalah jika tidak ada lagi aktiva yang tersisa, maka para pemegang saham
tidak memperoleh apa-apa.
• Saham delisting dari Bursa
Karena beberapa alasan tertentu, saham dapat dihapus pencatatannya (delisting) di
Bursa, sehingga pada akhirnya saham tersebut tidak dapat diperdagangkan.
Untuk meminimalkan kemungkinan kerugian investasi saham, maka ada pentingnya
untuk mencari dan menyaring informasi seluas-luasnya mengenai perusahaan yang akan
dibeli sahamnya dan tidak hanya berinvestasi pada satu perusahaan saja (diversifikasi).

Hak-hak pemegang saham : 1. Hak Preventive


2. Hak atas laba
3. Hak atas aktiva
4. Hak suara

Pembagian dan pembayaran deviden kepada para pemegang saham tergantung dari :
1. Jumlah laba yang didapat
2. Jumlah laba yang ditahan
3. Jumlah kas yang tersedia
4. Kebijakan direksi / pengurus perusahaan
PENUTUP

KESIMPULAN
JENIS - JENIS MODAL
1. Modal Asing/Hutang Jangka Panjang (Long-Term Debt)
Modal asing/hutang jangka panjang adalah hutang yang jangka waktunya adalah panjang,
umumnya lebih dari sepuluh tahun. Jenis atau bentuk-bentuk utama dari utang jangka
panjang ini antara lain:
• Hutang Hipotik (Mortgage)
• Obligasi
Jenis-jenis obligasi antara lain adalah (Riyanto:2008):
− Obligasi biasa (Bonds)
− Obligasi pendapatan (income bonds)
− Obligasi yang dapat ditukarkan (convertible bonds)

2. Modal Sendiri (Shareholder Equity)


Modal sendiri adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam dalam
perusahaan untuk waktu yang tidak tertentu lamanya(Riyanto:2001). Komponen modal
sendiri terdiri dari :
• Modal Saham
Saham adalah tanda bukti pengambilan bagian atau peserta dalam suatu Perseroan
Terbatas (P.T), dimana modal saham terdiri dari :
− Saham Biasa (Common Stock)
− Saham Preferen (Preferred Stock)
− Saham Preferen Kumulatif (Cummulative Prefered Stock)

• Cadangan
Cadangan yang termasuk dalam modal sendiri antara lain:
− Cadangan Ekspansi
− Cadangan modal kerja
− Cadangan selisih kurs
− Cadangan untuk menampung hal-hal atau kejadian-kejadian yang tidak diduga
sebelumnya.

• Laba Ditahan

Tetapi menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007, modal PT terbagi atas :


• Modal dasar
Keseluruhan nilai nominal saham yang ada dalam perseroan. Modal minimal Rp.
50.000.000,- kecuali kegiatan usaha tertentu yang ditetapkan oleh undang- undang
tersendiri.
• Modal ditempatkan
Modal yang disanggupi oleh para pendiri untuk disetor ke dalam kas perseroan pada
saat perseroan didirikan. Modal ini paling sedikit 25% dari modal dasar.
• Modal disetor
Modal perseroan yang merupakan sejumlah uang tunai atau bentuk lain yang
diserahkan para pendiri ke kas perseroan. Modal ini juga 25%

C. SAHAM PERSEROAN TERBATAS

DEFINISI SAHAM
Saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu
perusahaan atau perusahaan terbatas.
Jenis Saham
• Saham ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim dibagi atas 2 yaitu :
− Saham biasa (common stock)
− Saham Preferen (Preferred Stock)
− Saham Preferen Kumulatif (Cummulative Prefered Stock)
• Ditinjau dari cara peralihannya
− Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)
− Saham Atas Nama (Registered Stocks)
• Ditinjau dari kinerja perdagangan
− Blue – Chip Stocks
− Income Stocks
− Growth Stocks
(Well – Known)
(Lesser – Known)
− Speculative Stock
− Counter Cyclical Stockss
KEUNTUNGAN BERINVESTASI DI SAHAM
Keuntungan yang menjadi daya tarik dari investasi saham adalah menerima dividen dan
mendapatkan capital gain.
• Dividen
• Capital gain

ALASAN BERINVESTASI DALAM BENTUK SAHAM :


• Penghasilan / Income.
• Pertumbuhan / Growth.
• Diversifikasi

RESIKO BERINVESTASI DI SAHAM


• Tidak ada pembagian dividen.
• Capital Loss
• Resiko likuidasi
• Saham delisting dari Bursa

Hak-hak pemegang saham : 1. Hak Preventive


2. Hak atas laba
3. Hak atas aktiva
4. Hak suara

Pembagian dan pembayaran deviden kepada para pemegang saham tergantung dari :
1. Jumlah laba yang didapat
2. Jumlah laba yang ditahan
3. Jumlah kas yang tersedia
4. Kebijakan direksi / pengurus perusahaan
DAFTAR PUSTAKA

1. Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas


2. Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
3. Bahan Kuliah Munawar Kholil “Hukum Perseeroan Terbatas”

4. www.google.com

5. www.yahoo.com

6. www.wikipedia.com