P. 1
Fungsi produksi

Fungsi produksi

|Views: 2,116|Likes:
Dipublikasikan oleh Achas

More info:

Published by: Achas on Jan 13, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

Sections

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

1

1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi dapat diartikan sebagai usaha dalam menentukan berbagai jenis kebutuhan dan cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Perilaku ekonomi yang menyangkut

pemenuhan kebutuhan dengan menghasilkan barang dan jasa yang dapat mendatangkan daya guna adalah merupakan suatu kegiatan produktif, yakni kegiatan yang dilakukan masyarakat transmigrasi dalam fungsinya sebagai produsen, sedangkan perilaku ekonomi yang menyangkut penggunaan berbagai jenis barang dan jasa untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi adalah kegiatan konsumtif yang merupakan kegiatan masyarakat

transmigrasi dalam fungsinya sebagai konsumen. Selain kegiatan untuk memenuhi kebutuhan perorangan maupun kebutuhan keluarga, dan ada

pula kegiatan yang bersifat kemasyarakatan ialah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan bersama dilaksanakan secara bersama-sama atau gotong royong. Kegiatan produksi masyarakat transmigrasi pada umumnya dalam bentuk usaha tani keluarga. Keberhasilan mereka adalah merupakan tanggung jawab semua anggota keluarga. Perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi sebagai pengelola dan penggerak sumber daya lainnya dalam proses kegiatan produksi. Keterbatasan sumber daya akan dijadikan sebagai faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Keterbatasan inilah yang mengharuskan masyarakat transmigrasi baik sebagai produsen maupun sebagai konsumen untuk

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

2

mengambil keputusan, diantara berbagai pilihan yang ada untuk memperoleh manfaat, dengan senantiasa memperhatikan keadaan dan kelestarian lingkungan. Keterbatasan dapat membawa masyarakat untuk melaksanakan kegiatan yang bersifat berhasil guna dan berdaya guna, serta kegiatan yang mendatangkan kesejahteraan bagi keluarganya. Penggunaan sumber daya secara efisien dalam kegiatan ekonomi rumah tangga akan memberikan hasil yang optimal bagi rumah tangga dan masyarakat transmigrasi. Output yang dihasilkan dapat ditingkatkan melaluli perluasan pasar baik pasar faktor produksi maupun pasar barang dan jasa, karena hal itu dapat menyebabkan perluasan pasar dan akan meningkatkan permintaan barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat transmigrasi. Kesejahteraan kehidupan ekonomi merupakan sasaran akhir dari perilaku ekonomi masyarakat yang tidak saja ditentukan oleh pendapatan yang diperoleh sekarang, tetapi juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan kepala rumah tangga, kekayaan yang dimiliki dan keadaan kesehatan anggota rumahtangga. . B. Rumusan Masalah Bertitik tolak dari tujuan utama transmigrasi yaitu peningkatan pendapatan faktor-faktor : 1. Apakah penggunan faktor-faktor produksi oleh masyarakat masyarakat transmigrasi itu sendiri banyak dipengaruhi oleh

transmigrasi sudah efisien.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

3

2. Faktor-Faktor produksi luas lahan, tenaga kerja dan modal signifikan pengaruhnya terhadap peningkatan produksi masyarakat transmigran di Kabupaten Parigi Moutong. 3. Apakah hasil produksi yang diperoleh masyarakat transmigrasi dapat meningkatkan pendapatannya. C. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, terutama selaku produsen untuk meningkatkan hasil

produksinya yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga transmigran. Dari tujuan tersebut dapat ditunjukkan sebagai berikut : 1. Untuk menganalisis tingkat efisiensi penggunan faktor-faktor produksi oleh masyarakat transmigrasi. 2. Untuk mengetahui Faktor-Faktor produksi mana yang signifikan pengaruhnya terhadap peningkatan produksi padi di Kabupaten Parigi Moutong. 3. Untuk mengetahui jumlah pendapatan yang diperoleh dari hasil produksi yang dihasikan baik transmigrasi asal Bali maupun asal Jawa.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

4

D. Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian adalah : 1. Diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah Kabupaten Parigi

Moutong Provinsi Sulawesi Tengah maupun pemerintah pusat yang berkaitan dengan pelaksanaan transmigrasi agar pelaksanaannya menjadi lebih baik, bukan menjadi beban daerah tujuan, bahkan menjadi kebutuhan untuk pengembangan wilayah. 2. Diharapkan pula dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan terutama masalah penyebaran penduduk yang pada gilirannya dapat

meningkatkan pendapatan masyarakat yang bertransmigrasi dan masyarakat sekitarnya. 3. Diharapkan pula dapat bermanfaat bahwa teori yang dikemukakan juga dapat diterapkan terutama mengenai penerapan Fungsi produksi Coob-Douglas bagi usaha tani masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

5

II. Tinjauan Pustaka Perilaku Ekonomi dan Kegiatan Produksi Ilmu ekonomi (economics) pada dasarnya adalah studi tentang bagaimana masyarakat mengelola sumber-sumber daya yang selalu terbatas atau langka. Disebagian masyarakat sumber-sumber daya bukan

dialokasikan oleh sebuah pelaku perencana tunggal, melainkan oleh jutaan unit atau pelaku ekonomi yang terdiri dari sekian banyak rumah tangga dan perusahaan. (Mankiw,1998;3). Menurut Samuelson (1985 :5) Ilmu ekonomi merupakan suatu studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih menggunakan sumber daya yang langka dan yang memiliki beberapa alternatif penggunaan, dalam rangka memproduksi berbagai komoditi, untuk kemudian menyalurkannya – baik saat ini maupun di masa depan kepada berbagai individu dan berbagai kelompok yang ada dalam suatu masyarakat. Dengan demikian para ekonom mempelajari bagaimana orang membuat keputusan, mulai dari seberapa banyak harus bekerja untuk mencukupi kebutuhannya, apa saja yang mereka harus beli, bagamana mereka dapat menabung dan seberapa banyak tabungan yang harus disisihkan untuk investasi serta bagaimana mereka harus berinteraksi satu dengan yang lainnya. Ide teori ekonomi perilaku (behavioural economics) sebagian besar datang dari Daniel Kahneman dalam Hamid (2003 :2), psikolog yang tahun lalu memperoleh Nobel dalam bidang ekonomi. Berbeda dengan ajaran NeoKlasik, ekonomi perilaku ini menganggap bahwa manusia tidak selalu

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

6

bertindak rasional. Orang mengabaikan

risiko, dan mengambil langkah

untung-untungan. Manusia mungkin tidak tahu bagaimana mengalokasikan uangnya untuk mencapai kepuasan maksimum. Lebih dari itu manusia tidak melulu mementingkan diri sendiri atau serakah (selfish). Orang tua rela berkorban untuk anaknya dan orang menyumbang untuk kegiatan sosial atau keagamaan tanpa mengharapkan keuntungan apapun. Anggapan manusia yang “selfish” telah menjadikan ilmu ekonomi mengajarkan manusia untuk selalu “berperang” (kompetisi) satu dengan lainnya mengajarkan “keserakahan” yang diperhalus dengan kata

kemakmuran. Kenyataannya manusia tidak selalu demikian. Manusia bisa bekerja sama (co-operation) keadilan untuk memenuhi efisiensi, atau kebutuhannya, memasukkan

mengedepankan

ketimbang

pertimbangan moral dan etika dalam mengambil keputusan ekonomi. Karenanya ilmu ekonomi pun seharusnya bisa mengajarkan tentang konsep kerja sama untuk mencapai kemakmuran bersama bukan keserakahan individual. Perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi diidentifikasi melalui perilaku ekonomi rumah tangga yang termasuk anggota transmigrasi. Perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi adalah totalitas dari perilaku ekonomi rumah tangga yang ada pada kelompok transmigrasi tersebut. Perilaku ekonomi rumah tangga dibedakan menurut fungsinya , yaitu sebagai produsen dan sebagai konsumen. Sebagai produsen mereka menghasilkan

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

7

barang-barang dan jasa-jasa dan sebagai konsumen mengkonsumsi barangbarang dan jasa-jasa. Schumacher (1979 : 48) mengemukakan pandangannya mengenai perilaku ekonomi dalam kegiatan produksi bahwa manusia itu sebenarnya bukanlah produsen, melainkan hanya perubah wujud. Schumacher

membedakan antara barang karunia Tuhan dan barang buatan manusia. Barang pertama dibagi atas barang yang tidak dapat dipulihkan (nonrenewable) dan barang yang dapat dipulihkan (renewable). Barang kedua dibagi atas barang buatan pabrik dan jasa. Bertambahnya kecakapan manusia untuk menghasilkan barang ke-dua tidak ada gunanya kalau tidak didahului kecakapan manusia untuk menggali barang pertama dari bumi dia memerlukan barang pertama setiap kali membuat barang ke-dua. Randall (1981 ; 24) dalam hubungan perilaku ekonomi dan produksi yang banyak memperhatikan ekonomi sumber daya, lebih menekankan pengertian produksi dan konsumsi sebagai kegiatan dalam bentuk

transformasi dan pada penciptaan dan penguasaan atau penghancuran pada pemakaian barang. Sedangkan konsep ekonomi untuk konsumsi dianggap cukup luas untuk mencakup penggunaan barang-barang, jasa-jasa dan kesenangan atau kenikmatan (aminities). Yang dimaksud kenikmatan konsumsi disini ialah daya guna atau manfaat yang diperoleh dari keadaan alam atau lingkungan yang indah dan lestari, umpamanya kesenangan atau ketenangan yang diperoleh pada suatu tempat peristirahatan ditepi danau yang indah di daerah pegunungan. Barang ini digolongkan ke dalam barang-

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

8

barang yang pemakaiannya tidak dapat dibagi-bagi (indivisible goods) dan dikonsumsi tanpa bersaingan. Keputusan yang telah diberikan kepada seseorang tidak mengurangi kemampuannya untuk memberikan kepuasan kepada orang lain. Hal ini erat hubungannya dengan manfaat lingkungan hidup di pedesaan yang aman, dan tenteram, indah dan nyaman, yang dapat mendatangkan kesenangan bagi semua orang. Menurut Veblen perilaku pengusaha Amerika dimasanya telah banyak mengalami perubahan. Dahulu para pengusaha menghasilkan barangbarang dan jasa untuk memperoleh keuntungan melalui kerja keras. Investasi ke dalam apa yang disebutnya production for use. Tetapi pada masa sekarang laba dan keuntungan sebagian tidak lagi diperoleh melalui kerja keras dengan menciptakan barang-barang yang disukai konsumen, tetapi lewat “trik-trik bisnis” Produksi seperti ini disebutnya production for profit (Veblen, 1997 ;134) Kegiatan Usaha Tani Keluarga Perilaku ekonomi yang khas dari rumah tangga di pedesaan yang berorientasi pada kemampuan merupakan akibat dari kenyataan bahwa, berbeda dari satu perusahaan kapitalis, ia sekaligus merupakan satu unit konsumsi dan unit produksi. Agar bisa bertahan sebagai satu unit, maka keluarga itu pertama-tama harus memenuhi kebutuhannya sebagai

konsumen yang boleh dikatakan tak dapat dikurangi lagi dan tergantung kepada besar kecilnya keluarga itu. Memilih kebutuhan-kebutuhan manusiawi yang minimum itu dengan cara yang dapat diandalkan dan mantap

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

9

merupakan kriterium sentral yang menjalin soal-soal seperti memilih bibit, teknik bercocok tanam, penentuan waktu dan rotasi tanam. Bagi mereka yang hidup dekat dengan batas untuk pemenuhan kebutuhan hidup, akibat dari suatu kegagalan adalah begitu rupa, sehingga mereka lebih

mengutamakan apa yang dianggap aman dan dapat diandalkan dari pada keuntungan yang dapat diperoleh dalam jangka panjang. Banyak hal yang kelihatannya ganjil dalam perilaku ekonomi petani bersumber pada kenyataan bahwa perjuangan untuk memperoleh hasil yeng minimum bagi masyarakat berlangsung dalam kekurangan tanah, modal, dan lapangan kerja di luar. Sebagaimana yang ditunjukkan oleh A. V. Chayanov dalam Scott (1989:19) dalam studinya yang klasik tentang petani-petani kecil di Rusia, konteks yang terbatas itu kadang-kadang memaksa petani untuk melakukan pilihan yang tak masuk akal jika dilihat dari segi ketentuanketentuan pembukuan yang lazim Keluarga-keluarga petani yang harus

hidup dari hasil lahan-lahan yang kecil di daerah-daerah yang terlalu padat penduduknya akan bekerja keras dan lama secara tak terbayangkan untuk memperoleh tambahan yang bagaimanapun kecilnya dari produksi mereka – jauh melampaui titik di mana seorang kapitalis yang hati-hati tidak akan

bersedia melangkah lehih lanjut. Chayanov menamakan hal itu “selfexploitation” atau swa-pacal. Oleh karena tenaga kerja sering kali merupakan satu-satunya faktor produksi yang dimiliki petani secara relatif melimpah, maka ia akan terpaksa melakukan kegiatan-kegiatan yang melakukan banyak kerja dengan hasil

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

10

yang sangat kecil, sampai kebutuhan-kebutuhan subsistensinya terpenuhi. Hal itu bisa berupa perubahan tanaman atau teknik atau pemanfaatan waktu senggang dengan membuat barang-barang kerajian tangan, menjadi tukang, atau berjualan di pasar, yang mendatangkan hasil yang kecil sekali, akan tetapi boleh dikatakan hanya dengan cara cara itulah mereka dapat memanfaatkan kelebihan tenaga kerja. Ghayanov dalam Scott (1989 : 20) menunjukkan bagaimana, pada satu keluarga yang jumlah anggotanya tidak berubah, proporsi waktu dalam satu tahun yang digunakan untuk membuat barang-barang kerajinan tangan dan untuk bekerja sebagai tukang semakin besar, apabila lahan yang tersedia untuk keluarga itu semakin berkurang. Kuatnya peranan tradisional dari pekerjaan kerajian tangan dan pertukangan di daerah-daerah yang kekurangan tanah seperti Burma Hulu, Annam, dan Tonkin, serta adanya pola berjualan secara kecil-kecilan dikalangan petani Jawa, adalah sesuai dengan tata hubungan itu. Untuk menjamin bagi diri mereka satu subsistensi pokok, satu orientasi yang harus memusatkan segenap perhatian terhadap kebutuhan hari ini saja tanpa memikirkan hari esok, maka petani kadang-kadang terpaksa harus menggadaikan masa depannya sendiri, satu panen yang gagal dapat memaksa mereka untuk menjual seluruh atau sebagian dari tanah mereka yang sudah kecil itu atau hewan penarik bajak mereka. Apabila kegagalan mereka itu meliputi daerah yang luas, mereka harus menjual

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

11

dalam suasana panik dan dengan harga yang sangat rendah. Akibatnya bisa tragis dan sekaligus tak masuk akal. Studi Moerman dalam Scott (1999, 34) tentang pertanian pedesaan disebuah desa di Muanthai Utara memberikan salah satu bukti yang paling meyakinkan bahwa petani lebih mengutamakan subsistensi daripada keuntungan. Penduduk desa Ban Ping merupakan semacam kasus dari buku pelajaran, oleh karena kehidupan mereka untuk sebagian besar terbagi antara dua bidang sawah, yang satu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan subsistensi, sedangkan yang satu lagi “didominasi oleh hasrat memperoleh keuntungan.” Sawah besar dekat desa khusus ditanami padi untuk dimakan. Beras ketan yang disukai penduduk desa disebut “beras pangan” dan disawa besar itu tiap keluarga mendapat jatah sebidang lahan yang dalam keadaan normal menghasilkan padi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sepanjang tahun. Di sawah besar hanya digunakan teknik membajak yang tradisional dan ini berarti biaya tanam cukup rendah untuk dapat dipikul oleh tiap keluarga. Menurut Chayanov,(1991 ; 22) agaknya sekitar lima puluh tahun yang lalu sifat-sifat khas dari perilaku ekonomi petani itu telah membantah kebenaran asumsi-asumsi ilmu ekonomi klasik tentang perilaku rasional. Namun sekarang, perilaku ekonomi petani yang sedemikian itu telah dapat dipahami secara lebih baik sebagai satu kasus khusus dari apa yang dapat diramalkan oleh teori mikroekonomi yang baku. Bahwa orang tetap menggunakan tenaga kerjanya di bidang pertanian dan kerajinan tangan,

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

12

umpamanya merupakan akibat dari opportunity cost atau tingkat kesempatan tenaga kerja yang rendah bagi petani (artinya sedikit sekali kesempatan kerja di luar) dan marginal utility atau guna batas yang tinggi dari penghasilan bagi orang-orang yang hidup dekat tingkat batas subsistensi. Kegiatan Produksi Produsen adalah orang yang melakukan produksi, oleh karena itu ada beberapa hal yang harus diputuskan oleh seorang produsen. Pertama-tama produsen harus memutuskan berapa jumlah output yang akan di produksi. Akibatnya dia juga harus memutuskan dipakai dan bagaimana kombinasi berapa jumlah input yang akan input yang dipergunakan dalam

berproduksi. Tujuan seseorang pengusaha memproduksi output ada bermacammacam. Mungkin ada seseorang yang memproduksi sesuatu dengan tujuan untuk memberi pekerjaan pada tetangga-tetangganya. Namun tujuan pengusaha yang dibahas adalah dengan anggapan untuk memaksimumkan keuntungan. Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sehingga nilai barang tersebut bertambah. Input dapat terdiri dari barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi. Jadi produksi tidak harus berarti suatu proses mengubah barang yang berujud menjadi barang lain, seperti halnya suatu pabrik. Jadi jasa pengangkutan atau pengiriman dan penyimpanan barang juga merupakan suatu contoh dari proses produksi

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

13

karena keduanya menambah nilai. Orang yang melakukan fungsi ini dinamakan produsen. Pada umumnya seorang produsen akan berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang maksimum, meskipun tidak semua produsen akan berusaha mendapatkan keuntungan maksimum. Misalkan ada seorang pengusaha yang mendirikan perusahaan hanya untuk prestise, jadi dia kurang memperhatikan masalah efisiensi. Atau seorang jutawan yang ingin beramal dengan jalan mendirikan perusahaan untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi tetangganya (Adiningsih, 1999 ; 3-4). Dalam pembahasan ini kita mengamati hal-hal yang berkaitan dengan produksi yang berkaitan dengan perilaku produsen, karena produsen harus membuat banyak keputusan. Di antaranya keputusan tentang berapa jumlah output yang akan diproduksi dan berapa jumlah input yang dan bagaimana kombinasi input yang akan dipakai. Hal pertama yang kita harus perhatikan apabila kita ingin mempelajari perilaku produsen adalah mengetahui apa saja keterbatasan-keterbatasan yang ada pada seorang produsen. Seperti halnya jenis dan jumlah input yang tersedia di pasar, teknik produksi yang fisibel, peraturan pemerintah dan lainlain. Menurut Adiningsih (1999 : 5) input suatu proses produksi dapat terdiri dari tanah, tenaga kerja, modal dan material. Jadi input adalah barang atau jasa yang digunakan sebagai masukan suatu proses produksi. Sedangkan output adalah barang atau jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

14

Output dari suatu pabrik pada umumnya berujud barang namun output dari suatu cold storage beujud jasa. Ekonom menggunakan fungsi produksi untuk menggambarkan

hubungan antara input dan output. Fungsi produksi menunjukkan berapa banyak jumlah maksimum output yang dapat diproduksi apabila sejumlah input yang tertentu dipergunakan pada proses produksi. Jadi Fungsi produksi adalah suatu fungsi yang menunjukkan hubungan antara tingkat output dan tingkat penggunaan input-input. Fungsi ini merupakan landasan teknis dari suatu proses produksi, landasan teknis karena hanya menunjukkan hubungan fisik antara input dan output yang dapat dituliskan sebagai berikut : Ymax = f (input) Ini menunjukkan bahwa besar kecilnya output tergantung pada besar kecilnya input. Bentuk umum fungsi produksi apabila menggunakan n input

adalah sebagai berikut : Ymax = f (input) Ymax
=

f (x1 , x2 , x3 .......... , xn )

(2. 1)

Dimana Xn adalah jumlah input yang digunakan oleh tiap jenis input. Dari hasil penelitian empiris Sulham (2003), Aidawati (2004) dan Madukallang (1999) telah menggunakan model fungsi Produksi cobbDouglas dibangun atas asumsi bahwa parameter (elastisitas produksi) bersikap tetap (constant elasticity), teknologi yang digunakan adalah sama dalam proses produksi, interaksi antara faktor produksi yang digunakan dan

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

15

tidak adanya pengaruh waktu serta berlaku untuk kelompok usahatani yang sama. Pendapatan Rumah Tangga Melalui berbagai kebijakan, setiap pemerintah menginginkan

peningkatan pendapatan yang lebih tinggi bagi seluruh penduduknya, sekaligus menghendaki agar distribusi pendapatan yang diperoleh lebih merata atau lebih adil. Sebagian kebijakan pemerintah, seperti pengadaan sistem kesejahteraan (negara berperan langsung membantu penduduknya yang kurang beruntung) dan asuransi pengangguran, secara khusus ditujukan untuk memperbaiki keseimbangan dengan secara langsung membantu penduduk yang kurang mampu (Mankiw, 2000; 5).

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

16

Kerangka Konseptual Merujuk pada tinjauan pustaka dan hasil-hasil penelitian sebelumnya seperti yang diuraikan terdahulu, maka dibangunlah suatu kerangka pemikiran yang akan menjadi acuan guna mengkaji dan memberikan solusi tentang penerapan fungsi produksi Coob-Douglas yang diajukan pada penelitian ini. Penelitian ini akan mengkaji penerapan fungsi produksi CoobDouglas terhadap peningkatan produksi masyarakat transmigran di

Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini mengacu pada konsep yang dikemukakan oleh Shiffman dan Kanuk (2000 : 63) yang mengatakan bagaimana motivasi terbentuk dari stimulus atau ransangan (misalnya rasa lapar) akan menyebabkan pengenalan kebutuhan (need recornation). Ransangan tersebut bisa datang dari dalam diri seseorang (kondisi fisiologis). Ransangan terjadi karena adanya gap antara apa yang dirasakan dengan apa yang seharusnya dirasakan. Gap inilah yang mengakibatkan adanya pengenalan kebutuhan. Kebutuhan yang dimaksud selain kebutuhan primer ada juga kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder muncul sebagai reaksi konsumen terhadap lingkungan dan budayanya. Kebutuhan yang dirasakan sering kali dibedakan berdasarkan kepada manfaat yang diharapkan dari pembelian dan penggunaan produk. Perilaku (tindakan) berorientasi tujuan (goal orientied behavior)i. Artinya untuk memenuhi kebutuhannya seseorang harus memiliki tujuan akan tindakannya. Tujuan tidak lain adalah untuk memenuhi kebutuhan.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

17

Dipadukan dengan teori Maslow yang mengemukakan lima kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentingannya mulai dari yang paling rendah, yaitu kebutuhan biologis (physiological or biogenic needs) sampai paling

tinggi yaitu kebutuhan psikogenik (psyhogenic needs). Menurut teori Maslow manusia berusaha memenuhi kebutuhan tingkat rendahnya terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Konsumen yang bisa memenuhi kebutuhan dasarnya, maka kebutuhan lainnya yang lebih tinggi biasanya muncul dan begitulah seterusnya. David McClelland mengembangkan suatu teori motivasi yang disebut sebagai McClelland’s Theory of learned Needs. Teori ini menyatakan bahwa ada tiga kebutuhan dasar yang memotivasi seorang individu untuk berperilaku, yaitu (1) Kebutuhan untuk sukses (Needs for Achivement), (2) kebutuhan untuk afiliasi (Needs for Affiliations), dan (3) kebutuhan kekuasaan (Needs for Power). Kebutuhan Sukses adalah keinginan manusia untuk mencapai prestasi, reputasi, dan karier yang baik. Seseorang yang memiliki kebutuhan sukses akan bekerja keras, tekun dan tabah untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya. Ia akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi, mampu menghadapi segala tantangan dan masalah demi mewujudkan cita-citanya. Kebutuhan sukses memiliki kesamaan dengan kebutuhan ego dan kebutuhan aktualisasi diri dari teori Maslow. Kebutuhan afiliasi adalah keinginan manusia untuk membina hubungan dengan sesamanya, mencari teman yang bisa menerimanya, ingin dimiliki

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

18

oleh orang-orang sekelilingnya, dan ingin memiliki orang-orang yang bisa menerimanya. Seseorang yang memiliki kebutuhan afiliasi akan terlibat aktif dalam kegiatan sosial, maupun kegiatan yang melibatkan banyak orang. Ia akan memilih produk dan jasa yang disenangi atau disetujui oleh teman dan kerabat dekatnya. Kebutuhan afiliasi memiliki kesamaan dengan kebutuhan sosial dari Maslow. Kebutuhan kekuasaan adalah keinginan seseorang untuk bisa mengontrol lingkungannya, termasuk mempengaruhi orang-orang

disekelilingnya. Tujuannya adalah agar ia bisa mempengaruhi, mengarahkan, dan mengatur orang lain (Sumarwan, 2003 ; 34 – 42). Tujuan seseorang pengusaha memproduksi output ada bermacammacam. Mungkin ada seseorang yang memproduksi sesuatu dengan tujuan untuk memberi pekerjaan pada tetangga-tetangganya. Namun tujuan pengusaha yang dibahas adalah dengan anggapan untuk memaksimumkan keuntungan. Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sehingga nilai barang tersebut bertambah. Input dapat terdiri dari barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi. Jadi produksi tidak harus berarti suatu proses mengubah barang yang berujud menjadi barang lain, seperti halnya suatu pabrik. Jadi jasa pengangkutan atau pengiriman dan penyimpanan barang juga merupakan suatu contoh dari proses produksi karena keduanya menambah nilai. Orang yang melakukan fungsi ini

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

19

dinamakan produsen. Pada umumnya seorang produsen akan berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang maksimu, meskipun tidak semua produsen akan berusaha mendapatkan keuntungan maksimum. Misalkan ada seorang pengusaha yang mendirikan perusahaan hanya untuk prestise, jadi dia kurang memperhatikan masalah efisiensi. Atau seorang jutawan yang ingin beramal dengan jalan mendirikan perusahaan untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi tetangganya (Adiningsih, 1999 ; 3-4). Dalam pembahasan ini kita mengamati hal-hal yang berkaitan dengan produksi yang berkaitan dengan perilaku produsen, karena produsen harus membuat banyak keputusan. Di antaranya keputusan tentang berapa jumlah output yang akan diproduksi dan berapa jumlah input yang dan bagaimana kombinasi input yang akan dipakai. Hal pertama yang kita harus perhatikan apabila kita ingin mempelajari prilaku produsen adalah mengetahui apa saja keterbatasan-keterbatasan yang ada pada seorang produsen. Seperti halnya jenis dan jumlah input yang tersedia di pasar, teknik produksi yang fisibel, peraturan pemerintah dan lainlain. Menurut Adiningsih (1999 : 5) input suatu proses produksi dapat terdiri dari tanah, tenaga kerja, modal dan material. Jadi input adalah barang atau jasa yang digunakan sebagaimasukan suatu proses produksi. Sedangkan output adalah barang atau jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi. Output dari suatu pabrik pada umumnya berujud barang namun output dari suatu cold storage beujud jasa.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

20

Ekonom

menggunakan

fungsi

produksi

untuk

menggambarkan

hubungan antara input dan output. Fungsi produksi menunjukkan berapa banyak jumlah maksimum output yang dapat diproduksi apabila sejumlah input yang tertentu dipergunakan pada proses produksi. Jadi Fungsi produksi adalah suatu fungsi yang yang menunjukkan hubungan antara tingkat output dan tingkat penggunaan input-input. Fungsi ini merupakan landasan teknis dari suatu proses produksi, landasan teknis karena hanya menunjukkan hubungan fisik antara input dan output yang dapat dituliskan sebagai berikut : Ymax = f (input) Ini menunjukkan bahwa besar kecilnya output tergantung pada besar kecilnya input. Bentuk umum fungsi produksi apabila menggunakan n input adalah sebagai berikut : Ymax = f (input) Ymax
=

f (X1 , X2 , X3 .......... , Xn )

Dimana Xn adalah jumlah input yang digunakan oleh tiap jenis input. Engel menyimpulkan bahwa untuk rumah-tangga miskin sebagian besar pengeluarannya untuk makanan, berbeda halnya dengan rumahtangga yang tergolong kaya. Hal ini juga berlaku baik rumah-tangga besar maupun rumah-tangga kecil untuk tingkat pengeluaran yang sama. Hal ini menandakan bahwa besarnya proporsi yang dikeluarkan untuk makanan dapat dijadikan indikator tidak langsung terhadap kesejahteraan. Dengan demikian, maka dua rumah-tangga yang mempunyai proporsi pengeluaran

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

21

yang sama besar untuk makanan seharusnya mempunyai pendapatan riel yang sama pula tanpa menghiraukan banyaknya anggota keluarga (Deaton,1983 :193) dan (Philips, 1974 : 100 – 105).

B. Kerangka Pikir Penelitian BudayaTransmigran Bercocok Tanam FUNGSI PRODUKSI  LUAS LAHAN  TENAGA KERJA
Motivasi Transmigran : Kebutuhan berprestasi (Needs for Achievement) Kebutuhan kekuasaan (Needs for power ) Kebutuhan afiliasi (Needs for Affiliations) PENDAPATAN MASYARAKAT TRANSMIGRASI

 MODAL

MASYARAKAT TRANSMIGRASI MANDIRI

Gambar 3.1 Skema Kerangka Pikir Penelitian

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

22

C. Hipotesis Mengacu pada kerangka pemikiran dan tujuan penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka disusunlah hipotesis sebagai berikut : 1. Penggunaan faktor-faktor produksi yang tersedia untuk usaha tani masyarakat transmigran di Kabupaten Parigi Moutong belum

dimanfaatkan secara efisien. 2. Faktor-Faktor produksi luas lahan, tenaga kerja dan modal signifikan pengaruhnya terhadap peningkatan produksi masyarakat transmigran di Kabupaten Parigi Moutong. METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu dipilih secara purposif dua Kecamatan yang mempunyai penduduk masyarakat transmigran yang lamanya tinggal di wilayah di Kecamatan tersebut paling rendah lima tahun. B. Jenis, Sumber dan Metode Penarikan Sampel Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder, data primer diperoleh langsung dari transmigran dan data sekunder bersumber dari instansi terkait. Untuk penarikan sampel dari Kabupaten, kecamatan, desa dan tingkat rumah-tangga transmigran. Data tingkat Kabupaten,

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

23

kecamatan dan desa meliputi : Keadaan penduduk, wilayah dan keadaan lembaga sosial ekonomi masyarakat transmigran. Data rumah-tangga meliputi : kegiatan ekonomi menyangkut kegiatan produksi dan pemasaran hasil produksi rumah-tangga masyarakat transmigran. C. Penarikan Sampel Untuk mengetahui perilaku ekonomi masyarakat Transmigrasi dalam berproduksi, maka perlu digunakan bantuan metode statistik. Metode statistika sangat membantu dalam pengambilan sampel, pengumpulan data, penyajian data, sampai pada pengambilan keputusan yang disebabkan karena telah mempunyai aturan-aturan yang sudah baku dan telah berlaku umum. Namun demikian perlu disadari bahwa penggunaan metode statistik yang tidak pada tempatnya dapat menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat dan demikian pula pengambilan keputusan yang kemungkinan kurang bermanfaat, bahkan dapat menimbulkan banyak kerugian. Oleh sebab itu model-model statistik yang digunakan dalam penelitian ini peneliti berusaha untuk dapat mengemukakan dengan jelas baik asumsi-asumsi, maupun kecocokannya. Rencana penelitian ini berdasarkan metode statistik inferensial, sedangkan metode statistik diskreptif yang dimulai dari keadaan yang bersifat umum kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

24

kesimpulan pada metode deskriptif tidak diragukan kebenarannya. Berbeda halnya dengan metode inferensial masih diragukan kebenarannya,

disebabkan keadaan populasi didekati melalui generalisasi keadaan sampel yang berarti bahwa metode inferensial banyak dipakai dalam penelitian, karena dapat dipergunakan untuk meneliti populasi yang relatif besar dengan penggunaan biaya, tenaga dan waktu yang relatif sedikit, dibanding dengan penelitian yang menyeluruh dari suatu keadaan populasi. Metode statistik imprensial memberikan petunjuk yang berlaku umum untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari metode tersebut, mulai dari cara penarikan sampel yang representatif mewakili populasi, hingga pada penentuan tingkat kepercayaan (comfidence interval) yang dapat diberikan pada penarikan suatu kesimpulan. Penentuan sampel dilakukan secara random sampling, yang berarti semua populasi mempunyai peluang yang sama mewakili sampel lainnya. Dari enam kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, hanya dua kecamatan yang mempunyai transmigran Umum yang berasal dari Bali dan Pulau Jawa. Maka penentuan sampel dilakukan secara purposive pada Kecamatan Moutong. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dan proporsional 5 % dari populasi yang ada di Kecamatan tersebut. Penentuan sampel menurut Suparmoko (1995 ; 42), apabila sama sekali tidak ada pengetahuan tentang besarnya variance dari populasi. Cara terbaik adalah cukup dengan mengambil persentase tertentu, 5 %, 10 % atau 50 % dari

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

25

seluruh jumlah populasi. Beberapa hal yang dapat digunakan sebagai petunjuk untuk menentukan besarnya persentase yaitu : 1. Bila populasi N besar, persentase yang kecil saja sudah dapat 2. Besarnya sampel hendaknya jangan kurang dari 30. 3. Sampel sayogyanya sebesar mungkin selama dana dan waktu masih dapat menjangkau. Untuk pengambilan sampel di kecamatan yang terpilih adalah dari 2922 KK x 5 % = 146 KK terdiri dari masing – masing : Desa Petuna Sugi Desa Margapura 711 KK x 5 % = 36 KK

2211 KK x 5 % = 110 KK Jumlah sampel adalah D. Metode Analisis = 146 KK

Untuk menguji hipotesis pertama digunakan analisis Cobb-douglas Jawaban yang diperoleh dari responden sesuai dengan nilai variabel yang telah ditetapkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Analisis diskreptif diikuti analisis produksi dengan Fungsi produksi Cobb-Douglas. Untuk membuktikan hipotesis penelitian pertama dan kedua digunakan analisis fungsi produksi cobb-Douglas yaitu suatu fungsi atau persamaan yang melibatkan dua atau lebih variabel; vriabel yang satu disebut variabel dependen, yang dijelaskan (Y) dan yang lain variabel independen, yang menjelaskan, (X). Penjelasan hubungan antara Y dan X biasanya dengan cara regresi, yaitu variasi dari Y akan dipengaruhi oleh variasi dari X. Dengan demikian, kaidah-kaidah pada garis regresi juga berlaku dalam penyelesaian

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

26

fungsi Cobb-Douglas. Secara matematik fungsi produksi, fungsi CobbDouglas dapat dituliskan sebagai berikut: β2 β3 Yi = β1 X2i X3i еµi (Gujarati; 2003 ) Dimana; Y = output X2 = Labor input X3 = Capital input µ = stochastic term disturbance e = base of natural logarithm

Untuk memudahkan pendugaan terhadap persamaan tersebut diubah menjadi bentuk linier berganda dengan cara melogaritmakan persamaan tersebut menjadi: ln Yi = ln β1 + β2 ln X2i + β3i ln X3i + µi; = β0 + β2 ln X2i + β3 X3i + µi Di mana: β0 = ln β1

Ada tiga alasan pokok fungsi Cobb-Douglas digunakan, yaitu : 1. Penyelesaian fungsi Cobb-Douglas relatif lebih mudah dibandingkan dengan fungsi yang lain, misalnya pada fungsi kuadratik, maka fungsi cobb-Douglas dengan mudah ditransfer kebentuk linear. 2. Hasil pendugaan garis melalui fungsi Cobb-Douglas akan

menghasilkan koefisien regresi yang sekaligus juga menunjukkan elastisitas. Jadi besaran b dari variabel masukan produksi yang bersangkutan.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

27

3. Besaran elastisitas tersebut sekaligus menunjukkan tingkat besaran return to scale. 1. Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Kegiatan ekonomi masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi yang semakin baik, maka usaha tersebut tidak terlepas dari efisiensi penggunaan sumber daya yang ada. Masyarakat memiliki sumber daya yang terbatas sebagai faktor produksi, hal ini menyebakan sumber daya yang digunakan harus secara efisien. Efisiensi diartikan sebagai penggunaan sumber daya yang paling baik dari apa yang tersedia untuk mencapai hasil yang memuaskan. Definisi yang lengkap mengenai efisiensi berasal dari Vilfredo Pareto (1848-1923). Pareto melihat efisiensi secara global, yang dikenal sebagai Pareto Optimality yaitu apabila suatu keadaan terjadi pada organisasi sosial di mana tidak ada perubahan yang dapat dilakukan untuk membuat seseorang lebih baik tanpa membuat orang lain menjadi lebih buruk keadaannya. Efisiensi yang dibahas dalam penelitian ini seperti efisiensi yang dikemukakan pada hipotesis pertama ialah efisiensi penggunaan faktor produksi, luas lahan, tenaga kerja dan modal dengan mempergunakan metode analisis Frontier production function (FPF) dari fungsi produksi Cobb-Douglas.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

28

a. Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi FPF Fungsi produksi frontier adalah fungsi produksi yang dipakai untuk mengukur bagaimana fungsi produksi sebenarnya terhadap posisi prontiernya. Karena fungsi produksi adalah hubungan fisik antara faktor produksi dan produksi, maka fungsi produksi prontier adalah hubungan fisik faktor produksi dan produksi pada prontier yang posisisinya terletak pada garis isokuan. Garis isokuan adalah tempat kedudukan titik-titik yang menunjukkan titik kombinasi penggunaan masukan produksi yang optimal; Kalau produksi dikalikan dengan harga dan dikurangi dengan biayabiaya, maka akan diperoleh besarnya keuntungan. Berarti dengan demikian besarnya efisiensi teknik, efisiensi ekonomi dan efisiensi harga sudah dapat dihitung. Untuk menghitung Produksi maksimum digunakan formulasi berikut ^ Maksimukan: Dengan kendala : Dengan cara lagrangian: ^ ∂L 1. ∂x1 = ∂x1 ∂Y - λ P1 = 0 b1 b2 X2 b3 X3

Y = b0 X1

B = P1X1 + P2X2 + P3X3 L = λ ( B – P1 X1 – P2 X2 – P3 X3)

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

29

∧ ∂L ∂x1 ^ ∂L 2. ∂x2 ∂Lj ∂x2 ^ ∂L 3. ∂x3 ∂L ∂x3 ∂L 4. ∂λ ∧ ∂L ∂x1 b1 – 1 = b 0 b 1 x1 x2 b2 b3 x3 - λ P1 = 0…(4) = B - P1X1 – P2X2 – P3X3 = 0 = ∂x3 b1 = b 0 b 3 x1 x2 b2 b3-1 x3 - λ P1 = 0 …(3) ∂Y - λ P3 = 0 = ∂x2 b1 b2-1 = b0 b2 x1 x2 b3 x3 - λ P2= 0… (2) ∂Y - λ P2 = 0 b1 – 1 = b 0 b 1 x1 x2 b2 b3 x3 - λ P1 = 0…(1)

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

30

Jadi X1 =

b1 B P1 (b1 + b2 + b3 )

X1b2P1 X2 = b1P2 b2 B Jadi X2 = P2 (b1+b2+b3)

b3 B Jadi X3 = P3 (b1+b2+b3) Berdasarkan uraian tersebut maka dapat diukur nilai efisiensi berikut : a. efisiensi teknik (ET); b. efisiensi ekonomi (EE); dan c. efisiensi harga (EH); Efisiensi teknik adalah besaran yang menunjukkan perbandingan antara produksi sebenarnya dengan produksi maksimum.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

31

Efisiensi ekonomi adalah besaran yang menunjukkan perbandingan antara keuntungan yang sebenarnya dengan keuntungan maksimum. Secara matematik hubungan antara ET, EE dan EH adalah sebagai berikut : EE = ET - EH Besaran ET ≤ 1 ; EE ≤ 1; dan besaran EH tidak selalu harus kurang atau sama dengan satu. Selanjutnya fungsi produksi Cobb-Douglas dengan mengestimasi FPF yang dipelopori oleh Farrel M.J. terus dikembangkan oleh Timmer (1970,1971 dengan menggunakan teknik a probabilistic frontier Cobb-Douglas Production Function. GAMBARAN UMUM DAERAH PANELITIAN Kabupaten Parigi Moutong mempunyai luas wilayah 6.231,85 kilometer persegi, Batas wilayah administrasi Kabupaten Parigi Moutong, sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Buol, Kabupaten Toli – Toli dan Propinsi Gorontalo. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Poso dan Propinsi Sulawesi Selatan. Sebelah barat berbatasan dengan Kota Palu dan Kabupaten Donggala serta sebelah timur berbatasan dengan Teluk Tomini. Keadaan Geologi Kabupaten Parigi Moutong secara umum tidak sama untuk setiap kecamatan yang terdiri dari batuan gunung berapi dan batuan terobosan yang tidak membeku (Inncous intrusiverooks). Selain itu pula batu-batuan metamorfosis sedimen. Dataran-dataran yang diperkirakan cocok untuk pertanian intensif adalah :

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

32

 Dataran Tomini-Moutong, tekstur tanah kemungkinan sedang yang diselingi tekstur kasar dengan drainase yang umumnya baik. Topograpi dataran ini adalah datar sampai berombak-ombak dengan sedikit bagian yang berbukit. Luas dataran ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu dua buah dtaran rendah yang dipisahkan oleh dataran tinggi.  Dataran Parigi, seperti halnya dilembah Palu maka dataran Parigi juga terdiri dari metamorfosis yang telah membeku. Tanahnya rata-rata bertekstur sedang dengan drainase yang agak baik. Topograpi mulai dari datar sampai berombak lembut.  Dataran Ampibabo-Donggulu, mempunyai geologi tanah yang berasal dari alluvial dan sedimen laut yang lebih tua, tanahnya bertekstur sedang dengan drainase yang agak baik. Topograpi mulai dari datar sampai berombak.  Dataran Tambarana terbagi dua daerah yaitu dataran yang termasuk daerah administratif Kabupaten Parigi Moutong seluas dua pertiga bagian dan yang lainnya di Kabupaten Poso. Tanahnya bertekstur sedang dengan drainase mulai dari lambat sampai agak baik, topografi datar sampai berombak kasar.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

33

A. Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk Tabel 1. Luas Wilayah dan Kepadatan Penduduk Kabuapaten Parigi Moutong Menurut Kecamatan Tahun 2003.
Kecamatan Luas Wilayah (km2) Jumlah Penduduk (jiwa) Kepadatan (Jiwa/km2) Jumlah Rumah Tangga (RT)

1. Sausu 2. Parigi 3. Ampibabo 4. Tinombo 5. Tomini 6. Moutong

1.060,73 565,06 895,68 984,02 995,56 1.730,80 6.231,85

49.789 56.788 55.962 50.293 52.932 85.200 350.964

47 101 62 51 53 49 56

10.784 11.947 15.276 11.022 12.958 17.638 79.625

Sumber ; Kabupaten Moutong dalam Angka Tahun 2003 Jarak antara ibu kota Kabupaten Parigi Moutong dengan ibu kota kecamatan dapat ditempuh melalui jalan darat: adalah sebagai berikut : Parigi – Sausu jaraknya 52 km, Parigi – Ampibabo jaraknya 15 km. Parigi – Tinombo jaraknya 132 km. Parigi – Tomini jaraknya 149 km. Parigi – Moutong jaraknya 258 km. Masyarakat transmigrasi yang menjadi obyek penelitian di Kecamatan Moutong ditempuh perjalanan kurang lebih 8 jam dari kota Palu.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

34

B. Iklim 1. Suhu dan Kelembaban Udara Sebagaimana dengan daerah-daerah lain di Indonesia, Kabupaten Parigi Moutong memiliki dua musim, yaitu musim panas dan musim hujan. Musim panas terjadi antara bulan April – September, sedangkan musim hujan terjadi pada bulan Oktober – Maret. Hasil pencatatan suhu udara pada stasium udara Mutiara Palu Tahun 2003 bahwa suhu udara maksimum tertinggi terjadi pada bulan Oktober (35,9oC)dan suhu udara maksimum terendah terjadi pada bulan Juni (31,1oC). Sementara itu suhu udara minimum tertinggi juga terjadi pada bulan Oktober 24,3o C, sedang suhu udara minimum terendah terjadi pada bulan April dan Mei yang mencapai 22,6o C. Kelembaban udara yang dicatat pada stasiun yang sama berkisar

antara 66 – 82 persen. Kelembaban udara rata-rata tertinggi terjadi pada bulan juni yang mencapai 82 persen, sedangkan kelembaban udara rata-rata terendah terjadi pada bulan Oktober yaitu 66 persen. 2. Curah Hujan dan Keadaan Angin Curah hujan tertinggi yang tercatat pada Stasiun Mutiara Palu Tahun 2003 terjadi pada bulan April yaitu 125 mm3, dan diikuti pada bulan Nopember 115 mm3, sedang curah hujan terendah terjadi pada bulan juli dan Oktober yaitu 2 mm3.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

35

Sementara itu kecepatan angin rata-rata berkisar antara 5 – 7 knots dan kecepatan angin maksimum mencapai 15 hingga 21 knots. Arah angin terbanyak pada tahun 2003 berada pada posisi 315o.

C. Karakteristik Responden Usahatani merupakan mata pencaharian utama bagi sebagian besar masyarakat transmigran di Kabupaten Parigi Moutong. Dalam pelaksanaannya, usahatani yang dijalankan beragam mengikuti kondisi wilayah, musim tanam dan latar belakang individu masyarakat transmigran. Kondisi wilayah dan musin tanam menentukan pola tanam dan pemilihan komoditas, sedangkan latar belakang masyarakat transmigran terkait dengan aspek pengelolaan usahatani yang sedang dilakukan. Karakteristik masyarakat transmigran yang terkait dengan kegiatan

usahatani antara lain meliputi produksi, Luas lahan, tenaga kerja dan penggunaan modal yang digunakan petani dan tingkat umur petani, pengalaman berusaha tani kepala keluarga, jumlah tanggungan keluarga.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

36

Kegiatan Ekonomi Rumah-tangga masyarakat transmigrasi
Lingkungan luar transmigran

Barang dan Jasa
UANG

Barang dan Jasa Pasar Brang dan Jasa
UANG

Masyarakat transmigrasi sebagai Konsumen

Masyarakat transmigrasi sebagai produsen

UANG
FAKTOR PRODUKSI

Pasar Faktor Produksi

UANG
FAKTOR PRODUKSI

Lingkungan luar transmigran

Gambar 5.1 Alur Kegiatan Ekonomi Rumah-tangga Transmigrasi dan Masyarakat sekitar Alur bagian atas memperlihatkan aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen, dari alur tersebut dapat dilihat bahwa konsumen dapat mempergunakan produksi yang dihasilkan oleh rumah-tangganya sendiri atau membeli dari pasar barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan rumahtangganya. Pembelian barang-barang dan jasa-jasa yang dibeli konsumen di

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

37

pasar barang dan jasa, maka dengan demikian terjadilah aliran uang dari konsumen ke pada produsen. Ada dua kegiatan yang terjadi pada perilaku ekonomi menurut gambar di atas yaitu proses kegiatan produksi dan proses kegiatan konsumsi. Kedua kegiatan tersebut dihubungkan oleh aliran faktor-faktor produksi dari konsumen sebagai pemilik sumberdaya kepada produsen, diimbangi dengan aliran barang-barang dan jasa-jasa dari produsen kepada konsumen. Aliran faktor-faktor produksi maupun aliran barang-barang dan jasa-jasa tersebut diimbangi dengan aliran balik dalam bentuk uang sebagai balas jasa dari faktor produksi dan harga dari barang dan jasa. Dengan adanya hubungan kepasar, maka terbukalah jalan bagi rumah-tangga transmigrasi untuk memanfaatkan kesempatan spesialisasi dan efisiensi. Terbukanya masyarakat transmigrasi terhadap dunia luar

menyebabkan terbukanya kesempatan masyarakat berusaha lebih giat untuk memenuhi kebutuhannya yang semakin meningkat karena perubahan pola konsumsi yang disebabkan oleh masuknya barang-barang dan jasa-jasa dari luar masyarakat transmigrasi. Dalam keadaan yang demikian, masyarakat transmigrasi telah mempunyai kesempatan untuk meningkatkan

kesejahteraan kehidupan ekonominya. Kalau perilaku ekonomi masyarakat transmigrasi dilihat dari kegiatan produksi, maka dapat diketahui bahwa pada kegiatan produksi ini terjadi suatu proses dimana faktor-faktor produksi yang berasal dari sumberdaya manusia, sumberdaya alam dan sumber daya modal diolah untuk

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

38

menghasilkan berbagai jenis barang-barang dan jasa-jasa. Jumlah dan mutu sumber daya yang dipergunakan dalam proses produksi juga menentukan jumlah dan kualitas barang-barang dan jasa-jasa yang di produksi. Kalau sumber daya yang dipergunakan dalam proses produksi sudah tertentu jumlahnya, maka partisipasi tenaga kerja yang lebih besar dan alokasi sumberdaya yang lebih baik sangat menentukan jumlah produksi yang dihasilkan. Untuk analisis data, sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah masyarakat transmigrasi yang lamanya bertransmigrasi minimal 5 tahun, jumlah sampel yang dipergunakan 146 responden. Adapun karakteristik responden sebagai berikut: Jenis kelamin Responden pada penelitian ini didominasi oleh pria. Dari 146 sampel yang dianalisis sebanyak 144 responden (98 %) diantaranya adalah pria dan selebihnya yaitu 2 responden (2 %) adalah wanita. 2. Umur Sebagian besar responden yang menjadi obyek penelitian pada transmigrasi asal Bali termasuk dalam kelompok umur 31 - 40 tahun sebanyak 28 orang (38,35 %), kemudian kelompok umur 17 – 30 tahun

sebanyak 25 orang (34,25 %), dan terakhir adalah kelompok umur diatas 41 tahu sebanyak 20 orang ( 27,39 %). Selanjutnya responden yang berasal dari transmigrasi jawa dengan jumlah 73 orang termasuk dalam kelompok umur 41 – 50 tahun sebanyak 35 orang (47,94%), kemudian 51 tahun ke atas

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

39

sebanyak 24 orang (32,88 %), selebihnya umur 27 – 40 tahun sebanyak 14 orang (19,18 %). 3. Tingkat Pendidikan Pendidikan terakhir yang diselesaikan oleh responden berasal dari bali didominasi tingkat sekolah dasar sebanyak 42 orang (57,53%), kemudian tingkat Sekolah lanjutan pertama sebanyak 22 orang (30,14%), disusul tingkat pendidikan SMA atau sederajat 9 orang (12,33%). Pendidikan responden transmigrasi asal jawa didominasi tingkat sekolah dasar sebanyak 48 orang (65,8 %). Diikuti tingkat sekolah lanjutan pertama 19 orang ( 26%), tingkat Sekolah lanjutan Atas 4 orang (5,4 %) dan tingkat sarjana muda 2 orang (2,8 %). 4. Jenis Pekerjaan Seluruh responden didominasi oleh petani baik transmigrasi asal Bali maupun Jawa. Pekerjaan sampingannya adalah, buruh tani, berkebun, tukang kayu dan pedagang (penjual eceran). 5. Jumlah Anggota Rumah-tangga Pada umumnya responden yang berasal dari transmigrasi Bali jumlah anggota rumah-tangga didominasi oleh 5 orang sebanyak 29 responde (39,73%), kemudian 4 orang sebanyak 25 responden (34,25%), diikuti oleh 3 orang sebanyak 12 responden (16,44%), kemudian 6 orang sebanyak 4 responden (5,48%), terakhir 7 orang sebanyak 3 responden (4,11%). Demikian pula responden asal Jawa jumlah anggota rumah-tangga didominasi oleh 6 orang sebanyak 22 responden (30,1 %), disusul 4 orang

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

40

sebanyak 18 responden (24,7 %), 5 orang sebanyak 15 responden (20,5%), 3 dan 7 orang masing-masing 8 responden ( 11 % ), disusul 2 dan 8 anggota rumah-tangga masing-masing 1 responden (1,4%). 6. Lamanya menjadi petani Pada umumnya responden transmigrasi asal Bali pekerjaan pokoknya adalah petani, didominasi lamanya bertani 11 - 15 tahun sebanyak 28 responden (38,35%), kemudian 5 – 10 tahun sebanyak 25 responden (34,25%). Diikuti 16 - 25 tahun sebanyak 20 responden (27,39%).. Berbeda halnya dengan responden asal Jawa didominasi oleh responden 16 – 25 tahun sebanyak 47,94%, kemudian 26 – 40 tahun sebanyak 32,88%, diikuti oleh 10 - 15 tahun sebanyak 19,18%. 7. Tingkat Pendapatan Pendapatan responden transmigrasi asal Bali didominasi oleh kelompok pendapatan Rp. 5. – 10 juta sebanyak 39 orang (53,42%), disusul kelompok yang berpendapatan Rp. 10 – 15 juta sebanyak 29 orang (39,73%), diikuti kelompok berpendapatan Rp. 15 – 24 juta sebanyak 5 orang (6,85%). Pendapatan responden trnsmigrasi asal Jawa didominasi oleh kelompok pendapatan Rp. 10 – 15 juta sebanyak 35 orang (47,945), disusul kelompok pendapatan Rp. 4 – 10 juta sebanyak 32 orang (43,84%), dan kelompok pendapatan Rp. 15 – 24 juta sebanyak 6 orang (8,22%).

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

41

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN Sebagaimana disebutkan pada bab sebelumnya bahwa pengujian hipotesis pertama digunakan analisis Cobb-Douglas, jawaban yang

diperoleh dari responden sesuai dengan nilai variabel yang telah ditetapkan selanjutnya dianalisis dengan diskreptif diikuti analisis produksi dengan fungsi produksi cobb-Douglas. Metode analisis “frontier production function” (FPF) akan dipergunakan untuk menganalisis efisiensi kegunaan faktor-faktor produksi dengan melihatnya dari tiga sudut pandang, yaitu : a. Efisiensi teknik, yaitu efisiensi yang menghubungkan antara produksi yang sebenarnya dengan produksi maksimum. b. Efisiensi ekonomi, yaitu efisiensi yang menghubungkan antara keuntungan yang sebenarnya dengan keuntungan maksimum. c. Efisiensi harga, yaitu efisiensi yang menghubungkan antara keuntungan optimal dengan alokasi penggunaan sumber daya. Pembahasan akan dimulai dari tinjauan mengenai keadaan sumber daya dan tingkat produksi usaha tani di Kabupaten Parigi Moutong, disusul dengan pembahasan mengenai efisiensi teknik, efisiensi ekonomi dan efisiensi harga.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

42

1. Hasil Pengujian Fungsi Produksi di Kabupaten Parigi Moutong Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi dapat dijelaskan dengan hasil komputasi berikut ini :

Tabel 6.1.Hasil Komputasi Fungsi Produksi Padi di Kabupaten Parigi Moutong
Variabel (Constant) Lahan TenagaKerja Modal R Squared Koefisien Regresi 5.7304 0.5051 0.3536 0.5390 = 0.8673 Std. Error 0.7085 0.0501 0.0371 0.0508 Signifikansi 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.6459 0.6250 0.6650 0.4172 0.3907 0.4422 1.2800 1.6097 1.7577 Koefisien Korelasi Koefisien Determinasi Collinearity Statistics (VIF)

R = 0.9313; n = 146

Std. Error of the Estimate

= 0.1470

Sumber: lampiran 1.1

Berdasarkan tabel 6.1. di atas terlihat bahwa nilai koefisien regresi yang merupakan elastisitas dapat ditunjukkan dalam bentuk fungsi produksi.

a. Model Fungsi Produksi:

∧ 0.5051 0.3536 Y = 308,092 X1 X2

0.5390 X3

Untuk

mengetahui signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2),dan modal (X3) terhadap hasil produksi secara parsial, dilakukan uji

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

43

parsial dengan menggunakan uji Student (uji-t). Pengaruh luas lahan (X1) terhadap hasil produksi. Hasil analisis fungsi produksi pada Tabel 6. 1, memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi luas lahan (X1) sebesar 0,5051 dengan signifikansi 0,0000. Koefisien regresi tersebut menjelaskan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi luas lahan (X1) sebesar 10 persen, akan meningkatkan hasil produksi padi sebesar 5,051 persen dan berpengaruh nyata terhadap hasil produksi padi (Y). Koefisien regresi penggunaan tenaga kerja sebesar 0,3536 dengan signifikan 0,0000 menunjukkan bahwa penggunan faktor produksi tenaga kerja berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan produksi di Kabupaten Parigi Moutong. Koefisien regresi modal sebesar 0,5390 dengan signifikan 0,0000 menunjukkan bahwa modal berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan produksi di Kabupaten Parigi Moutong, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi (Y) dianggap konstan. Koefisien determinasi R2 = 0.8673 menunjukkan bahwa 86,73 % variasi produksi padi masyarakat transmigrasi di kabupaten Parigi Moutong ditentukan oleh luas lahan, tenaga kerja dan modal yang digunakan. Untuk menguji signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan (X 1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan terhadap hasil produksi (Y), dilakukan uji-Fisher (uji-F). Hasil komputasi disajikan pada Tabel 6. 2 berikut :

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

44

Tabel 6.2 Sources Regression Residual Total Sum of Squares 20.0479 3.0683 23.1162

Hasil analisis varians df 3 142 145 Mean Square 6.6826 0.0216 F 309.2745 Sig. 0.0000

Sumber: lampiran 1.1 Mencermati hasil uji secara simultan dari ketiga faktor produksi yang digunakan menunjukkan bahwa nilai FHitung = 309,27 dengan signifikansi sebesar 0,0000. Ini berarti bahwa faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan berpengaruh sangat nyata

terhadap hasil produksi padi (Y) di Kabupaten Parigi Moutong.

2. Hasil Pengujian Fungsi Produksi Transmigran asal Bali

Hubungan antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi dapat dijelaskan berdasarkan hasil komputasi berikut :

Tabel 6.3.Hasil Komputasi Fungsi Produksi Padi

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

45

Transmigran Asal Bali
Variabel (Constant) Lahan TenagaKerja Modal R Squared R Koefisien Regresi 6.5280 0.5087 0.4833 0.4488 = 0.8704 Std. Error of the Estimate = 0.9330; n = 73 = 0.1637 Std. Error 0.9188 0.0732 0.0631 0.0688 Signifikansi 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.6416 0.6780 0.6177 0.4117 0.4597 0.3815 1.2673 1.6607 1.9281 Koefisien Korelasi Koefisien Determinasi Collinearity Statistics (VIF)

Sumber: Lampiran 2.1

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 6. 3. di atas dapat diketahui bahwa nilai koefisien regresi yang merupakan elastisitas fungsi produksi Cobb-Douglas dapat ditunjukkan sebagai berikut:

a. Model fungsi produksi: ∧ 0.5087 0.4833 0.4488 Y = 684.028 X1 X2 X3 Untuk mengetahui signifikansi pengaruh faktor produksi lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) terhadap hasil produksi secara parsial, dilakukan uji parsial dengan menggunakan uji Student (uji-t). Pengaruh luas lahan (X1) terhadap hasil produksi dari hasil analisis fungsi produksi pada Tabel 6. 3, memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi luas lahan (X1) sebesar 0,5087 dengan signifikansi 0,0000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi luas lahan (X1) berpengaruh sangat nyata terhadap hasil produksi

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

46

padi (Y). Koefisien regresi tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi lahan (X1) sebesar 10 persen, akan

meningkatkan hasil produksi padi (Y) sebesar

5,087 persen. Koefisien

regresi tenaga kerja sebesar 0,4833 dengan signifikansi 0,0000 berarti bahwa penggunaan faktor produksi tenaga kerja mempunyai pengaruh sangat nyata terhadap produksi padi di Kabupaten Parigi Moutong. Koefisien regresi modal sebesar 0,4488 dengan signifikan 0,0000 menunjukkan bahwa modal mempunyai pengaruh sangat nyata terhadap peningkat produksi padi, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi (Y) dianggap konstan. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar R 2 =

0.8704 menunjukkan bahwa 87,04 % variasi produksi padi ditentukan oleh penggunaan luas lahan, tenaga kerja dan jumlah modal yang digunakan. Untuk mengetahui signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan terhadap hasil produksi padi (Y) transmigrasi asal Bali, dilakukan uji-Fisher (uji-F) sebagai berikut: Tabel 6. 4. Hasil Analisis Varians Sources Regression Residual Total Sum of Squares 12.4182 1.8489 14.2670 df 3 69 72 Mean Square 4.1394 0.0268 F Sig.

154.4814 0.0000

Sumber: Lampiran 2.1

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

47

Hasil komputasi sebagaimana disajikan pada Tabel 6.4 memberikan nilai FHitung = 154,48 dengan signifikansi sebesar 0,0000. Ini berarti bahwa faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan berpengaruh sangat nyata terhadap hasil produksi padi (Y) transmigran asal Bali.

3. Hasil Pengujian fungsi Produksi Transmigran asal Jawa Menelusuri hubungan antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi padi masyarakat transmigran asal Jawa di Kabupaten Parigi Moutong dapat dilihat pada hasil komputasi berikut ini: Tabel 6.5.Hasil Komputasi Fungsi Produksi Padi Transmigran Asal Jawa
Variabel (Constant) Lahan TenagaKerja Modal Koefisien Regresi 73.2685 0.5445 0.2548 0.6585 Std. Error 1.2399 0.0645 0.0460 0.0875 Signifikansi 0.0009 0.0000 0.0000 0.0000 0.7127 0.5550 0.6715 0.5079 0.3080 0.4509 = 0.1194 1.3230 1.9179 2.0379 Koefisien Korelasi Koefisien Determinasi Collinearity Statistics (VIF)

R Squared = 0,8873 R = 0,9420 ; n = 73

Std. Error of the Estimate

Sumber: lampiran 3.1

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

48

Mencermati hasil komputasi dari Tabel 6.5 di atas dapat pula disajikan dalam bentuk fungsi produksi Cobb-Douglas sebagai berikut :

a. Model Fungsi Produksi:

∧ 0.5445 0.2548 0.6585 Y = 6,6085. 1031 X1 X2 X3 Uji student (uji-t), sebagai pengujian parsial, digunakan untuk

mengetahui hubungan parsial antara faktor produksi lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) terhadap hasil produksi. Dari perhitungan diketahui

koefesien regresi faktor produksi luas lahan (X1) sebesar 0,5445 dengan signifikansi 0,0000. Ini menunjukkan bahwa faktor produksi luas lahan (X 1) berpengaruh sangat nyata terhadap hasil produksi padi (Y). Sedang

Koefisien regresi faktor produksi tenaga kerja (X2) menunjukkan besaran 0,2548 pada tingkat signifikan 0,0000. Ini berarti bahwa penggunaan tenaga kerja berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan produksi. Sementara, koefisien regresi modal memperlihatkan besaran 0,6585 pada tingkat signifikansi 0,0000. Dengan kata lain bahwa pengaruh modal terhadap peningkatan produksi juga sangat nyata. Kesemuanya temuan ini berada dalam kerangka cateris paribus. Artinya, faktor-faktor lain yang

mempengaruhi hasil produksi padi (Y) dianggap konstan. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar R2 = menunjukkan bahwa variasi perubahan produksi padi 0,8873

masyarakat

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

49

transmigran asal Jawa 88,73 % ditentukan oleh penggunaan luas lahan, tenaga kerja dan modal. Untuk menguji signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan terhadap hasil produksi padi (Y) transmigrasi asal Jawa, dilakukan uji-Fisher (uji-F) sebagai berikut: Tabel 6.6 Sources Regressio n Residual Total Sum of Squares 20.0479 3.0683 23.1162 Hasil Analisis Varians df 3 142 145 Mean Square 6.6826 0.0216 F Sig.

309.2745 0.0000

Sumber: Lampiran 3.1

Berdasarkan hasil komputasi pengaruh faktor produksi lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan terhadap hasil produksi (Y), dilakukan uji-Fisher (uji-F). sebagaimana disajikan pada Tabel 6. 6. Pada tabel tersebut memperlihat nilai FHitung = 309,27 dengan signifikansi sebesar 0,0000. Ini berarti bahwa faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan berpengaruh sangat nyata terhadap hasil produksi padi (Y) di Kabupaten Parigi Moutong.

4. Hasil Pengujian Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usaha Tani

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

50

Untuk menguji hipotesis satu digunakan fungsi produksi Cobb-Douglas dilanjutkan dengan perhitungan efisiensi untuk mengetahui efisiensi teknik, efisiensi ekonomi dan efisiensi harga atau prontier production function (FPF). Fungsi produksi prontier adalah fungsi produksi yang digunakan untuk mengukur bagaimana fungsi produksi sebenarnya terhadap posisi prontiernya yang terletak pada garis isoquan. Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran 2.1 menunjukkan bahwa: Fungsi produksi usaha tani

masyarakat transmigran di Kabupaten Parigi Moutong mempunyai jumlah koefisien regresi sebesar 1,398 dalam keadaan increasing return to scale artinya proporsi peningkatan produksi usaha tani di Kabupaten Parigi Moutong masih lebih besar bila dibandingkan dengan proporsi penambahan faktor produksi dengan uji F (sig = 0,000) sangat nyata, jadi untuk pengembangan usaha tani masih memungkinkan di masa mendatang. Faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap peningkatan produksi adalah modal dengan koefisien (Beta = 0,4301) sig = 0,000 kemudian tenaga kerja dengan koefisien (Beta = 0,3701) sig = 0,000 diikuti luas lahan dengan koefisien (Beta = 0,3488) sig = 0,000 berarti sangat nyata dan signifikan (lampiran 1.1).

Fungsi produksi usaha tani masyarakat transmigran asal Bali, jumlah koefisien regresi 1,4408 menunjukkan berada dalam keadaan increasing return to scale, berarti usaha tani yang dikelola masih dapat dikembangkan.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

51

Penyelesaian “frontier regression” masyarakat transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong adalah sebagai berikut: Persamaan regresi dalam bentuk persamaan linier : Ln Y = ln 5,6959 + ln 0,5075 X1 + ln 0,3530 X2 + ln 0,5411 X3 Dikembalikan ke bentuk semula : 0,5075 0,3530 0,5411 Y = 297,6445 X1 X2 X3 Untuk menghitung biaya produksi: B = Sewa Lahan (LL)+ Gaji (HOK) + Bunga (Modal) Jenis biaya 1. Sewa lahan 2. Gaji 3. Bunga Biaya Total (B) b1 * B Luas Lahan (X1) = P1(b1+b2+b3) b2 * B Tenaga Kerja (X2) = P2(b1+b2+b3) b3 * B Modal (X3) = P3(b1+b2+b3) Konstanta = Anti ln a = 297,64 Persamaan Produksi Frontier : Y = 297,64 * LL ^ 0,508 * TK ^0,353 * Mdl^0,541 = 6.955.825 = 227 = 1,74 Biaya/unit Rp. 1500.000,Rp. 8.000,0,4 Rp. 3.000.000,Rp. 1.072.000,Rp. 3.138.400,Rp. 7.210.400,-

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

52

Dari hasil perhitungan efisiensi tehnik, efisiensi ekonomi dan efisiensi harga (lampiran 4.1) sebagai dasar perhitungan pada responden 5 untuk mencapai produksi maksimum petani harus mengolah lahan seluas 2,08 ha, tenaga kerja 271 Hok dan modal sejumlah Rp. 8.308.325,- baru dapat mencapai efisiensi teknik (ET= 0,92); efisiensi ekonomi (EE = 0,83 ), dan efisiensi harga (EH = 0,91). Responden 10 untuk mencapai produksi maksimum petani harus mengolah lahan seluas 2,17 ha, tenaga kerja 282 Hok dan modal Rp. 8.655.421,- dapat mencapai efisiensi teknik (ET=0,86) efisiensi ekonomi (EE=0,71) dan efisiensi Harga (EH=0,83). Responden 15 untuk mencapai produksi maksimum petani harus mengolah lahan seluas 2,39 ha, tenaga kerja 311 Hok dan modal sejumlah Rp. 9.545.061,- dapat mencapai efisiensi Teknik (ET=0,89), efisiensi ekonomi (EK=0,79) dan efisiensi harga (EH=0,89). Untuk efisiensi rata-rata yang dapat dicapai petani transmigran di Kabupaten Parigi Moutong adalah efisiensi teknik (ET) = 1,01 efisiensi ekonomi (EE) = 0,90 dan efisiensi harga (EH) = 0,86. Ternyata usaha tani transmigran di Kabupaten Parigi Moutong masih mempunyai peluang untuk meningkatkan efisiensi pengolahan usaha taninya dimasa mendatang. Untuk jelasnya dapat dicermati pada tabel berikut;

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

53

Tabel 6.7 Hasil Perhitungan Efisiensi Rata-Rata Masyarakat Transmigran di Kabupaten Parigi Moutong Uraian Masyarakat Transmigran Bali Efisiensi KeteraRata-rata ngan 0.98 Belum efisien 0,92 Belum efisien 0,94 Belum efisien Jawa Efisiensi Keterarata-rata ngan 1,01 Efisien 0,88 0,87 Belum efisien Belum efisien Bali - Jawa Efisiensi KeteraRata-rata ngan 1,01 Efisien 0,90 0,86 Belum efisien Belum efisien

Efisiensi Tehnik Efisiensi Ekonomi Efisiensi Harga

Hasil perhitungan lampiran 4.1 Menelusuri hasil komputasi mengenai efisiensi pengolahan lahan usahatani di Kabupaten Parigi Moutong ternyata tingkat efisiensi masyarakat transmigran asal Bali lebih tinggi dibanding dengan efisiensi yang dicapai transmigran asal Jawa, hal ini disebabkan karena pengelolaan lahan atau cara bercocok tanam transmigran asal Bali masih lebih banyak mengikuti budaya asal (30,1%) sedangkan transmigran asal Jawa lebih banyak meninggalkan budaya asal dalam bercocok tanam dan lebih mengandalkan kemampuan dan petunjuk pertanian. Secara statistik dengan hasil uji beda menunjukkan bahwa budaya bercocok tanam kedua kelompok transmigran berbeda nyata. (Lampiran 12.1)

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

54

3. Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usaha Tani Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa dalam melakukan

pembahasan digunakan 3 (tiga) metode analisis efisiensi, yakni: 1) efisiensi teknik; 2) efisiensi ekonomi, dan 3) efisiensi harga. Ketiga pendekatan ini diibaratkan sebagai pisau untuk membedah tingkat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi usaha tani transmigran. Pembahasan akan dimulai dari tinjauan mengenai keadaan sumber daya dan tingkat produksi usaha tani di Kabupaten Parigi Moutong, disusul dengan pembahasan mengenai efisiensi teknik, efisiensi ekonomi dan efisiensi harga.

a. Produksi Padi Usaha Tani Transmigran di Kabupaten Parigi Moutong

Hasil komputasi pengaruh faktor produksi luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) terhadap hasil produksi padi (Y) menghasilkan nilai koefisien determinasi R2 = 0,8673. Berarti bahwa faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, dan modal secara simultan dapat menjelaskan 86,73 persen variasi perubahan tinggi rendahnya hasil produksi padi di kabupaten Parigi Moutong, selebihnya 13,27% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak tercakup dalam model fungsi produksi yang digunakan.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

55

Untuk menguji signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, dan modal secara simultan terhadap hasil produksi, dilakukan uji-F. Hasil nilai FHitung = 309,27 dengan signifikansi = 0,0000. Berarti bahwa faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, dan modal secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi padi di Kabupaten Parigi Moutong. Untuk mengetahui signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan , tenaga kerja, dan modal terhadap hasil produksi secara parsial, dilakukan uji parsial dengan menggunakan uji Student (uji-t). Pengaruh luas lahan terhadap hasil produksi. Hasil analisis fungsi produksi sebesar 0,5051 dengan signifikansi = 0,0000. menunjukkan bahwa faktor produksi luas lahan berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil

produksi padi. Koefisien regresi tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi luas lahan sebesar 10 persen, akan

meningkatkan hasil produksi padi sebesar 5,051 persen; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi lahan sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksi padi sebesar 5,051 persen; pada taraf

signifikansi = 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi (Y) dianggap konstan. Koefisien determinasi (ry1.232) sebesar 0,4172, menjelaskan bahwa kontribusi faktor produksi luas lahan (X1) terhadap variasi tinggi rendahnya hasil produksi padi sebesar 41,72 %, selebihnya (58,28 %) ditentukan oleh variabel lainnya.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

56

Pengaruh tenaga kerja (X2) terhadap hasil produksi padi sebesar 0,3536 dengan signifikansi = 0,0000. Ini menunjukkan bahwa faktor produksi tenaga kerja (X2) berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil produksi padi (Y). Koefisien regresi tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan

penggunaan faktor produksi tenaga kerja (X2) sebesar 10 persen akan meningkatkan hasil produksi padi (Y) sebesar 3,536 persen; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi tenaga kerja (X 2) sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksi (Y) sebesar 3,536 persen; pada taraf signifikansi = 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang

mempengaruhi hasil produksi padi (Y) dianggap konstan. Koefisien determinasi (ry2.132) sebesar 0,3907, mengindikasikan

bahwa kontribusi faktor produksi tenaga kerja (X2) terhadap variasi tinggi rendahnya hasil produksi padi sebesar 39,07 persen, selebihnya 60,93 persen ditentukan oleh variabel lain. Penggunaan modal (X3) terhadap hasil produksi padi sebesar 0,5390 dengan signifikansi = 0,0000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi modal (X3) berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil produksi padi (Y).

Koefisien regresi tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi modal (X3) 10 persen, akan meningkatkan hasil produksi padi (Y) sebesar 5,390 persen; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi penggunaan modal (X3) sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksi padi (Y) sebesar 5,390 persen; pada taraf signifikansi = 0,0000,

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

57

dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi (Y) dianggap konstan. Koefisien determinasi (ry3.122) sebesar 0,4422, mengindikasikan

bahwa kontribusi faktor produksi penggunaan modal (X3) terhadap variasi tinggi rendahnya hasil produksi sebesar 44,22 persen, selebihnya 55,78 persen ditentukan oleh variabel lain. Untuk mengetahui tingkat perkembangan produksi padi usaha tani transmigran di Kabupaten Parigi Moutong, maka perlu dilihat jumlah koefisien regresi dari semua faktor produksi yang ikut dalam proses prosduksi. Koefisien regresi (b1+ b2 + b3 = 0,5051 + 0,3536 + 0,5390) = 1,3977 dinyatakan dalam keadaan increasing return to scale yang berarti bahwa proporsi peningkatan produksi padi di Kabupaten Parigi Moutong lebih besar dari pada proporsi penambahan faktor produksi. Bila penambahan faktor produksi sebesar 10 persen, akan menyebabkan peningkatan produksi padi di Kabupaten Parigi Moutong sebesar 13,977 persen. Faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap peningkatan produksi adalah modal dengan koefisien (Beta = 0,430) sig = 0,000 kemudian tenaga kerja dengan koefisien (Beta = 0,370) sig = 0,000 diikuti luas lahan dengan koefisien (Beta = 0,349) sig = 0,000 berarti sangat signifikan. Hal ini didukung oleh hasil uji beda dari cara bercocok tanam masyarakat transmigran asal Bali dan Jawa sangat signifikan berarti cara bercocok tanam transmigran asal Bali didominasi oleh petunjuk cara bercocok tanam yang baik (61,6%), diikuti petani berdasarkan budaya

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

58

mereka (30,15%) dan berdasarkan kemampuannya (8,1%). Sedangkan transmigran asal Jawa didominasi cara bercocok tanam berdasarkan kemampuan petani (46,6%), diikuti berdasarkan petunjuk dari pertanian (43,8%) dan sesuai budaya mereka dari Jawa (9,6%) lampiran 10. b. Produksi Padi Usaha Tani Transmigran asal Bali Hasil produksi padi transmigran asal Bali di Kabupaten parigi Moutong rata-rata 7,015 ton/ha Untuk mengetahui tingkat perkembangan usaha tani transmigran asal Bali, maka perlu dilihat jumlah koefisien regresi (b1+b2 + b3 = 0,5087 + 0,4833 + 0,4488) = 1,4408 dinyatakan dalam “increasing return to scale“, yang berarti bahwa penambahan faktor produksi akan menghasilkan tambahan produksi yang porsinya sedikit lebih besar. Bila penambahan faktor produksi 10 persen, akan menyebabkan pertambahan produksi rata-rata sekitar 14, 4 persen. Hasil komputasi pengaruh faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, dan modal terhadap hasil produksi padi menghasilkan nilai koefisien determinasi R2 = 0,8704. Ini berarti bahwa faktor-faktor produksi lahan (X1), tenaga kerja (X2), dan modal (X3) secara simultan dapat menjelaskan 87,04 persen variasi tinggi rendahnya hasil produksi padi (Y) transmigran asal Bali, selebihnya (12,96 persen) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak tercakup dalam model fungsi produksi yang digunakan. Hasil analisis menunjukkan nilai FHitung = 154,48 dengan signifikansi sebesar = 0,0000. Ini berarti bahwa faktor produksi luas lahan , tenaga kerja,

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

59

dan modal secara simultan berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil produksi padi. Untuk mengetahui pengaruh faktor produksi lahan, tenaga kerja, dan modal terhadap hasil produksi secara parsial, dilakukan uji parsial dengan menggunakan uji Student (uji-t). Pengaruh luas lahan terhadap hasil

produksi padi memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi luas lahan sebesar 0,5087 dengan signifikansi = 0,0000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi luas lahan berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil produksi padi. Koefisien regresi tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi lahan sebesar 10 persen, akan meningkatkan hasil produksi padi sebesar 5,08 persen; sebaliknya, setiap penurunan sebesar 10 persen, akan

penggunaan faktor produksi luas lahan

menurunkan hasil produksi padi sebesar 5,08 persen; pada taraf signifikansi 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi dianggap konstan. Pengaruh tenaga kerja terhadap hasil produksi memperlihatkan

koefesien regresi faktor produksi tenaga kerja sebesar 0,4833 dengan signifikansi 0,000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi. Koefisien regresi tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi tenaga kerja 10 persen, akan meningkatkan hasil produksi padi sebesar 4,83 persen

sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi tenaga kerja sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksi sebesar 4,83 persen;

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

60

pada taraf signifikansi 0,000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi dianggap konstan. Pengaruh modal terhadap hasil produksi memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi modal sebesar 0,4488 dengan signifikansi 0,00. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi modal berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi padi. Koefisien regresi tersebut menunjukan bahwa setiap

kenaikan penggunaan faktor produksi modal 10 %, akan meningkatkan hasil produksi padi sebesar 4,48 %; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi modal sebesar 10 %, akan menurunkan hasil produksi padi sebesar 4,48%; pada taraf signifikansi 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi dianggap konstan.

c. Produksi Padi Usaha Tani Transmigrasi asal Jawa Hasil produksi padi transmigran asal Jawa di Kabupaten Parigi Moutong rata-rata 6.535 ton/ha Untuk mengetahui tingkat perkembangan usaha tani transmigran asal Jawa, maka perlu dilihat jumlah koefisien regresi (b1+b2 + b3 = 0,5445 + 0,2548 + 0,6548) = 1,4541 dinyatakan dalam “increasing return to scale“, yang berarti bahwa penambahan faktor produksi akan menghasilkan tambahan produksi yang porsinya sedikit lebih besar. Bila penambahan faktor produksi 10 persen, akan menyebabkan pertambahan produksi rata-rata sekitar 14,54 persen. Hasil komputasi menunjukkan pengaruh faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, dan modal terhadap hasil produksi padi menghasilkan nilai

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

61

koefisien determinasi R2 = 0,8873. Ini berarti bahwa faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, dan modal secara simultan dapat mejelaskan 88,73% variasi tinggi rendahnya hasil produksi padi transmigran asal jawa, selebihnya 11,27% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak tercakup dalam model fungsi produksi yang digunakan. Untuk menguji signifikansi pengaruh faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, dan modal secara simultan terhadap hasil produksi padi, dilakukan ujiFisher (uji-F). dengan nilai FHitung = 181,14 signifikansi sebesar 0,0000. Ini berarti bahwa faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, dan modal secara simultan berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil produksi padi transmigrasi asal jawa. Untuk mengetahui pengaruh faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, dan modal terhadap hasil produksi secara parsial, dilakukan uji parsial

dengan menggunakan uji Student (uji-t). Pengaruh luas lahan terhadap hasil produksi padi memperlihatkan koefesien regresi faktor produksi luas lahan sebesar 0,5445 dengan signifikansi = 0,000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi luas lahan berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi padi. Koefisien regresi

tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi lahan sebesar 10 persen akan meningkatkan hasil produksi padi sebesar 5,445 persen sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi luas lahan sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksi padi sebesar

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

62

5,445 persen pada taraf signifikansi = 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi dianggap konstan. Pengaruh tenaga kerja terhadap hasil produksi menunjukkan

koefesien regresi sebesar 0,2548 dengan signifikansi = 0,0000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi tenaga kerja (X2) berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil produksi padi. Koefisien regresi tersebut

menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi tenaga kerja (X2) 10 persen, akan meningkatkan hasil produksi padi (Y) sebesar 2,54 persen; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi tenaga kerja sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksi padi sebesar 2,54 persen; pada taraf signifikansi = 0,0000, dengan asumsi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi dianggap konstan. Pengaruh modal terhadap hasil produksi padi menunjukkan koefesien regresi faktor produksi penggunaan modal sebesar 0,6585 dengan signifikansi = 0,0000. Ini menjelaskan bahwa faktor produksi berpengaruh sangat signifikan terhadap hasil modal

produksi padi. Koefisien

regresi tersebut menunjukan bahwa setiap kenaikan penggunaan faktor produksi modal (X3) 10 persen, akan meningkatkan hasil produksi padi sebesar 6,58 persen; sebaliknya, setiap penurunan penggunaan faktor produksi modal sebesar 10 persen, akan menurunkan hasil produksi padi sebesar 6,58 persen; pada taraf signifikansi = 0,0000, dengan asumsi faktorfaktor lain yang mempengaruhi hasil produksi padi dianggap konstan.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

63

d. Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usaha Tani Untuk menguji hipotesis satu digunakan perhitungan efisiensi pe-

manfaatan sumber daya usahatani dengan menggunakan analisis dari fungsi produksi Cobb-Douglas. Untuk mengetahui efisiensi teknik, efisiensi ekonomi dan efisiensi harga dipergunakan prontier production function (FPF).

Sebagaimana yang telah dikemukakan pada sub-bab terdahulu bahwa untuk mengukur efisiensi digunakan tiga pendekatan yakni pendekatan efisiensi teknik, efisiensi ekonomi, dan efisiensi harga. Ternyata setelah dilakukan perhitungan ternyata di Kabupaten Parigi Moutong, ada perbedaan antara masyarakat transmigran asal Bali dan transmigran asal Jawa dipandang dari ketiga pendekatan di atas. Berdasarkan pendekatan efisiensi teknik, secara empirik ternyata,

komunitas yang berasal dari Jawa lebih efisien dibanding dengan yang berasal dari Bali sebagaimana yang ditunjukkan oleh angka rata-rata efisiensi, yang mana masyarakat transmigran Bali sebesar 0,98 (belum efisien) dan transmigran asal Jawa memperlihatkan angka rata-rata 1,01. Sebagaimana yang telah dikemukan bahwa efisiensi teknik adalah suatu pendekatan yang menghubungkan antara produksi yang sebenarnya dengan produksi maksimum. Ini berarti bahwa pada masyarakat Bali masih mengalami apa yang disebut under-capasity, karena secara teknik ia masih melakukan kegiatan produksi yang belum mencapai titik maksimum. Sementara masyarakat asal Jawa telah lebih efisien secara teknik. Artinya,

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

64

mereka telah menutupi kesenjangan yang terjadi, secara teknik, antara produksi yang sebenarnya dengan produksi maksimum. Tetapi namun demikian, peluang untuk meningkatkan produksi bagi masyarakat Bali masih dapat dilakukan bila penggunaan kapasitas produksi ditingkatkan. Sedang dengan menggunakan pendekatan efisiensi ekonomi dan efisiensi harga, kedua transmigran (Bali dan Jawa) sama-sama belum efisien. Kedua komunitas mendapatan angka: Bali senilai 0,92 (untuk efisiensi ekonomi) dan 0,94 (untuk efisiensi harga) sedang Jawa mendapatkan nilai 0,88 (untuk efisiensi ekonomi) dan 0,87 (untuk efisiensi harga). Jadi ditinjau dari efisiensi ekonomi, Ini berarti bahwa keduanya (transmigran Bali dan Jawa) masih mengalami kesenjangan antara keuntungan yang mereka peroleh saat ini dengan keuntungan maksimum yang bisa dia peroleh. Demikian pula dengan efisiensi harga, ternyata masih ada jurang antara keuntungan optimal dengan alokasi penggunaan sumberdaya. Bila dikaitkan dengan pengolahan lahan usahatani di Kabupaten Parigi Moutong ternyata tingkat efisiensi masyarakat transmigran asal Bali lebih tinggi dibanding dengan efisiensi yang dicapai transmigran asal Jawa, hal ini disebabkan karena pengelolaan lahan atau cara bercocok tanam transmigran asal Bali masih lebih banyak mengikuti budaya asal (30,1%) sedangkan transmigran asal Jawa lebih banyak meninggalkan budaya asal dalam bercocok tanam dan lebih mengandalkan kemampuan dan petunjuk pertanian. Secara statistik dengan hasil uji beda menunjukkan bahwa budaya

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

65

bercocok tanam kedua kelompok transmigran berbeda nyata. (Lampiran 12.1) Pengolahan lahan yang diperoleh dari pemerintah telah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga hasil yang diperoleh dapat mencukupi kebutuhan masyarakat transmigran di kabupaten Parigi Moutong, bahkan dapat dijual di Kabupaten Lainnya seperti di Palu. Bila diperbandingkan dengan temuan Madukallang Fattah (1999; 117) bahwa Desa Maranata yang menjadi obyek penelitian memperoleh Efisiensi Teknik = 0,64; Efisiensi Ekonomi (EE) = 0,44 dan Efisiensi Harga (EH) = 0,63. dan salah satu faktor produksi tidak signifikan yaitu faktor produksi tenaga kerja, yang menyebabkan di dalam perhitungan produksi frontier faktor tenaga kerja tidak dilibatkan, maka dapat dikatakan bahwa tingkat efisiensi masyarakat transmigran lebih tinggi daripada masyarakat pedesaan di Kabupaten Donggala di Sulawesi Tengah.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

66

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Dengan mengacu pada paparan seperti yang telah diuraikan pada bab-bab terdahulu, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Motivasi afiliasi transmigran asal Bali diterapkan dalam budaya bercocok tanam sistim Subak Abian, jika dikaitkan dengan koefisien regresi tenaga kerja, ternyata transmigran asal Bali dengan koefisien 48,33 % lebih tinggi daripada koefisien regresi transmigran asal Jawa (25,48 %). Konsekuensi dari keofisien regresi tersebut adalah apabila ada penambahan tenaga kerja 10 % menyebabkan produksi meningkat lebih tinggi transmigran asal Bali (4,83 %) daripada Jawa (2,55%). 2. Berdasarkan pendekatan efisiensi teknik, secara empirik ternyata,

kedua komunitas baik yang berasal dari Bali maupun Jawa belum efisien. Sebagaimana yang ditunjukkan oleh angka rata-rata efisiensi, masyarakat transmigran Bali sebesar 0,98 (belum efisien) dan transmigran asal Jawa memperlihatkan angka rata-rata 1,01 (tidak

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

67

efisien). Namun demikian, peluang untuk meningkatkan produksi baik bagi masyarakat Bali maupun Jawa masih dapat dilakukan bila penggunaan kapasitas produksi ditingkatkan. Sedang dengan

menggunakan pendekatan efisiensi ekonomi dan efisiensi harga, kedua transmigran (Bali dan Jawa) sama-sama belum efisien. Kedua komunitas mendapat angka: Bali senilai 0,92 (untuk efisiensi ekonomi) dan 0,94 (untuk efisiensi harga) sedang Jawa mendapatkan nilai 0,88 (untuk efisiensi ekonomi) dan 0,87 (untuk efisiensi harga). B. Saran

Dengan mencermati kesimpulan seperti yang tersari di atas, maka penting dikemukakan beberapa saran sebagai berikut : 1. Bagi Transmigrasi asal Bali dan Jawa masih mempunyai peluang

untuk mmeningkatkan efisiensi teknik, efisiensi ekonomi dan efisiensi harga melalui penggunaan faktor-faktor produksi secara optimal yang dibarengi dengan bimbingan berusaha tani. 2.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

68

DAFTAR PUSTAKA Adiningsih, Sri. 1999. Ekonomi Mikro. Penerbit BPFE Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Anonim, 1991. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Transmigrasi. Penerbit Departemen Transmigrasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Transmigrasi Jakarta. ..........., 1996. Strategi Pembinaan Usaha Ekonomi Daerah Transmigrasi Melalui Kerja sama Dunia Usaha Dalam Rangka Peningktan Kesejahteraan Transmigran. Penerbit Departemen Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan Jakarta. .........., 1996. Pembangunan Keluarga Sejahtera Dalam Rangka Peningkatan Penanggulangan Kemiskinan, Kantor Menteri Negara Kependudukan/Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, Jakarta. Arief, Sritua, 1996. Teori Ekonomi Mikro dan Makro Lanjutan. Penerbit PT. Raja Grafindo Persada Jakarta. Banoewidjojo, Moeljadi. 1983. Pembangunan Pertanian. Penerbit Usaha Nasional Surabaya. Basri, Hasan. 1999. Pembangunan Ekonomi Rakyat di Pedesaan Sebagai Strategi Penanggulangan Kemiskinan. Penerbit Bina Rena Pariwara.Jakarta.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

69

Beattie, Bruce R. & Robert Taylor. 1996. Ekonomi Produksi (Terjemaha). Penerbit Gajah Mada University Press. Yogyakarta BPS. 2000. Sulawesi Tengah Dalam Angka.Badan Pusat Statistik Propinsi Sulawesi Tengan. ...........2002. Sulawesi Tengah Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Propinsi Sulawesi Tengah. ...........2004, Sulawesi Tengah Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Propinsi Sulawesi Tengah. ...........2002. Kabupaten Parigi Moutong Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Propinsi Sulawesi Tengah. .......,2004. Kabupaten Parigi Moutong Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Propinsi Sulawesi Tengah. ........2004 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Kota Menurut lapangan Usaha di Sulawesi tengah. Badan Pusat Statistik Propinsi Sulawesi Tengah. Deliarnov,1997. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Edisi Revisi. Penerbit Raja Grapindo Persada.Jakarta. Departemen Transmigrasi dan PPH. 1997. Proyek Dukungan Teknis Perencanaan Pemukiman dan Prasarana Transmigrasi Pusat. Laporan akhir. PT. Saran Widya Sempurna. Jakarta. Engel, James F. Blackwell Roger D. Miniard Paul W. 1994. Perilaku Konsumen jilid I (Terjemahan). Penerbit Binarupa Aksara Jakarta. Deaton, A. J. Muellbaner. 1984. Economics and Consumer Behaviour. Cambridge University Press, London.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

70

Nurland, F., 1993. Alokasi Waktu dan Pengeluaran Rumah Tangga Etnit Bugis, Makassar dan Mandar dalam Masyarakat Nelayan di Sulawesi Selatan. Disertasi Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanuddin Ujung Pandang. Fattah, M.. 1999. Perilaku Ekonomi Masyarakat Pedesaan Studi kasus Dua Tipe Desa Masyarakat Suku Tolare Di Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Disertasi S3 pada Fakultas Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar. Fatmawati, 1998. Perilaku Petani dalam pemanfaatan Lahan Sawah, Suatu analisis Antropologis di Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang. Universitas Hasanuddin, Tesis tidak dipublikasikan. Ferdinand, Augusty, 2002. Structural Equation Modeling Dalam Penelitian Manajemen :Aplikasi Model-Model Rumit Dalam Penelitian Untuk Tesis Magister & Disertasi Doktor, BP UNDIP Semarang. Gujarati, Damodar. 1993. Ekonometrika Dasar. Penerbit Erlangga. Jakarta. Gujarati, Damodar N. 2003. Basic Econometrics. Four edition Penerbit Mc Graw Hill New York. Hamid, Edy Suandi. 2003. Asumsi Homo Ekonomikus dan Manusia Rasional Dipertanyakan Sumber utama tulisan ini dari “Biviourist at the gates” dalam the Economict. Penerbit Pusat Studi ekonomi Pancasila Universitas Gajah mada. Hanson.A.J. 1981. Transmigrasi dan Pengembangan Wilayah Marginal.Yayasan Obor Indonesia. Gramedia Jakarta. Hair, J.F. Anderson, R. E. Tatham, R. L. And Black W. C. 1992. Multivariate Data Analisys. New York: McMillan Publishing Company. Hartono, Jogiyanto. 1999. Teori Ekonomi Mikro Analisis Matematis. Penerbit Andi Yogyakarta.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

71

Hayami, Yujiro dan Kikuchi Masao, 1987. Dilema Ekonomi Desa Suatu Pendekatan Ekonomi Terhadap Perbahan Kelembagaan di Asia. Penerbit Yayasan Obor Indonesia Jakarta. Jogianto, Hartono. 1999. Teori Ekonomi Mikro, Analisis Matematis. Edisi pertama Yogyakarta. Kasryno. Faisal. 1984. Prospek Pembanguna Ekonomi Pedesaan Indonesia. Penerbit Yayasan Obor Indonesia Jakarta. Kerlinger, Fred N. 2000. Asas-Asas Penelitian Behavioral. Gajah Mada University Press. Yogyakarta. Koentjaraningrat, 1991. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. _____________, 2002. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Komite Penanggulangan Kemiskinan. 2002. Pedoman Komite Penanggulangan Kemiskinan. Sekretariat Komite penanggulangan Kemiskinan Jakarta. Koutsoyiannis, A. 1979. Modern Microeconomics second edition. Macmillan Education ltd, Printed in Hongkong. Levang, Patrice. 2003. Ayo Ketanah Sabrang Transmigrasi di Indonesia (Terjemahan). Penerbit Gramedia Jakarta. Mankiw, N. Gregory.2000. Principles of economics (terjemahan). Penerbit Erlangga. Meier, Gerald M. 1976. Leading Issues in Economic Development third edition. Penerbit On Ford University Press. New York.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

72

Nangoi, Ronald, 1993. Transmigrasi Indusri Dimensi baru Berpotensi. PT. Rajgrafindo Persada. Jakarta. Pressman, Steven. 2000. Lima Puluh Pemikir Ekonomi Dunia. Penerbit Raja grapindo Persada. Jakarta. Pusat Pembinaan Sumberdaya Manusia. 1980. Pemantapan Usaha Pembangunan di Daerah Transmigrasi. Penerbit YTKI friedrich Eberto Stiftung. Jakarta Selatan Saleh, Chaerul. 1984. Pola Pengeluaran Rumah Tangga dan Penguasaan Modal bukan Tanah, hal. 357-376. Dalam Kasryno F. ed. ”Prospek Pembangunan Ekonomi Pedesaan Indonesia”. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta. Saleh, A. Karim. 1982. Peranan Transmigrasi dalam Pembangunan Kabupaten Luwu Propinsi Sulawesi Selatan (Studi kasus penggunaan model input-output). Disertasi S3 pada Fakultas Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor. Sajogyo, 1982. Bunga Rampai Perekonomian Desa. Penerbit Yayasan Obor Indonesia dan Institut Pertanian Bogor. Saragih, Bungaran. 2001. Suara Dari Bogor Membangun Sistim Agribisnis. Penerbit Pustaka Wirausaha Muda (Edisi kedua). Schumacher, E.F. 1979. Kecil Itu Indah Ilmu ekonomi yang mementingkan rakyat kecil. Penerbit LP3ES. Jakarta. Scott, James C. 1989. Moral Ekonomi Petani (Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara). Penerbit LP3ES. S, Mulyadi. 2003. Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif Pembangunan. Penerbit PT. Raja Grapindo Persada. Jakarta.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

73

............... 2001. Statistik Teori dan Aplikasi jilid 2 edisi keenam. Penerbit. Erlangga Jakarta. Soekartawi. 1994. Teori Ekonomi Produksi Dengan Pokok Bahasan Analisis Fungsi Cobb-Douglas. Penerbit Rajagrapindo Persada Jakarta. Soekartawi, A.Soeharjo, John L. Dillon, J. Brian Hardaker, 1986. Ilmu Usahatani dan Penelitian Untuk Pengembangan Petani Kecil. Penerbit. Universitas Indonesia. …………1995. Analisis Usaha Tani. Penerbit Universitas Indonesia UI Press Jakarta. ………..1987. Perinsip Dasar Ekonomi Pertanian Teori dan Aplikasinya. Edisi Pertama. Penerbit CV. Rajawali. Jakarta. Sumodiningrat, Gunawan. 2000. Pembangunan Ekonomi Melalui Pengembangan Pertanian, Penerbit PT. Bina Rena pariwara. Jakarta. ……….. 2001 Menuju Swasembada Pangan Revolusi Hijau II Introduksi Manajemen dalam Pertanian. Penerbit RBI Jakarta. Suparmoko, M. 1996. Metode Penelitian Praktis Edisi ke-3. Penerbit BPFE Universitas Gajah mada Yogyakarta. Supranto, J. 1984. Ekonometrik buku dua. Penerbit Lembaga penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta. Swasono, Sri-Edi, Dan Singarimbun Masri, 1985, Sepuluh Windu Transmigrasi di Indonesia. Penerbit Universitas Indonesia. Syafar, Abdul Wahid, 1995. Studi Empirik Faktor-Faktor Kultural Dalam Gaya Kepemimpinan Dikalangan Ponggawa-Sawi Bugis Makassar, Disertasi Doktor Institut Teknologi Bandung.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

74

............................., 2001. Kepemimpinan Teori, Gaya dan Analisis Perspektif Budaya. Universitas Tadulako Press. Palu. Tjiptoherianto, Prijono. 1997. Prospek Perekonomian Indonesia Dalam Rangka Globalisasi. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta. Weiner, Myron. 1980. Modernisasi dinamika Pertumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yudohusodo, Siswono. 1998. Transmigrasi Kebutuhan Negara Kepulauan Berpenduduk Heterogen Dengan Persebaran Yang Timpang. Penerbit Aksara Grafika Jakarta.
Lampiran 1. Data Produksi Padi Transmigrasi Bali-Jawa

Y 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 13,900,000 14,650,000 6,750,000 16,886,000 15,843,750 15,800,000 16,860,000 27,600,000 11,420,000 15,625,000 24,650,000 12,700,000 17,382,500 13,475,000 18,675,000 13,680,000 11,800,000 7,800,000 25,150,000 15,340,000 4,800,000 8,800,000 18,000,000

X1 2.00 2.00 1.25 2.40 2.00 2.25 2.25 5.00 2.00 2.25 2.45 2.25 2.25 2.50 2.50 2.00 2.00 1.63 5.00 2.25 1.25 2.00 2.50

X2 134 164 95 261 257 250 284 200 146 249 293 108 291 113 276 121 148 84 225 223 86 92 227

X3 7,846,000 8,908,500 6,277,500 8,884,000 8,891,000 8,209,000 8,209,000 9,938,000 6,296,500 9,013,000 8,152,500 7,455,500 8,734,500 6,494,500 9,841,000 6,702,500 6,296,500 3,952,000 9,929,000 8,977,500 3,884,500 5,229,000 8,209,000

ln Y 16.45 16.50 15.73 16.64 16.58 16.58 16.64 17.13 16.25 16.56 17.02 16.36 16.67 16.42 16.74 16.43 16.28 15.87 17.04 16.55 15.38 15.99 16.71

ln X1 lnX2 0.69 0.69 0.22 0.88 0.69 0.81 0.81 1.61 0.69 0.81 0.90 0.81 0.81 0.92 0.92 0.69 0.69 0.49 1.61 0.81 0.22 0.69 0.92 4.90 5.10 4.55 5.56 5.55 5.52 5.65 5.30 4.98 5.52 5.68 4.68 5.67 4.73 5.62 4.80 5.00 4.43 5.42 5.41 4.45 4.52 5.42

ln X3 15.88 16.00 15.65 16.00 16.00 15.92 15.92 16.11 15.66 16.01 15.91 15.82 15.98 15.69 16.10 15.72 15.66 15.19 16.11 16.01 15.17 15.47 15.92

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

75

24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63

14,237,500 14,490,000 15,440,000 22,780,000 10,200,000 9,040,000 9,950,000 8,000,000 21,175,000 12,200,000 14,850,000 15,585,000 14,900,000 10,000,000 16,031,250 17,111,000 9,100,000 17,062,500 13,725,000 23,900,000 14,615,000 20,317,500 18,517,500 19,250,000 20,175,000 34,400,000 17,515,000 12,300,000 17,580,000 15,000,000 9,800,000 20,400,000 16,531,250 17,350,000 16,480,000 15,450,000 13,565,000 14,950,000 13,740,000 11,950,000

2.50 2.25 2.50 3.00 2.00 2.95 2.00 2.00 3.00 2.00 2.00 2.50 3.00 1.75 2.00 2.40 1.75 2.25 2.00 3.00 2.50 2.50 2.70 4.25 2.50 3.00 2.50 2.00 2.50 4.25 2.25 2.00 2.25 3.25 2.25 2.50 2.00 2.50 2.00 2.00

81 8,413,000 16.47 119 7,472,000 16.49 210 8,837,500 16.55 307 10,096,000 16.94 117 6,443,500 16.14 102 3,262,000 16.02 113 5,982,000 16.11 97 6,362,500 15.89 297 9,249,000 16.87 143 6,604,000 16.32 131 8,547,500 16.51 223 8,494,500 16.56 104 6,955,000 16.52 140 6,492,000 16.12 271 9,350,000 16.59 266 8,180,500 16.66 140 6,080,500 16.02 277 8,127,000 16.65 117 8,254,500 16.43 320 9,117,000 16.99 115 6,897,500 16.50 296 8,471,000 16.83 217 6,771,000 16.73 150 8,664,500 16.77 296 9,856,000 16.82 325 12,405,000 17.35 256 8,597,000 16.68 120 7,405,500 16.33 235 8,365,500 16.68 175 8,180,500 16.52 103 5,237,000 16.10 294 8,894,000 16.83 287 8,221,000 16.62 267 8,240,500 16.67 266 9,883,500 16.62 217 8,035,500 16.55 112 8,030,000 16.42 130 8,630,500 16.52 126 8,098,500 16.44 128 6,815,500 16.30

0.92 0.81 0.92 1.10 0.69 1.08 0.69 0.69 1.10 0.69 0.69 0.92 1.10 0.56 0.69 0.88 0.56 0.81 0.69 1.10 0.92 0.92 0.99 1.45 0.92 1.10 0.92 0.69 0.92 1.45 0.81 0.69 0.81 1.18 0.81 0.92 0.69 0.92 0.69 0.69

4.39 4.78 5.35 5.73 4.76 4.62 4.73 4.57 5.69 4.96 4.88 5.41 4.64 4.94 5.60 5.58 4.94 5.62 4.76 5.77 4.74 5.69 5.38 5.01 5.69 5.78 5.55 4.79 5.46 5.16 4.63 5.68 5.66 5.59 5.58 5.38 4.72 4.87 4.84 4.85

15.95 15.83 15.99 16.13 15.68 15.00 15.60 15.67 16.04 15.70 15.96 15.95 15.75 15.69 16.05 15.92 15.62 15.91 15.93 16.03 15.75 15.95 15.73 15.97 16.10 16.33 15.97 15.82 15.94 15.92 15.47 16.00 15.92 15.92 16.11 15.90 15.90 15.97 15.91 15.73

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

76

64 65 66 67 68 69 70 71 72 73

12,400,000 18,112,500 20,500,000 32,400,000 16,450,000 17,368,000 11,000,000 18,975,000 11,400,000 28,900,000

2.00 2.50 3.00 3.00 2.25 2.45 2.00 2.50 2.00 4.00

160 6,767,500 16.33 268 8,334,000 16.71 248 9,650,500 16.84 272 11,955,000 17.29 238 8,082,500 16.62 290 6,702,500 16.67 136 6,199,500 16.21 121 8,666,000 16.76 131 8,424,000 16.25 300 9,064,000 17.18

0.69 0.92 1.10 1.10 0.81 0.90 0.69 0.92 0.69 1.39

5.08 5.59 5.51 5.61 5.47 5.67 4.91 4.80 4.88 5.70

15.73 15.94 16.08 16.30 15.91 15.72 15.64 15.97 15.95 16.02

74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97

15,820,000 14,400,000 27,200,000 27,787,500 15,900,000 10,150,000 18,700,000 14,500,000 12,800,000 11,825,000 30,400,000 7,400,000 11,900,000 13,250,000 18,150,000 21,200,000 24,750,000 16,580,000 4,400,000 28,050,000 12,400,000 12,580,000 16,400,000 11,800,000

2.00 2.75 4.00 4.50 2.00 2.00 2.25 2.00 1.63 2.00 5.00 1.25 2.00 2.00 2.75 3.60 4.00 2.50 0.75 1.75 2.23 2.50 2.00 2.00

225 146 310 227 172 103 128 187 131 116 240 60 132 121 106 325 220 126 172 272 113 106 150 186

9,832,000 8,866,000 12,883,500 10,664,500 8,824,500 4,636,500 11,073,000 8,941,500 5,035,500 8,322,000 12,180,500 3,552,000 6,204,000 8,863,000 9,815,500 9,821,000 10,838,000 9,954,500 3,862,000 14,955,000 7,530,000 8,887,500 10,298,500 6,008,000

16.58 16.48 17.12 17.14 16.58 16.13 16.74 16.49 16.36 16.29 17.23 15.82 16.29 16.40 16.71 16.87 17.02 16.62 15.30 17.15 16.33 16.35 16.61 16.28

0.69 1.01 1.39 1.50 0.69 0.69 0.81 0.69 0.49 0.69 1.61 0.22 0.69 0.69 1.01 1.28 1.39 0.92 -0.29 0.56 0.80 0.92 0.69 0.69

5.42 4.98 5.74 5.42 5.15 4.63 4.85 5.23 4.88 4.75 5.48 4.09 4.88 4.80 4.66 5.78 5.39 4.84 5.15 5.61 4.73 4.66 5.01 5.23

16.10 16.00 16.37 16.18 15.99 15.35 16.22 16.01 15.43 15.93 16.32 15.08 15.64 16.00 16.10 16.10 16.20 16.11 15.17 16.52 15.83 16.00 16.15 15.61

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

77

98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138

14,250,000 14,840,000 3,400,000 10,400,000 26,400,000 9,600,000 20,000,000 11,400,000 25,800,000 11,800,000 15,200,000 13,750,000 12,400,000 7,400,000 33,000,000 9,300,000 28,600,000 11,400,000 32,725,000 9,000,000 10,000,000 9,000,000 12,000,000 12,400,000 15,500,000 10,000,000 8,640,000 10,400,000 19,000,000 11,400,000 12,800,000 13,700,000 11,000,000 16,400,000 24,500,000 10,400,000 27,500,000 12,800,000 13,450,000 16,750,000 8,000,000

2.00 2.25 1.25 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 1.25 2.00 1.75 2.00 2.00 2.95 4.00 2.00 2.50 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.50 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.50 3.00 3.00 2.25 3.25 2.00 3.00 2.50 2.00

160 131 64 113 320 136 244 104 300 139 240 130 121 96 300 75 204 164 246 107 120 110 106 140 123 112 98 132 280 166 140 103 112 140 232 89 224 140 98 150 98

8,508,500 8,864,500 5,816,000 4,829,000 10,199,500 4,106,500 8,494,000 7,524,000 13,462,000 5,005,500 10,406,500 8,732,000 7,284,000 4,818,000 15,096,000 4,243,500 13,750,000 5,896,500 16,254,500 5,231,000 7,141,500 3,763,500 8,359,000 6,705,000 10,157,500 6,864,000 5,877,500 4,326,500 9,905,000 5,258,500 6,711,000 8,019,500 4,111,500 7,142,000 13,520,000 4,737,000 14,362,000 6,711,000 8,405,000 9,209,000 5,328,000

16.47 16.51 15.04 16.16 17.09 16.08 16.81 16.25 17.07 16.28 16.54 16.44 16.33 15.82 17.31 16.05 17.17 16.25 17.30 16.01 16.12 16.01 16.30 16.33 16.56 16.12 15.97 16.16 16.76 16.25 16.36 16.43 16.21 16.61 17.01 16.16 17.13 16.36 16.41 16.63 15.89

0.69 0.81 0.22 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.22 0.69 0.56 0.69 0.69 1.08 1.39 0.69 0.92 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.92 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.92 1.10 1.10 0.81 1.18 0.69 1.10 0.92 0.69

5.08 4.88 4.16 4.73 5.77 4.91 5.50 4.64 5.70 4.93 5.48 4.87 4.80 4.56 5.70 4.32 5.32 5.10 5.51 4.67 4.79 4.70 4.66 4.94 4.81 4.72 4.58 4.88 5.63 5.11 4.94 4.63 4.72 4.94 5.45 4.49 5.41 4.94 4.58 5.01 4.58

15.96 16.00 15.58 15.39 16.14 15.23 15.95 15.83 16.42 15.43 16.16 15.98 15.80 15.39 16.53 15.26 16.44 15.59 16.60 15.47 15.78 15.14 15.94 15.72 16.13 15.74 15.59 15.28 16.11 15.48 15.72 15.90 15.23 15.78 16.42 15.37 16.48 15.72 15.94 16.04 15.49

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

78

139 140 141 142 143 144 145 146

26,400,000 10,400,000 14,200,000 29,500,000 13,150,000 21,700,000 9,800,000 14,920,000

3.50 2.00 2.50 2.50 1.75 3.00 2.00 2.50

178 122 116 330 199 184 138 119

8,492,000 4,577,500 8,080,500 9,125,500 8,916,500 12,846,000 5,535,000 15,982,000

17.09 16.16 16.47 17.20 16.39 16.89 16.10 16.52

1.25 0.69 0.92 0.92 0.56 1.10 0.69 0.92

5.18 4.80 4.75 5.80 5.29 5.21 4.93 4.78

15.95 15.34 15.90 16.03 16.00 16.37 15.53 16.59

Lampiran 1.1 Regression : Fungsi Produksi Bali-Jawa

Descriptive Statistics Mean Produksi Lahan Tenaga Kerja Modal 16.4999 0.8277 5.0938 15.8640 Std. Deviation 0.3993 0.2757 0.4179 0.3186 N 146 146 146 146

Descriptive Statistics Mean Produksi Lahan TenagaKerja Modal 16.4999 0.8277 5.0938 15.8640 Std. Deviation 0.3993 0.2757 0.4179 0.3186 N 146 146 146 146

Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Variables Method Entered Removed Modal, Lahan, . Enter TenagaKerja(a) aAll requested variables entered. bDependent Variable: Produksi

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

79

Model Summary(b) Model 1 Adjusted R Std. Error of the Square Estimate 0.9313 0.8673 0.8645 0.1470 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja bDependent Variable: Produksi R R Square DurbinWatson 2.0816

ANOVA(b) Model 1Regression Residual Sum of Squares 20.0479 3.0683 Df 3 142 Mean Square F Sig.

6.6826 309.27450.0000 0.0216

Total 23.1162 145 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja bDependent Variable: Produksi Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients B 1 (Constant) 5.7304 Lahan 0.5051 Tenaga Kerja 0.3536 Modal 0.5390 aDependent Variable: Produksi Coefficients(a) Correlations Zero-order 0.6791 0.7585 0.8131 Partial 0.6459 0.6250 0.6650 Part 0.3083 0.2917 0.3244 Collinearity Statistics Tolerance 0.7813 0.6212 0.5689 VIF 1.2800 1.6097 1.7577 Std. Error 0.7085 0.0501 0.0371 0.0508 Standardized Coefficients Beta 8.08790.0000 0.3488 10.08310.0000 0.3701 9.54130.0000 0.4301 10.60970.0000 t Sig.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

80

Collinearity Diagnostics(a) Condition Variance Model Dimension Eigenvalue Index Proportions (Constant) Lahan 1 1 3.9254 1.0000 2 0.0708 7.4457 3 0.0036 32.8968 4 0.0001 174.3880 aDependent Variable: Produksi Casewise Diagnostics(a) Case Number 100 A Dependent Variable: Produksi Std. Residual -4.5557 Produksi 15.04 0.0000 0.0004 0.0173 0.9822 Tenaga Kerja 0.0048 0.0003 0.8276 0.0032 0.0650 0.7799 0.1027 0.2167 Modal 0.0000 0.0003 0.0062 0.9935

Residuals Statistics(a) MinimumMaximum Predicted Value Residual Std. Predicted Value Std. Residual 15.4154 17.2852 -0.6697 -2.9164 -4.5557 0.4046 2.1119 2.7523 Mean 16.4999 0.0000 0.0000 0.0000 Std. Deviation 0.3718 0.1455 1.0000 0.9896 N 146 146 146 146

aDependent Variable: Produksi Regression : Heteroskedastisitas Kelompok I

Variables Entered/Removed(b) Model Variables Entered Variables Method Removed

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

81

1

Modal, Lahan, . Enter TenagaKerja(a) aAll requested variables entered. bDependent Variable: Produksi Model Summary

Model 1

Std. Error of the Estimate 0.8638 0.7462 0.7351 0.1418 Predictors: (Constant), Modal, Lahan, a TenagaKerja R R Square Adjusted R Square

ANOVA(b) Model 1 Sum of Mean Df F Sig. Squares Square Regression 4.0757 3 1.3586 67.6081 0.0000 Residual 1.3865 69 0.0201 Total 5.4622 72 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja bDependent Variable: Produksi Coefficients(a) Model 1 Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. ErrorBeta (Constant) 7.5432 1.0156 Lahan 0.7311 0.0855 0.5424 TenagaKerja 0.4096 0.0773 0.3418 Modal 0.3958 0.0700 0.3792 aDependent Variable: Produksi t 7.4275 8.5468 5.2967 5.6537 Sig. 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

Regression : Heteroskedastisitas Kelompok II

Variables Entered/Removed(b)

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

82

Model 1

Variables Entered

Variables Removed

Method Enter

Modal, TenagaKerja, . Lahan(a) aAll requested variables entered. bDependent Variable: Produksi

Model Summary Adjusted R Model R R Square Std. Error of the Estimate Square 1 0.8246 0.6799 0.6660 0.1420 aPredictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, Lahan ANOVA(b) Model 1 Sum of Mean Df F Sig. Squares Square Regression 2.9546 3 0.9849 48.8572 0.0000 Residual 1.3909 69 0.0202 Total 4.3455 72 aPredictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, Lahan bDependent Variable: Produksi Coefficients(a) Model 1 Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. ErrorBeta (Constant) 4.1408 1.3670 Lahan 0.3811 0.0625 0.4172 TenagaKerja 0.3199 0.0538 0.4065 Modal 0.6568 0.0847 0.5317 aDependent Variable: Produksi Koefisien Std. Regresi Error 5.7304 0.5051 0.3536 0.5390 0.7085 0.0501 0.0371 0.0508 Signifikansi 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 t 3.0291 6.0958 5.9459 7.7531 Sig. 0.0034 0.0000 0.0000 0.0000

Variabel (Constant) Lahan TenagaKerja Modal

Collinearity Koefisien Koefisien Statistics Korelasi Determinasi (VIF) 0.6459 0.6250 0.6650 0.4172 0.3907 0.4422 1.2800 1.6097 1.7577

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

83

R Squared = 0.8673 R = 0.9313

Std. Error of the Estimate=0.1470

lampiran 2. Data Produksi Padi Transmigrasi asal Bali

Y 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 15,820,000 14,400,000 27,200,000 27,787,500 15,900,000 10,150,000 18,700,000 14,500,000 12,800,000 11,825,000 30,400,000 7,400,000 11,900,000 13,250,000 18,150,000 21,200,000 24,750,000 16,580,000 4,400,000 28,050,000 12,400,000 12,580,000 16,400,000 11,800,000 14,250,000 14,840,000 3,400,000 10,400,000 26,400,000 9,600,000

X1 2.00 2.75 4.00 4.50 2.00 2.00 2.25 2.00 1.63 2.00 5.00 1.25 2.00 2.00 2.75 3.60 4.00 2.50 0.75 1.75 2.23 2.50 2.00 2.00 2.00 2.25 1.25 2.00 2.00 2.00

X2 225 146 310 227 172 103 128 187 131 116 240 60 132 121 106 325 220 126 172 272 113 106 150 186 160 131 64 113 320 136

X3 9,832,000 8,866,000 12,883,500 10,664,500 8,824,500 4,636,500 11,073,000 8,941,500 5,035,500 8,322,000 12,180,500 3,552,000 6,204,000 8,863,000 9,815,500 9,821,000 10,838,000 9,954,500 3,862,000 14,955,000 7,530,000 8,887,500 10,298,500 6,008,000 8,508,500 8,864,500 5,816,000 4,829,000 10,199,500 4,106,500

ln Y 16.58 16.48 17.12 17.14 16.58 16.13 16.74 16.49 16.36 16.29 17.23 15.82 16.29 16.40 16.71 16.87 17.02 16.62 15.30 17.15 16.33 16.35 16.61 16.28 16.47 16.51 15.04 16.16 17.09 16.08

ln X1 0.69 1.01 1.39 1.50 0.69 0.69 0.81 0.69 0.49 0.69 1.61 0.22 0.69 0.69 1.01 1.28 1.39 0.92 -0.29 0.56 0.80 0.92 0.69 0.69 0.69 0.81 0.22 0.69 0.69 0.69

lnX2 5.42 4.98 5.74 5.42 5.15 4.63 4.85 5.23 4.88 4.75 5.48 4.09 4.88 4.80 4.66 5.78 5.39 4.84 5.15 5.61 4.73 4.66 5.01 5.23 5.08 4.88 4.16 4.73 5.77 4.91

ln X3 16.10 16.00 16.37 16.18 15.99 15.35 16.22 16.01 15.43 15.93 16.32 15.08 15.64 16.00 16.10 16.10 16.20 16.11 15.17 16.52 15.83 16.00 16.15 15.61 15.96 16.00 15.58 15.39 16.14 15.23

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

84

31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70

20,000,000 11,400,000 25,800,000 11,800,000 15,200,000 13,750,000 12,400,000 7,400,000 33,000,000 9,300,000 28,600,000 11,400,000 32,725,000 9,000,000 10,000,000 9,000,000 12,000,000 12,400,000 15,500,000 10,000,000 8,640,000 10,400,000 19,000,000 11,400,000 12,800,000 13,700,000 11,000,000 16,400,000 24,500,000 10,400,000 27,500,000 12,800,000 13,450,000 16,750,000 8,000,000 26,400,000 10,400,000 14,200,000 29,500,000 13,150,000

2.00 2.00 2.00 2.00 1.25 2.00 1.75 2.00 2.00 2.95 4.00 2.00 2.50 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.50 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.50 3.00 3.00 2.25 3.25 2.00 3.00 2.50 2.00 3.50 2.00 2.50 2.50 1.75

244 104 300 139 240 130 121 96 300 75 204 164 246 107 120 110 106 140 123 112 98 132 280 166 140 103 112 140 232 89 224 140 98 150 98 178 122 116 330 199

8,494,000 7,524,000 13,462,000 5,005,500 10,406,500 8,732,000 7,284,000 4,818,000 15,096,000 4,243,500 13,750,000 5,896,500 16,254,500 5,231,000 7,141,500 3,763,500 8,359,000 6,705,000 10,157,500 6,864,000 5,877,500 4,326,500 9,905,000 5,258,500 6,711,000 8,019,500 4,111,500 7,142,000 13,520,000 4,737,000 14,362,000 6,711,000 8,405,000 9,209,000 5,328,000 8,492,000 4,577,500 8,080,500 9,125,500 8,916,500

16.81 16.25 17.07 16.28 16.54 16.44 16.33 15.82 17.31 16.05 17.17 16.25 17.30 16.01 16.12 16.01 16.30 16.33 16.56 16.12 15.97 16.16 16.76 16.25 16.36 16.43 16.21 16.61 17.01 16.16 17.13 16.36 16.41 16.63 15.89 17.09 16.16 16.47 17.20 16.39

0.69 0.69 0.69 0.69 0.22 0.69 0.56 0.69 0.69 1.08 1.39 0.69 0.92 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.92 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.92 1.10 1.10 0.81 1.18 0.69 1.10 0.92 0.69 1.25 0.69 0.92 0.92 0.56

5.50 4.64 5.70 4.93 5.48 4.87 4.80 4.56 5.70 4.32 5.32 5.10 5.51 4.67 4.79 4.70 4.66 4.94 4.81 4.72 4.58 4.88 5.63 5.11 4.94 4.63 4.72 4.94 5.45 4.49 5.41 4.94 4.58 5.01 4.58 5.18 4.80 4.75 5.80 5.29

15.95 15.83 16.42 15.43 16.16 15.98 15.80 15.39 16.53 15.26 16.44 15.59 16.60 15.47 15.78 15.14 15.94 15.72 16.13 15.74 15.59 15.28 16.11 15.48 15.72 15.90 15.23 15.78 16.42 15.37 16.48 15.72 15.94 16.04 15.49 15.95 15.34 15.90 16.03 16.00

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

85

71 72 73 Min Max Rata

21,700,000 3.00 9,800,000 2.00 14,920,000 2.50 3,400,000 1 33,000,000 5 15,681,062 2

184 138 119 60 330 161

12,846,000 5,535,000 15,982,000 3,552,000 16,254,500 8,363,548

16.89 16.10 16.52 15 17 16

1.10 0.69 0.92 0 2 1

5.21 16.37 4.93 15.53 4.78 16.59 4 15 6 17 5 16

Lampiran 2.1. Hasil Perhitungan Fungsi Produksi Transmigrasi asal Bali

Regression: Fungsi Produksi - Bali

Descriptive Statistics Mean Produksi Lahan TenagaKerja Modal 16.4722 0.7955 5.0033 15.8667 Std. Deviation 0.4451 0.2967 0.3942 0.3894 Correlations Produksi Pearson Correlation Produksi Lahan Tenaga Kerja Modal Sig. (1-tailed) Produksi Lahan Tenaga Kerja N Modal Produksi Lahan . 0.0000. 0.0000 0.0000 73 73 0.0065. 0.0000 73 73 0.0000. 73 73 1.0000 0.6432 0.7737 0.8182 Lahan 0.6432 1.0000 0.2896 0.4593 0.0000 Tenaga Kerja 0.7737 0.2896 1.0000 0.6307 0.0000 0.0065 Modal 0.8182 0.4593 0.6307 1.0000 0.0000 0.0000 0.0000 73 73 N 73 73 73 73

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

86

Tenaga Kerja Modal

73 73

73 73

73 73

73 73

Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Entered Variables Removed Method Enter

Modal, Lahan, Tenaga . Kerja(a) aAll requested variables entered. bDependent Variable: Produksi Model Summary(b)

Model 1

R

R Adjusted R Std. Error of the Square Square Estimate

DurbinWatson

0.9330 0.8704 0.8648 0.1637 2.2345 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, Tenaga Kerja bDependent Variable: Produksi
b ANOVA

Model 1

Regression Residual Total

Sum of Squares 12.418 1.849 14.267

df 3 69 72

Mean Square 4.139 .027

F 154.481

Sig. .000a

a. Predictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja b. Dependent Variable: Produksi

Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

87

B 1 (Constant) 6.5280 Lahan 0.5087 Tenaga Kerja 0.4833 Modal 0.4488 aDependent Variable: Produksi

Std. Error 0.9188 0.0732 0.0631 0.0688

Beta 0.3390 0.4279 0.3926 7.1050 6.9484 7.6625 6.5243 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

Coefficients(a) Correlations Zero-order 0.6432 0.7737 0.8182 Partial 0.6416 0.6780 0.6177 Part 0.3011 0.3321 0.2827 Collinearity Statistics Tolerance 0.7891 0.6022 0.5186 VIF 1.2673 1.6607 1.9281

Collinearity Diagnostics(a) ModelDimensionEigenvalue Condition Variance Index Proportions (Constant) Lahan TenagaKerja Modal 1 1 3.9088 1.0000 2 0.0877 6.6778 3 0.0033 34.2367 4 0.0002 146.8852 aDependent Variable: Produksi Casewise Diagnostics(a) Case Number 27 Std. Residual -3.6851 Produksi 15.04 0.00000.0058 0.00050.8252 0.03210.0289 0.96740.1401 0.0002 0.0000 0.0027 0.0003 0.7342 0.0078 0.2629 0.9919

aDependent Variable: Produksi

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

88

Residuals Statistics(a) Minimum Maximum Predicted Value Residual Std. Predicted Value Std. Residual 15.3850 17.3565 -0.6032 -2.6179 -3.6851 0.4350 2.1294 2.6576 Mean 16.4722 0.0000 0.0000 0.0000 Std. Deviation 0.4153 0.1602 1.0000 0.9789 N 73 73 73 73

aDependent Variable: Produksi Regression: Heteroskedastisitas Kelompok I

Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Entered Modal, Lahan, TenagaKerja(a) . Variables Removed Method Enter

aAll requested variables entered. bDependent Variable: Produksi Model Summary Model Adjusted R Std. Error of Square the Estimate 1 0.8234 0.6780 0.6478 0.1690 aPredictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, Lahan R R Square ANOVA(b) Model 1 Regression Sum of Squares 1.9235 df 3 Mean Square F Sig.

0.6412 22.4565 0.0000

Residual 0.9136 32 0.0286 Total 2.8371 35 a Predictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, Lahan

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

89

bDependent Variable: Produksi Coefficients(a) Model 1 (Constant) Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. Error Beta 9.6556 1.7235 Lahan 0.7672 0.1313 TenagaKerja 0.4669 0.1139 Modal 0.2405 0.1157 aDependent Variable: Produksi Regression: Heteroskedastisitas Kelompok II t Sig.

5.6022 0.0000 0.6080 5.8451 0.0000 0.4262 4.0985 0.0003 0.2221 2.0793 0.0457

Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Entered Variables Removed Method Enter

Modal, TenagaKerja, . Lahan(a) aAll requested variables entered. bDependent Variable: Produksi Model Summary

Model 1

Adjusted R Std. Error of the Square Estimate 0.8893 0.7908 0.7712 0.1399 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja R R Square ANOVA(b)

Model 1 Regression Residual Total

Sum of Squares 2.3674 0.6263 2.9937

df

Mean Square 3 0.7891 32 0.0196 35

F

Sig.

40.3236 0.0000

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

90

aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja bDependent Variable: Produksi Coefficients(a) Unstandardized Standardized Model Coefficients Coefficients B Std. Error Beta 1 (Constant) 6.6936 1.8132 Lahan 0.3415 0.0792 0.3545 TenagaKerja 0.4515 0.0724 0.5532 Modal 0.4598 0.1200 0.3429 aDependent Variable: Produksi Koefisien Regresi 6.5280 0.5087 0.4833 0.4488 = 0.8704

t 3.6915 4.3135 6.2373 3.8315

Sig. 0.0008 0.0001 0.0000 0.0006

Variabel (Constant) Lahan Tenaga Kerja Modal R Squared R = 0.9330

Collinearity Std. Signifi- Koefisien Koefisien Statistics Error kansi Korelasi Determinasi (VIF) 0.91880.0000 0.07320.0000 0.06310.0000 0.06880.0000 0.6416 0.6780 0.6177 0.4117 0.4597 0.3815 1.2673 1.6607 1.9281

Std. Error of the Estimate = 0.1637

Lampiran 3.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

91

Data Produksi Padi Transmigrasi asal Jawa

Y 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 13,900,000 14,650,000 6,750,000 16,886,000 15,843,750 15,800,000 16,860,000 27,600,000 11,420,000 15,625,000 24,650,000 12,700,000 17,382,500 13,475,000 18,675,000 13,680,000 11,800,000 7,800,000 25,150,000 15,340,000 4,800,000 8,800,000 18,000,000 14,237,500 14,490,000 15,440,000 22,780,000 10,200,000 9,040,000 9,950,000 8,000,000 21,175,000 12,200,000 14,850,000 15,585,000 14,900,000 10,000,000

X1 2.00 2.00 1.25 2.40 2.00 2.25 2.25 5.00 2.00 2.25 2.45 2.25 2.25 2.50 2.50 2.00 2.00 1.63 5.00 2.25 1.25 2.00 2.50 2.50 2.25 2.50 3.00 2.00 2.95 2.00 2.00 3.00 2.00 2.00 2.50 3.00 1.75

X2

X3

ln Y

ln X1 0.69 0.69 0.22 0.88 0.69 0.81 0.81 1.61 0.69 0.81 0.90 0.81 0.81 0.92 0.92 0.69 0.69 0.49 1.61 0.81 0.22 0.69 0.92 0.92 0.81 0.92 1.10 0.69 1.08 0.69 0.69 1.10 0.69 0.69 0.92 1.10 0.56

lnX2 4.90 5.10 4.55 5.56 5.55 5.52 5.65 5.30 4.98 5.52 5.68 4.68 5.67 4.73 5.62 4.80 5.00 4.43 5.42 5.41 4.45 4.52 5.42 4.39 4.78 5.35 5.73 4.76 4.62 4.73 4.57 5.69 4.96 4.88 5.41 4.64 4.94

ln X3 15.88 16.00 15.65 16.00 16.00 15.92 15.92 16.11 15.66 16.01 15.91 15.82 15.98 15.69 16.10 15.72 15.66 15.19 16.11 16.01 15.17 15.47 15.92 15.95 15.83 15.99 16.13 15.68 15.00 15.60 15.67 16.04 15.70 15.96 15.95 15.75 15.69

134 7,846,000 16.45 164 8,908,500 16.50 95 6,277,500 15.73 261 8,884,000 16.64 257 8,891,000 16.58 250 8,209,000 16.58 284 8,209,000 16.64 200 9,938,000 17.13 146 6,296,500 16.25 249 9,013,000 16.56 293 8,152,500 17.02 108 7,455,500 16.36 291 8,734,500 16.67 113 6,494,500 16.42 276 9,841,000 16.74 121 6,702,500 16.43 148 6,296,500 16.28 84 3,952,000 15.87 225 9,929,000 17.04 223 8,977,500 16.55 86 3,884,500 15.38 92 5,229,000 15.99 227 8,209,000 16.71 81 8,413,000 16.47 119 7,472,000 16.49 210 8,837,500 16.55 307 10,096,000 16.94 117 6,443,500 16.14 102 3,262,000 16.02 113 5,982,000 16.11 97 6,362,500 15.89 297 9,249,000 16.87 143 6,604,000 16.32 131 8,547,500 16.51 223 8,494,500 16.56 104 6,955,000 16.52 140 6,492,000 16.12

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

92

38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 Min Max Rata

16,031,250 17,111,000 9,100,000 17,062,500 13,725,000 23,900,000 14,615,000 20,317,500 18,517,500 19,250,000 20,175,000 34,400,000 17,515,000 12,300,000 17,580,000 15,000,000 9,800,000 20,400,000 16,531,250 17,350,000 16,480,000 15,450,000 13,565,000 14,950,000 13,740,000 11,950,000 12,400,000 18,112,500 20,500,000 32,400,000 16,450,000 17,368,000 11,000,000 18,975,000 11,400,000 28,900,000 4,800,000 34,400,000 15,955,565

2.00 2.40 1.75 2.25 2.00 3.00 2.50 2.50 2.70 4.25 2.50 3.00 2.50 2.00 2.50 4.25 2.25 2.00 2.25 3.25 2.25 2.50 2.00 2.50 2.00 2.00 2.00 2.50 3.00 3.00 2.25 2.45 2.00 2.50 2.00 4.00 1.25 5.00 2.44

271 9,350,000 16.59 266 8,180,500 16.66 140 6,080,500 16.02 277 8,127,000 16.65 117 8,254,500 16.43 320 9,117,000 16.99 115 6,897,500 16.50 296 8,471,000 16.83 217 6,771,000 16.73 150 8,664,500 16.77 296 9,856,000 16.82 325 12,405,000 17.35 256 8,597,000 16.68 120 7,405,500 16.33 235 8,365,500 16.68 175 8,180,500 16.52 103 5,237,000 16.10 294 8,894,000 16.83 287 8,221,000 16.62 267 8,240,500 16.67 266 9,883,500 16.62 217 8,035,500 16.55 112 8,030,000 16.42 130 8,630,500 16.52 126 8,098,500 16.44 128 6,815,500 16.30 160 6,767,500 16.33 268 8,334,000 16.71 248 9,650,500 16.84 272 11,955,000 17.29 238 8,082,500 16.62 290 6,702,500 16.67 136 6,199,500 16.21 121 8,666,000 16.76 131 8,424,000 16.25 300 9,064,000 17.18 81 3,262,000 15.38 325 12,405,000 17.35 194 7,920,486 16.53

0.69 0.88 0.56 0.81 0.69 1.10 0.92 0.92 0.99 1.45 0.92 1.10 0.92 0.69 0.92 1.45 0.81 0.69 0.81 1.18 0.81 0.92 0.69 0.92 0.69 0.69 0.69 0.92 1.10 1.10 0.81 0.90 0.69 0.92 0.69 1.39 0.22 1.61 0.86

5.60 5.58 4.94 5.62 4.76 5.77 4.74 5.69 5.38 5.01 5.69 5.78 5.55 4.79 5.46 5.16 4.63 5.68 5.66 5.59 5.58 5.38 4.72 4.87 4.84 4.85 5.08 5.59 5.51 5.61 5.47 5.67 4.91 4.80 4.88 5.70 4.39 5.78 5.18

16.05 15.92 15.62 15.91 15.93 16.03 15.75 15.95 15.73 15.97 16.10 16.33 15.97 15.82 15.94 15.92 15.47 16.00 15.92 15.92 16.11 15.90 15.90 15.97 15.91 15.73 15.73 15.94 16.08 16.30 15.91 15.72 15.64 15.97 15.95 16.02 15.00 16.33 15.86

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

93

Lampiran 3.1. Hasil Perhitungan Regresi Produksi Padi Transmigrasi asal Jawa

Regression

: Fungsi Produksi - Jawa Descriptive Statistics Mean Std. Deviation 16.5275 0.8599 5.1842 15.8612 Correlations Produksi Lahan TenagaKerja Modal 0.7298 1.0000 0.4220 0.4759 0.0000 0.0001. 0.0000 73 73 73 73 0.0000. 73 73 73 73 0.7722 0.4220 1.0000 0.6830 0.0000 0.0001 0.8327 0.4759 0.6830 1.0000 0.0000 0.0000 0.0000 73 73 73 73 0.3484 0.2509 0.4239 0.2297 N 73 73 73 73

Produksi Lahan TenagaKerja Modal

Pearson Correlation

Produksi Lahan TenagaKerja

1.0000 0.7298 0.7722 0.8327 . 0.0000. 0.0000 0.0000 73 73 73 73

Modal Sig. (1-tailed) Produksi Lahan TenagaKerja N Modal Produksi Lahan TenagaKerja Modal

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

94

Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Entered Variables Method Removed Enter

Modal, Lahan, . TenagaKerja(a)

aAll requested variables entered. bDependent Variable: Produksi Model Summary(b) Model 1 Std. Error Durbinof the Watson Estimate 0.9420 0.8873 0.8824 0.1194 2.0968 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja bDependent Variable: Produksi R R Square Adjusted R Square ANOVA(b) Model 1 Regression Sum of Squares 7.7530 df 3 Mean Square F Sig. 0.0000

2.5843 181.1452

Residual 0.9844 69 0.0143 Total 8.7374 72 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja bDependent Variable: Produksi

ANOVA(b) Correlations Zero-order Partial Part Collinearity Statistics Tolerance VIF

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

95

0.7298 0.7722 0.8327

0.7127 0.3410 0.5550 0.2239 0.6715 0.3042

0.7559 0.5214 0.4907

1.3230 1.9179 2.0379

Collinearity Diagnostics(a) Model Dimension Eigenvalue Condition Variance Index Proportions (Constant) 1 1 3.9420 1.0000 2 0.0544 8.5131 3 0.0035 33.5564 4 0.0001 264.3194 aDependent Variable: Produksi Casewise Diagnostics(a) Case Number Std. Residual Produksi 53 -3.0257 16.52 a.Dependent Variable: Produksi 0.0000 0.0003 0.0071 0.9926 Lahan TenagaKerja Modal 0.0036 0.8078 0.1048 0.0838 0.0002 0.0028 0.6812 0.3158 0.0000 0.0002 0.0029 0.9969

Residuals Statistics(a) Minimum Maximum Predicted Value Residual Std. Predicted Value 15.5368 17.1599 -0.3614 -3.0191 0.3122 1.9271 Mean 16.5275 0.0000 0.0000 Std. Deviation 0.3281 0.1169 1.0000 N 73 73 73

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

96

Std. Residual

-3.0257 2.6135 0.0000 aDependent Variable: Produksi

0.9789

73

Regression

: Heteroskedastisitas Kelompok I

Variables Entered/Removed(b) Variables Entered Variables Method Removed

Model

1

Modal, Lahan, . TenagaKerja(a)

Enter

aAll requested variables entered. Dependent Variable: Produksi

Model Summary Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

0.9057 0.8203 0.8034 0.1176 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

97

ANOVA(b) Model 1 Regression Sum of Squares 2.0197 df 3 Mean Square 0.6732 F 48.6850 Sig. 0.0000

Residual 0.4425 32 0.0138 Total 2.4622 35 aPredictors: (Constant), Modal, Lahan, TenagaKerja bDependent Variable: Produksi

Coefficients(a) Model 1 (Constant) Lahan TenagaKerja Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. Error Beta 4.6155 1.3973 0.5579 0.0965 0.4562 0.1025 0.1030 0.0898 0.6081 t Sig.

3.3031 0.0024 5.7818 0.0000 0.9948 0.3273 6.7357 0.0000

Modal 0.6836 0.1015 aDependent Variable: Produksi : Heteroskedastisitas Kelompok II

Regression

Variables Entered/Removed(b) Model 1 Variables Entered Variables Method Removed

Modal, Tenaga . Enter Kerja, Lahan(a) aAll requested variables entered.

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

98

bDependent Variable: Produksi

Model Summary Model 1 R R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate

0.8217 0.6752 0.6448 0.1238 Predictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, a Lahan

ANOVA(b) Model 1 Regression Sum of Squares 1.0202 df 3 Mean Square 0.3401 F 22.1750 Sig. 0.0000

Residual 0.4907 32 0.0153 Total 1.5109 35 aPredictors: (Constant), Modal, TenagaKerja, Lahan bDependent Variable: Produksi

Coefficients(a) Model 1 (Constant) Lahan TenagaKerja Modal Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std. Error Beta 3.5678 2.8944 0.5218 0.1019 0.5787 0.2668 0.7018 0.1157 0.1901 0.2510 0.4089 t Sig.

1.2326 0.2267 5.1215 0.0000 2.3066 0.0277 3.6920 0.0008

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas

99

aDependent Variable: Produksi

Variabel (Constant) Lahan TenagaKerja Modal R Squared R = =

Koefisien Regresi 73.2685 0.5445 0.2548 0.6585 0.8873

Std. Error 1.2399 0.0645 0.0460 0.0875

Signifikansi 0.0009 0.0000 0.0000 0.0000

Collinearity Koefisien Koefisien Statistics Korelasi Determinasi (VIF) 0.7127 0.5550 0.6715 0.5079 0.3080 0.4509 1.3230 1.9179 2.0379 = 0.1194

0.9420

Std. Error of the Estimate

Coefficients(a) Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients (Constant) Lahan TenagaKerja B Std. Error 4.2941 1.2399 0.5445 0.0645 0.2548 0.0460 Beta 0.3922 0.3101 0.4342 3.4633 0.0009 8.4387 0.0000 5.5421 0.0000 7.5279 0.0000 t Sig.

1

Modal 0.6585 0.0875 aDependent Variable: Produksi

Lampiran 4 Data Produksi padi Transmigrasi di Kabupaten Parigi Moutong Y 1 2 3 4 5 6 7 8 13,900,000 14,650,000 6,750,000 16,886,000 15,843,750 15,800,000 16,860,000 27,600,000 X1 2.00 2.00 1.25 2.40 2.00 2.25 2.25 5.00 X2 134 164 95 261 257 250 284 200 X3 7,846,000 8,908,500 6,277,500 8,884,000 8,891,000 8,209,000 8,209,000 9,938,000 ln Y 16.45 16.50 15.73 16.64 16.58 16.58 16.64 17.13 ln X1 0.69 0.69 0.22 0.88 0.69 0.81 0.81 1.61 lnX2 ln X3 4.90 5.10 4.55 5.56 5.55 5.52 5.65 5.30 15.88 16.00 15.65 16.00 16.00 15.92 15.92 16.11

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 100

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48

11,420,000 15,625,000 24,650,000 12,700,000 17,382,500 13,475,000 18,675,000 13,680,000 11,800,000 7,800,000 25,150,000 15,340,000 4,800,000 8,800,000 18,000,000 14,237,500 14,490,000 15,440,000 22,780,000 10,200,000 9,040,000 9,950,000 8,000,000 21,175,000 12,200,000 14,850,000 15,585,000 14,900,000 10,000,000 16,031,250 17,111,000 9,100,000 17,062,500 13,725,000 23,900,000 14,615,000 20,317,500 18,517,500 19,250,000 20,175,000

2.00 2.25 2.45 2.25 2.25 2.50 2.50 2.00 2.00 1.63 5.00 2.25 1.25 2.00 2.50 2.50 2.25 2.50 3.00 2.00 2.95 2.00 2.00 3.00 2.00 2.00 2.50 3.00 1.75 2.00 2.40 1.75 2.25 2.00 3.00 2.50 2.50 2.70 4.25 2.50

146 6,296,500 16.25 249 9,013,000 16.56 293 8,152,500 17.02 108 7,455,500 16.36 291 8,734,500 16.67 113 6,494,500 16.42 276 9,841,000 16.74 121 6,702,500 16.43 148 6,296,500 16.28 84 3,952,000 15.87 225 9,929,000 17.04 223 8,977,500 16.55 86 3,884,500 15.38 92 5,229,000 15.99 227 8,209,000 16.71 81 8,413,000 16.47 119 7,472,000 16.49 210 8,837,500 16.55 307 10,096,000 16.94 117 6,443,500 16.14 102 3,262,000 16.02 113 5,982,000 16.11 97 6,362,500 15.89 297 9,249,000 16.87 143 6,604,000 16.32 131 8,547,500 16.51 223 8,494,500 16.56 104 6,955,000 16.52 140 6,492,000 16.12 271 9,350,000 16.59 266 8,180,500 16.66 140 6,080,500 16.02 277 8,127,000 16.65 117 8,254,500 16.43 320 9,117,000 16.99 115 6,897,500 16.50 296 8,471,000 16.83 217 6,771,000 16.73 150 8,664,500 16.77 296 9,856,000 16.82

0.69 0.81 0.90 0.81 0.81 0.92 0.92 0.69 0.69 0.49 1.61 0.81 0.22 0.69 0.92 0.92 0.81 0.92 1.10 0.69 1.08 0.69 0.69 1.10 0.69 0.69 0.92 1.10 0.56 0.69 0.88 0.56 0.81 0.69 1.10 0.92 0.92 0.99 1.45 0.92

4.98 5.52 5.68 4.68 5.67 4.73 5.62 4.80 5.00 4.43 5.42 5.41 4.45 4.52 5.42 4.39 4.78 5.35 5.73 4.76 4.62 4.73 4.57 5.69 4.96 4.88 5.41 4.64 4.94 5.60 5.58 4.94 5.62 4.76 5.77 4.74 5.69 5.38 5.01 5.69

15.66 16.01 15.91 15.82 15.98 15.69 16.10 15.72 15.66 15.19 16.11 16.01 15.17 15.47 15.92 15.95 15.83 15.99 16.13 15.68 15.00 15.60 15.67 16.04 15.70 15.96 15.95 15.75 15.69 16.05 15.92 15.62 15.91 15.93 16.03 15.75 15.95 15.73 15.97 16.10

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 101

49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88

34,400,000 17,515,000 12,300,000 17,580,000 15,000,000 9,800,000 20,400,000 16,531,250 17,350,000 16,480,000 15,450,000 13,565,000 14,950,000 13,740,000 11,950,000 12,400,000 18,112,500 20,500,000 32,400,000 16,450,000 17,368,000 11,000,000 18,975,000 11,400,000 28,900,000 15,820,000 14,400,000 27,200,000 27,787,500 15,900,000 10,150,000 18,700,000 14,500,000 12,800,000 11,825,000 30,400,000 7,400,000 11,900,000 13,250,000 18,150,000

3.00 2.50 2.00 2.50 4.25 2.25 2.00 2.25 3.25 2.25 2.50 2.00 2.50 2.00 2.00 2.00 2.50 3.00 3.00 2.25 2.45 2.00 2.50 2.00 4.00 2.00 2.75 4.00 4.50 2.00 2.00 2.25 2.00 1.63 2.00 5.00 1.25 2.00 2.00 2.75

325 256 120 235 175 103 294 287 267 266 217 112 130 126 128 160 268 248 272 238 290 136 121 131 300 225 146 310 227 172 103 128 187 131 116 240 60 132 121 106

12,405,000 8,597,000 7,405,500 8,365,500 8,180,500 5,237,000 8,894,000 8,221,000 8,240,500 9,883,500 8,035,500 8,030,000 8,630,500 8,098,500 6,815,500 6,767,500 8,334,000 9,650,500 11,955,000 8,082,500 6,702,500 6,199,500 8,666,000 8,424,000 9,064,000 9,832,000 8,866,000 12,883,500 10,664,500 8,824,500 4,636,500 11,073,000 8,941,500 5,035,500 8,322,000 12,180,500 3,552,000 6,204,000 8,863,000 9,815,500

17.35 16.68 16.33 16.68 16.52 16.10 16.83 16.62 16.67 16.62 16.55 16.42 16.52 16.44 16.30 16.33 16.71 16.84 17.29 16.62 16.67 16.21 16.76 16.25 17.18 16.58 16.48 17.12 17.14 16.58 16.13 16.74 16.49 16.36 16.29 17.23 15.82 16.29 16.40 16.71

1.10 0.92 0.69 0.92 1.45 0.81 0.69 0.81 1.18 0.81 0.92 0.69 0.92 0.69 0.69 0.69 0.92 1.10 1.10 0.81 0.90 0.69 0.92 0.69 1.39 0.69 1.01 1.39 1.50 0.69 0.69 0.81 0.69 0.49 0.69 1.61 0.22 0.69 0.69 1.01

5.78 5.55 4.79 5.46 5.16 4.63 5.68 5.66 5.59 5.58 5.38 4.72 4.87 4.84 4.85 5.08 5.59 5.51 5.61 5.47 5.67 4.91 4.80 4.88 5.70 5.42 4.98 5.74 5.42 5.15 4.63 4.85 5.23 4.88 4.75 5.48 4.09 4.88 4.80 4.66

16.33 15.97 15.82 15.94 15.92 15.47 16.00 15.92 15.92 16.11 15.90 15.90 15.97 15.91 15.73 15.73 15.94 16.08 16.30 15.91 15.72 15.64 15.97 15.95 16.02 16.10 16.00 16.37 16.18 15.99 15.35 16.22 16.01 15.43 15.93 16.32 15.08 15.64 16.00 16.10

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 102

89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129

21,200,000 24,750,000 16,580,000 4,400,000 28,050,000 12,400,000 12,580,000 16,400,000 11,800,000 14,250,000 14,840,000 3,400,000 10,400,000 26,400,000 9,600,000 20,000,000 11,400,000 25,800,000 11,800,000 15,200,000 13,750,000 12,400,000 7,400,000 33,000,000 9,300,000 28,600,000 11,400,000 32,725,000 9,000,000 10,000,000 9,000,000 12,000,000 12,400,000 15,500,000 10,000,000 8,640,000 10,400,000 19,000,000 11,400,000 12,800,000 13,700,000

3.60 4.00 2.50 0.75 1.75 2.23 2.50 2.00 2.00 2.00 2.25 1.25 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 1.25 2.00 1.75 2.00 2.00 2.95 4.00 2.00 2.50 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.50 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00

325 220 126 172 272 113 106 150 186 160 131 64 113 320 136 244 104 300 139 240 130 121 96 300 75 204 164 246 107 120 110 106 140 123 112 98 132 280 166 140 103

9,821,000 10,838,000 9,954,500 3,862,000 14,955,000 7,530,000 8,887,500 10,298,500 6,008,000 8,508,500 8,864,500 5,816,000 4,829,000 10,199,500 4,106,500 8,494,000 7,524,000 13,462,000 5,005,500 10,406,500 8,732,000 7,284,000 4,818,000 15,096,000 4,243,500 13,750,000 5,896,500 16,254,500 5,231,000 7,141,500 3,763,500 8,359,000 6,705,000 10,157,500 6,864,000 5,877,500 4,326,500 9,905,000 5,258,500 6,711,000 8,019,500

16.87 17.02 16.62 15.30 17.15 16.33 16.35 16.61 16.28 16.47 16.51 15.04 16.16 17.09 16.08 16.81 16.25 17.07 16.28 16.54 16.44 16.33 15.82 17.31 16.05 17.17 16.25 17.30 16.01 16.12 16.01 16.30 16.33 16.56 16.12 15.97 16.16 16.76 16.25 16.36 16.43

1.28 1.39 0.92 -0.29 0.56 0.80 0.92 0.69 0.69 0.69 0.81 0.22 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.22 0.69 0.56 0.69 0.69 1.08 1.39 0.69 0.92 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.92 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69 0.69

5.78 5.39 4.84 5.15 5.61 4.73 4.66 5.01 5.23 5.08 4.88 4.16 4.73 5.77 4.91 5.50 4.64 5.70 4.93 5.48 4.87 4.80 4.56 5.70 4.32 5.32 5.10 5.51 4.67 4.79 4.70 4.66 4.94 4.81 4.72 4.58 4.88 5.63 5.11 4.94 4.63

16.10 16.20 16.11 15.17 16.52 15.83 16.00 16.15 15.61 15.96 16.00 15.58 15.39 16.14 15.23 15.95 15.83 16.42 15.43 16.16 15.98 15.80 15.39 16.53 15.26 16.44 15.59 16.60 15.47 15.78 15.14 15.94 15.72 16.13 15.74 15.59 15.28 16.11 15.48 15.72 15.90

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 103

130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 Min Max Rata

11,000,000 16,400,000 24,500,000 10,400,000 27,500,000 12,800,000 13,450,000 16,750,000 8,000,000 26,400,000 10,400,000 14,200,000 29,500,000 13,150,000 21,700,000 9,800,000 14,920,000 3,400,000 34,400,000 15,818,313

2.50 3.00 3.00 2.25 3.25 2.00 3.00 2.50 2.00 3.50 2.00 2.50 2.50 1.75 3.00 2.00 2.50 0.75 5.00 2.38

112 140 232 89 224 140 98 150 98 178 122 116 330 199 184 138 119 60 330 178

4,111,500 7,142,000 13,520,000 4,737,000 14,362,000 6,711,000 8,405,000 9,209,000 5,328,000 8,492,000 4,577,500 8,080,500 9,125,500 8,916,500 12,846,000 5,535,000 15,982,000 3,262,000 16,254,500 8,142,017

16.21 16.61 17.01 16.16 17.13 16.36 16.41 16.63 15.89 17.09 16.16 16.47 17.20 16.39 16.89 16.10 16.52 15.04 17.35 16.50

0.92 1.10 1.10 0.81 1.18 0.69 1.10 0.92 0.69 1.25 0.69 0.92 0.92 0.56 1.10 0.69 0.92 -0.29 1.61 0.83

4.72 4.94 5.45 4.49 5.41 4.94 4.58 5.01 4.58 5.18 4.80 4.75 5.80 5.29 5.21 4.93 4.78 4.09 5.80 5.09

15.23 15.78 16.42 15.37 16.48 15.72 15.94 16.04 15.49 15.95 15.34 15.90 16.03 16.00 16.37 15.53 16.59 15.00 16.60 15.86

Lampiran 4.1 Produksi Frontier
No Y (Produksi Observasi) 1 13900000 2 14650000 3 6750000 4 16886000 5 15843750 6 15800000 7 16860000 8 27600000 9 11420000 10 15625000 11 24650000 12 12700000 13 17382500 14 13475000 15 18675000 Y (Produksi Frontier) 12,802,089 14,726,254 7,915,060 19,006,560 17,238,394 17,357,911 18,157,080 26,690,947 11,714,867 18,232,083 19,098,262 12,251,863 18,939,025 12,188,839 20,917,681 X1 1.74 1.90 1.24 2.23 2.08 2.09 2.16 3.16 1.62 2.17 2.24 1.74 2.22 1.75 2.39 X2 X3 227 6,955,825 248 7,597,346 162 4,964,312 291 8,915,310 271 8,308,325 273 8,352,893 281 8,615,290 412 12,613,558 210 6,450,518 282 8,655,421 292 8,952,354 227 6,966,243 289 8,872,091 228 6,995,763 311 9,545,061

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 104

16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63

13680000 11800000 7800000 25150000 15340000 4800000 8800000 18000000 14237500 14490000 15440000 22780000 10200000 9040000 9950000 8000000 21175000 12200000 14850000 15585000 14900000 10000000 16031250 17111000 9100000 17062500 13725000 23900000 14615000 20317500 18517500 19250000 20175000 34400000 17515000 12300000 17580000 15000000 9800000 20400000 16531250 17350000 16480000 15450000 13565000 14950000 13740000 11950000

11,340,324 11,771,266 6,751,880 27,810,446 17,498,559 5,894,180 9,000,978 17,698,912 12,466,141 12,693,782 17,920,331 24,158,342 10,970,152 8,810,187 10,409,233 10,197,675 22,772,084 11,933,212 13,302,395 17,916,517 13,475,907 10,965,493 18,049,092 18,299,082 10,583,823 17,900,338 12,543,174 23,198,523 12,670,593 19,770,472 16,321,916 20,615,122 21,458,356 27,554,539 18,933,408 11,934,055 18,100,621 21,101,474 9,952,881 18,079,910 18,238,963 21,459,074 19,616,591 17,219,505 12,168,392 14,936,741 12,743,414 11,672,812

1.61 1.62 1.13 3.21 2.11 0.99 1.41 2.14 1.88 1.77 2.17 2.66 1.57 1.58 1.52 1.53 2.55 1.64 1.80 2.16 1.96 1.53 2.15 2.17 1.49 2.14 1.75 2.59 1.79 2.30 2.05 2.67 2.43 2.91 2.23 1.67 2.17 2.67 1.52 2.15 2.16 2.49 2.28 2.10 1.72 1.99 1.75 1.63

209 211 148 418 275 130 183 279 244 230 282 346 205 206 198 199 333 214 235 281 255 200 280 283 194 278 228 337 234 299 267 347 317 380 291 218 283 348 198 280 282 324 298 274 224 259 228 212

6,414,246 6,465,953 4,531,936 12,803,024 8,441,066 3,971,449 5,621,847 8,537,150 7,489,107 7,057,503 8,648,475 10,606,224 6,283,433 6,314,689 6,074,481 6,097,826 10,202,210 6,546,023 7,203,365 8,616,448 7,827,521 6,117,892 8,593,488 8,682,433 5,959,103 8,529,625 6,982,257 10,328,778 7,166,706 9,170,760 8,194,491 10,650,986 9,705,200 11,636,131 8,910,679 6,677,800 8,659,280 10,657,160 6,071,587 8,595,031 8,643,073 9,943,287 9,122,526 8,393,025 6,857,040 7,951,195 6,991,518 6,511,873

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 105

64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111

12400000 18112500 20500000 32400000 16450000 17368000 11000000 18975000 11400000 28900000 15820000 14400000 27200000 27787500 15900000 10150000 18700000 14500000 12800000 11825000 30400000 7400000 11900000 13250000 18150000 21200000 24750000 16580000 4400000 28050000 12400000 12580000 16400000 11800000 14250000 14840000 3400000 10400000 26400000 9600000 20000000 11400000 25800000 11800000 15200000 13750000 12400000 7400000

12,581,261 18,921,333 21,864,793 25,364,110 16,916,383 17,115,984 11,329,541 14,595,586 13,198,067 26,161,656 17,367,920 16,573,077 32,011,819 27,485,888 14,899,374 8,777,050 16,113,365 15,455,435 9,004,881 12,560,444 31,777,596 4,932,062 11,215,178 13,190,843 15,639,522 26,640,208 25,829,384 15,958,708 5,789,259 21,772,610 12,459,670 14,120,860 15,434,020 12,440,536 14,240,097 14,403,609 6,606,303 9,270,679 20,061,677 9,066,415 16,512,258 11,444,048 22,786,636 10,169,355 14,430,839 13,420,622 11,084,436 8,741,396

1.69 2.23 2.50 2.77 2.06 2.10 1.59 1.98 1.79 2.90 2.11 2.14 3.29 3.10 1.91 1.37 2.13 1.95 1.33 1.75 3.45 0.91 1.58 1.81 2.15 2.88 2.92 2.11 0.98 2.60 1.75 1.97 2.01 1.66 1.86 1.92 1.14 1.41 2.33 1.38 2.02 1.65 2.61 1.48 1.92 1.82 1.57 1.38

220 290 326 361 268 273 207 258 233 378 275 278 429 404 249 179 278 254 173 228 450 119 206 236 280 375 381 275 127 339 229 257 262 217 242 251 148 184 303 180 263 215 339 192 250 237 205 179

6,740,312 8,901,804 9,978,980 11,053,456 8,211,469 8,369,679 6,335,913 7,895,436 7,155,709 11,601,016 8,424,474 8,527,310 13,152,050 12,378,751 7,626,672 5,478,107 8,516,505 7,787,583 5,312,759 7,000,586 13,787,590 3,638,939 6,306,779 7,247,934 8,584,999 11,507,248 11,668,158 8,431,226 3,902,956 10,402,288 7,004,638 7,865,144 8,025,669 6,647,894 7,412,124 7,687,448 4,546,985 5,629,564 9,299,450 5,528,271 8,054,803 6,600,046 10,404,024 5,898,328 7,676,643 7,266,842 6,276,873 5,494,121

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 106

112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146

33000000 9300000 28600000 11400000 32725000 9000000 10000000 9000000 12000000 12400000 15500000 10000000 8640000 10400000 19000000 11400000 12800000 13700000 11000000 16400000 24500000 10400000 27500000 12800000 13450000 16750000 8000000 26400000 10400000 14200000 29500000 13150000 21700000 9800000 14920000 15,818,313

24,243,549 9,112,759 28,605,699 11,779,843 26,349,673 9,495,874 11,701,976 8,024,444 12,196,257 11,941,890 14,282,897 12,519,895 9,804,922 9,228,278 18,837,019 11,119,687 11,947,670 11,805,472 9,488,259 15,183,161 25,629,382 8,953,145 27,240,335 11,947,670 14,619,758 16,271,874 9,297,842 19,627,460 9,253,224 13,845,740 21,388,124 14,740,035 22,971,355 10,710,557 20,205,561 15,617,985

2.76 1.62 3.17 1.61 2.95 1.44 1.65 1.30 1.74 1.64 1.94 1.79 1.48 1.40 2.22 1.55 1.64 1.70 1.52 2.05 2.84 1.44 3.00 1.64 2.09 2.09 1.43 2.43 1.40 1.91 2.43 1.88 2.68 1.53 2.68 2

360 212 413 210 385 187 215 169 226 214 253 233 193 182 290 202 214 221 198 267 370 188 391 214 272 272 186 317 183 249 316 245 350 199 349 260 ET 1.09 0.99 0.85 0.89 0.92 0.91 0.93 1.03 0.97 0.86

11,034,548 6,485,054 12,668,352 6,435,083 11,788,359 5,738,382 6,575,928 5,195,259 6,937,688 6,561,844 7,762,887 7,130,627 5,918,393 5,582,294 8,877,108 6,204,328 6,564,159 6,783,530 6,068,500 8,177,512 11,348,652 5,770,602 11,973,580 6,564,159 8,340,738 8,328,776 5,706,354 9,715,233 5,601,974 7,630,917 9,685,714 7,508,787 10,718,128 6,094,932 10,703,079 7,956,467 EE 1.07 0.92 0.49 0.78 0.83 0.82 0.86 0.81 0.87 0.71 EH 0.98 0.92 0.58 0.88 0.91 0.90 0.92 0.78 0.89 0.83

Y (Produksi Maksimum) Est Anggaran 13,466,247 7,210,400 15,239,186 7,875,400 8,392,052 5,146,000 19,070,631 9,241,600 17,275,541 8,612,400 17,405,608 8,658,600 18,177,000 8,930,600 31,020,452 13,075,200 12,115,056 6,686,600 18,295,819 8,972,200

Π Semula Π Maksimum 6,689,600 6,255,847 6,774,600 7,363,786 1,604,000 3,246,052 7,644,400 9,829,031 7,231,350 8,663,141 7,141,400 8,747,008 7,929,400 9,246,400 14,524,800 17,945,252 4,733,400 5,428,456 6,652,800 9,323,619

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 107

19,181,820 13,494,534 18,941,146 13,574,773 20,985,705 12,019,653 12,155,719 7,385,564 31,675,683 17,663,747 6,137,625 9,990,889 17,946,282 14,935,670 13,743,034 18,275,239 24,328,203 11,677,396 11,758,916 11,136,626 11,196,679 23,038,976 12,367,282 14,142,899 18,180,424 15,890,407 11,248,368 18,112,542 18,375,919 10,841,202 17,924,109 13,538,045 23,440,692 14,042,095 19,841,116 16,944,611 24,472,273 21,480,982 27,703,678 19,056,746 12,717,737 18,307,256 24,492,164 11,129,188 18,117,103 18,259,236 22,223,416 19,694,963

9,280,000 7,221,200 9,196,800 7,251,800 9,894,400 6,649,000 6,702,600 4,697,800 13,271,600 8,750,000 4,116,800 5,827,600 8,849,600 7,763,200 7,315,800 8,965,000 10,994,400 6,513,400 6,545,800 6,296,800 6,321,000 10,575,600 6,785,600 7,467,000 8,931,800 8,114,000 6,341,800 8,908,000 9,000,200 6,177,200 8,841,800 7,237,800 10,706,800 7,429,000 9,506,400 8,494,400 11,040,800 10,060,400 12,062,000 9,236,800 6,922,200 8,976,200 11,047,200 6,293,800 8,909,600 8,959,400 10,307,200 9,456,400

15,370,000 5,478,800 8,185,700 6,223,200 8,780,600 7,031,000 5,097,400 3,102,200 11,878,400 6,590,000 683,200 2,972,400 9,150,400 6,474,300 7,174,200 6,475,000 11,785,600 3,686,600 2,494,200 3,653,200 1,679,000 10,599,400 5,414,400 7,383,000 6,653,200 6,786,000 3,658,200 7,123,250 8,110,800 2,922,800 8,220,700 6,487,200 13,193,200 7,186,000 10,811,100 10,023,100 8,209,200 10,114,600 22,338,000 8,278,200 5,377,800 8,603,800 3,952,800 3,506,200 11,490,400 7,571,850 7,042,800 7,023,600

9,901,820 6,273,334 9,744,346 6,322,973 11,091,305 5,370,653 5,453,119 2,687,764 18,404,083 8,913,747 2,020,825 4,163,289 9,096,682 7,172,470 6,427,234 9,310,239 13,333,803 5,163,996 5,213,116 4,839,826 4,875,679 12,463,376 5,581,682 6,675,899 9,248,624 7,776,407 4,906,568 9,204,542 9,375,719 4,664,002 9,082,309 6,300,245 12,733,892 6,613,095 10,334,716 8,450,211 13,431,473 11,420,582 15,641,678 9,819,946 5,795,537 9,331,056 13,444,964 4,835,388 9,207,503 9,299,836 11,916,216 10,238,563

1.29 1.04 0.92 1.11 0.89 1.21 1.00 1.16 0.90 0.88 0.81 0.98 1.02 1.14 1.14 0.86 0.94 0.93 1.03 0.96 0.78 0.93 1.02 1.12 0.87 1.11 0.91 0.89 0.94 0.86 0.95 1.09 1.03 1.15 1.03 1.13 0.93 0.94 1.25 0.93 1.03 0.97 0.71 0.98 1.13 0.91 0.81 0.84

1.55 0.87 0.84 0.98 0.79 1.31 0.93 1.15 0.65 0.74 0.34 0.71 1.01 0.90 1.12 0.70 0.88 0.71 0.48 0.75 0.34 0.85 0.97 1.11 0.72 0.87 0.75 0.77 0.87 0.63 0.91 1.03 1.04 1.09 1.05 1.19 0.61 0.89 1.43 0.84 0.93 0.92 0.29 0.73 1.25 0.81 0.59 0.69

1.20 0.84 0.92 0.89 0.89 1.09 0.93 1.00 0.71 0.84 0.42 0.73 0.99 0.79 0.98 0.81 0.94 0.77 0.47 0.79 0.44 0.91 0.95 0.99 0.83 0.79 0.82 0.87 0.93 0.73 0.95 0.94 1.01 0.94 1.02 1.05 0.65 0.94 1.14 0.91 0.90 0.95 0.41 0.74 1.11 0.90 0.73 0.82

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 108

17,522,963 13,198,890 16,243,516 13,563,227 12,276,921 12,884,963 19,030,140 22,335,342 25,778,527 16,993,853 17,454,666 11,814,362 16,084,038 14,011,894 27,586,539 17,615,086 17,917,289 32,892,933 30,213,896 15,321,722 9,634,603 17,885,468 15,776,853 9,229,381 13,587,897 35,142,808 5,429,507 11,738,269 14,265,734 18,087,461 27,274,436 27,810,644 17,634,885 5,989,737 23,674,917 13,598,924 15,997,591 16,457,222 12,637,959 14,720,870 15,493,175 7,419,971 10,010,123 20,232,563 9,758,523 16,541,040 12,510,614 23,680,458

8,700,200 7,108,000 8,242,200 7,247,400 6,750,200 6,987,000 9,227,600 10,344,200 11,458,000 8,512,000 8,676,000 6,567,800 8,184,400 7,417,600 12,025,600 8,732,800 8,839,400 13,633,400 12,831,800 7,905,800 5,678,600 8,828,200 8,072,600 5,507,200 7,256,800 14,292,200 3,772,120 6,537,600 7,513,200 8,899,200 11,928,400 12,095,200 8,739,800 4,045,800 10,783,000 7,261,000 8,153,000 8,319,400 6,891,200 7,683,400 7,968,800 4,713,400 5,835,600 9,639,800 5,730,600 8,349,600 6,841,600 10,784,800

6,749,800 6,457,000 6,707,800 6,492,600 5,199,800 5,413,000 8,884,900 10,155,800 20,942,000 7,938,000 8,692,000 4,432,200 10,790,600 3,982,400 16,874,400 7,087,200 5,560,600 13,566,600 14,955,700 7,994,200 4,471,400 9,871,800 6,427,400 7,292,800 4,568,200 16,107,800 3,627,880 5,362,400 5,736,800 9,250,800 9,271,600 12,654,800 7,840,200 354,200 17,267,000 5,139,000 4,427,000 8,080,600 4,908,800 6,566,600 6,871,200 -1,313,400 4,564,400 16,760,200 3,869,400 11,650,400 4,558,400 15,015,200

8,822,763 6,090,890 8,001,316 6,315,827 5,526,721 5,897,963 9,802,540 11,991,142 14,320,527 8,481,853 8,778,666 5,246,562 7,899,638 6,594,294 15,560,939 8,882,286 9,077,889 19,259,533 17,382,096 7,415,922 3,956,003 9,057,268 7,704,253 3,722,181 6,331,097 20,850,608 1,657,387 5,200,669 6,752,534 9,188,261 15,346,036 15,715,444 8,895,085 1,943,937 12,891,917 6,337,924 7,844,591 8,137,822 5,746,759 7,037,470 7,524,375 2,706,571 4,174,523 10,592,763 4,027,923 8,191,440 5,669,014 12,895,658

0.90 1.11 1.00 1.08 1.02 0.99 0.96 0.94 1.28 0.97 1.01 0.97 1.30 0.86 1.10 0.91 0.87 0.85 1.01 1.07 1.16 1.16 0.94 1.42 0.94 0.96 1.50 1.06 1.00 1.16 0.80 0.96 1.04 0.76 1.29 1.00 0.89 1.06 0.95 1.00 1.03 0.51 1.12 1.32 1.06 1.21 1.00 1.13

0.77 1.06 0.84 1.03 0.94 0.92 0.91 0.85 1.46 0.94 0.99 0.84 1.37 0.60 1.08 0.80 0.61 0.70 0.86 1.08 1.13 1.09 0.83 1.96 0.72 0.77 2.19 1.03 0.85 1.01 0.60 0.81 0.88 0.18 1.34 0.81 0.56 0.99 0.85 0.93 0.91 -0.49 1.09 1.58 0.96 1.42 0.80 1.16

0.85 0.95 0.84 0.95 0.92 0.93 0.95 0.90 1.14 0.96 0.98 0.87 1.05 0.70 0.98 0.88 0.70 0.83 0.85 1.01 0.98 0.94 0.89 1.38 0.77 0.81 1.46 0.97 0.85 0.87 0.76 0.84 0.85 0.24 1.04 0.81 0.63 0.93 0.90 0.93 0.89 -0.94 0.97 1.20 0.91 1.17 0.81 1.03

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 109

10,686,506 15,462,655 14,317,938 11,660,307 9,674,112 25,716,725 12,206,093 31,209,544 12,074,433 28,213,139 10,282,449 12,446,568 8,944,481 13,417,047 12,409,209 15,706,753 13,943,084 10,737,510 9,892,481 18,956,163 11,471,808 12,415,348 13,000,941 11,121,256 16,895,409 26,748,884 10,363,486 28,836,589 12,415,348 17,370,107 17,335,191 10,202,079 21,512,121 9,941,410 15,333,679 21,420,536 14,990,724 24,688,834 11,189,229 24,640,247 16,555,197

6,114,200 7,957,600 7,532,800 6,506,600 5,695,200 11,438,400 6,722,400 13,132,000 6,670,600 12,219,800 5,948,400 6,816,600 5,385,400 7,191,600 6,802,000 8,047,000 7,391,600 6,135,000 5,786,600 9,202,000 6,431,400 6,804,400 7,031,800 6,290,600 8,476,800 11,764,000 5,981,800 12,411,800 6,804,400 8,646,000 8,633,600 5,915,200 10,070,800 5,807,000 7,910,200 10,040,200 7,783,600 11,110,400 6,318,000 11,094,800 8,247,665

5,685,800 7,242,400 6,217,200 5,893,400 1,704,800 21,561,600 2,577,600 15,468,000 4,729,400 20,505,200 3,051,600 3,183,400 3,614,600 4,808,400 5,598,000 7,453,000 2,608,400 2,505,000 4,613,400 9,798,000 4,968,600 5,995,600 6,668,200 4,709,400 7,923,200 12,736,000 4,418,200 15,088,200 5,995,600 4,804,000 8,116,400 2,084,800 16,329,200 4,593,000 6,289,800 19,459,800 5,366,400 10,589,600 3,482,000 3,825,200 7,570,648

4,572,306 7,505,055 6,785,138 5,153,707 3,978,912 14,278,325 5,483,693 18,077,544 5,403,833 15,993,339 4,334,049 5,629,968 3,559,081 6,225,447 5,607,209 7,659,753 6,551,484 4,602,510 4,105,881 9,754,163 5,040,408 5,610,948 5,969,141 4,830,656 8,418,609 14,984,884 4,381,686 16,424,789 5,610,948 8,724,107 8,701,591 4,286,879 11,441,321 4,134,410 7,423,479 11,380,336 7,207,124 13,578,434 4,871,229 13,545,447 8,307,532

1.16 1.05 1.02 1.12 0.85 1.36 1.02 1.00 0.97 1.24 0.95 0.85 1.12 0.98 1.04 1.09 0.80 0.88 1.13 1.01 1.03 1.07 1.16 1.16 1.08 0.96 1.16 1.01 1.07 0.92 1.03 0.86 1.35 1.12 1.03 1.38 0.89 0.94 0.91 0.74 1.01

1.24 0.97 0.92 1.14 0.43 1.51 0.47 0.86 0.88 1.28 0.70 0.57 1.02 0.77 1.00 0.97 0.40 0.54 1.12 1.00 0.99 1.07 1.12 0.97 0.94 0.85 1.01 0.92 1.07 0.55 0.93 0.49 1.43 1.11 0.85 1.71 0.74 0.78 0.71 0.28 0.90

1.07 0.92 0.89 1.02 0.51 1.11 0.46 0.86 0.90 1.03 0.74 0.66 0.91 0.79 0.96 0.90 0.50 0.62 1.00 1.00 0.96 1.00 0.96 0.84 0.87 0.89 0.87 0.91 1.00 0.60 0.91 0.57 1.06 0.99 0.83 1.24 0.83 0.83 0.78 0.38 0.86

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 110

PETA WILAYAH KABUPATEN PARIGI MOUTONG

Keterangan Kec. Tinombo

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 111

Keterangan Kec. Tinombo Kecamatan Moutong Kec. Tomini Kec. Parigi / Ampibabo Kec. Sausu

PETA WILAYAH KABUPATEN PARIGI MOUTONG

Keterangan Kec. Tinombo Kecamatan Moutong

Analisis fungsi produksi Coob-Douglas 112

Kec. Tomini Kec. Parigi / Ampibabo Kec. Sausu

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->