Anda di halaman 1dari 2

MENCARI JATI DIRI MELALUI LUKISAN KACA

Perkembangan Lukisan Kaca Cirebon memperlihatkan peningkatan yang cukup berarti,


sejak Pemerintah Daerah melalui Instansi terkait banyak meluncurkan Program
Pembinaan Usaha Kecil dan Menengah. Salah satu Usaha Kecil kerajinan yang terus
dibina adalah Lukisan Kaca Cirebon, disamping sebagai upaya pelestarian Produk
etnik tetapi juga Lukisan Kaca mempunyai Potensi sebagai Produk Kerajinan yang
berorientasi pasar.

Dari sekian banyak pelukis kaca yang menjadi binaan Pemerintah daerah Kota
Cirebon, salah satunya adalah SUGIARTO, seorang pelukis kaca yang benar-benar
berangkat dari dasar. Dan Sugiarto ini menjadi contoh keberhasilan seseorang yang
melakukan kegiatan usaha Lukisan Kaca menjadi usaha utama yang menjadi tumpuan
hidupnya dan keluarganya. Berangkat dari seorang pekerja seni pada sebuah Sanggar
Lukisan Kaca terkenal di Kota Cirebon, selama beberapa tahun ini mencoba mandiri
dengan mengerahkan kemampuan dan keahliannya melukis diatas media kaca yang pada
akhirnya berhasil hingga saat ini.

Keberhasilan seseorang adalah relatif ukurannya tergantung dari yang dapat


dilakukan selama menekuni dunia usaha Lukisan kaca Cirebon yang sarat dengan
berbagai tantangan. Sugiarto mampu meniti usahanya demi kebutuhannya dalam
menghidupi satu oarang isteri dan tiga orang anaknya yang kini mulai banyak
membutuhkan biaya sekolahnya. Baginya kehidupan sebagai Pelukis Kaca sudah
terbiuasa dengan segala kesederhanaan, dengan menjalani hidup apa adanya serta
selalu mejadikan prioritas pemasaran produk demi kelancaran usahanya.

Jangan anda kira untuk mencari jati diri melalui usaha Lukisan Kaca itu mudah,
kenyataan akan berkata lain ketika seseorang dihadapkan kepada segala kebutuhan
hidup untuk keluarganya. maka tak ada jalan lain kerikil tajampun terkadang tak
lagi dihiraukannya. Kehidupan sehari-hari Sugiarto hanya untuk melukis dan melukis
serta secepatnya membuat produksi Lukisan Kaca yang siap dijula, namun jangan
tanya pula kwalitas produknya yang cukup dapat dibanggakan. karya-karya Sugiarto
dikenal apik dalam penggarapannya, kepiawiannya dalam melukis kaca dapat menjamin
larisnya produk tersebut jika dilepas ke pasaran. Harganyapun cukup terjangkau
kalangan menengah kebawah, baginya keuntungan tak perlu besar-besar yang penting
cukup untuk kebutuhan kesehariannya. Baginya pula menjaga konsumen agar tetap
kembali memesan Lukisannya adalah penting, karena hal ini yang membuat
keberlanjutan dan kesinambungan pesanan demi pesanan.

Kini Sugiarto dapat bernapas lega, karena hasil jerih payahnya dalam pencarian
jati diri melalui Lukisan Kaca telah dapat dipetik hasilnya. Barangkali hal ini
akan menjadi contoh bagi mereka yang menginginkan berusaha sendiri dibidang
kerajinan Lukisan Kaca, tak perlu lagi mencari pekerjaan diluar rumah, dengan
usaha seperti yang dilakukan Sugiarto hanya dibutuhkan sebuah ruang kerja yang
menyatu dengan ruang keluarga. Dia bisa bekerja sambil mengawasi anak-anaknya
dirumah, bisa menciptakan duit tanpa harus meninggalkan keluarga. Itulah sisi lain
dari kehidupan Pelukis Kaca Sugiarto. Sosok pelaku usaha rumahan (Home Industri)
yang cukup diandalkan keluarganya.

Andai semakin banyak yang mampu menciptakan pekerjaan sendiri dan menjadi pelaku
usaha yang potensial, adalah sebuah jawaban dalam rangka mengurangi angka
pengangguran di negeri ini. Tetapi semua itu takkan lepas dari bantuan dan
pembinaan Pemerintah Daerahnya sendiri. Semoga semua harapan ini dapat terwujud
melalui transfer informasi dan teknologi terkini yang banyak menjadi santapan
keseharian kita dalam era Globalisasi. Pesan dan ajakan untuk menciptakan
pekerjaan dilingkungan sendiri bukan semata-mata isapan jempol belaka, karena
dimasa mendatang angkatan kerja semakin banyak dan semakin banyak pula terobosan
yang harus dilakukan untuk penciptaan lahan kerja.
Bidang garapan penciptaan kerja banyak ditawarkan orang, tetapi bidang garapan
yang dapat dikuasai sendiri dalam lingkup home industri adalah sangat jarang, hal
ini dapat dimaklumi karena dasar utamanya adalah bakat dan ketekunan. Apalagi
bidang pekerjaan yang berhubungan dengan seni, sangat jarang dimiliki semua orang.
Demikian tulisan ini semoga menjadi bahan renungan kita agar kita mampu
menciptakan usaha sendiri dengan tetap mencintai produk sendiri. Semoga.
Halimi,SE.