Anda di halaman 1dari 5

BAB V.

TRIGONOMETRI

5.1 Klinometer
Klinometer merupakan alat sederhana yang digunakan untuk mengukur
sudut elevasi yang dibentuk antara garis datar dengan sebuah garis yang
menghubungkan sebuah titik pada garis datar tersebut dengan titik puncak (ujung)
suatu obyek. Pada terapannya, alat ini dapat digunakan pada pekerjaan
pengukuran tinggi (atau panjang) suatu obyek dengan memanfaatkan sudut
elevasi.

90

60

30

90 0
60 30

5.1.1 Pembuatan Klinometer

Alat dan bahan:


a. busur
b. tali benang/senar
c. pipa yang terbuat dari plastic, paralon, besi atau bambu
d. bandul dari kayu atau besi
Cara Membuat:
a. pasangkan busur dengan pipa dengan cara merekatkannya
dengan lem atau bisa juga dengan tali
b. letakkan tali beserta bandul tepat ditengah-tengah pipa (searah sudut 00)
c. untuk memudahkan dalam penggunaan klinometer, klinometer dapat diberi
pegangan dari kayu atau besi sehingga klinometer dapat berdiri tegak.

5.1.2 Penggunaan Klinometer

Misal kita ingin mengukur tinggi suatu benda seperti digambarkan


dibawah ini, maka cara yang digunakan ada dua macam yaitu :

C
Tinggi Benda
A (u)
α B D

F G

a. Dengan kesebangunan segitiga


1. Meletakkan ujung klinometer (titik A) tepat didepan mata.
2. Mengarahkan ujung lain dari klinometer ke puncak benda
(titik E)
3. Mengukur jarak titik A kebenang penunjuk sudut (titik B).
4. Mengukur jarak pangkal benang penunjuk sudut (titik C) ke
titik B.

Alat Peraga Matematika – Antonius C. Prihandoko 2


5. mengukur jarak pengamat ke benda yang akan diukur
ketinggiannya (FG).
6. Menghitung panjang DE dengan konsep kesebangunan
CB DE AD.CB
segitiga, yaitu : = sehingga DE =
AB AD AB
7. Bila tinggi pengamat adalahr AF=DG, dan tinggi DE telah
diketahui, maka tinggi benda GE = AF + DE.

b. Dengan menggunakan nilai Tangen sudut.


1. Meletakkan ujung klinometer (titik A) tepat didepan mata.
2. Mengarahkan ujung lain dari klinometer ke puncak benda
(titik E).
3. Membaca skala derajat yang ditunjuk oleh benang (CB).
4. Mengukur jarak pengamat ke benda (FG).
5. Menghitung besar DE dengan persamaan trigonometri :
DE
tan α 0 = sehingga DE = FG tan α o
FG
6. Menghitung GE = DE+AF, dengan AF adalah tinggi
pengamat.

5.2 Model Permainan Mekano


Model permainan mekano digunakan untuk memahami konsep sudut, baik
sudut lancip maupun sudut tumpul dan besarnya sudut pada siswa sekolah dasar.

5.2.1 Bahan dan Alat

Bahan-bahan yang diperlukan dalam membuat alat peraga ini adalah :


a. Triplek
b. Bingkai kayu
c. Cat

Alat Peraga Matematika – Antonius C. Prihandoko 3


d. Paku skrup
Alat-alat yang diperlukan dalam membuat alat peraga ini adalah :
a. Gergaji
b. Penggaris

5.2.2 Cara Pembuatan

Sediakan dua bilah triplek kemudian ujungnya disatukan


menggunakan paku skrup. Paku pertama letaknya tetap sedangkan bilah kedua
dapat diputar terhadap dasar triplek. Kemudian lekatkan pada selembar triplek
yang ukurannya sesuai dengan sudut yang diinginkan.

5.2.3 Cara Penggunaan

Dengan memutar bilah 2 sehingga berimpit dengan bilah 1. Pada


kedudukan ini putarlah bilah 2 berlawanan arah dengan arah putaran jarum jam
sebesar seperempat dan tigaperempat putaran sehingga tampak seperti gambar.

900 600
1200
1500 300

1800 00

2100 3300
2400 0
2700 300

Gambar (a)

Alat Peraga Matematika – Antonius C. Prihandoko 4


900 600
1200
1500 300

1800 00

2100 3300
2400 0
2700 300

Gambar (b)
Gambar (a) terbentuk jika bilah diputar seperempat putaran sedangkan
gambar (b) terbentuk jika diputar tigaperempat putaran. Sekalipun kedua bangun
itu membentuk sudut siku-siku, besar sudut yang terjadi tidak sama.
Perhatikan arah panah yang menunjukkan jarak putar, jarak putar (a) lebih
kecil dari jarak putar gambar (b), akibatnya besar sudut gambar (a) lebih kecil dari
besar sudut (b)

Alat Peraga Matematika – Antonius C. Prihandoko 5