Anda di halaman 1dari 2

KEMBALI KE MOTIF TRADISIONAL ADALAH JALAN TERBAIK

Barangkali saatnya kini Pelukis Kaca Cirebon kembali melirik objek lukisan kaca ke
motif tradisional yang boleh dibilang tidak pernah membosankan. Kekuatan motif
tradisional dalam Lukisan Kaca Cirebon terletak dari paduan gradasi warna-warna
soft, garis yang menjadi kontour tidak lagi berwarna gelap atau hitam , tetapi
memiliki warna putih tegas. Desain dan objek lukisan yang memiliki tradisi bidang
datar, konsep-konsep desain dari bentuk yang bernuansa klasik serta pemilihan
objek yang lebih berat ke landscape, seperti bangunan rumah,gapura,pohon dan
hamparan rumput serta bebatuan. Motif Batik Megamendungan dan Wadasan yang tetap
menjadi kekuatan dan kekhasan setiap produk lukisan kaca Cirebon.
Pemikiran seperti diatas lebih dikuatkan oleh pengalaman pada setiap gelar produk
melalui event pameran, motif tradisional lebih banyak diminati. Jadi seyogyanya
para pelukis kaca kita yang mengembangkan usaha cinderamata khas Cirebon jangalah
sungkan untuk mengangkat kembali objek dan desain dengan motif tradisional.

Seperti apa yang harus dilakukan Pelukis Kaca dalam menuangkan ide kedalam objek
lukisan kacanya ? Cobalah simak uraian dibawah ini.

1. Pelajari kembali teknik memindahkan desain ke media kaca dengan menggunakan


mata pena (bukan rapido) dengan warna putih (bukan warna hitam).
2. Pelajari kembali teknik membuat ornamen batikan yang menjadi ciri khas
lukisan kaca gaya tradisonal lengkap dengan harmonisasi warna kearah warna sogan
(Coklat atau kecoklatan).
3. Pelajari kembali teknik tembokan, yakni cara menutup background gambar
dengan sapuan cat dengan warna-warna terang.
4. Pelajari kembali teknik menetapkan fokus objek gambar dengan gaya
tradisional yang tidak mengenal perspektif (bisa mempelajari dari gambar-gambar
batik cirebonan).
5. Mengubah ornamen modern menjadi ornamen klasik yang tetap menjadi ciri khas
batikan.
6. Memberi aksen pigura baik bentuk dan polesan warna kearah gaya tradisional.
7. Berilah sedikit uraian tentang objek yang dibuat dikaitkan dengan sejarah
dan budaya Cirebon, kemudian ditempelkan dibagian belakang gambar.

Tidak terlalu sulit kalau kita sendiri mau merubah minat membuat gaya lukisan kaca
tradisonal selama kita mau mencoba dan mencoba terus, yang patut diperhatikan
ketika kita menggunakan mata pena. Hal ini yang harus terus dipelajari, asal sabar
dan tekun semuanya bisa dilakukan dengan hasil yang baik. Makin sering mengasah
kemampuan kita, makin banyak manfaat yang kita dapatkan dengan menggunakan mata
pena ketimbang rapido. Garis kontour yang kita buat bisa beragam warna dan jika
digunakan sebagai arsiran, maka akan menghasilkan gambar dengan warna-warna lembut
memukau. Sebuah gambar lukisan kaca yang benar-benar mirip lukisan batik berwarna
lembut, indah dan enak dipandang. Inilah yang menjadi daya tarik bagi pembeli
(konsumen).

Nah kini tinggal kita mau mencoba dengan inovasi baru atau tetap pada pola
sebelumnya, semua akan memberi dampak yang berbeda. Karena kita menyadari benar
pihak pembeli (konsumen) merupakan target yang harus dicapai dengan memberikan
kepuasan ketika mereka berniat membeli produk kita. Konsumen memang beragam, ada
yang senang terhadap gaya modern ada yang suka terhadap gaya tradisonal bahkan ada
yang menyenangi perpaduan keduanya. Hal ini yang harus kita kuasai dan pahami
sehingga ketika salh satu mereka membutuhkan produk lukisan kaca yang
diinginkannya,maka kita mampu memberikan beberapa pilihan. Dan akhirnya karena
pilihan mereka ada maka tentunya penawaranpun muncul hingga transaksi terjadi.
Simple bukan ?

Sekali lagi, saya katakan bahwa konsumen raja, semua keinginan mereka harus mampu
kita tawarkan melalui kreasi produk-produk kita. Jangan biarkan kesempatan baik
lepas begitu saja, ajaklah konsumen untuk lebih tertarik pada produk yang kita
jual. Tapi jangan berikan yang benar dan dapat meyakinkan konsumen. Jadikan mereka
pelanggan yang bisa berulangkali datang ketempat kita.
Halimi,SE.