Profil Kota

Ditulis oleh 610 Sabtu, 03 Januari 2009 20:32

A. LETAK ASTRONOMIS DAN GEOGRAFIS

Kota Pangkalpinang merupakan salah satu daerah otonom yang letaknya di bagian timur pulau Bangka. Secara administratif pada tanggal 9 Februari 2001 Kota Pangkalpinang ditetapkan sebagai Ibukota Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sedangkan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung berdasarkan Undang-undang nomor 27 tahun 2000 merupakan propinsi ke-31 Republik Indonesia. Secara astonomis, Pangkalpinang berada pada garis 106°4’ sampai dengan 106°7’ bujur timur dan garis 2°4’ sampai dengan 2°10’ lintang selatan. Pangkalpinang secara geografis berbatasan dengan - daerah daerah sebagai berikut; di sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Dul Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah, sebelah Timur berbatasan dengan Laut Cina Selatan dan disepanjang garis pantainya terdapat pantai yang indah yang disebut Pasir Padi, sebelah Barat berbatasan dengan Desa Air Duren Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Kota Pangkalpinang merupakan daerah yang strategis ditinjau dari segi geografisnya, terutama dalam kaitannya dengan pembangunan nasional dan pembangunan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kedudukan Kota Pangkalpinang sebagai Ibukota Propinsi, terutama sekali berfungsi sebagai pusat pengembangan pembangunan yang meliputi, pusat pemerintahan, pusat kegiatan politik, pusat kepadatan pemukiman penduduk, pusat perdagangan dan industri, pusat pelayanan sosial seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pusat distribusi barang dan jasa, pusat administrasi penambangan timah, dan pusat lembaga lembaga keuangan  B. LUAS WILAYAH

Sebagai pusat pengembangan wilayah khususnya di Pulau Bangka dan umumnya di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam perkembangannya selama beberapa tahun, Kota Pangkalpinang telah mengalami kemajuan yang pesat sehingga untuk mengatasi kebutuhan akan lahan perkotaan, wilayah yang tadinya seluas 31,70 km 2 telah dikembangkan menjadi 2 (berdasarkan PP No. 89,40 km

1/6

Kelurahan Keramat. yaitu.56 km 2 yang terdiri dari 10 (sepuluh) kelurahan. Kelurahan Pasir Putih. Kelurahan Asam. selanjutnya di kawasan ini akan dibangun Sport Centre untuk memenuhi kebutuhan sarana olahraga yang lebih lengkap dalam rangka meningkatkan pembangunan olahraga di ibukota Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada wilayah Kecamatan Bukit Intan dibangunlah Pusat Perkantoran Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. MM adalah bagian awal dari pembangunan sarana olahraga di Kota Pangkalpinang. yaitu. Kelurahan Bukit Besar. Kelurahan Gabek I. Kelurahan Semabung Lama. Kelurahan Lontong Pancur. Stadion ini baru diresmikan setelah selama 23 tahun terbengkalai. Kelurahan Masjid Jamik. Kelurahan Pintu Air. Kelurahan Pasar Padi. Kelurahan Ampui. 4. 3. Kelurahan Pasir Garam. Kecamatan Rangkui : Luas wilayah kecamatan Rangkui sebesar ± 7. kemudian dikembangkan menjadi 5 (lima) kecamatan seiring dengan pelaksanaan otonomi daerah. Kelurahan Gabek II. Kelurahan Bacang. disamping sebagai pelabuhan Container 2/6 . Stadion ini menurut Walikota Pangkalpinang Drs. Kelurahan Bintang. Kelurahan Rejosari dan Kelurahan Selindung. Kelurahan Gedung Nasional. Pada tahun 2007 luas Kota Pangkalpinang bertambah menjadi 118. Secara keseluruhan bagian dari wilayah Kota Pangkalpinang terdiri dari 36 kelurahan yang meliputi : 1. Kelurahan Opas Indah. Di Kecamatan Pangkalbalam juga terdapat Pelabuhan yang disebut Pelabuhan Pangkalbalam dengan kapasitas 2000 DWT.78 km 2 yang terdiri dari 9 (sembilan) kelurahan. Kelurahan Bukit Intan.54 km 2 yang terdiri dari 7 (tujuh) kelurahan. Perluasan daerah didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2007 tentang perubahan batas daerah  Kota Pangkalpinang dengan Kabupaten Bangka Tengah  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 2. Kecamatan Taman Sari :   Luas wilayah kecamatan Taman Sari sebesar ± 1. H. Kecamatan Pangkalbalam :   Luas wilayah kecamatan Pangkalbalam sebesar ± 35. Kecamatan Bukit Intan :   Luas wilayah kecamatan Bukit Intan sebesar ± 36. Wilayah yang tadinya secara pembagian wilayah administratif terbagi atas 4 (empat) kecamatan. Di Kecamatan Pangkalbalam terdapat Stadion Kebanggaan masyarakat Bangka Belitung yaitu Stadion Depati Amir yang diresmikan pada hari Rabu tanggal 6 Agustus 2005 . Kelurahan Rawabangun dan Kelurahan Batin Tikal. Kelurahan Ketapang. 03 Januari 2009 20:32 12 Tahun 1984). yaitu. Kelurahan Sriwijaya. Kemudian untuk wilayah Kawasan Pantai Pasir Padi dan Tanjung Bunga yang terletak di Kecamatan Bukit Intan akan dikembangkan menjadi Kawasan Wisata. Kelurahan Selindung Baru. Kelurahan Melintang.Profil Kota Ditulis oleh 610 Sabtu. Kelurahan Air Itam.40 km² atau bertambah sekitar 29 km². yaitu . berstatus Entry Port Sea (1948).33 km 2 yang terdiri dari 4 (empat) kelurahan. Kelurahan Air Salemba. Kelurahan Semabung Baru. Zulkarnain Karim. Kelurahan Parit Lalang.

03 Januari 2009 20:32 (CIQ) sistem 40 Feet. H.467 m 2 atau 29. Wilayah Kecamatan Gerunggang ke depan akan ditata dan dijadikan sebagai pusat Pemukiman Birokrat Kota Pangkalpinang yang disebut dengan Tampuk Pinangpura.008. Sementara itu di Kelurahan Tuatunu Indah sesuai Tata Ruang Kota. Kelurahan Bukit Sari. mengurangi kepadatan arus lalu lintas di tengah kota. antara lain mempersingkat jarak tempuh. penataan route angkutan kota dari 8 (delapan) route menjadi 16 (enam belas) route dan pengembangan pertaksian.10 km 2 yan g terdiri dari 6 (enam) kelurahan. dan sekitar jalan lingkar. memperlancar arus perekonomian dalam kota dan ke luar kota. Desa Selindung resmi masuk ke dalam wilayah Kota Pangkalpinang.40 km 2 menjadi 118. yaitu.40 km 2 atau bertambah sekitar 29. Zulkarnain Karim. MM. juga berfungsi sebagai Pelabuhan penumpang. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2007 tentang Perubahan Batas Daerah Kota Pangkalpinang dengan Kabupaten Bangka Tengah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung di Desa Selindung tanggal 10 Desember 2007. Kelurahan Taman Bunga. maka luas wilayah Kota Pangkalpinang bertambah dari 89. meningkatkan nilai ekonomis daerah sekitar jembatan. menyebarkan pemukiman penduduk dan pertumbuhan ekonomi ke arah luar kota. di areal hutan Tuatunu direncanakanakan dijadikan sebagai Hutan Kota seluas 137 ha yang akan difungsikan sebagai Kawasan Konservasi. Kelurahan Kacang Pedang. Berdasarkan Keputusan Walikota Pangkalpinang Nomor 80 Tahun 2008 status Desa Selindung berubah menjadi Kelurahan Persiapan Selindung yang peresmiannya langsung dilakukan oleh Walikota Pangkalpinang Drs. H. Kawasan Wisata dan Kawasan Perkemahan. Kebijakan ini kemudian dilanjutkan dengan Penataan dan perubahan nama nama jalan di Kota Pangkalpinang. Kecamatan Gerunggang :   Luas wilayah kecamatan Gerunggang sebesar ± 37. Menurut Walikota Pangkalpinang Drs. Zulkarnain Karim. Untuk mempermudah transportasi antar kecamatan terutama antara kecamatan Gerunggang dan kecamatan Rangkui dibangunlah Jembatan di atas Kolong retensi Kacangpedang yang disebut Jembatan Pahlawan 12. 009 km 2 . Kelurahan Kacang Pedang Kejaksaan. MM pada hari selasa tanggal 27 Mei 2008. Dengan bergabungnya Desa Selindung ke dalam wilayah administrasi Kota Pangkalpinang. Jembatan ini diresmikan pada hari Kamis tanggal 25 November 2004.Profil Kota Ditulis oleh 610 Sabtu. jembatan ini akan menimbulkan manfaat positif yang bersifat strategis. 3/6 . Kemudian untuk memperlancar arus transportasi di dalam kota dilakukanlah peremajaan terhadap Angkutan Kota yang dilaksanakan peluncurannya pada hari selasa tanggal 15 Maret 2005. Berdekatan dengan kawasan Pelabuhan Pangkalbalam terdapat kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) dan Kawasan Industri Ketapang. Kelurahan Tuatunu Indah Pangkalpinang. Kelurahan Bukit Merapin. 5.

perkebunan rakyat. Sungai-sungai ini selain berfungsi sebagai saluran utama pembuangan air hujan. dengan jenis tanah Podsolik merah. perikanan dan kehutanan). Tanah yang demikian kurang cocok untuk ditanami padi. 03 Januari 2009 20:32 C. hutan negara dan lainnya adalah seluas 2. lahan kering yang dimanfaatkan untuk permukiman seluas 4.130 ha. Daerah-daerah yang berbukit mengelompok di bagian Barat yaitu Bukit Menara/Bukit Manggis dan di bagian Selatan Kota Pangkalpinang yaitu Bukit Girimaya. dan pada umumnya sungai-sungai kecil yang ada di wilayah ini bermuara ke Sungai Rangkui. Secara morfologi daerahnya berbentuk cekung dan pada bagian pusat kota berada di daerah yang rendah. Gleisol dan Organosol. Regosol. Dua sungai ini berfungsi sebagai saluran utama pembuangan air hujan yang kemudian mengalir ke sungai Baturusa dan berakhir di laut Cina Selatan. Dari luas wilayah 89. dan memiliki kemiringan daerah antara 0 – 24 %. Sedangkan pada sebagian kecil daerah rawanya memiliki jenis tanah asosiasi alluvial-Hydromorf dan Glayhumus serta Regosol kelabu muda yang berasal dari endapan pasir dan tanah liat. yang merupakan pelapukan dan batuan induk. KEADAAN TANAH DAN GEOLOGI Keadaan tanah di Kota Pangkalpinang mempunyai pH rata-rata di bawah 5.4 km 2 direncanakan penggunaan lahannya yaitu luas lahan kering seluas 1. TOPOGRAFI Kondisi topografi wilayah Kota Pangkalpinang pada umumnya bergelombang dan berbukit dengan ketinggian 20 – 50 m di atas permukaan laut. Susunan batuan granit bervariasi dari mulai granit sampai dengan dioditik dengan inklusi mineral berwarna gelap yaitu Biotok dan ada kalanya Amfibol Hijau. Selain Sungai Rangkui terdapat juga Sungai Pedindang di bagian Selatan. kuning. Pada daerah pinggiran yaitu Kelurahan Tuatunu Indah Kecamatan Gerunggang dan Kelurahan Air Itam Kecamatan Bukit Intan cukup potensial menghasilkan lada dan karet.163 ha. menyusul Slate berumur Trias Atas dan terakhir Intrusi Granit berumur setelah Trias Guna.562 Ha diusahakan untuk pertanian (tanaman bahan makanan.085 ha D. Kondisi geologi secara umum di daerah ini adalah formasi yang tertua adalah Batu Kapur berumur Permo Karbon. pada Pelabuhan Pangkalbalam.Profil Kota Ditulis oleh 610 Sabtu. dan lahan berupa rawa-rawa. HIDROLOGI Di wilayah Kota Pangkalpinang terdapat beberapa sungai. lahan yang sementara tidak diusahakan seluas 1. juga berfungsi sebagai prasarana transportasi sungai misalnya 4/6 . tetapi masih memungkinkan untuk ditanami palawija. E.

F. Kolong Pedindang dan Kolong Kolong di Kelurahan Bacang. di bagian wilayah ke arah Desa Air Duren. di samping itu sumber air diperoleh juga dari Kolong Kacang Pedang. Salah satu upaya yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang saat ini untuk mengatasi permasalahan di atas adalah dengan melakukan penataan wilayah Timur Pangkalpinang dengan kebijakan Revitalisasi Kawasan Pangkalpinang Timur. Selain itu ada beberapa perkebunan Lada dan Kelapa di daerah pesisir pantai Pasir Padi. Durian. Untuk hutan. Sedangkan daerah yang tidak pernah tergenang terletak di sebelah Utara. sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih optimal. maka kondisi ini berdampak negatif berupa rawan terjadinya banjir. Daerah yang sering tergenang tersebut berada di Kecamatan Rangkui. Laut Cina Selatan dan bagian tengah kota yang dilalui oleh Sungai Rangkui sering tergenang oleh pasang air laut. dengan bagian pusat kota lebih rendah. Kondisi disaat terjadinya curah hujan yang begitu tinggi disertai dengan pasang naik air laut yang menyebabkan banjir seperti saat terjadinya banjir besar di Kota Pangkalpinang pada minggu kedua bulan Januari tahun 1986. Anak Sungai Rangkui merupakan kanal pengairan dari pintu air Kolong Retensi Kacang Pedang ke Sungai Rangkui. di sekitar Tuatunu masih tersisa hutan Karet rakyat dan perkebunan Lada rakyat. Di beberapa tempat juga tumbuh tanaman rumbia yang oleh masyarakat Pangkalpinang daunnya digunakan untuk atap dan batangnya dibuat sagu rumbia. bagian barat laut dan selatan menghasilkan hasil pertanian lain berupa Nanas. Kota Pangkalpinang terkenal akan hasil lautnya dan beberapa hasil perikanan 5/6 . Secara sporadis di beberapa tempat sekitar pantai timur. buah-buahan dan Lada yang terdapat disepanjang utara sampai timur di pesisir Laut Cina Selatan.Profil Kota Ditulis oleh 610 Sabtu. Untuk daerah Timur yang berbatasan dengan Sungai Rangkui. Karena wilayah Kota Pangkalpinang dari segi morfologisnya berbentuk cekung. FLORA DAN FAUNA Di dalam wilayah Kota Pangkalpinang jenis tanaman yang dominan adalah Kelapa. Untuk tanaman-tanaman ini perlu adanya peningkatan pembudidayaan dan pengelolaan terhadap hasil tanamannya. Sumber air untuk air bersih pada umumnya berasal dari tanah. Pisang dan Duku walaupun dalam jumlah yang tidak banyak. Karet. 03 Januari 2009 20:32 dari pasar ke Sungai Baturusa dan terus ke laut. Pangkalbalam dan Tamansari. Dalam hal fauna. terutama pada musim hujan atau bersamaan dengan pasang surut air laut yang bisa mencapai sekitar 20 desimeter dan air laut masuk melalui Sungai Rangkui yang membelah Kota Pangkalpinang. Barat dan Selatan Kota.

Penduduk kota ini terdiri dari beraneka ragam etnis dari seluruh Indonesia. Sedangkan Kepadatan Penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan Tamansari dengan 9. Beruk Semundi.   6/6 . Binatang piaraan yang populasinya cukup besar adalah jenis anjing yang umumnya dipelihara oleh penduduk keturunan Tionghoa. 03 Januari 2009 20:32 darat.590 jiwa dan terendah berada di Kecamatan Tamansari dengan jumlah penduduk sebanyak 12. Sebagian besar memeluk agama Islam.442 jiwa/km² dan terendah di Kecamatan Gerunggang dengan jumlah 814 jiwa/km². menciptakan sumber daya yang berkeunggulan kompetitif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pangkalpinang. Hindu dan Budha. Penduduknya memiliki karakter tersendiri yang terbentuk dari pengaruh lingkungan ekonomi. jasa dan industri yang berdaya saing di tahun 2014. Kristen. disamping Kong Hu Chu. G. karena jenis hewan ini cukup mengganggu.Profil Kota Ditulis oleh 610 Sabtu.234 jiwa dengan  laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2006 4. perdagangan dan jasa. Dari seluruh Kecamatan di Kota Pangkalpinang Kecamatan terbanyak penduduknya pada tahun 2006 adalah Kecamatan Bukit Intan dengan jumlah penduduknya sebanyak 36. KEPENDUDUKAN Jumlah penduduk Kota Pangkalpinang pada tahun 2008 sekitar 160. sejarah.558 jiwa. Mata pencaharian penduduk terbesar pada sektor industri. dengan melaksanakan Misinya yaitu memacu perkembangan sektor perdagangan. Kemudian di wilayah Tuatunu masih terdapat beberapa jenis Fauna seperti Pelanduk. dan Lebah penghasil madu. sosial budaya. agama dan pendidikan. Peternakan dan Ketahanan Pangan Kota Pangkalpinang. berbagai jenis ular seperti Sabak. jasa dan industri yang berbasis lokal.22%. berbagai jenis Burung seperti Cebuk. Saat ini negeri yang bermotto Rajin Pangkal Makmur sedang giat membangun dan mewujudkan Visinya yaitu terwujudnya Pangkalpinang sebagai kota pusat perdagangan regional. bahkan dapat dikatakan sudah melampaui batas sehingga pada waktu waktu tertentu harus dieliminasi oleh Dinas Pertanian. Kera.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful