Anda di halaman 1dari 3

Saya sangat setuju apabila pembangunan wilayah perbatasan

dengan cara pull factor pemancing seperti yang disampaikan oleh

Menhan, tetapi dalam bentuk apa?

Saya mengambil contoh wilayah perbaasan di Kalimantan dan

Timor, situasi perbatasan dibatasi oleh patok, sungai dan batas

alam lainnya. Sedangkan kondisi di wilayah perbatasan di

Kalimantan banyak di dipengaruhi oleh banyaknya WNI pencari

kerja ke wilayah Malaysia (Sawit) dan pembalakan kayu dan infra

struktur yang tertinggal, sedangkan Malaysia sendiri berencana

akan membangun Wilayah Perbatasan secara besar-besaran.

 Sebenarnya kita punya potensi pertahanan yang sangat

besar, saat ini di wilayah perbatasan di jaga oleh minimal 3

satuan Batalyon infrantri (1 brigade) dan melaksanakan

tugas maksimal satu tahun bersama Satgas lainnya dan

satuan ini memiliki kemampuan lain yaitu Binter terbatas

yang pada kenyataannya apabila satuan ini ditugaskan

melaksanakan TMMD (dulu AMD) yang mampu membuat

jalan, membuat sawah, kebun, dan mengembangkan infra

struktur dipedesaan hanya dalam waktu satu bulan.

 Kembali lagi kepada manajemen kekuatan pertahanan kita

di wilayah perbatasan dapat kita bisa sempurnakan, di

wilayah perbatasan perlu adanya Brigade infrantri secara

permanent yang bertugas melaksanakan operasi perbatasan


yang memanaje tiga satuan Yonip bahkan bila perlu

ditambah bersama Angkatan lain AU, AL dan antar

Departemen dengan tugas tambahan yaitu membangun

infrastruktur seperti yang dilaksanakan pada saat TMMD,

apabila selama 9 bulan penugasan dapat membangun jalan

kurang lebih 6 Km saja jalan setapak dan atau diperkeras

kita bisa perhitungkan ke depan sekian tahun yang akan

datang perbatasan kita akan dibatasi oleh jalan, hal lain

adalah banyak tanah terlantar di sepanjang perbatasan hasil

dari pembalakan liar bisa dijadikan kebun sawit. Apabila

satuan penugasan ini bisa menanam kurang lebih 5.000

pohon sawit saja dalam satu tahun, lima tahun ke depan

sepanjang perbatasan sudah ada jalan dan kebun sawit

sekaligus sebagai perbatasan serta meningkatkan

kesejahteraan masyarakat di perbatasan.

 Hal yang lain yang dapat kita lakukan adalah pembenahan

infra struktur pedesaan di sepanjang perbatasan, program

TMMD dapat diterapkan di wilayah perbatasan sebagai

posisi tawar dalam mencegah terjadinya pelanggaran

perbatasan di wilyah ke dua Negara dan dapat menjadi daya

tangkal bangsa kita sekalligus meningkatkan wawasan

kebangsaan warga kita.

Perlu diketahui bahwa pelaksanaan TMMD saat ini sudah


melibatkan antar departemen.