KATA PENGANTAR

Pada kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi atas tersusunnya Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2011. Petunjuk Teknis ini merupakan implementasi dari amanat Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, Kementerian Teknis membuat petunjuk penggunaan DAK. DAK Bidang Kesehatan diberikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2011 yang ditetapkan melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2011. RKP Tahun 2011 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2010, merupakan acuan bagi Kementerian, lembaga Pemerintah-Non Kementerian dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat termasuk dunia usaha sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. Kewajiban bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dalam pembangunan kesehatan yakni menyediakan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau dan berkualitas, salah satunya melalui pembiayaan yang bersumber dari DAK Bidang Kesehatan. Saya berharap DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 dapat memberi daya ungkit yang nyata terhadap prioritas dan fokus pemerintah dalam pembangunan kesehatan di daerah. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang kesehatan ini, menjelaskan secara rinci penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 terdiri dari 3 subbidang, yaitu: pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan, dan pelayanan kefarmasian. Pelayanan kesehatan dasar meliputi kegiatan: (1) Pembangunan, Peningkatan dan Perbaikan Puskesmas; (2) Pembangunan Pos Kesehatan Desa; (3) Pengadaan Peralatan kesehatan termasuk Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA); (4) Pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak. Pelayanan kesehatan rujukan, meliputi kegiatan: (1) Pembangunan dan Pengadaan Peralatan Kesehatan untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS; (2) Pembangunan, perbaikan Bank Darah RS (BDRS) dan Pemenuhan Peralatan Unit Transfusi Darah (UTD) di RS; (3) Pembangunan dan Pengadaan peralatan Instalasi Gawat Darurat RS (IGD RS); (4) Peningkatan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS; (5) Pemenuhan peralatan laboratorium klinik di

Laboratorium Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota; dan (6) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RS Pemerintah Daerah. Pelayanan kefarmasian, meliputi kegiatan: (1) Penyediaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan; (2) Pembangunan baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota; (3) Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota.

i

Peraturan Menteri Keuangan No.216/PMK.07/2010 menetapkan DAK Bidang Kesehatan tahun 2011 diperuntukkan bagi 397 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

mendapat alokasi anggaran untuk subbidang pelayanan kesehatan dasar; 440 Dinas Kesehatan mendapat alokasi anggaran untuk subbidang pelayanan kefarmasian; 23 Provinsi dan 256 Kabupaten/Kota mendapatkan subbidang pelayanan kesehatan rujukan. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011, subbidang pelayanan kesehatan rujukan diperuntukkan bagi 48 RSUD Provinsi, 260 RSUD Kabupaten/Kota dan 54 Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Akhir kata, semoga Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 dapat secara optimal digunakan di daerah. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat dan hidayah bagi kita dalam melaksanakan pembangunan kesehatan di Indonesia yang kita cintai.

Jakarta, 17 Desember 2010

MENTERI KESEHATAN,

ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH

ii

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1810/Menkes/SK/XII/2010 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2011 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 58 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, telah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK.07/2010 tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011; b. Bahwa untuk melaksanakan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK.07/2010 perlu menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011; Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang–undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 3. Undang–undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400 ); 4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 5. Undang–undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

Undang–undang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 126. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 73. 14. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2010 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2011. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578). sebagaimana yang telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 ( (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 92. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4418). 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Dana Alokas Khusus (DAK). 8. 15. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 14. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063). 7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137. 12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. .6. 13. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4212). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5167). 10. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144. 16.07/2010 tentang Penetapan Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011. Pemerintah Daerah Propinsi.

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud Diktum Kedua agar digunakan sebagai acuan oleh Pemerintah Propinsi/Kabupaten/Kota dalam Pengelolaan dan Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011. ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH .MEMUTUSKAN Menetapkan Kesatu : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2011. Kedua : Ketiga : Keempat : Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 Desember 2010 MENTERI KESEHATAN. Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011 sebagaimana dimaksud Diktum Kesatu tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.

PENINGKATAN SARANA PRASARANA DAN PENGADAAN PERALATAN KESEHATAN UNTUK PROGRAM PONEK DI RS B. PUSKESMAS B. LATAR BELAKANG B. TUJUAN C. POSKESDES D. KEBIJAKAN KHUSUS BAB III PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN TEKNIS A. BANK DARAH RUMAH SAKIT DAN UNIT TRANSFUSI DARAH DI RUMAH SAKIT 28 23 i iii vii 1 1 3 3 4 5 5 6 7 7 7 8 8 11 17 19 21 23 vii . PENGALOKASIAN DAN PENYALURAN BAB II KEBIJAKAN DAK BIDANG KESEHATAN TAHUN 2011 A. PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK BAB V SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN A. RUANG LINGKUP D.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. PUSKESMAS PERAWATAN C. PELAKSANAAN BAB IV SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN DASAR A. KEBIJAKAN UMUM B. SISTEM INFORMASI KESEHATAN DAERAH E. PERENCANAAN B.

EVALUASI DAN PELAPORAN A. PENYEDIAAN OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN B. PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DAN PENGADAAN PERALATAN PENDUKUNGNYA DI RS PEMERINTAH BAB VI SUBBIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN A. PEMBANGUNAN BARU DAN REHABILITASI INSTALASI FARMASI KABUPATEN/KOTA C.C. PENGADAAN PERALATAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM KLINIK DI LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA F. PENINGKATAN FASILITAS TEMPAT TIDUR KLASIII RS E. PENINGKATAN FASILITAS INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT D. PEMANTAUAN DAN EVALUASI B. FORMAT LAPORAN TRIWULANAN BAB VIII PENUTUP 53 55 55 56 59 64 51 45 49 49 44 36 42 LAMPIRAN LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 : DEFINISI OPERASIONAL : STANDAR PERALATAN DAN LOGISTIK POSKESDES : DAFTAR 183 KABUPATEN TERTINGGAL viii . PENGADAAN SARANA PENDUKUNG INSTALASI FARMASI KABUPATEN/KOTA BAB VII PEMANTAUAN. PELAPORAN C.

LAMPIRAN 4 : DAFTAR NAMA PULAU TERLUAR BERPENDUDUK YANG BERBATASAN DENGAN NEGARA TETANGGA LAMPIRAN 5 : DAFTAR 101 PUSKESMAS PRIORITAS PROGRAM YANKES DTPK LAMPIRAN 6 LAMPIRAN 7 : PERALATAN LIVE SAVING PUSKESMAS TERPENCIL DI DTPK : PERALATAN PUSKESMAS DENGAN RAWAT INAP (PONED SET) LAMPIRAN 8 LAMPIRAN 9 : RUANG PERSALINAN PUSKESMAS NON PERAWATAN : PERALATAN PUSKESMAS NON RAWAT INAP (SET PERALATAN BERSALIN) LAMPIRAN 10 : DAPUR GIZI PADA PUSKESMAS PERAWATAN LAMPIRAN 11 : STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT LAMPIRAN 12 : CONTOH PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK LAMPIRAN 13 : ALOKASI DAK KESEHATAN TAHUN 2011 ix .

perlindungan. Pembangunan yang dilaksanakan harus dapat menjamin bahwa manfaatnya dapat diterima oleh semua pihak. serta 2 target lainnya yang tidak terkait langsung yaitu target 1 (menanggulangi kemiskinan dan kelaparan) dan target 3 (mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan). manfaat. Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya bagi masyarakat. berdampak adil bagi perempuan dan laki-laki (responsif gender). Kementerian Kesehatan telah menyusun strategi untuk pencapaian targettarget tersebut. Dalam MDGs terdapat tujuan yang terkait langsung dengan bidang kesehatan yaitu target 4 (menurunkan angka kematian anak). Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran. keadilan. yang diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif. 1 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . keseimbangan. LATAR BELAKANG Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. dan berkesinambungan. diselenggarakan upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat.BAB I PENDAHULUAN A. pada pasal 2 dan 3 dinyatakan bahwa pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berasaskan perikemanusiaan. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya. TB dan Malaria serta penyakit lainnya). kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu. menyeluruh. sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. gender dan nondiskriminatif dan norma-norma agama. penghormatan terhadap hak dan kewajiban. yang dituangkan dalam Millennium Development Goals (MDGs). Di dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. preventif. target 5 (meningkatkan kesehatan ibu) dan target 6 (memerangi HIV dan AIDS. Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara. Pembangunan bidang kesehatan juga menjadi perhatian penting dalam komitmen internasional.

dan pelayanan kesehatan rujukan (RS Provinsi/Kabupaten/Kota dan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota). yang bertujuan untuk penyediaan pembiayaan kesehatan yang berkesinambungan dengan jumlah yang mencukupi. dilengkapi informasi dalam pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan di daerah dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri Keuangan tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011. diberikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2011 yang ditetapkan melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2011. Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). diantaranya untuk meningkatkan pembangunan kesehatan. pemerintah Pusat memberikan anggaran pada daerah untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan merupakan prioritas nasional. 2 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . DAK Bidang Kesehatan. sehingga pemerintah baik pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah dapat menyediakan pelayanan kesehatan yang merata. DAK Bidang Kesehatan tahun 2011 difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas dan Poskesdes). terjangkau dan berkualitas. pelayanan kefarmasian untuk Kabupaten/Kota. telah menetapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebagai salah satu sumber penerimaan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi.Dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Buku Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 berisi penjelasan rinci pemanfaatan DAK. Pemerintah melalui Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. merupakan acuan bagi kementerian. RKP Tahun 2011 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2010. lembaga Pemerintah-Non Kementerian dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat termasuk dunia usaha sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. Selanjutnya buku petunjuk teknis ini menjadi pedoman pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. perlu adanya pembiayaan kesehatan. teralokasi secara adil dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna.

Peningkatan. serta penyediaan dan pengelolaan obat generik dan perbekalan kesehatan. Pelayanan kesehatan rujukan. (5) Pemenuhan Peralatan di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Perbaikan Bank Darah RS (BDRS) dan Pemenuhan Peralatan Unit Transfusi Darah (UTD) di RS. Rumah Sakit Provinsi/Kabupaten/Kota dan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Pelayanan kesehatan dasar meliputi kegiatan: (1) Pembangunan. dan (6) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RS. 3 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . (2) Pembangunan. Khusus Meningkatkan pemerataan. (3) Pengadaan peralatan kesehatan termasuk Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA). meliputi kegiatan: (1) Pembangunan dan Pengadaan Peralatan Kesehatan Untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS. Perbaikan dan Perluasan Puskesmas khususnya di Daerah Tertinggal. Pelayanan Kefarmasian dapat dimanfaatkan untuk: (1) Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan. C. jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Poskesdes. (3) Pembangunan dan Pengadaan Peralatan Instalasi Gawat Darurat RS (IGD RS). (2) Pembangunan Baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota. 3. (4) Peningkatan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS. (4) Pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan. (2) Pembangunan Pos Kesehatan Desa. RUANG LINGKUP DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 diarahkan untuk kegiatan: 1. Umum Membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2011. (3) Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota. Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). 2. TUJUAN 1.B. 2.

Penyaluran DAK Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011 disalurkan melalui mekanisme transfer yang diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan dan ketentuan peraturan yang berlaku lainnya. Usulan ruang lingkup kegiatan dan besaran alokasi DAK kemudian dibahas dan diputuskan bersama antara pemerintah dengan Panitia Kerja Belanja Transfer ke Daerah DPR RI. dilakukan melalui 2 (dua) tahapan. Penyediaan sarana prasarana dan peralatan kesehatan untuk pelayanan kesehatan rujukan disalurkan melalui SKPD Rumah Sakit Umum atau Khusus Provinsi/Kabupaten/Kota dan SKPD Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. b. disalurkan melalui SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Penyediaan sarana prasarana pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kefarmasian untuk Kabupaten/Kota.D. sedangkan IT ditentukan berdasarkan data dan indeks teknis merupakan kewenangan dari Kementerian Kesehatan. Penentuan besaran alokasi DAK masing-masing daerah 1) Penentuan besaran alokasi daerah penerima DAK menggunakan IFW dengan bobot 20% dan IT dengan bobot 80%. b. 4 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . IFW ditentukan berdasarkan Kriteria Umum dan Kriteria Khusus merupakan kewenangan dari Kementerian Keuangan. Pengalokasian Penghitungan alokasi DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. Kaidah-kaidah mengenai mekanisme pengalokasian DAK dapat dilihat pada Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005. a. Penentuan daerah tertentu yang menerima DAK Penentuan kelayakan daerah penerima DAK menggunakan Indeks Fiskal Wilayah (IFW) dengan bobot 50% dan IT (Indeks Teknis) dengan bobot 50%. yaitu: a. 2) 3) 4) 2. PENGALOKASIAN DAN PENYALURAN 1.

Dalam pelaksanaan kegiatan.BAB II KEBIJAKAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 A. perbatasan dan kepulauan. serta penyediaan dan pengelolaan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan. terpencil. 5 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . terutama untuk pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal. ketersediaan tenaga pelaksana. 55 Tahun 2005. DAK Bidang Kesehatan merupakan bantuan kepada daerah tertentu. penyehatan lingkungan. untuk mendanai dukungan pelayanan kesehatan yang merupakan kewenangan dan tanggung jawab daerah ke arah peningkatan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan. perbaikan status gizi masyarakat. pengendalian penyakit. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian. Alokasi pagu anggaran DAK Bidang Kesehatan TA 2011. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar. terdiri dari anggaran untuk pelayanan kesehatan dasar. 3. Direktur RSUD Provinsi/Kabupaten/Kota dan Kepala Laboratorium Dinas Kesehatan 2. 5. DAK Bidang Kesehatan membantu daerah untuk membiayai kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional di bidang kesehatan. 6. Kebijakan DAK Kesehatan adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jaminan persalinan di sarana kesehatan milik pemerintah dan Angka Kematian Bayi (AKB). 7. 4. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian. pemerintah daerah harus menyediakan pembiayaan yang bersumber dari daerah untuk dana pendamping sebesar 10% sesuai dengan Undang-undang No 33 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah No. serta aspek lainnya sebagai akibat pelaksanaan kegiatan DAK Bidang Kesehatan. melalui peningkatan sarana dan prasarana di Puskesmas dan Poskesdes. biaya pemeliharaan/perawatan sarana dan peralatan kesehatan. Kebijakan Umum 1. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Rumah Sakit dan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. biaya operasional.

TB. B. 3. 15. Kebijakan Khusus Penggunaan DAK Bidang Kesehatan diprioritaskan untuk : 1. 7. Pembangunan Pos Kesehatan Desa untuk desa yang belum memilikinya. 3 . 17. Pembangunan BDRS dan pemenuhan peralatan UTD di RS. 11. Mendukung pencapaian target MDGs No 1. memerangi HIV dan AIDS. Pemenuhan Peralatan Pemeriksaan Laboratorium Klinik di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. meningkatkan kesehatan ibu. 13. Pembangunan Baru. Pemenuhan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RS Pemerintah Daerah. 6 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Pembangunan dapur gizi pada Puskesmas Perawatan. Meningkatkan Fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS. perbatasan dan kepulauan. Pembangunan Puskesmas Perawatan Mampu PONED. 10. Meningkatkan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS. Meningkatkan Sarana Prasarana dan Pengadaan Peralatan Kesehatan Untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS. Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota. Rehabilitasi dan Perluasan Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota.Kabupaten/Kota bertanggung jawab terhadap anggaran DAK Bidang Kesehatan di wilayah kerjanya. 16. 5. menurunkan angka kematian anak.4. Malaria serta penyakit menular lainnya). 8. Menunjang percepatan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di daerah tertinggal. 12. 6. 4. 9. Penyediaan dan Pengelolaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan. Peningkatan pelayanan persalinan normal di Puskesmas. 14. Penyediaan peralatan pendukung Sistem Informasi Kesehatan Daerah. Penyediaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak. 5 dan 6 (menanggulangi kemiskinan dan kelaparan. mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. 2.

Satker Kabupaten/Kota yang memperoleh alokasi DAK Bidang Kesehatan agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi. PELAKSANAAN TEKNIS Pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan 2011 harus mengacu pada Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan 2011 yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Kepmenkes). Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) yang disusun mengacu kepada Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. pelaksanaan dan evaluasi program kesehatan Kabupaten/Kota dengan Provinsi. Dalam rangka menjaga sinkronisasi perencanaan. B. PERENCANAAN Sesuai dengan UU No 32 Tahun 2004 pasal 162.BAB III PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN TEKNIS DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 A. Penggunaan anggaran DAK Bidang Kesehatan 2011 yang tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan 2011 menjadi tanggung jawab Kepala Daerah dan SKPD yang bersangkutan. 7 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Pemerintah dan Pemerintah Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) harus saling berkoordinasi dalam penyusunan kegiatannya.

jalur hijau. 2) Lokasi Puskesmas: a) Di area yang mudah terjangkau baik dari segi jarak maupun sarana transportasi umum dari seluruh wilayah kerjanya. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 8 TI HUS AD A BAK . jumlah penduduk lebih dari 30. terpencil. 3) Persyaratan Puskesmas: a) Adanya telaahan kebutuhan Puskesmas. Pembangunan Puskesmas ditujukan untuk peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. antara lain pada: a) Wilayah perbatasan.BAB IV MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN DASAR A. b) Pertimbangan lainnya yang ditetapkan oleh daerah. atau terjadinya masalah hukum pada lokasi fisik bangunan. Pembangunan Baru Pembangunan Puskesmas dapat merupakan pembangunan baru atau peningkatan dari Puskesmas Pembantu. b) Tenaga kesehatan disediakan oleh Pemerintah Daerah. d) Wilayah kerja sangat luas. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan akan adanya Puskesmas. e) Relokasi Puskesmas yang disebabkan adanya bencana alam.000 penduduk per kecamatan. tertinggal dan kepulauan. b) Kecamatan pemekaran yang tidak mempunyai Puskesmas. perubahan Rencana Tata Ruang/Wilayah. bidan/perawat) bila belum ada. PUSKESMAS 1. a. c) Kepadatan penduduk tinggi. Pembangunan baru Puskesmas tersebut termasuk penyediaan alat kesehatan dan mebeulair serta rumah dinas petugas kesehatan (dokter/dokter gigi.

Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Luas lahan. 2) 2. Rehabilitasi Puskesmas Rehabilitasi Puskesmas ditujukan menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas. 9 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 4. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. 3.b. Denah tata-ruang Denah tata ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. maka peran Puskesmas sebagai fasiltas kesehatan perlu ditingkatkan dengan membangun ruang persalinan atau mengoptimalkan fungsi ruang persalinan di Puskesmas. Persyaratan umum dan teknis Pembangunan Puskesmas baru dari peningkatan Puskesmas Pembantu sama dengan persyaratan umum dan teknis pembangunan baru Puskesmas. jumlah dan luas ruangan tergantung jenis pelayanan kesehatan/kegiatan yang dilaksanakan guna memberikan pelayanan yang optimal. Peningkatan Puskesmas Pembantu menjadi Puskesmas Pembangunan Puskesmas baru dapat berasal dari peningkatan Puskesmas Pembantu (Pustu). ditambah dengan denah tata ruang khusus untuk ruang persalinan dan ruang pemulihan serta pedoman alat kesehatan sesuai dengan lampiran 8 dan lampiran 9. Persyaratan umum dan teknis sama dengan persyaratan umum dan teknis pembangunan baru Puskesmas. Peningkatan Pustu menjadi Puskesmas tersebut termasuk penyediaan alat kesehatan dan rumah dinas petugas Puskesmas. Peningkatan Pelayanan Persalinan Normal di Puskesmas Dalam upaya meningkatkan pelayanan persalinan normal dan perawatan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan.

2) Rehabilitasi dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. Persyaratan Teknis 1) Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas.Rehabilitasi Puskesmas termasuk puskesmas pembantu hanya ditujukan untuk Puskesmas dan puskesmas pembantu dengan kondisi rusak berat termasuk di dalamnya rumah dinas dokter/dokter gigi dan perawat/bidan. Untuk Rehabilitasi Puskesmas Pembantu diperbolehkan jika seluruh Puskesmas di Kabupaten/Kota telah mempunyai fasilitas untuk menolong persalinan. Persyaratan perluasan fisik. adalah sebagai berikut: a. 2) Peningkatan pelayanan akan tetapi tidak memungkinkan untuk peningkatan menjadi Puskesmas Perawatan. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. Persyaratan Umum Adanya kebutuhan: 1) Tambahan ruangan untuk meningkatkan pelayanan agar lebih optimal. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dibutuhkan. kepulauan. b. 5. dapat dilaksanakan perluasan fisik bangunan Puskesmas. perluasan ruangan. 2) Puskesmas yang rusak karena bencana alam pada tahun berjalan dan 1 (satu) tahun sebelumnya. Perluasan Puskesmas Guna menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas. Perluasan dilaksanakan pada bangunan yang membutuhkan perluasan berupa penambahan ruangan. Persyaratan Umum Puskesmas dengan kondisi rusak berat diproritaskan pada: 1) Puskesmas di perbatasan. 10 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Perluasan sarana b. a.

kepulauan dan perbatasan. Denah tata-ruang Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. b) Pemulihan dan perawatan bayi baru lahir. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. Peralatan kesehatan Kebutuhan minimal peralatan kesehatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan. 1. Perluasan dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008 serta lampiran pedoman yang disempurnakan. f) Pelayanan penyuluhan dan ruang pertemuan sebagai upaya promotif dan penggalangan kemitraan dengan berbagai pihak terkait serta dapat digunakan untuk kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas. PUSKESMAS PERAWATAN Pembangunan Puskesmas Perawatan dapat dilaksanakan melalui pembangunan baru atau peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan. d) Pelayanan laboratorium yang dilengkapi dengan kran air serta pembuangan air kotor. Pembangunan Puskesmas Perawatan tersebut termasuk 11 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Pembangunan baru Puskesmas Perawatan terutama diprioritaskan untuk wilayah tertinggal. B. terpencil. antara lain berupa penambahan ruangan untuk: a) Pelayanan Persalinan. e) Pelayanan konsultasi yang dibutuhkan sebagai upaya promotif dan preventif. Pembangunan Baru Pembangunan baru Puskesmas Perawatan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan jangkauan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang perlu dirawat.2) 3) 4) fisik bangunan. c) Pelayanan gawat darurat/emergency.

kepulauan dan perbatasan dengan negara lain. tertinggal. 4) Kabupaten pemekaran yang belum memiliki Rumah Sakit.peralatan kesehatan dan rumah dinas petugas kesehatan Puskesmas. Pembangunan Puskesmas Perawatan. rumah dokter/dokter gigi. sarana dan peralatan PONED. perawat dan bidan harus berada dalam satu lokasi. b. penyediaan sarana dan peralatan perawatan PONED (Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergency Dasar) serta dapur gizi. selain itu memenuhi persyaratan antara lain: 1) Pembangunan baru Puskesmas Perawatan. diutamakan pada 101 Puskesmas Prioritas Nasional di wilayah terpencil. dengan luas sesuai ketentuan. b) Setiap Puskesmas Perawatan harus dilengkapi Dapur Gizi dan peralatannya yang mengacu pada lampiran 10. Denah tata-ruang a) Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. c) Setiap Puskesmas Perawatan harus dilengkapi dengan UGD yang dapat memberikan pelayanan PONED. 5) Puskesmas yang mempunyai rumah dinas yang ditempati oleh dokter dan perawat/bidan. a. Pelayanan PONED mengacu pada buku acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal 2) 12 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan. 3) Lokasi Puskesmas berada dalam waktu tempuh lebih dari 2 jam ke Rumah Sakit. 2) Lokasi bangunan baru Puskesmas Perawatan di lokasi strategis. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. Persyaratan Umum Pembangunan Puskesmas baru harus mempertimbangkan ketersediaan tenaga kesehatan.

3) Peralatan kesehatan Kebutuhan minimal peralatan kesehatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan. 2) 3) 13 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Lokasi Puskesmas: a) Wilayah terpencil. perbatasan dan kepulauan. bidan/perawat bila belum ada. c) Peningkatan kebutuhan akan pelayanan rujukan tetapi daerah belum mampu membangun Rumah Sakit. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan akan adanya Puskesmas Perawatan. b) Waktu tempuh lebih dari 2 jam dengan menggunakan sarana transportasi yang tersedia.d) Emergensi Dasar. a. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan di DTPK Peningkatan menjadi Puskesmas Perawatan dilaksanakan dalam rangka pengembangan pelayanan dan rujukan kesehatan dan dilengkapi dengan penyediaan alat dan rumah dinas dokter/dokter gigi. 2. Persyaratan Puskesmas: a) Tidak digunakan untuk menjadikan Puskesmas Perawatan pra Rumah Sakit. Perbatasan. antara lain: a) Puskesmas di wilayah terpencil. Ruang Rawat Inap minimal 2 tempat tidur. kepulauan. b) Kabupaten pemekaran yang belum tersedia Rumah Sakit. tertinggal. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008 serta lampiran pedoman yang disempurnakan buku acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar. Khusus wilayah terpencil dan kepulauan. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. tertinggal.

14 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Peralatan kesehatan Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008. Rehabilitasi Puskesmas Perawatan hanya ditujukan untuk Puskesmas Perawatan dengan kondisi rusak berat termasuk di dalamnya rumah dinas dokter/dokter gigi dan perawat/bidan. Persyaratan Teknis 1) Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. 2) Puskesmas perawatan yang rusak karena bencana alam pada tahun berjalan dan 1 (satu) tahun sebelumnya. b. 2) 3) 3. Denah tata-ruang pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. a. Persyaratan Umum Puskesmas Perawatan dengan kondisi rusak berat diproritaskan pada: 1) Puskesmas perawatan di perbatasan. Letaknya strategis dari Puskesmas di sekitarnya. Ketersediaan tenaga kesehatan oleh Pemerintah Daerah. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. kepulauan. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/ kegiatan yang dilaksanakan mengacu kepada Pedoman Tata Ruang Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007.b) c) b. Rehabilitasi Puskesmas Perawatan Rehabilitasi Puskesmas Perawatan ditujukan menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas Perawatan.

a. 4. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan adanya peningkatan Puskesmas Perawatan menjadi Puskesmas Perawatan Mampu PONED. c) Daerah pariwisata dan kawasan industri. Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan Mampu PONED Upaya yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan pelayanan di tingkat dasar yaitu penyediaan Puskesmas PONED. yang terdiri dari 1 orang Dokter. Lokasi Puskesmas (harus memenuhi satu atau lebih persyaratan di bawah ini): a) Waktu tempuh ke Rumah Sakit terdekat lebih dari 2 jam dengan menggunakan sarana transportasi yang tersedia. b) Telah tersedia tenaga kesehatan yang telah mengikuti pelatihan penanganan kegawatdaruratan obstetri neonatal di tingkat pelayanan dasar/PONED. Puskesmas Pembantu dan Puskesmas. termasuk penanganan penyulit/komplikasi obstetri neonatal yang tidak dapat ditangani di tingkat Poskesdes. b) Pada jalur lalu lintas ramai dekat dengan pemukiman. b) Menyediakan layanan rujukan kegawatdaruratan obstetri neonatal. perbatasan dan kepulauan. antara lain: a) Kabupaten pemekaran yang belum tersedia rumah sakit. Setiap peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan mampu PONED dilengkapi dengan penyediaan alat dan rumah dinas dokter/dokter gigi dan bidan/perawat bila belum ada. 2) 3) 15 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . d) Daerah terpencil. 1 orang Bidan dan 1 orang Perawat. Persyaratan Puskesmas a) Merupakan Puskesmas perawatan.2) Rehabilitasi dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat.

Denah tata ruang pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. 2) Peningkatan pelayanan akan tetapi tidak untuk menjadi Rumah Sakit. Persyaratan Teknis 1) 2) Luas lahan dan bangunan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. 16 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. Peralatan Puskesmas PONED mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas. antara lain berupa penambahan ruangan untuk: a) Pelayanan Gawat Darurat/emergency.c) Adanya telaahan kebutuhan Puskesmas Mampu PONED. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dibutuhkan. Persyaratan Umum Adanya kebutuhan: 1) Tambahan ruangan untuk meningkatkan pelayanan agar lebih optimal. Perluasan sarana fisik bangunan. Persyaratan perluasan fisik. Tenaga kesehatan yang telah dilatih PONED tidak boleh pindah selama minimal 2 tahun. b. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. perlu adanya perluasan fisik. Perluasan Puskesmas Perawatan Perluasan Puskesmas Perawatan menunjang serta meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas. adalah sebagai berikut: a. b. Perluasan dilaksanakan pada bangunan/sarana yang membutuhkan perluasan. 3) 4) 5.

2) 3) 4) Pelayanan laboratorium yang dilengkapi dengan kran air serta pembuangan air kotor. Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. e) Dapur Gizi. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. POS KESEHATAN DESA 1. d) Pelayanan penyuluhan dan ruang pertemuan sebagai upaya promotif dan penggalangan kemitraan dengan berbagai pihak terkait serta dapat digunakan untuk kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas. Persyaratan Umum Pembangunan baru Poskesdes adalah pada setiap desa yang belum ada bangunan Poskesdes dengan persyaratan: 1) Masyarakatnya tidak mampu membangun secara swadaya. dengan mempertimbangkan persyaratan sebagai berikut: a. Perluasan dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. Namun karena kemampuan masyarakat sebagian besar terbatas. Untuk dapur gizi mengikuti denah tata ruang sesuai dengan lampiran 10. Pembangunan Baru Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka memberdayakan masyarakat di bidang kesehatan. b) C. Untuk peralatan dapur gizi sesuai dengan lampiran 10. Peralatan kesehatan mengacu pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008. maka pemerintah membantu pembangunan fisik Poskesdes. c) Pelayanan konsultasi yang dibutuhkan sebagai upaya promotif dan preventif. 17 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

b) Jumlah ruangan dan sarana yang dibutuhkan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan. b) Mudah dijangkau oleh masyarakat (transportasi). Pembangunan fisik yang dilaksanakan terbatas pada penambahan bagian Polindes yang sudah ada. a. Persyaratan Teknis 1) Luas bangunan: a) Luas ruangan/bangunan sesuai dengan kondisi tanah setempat dengan memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan/kegiatan dan kesetaraan gender laki–laki dan perempuan. minimal terdapat ruang persalinan dan pelayanan KIA-KB. d) Mempertimbangkan jarak antar fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan Poskesdes agar tetap memperhatikan fungsinya sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraaan gender.2) 3) Tersedia tanah/lahan yang tidak bermasalah Lokasi Poskesdes: a) Mempertimbangkan ketersediaan lahan yang berada di tengah pemukiman. Peralatan kesehatan Kebutuhan jenis dan jumlah peralatan minimal Poskesdes mengacu pada buku Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa. Direktorat Jenderal. c) Mempertimbangkan keamanan petugas kesehatan. b. 2) 3) 2. Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2006. c) Pembangunan baru Poskesdes dapat menggunakan bahan bangunan yang berasal dari daerah setempat. Pengalihan Polindes menjadi Poskesdes Pembangunan Poskesdes dapat berasal dari pengalihan bangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes). Persyaratan Umum 18 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

akurat. Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan Poskesdes agar tetap memperhatikan fungsinya sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender. Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2006. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK 19 TI HUS AD . b. minimal dengan rincian kebutuhan tata ruangnya adalah sebagai berikut: a) Ruang untuk fungsi pelayanan dan atau administrasi. PENGADAAN SIK DAERAH Dalam upaya mewujudkan Sistem Informasi Kesehatan yang evidence based di Indonesia. Guna meningkatkan fungsi pelayanannya. Pengadaan peralatan sistem informasi kesehatan melalui DAK bertujuan untuk memacu Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota khususnya di Puskesmas sehingga mampu menyediakan data/informasi yang cepat. b) Ruang untuk tempat tinggal tenaga kesehatan. 2) 3) 4) D. luas lahan yang diperlukan untuk peningkatan Polindes menjadi Poskesdes. Penambahan ruangan pada Pengalihan Polindes menjadi Poskesdes dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. dikembangkan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Direktorat Jenderal. Peralatan kesehatan Kebutuhan jenis dan jumlah peralatan minimal Poskesdes mengacu pada buku Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa. Adanya peralatan sistem informasi kesehatan di Puskesmas diharapkan akan mempercepat pelayanan kesehatan atau manajemen pasien di Puskesmas. dan mutakhir. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Penambahan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan. serta mendukung administrasi Puskesmas berbasis bukti secara berkala.Polindes yang sudah ada di desa ditingkatkan menjadi Poskesdes.

7) LCD Monitor 17 inch. atau open office) Kursus atau pengenalan komputer untuk tenaga pengelola komputer agar mampu menggunakan paket software tersebut diatas. 2. 4) Minimum 160 GB harddrive. Persyaratan Umum Pengadaan peralatan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) Daerah diprioritaskan di Puskesmas non perawatan di Seluruh Indonesia dengan persyaratan: a. Vista atau Linux. 3) Minimum 1 GB Memory DDR-2 SDRAM. Di Puskesmas tersedia tenaga atau operator yang akan mengoperasikan komputer. honor petugas. Di Puskesmas tersedia biaya pemeliharaan komputer serta biaya operasionalnya (kertas. 2) Intel Pentium Dual-Core Processor. c. 8) CPU dan Monitor satu merk. tinta printer. 7200 RPM. 20 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Di Puskesmas tersedia aliran listrik/genset untuk menghidupkan personal komputer. microsoft word dan microsoft power point.sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan di Puskesmas dan Kabupaten/Kota. Spesifikasi peralatan: 1) Corporate Desktop PC. Merencanakan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan tahapan selanjutnya. dapat juga dibuatkan program aplikasi sederhana lain. listrik). Pengadaan software pengolah data. pengolah kata dan penyajian (misalnya microsoft excell. d. Persyaratan Teknis Pengadaan komputer beserta printer peralatan SIK untuk Puskesmas dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Provinsi dan Pusat (Nasional). b. Data entri laporan sesuai formulir yang telah ditetapkan dengan menggunakan excel. 5) Integrated 10/100/1000 LAN. 9) Printer Deksjet/Inkjet. d. 6) Windows XP Professional. 1. c. b.

Peralatan promosi kesehatan bergerak diperuntukkan bagi Puskesmas. kondisi dan letak geografis serta topografi daerah. E. 844/MENKES/SK/X/2006 tentang Penetapan Standar Kode Data Bidang Kesehatan. b. grafik. serta sarana untuk melakukan kampanye dan pameran kesehatan. b. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. peta dan narasi yang disajikan secara bulanan. 21 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 837/MENKES/VII/2007 Tentang Pengembangan SIKNAS Online Sistem Informasi Kesehatan Nasional. Mengirim laporan ke Dinas Kesehatan Kesehatan Kabupaten/Kota dengan CD ataupun flashdisk. 1. Mengolah data yang telah di entri dalam bentuk tabel. Peralatan promosi kesehatan bergerak merupakan kendaraan bermotor roda 2 yang dimodifikasi dan didesain menjadi satu kesatuan dengan peralatan audio visual aid (AVA) sehingga memiliki fungsi sebagai sarana pendukung dalam penyebaran informasi kesehatan. jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan di daerah serta melengkapi kebutuhan sarana/peralatan para pengelola program promosi kesehatan di Puskesmas dalam upaya mencapai target Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). f. PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK (MOBILE HEALTH PROMOTION KIT) Kegiatan DAK Bidang Kesehatan tahun 2011 dapat digunakan untuk pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak (Mobile Health Promotion Kit) di Puskesmas.e. 3. tahunan dan data sewaktu. Acuan a. tempat media-media untuk melakukan penyuluhan kesehatan. Tujuan kegiatan dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan promosi kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dalam rangka pemerataan. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. Pengadaan peralatan promosi kesehatan bergerak dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. pertimbangan operasional. triwulan. Persyaratan Umum a.

Tersedia tenaga yang mampu menyelenggarakan kegiatan dan mengoperasikan peralatan promosi kesehatan bergerak (mobile health promotion kit). memiliki voltase: AC 220 V/1 Phase/DC 12V/8. Keputusan Menteri Kesehatan No. Acuan a. dengan daya output mak: 0. 22 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 585/MENKES/SK/V/2007 tentang Petunjuk Teknis Promosi Kesehatan di Puskesmas. 2) Stereo Sound System. b.3A. 3. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.5 L. d. 5) Video Kamera dengan media penyimpan gambar DVD. Pengadaan peralatan harus memperhatikan mutu. b. kemudahan penggunaan dan pemeliharaan serta perbaikan peralatan promosi kesehatan bergerak. Persyaratan Teknis a.85 KVA/850 Watt. contoh desain kendaraan sesuai dengan lampiran 12.c. memiliki microphone tanpa kabel. 4) Generator set mini. 2. 3) Pemutar VCD/DVD dan Karaoke yang kompatibel dengan berbagai media. Peralatan promosi kesehatan bergerak berupa kendaraan roda 2 berkapasitas minimal 110 cc yang telah dimodifikasi menjadi satu kesatuan dengan peralatan. e. 1114/MENKES/SK/VIII/2005 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah. Membuat surat pernyataan untuk tidak mengalihfungsikan peralatan promosi kesehatan bergerak (mobile health promotion kit) yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. memiliki kapasitas tangki bahan bakar: 4. Adapun peralatannya terdiri dari: 1) LCD Projector dengan pencahayaan minimal 2000 lumens. Membuat surat pernyataan kesanggupan untuk mengalokasikan biaya operasional Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota.

Ada dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergensi baik secara umum maupun emergency obstetrik neonatal. e. Persyaratan umum a. Dokter. b. Persyaratan Teknis a.BAB V MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN A. Mempunyai prosedur pendelegasian wewenang tertentu. Tersedia pelayanan darah yang siap 24 jam. dokter spesialis lain serta dokter umum. kegawat-daruratan obstetrik dan neonatus. dokter penyakit dalam. PENINGKATAN SARANA PRASARANA DAN PENGADAAN PERALATAN KESEHATAN UNTUK PROGRAM PONEK DI RUMAH SAKIT 1. dokter / petugas anestesi. dokter anak. c. bidan dan perawat telah mengikuti pelatihan tim PONEK di rumah sakit meliputi resusitasi neonatus. Tersedia kamar operasi yang siap (siaga 24 jam) untuk melakukan operasi. Persyaratan yang harus diperhatikan: 2) 23 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . f. Adanya dukungan semua pihak dalam tim pelayanan PONEK. d. Peningkatan Sarana dan Prasarana 1) Rancangan denah dan tata ruang maternal dan neonatal harus memenuhi beberapa persyaratan teknis sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1051/MENKES/SK/XI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 Jam di Rumah Sakit. bila ada kasus emergensi obstetrik atau umum. bidan dan perawat. 2. antara lain dokter kebidanan.

2 Paling kecil. 2 Luas minimal 6 m per orang. Bila tidak memungkinkan. Kamar bersalin terletak sangat dekat dengan kamar neonatal. maka diperlukan dua kamar kala 1 dan sebuah kamar kala 2. Bila kamar operasi juga ada dalam lokasi yang sama. Harus ada kamar mandi/toilet yang berhubungan dengan kamar bersalin.a) Ruang Maternal (1) Kamar bersalin: (a) (b) (c) (d) (e) (f) (g) (h) (i) Lokasi berdekatan dengan kamar operasi dan IGD. Tiap ibu bersalin harus punya privasi agar keluarga dapat hadir. (j) (k) (l) 24 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . upayakan tidak melintas pada ruang bersalin. Harus ada tempat untuk isolasi ibu di tempat terpisah. Kamar bersalin harus dekat dengan ruang jaga perawat (nurse station) agar memudahkan pengawasan ketat setelah pasien partus sebelum dibawa ke ruang rawat (post partum). Minimal 2 kamar bersalin terdapat pada setiap rumah sakit umum. Idealnya sebuah ruang bersalin merupakan unit terintegrasi: kala 1. Selanjutnya bila diperlukan operasi. untuk memudahkan transportasi bayi dengan komplikasi ke ruang rawat. Ruangan bersalin tidak boleh merupakan tempat lalu lalang orang. kala 2 dan kala 3 yang berarti setiap pasien diperlakukan utuh sampai kala 4 bagi ibu bersama bayinya secara privasi. pasien akan dibawa ke kamar operasi yang berdekatan dengan kamar bersalin. ruangan berukuran 12 m .

Unit Perawatan Intensif/Eklampsia/Sepsis (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin. (t) Kamar periksa/diagnostik harus mempunyai luas sekurang-kurangnya 2 11 m dan berisi: tempat tidur pasien/obsgin. atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. 25 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . (s) Tiap pasien harus punya akses ke kamar mandi privasi tanpa ke koridor. (p) Jumlah tempat tidur per ruangan maksimum 4 buah. (c) Di ruang dengan beberapa tempat tidur. troli alat. sedikitnya ada jarak antara ranjang satu dengan ranjang lainnya. (v) Ruang isolasi bagi kasus infeksi perlu disediakan seperti pada kamar bersalin.(m) (2) Ruang postpartum harus cukup luas. (x) Ruang tunggu bagi keluarga pasien. lampu sorot. USG mobile dan troli emergensi (u) Ada ruang perawat (nurse station). (o) Pada ruang dengan banyak tempat tidur. (q) Tiap ruangan harus mempunyai jendela sehingga cahaya dan udara cukup. jarak antar tempat tidur minimal 1 meter. penjahitan dan sebagainya. ruangan berukuran 18 m . kloset. (r) Harus ada fasilitas untuk cuci tangan pada tiap ruangan. 2 standar 8 m per tempat tidur (bed). lemari obat kecil. (d) Ruangan harus dilengkapi paling sedikit enam steker listrik yang dipasang dengan tepat untuk peralatan listrik. kursi pemeriksa. (w) Ruang tindakan operasi/kecil darurat/one day care: untuk kuret. (n) Ruang tersebut terpisah dari fasilitas: toilet. 2 (b) Paling kecil. lemari.

(c) Harus ada tempat untuk isolasi bayi di tempat terpisah. (d) Paling sedikit harus ada jarak antara inkubator dengan tempat tidur bayi. Area laktasi. 2 (b) Minimal ruangan berukuran 12 m . Unit Perawatan Khusus (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. 2 Minimal ruangan berukuran 6 m . (d) Harus ada tempat untuk isolasi bayi di area terpisah. (c) Di ruangan dengan beberapa tempat tidur sedikitnya ada jarak antar ranjang. Sarana. prasarana dan peralatan yang ada harus mempertimbangkan ergonomis dan kemudahan aksesibilitas bagi ibu hamil b. Jenis Peralatan PONEK 1) 26 TI PERALATAN NEONATAL HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Area pencucian incubator. (e) Ruang harus dilengkapi paling sedikit 6 steker yang dipasang dengan tepat untuk peralatan listrik. 2 Minimal ruangan berukuran 6-8 m .b) Ruangan Neonatal (1) Unit Perawatan Intensif (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. 2 (b) Minimal ruangan berukuran 18 m . antara lain: Adanya pemisahan visual antara ruang bersalin satu dengan yang lainnya. (2) (3) (4) Dalam rangka penyelenggaraan PONEK. perlu mempertimbangkan kebutuhan bagi laki-laki dan perempuan.

20. 8.Ampul Epinefrin / Adrenalin .Pipa endotrakeal . 5. 7. 2. 1. Jmlh minimal 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Kotak Resusitasi berisi: . 10 Jenis Peralatan Inkubator baby Infant Warmer Pulse Oxymeter Neonatus Phototherapy Syringe Pump Infant resuscitation dan Emergensi Set CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) w/ Medical air Compressor Flow meter Infuse Pump Neonatus Resusitation and Emergensi Set 2) PERALATAN MATERNAL Jenis Peralatan Jmlh minimal 5 2 3 2 4 1 1 1 1 1 No.Sodium bikarbonat 8.9% / larutan Ringer Asetat / RL .Selang reservoar oksigen . 4. 4.Plester .Bilah Laringoskop .Infus Set 2.Kateter penghisap .No.Bola lampu laringoskop cadangan . 3. 9. 3.Naso gastric tube .Kateter Vena . 50 cc . 5.Gunting .Bola lampu laringskop ukuran dewasa . 3. 8. 1. Ekstraktor vakum delivery Inkubator baby Infant Warmer Forceps naegele AVM (Aspirasi Vakum Manual) Pompa vakum listrik Monitor denyut jantung/pernapasan 27 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 7. 6.Balon .Batre AA (cadangan) untuk bilah laringoskop .4% .MgSO4 .Alat suntik 1. 10. 21/2. 6.NaCL 0. 5.Masker oksigen .

melakukan pemeriksaan golongan darah. melakukan penyimpanan darah sebagai stock. a.9. mengirim darah transfusi yang telah aman ke bagian lain/ruangan lain atau Rumah Sakit lain yang membutuhkan. melakukan skreening terhadap penyakit Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD). Pembangunan Baru Pembangunan baru Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan darah di rumah sakit khususnya dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit pada umumnya. melakukan penyadapan darah donor. BANK DARAH RUMAH SAKIT (BDRS) DAN UNIT TRANSFUSI DARAH DI RUMAH SAKIT Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) adalah salah satu instalasi di RS yang mempunyai peran sebagai penyedia darah transfusi yang aman (lulus skreening IMLTD) dengan tugas antara lain melakukan rekruitmen donor sukarela. B. 1. Acuan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1051/MENKES/SK/XI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 Jam di Rumah Sakit. 10. melakukan seleksi donor. memantau reaksi transfusi yang terjadi serta melakukan pencatatan dan pelaporan. Foetal Doppler Set Sectio Saesaria 1 1 3. crossmatch. atau profit center di RS karena pelayanan darah harus bersifat nirlaba 4) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah 28 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Persyaratan Umum Pembangunan fasilitas UTD di RS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Tidak terdapat UTD PMI yang dapat memasok kebutuhan darah aman di Rumah Sakit yang bersangkutan 2) Terdapat Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat 3) Tidak boleh dijadikan sumber PAD.

Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Luas lahan dan bangunan dari UTD di RS didasarkan pada jenis pelayanan dan kegiatan yang dilaksanakan. perlu mempertimbangkan kebutuhan bagi laki-laki dan perempuan. Dalam rangka penyelenggaraan UTD di RS.cuci Ruang penyimpanan darah Kamar mandi / WC (2 buah) Ruang jaga Ruang genset/gudang Lorong/Sirkulasi ruangan TOTAL LUAS luas : 9 luas : 9 m2 m2 luas : 7. maka pembangunan disesuaikan dengan kondisi setempat dengan tetap memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan.5 m2 luas : 7.5 m luas : 8 m2 100 m2 Bila luas lahan tidak memungkinkan. 29 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .5) 6) 7) Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya Lokasi berada di tempat yang strategis bagi ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi Dalam melaksanakan perannya UTD RS harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dalam jejaring pelayanan darah Kabupaten/Kota serta merupakan bagian dari jejaring pelayanan darah provinsinya b.5 m2 luas : 10 m2 luas : 6 luas : 6 luas : 6 m2 m2 m2 luas : 16 m2 luas : 7. Adapun luasan itu adalah: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) Ruangan pimpinan Ruang tunggu donor sukarela Ruang administrasi dan loket Ruang pemeriksaan/seleksi donor Ruang AFTAP Ruang pemulihan Ruang laboratorium & R. antara lain: Adanya pemisahan visual antara ruang penyadapan darah satu dengan yang lainnya 2) Denah dan tata ruang.5 m2 luas : 7.

6) Dalam melaksanakan perannya UTD di RS harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dalam 30 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Persyaratan Umum Peningkatan kualitas UTD di RS yang telah ada mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Terdapat UTD di Rumah Sakit di lingkungan Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat. 5) Lokasi berada di tempat yang strategis bagi ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi. (4) ruang penyimpanan darah dan reagen. 4) Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya. 2) Tidak boleh dijadikan sumber PAD. (2) ruang penyadapan darah. bertujuan khususnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan darah di rumah sakit dan meningkatkan mutu pelayanan secara keseluruhan di rumah sakit. diantaranya: a) Bangunan berada dalam lingkungan/bangunan RS b) Bangunan minimal terdiri/memiliki beberapa ruangan antara lain: (1) ruang administrasi. Adapun denah dan tata ruang UTD di RS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dari pelayanan kesehatan yang ada. c) Bangunan memiliki sistem supply air yang cukup. (3) ruang laboratorium. Peningkatan Kualitas UTD di RS Yang Telah Ada Peningkatan kualitas Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) ditujukan pada Rumah Sakit yang telah memiliki UTD dan telah berjalan.Rancangan denah dan tata ruang pada UTD di RS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. d) Bangunan memiliki sistem limbah sesuai standar/dapat bergabung dengan limbah RS. atau profit center di RS karena pelayanan darah harus bersifat nirlaba. (5) ruang cuci. 2. (6) Kamar Mandi/WC. a. 3) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah.

2) Denah dan tata ruang. diantaranya: a) Bangunan berada dalam lingkungan/bangunan RS b) Bangunan minimal terdiri/memiliki beberapa ruangan antara lain: (1) ruang administrasi. Adapun denah dan tata ruang UTD di RS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dari pelayanan kesehatan yang ada. 31 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Rancangan denah dan tata ruang pada UTD di RS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. maka pembangunan disesuaikan dengan kondisi setempat dengan tetap memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan. Cuci Ruang penyimpanan darah Kamar mandi/WC (2 buah) Ruang jaga Ruang genset/gudang Lorong/Sirkulasi ruangan TOTAL Luas luas : 9 m2 luas : 7.5 m2 luas : 10 m2 luas : 6 m2 luas : 16 m2 luas : 6 m2 luas : 6 m2 luas : 7.5 m2 luas : 8 m2 100 m2 Bila luas lahan tidak memungkinkan. b. Adapun luasan itu adalah: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) Ruangan pimpinan Ruang tunggu Ruang administrasi dan loket Ruang pemeriksaan/seleksi donor Ruang AFTAP Ruang pemulihan Ruang laboratorium & R.5 m2 luas : 7. (4) ruang penyimpanan darah dan reagen.5 m2 luas : 9 m2 luas : 7. (2) ruang penyadapan darah. (3) ruang laboratorium.jejaring pelayanan merupakan bagian provinsinya. Persyaratan Teknis 1) darah Kabupaten/Kota dari jejaring pelayanan serta darah Luas lahan dan bangunan Luas lahan dan bangunan dari UTD di RS didasarkan pada jenis pelayanan dan kegiatan yang dilaksanakan. (5) ruang cuci.

2) Khusus untuk UTD di RS yang didirikan melalui DAK 2008 di Rumah Sakit Kabupaten/Kota setempat. Persyaratan Umum Pemenuhan kebutuhan peralatan UTD di RS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Diperuntukkan bagi pembangunan baru dan peningkatan kualitas/renovasi UTD di RS yang telah ada melalui DAK 2009 serta diperuntukkan pula bagi UTD di RS yang didirikan melalui DAK 2008. b. telah tersedia bangunan dan belum mendapat alokasi peralatan melalui APBN 2008.c) d) (6) kamar mandi/WC. Bangunan memiliki sistem supply air yang cukup. yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan darah di rumah sakit khususnya dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit pada umumnya maka perlu didukung dengan peralatan UTD di RS yang berkualitas dan memenuhi standar. Persyaratan Teknis 1) Peralatan dan bahan habis pakai untuk UTD di RS a) Peralatan Seleksi Donor dan IMLTD: : 1 unit :1 unit : 2 unit : 2 unit :2 unit : 2 unit : 2 unit : 1 unit : 1 unit : 1 unit 32 TI HUS AD (1) Hemoscale (2) Hemoglobinometer (3) Hand sealer (4) Tempat tidur donor (5) Stetoskop dewasa (6) Spygmomanometer air raksa (7) Timbangan badan b) Peralatan Penunjang Laboratorium (1) Plasma extractor (2) Dry incubator (3) Serological centrifuge Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . a. 3. 3) Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya. PEMENUHAN KEBUTUHAN PERALATAN UTD DI RS Agar Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) dapat beroperasi dengan peralatan yang memenuhi standar. Bangunan memiliki sistem limbah sesuai standar/dapat bergabung dengan limbah RS.

5 lt bayclin dan 10 botol 1 lt resiguard) Aquabidest : 1 paket Peralatan kantor : 1 paket (Paket terdiri: meja kantor. tabung ukuran 5 mm. kursi kantor). hematokrit tube.(4) (5) Serological rotator Adjustable M/C Micropipete Ukuran 5 – 50 μl Ukuran 50 – 200 μl : 1 unit : 1 unit : 1 unit (6) (7) (8) Mikroskop binokuler elektrik : 1 unit Peralatan pemeriksaaan uji saring metode gel test / mikroplate : 1 unit Peralatan laboratorium lain : 2 paket (Pasteur pipet plastic.) c) d) e) f) Distribusi Cool box (1) untuk mobile unit (25-50 ktg) : 2 unit (2) untuk ruangan (2-5 ktg) : 2 unit Penyimpan Reagen dan Darah (1) Blood bank refrigerator : 1 unit (2) Medical refrigerator : 1 unit Bahan Habis Pakai (1) Kantong darah Single bag 250 ml/350ml : sesuai kebutuhan Transfer bag : sesuai kebutuhan (2) Reagen Anti-HCV : 1 paket HbsAg : 1 paket Golongan darah ABO. meja komputer. berdasarkan pada Harga Standar Bangunan dan Gedung 33 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . maka peralatan UTD di RS harus memiliki kualitas tinggi dengan jaminan purna jual minimal 3 tahun. Rhesus dan Uji silang metode 3 fase dengan bovine Albumin 22% dan coomb serum : 1 paket Sifilis : 1 paket (3) Reagen untuk pemeriksaan uji saring Metode gel test/mikroplate : 1 paket HIV/AIDS : 1 paket Larutan CuSO4 dengan BJ 1. printer. lab jas.053 : 1 paket NaCl 0. micro pipet yellow tipe. gunting stainless steel. white board. Mengingat pelayanan darah mempunyai resiko cukup tinggi. baskom cuci.9 % : 1 paket Cairan desinfectant : 1 paket (berisi 10 botol) 0. gelas melamin. klem lab. komputer. object glas. sarung tangan. beker glass. tabung ukuran 12 x 75 mm. rak tabung. labu semprot. blood grouping plate. Catatan: Pengalokasian anggaran pembangunan dan peningkatan kualitas UTD di RS yang telah ada (renovasi gedung UTD di RS).

Negara (HSBGN) yang dikeluarkan oleh PU tahun 2006 dan revisinya. Pada beberapa Kabupaten/Kota yang tidak terdapat alokasi HSBGN dari PU, masih merupakan harga perkiraan berdasarkan pada Kabupaten/Kota terdekat. Luas ruang dan denah UTD di RS mengikuti standar yang telah dibuat pada petunjuk teknis DAK. Apabila lahan yang tersedia terbatas, maka dapat menyesuaikan pada keadaan rumah sakit di masing-masing kabupaten/kota, tetapi tetap mengikuti prinsip standar tata ruang.

4.

BANK DARAH RUMAH SAKIT Sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dalam peningkatan kualitas dan akses pelayanan darah seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 423/MENKES/SK/IV/2007 tentang Kebijakan Peningkatan Kualitas dan Akses Pelayanan Darah, setiap RS harus memiliki Bank Darah Rumah Sakit. BDRS adalah sebagai pelaksana dan penanggung jawab pemenuhan kebutuhan darah di rumah sakit sebagai bagian dari pelayanan rumah sakit secara keseluruhan bekerjasama dengan UTD setempat sebagai pemasok darah yang aman. a. Persyaratan Umum Pembangunan fasilitas BDRS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut 1) Terdapat UTD PMI yang dapat memasok kebutuhan darah aman di Kabupaten/Kota setempat. 2) Terdapat Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat. 3) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah. 4) Ada komitmen daerah untuk membantu operasionalisasi dan pemeliharaan BDRS melalui APBD. b. Persyaratan teknis 1) Luas ruang Luas ruang BDRS didasarkan pada jenis ruang kegiatan yang dilaksanakan. Adapun luasan itu adalah:
a) Ruang administrasi dan loket penerimaan sampel darah

34

TI

HUS

AD

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

Luas : 5 m2 b) c) d) e) f) g) h) Ruang laboratorium Ruang penyimpanan darah Ruang kepala BDRS & Ruang rapat Ruang jaga petugas Ruang gudang Ruang kamar mandi/WC Lorong Total Luas Luas : 9 m2 Luas : 6 m2 Luas : 6 m2 Luas : 5 m2 Luas : 3 m2 Luas : 3 m2 Luas : 3 m2 40 m2

2)

3)

Denah dan tata ruang Rancangan denah dan tata ruang pada BDRS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. Adapun denah dan tata ruang BDRS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dai pelayanan kesehatan yang ada, diantaranya: a) Bangunan berada di dalam lingkungan/bangunan RS. b) Lokasi berada di tempat yang strategis dan mudah dijangkau dari ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi. 2 c) Luas minimal 40 m dengan cahaya dan ventilasi yang cukup serta ber AC, termasuk ruang administrasi secara terpisah. d) Fasilitas air mengalir & listrik yang memadai, genset atau UPS yang mampu mem back up refrigerator agar stabilitas suhu tetap terjaga. e) Tersedia 2 bak cuci yang terdiri dari bak cuci tangan dan bak cuci alat. f) Lantai ruangan ada tanpa sambungan (vinyl), sudut lantai melengkung. Peralatan BDRS (minimal)
a) b) c) d) e) f) g) h) Blood bank refrigerator 1 unit Serological centrifuge 2 unit Serological rotator 1 unit Dry incubator 1 unit Microskop binokuler 1 unit Plasma extractor 1 unit Set peralatan uji silang serasi dengan metode gel Peralatan laboratorium lainnya 1 paket (pasteur pipet plastic, set alat pemeriksaan uji silang serasi dengan metode gel test, labu semprot, rak tabung, tabung uk 12 x 75 mm, tabung uk 5 ml, hematokrit tube, beker glass, blood grouping plate, baskom cuci, gelas melamin, gunting stainless

35

TI

HUS

AD

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

i) j)

steel, klem lab, korentang, sarung tangan, jas laboratorium dan kacamata pelindung, object glass, timer, mikro pipete yellow tipe). Cool box kapasitas 3 – 5 kantong darah 3 unit Bahan habis pakai coombs control cell 1 vial NaCl 0,9% 25 vial (@500ml Reagen golongan darah ABO, Rhesus dan Uji silang metode 3 fase dengan bovine albumin 22%dan coomb serum 10 vial (@10cc) Reagen untuk pemeriksaan uji sarimetode gel test /mikroplate : 1 paket Cairan desinfectant : 1 paket

4)

Perlengkapan administrasi a) Meja tulis dan kursi. b) Mesin ketik. c) Komputer dan printer. d) Lemari arsip. e) Telepon + Fax.

C.

PENINGKATAN FASILITAS INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT 1. Persyaratan Umum Peningkatan fasilitas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit, adalah Rumah Sakit Umum atau Rumah Sakit Khusus milik pemerintah daerah (Provinsi atau Kabupaten/Kota) yang telah memberikan usulan pada Rapat Konsultasi Teknis (Rakontek) DAK Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik, dengan mempertimbangkan data sebagai berikut: Kelas Rumah Sakit. Jenis Rumah sakit (RS Khusus/Umum). Jumlah tempat tidur Rumah Sakit. Jenis Menu yang diusulkan (untuk bangunan fisik saja, alat saja atau keduanya). Sudah pernah atau belum memperoleh alokasi DAK untuk menu IGD RS. 2. Persyaratan Teknis Peningkatan fasilitas Instalasi Gawat Darurat RS mengacu pada SK Menteri Kesehatan No. 856/MENKES/SK/IX/2009 tentang Standar Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit, dan disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan dana dengan prioritas sebagai berikut:

36

TI

HUS

AD

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

monitor dan mengevakuasi (proses rujukan) serta alat medis pendukung untuk penanggulangan penderita gawat darurat: a) Trauma (Bedah) b) Non Trauma: (1) Kegawat daruratan Jantung (2) Kegawatdaruratan Penyakit dalam (3) Kegawatdaruratan Kebidanan (4) Kegawatdaruratan Anak dan neonatus (5) Kegawatdaruratan Neurologi. Pengadaan Peralatan Kesehatan 1) Alat kesehatan yang dapat digunakan untuk mendiagnosa. Thermometer. reflex Hammer. menangani. dll Dengan prioritas pada alat yang yang sifatnya mobile 2) Jenis peralatan diprioritaskan adalah medis sebagai berikut: FUNGSI ALAT KET. psikiatri.a. NO A. Alat-alat tersebut sangat penting sebab alat tersebut sangat dibutuhkan untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi diagnosa 37 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Selain untuk diagnosa. Examination lamp 2 Alat bantu penerangan untuk pemeriksaan Membantu Menegakkan diagnosa dengan cepat untuk mengetahui problem kegawatdaruratan yang dialami oleh penderita. DIAGNOSA UMUM JENIS ALAT Kit pemeriksaan sederhana 1 Minimal berisi Tensimeter. Stetoskop. Tonge Spatula dan Opthalmoskop. KHUSUS 3 EKG Alat yang berfungsi untuk membantu menegakkan diagnosa adanya potensi atau kelainan ritme jantung yang mengancam jiwa. alat ini juga dipergunakan untuk memberikan penerangan pada saat melakukan tindakan. Alat yang berfungsi untuk membantu melakukan initial assessment dan sekunder assessment pada kasus gawat darurat.

membersihkan Alat mempertahankan jalan dan yang dapat mengukur kadar gula darah dengan napas. darah pasien Hiper/Hipo glikemia bisa cepat diketahui 10 Oksigen Consentrator Alat yang dapat menjamin ketersediaan oksigen medis dengan mengambil udara luar untuk dipurifikasi Alat tersebut sangat penting mengingat seringnya terjadi kehabisan oksigen medis di IGD 11 Nebulizer Alat yang sifatnya non invasif yang dapat memberikan cairan obat ke dalam paru-paru Alat yang dapat memberikan pernapasan bantuan dengan kontrol elektrik yang sifatnya mobile Biasanya digunakan untuk pasien sesak napas akibat asma atau sesak lainnya Alat tersebut sangat dibutuhkan untuk menangani sesak napas yang berat seperti flu burung dan karena sifatnya mobile dapat digunakan selama dalam transportasi dalam rujukan pasien 12 Ventilator transport CIRCULATION 13 Minor surgery set Alat yang dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan dan menangani luka Alat yang dapat digunakan untuk memberikan cairan. anestetic regional intravena dengan tingkat akurasi yang tinggi Alat-alat tersebut juga dapat digunakan untuk bedah minor yang lain 14 Siringe pump 15 Infusion pump . antibiotik. 38 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .4 Mobile X Ray Alat yang dapat memberikan gambaran bagian dalam tubuh. Dengan bentuk yang mobile sangat memudahkan untuk dipindahkan dan mengambil foto Ro penderita dengan mudah 5 TINDAKAN: Doppler B. AIRWAY 7 6 8 Emergency Resuscitation kit Glukometer with stick Suction Pump 9 Neck Collar BREATHING Alat yang dapat membantu mendeteksi bunyi detak jantung janin (untuk diagnosa gawat darurat Alat membantu janin) untuk membuka. terutama paru-paru dan tulang. serta memberikan cepat bantuan napas secara manual yang sifatnya non invasif s/d invasif berbagai ukuran (untuk dewasa-anak bayi/neonatus) Alat tersebut harus tersedia di IGD mengingat sumbatan jalan Dengan merupakan ini penyebab alat maka napas pengukuran kadar Glukosa kematian tercepat.

MONITOR 16 17 Pulse Oksimeter Vital sign/ monitor Bed Side Alat untuk memonitor kondisi pasien gawat darurat yang sedang diobservasi intensif (alat sederhana dan yang komplit) Dapat berfungsi juga untuk memantau perkembangan terapi D. GAWAT DARURAT KHUSUS JANTUNG 18 Defibrilator Alat yang dapat mengatasi gangguan ritme jantung Pada kasus VT/VF (serangan jantung. Infat warmer berupa selimut sehingga dapat dipasang sambil melakukan tindakan seperti saat RJP 20 Inkubator KEBIDANAN 21 Meja Ginekologi Meja yang dapat untuk melakukan kebidanan. berfungsi tindakan 22 23 Partus set Vacuum set Alat untuk membantu persalinan normal Alat yang dapat digunakan untuk membantu mengeluarkan bagian kepala bayi yang tidak dapat dikeluarkan dengan proses persalinan normal Alat yang dapat digunakan untuk tindakan kuretase Alat yang dapat digunakan untuk melakukan operasi cesar 24 25 Kuret Set Sectiosesarian set BEDAH 26 Electrosurgical cauter Alat yang berfungsi untuk melakukan penyayatan. pemotongan saat pembedahan Alat ini juga dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan 39 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . kecepatan dalam memberikan DC Shock) sangat menentukan hasil akhir penanganan ANAK –NEONATUS 19 Infant Warmer Alat yang berfungsi untuk memberikan kondisi suhu dan kelembaban yang terkontrol.C.

RS Orthopedi dan lain-lain atau di rumah sakit umum (RSU) yang mengembangkan 40 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . RS Kusta. mengingat banyaknya kasus gawat darurat yang butuh operasi segera (cito operasi) 28 Lampu operasi mobile Alat bantu penerangan saat operasi. PERALATAN MEDIS PENDUKUNG 33 34 Emergency Strecher Sterizator Alat untuk memindahkan pasien dari UGD keruangan Alat untuk peralatan bedah mensterilkan 3) Rumah sakit dapat mengusulkan prioritas alat kesehatan lainnya di luar point b) dan SK Menteri Kesehatan No. RS Ibu dan Anak. dengan pertimbangan: Alat tersebut sudah terpenuhi Pada rumah sakit khusus (RSK) seperti RS Jiwa. 856/Menkes/SK/IX/2009 tentang Standar Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit. tidak menimbulkan panas dan mudah dipindahkan Alat untuk melakukan tindakan pembiusan total Instrument yang dapat digunakan untuk operasi besar 29 30 Mesin Anestesia Major Surgery set TINDAKAN KHUSUS LAINNYA 31 THT Set Instrumen yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan gawat darurat pada THT Alat bantu penerangan yang dipasangkan pada kepala Sering digunakan untuk mengeluarkan Corpus Alienum 32 Head Lamp Sering digunakan pemeriksaan THT pada E.dengan frekwensi tinggi dan efek thermal 27 Meja Operasi Alat untuk mensupport pasien saat operasi sehingga mendapatkan posisi yang tepat sesuai kebutuhan tindakan Alat untuk pembedahan yang bisa di akses 24 jam harus tersedia di rumah sakit. RS Paru.

d. Harus mempunyai ruang tunggu untuk keluarga pasien. 2. Area dekontaminasi ditempatkan di depan / di luar IGD atau terpisah dengan IGD. i. b. Harus mempunyai pintu masuk dan keluar yang berbeda dengan pintu utama (alur masuk kendaraan/pasien tidak sama dengan alur keluar) kecuali pada klasifikasi IGD level 1 dan 2. e. misalnya Generator Set untuk Instalasi Gawat Darurat untuk menjamin ketersediaan listrik selama melakukan berbagai tindakan kegawatdaruratan di IGD. f. Pembangunan/Penyesuaian Bangunan IGD Rumah sakit dapat melakukan pembangunan baru atau penyesuaian bangunan IGD sehingga memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. 41 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . k. Pintu IGD harus dapat dilalui oleh brankar. Jika terdapat pertimbangan khusus lain maka rumah sakit dapat mengusulkan peralatan penunjang lainnya dalam mendukung pelayanan gawat darurat di Rumah Sakit. dapat menampung korban bencana sesuai dengan kemampuan RS. Luas bangunan IGD disesuaikan dengan beban kerja RS dengan memperhitungkan kemungkinan penanganan korban massal / bencana. Lokasi Gedung harus berada di bagian depan RS. mudah dibersihkan dan memudahkan kontrol kegiatan oleh perawat kepala jaga. Ruang triase harus dapat memuat minimal 2 (dua) brankar. Ambulans/kendaraan yang membawa pasien harus dapat sampai di depan pintu yang areanya terlindung dari panas dan hujan (catatan: untuk lantai IGD yang tidak sama tinggi dengan jalan ambulans harus membuat ramp). mudah dijangkau oleh masyarakat dengan tanda–tanda yang jelas dari dalam dan dari luar Rumah sakit. Memiliki ruang untuk istirahat petugas (dokter dan perawat). j. c. Memiliki area khusus parkir ambulans yang bisa menampung lebih dari 2 ambulans (sesuai dengan beban RS) g. Susunan ruang harus sedemikian rupa sehingga arus pasien dapat lancar dan tidak ada “cross infection”.4) program unggulan tertentu dalam jenis pelayanan gawat darurat. h.

Bila direncanakan membangun/merehabilitasi lebih dari 4 (empat) ruang rawat inap kelas III. c) Jumlah tempat tidur yang digunakan untuk kelas III RS. 2 (dua) kamar mandi. 2 (dua) wastafel serta 2 (dua) ceiling fan.D. 1. b) Rasio tempat tidur yang dipergunakan untuk kelas III dibandingkan dengan total tempat tidur RS. Luas Lahan dan Tata Ruang Bangunan Pembangunan/rehabilitasi ruang rawat inap kelas III RS harus memperhatikan fungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan serta alur pelayanan untuk kelancaran dalam pelayanan pasien.5 m2= 20 m2 104 m2 42 TI HUS AD Ruang Rawat Inap Kelas III Ruang rawat inap kelas III 2 kamar mandi @ Selasar Total luas bangunan yang dibutuhkan 2) Ruang Perawat (Nurse Station) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Adapun contoh ukuran luas ruangan bangunan tersebut di atas adalah sebagai berikut: 1) 8 x 9 m2 = 72 m2 2 x 3 m2 = 12 m2 8 x 2. Oleh karena itu setiap pembangunan/rehabilitasi ruang rawat inap kelas III yang baik. PENINGKATAN FASILITAS TEMPAT TIDUR KELAS III RUMAH SAKIT RS yang mendapatkan paket peningkatan fasilitas tempat tidur kelas III adalah Rumah Sakit milik pemerintah daerah provinsi maupun milik pemerintah daerah Kabupaten/Kota yang melaksanakan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan memberikan usulannya ke Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik dengan mempertimbangkan: a) Bed Occupancy Rate (BOR) kelas III RS. atau kedua-duanya). Persyaratan Teknis a. Persyaratan Umum Masih tersedianya lahan untuk peningkatan fasilitas tempat tidur kelas III RS. atau untuk bangunan fisik ruang rawat inap kelas III saja. pada setiap pembangunan/rehabilitasi 4 (empat) ruang rawat inap (dengan jumlah tempat tidur 32) atau kelipatannya. 2. dan e) Sudah pernah atau belum pernah RS memperoleh alokasi DAK untuk menu fasilitas tempat tidur kelas III RS. maka perlu dibangun 1 (satu) ruang perawat (Nurse Station) yang dilengkapi dengan ruang-ruang pendukungnya. d) Jenis menu yang diusulkan oleh RS ke Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik (untuk tempat tidur set kelas III saja. berisi 8 (delapan) set tempat tidur yang dilengkapi fasilitas penunjang antara lain: selasar.

Spesifikasi Teknis Bangunan 1) Ruang Rawat Inap Kelas III a) Lantai terbuat dari keramik kualitas satu (KW–1). d) Ruang kerja perawat dilengkapi dengan 1 buah wastafel dari keramik serta 1 buah kran dan saluran pembuangan. Apabila luas lahan yang dimiliki Rumah Sakit terbatas. 1 closet duduk dan 1 gantungan infus. c) Atap dari genting dengan plafon. e) Kamar mandi berlantai keramik kasar (tidak licin). 2) Ruang Perawat (Nurse Station) a) Lantai terbuat dari keramik kualitas satu (KW–1) b) Dinding tembok ½ bata berplester dan dicat.1 Ruang kerja perawat 1 Ruang istirahat petugas 1 Kamar mandi petugas Total luas bangunan yang dibutuhkan 3 x 3 m2 = 9 m2 3 x 3 m2 = 9 m2 2 x 1. 43 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . b) Dinding tembok ½ bata berplester dan dicat. c) 1 buah tiang infus. rumah sakit dapat mengadakan peralatan kesehatan lainnya untuk mendukung pelayanan kesehatan di ruang rawat inap kelas III. e) Kamar mandi berlantai keramik kasar (tidak licin) dilengkapi 1 bak mandi. c) Atap dari genting dengan plafon. bantal dan guling). dilengkapi 1 bak mandi dan 1 closet duduk. d) Ruang rawat inap dilengkapi dengan 2 buah wastafel dari keramik serta 2 buah keran dan saluran pembuangan. di mana setiap set tempat tidur terdiri dari: a) 1 buah tempat tidur dengan kelengkapannya (matras. b) 1 buah nakas.5 m2 = 3 m2 = 21 m2 b. d) Dengan pertimbangan khusus. Misalnya pengadaan tempat tidur ginekologi untuk bangsal kandungan dan kebidanan kelas III. 3) Peralatan kesehatan Peralatan kesehatan yang ada pada setiap ruang rawat inap kelas III RS berisi 8 set tempat tidur. maka pembangunan/rehabilitasi tersebut disesuaikan dengan kondisi setempat dan tetap memperhatikan acuan ketentuan pembangunan ruang pelayanan kesehatan.

rencana pengobatan dan rencana terapi di bidang hematologi. kimia klinik dan urinalisis. maka Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat mengusulkan peralatan penunjang lainnya dalam mendukung pelayanan pemeriksaan laboratorium kesehatan. misalnya pipet otomatis. hematologi dan urinalisis dalam rangka menunjang diagnosis penyakit sebagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat maupun perorangan di wilayahnya. Bila terdapat pertimbangan khusus lainnya. PENGADAAN PERALATAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM KLINIK DI LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA Pengadaan peralatan pemeriksaan hematologi. Peningkatan pelayanan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota salah satunya melalui peningkatan fasilitas peralatan laboratorium sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No. kimia klinik dan urinalisis di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berfungsi untuk meningkatkan pelayanan melakukan pemeriksaan laboratorium kimia klinik. 1267/MENKES/SK/XII/2004 tentang Standar Pelayanan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan disesuaikan dengan kebutuhan serta ketersediaan dana dengan prioritas sebagai berikut: Alat laboratorium kesehatan dapat digunakan untuk mendukung menentukan diagnosis. Adapun peralatan laboratorium kesehatan diprioritaskan adalah sebagai berikut: No Jenis Peralatan Jumlah Minimal 1 Hematology Analyzer 1 2 Clinical Chemistry Analyzer 1 3 Urine Analyzer 1 44 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Adapun persyaratan teknis peralatan kesehatan tersebut harus memenuhi seluruh kriteria di bawah ini: a) Berkualitas b) Kebutuhan dan pemanfaatannya sesuai dengan situasi dan kondisi setempat c) Keamanan d) Kenyamanan e) Kemudahan dalam pengoperasionalan/pemakaian f) Kemudahan dalam pemeliharaan g) Kemudahan dalam perbaikan E. sentrifus dan generator set untuk menjamin kelancaran selama melakukan pemeriksaan spesimen.

b. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 298/MENKES/SK/III/2008 tentang Pedoman Akreditasi Laboratorium Kesehatan. Tersedia ruang untuk pemeriksaan hematologi. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1267/MENKES/SK/XII/2004 tentang Standar Pelayanan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. d. Acuan a.1. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Tahun 2003. c. F. Hal ini dilakukan untuk melindungi kualitas lingkungan sekitar dari kegiatan RS agar tidak terjadi bahaya infeksi nosokomial. Kabupaten/Kota dari Dana Alokasi Khusus dimaksudkan untuk menjamin keamanan kualitas lingkungan khususnya air limbah dari hasil kegiatan rumah sakit terhadap masyarakat sekitarnya. Adanya jaminan/garansi alat tersebut. c. 45 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Persyaratan Teknis a. Tersedianya sumber daya manusia yang mampu melaksanakan pemeriksaan hematologi. 3. Persyaratan Umum a. Layanan purna jual alat menjamin ketersediaan spare part dan reagen. kimia klinik dan urinalisis. b. Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang belum mempunyai peralatan. PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DAN PENGADAAN PERALATAN PENDUKUNGNYA DI RUMAH SAKIT PEMERINTAH DAERAH Penyediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Pengadaan Peralatan Pendukungnya Di Rumah Sakit Pemerintah Provinsi. d. Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang sudah mempunyai peralatan. Jumlah dan jenis alat disusun berdasarkan usulan dan identifikasi fasilitas peralatan yang ada di daerah. Buku Petunjuk Pemeriksaan Hematologi (Otomatik). 2. kimia klinik dan urinalisis. b. c. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 364/MENKES/SK/III/2003 tentang Laboratorium Kesehatan d. tapi dalam keadaan rusak. Memiliki serta sarana dan prasarana pendukung pemeriksaan sesuai standar dalam rangka pengembangan pelayanan laboratorium.

pemadatan dan pematangan tanah). Mengetahui dan memahami kapasitas dan jenis IPAL serta peralatan pendukung yang dibutuhkan. Peralatan pendukung adalah peralatan yang berfungsi mendukung dan memperlancar proses pengolahan air buangan baik pengolahan secara fisik. pertimbangan operasional serta kondisi dan letak geografis/topografi daerah. c. unit cost masing-masing daerah (lokasi rumah sakit berada) tersebut dibiayai dari APBD Provinsi. Persyaratan Umum Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah dan peralatan pendukung untuk Rumah Sakit Pemerintah Provinsi. Pembuatan master plan. sudah dilakukan perataan. 2. Kabupaten/Kota. Perhitungan pengadaan IPAL Peralatan pendukung Instalasi Pengolahan Air Limbah/Limbah Cair dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. yang merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Membuat surat pernyataan kesanggupan membiayai Pelaksanaan Operasional Dan Pemeliharaan yang b. 46 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Kabupaten/Kota dengan prioritas: a. biologis maupun kimiawi. Perencanaan Detail Engineering Design (DED) IPAL dan jaringannya serta RAB. Luas lahan dan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit berupa jumlah tempat tidur dan data pemakaian rata-rata air bersih per bulan. mempunyai sertifikat tanah. Rumah Sakit tersebut belum mempunyai IPAL atau sudah mempunyai IPAL sebelum tahun 1985 dan rusak. Perencanaan Detail Engineering Design (DED) IPAL dan jaringannya serta RAB. c.Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berfungsi untuk mengolah air buangan yang berasal dari kegiatan yang ada di Rumah Sakit agar memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. 2 b. unit cost masing-masing daerah (lokasi rumah sakit berada) ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit dengan rekomendasi Dinas PU Pemda setempat diketahui oleh Bupati/Walikota. Hal ini dituangkan dalam master plan. 1. Mempunyai lahan siap bangun seluas minimal 100 m (lahan tidak dalam sengketa. Persyaratan Teknis a.

dengan kapasitas daya minimal serta pemasangan peralatan listrik lainnya. 2) Jauh dari area pemukiman masyarakat sekitar. laundry dan instalasi gizi/dapur harus dilakukan pengolahan pendahuluan (pre treatment) terlebih dahulu sebelum dialirkan ke IPAL. h. direksi kit. pemeliharaan. acian IPAL dan water proofing 5) Fasilitas IPAL antara lain ruang panel. mobilisasi 2) Pekerjaan struktur pondasi 3) Pekerjaan konstruksi IPAL 4) Plester. Semua air limbah rumah sakit dialirkan ke IPAL. e. Produksi Makanan Rumah Sakit. pembuatan panel listrik. Rencana peletakan IPAL agar memperhatikan denah tata ruang di RS agar memudahkan operasional. 8) Pagar Pelindung lokasi IPAL 9) Jaringan Air Limbah dan Bak Pengumpul 47 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Membuat surat pernyataan kesanggupan membiayai uji laboratorium lingkungan terhadap influen dan efluen air limbah yang masuk dan keluar dari instalasi tersebut yang ditandatangani oleh Direktur RS dan diketahui oleh Bupati/Walikota selama minimal 4 bulan sekali dan melaporkannya ke Kementerian Kesehatan. mekanikal dan elektrikal antara lain pemasangan blower dan pompa. kecuali air limbah dari ruang laboratorium. Komponen yang bisa dicakup dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah: Pekerjaan Konstruksi IPAL meliputi: 1) Pekerjaan persiapan: bouplank. g.d. Membuat surat pernyataan kesanggupan menjaga agar efluen air limbah yang keluar dari instalasi tersebut memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. hendaknya instalasi bangunan diletakkan dengan persyaratan lokasi sebagai berikut: 1) Jauh dari Area Ruang Pelayanan Medik dan Perawatan. Untuk itu. yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota setelah Pekerjaan Pembangunan selesai. f. blower dan ruang operator 6) Finishing IPAL 7) Pekerjaan equipment. dan keamanan limbah. dan Ruang Laboratorium. ditandatangani oleh Direktur RS dan diketahui oleh Bupati/Walikota setelah Pekerjaan Pembangunan selesai.

k. dan diketahui oleh Bupati/Walikota. 48 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 3) Teknologi IPAL yang dipilih harus mudah dalam pengoperasian dan pemeliharaan oleh operator 4) Mudah mencari suku cadangnya 5) Mempertimbangkan bentuk konstruksi IPAL yang bisa dipindah (moveable) untuk RS yang akan ada rencana perluasan lahan atau relokasi. Acuan a. 2) Mengurus dan membuat surat Ijin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) untuk IPAL RS ke Badan Lingkungan Hidup setempat. Disarankan pihak RS mencari referensi dengan peninjauan ke RS yang telah memakai produk teknologi IPAL yang terbukti minimal 3 tahun effluentnya masih memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 Tahun 1995 dengan dibuktikan dengan hasil uji laboratorium lingkungan (yang terakreditasi) terhadap influent dan effluent air limbah. j. 3. Pemilihan jenis dan kualitas instalasi bangunan pengolahan air limbah dilakukan oleh Pihak Rumah Sakit. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit.i. Pemerintah Daerah dan Pihak Rumah Sakit harus menyediakan dana untuk tenaga operator dan biaya operasional lainnya Penyedia produk teknologi IPAL wajib: 1) Memberi training operator IPAL RS. Dalam pemilihan kualitas instalasi bangunan harus memperhatikan: 1) Kekuatan konstruksi bangunan 2) Teknologi IPAL yang dipilih harus sudah terbukti efluen (keluaran) air limbah hasil pengolahannya telah memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit.

perbekalan kesehatan. Meliputi obat generik. Tuberkulosis. reagensia dan vaksin skala Kabupaten/Kota (di luar imunisasi dasar) yang digunakan untuk pelayanan kesehatan dasar (PKD) (termasuk Bufferstock Kabupaten/Kota) serta kekurangan obat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Program Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) (Malaria. terutama untuk pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal. Penyediaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan dalam DAK Bidang Kesehatan TA 2011 Subbidang Pelayanan Kefarmasian dipergunakan sesuai dengan menu Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan yang terdapat dalam Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan T. ISPA dan lain-lain) serta Program Gizi dan Kesehatan Ibu Anak (KIA) dari yang telah disediakan melalui APBN Kementerian Kesehatan RI. Alokasi berdasarkan biaya minimal perkapita obat penduduk miskin kuota Jamkesmas di Kabupaten/Kota dan biaya perkapita obat bagi seluruh penduduk Kabupaten/Kota. Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1. Menu DAK Subbidang Pelayanan Kefarmasian Tahun 2011 ditujukan untuk mendukung pencapaian ketersediaan obat terutama obat generik dan vaksin di Kabupaten/Kota. Pes. 2011 dan apabila telah dipenuhinya kebutuhan akan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan di masing-masing b. Kusta. c. serta secara tidak langsung mendukung pelayanan kesehatan sekunder dan tersier dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak. A. perbatasan dan kepulauan serta daerah bermasalah kesehatan. terpencil. 49 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Antraks. Frambusia. Persyaratan Umum a. pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. Kecacingan. perbaikan status gizi masyarakat.A. Filariasis.BAB VI MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN Penyediaan dan pengelolaan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan adalah bagian dari upaya untuk peningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar. Diare.

Persyaratan Teknis a. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional serta distribusi obat dan perbekalan kesehatan. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. daerah melakukan berdasarkan metode konsumsi. reagensia dan vaksin skala Kabupaten/Kota (di luar imunisasi dasar) mengacu pada Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN).d. 2. Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan ditujukan untuk obat generik. Proses penyediaan dan penentuan harga Obat dan Perbekalan Kesehatan agar memperhatikan dan mengacu pada: SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Obat Generik. f. kecuali Kepala Puskesmas mengajukan usulan kebutuhan obat di luar DOEN dan mendapatkan persetujuan Kepala Dinas Kesehatan. c. SK Menteri Kesehatan RI tentang harga Serum dan Vaksin b. penelaahan terhadap penyakit menular atau tidak menular yang memiliki angka kesakitan (morbiditas) dan atau angka kematian (mortalitas) yang tinggi. reagensia dan vaksin di luar imunisasi dasar hasil penelahaan daerah yang dipergunakan hanya untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan Puskesmas Perawatan. e. e. serta Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan perihal Daftar Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. Membuat usulan Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan yang sesuai daftar obat Pelayanan Kesehatan Dasar dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. perbekalan kesehatan. SK Menteri Kesehatan RI Tentang Harga Alkes yang berfungsi sebagai obat. Pemilihan jenis obat. Dalam pemenuhan kebutuhan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan. 50 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . d. Kabupaten/Kota selama 18 bulan dapat diperkenankan pengalihan alokasi anggaran Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan ke kegiatan lainnya dengan catatan masih dalam satu subbidang pelayanan kefarmasian dan dilaksanakan sesuai Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan TA 2011. Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Pengalihan alokasi di dalam sub bidang pelayanan kefarmasian sebagaimana butir (c) harus mendapatkan persetujuan Menteri Kesehatan c.q. perbekalan kesehatan.

SK Menkes RI tentang Harga Perbekalan Kesehatan dan Obat Gigi dan peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. Pembangunan Baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota 1. Rehabilitasi Instalasi Farmasi Kebutuhan akan rehabilitasi Instalasi Farmasi diperuntukkan bagi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota yang mengalami kerusakan sedang atau berat yang spesifikasinya telah ditentukan oleh instansi berwenang. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional dan pemeliharaan Instalasi Farmasi. 2) Membuat usulan pembangunan dengan melampirkan 2 master plan. Pembangunan Baru Instalasi Farmasi 1) Kabupaten/Kota yang belum memiliki Instalasi Farmasi. Perluasan Instalasi Farmasi Perluasan Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota diperuntukkan bagi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota yang memiliki luas penyimpanan kurang dari standar minimal penyimpanan (<500 2 m ). c. 2) Mempunyai lahan yang matang/telah siap bangun (pembebasan. Persyaratan Umum a. B. 2. Persyaratan Teknis a. unit cost (per m ) dan RAB. Pembangunan Baru Instalasi Farmasi 1) Luas lahan dan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berupa volume obat dan perbekalan kesehatan 2 yang akan disediakan (minimal luas lahan 700 m dan 2 minimal luas bangunan 500m ). b.program Imunisasi. SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Pengadaan Obat anti Tuberculosis-FDC. pematangan lahan (pemerataan dan pemadatan) merupakan tanggung jawab 2 pemerintah daerah) dengan luas minimal 700 m . sertifikat tanah. gambar/blok plan. SK Menkes RI tentang Pedoman Teknis Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar. d. Unit cost masing-masing daerah ditetapkan oleh Dinas PU Pemda setempat dan ditandatangani oleh 51 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

unit 2 cost (per m ) dan RAB. Denah tata ruang Rencana tata ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan serta mengacu pada buku Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Proses pengadaan pembangunan harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. 2) 3) 4) 5) 52 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Unit cost masing-masing daerah ditetapkan oleh Dinas PU Pemda setempat dan ditandatangani oleh Kepala Dinas dan diketahui oleh Bupati/Walikota.3) 4) 5) Kepala Dinas dan diketahui oleh Bupati/Walikota setempat. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Proses pengadaan rehabilitasi dan perluasan bangunan harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. Membuat usulan rehabiltasi dan perluasan pembangunan dengan melampirkan master plan. b. Denah rehabilitasi dan perluasan rencana tata ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan serta mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. gambar/blok plan. Rehabilitasi dan Perluasan Instalasi Farmasi 1) Rehabilitasi dan Perluasan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berupa luas dan volume obat dan perbekalan kesehatan dari perbekalan kesehatan yang harus disediakan.

5) Sarana Telekomunikasi. Persyaratan Teknis a. Pendingin Udara (AC). b. 3) Sarana Pengamanan yaitu Alarm dan Tabung Pemadam Kebakaran. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pengadaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. berupa Faksimile. c. Uninterruptable Power Supply (UPS). 2) Sarana Distribusi yaitu kendaraan Mobil Roda Empat. Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. d. Generator Set. Printer. 2. Rak Obat dan Perbekalan Kesehatan dan Lemari Khusus Obat Narkotika dan Psikotropika. 3) Kapasitas sarana pendukung yang tidak memadai (lebih kecil dari kebutuhan). 2) Sarana pendukung yang rusak berat. Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi 1. Proses pengadaan harus mengacu kepada peraturan perundangundangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku.C. 53 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Hand Forklift. Refrigerator. Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Sarana pendukung Instalasi Farmasi hanya untuk Kabupaten/Kota dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Belum memiliki sarana pendukung tersebut. c. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional dan pemeliharaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi. Sarana pendukung Instalasi Farmasi hanya diperbolehkan untuk: 1) Sarana penyimpan yaitu Cold Chain (Vaccine Cooler). Palet. 4) Sarana Pengolah data yaitu Komputer. Membuat usulan pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi dengan melampirkan RAB dan Unit Cost yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. pertimbangan operasional serta kondisi dan letak geografis/topografi daerah. b. Persyaratan Umum a.

Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan perihal Daftar Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota disesuaikan dengan kebutuhan. 7. Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN) yang berlaku. 3. 2. SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Obat Generik yang berlaku. 8. 5. Pedoman Teknis Pengadaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berlaku 54 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 4. 9. Keputusan Menteri Kesehatan RI Tentang Harga Alkes yang berfungsi sebagai obat bagi pelayanan program kesehatan pemerintah yang berlaku.e. 6. SK Menkes RI tentang Harga Perbekalan Kesehatan dan Obat Gigi yang berlaku. mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota. D. Acuan 1. Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang harga Serum dan Vaksin Program Imunisasi yang berlaku. SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Pengadaan Obat anti Tuberculosis-FDC yang berlaku.

55 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . meliputi : kesesuaian antara kegiatan DAK Bidang Kesehatan dengan usulan kegiatan yang ada dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).BAB VII PEMANTAUAN. PEMANTAUAN DAN EVALUASI Pemantauan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 merupakan suatu kegiatan untuk memastikan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan di Provinsi/Kabupaten/Kota tepat waktu dan tepat sasaran sesuai dengan penetapan alokasi DAK Bidang Kesehatan TA 2011 dan Juknis DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. 3. kesesuaian pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran – Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) dengan petunjuk teknis dan pelaksanaan di lapangan. dan sasaran pelaksanaan dengan perencanaan. EVALUASI DAN PELAPORAN A. Ruang lingkup pemantauan hanya pada aspek teknis. Ruang lingkup evaluasi pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan meliputi pencapaian sasaran kegiatan DAK berdasarkan input. yaitu: 1. output sejauh mana bila memungkinkan sampai outcome dan impact. Evaluasi DAK Bidang Kesehatan merupakan evaluasi terhadap pemanfaatan DAK bidang kesehatan untuk memastikan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan bermanfaat bagi masyarakat di Provinsi/Kabupaten/Kota mengacu pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional serta sebagai masukan untuk penyempurnaan kebijakan dan pengelolaan DAK Bidang Kesehatan yang meliputi aspek perencanaan. lokasi. yang nantinya digunakan untuk perbaikan perencanaan dan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012. Pemantauan DAK bidang kesehatan dilakukan dengan 3 (tiga) cara. Kunjungan lapangan. pelaksanaan. Forum koordinasi untuk menindaklanjuti hasil review laporan dan atau kunjungan lapangan. serta realisasi waktu pelaksanaan. dan pemanfaatan DAK ke depan. pengalokasian. 2. Selain itu pemantauan untuk mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan TA 2011. proses. Review atas laporan triwulan yang disampaikan oleh Gubernur/Bupati/Walikota dan Dinas Kesehatan Provinsi setiap akhir triwulan sesuai dengan format laporan.

2. Review atas laporan akhir yang disampaikan oleh Gubernur/Bupati/Walikota setiap akhir tahun sesuai dengan format laporan sesuai dengan format 3. Provinsi. 1. Menteri Dalam Negeri. Laporan akhir merupakan laporan pelaksanaan akhir tahun. Forum koordinasi untuk menindaklanjuti hasil pemantauan dan atau evaluasi pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan. 3. JENIS PELAPORAN Laporan dari kegiatan pemantauan teknis pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan terdiri: a. Juni. dan Menteri Dalam Negeri Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK. B.Evaluasi DAK Bidang Kesehatan dilakukan dengan 3 (tiga) cara. yaitu: 1.07/2010 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011. Laporan penyerapan DAK disampaikan kepada Menteri Keuangan berdasarkan PMK Nomor 126/PMK. Menteri Keuangan Penyampaian laporan triwulan pada kegiatan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir (Maret. b. sesuai dengan format 3 ALUR PELAPORAN 2. Studi evaluasi. yang disampaikan selambat-lambatnya 14 hari setelah akhir triwulan berakhir. dan Kabupaten/Kota sesuai dengan petunjuk teknis dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Meneg PPN/Kepala Bappenas. yang disampaikan dua bulan setelah tahun anggaran berakhir. Pemantauan dan evaluasi dilakukan oleh Organisasi Pelaksana dan atau Tim Koordinasi di tingkat Pusat. 56 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .07/2010 tentang Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Anggaran Transfer Ke daerah dan PMK Nomor 216/PMK. sesuai dengan format 1 dan 2. 3. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian harus menyampaikan laporan triwulan yang memuat pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK kepada: 1. September dan Desember). PELAPORAN Kepala SKPD penerima DAK Bidang Kesehatan TA 2011 sebagai penanggung jawab anggaran sarana pelayanan kesehatan dasar. Menteri Keuangan. c. Menteri Kesehatan 2. Laporan triwulan.

sesuai dengan SEB tahun 2008 dan Juknis DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 disampaikan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. Laporan triwulan selanjutnya dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan u. Laporan triwulan tingkat Kabupaten/Kota dan tingkat provinsi. dan selanjutnya sekretaris daerah melakukan kompilasi terhadap laporan SKPD tersebut (SEB Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK). Pelaporan triwulan lainnya sesuai dengan Petunjuk Teknis DAK tahun 2011. Alur Laporan triwulan di tingkat Propinsi Ket : Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 : laporan langsung SEB 57 : laporan langsung TI HUS AD A BAK .p Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Kementerian Kesehatan.Pelaksanaan pelaporan triwulan baik tingkat Kabupaten/Kota maupun tingkat provinsi disampaikan dari SKPD kepada sekretaris daerah. SKPD Kabupaten/Kota/Provinsi menyampaikan laporan kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan selanjutnya Dinas Kesehatan Provinsi melakukan kompilasi terhadap laporan SKPD tersebut. Bagan 1. Alur Laporan Triwulan di Tingkat Kabupaten/Kota SKEMA LAPORAN TRIWULAN PELAKSANAAN DI KABUPATEN/KOTA SKPD SEKDA KABUPATEN/ KOTA BUPATI/ WALIKOTA MENTERI KEUANGAN MENTERI DALAM NEGERI DINAS KESEHATAN PROVINSI MENTERI KESEHATAN Bagan 2.

SKEMA LAPORAN TRIWULANPELAKSANAAN DI PROPINSI SKPD SEKDA PROVINSI GUBERNUR MENTERI KEUANGAN MENTERI DALAM NEGERI DINAS KESEHATAN PROVINSI MENTERI KESEHATAN Ket : : laporan langsung SEB : laporan langsung 58 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Jenis obat 1 2. Juta) 6 7 Jumlah Satuan Keuangan (%) 8 Fisik (%) 9 Pelaksanaan Kegiatan Realisasi Kesesuaian antara DPASKPD dengan Juknis Ya 10 Tidak 11 Permasalahan Kode Masalah **) Upaya Pemecahan Masalah yang diharapkan 12 1 2 3 4 5 II 1 Pelayanan Kefarmasian Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1. 1.LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SARANA PELAYANAN KESEHATAN DASAR DAN PELAYANAN KEFARMASIAN TRIWULAN I/II/III/IV *) Provinsi : Kabupaten/Kota : Perencanaan Kegiatan Jumlah No Jenis Kegiatan Jumlah Satuan DAK (Rp. Jenis obat 2 3. Dst . Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota Nama NIP Nama NIP 59 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Juta) 1 I 2 PELAYANAN KESEHATAN DASAR Puskesmas Puskesmas Perawatan Poskesdes Pengadaan Sistim Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak 3 4 Pendamping (Rp. Pembangunan baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi 2 3 Total Mengetahui. Juta) 5 Total (Rp..

 Kolom 4 diisi dengan satuan dari kolom 3.  Kolom 5 diisi dengan besarnya alokasi DAK Bidang Kesehatan (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan.  Kolom 7 diisi dengan satuan dari kolom 6  Kolom 8 diisi dengan realisasi penggunaan DAK (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).  Kolom 9 diisi dengan persentase fisik sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).  Kolom 6 diisi dengan jumlah kegiatan yang terealisasi pada sarana dan prasarana kesehatan.  Kolom 10 diisi dengan Kesesuaian antara DPA-SKPD dengan Juknis  Kolom 11 diisi dengan kode masalah dibawah ini: Kode Masalah **) 1 Permasalahan terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2 Permasalahan terkait dengan petunjuk teknis 3 Permasalahan terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran (SKPD) 4 Permasalahan terkait dengan DPA-SKPD 5 Permasalahan terkait dengan SK Penetapan Pelaksanaan Kegiatan 6 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak 7 Permasalahan terkait dengan Persiapan Pekerjaan Swakelola 8 Permasalahan terkait dengan Penerbitan SP2D 9 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak 10 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Swakelola 60 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Petunjuk pengisian :  Kolom 2 diisi dengan jenis kegiatan sesuai dengan juknis  Kolom 3 diisi dengan jumlah kegiatan pada sarana dan prasarana kesehatan.

LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN TAHUN 2011 SARANA PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN TRIWULAN I/II/III/IV *) Provinsi : Kabupaten/Kota : Perencanaan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Kesesuaian antara DPASKPD dengan Juknis Permasalahan Upaya Pemecahan Masalah yang diharapkan Jumlah N O Realisasi Masal ah Jenis Kegiatan Juml Sat DA K (Rp. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Direktur RS/Kepala Labkesda Nama NIP 61 TI Nama NIP Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS AD A BAK . Peralatan PONEK RS UTDRS/BDRS a. Peralatan IGD RS Fasilitas TT Kelas III a. Peralatan BDRS/UTD IGD RS a. Peralatan Pengadaan Peralatan Pemeriksaan Hematologi. Pembangunan baru b. Pembangunan baru b. Juta ) 5 T ot al (R p. Ju ta ) Juml Sat Keu ang an (%) Fisik (%) Y a Tidak 1 1 2 PONEK RS a. Kimia Klinik. Rehabilitasi TT set c. Pembangunan Baru b. Juta ) Pen dam ping (Rp. Pembangunan baru b. Rehabilitasi ruang maternal/ neonata c. Urinalisis Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Total 3 4 6 7 8 9 10 11 12 2 3 4 5 6 Mengetahui. Rehabilitasi/ Penyesuaian Gedung c. Rehabilitasi c.

Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak 10. Permasalahan terkait dengan Penerbitan SP2D 9.  Kolom 6 diisi dengan jumlah kegiatan yang terealisasi pada sarana dan prasarana kesehatan. Permasalahan terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2. Permasalahan terkait dengan DPA-SKPD 5.  Kolom 9 diisi dengan persentase fisik sampai dengan triwulan I/II/III/IV *). Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Swakelola 62 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak 7. Permasalahan terkait dengan Persiapan Pekerjaan Swakelola 8. Permasalahan terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran (SKPD) 4.  Kolom 7 diisi dengan satuan dari kolom 6  Kolom 8 diisi dengan realisasi penggunaan DAK (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan sampai dengan triwulan I/II/III/IV *). Permasalahan terkait dengan SK Penetapan Pelaksanaan Kegiatan 6.  Kolom 5 diisi dengan besarnya alokasi DAK Bidang Kesehatan (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan.Petunjuk pengisian :  Kolom 2 diisi dengan jenis kegiatan sesuai dengan juknis (untuk pengadaan peralatan laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota disebutkan jenis peralatan yang diperoleh)  Kolom 3 diisi dengan jumlah kegiatan pada sarana dan prasarana kesehatan.  Kolom 4 diisi dengan satuan dari kolom 3.  Kolom 10 diisi dengan Kesesuaian antara DPA-SKPD dengan Juknis  Kolom 11 diisi dengan kode masalah dibawah ini: Kode Masalah 1. Permasalahan terkait dengan petunjuk teknis 3.

Keberadaan dan peran tim koordinasi ii. Saran dan masukan daerah b. Evaluasi b. Latar belakang b. Pelaksanaan iv. Per bidang DAK PERMASALAHAN DAN KENDALA PELAKSANAAN DAK a. Proses dan mekanisme koordinasi Per bidang DAK III. PENUTUP a. Pemantauan. Rekomendasi kebijakan untuk pemerintah pusat 63 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Umum i. dan v. c. IV. HASIL PELAKSANAAN DAK a. Penganggaran iii.SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR DANA ALOKASI KHUSUS I. Tujuan penulisan laporan II. Khusus i. Perencanaan ii. PENDAHULUAN a. Umum b.

terutama daerah dengan derajat kesehatan yang belum optimal. sehingga warga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan bermutu.BAB VIII PENUTUP Petunjuk Teknis ini dibuat untuk dijadikan acuan penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 yang diarahkan untuk kegiatan yang dapat meningkatkan daya jangkau dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Provinsi/Kabupaten/Kota. 64 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

65 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 66 .

8.LAMPIRAN 1 DEFINISI OPERASIONAL 1. Gender Pandangan masyarakat tentang perbedaan peran. kekurangan atau keterbatasan prasarana dan sarana perhubungan. Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota Suatu unit pengelola obat dan perbekalan kesehatan di kabupaten/kota untuk mendukung ketersediaan obat dalam pelayanan kesehatan dasar. Daerah Terpencil Kecamatan atau desa yang karena letak dan atau kondisi alam memiliki kesulitan. persediaan kebutuhan 9 bahan pokok. 5. pelayanan kesehatan. Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) Unit di rumah sakit yang mempunyai peran dalam mendukung pelayanan darah yang berkualitas di rumah sakit dengan sistem satu pintu. termasuk bagian pulau dan perairan di antara pulau pulau tersebut. 7. Daerah Perbatasan Daerah dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbatasan langsung dengan wilayah kedaulatan negara tetangga. yang menimbulkan kesulitan bagi penduduk yang tinggal di wilayah tersebut. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Daerah Tertinggal Suatu daerah kabupaten yang masyarakat serta wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional. 2. 6. BOR (Bed Occupancy Rate) kelas III RS Persentase pemanfaatan tempat tidur di kelas III untuk pelayanan rawat inap pasien miskin/tidak mampu di rumah sakit dalam kurun waktu tertentu. Daerah Kepulauan Suatu gugusan pulau. fungsi dan tanggungjawab antara perempuan dan laki-laki yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman dan dukungan masyarakat itu sendiri. baik perbatasan darat dan laut. 4. dan lain-lain wujud alamiah yang hubungannya satu sama lain demikian eratnya. 3. SLTP serta kebutuhan sekunder lain.

Kesehatan Kabupaten/Kota yang berada di merupakan UPTD pemerintah Kabupaten/Kota Tingkat Pertama (Pelayanan Kesehatan 12. Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah rumah tangga yang seluruh anggotanya berperilaku hidup bersih dan sehat. 11. (sesuai UU No. Menggunakan Air Bersih. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Keadilan Gender Langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan berbagai hal yang secara sosial dan menurut sejarah telah menghambat perempuan dan lakilaki untuk bisa berperan dan menikmati hasil dari peran yang dimainkannya. Bayi Diberi Asi Eksklusif. sosial. dan budaya. Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Laboratorium Dinas Kabupaten/Kota dan setempat. 14. 15. Balita Ditimbang Setiap Bulan. sebagai contoh: Pustu menjadi Puskesmas atau Puskesmas menjadi Puskesmas perawatan. Keadilan gender mengantar ke kesetaraan gender 10. Pelayanan Kesehatan Primer/Dasar) Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan dasar. 13. Menggunakan Jamban Sehat. Memberantas Jentik Di Rumah Sekali Seminggu.9. Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008. Mencuci Tangan Dengan Air Bersih Dan Sabun. Peningkatan Peningkatan status Puskesmas. 36 Tahun 2009 pasal 30 ayat 2a). Kesetaraan Gender Perempuan dan laki-laki menikmati status yang sama dan memiliki kondisi yang sama untuk menggunakan hak-haknya dan kemampuannya secara penuh dalam memberikan kontribusinya kepada pembangunan politik. ekonomi. yang meliputi 10 indikator yaitu : Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan. Peralatan kesehatan Peralatan dasar minimal (medis dan non medis) untuk Puskesmas dan jaringannya sebagaimana mengacu pada buku Pedoman Peralatan.

Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Apabila dalam rumah tangga tersebut tidak ada ibu yang melahirkan. 16. tidak ada bayi dan tidak ada Balita. 19. Puskesmas Pembantu Unit pelayanan kesehatan sederhana yang merupakan bagian integral dari Puskesmas yang melaksanakan sebagian tugas Puskesmas. termasuk kelengkapan/sarana pendukungnya. 17. Pulau Terluar Pulau dengan luas area kurang atau dengan 2000 Km (dua ribu kilometer persegi) yang memiliki titik-titik dasar koordinat geografis yang menghubungkan garis pangkal laut kepulauan sesuai dengan hukum internasional dan nasional. Puskesmas Unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. 18. Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 2 TI HUS AD A BAK . Pondok Bersalin Desa (Polindes) Bentuk Upaya Kesehatan Bersumber-daya Masyarakat (UKBM) yang didirikan dengan bantuan pemerintah atau masyarakat atas dasar musyawarah untuk memberikan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak/Keluarga Berencana (KIA/KB)serta pelayanan kesehatan lainnya yang sesuai dengan kemampuan bidan. maka pengertian rumah tangga berPHBS adalah rumah tangga yang memenuhi 7 indikator. Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari. 22. Puskesmas Perawatan Puskesmas yang dilengkapi dengan fasilitas perawatan berfungsi sebagai rujukan antara dan dapat melaksanakan tindakan pra rujukan (bila diperlukan). Perluasan Penambahan ukuran dan/atau penambahan ruangan untuk peningkatan fungsi pelayanan. Dan Tidak Merokok Di dalam rumah. 21. sebelum dirujuk ke institusi rujukan.Makan Sayur Dan Buah Setiap Hari. 20.

Puskesmas PONED Puskesmas perawatan yang memiliki Dokter. Puskesmas PONED dapat melakukan pengelolaan kasus dengan komplikasi tertentu sesuai dengan tingkat kewenangan dan kemampuannya atau melakukan rujukan ke Rumah Sakit. Rusak Berat Kerusakan berat adalah kerusakan pada sebagian besar komponen bangunan. Responsif Gender Perhatian yang konsisten dan sistematis terhadap perbedaan-perbedaan perempuan dan laki-laki di dalam masyarakat. 30. bidan dan perawat terlatih PONED dan mampu memberikan pelayanan langsung terhadap ibu hamil/ibu bersalin. 29. 2008) 25. Ditjen. ibu nifas dan bayi baru lahir. yang disertai upaya menghapus hambatan-hambatan struktural dalam mencapai kesetaraan 27. Neonatal. Bina Kesmas. Rumah Sakit Siap PONEK (Pelayanan Obstetri. Depkes RI. baik struktural maupun non struktural yang apabila setelah diperbaiki masih dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Ruang Persalinan Suatu ruangan/tempat yang digunakan untuk melakukan pertolongan persalinan pada ibu melahirkan dan penanganan bayi baru lahir. PONED Kit Peralatan yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program/ pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil/ibu bersalin. 24. baik yang datang sendiri atau atas rujukan kader/masyarakat. Rumah Dinas Rumah yang diperuntukkan bagi Dokter/Dokter Gigi. nifas dan bayi baru lahir di Puskesmas (mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas. Bidan di desa dan Puskesmas non perawatan. Perawat/Bidan yang bertugas di Puskesmas. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Rehabilitasi Upaya memperbaiki kerusakan bangunan yang terjadi agar bangunan dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. 26. 28. Emergency dan Komprehensif) Rumah Sakit siap PONEK 24 jam adalah Rumah Sakit yang menyelenggarakan pelayanan kedaruratan maternal dan neonatal secara komprehensif dan terintegrasi selama 24 jam.23.

Puskesmas. Sarana dan Prasarana yang Responsif Gender Sarana prasarana peralatan kesehatan yang mengakomodasikan permasalahan. 33. 31. selama dalam transpor). RS (Instalasi Gawat Darurat/IGD-High Care Unit/HCU-Intensive Care Unit/ICU-kamar jenazah) dan antar RS. Sensitif Gender Kemampuan untuk memberikan perhatian secara konsisten dan sistematis untuk melihat perbedaan kebutuhan perempuan dan laki-laki dalam upaya mencapai keadilan gender 34. Sarana pendukung Fasilitas/alat-alat untuk mendukung terselenggaranya suatu kegiatan. 35. Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) Salah satu instalasi di RS yang mempunyai peran sebagai penyedia darah transfusi yang aman (lulus skreening IMLTD/Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Poskesdes. SPGDT (Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu) Sistem penanganan penderita gawat darurat pra RS (di tengah masyarakat. kebutuhan dan aspirasi yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.Penentuan tingkat kerusakan adalah setelah berkonsultasi dengan instansi teknis setempat yang bertanggung jawab terhadap pembinaan bangunan gedung. 32.

bahan habis pakai. Lee Alat resusitasi tabung dan sungkup/ resusitator infant Nasogastric tube no.5 cm Pinset anatomis 18 cm Semprit glycerin 30 cc Surgical hand brush terbuat dari nylon Sonde uterus Sterilisator Celemek plastik (short) panjang 52 inchi Perlak tebal lunak (200x90 cm) AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS A BAK . peralatan non medis. 14 F Alat pemasang IUD Alat pengait IUD Gunting bedah standar lurus Gunting bedah standar lurus ujung tajam/tajam Gunting bedah standar lurus ujung tajam/tumpul Gunting bedah standar lurus ujung tumpul/tumpul Kateter karet No. Adapun peralatan dan logistik minimal yang harus ada di Pos Kesehatan Desa adalah sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 TI Nama Alat Bidan kit Meja gynekologi Meteran Palu pengukur reflex Pelvimeter obstetrik pengukur panggul Spekulum vagina (cocor bebek ukuran besar) Spekulum vagina (cocor bebek ukuran sedang) Spekulum vagina (cocor bebek ukuran kecil) Stetoskop dupleks dewasa Foetal Stetoskop pinnard monorial alumunium Sudip lidah panjang Tensimeter Tensimeter manset anak Termometer klinis Termometer bayi ARI timer Pipet tetes 3 ml plastic Alat pengisap lendir Dr. 12 untuk wanita Klem tampon uterus 25 cm (bozeman) Klem tampon uterus 25 cm (schroder) Korentang lengkung penjepit alat steril 23 cm (Cheattle) Korentang penjepit sponge (Forester) Pinset anatomis 14. dan alat penyuluhan. 14 (Nelathon) steril Kateter logam no.LAMPIRAN 2 STANDAR PERALATAN DAN LOGISTIK POS KESEHATAN DESA (POSKESDES) Peralatan dan logistik Pos Kesehatan Desa meliputi peralatan medis. 10 (Nelathon) steril Kateter karet No. obat.

Lee ARI timer untuk bayi standar Unicef Autoclik device Baby scale 7 kg + celana Bak instrumen 509 (21x11x4.6.5 cm (expired date minimum 3 tahun) Jumlah 1 2 1 1 1 1 1 2 1 HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 Sarung tangan ukuran 5.7 & 7.5 Sarung tangan sebatas siku ukuran 5.6. 26 G pak isi 10 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 Spuit disposible 1 cc Spuit disposible 2. 1.5 cc Tempat tidur periksa Tempat tidur tindakan (persalinan) Tempat tidur pasien rawat inap Boks bayi Selimut bayi Lemari alat Lemari arsip Meja biro Kursi Bangku tunggu Tempat tidur periksa 1.5 Baki logam tempat alat steril Mangkok untuk larutan Meja instrumen alat Hemoglobin set (Sahli) Silinder korentang steril 17 cm Standart Waskom Torniquet karet Waskom bengkok (Nier-bekken) 12 cm Waskom cekung 36 cm Waskom cuci 40 cm Tiang infuse Pompa Payudara untuk ASI Doppler Timbangan injak dewasa 136 kg Timbangan dacin 25 kg Timbangan bayi Timbangan dewasa + tinggi badan Alat pengukur panjang badan bayi type caliper Infus set pediatric pak isi 10 Vena cateter for infant no.7 & 7.5 cm) Blood lancet 28 G Bowel metal 12 cm Catgut plain 2/0. Bidan Kit No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 TI Nama Alat Apron plastik tebal Alat pengisap lendir Dr.

26 untuk bayi Jarum disposible 23 G.5 Selimut bayi Senter besar Setengah kocker ss 14 cm Sheet plastik tebal Sikat tangan dari nylon halus Tensimeter Spiritus lamp sumbu 2 Spuit disposible 1 cc Spuit disposible 3 cc Stetoskop duplex dewasa + 1 membran + 1 ps ear loop Termometer bayi axilla Termometer digital 8 detik Timbangan bayi 20 kg Timbangan dewasa 130 kg Ukuran lengan ibu hamil Umbilical cord klem bahan nylon Tas bidan kit Tas partus kit Selimut bayi Wing Needle No. tajam/tumpul Gunting tali pusat 16 cm HB Talquis book Hechting Nald.5. 7. 23 & 25 G 10 2 1 1 1 1 1 1 1 5 5 5 5 1 2 1 5 2 2 5 2 1 1 1 1 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 TI 30 ps 2 1 1 2 1 1 1 1 box 1 box 1 1 1 1 1 1 10 1 HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 6. 14 F Needle holder Mayo 14 cm Nelathon catheter no. GR 12 Hechting Nald. 7.5 m Mucous suction (pengisap lendir) Nasogastric tube no. 12 Duk kain katun 60x60 cm steril Funduscope kayu/ foetal stetoscope Gunting episiotomi 14 cm Gunting operasi lurus 14 cm. GT 12 Infusion set dewasa Infusion set paediatric IV catheter no 18 G IV catheter no. box/ 100 Kocker lurus 16 cm.10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Kateter disposible No. 12 steril Nier-bekken 20 cm stainless Pinset anatomi 14 cm stainless Pinset bedah 14 cm stainless Pinset bedah 18 cm stainless Resusitator bayi standart : Balon resusitasi untuk bayi baru lahir (tidak boleh melebihi 750ml) Sungkup bertepi dengan bantalan nomor 0 (BBLR) dan nomor 1 (bayi cukup bulan) Sarung tangan bedah no. stainless Meteran/ metline 1.

LAMPIRAN 3 DAFTAR 183 KABUPATEN TERTINGGAL No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Provinsi ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Lampung Lampung Lampung Lampung TI Nama Kabupaten Simelue Aceh Singkil Aceh Selatan Aceh Timur Aceh Barat Aceh Besar Aceh Barat Daya Gayo Lues Nagan Raya Aceh Jaya Bener Meriah Pidie Jaya Nias Barat Nias Utara Nias Tapanuli Tengah Nias Selatan Pakpak Barat Kepualauan Mentawai Pesisir Selatan Solok Sawahlunto/ Sijunjung Padang Parian Solok Selatan Dharmas Raya Pasaman Barat Ogan Komering Ilir Lahat Musi Rawas Banyu Asin OKU Selatan Ogan Ilir Empat Lawang Kaur Seluma Muko-Muko Lebong Kepahiang Bengkulu Tengah Pesawaran Lampung Barat Lampung Utara Way Kanan No 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 Provinsi Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Timur Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Gorontalo Gorontalo Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Maluku Maluku Nama Kabupaten Kayong Utara Seruyan Barito Kuala Hulu Sungai Utara Kutai Barat Malinau Nunukan Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Kepulauan Sitaro Banggai Kepulauan Banggai Morowali Poso Donggala ToliToli Buol Parigi Moutong Tojo Una-Una Sigi Selayar Jeneponto Pangkejene Kepulauan Toraja Utara Buton Muna Konawe Konawe Selatan Bombana Wakatobi Kolaka Utara Konawe Utara Buton Utara Gorontalo Utara Boalemo Pohuwato Majene Polewali Mandar Mamasa Mamuju Mamuju Utara Maluku Tenggara Barat Maluku Tengah HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Bangka Belitung Kepulauan Riau Kepulauan Riau Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Banten Banten NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Bangka Selatan Natuna Anambas Sukabumi Garut Bondowoso Situbondo Bangkalan Sampang Pamekasan Pandeglang Lebak Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Sumbawa Nagekeo Sumba Tengah Sumba Barat Daya Manggarai Timur Sabu Raijua Sumba Barat Sumba Timur Kupang Timor Tengah Selatan Timor Tengah Utara Belu Alor Lembata Flores Timur Sikka Ende Ngada Manggarai Rote Ndao Manggarai Barat Sambas Bengkayang Landak Sanggau Ketapang Sintang Kapuas Hulu Sekadau Melawi 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Buru Kepulauan Aru Seram Bagian Barat Seram Bagian Timur Maluku Barat Daya Buru Selatan Halmahera Barat Halmahera Tengah Kepulauan Sula Halmahera Selatan Halmahera Utara Halmahera Timur Morotai Kaimana Teluk Wondama Teluk Bintuni Sorong Selatan Sorong Raja Ampat Tambrau Maybrat Merauke Jayawijaya Nabire Biak Numfor Paniai Puncak Jaya Mimika Boven Digoel Mappi Asmat Yahukimo Pegunungan Bintang Tolikara Sarmi Keerom Yapen Waropen Supiori Mamberamo Raya Lany Jaya Mamberamo Tengah Nduga Yalimo Puncak Dogiyai Deiyai Intan Jaya TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

13 LS 102.00 BT 1 1 Minahasa Utara Sitaro Sangihe Sangihe Sangihe Talaud Talaud Talaud MALAYSIA PHILIPIN A PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA 01.09.05.15.15 LU 125.47 LU 124.31.54.09.33 LS 97.16.LAMPIRAN 4 DAFTAR NAMA PULAU-PULAU TERLUAR BERPENDUDUK RI YANG BERBATASAN DENGAN NEGARA TETANGGA NO NAMA PULAU KAB /PROV Sumut 1 Simuk Nias Selatan Kep Riau 2 3 4 Karimun Anak Pelampong Subi Kecil Karimun Batam Natuna Bengkulu 5 Enggano Bengkulu Utara Jateng 6 Nusakambangan Cilacap NTT 7 Alor Alor Kaltim 8 9 Maratua Sebatik Berau Nunukan Sulut 10 11 12 13 14 15 16 17 Mantehage Makalehi Kawaluso Kawio Marore Miangas Marampit Kakarutan AD A BAK NEGARA BATAS TITIK KOORDINAT PDDK Ada Tdk LAUT LEPAS 00.18 LU 127.51.25.51 BT 02.02.42 BT 05.14.14 LU 125.41.36 LU 127.54 BT 04.45.55 BT 1 MALAYSIA MALAYSIA 02.20 BT 01.23.38.10.51 LU 108.41 LU 103.16 LU 125.52 BT 1 1 1 LAUT LEPAS 05.32 BT 04.14 BT 1 MALAYSIA SINGAPURA MALAYSIA 01.34.00 LS 117.08. LU 126.43.50.09.12 LU 118.59 LU 103.58 BT 03.18.28 BT 04.53 BT 1 1 1 1 1 1 1 1 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS .05 LS 109.47.13.44.41 BT 04.34 BT 1 TIMOR LESTE 08.07.01.40.50 LS 125.41 BT 04.02.44.46.28.37.06 LU 125.00 BT 1 AUSTRALIA 07.34.59 BT 04.07.

LAMPIRAN 5 DAFTAR 101 PUSKESMAS PRIORITAS PROGRAM YANKES DTPK STATUS NO PRO PINSI KABUPATEN KECAMATAN NAMA PUSKESMAS TT Nias Selatan Pulau-Pulau Batu 2 KEPRI Natuna Pulau Laut Subi Serasan Pulau Laut Subi* Serasan 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Pbtsn & PPKT Perbatasan Pulau Tello 1 1 Pulau terluar Non TT JML Keterangan 1 SUMUT Karimun Tebing Batam Belakang Padang 3 BENGKULU Bengkulu Utara Enggano Enggano 1 1 Pulau terluar Blk Padang 1 1 Pulau terluar Tebing 1 1 Pulau terluar 4 KALBAR Sambas Paloh Sajingan Besar Paloh Sajingan 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Sanggau Entikong Sekayam Sintang Ketungan Hulu Ketungan Tengah Kapuas Hulu Nanga Kantuk Sei Antu Badau Desa Sepandan Nanga Kantuk Puring Kencana Badau Lanjak Ba Martinus A BAK Entikong Balai Karangan 1 1 1 1 Senaning Merakai 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 .

Pujungan Long Ampung Long Alango 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Long Bawan Long Ayu Mansalong Nunukan Setabu (*) Aji Kuning(*) Sei Nyamuk(*) Pembeliangan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Perbatasan Maratua 1 1 Pulau terluar Miangas Karatung(*) Dapalan (*) Gemeh Gemeh(*) Kakorutan Minahasa Utara Sangihe Kendahe Tabukan Utara Sitaro 7 SULTENG Toli-Toli Siau Barat Kendahe Marore Ondong Wori Wori 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Nawang Data Dian Lg. Talaud Siding Jagoi Babang 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Tiong Ohang Long Pahangai 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Lg.NO PROPINSI KABUPATEN Bengkayang KECAMATAN NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan Seluas Jagoi Babang 5 KALTIM Kutai Barat Long Apari Long Pahangai Malinau Kayan Hulu Kayan hilir Pujungan Kayan Selatan Bahau Hulu Nunukan Krayan Krayan Selatan Lumbis Nunukan Sebatik Sebatik Sebatik Sebuku Berau (*) Maratua 6 SULUT Kep.

NO PROPINSI KABUPATEN KECAMATAN Dampal Utara NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan 1 Pulau terluar Ogutua 1 8 NTT Kupang Amfoang Utara Amfoang Timur TTU Miomafo Barat Miomafo Barat Miomafo Timur Miomafo Timur Miomafo Barat Insana Utara Belu Tasifeto Timur Lamaknen Lamaknen Tasifeto Barat Kobalima Raihat Kakuluk Mesak Kakuluk Mesak Raimanuk Alor Alor Selatan Alor Timur Alor Barat Daya Mataru Padang Alang Maritaing Buraga Kalunan 1 1 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Wedomu Weluli Nualain Laktutus Alas Haekesak Silawan Haliwen Webora 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Eban Tasinifu Nunpene Bitefa Oeolo Wini 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Naikliu Noelpoi 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan 9 MALUKU MTB Tanimbar Selatan Selaru Selaru Tanimbar Utara MBD Babar Timur Mdona Hiera Lemola Marsela Lelang Serwaru 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Saumlaki Adaut Namtabung Larat 1 1 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

NO PROPINSI KABUPATEN KECAMATAN Pp. Bintang Oksibil Iwur Batom Boven Digoel Mindiptanah Waropko Towe Hitam Keerom Waris Senggi Ubrub 12 Papua Barat Raja Ampat Dorekar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Sabarmiokre Sorendoweri 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Pulau terluar 1 1 Pulau terluar 1 1 Perbatasan 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Koijabi Meisiang 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Terselatan Wetar Wetar NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Wonreli Ilwaki Ustutun 1 1 1 1 1 Kepulauan Aru Aru Tengah Aru Tengah 10 MALUT Halmahera Utara Sopi Wayabula Bere-bere 11 PAPUA Jayapura(Kota) Koya Sarmi Sarmi Merauke Ulilin Bupul Sota Rimba Jaya Kimaam Supiori (*) Supiori Barat Supiori Timur Peg.

Tensimeter & stetoskop Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 berbagai ukuran berbagai ukuran dewasa dan anak besar dan kecil berbagai ukuran semua ukuran semua ukuran semua ukuran NAMA ALAT UKURAN TI HUS AD A BAK . Oksigen tabung b. I. Film viewer (melihat foto X-ray) 3 Circulation Management a.V cathether d. Stylet c. Endo Tracheal Tube d. Intraosseus needle f. Masker oksigen f. Infuse set untuk dewasa dan bayi (microdrip set) e. Laryngoscop b. Tracheostomy set g. Manset untuk infusion pressure g. Bag Mask Valve (Ambu bag) untuk dewasa dan anak c.LAMPIRAN 6 PERALATAN LIFE SAVING PUSKESMAS TERPENCIL/SANGAT TERPENCIL DI DAERAH TERTINGGAL PERBATASAN DAN KEPULAUAN NO 1 JENIS Airway Management a. Pulse oxymeter b. Nasopharyngeal tube/Mayo tube e. Nasal canule oksigen e. Suction unit (elektrik dan manual) f. Regulator untuk tabung oksigen dan flowmeter d. Needle Cricothyrotomi set 2 Breathing Management a. Peralatan untuk vena sectie (minor surgery set) c.

Pneumosplint d. Analgetik i. Collar neck/collar splint c. Speculum b. koloid 5 Set Bedah/Trauma a. Long spine board/short spine board e.NO 4 JENIS Drug for Emergency a. Magnesium sulfat h. Epinephrine NAMA ALAT UKURAN Tidak termasuk yang dibiayai DAK b. Xylocain d. Tampon f. Penghangat Bayi Sumber : Tim Pelatih Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD)/General Emergency Life Support (GELS) bagi Tim Puskesmas di Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan. Anti Hipertensi f. Partus set c. Amidaron e. AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS A BAK . Minosurgery set termasuk tempat peralatannya b. Cairan kristaloid. Sulfas atropine c. Anti Konvulsan g. Lampu emergensi (batere) berbagai ukuran semua ukuran 6 Set untuk Pertolongan Kelahiran a. Curretage set d. Alat sterilisator sederhana f. Vaccum Extractie Set e. Antipiretik j.

BOX ISI 12 SPUIT DISPOSIBLE 10 cc SPUIT DISPOSIBLE 3 cc ENDOTRACHEAL TUBE 2. BOX ISI 50 MEJA INSTRUMENT 2 RAK MEJA TINDAKAN RESUSITASI BAYI METERAN / METLINE 1.3. BOX / 50 JAM / TIMER JARUM JAHIT TAJAM ( 9 & 11 ) / PAK 12 KACAMATA / GOGGLE UNTUK PERLINDUNGAN INFEKSI KAIN BERSIH DAN KERING KATETER PENGHISAP LENDIR 6.10 KATETER UMBILICAL 3 DAN 5 KLEM KASA DAN TEMPAT KORENTANG KLEM KELY / KLEM KOCKER LURUS 14 cm KLEM OVUM LARYNGOSCOPE INFANT MANEKIN : PELVIC MODEL + BONEKA BAYI + PLACENTA MASKER 3 PLY EAR LOOP. BOX / 50 IV CATHETER NO. 6 DAN 8 NELATON CATHETER NO.26 G UNTUK BAYI.Sungkup bertepi dengan bantalan nomor 0 (BBLR) dan nomor Jumlah 1 2 2 1 1 1 1 10 1 3 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 2 5 3 2 1 4 3 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 240 190 100/101 100/101 100/101 23 208 217 159 221 223 240 192 118 11 244/245 10 265 266 304 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS .4 FETAL STETOSCOPE PINARD GUNTING EPISIOTOMY 14 cm GUNTING KUKU GUNTING TALI PUSAT 16 cm HALOGEN EXAMINATION LAMP HANDUK KECIL Hb SAHLI INFUS SET DEWASA. BOX / 50 PINSET ANATOMI 14 cm PINSET CHIRUGIS 14 cm PITA PENGUKUR LENGAN PLASTIK UNTUK ALAS TIDUR PLESTER NON WOVEN 5 X 5 m POCKET DOPLER RESUSITATOR DEWASA BAHAN POLYSUFONE RESUSITATOR NEONATUS BAHAN POLYSUFONE : .0/3.Balon resusitasi untuk bayi baru lahir (tidak boleh melebihi 750ml) .5.0.18 G UNTUK DEWASA.LAMPIRAN 7 PERALATAN PUSKESMAS DENGAN RAWAT INAP SET PERALATAN PONED Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 AD A BAK Nomor Kode M-69 S-60 S-4 U-1-2 U-1-2 U-1-2 M-79 M-144 M-145 M-209 D-31 M-18 M-210 M-30 M-201 S-11 L-10 M-152 M-152 U-17 M-211 M-35 W-33 M-37 U-98 S-14 M-212 M-213 M-79 M-69 M-214 M-215 P-34 S-17 U-37 U-98 D-14 M-73. BOX / 50 INFUS SET PEDIATRIC.8. BOX / 50 INKUBATOR DENGAN TERMOSTAT SEDERHANA IV CATHETER NO.5 m NALDHHOLDER 14 cm NASO GASTRIC TUBE NO.74 M-157 M-61 D-13 N-15 M-166 M095 M-98 D-53 S-19 S-46 D-45 U-46 U-75 Nama Alat SETENGAH KOCKER ss 14 cm ALAS KAKI UNTUK PERLINDUNGAN INFEKSI APRON UNTUK PERLINDUNGAN INFEKSI BAK INSTRUMEN TERTUTUP 508 BAK INSTRUMEN TERTUTUP 509 B BAK INSTRUMEN TERTUTUP 512 BENANG CHROMIC 2. 14 PARTUS BED PENGHISAP LENDIR DE LEE PENGIKAT TALI PUSAT.

1 UNTUK PEMASANGAN ETT SUNGKUP RESUSISATOR NEONATUS TAB. 15 KOM KECIL 50 10 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 194 194 301 286 20a 127 23 21.5.M. TROLLY. NASAL THERMOMETER KLINIK Hg TEMPAT TIDUR PERIKSA THREE WAY STOP COOK TIMBANGAN BAYI 20 Kg + BAKI TIMBANGAN INJAK DEWASA MINIMUM 120 Kg VAKUM ASPIRASI MANUAL UNTUK PASKA KEGUGURAN WASKOM STAINLESS 40 cm IUD KIT AIR TIMER STANDARD UNICEF SET UMBILICAL ( UNTUK NEONATAL ) KOCHER ARTERY KLEM str 10 KOCHER ARTERY KLEM cud 10 PINSET CHIRUGI 10 cm GUNTING OPERASI SCHALPEL BLADE No.37 U-54 S-54 D-31 D-30 M-216 U-77 U-77 D-37 U-62 M-217 D-40 D-41 M-218 U-74 D-43 1 (bayi cukup bulan) SARUNG TANGAN DTT / STERIL.27.7.28 D-11.52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 S-22. 3 PISAU BISTURI NO.L) SET SPHYGMOMANOMETER Hg + MANSET BAYI STANDAR INFUS TONG / EMBER DENGAN KRAN STETOSKOP DUPLEX BAYI STETOSKOP DUPLEX DEWASA STILET NO.22 27 29 30 143 302 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .5 cm PINSET ANATOMI 10 cm GUNTING OPERASI TAJAM 9 str GUNTING OPERASI TAJAM 9 cud KNIFE HANDLE NO. 3 SMALL NEEDLE HOLDER KOM KECIL 8 cm CURVED MOSQUITO HEMOSTAT IRIS FORCEPS CURVED NON IRIS FORCEPS PINSET BENGKOK KECIL SET VENA SECTIE MAYO HEGAR NEEDLE HOLDER 11 cm BABY MOSQUITO str 10 MOSQUITO cud 10 cm LANGENBACK HAK PINSET CHIRUGI 10 cm FORCEPS SPLINTER 11.23 S-24 S-61 M-143 M-128 D-26.5 SARUNG TANGAN PANJANG UNTUK MANUIL PLASENTA 6. OKSIGEN 1m3 + REGULATOR. 7 @ 5 ps SARUNG TANGAN HEAVY DUTY ps SET EKSTRAKSI VAKUM SIKAT KUKU SPEKULUM SIMMS ( S. PASANG 7.

Ruangan tersebut di atas khusus untuk dokter/bidan dan pasien (ibu melahirkan dan nifas) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .LAMPIRAN 8 RUANG PERSALINAN PUSKESMAS NON PERAWATAN 4. dan pencahayaan alami secukupnya (bovenlicht).750 Ruang tersebut harus mempunyai ventilasi yang baik (cross ventilation).000 4 8 9 5 4.500 6 7 1 3 11 2 1.750 10 1.

Stop kontak .Alat medik set . Lemari alat Saklar 8.Wastafel .2 (dua) tempat tidur .Meja ½ Biro Lantai. Meja perawatan bayi baru lahir/resusitasi 3.Lemari simpan Alkes/ obat .2 (dua) bed side Cabinet .KM/WC (duduk/jongkok) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Meja dokter/bidan 9. Electrical & Plumbing) .Lampu TL Baret . mengacu pada bangunan khusus tindakan medik Struktur MEP (Mechanical. Plafond. Lemari obat 7.Keterangan : 1. dinding.Kursi dokter .Meja perawatan bayi baru lahir/resusitasi . Kloset Peralatan Alat Kesehatan Bangunan Arsitektur Alat Perkantoran . Tempat tidur pemulihan Wastafel 6. Tempat tidur kebidanan 2.Boks bayi . Kursi Garis putus – putus = gordyn 10. Meja instrumen Lampu 4. Box bayi 5. Bak mandi 11.

Penjepit Sponge (Foerster) Perforator (Naegele) Pinset Anatomis. 18 Cm (Mayo-Hegar) Klem/Penjepit Porsio. 25 Cm (Schroder) Korentang. Logam Untuk Wanita No. 12 Klem Arteri 14 Cm (Kocher) Klem Tampon Uterus. 18 Cm Pinset Bedah. 18 Cm Sonde Uterus/Penduga Meja Instrumen/Alat HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . tajam/ tumpul Jarum jahit. Penampang Segitiga Jarum Jahit Uterus (Martin) Kateter. Karet No. 14. Karet No.5 Cm Pinset Bedah. 7/16 Lingkaran. Selang Penghisap Lendir Bayi Kateter.5 Cm) Gunting Tali Pusar (13. 14. 14 (Nelaton) Kateter.5 Cm) Gunting operasi lurus 14 Cm. Ginekologi. 10 (Nelaton) Kateter. 12 (Nelaton) Kateter. 25 Cm (Bozemann) Klem/Pemegang Jarum Jahit.LAMPIRAN 9 PERALATAN PUSKESMAS NON RAWAT INAP SET PERALATAN BERSALIN Nomor Nama Alat Kode D-12 D-13 D-26 D-27 D-28 M-7 M-8 M-18 M-30 M-16 M-37 M-45 M-58 M-59 M-60 M-61 M-62 M-69 M-71 M-72 M-77 M-79 M-93 M-95 M-96 M-98 M-99 M-135 U-37 TI Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Jumlah 1 1 2 5 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 3 1 2 2 2 2 1 1 Nomor Gambar 9a 10 20a 20a 20a 205 205 208 217 207 223 228 233 234 234 234 235 240 242 243 248 250 263 265 265 266 266 293 118 Manset Anak Dengan Pengait Meja Ginekologi Spekulum Vagina (Cocor bebek) Besar Spekulum Vagina (Cocor bebek) Kecil Spekulum Vagina (Cocor bebek) Sedang Benang Cat Gut (15 M) Benang Sutera (100 M) Gunting Episiotomi (Barun-Stadler) (14.5 Cm Pinset Anatomis. Karet No.

Tunggal Waskom Cekung Pelvimeter Obstetri Jarum suntik. Disposible (No. 5 CC Silinder Tabung/ Tempat Korintang Sperei Sarung tangan Selimut Sarung bantal Handuk Waslap Formulir Askep/ Kebidanan Alat Tulis Tromol untuk alat steril Sterilisator Tempat sampah basah dan kering. Disposible (No. 1 CC Disposible Syringe.14) Jarum suntik.20) Disposible Syringe.02) Jarum suntik.12) Jarum suntik.Nomor Urut 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 54 55 56 57 58 59 60 Nomor Kode U-55 U-73 D-16 M-148 M-149 M-150 M-151 M-146 M-144 M-145 M-147 U-52 U-26 S-22-24 S-25 S-21 S-11 S-16 S-32 S-33 U-83 M-137 W-15 U-31 L-47 M-159 L-10 D-44 U-75 U-77 Nama Alat Standar Waskom. Bertutup Lampu senter Untuk pemeriksaan urine/ Urinometer Peralatan Immunisasi Hemoglobinometer Set (Sahli) Termometer for Infant Resusitator for Infant Tabung/Sungkup Resusitator Jumlah 1 1 1 12 12 12 12 5 5 5 5 1 3 3 3 3 3 6 1 Set 1 1 1 2 1 1 Set 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 129 142 13 126 259 112 188 159 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 10 CC Disposible Syringe. 3 CC Disposible Syringe. Disposible (No. Disposible (No.

Nomor Urut 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 Nomor Kode M-156 U-81 M-58 U-54 S-4 U-44 D-40 D-41 D-17 U2 D-53 Nama Alat Klem Tali Pusat Lampu sorot Penghisap lendir Standar Infus Celemek Pompa payudara Timbangan bayi Timbangan dewasa Pengukur panjang bayi Bak logam untuk alat steril Pengukur LILA Jumlah 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 233 128 190 123 29 30 101 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Persyaratan Teknis Denah dapur dengan luas 3 m x 3 m. 2. Ruang tersebut harus mempunyai ventilasi yang baik (cross ventilation) dan pencahayaan alami yang maksimal (jendela dan bovenlicht). B C A A H D D P I N T U E G F TI AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS A BAK . Persyaratan Umum Dapur merupakan ruang yang digunakan untuk mengolah masakan dari bahan mentah menjadi bahan jadi.LAMPIRAN 10 DAPUR GIZI PADA PUSKESMAS PERAWATAN 1. mulai dari persiapan. masak dan distribusi.

Bak cuci C.Diatas rak piring Ventilasi/ jendela harus cukup Pintu 2 lapis (lapisan luar dari kawat kasa). Tempat pembuatan makanan bayi dan Anak H. Tempat sampah : Alur Penyelenggaraaan Makan Catatan : Pintu dapur memiliki akses langsung ke luar. lebih baik yang dapat menutup secara otomatis Peralatan Alat kesehatan Set alat dapur/ gizi (peralatan dapur) Arsitektur Bangunan Lantai. plafond mengacu bangunan umum. Kompor D. Stop kontak 2 buah Lampu TL Baret Washbasin pada Elektrikal & Plumbing) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . dinding.Keterangan: A. . Kulkas 2 pintu. Meja pembagian makanan / distribusi makanan G. Letak lemari gantung . Furniture Lemari simpan Rak MEP (Mekanikal. bila listrik memungkinkan F. Rak piring E. Meja Persiapan B. untuk memudahkan distribusi bahan makanan mentah dan matang.diatas meja pembagian/ distribusi makanan.

tangkai 27 cm Stainless steel. 4 pintu (2 sekat) teflon 2 sumbu. diameter 36 cm Stainless steel. diameter 10 cm Melamin. volume 10 liter Stainless steel. ukuran standar 15 kg Allumunium. susun 4. diameter 7 cm Stainless steel. diameter 34 cm Allumunium. diameter 9 cm. diameter 22 cm Melamin. diameter 20 cm Plastik. selang gas dan tutup pengaman Besi. diameter 24 cm Plastik tebal.5 liter Kaca tahan panas.Peralatan dapur: NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 NAMA ALAT Lemari penyimpan makanan Rak piring Kompor gas Tabung gas tanpa isi Dandang/ risopan Panci ukuran sedang Panci ukuran besar Wajan ukuran sedang Wajan ukuran besar Termos air panas Gelas ukur Mangkuk sayur Piring makan Gelas minum Baskom Sendok makan Garpu makan Sendok kecil Teko air minum Tempat air minum Sendok sayur Sodet Timbangan kue Parutan Pisau dapur Talenan Tutup dan tatakan gelas Saringan santan/ kelapa Saringan the TI UKURAN Lemari 2 pintu. ukuran 20x25 cm Melamin. diameter 38 cm Stainless steel. tangkai 27 cm Ukuran 2 kg Stainless baja Kayu. diameter 8 cm Stainless steel. diameter 38 cm Plastik tebal. ukuran 150X90 cm Tertutup. diameter 10 cm JML 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 1 2 2 3 1 3 2 2 2 4 SAT Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Lusin Lusin Lusin Buah Lusin Lusin Lusin Buah Buah Buah Buah Buah buah Buah Buah Lusin Buah Buah HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . kaca dof. diameter 20 cm Melamin. volume 1. diameter 36 cm Allumunium. diameter 9 cm. diameter 34 cm Stainless steel Stainless steel Stainless steel Allumunium.

ukuran 40x40 Batu Stainless steel Stainless steel Stainless steel Plastik Aluminium Plastik Plastik Plastik JML 3 2 2 12 2 1 2 2 2 2 1 1 1 SAT Lusin Lusin buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah Bila Listrik memungkinkan. g. i. e. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . d. kursi .NO 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 NAMA ALAT Piring kecil datar Piring kue cekung Ember Serbet makan Cobek dan ulekannnya Bak cuci piring 2 lubang Serok Baki/ nampan Tempat sampah 15 liter + tutup Loyang aluminium Baskom diameter 20 cm Baskom diameter 35 cm Baskom diameter 50 cm UKURAN Melamin. c.5 m 2) b. Sarana : a. f. diameter 30 cm Kain. b. stainless steel stainless steel (oven toaster) RUANG KONSULTASI GIZI 1. Ruang Konseling yang strategis (minimal 2 X 2. dilengakapi dengan frizer Standar Stainless steel. Komputer dan printer Software Nutriclin Timbangan Injak dan Timbangan Bayi Microtice Length Board Pita LILA Food Model Leaflet Form Anamnesa 1 1 1 1 1 1 Buah Buah buah buah buah buah 2. Lemari buku Peralatan a. diameter 10 cm Plastik. dalam teflon Stainless steel Plastik . meja c. Lemari. diameter 10 cm Melamin. dapat ditambah penyediaan peralatan sebagai berikut : 43 44 45 46 47 48 Kulkas 2 pintu Blender Rice cooker Oven Mixer dengan dududkan Bakaran roti 1 pintu. h.

LAMPIRAN STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 856/Menkes/SK/IX/2009)

11

Berbagai nama untuk unit/instalsi pelayanan gawat darurat di rumah sakit diseragamkan menjadi INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) 1. KLASIFIKASI Klasifikasi Pelayanan Instalasi Gawat Darurat terdiri dari: a. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level IV sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas A. b. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level III sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas B. c. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level II sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas C. d. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level I sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas D. 2. TARGET PENCAPAIAN STANDAR: a. Target pencapaian STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT Rumah Sakit secara nasional adalah maksimal 5 tahun dari tanggal penetapan SK. b. Setiap Rumah Sakit dapat menentukan target pencapaian lebih cepat dari target maksimal capaian secara nasional. c. Rencana pencapaian dan penerapan STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT Rumah Sakit dilaksanakan secara bertahap berdasarkan pada analisis kemampuan dan potensi daerah. 3. JENIS PELAYANAN

untuk untuk untuk untuk

Level IV Memberikan pelayanan sbb: 1. Diagnosis & penanganan : Permasalahan pd A,B,C dgn
TI

Level III Memberikan pelayanan sbb: 1. Diagnosis & penanganan Permasalahan pada A,B,C

Level II Memberikan pelayanan sbb: 1. Dianosis & penanganan: Permasalahan pd jalan nafas

Level I Memberikan pelayanan sbb: 1. Dianosis & penanganan: Permasalahan pd A: jalan

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

alat lengkap tmsk ventilator 2. Penilaian disability, Penggunaan obat, EKG, defibrilasi 3. Observasi HCU/ R ResusitasiICU 4. Bedah sito

dengan alat yg lebih lengkap tmsk ventilator 2. Penilaian disability, Penggunaan obat, EKG, defibrilasi 3. HCU/resusitasi 4. Bedah sito

(airway problem), ventilasi pernafasan (breathing problem) dan sirkulasi 2. Penilaian disability, Penggunaan obat, EKG, defibrilasi (observasi HCU) 3. Bedah sito

nafas (airway problem), B: ventilasi pernafasan (breathing problem) dan C sirkulasi pembuluh darah (circulation problem) 4. elakukan stabilisasi dan evakuasi

M

4. SUMBER DAYA MANUSIA IGD Level IV Kualifikasi Tenaga Dokter Subspesialis Dokter Spesialis Semua jenis on call 4 Besar + Anastes i on site. (dr Spesiali s lain on call) On site 24 jam On site 24 jam

Level III

Level II

Level I

-

-

-

Bedah,Obsgin, Anak, Penyakit Dalam on site (dokter spesialis lain on call)

Bedah,Obsgin, Anak, Penyakit Dalam on call.

-

Dokter PPDS Dokter Umum (+pelatihan
TI

On site 24 jam (RS Pendidikan) On site 24 jam

On site 24 jam

On site

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

kegawat daruratan) GELS,ATLS, ACLS, dll Perawat Kepala S1 DIII (+Emergency Nursing) Perawat (+Pelatihan Emergency Nursing) Non Medis Bagian Keuangan Kamtib(24jam) Pekarya(24jam)

24 jam

Jam kerja / Diluar jam kerja On site 24 jam

Jam kerja / diluar jam kerja

Jam kerja

Jam Kerja

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

5. KETENTUAN UMUM SARANA a. Ketentuan umum Fisik Bangunan: 1) 2) Luas bangunan IGD disesuaikan dengan beban kerja RS dengan memperhitungkan kemungkinan penanganan korban massal/bencana. Lokasi gedung harus berada dibagian depan RS, mudah dijangkau oleh masyarakat dengan tanda–tanda yang jelas dari dalam dan dari luar Rumah sakit. Harus mempunyai pintu masuk dan keluar yang berbeda dengan pintu utama (alur masuk kendaraan/pasien tidak sama dengan alur keluar) kecuali pada klasifikasi IGD level 1 dan 2. Ambulans/kendaraan yang membawa pasien harus dapat sampai di depan pintu yang areanya terlindung dari panas dan hujan (catatan: untuk lantai IGD yang tidak sama tinggi dengan jalan ambulans harus membuat ramp). Pintu IGD harus dapat dilalui oleh brankar. Memiliki area khusus parkir ambulans yang bisa menampung lebih dari 2 ambulans (sesuai dengan beban RS). Susunan ruang harus sedemikian rupa sehingga arus pasien dapat lancar dan tidak ada “cross infection”, dapat menampung korban bencana sesuai dengan kemampuan RS, mudah dibersihkan dan memudahkan kontrol kegiatan oleh perawat kepala jaga.
Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

3)

4)

5) 6) 7)

TI

HUS

AD

A

BAK

Non Bedah / Medical . b. R.8) 9) 10) 11) 12) Area dekontaminasi ditempatkan di depan / di luar IGD atau terpisah dengan IGD. Informasi dan Komunikasi RUANG TINDAKAN a.ATM .Rekam Medik LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Bisa bergabung dengan ruangan lain Tergantung IT Sistem c. R. + +/+/+/industri harus Dekontaminasi memiliki ruang ini.Kebidanan + + + + + + + +/- - 2 + + + + + + + + + + + + Bisa bergabung Bisa bergabung TI HUS AD Bagi IGD yg berada dekat c.Informasi . Apotik 24 Jam tersedia dekat IGD.Keuangan .Tlpn Umum . Sarana No 1 KELAS / RUANG RUANG PENERIMAAN a. R.Bedah . Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . R.Pendaftaran pasien baru/rawat . Resusitasi b. Penyimpanan Strecher e.Toilet .Kafetaria . R. R. Memiliki ruang untuk istirahat petugas (dokter dan perawat). Administrasi . Tunggu (Public Area) . Ruang triase harus dapat memuat minimal 2 (dua) brankar. Triase d. R. Mempunyai ruang tunggu untuk keluarga pasien. R.Keamanan b.Anak . Tindakan .

Pediatric .3 RUANG OPERASI + + +/- Bisa bergabung atau terpisah dan dapat diakses 24 jam 4 RUANG OBSERVASI + + + Bisa bergabung dengan ruangan lain 5 RUANG KHUSUS a. Cardiac . R. Isolasi + + + + + + + + + +/+/+/+/+/- + - - Bisa bergabung atau terpisah dan dapat diakses 24 jam c. Umum . R. KELAS No /RUANG A. RUANG TRIASE Kit Pemeriksaan Sederhana Brankar Penerimaan Pasien Pembuatan rekam medik khusus Label (pada saat korban massal) B. RUANG TINDAKAN 1 Ruang Resusitasi Nasopharingeal tube Oropharingeal tube Laringoscope set Anak Laringoscope set Dewasa 4 + + 3 + + 2 + + 1 + + LEVEL LEVEL LEVEL LEVEL KET Minimal 2 Rasio (Cross Sectional) (perlu dibuatkan form) + + + + PERALATAN MEDIS + + + + + + + + + + + + + + + + Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Intermediate / HCU . R. Hemodialisis d. Fasilitas / Prasarana Medis Fasilitas dan penunjang yang harus tersedia selain ditentukan oleh kelas IGD rumah sakit dan jumlah kasus yang di tangani. Luka Bakar c. Neonatus b.

Nasotrakheal tube Orotracheal Suction Tracheostomi set Bag Valve Mask (Dewasa/Anak) Kanul Oksigen Oksigen mask (D/A) Chest Tube Crico / Trakheostomi Ventilator Transport Vital Sign Monitor Infusion pump Syringe pump ECG Vena Section Defibririlator Gluko stick Stetoskop Termometer Nebulizer Oksigen Medis / Consentrators Warmer Imobilization Set Neck Collar Splint Long Spine Board Scoop Strecher Kendrik Extrication Deviice (KED) Urine Bag NGT Wound Toilet Set + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +/+/+/+/+ + + + + + + + +/+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Sesuai jumlah TT Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Sesuai jumlah TT Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Sesuai jumlah TT 2 s/d 3 tiap TT Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Rasio 1:1 TT di IGD Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set / TT Minimal 1 set Minimal 1 set TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

KELAS No /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL KET 1 2 OBAT – OBATAN DAN ALAT HABIS PAKAI + + + + Cairan Infus Koloid + + + + Cairan Infus Kristaloid + + + + Cairan Infus Dextrose + + + +  Adrenalin + + + +  Sulpat Atropin + + + +  Kortikosteroid + + + +  Lidokain + + + +  Dextrose 50% + + + +  Aminophilin + + + +  Pethidin + + + +  Morfin + + + +  Anti convulsion + + + +  Dopamin + + + +  Dobutamin + + + +  ATS . Sarungtgn + + + +  Mannitol  Furosmide + + + +  APD : Sarung Tangan Ruang Tindakan Bedah ALAT MEDIS Minimal 3 Minimal 3 Minimal 1 Minim Meja Operasi / al 1 tempat tidur tindakan Minimal 10 Minimal 10 Minimal 10 Minim Dressing set al 10 Minimal 10 Minimal 10 Minimal 10 Minim Infusion Set al 10 Selalu Tersedia dalam jumlah yang cukup di IGD tanpa harus di resepkan Vena Section set Torakosintetis set Metal kauter Film Viewer TI AD A BAK Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS . TT + + + +  Trombolitik + + + +  Amiodaron (inotropik) + + + +  APD : Masker .

Ruang Tindakan Medik PERALATAN MEDIS Minimal Kumbah 1 Lambung Set Minimal EKG TI + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Selalu tersedia dalam jumlah yang cukup di Ruang Tindakan Bedah tanpa harus di resepkan 3 Minimal 1 Minimal Minimal 1 Minimal Minimal 1 Minimal HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Tiang Infus Lampu operasi Thermometer Stetoskop Suction Sterilisator Bidai Splint Minimal 6 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 6 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minim al 2 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET OBAT-OBATAN DAN ALAT HABIS PAKAI  Analgetik +  Antiseptik +  Cairan + kristaloid  Lidokain +  Wound + dressing  Alat-alat anti + septic  ATS +  Anti Bisa Ular +  Anti Rabies +  Benang jarum +  .

Kursi Periksa Irigatoreriksaan Nebulizer Suction Oksigen Medis NGT Syrine Pump Infusion Pump Jarum Spinal Lampu Kepala Bronchoscopy Opthalmoscop Otoscope set Slit Lamp Tiang Infus Tempat Tidur Film Viewer 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET                     OBAT – OBATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI + + + + SA + + + + Aminophilin + + + + Dopamin + + + + Kristaloid + + + + Cairan Infus Koloid + + + + Cairan Infus Kristaloid + + + + Cairan Infus Dextrose + + + + Adrenalin + + + + Sulpat Atropin + + + + Kortikosteroid + + + + Lidokain Selalu tersedia + + + + Dextrose 50% dalam jumlah yang + + + + Aminophilin / cukup di Ruang 2 blokker Tindakan Bedah + + + + Pethidin tanpa harus di + + + + Morfin resepkan + + + + Anti convulsion + + + + Dopamin + + + + Anti convulsion + + + + Dopamin + + + + Dobutamin + + + + ATS + + + + Trombolitik + + + + Amiodaron (inotropik) + + + + APD : Masker + + + + Mannitol + + + + Furosmide + + + + APD : Sarung Tangan Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS AD A BAK .

No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET 4 Ruang Tindakan Bayi & Anak PERALATAN MEDIS  Inkubator Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Tiang Infus Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Tempat Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Tidur 1  Film Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Viewer 1  Suction Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Oksigen Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 OBAT – OBATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI + + + +  Stesolid + + + +  Mikro drips Tersedia set dlm jumlah yang cukup + + + +  Intra Osseus set 5 Ruang Tindakan Kebidanan PERALATAN MEDIS Minimal 1 / Kuret Set Minimal 1 Partus set Suction bayi Meja Ginekologi Meja Partus Vacuum set Forcep set TI Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / Minimal 1 / bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

CTG Resusitasi set Doppler Suction Bayi baru lahir Laennec Tiang Infus Tempat Tidur Film Viewer Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung OBAT-OBATAN  Uterotonika  Prostaglandin + + + + + + + + Tersedia dalam jumlah yang cukup TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

bukan elektif Suction + + +/Linen B.terutama untuk keadaan Cito. Oksigen + + +/.Tindakan /operasi yang dilakukan Brankar + + +/. Persiapan dan Kamar Operasi) A. KAMAR OPERASI Minimal Minimal Minimal Meja Operasi 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Mesin Anastesi 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Alat regional 1 1 1 Anestesi Minimal Minimal Minimal Lampu 1 1 1 (mobile/statis) Minimal Minimal Minimal Pulse Oximeter 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Vital Sign Monitor 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Meja Instrumen 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Suction 1 1 1 Minimal Minimal C-arm 1 1 Minimal Minimal Minimal Film Viewer 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Set Bedah dasar 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Set laparatomi 1 1 1 Tindakan yang dilakukan terutama Minimal Minimal Minimal Set Apendiktomi untuk keadaan Cito. bukan elektif 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Set sectiosesaria 1 1 1 Minimal Minimal Set Bedah anak 1 1 Minimal Minimal Set Vascular 1 1 Minimal Minimal Torakosintetis set 1 1 Minimal Minimal Set Neurosurgery 1 1 Minimal Minimal Set orthopedic 1 1 Minimal Minimal Set urologi 1 1 Emergency Minimal Minimal Set Bedah Plastik 1 1 Emergency Minimal Minimal Set Laparoscopy 1 1 Minimal Minimal Endoscopy surgery 1 1 Minimal Minimal Minimal Laringoscop 1 1 1 Minimal Minimal Minimal BVM Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .6 TI HUS AD Ruang Operasi (R. RUANG PERSIAPAN Ruang ganti + + +/.

Khusus 3. Standar + Lab. Ruang Laboratorium a. Bank Darah (BDRS) BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) 4. bukan elektif C. Lab.Defibrilator 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 LEVEL 3 1 Minimal 1 Minima l2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Tindakan yang dilakukan terutama untuk keadaan Cito. Ruang Sterilisasi TI Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 +/- Bisa bergabung/ tersendiri dan dapat diakses 24 jam + + + + +/- + + + +/- + + + - Bisa bergabung/ tersendiri dan dapat diakses 24 jam + + + + bisa bergabung + + Dapat diakses 24 jam HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . RUANG PENUNJANG MEDIS 1. Lab. RUANG RECOVERY Minimal Infusion pump 2 Minimal Syringe pump 2 Minimal Bed side Monitor 1 Minimal Suction 1 Minimal Tiang infuse 1 Minimal Infusion set 1 Minimal Oxygen Line 1 KELAS/ NO RUANG LEVEL 4 LEVEL 2 LEVEL KET 1 C. Rutin + Elektrolit + Kimia Darah + Analisa Gas Darah + CKMB (jantung) b. Ruang Radiologi Minimal 1 Mobile X-ray Minimal 1 Mobile USG Minimal 2 Apron Timbal Minimal 1 CT Scan Tersedia MRI 1 Minimal 1 Automatic Film Processor Minimal 1 Film Viewer 2.

Alat Komunikasi Eksternal + Fix + Mobile + Radio medik 3. Gas Medis : N2O + Tabung Gas + Sentral D. Alat Komunikasi Internal + Fix + Mobile + Radio medik 2. Alat Administrasi + Komputer + Mesin ketik + Alat kantor + Meubelair + Papan Tulis + + + + + + + +/- + + + +/- Minimal 1 Minimal 1 + +/+ + +/+ + +/+/+ +/+ + +/+/+ +/+ + + + + + +/+ + + + +/+ + + TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Alat Rumah Tangga Tersedia 4. RUANG PENUNJANG NON MEDIS 1.+ Basah + Autoclave 5.

GAMBAR TAMPAK BELAKANG TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . GAMBAR TAMPAK SAMPING 2.LAMPIRAN 12 CONTOH PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK GAMBAR KENDARAAN RODA 2 YANG DI MODIFIKASI 1.

6 1.7 904.154.4 2.638.5 1.8 2.418.323.2 3.1 1.1 2.2 2.1 2.303.9 - .2 2. Nias Utara Kab.5 1. Simeulue Kota Banda Aceh Kota Sabang Kota Langsa Kota Lhokseumawe Kab.505.6 1.926.8 1.112.9 1.880.157.3 1.5 2.5 1.314.229.189.2 1.294.175.2 2.8 828.5 4.3 692.457.5 2.647.613.2 3.7 2.7 2.146.3 2.5 1.3 1.7 1.726.808.6 892.433.5 1.6 966. Asahan Kab.8 4. Mandailing Natal Kab.5 3.800.6 2. Dairi Kab. Bener Meriah Kab.028.468.760. Nias Barat Kota Gunung Sitoli ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 1.234.554.9 840.735. Aceh Singkil Kab.154.8 1.324. Aceh Besar Kab.1 1.8 1. Aceh Barat Kab.3 1.280.1 814.370.601.184.789.264.247. Labuhan Batu Selatan Kab.293.9 1.9 2. Aceh Barat Daya Kab. Pidie Kab.2 821. Humbang Hasundutan Kab.8 3.6 7. Serdang Bedagai Kab. Padang Lawas Utara Kab. Aceh Timur Kab. Aceh Tamiang Kab. Simalungun Kab.4 1.928.3 957.7 2.6 881.6 2.2 2.206. Aceh Tenggara Kab.7 2.476.5 7.6 1. Gayo Lues Kab.962.1 2.823.5 2.3 2.3 3.5 2.138.5 1.878.1 2.770.2 2. Batu Bara Kab.8 2.2 3. Tapanuli Tengah Kab.091. Pakpak Bharat Kab.4 1.2 2.240.5 2.2 2.0 1. Aceh Jaya Kab.012. Nagan Raya Kab.6 1.904.0 1.592.173.7 2.7 1.8 1.3 1. Bireuen Kab.2 1.6 691.176.691.0 3.0 2.599.378. Labuhan Batu Utara Kab. Tapanuli Selatan Kab. Tanah Karo Kab.2 1.263.0 1.5 6. Tapanuli Utara Kab. Labuhan Batu Kab.3 906. Aceh Selatan Kab.587.380.913.340.875.014.425.9 1.915.416.508.861.167.5 3.658.7 1.0 2.639.3 1.972.9 938.802.5 744.4 2.783.427.6 940.0 1.8 2.5 820.625.360.4 2. Aceh Utara Kab.041. Toba Samosir Kota Binjai Kota Medan Kota Pematang Siantar Kota Sibolga Kota Tanjung Balai Kota Tebing Tinggi Kota Padang Sidimpuan Kab. Samosir Kab.9 1.184.636. Nias Kab. Langkat Kab.5 2.1 7.7 1.293.4 2.123. Padang Lawas Kab.406.973.2 1.1 1.568.549.805.8 1.699. Pidie Jaya Kota Subulussalam Kab.021.3 1.7 1.2 2.2 3.796.1 2.7 2.5 1.5 2.071.437.233.685.202.5 1.2 2. Nias Selatan Kab.4 2.5 3.4 1.3 1.1 1.181.2 2.9 1.003.6 1.818.452.316.7 2.045.216.470.164.023.3 885.4 1.552.613.9 1.030.4 2.906.804.119.8 1.9 7.5 3.187.7 1.939. Deli Serdang Kab.267.613.528.583.508. Aceh Tengah Kab.0 1.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 DAERAH Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kab.

9 1.416.1 1. Kerinci Kab.9 1.187.9 2.887.6 2.3 1.7 1.756.406.7 947.4 1.4 1.114.9 1. Pasaman Kab.256.468.9 1.3 1.198.226.338. Bengkulu Utara Kab.140.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 DAERAH Provinsi Sumatera Barat Kab.727.7 2.8 1.9 1.2 2.060.1 998.573.6 1.2 2.3 2.5 4.4 2. Bangka Kab. Musi Rawas Kab.7 1.7 1.6 2.058.091.4 2.1 824.717.6 2.0 2.9 2.161. Tanah Datar Kota Bukit Tinggi Kota Padang Panjang Kota Padang Kota Payakumbuh Kota Sawahlunto Kota Solok Kota Pariaman Kab.7 875.4 1. Solok Selatan Kab. Indragiri Hilir Kab.3 1.553.453.420.9 1.518.031. Tebo Kota Jambi Kota Sungai Penuh Provinsi Sumatera Selatan Kab.6 2.3 2.075.393. Ogan Ilir Kab.231.9 1.303.742.585.9 2.823.3 3.5 1.808.369.835.688.7 1.1 993.400.513.834.465. Bengkulu Selatan Kab.7 1.4 697.232. Kaur Kab.4 1.586.0 2.8 1. Meranti Kab.3 1.6 1.9 1. Bangka Tengah Kab.457.748.061.6 1.236.280.062.795.455.1 1.221.010.9 4.5 1.6 2.640.9 3.846.168.699.565. Padang Pariaman Kab. Batanghari Kab.468.7 1.666.847. Lima Puluh Kota Kab.743.7 3.5 1. Muaro Jambi Kab.9 1. Kepulauan Mentawai Kab.1 1.0 2.8 1.185.069.4 932.4 4.496.205.483. Pasaman Barat Kab.4 2.636.5 2. Pesisir Selatan Kab.5 2.0 980.6 4.872. Belitung Timur Provinsi Bengkulu Kab.8 1.3 4. Sijunjung Kab.7 1.2 875. Bangka Selatan Kab.5 1. Ogan Komering Ilir Kota Palembang Kota Pagar Alam Kota Lubuk Linggau Kota Prabumulih Kab.536.6 1.871.7 1.7 1.2 952.421.5 3.2 2.620.8 1.7 3.9 965.2 613.4 1.6 1.466.786.291.8 1.9 570.367.9 2.284.6 1. Banyuasin Kab. Bangka Barat Kab. Rejang Lebong Kota Bengkulu Kab.5 582.3 1.4 907. Natuna Kota Batam Kab.8 2. Anambas Provinsi Jambi Kab. Dharmasraya Kab.608.7 1.7 854.385.7 2.2 3.6 938.978.8 3.6 1.692.0 746.672.0 512.4 2.6 4. Agam Kab.095.421.3 2.790.422.0 1.089. Merangin Kab.592.737.5 1.023.1 1.1 2.509. Empat Lawang Kab.8 1.2 2.5 1.050.1 - .3 1.6 2.943.825.8 1.915.700.148.4 1.225.427.9 882. Belitung Kota Pangkal Pinang Kab.849.800.286.2 2.208.802.6 737.312.398.565.6 1.1 3. Seluma ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 860.209.694.6 1.4 981. Lahat Kab.802. Sarolangun Kab. Bungo Kab.922.8 1.5 1.367.408.3 1.8 535.568. Ogan Komering Ulu Timur Kab.8 771.6 1.0 2.2 1.4 2.320.588. Solok Kab.8 1.071.533.1 3.3 974.8 647.6 3.3 1.7 1.372. Ogan Komering Ulu Selatan Kab.3 2.1 2.1 856.114.8 1.017.169.077.2 1.8 1.5 1.

9 4. Karawang Kab.1 2. Tanggamus Kab. Pesawaran Kab.038. Tangerang Kota Cilegon Kota Tangerang Kota Serang Kota Tangerang Selatan Provinsi Jawa Tengah Kab.0 7.9 2.304.1 2.666.9 3.4 1.4 6.865.1 3.9 679.4 2.196.203.8 4.8 3. Subang Kab.3 6.692.803.4 2.3 10.8 1.1 2.9 7. Tulang Bawang Kab.7 1.584.126.5 3.304. Cirebon Kab.5 4.835.492.6 2.2 1.344.6 2.296.458.373.5 9.731.431.538.939.629.2 2.070. Bengkulu Tengah Provinsi Lampung Kab. Bandung Kab. Lebak Kab.2 2.724.7 6.0 2.0 1.1 1. Blora Kab. Cianjur Kab.070. Lampung Timur Kab.670.9 3.535.9 4.594.637.882.595. Bekasi Kab.852.575.667. Purwakarta Kab.265.062.9 3. Brebes Kab.944.264.067. Way Kanan Kota Bandar Lampung Kota Metro Kab.7 8.578.4 3.7 18.9 524.8 7.923.0 1. Tulang Bawang Barat Kab.0 3.8 8.1 1.0 1.147.2 1. Lampung Barat Kab.2 3.1 3. Banjarnegara Kab.570.396.9 8.758.2 1.251.2 1.6 7.657. Lampung Selatan Kab.645. Serang Kab.8 3.0 3.0 10. Indramayu Kab.527.9 1.445.179.606.609.5 4.4 1.9 3.3 1.265.0 3.7 1.207.7 4.9 1.269.496.482.397.144.680. Cilacap ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 2.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 DAERAH Kab.7 13.778.738.7 1.877.9 1.861.5 2. Pringsewu Kab.074.4 2. Mukomuko Kab.322.1 2.723.4 2.0 2.0 4.7 4.5 6.4 3.2 5.028.616.6 3.1 1.196.3 1.2 3.2 2.331.350.373.788.4 2.0 1.071.141.9 3.3 2. Majalengka Kab.2 2.0 2.222.985.577.9 1. Kepahiang Kab.068.895.6 4.6 5. Garut Kab.6 4. Mesuji Kab.3 1.9 1.607.8 1.9 2.6 2.4 - 838.706.677.940.553.128.4 4.0 3.641.162.2 2.019.9 4.6 7.9 2.316.675.6 2.985.4 3.2 5. Lampung Tengah Kab.780.143.825.004.724.200 3.9 1.939.1 2.437.1 7.1 7. Tasikmalaya Kota Bandung Kota Bekasi Kota Bogor Kota Cirebon Kota Depok Kota Sukabumi Kota Tasikmalaya Kota Banjar Kab.856.0 .3 6. Kuningan Kab.217. Lampung Utara Kab.807.8 4.4 810. Ciamis Kab.508.049. Bandung Barat Kab.056.131.663.239.363. Banyumas Kab. Batang Kab.3 1.3 3. Boyolali Kab.289. Lebong Kab.531.001.8 3.586.041.179.134.434.8 1.0 1. Sukabumi Kab.7 2. Sumedang Kab. Pandeglang Kab.1 4. Bogor Kab.748.2 4.

0 3.038.3 3. Jepara Kab.3 2.105.1 1. Madiun Kab.669.713. Situbondo Kab.6 4.6 1.9 4. Sragen Kab. Jember Kab.3 1.7 1.146.541.771.329.025.8 1.922.472.493. Sukoharjo Kab. Kendal Kab.6 2.3 2.695.8 1.2 823.1 1.900.055.801.4 877.350.7 6.5 3. Kediri Kab.492.2 1.2 5.7 5.414.852.0 3.369.788. Bondowoso Kab. Magelang Kab.612.9 1.4 3.2 1.4 1. Mojokerto Kab.8 4.3 1.7 4.163.857.4 6.905.0 819.150. Pasuruan Kab.6 1.889.9 1.2 8.4 3.915.4 1.607.3 2.123.3 1.018.3 3.7 4. Wonosobo Kota Magelang Kota Pekalongan Kota Salatiga Kota Semarang Kota Surakarta Kota Tegal Provinsi DI Yogyakarta Kab.2 4.7 1.028.859.405.3 4.3 2.9 2.749.7 2.060.7 4.7 12.097.1 3.2 - 3.543.399.5 1.2 2.2 1. Kudus Kab.027.5 945.437.4 5. Ponorogo Kab. Pati Kab.878.543.740.6 5.533. Sampang Kab.356.135.048.3 1. Nganjuk Kab.791.7 1.0 3. Demak Kab.4 4.195.1 2.5 4. Bantul Kab.497. Gunung Kidul Kab.106. Wonogiri Kab. Sumenep ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 1.234.326.3 2.0 3.3 1.8 4.4 1.193. Magetan Kab.795.0 6.1 998.2 4. Semarang Kab. Klaten Kab.0 994. Rembang Kab. Lumajang Kab. Temanggung Kab.231.302.753.7 6.155.988.8 2.8 1.152.5 1. Grobogan Kab.4 1.3 3.9 1. Gresik Kab. Karanganyar Kab.4 3.935.708.6 4. Pemalang Kab.545. Pekalongan Kab.959.349.8 2.279.0 968.6 1.4 6.757.9 1.8 3.6 2.091.5 2.2 2.2 3. Banyuwangi Kab.0 1.930.9 5.3 2.2 1.8 1.563.296.7 1.156.8 2.277.079.093.300.877.0 1.959.816.781.8 1.3 3.095.6 2.9 1. Bojonegoro Kab.260. Ngawi Kab.0 8.2 1.7 1.6 2.132. Sidoarjo Kab.654. Tegal Kab.1 9.2 1. Bangkalan Kab.0 812.2 - . Pacitan Kab.5 3.1 2.678.562.464.208.6 2.7 2.488.316.115.231.159.937. Jombang Kab.3 3.443.613.400. Purworejo Kab. Pamekasan Kab.984.907.569. Malang Kab.543.5 2. Kulon Progo Kab.1 3.1 779.703.053. Sleman Provinsi Jawa Timur Kab.2 2.3 2.561.1 3.696.170.1 1.2 1. Lamongan Kab.418.046.3 1.0 3. Purbalingga Kab.5 3.958.975.865.5 5.141.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 DAERAH Kab.1 3.679.857.2 954. Probolinggo Kab.351.505. Blitar Kab.347.6 6.3 1. Kebumen Kab.738.5 2.875.3 2.8 1.0 3.3 714.7 3.658.455.9 2.248.131.973.054.9 1.0 1.175.

621.439. Barito Selatan Kab. Trenggalek Kab.698.698.820.241.0 1.032.3 3.569.7 2.187.880.541.225. Kapuas Kota Palangkaraya Kab.9 4.4 3.893.9 2.452. Murung Raya Kab.7 11.403.2 .521.037.424. Sekadau Kab.486. Melawi Kab. Minahasa Kab.0 1.153.1 3. Pontianak Kab. Sangihe ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 1.329.077.4 2. Kayong Utara Kab.1 814.1 1.9 1.3 2.717.444.645. Sambas Kab.071. Gunung Mas Kab.051.8 3.7 1. Tulungagung Kota Blitar Kota Kediri Kota Madiun Kota Malang Kota Mojokerto Kota Pasuruan Kota Probolinggo Kota Surabaya Kota Batu Provinsi Kalimantan Barat Kab.696.6 4.677.190.315. Malinau Kab.5 2.8 2.0 1.377. Bolaang Mongondow Kab.0 1.6 571.4 3.591.408.980.4 1. Bengkayang Kab.2 6. Pulang Pisau Kab.8 2.002. Tana Tidung Provinsi Sulawesi Utara Kab.170.069.3 1.1 1.3 3.1 942.741. Lamandau Kab.2 1.4 998.931. Berau Kab.426.413.782.596.0 3.892.0 2.8 2.2 761.3 889.3 2.4 1.350.0 786.9 3.602.677.4 2.3 1.5 2.395.2 4.581. Landak Kab.8 2.474.683.095.6 2.3 2.8 1.7 3.536.407.3 3. Tuban Kab.179.162.860.532.2 1.8 1.567.7 3.2 4. Barito Timur Kab.1 2.3 1.6 3.498.570.8 1.483.0 3.422.2 4.4 4.2 2.1 2.0 828.4 1.017.2 1.5 1.176.832.2 2. Hulu Sungai Tengah Kab. Nunukan Kab.871.4 636.1 1.6 1.587. Pasir Kota Balikpapan Kota Bontang Kab.7 3.3 1.8 1.1 2.4 1.587.4 4.8 848.7 3.9 528.671.0 2.204.068.035.173.433.8 718.3 832.5 1.2 4. Sukamara Kab.3 3.985. Kubu Raya Provinsi Kalimantan Tengah Kab.4 3. Penajam Paser Utara Kab.083.622.004.524.359.7 1.3 1.2 2.9 797.826.516.6 3.8 1.7 1.9 1.7 1.997.023.558.3 2.737. Ketapang Kab.0 752.1 1.431.614.6 2.6 3.0 1.5 1.4 1.399.155.320.9 2.1 4.409.205.161.8 1.6 1.239.974.128.108.350. Seruyan Provinsi Kalimantan Selatan Kab. Barito Kuala Kab.9 895.8 1. Sintang Kota Pontianak Kota Singkawang Kab.6 957.9 2. Tapin Kota Banjar Baru Provinsi Kalimantan Timur Kab.640.4 898.9 908.048.9 3.0 4.059.6 801.721. Kutai Barat Kab.362.2 2. Sanggau Kab.6 4.3 2.3 4.3 2. Hulu Sungai Selatan Kab.740. Hulu Sungai Utara Kab.460.3 4.035.5 2.700 1.2 2.5 3.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 DAERAH Kab.8 1.690.373.8 3. Barito Utara Kab.9 1. Kapuas Hulu Kab.328.

Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011
(dalam juta rupiah) 8

6 ALOKASI

7

NO
300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360

DAERAH
Kota Bitung Kota Manado Kab. Kepulauan Talaud Kab. Minahasa Selatan Kota Tomohon Kab. Minahasa Utara Kota Kotamobagu Kab. Bolaang Mongondow Utara Kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro Kab. Minahasa Tenggara Kab. Bolaang Mongondow Timur Kab. Bolaang Mongondow Selatan Kab. Boalemo Kab. Gorontalo Kota Gorontalo Kab. Pohuwato Kab. Bone Bolango Kab. Gorontalo Utara Provinsi Sulawesi Tengah Kab. Banggai Kab. Banggai Kepulauan Kab. Buol Kab. Toli-Toli Kab. Donggala Kab. Morowali Kab. Poso Kota Palu Kab. Parigi Moutong Kab. Tojo Una Una Kab. Sigi Provinsi Sulawesi Selatan Kab. Bantaeng Kab. Barru Kab. Bone Kab. Bulukumba Kab. Enrekang Kab. Gowa Kab. Jeneponto Kab. Luwu Kab. Luwu Utara Kab. Maros Kab. Pangkajene Kepulauan Kab. Pinrang Kab. Kepulauan Selayar Kab. Sidenreng Rappang Kab. Sinjai Kab. Soppeng Kab. Takalar Kab. Tana Toraja Kab. Wajo Kota Pare-pare Kota Makassar Kota Palopo Kab. Luwu Timur Kab. Toraja Utara Provinsi Sulawesi Barat Kab. Majene Kab. Mamuju Kab. Polewali Mandar Kab. Mamasa Kab. Mamuju Utara

ALOKASI
PELAYANAN FARMASI

ALOKASI
PELAYANAN RUJUKAN

PELAYANAN DASAR

2,602.3 1,744.6 2,504.3 1,387.9 2,958.7 1,273.8 1,982.6 2,277.2 3,045.3 2,534.2 4,728.4 3,565.3 1,416.0 1,347.2 1,982.6 2,876.6 1,492.9 2,492.2 1,264.8 2,599.8 2,635.1 1,245.3 1,267.9 2,075.0 1,297.3 1,157.0 1,887.4 1,500.0 3,687.8 1,824.7 2,039.2 1,633.0 2,109.9 2,036.5 1,960.0 2,092.2 2,203.1 2,595.8 2,109.6 1,715.9 2,337.1 2,905.6 2,131.4 1,835.7 1,638.8 1,926.6 3,856.1 2,107.2 2,617.8 2,255.3 3,124.5 4,793.3 1,296.6 1,209.0 1,468.6 1,811.8 2,359.3

1,229.6 2,779.7 1,436.1 1,474.9 615.7 1,318.6 1,527.8 1,534.0 1,679.1 1,656.6 2,719.8 2,878.7 1,108.2 2,137.2 1,005.9 1,047.4 821.7 1,191.0 1,041.6 1,133.0 1,292.5 1,601.5 1,843.1 1,445.8 1,752.5 1,277.6 1,961.9 910.2 1,719.2 1,048.9 1,078.7 2,649.3 2,834.7 920.0 3,100.7 1,466.9 1,781.3 1,276.9 1,506.3 1,630.9 1,977.5 1,320.2 1,592.6 988.9 725.8 1,605.8 1,835.9 2,084.8 737.5 4,501.0 1,292.6 736.3 2,530.6 1,293.5 1,815.7 2,296.1 1,172.1 1,453.7

3,102.9 1,537.7 1,627.7 3,362.2 4,803.2 1,453.1 2,089.8 3,796.3 1,537.8 3,334.8 3,505.0 2,522.8 5,078.7 3,226.5 2,789.2 2,364.5 3,091.1 8,794.1 1,639.8 1,051.6 3,118.1 878.1 1,927.6 2,947.3 2,444.0 1,680.6 1,965.9 964.3 1,776.2 1,883.0 1,654.7 1,681.9 2,264.9 1,103.9 3,789.4 2,006.4 1,259.0 3,484.6 3,513.1 1,429.4 1,567.8 2,025.6 -

Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011
(dalam juta rupiah) 8

6 ALOKASI

7

NO
361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419

DAERAH
Provinsi Sulawesi Tenggara Kab. Buton Kab. Konawe Kab. Muna Kota Kendari Kota Bau-bau Kab. Konawe Selatan Kab. Bombana Kab. Wakatobi Kab. Kolaka Utara Kab. Konawe Utara Kab. Buton Utara Kab. Bangli Kab. Buleleng Kab. Gianyar Kab. Jembrana Kab. Karangasem Kab. Klungkung Kab. Tabanan Kota Denpasar Provinsi Nusa Tenggara Barat Kab. Bima Kab. Dompu Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kota Mataram Kota Bima Kab. Sumbawa Barat Kab. Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur Kab. Alor Kab. Belu Kab. Ende Kab. Flores Timur Kab. Kupang Kab. Lembata Kab. Manggarai Kab. Ngada Kab. Sikka Kab. Sumba Barat Kab. Sumba Timur Kab. Timor Tengah Selatan Kab. Timor Tengah Utara Kota Kupang Kab. Rote Ndao Kab. Manggarai Barat Kab. Nagekeo Kab. Sumba Barat Daya Kab. Sumba Tengah Kab. Manggarai Timur Kab. Sabu Raijua Provinsi Maluku Kab. Maluku Tenggara Barat Kab. Maluku Tengah Kab. Maluku Tenggara Kab. Buru Kota Ambon

ALOKASI
PELAYANAN FARMASI

ALOKASI
PELAYANAN RUJUKAN

PELAYANAN DASAR

2,618.9 3,269.0 2,795.5 1,454.9 1,420.1 1,687.1 2,204.7 2,630.6 2,196.0 2,767.5 2,854.4 1,597.9 1,938.5 1,016.4 2,244.4 1,004.8 1,291.3 1,046.3 2,360.3 1,395.1 1,522.7 1,059.0 1,615.5 1,463.9 1,769.3 1,267.2 1,233.2 2,712.7 1,990.5 2,876.4 1,942.5 1,580.1 2,030.0 1,849.0 3,083.5 1,716.1 2,856.3 2,718.3 2,765.0 3,188.3 3,587.9 2,248.8 1,468.6 1,732.6 2,569.5 4,048.7 1,761.5 3,078.6 4,382.6 3,262.3 2,255.4 2,080.4 5,855.8 3,179.9

1,677.8 1,590.3 1,786.2 1,828.6 1,125.2 1,881.4 1,160.1 1,236.8 1,102.0 1,367.8 1,342.6 1,456.3 2,183.7 2,013.6 1,842.4 2,076.7 1,011.7 1,952.7 3,079.000 1,755.5 1,462.9 2,583.4 3,388.6 3,590.4 1,342.4 1,499.9 1,064.9 905.5 2,022.9 1,527.8 2,398.8 1,948.3 2,157.4 2,127.2 1,098.9 2,756.5 1,431.2 1,539.4 2,196.9 1,713.0 2,655.6 1,937.7 1,087.9 1,275.1 1,372.3 1,483.6 1,339.5 1,417.8 2,129.4 1,425.3 1,645.1 2,236.1 1,648.1 1,600.3 1,954.5

2,917.5 1,618.9 1,802.2 1,320.9 1,113.2 2,292.0 1,881.2 945.6 2,099.1 2,210.7 977.8 1,749.0 1,735.0 3,125.8 2,346.4 1,946.1 3,233.3 1,042.5 2,975.8 2,353.1 4,291.0 1,143.3 3,807.4 2,628.5 1,526.9 1,249.1 1,265.4 3,273.2 3,422.8 3,792.9 1,767.8 7,727.3 3,948.5 5,030.3 2,535.4 2,398.0 -

Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011
(dalam juta rupiah) 8

6 ALOKASI

7

NO
420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476

DAERAH
Kab. Seram Bagian Barat Kab. Seram Bagian Timur Kab. Kepulauan Aru Kota Tual Kab. Maluku Barat Daya Kab. Buru Selatan Provinsi Maluku Utara Kab. Halmahera Tengah Kab. Halmahera Barat Kota Ternate Kab. Halmahera Timur Kota Tidore Kepulauan Kab. Kepulauan Sula Kab. Halmahera Selatan Kab. Halmahera Utara Kab. Pulau Morotai Provinsi Papua Kab. Biak Numfor Kab. Jayapura Kab. Jayawijaya Kab. Merauke Kab. Mimika Kab. Nabire Kab. Paniai Kab. Puncak Jaya Kab. Kepulauan Yapen Kota Jayapura Kab. Sarmi Kab. Keerom Kab. Yahukimo Kab. Pegunungan Bintang Kab. Tolikara Kab. Boven Digoel Kab. Mappi Kab. Asmat Kab. Waropen Kab. Supiori Kab. Mamberamo Raya Kab. Mamberamo Tengah Kab. Yalimo Kab. Lanny Jaya Kab. Nduga Kab. Puncak Kab. Dogiyai Kab. Intan Jaya Kab. Deiyai Kab. Sorong Kab. Manokwari Kab. Fak Fak Kota Sorong Kab. Sorong Selatan Kab. Raja Ampat Kab. Teluk Bintuni Kab. Teluk Wondama Kab. Kaimana Kab. Maybrat Kab. Tambrauw Jumlah Kab/Kota Rata-rata Alokasi Jumlah Total Alokasi Jumlah Provinsi Rata-rata Alokasi Jumlah Total Alokasi Total Daerah Rata-rata nasional Jumlah Total Nasional

ALOKASI
PELAYANAN FARMASI

ALOKASI
PELAYANAN RUJUKAN

PELAYANAN DASAR

2,382.6 3,472.6 3,690.1 4,985.4 3,152.2 6,926.4 2,796.5 2,478.6 2,770.8 2,619.2 3,845.5 5,661.8 2,852.8 5,053.6 4,619.7 5,151.4 4,566.9 10,237.2 12,299.2 5,569.2 4,435.3 6,888.6 11,202.2 6,480.8 3,815.1 9,916.3 5,202.2 15,103.8 9,940.7 16,941.8 10,484.1 8,361.1 8,718.3 5,638.5 5,085.6 10,358.2 11,507.8 8,324.4 10,501.7 18,610.0 14,963.1 8,550.2 33,670.0 10,497.1 5,669.3 7,769.2 5,221.6 3,431.7 5,000.4 7,131.6 8,314.9 9,392.8 5,391.5 8,724.3 6,495.1

1,368.3 1,287.7 985.7 3,115.7 2,393.1 2,198.7 910.1 1,461.7 888.5 1,031.8 1,339.9 1,208.3 982.9 1,309.0 2,171.9 2,393.7 1,370.0 6,524.9 3,186.6 2,884.0 1,792.6 3,272.5 3,405.8 1,621.1 3,225.1 1,312.4 1,231.4 2,263.4 3,277.6 2,419.0 1,329.5 1,801.3 2,518.7 1,596.3 1,110.3 2,534.0 3,979.4 4,573.5 6,516.3 6,744.1 5,052.4 2,604.2 5,276.6 3,941.5 1,288.8 1,783.8 1,069.4 1,159.3 1,385.6 1,457.2 929.0 1,014.9 946.8 2,738.0 2,174.7

4,113.3 1,234.1 4,275.2 2,098.4 1,822.2 1,242.1 4,068.8 1,174.7 1,735.7 20,225.1 4,188.3 1,391.2 2,810.6 2,064.1 3,934.6 3,601.8 4,771.5 7,357.1 5,273.5 1,358.4 5,068.8 1,667.5 -

397 2,898.889 1,150,859.000 397 2,898.889 1,150,859.000

440 2,501.557 1,100,685.000 440 2,501.557 1,100,685.000

256 2,468.109 631,836.000 23 5,105.217 117,420.000 279 2,685.505 749,256.000

500 3.353.400 2.300 .311.400 1.900 1.300 3.H.900 706.340.294. Limapuluh Kota 4 2 Kab. Padang Lawas 13 III Provinsi Sumatera Barat PROVINSI 1 2 3 KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Nagan Raya Kab. Aceh Pidie 12 Kab.Adnaan WD RSU Sawahlunto RSU Pasaman Barat RSU Sungai Dareh RSU Muara Labuh 3. NAD RSJ Banda Aceh RSUD Kota Jantho RSU Yulidin Away RSU Datu Beru Takengon RSU H.600 940.700 1.760.500 1.300 1. Nias 2 3 Kab. Pasaman 5 3 Kab.700 947.100 2.300 1.500 1.103.565. Serdang Bedagai 12 13 Kab.154.Kumpulan Pane / Tebing Tinggi RSU Sultan Sulaiman RSU Sibubuan RSU Dr.418. Fauziah Bireuen RSU Sigli RSUD Simeulue RSU Meuraxa RSU Sabang RSU Langsa RSU Nagan Raya RSUD Bener Meriah Tidak ada RSU Rantauprapat RSU Gunung Sitoli RSU Sipirok RSU Pandan RSU Tarutung RSU dr. Bireuen 11 Kab. F Tobing RSU Dr. Pirngadi RSUD Djasamen Saragih RSU Dr.600 938.700 1.647.973. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK Lampiran 13 DAK BIDANG KESEHATAN TAHUN 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN NO I DAERAH Provinsi Aceh PROVINSI NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 II KABUPATEN/KOTA 4 Kab.200 2. Hanafiah SM (Batusangkar) RSUD Kota Padang RSU Dr.416. Solok RSU Prof MA.700 1. Tapanuli Tengah 4 5 Kab.592.100 1.639.800 1.500 2. Solok Selatan 15 1. Aceh Timur 9 Kab.119. Aceh Utara 10 Kab. HB.620. Bener Meriah 17 Provinsi Sumatera Utara PROVINSI 1 2 3 RSU Dr. Tapanuli Utara 5 6 Kota Binjai 6 7 Kota Medan 7 8 Kota Pematang Siantar 8 9 Kota Sibolga 9 10 Kota Tanjung Balai 10 11 Kota Tebing Tinggi 11 12 Kab.400 907.700 2.400 1. RM Djoelham RSUD Dr. Sahudin (Kutacane) RSU Idi Rayeuk RSUD Cut Meutia.800 2. Simeulue 13 Kota Banda Aceh 14 Kota Sabang 15 Kota Langsa 16 Kab.000 1.802.800 2.906. Pasaman Barat 13 10 Kab.600 713. Pesisir Selatan 6 4 Kab. Achmad Mochtar RSU Pariaman RSJ Prof. Aceh Selatan 5 6 Kab.300 3. Solok 7 8 5 Kab.187.800 1.600 713. M.300 2.247. Zein Painan RSUD Arosuka Labkesda Kab.311.871.800 2.300 1.100 856.138.437.200 2.457.200 3.400 2.800.021.640.900 938.823. Saanin RSU Suliki RSU Lubuk Sikaping RSUD Dr.583.926. Tengku Mansyur RSUD Dr.200 3.483.939. Kota Lhokseumawe RS Dr.800 KABUPATEN/KOTA 1 1 Kab. Tanah Datar 9 6 Kota Padang 10 7 Kota Payakumbuh 11 8 Kota Sawahlunto 12 9 Kab. Aceh Besar Kab.900 713. Aceh Tenggara 8 Kab.500 1.154.500 3.878. Tapanuli Selatan 3 4 Kab. Dharmasraya 14 11 Kab. Labuhan Batu 2 Kab. Zaenal Abidin RSIA Prov.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. Aceh Tengah 7 Kab.

400 1.850 1.778.900 3.300 1.700 1.000 3. Tebo 6 Kota Jambi 7 Provinsi Sumatera Selatan PROVINSI 1 KABUPATEN/KOTA 1 Kab.712. Ryacudu Kotabumi RSU Kota Agung RSUD Manggala RSUD Zainal Abidin Pagaralam RSU Pringsewu 1.400 1.A.100 1.200 875.200 2. Bangka Barat IX Provinsi Bengkulu PROVINSI 1 2 3 4 X KABUPATEN/KOTA Kab.500 1.923.Abdul Majid Batoe (Muara Bulian) RSU Mayjen H.205. Tulang Bawang Kab.900 1.700.900 1.344. OKU Timur 6 VIII Provinsi Bangka Belitung PROVINSI 1 2 3 4 5 VII KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Rejang Lebong Kab.802. Abdul Manap RSJ Palembang (RS Ernaldi Bahar) RSU Lahat RSU Dr Sobirin Rawas RSU Basemah Pagar Alam RSU Banyuasin RSUD Gumawang Tidak ada RSU Sungai Liat RSU Tanjung Pandan Labkesda Kota Pangkalpinang RSU Bangka Tengah RSU Sejiran Setason RSU Dr. Pringsewu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 .200 1.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. Bengkulu Utara Kab.367.922. Lampung Utara Kab.500 1.198.600 2.940.466. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO IV DAERAH Provinsi Riau PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab.600 1.300 1.071.100 2.850 2.300 1. Bengkulu Tengah Provinsi Lampung PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab.300 1.636. Indragiri Hilir Provinsi Kepulauan Riau PROVINSI 1 1 2 1 2 NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) Tidak ada RSUD Purihusada Tembilahan Labkesda Kab. Natuna VI Provinsi Jambi PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab.978. Lampung Barat Kab.500 1. Lampung Selatan Kab. Yunus RSU Manna RSUD Arga Makmur RSU Curup RSUD Bengkulu Tengah RSUD H.069. Belitung 3 Kota Pangkal Pinang 4 Kab.280.863.496. Banyuasin 5 5 Kab.717. Thalib RSUD Muaro Jambi RSUD Sultan Thaha Saifudin RSU H.724.800 1.629.800 882. Natuna RSU Raden Mattaher RSJ Jambi RSUD H.600 1 V KABUPATEN/KOTA 1 Kab.445.800 1. Indragiri Hilir Tidak ada RSU Lap.856.400 1.900 1. Bangka Tengah 5 Kab.421.688. Tanggamus Kab.338.M. Bangka 2 Kab. Abdul Moeloek RSJ Bandar Lampung RSU Liwa RSU Kalianda RSUD Demang Sepulau Raya RSU Mayjen H.600 840. Way Kanan Kab. Lampung Tengah Kab.300 3. Kerinci 4 Kab. M.077. Bengkulu Selatan Kab.700 6.834. Batanghari 3 Kab.000 1. Muaro Jambi 5 Kab.600 1.686.686.500 4. Lahat 2 2 Kab.067.509. Musi Rawas 3 3 Kota Pagar Alam 4 4 Kab.500 4.

Cianjur RSU Waled RSU Arjawinangun RSU Indramayu RSU Patrol RSU Karawang` Labkesda Kab.900 688.553. Boyolali Kab. RSJ Dr. Ciamis Kab. Cianjur Kab. Cilacap 2.600 1.066.400 3. Cirebon Kab. Kuningan Kab. Lebak Kab.300 598.700 2. Margono S.239.100 2. Banyumas Kab.478. Sukabumi Kota Bandung Kota Cirebon Kota Depok Kota Sukabumi Kota Tasikmalaya Kota Banjar Provinsi Banten PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab. Banyumas RSUD Dr.147.800 1.200 825.967.524.001.400 1 2 3 4 Kota Cilegon XIV Provinsi Jawa Tengah PROVINSI 1 2 3 4 5 KABUPATEN/KOTA Kab.000 707.421.250 4. R Soeprapto Cepu UPTD Labkes DKK Blora Labkes Dinkes & Sosial Kab. Bogor Kab. Bogor RSU Ciamis RSU Cianjur RSU Cimacan UPTD Labkesda Kab.650 1. Indramayu Kab. Karawang Kab. Blora Kab. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) XII Provinsi Jawa Barat PROVINSI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 XIII KABUPATEN/KOTA Kab.593.100 672.650 707.179.700 1.147.145.028.791.800 1.900 1. Boyolali RSUD Cilacap RSUD Majenang UPTD Labkesda Kab.100 3.550 3. Cilacap .269.900 2.251. Serang RSUD Kota Cilegon RS Tugurejo Semarang RSU Dr.369.400 1.200 1.000 3.397.213. Banjarnegara RSUD Banyumas RSUD Ajibarang Labkesmas Kab.944.208.000 1.400 709.700 1.550 1.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.400 748. Karawang RSU 45 Kuningan RSU Cideres RSU Majalengka RSU Sekarwangi RSUD Jampang Kulon RSU Kota Bandung (Ujung Berung) RSKIA Kota Bandung RSU Gunung Jati UPTD Labkesda Kota Cirebon RSUD Kota Depok RSUD R Syamsuddin SH RSU Tasikmalaya RSU Banjar Tidak ada 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 RSUD Dr.680. Bekasi Kab. Adjidarmo RSU Berkah Labkesda Kab.677.800 1. Pandeglang Kab.500 784.800 3.474. Serang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Tidak ada RSU Kab Bekasi Labkesda Kab.600 616.700 2.800 3.000 1.600 603.506. Banjarnegara Kab.600 4. Pandeglang RSUD Serang UPTD Labkesda Kab.972.385.700 1.400 3.200 1.265.542.900 2.524.900 959.038.400 2.474. R Soetijono Blora RSUD Dr.200 3. Majalengka Kab.106.500 639.700 2. Amino Gondohutomo RS Kusta Kelet Labkesda Kab.900 674. Bekasi RSU Cibinong RSU Ciawi UPTD Labkesda Kab.068.500 1.000 664.350 4. Moewardi Solo RSU Prof.

Dinkes Kab. Dinkes Kab.123.100 516.300 577.316.985.770.300 2. Kab. Lamongan Lumajang Madiun Magetan Malang . Dinkes Kab.800 2. Soebandi RSU Balung RSU Kalisat RSU Soegiri Lamongan RSU Haryoto Lumajang RSU Panti Waluyo Caruban RSU Dr. DAERAH Demak Jepara Karanganyar Kebumen Kendal Klaten Kudus 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 NAMA RUMAH SAKIT RSUD Sunan Kalijaga UPTD Labkesmas Kab.800 3.600 2.286.048.712. Magelang RSUD Kayen Pati UPT Labkesda Kab.500 1.900 514.600 1.347.600 1.234. Kab.201.700 1.900. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kab. Kab.502.500 1.600 681.597. Bangkalan Kab.500 2.300 2.712. Kab. Karanganyar Labkesmas Kab. Kab.800 3.533.958.900 1.678.636.000 1. Jember Kab.025. Dinkes Kota Semarang UPTD Labkes Dinkes Kota Surakarta RSJ Ghrasia RSU Panembahan Senopati RSU Wonosari RSU Wates RSU Dr.079.097. Kab.347. Sragen Kab.937.141.400 1. Sragen Lab.302.753.700 1. Kebumen RSUD Dr.985.400 819.000 830.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. Pati Kab.000 812.018.700 2. Purbalingga RSUD Ambarawa RSUD Ungaran UPTD Labkesda Kab. Banyuwangi Kab. Wonosobo Kota Magelang Kota Semarang 22 Kota Surakarta XV Provinsi DI Yogyakarta PROVINSI KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Saiful Anwar RSU Dr. Pati RSU Kraton Labkesmas Kab.400 666.200 819.731.000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 KABUPATEN/KOTA Kab.700 1. Kudus Labkesmas Dinkes Kab. Jatikoesoemo RSUD Sumber Rejo RSUD Padangan RSU H.387. Kab.300 1.900 1. Bondowoso Kab.800 926.411. Suwondo Kendal Labkes Dinkes & Kessos Kab.500 2. S. Soetomo RSU Haji Surabaya RSJ Menur RSTP Batu RS Kusta Kediri RSUD Syarifah Ambame RS Blambangan RS Genteng Labkesmas Kab.438.200 649.700 2. Blitar RSU Dr. Kulon Progo XVI Provinsi Jawa Timur PROVINSI 2.900 504.200 1.152. Sayidiman Magetan RSU Kepanjen ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) Kab.600 1. Banyuwangi RSU Ngudi Waluyo Wlingi Labkesling Dinkes Kab.800 1.249. Kota Magelang RSU Kota Semarang Lab.213.600 1.698.000 1.800 756. Purbalingga Kab. Bantul 2 Kab. Kab.800 2.600 1.100 1. Pekalongan Kab.493. Kab.700 2. Magelang Kab.100 1.027.200 3. H.400 690. Soedono Madiun RSU Dr. Kab. Blitar Kab.900 1. Wonosobo RSU Tidar Magelang UPTD Dinkes Lingk. Semarang Kab. Jepara Lab.600 1.900 1. Semarang RSU Sragen Lab. Koesnadi Labkes Kab. Klaten RSUD Kudus UPTD Labkes Kab.587. Gunung Kidul 3 Kab.800 2.600 2.937. Bojonegoro Kab.800 1. Bondowoso RSU Dr.

400 3. Soedarso 2 RSJ Provinsi Kalbar KABUPATEN/KOTA 1 Kab.051. Ngawi 34 RSU Pamekasan 15 Kab.000 3. Kapuas 5 Labkesda Kab.500 691. Mojokerto 30 RSU Kertosono 13 Kab.700 599.300 769.373.300 1. Ketapang 7 RSU Dr. Rubini Mempawah 5 Kab.600 957.300 2.600 1.000 1.468. Sambas 10 RSUD Sanggau 7 Kab.600 799.900 2.208.000 1. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO 12 DAERAH Kab.225. Iskak 21 Kab. Dorris Sylvanus KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Seruyan 721.100 1.000 1.048. Sambas 9 Labkesda Kab.885.400 1. Sidoarjo 39 RSU Situbondo 19 Kab. Situbondo 41 UPTD Labkesda Kab.700 1.474.622.621. Kapuas Hulu 6 RSU Agoesdjam 4 Kab.881. Tulungagung 44 RSU Mardi Waluyo 22 Kota Blitar 45 UPTD Labkesda Kota Blitar 46 RSU Gambiran 23 Kota Kediri 47 RSUD Kota Madiun 24 Kota Madiun 48 Labkesda Dinkes Kota Madiun 49 RSU Dr Wahidin S Husodo 25 Kota Mojokerto 50 Labkesda Kota Mojokerto 51 RSU M Saleh Probolinggo 26 Kota Probolinggo 52 Labkesda Kota Probolinggo XVII Provinsi Kalimantan Barat PROVINSI 1 RSUD Dr.296. Soeroto Ngawi 14 Kab. Trenggalek 20 Kab. Situbondo 40 Labkesmas Dinkes Kab.435.931.826. Dinkes Kab.600 1.470. Ponorogo 36 Labkesda Kab.200 705.050 721.320. Nganjuk 32 RSU Dr.860.035. Probolinggo 17 Kab.225.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.393.200 880.900 4.100 1. Ngawi 33 Labkesda Kab. Sanggau 11 RSUD Ade M Djoen Sintang 8 Kab. Pamekasan 35 RSU Prof.600 4. Tulungagung 43 Lab.944. Sintang 12 Labkesda Dinkes Kab.050 480.200 685.200 1.700 898.700 1.100 768. Barito Timur 7 RSU Pulang Pisau 5 Kab. Dinkes Kab.980. Probolinggo 38 RSU Sidoarjo 18 Kab.700 3.400 614.309. Ponorogo 37 Labkes Dinkes Kab.176.431.600 1.000 1.100 3. Dr.300 1.900.198.000 2. Soemarmo Kapuas 3 Kab.100 4.020. Trenggalek 42 RSU Dr. Abdul Azis 10 Kota Singkawang XVIII Provinsi Kalimantan Tengah PROVINSI 1 RSU Dr.500 3.974. Landak 5 RSU Dr. Barito Utara 4 RSU Dr. M Harjono Ponorogo 16 Kab. Barito Selatan 2 RSU Buntok 3 RSU Muara Teweh 2 Kab.200 . Pulang Pisau 8 RSU Kuala Pembuang 6 Kab.500 621. A Basoeni 29 Lab. Sintang 13 Pusat Labkesda Kota Pontianak 9 Kota Pontianak 14 RSU Dr.966.300 3. Kapuas 6 RSU Tamiang Layang 4 Kab. Soekandar 28 RSUD R. Nganjuk 31 Labkesda Kab. Mojokerto NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) 27 RSU Prof.900 1.175.700 1.000 1. Bengkayang 3 RSU Bengkayang 4 RSUD Landak 2 Kab.900 1. Pontianak 8 RSU Sambas 6 Kab.Achmad Diponegoro 3 Kab.170.300 1.500 1.

Bone 783. Pasir 8 RSU Taman Husada Kota Bontang 5 Kota Bontang 9 UPTD Labkesda Kota Bontang 10 RSUD Penajam Paser Utara 6 Kab.200 1.950.926.200 2.377.226. H.900 803.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.200 2.044.600 3.900 1. MM Dunda 3 Kota Gorontalo 3 RSUD Prof.200 929.698.800 3.000 828. Berau 4 RSUD Dr.100 1.700 3. A Rivai Tanjung Redeb 5 RSUD Malinau 2 Kab. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) XIX Provinsi Kalimantan Selatan PROVINSI 1 RSUD Ansari Saleh 2 RSJ Sambang Lihum KABUPATEN/KOTA 1 Kab.600 3.505. A Makatutu 4 RSU Tenriawaru Bone 2 Kab. Bolaang Mongondow Utara RSU Bolaang Mongondow Utara 7 XXII Provinsi Gorontalo PROVINSI Tidak ada KABUPATEN/KOTA 1 Kab.800 3.100 3.803.900 3.627. Sangihe 5 RSU Liun Kendage Tahuna 4 Kab.602.550 5. Morowali 9 RSU Kolonedale 10 RSU Poso 7 Kab. KABUPATEN/KOTA 1 Kab.300 1. Penajam Paser XXI Provinsi Sulawesi Utara PROVINSI 1 RS Khusus Daerah Kls A KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Aloei Saboe 4 Kab.537. Buol 6 RSU Mokopido 4 Kab. Minahasa Utara 6 RSU MW Maramis Minut 5 Kab.Boalemo 2 Kab.522.Pohuwato XXIII Provinsi Sulawesi Tengah PROVINSI 1 RSUD Undata Palu 2 RSD Madani (RSJ Palu) KABUPATEN/KOTA 1 Kab.250 2.300 2. Nunukan 7 RSU Panglima Sebaya 4 Kab. Bolaang Mongondow 2 RSU Datoe Binangkang 3 RSUD Lolak (Pemekaran) 2 Kab. Poso 11 RSU Anutapura 8 Kota Palu 12 RSU Anuntaloka Parigi 9 Kab.213. Banggai 3 RSU Luwuk 4 RSU Banggai Kepulauan 2 Kab.639.493.700 2.051.100 3.700 3.000 4. Gorontalo 2 RSUD Dr.789.100 4.500 3. Dr.550 1. Banggai Kepulauan 5 RSU Buol 3 Kab.200 3. Kanujoso D. Toli-Toli 7 RSU Kabelota Donggala 5 Kab.200 2.900 1. Wahab Sjahranie 2 RSUD Tarakan 3 RSUD Dr.740.796.016.650 832.600 .334.362.537. Malinau 6 RSUD Nunukan 3 Kab. Bantaeng 3 RSU Prof.128.400 3.800 1.364.250 1. Tojo Una Una XXIV Provinsi Sulawesi Selatan PROVINSI 1 RSUD Labuang Baji 2 RSU Haji Makassar KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Pohuwato 4 RSU Kab.213. Sam Ratulangi 3 Kab. Parigi Moutong 13 RSU Ampana 10 Kab.000 2.800 1.102.500 2.000 3.241. Tapin 3 RSU Datu Sanggul Rantau 2 Kota Banjar Baru 4 RSU Banjarbaru XX Provinsi Kalimantan Timur PROVINSI 1 RSUD HA.486. Boalemo 1 RSU Tani & Nelayan Kab.700 1.300.696.650 783.453.044.926.091.800 1.200 4.362. Donggala 8 RSUD Morowali Bungku 6 Kab. Minahasa 4 RSU Dr.

Kab.Konawe 2 Kab. Tabanan 6 BRSU Tabanan 3. Kab. Konawe Utara XXVII Provinsi Bali PROVINSI Tidak ada KABUPATEN/KOTA 1 Kab.006. Takalar 20 RSU Andi Makassau 17 Kota Pare-pare 21 Labkesda Kota Pare-pare 22 RSU Sawerigading Palopo 18 Kota Palopo 23 RSUD Ilagaligo 19 Kab.484.700 977.113.600 2.881.000 992. Konawe Utara 7 RSUD Kab.103.210.900 2.680.300 2.Padjonga DG Ngalle 16 Kab.000 1.965.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.600 2. DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) 5 RSUD HA Sultan DG Radja Bulukumba Bulukumba 6 RSUD Massenrempulu Enrekang 7 RSU Syech Yusuf Gowa 8 RSU Lanto DG Pasewang Jeneponto Jeneponto 9 RSUD Batara Guru Belopa Luwu 10 RSU Andi Jemma Masamba Luwu Utara 11 RSU Salewangang Maros Maros Pangkajene Kepulauan 12 RSU Pangkep 13 RSU Lansirang Pinrang Pinrang 14 RSU Kep.183.320. Kab.802.100 606.917.900 1. Kab. Konawe Selatan 5 RSUD Kab.444. Buleleng 3 Kab.100 2.681. Kab.000 1.300 1. Buleleng 2 RSUD Kab. Bangli 1 RSU Bangli 2 Kab. Bombana 6 RSUD Bombana 6 Kab. Luwu Timur XXV Provinsi Sulawesi Barat PROVINSI 1 RS Provinsi Malabi KABUPATEN/KOTA 1 Kab.025.900 3.900 964.000 . Muna 3 RSUD Kab.099. Kab.947. Mamuju 3 RSU Mamuju 3 Kab.200 2.Karangasem 6 Kab.300 2.400 1.100 1. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kab.200 945.800 2. Mamasa 5 RSU Mamasa XXVI Provinsi Sulawesi Tenggara PROVINSI 1 RSU Provinsi Sultra KABUPATEN/KOTA 1 Kab.600 1. Kab.100 1. Muna (Raha) 3 Kota Kendari 4 Lab. Selayar Selayar Sidenreng Rappang 15 RSU Arifin Nu'mang 16 UPTD Labkesda Kab.900 1.883.200 1.500 1. Konawe 2 RSUD Kab.600 3. Kab.735.000 1. Jembrana 4 RSU Negara 5 Kab. Dinkes Kota Kendari 4 Kab. Sinjai 18 RSU Ajapange Soppeng 15 Kab.776. Konawe Selatan 5 Kab.400 1.118.200 1.900 1.513.600 2.800 1. Polewali Mandar 4 Labkesda Dinkes Polman 4 Kab.749. Majene 2 RSU Majene 2 Kab.429. Kab.259. Gianyar 3 RSU Sanjiwani 4 Kab.292.567.618. Kab.800 661.264.927. Karangasem 5 RSUD Kab. Soppeng 19 RSUD H. Sidrap 17 RSU Sinjai 14 Kab.900 1.000 3.100 878.

Nabire 8 RSU Nabire 7 Kab. Lombok Barat 4 RSUD Patut Patuh Patju Gerung 4 Kab.068. Dr.273. Pulau Buru 7 RSUD Namlea 5 Kab. Maluku Tenggara Barat 3 RSU Saumlaki 2 Kab.100 2.042. Sorong 2 Kab.353.975.300 1.900 1.400 2.800 4. Sumba Barat 9 RSU Waikabubak 8 Kab.900 1.188. Halmahera Barat 3 RSU Jailolo 3 Kab.068.667. Kepulauan Sula 6 RSU Sanana 6 Kab.767. Merauke 6 RSU Merauke 5 Kab.500 1.100 4.200 3.391.098.275. Timor Tengah Utara 10 RSU Kefamenanu 11 UPTD Labkesda TTU 9 Kota Kupang 12 RSD Kota Kupang 10 Kab.100 3.064. Sumbawa 7 RSU Sumbawa XXIX Provinsi Nusa Tenggara Timur PROVINSI 1 RSU Prof.676. Sorong 1 RSU Kab.400 1.400 1.959.357.056.810. Maluku Tenggara 6 RSU Tual 4 Kab.807.500 749.800 3.750 11.234.400 5. SBT (Bula) 6 Kab. Bima 2 RSU Raba Bima 2 Kab. Halmahera Tengah 2 RSU Weda 2 Kab.358.200 1. Ngada 7 RSU Bajawa 6 Kab. Halmahera Selatan 7 RSU Labuha XXXIIProvinsi Papua PROVINSI 1 RSU Abepura 2 RSU Dok II Jayapura KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Sikka 8 RSU TC Hillers Maumere 7 Kab.143. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) XXVIIIProvinsi Nusa Tenggara Barat PROVINSI 1 RSU Mataram KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Dompu 3 RSU Dompu 3 Kab. Biak Numfor 3 RSU Biak 2 Kab. Maluku Tengah 4 RSU Masohi 5 RSU Saparua 3 Kab.300 1.792.700 9.273. Raja Ampat 4 RS Lapangan Marinda Raja Ampat JUMLAH 3. Manggarai 6 RSU Ruteng 5 Kab. Jayapura 4 RSUD Yowari Sentani 3 Kab.036.600 2. Sabu Raijua 13 RSU Sabu Rai Jua XXX Provinsi Maluku PROVINSI 1 RSU M.700 1. Halmahera Timur 4 RSU Maba 4 Kota Tidore Kepulauan 5 RSUD Tidore (Soasio) 5 Kab.800 5.735.346.233.350 4.800 1.948. Mimika 7 RSUD Mimika 6 Kab.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. WZ. Fak Fak 3 RSU Fak-fak 4 Kab.300. Ende 3 RSUD Ende 2 Kab.822.174.000 .934.242.249.526.000 746.700 1.300 1. Kupang 5 RSU Naibonat 4 Kab.300 1.600 3.500 3.100 2.729.331.125.771. Lombok Tengah 5 RSU Praya 5 Kab.200 2.100 5. Haulussy Ambon 2 RSU Tulehu KABUPATEN/KOTA 1 Kab.200 2.400 1.100 4.800 2.400 3.113.200 2.800 2.628.400 2.946.535. Lombok Timur 6 RSUD R Sujono Selong 6 Kab.500 7. Seram Bagian Timur 8 RSUD Kab.671. Kepulauan Aru 9 RSUD Cendrawasih Dobo XXXI Provinsi Maluku Utara PROVINSI 1 RSUD Chasan Boesoerie KABUPATEN/KOTA 1 Kab.188.300 3. Manokwari 2 RSU Manokwari 3 Kab.265. Yapen Waropen 9 RSUD Serui 8 Kab. Flores Timur 4 RSUD Larantuka 3 Kab.398. Mappi 10 RSUD Mappi (persiapan) XXXIIIProvinsi Papua Barat PROVINSI Tidak ada KABUPATEN/KOTA 1 Kab.900 2.800 1. Jayawijaya 5 RSU Wamena 4 Kab.000 4.601.100 1. Johannes 2 RSJ Kupang KABUPATEN/KOTA 1 Kab.256.500 2.100 3.500 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful