KATA PENGANTAR

Pada kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi atas tersusunnya Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2011. Petunjuk Teknis ini merupakan implementasi dari amanat Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, Kementerian Teknis membuat petunjuk penggunaan DAK. DAK Bidang Kesehatan diberikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2011 yang ditetapkan melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2011. RKP Tahun 2011 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2010, merupakan acuan bagi Kementerian, lembaga Pemerintah-Non Kementerian dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat termasuk dunia usaha sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. Kewajiban bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dalam pembangunan kesehatan yakni menyediakan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau dan berkualitas, salah satunya melalui pembiayaan yang bersumber dari DAK Bidang Kesehatan. Saya berharap DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 dapat memberi daya ungkit yang nyata terhadap prioritas dan fokus pemerintah dalam pembangunan kesehatan di daerah. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang kesehatan ini, menjelaskan secara rinci penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 terdiri dari 3 subbidang, yaitu: pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan, dan pelayanan kefarmasian. Pelayanan kesehatan dasar meliputi kegiatan: (1) Pembangunan, Peningkatan dan Perbaikan Puskesmas; (2) Pembangunan Pos Kesehatan Desa; (3) Pengadaan Peralatan kesehatan termasuk Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA); (4) Pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak. Pelayanan kesehatan rujukan, meliputi kegiatan: (1) Pembangunan dan Pengadaan Peralatan Kesehatan untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS; (2) Pembangunan, perbaikan Bank Darah RS (BDRS) dan Pemenuhan Peralatan Unit Transfusi Darah (UTD) di RS; (3) Pembangunan dan Pengadaan peralatan Instalasi Gawat Darurat RS (IGD RS); (4) Peningkatan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS; (5) Pemenuhan peralatan laboratorium klinik di

Laboratorium Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota; dan (6) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RS Pemerintah Daerah. Pelayanan kefarmasian, meliputi kegiatan: (1) Penyediaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan; (2) Pembangunan baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota; (3) Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota.

i

Peraturan Menteri Keuangan No.216/PMK.07/2010 menetapkan DAK Bidang Kesehatan tahun 2011 diperuntukkan bagi 397 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

mendapat alokasi anggaran untuk subbidang pelayanan kesehatan dasar; 440 Dinas Kesehatan mendapat alokasi anggaran untuk subbidang pelayanan kefarmasian; 23 Provinsi dan 256 Kabupaten/Kota mendapatkan subbidang pelayanan kesehatan rujukan. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011, subbidang pelayanan kesehatan rujukan diperuntukkan bagi 48 RSUD Provinsi, 260 RSUD Kabupaten/Kota dan 54 Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Akhir kata, semoga Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 dapat secara optimal digunakan di daerah. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat dan hidayah bagi kita dalam melaksanakan pembangunan kesehatan di Indonesia yang kita cintai.

Jakarta, 17 Desember 2010

MENTERI KESEHATAN,

ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH

ii

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1810/Menkes/SK/XII/2010 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2011 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 58 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, telah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK.07/2010 tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011; b. Bahwa untuk melaksanakan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK.07/2010 perlu menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011; Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang–undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 3. Undang–undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400 ); 4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 5. Undang–undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575). Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. 14. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137. 13. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4212). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4418). Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. 15. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5167). Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 14.07/2010 tentang Penetapan Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578). 9.6. 12. 7. 11. 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063). Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2010 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2011. 8. . Undang–undang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 126. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Dana Alokas Khusus (DAK). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). 16. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 73. Pemerintah Daerah Propinsi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). sebagaimana yang telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 ( (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 92.

MEMUTUSKAN Menetapkan Kesatu : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2011. Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud Diktum Kedua agar digunakan sebagai acuan oleh Pemerintah Propinsi/Kabupaten/Kota dalam Pengelolaan dan Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011. Kedua : Ketiga : Keempat : Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 Desember 2010 MENTERI KESEHATAN. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH . Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011 sebagaimana dimaksud Diktum Kesatu tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.

KEBIJAKAN KHUSUS BAB III PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN TEKNIS A. LATAR BELAKANG B. KEBIJAKAN UMUM B. PUSKESMAS B. TUJUAN C. PENINGKATAN SARANA PRASARANA DAN PENGADAAN PERALATAN KESEHATAN UNTUK PROGRAM PONEK DI RS B. PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK BAB V SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN A. PERENCANAAN B. PUSKESMAS PERAWATAN C. PELAKSANAAN BAB IV SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN DASAR A. PENGALOKASIAN DAN PENYALURAN BAB II KEBIJAKAN DAK BIDANG KESEHATAN TAHUN 2011 A. BANK DARAH RUMAH SAKIT DAN UNIT TRANSFUSI DARAH DI RUMAH SAKIT 28 23 i iii vii 1 1 3 3 4 5 5 6 7 7 7 8 8 11 17 19 21 23 vii . SISTEM INFORMASI KESEHATAN DAERAH E. POSKESDES D.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. RUANG LINGKUP D.

PEMANTAUAN DAN EVALUASI B. PENGADAAN PERALATAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM KLINIK DI LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA F. PENGADAAN SARANA PENDUKUNG INSTALASI FARMASI KABUPATEN/KOTA BAB VII PEMANTAUAN. PENINGKATAN FASILITAS INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT D. PENINGKATAN FASILITAS TEMPAT TIDUR KLASIII RS E. PEMBANGUNAN BARU DAN REHABILITASI INSTALASI FARMASI KABUPATEN/KOTA C. EVALUASI DAN PELAPORAN A. FORMAT LAPORAN TRIWULANAN BAB VIII PENUTUP 53 55 55 56 59 64 51 45 49 49 44 36 42 LAMPIRAN LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 : DEFINISI OPERASIONAL : STANDAR PERALATAN DAN LOGISTIK POSKESDES : DAFTAR 183 KABUPATEN TERTINGGAL viii . PENYEDIAAN OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN B.C. PELAPORAN C. PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DAN PENGADAAN PERALATAN PENDUKUNGNYA DI RS PEMERINTAH BAB VI SUBBIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN A.

LAMPIRAN 4 : DAFTAR NAMA PULAU TERLUAR BERPENDUDUK YANG BERBATASAN DENGAN NEGARA TETANGGA LAMPIRAN 5 : DAFTAR 101 PUSKESMAS PRIORITAS PROGRAM YANKES DTPK LAMPIRAN 6 LAMPIRAN 7 : PERALATAN LIVE SAVING PUSKESMAS TERPENCIL DI DTPK : PERALATAN PUSKESMAS DENGAN RAWAT INAP (PONED SET) LAMPIRAN 8 LAMPIRAN 9 : RUANG PERSALINAN PUSKESMAS NON PERAWATAN : PERALATAN PUSKESMAS NON RAWAT INAP (SET PERALATAN BERSALIN) LAMPIRAN 10 : DAPUR GIZI PADA PUSKESMAS PERAWATAN LAMPIRAN 11 : STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT LAMPIRAN 12 : CONTOH PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK LAMPIRAN 13 : ALOKASI DAK KESEHATAN TAHUN 2011 ix .

sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu. yang dituangkan dalam Millennium Development Goals (MDGs). penghormatan terhadap hak dan kewajiban. TB dan Malaria serta penyakit lainnya).BAB I PENDAHULUAN A. menyeluruh. berdampak adil bagi perempuan dan laki-laki (responsif gender). Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara. Kementerian Kesehatan telah menyusun strategi untuk pencapaian targettarget tersebut. keseimbangan. Pembangunan yang dilaksanakan harus dapat menjamin bahwa manfaatnya dapat diterima oleh semua pihak. Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran. target 5 (meningkatkan kesehatan ibu) dan target 6 (memerangi HIV dan AIDS. manfaat. serta 2 target lainnya yang tidak terkait langsung yaitu target 1 (menanggulangi kemiskinan dan kelaparan) dan target 3 (mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan). Di dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya. perlindungan. diselenggarakan upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat. yang diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif. 1 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Dalam MDGs terdapat tujuan yang terkait langsung dengan bidang kesehatan yaitu target 4 (menurunkan angka kematian anak). keadilan. pada pasal 2 dan 3 dinyatakan bahwa pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berasaskan perikemanusiaan. Pembangunan bidang kesehatan juga menjadi perhatian penting dalam komitmen internasional. Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya bagi masyarakat. dan berkesinambungan. LATAR BELAKANG Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. preventif. gender dan nondiskriminatif dan norma-norma agama.

RKP Tahun 2011 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2010. merupakan acuan bagi kementerian. diantaranya untuk meningkatkan pembangunan kesehatan.Dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. terjangkau dan berkualitas. sehingga pemerintah baik pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah dapat menyediakan pelayanan kesehatan yang merata. Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). teralokasi secara adil dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna. DAK Bidang Kesehatan tahun 2011 difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas dan Poskesdes). perlu adanya pembiayaan kesehatan. telah menetapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebagai salah satu sumber penerimaan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi. lembaga Pemerintah-Non Kementerian dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat termasuk dunia usaha sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. diberikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2011 yang ditetapkan melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2011. DAK Bidang Kesehatan. Buku Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 berisi penjelasan rinci pemanfaatan DAK. Selanjutnya buku petunjuk teknis ini menjadi pedoman pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. 2 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . pemerintah Pusat memberikan anggaran pada daerah untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan merupakan prioritas nasional. yang bertujuan untuk penyediaan pembiayaan kesehatan yang berkesinambungan dengan jumlah yang mencukupi. pelayanan kefarmasian untuk Kabupaten/Kota. dilengkapi informasi dalam pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan di daerah dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri Keuangan tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011. dan pelayanan kesehatan rujukan (RS Provinsi/Kabupaten/Kota dan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota). Pemerintah melalui Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Peningkatan. Umum Membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2011. (3) Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota. (4) Peningkatan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS. Pelayanan kesehatan rujukan. 3.B. 2. (3) Pengadaan peralatan kesehatan termasuk Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA). RUANG LINGKUP DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 diarahkan untuk kegiatan: 1. 3 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . (2) Pembangunan Pos Kesehatan Desa. Rumah Sakit Provinsi/Kabupaten/Kota dan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). TUJUAN 1. Khusus Meningkatkan pemerataan. (2) Pembangunan. Perbaikan Bank Darah RS (BDRS) dan Pemenuhan Peralatan Unit Transfusi Darah (UTD) di RS. meliputi kegiatan: (1) Pembangunan dan Pengadaan Peralatan Kesehatan Untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS. (3) Pembangunan dan Pengadaan Peralatan Instalasi Gawat Darurat RS (IGD RS). (4) Pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan. (5) Pemenuhan Peralatan di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 2. Pelayanan Kefarmasian dapat dimanfaatkan untuk: (1) Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan. serta penyediaan dan pengelolaan obat generik dan perbekalan kesehatan. dan (6) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RS. Pelayanan kesehatan dasar meliputi kegiatan: (1) Pembangunan. jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Poskesdes. C. Perbaikan dan Perluasan Puskesmas khususnya di Daerah Tertinggal. (2) Pembangunan Baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota.

2) 3) 4) 2. Kaidah-kaidah mengenai mekanisme pengalokasian DAK dapat dilihat pada Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005. dilakukan melalui 2 (dua) tahapan. Penyediaan sarana prasarana pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kefarmasian untuk Kabupaten/Kota. b. disalurkan melalui SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Penentuan daerah tertentu yang menerima DAK Penentuan kelayakan daerah penerima DAK menggunakan Indeks Fiskal Wilayah (IFW) dengan bobot 50% dan IT (Indeks Teknis) dengan bobot 50%. Penyediaan sarana prasarana dan peralatan kesehatan untuk pelayanan kesehatan rujukan disalurkan melalui SKPD Rumah Sakit Umum atau Khusus Provinsi/Kabupaten/Kota dan SKPD Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 4 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . sedangkan IT ditentukan berdasarkan data dan indeks teknis merupakan kewenangan dari Kementerian Kesehatan. PENGALOKASIAN DAN PENYALURAN 1. Penentuan besaran alokasi DAK masing-masing daerah 1) Penentuan besaran alokasi daerah penerima DAK menggunakan IFW dengan bobot 20% dan IT dengan bobot 80%. Usulan ruang lingkup kegiatan dan besaran alokasi DAK kemudian dibahas dan diputuskan bersama antara pemerintah dengan Panitia Kerja Belanja Transfer ke Daerah DPR RI. a. Pengalokasian Penghitungan alokasi DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011.D. yaitu: a. IFW ditentukan berdasarkan Kriteria Umum dan Kriteria Khusus merupakan kewenangan dari Kementerian Keuangan. Penyaluran DAK Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011 disalurkan melalui mekanisme transfer yang diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan dan ketentuan peraturan yang berlaku lainnya. b.

pemerintah daerah harus menyediakan pembiayaan yang bersumber dari daerah untuk dana pendamping sebesar 10% sesuai dengan Undang-undang No 33 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2005. Rumah Sakit dan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian. 6.BAB II KEBIJAKAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 A. serta penyediaan dan pengelolaan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan. perbatasan dan kepulauan. pengendalian penyakit. Direktur RSUD Provinsi/Kabupaten/Kota dan Kepala Laboratorium Dinas Kesehatan 2. biaya pemeliharaan/perawatan sarana dan peralatan kesehatan. biaya operasional. serta aspek lainnya sebagai akibat pelaksanaan kegiatan DAK Bidang Kesehatan. 4. 5. ketersediaan tenaga pelaksana. 5 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . untuk mendanai dukungan pelayanan kesehatan yang merupakan kewenangan dan tanggung jawab daerah ke arah peningkatan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan. Kebijakan DAK Kesehatan adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jaminan persalinan di sarana kesehatan milik pemerintah dan Angka Kematian Bayi (AKB). terdiri dari anggaran untuk pelayanan kesehatan dasar. melalui peningkatan sarana dan prasarana di Puskesmas dan Poskesdes. Alokasi pagu anggaran DAK Bidang Kesehatan TA 2011. DAK Bidang Kesehatan merupakan bantuan kepada daerah tertentu. penyehatan lingkungan. Dalam pelaksanaan kegiatan. perbaikan status gizi masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian. 3. Kebijakan Umum 1. DAK Bidang Kesehatan membantu daerah untuk membiayai kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional di bidang kesehatan. 7. terpencil. terutama untuk pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal.

5. Penyediaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak. 4. Pembangunan Baru. Meningkatkan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS. memerangi HIV dan AIDS. 16. TB. 13.4. Mendukung pencapaian target MDGs No 1. 17. Pemenuhan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RS Pemerintah Daerah. Penyediaan peralatan pendukung Sistem Informasi Kesehatan Daerah. 11. Pembangunan BDRS dan pemenuhan peralatan UTD di RS. 6. 10. 15. Menunjang percepatan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di daerah tertinggal. Malaria serta penyakit menular lainnya). perbatasan dan kepulauan. 5 dan 6 (menanggulangi kemiskinan dan kelaparan. Pembangunan Pos Kesehatan Desa untuk desa yang belum memilikinya. 7. Meningkatkan Fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS. Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota. Penyediaan dan Pengelolaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan. mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Kebijakan Khusus Penggunaan DAK Bidang Kesehatan diprioritaskan untuk : 1. Peningkatan pelayanan persalinan normal di Puskesmas. 9. 14.Kabupaten/Kota bertanggung jawab terhadap anggaran DAK Bidang Kesehatan di wilayah kerjanya. 3. Meningkatkan Sarana Prasarana dan Pengadaan Peralatan Kesehatan Untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS. Pembangunan dapur gizi pada Puskesmas Perawatan. Pemenuhan Peralatan Pemeriksaan Laboratorium Klinik di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 3 . 8. meningkatkan kesehatan ibu. menurunkan angka kematian anak. 12. 6 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 2. Rehabilitasi dan Perluasan Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota. Pembangunan Puskesmas Perawatan Mampu PONED. B.

B. 7 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . PELAKSANAAN TEKNIS Pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan 2011 harus mengacu pada Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan 2011 yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Kepmenkes). pelaksanaan dan evaluasi program kesehatan Kabupaten/Kota dengan Provinsi.BAB III PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN TEKNIS DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 A. Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) yang disusun mengacu kepada Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. PERENCANAAN Sesuai dengan UU No 32 Tahun 2004 pasal 162. Penggunaan anggaran DAK Bidang Kesehatan 2011 yang tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan 2011 menjadi tanggung jawab Kepala Daerah dan SKPD yang bersangkutan. Pemerintah dan Pemerintah Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) harus saling berkoordinasi dalam penyusunan kegiatannya. Dalam rangka menjaga sinkronisasi perencanaan. Satker Kabupaten/Kota yang memperoleh alokasi DAK Bidang Kesehatan agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi.

e) Relokasi Puskesmas yang disebabkan adanya bencana alam. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 8 TI HUS AD A BAK .000 penduduk per kecamatan. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan akan adanya Puskesmas. PUSKESMAS 1. Pembangunan baru Puskesmas tersebut termasuk penyediaan alat kesehatan dan mebeulair serta rumah dinas petugas kesehatan (dokter/dokter gigi. atau terjadinya masalah hukum pada lokasi fisik bangunan. bidan/perawat) bila belum ada. jalur hijau. d) Wilayah kerja sangat luas.BAB IV MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN DASAR A. c) Kepadatan penduduk tinggi. a. 2) Lokasi Puskesmas: a) Di area yang mudah terjangkau baik dari segi jarak maupun sarana transportasi umum dari seluruh wilayah kerjanya. perubahan Rencana Tata Ruang/Wilayah. terpencil. jumlah penduduk lebih dari 30. b) Tenaga kesehatan disediakan oleh Pemerintah Daerah. Pembangunan Puskesmas ditujukan untuk peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. b) Kecamatan pemekaran yang tidak mempunyai Puskesmas. antara lain pada: a) Wilayah perbatasan. b) Pertimbangan lainnya yang ditetapkan oleh daerah. 3) Persyaratan Puskesmas: a) Adanya telaahan kebutuhan Puskesmas. Pembangunan Baru Pembangunan Puskesmas dapat merupakan pembangunan baru atau peningkatan dari Puskesmas Pembantu. tertinggal dan kepulauan.

Persyaratan umum dan teknis sama dengan persyaratan umum dan teknis pembangunan baru Puskesmas. Persyaratan umum dan teknis Pembangunan Puskesmas baru dari peningkatan Puskesmas Pembantu sama dengan persyaratan umum dan teknis pembangunan baru Puskesmas. Rehabilitasi Puskesmas Rehabilitasi Puskesmas ditujukan menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas.b. maka peran Puskesmas sebagai fasiltas kesehatan perlu ditingkatkan dengan membangun ruang persalinan atau mengoptimalkan fungsi ruang persalinan di Puskesmas. ditambah dengan denah tata ruang khusus untuk ruang persalinan dan ruang pemulihan serta pedoman alat kesehatan sesuai dengan lampiran 8 dan lampiran 9. Peningkatan Puskesmas Pembantu menjadi Puskesmas Pembangunan Puskesmas baru dapat berasal dari peningkatan Puskesmas Pembantu (Pustu). Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. 4. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Luas lahan. Peningkatan Pustu menjadi Puskesmas tersebut termasuk penyediaan alat kesehatan dan rumah dinas petugas Puskesmas. Denah tata-ruang Denah tata ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Peningkatan Pelayanan Persalinan Normal di Puskesmas Dalam upaya meningkatkan pelayanan persalinan normal dan perawatan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. jumlah dan luas ruangan tergantung jenis pelayanan kesehatan/kegiatan yang dilaksanakan guna memberikan pelayanan yang optimal. 3. 9 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 2) 2.

a. b. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. Persyaratan Teknis 1) Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. 2) Rehabilitasi dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. dapat dilaksanakan perluasan fisik bangunan Puskesmas. Perluasan sarana b. kepulauan. Persyaratan Umum Adanya kebutuhan: 1) Tambahan ruangan untuk meningkatkan pelayanan agar lebih optimal. Persyaratan perluasan fisik. perluasan ruangan. Persyaratan Umum Puskesmas dengan kondisi rusak berat diproritaskan pada: 1) Puskesmas di perbatasan. 2) Puskesmas yang rusak karena bencana alam pada tahun berjalan dan 1 (satu) tahun sebelumnya. Untuk Rehabilitasi Puskesmas Pembantu diperbolehkan jika seluruh Puskesmas di Kabupaten/Kota telah mempunyai fasilitas untuk menolong persalinan. 2) Peningkatan pelayanan akan tetapi tidak memungkinkan untuk peningkatan menjadi Puskesmas Perawatan. Perluasan dilaksanakan pada bangunan yang membutuhkan perluasan berupa penambahan ruangan. 10 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 5.Rehabilitasi Puskesmas termasuk puskesmas pembantu hanya ditujukan untuk Puskesmas dan puskesmas pembantu dengan kondisi rusak berat termasuk di dalamnya rumah dinas dokter/dokter gigi dan perawat/bidan. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dibutuhkan. Perluasan Puskesmas Guna menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas. adalah sebagai berikut: a.

terpencil. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. b) Pemulihan dan perawatan bayi baru lahir. Pembangunan baru Puskesmas Perawatan terutama diprioritaskan untuk wilayah tertinggal. kepulauan dan perbatasan. PUSKESMAS PERAWATAN Pembangunan Puskesmas Perawatan dapat dilaksanakan melalui pembangunan baru atau peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan. Pembangunan Puskesmas Perawatan tersebut termasuk 11 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . c) Pelayanan gawat darurat/emergency. antara lain berupa penambahan ruangan untuk: a) Pelayanan Persalinan. Peralatan kesehatan Kebutuhan minimal peralatan kesehatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan. Perluasan dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. f) Pelayanan penyuluhan dan ruang pertemuan sebagai upaya promotif dan penggalangan kemitraan dengan berbagai pihak terkait serta dapat digunakan untuk kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas.2) 3) 4) fisik bangunan. e) Pelayanan konsultasi yang dibutuhkan sebagai upaya promotif dan preventif. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008 serta lampiran pedoman yang disempurnakan. d) Pelayanan laboratorium yang dilengkapi dengan kran air serta pembuangan air kotor. Denah tata-ruang Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Pembangunan Baru Pembangunan baru Puskesmas Perawatan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan jangkauan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang perlu dirawat. 1. B.

kepulauan dan perbatasan dengan negara lain. b) Setiap Puskesmas Perawatan harus dilengkapi Dapur Gizi dan peralatannya yang mengacu pada lampiran 10.peralatan kesehatan dan rumah dinas petugas kesehatan Puskesmas. penyediaan sarana dan peralatan perawatan PONED (Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergency Dasar) serta dapur gizi. tertinggal. Pelayanan PONED mengacu pada buku acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal 2) 12 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . diutamakan pada 101 Puskesmas Prioritas Nasional di wilayah terpencil. b. perawat dan bidan harus berada dalam satu lokasi. dengan luas sesuai ketentuan. a. sarana dan peralatan PONED. selain itu memenuhi persyaratan antara lain: 1) Pembangunan baru Puskesmas Perawatan. Pembangunan Puskesmas Perawatan. Denah tata-ruang a) Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. 3) Lokasi Puskesmas berada dalam waktu tempuh lebih dari 2 jam ke Rumah Sakit. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan. Persyaratan Umum Pembangunan Puskesmas baru harus mempertimbangkan ketersediaan tenaga kesehatan. rumah dokter/dokter gigi. 5) Puskesmas yang mempunyai rumah dinas yang ditempati oleh dokter dan perawat/bidan. c) Setiap Puskesmas Perawatan harus dilengkapi dengan UGD yang dapat memberikan pelayanan PONED. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. 2) Lokasi bangunan baru Puskesmas Perawatan di lokasi strategis. 4) Kabupaten pemekaran yang belum memiliki Rumah Sakit.

3) Peralatan kesehatan Kebutuhan minimal peralatan kesehatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan. Ruang Rawat Inap minimal 2 tempat tidur. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. Lokasi Puskesmas: a) Wilayah terpencil. Perbatasan. perbatasan dan kepulauan. b) Waktu tempuh lebih dari 2 jam dengan menggunakan sarana transportasi yang tersedia. bidan/perawat bila belum ada. 2) 3) 13 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Persyaratan Puskesmas: a) Tidak digunakan untuk menjadikan Puskesmas Perawatan pra Rumah Sakit. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007.d) Emergensi Dasar. kepulauan. c) Peningkatan kebutuhan akan pelayanan rujukan tetapi daerah belum mampu membangun Rumah Sakit. tertinggal. Khusus wilayah terpencil dan kepulauan. tertinggal. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008 serta lampiran pedoman yang disempurnakan buku acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar. antara lain: a) Puskesmas di wilayah terpencil. 2. Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan di DTPK Peningkatan menjadi Puskesmas Perawatan dilaksanakan dalam rangka pengembangan pelayanan dan rujukan kesehatan dan dilengkapi dengan penyediaan alat dan rumah dinas dokter/dokter gigi. a. b) Kabupaten pemekaran yang belum tersedia Rumah Sakit. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan akan adanya Puskesmas Perawatan.

Ketersediaan tenaga kesehatan oleh Pemerintah Daerah. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/ kegiatan yang dilaksanakan mengacu kepada Pedoman Tata Ruang Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. 2) Puskesmas perawatan yang rusak karena bencana alam pada tahun berjalan dan 1 (satu) tahun sebelumnya. Rehabilitasi Puskesmas Perawatan hanya ditujukan untuk Puskesmas Perawatan dengan kondisi rusak berat termasuk di dalamnya rumah dinas dokter/dokter gigi dan perawat/bidan. Denah tata-ruang pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. kepulauan. Letaknya strategis dari Puskesmas di sekitarnya.b) c) b. Rehabilitasi Puskesmas Perawatan Rehabilitasi Puskesmas Perawatan ditujukan menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas Perawatan. Peralatan kesehatan Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. Persyaratan Umum Puskesmas Perawatan dengan kondisi rusak berat diproritaskan pada: 1) Puskesmas perawatan di perbatasan. b. a. 14 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Persyaratan Teknis 1) Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. 2) 3) 3.

a.2) Rehabilitasi dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. Lokasi Puskesmas (harus memenuhi satu atau lebih persyaratan di bawah ini): a) Waktu tempuh ke Rumah Sakit terdekat lebih dari 2 jam dengan menggunakan sarana transportasi yang tersedia. Persyaratan Puskesmas a) Merupakan Puskesmas perawatan. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan adanya peningkatan Puskesmas Perawatan menjadi Puskesmas Perawatan Mampu PONED. Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan Mampu PONED Upaya yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan pelayanan di tingkat dasar yaitu penyediaan Puskesmas PONED. 4. d) Daerah terpencil. 1 orang Bidan dan 1 orang Perawat. yang terdiri dari 1 orang Dokter. b) Menyediakan layanan rujukan kegawatdaruratan obstetri neonatal. Setiap peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan mampu PONED dilengkapi dengan penyediaan alat dan rumah dinas dokter/dokter gigi dan bidan/perawat bila belum ada. c) Daerah pariwisata dan kawasan industri. b) Telah tersedia tenaga kesehatan yang telah mengikuti pelatihan penanganan kegawatdaruratan obstetri neonatal di tingkat pelayanan dasar/PONED. b) Pada jalur lalu lintas ramai dekat dengan pemukiman. termasuk penanganan penyulit/komplikasi obstetri neonatal yang tidak dapat ditangani di tingkat Poskesdes. antara lain: a) Kabupaten pemekaran yang belum tersedia rumah sakit. perbatasan dan kepulauan. Puskesmas Pembantu dan Puskesmas. 2) 3) 15 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dibutuhkan.c) Adanya telaahan kebutuhan Puskesmas Mampu PONED. Peralatan Puskesmas PONED mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas. Denah tata ruang pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. Persyaratan Teknis 1) 2) Luas lahan dan bangunan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. 3) 4) 5. antara lain berupa penambahan ruangan untuk: a) Pelayanan Gawat Darurat/emergency. 2) Peningkatan pelayanan akan tetapi tidak untuk menjadi Rumah Sakit. b. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. Persyaratan Umum Adanya kebutuhan: 1) Tambahan ruangan untuk meningkatkan pelayanan agar lebih optimal. Tenaga kesehatan yang telah dilatih PONED tidak boleh pindah selama minimal 2 tahun. Perluasan dilaksanakan pada bangunan/sarana yang membutuhkan perluasan. b. perlu adanya perluasan fisik. Perluasan sarana fisik bangunan. adalah sebagai berikut: a. 16 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Perluasan Puskesmas Perawatan Perluasan Puskesmas Perawatan menunjang serta meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas. Persyaratan perluasan fisik.

e) Dapur Gizi. d) Pelayanan penyuluhan dan ruang pertemuan sebagai upaya promotif dan penggalangan kemitraan dengan berbagai pihak terkait serta dapat digunakan untuk kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas. Perluasan dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. 17 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Untuk dapur gizi mengikuti denah tata ruang sesuai dengan lampiran 10. Peralatan kesehatan mengacu pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008. dengan mempertimbangkan persyaratan sebagai berikut: a. b) C. c) Pelayanan konsultasi yang dibutuhkan sebagai upaya promotif dan preventif.2) 3) 4) Pelayanan laboratorium yang dilengkapi dengan kran air serta pembuangan air kotor. Pembangunan Baru Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka memberdayakan masyarakat di bidang kesehatan. POS KESEHATAN DESA 1. Untuk peralatan dapur gizi sesuai dengan lampiran 10. maka pemerintah membantu pembangunan fisik Poskesdes. Persyaratan Umum Pembangunan baru Poskesdes adalah pada setiap desa yang belum ada bangunan Poskesdes dengan persyaratan: 1) Masyarakatnya tidak mampu membangun secara swadaya. Namun karena kemampuan masyarakat sebagian besar terbatas. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas.

a. Persyaratan Umum 18 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 2) 3) 2. Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2006. Peralatan kesehatan Kebutuhan jenis dan jumlah peralatan minimal Poskesdes mengacu pada buku Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa. c) Mempertimbangkan keamanan petugas kesehatan. minimal terdapat ruang persalinan dan pelayanan KIA-KB. Pengalihan Polindes menjadi Poskesdes Pembangunan Poskesdes dapat berasal dari pengalihan bangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes). b. Pembangunan fisik yang dilaksanakan terbatas pada penambahan bagian Polindes yang sudah ada.2) 3) Tersedia tanah/lahan yang tidak bermasalah Lokasi Poskesdes: a) Mempertimbangkan ketersediaan lahan yang berada di tengah pemukiman. c) Pembangunan baru Poskesdes dapat menggunakan bahan bangunan yang berasal dari daerah setempat. b) Jumlah ruangan dan sarana yang dibutuhkan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan. Persyaratan Teknis 1) Luas bangunan: a) Luas ruangan/bangunan sesuai dengan kondisi tanah setempat dengan memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan/kegiatan dan kesetaraan gender laki–laki dan perempuan. b) Mudah dijangkau oleh masyarakat (transportasi). Direktorat Jenderal. d) Mempertimbangkan jarak antar fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan Poskesdes agar tetap memperhatikan fungsinya sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraaan gender.

Pengadaan peralatan sistem informasi kesehatan melalui DAK bertujuan untuk memacu Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota khususnya di Puskesmas sehingga mampu menyediakan data/informasi yang cepat. 2) 3) 4) D. Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2006. Penambahan ruangan pada Pengalihan Polindes menjadi Poskesdes dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. Direktorat Jenderal. Adanya peralatan sistem informasi kesehatan di Puskesmas diharapkan akan mempercepat pelayanan kesehatan atau manajemen pasien di Puskesmas. PENGADAAN SIK DAERAH Dalam upaya mewujudkan Sistem Informasi Kesehatan yang evidence based di Indonesia.Polindes yang sudah ada di desa ditingkatkan menjadi Poskesdes. dan mutakhir. dikembangkan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. minimal dengan rincian kebutuhan tata ruangnya adalah sebagai berikut: a) Ruang untuk fungsi pelayanan dan atau administrasi. Peralatan kesehatan Kebutuhan jenis dan jumlah peralatan minimal Poskesdes mengacu pada buku Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa. Guna meningkatkan fungsi pelayanannya. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK 19 TI HUS AD . Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan Poskesdes agar tetap memperhatikan fungsinya sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender. luas lahan yang diperlukan untuk peningkatan Polindes menjadi Poskesdes. akurat. b) Ruang untuk tempat tinggal tenaga kesehatan. serta mendukung administrasi Puskesmas berbasis bukti secara berkala. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Penambahan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan. b.

1. tinta printer. 6) Windows XP Professional. 5) Integrated 10/100/1000 LAN.sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan di Puskesmas dan Kabupaten/Kota. Persyaratan Umum Pengadaan peralatan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) Daerah diprioritaskan di Puskesmas non perawatan di Seluruh Indonesia dengan persyaratan: a. c. 2. listrik). Vista atau Linux. b. d. dapat juga dibuatkan program aplikasi sederhana lain. atau open office) Kursus atau pengenalan komputer untuk tenaga pengelola komputer agar mampu menggunakan paket software tersebut diatas. honor petugas. b. Di Puskesmas tersedia aliran listrik/genset untuk menghidupkan personal komputer. 7200 RPM. Spesifikasi peralatan: 1) Corporate Desktop PC. c. Persyaratan Teknis Pengadaan komputer beserta printer peralatan SIK untuk Puskesmas dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Merencanakan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan tahapan selanjutnya. d. 20 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . microsoft word dan microsoft power point. Di Puskesmas tersedia biaya pemeliharaan komputer serta biaya operasionalnya (kertas. Data entri laporan sesuai formulir yang telah ditetapkan dengan menggunakan excel. 4) Minimum 160 GB harddrive. 2) Intel Pentium Dual-Core Processor. Pengadaan software pengolah data. pengolah kata dan penyajian (misalnya microsoft excell. 7) LCD Monitor 17 inch. 9) Printer Deksjet/Inkjet. 8) CPU dan Monitor satu merk. Provinsi dan Pusat (Nasional). 3) Minimum 1 GB Memory DDR-2 SDRAM. Di Puskesmas tersedia tenaga atau operator yang akan mengoperasikan komputer.

Mengirim laporan ke Dinas Kesehatan Kesehatan Kabupaten/Kota dengan CD ataupun flashdisk. E. tahunan dan data sewaktu. grafik. 837/MENKES/VII/2007 Tentang Pengembangan SIKNAS Online Sistem Informasi Kesehatan Nasional. f. Pengadaan peralatan promosi kesehatan bergerak dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. Peralatan promosi kesehatan bergerak merupakan kendaraan bermotor roda 2 yang dimodifikasi dan didesain menjadi satu kesatuan dengan peralatan audio visual aid (AVA) sehingga memiliki fungsi sebagai sarana pendukung dalam penyebaran informasi kesehatan. serta sarana untuk melakukan kampanye dan pameran kesehatan. tempat media-media untuk melakukan penyuluhan kesehatan. kondisi dan letak geografis serta topografi daerah. PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK (MOBILE HEALTH PROMOTION KIT) Kegiatan DAK Bidang Kesehatan tahun 2011 dapat digunakan untuk pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak (Mobile Health Promotion Kit) di Puskesmas. b. Persyaratan Umum a. 3. 1. Tujuan kegiatan dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan promosi kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dalam rangka pemerataan.e. Peralatan promosi kesehatan bergerak diperuntukkan bagi Puskesmas. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. pertimbangan operasional. Acuan a. 844/MENKES/SK/X/2006 tentang Penetapan Standar Kode Data Bidang Kesehatan. 21 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . b. peta dan narasi yang disajikan secara bulanan. Mengolah data yang telah di entri dalam bentuk tabel. jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan di daerah serta melengkapi kebutuhan sarana/peralatan para pengelola program promosi kesehatan di Puskesmas dalam upaya mencapai target Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). triwulan. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.

2. 585/MENKES/SK/V/2007 tentang Petunjuk Teknis Promosi Kesehatan di Puskesmas.3A. 1114/MENKES/SK/VIII/2005 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah. Persyaratan Teknis a. memiliki microphone tanpa kabel. 2) Stereo Sound System. e. 3. Acuan a. Keputusan Menteri Kesehatan No. 4) Generator set mini. memiliki kapasitas tangki bahan bakar: 4.5 L. 3) Pemutar VCD/DVD dan Karaoke yang kompatibel dengan berbagai media.85 KVA/850 Watt. b. d. dengan daya output mak: 0. b. 22 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Membuat surat pernyataan untuk tidak mengalihfungsikan peralatan promosi kesehatan bergerak (mobile health promotion kit) yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota.c. Tersedia tenaga yang mampu menyelenggarakan kegiatan dan mengoperasikan peralatan promosi kesehatan bergerak (mobile health promotion kit). kemudahan penggunaan dan pemeliharaan serta perbaikan peralatan promosi kesehatan bergerak. contoh desain kendaraan sesuai dengan lampiran 12. Membuat surat pernyataan kesanggupan untuk mengalokasikan biaya operasional Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Pengadaan peralatan harus memperhatikan mutu. Peralatan promosi kesehatan bergerak berupa kendaraan roda 2 berkapasitas minimal 110 cc yang telah dimodifikasi menjadi satu kesatuan dengan peralatan. 5) Video Kamera dengan media penyimpan gambar DVD. memiliki voltase: AC 220 V/1 Phase/DC 12V/8. Adapun peralatannya terdiri dari: 1) LCD Projector dengan pencahayaan minimal 2000 lumens. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.

c. bidan dan perawat telah mengikuti pelatihan tim PONEK di rumah sakit meliputi resusitasi neonatus. dokter penyakit dalam. PENINGKATAN SARANA PRASARANA DAN PENGADAAN PERALATAN KESEHATAN UNTUK PROGRAM PONEK DI RUMAH SAKIT 1. Tersedia kamar operasi yang siap (siaga 24 jam) untuk melakukan operasi. e. f. b. dokter spesialis lain serta dokter umum. bidan dan perawat. Persyaratan yang harus diperhatikan: 2) 23 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Adanya dukungan semua pihak dalam tim pelayanan PONEK. dokter / petugas anestesi. Tersedia pelayanan darah yang siap 24 jam. Peningkatan Sarana dan Prasarana 1) Rancangan denah dan tata ruang maternal dan neonatal harus memenuhi beberapa persyaratan teknis sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1051/MENKES/SK/XI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 Jam di Rumah Sakit. 2. Dokter.BAB V MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN A. Mempunyai prosedur pendelegasian wewenang tertentu. Ada dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergensi baik secara umum maupun emergency obstetrik neonatal. dokter anak. Persyaratan umum a. d. antara lain dokter kebidanan. bila ada kasus emergensi obstetrik atau umum. Persyaratan Teknis a. kegawat-daruratan obstetrik dan neonatus.

untuk memudahkan transportasi bayi dengan komplikasi ke ruang rawat. Bila tidak memungkinkan. maka diperlukan dua kamar kala 1 dan sebuah kamar kala 2. Tiap ibu bersalin harus punya privasi agar keluarga dapat hadir. Bila kamar operasi juga ada dalam lokasi yang sama. Minimal 2 kamar bersalin terdapat pada setiap rumah sakit umum. Harus ada tempat untuk isolasi ibu di tempat terpisah. Harus ada kamar mandi/toilet yang berhubungan dengan kamar bersalin. 2 Paling kecil. kala 2 dan kala 3 yang berarti setiap pasien diperlakukan utuh sampai kala 4 bagi ibu bersama bayinya secara privasi. Idealnya sebuah ruang bersalin merupakan unit terintegrasi: kala 1.a) Ruang Maternal (1) Kamar bersalin: (a) (b) (c) (d) (e) (f) (g) (h) (i) Lokasi berdekatan dengan kamar operasi dan IGD. ruangan berukuran 12 m . pasien akan dibawa ke kamar operasi yang berdekatan dengan kamar bersalin. Kamar bersalin terletak sangat dekat dengan kamar neonatal. Ruangan bersalin tidak boleh merupakan tempat lalu lalang orang. Selanjutnya bila diperlukan operasi. (j) (k) (l) 24 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . upayakan tidak melintas pada ruang bersalin. Kamar bersalin harus dekat dengan ruang jaga perawat (nurse station) agar memudahkan pengawasan ketat setelah pasien partus sebelum dibawa ke ruang rawat (post partum). 2 Luas minimal 6 m per orang.

lemari. penjahitan dan sebagainya. (v) Ruang isolasi bagi kasus infeksi perlu disediakan seperti pada kamar bersalin. (o) Pada ruang dengan banyak tempat tidur. 25 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . lemari obat kecil. (q) Tiap ruangan harus mempunyai jendela sehingga cahaya dan udara cukup.(m) (2) Ruang postpartum harus cukup luas. ruangan berukuran 18 m . (n) Ruang tersebut terpisah dari fasilitas: toilet. (c) Di ruang dengan beberapa tempat tidur. (r) Harus ada fasilitas untuk cuci tangan pada tiap ruangan. (x) Ruang tunggu bagi keluarga pasien. (t) Kamar periksa/diagnostik harus mempunyai luas sekurang-kurangnya 2 11 m dan berisi: tempat tidur pasien/obsgin. USG mobile dan troli emergensi (u) Ada ruang perawat (nurse station). (p) Jumlah tempat tidur per ruangan maksimum 4 buah. 2 standar 8 m per tempat tidur (bed). Unit Perawatan Intensif/Eklampsia/Sepsis (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin. atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. troli alat. (w) Ruang tindakan operasi/kecil darurat/one day care: untuk kuret. 2 (b) Paling kecil. jarak antar tempat tidur minimal 1 meter. kloset. sedikitnya ada jarak antara ranjang satu dengan ranjang lainnya. (d) Ruangan harus dilengkapi paling sedikit enam steker listrik yang dipasang dengan tepat untuk peralatan listrik. lampu sorot. (s) Tiap pasien harus punya akses ke kamar mandi privasi tanpa ke koridor. kursi pemeriksa.

(c) Di ruangan dengan beberapa tempat tidur sedikitnya ada jarak antar ranjang. 2 (b) Minimal ruangan berukuran 12 m . (d) Paling sedikit harus ada jarak antara inkubator dengan tempat tidur bayi. Unit Perawatan Khusus (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. Jenis Peralatan PONEK 1) 26 TI PERALATAN NEONATAL HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Area laktasi. (e) Ruang harus dilengkapi paling sedikit 6 steker yang dipasang dengan tepat untuk peralatan listrik. Area pencucian incubator. (c) Harus ada tempat untuk isolasi bayi di tempat terpisah. perlu mempertimbangkan kebutuhan bagi laki-laki dan perempuan. 2 (b) Minimal ruangan berukuran 18 m .b) Ruangan Neonatal (1) Unit Perawatan Intensif (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. Sarana. (2) (3) (4) Dalam rangka penyelenggaraan PONEK. 2 Minimal ruangan berukuran 6-8 m . 2 Minimal ruangan berukuran 6 m . prasarana dan peralatan yang ada harus mempertimbangkan ergonomis dan kemudahan aksesibilitas bagi ibu hamil b. (d) Harus ada tempat untuk isolasi bayi di area terpisah. antara lain: Adanya pemisahan visual antara ruang bersalin satu dengan yang lainnya.

3.Infus Set 2.Naso gastric tube . 1.Bola lampu laringoskop cadangan . 1. 7.No. 6. 3. 5. 8.NaCL 0.Ampul Epinefrin / Adrenalin . 9.Masker oksigen . 6. 4. 8. 21/2. 4.Batre AA (cadangan) untuk bilah laringoskop . 10. 50 cc . 2.Bilah Laringoskop .4% . Jmlh minimal 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Kotak Resusitasi berisi: .Gunting .Selang reservoar oksigen .Plester .Kateter Vena .Alat suntik 1. 5. 20.MgSO4 .Bola lampu laringskop ukuran dewasa .9% / larutan Ringer Asetat / RL . 5. Ekstraktor vakum delivery Inkubator baby Infant Warmer Forceps naegele AVM (Aspirasi Vakum Manual) Pompa vakum listrik Monitor denyut jantung/pernapasan 27 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 3.Kateter penghisap .Sodium bikarbonat 8. 10 Jenis Peralatan Inkubator baby Infant Warmer Pulse Oxymeter Neonatus Phototherapy Syringe Pump Infant resuscitation dan Emergensi Set CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) w/ Medical air Compressor Flow meter Infuse Pump Neonatus Resusitation and Emergensi Set 2) PERALATAN MATERNAL Jenis Peralatan Jmlh minimal 5 2 3 2 4 1 1 1 1 1 No. 7.Balon .Pipa endotrakeal .

memantau reaksi transfusi yang terjadi serta melakukan pencatatan dan pelaporan. Foetal Doppler Set Sectio Saesaria 1 1 3. crossmatch. melakukan penyimpanan darah sebagai stock. a. 10. B. 1. mengirim darah transfusi yang telah aman ke bagian lain/ruangan lain atau Rumah Sakit lain yang membutuhkan. melakukan pemeriksaan golongan darah. BANK DARAH RUMAH SAKIT (BDRS) DAN UNIT TRANSFUSI DARAH DI RUMAH SAKIT Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) adalah salah satu instalasi di RS yang mempunyai peran sebagai penyedia darah transfusi yang aman (lulus skreening IMLTD) dengan tugas antara lain melakukan rekruitmen donor sukarela. atau profit center di RS karena pelayanan darah harus bersifat nirlaba 4) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah 28 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .9. Pembangunan Baru Pembangunan baru Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan darah di rumah sakit khususnya dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit pada umumnya. Acuan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1051/MENKES/SK/XI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 Jam di Rumah Sakit. melakukan seleksi donor. Persyaratan Umum Pembangunan fasilitas UTD di RS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Tidak terdapat UTD PMI yang dapat memasok kebutuhan darah aman di Rumah Sakit yang bersangkutan 2) Terdapat Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat 3) Tidak boleh dijadikan sumber PAD. melakukan skreening terhadap penyakit Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD). melakukan penyadapan darah donor.

Adapun luasan itu adalah: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) Ruangan pimpinan Ruang tunggu donor sukarela Ruang administrasi dan loket Ruang pemeriksaan/seleksi donor Ruang AFTAP Ruang pemulihan Ruang laboratorium & R. perlu mempertimbangkan kebutuhan bagi laki-laki dan perempuan.5 m luas : 8 m2 100 m2 Bila luas lahan tidak memungkinkan. Dalam rangka penyelenggaraan UTD di RS.5 m2 luas : 7.cuci Ruang penyimpanan darah Kamar mandi / WC (2 buah) Ruang jaga Ruang genset/gudang Lorong/Sirkulasi ruangan TOTAL LUAS luas : 9 luas : 9 m2 m2 luas : 7. antara lain: Adanya pemisahan visual antara ruang penyadapan darah satu dengan yang lainnya 2) Denah dan tata ruang. maka pembangunan disesuaikan dengan kondisi setempat dengan tetap memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Luas lahan dan bangunan dari UTD di RS didasarkan pada jenis pelayanan dan kegiatan yang dilaksanakan.5 m2 luas : 10 m2 luas : 6 luas : 6 luas : 6 m2 m2 m2 luas : 16 m2 luas : 7. 29 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .5) 6) 7) Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya Lokasi berada di tempat yang strategis bagi ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi Dalam melaksanakan perannya UTD RS harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dalam jejaring pelayanan darah Kabupaten/Kota serta merupakan bagian dari jejaring pelayanan darah provinsinya b.5 m2 luas : 7.

(2) ruang penyadapan darah. (4) ruang penyimpanan darah dan reagen. d) Bangunan memiliki sistem limbah sesuai standar/dapat bergabung dengan limbah RS. bertujuan khususnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan darah di rumah sakit dan meningkatkan mutu pelayanan secara keseluruhan di rumah sakit. 2. diantaranya: a) Bangunan berada dalam lingkungan/bangunan RS b) Bangunan minimal terdiri/memiliki beberapa ruangan antara lain: (1) ruang administrasi. Peningkatan Kualitas UTD di RS Yang Telah Ada Peningkatan kualitas Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) ditujukan pada Rumah Sakit yang telah memiliki UTD dan telah berjalan. (5) ruang cuci. a. c) Bangunan memiliki sistem supply air yang cukup. (3) ruang laboratorium. Adapun denah dan tata ruang UTD di RS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dari pelayanan kesehatan yang ada. 5) Lokasi berada di tempat yang strategis bagi ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi. (6) Kamar Mandi/WC. 6) Dalam melaksanakan perannya UTD di RS harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dalam 30 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 3) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah. 4) Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya. atau profit center di RS karena pelayanan darah harus bersifat nirlaba.Rancangan denah dan tata ruang pada UTD di RS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. Persyaratan Umum Peningkatan kualitas UTD di RS yang telah ada mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Terdapat UTD di Rumah Sakit di lingkungan Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat. 2) Tidak boleh dijadikan sumber PAD.

5 m2 luas : 7. (3) ruang laboratorium. Adapun denah dan tata ruang UTD di RS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dari pelayanan kesehatan yang ada. Rancangan denah dan tata ruang pada UTD di RS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan.5 m2 luas : 10 m2 luas : 6 m2 luas : 16 m2 luas : 6 m2 luas : 6 m2 luas : 7. (4) ruang penyimpanan darah dan reagen. Cuci Ruang penyimpanan darah Kamar mandi/WC (2 buah) Ruang jaga Ruang genset/gudang Lorong/Sirkulasi ruangan TOTAL Luas luas : 9 m2 luas : 7. Adapun luasan itu adalah: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) Ruangan pimpinan Ruang tunggu Ruang administrasi dan loket Ruang pemeriksaan/seleksi donor Ruang AFTAP Ruang pemulihan Ruang laboratorium & R. 31 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . maka pembangunan disesuaikan dengan kondisi setempat dengan tetap memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan. 2) Denah dan tata ruang.5 m2 luas : 8 m2 100 m2 Bila luas lahan tidak memungkinkan. diantaranya: a) Bangunan berada dalam lingkungan/bangunan RS b) Bangunan minimal terdiri/memiliki beberapa ruangan antara lain: (1) ruang administrasi.jejaring pelayanan merupakan bagian provinsinya. (5) ruang cuci.5 m2 luas : 9 m2 luas : 7. (2) ruang penyadapan darah. Persyaratan Teknis 1) darah Kabupaten/Kota dari jejaring pelayanan serta darah Luas lahan dan bangunan Luas lahan dan bangunan dari UTD di RS didasarkan pada jenis pelayanan dan kegiatan yang dilaksanakan. b.

Bangunan memiliki sistem limbah sesuai standar/dapat bergabung dengan limbah RS. telah tersedia bangunan dan belum mendapat alokasi peralatan melalui APBN 2008.c) d) (6) kamar mandi/WC. Persyaratan Teknis 1) Peralatan dan bahan habis pakai untuk UTD di RS a) Peralatan Seleksi Donor dan IMLTD: : 1 unit :1 unit : 2 unit : 2 unit :2 unit : 2 unit : 2 unit : 1 unit : 1 unit : 1 unit 32 TI HUS AD (1) Hemoscale (2) Hemoglobinometer (3) Hand sealer (4) Tempat tidur donor (5) Stetoskop dewasa (6) Spygmomanometer air raksa (7) Timbangan badan b) Peralatan Penunjang Laboratorium (1) Plasma extractor (2) Dry incubator (3) Serological centrifuge Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Persyaratan Umum Pemenuhan kebutuhan peralatan UTD di RS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Diperuntukkan bagi pembangunan baru dan peningkatan kualitas/renovasi UTD di RS yang telah ada melalui DAK 2009 serta diperuntukkan pula bagi UTD di RS yang didirikan melalui DAK 2008. PEMENUHAN KEBUTUHAN PERALATAN UTD DI RS Agar Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) dapat beroperasi dengan peralatan yang memenuhi standar. a. 2) Khusus untuk UTD di RS yang didirikan melalui DAK 2008 di Rumah Sakit Kabupaten/Kota setempat. Bangunan memiliki sistem supply air yang cukup. 3) Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya. 3. b. yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan darah di rumah sakit khususnya dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit pada umumnya maka perlu didukung dengan peralatan UTD di RS yang berkualitas dan memenuhi standar.

gelas melamin.(4) (5) Serological rotator Adjustable M/C Micropipete Ukuran 5 – 50 μl Ukuran 50 – 200 μl : 1 unit : 1 unit : 1 unit (6) (7) (8) Mikroskop binokuler elektrik : 1 unit Peralatan pemeriksaaan uji saring metode gel test / mikroplate : 1 unit Peralatan laboratorium lain : 2 paket (Pasteur pipet plastic. baskom cuci. rak tabung. klem lab. tabung ukuran 12 x 75 mm. object glas. meja komputer. Mengingat pelayanan darah mempunyai resiko cukup tinggi. white board. gunting stainless steel. Catatan: Pengalokasian anggaran pembangunan dan peningkatan kualitas UTD di RS yang telah ada (renovasi gedung UTD di RS). micro pipet yellow tipe. sarung tangan. beker glass. tabung ukuran 5 mm. komputer.) c) d) e) f) Distribusi Cool box (1) untuk mobile unit (25-50 ktg) : 2 unit (2) untuk ruangan (2-5 ktg) : 2 unit Penyimpan Reagen dan Darah (1) Blood bank refrigerator : 1 unit (2) Medical refrigerator : 1 unit Bahan Habis Pakai (1) Kantong darah Single bag 250 ml/350ml : sesuai kebutuhan Transfer bag : sesuai kebutuhan (2) Reagen Anti-HCV : 1 paket HbsAg : 1 paket Golongan darah ABO. blood grouping plate.9 % : 1 paket Cairan desinfectant : 1 paket (berisi 10 botol) 0. lab jas. labu semprot.053 : 1 paket NaCl 0. berdasarkan pada Harga Standar Bangunan dan Gedung 33 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .5 lt bayclin dan 10 botol 1 lt resiguard) Aquabidest : 1 paket Peralatan kantor : 1 paket (Paket terdiri: meja kantor. kursi kantor). hematokrit tube. printer. Rhesus dan Uji silang metode 3 fase dengan bovine Albumin 22% dan coomb serum : 1 paket Sifilis : 1 paket (3) Reagen untuk pemeriksaan uji saring Metode gel test/mikroplate : 1 paket HIV/AIDS : 1 paket Larutan CuSO4 dengan BJ 1. maka peralatan UTD di RS harus memiliki kualitas tinggi dengan jaminan purna jual minimal 3 tahun.

Negara (HSBGN) yang dikeluarkan oleh PU tahun 2006 dan revisinya. Pada beberapa Kabupaten/Kota yang tidak terdapat alokasi HSBGN dari PU, masih merupakan harga perkiraan berdasarkan pada Kabupaten/Kota terdekat. Luas ruang dan denah UTD di RS mengikuti standar yang telah dibuat pada petunjuk teknis DAK. Apabila lahan yang tersedia terbatas, maka dapat menyesuaikan pada keadaan rumah sakit di masing-masing kabupaten/kota, tetapi tetap mengikuti prinsip standar tata ruang.

4.

BANK DARAH RUMAH SAKIT Sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dalam peningkatan kualitas dan akses pelayanan darah seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 423/MENKES/SK/IV/2007 tentang Kebijakan Peningkatan Kualitas dan Akses Pelayanan Darah, setiap RS harus memiliki Bank Darah Rumah Sakit. BDRS adalah sebagai pelaksana dan penanggung jawab pemenuhan kebutuhan darah di rumah sakit sebagai bagian dari pelayanan rumah sakit secara keseluruhan bekerjasama dengan UTD setempat sebagai pemasok darah yang aman. a. Persyaratan Umum Pembangunan fasilitas BDRS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut 1) Terdapat UTD PMI yang dapat memasok kebutuhan darah aman di Kabupaten/Kota setempat. 2) Terdapat Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat. 3) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah. 4) Ada komitmen daerah untuk membantu operasionalisasi dan pemeliharaan BDRS melalui APBD. b. Persyaratan teknis 1) Luas ruang Luas ruang BDRS didasarkan pada jenis ruang kegiatan yang dilaksanakan. Adapun luasan itu adalah:
a) Ruang administrasi dan loket penerimaan sampel darah

34

TI

HUS

AD

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

Luas : 5 m2 b) c) d) e) f) g) h) Ruang laboratorium Ruang penyimpanan darah Ruang kepala BDRS & Ruang rapat Ruang jaga petugas Ruang gudang Ruang kamar mandi/WC Lorong Total Luas Luas : 9 m2 Luas : 6 m2 Luas : 6 m2 Luas : 5 m2 Luas : 3 m2 Luas : 3 m2 Luas : 3 m2 40 m2

2)

3)

Denah dan tata ruang Rancangan denah dan tata ruang pada BDRS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. Adapun denah dan tata ruang BDRS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dai pelayanan kesehatan yang ada, diantaranya: a) Bangunan berada di dalam lingkungan/bangunan RS. b) Lokasi berada di tempat yang strategis dan mudah dijangkau dari ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi. 2 c) Luas minimal 40 m dengan cahaya dan ventilasi yang cukup serta ber AC, termasuk ruang administrasi secara terpisah. d) Fasilitas air mengalir & listrik yang memadai, genset atau UPS yang mampu mem back up refrigerator agar stabilitas suhu tetap terjaga. e) Tersedia 2 bak cuci yang terdiri dari bak cuci tangan dan bak cuci alat. f) Lantai ruangan ada tanpa sambungan (vinyl), sudut lantai melengkung. Peralatan BDRS (minimal)
a) b) c) d) e) f) g) h) Blood bank refrigerator 1 unit Serological centrifuge 2 unit Serological rotator 1 unit Dry incubator 1 unit Microskop binokuler 1 unit Plasma extractor 1 unit Set peralatan uji silang serasi dengan metode gel Peralatan laboratorium lainnya 1 paket (pasteur pipet plastic, set alat pemeriksaan uji silang serasi dengan metode gel test, labu semprot, rak tabung, tabung uk 12 x 75 mm, tabung uk 5 ml, hematokrit tube, beker glass, blood grouping plate, baskom cuci, gelas melamin, gunting stainless

35

TI

HUS

AD

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

i) j)

steel, klem lab, korentang, sarung tangan, jas laboratorium dan kacamata pelindung, object glass, timer, mikro pipete yellow tipe). Cool box kapasitas 3 – 5 kantong darah 3 unit Bahan habis pakai coombs control cell 1 vial NaCl 0,9% 25 vial (@500ml Reagen golongan darah ABO, Rhesus dan Uji silang metode 3 fase dengan bovine albumin 22%dan coomb serum 10 vial (@10cc) Reagen untuk pemeriksaan uji sarimetode gel test /mikroplate : 1 paket Cairan desinfectant : 1 paket

4)

Perlengkapan administrasi a) Meja tulis dan kursi. b) Mesin ketik. c) Komputer dan printer. d) Lemari arsip. e) Telepon + Fax.

C.

PENINGKATAN FASILITAS INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT 1. Persyaratan Umum Peningkatan fasilitas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit, adalah Rumah Sakit Umum atau Rumah Sakit Khusus milik pemerintah daerah (Provinsi atau Kabupaten/Kota) yang telah memberikan usulan pada Rapat Konsultasi Teknis (Rakontek) DAK Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik, dengan mempertimbangkan data sebagai berikut: Kelas Rumah Sakit. Jenis Rumah sakit (RS Khusus/Umum). Jumlah tempat tidur Rumah Sakit. Jenis Menu yang diusulkan (untuk bangunan fisik saja, alat saja atau keduanya). Sudah pernah atau belum memperoleh alokasi DAK untuk menu IGD RS. 2. Persyaratan Teknis Peningkatan fasilitas Instalasi Gawat Darurat RS mengacu pada SK Menteri Kesehatan No. 856/MENKES/SK/IX/2009 tentang Standar Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit, dan disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan dana dengan prioritas sebagai berikut:

36

TI

HUS

AD

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

dll Dengan prioritas pada alat yang yang sifatnya mobile 2) Jenis peralatan diprioritaskan adalah medis sebagai berikut: FUNGSI ALAT KET. alat ini juga dipergunakan untuk memberikan penerangan pada saat melakukan tindakan. psikiatri. menangani. reflex Hammer. Stetoskop.a. Pengadaan Peralatan Kesehatan 1) Alat kesehatan yang dapat digunakan untuk mendiagnosa. KHUSUS 3 EKG Alat yang berfungsi untuk membantu menegakkan diagnosa adanya potensi atau kelainan ritme jantung yang mengancam jiwa. Thermometer. NO A. Selain untuk diagnosa. Tonge Spatula dan Opthalmoskop. Alat yang berfungsi untuk membantu melakukan initial assessment dan sekunder assessment pada kasus gawat darurat. DIAGNOSA UMUM JENIS ALAT Kit pemeriksaan sederhana 1 Minimal berisi Tensimeter. Alat-alat tersebut sangat penting sebab alat tersebut sangat dibutuhkan untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi diagnosa 37 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . monitor dan mengevakuasi (proses rujukan) serta alat medis pendukung untuk penanggulangan penderita gawat darurat: a) Trauma (Bedah) b) Non Trauma: (1) Kegawat daruratan Jantung (2) Kegawatdaruratan Penyakit dalam (3) Kegawatdaruratan Kebidanan (4) Kegawatdaruratan Anak dan neonatus (5) Kegawatdaruratan Neurologi. Examination lamp 2 Alat bantu penerangan untuk pemeriksaan Membantu Menegakkan diagnosa dengan cepat untuk mengetahui problem kegawatdaruratan yang dialami oleh penderita.

antibiotik.4 Mobile X Ray Alat yang dapat memberikan gambaran bagian dalam tubuh. membersihkan Alat mempertahankan jalan dan yang dapat mengukur kadar gula darah dengan napas. anestetic regional intravena dengan tingkat akurasi yang tinggi Alat-alat tersebut juga dapat digunakan untuk bedah minor yang lain 14 Siringe pump 15 Infusion pump . darah pasien Hiper/Hipo glikemia bisa cepat diketahui 10 Oksigen Consentrator Alat yang dapat menjamin ketersediaan oksigen medis dengan mengambil udara luar untuk dipurifikasi Alat tersebut sangat penting mengingat seringnya terjadi kehabisan oksigen medis di IGD 11 Nebulizer Alat yang sifatnya non invasif yang dapat memberikan cairan obat ke dalam paru-paru Alat yang dapat memberikan pernapasan bantuan dengan kontrol elektrik yang sifatnya mobile Biasanya digunakan untuk pasien sesak napas akibat asma atau sesak lainnya Alat tersebut sangat dibutuhkan untuk menangani sesak napas yang berat seperti flu burung dan karena sifatnya mobile dapat digunakan selama dalam transportasi dalam rujukan pasien 12 Ventilator transport CIRCULATION 13 Minor surgery set Alat yang dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan dan menangani luka Alat yang dapat digunakan untuk memberikan cairan. serta memberikan cepat bantuan napas secara manual yang sifatnya non invasif s/d invasif berbagai ukuran (untuk dewasa-anak bayi/neonatus) Alat tersebut harus tersedia di IGD mengingat sumbatan jalan Dengan merupakan ini penyebab alat maka napas pengukuran kadar Glukosa kematian tercepat. terutama paru-paru dan tulang. Dengan bentuk yang mobile sangat memudahkan untuk dipindahkan dan mengambil foto Ro penderita dengan mudah 5 TINDAKAN: Doppler B. 38 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . AIRWAY 7 6 8 Emergency Resuscitation kit Glukometer with stick Suction Pump 9 Neck Collar BREATHING Alat yang dapat membantu mendeteksi bunyi detak jantung janin (untuk diagnosa gawat darurat Alat membantu janin) untuk membuka.

Infat warmer berupa selimut sehingga dapat dipasang sambil melakukan tindakan seperti saat RJP 20 Inkubator KEBIDANAN 21 Meja Ginekologi Meja yang dapat untuk melakukan kebidanan. GAWAT DARURAT KHUSUS JANTUNG 18 Defibrilator Alat yang dapat mengatasi gangguan ritme jantung Pada kasus VT/VF (serangan jantung. pemotongan saat pembedahan Alat ini juga dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan 39 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . berfungsi tindakan 22 23 Partus set Vacuum set Alat untuk membantu persalinan normal Alat yang dapat digunakan untuk membantu mengeluarkan bagian kepala bayi yang tidak dapat dikeluarkan dengan proses persalinan normal Alat yang dapat digunakan untuk tindakan kuretase Alat yang dapat digunakan untuk melakukan operasi cesar 24 25 Kuret Set Sectiosesarian set BEDAH 26 Electrosurgical cauter Alat yang berfungsi untuk melakukan penyayatan. kecepatan dalam memberikan DC Shock) sangat menentukan hasil akhir penanganan ANAK –NEONATUS 19 Infant Warmer Alat yang berfungsi untuk memberikan kondisi suhu dan kelembaban yang terkontrol.C. MONITOR 16 17 Pulse Oksimeter Vital sign/ monitor Bed Side Alat untuk memonitor kondisi pasien gawat darurat yang sedang diobservasi intensif (alat sederhana dan yang komplit) Dapat berfungsi juga untuk memantau perkembangan terapi D.

RS Ibu dan Anak. RS Paru. mengingat banyaknya kasus gawat darurat yang butuh operasi segera (cito operasi) 28 Lampu operasi mobile Alat bantu penerangan saat operasi. RS Orthopedi dan lain-lain atau di rumah sakit umum (RSU) yang mengembangkan 40 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . dengan pertimbangan: Alat tersebut sudah terpenuhi Pada rumah sakit khusus (RSK) seperti RS Jiwa. tidak menimbulkan panas dan mudah dipindahkan Alat untuk melakukan tindakan pembiusan total Instrument yang dapat digunakan untuk operasi besar 29 30 Mesin Anestesia Major Surgery set TINDAKAN KHUSUS LAINNYA 31 THT Set Instrumen yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan gawat darurat pada THT Alat bantu penerangan yang dipasangkan pada kepala Sering digunakan untuk mengeluarkan Corpus Alienum 32 Head Lamp Sering digunakan pemeriksaan THT pada E. 856/Menkes/SK/IX/2009 tentang Standar Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit. PERALATAN MEDIS PENDUKUNG 33 34 Emergency Strecher Sterizator Alat untuk memindahkan pasien dari UGD keruangan Alat untuk peralatan bedah mensterilkan 3) Rumah sakit dapat mengusulkan prioritas alat kesehatan lainnya di luar point b) dan SK Menteri Kesehatan No.dengan frekwensi tinggi dan efek thermal 27 Meja Operasi Alat untuk mensupport pasien saat operasi sehingga mendapatkan posisi yang tepat sesuai kebutuhan tindakan Alat untuk pembedahan yang bisa di akses 24 jam harus tersedia di rumah sakit. RS Kusta.

mudah dijangkau oleh masyarakat dengan tanda–tanda yang jelas dari dalam dan dari luar Rumah sakit. d. b. dapat menampung korban bencana sesuai dengan kemampuan RS. Harus mempunyai ruang tunggu untuk keluarga pasien. h. j. 41 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 2. Memiliki area khusus parkir ambulans yang bisa menampung lebih dari 2 ambulans (sesuai dengan beban RS) g. Harus mempunyai pintu masuk dan keluar yang berbeda dengan pintu utama (alur masuk kendaraan/pasien tidak sama dengan alur keluar) kecuali pada klasifikasi IGD level 1 dan 2. Ambulans/kendaraan yang membawa pasien harus dapat sampai di depan pintu yang areanya terlindung dari panas dan hujan (catatan: untuk lantai IGD yang tidak sama tinggi dengan jalan ambulans harus membuat ramp). Lokasi Gedung harus berada di bagian depan RS. Pintu IGD harus dapat dilalui oleh brankar. misalnya Generator Set untuk Instalasi Gawat Darurat untuk menjamin ketersediaan listrik selama melakukan berbagai tindakan kegawatdaruratan di IGD. Pembangunan/Penyesuaian Bangunan IGD Rumah sakit dapat melakukan pembangunan baru atau penyesuaian bangunan IGD sehingga memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. c. Memiliki ruang untuk istirahat petugas (dokter dan perawat). Ruang triase harus dapat memuat minimal 2 (dua) brankar. Jika terdapat pertimbangan khusus lain maka rumah sakit dapat mengusulkan peralatan penunjang lainnya dalam mendukung pelayanan gawat darurat di Rumah Sakit. Susunan ruang harus sedemikian rupa sehingga arus pasien dapat lancar dan tidak ada “cross infection”. e. Area dekontaminasi ditempatkan di depan / di luar IGD atau terpisah dengan IGD. Luas bangunan IGD disesuaikan dengan beban kerja RS dengan memperhitungkan kemungkinan penanganan korban massal / bencana. mudah dibersihkan dan memudahkan kontrol kegiatan oleh perawat kepala jaga.4) program unggulan tertentu dalam jenis pelayanan gawat darurat. k. i. f.

1.D. Luas Lahan dan Tata Ruang Bangunan Pembangunan/rehabilitasi ruang rawat inap kelas III RS harus memperhatikan fungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan serta alur pelayanan untuk kelancaran dalam pelayanan pasien. PENINGKATAN FASILITAS TEMPAT TIDUR KELAS III RUMAH SAKIT RS yang mendapatkan paket peningkatan fasilitas tempat tidur kelas III adalah Rumah Sakit milik pemerintah daerah provinsi maupun milik pemerintah daerah Kabupaten/Kota yang melaksanakan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan memberikan usulannya ke Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik dengan mempertimbangkan: a) Bed Occupancy Rate (BOR) kelas III RS. 2 (dua) wastafel serta 2 (dua) ceiling fan. b) Rasio tempat tidur yang dipergunakan untuk kelas III dibandingkan dengan total tempat tidur RS. maka perlu dibangun 1 (satu) ruang perawat (Nurse Station) yang dilengkapi dengan ruang-ruang pendukungnya. pada setiap pembangunan/rehabilitasi 4 (empat) ruang rawat inap (dengan jumlah tempat tidur 32) atau kelipatannya. 2 (dua) kamar mandi. d) Jenis menu yang diusulkan oleh RS ke Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik (untuk tempat tidur set kelas III saja. atau kedua-duanya). Adapun contoh ukuran luas ruangan bangunan tersebut di atas adalah sebagai berikut: 1) 8 x 9 m2 = 72 m2 2 x 3 m2 = 12 m2 8 x 2. Persyaratan Teknis a. Oleh karena itu setiap pembangunan/rehabilitasi ruang rawat inap kelas III yang baik. 2. Bila direncanakan membangun/merehabilitasi lebih dari 4 (empat) ruang rawat inap kelas III. berisi 8 (delapan) set tempat tidur yang dilengkapi fasilitas penunjang antara lain: selasar. dan e) Sudah pernah atau belum pernah RS memperoleh alokasi DAK untuk menu fasilitas tempat tidur kelas III RS. c) Jumlah tempat tidur yang digunakan untuk kelas III RS.5 m2= 20 m2 104 m2 42 TI HUS AD Ruang Rawat Inap Kelas III Ruang rawat inap kelas III 2 kamar mandi @ Selasar Total luas bangunan yang dibutuhkan 2) Ruang Perawat (Nurse Station) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . atau untuk bangunan fisik ruang rawat inap kelas III saja. Persyaratan Umum Masih tersedianya lahan untuk peningkatan fasilitas tempat tidur kelas III RS.

c) 1 buah tiang infus. Misalnya pengadaan tempat tidur ginekologi untuk bangsal kandungan dan kebidanan kelas III. d) Dengan pertimbangan khusus. di mana setiap set tempat tidur terdiri dari: a) 1 buah tempat tidur dengan kelengkapannya (matras. 3) Peralatan kesehatan Peralatan kesehatan yang ada pada setiap ruang rawat inap kelas III RS berisi 8 set tempat tidur. c) Atap dari genting dengan plafon. maka pembangunan/rehabilitasi tersebut disesuaikan dengan kondisi setempat dan tetap memperhatikan acuan ketentuan pembangunan ruang pelayanan kesehatan. c) Atap dari genting dengan plafon. Spesifikasi Teknis Bangunan 1) Ruang Rawat Inap Kelas III a) Lantai terbuat dari keramik kualitas satu (KW–1). 43 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Apabila luas lahan yang dimiliki Rumah Sakit terbatas. dilengkapi 1 bak mandi dan 1 closet duduk. 1 closet duduk dan 1 gantungan infus.1 Ruang kerja perawat 1 Ruang istirahat petugas 1 Kamar mandi petugas Total luas bangunan yang dibutuhkan 3 x 3 m2 = 9 m2 3 x 3 m2 = 9 m2 2 x 1. b) Dinding tembok ½ bata berplester dan dicat. d) Ruang rawat inap dilengkapi dengan 2 buah wastafel dari keramik serta 2 buah keran dan saluran pembuangan. b) 1 buah nakas. 2) Ruang Perawat (Nurse Station) a) Lantai terbuat dari keramik kualitas satu (KW–1) b) Dinding tembok ½ bata berplester dan dicat. d) Ruang kerja perawat dilengkapi dengan 1 buah wastafel dari keramik serta 1 buah kran dan saluran pembuangan. e) Kamar mandi berlantai keramik kasar (tidak licin) dilengkapi 1 bak mandi. e) Kamar mandi berlantai keramik kasar (tidak licin).5 m2 = 3 m2 = 21 m2 b. bantal dan guling). rumah sakit dapat mengadakan peralatan kesehatan lainnya untuk mendukung pelayanan kesehatan di ruang rawat inap kelas III.

1267/MENKES/SK/XII/2004 tentang Standar Pelayanan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan disesuaikan dengan kebutuhan serta ketersediaan dana dengan prioritas sebagai berikut: Alat laboratorium kesehatan dapat digunakan untuk mendukung menentukan diagnosis. rencana pengobatan dan rencana terapi di bidang hematologi. Peningkatan pelayanan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota salah satunya melalui peningkatan fasilitas peralatan laboratorium sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No.Adapun persyaratan teknis peralatan kesehatan tersebut harus memenuhi seluruh kriteria di bawah ini: a) Berkualitas b) Kebutuhan dan pemanfaatannya sesuai dengan situasi dan kondisi setempat c) Keamanan d) Kenyamanan e) Kemudahan dalam pengoperasionalan/pemakaian f) Kemudahan dalam pemeliharaan g) Kemudahan dalam perbaikan E. Bila terdapat pertimbangan khusus lainnya. Adapun peralatan laboratorium kesehatan diprioritaskan adalah sebagai berikut: No Jenis Peralatan Jumlah Minimal 1 Hematology Analyzer 1 2 Clinical Chemistry Analyzer 1 3 Urine Analyzer 1 44 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . sentrifus dan generator set untuk menjamin kelancaran selama melakukan pemeriksaan spesimen. hematologi dan urinalisis dalam rangka menunjang diagnosis penyakit sebagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat maupun perorangan di wilayahnya. misalnya pipet otomatis. kimia klinik dan urinalisis. maka Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat mengusulkan peralatan penunjang lainnya dalam mendukung pelayanan pemeriksaan laboratorium kesehatan. PENGADAAN PERALATAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM KLINIK DI LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA Pengadaan peralatan pemeriksaan hematologi. kimia klinik dan urinalisis di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berfungsi untuk meningkatkan pelayanan melakukan pemeriksaan laboratorium kimia klinik.

PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DAN PENGADAAN PERALATAN PENDUKUNGNYA DI RUMAH SAKIT PEMERINTAH DAERAH Penyediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Pengadaan Peralatan Pendukungnya Di Rumah Sakit Pemerintah Provinsi. Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang sudah mempunyai peralatan. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 364/MENKES/SK/III/2003 tentang Laboratorium Kesehatan d. b. 3. Jumlah dan jenis alat disusun berdasarkan usulan dan identifikasi fasilitas peralatan yang ada di daerah. Adanya jaminan/garansi alat tersebut. Tersedianya sumber daya manusia yang mampu melaksanakan pemeriksaan hematologi. kimia klinik dan urinalisis. c. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 298/MENKES/SK/III/2008 tentang Pedoman Akreditasi Laboratorium Kesehatan. Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang belum mempunyai peralatan. Kabupaten/Kota dari Dana Alokasi Khusus dimaksudkan untuk menjamin keamanan kualitas lingkungan khususnya air limbah dari hasil kegiatan rumah sakit terhadap masyarakat sekitarnya. d. F. Persyaratan Umum a. Persyaratan Teknis a. Buku Petunjuk Pemeriksaan Hematologi (Otomatik). d. b. Acuan a.1. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1267/MENKES/SK/XII/2004 tentang Standar Pelayanan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 2. Memiliki serta sarana dan prasarana pendukung pemeriksaan sesuai standar dalam rangka pengembangan pelayanan laboratorium. kimia klinik dan urinalisis. c. Hal ini dilakukan untuk melindungi kualitas lingkungan sekitar dari kegiatan RS agar tidak terjadi bahaya infeksi nosokomial. c. Tersedia ruang untuk pemeriksaan hematologi. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Tahun 2003. 45 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Layanan purna jual alat menjamin ketersediaan spare part dan reagen. b. tapi dalam keadaan rusak.

Perencanaan Detail Engineering Design (DED) IPAL dan jaringannya serta RAB. Pembuatan master plan. biologis maupun kimiawi. unit cost masing-masing daerah (lokasi rumah sakit berada) tersebut dibiayai dari APBD Provinsi. Kabupaten/Kota dengan prioritas: a. sudah dilakukan perataan. Mengetahui dan memahami kapasitas dan jenis IPAL serta peralatan pendukung yang dibutuhkan. 2 b. 1. Rumah Sakit tersebut belum mempunyai IPAL atau sudah mempunyai IPAL sebelum tahun 1985 dan rusak. Luas lahan dan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit berupa jumlah tempat tidur dan data pemakaian rata-rata air bersih per bulan. c. yang merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Perencanaan Detail Engineering Design (DED) IPAL dan jaringannya serta RAB. 2.Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berfungsi untuk mengolah air buangan yang berasal dari kegiatan yang ada di Rumah Sakit agar memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. pemadatan dan pematangan tanah). mempunyai sertifikat tanah. c. pertimbangan operasional serta kondisi dan letak geografis/topografi daerah. Mempunyai lahan siap bangun seluas minimal 100 m (lahan tidak dalam sengketa. Hal ini dituangkan dalam master plan. Perhitungan pengadaan IPAL Peralatan pendukung Instalasi Pengolahan Air Limbah/Limbah Cair dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. Kabupaten/Kota. Membuat surat pernyataan kesanggupan membiayai Pelaksanaan Operasional Dan Pemeliharaan yang b. Persyaratan Umum Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah dan peralatan pendukung untuk Rumah Sakit Pemerintah Provinsi. 46 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Peralatan pendukung adalah peralatan yang berfungsi mendukung dan memperlancar proses pengolahan air buangan baik pengolahan secara fisik. Persyaratan Teknis a. unit cost masing-masing daerah (lokasi rumah sakit berada) ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit dengan rekomendasi Dinas PU Pemda setempat diketahui oleh Bupati/Walikota.

Komponen yang bisa dicakup dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah: Pekerjaan Konstruksi IPAL meliputi: 1) Pekerjaan persiapan: bouplank. Membuat surat pernyataan kesanggupan membiayai uji laboratorium lingkungan terhadap influen dan efluen air limbah yang masuk dan keluar dari instalasi tersebut yang ditandatangani oleh Direktur RS dan diketahui oleh Bupati/Walikota selama minimal 4 bulan sekali dan melaporkannya ke Kementerian Kesehatan. mobilisasi 2) Pekerjaan struktur pondasi 3) Pekerjaan konstruksi IPAL 4) Plester. Membuat surat pernyataan kesanggupan menjaga agar efluen air limbah yang keluar dari instalasi tersebut memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. Rencana peletakan IPAL agar memperhatikan denah tata ruang di RS agar memudahkan operasional. Semua air limbah rumah sakit dialirkan ke IPAL. g. 2) Jauh dari area pemukiman masyarakat sekitar. laundry dan instalasi gizi/dapur harus dilakukan pengolahan pendahuluan (pre treatment) terlebih dahulu sebelum dialirkan ke IPAL. h. direksi kit.d. dan Ruang Laboratorium. blower dan ruang operator 6) Finishing IPAL 7) Pekerjaan equipment. hendaknya instalasi bangunan diletakkan dengan persyaratan lokasi sebagai berikut: 1) Jauh dari Area Ruang Pelayanan Medik dan Perawatan. acian IPAL dan water proofing 5) Fasilitas IPAL antara lain ruang panel. pemeliharaan. ditandatangani oleh Direktur RS dan diketahui oleh Bupati/Walikota setelah Pekerjaan Pembangunan selesai. Untuk itu. f. dengan kapasitas daya minimal serta pemasangan peralatan listrik lainnya. Produksi Makanan Rumah Sakit. kecuali air limbah dari ruang laboratorium. pembuatan panel listrik. yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota setelah Pekerjaan Pembangunan selesai. e. 8) Pagar Pelindung lokasi IPAL 9) Jaringan Air Limbah dan Bak Pengumpul 47 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . mekanikal dan elektrikal antara lain pemasangan blower dan pompa. dan keamanan limbah.

48 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 3) Teknologi IPAL yang dipilih harus mudah dalam pengoperasian dan pemeliharaan oleh operator 4) Mudah mencari suku cadangnya 5) Mempertimbangkan bentuk konstruksi IPAL yang bisa dipindah (moveable) untuk RS yang akan ada rencana perluasan lahan atau relokasi. Disarankan pihak RS mencari referensi dengan peninjauan ke RS yang telah memakai produk teknologi IPAL yang terbukti minimal 3 tahun effluentnya masih memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 Tahun 1995 dengan dibuktikan dengan hasil uji laboratorium lingkungan (yang terakreditasi) terhadap influent dan effluent air limbah. Pemerintah Daerah dan Pihak Rumah Sakit harus menyediakan dana untuk tenaga operator dan biaya operasional lainnya Penyedia produk teknologi IPAL wajib: 1) Memberi training operator IPAL RS. j. Acuan a. Pemilihan jenis dan kualitas instalasi bangunan pengolahan air limbah dilakukan oleh Pihak Rumah Sakit. Dalam pemilihan kualitas instalasi bangunan harus memperhatikan: 1) Kekuatan konstruksi bangunan 2) Teknologi IPAL yang dipilih harus sudah terbukti efluen (keluaran) air limbah hasil pengolahannya telah memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. dan diketahui oleh Bupati/Walikota. 2) Mengurus dan membuat surat Ijin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) untuk IPAL RS ke Badan Lingkungan Hidup setempat. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit.i. k. 3.

perbatasan dan kepulauan serta daerah bermasalah kesehatan. Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1. pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. Kusta. A. Kecacingan. Filariasis. Frambusia. 2011 dan apabila telah dipenuhinya kebutuhan akan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan di masing-masing b. Antraks.BAB VI MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN Penyediaan dan pengelolaan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan adalah bagian dari upaya untuk peningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar. Pes. Tuberkulosis. c. 49 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . terutama untuk pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal.A. ISPA dan lain-lain) serta Program Gizi dan Kesehatan Ibu Anak (KIA) dari yang telah disediakan melalui APBN Kementerian Kesehatan RI. serta secara tidak langsung mendukung pelayanan kesehatan sekunder dan tersier dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak. Alokasi berdasarkan biaya minimal perkapita obat penduduk miskin kuota Jamkesmas di Kabupaten/Kota dan biaya perkapita obat bagi seluruh penduduk Kabupaten/Kota. Menu DAK Subbidang Pelayanan Kefarmasian Tahun 2011 ditujukan untuk mendukung pencapaian ketersediaan obat terutama obat generik dan vaksin di Kabupaten/Kota. Penyediaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan dalam DAK Bidang Kesehatan TA 2011 Subbidang Pelayanan Kefarmasian dipergunakan sesuai dengan menu Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan yang terdapat dalam Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan T. reagensia dan vaksin skala Kabupaten/Kota (di luar imunisasi dasar) yang digunakan untuk pelayanan kesehatan dasar (PKD) (termasuk Bufferstock Kabupaten/Kota) serta kekurangan obat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Program Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) (Malaria. terpencil. perbaikan status gizi masyarakat. Diare. Meliputi obat generik. Persyaratan Umum a. perbekalan kesehatan.

Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Persyaratan Teknis a.q. Proses penyediaan dan penentuan harga Obat dan Perbekalan Kesehatan agar memperhatikan dan mengacu pada: SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Obat Generik. d. e. 2. serta Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan perihal Daftar Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. 50 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . e. c. penelaahan terhadap penyakit menular atau tidak menular yang memiliki angka kesakitan (morbiditas) dan atau angka kematian (mortalitas) yang tinggi. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional serta distribusi obat dan perbekalan kesehatan. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. perbekalan kesehatan. reagensia dan vaksin skala Kabupaten/Kota (di luar imunisasi dasar) mengacu pada Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN). Kabupaten/Kota selama 18 bulan dapat diperkenankan pengalihan alokasi anggaran Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan ke kegiatan lainnya dengan catatan masih dalam satu subbidang pelayanan kefarmasian dan dilaksanakan sesuai Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan TA 2011. perbekalan kesehatan.d. Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan ditujukan untuk obat generik. Pemilihan jenis obat. Dalam pemenuhan kebutuhan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan. SK Menteri Kesehatan RI Tentang Harga Alkes yang berfungsi sebagai obat. f. SK Menteri Kesehatan RI tentang harga Serum dan Vaksin b. kecuali Kepala Puskesmas mengajukan usulan kebutuhan obat di luar DOEN dan mendapatkan persetujuan Kepala Dinas Kesehatan. Membuat usulan Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan yang sesuai daftar obat Pelayanan Kesehatan Dasar dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. daerah melakukan berdasarkan metode konsumsi. Pengalihan alokasi di dalam sub bidang pelayanan kefarmasian sebagaimana butir (c) harus mendapatkan persetujuan Menteri Kesehatan c. reagensia dan vaksin di luar imunisasi dasar hasil penelahaan daerah yang dipergunakan hanya untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan Puskesmas Perawatan.

program Imunisasi. Rehabilitasi Instalasi Farmasi Kebutuhan akan rehabilitasi Instalasi Farmasi diperuntukkan bagi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota yang mengalami kerusakan sedang atau berat yang spesifikasinya telah ditentukan oleh instansi berwenang. b. 2) Mempunyai lahan yang matang/telah siap bangun (pembebasan. Pembangunan Baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota 1. d. c. Persyaratan Teknis a. pematangan lahan (pemerataan dan pemadatan) merupakan tanggung jawab 2 pemerintah daerah) dengan luas minimal 700 m . Perluasan Instalasi Farmasi Perluasan Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota diperuntukkan bagi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota yang memiliki luas penyimpanan kurang dari standar minimal penyimpanan (<500 2 m ). 2. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional dan pemeliharaan Instalasi Farmasi. gambar/blok plan. SK Menkes RI tentang Pedoman Teknis Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar. B. SK Menkes RI tentang Harga Perbekalan Kesehatan dan Obat Gigi dan peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. Pembangunan Baru Instalasi Farmasi 1) Kabupaten/Kota yang belum memiliki Instalasi Farmasi. unit cost (per m ) dan RAB. Unit cost masing-masing daerah ditetapkan oleh Dinas PU Pemda setempat dan ditandatangani oleh 51 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Pembangunan Baru Instalasi Farmasi 1) Luas lahan dan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berupa volume obat dan perbekalan kesehatan 2 yang akan disediakan (minimal luas lahan 700 m dan 2 minimal luas bangunan 500m ). SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Pengadaan Obat anti Tuberculosis-FDC. sertifikat tanah. 2) Membuat usulan pembangunan dengan melampirkan 2 master plan. Persyaratan Umum a.

Unit cost masing-masing daerah ditetapkan oleh Dinas PU Pemda setempat dan ditandatangani oleh Kepala Dinas dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Denah tata ruang Rencana tata ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan serta mengacu pada buku Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Proses pengadaan rehabilitasi dan perluasan bangunan harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Proses pengadaan pembangunan harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Denah rehabilitasi dan perluasan rencana tata ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan serta mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota.3) 4) 5) Kepala Dinas dan diketahui oleh Bupati/Walikota setempat. Membuat usulan rehabiltasi dan perluasan pembangunan dengan melampirkan master plan. Rehabilitasi dan Perluasan Instalasi Farmasi 1) Rehabilitasi dan Perluasan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berupa luas dan volume obat dan perbekalan kesehatan dari perbekalan kesehatan yang harus disediakan. b. gambar/blok plan. unit 2 cost (per m ) dan RAB. 2) 3) 4) 5) 52 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Palet. Generator Set. Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. 2) Sarana pendukung yang rusak berat. Printer. 3) Kapasitas sarana pendukung yang tidak memadai (lebih kecil dari kebutuhan). 3) Sarana Pengamanan yaitu Alarm dan Tabung Pemadam Kebakaran. d. Uninterruptable Power Supply (UPS). c. Refrigerator. b. Sarana pendukung Instalasi Farmasi hanya diperbolehkan untuk: 1) Sarana penyimpan yaitu Cold Chain (Vaccine Cooler). 2. Persyaratan Teknis a. Rak Obat dan Perbekalan Kesehatan dan Lemari Khusus Obat Narkotika dan Psikotropika. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional dan pemeliharaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi. pertimbangan operasional serta kondisi dan letak geografis/topografi daerah. Pendingin Udara (AC). berupa Faksimile. Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi 1. Persyaratan Umum a. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pengadaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. 5) Sarana Telekomunikasi.C. b. 53 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Proses pengadaan harus mengacu kepada peraturan perundangundangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. 4) Sarana Pengolah data yaitu Komputer. Membuat usulan pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi dengan melampirkan RAB dan Unit Cost yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Sarana pendukung Instalasi Farmasi hanya untuk Kabupaten/Kota dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Belum memiliki sarana pendukung tersebut. Hand Forklift. 2) Sarana Distribusi yaitu kendaraan Mobil Roda Empat. c.

e. 4. Pedoman Teknis Pengadaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Pengadaan Obat anti Tuberculosis-FDC yang berlaku. mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota. 7. Acuan 1. Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berlaku 54 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Obat Generik yang berlaku. 8. Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang harga Serum dan Vaksin Program Imunisasi yang berlaku. D. Keputusan Menteri Kesehatan RI Tentang Harga Alkes yang berfungsi sebagai obat bagi pelayanan program kesehatan pemerintah yang berlaku. 2. 6. Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota disesuaikan dengan kebutuhan. SK Menkes RI tentang Harga Perbekalan Kesehatan dan Obat Gigi yang berlaku. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan perihal Daftar Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. 3. 5. Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN) yang berlaku. 9.

Review atas laporan triwulan yang disampaikan oleh Gubernur/Bupati/Walikota dan Dinas Kesehatan Provinsi setiap akhir triwulan sesuai dengan format laporan. output sejauh mana bila memungkinkan sampai outcome dan impact. Kunjungan lapangan. kesesuaian pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran – Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) dengan petunjuk teknis dan pelaksanaan di lapangan. Ruang lingkup pemantauan hanya pada aspek teknis. Pemantauan DAK bidang kesehatan dilakukan dengan 3 (tiga) cara. pelaksanaan. Forum koordinasi untuk menindaklanjuti hasil review laporan dan atau kunjungan lapangan. 3. serta realisasi waktu pelaksanaan. meliputi : kesesuaian antara kegiatan DAK Bidang Kesehatan dengan usulan kegiatan yang ada dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). proses. 2. dan pemanfaatan DAK ke depan. lokasi. PEMANTAUAN DAN EVALUASI Pemantauan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 merupakan suatu kegiatan untuk memastikan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan di Provinsi/Kabupaten/Kota tepat waktu dan tepat sasaran sesuai dengan penetapan alokasi DAK Bidang Kesehatan TA 2011 dan Juknis DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011.BAB VII PEMANTAUAN. pengalokasian. Selain itu pemantauan untuk mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan TA 2011. yaitu: 1. Ruang lingkup evaluasi pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan meliputi pencapaian sasaran kegiatan DAK berdasarkan input. EVALUASI DAN PELAPORAN A. 55 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . yang nantinya digunakan untuk perbaikan perencanaan dan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012. Evaluasi DAK Bidang Kesehatan merupakan evaluasi terhadap pemanfaatan DAK bidang kesehatan untuk memastikan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan bermanfaat bagi masyarakat di Provinsi/Kabupaten/Kota mengacu pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional serta sebagai masukan untuk penyempurnaan kebijakan dan pengelolaan DAK Bidang Kesehatan yang meliputi aspek perencanaan. dan sasaran pelaksanaan dengan perencanaan.

Evaluasi DAK Bidang Kesehatan dilakukan dengan 3 (tiga) cara. 1. Pemantauan dan evaluasi dilakukan oleh Organisasi Pelaksana dan atau Tim Koordinasi di tingkat Pusat. dan Menteri Dalam Negeri Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK. Laporan triwulan. Studi evaluasi. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian harus menyampaikan laporan triwulan yang memuat pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK kepada: 1. Review atas laporan akhir yang disampaikan oleh Gubernur/Bupati/Walikota setiap akhir tahun sesuai dengan format laporan sesuai dengan format 3. B. Menteri Keuangan Penyampaian laporan triwulan pada kegiatan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir (Maret. c. Laporan akhir merupakan laporan pelaksanaan akhir tahun. 56 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . PELAPORAN Kepala SKPD penerima DAK Bidang Kesehatan TA 2011 sebagai penanggung jawab anggaran sarana pelayanan kesehatan dasar. Provinsi. yang disampaikan selambat-lambatnya 14 hari setelah akhir triwulan berakhir. Juni. Forum koordinasi untuk menindaklanjuti hasil pemantauan dan atau evaluasi pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan. Menteri Dalam Negeri. JENIS PELAPORAN Laporan dari kegiatan pemantauan teknis pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan terdiri: a. September dan Desember). yaitu: 1. 3. sesuai dengan format 1 dan 2. Menteri Keuangan. Menteri Kesehatan 2. sesuai dengan format 3 ALUR PELAPORAN 2. Laporan penyerapan DAK disampaikan kepada Menteri Keuangan berdasarkan PMK Nomor 126/PMK. 3. 2. yang disampaikan dua bulan setelah tahun anggaran berakhir.07/2010 tentang Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Anggaran Transfer Ke daerah dan PMK Nomor 216/PMK. b. dan Kabupaten/Kota sesuai dengan petunjuk teknis dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Meneg PPN/Kepala Bappenas.07/2010 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011.

p Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Kementerian Kesehatan. Laporan triwulan selanjutnya dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan u. sesuai dengan SEB tahun 2008 dan Juknis DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 disampaikan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. dan selanjutnya sekretaris daerah melakukan kompilasi terhadap laporan SKPD tersebut (SEB Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK).Pelaksanaan pelaporan triwulan baik tingkat Kabupaten/Kota maupun tingkat provinsi disampaikan dari SKPD kepada sekretaris daerah. Alur Laporan triwulan di tingkat Propinsi Ket : Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 : laporan langsung SEB 57 : laporan langsung TI HUS AD A BAK . SKPD Kabupaten/Kota/Provinsi menyampaikan laporan kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan selanjutnya Dinas Kesehatan Provinsi melakukan kompilasi terhadap laporan SKPD tersebut. Alur Laporan Triwulan di Tingkat Kabupaten/Kota SKEMA LAPORAN TRIWULAN PELAKSANAAN DI KABUPATEN/KOTA SKPD SEKDA KABUPATEN/ KOTA BUPATI/ WALIKOTA MENTERI KEUANGAN MENTERI DALAM NEGERI DINAS KESEHATAN PROVINSI MENTERI KESEHATAN Bagan 2. Pelaporan triwulan lainnya sesuai dengan Petunjuk Teknis DAK tahun 2011. Bagan 1. Laporan triwulan tingkat Kabupaten/Kota dan tingkat provinsi.

SKEMA LAPORAN TRIWULANPELAKSANAAN DI PROPINSI SKPD SEKDA PROVINSI GUBERNUR MENTERI KEUANGAN MENTERI DALAM NEGERI DINAS KESEHATAN PROVINSI MENTERI KESEHATAN Ket : : laporan langsung SEB : laporan langsung 58 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Pembangunan baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi 2 3 Total Mengetahui.. Dst . Kepala Dinas Kesehatan Prov. Juta) 6 7 Jumlah Satuan Keuangan (%) 8 Fisik (%) 9 Pelaksanaan Kegiatan Realisasi Kesesuaian antara DPASKPD dengan Juknis Ya 10 Tidak 11 Permasalahan Kode Masalah **) Upaya Pemecahan Masalah yang diharapkan 12 1 2 3 4 5 II 1 Pelayanan Kefarmasian Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1. Jenis obat 1 2. Juta) 1 I 2 PELAYANAN KESEHATAN DASAR Puskesmas Puskesmas Perawatan Poskesdes Pengadaan Sistim Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak 3 4 Pendamping (Rp. Jenis obat 2 3.LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SARANA PELAYANAN KESEHATAN DASAR DAN PELAYANAN KEFARMASIAN TRIWULAN I/II/III/IV *) Provinsi : Kabupaten/Kota : Perencanaan Kegiatan Jumlah No Jenis Kegiatan Jumlah Satuan DAK (Rp. Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota Nama NIP Nama NIP 59 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 1. Juta) 5 Total (Rp.

 Kolom 4 diisi dengan satuan dari kolom 3.  Kolom 5 diisi dengan besarnya alokasi DAK Bidang Kesehatan (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan.  Kolom 10 diisi dengan Kesesuaian antara DPA-SKPD dengan Juknis  Kolom 11 diisi dengan kode masalah dibawah ini: Kode Masalah **) 1 Permasalahan terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2 Permasalahan terkait dengan petunjuk teknis 3 Permasalahan terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran (SKPD) 4 Permasalahan terkait dengan DPA-SKPD 5 Permasalahan terkait dengan SK Penetapan Pelaksanaan Kegiatan 6 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak 7 Permasalahan terkait dengan Persiapan Pekerjaan Swakelola 8 Permasalahan terkait dengan Penerbitan SP2D 9 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak 10 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Swakelola 60 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .  Kolom 9 diisi dengan persentase fisik sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).  Kolom 6 diisi dengan jumlah kegiatan yang terealisasi pada sarana dan prasarana kesehatan.  Kolom 7 diisi dengan satuan dari kolom 6  Kolom 8 diisi dengan realisasi penggunaan DAK (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).Petunjuk pengisian :  Kolom 2 diisi dengan jenis kegiatan sesuai dengan juknis  Kolom 3 diisi dengan jumlah kegiatan pada sarana dan prasarana kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Direktur RS/Kepala Labkesda Nama NIP 61 TI Nama NIP Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS AD A BAK . Rehabilitasi ruang maternal/ neonata c. Juta ) 5 T ot al (R p. Peralatan PONEK RS UTDRS/BDRS a. Pembangunan baru b. Peralatan BDRS/UTD IGD RS a.LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN TAHUN 2011 SARANA PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN TRIWULAN I/II/III/IV *) Provinsi : Kabupaten/Kota : Perencanaan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Kesesuaian antara DPASKPD dengan Juknis Permasalahan Upaya Pemecahan Masalah yang diharapkan Jumlah N O Realisasi Masal ah Jenis Kegiatan Juml Sat DA K (Rp. Rehabilitasi TT set c. Ju ta ) Juml Sat Keu ang an (%) Fisik (%) Y a Tidak 1 1 2 PONEK RS a. Peralatan Pengadaan Peralatan Pemeriksaan Hematologi. Urinalisis Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Total 3 4 6 7 8 9 10 11 12 2 3 4 5 6 Mengetahui. Juta ) Pen dam ping (Rp. Peralatan IGD RS Fasilitas TT Kelas III a. Pembangunan baru b. Kimia Klinik. Rehabilitasi/ Penyesuaian Gedung c. Pembangunan baru b. Rehabilitasi c. Pembangunan Baru b.

 Kolom 4 diisi dengan satuan dari kolom 3. Permasalahan terkait dengan SK Penetapan Pelaksanaan Kegiatan 6. Permasalahan terkait dengan Persiapan Pekerjaan Swakelola 8. Permasalahan terkait dengan DPA-SKPD 5. Permasalahan terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran (SKPD) 4. Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Swakelola 62 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Permasalahan terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2. Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak 7.  Kolom 10 diisi dengan Kesesuaian antara DPA-SKPD dengan Juknis  Kolom 11 diisi dengan kode masalah dibawah ini: Kode Masalah 1.  Kolom 6 diisi dengan jumlah kegiatan yang terealisasi pada sarana dan prasarana kesehatan.  Kolom 9 diisi dengan persentase fisik sampai dengan triwulan I/II/III/IV *). Permasalahan terkait dengan Penerbitan SP2D 9. Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak 10. Permasalahan terkait dengan petunjuk teknis 3.Petunjuk pengisian :  Kolom 2 diisi dengan jenis kegiatan sesuai dengan juknis (untuk pengadaan peralatan laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota disebutkan jenis peralatan yang diperoleh)  Kolom 3 diisi dengan jumlah kegiatan pada sarana dan prasarana kesehatan.  Kolom 7 diisi dengan satuan dari kolom 6  Kolom 8 diisi dengan realisasi penggunaan DAK (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).  Kolom 5 diisi dengan besarnya alokasi DAK Bidang Kesehatan (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan.

c. Evaluasi b. Umum b. PENDAHULUAN a. Latar belakang b. Penganggaran iii. Pelaksanaan iv. Rekomendasi kebijakan untuk pemerintah pusat 63 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Saran dan masukan daerah b.SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR DANA ALOKASI KHUSUS I. PENUTUP a. Tujuan penulisan laporan II. Proses dan mekanisme koordinasi Per bidang DAK III. Perencanaan ii. Per bidang DAK PERMASALAHAN DAN KENDALA PELAKSANAAN DAK a. Khusus i. HASIL PELAKSANAAN DAK a. Umum i. Pemantauan. IV. Keberadaan dan peran tim koordinasi ii. dan v.

sehingga warga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan bermutu. terutama daerah dengan derajat kesehatan yang belum optimal.BAB VIII PENUTUP Petunjuk Teknis ini dibuat untuk dijadikan acuan penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 yang diarahkan untuk kegiatan yang dapat meningkatkan daya jangkau dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Provinsi/Kabupaten/Kota. 64 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

65 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 66 .

2.LAMPIRAN 1 DEFINISI OPERASIONAL 1. kekurangan atau keterbatasan prasarana dan sarana perhubungan. 7. 3. fungsi dan tanggungjawab antara perempuan dan laki-laki yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman dan dukungan masyarakat itu sendiri. Daerah Kepulauan Suatu gugusan pulau. yang menimbulkan kesulitan bagi penduduk yang tinggal di wilayah tersebut. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 6. Gender Pandangan masyarakat tentang perbedaan peran. 5. 4. dan lain-lain wujud alamiah yang hubungannya satu sama lain demikian eratnya. Daerah Terpencil Kecamatan atau desa yang karena letak dan atau kondisi alam memiliki kesulitan. Daerah Perbatasan Daerah dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbatasan langsung dengan wilayah kedaulatan negara tetangga. Daerah Tertinggal Suatu daerah kabupaten yang masyarakat serta wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional. SLTP serta kebutuhan sekunder lain. BOR (Bed Occupancy Rate) kelas III RS Persentase pemanfaatan tempat tidur di kelas III untuk pelayanan rawat inap pasien miskin/tidak mampu di rumah sakit dalam kurun waktu tertentu. termasuk bagian pulau dan perairan di antara pulau pulau tersebut. persediaan kebutuhan 9 bahan pokok. 8. pelayanan kesehatan. baik perbatasan darat dan laut. Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota Suatu unit pengelola obat dan perbekalan kesehatan di kabupaten/kota untuk mendukung ketersediaan obat dalam pelayanan kesehatan dasar. Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) Unit di rumah sakit yang mempunyai peran dalam mendukung pelayanan darah yang berkualitas di rumah sakit dengan sistem satu pintu.

Menggunakan Jamban Sehat. Kesetaraan Gender Perempuan dan laki-laki menikmati status yang sama dan memiliki kondisi yang sama untuk menggunakan hak-haknya dan kemampuannya secara penuh dalam memberikan kontribusinya kepada pembangunan politik. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . dan budaya. Balita Ditimbang Setiap Bulan. Memberantas Jentik Di Rumah Sekali Seminggu. 36 Tahun 2009 pasal 30 ayat 2a). Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008. sebagai contoh: Pustu menjadi Puskesmas atau Puskesmas menjadi Puskesmas perawatan. Peningkatan Peningkatan status Puskesmas. Kesehatan Kabupaten/Kota yang berada di merupakan UPTD pemerintah Kabupaten/Kota Tingkat Pertama (Pelayanan Kesehatan 12. ekonomi. Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Laboratorium Dinas Kabupaten/Kota dan setempat. Bayi Diberi Asi Eksklusif. Pelayanan Kesehatan Primer/Dasar) Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Keadilan Gender Langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan berbagai hal yang secara sosial dan menurut sejarah telah menghambat perempuan dan lakilaki untuk bisa berperan dan menikmati hasil dari peran yang dimainkannya. 13.9. 14. 15. Peralatan kesehatan Peralatan dasar minimal (medis dan non medis) untuk Puskesmas dan jaringannya sebagaimana mengacu pada buku Pedoman Peralatan. 11. (sesuai UU No. Mencuci Tangan Dengan Air Bersih Dan Sabun. sosial. Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah rumah tangga yang seluruh anggotanya berperilaku hidup bersih dan sehat. Keadilan gender mengantar ke kesetaraan gender 10. Menggunakan Air Bersih. yang meliputi 10 indikator yaitu : Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan.

Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. 21. Puskesmas Unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. 17. sebelum dirujuk ke institusi rujukan. Pondok Bersalin Desa (Polindes) Bentuk Upaya Kesehatan Bersumber-daya Masyarakat (UKBM) yang didirikan dengan bantuan pemerintah atau masyarakat atas dasar musyawarah untuk memberikan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak/Keluarga Berencana (KIA/KB)serta pelayanan kesehatan lainnya yang sesuai dengan kemampuan bidan. Perluasan Penambahan ukuran dan/atau penambahan ruangan untuk peningkatan fungsi pelayanan. 18. Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari.Makan Sayur Dan Buah Setiap Hari. Dan Tidak Merokok Di dalam rumah. Puskesmas Perawatan Puskesmas yang dilengkapi dengan fasilitas perawatan berfungsi sebagai rujukan antara dan dapat melaksanakan tindakan pra rujukan (bila diperlukan). 19. maka pengertian rumah tangga berPHBS adalah rumah tangga yang memenuhi 7 indikator. Pulau Terluar Pulau dengan luas area kurang atau dengan 2000 Km (dua ribu kilometer persegi) yang memiliki titik-titik dasar koordinat geografis yang menghubungkan garis pangkal laut kepulauan sesuai dengan hukum internasional dan nasional. tidak ada bayi dan tidak ada Balita. 20. Puskesmas Pembantu Unit pelayanan kesehatan sederhana yang merupakan bagian integral dari Puskesmas yang melaksanakan sebagian tugas Puskesmas. termasuk kelengkapan/sarana pendukungnya. Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 2 TI HUS AD A BAK . 16. Apabila dalam rumah tangga tersebut tidak ada ibu yang melahirkan. 22.

Responsif Gender Perhatian yang konsisten dan sistematis terhadap perbedaan-perbedaan perempuan dan laki-laki di dalam masyarakat. Ruang Persalinan Suatu ruangan/tempat yang digunakan untuk melakukan pertolongan persalinan pada ibu melahirkan dan penanganan bayi baru lahir. bidan dan perawat terlatih PONED dan mampu memberikan pelayanan langsung terhadap ibu hamil/ibu bersalin. 24. yang disertai upaya menghapus hambatan-hambatan struktural dalam mencapai kesetaraan 27.23. Ditjen. Perawat/Bidan yang bertugas di Puskesmas. 26. Puskesmas PONED dapat melakukan pengelolaan kasus dengan komplikasi tertentu sesuai dengan tingkat kewenangan dan kemampuannya atau melakukan rujukan ke Rumah Sakit. baik struktural maupun non struktural yang apabila setelah diperbaiki masih dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. PONED Kit Peralatan yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program/ pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil/ibu bersalin. baik yang datang sendiri atau atas rujukan kader/masyarakat. Bidan di desa dan Puskesmas non perawatan. Rehabilitasi Upaya memperbaiki kerusakan bangunan yang terjadi agar bangunan dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. 28. nifas dan bayi baru lahir di Puskesmas (mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas. Neonatal. 29. Rusak Berat Kerusakan berat adalah kerusakan pada sebagian besar komponen bangunan. Depkes RI. ibu nifas dan bayi baru lahir. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 30. Rumah Dinas Rumah yang diperuntukkan bagi Dokter/Dokter Gigi. Puskesmas PONED Puskesmas perawatan yang memiliki Dokter. Bina Kesmas. 2008) 25. Emergency dan Komprehensif) Rumah Sakit siap PONEK 24 jam adalah Rumah Sakit yang menyelenggarakan pelayanan kedaruratan maternal dan neonatal secara komprehensif dan terintegrasi selama 24 jam. Rumah Sakit Siap PONEK (Pelayanan Obstetri.

RS (Instalasi Gawat Darurat/IGD-High Care Unit/HCU-Intensive Care Unit/ICU-kamar jenazah) dan antar RS. Sensitif Gender Kemampuan untuk memberikan perhatian secara konsisten dan sistematis untuk melihat perbedaan kebutuhan perempuan dan laki-laki dalam upaya mencapai keadilan gender 34. SPGDT (Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu) Sistem penanganan penderita gawat darurat pra RS (di tengah masyarakat. kebutuhan dan aspirasi yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Poskesdes. Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) Salah satu instalasi di RS yang mempunyai peran sebagai penyedia darah transfusi yang aman (lulus skreening IMLTD/Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Puskesmas. selama dalam transpor). 32. 35. 33. Sarana pendukung Fasilitas/alat-alat untuk mendukung terselenggaranya suatu kegiatan.Penentuan tingkat kerusakan adalah setelah berkonsultasi dengan instansi teknis setempat yang bertanggung jawab terhadap pembinaan bangunan gedung. 31. Sarana dan Prasarana yang Responsif Gender Sarana prasarana peralatan kesehatan yang mengakomodasikan permasalahan.

LAMPIRAN 2 STANDAR PERALATAN DAN LOGISTIK POS KESEHATAN DESA (POSKESDES) Peralatan dan logistik Pos Kesehatan Desa meliputi peralatan medis. bahan habis pakai. dan alat penyuluhan.5 cm Pinset anatomis 18 cm Semprit glycerin 30 cc Surgical hand brush terbuat dari nylon Sonde uterus Sterilisator Celemek plastik (short) panjang 52 inchi Perlak tebal lunak (200x90 cm) AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS A BAK . 14 F Alat pemasang IUD Alat pengait IUD Gunting bedah standar lurus Gunting bedah standar lurus ujung tajam/tajam Gunting bedah standar lurus ujung tajam/tumpul Gunting bedah standar lurus ujung tumpul/tumpul Kateter karet No. peralatan non medis. 10 (Nelathon) steril Kateter karet No. Lee Alat resusitasi tabung dan sungkup/ resusitator infant Nasogastric tube no. 14 (Nelathon) steril Kateter logam no. obat. 12 untuk wanita Klem tampon uterus 25 cm (bozeman) Klem tampon uterus 25 cm (schroder) Korentang lengkung penjepit alat steril 23 cm (Cheattle) Korentang penjepit sponge (Forester) Pinset anatomis 14. Adapun peralatan dan logistik minimal yang harus ada di Pos Kesehatan Desa adalah sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 TI Nama Alat Bidan kit Meja gynekologi Meteran Palu pengukur reflex Pelvimeter obstetrik pengukur panggul Spekulum vagina (cocor bebek ukuran besar) Spekulum vagina (cocor bebek ukuran sedang) Spekulum vagina (cocor bebek ukuran kecil) Stetoskop dupleks dewasa Foetal Stetoskop pinnard monorial alumunium Sudip lidah panjang Tensimeter Tensimeter manset anak Termometer klinis Termometer bayi ARI timer Pipet tetes 3 ml plastic Alat pengisap lendir Dr.

5 Baki logam tempat alat steril Mangkok untuk larutan Meja instrumen alat Hemoglobin set (Sahli) Silinder korentang steril 17 cm Standart Waskom Torniquet karet Waskom bengkok (Nier-bekken) 12 cm Waskom cekung 36 cm Waskom cuci 40 cm Tiang infuse Pompa Payudara untuk ASI Doppler Timbangan injak dewasa 136 kg Timbangan dacin 25 kg Timbangan bayi Timbangan dewasa + tinggi badan Alat pengukur panjang badan bayi type caliper Infus set pediatric pak isi 10 Vena cateter for infant no.5 Sarung tangan sebatas siku ukuran 5.5 cm) Blood lancet 28 G Bowel metal 12 cm Catgut plain 2/0.6. Lee ARI timer untuk bayi standar Unicef Autoclik device Baby scale 7 kg + celana Bak instrumen 509 (21x11x4.5 cm (expired date minimum 3 tahun) Jumlah 1 2 1 1 1 1 1 2 1 HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 26 G pak isi 10 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 Spuit disposible 1 cc Spuit disposible 2.42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 Sarung tangan ukuran 5.7 & 7. 1. Bidan Kit No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 TI Nama Alat Apron plastik tebal Alat pengisap lendir Dr.6.5 cc Tempat tidur periksa Tempat tidur tindakan (persalinan) Tempat tidur pasien rawat inap Boks bayi Selimut bayi Lemari alat Lemari arsip Meja biro Kursi Bangku tunggu Tempat tidur periksa 1.7 & 7.

tajam/tumpul Gunting tali pusat 16 cm HB Talquis book Hechting Nald.5 m Mucous suction (pengisap lendir) Nasogastric tube no. 7. 12 Duk kain katun 60x60 cm steril Funduscope kayu/ foetal stetoscope Gunting episiotomi 14 cm Gunting operasi lurus 14 cm. 23 & 25 G 10 2 1 1 1 1 1 1 1 5 5 5 5 1 2 1 5 2 2 5 2 1 1 1 1 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 TI 30 ps 2 1 1 2 1 1 1 1 box 1 box 1 1 1 1 1 1 10 1 HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 14 F Needle holder Mayo 14 cm Nelathon catheter no. GR 12 Hechting Nald.10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Kateter disposible No. GT 12 Infusion set dewasa Infusion set paediatric IV catheter no 18 G IV catheter no.5. 12 steril Nier-bekken 20 cm stainless Pinset anatomi 14 cm stainless Pinset bedah 14 cm stainless Pinset bedah 18 cm stainless Resusitator bayi standart : Balon resusitasi untuk bayi baru lahir (tidak boleh melebihi 750ml) Sungkup bertepi dengan bantalan nomor 0 (BBLR) dan nomor 1 (bayi cukup bulan) Sarung tangan bedah no. 7. 6. 26 untuk bayi Jarum disposible 23 G. box/ 100 Kocker lurus 16 cm. stainless Meteran/ metline 1.5 Selimut bayi Senter besar Setengah kocker ss 14 cm Sheet plastik tebal Sikat tangan dari nylon halus Tensimeter Spiritus lamp sumbu 2 Spuit disposible 1 cc Spuit disposible 3 cc Stetoskop duplex dewasa + 1 membran + 1 ps ear loop Termometer bayi axilla Termometer digital 8 detik Timbangan bayi 20 kg Timbangan dewasa 130 kg Ukuran lengan ibu hamil Umbilical cord klem bahan nylon Tas bidan kit Tas partus kit Selimut bayi Wing Needle No.

LAMPIRAN 3 DAFTAR 183 KABUPATEN TERTINGGAL No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Provinsi ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Lampung Lampung Lampung Lampung TI Nama Kabupaten Simelue Aceh Singkil Aceh Selatan Aceh Timur Aceh Barat Aceh Besar Aceh Barat Daya Gayo Lues Nagan Raya Aceh Jaya Bener Meriah Pidie Jaya Nias Barat Nias Utara Nias Tapanuli Tengah Nias Selatan Pakpak Barat Kepualauan Mentawai Pesisir Selatan Solok Sawahlunto/ Sijunjung Padang Parian Solok Selatan Dharmas Raya Pasaman Barat Ogan Komering Ilir Lahat Musi Rawas Banyu Asin OKU Selatan Ogan Ilir Empat Lawang Kaur Seluma Muko-Muko Lebong Kepahiang Bengkulu Tengah Pesawaran Lampung Barat Lampung Utara Way Kanan No 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 Provinsi Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Timur Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Gorontalo Gorontalo Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Maluku Maluku Nama Kabupaten Kayong Utara Seruyan Barito Kuala Hulu Sungai Utara Kutai Barat Malinau Nunukan Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Kepulauan Sitaro Banggai Kepulauan Banggai Morowali Poso Donggala ToliToli Buol Parigi Moutong Tojo Una-Una Sigi Selayar Jeneponto Pangkejene Kepulauan Toraja Utara Buton Muna Konawe Konawe Selatan Bombana Wakatobi Kolaka Utara Konawe Utara Buton Utara Gorontalo Utara Boalemo Pohuwato Majene Polewali Mandar Mamasa Mamuju Mamuju Utara Maluku Tenggara Barat Maluku Tengah HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Bangka Belitung Kepulauan Riau Kepulauan Riau Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Banten Banten NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Bangka Selatan Natuna Anambas Sukabumi Garut Bondowoso Situbondo Bangkalan Sampang Pamekasan Pandeglang Lebak Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Sumbawa Nagekeo Sumba Tengah Sumba Barat Daya Manggarai Timur Sabu Raijua Sumba Barat Sumba Timur Kupang Timor Tengah Selatan Timor Tengah Utara Belu Alor Lembata Flores Timur Sikka Ende Ngada Manggarai Rote Ndao Manggarai Barat Sambas Bengkayang Landak Sanggau Ketapang Sintang Kapuas Hulu Sekadau Melawi 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Buru Kepulauan Aru Seram Bagian Barat Seram Bagian Timur Maluku Barat Daya Buru Selatan Halmahera Barat Halmahera Tengah Kepulauan Sula Halmahera Selatan Halmahera Utara Halmahera Timur Morotai Kaimana Teluk Wondama Teluk Bintuni Sorong Selatan Sorong Raja Ampat Tambrau Maybrat Merauke Jayawijaya Nabire Biak Numfor Paniai Puncak Jaya Mimika Boven Digoel Mappi Asmat Yahukimo Pegunungan Bintang Tolikara Sarmi Keerom Yapen Waropen Supiori Mamberamo Raya Lany Jaya Mamberamo Tengah Nduga Yalimo Puncak Dogiyai Deiyai Intan Jaya TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

38.00 BT 1 1 Minahasa Utara Sitaro Sangihe Sangihe Sangihe Talaud Talaud Talaud MALAYSIA PHILIPIN A PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA 01.06 LU 125.41 BT 04.18.07.LAMPIRAN 4 DAFTAR NAMA PULAU-PULAU TERLUAR BERPENDUDUK RI YANG BERBATASAN DENGAN NEGARA TETANGGA NO NAMA PULAU KAB /PROV Sumut 1 Simuk Nias Selatan Kep Riau 2 3 4 Karimun Anak Pelampong Subi Kecil Karimun Batam Natuna Bengkulu 5 Enggano Bengkulu Utara Jateng 6 Nusakambangan Cilacap NTT 7 Alor Alor Kaltim 8 9 Maratua Sebatik Berau Nunukan Sulut 10 11 12 13 14 15 16 17 Mantehage Makalehi Kawaluso Kawio Marore Miangas Marampit Kakarutan AD A BAK NEGARA BATAS TITIK KOORDINAT PDDK Ada Tdk LAUT LEPAS 00.07.51.00 LS 117.23.36 LU 127.02.05 LS 109.54.40.50 LS 125.59 LU 103.41 BT 04.14 BT 1 MALAYSIA SINGAPURA MALAYSIA 01. LU 126.25.47.16.37.13 LS 102.34 BT 1 TIMOR LESTE 08.14 LU 125.42 BT 05.12 LU 118.51 BT 02.18 LU 127.55 BT 1 MALAYSIA MALAYSIA 02.09.02.01.34.31.51 LU 108.15.44.53 BT 1 1 1 1 1 1 1 1 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS .32 BT 04.44.28.46.54 BT 04.09.05.41.41 LU 103.10.13.33 LS 97.52 BT 1 1 1 LAUT LEPAS 05.45.28 BT 04.00 BT 1 AUSTRALIA 07.43.58 BT 03.50.09.47 LU 124.15 LU 125.08.20 BT 01.59 BT 04.34.14.16 LU 125.

LAMPIRAN 5 DAFTAR 101 PUSKESMAS PRIORITAS PROGRAM YANKES DTPK STATUS NO PRO PINSI KABUPATEN KECAMATAN NAMA PUSKESMAS TT Nias Selatan Pulau-Pulau Batu 2 KEPRI Natuna Pulau Laut Subi Serasan Pulau Laut Subi* Serasan 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Pbtsn & PPKT Perbatasan Pulau Tello 1 1 Pulau terluar Non TT JML Keterangan 1 SUMUT Karimun Tebing Batam Belakang Padang 3 BENGKULU Bengkulu Utara Enggano Enggano 1 1 Pulau terluar Blk Padang 1 1 Pulau terluar Tebing 1 1 Pulau terluar 4 KALBAR Sambas Paloh Sajingan Besar Paloh Sajingan 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Sanggau Entikong Sekayam Sintang Ketungan Hulu Ketungan Tengah Kapuas Hulu Nanga Kantuk Sei Antu Badau Desa Sepandan Nanga Kantuk Puring Kencana Badau Lanjak Ba Martinus A BAK Entikong Balai Karangan 1 1 1 1 Senaning Merakai 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 .

Talaud Siding Jagoi Babang 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Tiong Ohang Long Pahangai 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Lg.Pujungan Long Ampung Long Alango 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Long Bawan Long Ayu Mansalong Nunukan Setabu (*) Aji Kuning(*) Sei Nyamuk(*) Pembeliangan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Perbatasan Maratua 1 1 Pulau terluar Miangas Karatung(*) Dapalan (*) Gemeh Gemeh(*) Kakorutan Minahasa Utara Sangihe Kendahe Tabukan Utara Sitaro 7 SULTENG Toli-Toli Siau Barat Kendahe Marore Ondong Wori Wori 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Nawang Data Dian Lg.NO PROPINSI KABUPATEN Bengkayang KECAMATAN NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan Seluas Jagoi Babang 5 KALTIM Kutai Barat Long Apari Long Pahangai Malinau Kayan Hulu Kayan hilir Pujungan Kayan Selatan Bahau Hulu Nunukan Krayan Krayan Selatan Lumbis Nunukan Sebatik Sebatik Sebatik Sebuku Berau (*) Maratua 6 SULUT Kep.

NO PROPINSI KABUPATEN KECAMATAN Dampal Utara NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan 1 Pulau terluar Ogutua 1 8 NTT Kupang Amfoang Utara Amfoang Timur TTU Miomafo Barat Miomafo Barat Miomafo Timur Miomafo Timur Miomafo Barat Insana Utara Belu Tasifeto Timur Lamaknen Lamaknen Tasifeto Barat Kobalima Raihat Kakuluk Mesak Kakuluk Mesak Raimanuk Alor Alor Selatan Alor Timur Alor Barat Daya Mataru Padang Alang Maritaing Buraga Kalunan 1 1 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Wedomu Weluli Nualain Laktutus Alas Haekesak Silawan Haliwen Webora 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Eban Tasinifu Nunpene Bitefa Oeolo Wini 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Naikliu Noelpoi 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan 9 MALUKU MTB Tanimbar Selatan Selaru Selaru Tanimbar Utara MBD Babar Timur Mdona Hiera Lemola Marsela Lelang Serwaru 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Saumlaki Adaut Namtabung Larat 1 1 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Bintang Oksibil Iwur Batom Boven Digoel Mindiptanah Waropko Towe Hitam Keerom Waris Senggi Ubrub 12 Papua Barat Raja Ampat Dorekar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Sabarmiokre Sorendoweri 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Pulau terluar 1 1 Pulau terluar 1 1 Perbatasan 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Koijabi Meisiang 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .NO PROPINSI KABUPATEN KECAMATAN Pp. Terselatan Wetar Wetar NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Wonreli Ilwaki Ustutun 1 1 1 1 1 Kepulauan Aru Aru Tengah Aru Tengah 10 MALUT Halmahera Utara Sopi Wayabula Bere-bere 11 PAPUA Jayapura(Kota) Koya Sarmi Sarmi Merauke Ulilin Bupul Sota Rimba Jaya Kimaam Supiori (*) Supiori Barat Supiori Timur Peg.

Bag Mask Valve (Ambu bag) untuk dewasa dan anak c. I. Infuse set untuk dewasa dan bayi (microdrip set) e. Tensimeter & stetoskop Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 berbagai ukuran berbagai ukuran dewasa dan anak besar dan kecil berbagai ukuran semua ukuran semua ukuran semua ukuran NAMA ALAT UKURAN TI HUS AD A BAK . Regulator untuk tabung oksigen dan flowmeter d. Stylet c. Film viewer (melihat foto X-ray) 3 Circulation Management a. Suction unit (elektrik dan manual) f. Nasopharyngeal tube/Mayo tube e. Peralatan untuk vena sectie (minor surgery set) c. Needle Cricothyrotomi set 2 Breathing Management a. Intraosseus needle f. Laryngoscop b. Tracheostomy set g. Manset untuk infusion pressure g. Pulse oxymeter b.LAMPIRAN 6 PERALATAN LIFE SAVING PUSKESMAS TERPENCIL/SANGAT TERPENCIL DI DAERAH TERTINGGAL PERBATASAN DAN KEPULAUAN NO 1 JENIS Airway Management a. Endo Tracheal Tube d. Masker oksigen f. Oksigen tabung b. Nasal canule oksigen e.V cathether d.

Analgetik i. Amidaron e. Lampu emergensi (batere) berbagai ukuran semua ukuran 6 Set untuk Pertolongan Kelahiran a. Cairan kristaloid. Anti Hipertensi f. Antipiretik j. koloid 5 Set Bedah/Trauma a. Penghangat Bayi Sumber : Tim Pelatih Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD)/General Emergency Life Support (GELS) bagi Tim Puskesmas di Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan. Vaccum Extractie Set e. Sulfas atropine c. Alat sterilisator sederhana f. Anti Konvulsan g. Pneumosplint d. Minosurgery set termasuk tempat peralatannya b. Curretage set d. Xylocain d. Magnesium sulfat h. Partus set c. Long spine board/short spine board e. Collar neck/collar splint c.NO 4 JENIS Drug for Emergency a. AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS A BAK . Speculum b. Tampon f. Epinephrine NAMA ALAT UKURAN Tidak termasuk yang dibiayai DAK b.

74 M-157 M-61 D-13 N-15 M-166 M095 M-98 D-53 S-19 S-46 D-45 U-46 U-75 Nama Alat SETENGAH KOCKER ss 14 cm ALAS KAKI UNTUK PERLINDUNGAN INFEKSI APRON UNTUK PERLINDUNGAN INFEKSI BAK INSTRUMEN TERTUTUP 508 BAK INSTRUMEN TERTUTUP 509 B BAK INSTRUMEN TERTUTUP 512 BENANG CHROMIC 2. 6 DAN 8 NELATON CATHETER NO.0/3.10 KATETER UMBILICAL 3 DAN 5 KLEM KASA DAN TEMPAT KORENTANG KLEM KELY / KLEM KOCKER LURUS 14 cm KLEM OVUM LARYNGOSCOPE INFANT MANEKIN : PELVIC MODEL + BONEKA BAYI + PLACENTA MASKER 3 PLY EAR LOOP.26 G UNTUK BAYI.0. BOX / 50 PINSET ANATOMI 14 cm PINSET CHIRUGIS 14 cm PITA PENGUKUR LENGAN PLASTIK UNTUK ALAS TIDUR PLESTER NON WOVEN 5 X 5 m POCKET DOPLER RESUSITATOR DEWASA BAHAN POLYSUFONE RESUSITATOR NEONATUS BAHAN POLYSUFONE : . 14 PARTUS BED PENGHISAP LENDIR DE LEE PENGIKAT TALI PUSAT.8. BOX / 50 JAM / TIMER JARUM JAHIT TAJAM ( 9 & 11 ) / PAK 12 KACAMATA / GOGGLE UNTUK PERLINDUNGAN INFEKSI KAIN BERSIH DAN KERING KATETER PENGHISAP LENDIR 6. BOX / 50 IV CATHETER NO.3. BOX / 50 INKUBATOR DENGAN TERMOSTAT SEDERHANA IV CATHETER NO. BOX / 50 INFUS SET PEDIATRIC. BOX ISI 50 MEJA INSTRUMENT 2 RAK MEJA TINDAKAN RESUSITASI BAYI METERAN / METLINE 1.5 m NALDHHOLDER 14 cm NASO GASTRIC TUBE NO.5.Balon resusitasi untuk bayi baru lahir (tidak boleh melebihi 750ml) .18 G UNTUK DEWASA.4 FETAL STETOSCOPE PINARD GUNTING EPISIOTOMY 14 cm GUNTING KUKU GUNTING TALI PUSAT 16 cm HALOGEN EXAMINATION LAMP HANDUK KECIL Hb SAHLI INFUS SET DEWASA.LAMPIRAN 7 PERALATAN PUSKESMAS DENGAN RAWAT INAP SET PERALATAN PONED Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 AD A BAK Nomor Kode M-69 S-60 S-4 U-1-2 U-1-2 U-1-2 M-79 M-144 M-145 M-209 D-31 M-18 M-210 M-30 M-201 S-11 L-10 M-152 M-152 U-17 M-211 M-35 W-33 M-37 U-98 S-14 M-212 M-213 M-79 M-69 M-214 M-215 P-34 S-17 U-37 U-98 D-14 M-73.Sungkup bertepi dengan bantalan nomor 0 (BBLR) dan nomor Jumlah 1 2 2 1 1 1 1 10 1 3 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 2 5 3 2 1 4 3 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 240 190 100/101 100/101 100/101 23 208 217 159 221 223 240 192 118 11 244/245 10 265 266 304 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS . BOX ISI 12 SPUIT DISPOSIBLE 10 cc SPUIT DISPOSIBLE 3 cc ENDOTRACHEAL TUBE 2.

L) SET SPHYGMOMANOMETER Hg + MANSET BAYI STANDAR INFUS TONG / EMBER DENGAN KRAN STETOSKOP DUPLEX BAYI STETOSKOP DUPLEX DEWASA STILET NO.23 S-24 S-61 M-143 M-128 D-26.5. TROLLY.52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 S-22.5 SARUNG TANGAN PANJANG UNTUK MANUIL PLASENTA 6. OKSIGEN 1m3 + REGULATOR.22 27 29 30 143 302 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 1 UNTUK PEMASANGAN ETT SUNGKUP RESUSISATOR NEONATUS TAB. 15 KOM KECIL 50 10 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 194 194 301 286 20a 127 23 21.27. 3 SMALL NEEDLE HOLDER KOM KECIL 8 cm CURVED MOSQUITO HEMOSTAT IRIS FORCEPS CURVED NON IRIS FORCEPS PINSET BENGKOK KECIL SET VENA SECTIE MAYO HEGAR NEEDLE HOLDER 11 cm BABY MOSQUITO str 10 MOSQUITO cud 10 cm LANGENBACK HAK PINSET CHIRUGI 10 cm FORCEPS SPLINTER 11.37 U-54 S-54 D-31 D-30 M-216 U-77 U-77 D-37 U-62 M-217 D-40 D-41 M-218 U-74 D-43 1 (bayi cukup bulan) SARUNG TANGAN DTT / STERIL.M. 7 @ 5 ps SARUNG TANGAN HEAVY DUTY ps SET EKSTRAKSI VAKUM SIKAT KUKU SPEKULUM SIMMS ( S.28 D-11.7. PASANG 7. 3 PISAU BISTURI NO.5 cm PINSET ANATOMI 10 cm GUNTING OPERASI TAJAM 9 str GUNTING OPERASI TAJAM 9 cud KNIFE HANDLE NO. NASAL THERMOMETER KLINIK Hg TEMPAT TIDUR PERIKSA THREE WAY STOP COOK TIMBANGAN BAYI 20 Kg + BAKI TIMBANGAN INJAK DEWASA MINIMUM 120 Kg VAKUM ASPIRASI MANUAL UNTUK PASKA KEGUGURAN WASKOM STAINLESS 40 cm IUD KIT AIR TIMER STANDARD UNICEF SET UMBILICAL ( UNTUK NEONATAL ) KOCHER ARTERY KLEM str 10 KOCHER ARTERY KLEM cud 10 PINSET CHIRUGI 10 cm GUNTING OPERASI SCHALPEL BLADE No.

Ruangan tersebut di atas khusus untuk dokter/bidan dan pasien (ibu melahirkan dan nifas) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .750 Ruang tersebut harus mempunyai ventilasi yang baik (cross ventilation).500 6 7 1 3 11 2 1. dan pencahayaan alami secukupnya (bovenlicht).750 10 1.000 4 8 9 5 4.LAMPIRAN 8 RUANG PERSALINAN PUSKESMAS NON PERAWATAN 4.

Bak mandi 11. Meja instrumen Lampu 4. Plafond.Meja perawatan bayi baru lahir/resusitasi .Lampu TL Baret .Wastafel .Lemari simpan Alkes/ obat . Tempat tidur pemulihan Wastafel 6. Tempat tidur kebidanan 2.Meja ½ Biro Lantai. Lemari alat Saklar 8. dinding. mengacu pada bangunan khusus tindakan medik Struktur MEP (Mechanical. Box bayi 5.Alat medik set .2 (dua) bed side Cabinet .Stop kontak . Electrical & Plumbing) .2 (dua) tempat tidur .Boks bayi . Kloset Peralatan Alat Kesehatan Bangunan Arsitektur Alat Perkantoran . Kursi Garis putus – putus = gordyn 10. Lemari obat 7.KM/WC (duduk/jongkok) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Keterangan : 1. Meja dokter/bidan 9. Meja perawatan bayi baru lahir/resusitasi 3.Kursi dokter .

5 Cm Pinset Bedah. 18 Cm Pinset Bedah. Selang Penghisap Lendir Bayi Kateter. 25 Cm (Bozemann) Klem/Pemegang Jarum Jahit.5 Cm) Gunting operasi lurus 14 Cm. Logam Untuk Wanita No.LAMPIRAN 9 PERALATAN PUSKESMAS NON RAWAT INAP SET PERALATAN BERSALIN Nomor Nama Alat Kode D-12 D-13 D-26 D-27 D-28 M-7 M-8 M-18 M-30 M-16 M-37 M-45 M-58 M-59 M-60 M-61 M-62 M-69 M-71 M-72 M-77 M-79 M-93 M-95 M-96 M-98 M-99 M-135 U-37 TI Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Jumlah 1 1 2 5 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 3 1 2 2 2 2 1 1 Nomor Gambar 9a 10 20a 20a 20a 205 205 208 217 207 223 228 233 234 234 234 235 240 242 243 248 250 263 265 265 266 266 293 118 Manset Anak Dengan Pengait Meja Ginekologi Spekulum Vagina (Cocor bebek) Besar Spekulum Vagina (Cocor bebek) Kecil Spekulum Vagina (Cocor bebek) Sedang Benang Cat Gut (15 M) Benang Sutera (100 M) Gunting Episiotomi (Barun-Stadler) (14. tajam/ tumpul Jarum jahit. 14. 12 (Nelaton) Kateter.5 Cm) Gunting Tali Pusar (13. 18 Cm (Mayo-Hegar) Klem/Penjepit Porsio.5 Cm Pinset Anatomis. Penampang Segitiga Jarum Jahit Uterus (Martin) Kateter. Karet No. 14. 12 Klem Arteri 14 Cm (Kocher) Klem Tampon Uterus. Ginekologi. 25 Cm (Schroder) Korentang. 18 Cm Sonde Uterus/Penduga Meja Instrumen/Alat HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Penjepit Sponge (Foerster) Perforator (Naegele) Pinset Anatomis. Karet No. 14 (Nelaton) Kateter. Karet No. 7/16 Lingkaran. 10 (Nelaton) Kateter.

02) Jarum suntik. 1 CC Disposible Syringe. Disposible (No. 3 CC Disposible Syringe. Disposible (No.20) Disposible Syringe. Bertutup Lampu senter Untuk pemeriksaan urine/ Urinometer Peralatan Immunisasi Hemoglobinometer Set (Sahli) Termometer for Infant Resusitator for Infant Tabung/Sungkup Resusitator Jumlah 1 1 1 12 12 12 12 5 5 5 5 1 3 3 3 3 3 6 1 Set 1 1 1 2 1 1 Set 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 129 142 13 126 259 112 188 159 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Nomor Urut 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 54 55 56 57 58 59 60 Nomor Kode U-55 U-73 D-16 M-148 M-149 M-150 M-151 M-146 M-144 M-145 M-147 U-52 U-26 S-22-24 S-25 S-21 S-11 S-16 S-32 S-33 U-83 M-137 W-15 U-31 L-47 M-159 L-10 D-44 U-75 U-77 Nama Alat Standar Waskom.12) Jarum suntik. 10 CC Disposible Syringe. Tunggal Waskom Cekung Pelvimeter Obstetri Jarum suntik. 5 CC Silinder Tabung/ Tempat Korintang Sperei Sarung tangan Selimut Sarung bantal Handuk Waslap Formulir Askep/ Kebidanan Alat Tulis Tromol untuk alat steril Sterilisator Tempat sampah basah dan kering. Disposible (No. Disposible (No.14) Jarum suntik.

Nomor Urut 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 Nomor Kode M-156 U-81 M-58 U-54 S-4 U-44 D-40 D-41 D-17 U2 D-53 Nama Alat Klem Tali Pusat Lampu sorot Penghisap lendir Standar Infus Celemek Pompa payudara Timbangan bayi Timbangan dewasa Pengukur panjang bayi Bak logam untuk alat steril Pengukur LILA Jumlah 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 233 128 190 123 29 30 101 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Persyaratan Teknis Denah dapur dengan luas 3 m x 3 m. mulai dari persiapan. Persyaratan Umum Dapur merupakan ruang yang digunakan untuk mengolah masakan dari bahan mentah menjadi bahan jadi.LAMPIRAN 10 DAPUR GIZI PADA PUSKESMAS PERAWATAN 1. masak dan distribusi. B C A A H D D P I N T U E G F TI AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS A BAK . Ruang tersebut harus mempunyai ventilasi yang baik (cross ventilation) dan pencahayaan alami yang maksimal (jendela dan bovenlicht). 2.

Meja Persiapan B. Meja pembagian makanan / distribusi makanan G.Keterangan: A. untuk memudahkan distribusi bahan makanan mentah dan matang. Kompor D. dinding. Letak lemari gantung .diatas meja pembagian/ distribusi makanan. Tempat sampah : Alur Penyelenggaraaan Makan Catatan : Pintu dapur memiliki akses langsung ke luar. Kulkas 2 pintu.Diatas rak piring Ventilasi/ jendela harus cukup Pintu 2 lapis (lapisan luar dari kawat kasa). Stop kontak 2 buah Lampu TL Baret Washbasin pada Elektrikal & Plumbing) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Furniture Lemari simpan Rak MEP (Mekanikal. Tempat pembuatan makanan bayi dan Anak H. Bak cuci C. . lebih baik yang dapat menutup secara otomatis Peralatan Alat kesehatan Set alat dapur/ gizi (peralatan dapur) Arsitektur Bangunan Lantai. Rak piring E. plafond mengacu bangunan umum. bila listrik memungkinkan F.

diameter 22 cm Melamin. kaca dof.Peralatan dapur: NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 NAMA ALAT Lemari penyimpan makanan Rak piring Kompor gas Tabung gas tanpa isi Dandang/ risopan Panci ukuran sedang Panci ukuran besar Wajan ukuran sedang Wajan ukuran besar Termos air panas Gelas ukur Mangkuk sayur Piring makan Gelas minum Baskom Sendok makan Garpu makan Sendok kecil Teko air minum Tempat air minum Sendok sayur Sodet Timbangan kue Parutan Pisau dapur Talenan Tutup dan tatakan gelas Saringan santan/ kelapa Saringan the TI UKURAN Lemari 2 pintu. diameter 9 cm. ukuran 20x25 cm Melamin. diameter 24 cm Plastik tebal. diameter 36 cm Allumunium. tangkai 27 cm Stainless steel. diameter 8 cm Stainless steel. ukuran 150X90 cm Tertutup. tangkai 27 cm Ukuran 2 kg Stainless baja Kayu. volume 1. diameter 38 cm Stainless steel.5 liter Kaca tahan panas. volume 10 liter Stainless steel. ukuran standar 15 kg Allumunium. diameter 36 cm Stainless steel. diameter 7 cm Stainless steel. diameter 34 cm Allumunium. diameter 10 cm JML 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 1 2 2 3 1 3 2 2 2 4 SAT Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Lusin Lusin Lusin Buah Lusin Lusin Lusin Buah Buah Buah Buah Buah buah Buah Buah Lusin Buah Buah HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . diameter 20 cm Melamin. diameter 10 cm Melamin. selang gas dan tutup pengaman Besi. 4 pintu (2 sekat) teflon 2 sumbu. susun 4. diameter 9 cm. diameter 38 cm Plastik tebal. diameter 34 cm Stainless steel Stainless steel Stainless steel Allumunium. diameter 20 cm Plastik.

Komputer dan printer Software Nutriclin Timbangan Injak dan Timbangan Bayi Microtice Length Board Pita LILA Food Model Leaflet Form Anamnesa 1 1 1 1 1 1 Buah Buah buah buah buah buah 2. Sarana : a. diameter 30 cm Kain. ukuran 40x40 Batu Stainless steel Stainless steel Stainless steel Plastik Aluminium Plastik Plastik Plastik JML 3 2 2 12 2 1 2 2 2 2 1 1 1 SAT Lusin Lusin buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah Bila Listrik memungkinkan. f. kursi . e. Lemari buku Peralatan a. dalam teflon Stainless steel Plastik . d.NO 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 NAMA ALAT Piring kecil datar Piring kue cekung Ember Serbet makan Cobek dan ulekannnya Bak cuci piring 2 lubang Serok Baki/ nampan Tempat sampah 15 liter + tutup Loyang aluminium Baskom diameter 20 cm Baskom diameter 35 cm Baskom diameter 50 cm UKURAN Melamin. dapat ditambah penyediaan peralatan sebagai berikut : 43 44 45 46 47 48 Kulkas 2 pintu Blender Rice cooker Oven Mixer dengan dududkan Bakaran roti 1 pintu. b. g. stainless steel stainless steel (oven toaster) RUANG KONSULTASI GIZI 1. Lemari. dilengakapi dengan frizer Standar Stainless steel. diameter 10 cm Melamin. meja c. h. Ruang Konseling yang strategis (minimal 2 X 2. c. diameter 10 cm Plastik. i. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .5 m 2) b.

LAMPIRAN STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 856/Menkes/SK/IX/2009)

11

Berbagai nama untuk unit/instalsi pelayanan gawat darurat di rumah sakit diseragamkan menjadi INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) 1. KLASIFIKASI Klasifikasi Pelayanan Instalasi Gawat Darurat terdiri dari: a. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level IV sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas A. b. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level III sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas B. c. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level II sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas C. d. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level I sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas D. 2. TARGET PENCAPAIAN STANDAR: a. Target pencapaian STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT Rumah Sakit secara nasional adalah maksimal 5 tahun dari tanggal penetapan SK. b. Setiap Rumah Sakit dapat menentukan target pencapaian lebih cepat dari target maksimal capaian secara nasional. c. Rencana pencapaian dan penerapan STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT Rumah Sakit dilaksanakan secara bertahap berdasarkan pada analisis kemampuan dan potensi daerah. 3. JENIS PELAYANAN

untuk untuk untuk untuk

Level IV Memberikan pelayanan sbb: 1. Diagnosis & penanganan : Permasalahan pd A,B,C dgn
TI

Level III Memberikan pelayanan sbb: 1. Diagnosis & penanganan Permasalahan pada A,B,C

Level II Memberikan pelayanan sbb: 1. Dianosis & penanganan: Permasalahan pd jalan nafas

Level I Memberikan pelayanan sbb: 1. Dianosis & penanganan: Permasalahan pd A: jalan

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

alat lengkap tmsk ventilator 2. Penilaian disability, Penggunaan obat, EKG, defibrilasi 3. Observasi HCU/ R ResusitasiICU 4. Bedah sito

dengan alat yg lebih lengkap tmsk ventilator 2. Penilaian disability, Penggunaan obat, EKG, defibrilasi 3. HCU/resusitasi 4. Bedah sito

(airway problem), ventilasi pernafasan (breathing problem) dan sirkulasi 2. Penilaian disability, Penggunaan obat, EKG, defibrilasi (observasi HCU) 3. Bedah sito

nafas (airway problem), B: ventilasi pernafasan (breathing problem) dan C sirkulasi pembuluh darah (circulation problem) 4. elakukan stabilisasi dan evakuasi

M

4. SUMBER DAYA MANUSIA IGD Level IV Kualifikasi Tenaga Dokter Subspesialis Dokter Spesialis Semua jenis on call 4 Besar + Anastes i on site. (dr Spesiali s lain on call) On site 24 jam On site 24 jam

Level III

Level II

Level I

-

-

-

Bedah,Obsgin, Anak, Penyakit Dalam on site (dokter spesialis lain on call)

Bedah,Obsgin, Anak, Penyakit Dalam on call.

-

Dokter PPDS Dokter Umum (+pelatihan
TI

On site 24 jam (RS Pendidikan) On site 24 jam

On site 24 jam

On site

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

kegawat daruratan) GELS,ATLS, ACLS, dll Perawat Kepala S1 DIII (+Emergency Nursing) Perawat (+Pelatihan Emergency Nursing) Non Medis Bagian Keuangan Kamtib(24jam) Pekarya(24jam)

24 jam

Jam kerja / Diluar jam kerja On site 24 jam

Jam kerja / diluar jam kerja

Jam kerja

Jam Kerja

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

5. KETENTUAN UMUM SARANA a. Ketentuan umum Fisik Bangunan: 1) 2) Luas bangunan IGD disesuaikan dengan beban kerja RS dengan memperhitungkan kemungkinan penanganan korban massal/bencana. Lokasi gedung harus berada dibagian depan RS, mudah dijangkau oleh masyarakat dengan tanda–tanda yang jelas dari dalam dan dari luar Rumah sakit. Harus mempunyai pintu masuk dan keluar yang berbeda dengan pintu utama (alur masuk kendaraan/pasien tidak sama dengan alur keluar) kecuali pada klasifikasi IGD level 1 dan 2. Ambulans/kendaraan yang membawa pasien harus dapat sampai di depan pintu yang areanya terlindung dari panas dan hujan (catatan: untuk lantai IGD yang tidak sama tinggi dengan jalan ambulans harus membuat ramp). Pintu IGD harus dapat dilalui oleh brankar. Memiliki area khusus parkir ambulans yang bisa menampung lebih dari 2 ambulans (sesuai dengan beban RS). Susunan ruang harus sedemikian rupa sehingga arus pasien dapat lancar dan tidak ada “cross infection”, dapat menampung korban bencana sesuai dengan kemampuan RS, mudah dibersihkan dan memudahkan kontrol kegiatan oleh perawat kepala jaga.
Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

3)

4)

5) 6) 7)

TI

HUS

AD

A

BAK

+ +/+/+/industri harus Dekontaminasi memiliki ruang ini. R. Ruang triase harus dapat memuat minimal 2 (dua) brankar.Pendaftaran pasien baru/rawat . Mempunyai ruang tunggu untuk keluarga pasien. R. R. R. Penyimpanan Strecher e.Keamanan b. b. Memiliki ruang untuk istirahat petugas (dokter dan perawat).Rekam Medik LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Bisa bergabung dengan ruangan lain Tergantung IT Sistem c.Anak . Sarana No 1 KELAS / RUANG RUANG PENERIMAAN a.Toilet . Resusitasi b. Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . R.Keuangan . R.Informasi . R. Apotik 24 Jam tersedia dekat IGD.ATM . R. Triase d. Tindakan . Informasi dan Komunikasi RUANG TINDAKAN a. Administrasi .8) 9) 10) 11) 12) Area dekontaminasi ditempatkan di depan / di luar IGD atau terpisah dengan IGD.Kebidanan + + + + + + + +/- - 2 + + + + + + + + + + + + Bisa bergabung Bisa bergabung TI HUS AD Bagi IGD yg berada dekat c.Tlpn Umum .Bedah . Tunggu (Public Area) .Kafetaria .Non Bedah / Medical .

Hemodialisis d.3 RUANG OPERASI + + +/- Bisa bergabung atau terpisah dan dapat diakses 24 jam 4 RUANG OBSERVASI + + + Bisa bergabung dengan ruangan lain 5 RUANG KHUSUS a. Umum . Neonatus b. R. Isolasi + + + + + + + + + +/+/+/+/+/- + - - Bisa bergabung atau terpisah dan dapat diakses 24 jam c. KELAS No /RUANG A. RUANG TINDAKAN 1 Ruang Resusitasi Nasopharingeal tube Oropharingeal tube Laringoscope set Anak Laringoscope set Dewasa 4 + + 3 + + 2 + + 1 + + LEVEL LEVEL LEVEL LEVEL KET Minimal 2 Rasio (Cross Sectional) (perlu dibuatkan form) + + + + PERALATAN MEDIS + + + + + + + + + + + + + + + + Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . R. RUANG TRIASE Kit Pemeriksaan Sederhana Brankar Penerimaan Pasien Pembuatan rekam medik khusus Label (pada saat korban massal) B. Cardiac . R. Intermediate / HCU . Luka Bakar c. Fasilitas / Prasarana Medis Fasilitas dan penunjang yang harus tersedia selain ditentukan oleh kelas IGD rumah sakit dan jumlah kasus yang di tangani. Pediatric .

Nasotrakheal tube Orotracheal Suction Tracheostomi set Bag Valve Mask (Dewasa/Anak) Kanul Oksigen Oksigen mask (D/A) Chest Tube Crico / Trakheostomi Ventilator Transport Vital Sign Monitor Infusion pump Syringe pump ECG Vena Section Defibririlator Gluko stick Stetoskop Termometer Nebulizer Oksigen Medis / Consentrators Warmer Imobilization Set Neck Collar Splint Long Spine Board Scoop Strecher Kendrik Extrication Deviice (KED) Urine Bag NGT Wound Toilet Set + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +/+/+/+/+ + + + + + + + +/+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Sesuai jumlah TT Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Sesuai jumlah TT Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Sesuai jumlah TT 2 s/d 3 tiap TT Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Rasio 1:1 TT di IGD Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set / TT Minimal 1 set Minimal 1 set TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Sarungtgn + + + +  Mannitol  Furosmide + + + +  APD : Sarung Tangan Ruang Tindakan Bedah ALAT MEDIS Minimal 3 Minimal 3 Minimal 1 Minim Meja Operasi / al 1 tempat tidur tindakan Minimal 10 Minimal 10 Minimal 10 Minim Dressing set al 10 Minimal 10 Minimal 10 Minimal 10 Minim Infusion Set al 10 Selalu Tersedia dalam jumlah yang cukup di IGD tanpa harus di resepkan Vena Section set Torakosintetis set Metal kauter Film Viewer TI AD A BAK Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS . TT + + + +  Trombolitik + + + +  Amiodaron (inotropik) + + + +  APD : Masker .KELAS No /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL KET 1 2 OBAT – OBATAN DAN ALAT HABIS PAKAI + + + + Cairan Infus Koloid + + + + Cairan Infus Kristaloid + + + + Cairan Infus Dextrose + + + +  Adrenalin + + + +  Sulpat Atropin + + + +  Kortikosteroid + + + +  Lidokain + + + +  Dextrose 50% + + + +  Aminophilin + + + +  Pethidin + + + +  Morfin + + + +  Anti convulsion + + + +  Dopamin + + + +  Dobutamin + + + +  ATS .

Ruang Tindakan Medik PERALATAN MEDIS Minimal Kumbah 1 Lambung Set Minimal EKG TI + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Selalu tersedia dalam jumlah yang cukup di Ruang Tindakan Bedah tanpa harus di resepkan 3 Minimal 1 Minimal Minimal 1 Minimal Minimal 1 Minimal HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Tiang Infus Lampu operasi Thermometer Stetoskop Suction Sterilisator Bidai Splint Minimal 6 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 6 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minim al 2 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET OBAT-OBATAN DAN ALAT HABIS PAKAI  Analgetik +  Antiseptik +  Cairan + kristaloid  Lidokain +  Wound + dressing  Alat-alat anti + septic  ATS +  Anti Bisa Ular +  Anti Rabies +  Benang jarum +  .

Kursi Periksa Irigatoreriksaan Nebulizer Suction Oksigen Medis NGT Syrine Pump Infusion Pump Jarum Spinal Lampu Kepala Bronchoscopy Opthalmoscop Otoscope set Slit Lamp Tiang Infus Tempat Tidur Film Viewer 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET                     OBAT – OBATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI + + + + SA + + + + Aminophilin + + + + Dopamin + + + + Kristaloid + + + + Cairan Infus Koloid + + + + Cairan Infus Kristaloid + + + + Cairan Infus Dextrose + + + + Adrenalin + + + + Sulpat Atropin + + + + Kortikosteroid + + + + Lidokain Selalu tersedia + + + + Dextrose 50% dalam jumlah yang + + + + Aminophilin / cukup di Ruang 2 blokker Tindakan Bedah + + + + Pethidin tanpa harus di + + + + Morfin resepkan + + + + Anti convulsion + + + + Dopamin + + + + Anti convulsion + + + + Dopamin + + + + Dobutamin + + + + ATS + + + + Trombolitik + + + + Amiodaron (inotropik) + + + + APD : Masker + + + + Mannitol + + + + Furosmide + + + + APD : Sarung Tangan Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS AD A BAK .

No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET 4 Ruang Tindakan Bayi & Anak PERALATAN MEDIS  Inkubator Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Tiang Infus Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Tempat Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Tidur 1  Film Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Viewer 1  Suction Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Oksigen Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 OBAT – OBATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI + + + +  Stesolid + + + +  Mikro drips Tersedia set dlm jumlah yang cukup + + + +  Intra Osseus set 5 Ruang Tindakan Kebidanan PERALATAN MEDIS Minimal 1 / Kuret Set Minimal 1 Partus set Suction bayi Meja Ginekologi Meja Partus Vacuum set Forcep set TI Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / Minimal 1 / bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

CTG Resusitasi set Doppler Suction Bayi baru lahir Laennec Tiang Infus Tempat Tidur Film Viewer Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung OBAT-OBATAN  Uterotonika  Prostaglandin + + + + + + + + Tersedia dalam jumlah yang cukup TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Tindakan /operasi yang dilakukan Brankar + + +/. Oksigen + + +/. RUANG PERSIAPAN Ruang ganti + + +/.bukan elektif Suction + + +/Linen B. Persiapan dan Kamar Operasi) A. bukan elektif 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Set sectiosesaria 1 1 1 Minimal Minimal Set Bedah anak 1 1 Minimal Minimal Set Vascular 1 1 Minimal Minimal Torakosintetis set 1 1 Minimal Minimal Set Neurosurgery 1 1 Minimal Minimal Set orthopedic 1 1 Minimal Minimal Set urologi 1 1 Emergency Minimal Minimal Set Bedah Plastik 1 1 Emergency Minimal Minimal Set Laparoscopy 1 1 Minimal Minimal Endoscopy surgery 1 1 Minimal Minimal Minimal Laringoscop 1 1 1 Minimal Minimal Minimal BVM Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .6 TI HUS AD Ruang Operasi (R.terutama untuk keadaan Cito. KAMAR OPERASI Minimal Minimal Minimal Meja Operasi 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Mesin Anastesi 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Alat regional 1 1 1 Anestesi Minimal Minimal Minimal Lampu 1 1 1 (mobile/statis) Minimal Minimal Minimal Pulse Oximeter 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Vital Sign Monitor 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Meja Instrumen 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Suction 1 1 1 Minimal Minimal C-arm 1 1 Minimal Minimal Minimal Film Viewer 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Set Bedah dasar 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Set laparatomi 1 1 1 Tindakan yang dilakukan terutama Minimal Minimal Minimal Set Apendiktomi untuk keadaan Cito.

Standar + Lab. Ruang Radiologi Minimal 1 Mobile X-ray Minimal 1 Mobile USG Minimal 2 Apron Timbal Minimal 1 CT Scan Tersedia MRI 1 Minimal 1 Automatic Film Processor Minimal 1 Film Viewer 2. Bank Darah (BDRS) BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) 4. Lab. bukan elektif C. Khusus 3. Rutin + Elektrolit + Kimia Darah + Analisa Gas Darah + CKMB (jantung) b. RUANG RECOVERY Minimal Infusion pump 2 Minimal Syringe pump 2 Minimal Bed side Monitor 1 Minimal Suction 1 Minimal Tiang infuse 1 Minimal Infusion set 1 Minimal Oxygen Line 1 KELAS/ NO RUANG LEVEL 4 LEVEL 2 LEVEL KET 1 C.Defibrilator 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 LEVEL 3 1 Minimal 1 Minima l2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Tindakan yang dilakukan terutama untuk keadaan Cito. Ruang Sterilisasi TI Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 +/- Bisa bergabung/ tersendiri dan dapat diakses 24 jam + + + + +/- + + + +/- + + + - Bisa bergabung/ tersendiri dan dapat diakses 24 jam + + + + bisa bergabung + + Dapat diakses 24 jam HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . RUANG PENUNJANG MEDIS 1. Lab. Ruang Laboratorium a.

Alat Administrasi + Komputer + Mesin ketik + Alat kantor + Meubelair + Papan Tulis + + + + + + + +/- + + + +/- Minimal 1 Minimal 1 + +/+ + +/+ + +/+/+ +/+ + +/+/+ +/+ + + + + + +/+ + + + +/+ + + TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . RUANG PENUNJANG NON MEDIS 1. Gas Medis : N2O + Tabung Gas + Sentral D. Alat Komunikasi Eksternal + Fix + Mobile + Radio medik 3. Alat Komunikasi Internal + Fix + Mobile + Radio medik 2. Alat Rumah Tangga Tersedia 4.+ Basah + Autoclave 5.

GAMBAR TAMPAK SAMPING 2. GAMBAR TAMPAK BELAKANG TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .LAMPIRAN 12 CONTOH PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK GAMBAR KENDARAAN RODA 2 YANG DI MODIFIKASI 1.

9 938. Padang Lawas Utara Kab.818.154.2 2.613.2 2.926.5 1.1 7.3 957.3 1.6 691.5 3. Samosir Kab.324.9 7. Tapanuli Selatan Kab. Mandailing Natal Kab.014.167.184.233.4 1.625.800.173.3 1.2 3.613.4 2.4 2.176. Aceh Selatan Kab.9 2.5 1.2 2.184.647.023.146.433.1 814.735.552.175.1 2.5 1.7 2.2 2.234.4 2. Nagan Raya Kab.7 2.913.928.5 3.802.904.7 1.861.3 1.880.599. Nias Utara Kab.119.7 1.437.973.587.962.3 2.112. Tanah Karo Kab.4 2.6 881.8 3.8 828.699.425.2 2.5 3.823. Bireuen Kab.323.3 1. Pidie Kab.875.5 2.789.6 892.181. Aceh Tengah Kab.003.613.726.808.470.206.592. Pidie Jaya Kota Subulussalam Kab.568.972.6 1.5 744.2 3.187.7 2.8 1.0 3.6 1.4 1.915.636.5 2. Nias Selatan Kab.4 1. Toba Samosir Kota Binjai Kota Medan Kota Pematang Siantar Kota Sibolga Kota Tanjung Balai Kota Tebing Tinggi Kota Padang Sidimpuan Kab.293.6 1. Batu Bara Kab.3 3.6 7.2 3.240.783.5 2. Aceh Besar Kab.5 2.508.878.5 7.8 4. Aceh Jaya Kab. Aceh Singkil Kab.6 940. Humbang Hasundutan Kab.370.508.9 1.021.303. Nias Barat Kota Gunung Sitoli ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 1.805.2 1.2 1.316.7 2.0 1.8 2.123.3 1. Aceh Barat Daya Kab.6 2.468.2 2.601.9 1.406.638.0 2.452.294.378. Padang Lawas Kab.8 1.2 3. Asahan Kab. Labuhan Batu Selatan Kab.685.1 2.5 1.1 2.457.2 2.9 - .7 1.760.7 2. Aceh Utara Kab.7 2.9 840.7 1.360.6 2.4 1. Aceh Tamiang Kab.154. Nias Kab.639.2 2.476.012.314.418.804.164.071.583.3 692.293.8 1.2 1.2 2.1 1.380.939.157.3 1.5 1.138.691.247.3 885.0 1.770. Labuhan Batu Kab.5 820. Tapanuli Tengah Kab. Aceh Barat Kab.5 1.3 1.5 1.1 1. Serdang Bedagai Kab. Simeulue Kota Banda Aceh Kota Sabang Kota Langsa Kota Lhokseumawe Kab.906.1 1.7 1. Deli Serdang Kab.280.3 906.427. Gayo Lues Kab.2 2.340.0 1.8 2.5 1.528.264. Pakpak Bharat Kab.4 2.658. Tapanuli Utara Kab.5 2.189. Aceh Timur Kab.8 1.6 966.091.229.1 2.9 1.5 3.2 821. Bener Meriah Kab.0 2.8 1.9 1.5 6.8 2.028.505.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 DAERAH Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kab.3 2.5 4. Simalungun Kab.9 1.6 1.7 904.554.030.549.4 2.216.416.267.045.202.7 1.796.5 2.7 2.263.6 1.8 1. Langkat Kab.1 2.5 2.041.2 1. Labuhan Batu Utara Kab.9 1.0 1.0 1. Aceh Tenggara Kab.1 1. Dairi Kab.

5 1.922.8 647. Seluma ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 860.231.802.6 2.1 1.978.385.3 2.8 1.7 947.393. Lahat Kab.3 2.4 1.790.3 2.161.887.694. Natuna Kota Batam Kab. Bangka Kab. Rejang Lebong Kota Bengkulu Kab.748.496.3 3. Tanah Datar Kota Bukit Tinggi Kota Padang Panjang Kota Padang Kota Payakumbuh Kota Sawahlunto Kota Solok Kota Pariaman Kab.7 3.077. Musi Rawas Kab.5 1.592. Padang Pariaman Kab.284.672.2 1.8 1.6 1.743.1 2.2 3.5 1.7 1.3 1. Anambas Provinsi Jambi Kab.518.422.0 2.3 1.3 1.688.3 1.372.408.367. Merangin Kab.717.8 3.3 4.6 1.280. Meranti Kab.7 1.846.5 3.6 938.060.4 981. Pasaman Barat Kab.2 2. Pasaman Kab.727.2 613.8 1.312.7 1.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 DAERAH Provinsi Sumatera Barat Kab.4 697.208.4 1.915.017.9 1. Ogan Komering Ilir Kota Palembang Kota Pagar Alam Kota Lubuk Linggau Kota Prabumulih Kab.6 2.7 854.5 1.0 746.3 2.9 2.8 1.5 1.4 1. Indragiri Hilir Kab.221.050.5 1.9 3.1 3. Solok Kab.786.6 1.075. Bangka Barat Kab.5 4.9 1.8 1.232.620.6 1. Kepulauan Mentawai Kab.9 1.9 1.369.699.666.756. Sijunjung Kab.031.453.6 1.585.802.823.6 1.1 993.1 3.225.6 1.6 2.455.061.338.8 771.9 2. Belitung Timur Provinsi Bengkulu Kab.7 2.8 1. Tebo Kota Jambi Kota Sungai Penuh Provinsi Sumatera Selatan Kab.420.465.7 2.7 875.9 1. Banyuasin Kab. Muaro Jambi Kab.943.5 582.6 2.457.795. Lima Puluh Kota Kab.825. Belitung Kota Pangkal Pinang Kab.509.9 1.4 932.4 2.742.010.6 3.700.148.9 1.286.6 737.091.058.6 4.7 3.4 2.367.4 2. Sarolangun Kab. Kerinci Kab.800.198.398.6 2.0 2.2 2.421. Pesisir Selatan Kab.640.185. Bangka Tengah Kab.7 1.636.573.847.114.4 907.416.483.3 1.9 965.466.3 974.565.2 2.8 1. Agam Kab.169.808.835.8 535. Ogan Ilir Kab.7 1.1 1.062.588.608.9 2.5 2.6 1.0 980.834.226.3 1. Kaur Kab.427.069.400.8 1.565.023. Ogan Komering Ulu Selatan Kab. Bengkulu Utara Kab.533.9 1.303. Bungo Kab.2 952.6 1.586.4 1.1 856.095.406.8 2. Empat Lawang Kab.168. Dharmasraya Kab.1 998.8 1.2 1.6 1.0 1.1 - .187.4 2.7 1.7 1.0 512.1 824.4 1.0 2.421.692.468.9 2.871.4 1.468.7 1.114.1 1.568.7 1.5 1.4 2.140.2 2. Bengkulu Selatan Kab.5 2.3 1.256.849.2 2. Batanghari Kab.9 1.5 1.7 1.7 1. Bangka Selatan Kab.553. Ogan Komering Ulu Timur Kab.8 1.4 4.6 4.071.209.320.8 1.1 2.8 1.236.513.536.1 1.0 2.9 882.291.9 4.089.9 570.737.3 1.2 875.6 2.872. Solok Selatan Kab.205.

Lampung Tengah Kab.5 9.239.437.4 2.265.3 2.724. Batang Kab.331. Banyumas Kab.1 1. Mesuji Kab.434.939.594.7 6.2 4.445.4 3. Mukomuko Kab. Bandung Kab.677.1 2. Serang Kab.0 10. Bengkulu Tengah Provinsi Lampung Kab.304.1 3.496.6 7.265.038.9 1.049.131.200 3. Lebak Kab.5 4.373. Purwakarta Kab.304.4 2.397.675.0 3.196. Bandung Barat Kab.0 4. Lebong Kab.553.2 2.629.2 1.923.4 2.835.0 .6 2.4 2.162. Pringsewu Kab.143.667.9 3. Way Kanan Kota Bandar Lampung Kota Metro Kab.070.527.723.062. Lampung Timur Kab.492.531.4 1. Majalengka Kab.8 3.657.7 13.877.3 6.724.663.584.070.2 2.2 1.9 679.8 1.9 2.3 1.074.535.9 3. Cilacap ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 2.251.2 2.128.207.3 3.9 4.2 1.4 6.731.0 1. Subang Kab.264.1 3. Brebes Kab.482.9 3.041. Cirebon Kab.9 1.179. Kepahiang Kab.8 7.9 2.738.9 1. Blora Kab. Sumedang Kab.9 1.363.4 2.8 3.8 1.0 2.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 DAERAH Kab.637.9 4.1 7.179. Bogor Kab.616.575.4 3.9 1. Cianjur Kab.0 1.2 1.645. Pandeglang Kab.9 2.004.8 3.780.577.322.344.0 2.7 18.641.8 8. Bekasi Kab.3 6.5 6. Karawang Kab.9 524.019.4 3. Ciamis Kab.7 4.7 1.944.985.666.1 4.8 1.940. Banjarnegara Kab.296.9 3. Tasikmalaya Kota Bandung Kota Bekasi Kota Bogor Kota Cirebon Kota Depok Kota Sukabumi Kota Tasikmalaya Kota Banjar Kab. Tanggamus Kab.758.141.2 2.6 7.2 5.5 4.595.7 1.861.9 4.570.431.0 3.4 - 838.222.001.4 810.203.350. Lampung Selatan Kab.2 3.4 4.7 2.0 3.852.0 7. Lampung Utara Kab.578. Lampung Barat Kab.895.1 2.825.865.126.0 3.7 8.6 2.807.606.147.6 4.882.373.396.6 3.6 2.3 1.0 1.5 3.458.2 3.680. Tulang Bawang Kab.538.6 5.0 2.9 8.1 1.217.9 1.856.607.196.6 4.068.670.289.803.1 7.985. Garut Kab.134.0 1.7 1. Indramayu Kab.939.1 2. Pesawaran Kab.028.2 5.067. Boyolali Kab.706.4 1.586.609.8 4.3 10.692.9 3.6 2.5 2. Sukabumi Kab.9 7.8 4.0 1.1 1.3 1. Kuningan Kab.788.748. Tangerang Kota Cilegon Kota Tangerang Kota Serang Kota Tangerang Selatan Provinsi Jawa Tengah Kab.056.1 2.778.269.7 4.1 2.316.2 2.144.508. Tulang Bawang Barat Kab.071.3 1.

3 2.7 6. Sukoharjo Kab.418.1 3.875.7 2.0 3.2 1.399.3 1.028.905.5 4.1 998.2 2.150.079.0 3.488.095.053.3 1.300.569.922. Purbalingga Kab. Rembang Kab.055.9 2.146.038.8 1.791.347.3 1. Bondowoso Kab.8 2.1 9. Pasuruan Kab.2 1.9 1.6 5.859.9 4. Jombang Kab.8 2. Klaten Kab.8 3.988. Bangkalan Kab.4 1.696.4 6.0 819.5 2.123.8 1.4 5. Probolinggo Kab.795.935.852.959.260.048.3 2.8 4.316.2 1. Wonogiri Kab.7 3.8 2. Jember Kab.2 2.3 1.097.607. Malang Kab.208.695.326.0 6.2 - 3.4 1.2 4. Situbondo Kab. Nganjuk Kab.0 3.878.9 5.7 1.6 2.351.865.937. Pati Kab.1 3. Banyuwangi Kab.8 1.2 4.658.4 1.7 4.5 2.679.1 1.2 2.2 823. Tegal Kab.3 3. Sidoarjo Kab.7 1.7 4.9 1.1 779.437.543.816.801.131.984.973.0 8. Kediri Kab.018.613.4 4. Gresik Kab.3 2.091.3 2.857.8 4.4 3.060. Sragen Kab.958.6 2.703.115.6 1.6 2.654.7 12.740.4 3. Sampang Kab.8 1. Pekalongan Kab.7 4.0 994.277.5 1.8 1.046.543.7 1. Ponorogo Kab.054.5 945.135.106.3 2.4 1. Kulon Progo Kab.0 1.414.561.175.497. Pacitan Kab. Pamekasan Kab.6 6.025. Bojonegoro Kab.9 1. Magelang Kab.900.400.612.708.0 3.5 3.915.6 4.6 1. Bantul Kab.9 1.771.545.3 1.027.0 3.231.8 1.3 3.193.877. Ngawi Kab.788.9 2.678.3 4.248.3 1. Madiun Kab.2 954.302. Sleman Provinsi Jawa Timur Kab.156.2 8.369.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 DAERAH Kab.2 3.405.132.2 5. Jepara Kab.738.443. Sumenep ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 1.5 2. Wonosobo Kota Magelang Kota Pekalongan Kota Salatiga Kota Semarang Kota Surakarta Kota Tegal Provinsi DI Yogyakarta Kab.5 1.2 - .279.105.6 2.2 1.493.7 6.713.9 1.350.1 1.753.0 1.170.889.533.0 812. Purworejo Kab.093.1 2.6 2.3 714.4 877.195.464.5 3.349.3 2.0 968.3 1. Semarang Kab.2 1.0 1.541.3 2.3 3.152.329.1 2.669.4 3.1 3.781.1 1.9 1.296.563. Kendal Kab.505.5 3.7 1.163.155.7 1.3 3. Gunung Kidul Kab.234.975. Lumajang Kab. Kudus Kab.141.6 4.7 5.3 2.5 5.472.3 3.455. Lamongan Kab. Blitar Kab.749.2 1. Demak Kab.492. Grobogan Kab.1 3.2 1. Karanganyar Kab.857. Temanggung Kab.356.7 2.6 1.930. Kebumen Kab.543.907.959. Mojokerto Kab.231. Pemalang Kab.159.757.0 3. Magetan Kab.562.4 6.

8 848. Bolaang Mongondow Kab.3 889.329.077.095.017.570.7 1.871.569.3 832.536.179.4 4.037.205.1 2.2 4. Seruyan Provinsi Kalimantan Selatan Kab. Kapuas Kota Palangkaraya Kab.8 1.9 2.498.6 4. Sangihe ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 1.892.4 1.004.4 1.741.931.3 2.4 1. Pulang Pisau Kab. Tulungagung Kota Blitar Kota Kediri Kota Madiun Kota Malang Kota Mojokerto Kota Pasuruan Kota Probolinggo Kota Surabaya Kota Batu Provinsi Kalimantan Barat Kab.002.3 1.740.880.373.8 3.377.1 2.3 1.567.671.6 957. Sintang Kota Pontianak Kota Singkawang Kab.8 1.225. Tuban Kab.8 1.614.3 1.2 2. Kubu Raya Provinsi Kalimantan Tengah Kab.176.035.8 1.4 636.1 1.9 4.581.051.3 2.2 2. Tapin Kota Banjar Baru Provinsi Kalimantan Timur Kab. Kayong Utara Kab.698.241. Barito Kuala Kab.403.4 998.444.683.5 1.3 2.6 2.985.7 1.0 4.677.826.596.558.128.587.677.190.893.9 3.9 2.1 1.0 828. Trenggalek Kab.3 2.2 4.524.5 2.4 3. Sukamara Kab.320.0 1. Hulu Sungai Utara Kab.2 4.0 752.350.068.8 1.7 1.2 1. Tana Tidung Provinsi Sulawesi Utara Kab.359.6 801.9 895.698.832.0 3.4 4. Ketapang Kab.8 718.5 1.7 3.820.2 2.0 1.328.9 797. Sekadau Kab.4 3.8 1.2 2.452.974.474.0 786.4 1.407.9 2.541.153.6 3.7 3.0 2.8 1. Sanggau Kab. Gunung Mas Kab.8 2.460.4 3.1 1.069.350.8 2.422.3 2.9 908.5 2.591.3 3. Hulu Sungai Tengah Kab.4 1.187.782.083. Hulu Sungai Selatan Kab.3 3.486.424.7 1. Landak Kab.6 4.7 11.516.1 1.071.7 3.155.640.690.5 1.721.0 1.048.1 3.3 4.717.7 3.439.0 1.161.6 3.2 761.5 3.2 1.433.0 1.3 2.173.409. Lamandau Kab.395.170. Barito Utara Kab.315. Minahasa Kab.587.6 2. Penajam Paser Utara Kab.4 2.408.3 3. Pasir Kota Balikpapan Kota Bontang Kab.239. Malinau Kab.4 898. Sambas Kab.204.3 3.1 942.700 1.9 1.0 3.023.1 814. Murung Raya Kab.059.6 1.3 1. Pontianak Kab. Barito Timur Kab.997.0 2.532.9 1.9 1.980.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 DAERAH Kab.645.621.8 2.1 2.2 4.4 2.737.3 4.2 .9 528.6 1. Bengkayang Kab. Melawi Kab.7 2. Barito Selatan Kab.2 2.1 4.5 2.9 3.860.035.362.032.483.2 1.602. Nunukan Kab.108.3 1.8 3. Kapuas Hulu Kab.431.426.8 2. Berau Kab.399.6 571.8 1.521.6 3.162.2 6.622.413. Kutai Barat Kab.696.

Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011
(dalam juta rupiah) 8

6 ALOKASI

7

NO
300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360

DAERAH
Kota Bitung Kota Manado Kab. Kepulauan Talaud Kab. Minahasa Selatan Kota Tomohon Kab. Minahasa Utara Kota Kotamobagu Kab. Bolaang Mongondow Utara Kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro Kab. Minahasa Tenggara Kab. Bolaang Mongondow Timur Kab. Bolaang Mongondow Selatan Kab. Boalemo Kab. Gorontalo Kota Gorontalo Kab. Pohuwato Kab. Bone Bolango Kab. Gorontalo Utara Provinsi Sulawesi Tengah Kab. Banggai Kab. Banggai Kepulauan Kab. Buol Kab. Toli-Toli Kab. Donggala Kab. Morowali Kab. Poso Kota Palu Kab. Parigi Moutong Kab. Tojo Una Una Kab. Sigi Provinsi Sulawesi Selatan Kab. Bantaeng Kab. Barru Kab. Bone Kab. Bulukumba Kab. Enrekang Kab. Gowa Kab. Jeneponto Kab. Luwu Kab. Luwu Utara Kab. Maros Kab. Pangkajene Kepulauan Kab. Pinrang Kab. Kepulauan Selayar Kab. Sidenreng Rappang Kab. Sinjai Kab. Soppeng Kab. Takalar Kab. Tana Toraja Kab. Wajo Kota Pare-pare Kota Makassar Kota Palopo Kab. Luwu Timur Kab. Toraja Utara Provinsi Sulawesi Barat Kab. Majene Kab. Mamuju Kab. Polewali Mandar Kab. Mamasa Kab. Mamuju Utara

ALOKASI
PELAYANAN FARMASI

ALOKASI
PELAYANAN RUJUKAN

PELAYANAN DASAR

2,602.3 1,744.6 2,504.3 1,387.9 2,958.7 1,273.8 1,982.6 2,277.2 3,045.3 2,534.2 4,728.4 3,565.3 1,416.0 1,347.2 1,982.6 2,876.6 1,492.9 2,492.2 1,264.8 2,599.8 2,635.1 1,245.3 1,267.9 2,075.0 1,297.3 1,157.0 1,887.4 1,500.0 3,687.8 1,824.7 2,039.2 1,633.0 2,109.9 2,036.5 1,960.0 2,092.2 2,203.1 2,595.8 2,109.6 1,715.9 2,337.1 2,905.6 2,131.4 1,835.7 1,638.8 1,926.6 3,856.1 2,107.2 2,617.8 2,255.3 3,124.5 4,793.3 1,296.6 1,209.0 1,468.6 1,811.8 2,359.3

1,229.6 2,779.7 1,436.1 1,474.9 615.7 1,318.6 1,527.8 1,534.0 1,679.1 1,656.6 2,719.8 2,878.7 1,108.2 2,137.2 1,005.9 1,047.4 821.7 1,191.0 1,041.6 1,133.0 1,292.5 1,601.5 1,843.1 1,445.8 1,752.5 1,277.6 1,961.9 910.2 1,719.2 1,048.9 1,078.7 2,649.3 2,834.7 920.0 3,100.7 1,466.9 1,781.3 1,276.9 1,506.3 1,630.9 1,977.5 1,320.2 1,592.6 988.9 725.8 1,605.8 1,835.9 2,084.8 737.5 4,501.0 1,292.6 736.3 2,530.6 1,293.5 1,815.7 2,296.1 1,172.1 1,453.7

3,102.9 1,537.7 1,627.7 3,362.2 4,803.2 1,453.1 2,089.8 3,796.3 1,537.8 3,334.8 3,505.0 2,522.8 5,078.7 3,226.5 2,789.2 2,364.5 3,091.1 8,794.1 1,639.8 1,051.6 3,118.1 878.1 1,927.6 2,947.3 2,444.0 1,680.6 1,965.9 964.3 1,776.2 1,883.0 1,654.7 1,681.9 2,264.9 1,103.9 3,789.4 2,006.4 1,259.0 3,484.6 3,513.1 1,429.4 1,567.8 2,025.6 -

Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011
(dalam juta rupiah) 8

6 ALOKASI

7

NO
361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419

DAERAH
Provinsi Sulawesi Tenggara Kab. Buton Kab. Konawe Kab. Muna Kota Kendari Kota Bau-bau Kab. Konawe Selatan Kab. Bombana Kab. Wakatobi Kab. Kolaka Utara Kab. Konawe Utara Kab. Buton Utara Kab. Bangli Kab. Buleleng Kab. Gianyar Kab. Jembrana Kab. Karangasem Kab. Klungkung Kab. Tabanan Kota Denpasar Provinsi Nusa Tenggara Barat Kab. Bima Kab. Dompu Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kota Mataram Kota Bima Kab. Sumbawa Barat Kab. Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur Kab. Alor Kab. Belu Kab. Ende Kab. Flores Timur Kab. Kupang Kab. Lembata Kab. Manggarai Kab. Ngada Kab. Sikka Kab. Sumba Barat Kab. Sumba Timur Kab. Timor Tengah Selatan Kab. Timor Tengah Utara Kota Kupang Kab. Rote Ndao Kab. Manggarai Barat Kab. Nagekeo Kab. Sumba Barat Daya Kab. Sumba Tengah Kab. Manggarai Timur Kab. Sabu Raijua Provinsi Maluku Kab. Maluku Tenggara Barat Kab. Maluku Tengah Kab. Maluku Tenggara Kab. Buru Kota Ambon

ALOKASI
PELAYANAN FARMASI

ALOKASI
PELAYANAN RUJUKAN

PELAYANAN DASAR

2,618.9 3,269.0 2,795.5 1,454.9 1,420.1 1,687.1 2,204.7 2,630.6 2,196.0 2,767.5 2,854.4 1,597.9 1,938.5 1,016.4 2,244.4 1,004.8 1,291.3 1,046.3 2,360.3 1,395.1 1,522.7 1,059.0 1,615.5 1,463.9 1,769.3 1,267.2 1,233.2 2,712.7 1,990.5 2,876.4 1,942.5 1,580.1 2,030.0 1,849.0 3,083.5 1,716.1 2,856.3 2,718.3 2,765.0 3,188.3 3,587.9 2,248.8 1,468.6 1,732.6 2,569.5 4,048.7 1,761.5 3,078.6 4,382.6 3,262.3 2,255.4 2,080.4 5,855.8 3,179.9

1,677.8 1,590.3 1,786.2 1,828.6 1,125.2 1,881.4 1,160.1 1,236.8 1,102.0 1,367.8 1,342.6 1,456.3 2,183.7 2,013.6 1,842.4 2,076.7 1,011.7 1,952.7 3,079.000 1,755.5 1,462.9 2,583.4 3,388.6 3,590.4 1,342.4 1,499.9 1,064.9 905.5 2,022.9 1,527.8 2,398.8 1,948.3 2,157.4 2,127.2 1,098.9 2,756.5 1,431.2 1,539.4 2,196.9 1,713.0 2,655.6 1,937.7 1,087.9 1,275.1 1,372.3 1,483.6 1,339.5 1,417.8 2,129.4 1,425.3 1,645.1 2,236.1 1,648.1 1,600.3 1,954.5

2,917.5 1,618.9 1,802.2 1,320.9 1,113.2 2,292.0 1,881.2 945.6 2,099.1 2,210.7 977.8 1,749.0 1,735.0 3,125.8 2,346.4 1,946.1 3,233.3 1,042.5 2,975.8 2,353.1 4,291.0 1,143.3 3,807.4 2,628.5 1,526.9 1,249.1 1,265.4 3,273.2 3,422.8 3,792.9 1,767.8 7,727.3 3,948.5 5,030.3 2,535.4 2,398.0 -

Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011
(dalam juta rupiah) 8

6 ALOKASI

7

NO
420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476

DAERAH
Kab. Seram Bagian Barat Kab. Seram Bagian Timur Kab. Kepulauan Aru Kota Tual Kab. Maluku Barat Daya Kab. Buru Selatan Provinsi Maluku Utara Kab. Halmahera Tengah Kab. Halmahera Barat Kota Ternate Kab. Halmahera Timur Kota Tidore Kepulauan Kab. Kepulauan Sula Kab. Halmahera Selatan Kab. Halmahera Utara Kab. Pulau Morotai Provinsi Papua Kab. Biak Numfor Kab. Jayapura Kab. Jayawijaya Kab. Merauke Kab. Mimika Kab. Nabire Kab. Paniai Kab. Puncak Jaya Kab. Kepulauan Yapen Kota Jayapura Kab. Sarmi Kab. Keerom Kab. Yahukimo Kab. Pegunungan Bintang Kab. Tolikara Kab. Boven Digoel Kab. Mappi Kab. Asmat Kab. Waropen Kab. Supiori Kab. Mamberamo Raya Kab. Mamberamo Tengah Kab. Yalimo Kab. Lanny Jaya Kab. Nduga Kab. Puncak Kab. Dogiyai Kab. Intan Jaya Kab. Deiyai Kab. Sorong Kab. Manokwari Kab. Fak Fak Kota Sorong Kab. Sorong Selatan Kab. Raja Ampat Kab. Teluk Bintuni Kab. Teluk Wondama Kab. Kaimana Kab. Maybrat Kab. Tambrauw Jumlah Kab/Kota Rata-rata Alokasi Jumlah Total Alokasi Jumlah Provinsi Rata-rata Alokasi Jumlah Total Alokasi Total Daerah Rata-rata nasional Jumlah Total Nasional

ALOKASI
PELAYANAN FARMASI

ALOKASI
PELAYANAN RUJUKAN

PELAYANAN DASAR

2,382.6 3,472.6 3,690.1 4,985.4 3,152.2 6,926.4 2,796.5 2,478.6 2,770.8 2,619.2 3,845.5 5,661.8 2,852.8 5,053.6 4,619.7 5,151.4 4,566.9 10,237.2 12,299.2 5,569.2 4,435.3 6,888.6 11,202.2 6,480.8 3,815.1 9,916.3 5,202.2 15,103.8 9,940.7 16,941.8 10,484.1 8,361.1 8,718.3 5,638.5 5,085.6 10,358.2 11,507.8 8,324.4 10,501.7 18,610.0 14,963.1 8,550.2 33,670.0 10,497.1 5,669.3 7,769.2 5,221.6 3,431.7 5,000.4 7,131.6 8,314.9 9,392.8 5,391.5 8,724.3 6,495.1

1,368.3 1,287.7 985.7 3,115.7 2,393.1 2,198.7 910.1 1,461.7 888.5 1,031.8 1,339.9 1,208.3 982.9 1,309.0 2,171.9 2,393.7 1,370.0 6,524.9 3,186.6 2,884.0 1,792.6 3,272.5 3,405.8 1,621.1 3,225.1 1,312.4 1,231.4 2,263.4 3,277.6 2,419.0 1,329.5 1,801.3 2,518.7 1,596.3 1,110.3 2,534.0 3,979.4 4,573.5 6,516.3 6,744.1 5,052.4 2,604.2 5,276.6 3,941.5 1,288.8 1,783.8 1,069.4 1,159.3 1,385.6 1,457.2 929.0 1,014.9 946.8 2,738.0 2,174.7

4,113.3 1,234.1 4,275.2 2,098.4 1,822.2 1,242.1 4,068.8 1,174.7 1,735.7 20,225.1 4,188.3 1,391.2 2,810.6 2,064.1 3,934.6 3,601.8 4,771.5 7,357.1 5,273.5 1,358.4 5,068.8 1,667.5 -

397 2,898.889 1,150,859.000 397 2,898.889 1,150,859.000

440 2,501.557 1,100,685.000 440 2,501.557 1,100,685.000

256 2,468.109 631,836.000 23 5,105.217 117,420.000 279 2,685.505 749,256.000

Labuhan Batu 2 Kab.457.416.900 938.823.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.500 3.000 1.187. Sahudin (Kutacane) RSU Idi Rayeuk RSUD Cut Meutia.900 1.760.H.500 2. Dharmasraya 14 11 Kab. Tapanuli Utara 5 6 Kota Binjai 6 7 Kota Medan 7 8 Kota Pematang Siantar 8 9 Kota Sibolga 9 10 Kota Tanjung Balai 10 11 Kota Tebing Tinggi 11 12 Kab. Tanah Datar 9 6 Kota Padang 10 7 Kota Payakumbuh 11 8 Kota Sawahlunto 12 9 Kab. M. Aceh Besar Kab.483. F Tobing RSU Dr.640.Adnaan WD RSU Sawahlunto RSU Pasaman Barat RSU Sungai Dareh RSU Muara Labuh 3.437.800.100 1.906.400 1.500 1.592.800 KABUPATEN/KOTA 1 1 Kab.300 3. Solok RSU Prof MA.300 3.340. Bireuen 11 Kab.311.973.400 1. Solok 7 8 5 Kab.620. Bener Meriah 17 Provinsi Sumatera Utara PROVINSI 1 2 3 RSU Dr. Aceh Pidie 12 Kab. Aceh Utara 10 Kab. Solok Selatan 15 1. Pirngadi RSUD Djasamen Saragih RSU Dr.700 2. Achmad Mochtar RSU Pariaman RSJ Prof.700 947. Aceh Selatan 5 6 Kab.800 2.300 . Tapanuli Tengah 4 5 Kab.700 1.600 713. Aceh Tenggara 8 Kab.600 713. Zein Painan RSUD Arosuka Labkesda Kab. Aceh Tengah 7 Kab.400 907. Kota Lhokseumawe RS Dr. Pasaman Barat 13 10 Kab.802.200 2.103.400 2.900 706.353.926.500 3. Nagan Raya Kab.247.900 713.154.300 1.200 3.878.100 856. HB.700 1.500 1. Serdang Bedagai 12 13 Kab. Limapuluh Kota 4 2 Kab. Saanin RSU Suliki RSU Lubuk Sikaping RSUD Dr.800 1. Pasaman 5 3 Kab.119.700 1. Padang Lawas 13 III Provinsi Sumatera Barat PROVINSI 1 2 3 KABUPATEN/KOTA 1 Kab.300 1.300 1. Pesisir Selatan 6 4 Kab. NAD RSJ Banda Aceh RSUD Kota Jantho RSU Yulidin Away RSU Datu Beru Takengon RSU H.871.021.600 940.154.800 2.600 938. RM Djoelham RSUD Dr.639. Tengku Mansyur RSUD Dr.400 2.138. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK Lampiran 13 DAK BIDANG KESEHATAN TAHUN 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN NO I DAERAH Provinsi Aceh PROVINSI NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 II KABUPATEN/KOTA 4 Kab.565.300 2.500 1. Nias 2 3 Kab. Hanafiah SM (Batusangkar) RSUD Kota Padang RSU Dr.800 2. Aceh Timur 9 Kab.583. Tapanuli Selatan 3 4 Kab.294.311.Kumpulan Pane / Tebing Tinggi RSU Sultan Sulaiman RSU Sibubuan RSU Dr.939.800 1. Simeulue 13 Kota Banda Aceh 14 Kota Sabang 15 Kota Langsa 16 Kab. Zaenal Abidin RSIA Prov.100 2.647.418.200 2.200 3. Fauziah Bireuen RSU Sigli RSUD Simeulue RSU Meuraxa RSU Sabang RSU Langsa RSU Nagan Raya RSUD Bener Meriah Tidak ada RSU Rantauprapat RSU Gunung Sitoli RSU Sipirok RSU Pandan RSU Tarutung RSU dr.

Lampung Barat Kab. Banyuasin 5 5 Kab. Indragiri Hilir Provinsi Kepulauan Riau PROVINSI 1 1 2 1 2 NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) Tidak ada RSUD Purihusada Tembilahan Labkesda Kab.300 1.300 1.778.000 1.600 840.077. Batanghari 3 Kab. Tebo 6 Kota Jambi 7 Provinsi Sumatera Selatan PROVINSI 1 KABUPATEN/KOTA 1 Kab.856.067. Yunus RSU Manna RSUD Arga Makmur RSU Curup RSUD Bengkulu Tengah RSUD H. Bengkulu Tengah Provinsi Lampung PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab.000 3.500 4. Muaro Jambi 5 Kab. Thalib RSUD Muaro Jambi RSUD Sultan Thaha Saifudin RSU H.367.280.445. Abdul Manap RSJ Palembang (RS Ernaldi Bahar) RSU Lahat RSU Dr Sobirin Rawas RSU Basemah Pagar Alam RSU Banyuasin RSUD Gumawang Tidak ada RSU Sungai Liat RSU Tanjung Pandan Labkesda Kota Pangkalpinang RSU Bangka Tengah RSU Sejiran Setason RSU Dr. Pringsewu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 .900 1.978. Rejang Lebong Kab.198.700 1. Way Kanan Kab.800 882.509.200 2.400 1.300 3.M.724. Natuna RSU Raden Mattaher RSJ Jambi RSUD H. Ryacudu Kotabumi RSU Kota Agung RSUD Manggala RSUD Zainal Abidin Pagaralam RSU Pringsewu 1.629.300 1. Tulang Bawang Kab. Lahat 2 2 Kab.400 1. Belitung 3 Kota Pangkal Pinang 4 Kab.338.834.344.421.686.200 1.922. Lampung Selatan Kab.600 2. Musi Rawas 3 3 Kota Pagar Alam 4 4 Kab.717. Lampung Utara Kab.500 1. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO IV DAERAH Provinsi Riau PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab.496.069.900 1.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.863.200 875.802. Kerinci 4 Kab. M. Bangka Barat IX Provinsi Bengkulu PROVINSI 1 2 3 4 X KABUPATEN/KOTA Kab.300 1.686.600 1.071.940. Tanggamus Kab.923. Bangka Tengah 5 Kab.466. Bangka 2 Kab. OKU Timur 6 VIII Provinsi Bangka Belitung PROVINSI 1 2 3 4 5 VII KABUPATEN/KOTA 1 Kab.636.712.800 1.600 1 V KABUPATEN/KOTA 1 Kab.500 1.700.400 1. Lampung Tengah Kab.Abdul Majid Batoe (Muara Bulian) RSU Mayjen H.205.900 1.500 4.850 2.800 1.A.688. Bengkulu Selatan Kab.850 1.700 6. Abdul Moeloek RSJ Bandar Lampung RSU Liwa RSU Kalianda RSUD Demang Sepulau Raya RSU Mayjen H.500 1.900 3. Bengkulu Utara Kab. Indragiri Hilir Tidak ada RSU Lap. Natuna VI Provinsi Jambi PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab.100 1.600 1.100 2.

000 3.800 1. R Soetijono Blora RSUD Dr.900 2. Banyumas Kab.474.000 664.677.147.001.208. Boyolali Kab.524. Majalengka Kab.421. Karawang RSU 45 Kuningan RSU Cideres RSU Majalengka RSU Sekarwangi RSUD Jampang Kulon RSU Kota Bandung (Ujung Berung) RSKIA Kota Bandung RSU Gunung Jati UPTD Labkesda Kota Cirebon RSUD Kota Depok RSUD R Syamsuddin SH RSU Tasikmalaya RSU Banjar Tidak ada 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 RSUD Dr.369. Serang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Tidak ada RSU Kab Bekasi Labkesda Kab. Bogor RSU Ciamis RSU Cianjur RSU Cimacan UPTD Labkesda Kab.239. Banjarnegara Kab.600 4.800 1.700 2.251. Bogor Kab.028.650 707.800 3.900 674. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) XII Provinsi Jawa Barat PROVINSI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 XIII KABUPATEN/KOTA Kab. Pandeglang RSUD Serang UPTD Labkesda Kab.400 709.038. Margono S. Kuningan Kab.700 2.147. Cilacap 2.600 616.400 748.680. Serang RSUD Kota Cilegon RS Tugurejo Semarang RSU Dr.600 603. Amino Gondohutomo RS Kusta Kelet Labkesda Kab. Bekasi Kab.100 672.700 1. Bekasi RSU Cibinong RSU Ciawi UPTD Labkesda Kab.200 1.400 3.269. Moewardi Solo RSU Prof.900 688.000 1.478.650 1.700 1.474. Ciamis Kab.250 4.400 1. RSJ Dr.400 3.300 598.700 1.265. Banjarnegara RSUD Banyumas RSUD Ajibarang Labkesmas Kab.524. Banyumas RSUD Dr.400 1 2 3 4 Kota Cilegon XIV Provinsi Jawa Tengah PROVINSI 1 2 3 4 5 KABUPATEN/KOTA Kab.100 2.500 639.500 784.179. Sukabumi Kota Bandung Kota Cirebon Kota Depok Kota Sukabumi Kota Tasikmalaya Kota Banjar Provinsi Banten PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab.066. Adjidarmo RSU Berkah Labkesda Kab.106.500 1.800 3. Cirebon Kab. R Soeprapto Cepu UPTD Labkes DKK Blora Labkes Dinkes & Sosial Kab.350 4.593.385.200 825.213.000 1.000 707.397.542.200 3.967. Lebak Kab.700 2.800 1.900 2.600 1.400 2.200 1.100 3.145. Cianjur RSU Waled RSU Arjawinangun RSU Indramayu RSU Patrol RSU Karawang` Labkesda Kab. Boyolali RSUD Cilacap RSUD Majenang UPTD Labkesda Kab.944.553. Indramayu Kab. Cianjur Kab. Blora Kab.972.506.068.900 1.791.900 959. Karawang Kab.550 3. Pandeglang Kab. Cilacap .RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.550 1.

Karanganyar Labkesmas Kab.300 2.597. Pati Kab.900 1. Dinkes Kab. Kulon Progo XVI Provinsi Jawa Timur PROVINSI 2.800 2. Gunung Kidul 3 Kab.712.600 2.400 690.587. Suwondo Kendal Labkes Dinkes & Kessos Kab.500 1. Kudus Labkesmas Dinkes Kab. Soebandi RSU Balung RSU Kalisat RSU Soegiri Lamongan RSU Haryoto Lumajang RSU Panti Waluyo Caruban RSU Dr.600 681.700 2.600 2. Koesnadi Labkes Kab.152.493.937.400 666. DAERAH Demak Jepara Karanganyar Kebumen Kendal Klaten Kudus 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 NAMA RUMAH SAKIT RSUD Sunan Kalijaga UPTD Labkesmas Kab.027. Kebumen RSUD Dr. H. Sragen Kab. Dinkes Kab.286. Purbalingga RSUD Ambarawa RSUD Ungaran UPTD Labkesda Kab. S. Kab. Bondowoso RSU Dr.200 819.700 2.712.000 1.234.200 1.800 1. Klaten RSUD Kudus UPTD Labkes Kab.411.000 830.533. Sragen Lab.800 756.438. Semarang Kab. Wonosobo Kota Magelang Kota Semarang 22 Kota Surakarta XV Provinsi DI Yogyakarta PROVINSI KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Kota Magelang RSU Kota Semarang Lab.800 2. Blitar RSU Dr.600 1.937. Bantul 2 Kab.000 1.316.600 1.347.500 1.300 2.347.900 504. Magelang RSUD Kayen Pati UPT Labkesda Kab.200 649.900.079.048.201.900 1.700 2.700 1. Jember Kab.700 1. Sayidiman Magetan RSU Kepanjen ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) Kab. Lamongan Lumajang Madiun Magetan Malang . Bondowoso Kab.800 1.502. Banyuwangi Kab. Soedono Madiun RSU Dr.000 812.700 1.636.753.100 1. Kab.500 2. Kab. Semarang RSU Sragen Lab. Kab.400 1. Banyuwangi RSU Ngudi Waluyo Wlingi Labkesling Dinkes Kab.600 1.100 516.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.800 926.123. Jatikoesoemo RSUD Sumber Rejo RSUD Padangan RSU H.678. Dinkes Kab. Pati RSU Kraton Labkesmas Kab.958. Kab. Blitar Kab.500 2. Magelang Kab. Kab. Jepara Lab.900 514. Kab.800 3.800 2. Saiful Anwar RSU Dr. Kab.213.770.900 1.985.141.097.302.600 1. Wonosobo RSU Tidar Magelang UPTD Dinkes Lingk.698.800 3. Purbalingga Kab.600 1. Bojonegoro Kab. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kab. Soetomo RSU Haji Surabaya RSJ Menur RSTP Batu RS Kusta Kediri RSUD Syarifah Ambame RS Blambangan RS Genteng Labkesmas Kab.300 577.025.900 1.731.387. Bangkalan Kab.985.600 1.300 1.100 1. Dinkes Kota Semarang UPTD Labkes Dinkes Kota Surakarta RSJ Ghrasia RSU Panembahan Senopati RSU Wonosari RSU Wates RSU Dr.000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 KABUPATEN/KOTA Kab.200 3.249.018. Kab. Kab. Pekalongan Kab.400 819.

600 799.200 880.176.600 957.373.400 1. Bengkayang 3 RSU Bengkayang 4 RSUD Landak 2 Kab.100 768. Sidoarjo 39 RSU Situbondo 19 Kab. Mojokerto NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) 27 RSU Prof.435.900 1. Landak 5 RSU Dr.035. Soeroto Ngawi 14 Kab.300 769. Ketapang 7 RSU Dr. Seruyan 721. Tulungagung 44 RSU Mardi Waluyo 22 Kota Blitar 45 UPTD Labkesda Kota Blitar 46 RSU Gambiran 23 Kota Kediri 47 RSUD Kota Madiun 24 Kota Madiun 48 Labkesda Dinkes Kota Madiun 49 RSU Dr Wahidin S Husodo 25 Kota Mojokerto 50 Labkesda Kota Mojokerto 51 RSU M Saleh Probolinggo 26 Kota Probolinggo 52 Labkesda Kota Probolinggo XVII Provinsi Kalimantan Barat PROVINSI 1 RSUD Dr.974.300 1.600 1.300 1. Soemarmo Kapuas 3 Kab.600 1. M Harjono Ponorogo 16 Kab.296. Trenggalek 42 RSU Dr.400 3.621.198. Nganjuk 32 RSU Dr.100 4. Probolinggo 17 Kab. Kapuas 5 Labkesda Kab.900 2.826. Iskak 21 Kab. Dr.900 4. Situbondo 41 UPTD Labkesda Kab.468.700 3.100 1. Tulungagung 43 Lab. Sanggau 11 RSUD Ade M Djoen Sintang 8 Kab. Dinkes Kab. Rubini Mempawah 5 Kab.500 3.393.980. Soedarso 2 RSJ Provinsi Kalbar KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Barito Timur 7 RSU Pulang Pisau 5 Kab.431. A Basoeni 29 Lab.700 1. Ngawi 34 RSU Pamekasan 15 Kab.050 480.931. Mojokerto 30 RSU Kertosono 13 Kab.944.700 1.700 898. Ponorogo 36 Labkesda Kab. Sambas 10 RSUD Sanggau 7 Kab.000 1.500 691.000 3.400 614.860.000 1.000 1. Trenggalek 20 Kab.100 1.622. Barito Utara 4 RSU Dr. Sambas 9 Labkesda Kab.881.208.300 3. Ngawi 33 Labkesda Kab.200 1.100 3.320. Kapuas Hulu 6 RSU Agoesdjam 4 Kab. Soekandar 28 RSUD R. Dorris Sylvanus KABUPATEN/KOTA 1 Kab.200 685. Pulang Pisau 8 RSU Kuala Pembuang 6 Kab.020.700 599.966.900 1.600 4.051. Ponorogo 37 Labkes Dinkes Kab. Sintang 12 Labkesda Dinkes Kab.474.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. Nganjuk 31 Labkesda Kab.309.885.048.900.200 . Probolinggo 38 RSU Sidoarjo 18 Kab. Dinkes Kab.000 2.500 1.225.500 621. Barito Selatan 2 RSU Buntok 3 RSU Muara Teweh 2 Kab.300 1.050 721. Sintang 13 Pusat Labkesda Kota Pontianak 9 Kota Pontianak 14 RSU Dr. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO 12 DAERAH Kab.300 2.175. Pontianak 8 RSU Sambas 6 Kab.225. Kapuas 6 RSU Tamiang Layang 4 Kab. Abdul Azis 10 Kota Singkawang XVIII Provinsi Kalimantan Tengah PROVINSI 1 RSU Dr. Situbondo 40 Labkesmas Dinkes Kab.170.470.200 705.600 1.Achmad Diponegoro 3 Kab.000 1.700 1. Pamekasan 35 RSU Prof.000 1.

000 4. Banggai Kepulauan 5 RSU Buol 3 Kab. Bolaang Mongondow 2 RSU Datoe Binangkang 3 RSUD Lolak (Pemekaran) 2 Kab. Aloei Saboe 4 Kab.362.100 3.241.453.250 1. Tojo Una Una XXIV Provinsi Sulawesi Selatan PROVINSI 1 RSUD Labuang Baji 2 RSU Haji Makassar KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Gorontalo 2 RSUD Dr. Tapin 3 RSU Datu Sanggul Rantau 2 Kota Banjar Baru 4 RSU Banjarbaru XX Provinsi Kalimantan Timur PROVINSI 1 RSUD HA.740.100 3.522.700 3.000 2. Buol 6 RSU Mokopido 4 Kab.700 2. A Makatutu 4 RSU Tenriawaru Bone 2 Kab.364.200 2. Berau 4 RSUD Dr. Sam Ratulangi 3 Kab.650 783.602. Boalemo 1 RSU Tani & Nelayan Kab. Donggala 8 RSUD Morowali Bungku 6 Kab.500 2. Pohuwato 4 RSU Kab. MM Dunda 3 Kota Gorontalo 3 RSUD Prof.700 3.334.950.200 3.400 3.000 3. Bolaang Mongondow Utara RSU Bolaang Mongondow Utara 7 XXII Provinsi Gorontalo PROVINSI Tidak ada KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Malinau 6 RSUD Nunukan 3 Kab. H. Minahasa 4 RSU Dr.Pohuwato XXIII Provinsi Sulawesi Tengah PROVINSI 1 RSUD Undata Palu 2 RSD Madani (RSJ Palu) KABUPATEN/KOTA 1 Kab.800 3.250 2.900 803. Parigi Moutong 13 RSU Ampana 10 Kab.486.051.200 2.200 1.016. Banggai 3 RSU Luwuk 4 RSU Banggai Kepulauan 2 Kab. Kanujoso D. Minahasa Utara 6 RSU MW Maramis Minut 5 Kab. Bantaeng 3 RSU Prof. Morowali 9 RSU Kolonedale 10 RSU Poso 7 Kab.600 .493.500 3.102.600 3. A Rivai Tanjung Redeb 5 RSUD Malinau 2 Kab.213.800 1.300 1.800 1.537. KABUPATEN/KOTA 1 Kab.Boalemo 2 Kab.926.200 4. Poso 11 RSU Anutapura 8 Kota Palu 12 RSU Anuntaloka Parigi 9 Kab. Sangihe 5 RSU Liun Kendage Tahuna 4 Kab.600 3.200 2.044.505.044.200 929.803.362.639.000 828.800 1.213.226.091. Nunukan 7 RSU Panglima Sebaya 4 Kab.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.300. Penajam Paser XXI Provinsi Sulawesi Utara PROVINSI 1 RS Khusus Daerah Kls A KABUPATEN/KOTA 1 Kab.100 1.650 832.800 3.698. Toli-Toli 7 RSU Kabelota Donggala 5 Kab.550 5. Pasir 8 RSU Taman Husada Kota Bontang 5 Kota Bontang 9 UPTD Labkesda Kota Bontang 10 RSUD Penajam Paser Utara 6 Kab. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) XIX Provinsi Kalimantan Selatan PROVINSI 1 RSUD Ansari Saleh 2 RSJ Sambang Lihum KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Wahab Sjahranie 2 RSUD Tarakan 3 RSUD Dr.300 2. Bone 783.900 3. Dr.789.796.550 1.926.128.627.537.900 1.700 1.100 4.377.696.900 1.

700 977.006.300 2.200 1. Kab. Muna 3 RSUD Kab. Selayar Selayar Sidenreng Rappang 15 RSU Arifin Nu'mang 16 UPTD Labkesda Kab.600 3.Karangasem 6 Kab.000 1.000 3.680. Mamuju 3 RSU Mamuju 3 Kab.900 964.183.200 945.749. Dinkes Kota Kendari 4 Kab.444.300 1.259. Jembrana 4 RSU Negara 5 Kab.900 1. Buleleng 3 Kab. Kab.900 2.800 661.900 3. Majene 2 RSU Majene 2 Kab. Takalar 20 RSU Andi Makassau 17 Kota Pare-pare 21 Labkesda Kota Pare-pare 22 RSU Sawerigading Palopo 18 Kota Palopo 23 RSUD Ilagaligo 19 Kab.484. Kab. Gianyar 3 RSU Sanjiwani 4 Kab. Polewali Mandar 4 Labkesda Dinkes Polman 4 Kab.618.320. Konawe Selatan 5 Kab.000 992.Konawe 2 Kab.513. Bangli 1 RSU Bangli 2 Kab.264. Bombana 6 RSUD Bombana 6 Kab. DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) 5 RSUD HA Sultan DG Radja Bulukumba Bulukumba 6 RSUD Massenrempulu Enrekang 7 RSU Syech Yusuf Gowa 8 RSU Lanto DG Pasewang Jeneponto Jeneponto 9 RSUD Batara Guru Belopa Luwu 10 RSU Andi Jemma Masamba Luwu Utara 11 RSU Salewangang Maros Maros Pangkajene Kepulauan 12 RSU Pangkep 13 RSU Lansirang Pinrang Pinrang 14 RSU Kep.927. Muna (Raha) 3 Kota Kendari 4 Lab. Konawe 2 RSUD Kab.900 1.210.099.567.800 2.947.100 2. Sidrap 17 RSU Sinjai 14 Kab. Konawe Utara XXVII Provinsi Bali PROVINSI Tidak ada KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Kab.429.000 .000 1.103.900 1.100 1. Sinjai 18 RSU Ajapange Soppeng 15 Kab. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kab.917. Kab.100 1.735.500 1. Karangasem 5 RSUD Kab.000 1.600 2.776.600 2.292.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.100 878. Buleleng 2 RSUD Kab.600 1.025.Padjonga DG Ngalle 16 Kab.965. Luwu Timur XXV Provinsi Sulawesi Barat PROVINSI 1 RS Provinsi Malabi KABUPATEN/KOTA 1 Kab.113.900 1. Kab. Mamasa 5 RSU Mamasa XXVI Provinsi Sulawesi Tenggara PROVINSI 1 RSU Provinsi Sultra KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Kab. Tabanan 6 BRSU Tabanan 3.118. Konawe Utara 7 RSUD Kab.883.881.300 2.200 2. Kab.802.400 1.200 1. Soppeng 19 RSUD H. Kab.100 606.600 2.400 1. Konawe Selatan 5 RSUD Kab. Kab.800 1.681.

Ngada 7 RSU Bajawa 6 Kab.767. Flores Timur 4 RSUD Larantuka 3 Kab.200 2.234.600 2.800 1.946.400 1.900 2. Kepulauan Aru 9 RSUD Cendrawasih Dobo XXXI Provinsi Maluku Utara PROVINSI 1 RSUD Chasan Boesoerie KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Halmahera Timur 4 RSU Maba 4 Kota Tidore Kepulauan 5 RSUD Tidore (Soasio) 5 Kab.800 5.800 4.729.000 746. Lombok Barat 4 RSUD Patut Patuh Patju Gerung 4 Kab. Raja Ampat 4 RS Lapangan Marinda Raja Ampat JUMLAH 3. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) XXVIIIProvinsi Nusa Tenggara Barat PROVINSI 1 RSU Mataram KABUPATEN/KOTA 1 Kab.500 1.700 9.273.353. Pulau Buru 7 RSUD Namlea 5 Kab.900 1. Maluku Tengah 4 RSU Masohi 5 RSU Saparua 3 Kab. Manokwari 2 RSU Manokwari 3 Kab.265.800 3.500 1.500 7.810. Yapen Waropen 9 RSUD Serui 8 Kab. Johannes 2 RSJ Kupang KABUPATEN/KOTA 1 Kab.822.100 4.700 1.188.273.948. Merauke 6 RSU Merauke 5 Kab. Dr.398.400 3.300 3. Kupang 5 RSU Naibonat 4 Kab.807.671.100 3. Halmahera Barat 3 RSU Jailolo 3 Kab. Ende 3 RSUD Ende 2 Kab.750 11.143. Sikka 8 RSU TC Hillers Maumere 7 Kab. Jayapura 4 RSUD Yowari Sentani 3 Kab.400 1. Sumba Barat 9 RSU Waikabubak 8 Kab. Mappi 10 RSUD Mappi (persiapan) XXXIIIProvinsi Papua Barat PROVINSI Tidak ada KABUPATEN/KOTA 1 Kab.200 2.300 1.100 2.676.391. WZ. Halmahera Selatan 7 RSU Labuha XXXIIProvinsi Papua PROVINSI 1 RSU Abepura 2 RSU Dok II Jayapura KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Jayawijaya 5 RSU Wamena 4 Kab.200 2. Sorong 2 Kab.800 1.100 5.900 1.300 1.188.233.174. Halmahera Tengah 2 RSU Weda 2 Kab.300 1. SBT (Bula) 6 Kab. Sabu Raijua 13 RSU Sabu Rai Jua XXX Provinsi Maluku PROVINSI 1 RSU M.256.350 4.249. Maluku Tenggara Barat 3 RSU Saumlaki 2 Kab.500 3.068. Biak Numfor 3 RSU Biak 2 Kab. Fak Fak 3 RSU Fak-fak 4 Kab.700 1.975.357.792.300.113.100 2. Lombok Timur 6 RSUD R Sujono Selong 6 Kab.100 3.500 2.934.000 4.628. Dompu 3 RSU Dompu 3 Kab.100 1. Haulussy Ambon 2 RSU Tulehu KABUPATEN/KOTA 1 Kab.600 3. Manggarai 6 RSU Ruteng 5 Kab.275. Sumbawa 7 RSU Sumbawa XXIX Provinsi Nusa Tenggara Timur PROVINSI 1 RSU Prof. Lombok Tengah 5 RSU Praya 5 Kab.400 2.068.036. Timor Tengah Utara 10 RSU Kefamenanu 11 UPTD Labkesda TTU 9 Kota Kupang 12 RSD Kota Kupang 10 Kab.535.331.200 3.346. Bima 2 RSU Raba Bima 2 Kab.800 2.042.601.800 2.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.056.358.667.064.098.959. Sorong 1 RSU Kab.400 1.771.100 4.000 . Mimika 7 RSUD Mimika 6 Kab.300 1.242.400 5.400 2. Nabire 8 RSU Nabire 7 Kab.526. Seram Bagian Timur 8 RSUD Kab.500 749. Maluku Tenggara 6 RSU Tual 4 Kab.200 1.125. Kepulauan Sula 6 RSU Sanana 6 Kab.735.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful