KATA PENGANTAR

Pada kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi atas tersusunnya Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2011. Petunjuk Teknis ini merupakan implementasi dari amanat Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, Kementerian Teknis membuat petunjuk penggunaan DAK. DAK Bidang Kesehatan diberikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2011 yang ditetapkan melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2011. RKP Tahun 2011 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2010, merupakan acuan bagi Kementerian, lembaga Pemerintah-Non Kementerian dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat termasuk dunia usaha sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. Kewajiban bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dalam pembangunan kesehatan yakni menyediakan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau dan berkualitas, salah satunya melalui pembiayaan yang bersumber dari DAK Bidang Kesehatan. Saya berharap DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 dapat memberi daya ungkit yang nyata terhadap prioritas dan fokus pemerintah dalam pembangunan kesehatan di daerah. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang kesehatan ini, menjelaskan secara rinci penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 terdiri dari 3 subbidang, yaitu: pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan, dan pelayanan kefarmasian. Pelayanan kesehatan dasar meliputi kegiatan: (1) Pembangunan, Peningkatan dan Perbaikan Puskesmas; (2) Pembangunan Pos Kesehatan Desa; (3) Pengadaan Peralatan kesehatan termasuk Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA); (4) Pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak. Pelayanan kesehatan rujukan, meliputi kegiatan: (1) Pembangunan dan Pengadaan Peralatan Kesehatan untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS; (2) Pembangunan, perbaikan Bank Darah RS (BDRS) dan Pemenuhan Peralatan Unit Transfusi Darah (UTD) di RS; (3) Pembangunan dan Pengadaan peralatan Instalasi Gawat Darurat RS (IGD RS); (4) Peningkatan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS; (5) Pemenuhan peralatan laboratorium klinik di

Laboratorium Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota; dan (6) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RS Pemerintah Daerah. Pelayanan kefarmasian, meliputi kegiatan: (1) Penyediaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan; (2) Pembangunan baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota; (3) Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota.

i

Peraturan Menteri Keuangan No.216/PMK.07/2010 menetapkan DAK Bidang Kesehatan tahun 2011 diperuntukkan bagi 397 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

mendapat alokasi anggaran untuk subbidang pelayanan kesehatan dasar; 440 Dinas Kesehatan mendapat alokasi anggaran untuk subbidang pelayanan kefarmasian; 23 Provinsi dan 256 Kabupaten/Kota mendapatkan subbidang pelayanan kesehatan rujukan. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011, subbidang pelayanan kesehatan rujukan diperuntukkan bagi 48 RSUD Provinsi, 260 RSUD Kabupaten/Kota dan 54 Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Akhir kata, semoga Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 dapat secara optimal digunakan di daerah. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat dan hidayah bagi kita dalam melaksanakan pembangunan kesehatan di Indonesia yang kita cintai.

Jakarta, 17 Desember 2010

MENTERI KESEHATAN,

ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH

ii

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1810/Menkes/SK/XII/2010 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2011 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 58 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, telah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK.07/2010 tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011; b. Bahwa untuk melaksanakan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK.07/2010 perlu menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011; Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang–undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 3. Undang–undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400 ); 4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 5. Undang–undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4212). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. 8. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 73. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 14. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5167). sebagaimana yang telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 ( (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 92. 14. 15. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4418). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063). 11. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89.07/2010 tentang Penetapan Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011. 12. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578). 9. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2010 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2011. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575). Undang–undang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 126. 7. 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Dana Alokas Khusus (DAK). 13. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan. .6. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144. Pemerintah Daerah Propinsi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737).

ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH .MEMUTUSKAN Menetapkan Kesatu : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2011. Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011 sebagaimana dimaksud Diktum Kesatu tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Kedua : Ketiga : Keempat : Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 Desember 2010 MENTERI KESEHATAN. Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud Diktum Kedua agar digunakan sebagai acuan oleh Pemerintah Propinsi/Kabupaten/Kota dalam Pengelolaan dan Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

PERENCANAAN B. SISTEM INFORMASI KESEHATAN DAERAH E. PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK BAB V SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN A. PENGALOKASIAN DAN PENYALURAN BAB II KEBIJAKAN DAK BIDANG KESEHATAN TAHUN 2011 A.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. TUJUAN C. RUANG LINGKUP D. PELAKSANAAN BAB IV SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN DASAR A. PUSKESMAS PERAWATAN C. BANK DARAH RUMAH SAKIT DAN UNIT TRANSFUSI DARAH DI RUMAH SAKIT 28 23 i iii vii 1 1 3 3 4 5 5 6 7 7 7 8 8 11 17 19 21 23 vii . KEBIJAKAN UMUM B. POSKESDES D. KEBIJAKAN KHUSUS BAB III PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN TEKNIS A. PENINGKATAN SARANA PRASARANA DAN PENGADAAN PERALATAN KESEHATAN UNTUK PROGRAM PONEK DI RS B. PUSKESMAS B. LATAR BELAKANG B.

PEMBANGUNAN BARU DAN REHABILITASI INSTALASI FARMASI KABUPATEN/KOTA C. PENINGKATAN FASILITAS TEMPAT TIDUR KLASIII RS E. EVALUASI DAN PELAPORAN A. PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DAN PENGADAAN PERALATAN PENDUKUNGNYA DI RS PEMERINTAH BAB VI SUBBIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN A. PENYEDIAAN OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN B.C. PELAPORAN C. PENGADAAN SARANA PENDUKUNG INSTALASI FARMASI KABUPATEN/KOTA BAB VII PEMANTAUAN. PENINGKATAN FASILITAS INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT D. FORMAT LAPORAN TRIWULANAN BAB VIII PENUTUP 53 55 55 56 59 64 51 45 49 49 44 36 42 LAMPIRAN LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 : DEFINISI OPERASIONAL : STANDAR PERALATAN DAN LOGISTIK POSKESDES : DAFTAR 183 KABUPATEN TERTINGGAL viii . PENGADAAN PERALATAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM KLINIK DI LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA F. PEMANTAUAN DAN EVALUASI B.

LAMPIRAN 4 : DAFTAR NAMA PULAU TERLUAR BERPENDUDUK YANG BERBATASAN DENGAN NEGARA TETANGGA LAMPIRAN 5 : DAFTAR 101 PUSKESMAS PRIORITAS PROGRAM YANKES DTPK LAMPIRAN 6 LAMPIRAN 7 : PERALATAN LIVE SAVING PUSKESMAS TERPENCIL DI DTPK : PERALATAN PUSKESMAS DENGAN RAWAT INAP (PONED SET) LAMPIRAN 8 LAMPIRAN 9 : RUANG PERSALINAN PUSKESMAS NON PERAWATAN : PERALATAN PUSKESMAS NON RAWAT INAP (SET PERALATAN BERSALIN) LAMPIRAN 10 : DAPUR GIZI PADA PUSKESMAS PERAWATAN LAMPIRAN 11 : STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT LAMPIRAN 12 : CONTOH PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK LAMPIRAN 13 : ALOKASI DAK KESEHATAN TAHUN 2011 ix .

LATAR BELAKANG Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pembangunan yang dilaksanakan harus dapat menjamin bahwa manfaatnya dapat diterima oleh semua pihak. Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya bagi masyarakat. menyeluruh. target 5 (meningkatkan kesehatan ibu) dan target 6 (memerangi HIV dan AIDS. yang diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif. sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Kementerian Kesehatan telah menyusun strategi untuk pencapaian targettarget tersebut. yang dituangkan dalam Millennium Development Goals (MDGs). keadilan. Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara. gender dan nondiskriminatif dan norma-norma agama. perlindungan. penghormatan terhadap hak dan kewajiban. dan berkesinambungan. pada pasal 2 dan 3 dinyatakan bahwa pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berasaskan perikemanusiaan. berdampak adil bagi perempuan dan laki-laki (responsif gender). kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya. serta 2 target lainnya yang tidak terkait langsung yaitu target 1 (menanggulangi kemiskinan dan kelaparan) dan target 3 (mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan). manfaat. Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran. TB dan Malaria serta penyakit lainnya). keseimbangan. diselenggarakan upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat. kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu. Di dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. preventif. 1 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .BAB I PENDAHULUAN A. Dalam MDGs terdapat tujuan yang terkait langsung dengan bidang kesehatan yaitu target 4 (menurunkan angka kematian anak). Pembangunan bidang kesehatan juga menjadi perhatian penting dalam komitmen internasional.

dan pelayanan kesehatan rujukan (RS Provinsi/Kabupaten/Kota dan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota). terjangkau dan berkualitas. DAK Bidang Kesehatan tahun 2011 difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas dan Poskesdes). Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). DAK Bidang Kesehatan. dilengkapi informasi dalam pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan di daerah dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri Keuangan tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011. Buku Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 berisi penjelasan rinci pemanfaatan DAK. Pemerintah melalui Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. diberikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2011 yang ditetapkan melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2011. telah menetapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebagai salah satu sumber penerimaan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi. lembaga Pemerintah-Non Kementerian dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat termasuk dunia usaha sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. teralokasi secara adil dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna. yang bertujuan untuk penyediaan pembiayaan kesehatan yang berkesinambungan dengan jumlah yang mencukupi. sehingga pemerintah baik pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah dapat menyediakan pelayanan kesehatan yang merata. merupakan acuan bagi kementerian. pemerintah Pusat memberikan anggaran pada daerah untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan merupakan prioritas nasional. perlu adanya pembiayaan kesehatan.Dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. RKP Tahun 2011 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2010. pelayanan kefarmasian untuk Kabupaten/Kota. diantaranya untuk meningkatkan pembangunan kesehatan. 2 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Selanjutnya buku petunjuk teknis ini menjadi pedoman pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011.

(2) Pembangunan. 2. TUJUAN 1. Pelayanan Kefarmasian dapat dimanfaatkan untuk: (1) Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan. (2) Pembangunan Baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota. Rumah Sakit Provinsi/Kabupaten/Kota dan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. (4) Pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan. Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). (2) Pembangunan Pos Kesehatan Desa. Pelayanan kesehatan rujukan. (3) Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota. (3) Pembangunan dan Pengadaan Peralatan Instalasi Gawat Darurat RS (IGD RS). (3) Pengadaan peralatan kesehatan termasuk Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA). RUANG LINGKUP DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 diarahkan untuk kegiatan: 1. Khusus Meningkatkan pemerataan. 3. Perbaikan Bank Darah RS (BDRS) dan Pemenuhan Peralatan Unit Transfusi Darah (UTD) di RS. Pelayanan kesehatan dasar meliputi kegiatan: (1) Pembangunan. Perbaikan dan Perluasan Puskesmas khususnya di Daerah Tertinggal. jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Poskesdes. serta penyediaan dan pengelolaan obat generik dan perbekalan kesehatan. 2. Peningkatan. 3 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . C. Umum Membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2011. meliputi kegiatan: (1) Pembangunan dan Pengadaan Peralatan Kesehatan Untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS. (4) Peningkatan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS. dan (6) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RS.B. (5) Pemenuhan Peralatan di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Penyediaan sarana prasarana pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kefarmasian untuk Kabupaten/Kota. disalurkan melalui SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. dilakukan melalui 2 (dua) tahapan. 2) 3) 4) 2. Penyediaan sarana prasarana dan peralatan kesehatan untuk pelayanan kesehatan rujukan disalurkan melalui SKPD Rumah Sakit Umum atau Khusus Provinsi/Kabupaten/Kota dan SKPD Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Penentuan daerah tertentu yang menerima DAK Penentuan kelayakan daerah penerima DAK menggunakan Indeks Fiskal Wilayah (IFW) dengan bobot 50% dan IT (Indeks Teknis) dengan bobot 50%. Penyaluran DAK Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011 disalurkan melalui mekanisme transfer yang diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan dan ketentuan peraturan yang berlaku lainnya. b. PENGALOKASIAN DAN PENYALURAN 1. Pengalokasian Penghitungan alokasi DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. Penentuan besaran alokasi DAK masing-masing daerah 1) Penentuan besaran alokasi daerah penerima DAK menggunakan IFW dengan bobot 20% dan IT dengan bobot 80%.D. a. 4 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . b. IFW ditentukan berdasarkan Kriteria Umum dan Kriteria Khusus merupakan kewenangan dari Kementerian Keuangan. Kaidah-kaidah mengenai mekanisme pengalokasian DAK dapat dilihat pada Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005. Usulan ruang lingkup kegiatan dan besaran alokasi DAK kemudian dibahas dan diputuskan bersama antara pemerintah dengan Panitia Kerja Belanja Transfer ke Daerah DPR RI. yaitu: a. sedangkan IT ditentukan berdasarkan data dan indeks teknis merupakan kewenangan dari Kementerian Kesehatan.

penyehatan lingkungan. 7. ketersediaan tenaga pelaksana. 5. 55 Tahun 2005. biaya pemeliharaan/perawatan sarana dan peralatan kesehatan. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar. untuk mendanai dukungan pelayanan kesehatan yang merupakan kewenangan dan tanggung jawab daerah ke arah peningkatan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan. serta aspek lainnya sebagai akibat pelaksanaan kegiatan DAK Bidang Kesehatan. Direktur RSUD Provinsi/Kabupaten/Kota dan Kepala Laboratorium Dinas Kesehatan 2. Alokasi pagu anggaran DAK Bidang Kesehatan TA 2011. pengendalian penyakit. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian. terdiri dari anggaran untuk pelayanan kesehatan dasar. melalui peningkatan sarana dan prasarana di Puskesmas dan Poskesdes. 3. Kebijakan Umum 1. Dalam pelaksanaan kegiatan. perbatasan dan kepulauan. perbaikan status gizi masyarakat. biaya operasional. terutama untuk pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal. terpencil. Rumah Sakit dan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.BAB II KEBIJAKAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 A. DAK Bidang Kesehatan membantu daerah untuk membiayai kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional di bidang kesehatan. DAK Bidang Kesehatan merupakan bantuan kepada daerah tertentu. 4. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. pemerintah daerah harus menyediakan pembiayaan yang bersumber dari daerah untuk dana pendamping sebesar 10% sesuai dengan Undang-undang No 33 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah No. 6. serta penyediaan dan pengelolaan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan. 5 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Kebijakan DAK Kesehatan adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jaminan persalinan di sarana kesehatan milik pemerintah dan Angka Kematian Bayi (AKB).

7. 9. B. Meningkatkan Fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS. 14. 17. 15. Pembangunan Baru. 11. memerangi HIV dan AIDS. Pemenuhan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RS Pemerintah Daerah. 5 dan 6 (menanggulangi kemiskinan dan kelaparan. Peningkatan pelayanan persalinan normal di Puskesmas. 13. 6 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Pemenuhan Peralatan Pemeriksaan Laboratorium Klinik di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. meningkatkan kesehatan ibu. 12. mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. 3 . Menunjang percepatan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di daerah tertinggal. Pembangunan Pos Kesehatan Desa untuk desa yang belum memilikinya. 16. 2. Pembangunan dapur gizi pada Puskesmas Perawatan. Kebijakan Khusus Penggunaan DAK Bidang Kesehatan diprioritaskan untuk : 1. Penyediaan peralatan pendukung Sistem Informasi Kesehatan Daerah. Malaria serta penyakit menular lainnya). 10. Mendukung pencapaian target MDGs No 1. Penyediaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak. 6. Meningkatkan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS. Penyediaan dan Pengelolaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan. Pembangunan Puskesmas Perawatan Mampu PONED. 4.4. Meningkatkan Sarana Prasarana dan Pengadaan Peralatan Kesehatan Untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS. 5.Kabupaten/Kota bertanggung jawab terhadap anggaran DAK Bidang Kesehatan di wilayah kerjanya. Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota. 8. Rehabilitasi dan Perluasan Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota. 3. Pembangunan BDRS dan pemenuhan peralatan UTD di RS. TB. perbatasan dan kepulauan. menurunkan angka kematian anak.

7 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Pemerintah dan Pemerintah Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) harus saling berkoordinasi dalam penyusunan kegiatannya. Penggunaan anggaran DAK Bidang Kesehatan 2011 yang tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan 2011 menjadi tanggung jawab Kepala Daerah dan SKPD yang bersangkutan. PERENCANAAN Sesuai dengan UU No 32 Tahun 2004 pasal 162.BAB III PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN TEKNIS DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 A. PELAKSANAAN TEKNIS Pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan 2011 harus mengacu pada Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan 2011 yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Kepmenkes). Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) yang disusun mengacu kepada Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. Dalam rangka menjaga sinkronisasi perencanaan. pelaksanaan dan evaluasi program kesehatan Kabupaten/Kota dengan Provinsi. Satker Kabupaten/Kota yang memperoleh alokasi DAK Bidang Kesehatan agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi. B.

terpencil. d) Wilayah kerja sangat luas. c) Kepadatan penduduk tinggi. Pembangunan Baru Pembangunan Puskesmas dapat merupakan pembangunan baru atau peningkatan dari Puskesmas Pembantu. PUSKESMAS 1.000 penduduk per kecamatan. b) Tenaga kesehatan disediakan oleh Pemerintah Daerah.BAB IV MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN DASAR A. e) Relokasi Puskesmas yang disebabkan adanya bencana alam. atau terjadinya masalah hukum pada lokasi fisik bangunan. jumlah penduduk lebih dari 30. 2) Lokasi Puskesmas: a) Di area yang mudah terjangkau baik dari segi jarak maupun sarana transportasi umum dari seluruh wilayah kerjanya. b) Kecamatan pemekaran yang tidak mempunyai Puskesmas. b) Pertimbangan lainnya yang ditetapkan oleh daerah. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 8 TI HUS AD A BAK . Pembangunan baru Puskesmas tersebut termasuk penyediaan alat kesehatan dan mebeulair serta rumah dinas petugas kesehatan (dokter/dokter gigi. bidan/perawat) bila belum ada. Pembangunan Puskesmas ditujukan untuk peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. jalur hijau. 3) Persyaratan Puskesmas: a) Adanya telaahan kebutuhan Puskesmas. tertinggal dan kepulauan. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan akan adanya Puskesmas. perubahan Rencana Tata Ruang/Wilayah. antara lain pada: a) Wilayah perbatasan. a.

jumlah dan luas ruangan tergantung jenis pelayanan kesehatan/kegiatan yang dilaksanakan guna memberikan pelayanan yang optimal. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Luas lahan. Peningkatan Puskesmas Pembantu menjadi Puskesmas Pembangunan Puskesmas baru dapat berasal dari peningkatan Puskesmas Pembantu (Pustu). 2) 2. Denah tata-ruang Denah tata ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Peningkatan Pelayanan Persalinan Normal di Puskesmas Dalam upaya meningkatkan pelayanan persalinan normal dan perawatan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. maka peran Puskesmas sebagai fasiltas kesehatan perlu ditingkatkan dengan membangun ruang persalinan atau mengoptimalkan fungsi ruang persalinan di Puskesmas. Persyaratan umum dan teknis sama dengan persyaratan umum dan teknis pembangunan baru Puskesmas. 3. 4.b. ditambah dengan denah tata ruang khusus untuk ruang persalinan dan ruang pemulihan serta pedoman alat kesehatan sesuai dengan lampiran 8 dan lampiran 9. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. Persyaratan umum dan teknis Pembangunan Puskesmas baru dari peningkatan Puskesmas Pembantu sama dengan persyaratan umum dan teknis pembangunan baru Puskesmas. Peningkatan Pustu menjadi Puskesmas tersebut termasuk penyediaan alat kesehatan dan rumah dinas petugas Puskesmas. Rehabilitasi Puskesmas Rehabilitasi Puskesmas ditujukan menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas. 9 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

adalah sebagai berikut: a.Rehabilitasi Puskesmas termasuk puskesmas pembantu hanya ditujukan untuk Puskesmas dan puskesmas pembantu dengan kondisi rusak berat termasuk di dalamnya rumah dinas dokter/dokter gigi dan perawat/bidan. perluasan ruangan. Perluasan dilaksanakan pada bangunan yang membutuhkan perluasan berupa penambahan ruangan. 2) Peningkatan pelayanan akan tetapi tidak memungkinkan untuk peningkatan menjadi Puskesmas Perawatan. Perluasan Puskesmas Guna menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas. 10 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 2) Rehabilitasi dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. 2) Puskesmas yang rusak karena bencana alam pada tahun berjalan dan 1 (satu) tahun sebelumnya. dapat dilaksanakan perluasan fisik bangunan Puskesmas. 5. kepulauan. Perluasan sarana b. Persyaratan perluasan fisik. Persyaratan Umum Adanya kebutuhan: 1) Tambahan ruangan untuk meningkatkan pelayanan agar lebih optimal. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. b. Untuk Rehabilitasi Puskesmas Pembantu diperbolehkan jika seluruh Puskesmas di Kabupaten/Kota telah mempunyai fasilitas untuk menolong persalinan. Persyaratan Teknis 1) Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dibutuhkan. Persyaratan Umum Puskesmas dengan kondisi rusak berat diproritaskan pada: 1) Puskesmas di perbatasan. a.

e) Pelayanan konsultasi yang dibutuhkan sebagai upaya promotif dan preventif. antara lain berupa penambahan ruangan untuk: a) Pelayanan Persalinan. Pembangunan Puskesmas Perawatan tersebut termasuk 11 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . PUSKESMAS PERAWATAN Pembangunan Puskesmas Perawatan dapat dilaksanakan melalui pembangunan baru atau peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan. Peralatan kesehatan Kebutuhan minimal peralatan kesehatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan. Denah tata-ruang Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. d) Pelayanan laboratorium yang dilengkapi dengan kran air serta pembuangan air kotor. kepulauan dan perbatasan. b) Pemulihan dan perawatan bayi baru lahir. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. c) Pelayanan gawat darurat/emergency.2) 3) 4) fisik bangunan. terpencil. f) Pelayanan penyuluhan dan ruang pertemuan sebagai upaya promotif dan penggalangan kemitraan dengan berbagai pihak terkait serta dapat digunakan untuk kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas. 1. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008 serta lampiran pedoman yang disempurnakan. B. Pembangunan Baru Pembangunan baru Puskesmas Perawatan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan jangkauan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang perlu dirawat. Perluasan dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. Pembangunan baru Puskesmas Perawatan terutama diprioritaskan untuk wilayah tertinggal.

Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. 4) Kabupaten pemekaran yang belum memiliki Rumah Sakit. selain itu memenuhi persyaratan antara lain: 1) Pembangunan baru Puskesmas Perawatan. b. kepulauan dan perbatasan dengan negara lain. perawat dan bidan harus berada dalam satu lokasi. penyediaan sarana dan peralatan perawatan PONED (Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergency Dasar) serta dapur gizi. a. Persyaratan Umum Pembangunan Puskesmas baru harus mempertimbangkan ketersediaan tenaga kesehatan. sarana dan peralatan PONED. Pembangunan Puskesmas Perawatan. Denah tata-ruang a) Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas.peralatan kesehatan dan rumah dinas petugas kesehatan Puskesmas. 5) Puskesmas yang mempunyai rumah dinas yang ditempati oleh dokter dan perawat/bidan. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan. c) Setiap Puskesmas Perawatan harus dilengkapi dengan UGD yang dapat memberikan pelayanan PONED. 3) Lokasi Puskesmas berada dalam waktu tempuh lebih dari 2 jam ke Rumah Sakit. Pelayanan PONED mengacu pada buku acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal 2) 12 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . b) Setiap Puskesmas Perawatan harus dilengkapi Dapur Gizi dan peralatannya yang mengacu pada lampiran 10. 2) Lokasi bangunan baru Puskesmas Perawatan di lokasi strategis. diutamakan pada 101 Puskesmas Prioritas Nasional di wilayah terpencil. rumah dokter/dokter gigi. dengan luas sesuai ketentuan. tertinggal.

Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan di DTPK Peningkatan menjadi Puskesmas Perawatan dilaksanakan dalam rangka pengembangan pelayanan dan rujukan kesehatan dan dilengkapi dengan penyediaan alat dan rumah dinas dokter/dokter gigi. a. 2) 3) 13 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Perbatasan. kepulauan. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. b) Kabupaten pemekaran yang belum tersedia Rumah Sakit. perbatasan dan kepulauan. 2.d) Emergensi Dasar. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008 serta lampiran pedoman yang disempurnakan buku acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar. c) Peningkatan kebutuhan akan pelayanan rujukan tetapi daerah belum mampu membangun Rumah Sakit. b) Waktu tempuh lebih dari 2 jam dengan menggunakan sarana transportasi yang tersedia. tertinggal. bidan/perawat bila belum ada. 3) Peralatan kesehatan Kebutuhan minimal peralatan kesehatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan. Ruang Rawat Inap minimal 2 tempat tidur. Lokasi Puskesmas: a) Wilayah terpencil. Persyaratan Puskesmas: a) Tidak digunakan untuk menjadikan Puskesmas Perawatan pra Rumah Sakit. antara lain: a) Puskesmas di wilayah terpencil. Khusus wilayah terpencil dan kepulauan. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan akan adanya Puskesmas Perawatan. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. tertinggal.

Persyaratan Teknis 1) Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. 2) 3) 3. Persyaratan Umum Puskesmas Perawatan dengan kondisi rusak berat diproritaskan pada: 1) Puskesmas perawatan di perbatasan. Rehabilitasi Puskesmas Perawatan Rehabilitasi Puskesmas Perawatan ditujukan menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas Perawatan. Denah tata-ruang pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. kepulauan. a. 14 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .b) c) b. b. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/ kegiatan yang dilaksanakan mengacu kepada Pedoman Tata Ruang Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. Ketersediaan tenaga kesehatan oleh Pemerintah Daerah. Peralatan kesehatan Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008. Letaknya strategis dari Puskesmas di sekitarnya. Rehabilitasi Puskesmas Perawatan hanya ditujukan untuk Puskesmas Perawatan dengan kondisi rusak berat termasuk di dalamnya rumah dinas dokter/dokter gigi dan perawat/bidan. 2) Puskesmas perawatan yang rusak karena bencana alam pada tahun berjalan dan 1 (satu) tahun sebelumnya. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program.

2) Rehabilitasi dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. perbatasan dan kepulauan. 4. b) Menyediakan layanan rujukan kegawatdaruratan obstetri neonatal. d) Daerah terpencil. b) Telah tersedia tenaga kesehatan yang telah mengikuti pelatihan penanganan kegawatdaruratan obstetri neonatal di tingkat pelayanan dasar/PONED. Setiap peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan mampu PONED dilengkapi dengan penyediaan alat dan rumah dinas dokter/dokter gigi dan bidan/perawat bila belum ada. 2) 3) 15 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Persyaratan Umum 1) Kebutuhan adanya peningkatan Puskesmas Perawatan menjadi Puskesmas Perawatan Mampu PONED. a. c) Daerah pariwisata dan kawasan industri. yang terdiri dari 1 orang Dokter. b) Pada jalur lalu lintas ramai dekat dengan pemukiman. 1 orang Bidan dan 1 orang Perawat. termasuk penanganan penyulit/komplikasi obstetri neonatal yang tidak dapat ditangani di tingkat Poskesdes. Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan Mampu PONED Upaya yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan pelayanan di tingkat dasar yaitu penyediaan Puskesmas PONED. Lokasi Puskesmas (harus memenuhi satu atau lebih persyaratan di bawah ini): a) Waktu tempuh ke Rumah Sakit terdekat lebih dari 2 jam dengan menggunakan sarana transportasi yang tersedia. Puskesmas Pembantu dan Puskesmas. Persyaratan Puskesmas a) Merupakan Puskesmas perawatan. antara lain: a) Kabupaten pemekaran yang belum tersedia rumah sakit.

3) 4) 5. Perluasan dilaksanakan pada bangunan/sarana yang membutuhkan perluasan. Persyaratan Teknis 1) 2) Luas lahan dan bangunan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. perlu adanya perluasan fisik. Perluasan sarana fisik bangunan. Tenaga kesehatan yang telah dilatih PONED tidak boleh pindah selama minimal 2 tahun. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. 16 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .c) Adanya telaahan kebutuhan Puskesmas Mampu PONED. Persyaratan Umum Adanya kebutuhan: 1) Tambahan ruangan untuk meningkatkan pelayanan agar lebih optimal. b. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dibutuhkan. Perluasan Puskesmas Perawatan Perluasan Puskesmas Perawatan menunjang serta meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas. antara lain berupa penambahan ruangan untuk: a) Pelayanan Gawat Darurat/emergency. Denah tata ruang pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Peralatan Puskesmas PONED mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas. Persyaratan perluasan fisik. adalah sebagai berikut: a. 2) Peningkatan pelayanan akan tetapi tidak untuk menjadi Rumah Sakit. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. b.

c) Pelayanan konsultasi yang dibutuhkan sebagai upaya promotif dan preventif. Perluasan dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. POS KESEHATAN DESA 1. maka pemerintah membantu pembangunan fisik Poskesdes. Pembangunan Baru Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka memberdayakan masyarakat di bidang kesehatan. dengan mempertimbangkan persyaratan sebagai berikut: a. b) C.2) 3) 4) Pelayanan laboratorium yang dilengkapi dengan kran air serta pembuangan air kotor. Peralatan kesehatan mengacu pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008. Untuk dapur gizi mengikuti denah tata ruang sesuai dengan lampiran 10. Untuk peralatan dapur gizi sesuai dengan lampiran 10. 17 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . e) Dapur Gizi. Persyaratan Umum Pembangunan baru Poskesdes adalah pada setiap desa yang belum ada bangunan Poskesdes dengan persyaratan: 1) Masyarakatnya tidak mampu membangun secara swadaya. d) Pelayanan penyuluhan dan ruang pertemuan sebagai upaya promotif dan penggalangan kemitraan dengan berbagai pihak terkait serta dapat digunakan untuk kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. Namun karena kemampuan masyarakat sebagian besar terbatas.

b) Jumlah ruangan dan sarana yang dibutuhkan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan.2) 3) Tersedia tanah/lahan yang tidak bermasalah Lokasi Poskesdes: a) Mempertimbangkan ketersediaan lahan yang berada di tengah pemukiman. Persyaratan Umum 18 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . b) Mudah dijangkau oleh masyarakat (transportasi). 2) 3) 2. Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan Poskesdes agar tetap memperhatikan fungsinya sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraaan gender. minimal terdapat ruang persalinan dan pelayanan KIA-KB. d) Mempertimbangkan jarak antar fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. a. Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2006. b. Pembangunan fisik yang dilaksanakan terbatas pada penambahan bagian Polindes yang sudah ada. c) Mempertimbangkan keamanan petugas kesehatan. Peralatan kesehatan Kebutuhan jenis dan jumlah peralatan minimal Poskesdes mengacu pada buku Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa. Persyaratan Teknis 1) Luas bangunan: a) Luas ruangan/bangunan sesuai dengan kondisi tanah setempat dengan memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan/kegiatan dan kesetaraan gender laki–laki dan perempuan. c) Pembangunan baru Poskesdes dapat menggunakan bahan bangunan yang berasal dari daerah setempat. Pengalihan Polindes menjadi Poskesdes Pembangunan Poskesdes dapat berasal dari pengalihan bangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes). Direktorat Jenderal.

Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Penambahan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan. Direktorat Jenderal. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK 19 TI HUS AD . luas lahan yang diperlukan untuk peningkatan Polindes menjadi Poskesdes. Pengadaan peralatan sistem informasi kesehatan melalui DAK bertujuan untuk memacu Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota khususnya di Puskesmas sehingga mampu menyediakan data/informasi yang cepat. Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2006. 2) 3) 4) D. PENGADAAN SIK DAERAH Dalam upaya mewujudkan Sistem Informasi Kesehatan yang evidence based di Indonesia. serta mendukung administrasi Puskesmas berbasis bukti secara berkala.Polindes yang sudah ada di desa ditingkatkan menjadi Poskesdes. Peralatan kesehatan Kebutuhan jenis dan jumlah peralatan minimal Poskesdes mengacu pada buku Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa. Penambahan ruangan pada Pengalihan Polindes menjadi Poskesdes dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. dikembangkan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. minimal dengan rincian kebutuhan tata ruangnya adalah sebagai berikut: a) Ruang untuk fungsi pelayanan dan atau administrasi. Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan Poskesdes agar tetap memperhatikan fungsinya sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender. b. akurat. dan mutakhir. b) Ruang untuk tempat tinggal tenaga kesehatan. Guna meningkatkan fungsi pelayanannya. Adanya peralatan sistem informasi kesehatan di Puskesmas diharapkan akan mempercepat pelayanan kesehatan atau manajemen pasien di Puskesmas.

b. Pengadaan software pengolah data. 8) CPU dan Monitor satu merk. Di Puskesmas tersedia biaya pemeliharaan komputer serta biaya operasionalnya (kertas. Data entri laporan sesuai formulir yang telah ditetapkan dengan menggunakan excel. Persyaratan Teknis Pengadaan komputer beserta printer peralatan SIK untuk Puskesmas dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. pengolah kata dan penyajian (misalnya microsoft excell. c. atau open office) Kursus atau pengenalan komputer untuk tenaga pengelola komputer agar mampu menggunakan paket software tersebut diatas. Di Puskesmas tersedia aliran listrik/genset untuk menghidupkan personal komputer. tinta printer. microsoft word dan microsoft power point. b. 4) Minimum 160 GB harddrive. 5) Integrated 10/100/1000 LAN. honor petugas. Persyaratan Umum Pengadaan peralatan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) Daerah diprioritaskan di Puskesmas non perawatan di Seluruh Indonesia dengan persyaratan: a. 7) LCD Monitor 17 inch. 1. Vista atau Linux. d. Di Puskesmas tersedia tenaga atau operator yang akan mengoperasikan komputer. 3) Minimum 1 GB Memory DDR-2 SDRAM. Spesifikasi peralatan: 1) Corporate Desktop PC. 2) Intel Pentium Dual-Core Processor. d. 7200 RPM. dapat juga dibuatkan program aplikasi sederhana lain. Provinsi dan Pusat (Nasional). 20 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan di Puskesmas dan Kabupaten/Kota. 2. listrik). c. 6) Windows XP Professional. 9) Printer Deksjet/Inkjet. Merencanakan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan tahapan selanjutnya.

1. PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK (MOBILE HEALTH PROMOTION KIT) Kegiatan DAK Bidang Kesehatan tahun 2011 dapat digunakan untuk pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak (Mobile Health Promotion Kit) di Puskesmas. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. b. 837/MENKES/VII/2007 Tentang Pengembangan SIKNAS Online Sistem Informasi Kesehatan Nasional. tahunan dan data sewaktu. triwulan. peta dan narasi yang disajikan secara bulanan. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. f. Peralatan promosi kesehatan bergerak merupakan kendaraan bermotor roda 2 yang dimodifikasi dan didesain menjadi satu kesatuan dengan peralatan audio visual aid (AVA) sehingga memiliki fungsi sebagai sarana pendukung dalam penyebaran informasi kesehatan. Mengirim laporan ke Dinas Kesehatan Kesehatan Kabupaten/Kota dengan CD ataupun flashdisk. E. 844/MENKES/SK/X/2006 tentang Penetapan Standar Kode Data Bidang Kesehatan. pertimbangan operasional. 3. Peralatan promosi kesehatan bergerak diperuntukkan bagi Puskesmas. Tujuan kegiatan dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan promosi kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dalam rangka pemerataan. Pengadaan peralatan promosi kesehatan bergerak dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan.e. tempat media-media untuk melakukan penyuluhan kesehatan. Acuan a. serta sarana untuk melakukan kampanye dan pameran kesehatan. 21 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . kondisi dan letak geografis serta topografi daerah. Mengolah data yang telah di entri dalam bentuk tabel. Persyaratan Umum a. b. grafik. jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan di daerah serta melengkapi kebutuhan sarana/peralatan para pengelola program promosi kesehatan di Puskesmas dalam upaya mencapai target Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

kemudahan penggunaan dan pemeliharaan serta perbaikan peralatan promosi kesehatan bergerak. 3. 3) Pemutar VCD/DVD dan Karaoke yang kompatibel dengan berbagai media. dengan daya output mak: 0. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.c. Peralatan promosi kesehatan bergerak berupa kendaraan roda 2 berkapasitas minimal 110 cc yang telah dimodifikasi menjadi satu kesatuan dengan peralatan. b. contoh desain kendaraan sesuai dengan lampiran 12. Pengadaan peralatan harus memperhatikan mutu. 22 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . memiliki microphone tanpa kabel. memiliki kapasitas tangki bahan bakar: 4. e. memiliki voltase: AC 220 V/1 Phase/DC 12V/8. Membuat surat pernyataan kesanggupan untuk mengalokasikan biaya operasional Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. d.3A.85 KVA/850 Watt. 5) Video Kamera dengan media penyimpan gambar DVD. Persyaratan Teknis a.5 L. Tersedia tenaga yang mampu menyelenggarakan kegiatan dan mengoperasikan peralatan promosi kesehatan bergerak (mobile health promotion kit). Membuat surat pernyataan untuk tidak mengalihfungsikan peralatan promosi kesehatan bergerak (mobile health promotion kit) yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. b. 2. 585/MENKES/SK/V/2007 tentang Petunjuk Teknis Promosi Kesehatan di Puskesmas. 1114/MENKES/SK/VIII/2005 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah. Adapun peralatannya terdiri dari: 1) LCD Projector dengan pencahayaan minimal 2000 lumens. Keputusan Menteri Kesehatan No. Acuan a. 4) Generator set mini. 2) Stereo Sound System.

Tersedia kamar operasi yang siap (siaga 24 jam) untuk melakukan operasi. kegawat-daruratan obstetrik dan neonatus. dokter / petugas anestesi. Adanya dukungan semua pihak dalam tim pelayanan PONEK. 2. Tersedia pelayanan darah yang siap 24 jam. f. e. Dokter. dokter anak. bidan dan perawat telah mengikuti pelatihan tim PONEK di rumah sakit meliputi resusitasi neonatus. Persyaratan umum a. Persyaratan yang harus diperhatikan: 2) 23 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . dokter spesialis lain serta dokter umum. antara lain dokter kebidanan. dokter penyakit dalam. PENINGKATAN SARANA PRASARANA DAN PENGADAAN PERALATAN KESEHATAN UNTUK PROGRAM PONEK DI RUMAH SAKIT 1. Ada dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergensi baik secara umum maupun emergency obstetrik neonatal. b. c. Persyaratan Teknis a. d. Peningkatan Sarana dan Prasarana 1) Rancangan denah dan tata ruang maternal dan neonatal harus memenuhi beberapa persyaratan teknis sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1051/MENKES/SK/XI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 Jam di Rumah Sakit. bila ada kasus emergensi obstetrik atau umum. bidan dan perawat.BAB V MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN A. Mempunyai prosedur pendelegasian wewenang tertentu.

upayakan tidak melintas pada ruang bersalin. Harus ada tempat untuk isolasi ibu di tempat terpisah. untuk memudahkan transportasi bayi dengan komplikasi ke ruang rawat. Bila kamar operasi juga ada dalam lokasi yang sama. Kamar bersalin harus dekat dengan ruang jaga perawat (nurse station) agar memudahkan pengawasan ketat setelah pasien partus sebelum dibawa ke ruang rawat (post partum). Bila tidak memungkinkan. (j) (k) (l) 24 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Harus ada kamar mandi/toilet yang berhubungan dengan kamar bersalin. Minimal 2 kamar bersalin terdapat pada setiap rumah sakit umum. Tiap ibu bersalin harus punya privasi agar keluarga dapat hadir. kala 2 dan kala 3 yang berarti setiap pasien diperlakukan utuh sampai kala 4 bagi ibu bersama bayinya secara privasi. ruangan berukuran 12 m . maka diperlukan dua kamar kala 1 dan sebuah kamar kala 2. 2 Paling kecil. Kamar bersalin terletak sangat dekat dengan kamar neonatal. Idealnya sebuah ruang bersalin merupakan unit terintegrasi: kala 1. Ruangan bersalin tidak boleh merupakan tempat lalu lalang orang. pasien akan dibawa ke kamar operasi yang berdekatan dengan kamar bersalin.a) Ruang Maternal (1) Kamar bersalin: (a) (b) (c) (d) (e) (f) (g) (h) (i) Lokasi berdekatan dengan kamar operasi dan IGD. Selanjutnya bila diperlukan operasi. 2 Luas minimal 6 m per orang.

2 standar 8 m per tempat tidur (bed). lampu sorot. (v) Ruang isolasi bagi kasus infeksi perlu disediakan seperti pada kamar bersalin. atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. (s) Tiap pasien harus punya akses ke kamar mandi privasi tanpa ke koridor. (w) Ruang tindakan operasi/kecil darurat/one day care: untuk kuret. (p) Jumlah tempat tidur per ruangan maksimum 4 buah. (x) Ruang tunggu bagi keluarga pasien. (n) Ruang tersebut terpisah dari fasilitas: toilet. troli alat. lemari obat kecil.(m) (2) Ruang postpartum harus cukup luas. lemari. kursi pemeriksa. ruangan berukuran 18 m . kloset. (d) Ruangan harus dilengkapi paling sedikit enam steker listrik yang dipasang dengan tepat untuk peralatan listrik. jarak antar tempat tidur minimal 1 meter. (o) Pada ruang dengan banyak tempat tidur. 2 (b) Paling kecil. sedikitnya ada jarak antara ranjang satu dengan ranjang lainnya. (c) Di ruang dengan beberapa tempat tidur. penjahitan dan sebagainya. Unit Perawatan Intensif/Eklampsia/Sepsis (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin. (t) Kamar periksa/diagnostik harus mempunyai luas sekurang-kurangnya 2 11 m dan berisi: tempat tidur pasien/obsgin. USG mobile dan troli emergensi (u) Ada ruang perawat (nurse station). (q) Tiap ruangan harus mempunyai jendela sehingga cahaya dan udara cukup. 25 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . (r) Harus ada fasilitas untuk cuci tangan pada tiap ruangan.

(d) Harus ada tempat untuk isolasi bayi di area terpisah. Area laktasi. 2 (b) Minimal ruangan berukuran 18 m . perlu mempertimbangkan kebutuhan bagi laki-laki dan perempuan. Jenis Peralatan PONEK 1) 26 TI PERALATAN NEONATAL HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . (e) Ruang harus dilengkapi paling sedikit 6 steker yang dipasang dengan tepat untuk peralatan listrik. (c) Harus ada tempat untuk isolasi bayi di tempat terpisah. (d) Paling sedikit harus ada jarak antara inkubator dengan tempat tidur bayi. 2 Minimal ruangan berukuran 6-8 m . Area pencucian incubator. Sarana. (c) Di ruangan dengan beberapa tempat tidur sedikitnya ada jarak antar ranjang. (2) (3) (4) Dalam rangka penyelenggaraan PONEK. antara lain: Adanya pemisahan visual antara ruang bersalin satu dengan yang lainnya.b) Ruangan Neonatal (1) Unit Perawatan Intensif (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. 2 (b) Minimal ruangan berukuran 12 m . prasarana dan peralatan yang ada harus mempertimbangkan ergonomis dan kemudahan aksesibilitas bagi ibu hamil b. Unit Perawatan Khusus (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. 2 Minimal ruangan berukuran 6 m .

7.Ampul Epinefrin / Adrenalin . 5. 3. 4. 8.4% . 5.MgSO4 .Bola lampu laringoskop cadangan . 6. 50 cc .Gunting .No. 3. 2.Bilah Laringoskop . 1.Kateter penghisap .Sodium bikarbonat 8. Ekstraktor vakum delivery Inkubator baby Infant Warmer Forceps naegele AVM (Aspirasi Vakum Manual) Pompa vakum listrik Monitor denyut jantung/pernapasan 27 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Bola lampu laringskop ukuran dewasa . 4. 10.Selang reservoar oksigen .NaCL 0.Masker oksigen . 3.Balon . 6.Batre AA (cadangan) untuk bilah laringoskop . 20.Infus Set 2. 8.9% / larutan Ringer Asetat / RL .Naso gastric tube . Jmlh minimal 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Kotak Resusitasi berisi: . 9.Alat suntik 1.Kateter Vena .Plester . 1. 10 Jenis Peralatan Inkubator baby Infant Warmer Pulse Oxymeter Neonatus Phototherapy Syringe Pump Infant resuscitation dan Emergensi Set CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) w/ Medical air Compressor Flow meter Infuse Pump Neonatus Resusitation and Emergensi Set 2) PERALATAN MATERNAL Jenis Peralatan Jmlh minimal 5 2 3 2 4 1 1 1 1 1 No. 21/2.Pipa endotrakeal . 5. 7.

Foetal Doppler Set Sectio Saesaria 1 1 3. memantau reaksi transfusi yang terjadi serta melakukan pencatatan dan pelaporan. Persyaratan Umum Pembangunan fasilitas UTD di RS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Tidak terdapat UTD PMI yang dapat memasok kebutuhan darah aman di Rumah Sakit yang bersangkutan 2) Terdapat Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat 3) Tidak boleh dijadikan sumber PAD.9. Acuan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1051/MENKES/SK/XI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 Jam di Rumah Sakit. melakukan seleksi donor. crossmatch. B. melakukan penyadapan darah donor. 10. melakukan pemeriksaan golongan darah. Pembangunan Baru Pembangunan baru Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan darah di rumah sakit khususnya dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit pada umumnya. melakukan skreening terhadap penyakit Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD). atau profit center di RS karena pelayanan darah harus bersifat nirlaba 4) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah 28 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 1. BANK DARAH RUMAH SAKIT (BDRS) DAN UNIT TRANSFUSI DARAH DI RUMAH SAKIT Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) adalah salah satu instalasi di RS yang mempunyai peran sebagai penyedia darah transfusi yang aman (lulus skreening IMLTD) dengan tugas antara lain melakukan rekruitmen donor sukarela. mengirim darah transfusi yang telah aman ke bagian lain/ruangan lain atau Rumah Sakit lain yang membutuhkan. melakukan penyimpanan darah sebagai stock. a.

maka pembangunan disesuaikan dengan kondisi setempat dengan tetap memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan.5 m2 luas : 7. perlu mempertimbangkan kebutuhan bagi laki-laki dan perempuan.cuci Ruang penyimpanan darah Kamar mandi / WC (2 buah) Ruang jaga Ruang genset/gudang Lorong/Sirkulasi ruangan TOTAL LUAS luas : 9 luas : 9 m2 m2 luas : 7.5 m2 luas : 10 m2 luas : 6 luas : 6 luas : 6 m2 m2 m2 luas : 16 m2 luas : 7. antara lain: Adanya pemisahan visual antara ruang penyadapan darah satu dengan yang lainnya 2) Denah dan tata ruang. Adapun luasan itu adalah: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) Ruangan pimpinan Ruang tunggu donor sukarela Ruang administrasi dan loket Ruang pemeriksaan/seleksi donor Ruang AFTAP Ruang pemulihan Ruang laboratorium & R.5 m2 luas : 7.5 m luas : 8 m2 100 m2 Bila luas lahan tidak memungkinkan. 29 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Dalam rangka penyelenggaraan UTD di RS.5) 6) 7) Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya Lokasi berada di tempat yang strategis bagi ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi Dalam melaksanakan perannya UTD RS harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dalam jejaring pelayanan darah Kabupaten/Kota serta merupakan bagian dari jejaring pelayanan darah provinsinya b. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Luas lahan dan bangunan dari UTD di RS didasarkan pada jenis pelayanan dan kegiatan yang dilaksanakan.

(3) ruang laboratorium. (2) ruang penyadapan darah. (4) ruang penyimpanan darah dan reagen. Adapun denah dan tata ruang UTD di RS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dari pelayanan kesehatan yang ada. diantaranya: a) Bangunan berada dalam lingkungan/bangunan RS b) Bangunan minimal terdiri/memiliki beberapa ruangan antara lain: (1) ruang administrasi. c) Bangunan memiliki sistem supply air yang cukup. atau profit center di RS karena pelayanan darah harus bersifat nirlaba. 2) Tidak boleh dijadikan sumber PAD. d) Bangunan memiliki sistem limbah sesuai standar/dapat bergabung dengan limbah RS. 6) Dalam melaksanakan perannya UTD di RS harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dalam 30 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 3) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah. Persyaratan Umum Peningkatan kualitas UTD di RS yang telah ada mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Terdapat UTD di Rumah Sakit di lingkungan Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat.Rancangan denah dan tata ruang pada UTD di RS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. 4) Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya. (6) Kamar Mandi/WC. bertujuan khususnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan darah di rumah sakit dan meningkatkan mutu pelayanan secara keseluruhan di rumah sakit. 5) Lokasi berada di tempat yang strategis bagi ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi. (5) ruang cuci. 2. a. Peningkatan Kualitas UTD di RS Yang Telah Ada Peningkatan kualitas Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) ditujukan pada Rumah Sakit yang telah memiliki UTD dan telah berjalan.

Adapun denah dan tata ruang UTD di RS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dari pelayanan kesehatan yang ada. diantaranya: a) Bangunan berada dalam lingkungan/bangunan RS b) Bangunan minimal terdiri/memiliki beberapa ruangan antara lain: (1) ruang administrasi. (2) ruang penyadapan darah. (3) ruang laboratorium. Adapun luasan itu adalah: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) Ruangan pimpinan Ruang tunggu Ruang administrasi dan loket Ruang pemeriksaan/seleksi donor Ruang AFTAP Ruang pemulihan Ruang laboratorium & R. b. Cuci Ruang penyimpanan darah Kamar mandi/WC (2 buah) Ruang jaga Ruang genset/gudang Lorong/Sirkulasi ruangan TOTAL Luas luas : 9 m2 luas : 7.5 m2 luas : 7. maka pembangunan disesuaikan dengan kondisi setempat dengan tetap memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan.5 m2 luas : 10 m2 luas : 6 m2 luas : 16 m2 luas : 6 m2 luas : 6 m2 luas : 7. Persyaratan Teknis 1) darah Kabupaten/Kota dari jejaring pelayanan serta darah Luas lahan dan bangunan Luas lahan dan bangunan dari UTD di RS didasarkan pada jenis pelayanan dan kegiatan yang dilaksanakan. 31 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Rancangan denah dan tata ruang pada UTD di RS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. 2) Denah dan tata ruang. (5) ruang cuci.jejaring pelayanan merupakan bagian provinsinya.5 m2 luas : 8 m2 100 m2 Bila luas lahan tidak memungkinkan.5 m2 luas : 9 m2 luas : 7. (4) ruang penyimpanan darah dan reagen.

Persyaratan Teknis 1) Peralatan dan bahan habis pakai untuk UTD di RS a) Peralatan Seleksi Donor dan IMLTD: : 1 unit :1 unit : 2 unit : 2 unit :2 unit : 2 unit : 2 unit : 1 unit : 1 unit : 1 unit 32 TI HUS AD (1) Hemoscale (2) Hemoglobinometer (3) Hand sealer (4) Tempat tidur donor (5) Stetoskop dewasa (6) Spygmomanometer air raksa (7) Timbangan badan b) Peralatan Penunjang Laboratorium (1) Plasma extractor (2) Dry incubator (3) Serological centrifuge Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . telah tersedia bangunan dan belum mendapat alokasi peralatan melalui APBN 2008. yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan darah di rumah sakit khususnya dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit pada umumnya maka perlu didukung dengan peralatan UTD di RS yang berkualitas dan memenuhi standar. 2) Khusus untuk UTD di RS yang didirikan melalui DAK 2008 di Rumah Sakit Kabupaten/Kota setempat. PEMENUHAN KEBUTUHAN PERALATAN UTD DI RS Agar Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) dapat beroperasi dengan peralatan yang memenuhi standar. Persyaratan Umum Pemenuhan kebutuhan peralatan UTD di RS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Diperuntukkan bagi pembangunan baru dan peningkatan kualitas/renovasi UTD di RS yang telah ada melalui DAK 2009 serta diperuntukkan pula bagi UTD di RS yang didirikan melalui DAK 2008. b. 3.c) d) (6) kamar mandi/WC. 3) Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya. Bangunan memiliki sistem limbah sesuai standar/dapat bergabung dengan limbah RS. Bangunan memiliki sistem supply air yang cukup. a.

meja komputer. baskom cuci. gunting stainless steel. maka peralatan UTD di RS harus memiliki kualitas tinggi dengan jaminan purna jual minimal 3 tahun. printer. object glas. white board. gelas melamin. hematokrit tube. beker glass.) c) d) e) f) Distribusi Cool box (1) untuk mobile unit (25-50 ktg) : 2 unit (2) untuk ruangan (2-5 ktg) : 2 unit Penyimpan Reagen dan Darah (1) Blood bank refrigerator : 1 unit (2) Medical refrigerator : 1 unit Bahan Habis Pakai (1) Kantong darah Single bag 250 ml/350ml : sesuai kebutuhan Transfer bag : sesuai kebutuhan (2) Reagen Anti-HCV : 1 paket HbsAg : 1 paket Golongan darah ABO. berdasarkan pada Harga Standar Bangunan dan Gedung 33 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . labu semprot. klem lab. tabung ukuran 5 mm. Rhesus dan Uji silang metode 3 fase dengan bovine Albumin 22% dan coomb serum : 1 paket Sifilis : 1 paket (3) Reagen untuk pemeriksaan uji saring Metode gel test/mikroplate : 1 paket HIV/AIDS : 1 paket Larutan CuSO4 dengan BJ 1.053 : 1 paket NaCl 0. komputer. tabung ukuran 12 x 75 mm. sarung tangan.9 % : 1 paket Cairan desinfectant : 1 paket (berisi 10 botol) 0. rak tabung. lab jas. blood grouping plate.5 lt bayclin dan 10 botol 1 lt resiguard) Aquabidest : 1 paket Peralatan kantor : 1 paket (Paket terdiri: meja kantor. Mengingat pelayanan darah mempunyai resiko cukup tinggi. Catatan: Pengalokasian anggaran pembangunan dan peningkatan kualitas UTD di RS yang telah ada (renovasi gedung UTD di RS).(4) (5) Serological rotator Adjustable M/C Micropipete Ukuran 5 – 50 μl Ukuran 50 – 200 μl : 1 unit : 1 unit : 1 unit (6) (7) (8) Mikroskop binokuler elektrik : 1 unit Peralatan pemeriksaaan uji saring metode gel test / mikroplate : 1 unit Peralatan laboratorium lain : 2 paket (Pasteur pipet plastic. kursi kantor). micro pipet yellow tipe.

Negara (HSBGN) yang dikeluarkan oleh PU tahun 2006 dan revisinya. Pada beberapa Kabupaten/Kota yang tidak terdapat alokasi HSBGN dari PU, masih merupakan harga perkiraan berdasarkan pada Kabupaten/Kota terdekat. Luas ruang dan denah UTD di RS mengikuti standar yang telah dibuat pada petunjuk teknis DAK. Apabila lahan yang tersedia terbatas, maka dapat menyesuaikan pada keadaan rumah sakit di masing-masing kabupaten/kota, tetapi tetap mengikuti prinsip standar tata ruang.

4.

BANK DARAH RUMAH SAKIT Sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dalam peningkatan kualitas dan akses pelayanan darah seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 423/MENKES/SK/IV/2007 tentang Kebijakan Peningkatan Kualitas dan Akses Pelayanan Darah, setiap RS harus memiliki Bank Darah Rumah Sakit. BDRS adalah sebagai pelaksana dan penanggung jawab pemenuhan kebutuhan darah di rumah sakit sebagai bagian dari pelayanan rumah sakit secara keseluruhan bekerjasama dengan UTD setempat sebagai pemasok darah yang aman. a. Persyaratan Umum Pembangunan fasilitas BDRS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut 1) Terdapat UTD PMI yang dapat memasok kebutuhan darah aman di Kabupaten/Kota setempat. 2) Terdapat Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat. 3) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah. 4) Ada komitmen daerah untuk membantu operasionalisasi dan pemeliharaan BDRS melalui APBD. b. Persyaratan teknis 1) Luas ruang Luas ruang BDRS didasarkan pada jenis ruang kegiatan yang dilaksanakan. Adapun luasan itu adalah:
a) Ruang administrasi dan loket penerimaan sampel darah

34

TI

HUS

AD

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

Luas : 5 m2 b) c) d) e) f) g) h) Ruang laboratorium Ruang penyimpanan darah Ruang kepala BDRS & Ruang rapat Ruang jaga petugas Ruang gudang Ruang kamar mandi/WC Lorong Total Luas Luas : 9 m2 Luas : 6 m2 Luas : 6 m2 Luas : 5 m2 Luas : 3 m2 Luas : 3 m2 Luas : 3 m2 40 m2

2)

3)

Denah dan tata ruang Rancangan denah dan tata ruang pada BDRS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. Adapun denah dan tata ruang BDRS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dai pelayanan kesehatan yang ada, diantaranya: a) Bangunan berada di dalam lingkungan/bangunan RS. b) Lokasi berada di tempat yang strategis dan mudah dijangkau dari ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi. 2 c) Luas minimal 40 m dengan cahaya dan ventilasi yang cukup serta ber AC, termasuk ruang administrasi secara terpisah. d) Fasilitas air mengalir & listrik yang memadai, genset atau UPS yang mampu mem back up refrigerator agar stabilitas suhu tetap terjaga. e) Tersedia 2 bak cuci yang terdiri dari bak cuci tangan dan bak cuci alat. f) Lantai ruangan ada tanpa sambungan (vinyl), sudut lantai melengkung. Peralatan BDRS (minimal)
a) b) c) d) e) f) g) h) Blood bank refrigerator 1 unit Serological centrifuge 2 unit Serological rotator 1 unit Dry incubator 1 unit Microskop binokuler 1 unit Plasma extractor 1 unit Set peralatan uji silang serasi dengan metode gel Peralatan laboratorium lainnya 1 paket (pasteur pipet plastic, set alat pemeriksaan uji silang serasi dengan metode gel test, labu semprot, rak tabung, tabung uk 12 x 75 mm, tabung uk 5 ml, hematokrit tube, beker glass, blood grouping plate, baskom cuci, gelas melamin, gunting stainless

35

TI

HUS

AD

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

i) j)

steel, klem lab, korentang, sarung tangan, jas laboratorium dan kacamata pelindung, object glass, timer, mikro pipete yellow tipe). Cool box kapasitas 3 – 5 kantong darah 3 unit Bahan habis pakai coombs control cell 1 vial NaCl 0,9% 25 vial (@500ml Reagen golongan darah ABO, Rhesus dan Uji silang metode 3 fase dengan bovine albumin 22%dan coomb serum 10 vial (@10cc) Reagen untuk pemeriksaan uji sarimetode gel test /mikroplate : 1 paket Cairan desinfectant : 1 paket

4)

Perlengkapan administrasi a) Meja tulis dan kursi. b) Mesin ketik. c) Komputer dan printer. d) Lemari arsip. e) Telepon + Fax.

C.

PENINGKATAN FASILITAS INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT 1. Persyaratan Umum Peningkatan fasilitas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit, adalah Rumah Sakit Umum atau Rumah Sakit Khusus milik pemerintah daerah (Provinsi atau Kabupaten/Kota) yang telah memberikan usulan pada Rapat Konsultasi Teknis (Rakontek) DAK Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik, dengan mempertimbangkan data sebagai berikut: Kelas Rumah Sakit. Jenis Rumah sakit (RS Khusus/Umum). Jumlah tempat tidur Rumah Sakit. Jenis Menu yang diusulkan (untuk bangunan fisik saja, alat saja atau keduanya). Sudah pernah atau belum memperoleh alokasi DAK untuk menu IGD RS. 2. Persyaratan Teknis Peningkatan fasilitas Instalasi Gawat Darurat RS mengacu pada SK Menteri Kesehatan No. 856/MENKES/SK/IX/2009 tentang Standar Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit, dan disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan dana dengan prioritas sebagai berikut:

36

TI

HUS

AD

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

Alat yang berfungsi untuk membantu melakukan initial assessment dan sekunder assessment pada kasus gawat darurat. Pengadaan Peralatan Kesehatan 1) Alat kesehatan yang dapat digunakan untuk mendiagnosa. alat ini juga dipergunakan untuk memberikan penerangan pada saat melakukan tindakan. Examination lamp 2 Alat bantu penerangan untuk pemeriksaan Membantu Menegakkan diagnosa dengan cepat untuk mengetahui problem kegawatdaruratan yang dialami oleh penderita. monitor dan mengevakuasi (proses rujukan) serta alat medis pendukung untuk penanggulangan penderita gawat darurat: a) Trauma (Bedah) b) Non Trauma: (1) Kegawat daruratan Jantung (2) Kegawatdaruratan Penyakit dalam (3) Kegawatdaruratan Kebidanan (4) Kegawatdaruratan Anak dan neonatus (5) Kegawatdaruratan Neurologi. dll Dengan prioritas pada alat yang yang sifatnya mobile 2) Jenis peralatan diprioritaskan adalah medis sebagai berikut: FUNGSI ALAT KET.a. Stetoskop. KHUSUS 3 EKG Alat yang berfungsi untuk membantu menegakkan diagnosa adanya potensi atau kelainan ritme jantung yang mengancam jiwa. DIAGNOSA UMUM JENIS ALAT Kit pemeriksaan sederhana 1 Minimal berisi Tensimeter. Tonge Spatula dan Opthalmoskop. Selain untuk diagnosa. menangani. psikiatri. reflex Hammer. NO A. Thermometer. Alat-alat tersebut sangat penting sebab alat tersebut sangat dibutuhkan untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi diagnosa 37 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

4 Mobile X Ray Alat yang dapat memberikan gambaran bagian dalam tubuh. Dengan bentuk yang mobile sangat memudahkan untuk dipindahkan dan mengambil foto Ro penderita dengan mudah 5 TINDAKAN: Doppler B. anestetic regional intravena dengan tingkat akurasi yang tinggi Alat-alat tersebut juga dapat digunakan untuk bedah minor yang lain 14 Siringe pump 15 Infusion pump . membersihkan Alat mempertahankan jalan dan yang dapat mengukur kadar gula darah dengan napas. serta memberikan cepat bantuan napas secara manual yang sifatnya non invasif s/d invasif berbagai ukuran (untuk dewasa-anak bayi/neonatus) Alat tersebut harus tersedia di IGD mengingat sumbatan jalan Dengan merupakan ini penyebab alat maka napas pengukuran kadar Glukosa kematian tercepat. terutama paru-paru dan tulang. AIRWAY 7 6 8 Emergency Resuscitation kit Glukometer with stick Suction Pump 9 Neck Collar BREATHING Alat yang dapat membantu mendeteksi bunyi detak jantung janin (untuk diagnosa gawat darurat Alat membantu janin) untuk membuka. darah pasien Hiper/Hipo glikemia bisa cepat diketahui 10 Oksigen Consentrator Alat yang dapat menjamin ketersediaan oksigen medis dengan mengambil udara luar untuk dipurifikasi Alat tersebut sangat penting mengingat seringnya terjadi kehabisan oksigen medis di IGD 11 Nebulizer Alat yang sifatnya non invasif yang dapat memberikan cairan obat ke dalam paru-paru Alat yang dapat memberikan pernapasan bantuan dengan kontrol elektrik yang sifatnya mobile Biasanya digunakan untuk pasien sesak napas akibat asma atau sesak lainnya Alat tersebut sangat dibutuhkan untuk menangani sesak napas yang berat seperti flu burung dan karena sifatnya mobile dapat digunakan selama dalam transportasi dalam rujukan pasien 12 Ventilator transport CIRCULATION 13 Minor surgery set Alat yang dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan dan menangani luka Alat yang dapat digunakan untuk memberikan cairan. antibiotik. 38 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

GAWAT DARURAT KHUSUS JANTUNG 18 Defibrilator Alat yang dapat mengatasi gangguan ritme jantung Pada kasus VT/VF (serangan jantung.C. Infat warmer berupa selimut sehingga dapat dipasang sambil melakukan tindakan seperti saat RJP 20 Inkubator KEBIDANAN 21 Meja Ginekologi Meja yang dapat untuk melakukan kebidanan. kecepatan dalam memberikan DC Shock) sangat menentukan hasil akhir penanganan ANAK –NEONATUS 19 Infant Warmer Alat yang berfungsi untuk memberikan kondisi suhu dan kelembaban yang terkontrol. berfungsi tindakan 22 23 Partus set Vacuum set Alat untuk membantu persalinan normal Alat yang dapat digunakan untuk membantu mengeluarkan bagian kepala bayi yang tidak dapat dikeluarkan dengan proses persalinan normal Alat yang dapat digunakan untuk tindakan kuretase Alat yang dapat digunakan untuk melakukan operasi cesar 24 25 Kuret Set Sectiosesarian set BEDAH 26 Electrosurgical cauter Alat yang berfungsi untuk melakukan penyayatan. pemotongan saat pembedahan Alat ini juga dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan 39 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . MONITOR 16 17 Pulse Oksimeter Vital sign/ monitor Bed Side Alat untuk memonitor kondisi pasien gawat darurat yang sedang diobservasi intensif (alat sederhana dan yang komplit) Dapat berfungsi juga untuk memantau perkembangan terapi D.

dengan pertimbangan: Alat tersebut sudah terpenuhi Pada rumah sakit khusus (RSK) seperti RS Jiwa. mengingat banyaknya kasus gawat darurat yang butuh operasi segera (cito operasi) 28 Lampu operasi mobile Alat bantu penerangan saat operasi. RS Paru. 856/Menkes/SK/IX/2009 tentang Standar Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit.dengan frekwensi tinggi dan efek thermal 27 Meja Operasi Alat untuk mensupport pasien saat operasi sehingga mendapatkan posisi yang tepat sesuai kebutuhan tindakan Alat untuk pembedahan yang bisa di akses 24 jam harus tersedia di rumah sakit. tidak menimbulkan panas dan mudah dipindahkan Alat untuk melakukan tindakan pembiusan total Instrument yang dapat digunakan untuk operasi besar 29 30 Mesin Anestesia Major Surgery set TINDAKAN KHUSUS LAINNYA 31 THT Set Instrumen yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan gawat darurat pada THT Alat bantu penerangan yang dipasangkan pada kepala Sering digunakan untuk mengeluarkan Corpus Alienum 32 Head Lamp Sering digunakan pemeriksaan THT pada E. RS Ibu dan Anak. RS Orthopedi dan lain-lain atau di rumah sakit umum (RSU) yang mengembangkan 40 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . PERALATAN MEDIS PENDUKUNG 33 34 Emergency Strecher Sterizator Alat untuk memindahkan pasien dari UGD keruangan Alat untuk peralatan bedah mensterilkan 3) Rumah sakit dapat mengusulkan prioritas alat kesehatan lainnya di luar point b) dan SK Menteri Kesehatan No. RS Kusta.

d. Memiliki area khusus parkir ambulans yang bisa menampung lebih dari 2 ambulans (sesuai dengan beban RS) g. j. misalnya Generator Set untuk Instalasi Gawat Darurat untuk menjamin ketersediaan listrik selama melakukan berbagai tindakan kegawatdaruratan di IGD. Ruang triase harus dapat memuat minimal 2 (dua) brankar. e.4) program unggulan tertentu dalam jenis pelayanan gawat darurat. f. Pintu IGD harus dapat dilalui oleh brankar. 41 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . h. Ambulans/kendaraan yang membawa pasien harus dapat sampai di depan pintu yang areanya terlindung dari panas dan hujan (catatan: untuk lantai IGD yang tidak sama tinggi dengan jalan ambulans harus membuat ramp). Area dekontaminasi ditempatkan di depan / di luar IGD atau terpisah dengan IGD. dapat menampung korban bencana sesuai dengan kemampuan RS. mudah dijangkau oleh masyarakat dengan tanda–tanda yang jelas dari dalam dan dari luar Rumah sakit. Luas bangunan IGD disesuaikan dengan beban kerja RS dengan memperhitungkan kemungkinan penanganan korban massal / bencana. Susunan ruang harus sedemikian rupa sehingga arus pasien dapat lancar dan tidak ada “cross infection”. Harus mempunyai pintu masuk dan keluar yang berbeda dengan pintu utama (alur masuk kendaraan/pasien tidak sama dengan alur keluar) kecuali pada klasifikasi IGD level 1 dan 2. b. Pembangunan/Penyesuaian Bangunan IGD Rumah sakit dapat melakukan pembangunan baru atau penyesuaian bangunan IGD sehingga memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Harus mempunyai ruang tunggu untuk keluarga pasien. Memiliki ruang untuk istirahat petugas (dokter dan perawat). 2. c. k. mudah dibersihkan dan memudahkan kontrol kegiatan oleh perawat kepala jaga. Jika terdapat pertimbangan khusus lain maka rumah sakit dapat mengusulkan peralatan penunjang lainnya dalam mendukung pelayanan gawat darurat di Rumah Sakit. Lokasi Gedung harus berada di bagian depan RS. i.

2.D. Persyaratan Teknis a. pada setiap pembangunan/rehabilitasi 4 (empat) ruang rawat inap (dengan jumlah tempat tidur 32) atau kelipatannya. b) Rasio tempat tidur yang dipergunakan untuk kelas III dibandingkan dengan total tempat tidur RS. d) Jenis menu yang diusulkan oleh RS ke Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik (untuk tempat tidur set kelas III saja. c) Jumlah tempat tidur yang digunakan untuk kelas III RS. 2 (dua) kamar mandi. Adapun contoh ukuran luas ruangan bangunan tersebut di atas adalah sebagai berikut: 1) 8 x 9 m2 = 72 m2 2 x 3 m2 = 12 m2 8 x 2. Luas Lahan dan Tata Ruang Bangunan Pembangunan/rehabilitasi ruang rawat inap kelas III RS harus memperhatikan fungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan serta alur pelayanan untuk kelancaran dalam pelayanan pasien. 1. Oleh karena itu setiap pembangunan/rehabilitasi ruang rawat inap kelas III yang baik. Bila direncanakan membangun/merehabilitasi lebih dari 4 (empat) ruang rawat inap kelas III. PENINGKATAN FASILITAS TEMPAT TIDUR KELAS III RUMAH SAKIT RS yang mendapatkan paket peningkatan fasilitas tempat tidur kelas III adalah Rumah Sakit milik pemerintah daerah provinsi maupun milik pemerintah daerah Kabupaten/Kota yang melaksanakan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan memberikan usulannya ke Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik dengan mempertimbangkan: a) Bed Occupancy Rate (BOR) kelas III RS. Persyaratan Umum Masih tersedianya lahan untuk peningkatan fasilitas tempat tidur kelas III RS. berisi 8 (delapan) set tempat tidur yang dilengkapi fasilitas penunjang antara lain: selasar. 2 (dua) wastafel serta 2 (dua) ceiling fan. atau kedua-duanya). maka perlu dibangun 1 (satu) ruang perawat (Nurse Station) yang dilengkapi dengan ruang-ruang pendukungnya.5 m2= 20 m2 104 m2 42 TI HUS AD Ruang Rawat Inap Kelas III Ruang rawat inap kelas III 2 kamar mandi @ Selasar Total luas bangunan yang dibutuhkan 2) Ruang Perawat (Nurse Station) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . dan e) Sudah pernah atau belum pernah RS memperoleh alokasi DAK untuk menu fasilitas tempat tidur kelas III RS. atau untuk bangunan fisik ruang rawat inap kelas III saja.

b) Dinding tembok ½ bata berplester dan dicat. 43 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . b) 1 buah nakas. maka pembangunan/rehabilitasi tersebut disesuaikan dengan kondisi setempat dan tetap memperhatikan acuan ketentuan pembangunan ruang pelayanan kesehatan. e) Kamar mandi berlantai keramik kasar (tidak licin) dilengkapi 1 bak mandi. di mana setiap set tempat tidur terdiri dari: a) 1 buah tempat tidur dengan kelengkapannya (matras. Spesifikasi Teknis Bangunan 1) Ruang Rawat Inap Kelas III a) Lantai terbuat dari keramik kualitas satu (KW–1). c) Atap dari genting dengan plafon. d) Ruang rawat inap dilengkapi dengan 2 buah wastafel dari keramik serta 2 buah keran dan saluran pembuangan.5 m2 = 3 m2 = 21 m2 b. Apabila luas lahan yang dimiliki Rumah Sakit terbatas. d) Dengan pertimbangan khusus. Misalnya pengadaan tempat tidur ginekologi untuk bangsal kandungan dan kebidanan kelas III. 1 closet duduk dan 1 gantungan infus. bantal dan guling). e) Kamar mandi berlantai keramik kasar (tidak licin). rumah sakit dapat mengadakan peralatan kesehatan lainnya untuk mendukung pelayanan kesehatan di ruang rawat inap kelas III.1 Ruang kerja perawat 1 Ruang istirahat petugas 1 Kamar mandi petugas Total luas bangunan yang dibutuhkan 3 x 3 m2 = 9 m2 3 x 3 m2 = 9 m2 2 x 1. c) Atap dari genting dengan plafon. dilengkapi 1 bak mandi dan 1 closet duduk. 2) Ruang Perawat (Nurse Station) a) Lantai terbuat dari keramik kualitas satu (KW–1) b) Dinding tembok ½ bata berplester dan dicat. 3) Peralatan kesehatan Peralatan kesehatan yang ada pada setiap ruang rawat inap kelas III RS berisi 8 set tempat tidur. c) 1 buah tiang infus. d) Ruang kerja perawat dilengkapi dengan 1 buah wastafel dari keramik serta 1 buah kran dan saluran pembuangan.

kimia klinik dan urinalisis. misalnya pipet otomatis. 1267/MENKES/SK/XII/2004 tentang Standar Pelayanan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan disesuaikan dengan kebutuhan serta ketersediaan dana dengan prioritas sebagai berikut: Alat laboratorium kesehatan dapat digunakan untuk mendukung menentukan diagnosis. sentrifus dan generator set untuk menjamin kelancaran selama melakukan pemeriksaan spesimen. Bila terdapat pertimbangan khusus lainnya. PENGADAAN PERALATAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM KLINIK DI LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA Pengadaan peralatan pemeriksaan hematologi. maka Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat mengusulkan peralatan penunjang lainnya dalam mendukung pelayanan pemeriksaan laboratorium kesehatan. rencana pengobatan dan rencana terapi di bidang hematologi.Adapun persyaratan teknis peralatan kesehatan tersebut harus memenuhi seluruh kriteria di bawah ini: a) Berkualitas b) Kebutuhan dan pemanfaatannya sesuai dengan situasi dan kondisi setempat c) Keamanan d) Kenyamanan e) Kemudahan dalam pengoperasionalan/pemakaian f) Kemudahan dalam pemeliharaan g) Kemudahan dalam perbaikan E. Adapun peralatan laboratorium kesehatan diprioritaskan adalah sebagai berikut: No Jenis Peralatan Jumlah Minimal 1 Hematology Analyzer 1 2 Clinical Chemistry Analyzer 1 3 Urine Analyzer 1 44 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . kimia klinik dan urinalisis di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berfungsi untuk meningkatkan pelayanan melakukan pemeriksaan laboratorium kimia klinik. hematologi dan urinalisis dalam rangka menunjang diagnosis penyakit sebagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat maupun perorangan di wilayahnya. Peningkatan pelayanan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota salah satunya melalui peningkatan fasilitas peralatan laboratorium sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No.

Acuan a. c. d. Layanan purna jual alat menjamin ketersediaan spare part dan reagen. Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang belum mempunyai peralatan. b.1. c. b. Buku Petunjuk Pemeriksaan Hematologi (Otomatik). Persyaratan Umum a. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 364/MENKES/SK/III/2003 tentang Laboratorium Kesehatan d. Persyaratan Teknis a. tapi dalam keadaan rusak. 3. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 298/MENKES/SK/III/2008 tentang Pedoman Akreditasi Laboratorium Kesehatan. d. Kabupaten/Kota dari Dana Alokasi Khusus dimaksudkan untuk menjamin keamanan kualitas lingkungan khususnya air limbah dari hasil kegiatan rumah sakit terhadap masyarakat sekitarnya. Hal ini dilakukan untuk melindungi kualitas lingkungan sekitar dari kegiatan RS agar tidak terjadi bahaya infeksi nosokomial. c. 2. Tersedianya sumber daya manusia yang mampu melaksanakan pemeriksaan hematologi. b. PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DAN PENGADAAN PERALATAN PENDUKUNGNYA DI RUMAH SAKIT PEMERINTAH DAERAH Penyediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Pengadaan Peralatan Pendukungnya Di Rumah Sakit Pemerintah Provinsi. kimia klinik dan urinalisis. Adanya jaminan/garansi alat tersebut. Tersedia ruang untuk pemeriksaan hematologi. F. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1267/MENKES/SK/XII/2004 tentang Standar Pelayanan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Jumlah dan jenis alat disusun berdasarkan usulan dan identifikasi fasilitas peralatan yang ada di daerah. kimia klinik dan urinalisis. Memiliki serta sarana dan prasarana pendukung pemeriksaan sesuai standar dalam rangka pengembangan pelayanan laboratorium. Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang sudah mempunyai peralatan. 45 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Tahun 2003.

yang merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. c. Mengetahui dan memahami kapasitas dan jenis IPAL serta peralatan pendukung yang dibutuhkan. Kabupaten/Kota dengan prioritas: a. Luas lahan dan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit berupa jumlah tempat tidur dan data pemakaian rata-rata air bersih per bulan. unit cost masing-masing daerah (lokasi rumah sakit berada) tersebut dibiayai dari APBD Provinsi. Perencanaan Detail Engineering Design (DED) IPAL dan jaringannya serta RAB. sudah dilakukan perataan. 2. Peralatan pendukung adalah peralatan yang berfungsi mendukung dan memperlancar proses pengolahan air buangan baik pengolahan secara fisik. pertimbangan operasional serta kondisi dan letak geografis/topografi daerah. Rumah Sakit tersebut belum mempunyai IPAL atau sudah mempunyai IPAL sebelum tahun 1985 dan rusak. pemadatan dan pematangan tanah). Perencanaan Detail Engineering Design (DED) IPAL dan jaringannya serta RAB. unit cost masing-masing daerah (lokasi rumah sakit berada) ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit dengan rekomendasi Dinas PU Pemda setempat diketahui oleh Bupati/Walikota. 2 b. Persyaratan Umum Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah dan peralatan pendukung untuk Rumah Sakit Pemerintah Provinsi. Persyaratan Teknis a. Kabupaten/Kota. Perhitungan pengadaan IPAL Peralatan pendukung Instalasi Pengolahan Air Limbah/Limbah Cair dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. Membuat surat pernyataan kesanggupan membiayai Pelaksanaan Operasional Dan Pemeliharaan yang b. c. Mempunyai lahan siap bangun seluas minimal 100 m (lahan tidak dalam sengketa. Hal ini dituangkan dalam master plan. mempunyai sertifikat tanah.Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berfungsi untuk mengolah air buangan yang berasal dari kegiatan yang ada di Rumah Sakit agar memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. 1. biologis maupun kimiawi. Pembuatan master plan. 46 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

dengan kapasitas daya minimal serta pemasangan peralatan listrik lainnya. mekanikal dan elektrikal antara lain pemasangan blower dan pompa. Untuk itu. dan keamanan limbah. Membuat surat pernyataan kesanggupan menjaga agar efluen air limbah yang keluar dari instalasi tersebut memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. dan Ruang Laboratorium. laundry dan instalasi gizi/dapur harus dilakukan pengolahan pendahuluan (pre treatment) terlebih dahulu sebelum dialirkan ke IPAL. Rencana peletakan IPAL agar memperhatikan denah tata ruang di RS agar memudahkan operasional. Semua air limbah rumah sakit dialirkan ke IPAL. h. pemeliharaan. Membuat surat pernyataan kesanggupan membiayai uji laboratorium lingkungan terhadap influen dan efluen air limbah yang masuk dan keluar dari instalasi tersebut yang ditandatangani oleh Direktur RS dan diketahui oleh Bupati/Walikota selama minimal 4 bulan sekali dan melaporkannya ke Kementerian Kesehatan. ditandatangani oleh Direktur RS dan diketahui oleh Bupati/Walikota setelah Pekerjaan Pembangunan selesai. direksi kit. pembuatan panel listrik. Produksi Makanan Rumah Sakit. Komponen yang bisa dicakup dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah: Pekerjaan Konstruksi IPAL meliputi: 1) Pekerjaan persiapan: bouplank. 8) Pagar Pelindung lokasi IPAL 9) Jaringan Air Limbah dan Bak Pengumpul 47 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota setelah Pekerjaan Pembangunan selesai.d. mobilisasi 2) Pekerjaan struktur pondasi 3) Pekerjaan konstruksi IPAL 4) Plester. e. f. g. 2) Jauh dari area pemukiman masyarakat sekitar. acian IPAL dan water proofing 5) Fasilitas IPAL antara lain ruang panel. hendaknya instalasi bangunan diletakkan dengan persyaratan lokasi sebagai berikut: 1) Jauh dari Area Ruang Pelayanan Medik dan Perawatan. blower dan ruang operator 6) Finishing IPAL 7) Pekerjaan equipment. kecuali air limbah dari ruang laboratorium.

2) Mengurus dan membuat surat Ijin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) untuk IPAL RS ke Badan Lingkungan Hidup setempat.i. 3) Teknologi IPAL yang dipilih harus mudah dalam pengoperasian dan pemeliharaan oleh operator 4) Mudah mencari suku cadangnya 5) Mempertimbangkan bentuk konstruksi IPAL yang bisa dipindah (moveable) untuk RS yang akan ada rencana perluasan lahan atau relokasi. Pemerintah Daerah dan Pihak Rumah Sakit harus menyediakan dana untuk tenaga operator dan biaya operasional lainnya Penyedia produk teknologi IPAL wajib: 1) Memberi training operator IPAL RS. Acuan a. j. Disarankan pihak RS mencari referensi dengan peninjauan ke RS yang telah memakai produk teknologi IPAL yang terbukti minimal 3 tahun effluentnya masih memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 Tahun 1995 dengan dibuktikan dengan hasil uji laboratorium lingkungan (yang terakreditasi) terhadap influent dan effluent air limbah. Pemilihan jenis dan kualitas instalasi bangunan pengolahan air limbah dilakukan oleh Pihak Rumah Sakit. Dalam pemilihan kualitas instalasi bangunan harus memperhatikan: 1) Kekuatan konstruksi bangunan 2) Teknologi IPAL yang dipilih harus sudah terbukti efluen (keluaran) air limbah hasil pengolahannya telah memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. 48 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . k. dan diketahui oleh Bupati/Walikota. 3.

pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. Alokasi berdasarkan biaya minimal perkapita obat penduduk miskin kuota Jamkesmas di Kabupaten/Kota dan biaya perkapita obat bagi seluruh penduduk Kabupaten/Kota. perbekalan kesehatan.BAB VI MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN Penyediaan dan pengelolaan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan adalah bagian dari upaya untuk peningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar. 2011 dan apabila telah dipenuhinya kebutuhan akan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan di masing-masing b. A.A. Penyediaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan dalam DAK Bidang Kesehatan TA 2011 Subbidang Pelayanan Kefarmasian dipergunakan sesuai dengan menu Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan yang terdapat dalam Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan T. ISPA dan lain-lain) serta Program Gizi dan Kesehatan Ibu Anak (KIA) dari yang telah disediakan melalui APBN Kementerian Kesehatan RI. Tuberkulosis. Antraks. perbaikan status gizi masyarakat. Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1. Meliputi obat generik. serta secara tidak langsung mendukung pelayanan kesehatan sekunder dan tersier dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak. perbatasan dan kepulauan serta daerah bermasalah kesehatan. Kecacingan. terpencil. Kusta. Persyaratan Umum a. reagensia dan vaksin skala Kabupaten/Kota (di luar imunisasi dasar) yang digunakan untuk pelayanan kesehatan dasar (PKD) (termasuk Bufferstock Kabupaten/Kota) serta kekurangan obat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Program Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) (Malaria. Diare. Frambusia. c. terutama untuk pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal. Filariasis. 49 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Pes. Menu DAK Subbidang Pelayanan Kefarmasian Tahun 2011 ditujukan untuk mendukung pencapaian ketersediaan obat terutama obat generik dan vaksin di Kabupaten/Kota.

penelaahan terhadap penyakit menular atau tidak menular yang memiliki angka kesakitan (morbiditas) dan atau angka kematian (mortalitas) yang tinggi. kecuali Kepala Puskesmas mengajukan usulan kebutuhan obat di luar DOEN dan mendapatkan persetujuan Kepala Dinas Kesehatan. e. 2. Proses penyediaan dan penentuan harga Obat dan Perbekalan Kesehatan agar memperhatikan dan mengacu pada: SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Obat Generik. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional serta distribusi obat dan perbekalan kesehatan. serta Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan perihal Daftar Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan ditujukan untuk obat generik. SK Menteri Kesehatan RI Tentang Harga Alkes yang berfungsi sebagai obat. perbekalan kesehatan. e. Pengalihan alokasi di dalam sub bidang pelayanan kefarmasian sebagaimana butir (c) harus mendapatkan persetujuan Menteri Kesehatan c. Membuat usulan Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan yang sesuai daftar obat Pelayanan Kesehatan Dasar dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Dalam pemenuhan kebutuhan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan. reagensia dan vaksin di luar imunisasi dasar hasil penelahaan daerah yang dipergunakan hanya untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan Puskesmas Perawatan. Persyaratan Teknis a. reagensia dan vaksin skala Kabupaten/Kota (di luar imunisasi dasar) mengacu pada Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN). c.q. 50 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . d.d. daerah melakukan berdasarkan metode konsumsi. Kabupaten/Kota selama 18 bulan dapat diperkenankan pengalihan alokasi anggaran Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan ke kegiatan lainnya dengan catatan masih dalam satu subbidang pelayanan kefarmasian dan dilaksanakan sesuai Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan TA 2011. Pemilihan jenis obat. SK Menteri Kesehatan RI tentang harga Serum dan Vaksin b. perbekalan kesehatan. f. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota.

b. Perluasan Instalasi Farmasi Perluasan Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota diperuntukkan bagi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota yang memiliki luas penyimpanan kurang dari standar minimal penyimpanan (<500 2 m ). c. Unit cost masing-masing daerah ditetapkan oleh Dinas PU Pemda setempat dan ditandatangani oleh 51 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Rehabilitasi Instalasi Farmasi Kebutuhan akan rehabilitasi Instalasi Farmasi diperuntukkan bagi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota yang mengalami kerusakan sedang atau berat yang spesifikasinya telah ditentukan oleh instansi berwenang. Pembangunan Baru Instalasi Farmasi 1) Luas lahan dan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berupa volume obat dan perbekalan kesehatan 2 yang akan disediakan (minimal luas lahan 700 m dan 2 minimal luas bangunan 500m ). 2. B. Persyaratan Umum a. 2) Membuat usulan pembangunan dengan melampirkan 2 master plan.program Imunisasi. Pembangunan Baru Instalasi Farmasi 1) Kabupaten/Kota yang belum memiliki Instalasi Farmasi. d. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional dan pemeliharaan Instalasi Farmasi. 2) Mempunyai lahan yang matang/telah siap bangun (pembebasan. Persyaratan Teknis a. pematangan lahan (pemerataan dan pemadatan) merupakan tanggung jawab 2 pemerintah daerah) dengan luas minimal 700 m . Pembangunan Baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota 1. SK Menkes RI tentang Harga Perbekalan Kesehatan dan Obat Gigi dan peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. SK Menkes RI tentang Pedoman Teknis Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar. unit cost (per m ) dan RAB. SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Pengadaan Obat anti Tuberculosis-FDC. sertifikat tanah. gambar/blok plan.

Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Denah tata ruang Rencana tata ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan serta mengacu pada buku Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Denah rehabilitasi dan perluasan rencana tata ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan serta mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota. Rehabilitasi dan Perluasan Instalasi Farmasi 1) Rehabilitasi dan Perluasan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berupa luas dan volume obat dan perbekalan kesehatan dari perbekalan kesehatan yang harus disediakan. 2) 3) 4) 5) 52 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Unit cost masing-masing daerah ditetapkan oleh Dinas PU Pemda setempat dan ditandatangani oleh Kepala Dinas dan diketahui oleh Bupati/Walikota. unit 2 cost (per m ) dan RAB. gambar/blok plan. Proses pengadaan rehabilitasi dan perluasan bangunan harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku.3) 4) 5) Kepala Dinas dan diketahui oleh Bupati/Walikota setempat. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. b. Membuat usulan rehabiltasi dan perluasan pembangunan dengan melampirkan master plan. Proses pengadaan pembangunan harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku.

53 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Sarana pendukung Instalasi Farmasi hanya untuk Kabupaten/Kota dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Belum memiliki sarana pendukung tersebut. b. 2) Sarana pendukung yang rusak berat. Sarana pendukung Instalasi Farmasi hanya diperbolehkan untuk: 1) Sarana penyimpan yaitu Cold Chain (Vaccine Cooler). Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional dan pemeliharaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi. 3) Kapasitas sarana pendukung yang tidak memadai (lebih kecil dari kebutuhan). Palet. c. 2) Sarana Distribusi yaitu kendaraan Mobil Roda Empat. 5) Sarana Telekomunikasi. Rak Obat dan Perbekalan Kesehatan dan Lemari Khusus Obat Narkotika dan Psikotropika. Generator Set. berupa Faksimile. 3) Sarana Pengamanan yaitu Alarm dan Tabung Pemadam Kebakaran. 4) Sarana Pengolah data yaitu Komputer. Uninterruptable Power Supply (UPS). pertimbangan operasional serta kondisi dan letak geografis/topografi daerah.C. Membuat usulan pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi dengan melampirkan RAB dan Unit Cost yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Persyaratan Teknis a. 2. Proses pengadaan harus mengacu kepada peraturan perundangundangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. Persyaratan Umum a. b. Pendingin Udara (AC). Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. Refrigerator. Hand Forklift. Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi 1. c. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pengadaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Printer. d.

e. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan perihal Daftar Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. 3. 7. Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berlaku 54 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Pedoman Teknis Pengadaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. 4. D. 6. 2. Keputusan Menteri Kesehatan RI Tentang Harga Alkes yang berfungsi sebagai obat bagi pelayanan program kesehatan pemerintah yang berlaku. Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota disesuaikan dengan kebutuhan. 8. SK Menkes RI tentang Harga Perbekalan Kesehatan dan Obat Gigi yang berlaku. 9. SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Obat Generik yang berlaku. Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang harga Serum dan Vaksin Program Imunisasi yang berlaku. mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota. Acuan 1. SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Pengadaan Obat anti Tuberculosis-FDC yang berlaku. 5. Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN) yang berlaku.

Forum koordinasi untuk menindaklanjuti hasil review laporan dan atau kunjungan lapangan. Pemantauan DAK bidang kesehatan dilakukan dengan 3 (tiga) cara. Evaluasi DAK Bidang Kesehatan merupakan evaluasi terhadap pemanfaatan DAK bidang kesehatan untuk memastikan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan bermanfaat bagi masyarakat di Provinsi/Kabupaten/Kota mengacu pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional serta sebagai masukan untuk penyempurnaan kebijakan dan pengelolaan DAK Bidang Kesehatan yang meliputi aspek perencanaan. Selain itu pemantauan untuk mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan TA 2011. Ruang lingkup pemantauan hanya pada aspek teknis. dan pemanfaatan DAK ke depan.BAB VII PEMANTAUAN. yaitu: 1. meliputi : kesesuaian antara kegiatan DAK Bidang Kesehatan dengan usulan kegiatan yang ada dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). output sejauh mana bila memungkinkan sampai outcome dan impact. lokasi. yang nantinya digunakan untuk perbaikan perencanaan dan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012. EVALUASI DAN PELAPORAN A. Kunjungan lapangan. 3. dan sasaran pelaksanaan dengan perencanaan. serta realisasi waktu pelaksanaan. kesesuaian pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran – Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) dengan petunjuk teknis dan pelaksanaan di lapangan. proses. pelaksanaan. 55 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Ruang lingkup evaluasi pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan meliputi pencapaian sasaran kegiatan DAK berdasarkan input. Review atas laporan triwulan yang disampaikan oleh Gubernur/Bupati/Walikota dan Dinas Kesehatan Provinsi setiap akhir triwulan sesuai dengan format laporan. pengalokasian. PEMANTAUAN DAN EVALUASI Pemantauan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 merupakan suatu kegiatan untuk memastikan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan di Provinsi/Kabupaten/Kota tepat waktu dan tepat sasaran sesuai dengan penetapan alokasi DAK Bidang Kesehatan TA 2011 dan Juknis DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. 2.

pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian harus menyampaikan laporan triwulan yang memuat pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK kepada: 1. September dan Desember). yang disampaikan dua bulan setelah tahun anggaran berakhir. Review atas laporan akhir yang disampaikan oleh Gubernur/Bupati/Walikota setiap akhir tahun sesuai dengan format laporan sesuai dengan format 3. yang disampaikan selambat-lambatnya 14 hari setelah akhir triwulan berakhir. JENIS PELAPORAN Laporan dari kegiatan pemantauan teknis pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan terdiri: a. 3. c.07/2010 tentang Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Anggaran Transfer Ke daerah dan PMK Nomor 216/PMK. dan Kabupaten/Kota sesuai dengan petunjuk teknis dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Meneg PPN/Kepala Bappenas. PELAPORAN Kepala SKPD penerima DAK Bidang Kesehatan TA 2011 sebagai penanggung jawab anggaran sarana pelayanan kesehatan dasar. B. Pemantauan dan evaluasi dilakukan oleh Organisasi Pelaksana dan atau Tim Koordinasi di tingkat Pusat.Evaluasi DAK Bidang Kesehatan dilakukan dengan 3 (tiga) cara. 2. Juni. 56 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Menteri Keuangan Penyampaian laporan triwulan pada kegiatan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir (Maret. sesuai dengan format 1 dan 2.07/2010 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011. sesuai dengan format 3 ALUR PELAPORAN 2. Menteri Keuangan. yaitu: 1. Laporan triwulan. Laporan penyerapan DAK disampaikan kepada Menteri Keuangan berdasarkan PMK Nomor 126/PMK. Provinsi. Menteri Dalam Negeri. Forum koordinasi untuk menindaklanjuti hasil pemantauan dan atau evaluasi pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan. b. 1. Menteri Kesehatan 2. Laporan akhir merupakan laporan pelaksanaan akhir tahun. dan Menteri Dalam Negeri Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK. 3. Studi evaluasi.

SKPD Kabupaten/Kota/Provinsi menyampaikan laporan kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan selanjutnya Dinas Kesehatan Provinsi melakukan kompilasi terhadap laporan SKPD tersebut. Pelaporan triwulan lainnya sesuai dengan Petunjuk Teknis DAK tahun 2011.p Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Kementerian Kesehatan.Pelaksanaan pelaporan triwulan baik tingkat Kabupaten/Kota maupun tingkat provinsi disampaikan dari SKPD kepada sekretaris daerah. Alur Laporan Triwulan di Tingkat Kabupaten/Kota SKEMA LAPORAN TRIWULAN PELAKSANAAN DI KABUPATEN/KOTA SKPD SEKDA KABUPATEN/ KOTA BUPATI/ WALIKOTA MENTERI KEUANGAN MENTERI DALAM NEGERI DINAS KESEHATAN PROVINSI MENTERI KESEHATAN Bagan 2. Laporan triwulan tingkat Kabupaten/Kota dan tingkat provinsi. Alur Laporan triwulan di tingkat Propinsi Ket : Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 : laporan langsung SEB 57 : laporan langsung TI HUS AD A BAK . dan selanjutnya sekretaris daerah melakukan kompilasi terhadap laporan SKPD tersebut (SEB Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK). sesuai dengan SEB tahun 2008 dan Juknis DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 disampaikan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. Laporan triwulan selanjutnya dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan u. Bagan 1.

SKEMA LAPORAN TRIWULANPELAKSANAAN DI PROPINSI SKPD SEKDA PROVINSI GUBERNUR MENTERI KEUANGAN MENTERI DALAM NEGERI DINAS KESEHATAN PROVINSI MENTERI KESEHATAN Ket : : laporan langsung SEB : laporan langsung 58 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Juta) 6 7 Jumlah Satuan Keuangan (%) 8 Fisik (%) 9 Pelaksanaan Kegiatan Realisasi Kesesuaian antara DPASKPD dengan Juknis Ya 10 Tidak 11 Permasalahan Kode Masalah **) Upaya Pemecahan Masalah yang diharapkan 12 1 2 3 4 5 II 1 Pelayanan Kefarmasian Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1. Juta) 1 I 2 PELAYANAN KESEHATAN DASAR Puskesmas Puskesmas Perawatan Poskesdes Pengadaan Sistim Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak 3 4 Pendamping (Rp. Juta) 5 Total (Rp. Kepala Dinas Kesehatan Prov. Jenis obat 1 2.LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SARANA PELAYANAN KESEHATAN DASAR DAN PELAYANAN KEFARMASIAN TRIWULAN I/II/III/IV *) Provinsi : Kabupaten/Kota : Perencanaan Kegiatan Jumlah No Jenis Kegiatan Jumlah Satuan DAK (Rp. 1. Pembangunan baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi 2 3 Total Mengetahui. Jenis obat 2 3. Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota Nama NIP Nama NIP 59 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .. Dst .

 Kolom 7 diisi dengan satuan dari kolom 6  Kolom 8 diisi dengan realisasi penggunaan DAK (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).  Kolom 4 diisi dengan satuan dari kolom 3.  Kolom 10 diisi dengan Kesesuaian antara DPA-SKPD dengan Juknis  Kolom 11 diisi dengan kode masalah dibawah ini: Kode Masalah **) 1 Permasalahan terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2 Permasalahan terkait dengan petunjuk teknis 3 Permasalahan terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran (SKPD) 4 Permasalahan terkait dengan DPA-SKPD 5 Permasalahan terkait dengan SK Penetapan Pelaksanaan Kegiatan 6 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak 7 Permasalahan terkait dengan Persiapan Pekerjaan Swakelola 8 Permasalahan terkait dengan Penerbitan SP2D 9 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak 10 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Swakelola 60 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Petunjuk pengisian :  Kolom 2 diisi dengan jenis kegiatan sesuai dengan juknis  Kolom 3 diisi dengan jumlah kegiatan pada sarana dan prasarana kesehatan.  Kolom 9 diisi dengan persentase fisik sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).  Kolom 6 diisi dengan jumlah kegiatan yang terealisasi pada sarana dan prasarana kesehatan.  Kolom 5 diisi dengan besarnya alokasi DAK Bidang Kesehatan (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Direktur RS/Kepala Labkesda Nama NIP 61 TI Nama NIP Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS AD A BAK . Rehabilitasi ruang maternal/ neonata c.LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN TAHUN 2011 SARANA PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN TRIWULAN I/II/III/IV *) Provinsi : Kabupaten/Kota : Perencanaan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Kesesuaian antara DPASKPD dengan Juknis Permasalahan Upaya Pemecahan Masalah yang diharapkan Jumlah N O Realisasi Masal ah Jenis Kegiatan Juml Sat DA K (Rp. Juta ) 5 T ot al (R p. Ju ta ) Juml Sat Keu ang an (%) Fisik (%) Y a Tidak 1 1 2 PONEK RS a. Juta ) Pen dam ping (Rp. Rehabilitasi TT set c. Peralatan IGD RS Fasilitas TT Kelas III a. Pembangunan baru b. Rehabilitasi/ Penyesuaian Gedung c. Rehabilitasi c. Urinalisis Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Total 3 4 6 7 8 9 10 11 12 2 3 4 5 6 Mengetahui. Pembangunan baru b. Kimia Klinik. Peralatan PONEK RS UTDRS/BDRS a. Pembangunan baru b. Peralatan Pengadaan Peralatan Pemeriksaan Hematologi. Peralatan BDRS/UTD IGD RS a. Pembangunan Baru b.

 Kolom 4 diisi dengan satuan dari kolom 3. Permasalahan terkait dengan Penerbitan SP2D 9.  Kolom 10 diisi dengan Kesesuaian antara DPA-SKPD dengan Juknis  Kolom 11 diisi dengan kode masalah dibawah ini: Kode Masalah 1.  Kolom 6 diisi dengan jumlah kegiatan yang terealisasi pada sarana dan prasarana kesehatan.  Kolom 9 diisi dengan persentase fisik sampai dengan triwulan I/II/III/IV *). Permasalahan terkait dengan petunjuk teknis 3. Permasalahan terkait dengan DPA-SKPD 5. Permasalahan terkait dengan SK Penetapan Pelaksanaan Kegiatan 6. Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Swakelola 62 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Permasalahan terkait dengan Persiapan Pekerjaan Swakelola 8. Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak 7. Permasalahan terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran (SKPD) 4.  Kolom 7 diisi dengan satuan dari kolom 6  Kolom 8 diisi dengan realisasi penggunaan DAK (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan sampai dengan triwulan I/II/III/IV *). Permasalahan terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2.Petunjuk pengisian :  Kolom 2 diisi dengan jenis kegiatan sesuai dengan juknis (untuk pengadaan peralatan laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota disebutkan jenis peralatan yang diperoleh)  Kolom 3 diisi dengan jumlah kegiatan pada sarana dan prasarana kesehatan. Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak 10.  Kolom 5 diisi dengan besarnya alokasi DAK Bidang Kesehatan (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan.

Rekomendasi kebijakan untuk pemerintah pusat 63 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Umum i. Tujuan penulisan laporan II. Penganggaran iii. Umum b.SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR DANA ALOKASI KHUSUS I. PENDAHULUAN a. Per bidang DAK PERMASALAHAN DAN KENDALA PELAKSANAAN DAK a. Keberadaan dan peran tim koordinasi ii. Perencanaan ii. Evaluasi b. PENUTUP a. HASIL PELAKSANAAN DAK a. Khusus i. dan v. c. Saran dan masukan daerah b. Latar belakang b. IV. Pemantauan. Proses dan mekanisme koordinasi Per bidang DAK III. Pelaksanaan iv.

terutama daerah dengan derajat kesehatan yang belum optimal. sehingga warga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan bermutu.BAB VIII PENUTUP Petunjuk Teknis ini dibuat untuk dijadikan acuan penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 yang diarahkan untuk kegiatan yang dapat meningkatkan daya jangkau dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Provinsi/Kabupaten/Kota. 64 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

65 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 66 .

baik perbatasan darat dan laut. 3. pelayanan kesehatan. dan lain-lain wujud alamiah yang hubungannya satu sama lain demikian eratnya. 2. Daerah Terpencil Kecamatan atau desa yang karena letak dan atau kondisi alam memiliki kesulitan. fungsi dan tanggungjawab antara perempuan dan laki-laki yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman dan dukungan masyarakat itu sendiri. Daerah Tertinggal Suatu daerah kabupaten yang masyarakat serta wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional. Daerah Perbatasan Daerah dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbatasan langsung dengan wilayah kedaulatan negara tetangga.LAMPIRAN 1 DEFINISI OPERASIONAL 1. BOR (Bed Occupancy Rate) kelas III RS Persentase pemanfaatan tempat tidur di kelas III untuk pelayanan rawat inap pasien miskin/tidak mampu di rumah sakit dalam kurun waktu tertentu. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Gender Pandangan masyarakat tentang perbedaan peran. Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota Suatu unit pengelola obat dan perbekalan kesehatan di kabupaten/kota untuk mendukung ketersediaan obat dalam pelayanan kesehatan dasar. Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) Unit di rumah sakit yang mempunyai peran dalam mendukung pelayanan darah yang berkualitas di rumah sakit dengan sistem satu pintu. kekurangan atau keterbatasan prasarana dan sarana perhubungan. 5. Daerah Kepulauan Suatu gugusan pulau. 6. termasuk bagian pulau dan perairan di antara pulau pulau tersebut. 4. 8. yang menimbulkan kesulitan bagi penduduk yang tinggal di wilayah tersebut. persediaan kebutuhan 9 bahan pokok. SLTP serta kebutuhan sekunder lain. 7.

sosial.9. 14. Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Laboratorium Dinas Kabupaten/Kota dan setempat. 11. Kesetaraan Gender Perempuan dan laki-laki menikmati status yang sama dan memiliki kondisi yang sama untuk menggunakan hak-haknya dan kemampuannya secara penuh dalam memberikan kontribusinya kepada pembangunan politik. Keadilan Gender Langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan berbagai hal yang secara sosial dan menurut sejarah telah menghambat perempuan dan lakilaki untuk bisa berperan dan menikmati hasil dari peran yang dimainkannya. sebagai contoh: Pustu menjadi Puskesmas atau Puskesmas menjadi Puskesmas perawatan. Peralatan kesehatan Peralatan dasar minimal (medis dan non medis) untuk Puskesmas dan jaringannya sebagaimana mengacu pada buku Pedoman Peralatan. Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008. Keadilan gender mengantar ke kesetaraan gender 10. (sesuai UU No. dan budaya. 15. Menggunakan Air Bersih. Memberantas Jentik Di Rumah Sekali Seminggu. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 13. Pelayanan Kesehatan Primer/Dasar) Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan dasar. yang meliputi 10 indikator yaitu : Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan. Mencuci Tangan Dengan Air Bersih Dan Sabun. 36 Tahun 2009 pasal 30 ayat 2a). Kesehatan Kabupaten/Kota yang berada di merupakan UPTD pemerintah Kabupaten/Kota Tingkat Pertama (Pelayanan Kesehatan 12. Bayi Diberi Asi Eksklusif. Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah rumah tangga yang seluruh anggotanya berperilaku hidup bersih dan sehat. ekonomi. Menggunakan Jamban Sehat. Balita Ditimbang Setiap Bulan. Peningkatan Peningkatan status Puskesmas.

Dan Tidak Merokok Di dalam rumah. Apabila dalam rumah tangga tersebut tidak ada ibu yang melahirkan. Pondok Bersalin Desa (Polindes) Bentuk Upaya Kesehatan Bersumber-daya Masyarakat (UKBM) yang didirikan dengan bantuan pemerintah atau masyarakat atas dasar musyawarah untuk memberikan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak/Keluarga Berencana (KIA/KB)serta pelayanan kesehatan lainnya yang sesuai dengan kemampuan bidan. maka pengertian rumah tangga berPHBS adalah rumah tangga yang memenuhi 7 indikator. Puskesmas Perawatan Puskesmas yang dilengkapi dengan fasilitas perawatan berfungsi sebagai rujukan antara dan dapat melaksanakan tindakan pra rujukan (bila diperlukan). Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari. 18. tidak ada bayi dan tidak ada Balita. 19. 22. Pulau Terluar Pulau dengan luas area kurang atau dengan 2000 Km (dua ribu kilometer persegi) yang memiliki titik-titik dasar koordinat geografis yang menghubungkan garis pangkal laut kepulauan sesuai dengan hukum internasional dan nasional. termasuk kelengkapan/sarana pendukungnya. Puskesmas Unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. 17. 21. Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. sebelum dirujuk ke institusi rujukan. Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 2 TI HUS AD A BAK . Perluasan Penambahan ukuran dan/atau penambahan ruangan untuk peningkatan fungsi pelayanan. Puskesmas Pembantu Unit pelayanan kesehatan sederhana yang merupakan bagian integral dari Puskesmas yang melaksanakan sebagian tugas Puskesmas.Makan Sayur Dan Buah Setiap Hari. 20. 16.

Rehabilitasi Upaya memperbaiki kerusakan bangunan yang terjadi agar bangunan dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 30. Responsif Gender Perhatian yang konsisten dan sistematis terhadap perbedaan-perbedaan perempuan dan laki-laki di dalam masyarakat. Depkes RI. bidan dan perawat terlatih PONED dan mampu memberikan pelayanan langsung terhadap ibu hamil/ibu bersalin. baik yang datang sendiri atau atas rujukan kader/masyarakat. Ruang Persalinan Suatu ruangan/tempat yang digunakan untuk melakukan pertolongan persalinan pada ibu melahirkan dan penanganan bayi baru lahir. nifas dan bayi baru lahir di Puskesmas (mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas. 24. Puskesmas PONED Puskesmas perawatan yang memiliki Dokter. baik struktural maupun non struktural yang apabila setelah diperbaiki masih dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. 28. PONED Kit Peralatan yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program/ pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil/ibu bersalin. Ditjen. Rumah Sakit Siap PONEK (Pelayanan Obstetri. 26. yang disertai upaya menghapus hambatan-hambatan struktural dalam mencapai kesetaraan 27. Bidan di desa dan Puskesmas non perawatan. Puskesmas PONED dapat melakukan pengelolaan kasus dengan komplikasi tertentu sesuai dengan tingkat kewenangan dan kemampuannya atau melakukan rujukan ke Rumah Sakit. Bina Kesmas. 2008) 25.23. Perawat/Bidan yang bertugas di Puskesmas. Neonatal. ibu nifas dan bayi baru lahir. 29. Emergency dan Komprehensif) Rumah Sakit siap PONEK 24 jam adalah Rumah Sakit yang menyelenggarakan pelayanan kedaruratan maternal dan neonatal secara komprehensif dan terintegrasi selama 24 jam. Rumah Dinas Rumah yang diperuntukkan bagi Dokter/Dokter Gigi. Rusak Berat Kerusakan berat adalah kerusakan pada sebagian besar komponen bangunan.

RS (Instalasi Gawat Darurat/IGD-High Care Unit/HCU-Intensive Care Unit/ICU-kamar jenazah) dan antar RS.Penentuan tingkat kerusakan adalah setelah berkonsultasi dengan instansi teknis setempat yang bertanggung jawab terhadap pembinaan bangunan gedung. kebutuhan dan aspirasi yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. 31. 33. Sarana dan Prasarana yang Responsif Gender Sarana prasarana peralatan kesehatan yang mengakomodasikan permasalahan. Poskesdes. Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) Salah satu instalasi di RS yang mempunyai peran sebagai penyedia darah transfusi yang aman (lulus skreening IMLTD/Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Sarana pendukung Fasilitas/alat-alat untuk mendukung terselenggaranya suatu kegiatan. 35. selama dalam transpor). SPGDT (Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu) Sistem penanganan penderita gawat darurat pra RS (di tengah masyarakat. 32. Sensitif Gender Kemampuan untuk memberikan perhatian secara konsisten dan sistematis untuk melihat perbedaan kebutuhan perempuan dan laki-laki dalam upaya mencapai keadilan gender 34. Puskesmas.

14 F Alat pemasang IUD Alat pengait IUD Gunting bedah standar lurus Gunting bedah standar lurus ujung tajam/tajam Gunting bedah standar lurus ujung tajam/tumpul Gunting bedah standar lurus ujung tumpul/tumpul Kateter karet No. 12 untuk wanita Klem tampon uterus 25 cm (bozeman) Klem tampon uterus 25 cm (schroder) Korentang lengkung penjepit alat steril 23 cm (Cheattle) Korentang penjepit sponge (Forester) Pinset anatomis 14. bahan habis pakai. Adapun peralatan dan logistik minimal yang harus ada di Pos Kesehatan Desa adalah sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 TI Nama Alat Bidan kit Meja gynekologi Meteran Palu pengukur reflex Pelvimeter obstetrik pengukur panggul Spekulum vagina (cocor bebek ukuran besar) Spekulum vagina (cocor bebek ukuran sedang) Spekulum vagina (cocor bebek ukuran kecil) Stetoskop dupleks dewasa Foetal Stetoskop pinnard monorial alumunium Sudip lidah panjang Tensimeter Tensimeter manset anak Termometer klinis Termometer bayi ARI timer Pipet tetes 3 ml plastic Alat pengisap lendir Dr.LAMPIRAN 2 STANDAR PERALATAN DAN LOGISTIK POS KESEHATAN DESA (POSKESDES) Peralatan dan logistik Pos Kesehatan Desa meliputi peralatan medis. Lee Alat resusitasi tabung dan sungkup/ resusitator infant Nasogastric tube no. peralatan non medis. 14 (Nelathon) steril Kateter logam no. 10 (Nelathon) steril Kateter karet No. dan alat penyuluhan.5 cm Pinset anatomis 18 cm Semprit glycerin 30 cc Surgical hand brush terbuat dari nylon Sonde uterus Sterilisator Celemek plastik (short) panjang 52 inchi Perlak tebal lunak (200x90 cm) AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS A BAK . obat.

26 G pak isi 10 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 Spuit disposible 1 cc Spuit disposible 2.5 cc Tempat tidur periksa Tempat tidur tindakan (persalinan) Tempat tidur pasien rawat inap Boks bayi Selimut bayi Lemari alat Lemari arsip Meja biro Kursi Bangku tunggu Tempat tidur periksa 1. 1.5 Baki logam tempat alat steril Mangkok untuk larutan Meja instrumen alat Hemoglobin set (Sahli) Silinder korentang steril 17 cm Standart Waskom Torniquet karet Waskom bengkok (Nier-bekken) 12 cm Waskom cekung 36 cm Waskom cuci 40 cm Tiang infuse Pompa Payudara untuk ASI Doppler Timbangan injak dewasa 136 kg Timbangan dacin 25 kg Timbangan bayi Timbangan dewasa + tinggi badan Alat pengukur panjang badan bayi type caliper Infus set pediatric pak isi 10 Vena cateter for infant no.7 & 7.42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 Sarung tangan ukuran 5.6.6. Bidan Kit No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 TI Nama Alat Apron plastik tebal Alat pengisap lendir Dr.5 cm (expired date minimum 3 tahun) Jumlah 1 2 1 1 1 1 1 2 1 HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .5 Sarung tangan sebatas siku ukuran 5.7 & 7.5 cm) Blood lancet 28 G Bowel metal 12 cm Catgut plain 2/0. Lee ARI timer untuk bayi standar Unicef Autoclik device Baby scale 7 kg + celana Bak instrumen 509 (21x11x4.

GT 12 Infusion set dewasa Infusion set paediatric IV catheter no 18 G IV catheter no. 12 steril Nier-bekken 20 cm stainless Pinset anatomi 14 cm stainless Pinset bedah 14 cm stainless Pinset bedah 18 cm stainless Resusitator bayi standart : Balon resusitasi untuk bayi baru lahir (tidak boleh melebihi 750ml) Sungkup bertepi dengan bantalan nomor 0 (BBLR) dan nomor 1 (bayi cukup bulan) Sarung tangan bedah no.5 m Mucous suction (pengisap lendir) Nasogastric tube no. 7. 6.5 Selimut bayi Senter besar Setengah kocker ss 14 cm Sheet plastik tebal Sikat tangan dari nylon halus Tensimeter Spiritus lamp sumbu 2 Spuit disposible 1 cc Spuit disposible 3 cc Stetoskop duplex dewasa + 1 membran + 1 ps ear loop Termometer bayi axilla Termometer digital 8 detik Timbangan bayi 20 kg Timbangan dewasa 130 kg Ukuran lengan ibu hamil Umbilical cord klem bahan nylon Tas bidan kit Tas partus kit Selimut bayi Wing Needle No. 14 F Needle holder Mayo 14 cm Nelathon catheter no. stainless Meteran/ metline 1.10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Kateter disposible No. GR 12 Hechting Nald. 7. 12 Duk kain katun 60x60 cm steril Funduscope kayu/ foetal stetoscope Gunting episiotomi 14 cm Gunting operasi lurus 14 cm.5. 26 untuk bayi Jarum disposible 23 G. tajam/tumpul Gunting tali pusat 16 cm HB Talquis book Hechting Nald. 23 & 25 G 10 2 1 1 1 1 1 1 1 5 5 5 5 1 2 1 5 2 2 5 2 1 1 1 1 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 TI 30 ps 2 1 1 2 1 1 1 1 box 1 box 1 1 1 1 1 1 10 1 HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . box/ 100 Kocker lurus 16 cm.

LAMPIRAN 3 DAFTAR 183 KABUPATEN TERTINGGAL No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Provinsi ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Lampung Lampung Lampung Lampung TI Nama Kabupaten Simelue Aceh Singkil Aceh Selatan Aceh Timur Aceh Barat Aceh Besar Aceh Barat Daya Gayo Lues Nagan Raya Aceh Jaya Bener Meriah Pidie Jaya Nias Barat Nias Utara Nias Tapanuli Tengah Nias Selatan Pakpak Barat Kepualauan Mentawai Pesisir Selatan Solok Sawahlunto/ Sijunjung Padang Parian Solok Selatan Dharmas Raya Pasaman Barat Ogan Komering Ilir Lahat Musi Rawas Banyu Asin OKU Selatan Ogan Ilir Empat Lawang Kaur Seluma Muko-Muko Lebong Kepahiang Bengkulu Tengah Pesawaran Lampung Barat Lampung Utara Way Kanan No 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 Provinsi Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Timur Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Gorontalo Gorontalo Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Maluku Maluku Nama Kabupaten Kayong Utara Seruyan Barito Kuala Hulu Sungai Utara Kutai Barat Malinau Nunukan Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Kepulauan Sitaro Banggai Kepulauan Banggai Morowali Poso Donggala ToliToli Buol Parigi Moutong Tojo Una-Una Sigi Selayar Jeneponto Pangkejene Kepulauan Toraja Utara Buton Muna Konawe Konawe Selatan Bombana Wakatobi Kolaka Utara Konawe Utara Buton Utara Gorontalo Utara Boalemo Pohuwato Majene Polewali Mandar Mamasa Mamuju Mamuju Utara Maluku Tenggara Barat Maluku Tengah HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Bangka Belitung Kepulauan Riau Kepulauan Riau Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Banten Banten NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Bangka Selatan Natuna Anambas Sukabumi Garut Bondowoso Situbondo Bangkalan Sampang Pamekasan Pandeglang Lebak Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Sumbawa Nagekeo Sumba Tengah Sumba Barat Daya Manggarai Timur Sabu Raijua Sumba Barat Sumba Timur Kupang Timor Tengah Selatan Timor Tengah Utara Belu Alor Lembata Flores Timur Sikka Ende Ngada Manggarai Rote Ndao Manggarai Barat Sambas Bengkayang Landak Sanggau Ketapang Sintang Kapuas Hulu Sekadau Melawi 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Buru Kepulauan Aru Seram Bagian Barat Seram Bagian Timur Maluku Barat Daya Buru Selatan Halmahera Barat Halmahera Tengah Kepulauan Sula Halmahera Selatan Halmahera Utara Halmahera Timur Morotai Kaimana Teluk Wondama Teluk Bintuni Sorong Selatan Sorong Raja Ampat Tambrau Maybrat Merauke Jayawijaya Nabire Biak Numfor Paniai Puncak Jaya Mimika Boven Digoel Mappi Asmat Yahukimo Pegunungan Bintang Tolikara Sarmi Keerom Yapen Waropen Supiori Mamberamo Raya Lany Jaya Mamberamo Tengah Nduga Yalimo Puncak Dogiyai Deiyai Intan Jaya TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

41 BT 04.05 LS 109.02.09.00 BT 1 AUSTRALIA 07.14.34.07.06 LU 125.58 BT 03.14 BT 1 MALAYSIA SINGAPURA MALAYSIA 01.51 BT 02.44.28.23.37.20 BT 01.18.47 LU 124.08.51 LU 108.43.54.40.41 BT 04.28 BT 04.09. LU 126.53 BT 1 1 1 1 1 1 1 1 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS .50 LS 125.36 LU 127.02.09.18 LU 127.01.47.32 BT 04.15.46.LAMPIRAN 4 DAFTAR NAMA PULAU-PULAU TERLUAR BERPENDUDUK RI YANG BERBATASAN DENGAN NEGARA TETANGGA NO NAMA PULAU KAB /PROV Sumut 1 Simuk Nias Selatan Kep Riau 2 3 4 Karimun Anak Pelampong Subi Kecil Karimun Batam Natuna Bengkulu 5 Enggano Bengkulu Utara Jateng 6 Nusakambangan Cilacap NTT 7 Alor Alor Kaltim 8 9 Maratua Sebatik Berau Nunukan Sulut 10 11 12 13 14 15 16 17 Mantehage Makalehi Kawaluso Kawio Marore Miangas Marampit Kakarutan AD A BAK NEGARA BATAS TITIK KOORDINAT PDDK Ada Tdk LAUT LEPAS 00.34.10.50.00 BT 1 1 Minahasa Utara Sitaro Sangihe Sangihe Sangihe Talaud Talaud Talaud MALAYSIA PHILIPIN A PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA 01.00 LS 117.16 LU 125.13.41.38.42 BT 05.45.13 LS 102.34 BT 1 TIMOR LESTE 08.59 LU 103.12 LU 118.31.16.54 BT 04.25.07.41 LU 103.59 BT 04.51.52 BT 1 1 1 LAUT LEPAS 05.33 LS 97.44.15 LU 125.55 BT 1 MALAYSIA MALAYSIA 02.05.14 LU 125.

LAMPIRAN 5 DAFTAR 101 PUSKESMAS PRIORITAS PROGRAM YANKES DTPK STATUS NO PRO PINSI KABUPATEN KECAMATAN NAMA PUSKESMAS TT Nias Selatan Pulau-Pulau Batu 2 KEPRI Natuna Pulau Laut Subi Serasan Pulau Laut Subi* Serasan 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Pbtsn & PPKT Perbatasan Pulau Tello 1 1 Pulau terluar Non TT JML Keterangan 1 SUMUT Karimun Tebing Batam Belakang Padang 3 BENGKULU Bengkulu Utara Enggano Enggano 1 1 Pulau terluar Blk Padang 1 1 Pulau terluar Tebing 1 1 Pulau terluar 4 KALBAR Sambas Paloh Sajingan Besar Paloh Sajingan 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Sanggau Entikong Sekayam Sintang Ketungan Hulu Ketungan Tengah Kapuas Hulu Nanga Kantuk Sei Antu Badau Desa Sepandan Nanga Kantuk Puring Kencana Badau Lanjak Ba Martinus A BAK Entikong Balai Karangan 1 1 1 1 Senaning Merakai 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 .

NO PROPINSI KABUPATEN Bengkayang KECAMATAN NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan Seluas Jagoi Babang 5 KALTIM Kutai Barat Long Apari Long Pahangai Malinau Kayan Hulu Kayan hilir Pujungan Kayan Selatan Bahau Hulu Nunukan Krayan Krayan Selatan Lumbis Nunukan Sebatik Sebatik Sebatik Sebuku Berau (*) Maratua 6 SULUT Kep. Talaud Siding Jagoi Babang 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Tiong Ohang Long Pahangai 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Lg.Nawang Data Dian Lg.Pujungan Long Ampung Long Alango 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Long Bawan Long Ayu Mansalong Nunukan Setabu (*) Aji Kuning(*) Sei Nyamuk(*) Pembeliangan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Perbatasan Maratua 1 1 Pulau terluar Miangas Karatung(*) Dapalan (*) Gemeh Gemeh(*) Kakorutan Minahasa Utara Sangihe Kendahe Tabukan Utara Sitaro 7 SULTENG Toli-Toli Siau Barat Kendahe Marore Ondong Wori Wori 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

NO PROPINSI KABUPATEN KECAMATAN Dampal Utara NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan 1 Pulau terluar Ogutua 1 8 NTT Kupang Amfoang Utara Amfoang Timur TTU Miomafo Barat Miomafo Barat Miomafo Timur Miomafo Timur Miomafo Barat Insana Utara Belu Tasifeto Timur Lamaknen Lamaknen Tasifeto Barat Kobalima Raihat Kakuluk Mesak Kakuluk Mesak Raimanuk Alor Alor Selatan Alor Timur Alor Barat Daya Mataru Padang Alang Maritaing Buraga Kalunan 1 1 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Wedomu Weluli Nualain Laktutus Alas Haekesak Silawan Haliwen Webora 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Eban Tasinifu Nunpene Bitefa Oeolo Wini 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Naikliu Noelpoi 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan 9 MALUKU MTB Tanimbar Selatan Selaru Selaru Tanimbar Utara MBD Babar Timur Mdona Hiera Lemola Marsela Lelang Serwaru 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Saumlaki Adaut Namtabung Larat 1 1 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Bintang Oksibil Iwur Batom Boven Digoel Mindiptanah Waropko Towe Hitam Keerom Waris Senggi Ubrub 12 Papua Barat Raja Ampat Dorekar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Sabarmiokre Sorendoweri 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Pulau terluar 1 1 Pulau terluar 1 1 Perbatasan 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Koijabi Meisiang 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .NO PROPINSI KABUPATEN KECAMATAN Pp. Terselatan Wetar Wetar NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Wonreli Ilwaki Ustutun 1 1 1 1 1 Kepulauan Aru Aru Tengah Aru Tengah 10 MALUT Halmahera Utara Sopi Wayabula Bere-bere 11 PAPUA Jayapura(Kota) Koya Sarmi Sarmi Merauke Ulilin Bupul Sota Rimba Jaya Kimaam Supiori (*) Supiori Barat Supiori Timur Peg.

Masker oksigen f. Film viewer (melihat foto X-ray) 3 Circulation Management a. Bag Mask Valve (Ambu bag) untuk dewasa dan anak c. Pulse oxymeter b. Infuse set untuk dewasa dan bayi (microdrip set) e. Regulator untuk tabung oksigen dan flowmeter d. Stylet c. I. Nasal canule oksigen e. Laryngoscop b. Needle Cricothyrotomi set 2 Breathing Management a.LAMPIRAN 6 PERALATAN LIFE SAVING PUSKESMAS TERPENCIL/SANGAT TERPENCIL DI DAERAH TERTINGGAL PERBATASAN DAN KEPULAUAN NO 1 JENIS Airway Management a.V cathether d. Suction unit (elektrik dan manual) f. Oksigen tabung b. Nasopharyngeal tube/Mayo tube e. Manset untuk infusion pressure g. Intraosseus needle f. Tensimeter & stetoskop Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 berbagai ukuran berbagai ukuran dewasa dan anak besar dan kecil berbagai ukuran semua ukuran semua ukuran semua ukuran NAMA ALAT UKURAN TI HUS AD A BAK . Tracheostomy set g. Peralatan untuk vena sectie (minor surgery set) c. Endo Tracheal Tube d.

Epinephrine NAMA ALAT UKURAN Tidak termasuk yang dibiayai DAK b. Sulfas atropine c. Anti Hipertensi f. Xylocain d. Cairan kristaloid.NO 4 JENIS Drug for Emergency a. Tampon f. Pneumosplint d. Magnesium sulfat h. Vaccum Extractie Set e. Collar neck/collar splint c. Long spine board/short spine board e. Anti Konvulsan g. Antipiretik j. Penghangat Bayi Sumber : Tim Pelatih Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD)/General Emergency Life Support (GELS) bagi Tim Puskesmas di Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan. Speculum b. Lampu emergensi (batere) berbagai ukuran semua ukuran 6 Set untuk Pertolongan Kelahiran a. Minosurgery set termasuk tempat peralatannya b. Partus set c. AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS A BAK . Curretage set d. koloid 5 Set Bedah/Trauma a. Amidaron e. Alat sterilisator sederhana f. Analgetik i.

4 FETAL STETOSCOPE PINARD GUNTING EPISIOTOMY 14 cm GUNTING KUKU GUNTING TALI PUSAT 16 cm HALOGEN EXAMINATION LAMP HANDUK KECIL Hb SAHLI INFUS SET DEWASA.10 KATETER UMBILICAL 3 DAN 5 KLEM KASA DAN TEMPAT KORENTANG KLEM KELY / KLEM KOCKER LURUS 14 cm KLEM OVUM LARYNGOSCOPE INFANT MANEKIN : PELVIC MODEL + BONEKA BAYI + PLACENTA MASKER 3 PLY EAR LOOP. 14 PARTUS BED PENGHISAP LENDIR DE LEE PENGIKAT TALI PUSAT. BOX / 50 PINSET ANATOMI 14 cm PINSET CHIRUGIS 14 cm PITA PENGUKUR LENGAN PLASTIK UNTUK ALAS TIDUR PLESTER NON WOVEN 5 X 5 m POCKET DOPLER RESUSITATOR DEWASA BAHAN POLYSUFONE RESUSITATOR NEONATUS BAHAN POLYSUFONE : . BOX ISI 50 MEJA INSTRUMENT 2 RAK MEJA TINDAKAN RESUSITASI BAYI METERAN / METLINE 1. BOX ISI 12 SPUIT DISPOSIBLE 10 cc SPUIT DISPOSIBLE 3 cc ENDOTRACHEAL TUBE 2.5.Sungkup bertepi dengan bantalan nomor 0 (BBLR) dan nomor Jumlah 1 2 2 1 1 1 1 10 1 3 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 2 5 3 2 1 4 3 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 240 190 100/101 100/101 100/101 23 208 217 159 221 223 240 192 118 11 244/245 10 265 266 304 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS .26 G UNTUK BAYI. BOX / 50 INFUS SET PEDIATRIC.0/3.74 M-157 M-61 D-13 N-15 M-166 M095 M-98 D-53 S-19 S-46 D-45 U-46 U-75 Nama Alat SETENGAH KOCKER ss 14 cm ALAS KAKI UNTUK PERLINDUNGAN INFEKSI APRON UNTUK PERLINDUNGAN INFEKSI BAK INSTRUMEN TERTUTUP 508 BAK INSTRUMEN TERTUTUP 509 B BAK INSTRUMEN TERTUTUP 512 BENANG CHROMIC 2.3.8.5 m NALDHHOLDER 14 cm NASO GASTRIC TUBE NO.LAMPIRAN 7 PERALATAN PUSKESMAS DENGAN RAWAT INAP SET PERALATAN PONED Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 AD A BAK Nomor Kode M-69 S-60 S-4 U-1-2 U-1-2 U-1-2 M-79 M-144 M-145 M-209 D-31 M-18 M-210 M-30 M-201 S-11 L-10 M-152 M-152 U-17 M-211 M-35 W-33 M-37 U-98 S-14 M-212 M-213 M-79 M-69 M-214 M-215 P-34 S-17 U-37 U-98 D-14 M-73. BOX / 50 JAM / TIMER JARUM JAHIT TAJAM ( 9 & 11 ) / PAK 12 KACAMATA / GOGGLE UNTUK PERLINDUNGAN INFEKSI KAIN BERSIH DAN KERING KATETER PENGHISAP LENDIR 6.Balon resusitasi untuk bayi baru lahir (tidak boleh melebihi 750ml) .0. BOX / 50 INKUBATOR DENGAN TERMOSTAT SEDERHANA IV CATHETER NO. BOX / 50 IV CATHETER NO.18 G UNTUK DEWASA. 6 DAN 8 NELATON CATHETER NO.

PASANG 7.52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 S-22. OKSIGEN 1m3 + REGULATOR.5.M.5 cm PINSET ANATOMI 10 cm GUNTING OPERASI TAJAM 9 str GUNTING OPERASI TAJAM 9 cud KNIFE HANDLE NO. 15 KOM KECIL 50 10 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 194 194 301 286 20a 127 23 21. 3 SMALL NEEDLE HOLDER KOM KECIL 8 cm CURVED MOSQUITO HEMOSTAT IRIS FORCEPS CURVED NON IRIS FORCEPS PINSET BENGKOK KECIL SET VENA SECTIE MAYO HEGAR NEEDLE HOLDER 11 cm BABY MOSQUITO str 10 MOSQUITO cud 10 cm LANGENBACK HAK PINSET CHIRUGI 10 cm FORCEPS SPLINTER 11. TROLLY. 7 @ 5 ps SARUNG TANGAN HEAVY DUTY ps SET EKSTRAKSI VAKUM SIKAT KUKU SPEKULUM SIMMS ( S. NASAL THERMOMETER KLINIK Hg TEMPAT TIDUR PERIKSA THREE WAY STOP COOK TIMBANGAN BAYI 20 Kg + BAKI TIMBANGAN INJAK DEWASA MINIMUM 120 Kg VAKUM ASPIRASI MANUAL UNTUK PASKA KEGUGURAN WASKOM STAINLESS 40 cm IUD KIT AIR TIMER STANDARD UNICEF SET UMBILICAL ( UNTUK NEONATAL ) KOCHER ARTERY KLEM str 10 KOCHER ARTERY KLEM cud 10 PINSET CHIRUGI 10 cm GUNTING OPERASI SCHALPEL BLADE No.23 S-24 S-61 M-143 M-128 D-26.5 SARUNG TANGAN PANJANG UNTUK MANUIL PLASENTA 6.L) SET SPHYGMOMANOMETER Hg + MANSET BAYI STANDAR INFUS TONG / EMBER DENGAN KRAN STETOSKOP DUPLEX BAYI STETOSKOP DUPLEX DEWASA STILET NO.27. 3 PISAU BISTURI NO.7. 1 UNTUK PEMASANGAN ETT SUNGKUP RESUSISATOR NEONATUS TAB.22 27 29 30 143 302 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .28 D-11.37 U-54 S-54 D-31 D-30 M-216 U-77 U-77 D-37 U-62 M-217 D-40 D-41 M-218 U-74 D-43 1 (bayi cukup bulan) SARUNG TANGAN DTT / STERIL.

500 6 7 1 3 11 2 1. dan pencahayaan alami secukupnya (bovenlicht).750 10 1.000 4 8 9 5 4.750 Ruang tersebut harus mempunyai ventilasi yang baik (cross ventilation).LAMPIRAN 8 RUANG PERSALINAN PUSKESMAS NON PERAWATAN 4. Ruangan tersebut di atas khusus untuk dokter/bidan dan pasien (ibu melahirkan dan nifas) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Boks bayi . Meja dokter/bidan 9.Meja ½ Biro Lantai.2 (dua) bed side Cabinet .Alat medik set .Lemari simpan Alkes/ obat . Electrical & Plumbing) . Meja perawatan bayi baru lahir/resusitasi 3.2 (dua) tempat tidur .KM/WC (duduk/jongkok) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Bak mandi 11.Keterangan : 1.Stop kontak . Kursi Garis putus – putus = gordyn 10. Tempat tidur pemulihan Wastafel 6. dinding. mengacu pada bangunan khusus tindakan medik Struktur MEP (Mechanical. Meja instrumen Lampu 4.Wastafel . Box bayi 5.Lampu TL Baret .Meja perawatan bayi baru lahir/resusitasi . Plafond. Tempat tidur kebidanan 2.Kursi dokter . Lemari alat Saklar 8. Lemari obat 7. Kloset Peralatan Alat Kesehatan Bangunan Arsitektur Alat Perkantoran .

Karet No. tajam/ tumpul Jarum jahit. 12 (Nelaton) Kateter. 18 Cm Sonde Uterus/Penduga Meja Instrumen/Alat HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .5 Cm Pinset Anatomis.5 Cm) Gunting Tali Pusar (13. 14 (Nelaton) Kateter. 7/16 Lingkaran.5 Cm) Gunting operasi lurus 14 Cm.5 Cm Pinset Bedah. 25 Cm (Bozemann) Klem/Pemegang Jarum Jahit. Penjepit Sponge (Foerster) Perforator (Naegele) Pinset Anatomis. 18 Cm (Mayo-Hegar) Klem/Penjepit Porsio. Selang Penghisap Lendir Bayi Kateter.LAMPIRAN 9 PERALATAN PUSKESMAS NON RAWAT INAP SET PERALATAN BERSALIN Nomor Nama Alat Kode D-12 D-13 D-26 D-27 D-28 M-7 M-8 M-18 M-30 M-16 M-37 M-45 M-58 M-59 M-60 M-61 M-62 M-69 M-71 M-72 M-77 M-79 M-93 M-95 M-96 M-98 M-99 M-135 U-37 TI Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Jumlah 1 1 2 5 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 3 1 2 2 2 2 1 1 Nomor Gambar 9a 10 20a 20a 20a 205 205 208 217 207 223 228 233 234 234 234 235 240 242 243 248 250 263 265 265 266 266 293 118 Manset Anak Dengan Pengait Meja Ginekologi Spekulum Vagina (Cocor bebek) Besar Spekulum Vagina (Cocor bebek) Kecil Spekulum Vagina (Cocor bebek) Sedang Benang Cat Gut (15 M) Benang Sutera (100 M) Gunting Episiotomi (Barun-Stadler) (14. Karet No. Logam Untuk Wanita No. 14. Penampang Segitiga Jarum Jahit Uterus (Martin) Kateter. 10 (Nelaton) Kateter. 12 Klem Arteri 14 Cm (Kocher) Klem Tampon Uterus. Karet No. 14. 25 Cm (Schroder) Korentang. Ginekologi. 18 Cm Pinset Bedah.

Disposible (No.14) Jarum suntik.02) Jarum suntik. Bertutup Lampu senter Untuk pemeriksaan urine/ Urinometer Peralatan Immunisasi Hemoglobinometer Set (Sahli) Termometer for Infant Resusitator for Infant Tabung/Sungkup Resusitator Jumlah 1 1 1 12 12 12 12 5 5 5 5 1 3 3 3 3 3 6 1 Set 1 1 1 2 1 1 Set 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 129 142 13 126 259 112 188 159 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 10 CC Disposible Syringe.Nomor Urut 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 54 55 56 57 58 59 60 Nomor Kode U-55 U-73 D-16 M-148 M-149 M-150 M-151 M-146 M-144 M-145 M-147 U-52 U-26 S-22-24 S-25 S-21 S-11 S-16 S-32 S-33 U-83 M-137 W-15 U-31 L-47 M-159 L-10 D-44 U-75 U-77 Nama Alat Standar Waskom.12) Jarum suntik. Tunggal Waskom Cekung Pelvimeter Obstetri Jarum suntik. 5 CC Silinder Tabung/ Tempat Korintang Sperei Sarung tangan Selimut Sarung bantal Handuk Waslap Formulir Askep/ Kebidanan Alat Tulis Tromol untuk alat steril Sterilisator Tempat sampah basah dan kering. 1 CC Disposible Syringe. Disposible (No. Disposible (No. 3 CC Disposible Syringe. Disposible (No.20) Disposible Syringe.

Nomor Urut 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 Nomor Kode M-156 U-81 M-58 U-54 S-4 U-44 D-40 D-41 D-17 U2 D-53 Nama Alat Klem Tali Pusat Lampu sorot Penghisap lendir Standar Infus Celemek Pompa payudara Timbangan bayi Timbangan dewasa Pengukur panjang bayi Bak logam untuk alat steril Pengukur LILA Jumlah 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 233 128 190 123 29 30 101 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

masak dan distribusi. 2. Ruang tersebut harus mempunyai ventilasi yang baik (cross ventilation) dan pencahayaan alami yang maksimal (jendela dan bovenlicht). Persyaratan Teknis Denah dapur dengan luas 3 m x 3 m.LAMPIRAN 10 DAPUR GIZI PADA PUSKESMAS PERAWATAN 1. Persyaratan Umum Dapur merupakan ruang yang digunakan untuk mengolah masakan dari bahan mentah menjadi bahan jadi. mulai dari persiapan. B C A A H D D P I N T U E G F TI AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS A BAK .

. Meja pembagian makanan / distribusi makanan G.Diatas rak piring Ventilasi/ jendela harus cukup Pintu 2 lapis (lapisan luar dari kawat kasa). Tempat sampah : Alur Penyelenggaraaan Makan Catatan : Pintu dapur memiliki akses langsung ke luar. lebih baik yang dapat menutup secara otomatis Peralatan Alat kesehatan Set alat dapur/ gizi (peralatan dapur) Arsitektur Bangunan Lantai. Kulkas 2 pintu. untuk memudahkan distribusi bahan makanan mentah dan matang. bila listrik memungkinkan F. Letak lemari gantung . dinding. Kompor D. Rak piring E. Tempat pembuatan makanan bayi dan Anak H. Meja Persiapan B.Keterangan: A. Stop kontak 2 buah Lampu TL Baret Washbasin pada Elektrikal & Plumbing) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Bak cuci C.diatas meja pembagian/ distribusi makanan. plafond mengacu bangunan umum. Furniture Lemari simpan Rak MEP (Mekanikal.

ukuran standar 15 kg Allumunium. diameter 38 cm Stainless steel. susun 4. tangkai 27 cm Stainless steel. selang gas dan tutup pengaman Besi.Peralatan dapur: NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 NAMA ALAT Lemari penyimpan makanan Rak piring Kompor gas Tabung gas tanpa isi Dandang/ risopan Panci ukuran sedang Panci ukuran besar Wajan ukuran sedang Wajan ukuran besar Termos air panas Gelas ukur Mangkuk sayur Piring makan Gelas minum Baskom Sendok makan Garpu makan Sendok kecil Teko air minum Tempat air minum Sendok sayur Sodet Timbangan kue Parutan Pisau dapur Talenan Tutup dan tatakan gelas Saringan santan/ kelapa Saringan the TI UKURAN Lemari 2 pintu. volume 1. diameter 10 cm JML 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 1 2 2 3 1 3 2 2 2 4 SAT Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Lusin Lusin Lusin Buah Lusin Lusin Lusin Buah Buah Buah Buah Buah buah Buah Buah Lusin Buah Buah HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . diameter 38 cm Plastik tebal. diameter 24 cm Plastik tebal. diameter 34 cm Allumunium. kaca dof. diameter 9 cm. diameter 9 cm. diameter 34 cm Stainless steel Stainless steel Stainless steel Allumunium. diameter 7 cm Stainless steel. diameter 22 cm Melamin. ukuran 20x25 cm Melamin. diameter 8 cm Stainless steel. diameter 36 cm Stainless steel.5 liter Kaca tahan panas. diameter 10 cm Melamin. diameter 20 cm Melamin. 4 pintu (2 sekat) teflon 2 sumbu. diameter 36 cm Allumunium. tangkai 27 cm Ukuran 2 kg Stainless baja Kayu. diameter 20 cm Plastik. volume 10 liter Stainless steel. ukuran 150X90 cm Tertutup.

meja c. f. stainless steel stainless steel (oven toaster) RUANG KONSULTASI GIZI 1. i.5 m 2) b. c. Komputer dan printer Software Nutriclin Timbangan Injak dan Timbangan Bayi Microtice Length Board Pita LILA Food Model Leaflet Form Anamnesa 1 1 1 1 1 1 Buah Buah buah buah buah buah 2. e. Ruang Konseling yang strategis (minimal 2 X 2.NO 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 NAMA ALAT Piring kecil datar Piring kue cekung Ember Serbet makan Cobek dan ulekannnya Bak cuci piring 2 lubang Serok Baki/ nampan Tempat sampah 15 liter + tutup Loyang aluminium Baskom diameter 20 cm Baskom diameter 35 cm Baskom diameter 50 cm UKURAN Melamin. diameter 10 cm Melamin. b. dalam teflon Stainless steel Plastik . d. Sarana : a. diameter 10 cm Plastik. Lemari. Lemari buku Peralatan a. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . ukuran 40x40 Batu Stainless steel Stainless steel Stainless steel Plastik Aluminium Plastik Plastik Plastik JML 3 2 2 12 2 1 2 2 2 2 1 1 1 SAT Lusin Lusin buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah Bila Listrik memungkinkan. dilengakapi dengan frizer Standar Stainless steel. kursi . diameter 30 cm Kain. dapat ditambah penyediaan peralatan sebagai berikut : 43 44 45 46 47 48 Kulkas 2 pintu Blender Rice cooker Oven Mixer dengan dududkan Bakaran roti 1 pintu. g. h.

LAMPIRAN STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 856/Menkes/SK/IX/2009)

11

Berbagai nama untuk unit/instalsi pelayanan gawat darurat di rumah sakit diseragamkan menjadi INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) 1. KLASIFIKASI Klasifikasi Pelayanan Instalasi Gawat Darurat terdiri dari: a. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level IV sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas A. b. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level III sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas B. c. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level II sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas C. d. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level I sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas D. 2. TARGET PENCAPAIAN STANDAR: a. Target pencapaian STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT Rumah Sakit secara nasional adalah maksimal 5 tahun dari tanggal penetapan SK. b. Setiap Rumah Sakit dapat menentukan target pencapaian lebih cepat dari target maksimal capaian secara nasional. c. Rencana pencapaian dan penerapan STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT Rumah Sakit dilaksanakan secara bertahap berdasarkan pada analisis kemampuan dan potensi daerah. 3. JENIS PELAYANAN

untuk untuk untuk untuk

Level IV Memberikan pelayanan sbb: 1. Diagnosis & penanganan : Permasalahan pd A,B,C dgn
TI

Level III Memberikan pelayanan sbb: 1. Diagnosis & penanganan Permasalahan pada A,B,C

Level II Memberikan pelayanan sbb: 1. Dianosis & penanganan: Permasalahan pd jalan nafas

Level I Memberikan pelayanan sbb: 1. Dianosis & penanganan: Permasalahan pd A: jalan

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

alat lengkap tmsk ventilator 2. Penilaian disability, Penggunaan obat, EKG, defibrilasi 3. Observasi HCU/ R ResusitasiICU 4. Bedah sito

dengan alat yg lebih lengkap tmsk ventilator 2. Penilaian disability, Penggunaan obat, EKG, defibrilasi 3. HCU/resusitasi 4. Bedah sito

(airway problem), ventilasi pernafasan (breathing problem) dan sirkulasi 2. Penilaian disability, Penggunaan obat, EKG, defibrilasi (observasi HCU) 3. Bedah sito

nafas (airway problem), B: ventilasi pernafasan (breathing problem) dan C sirkulasi pembuluh darah (circulation problem) 4. elakukan stabilisasi dan evakuasi

M

4. SUMBER DAYA MANUSIA IGD Level IV Kualifikasi Tenaga Dokter Subspesialis Dokter Spesialis Semua jenis on call 4 Besar + Anastes i on site. (dr Spesiali s lain on call) On site 24 jam On site 24 jam

Level III

Level II

Level I

-

-

-

Bedah,Obsgin, Anak, Penyakit Dalam on site (dokter spesialis lain on call)

Bedah,Obsgin, Anak, Penyakit Dalam on call.

-

Dokter PPDS Dokter Umum (+pelatihan
TI

On site 24 jam (RS Pendidikan) On site 24 jam

On site 24 jam

On site

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

kegawat daruratan) GELS,ATLS, ACLS, dll Perawat Kepala S1 DIII (+Emergency Nursing) Perawat (+Pelatihan Emergency Nursing) Non Medis Bagian Keuangan Kamtib(24jam) Pekarya(24jam)

24 jam

Jam kerja / Diluar jam kerja On site 24 jam

Jam kerja / diluar jam kerja

Jam kerja

Jam Kerja

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

5. KETENTUAN UMUM SARANA a. Ketentuan umum Fisik Bangunan: 1) 2) Luas bangunan IGD disesuaikan dengan beban kerja RS dengan memperhitungkan kemungkinan penanganan korban massal/bencana. Lokasi gedung harus berada dibagian depan RS, mudah dijangkau oleh masyarakat dengan tanda–tanda yang jelas dari dalam dan dari luar Rumah sakit. Harus mempunyai pintu masuk dan keluar yang berbeda dengan pintu utama (alur masuk kendaraan/pasien tidak sama dengan alur keluar) kecuali pada klasifikasi IGD level 1 dan 2. Ambulans/kendaraan yang membawa pasien harus dapat sampai di depan pintu yang areanya terlindung dari panas dan hujan (catatan: untuk lantai IGD yang tidak sama tinggi dengan jalan ambulans harus membuat ramp). Pintu IGD harus dapat dilalui oleh brankar. Memiliki area khusus parkir ambulans yang bisa menampung lebih dari 2 ambulans (sesuai dengan beban RS). Susunan ruang harus sedemikian rupa sehingga arus pasien dapat lancar dan tidak ada “cross infection”, dapat menampung korban bencana sesuai dengan kemampuan RS, mudah dibersihkan dan memudahkan kontrol kegiatan oleh perawat kepala jaga.
Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

3)

4)

5) 6) 7)

TI

HUS

AD

A

BAK

Tindakan . Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Tlpn Umum . Mempunyai ruang tunggu untuk keluarga pasien. R. Penyimpanan Strecher e.Pendaftaran pasien baru/rawat .ATM . + +/+/+/industri harus Dekontaminasi memiliki ruang ini. Administrasi .Bedah . Triase d. R. R. R. Sarana No 1 KELAS / RUANG RUANG PENERIMAAN a.Informasi . Resusitasi b.Anak .Toilet .Kafetaria . Ruang triase harus dapat memuat minimal 2 (dua) brankar. R. R. Memiliki ruang untuk istirahat petugas (dokter dan perawat). b.Keuangan .Kebidanan + + + + + + + +/- - 2 + + + + + + + + + + + + Bisa bergabung Bisa bergabung TI HUS AD Bagi IGD yg berada dekat c.Rekam Medik LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Bisa bergabung dengan ruangan lain Tergantung IT Sistem c. Informasi dan Komunikasi RUANG TINDAKAN a. Tunggu (Public Area) .Keamanan b. R. R. Apotik 24 Jam tersedia dekat IGD.Non Bedah / Medical .8) 9) 10) 11) 12) Area dekontaminasi ditempatkan di depan / di luar IGD atau terpisah dengan IGD.

Hemodialisis d. Cardiac . Isolasi + + + + + + + + + +/+/+/+/+/- + - - Bisa bergabung atau terpisah dan dapat diakses 24 jam c. RUANG TINDAKAN 1 Ruang Resusitasi Nasopharingeal tube Oropharingeal tube Laringoscope set Anak Laringoscope set Dewasa 4 + + 3 + + 2 + + 1 + + LEVEL LEVEL LEVEL LEVEL KET Minimal 2 Rasio (Cross Sectional) (perlu dibuatkan form) + + + + PERALATAN MEDIS + + + + + + + + + + + + + + + + Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Umum . KELAS No /RUANG A. Pediatric . R. Fasilitas / Prasarana Medis Fasilitas dan penunjang yang harus tersedia selain ditentukan oleh kelas IGD rumah sakit dan jumlah kasus yang di tangani. R. Luka Bakar c. R. Neonatus b. Intermediate / HCU . RUANG TRIASE Kit Pemeriksaan Sederhana Brankar Penerimaan Pasien Pembuatan rekam medik khusus Label (pada saat korban massal) B.3 RUANG OPERASI + + +/- Bisa bergabung atau terpisah dan dapat diakses 24 jam 4 RUANG OBSERVASI + + + Bisa bergabung dengan ruangan lain 5 RUANG KHUSUS a.

Nasotrakheal tube Orotracheal Suction Tracheostomi set Bag Valve Mask (Dewasa/Anak) Kanul Oksigen Oksigen mask (D/A) Chest Tube Crico / Trakheostomi Ventilator Transport Vital Sign Monitor Infusion pump Syringe pump ECG Vena Section Defibririlator Gluko stick Stetoskop Termometer Nebulizer Oksigen Medis / Consentrators Warmer Imobilization Set Neck Collar Splint Long Spine Board Scoop Strecher Kendrik Extrication Deviice (KED) Urine Bag NGT Wound Toilet Set + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +/+/+/+/+ + + + + + + + +/+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Sesuai jumlah TT Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Sesuai jumlah TT Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Sesuai jumlah TT 2 s/d 3 tiap TT Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Rasio 1:1 TT di IGD Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set / TT Minimal 1 set Minimal 1 set TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Sarungtgn + + + +  Mannitol  Furosmide + + + +  APD : Sarung Tangan Ruang Tindakan Bedah ALAT MEDIS Minimal 3 Minimal 3 Minimal 1 Minim Meja Operasi / al 1 tempat tidur tindakan Minimal 10 Minimal 10 Minimal 10 Minim Dressing set al 10 Minimal 10 Minimal 10 Minimal 10 Minim Infusion Set al 10 Selalu Tersedia dalam jumlah yang cukup di IGD tanpa harus di resepkan Vena Section set Torakosintetis set Metal kauter Film Viewer TI AD A BAK Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS . TT + + + +  Trombolitik + + + +  Amiodaron (inotropik) + + + +  APD : Masker .KELAS No /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL KET 1 2 OBAT – OBATAN DAN ALAT HABIS PAKAI + + + + Cairan Infus Koloid + + + + Cairan Infus Kristaloid + + + + Cairan Infus Dextrose + + + +  Adrenalin + + + +  Sulpat Atropin + + + +  Kortikosteroid + + + +  Lidokain + + + +  Dextrose 50% + + + +  Aminophilin + + + +  Pethidin + + + +  Morfin + + + +  Anti convulsion + + + +  Dopamin + + + +  Dobutamin + + + +  ATS .

Ruang Tindakan Medik PERALATAN MEDIS Minimal Kumbah 1 Lambung Set Minimal EKG TI + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Selalu tersedia dalam jumlah yang cukup di Ruang Tindakan Bedah tanpa harus di resepkan 3 Minimal 1 Minimal Minimal 1 Minimal Minimal 1 Minimal HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Tiang Infus Lampu operasi Thermometer Stetoskop Suction Sterilisator Bidai Splint Minimal 6 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 6 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minim al 2 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET OBAT-OBATAN DAN ALAT HABIS PAKAI  Analgetik +  Antiseptik +  Cairan + kristaloid  Lidokain +  Wound + dressing  Alat-alat anti + septic  ATS +  Anti Bisa Ular +  Anti Rabies +  Benang jarum +  .

Kursi Periksa Irigatoreriksaan Nebulizer Suction Oksigen Medis NGT Syrine Pump Infusion Pump Jarum Spinal Lampu Kepala Bronchoscopy Opthalmoscop Otoscope set Slit Lamp Tiang Infus Tempat Tidur Film Viewer 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET                     OBAT – OBATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI + + + + SA + + + + Aminophilin + + + + Dopamin + + + + Kristaloid + + + + Cairan Infus Koloid + + + + Cairan Infus Kristaloid + + + + Cairan Infus Dextrose + + + + Adrenalin + + + + Sulpat Atropin + + + + Kortikosteroid + + + + Lidokain Selalu tersedia + + + + Dextrose 50% dalam jumlah yang + + + + Aminophilin / cukup di Ruang 2 blokker Tindakan Bedah + + + + Pethidin tanpa harus di + + + + Morfin resepkan + + + + Anti convulsion + + + + Dopamin + + + + Anti convulsion + + + + Dopamin + + + + Dobutamin + + + + ATS + + + + Trombolitik + + + + Amiodaron (inotropik) + + + + APD : Masker + + + + Mannitol + + + + Furosmide + + + + APD : Sarung Tangan Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS AD A BAK .

No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET 4 Ruang Tindakan Bayi & Anak PERALATAN MEDIS  Inkubator Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Tiang Infus Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Tempat Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Tidur 1  Film Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Viewer 1  Suction Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Oksigen Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 OBAT – OBATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI + + + +  Stesolid + + + +  Mikro drips Tersedia set dlm jumlah yang cukup + + + +  Intra Osseus set 5 Ruang Tindakan Kebidanan PERALATAN MEDIS Minimal 1 / Kuret Set Minimal 1 Partus set Suction bayi Meja Ginekologi Meja Partus Vacuum set Forcep set TI Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / Minimal 1 / bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

CTG Resusitasi set Doppler Suction Bayi baru lahir Laennec Tiang Infus Tempat Tidur Film Viewer Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung OBAT-OBATAN  Uterotonika  Prostaglandin + + + + + + + + Tersedia dalam jumlah yang cukup TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Persiapan dan Kamar Operasi) A. RUANG PERSIAPAN Ruang ganti + + +/.6 TI HUS AD Ruang Operasi (R. bukan elektif 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Set sectiosesaria 1 1 1 Minimal Minimal Set Bedah anak 1 1 Minimal Minimal Set Vascular 1 1 Minimal Minimal Torakosintetis set 1 1 Minimal Minimal Set Neurosurgery 1 1 Minimal Minimal Set orthopedic 1 1 Minimal Minimal Set urologi 1 1 Emergency Minimal Minimal Set Bedah Plastik 1 1 Emergency Minimal Minimal Set Laparoscopy 1 1 Minimal Minimal Endoscopy surgery 1 1 Minimal Minimal Minimal Laringoscop 1 1 1 Minimal Minimal Minimal BVM Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Tindakan /operasi yang dilakukan Brankar + + +/. Oksigen + + +/.terutama untuk keadaan Cito.bukan elektif Suction + + +/Linen B. KAMAR OPERASI Minimal Minimal Minimal Meja Operasi 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Mesin Anastesi 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Alat regional 1 1 1 Anestesi Minimal Minimal Minimal Lampu 1 1 1 (mobile/statis) Minimal Minimal Minimal Pulse Oximeter 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Vital Sign Monitor 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Meja Instrumen 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Suction 1 1 1 Minimal Minimal C-arm 1 1 Minimal Minimal Minimal Film Viewer 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Set Bedah dasar 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Set laparatomi 1 1 1 Tindakan yang dilakukan terutama Minimal Minimal Minimal Set Apendiktomi untuk keadaan Cito.

Lab. bukan elektif C. Ruang Laboratorium a. Rutin + Elektrolit + Kimia Darah + Analisa Gas Darah + CKMB (jantung) b. Standar + Lab. Lab.Defibrilator 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 LEVEL 3 1 Minimal 1 Minima l2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Tindakan yang dilakukan terutama untuk keadaan Cito. Ruang Radiologi Minimal 1 Mobile X-ray Minimal 1 Mobile USG Minimal 2 Apron Timbal Minimal 1 CT Scan Tersedia MRI 1 Minimal 1 Automatic Film Processor Minimal 1 Film Viewer 2. Bank Darah (BDRS) BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) 4. Khusus 3. RUANG PENUNJANG MEDIS 1. Ruang Sterilisasi TI Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 +/- Bisa bergabung/ tersendiri dan dapat diakses 24 jam + + + + +/- + + + +/- + + + - Bisa bergabung/ tersendiri dan dapat diakses 24 jam + + + + bisa bergabung + + Dapat diakses 24 jam HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . RUANG RECOVERY Minimal Infusion pump 2 Minimal Syringe pump 2 Minimal Bed side Monitor 1 Minimal Suction 1 Minimal Tiang infuse 1 Minimal Infusion set 1 Minimal Oxygen Line 1 KELAS/ NO RUANG LEVEL 4 LEVEL 2 LEVEL KET 1 C.

RUANG PENUNJANG NON MEDIS 1. Alat Komunikasi Internal + Fix + Mobile + Radio medik 2. Alat Administrasi + Komputer + Mesin ketik + Alat kantor + Meubelair + Papan Tulis + + + + + + + +/- + + + +/- Minimal 1 Minimal 1 + +/+ + +/+ + +/+/+ +/+ + +/+/+ +/+ + + + + + +/+ + + + +/+ + + TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Gas Medis : N2O + Tabung Gas + Sentral D. Alat Komunikasi Eksternal + Fix + Mobile + Radio medik 3.+ Basah + Autoclave 5. Alat Rumah Tangga Tersedia 4.

GAMBAR TAMPAK BELAKANG TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . GAMBAR TAMPAK SAMPING 2.LAMPIRAN 12 CONTOH PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK GAMBAR KENDARAAN RODA 2 YANG DI MODIFIKASI 1.

476.0 2.8 1.9 1.802.7 2.583.8 2.184.5 1.6 1.3 1.2 2. Asahan Kab.505. Nias Selatan Kab.5 3.699.2 1.154.0 1.639.146.804.613.9 938.4 2. Pidie Kab. Mandailing Natal Kab.658.4 1.796.5 1.601.2 2.323.691. Labuhan Batu Kab.9 1.378.0 1.181.5 1.5 4.7 2.164.599. Simalungun Kab.2 2.3 906.4 1.0 1.3 692.613. Padang Lawas Kab.167.5 2.324. Bireuen Kab.427.470.800. Samosir Kab. Labuhan Batu Utara Kab.2 3.818.9 7.206. Nagan Raya Kab. Labuhan Batu Selatan Kab.2 2.8 828.157.293.5 2.1 814.247.3 1.4 1.293.433.340.416.1 1.8 1.184.6 2.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 DAERAH Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kab.030.587.7 1.939.568.3 957.528.6 940.267. Aceh Tenggara Kab.789.3 1.216.9 1.021.7 1.9 1.2 821. Toba Samosir Kota Binjai Kota Medan Kota Pematang Siantar Kota Sibolga Kota Tanjung Balai Kota Tebing Tinggi Kota Padang Sidimpuan Kab. Nias Kab.7 2.0 1.5 2.014.6 2.5 1.636.1 2.1 2.508.552.314.2 1.457. Aceh Barat Kab.452.3 1.9 - .023.1 1.2 2.6 1.012. Aceh Utara Kab.123.6 892.154. Aceh Tengah Kab.638.1 7.5 2.202. Deli Serdang Kab.4 2.370.5 1.0 3.4 2.906. Nias Barat Kota Gunung Sitoli ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 1.880.2 3.294.233.805.726.437.4 2.8 1. Nias Utara Kab.280.5 6.3 1.0 1.380. Gayo Lues Kab.735.2 1.2 3.613. Aceh Singkil Kab.5 3.4 1.904.972.7 1.9 1. Pakpak Bharat Kab.5 744.973.316.229.303.2 2.823.3 3.6 1.071.8 4.2 1.1 1.1 1. Tanah Karo Kab. Padang Lawas Utara Kab.9 1.8 1. Tapanuli Utara Kab. Serdang Bedagai Kab.5 1.1 2.878.7 2.3 2.928.7 2.5 1.028. Aceh Selatan Kab. Aceh Barat Daya Kab. Bener Meriah Kab.5 1.264.926.8 3.234.4 2.6 966.5 2.4 2.875.2 2.9 840. Simeulue Kota Banda Aceh Kota Sabang Kota Langsa Kota Lhokseumawe Kab.091. Aceh Jaya Kab.175.240.425. Tapanuli Tengah Kab.6 691.5 2.962.6 881.2 2.5 2.6 1.6 7.8 1. Dairi Kab.112.360.7 1.5 3.913.554.5 7.8 2.915.2 2.685.173. Langkat Kab.1 2.0 2.7 1.3 1.8 1.861.592.418.187.176. Pidie Jaya Kota Subulussalam Kab.5 3.625.549.7 2.189.3 1.2 2.808.770.045. Tapanuli Selatan Kab.760.6 1.2 3. Aceh Besar Kab. Humbang Hasundutan Kab.263.003.7 1.647.8 2.7 2.041.7 904.508.9 2.5 820.468.3 2.406.119.3 885.138. Batu Bara Kab.1 2. Aceh Timur Kab.783. Aceh Tamiang Kab.

636.8 3.5 1.672.9 2.4 4.303.058.187. Rejang Lebong Kota Bengkulu Kab.483. Kaur Kab.3 1.468.5 3. Dharmasraya Kab.1 3.592.737.393.786.9 1.168.9 2.5 2.802.6 1.8 1.385.236.9 570. Kerinci Kab.286. Tanah Datar Kota Bukit Tinggi Kota Padang Panjang Kota Padang Kota Payakumbuh Kota Sawahlunto Kota Solok Kota Pariaman Kab.9 2.077.7 1.3 1.509.226.198.533.694.7 1.6 2. Sarolangun Kab.2 1.7 1.518. Bangka Barat Kab.2 2. Empat Lawang Kab.3 1.5 582.232.091.8 1.6 1. Pasaman Kab.291. Solok Kab.5 1.847.1 - .031.6 938.8 1.7 2.9 882.620.071.4 1.666.169.2 2.161.4 2.496.1 1.573. Seluma ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 860.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 DAERAH Provinsi Sumatera Barat Kab.7 2. Padang Pariaman Kab.367.802.6 1.280.114.823.7 1.010.825.3 2.6 737.5 1.835.2 875.6 1.4 1.050. Pasaman Barat Kab.457.872. Ogan Ilir Kab.8 771.0 2.3 1.0 2.800.4 697.420.846.320. Ogan Komering Ulu Timur Kab.114. Kepulauan Mentawai Kab.8 535.453.421. Agam Kab.700.398.400. Lima Puluh Kota Kab.586.3 1.565.408.6 1.887.3 2.7 1.4 981.468.536.7 1.6 4.4 932.2 2.808.553.1 856.9 4.6 2.3 1.6 1.427.8 1.7 875. Tebo Kota Jambi Kota Sungai Penuh Provinsi Sumatera Selatan Kab.9 965.4 1. Muaro Jambi Kab.4 2.1 998.6 2. Lahat Kab.3 1.4 2.5 1.8 1.2 952.1 824.416.369. Banyuasin Kab.5 4.284. Ogan Komering Ulu Selatan Kab.756. Bangka Selatan Kab.608.221.9 1.5 1.089.8 1. Indragiri Hilir Kab.0 746.225.7 3.372.8 1.9 1.338.9 2.466.148.513.017.5 1.8 1.3 3.6 1.6 2.5 1. Ogan Komering Ilir Kota Palembang Kota Pagar Alam Kota Lubuk Linggau Kota Prabumulih Kab.915.9 1.7 947. Anambas Provinsi Jambi Kab. Musi Rawas Kab.406.422.095.4 2.3 1.6 3.421.4 1.4 907.7 1. Belitung Timur Provinsi Bengkulu Kab.3 2.061.588.5 2. Bangka Tengah Kab.9 1. Bengkulu Selatan Kab.742.1 3.9 1.3 2.717. Merangin Kab.8 647.692. Natuna Kota Batam Kab.7 1.6 2. Belitung Kota Pangkal Pinang Kab.6 1.0 1. Bengkulu Utara Kab.9 3.9 1.1 1. Bungo Kab.0 980.9 1.3 974.978.795.4 1.943.312.7 1.8 1.790.6 1.2 1.7 1.6 2.9 1.7 3.205.743.640.2 613.1 1.6 1.209.0 2.5 1.208.1 2. Pesisir Selatan Kab. Sijunjung Kab. Bangka Kab.727.7 854.8 2.871.922.4 2.688.699.8 1.748.0 512.2 3.069.0 2.140.4 1.849.2 2.3 4.367.565.231.568.060. Batanghari Kab.062.185. Meranti Kab. Solok Selatan Kab.1 993.075.1 1.465.6 4.1 2.2 2.023.7 1.256.8 1.585.455.834.8 1.

0 3.239.8 8. Lampung Utara Kab.373.9 2.0 10.657.577.803.147.0 1.723.9 8.4 2.724.331.9 524.074.3 1.637.923.2 5.731.445.788. Pesawaran Kab. Banjarnegara Kab. Lampung Timur Kab.049. Cilacap ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 2.1 3.179. Pandeglang Kab.019.437.1 2.939.9 4. Tulang Bawang Barat Kab.2 2.4 3.2 1.5 4.2 3.126.584.1 4.1 1.0 2.985.0 1.5 4. Tangerang Kota Cilegon Kota Tangerang Kota Serang Kota Tangerang Selatan Provinsi Jawa Tengah Kab.4 810.0 4.251.666.3 1.0 1.3 2.6 7. Purwakarta Kab.1 7. Lampung Tengah Kab.363.607.670. Way Kanan Kota Bandar Lampung Kota Metro Kab.861.677.316.222. Bandung Barat Kab.9 4.7 18.203.4 - 838.8 1.4 3.070.2 1. Tulang Bawang Kab.6 4.1 2.492.6 2.162.4 2.068.4 1. Garut Kab.9 1.2 5.7 1. Batang Kab. Serang Kab.373.535.264.3 6.778. Ciamis Kab.9 679.865. Lampung Barat Kab.6 4.748.9 7.616.196.131. Brebes Kab. Boyolali Kab.594.207.882.1 7.0 2.9 3.200 3.4 2.675.706.265.004.397.6 3. Bengkulu Tengah Provinsi Lampung Kab.1 2. Sukabumi Kab.5 9.322.8 4.508.6 2.8 7.2 4.538.553.4 2.056.296. Indramayu Kab.835.1 1.071.825. Mesuji Kab.1 2.041. Mukomuko Kab. Bandung Kab.143.6 2.070. Subang Kab.758. Lebak Kab.680.531.2 3.663.4 4.067.9 3.5 6.939.3 3.595.0 3.5 2.0 3.1 2.4 2.586.0 3. Kuningan Kab.0 1.289.128.3 1.001.606.578.856. Karawang Kab.8 4. Cianjur Kab. Blora Kab.527. Banyumas Kab.0 2.179.217.9 1.575.144. Cirebon Kab.2 2.458.344.265.304. Bogor Kab.431.196.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 DAERAH Kab.062.8 3.7 1.5 3.2 2.2 2.7 2.1 1.028.4 6.8 1.724.9 1.038.645. Kepahiang Kab.6 2. Tasikmalaya Kota Bandung Kota Bekasi Kota Bogor Kota Cirebon Kota Depok Kota Sukabumi Kota Tasikmalaya Kota Banjar Kab.304.269.570.738.7 6.9 2.940.7 1. Bekasi Kab.0 7.629.9 3.3 10.9 3.8 3.641.944.9 1.141.7 13.0 1.9 1.434.4 1.6 5.8 3.1 3.895. Sumedang Kab.134.496.2 1.0 .667. Lampung Selatan Kab.2 2.692.7 8.9 2.780.6 7.396.3 1. Lebong Kab.482. Tanggamus Kab.985.3 6.2 1.350.7 4. Majalengka Kab.609.7 4.4 3. Pringsewu Kab.807.9 1.877.852.9 4.8 1.9 3.

399. Blitar Kab.6 2.443.3 1.8 4.9 1.488.048.141.713.3 3.146.2 8.4 5.497.5 3.300.2 1.7 5.329.4 3.984. Probolinggo Kab.0 994.3 1.248.1 3.1 1.115.0 1.958.6 1.533.6 2.9 5.3 3.6 6.2 1.771.405. Jepara Kab.1 1.7 1.900.3 2.607.6 4.0 3.0 8.9 1. Lumajang Kab. Pasuruan Kab.046. Mojokerto Kab.875.1 2.8 2.0 3.877.055.2 4. Ponorogo Kab.8 3.543.0 1.612.915.781. Grobogan Kab.316.4 1.988.505.8 1.7 4.3 2.5 1.669.4 1.3 1.561.6 2.3 3. Sukoharjo Kab.569.3 1.541.170.1 9.545.135.3 1.2 - 3.788. Pati Kab.695.038.025. Kulon Progo Kab.9 1.654.018.9 1.6 2.3 2. Jombang Kab. Pekalongan Kab.852.2 1.0 968.5 1.959.757.231.0 819.350.7 4.2 2.679.857.878.8 1.414. Rembang Kab. Jember Kab.7 2.801.356.2 3.859.703.749.658. Sleman Provinsi Jawa Timur Kab.195. Tegal Kab.613.2 2.753.9 2. Lamongan Kab.208. Sumenep ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 1.0 3.935.5 945.7 4.8 2.795.0 1.3 1.027.493. Demak Kab.6 2.175.865. Sidoarjo Kab.1 779.095. Kendal Kab.8 1.3 3.455.159.0 3. Kudus Kab. Bondowoso Kab.8 1. Bangkalan Kab.738.857. Pemalang Kab.3 2.060.105. Klaten Kab. Kediri Kab. Situbondo Kab.234.3 2.791.708.155.3 1.5 3.2 4. Gunung Kidul Kab.2 823. Pacitan Kab.418.3 2.937.696.2 1.562. Nganjuk Kab.7 1.5 4.1 3.816.1 2. Sragen Kab.054.5 2.905. Purbalingga Kab.740.1 3.9 4.9 1.5 3.3 3.7 12. Bojonegoro Kab.4 6.4 1.563.6 5.123.678.9 1.2 1. Banyuwangi Kab.8 4.9 2.2 1.7 2.907.347. Pamekasan Kab.5 2.6 1.150.2 1.7 1.5 2.6 4.4 6.3 4.975.5 5.132. Madiun Kab.464. Sampang Kab.091. Temanggung Kab.400. Malang Kab.277. Bantul Kab.4 1.369.093.7 3.326. Wonogiri Kab.349.0 3. Semarang Kab.156.152.1 1.543.2 954.193.302.2 5.163.3 2.922.1 3.106. Magelang Kab.0 6.260.0 812.1 998.7 6.437.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 DAERAH Kab.131.472. Wonosobo Kota Magelang Kota Pekalongan Kota Salatiga Kota Semarang Kota Surakarta Kota Tegal Provinsi DI Yogyakarta Kab.279.4 3.079.8 1.053.097.7 6.231.4 877.7 1.8 1.028. Purworejo Kab.3 714.3 2.0 3.351.7 1. Gresik Kab.6 1.973. Magetan Kab. Ngawi Kab.959. Karanganyar Kab.8 2.492.889.930.2 - .543.4 4.296.4 3. Kebumen Kab.2 2.

0 752. Sukamara Kab. Gunung Mas Kab.5 2.187.4 998.350.4 636.071.068.8 848.4 2.128.3 889.205.3 2.698.677. Sanggau Kab.403.329.4 1.3 4.8 1.0 1.782.241.7 1. Penajam Paser Utara Kab.4 1.3 3.3 1.1 4.1 3.6 571.717.108.3 1. Barito Kuala Kab. Kapuas Kota Palangkaraya Kab. Hulu Sungai Utara Kab.3 3.2 4.880.077.721. Landak Kab. Sekadau Kab.8 1.023.170.1 1.570.740.7 3.587.1 814.4 4. Berau Kab. Kutai Barat Kab.6 3. Melawi Kab. Kubu Raya Provinsi Kalimantan Tengah Kab. Malinau Kab. Seruyan Provinsi Kalimantan Selatan Kab.9 1.6 801.051. Minahasa Kab.5 2.204.8 2.3 2.1 2.035.002.2 1.474.3 1.9 908.8 3.7 1.0 1.8 1.431.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 DAERAH Kab.059.179.974. Bolaang Mongondow Kab.7 1.6 2.0 1.700 1.9 3.671.4 898.2 4. Hulu Sungai Tengah Kab. Sangihe ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 1.2 2.498.173. Pulang Pisau Kab. Lamandau Kab.6 4.931.6 2.095.2 .083.696.2 4.6 3.2 1.8 1.3 3.5 1.315.892. Hulu Sungai Selatan Kab.377.0 2.532.9 4.3 3.4 3.683.4 3.3 2.439.4 1.399.413.3 832.3 4.395.362.997.8 1.8 1.581.6 1.350.2 761. Kayong Utara Kab.7 3.8 1.433.8 1.860.0 786.7 3.3 1. Nunukan Kab.0 4.0 1.0 1. Tana Tidung Provinsi Sulawesi Utara Kab.640.408.9 3.460. Barito Selatan Kab.521.9 1.426.558.162.536.7 3.9 2. Kapuas Hulu Kab. Sambas Kab.596.6 3.4 1.677.320.621.2 1.6 957.9 1.893.4 1.1 2.2 2.985.328.826.645.1 2.6 4.069.037.7 2.3 1.0 3.176.9 2.1 942.0 2.698.239. Pontianak Kab.452.9 797.035.153.8 718.483.622. Ketapang Kab.741.9 2.424.4 4.587.832.0 3.524.8 3.5 1.8 2. Barito Timur Kab.422. Trenggalek Kab. Pasir Kota Balikpapan Kota Bontang Kab.2 6.004.614.1 1.690.9 895.602.4 3.155.980.2 4.567.225. Tuban Kab.486. Tapin Kota Banjar Baru Provinsi Kalimantan Timur Kab.2 2.7 1.516.359.190.048.591.409.3 2.2 2.541. Murung Raya Kab.3 2.5 2. Barito Utara Kab. Bengkayang Kab.871.4 2.8 2.032.2 2.8 2.9 528.5 3.1 1.5 1. Tulungagung Kota Blitar Kota Kediri Kota Madiun Kota Malang Kota Mojokerto Kota Pasuruan Kota Probolinggo Kota Surabaya Kota Batu Provinsi Kalimantan Barat Kab.6 1.820.407.444.569.7 11.737.1 1. Sintang Kota Pontianak Kota Singkawang Kab.017.0 828.161.3 2.373.

Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011
(dalam juta rupiah) 8

6 ALOKASI

7

NO
300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360

DAERAH
Kota Bitung Kota Manado Kab. Kepulauan Talaud Kab. Minahasa Selatan Kota Tomohon Kab. Minahasa Utara Kota Kotamobagu Kab. Bolaang Mongondow Utara Kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro Kab. Minahasa Tenggara Kab. Bolaang Mongondow Timur Kab. Bolaang Mongondow Selatan Kab. Boalemo Kab. Gorontalo Kota Gorontalo Kab. Pohuwato Kab. Bone Bolango Kab. Gorontalo Utara Provinsi Sulawesi Tengah Kab. Banggai Kab. Banggai Kepulauan Kab. Buol Kab. Toli-Toli Kab. Donggala Kab. Morowali Kab. Poso Kota Palu Kab. Parigi Moutong Kab. Tojo Una Una Kab. Sigi Provinsi Sulawesi Selatan Kab. Bantaeng Kab. Barru Kab. Bone Kab. Bulukumba Kab. Enrekang Kab. Gowa Kab. Jeneponto Kab. Luwu Kab. Luwu Utara Kab. Maros Kab. Pangkajene Kepulauan Kab. Pinrang Kab. Kepulauan Selayar Kab. Sidenreng Rappang Kab. Sinjai Kab. Soppeng Kab. Takalar Kab. Tana Toraja Kab. Wajo Kota Pare-pare Kota Makassar Kota Palopo Kab. Luwu Timur Kab. Toraja Utara Provinsi Sulawesi Barat Kab. Majene Kab. Mamuju Kab. Polewali Mandar Kab. Mamasa Kab. Mamuju Utara

ALOKASI
PELAYANAN FARMASI

ALOKASI
PELAYANAN RUJUKAN

PELAYANAN DASAR

2,602.3 1,744.6 2,504.3 1,387.9 2,958.7 1,273.8 1,982.6 2,277.2 3,045.3 2,534.2 4,728.4 3,565.3 1,416.0 1,347.2 1,982.6 2,876.6 1,492.9 2,492.2 1,264.8 2,599.8 2,635.1 1,245.3 1,267.9 2,075.0 1,297.3 1,157.0 1,887.4 1,500.0 3,687.8 1,824.7 2,039.2 1,633.0 2,109.9 2,036.5 1,960.0 2,092.2 2,203.1 2,595.8 2,109.6 1,715.9 2,337.1 2,905.6 2,131.4 1,835.7 1,638.8 1,926.6 3,856.1 2,107.2 2,617.8 2,255.3 3,124.5 4,793.3 1,296.6 1,209.0 1,468.6 1,811.8 2,359.3

1,229.6 2,779.7 1,436.1 1,474.9 615.7 1,318.6 1,527.8 1,534.0 1,679.1 1,656.6 2,719.8 2,878.7 1,108.2 2,137.2 1,005.9 1,047.4 821.7 1,191.0 1,041.6 1,133.0 1,292.5 1,601.5 1,843.1 1,445.8 1,752.5 1,277.6 1,961.9 910.2 1,719.2 1,048.9 1,078.7 2,649.3 2,834.7 920.0 3,100.7 1,466.9 1,781.3 1,276.9 1,506.3 1,630.9 1,977.5 1,320.2 1,592.6 988.9 725.8 1,605.8 1,835.9 2,084.8 737.5 4,501.0 1,292.6 736.3 2,530.6 1,293.5 1,815.7 2,296.1 1,172.1 1,453.7

3,102.9 1,537.7 1,627.7 3,362.2 4,803.2 1,453.1 2,089.8 3,796.3 1,537.8 3,334.8 3,505.0 2,522.8 5,078.7 3,226.5 2,789.2 2,364.5 3,091.1 8,794.1 1,639.8 1,051.6 3,118.1 878.1 1,927.6 2,947.3 2,444.0 1,680.6 1,965.9 964.3 1,776.2 1,883.0 1,654.7 1,681.9 2,264.9 1,103.9 3,789.4 2,006.4 1,259.0 3,484.6 3,513.1 1,429.4 1,567.8 2,025.6 -

Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011
(dalam juta rupiah) 8

6 ALOKASI

7

NO
361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419

DAERAH
Provinsi Sulawesi Tenggara Kab. Buton Kab. Konawe Kab. Muna Kota Kendari Kota Bau-bau Kab. Konawe Selatan Kab. Bombana Kab. Wakatobi Kab. Kolaka Utara Kab. Konawe Utara Kab. Buton Utara Kab. Bangli Kab. Buleleng Kab. Gianyar Kab. Jembrana Kab. Karangasem Kab. Klungkung Kab. Tabanan Kota Denpasar Provinsi Nusa Tenggara Barat Kab. Bima Kab. Dompu Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kota Mataram Kota Bima Kab. Sumbawa Barat Kab. Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur Kab. Alor Kab. Belu Kab. Ende Kab. Flores Timur Kab. Kupang Kab. Lembata Kab. Manggarai Kab. Ngada Kab. Sikka Kab. Sumba Barat Kab. Sumba Timur Kab. Timor Tengah Selatan Kab. Timor Tengah Utara Kota Kupang Kab. Rote Ndao Kab. Manggarai Barat Kab. Nagekeo Kab. Sumba Barat Daya Kab. Sumba Tengah Kab. Manggarai Timur Kab. Sabu Raijua Provinsi Maluku Kab. Maluku Tenggara Barat Kab. Maluku Tengah Kab. Maluku Tenggara Kab. Buru Kota Ambon

ALOKASI
PELAYANAN FARMASI

ALOKASI
PELAYANAN RUJUKAN

PELAYANAN DASAR

2,618.9 3,269.0 2,795.5 1,454.9 1,420.1 1,687.1 2,204.7 2,630.6 2,196.0 2,767.5 2,854.4 1,597.9 1,938.5 1,016.4 2,244.4 1,004.8 1,291.3 1,046.3 2,360.3 1,395.1 1,522.7 1,059.0 1,615.5 1,463.9 1,769.3 1,267.2 1,233.2 2,712.7 1,990.5 2,876.4 1,942.5 1,580.1 2,030.0 1,849.0 3,083.5 1,716.1 2,856.3 2,718.3 2,765.0 3,188.3 3,587.9 2,248.8 1,468.6 1,732.6 2,569.5 4,048.7 1,761.5 3,078.6 4,382.6 3,262.3 2,255.4 2,080.4 5,855.8 3,179.9

1,677.8 1,590.3 1,786.2 1,828.6 1,125.2 1,881.4 1,160.1 1,236.8 1,102.0 1,367.8 1,342.6 1,456.3 2,183.7 2,013.6 1,842.4 2,076.7 1,011.7 1,952.7 3,079.000 1,755.5 1,462.9 2,583.4 3,388.6 3,590.4 1,342.4 1,499.9 1,064.9 905.5 2,022.9 1,527.8 2,398.8 1,948.3 2,157.4 2,127.2 1,098.9 2,756.5 1,431.2 1,539.4 2,196.9 1,713.0 2,655.6 1,937.7 1,087.9 1,275.1 1,372.3 1,483.6 1,339.5 1,417.8 2,129.4 1,425.3 1,645.1 2,236.1 1,648.1 1,600.3 1,954.5

2,917.5 1,618.9 1,802.2 1,320.9 1,113.2 2,292.0 1,881.2 945.6 2,099.1 2,210.7 977.8 1,749.0 1,735.0 3,125.8 2,346.4 1,946.1 3,233.3 1,042.5 2,975.8 2,353.1 4,291.0 1,143.3 3,807.4 2,628.5 1,526.9 1,249.1 1,265.4 3,273.2 3,422.8 3,792.9 1,767.8 7,727.3 3,948.5 5,030.3 2,535.4 2,398.0 -

Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011
(dalam juta rupiah) 8

6 ALOKASI

7

NO
420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476

DAERAH
Kab. Seram Bagian Barat Kab. Seram Bagian Timur Kab. Kepulauan Aru Kota Tual Kab. Maluku Barat Daya Kab. Buru Selatan Provinsi Maluku Utara Kab. Halmahera Tengah Kab. Halmahera Barat Kota Ternate Kab. Halmahera Timur Kota Tidore Kepulauan Kab. Kepulauan Sula Kab. Halmahera Selatan Kab. Halmahera Utara Kab. Pulau Morotai Provinsi Papua Kab. Biak Numfor Kab. Jayapura Kab. Jayawijaya Kab. Merauke Kab. Mimika Kab. Nabire Kab. Paniai Kab. Puncak Jaya Kab. Kepulauan Yapen Kota Jayapura Kab. Sarmi Kab. Keerom Kab. Yahukimo Kab. Pegunungan Bintang Kab. Tolikara Kab. Boven Digoel Kab. Mappi Kab. Asmat Kab. Waropen Kab. Supiori Kab. Mamberamo Raya Kab. Mamberamo Tengah Kab. Yalimo Kab. Lanny Jaya Kab. Nduga Kab. Puncak Kab. Dogiyai Kab. Intan Jaya Kab. Deiyai Kab. Sorong Kab. Manokwari Kab. Fak Fak Kota Sorong Kab. Sorong Selatan Kab. Raja Ampat Kab. Teluk Bintuni Kab. Teluk Wondama Kab. Kaimana Kab. Maybrat Kab. Tambrauw Jumlah Kab/Kota Rata-rata Alokasi Jumlah Total Alokasi Jumlah Provinsi Rata-rata Alokasi Jumlah Total Alokasi Total Daerah Rata-rata nasional Jumlah Total Nasional

ALOKASI
PELAYANAN FARMASI

ALOKASI
PELAYANAN RUJUKAN

PELAYANAN DASAR

2,382.6 3,472.6 3,690.1 4,985.4 3,152.2 6,926.4 2,796.5 2,478.6 2,770.8 2,619.2 3,845.5 5,661.8 2,852.8 5,053.6 4,619.7 5,151.4 4,566.9 10,237.2 12,299.2 5,569.2 4,435.3 6,888.6 11,202.2 6,480.8 3,815.1 9,916.3 5,202.2 15,103.8 9,940.7 16,941.8 10,484.1 8,361.1 8,718.3 5,638.5 5,085.6 10,358.2 11,507.8 8,324.4 10,501.7 18,610.0 14,963.1 8,550.2 33,670.0 10,497.1 5,669.3 7,769.2 5,221.6 3,431.7 5,000.4 7,131.6 8,314.9 9,392.8 5,391.5 8,724.3 6,495.1

1,368.3 1,287.7 985.7 3,115.7 2,393.1 2,198.7 910.1 1,461.7 888.5 1,031.8 1,339.9 1,208.3 982.9 1,309.0 2,171.9 2,393.7 1,370.0 6,524.9 3,186.6 2,884.0 1,792.6 3,272.5 3,405.8 1,621.1 3,225.1 1,312.4 1,231.4 2,263.4 3,277.6 2,419.0 1,329.5 1,801.3 2,518.7 1,596.3 1,110.3 2,534.0 3,979.4 4,573.5 6,516.3 6,744.1 5,052.4 2,604.2 5,276.6 3,941.5 1,288.8 1,783.8 1,069.4 1,159.3 1,385.6 1,457.2 929.0 1,014.9 946.8 2,738.0 2,174.7

4,113.3 1,234.1 4,275.2 2,098.4 1,822.2 1,242.1 4,068.8 1,174.7 1,735.7 20,225.1 4,188.3 1,391.2 2,810.6 2,064.1 3,934.6 3,601.8 4,771.5 7,357.1 5,273.5 1,358.4 5,068.8 1,667.5 -

397 2,898.889 1,150,859.000 397 2,898.889 1,150,859.000

440 2,501.557 1,100,685.000 440 2,501.557 1,100,685.000

256 2,468.109 631,836.000 23 5,105.217 117,420.000 279 2,685.505 749,256.000

Dharmasraya 14 11 Kab.939.900 713.187. Tapanuli Selatan 3 4 Kab.300 3. Aceh Besar Kab.800 2.800 2. Nias 2 3 Kab.700 1.600 940.294.583.600 938. Saanin RSU Suliki RSU Lubuk Sikaping RSUD Dr.300 3. M.200 2.119. Bireuen 11 Kab. Aceh Tenggara 8 Kab. Fauziah Bireuen RSU Sigli RSUD Simeulue RSU Meuraxa RSU Sabang RSU Langsa RSU Nagan Raya RSUD Bener Meriah Tidak ada RSU Rantauprapat RSU Gunung Sitoli RSU Sipirok RSU Pandan RSU Tarutung RSU dr.340.800 1.138.600 713.906. Pasaman 5 3 Kab.021.900 938.500 3. Zein Painan RSUD Arosuka Labkesda Kab. Pasaman Barat 13 10 Kab.247.700 2.200 3.878. Limapuluh Kota 4 2 Kab. Pirngadi RSUD Djasamen Saragih RSU Dr.154.100 1. F Tobing RSU Dr. HB.154.800 2.900 706.353.311.300 .639.500 3.103.437. Nagan Raya Kab.700 1. Aceh Timur 9 Kab.400 2.416.700 947.100 856.800 1.300 1.400 1.620. Aceh Tengah 7 Kab.500 2.Kumpulan Pane / Tebing Tinggi RSU Sultan Sulaiman RSU Sibubuan RSU Dr. Aceh Utara 10 Kab. Aceh Pidie 12 Kab. Solok 7 8 5 Kab.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.100 2.400 2. Hanafiah SM (Batusangkar) RSUD Kota Padang RSU Dr.700 1.973. Achmad Mochtar RSU Pariaman RSJ Prof.800 KABUPATEN/KOTA 1 1 Kab. Padang Lawas 13 III Provinsi Sumatera Barat PROVINSI 1 2 3 KABUPATEN/KOTA 1 Kab.457. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK Lampiran 13 DAK BIDANG KESEHATAN TAHUN 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN NO I DAERAH Provinsi Aceh PROVINSI NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 II KABUPATEN/KOTA 4 Kab. Tanah Datar 9 6 Kota Padang 10 7 Kota Payakumbuh 11 8 Kota Sawahlunto 12 9 Kab. Solok Selatan 15 1. NAD RSJ Banda Aceh RSUD Kota Jantho RSU Yulidin Away RSU Datu Beru Takengon RSU H. Simeulue 13 Kota Banda Aceh 14 Kota Sabang 15 Kota Langsa 16 Kab. Solok RSU Prof MA.300 1.647.900 1.800. RM Djoelham RSUD Dr.823.802.500 1.926. Tengku Mansyur RSUD Dr.565.400 907.500 1. Serdang Bedagai 12 13 Kab.483.500 1. Pesisir Selatan 6 4 Kab. Bener Meriah 17 Provinsi Sumatera Utara PROVINSI 1 2 3 RSU Dr.400 1.Adnaan WD RSU Sawahlunto RSU Pasaman Barat RSU Sungai Dareh RSU Muara Labuh 3.640.871.000 1.592. Zaenal Abidin RSIA Prov. Kota Lhokseumawe RS Dr. Aceh Selatan 5 6 Kab. Tapanuli Tengah 4 5 Kab.418. Sahudin (Kutacane) RSU Idi Rayeuk RSUD Cut Meutia.760.200 3.300 2.H.300 1. Labuhan Batu 2 Kab. Tapanuli Utara 5 6 Kota Binjai 6 7 Kota Medan 7 8 Kota Pematang Siantar 8 9 Kota Sibolga 9 10 Kota Tanjung Balai 10 11 Kota Tebing Tinggi 11 12 Kab.200 2.311.600 713.

Tebo 6 Kota Jambi 7 Provinsi Sumatera Selatan PROVINSI 1 KABUPATEN/KOTA 1 Kab.700 6.300 1.800 882.198. Musi Rawas 3 3 Kota Pagar Alam 4 4 Kab.200 875. Bengkulu Selatan Kab.500 1.978.900 1.900 3.000 1. Tanggamus Kab.800 1.421.850 2.600 2.863.Abdul Majid Batoe (Muara Bulian) RSU Mayjen H. Indragiri Hilir Tidak ada RSU Lap. Tulang Bawang Kab.071.629.686. Abdul Moeloek RSJ Bandar Lampung RSU Liwa RSU Kalianda RSUD Demang Sepulau Raya RSU Mayjen H.700.069.496.686.500 4.500 4.800 1. Lampung Tengah Kab.688. Muaro Jambi 5 Kab.200 1. Belitung 3 Kota Pangkal Pinang 4 Kab.M. Natuna VI Provinsi Jambi PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab.923. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO IV DAERAH Provinsi Riau PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab.600 840. Way Kanan Kab. Ryacudu Kotabumi RSU Kota Agung RSUD Manggala RSUD Zainal Abidin Pagaralam RSU Pringsewu 1.400 1.636. Lampung Utara Kab.400 1.500 1.900 1. Bangka Tengah 5 Kab.280.850 1.834. Lampung Selatan Kab. Bengkulu Utara Kab. Abdul Manap RSJ Palembang (RS Ernaldi Bahar) RSU Lahat RSU Dr Sobirin Rawas RSU Basemah Pagar Alam RSU Banyuasin RSUD Gumawang Tidak ada RSU Sungai Liat RSU Tanjung Pandan Labkesda Kota Pangkalpinang RSU Bangka Tengah RSU Sejiran Setason RSU Dr.300 1.724.300 1.100 1.300 1.300 3. Bangka Barat IX Provinsi Bengkulu PROVINSI 1 2 3 4 X KABUPATEN/KOTA Kab. OKU Timur 6 VIII Provinsi Bangka Belitung PROVINSI 1 2 3 4 5 VII KABUPATEN/KOTA 1 Kab.466. Rejang Lebong Kab.600 1 V KABUPATEN/KOTA 1 Kab.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. M.344.940.802. Batanghari 3 Kab.445.856.205. Natuna RSU Raden Mattaher RSJ Jambi RSUD H.338.600 1.077.067.778. Yunus RSU Manna RSUD Arga Makmur RSU Curup RSUD Bengkulu Tengah RSUD H.717.700 1.367.A.100 2. Indragiri Hilir Provinsi Kepulauan Riau PROVINSI 1 1 2 1 2 NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) Tidak ada RSUD Purihusada Tembilahan Labkesda Kab.600 1. Banyuasin 5 5 Kab. Lampung Barat Kab.900 1.500 1.509. Bangka 2 Kab.200 2.000 3. Pringsewu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 . Bengkulu Tengah Provinsi Lampung PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab.400 1.922.712. Lahat 2 2 Kab. Thalib RSUD Muaro Jambi RSUD Sultan Thaha Saifudin RSU H. Kerinci 4 Kab.

369. Bogor Kab. Pandeglang RSUD Serang UPTD Labkesda Kab.000 3.500 639.200 1.478.068.400 3.200 3. Ciamis Kab.250 4. Indramayu Kab. Bogor RSU Ciamis RSU Cianjur RSU Cimacan UPTD Labkesda Kab.400 3.900 2.500 1.400 709.700 2. Cirebon Kab.600 4.593.147.524.028.700 1.239.972.900 674.500 784.400 1.000 664.700 2.147. Banjarnegara RSUD Banyumas RSUD Ajibarang Labkesmas Kab.251. Blora Kab. Karawang RSU 45 Kuningan RSU Cideres RSU Majalengka RSU Sekarwangi RSUD Jampang Kulon RSU Kota Bandung (Ujung Berung) RSKIA Kota Bandung RSU Gunung Jati UPTD Labkesda Kota Cirebon RSUD Kota Depok RSUD R Syamsuddin SH RSU Tasikmalaya RSU Banjar Tidak ada 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 RSUD Dr.944.350 4.200 825.800 1. Serang RSUD Kota Cilegon RS Tugurejo Semarang RSU Dr. Cilacap 2. Bekasi RSU Cibinong RSU Ciawi UPTD Labkesda Kab. Serang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Tidak ada RSU Kab Bekasi Labkesda Kab.600 616.600 1.100 2.400 1 2 3 4 Kota Cilegon XIV Provinsi Jawa Tengah PROVINSI 1 2 3 4 5 KABUPATEN/KOTA Kab.680. Moewardi Solo RSU Prof.001.265.385. Pandeglang Kab.800 3. Majalengka Kab.800 1. Lebak Kab.650 1.553.542.600 603.677.550 1.791. Kuningan Kab.000 1.066. Margono S.269.400 748.213.038.300 598. RSJ Dr. Boyolali RSUD Cilacap RSUD Majenang UPTD Labkesda Kab. Cianjur Kab.208.179.506.700 2. Cianjur RSU Waled RSU Arjawinangun RSU Indramayu RSU Patrol RSU Karawang` Labkesda Kab.650 707.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.967. Cilacap .000 707. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) XII Provinsi Jawa Barat PROVINSI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 XIII KABUPATEN/KOTA Kab. Banjarnegara Kab. Banyumas Kab.000 1. R Soetijono Blora RSUD Dr.100 672. Karawang Kab.900 959.200 1. R Soeprapto Cepu UPTD Labkes DKK Blora Labkes Dinkes & Sosial Kab.474. Banyumas RSUD Dr.421. Bekasi Kab.700 1. Adjidarmo RSU Berkah Labkesda Kab. Sukabumi Kota Bandung Kota Cirebon Kota Depok Kota Sukabumi Kota Tasikmalaya Kota Banjar Provinsi Banten PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab.524. Boyolali Kab.474.700 1.106.550 3.800 3.800 1.900 1.900 2.397.100 3.145. Amino Gondohutomo RS Kusta Kelet Labkesda Kab.900 688.400 2.

900 1. Dinkes Kab.600 1. Bondowoso RSU Dr. Kab.800 2. Soetomo RSU Haji Surabaya RSJ Menur RSTP Batu RS Kusta Kediri RSUD Syarifah Ambame RS Blambangan RS Genteng Labkesmas Kab.600 2. Jatikoesoemo RSUD Sumber Rejo RSUD Padangan RSU H. Kab.937.347. Kab.000 1.100 1.234. Banyuwangi RSU Ngudi Waluyo Wlingi Labkesling Dinkes Kab.097.600 1.597.400 819.000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 KABUPATEN/KOTA Kab. Sayidiman Magetan RSU Kepanjen ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) Kab. Bondowoso Kab. Sragen Kab.502.900 1. Kebumen RSUD Dr. Kudus Labkesmas Dinkes Kab.438.200 649.302. Soedono Madiun RSU Dr.985.753.286. Semarang RSU Sragen Lab.958. Dinkes Kab.213.600 2. Dinkes Kota Semarang UPTD Labkes Dinkes Kota Surakarta RSJ Ghrasia RSU Panembahan Senopati RSU Wonosari RSU Wates RSU Dr. Purbalingga Kab. Purbalingga RSUD Ambarawa RSUD Ungaran UPTD Labkesda Kab. Kab. Saiful Anwar RSU Dr.712.587.731.800 756. Wonosobo Kota Magelang Kota Semarang 22 Kota Surakarta XV Provinsi DI Yogyakarta PROVINSI KABUPATEN/KOTA 1 Kab.800 2.347. Jember Kab.000 812.300 1.201. Magelang RSUD Kayen Pati UPT Labkesda Kab. Kab.200 1. Pekalongan Kab. Blitar RSU Dr.500 1.636. H.411. S.400 666. Magelang Kab. Klaten RSUD Kudus UPTD Labkes Kab. Kab.200 819. Bantul 2 Kab.700 2.700 1. Jepara Lab.500 1.300 2.027. DAERAH Demak Jepara Karanganyar Kebumen Kendal Klaten Kudus 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 NAMA RUMAH SAKIT RSUD Sunan Kalijaga UPTD Labkesmas Kab.800 1.300 2. Kab.600 1.387.900 1.900 504. Soebandi RSU Balung RSU Kalisat RSU Soegiri Lamongan RSU Haryoto Lumajang RSU Panti Waluyo Caruban RSU Dr.400 690.200 3.700 2.141.400 1. Blitar Kab.493.000 830.985.249.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. Lamongan Lumajang Madiun Magetan Malang . Semarang Kab. Sragen Lab.600 1.048.700 1.533. Gunung Kidul 3 Kab. Kota Magelang RSU Kota Semarang Lab.700 2. Kab.600 1. Karanganyar Labkesmas Kab. Koesnadi Labkes Kab. Suwondo Kendal Labkes Dinkes & Kessos Kab.600 681. Pati Kab.500 2.900 514.000 1. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kab.316.800 1.100 516. Kab.937.770. Bangkalan Kab.100 1.500 2. Pati RSU Kraton Labkesmas Kab.900 1. Kab. Kulon Progo XVI Provinsi Jawa Timur PROVINSI 2.600 1. Banyuwangi Kab.712.018.698.800 3.700 1.300 577. Dinkes Kab.079.678.025.800 926.152. Bojonegoro Kab.123.800 3.800 2.900. Wonosobo RSU Tidar Magelang UPTD Dinkes Lingk.

300 1.373.393. Soekandar 28 RSUD R.622.860.100 768.300 3. Abdul Azis 10 Kota Singkawang XVIII Provinsi Kalimantan Tengah PROVINSI 1 RSU Dr.309. Dorris Sylvanus KABUPATEN/KOTA 1 Kab.296. Mojokerto 30 RSU Kertosono 13 Kab. Tulungagung 44 RSU Mardi Waluyo 22 Kota Blitar 45 UPTD Labkesda Kota Blitar 46 RSU Gambiran 23 Kota Kediri 47 RSUD Kota Madiun 24 Kota Madiun 48 Labkesda Dinkes Kota Madiun 49 RSU Dr Wahidin S Husodo 25 Kota Mojokerto 50 Labkesda Kota Mojokerto 51 RSU M Saleh Probolinggo 26 Kota Probolinggo 52 Labkesda Kota Probolinggo XVII Provinsi Kalimantan Barat PROVINSI 1 RSUD Dr. Situbondo 41 UPTD Labkesda Kab. Pontianak 8 RSU Sambas 6 Kab. Soeroto Ngawi 14 Kab. Mojokerto NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) 27 RSU Prof. Soedarso 2 RSJ Provinsi Kalbar KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Ngawi 33 Labkesda Kab.320. Seruyan 721.900 1. Sambas 9 Labkesda Kab. Bengkayang 3 RSU Bengkayang 4 RSUD Landak 2 Kab.900 4.400 1.700 599.200 880.885.974.966. Probolinggo 17 Kab.020.700 1. Sintang 12 Labkesda Dinkes Kab.000 1. Sambas 10 RSUD Sanggau 7 Kab.900 1.881.600 1.600 1.826. Pulang Pisau 8 RSU Kuala Pembuang 6 Kab.500 621.225.300 769.198.500 3. Probolinggo 38 RSU Sidoarjo 18 Kab.200 1.176. Dr.700 1.700 3. Tulungagung 43 Lab.431.000 1.Achmad Diponegoro 3 Kab. Sidoarjo 39 RSU Situbondo 19 Kab.100 1. Pamekasan 35 RSU Prof. Dinkes Kab. Sanggau 11 RSUD Ade M Djoen Sintang 8 Kab. Kapuas 6 RSU Tamiang Layang 4 Kab.051.931.048.000 3.500 691. Trenggalek 42 RSU Dr.980. Soemarmo Kapuas 3 Kab. Barito Utara 4 RSU Dr. Landak 5 RSU Dr.000 1.200 685.700 1. Barito Selatan 2 RSU Buntok 3 RSU Muara Teweh 2 Kab.300 1.300 1.000 2.470. Dinkes Kab. Sintang 13 Pusat Labkesda Kota Pontianak 9 Kota Pontianak 14 RSU Dr.000 1.900.700 898.200 705.435. Ponorogo 36 Labkesda Kab.100 3. Kapuas Hulu 6 RSU Agoesdjam 4 Kab.400 3.225. Ponorogo 37 Labkes Dinkes Kab.600 1.600 957.468.621.300 2.208. Nganjuk 32 RSU Dr.050 480.100 1. Ngawi 34 RSU Pamekasan 15 Kab.500 1. Rubini Mempawah 5 Kab. Kapuas 5 Labkesda Kab.944.175.035.400 614. Trenggalek 20 Kab. Nganjuk 31 Labkesda Kab.000 1. M Harjono Ponorogo 16 Kab.474.600 4.100 4. Iskak 21 Kab. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO 12 DAERAH Kab. Barito Timur 7 RSU Pulang Pisau 5 Kab.050 721.600 799. A Basoeni 29 Lab.900 2.170. Situbondo 40 Labkesmas Dinkes Kab. Ketapang 7 RSU Dr.200 .RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.

Tapin 3 RSU Datu Sanggul Rantau 2 Kota Banjar Baru 4 RSU Banjarbaru XX Provinsi Kalimantan Timur PROVINSI 1 RSUD HA.200 2. Banggai Kepulauan 5 RSU Buol 3 Kab.250 2.700 3.650 783.789. A Makatutu 4 RSU Tenriawaru Bone 2 Kab.800 1. Minahasa Utara 6 RSU MW Maramis Minut 5 Kab.250 1. Nunukan 7 RSU Panglima Sebaya 4 Kab.300 1.091. Sangihe 5 RSU Liun Kendage Tahuna 4 Kab.200 3.200 4.900 3.600 3.100 3. Bantaeng 3 RSU Prof. Berau 4 RSUD Dr.500 3.600 3.213.650 832. Bolaang Mongondow 2 RSU Datoe Binangkang 3 RSUD Lolak (Pemekaran) 2 Kab.Boalemo 2 Kab. Morowali 9 RSU Kolonedale 10 RSU Poso 7 Kab.803.796.740.362.300 2. Parigi Moutong 13 RSU Ampana 10 Kab.522.051.639.800 3.044.900 1. Kanujoso D. Gorontalo 2 RSUD Dr.102. Malinau 6 RSUD Nunukan 3 Kab.505. MM Dunda 3 Kota Gorontalo 3 RSUD Prof.453.300.100 1.400 3.926.926.537. Dr.627.700 3.016.550 5. Bone 783. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) XIX Provinsi Kalimantan Selatan PROVINSI 1 RSUD Ansari Saleh 2 RSJ Sambang Lihum KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Toli-Toli 7 RSU Kabelota Donggala 5 Kab.364.200 1.200 929. Wahab Sjahranie 2 RSUD Tarakan 3 RSUD Dr.486. Poso 11 RSU Anutapura 8 Kota Palu 12 RSU Anuntaloka Parigi 9 Kab.900 1.200 2. H.493.100 3. Banggai 3 RSU Luwuk 4 RSU Banggai Kepulauan 2 Kab.241. Buol 6 RSU Mokopido 4 Kab. Aloei Saboe 4 Kab.000 2.128.213. Pohuwato 4 RSU Kab.044.Pohuwato XXIII Provinsi Sulawesi Tengah PROVINSI 1 RSUD Undata Palu 2 RSD Madani (RSJ Palu) KABUPATEN/KOTA 1 Kab. A Rivai Tanjung Redeb 5 RSUD Malinau 2 Kab. Sam Ratulangi 3 Kab.600 .800 1.550 1.334. Bolaang Mongondow Utara RSU Bolaang Mongondow Utara 7 XXII Provinsi Gorontalo PROVINSI Tidak ada KABUPATEN/KOTA 1 Kab.950. Minahasa 4 RSU Dr. Tojo Una Una XXIV Provinsi Sulawesi Selatan PROVINSI 1 RSUD Labuang Baji 2 RSU Haji Makassar KABUPATEN/KOTA 1 Kab.800 3. Penajam Paser XXI Provinsi Sulawesi Utara PROVINSI 1 RS Khusus Daerah Kls A KABUPATEN/KOTA 1 Kab.698.200 2.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. KABUPATEN/KOTA 1 Kab.000 3.696. Pasir 8 RSU Taman Husada Kota Bontang 5 Kota Bontang 9 UPTD Labkesda Kota Bontang 10 RSUD Penajam Paser Utara 6 Kab.100 4.700 1. Donggala 8 RSUD Morowali Bungku 6 Kab.000 4. Boalemo 1 RSU Tani & Nelayan Kab.226.700 2.000 828.602.800 1.362.900 803.377.537.500 2.

100 606.881.600 3. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kab.099.965. Mamuju 3 RSU Mamuju 3 Kab.900 3. Luwu Timur XXV Provinsi Sulawesi Barat PROVINSI 1 RS Provinsi Malabi KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Konawe Selatan 5 Kab.513. Soppeng 19 RSUD H. Dinkes Kota Kendari 4 Kab.300 2.320.802. Kab. Buleleng 3 Kab.300 1. Kab. Sinjai 18 RSU Ajapange Soppeng 15 Kab.800 1.025.600 2. Kab.113. Majene 2 RSU Majene 2 Kab.100 2. Kab. Muna 3 RSUD Kab.917. Tabanan 6 BRSU Tabanan 3.Konawe 2 Kab.429.947.749.800 2. Kab. Konawe Selatan 5 RSUD Kab.800 661.100 1.900 1.500 1.200 1.400 1.680.600 1.000 1.883.618. Konawe 2 RSUD Kab.183.300 2. Kab.118.567.600 2.444. Karangasem 5 RSUD Kab.900 1.100 878.900 964.681. Bombana 6 RSUD Bombana 6 Kab.900 2. Konawe Utara XXVII Provinsi Bali PROVINSI Tidak ada KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Kab. Polewali Mandar 4 Labkesda Dinkes Polman 4 Kab.200 1.000 1.292.700 977. Kab. Jembrana 4 RSU Negara 5 Kab.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.210.100 1.900 1.006.200 2.735.484.000 .103. Muna (Raha) 3 Kota Kendari 4 Lab. Bangli 1 RSU Bangli 2 Kab. Sidrap 17 RSU Sinjai 14 Kab.000 1. Kab. Konawe Utara 7 RSUD Kab. Selayar Selayar Sidenreng Rappang 15 RSU Arifin Nu'mang 16 UPTD Labkesda Kab. Gianyar 3 RSU Sanjiwani 4 Kab.000 3.776.900 1.264.259. DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) 5 RSUD HA Sultan DG Radja Bulukumba Bulukumba 6 RSUD Massenrempulu Enrekang 7 RSU Syech Yusuf Gowa 8 RSU Lanto DG Pasewang Jeneponto Jeneponto 9 RSUD Batara Guru Belopa Luwu 10 RSU Andi Jemma Masamba Luwu Utara 11 RSU Salewangang Maros Maros Pangkajene Kepulauan 12 RSU Pangkep 13 RSU Lansirang Pinrang Pinrang 14 RSU Kep. Mamasa 5 RSU Mamasa XXVI Provinsi Sulawesi Tenggara PROVINSI 1 RSU Provinsi Sultra KABUPATEN/KOTA 1 Kab.600 2.Karangasem 6 Kab.Padjonga DG Ngalle 16 Kab. Buleleng 2 RSUD Kab.000 992.200 945. Kab.400 1.927. Takalar 20 RSU Andi Makassau 17 Kota Pare-pare 21 Labkesda Kota Pare-pare 22 RSU Sawerigading Palopo 18 Kota Palopo 23 RSUD Ilagaligo 19 Kab.

400 1.800 5.822.700 9.600 2.188.500 1.667. Flores Timur 4 RSUD Larantuka 3 Kab. WZ.800 2.068.200 2.535.300 1.273.400 5. Merauke 6 RSU Merauke 5 Kab. Halmahera Barat 3 RSU Jailolo 3 Kab.125.042.350 4. Halmahera Selatan 7 RSU Labuha XXXIIProvinsi Papua PROVINSI 1 RSU Abepura 2 RSU Dok II Jayapura KABUPATEN/KOTA 1 Kab.056.900 2. SBT (Bula) 6 Kab.750 11. Johannes 2 RSJ Kupang KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Timor Tengah Utara 10 RSU Kefamenanu 11 UPTD Labkesda TTU 9 Kota Kupang 12 RSD Kota Kupang 10 Kab.300 3.200 1.500 7. Jayapura 4 RSUD Yowari Sentani 3 Kab. Ngada 7 RSU Bajawa 6 Kab.256.100 1.500 2.234.200 3. Jayawijaya 5 RSU Wamena 4 Kab. Maluku Tenggara Barat 3 RSU Saumlaki 2 Kab.036.800 1.767. Dompu 3 RSU Dompu 3 Kab.400 3.233.346. Raja Ampat 4 RS Lapangan Marinda Raja Ampat JUMLAH 3.400 1.810.400 1. Lombok Barat 4 RSUD Patut Patuh Patju Gerung 4 Kab.700 1. Pulau Buru 7 RSUD Namlea 5 Kab.098.100 2.800 3.353. Sikka 8 RSU TC Hillers Maumere 7 Kab.729.900 1.000 746.273.948.800 4.000 4.900 1. Manggarai 6 RSU Ruteng 5 Kab.300 1.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. Kepulauan Aru 9 RSUD Cendrawasih Dobo XXXI Provinsi Maluku Utara PROVINSI 1 RSUD Chasan Boesoerie KABUPATEN/KOTA 1 Kab.959.400 2.188.143.100 5.676.249.064.975.275. Mappi 10 RSUD Mappi (persiapan) XXXIIIProvinsi Papua Barat PROVINSI Tidak ada KABUPATEN/KOTA 1 Kab.100 4. Maluku Tenggara 6 RSU Tual 4 Kab.100 3.200 2.068.200 2. Sorong 1 RSU Kab.807.100 3.628.000 .331.357. Nabire 8 RSU Nabire 7 Kab.358.671. Fak Fak 3 RSU Fak-fak 4 Kab.391.400 2. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) XXVIIIProvinsi Nusa Tenggara Barat PROVINSI 1 RSU Mataram KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Halmahera Timur 4 RSU Maba 4 Kota Tidore Kepulauan 5 RSUD Tidore (Soasio) 5 Kab. Sorong 2 Kab. Sumbawa 7 RSU Sumbawa XXIX Provinsi Nusa Tenggara Timur PROVINSI 1 RSU Prof. Halmahera Tengah 2 RSU Weda 2 Kab. Sumba Barat 9 RSU Waikabubak 8 Kab. Biak Numfor 3 RSU Biak 2 Kab.500 749. Lombok Tengah 5 RSU Praya 5 Kab. Ende 3 RSUD Ende 2 Kab. Manokwari 2 RSU Manokwari 3 Kab. Haulussy Ambon 2 RSU Tulehu KABUPATEN/KOTA 1 Kab.300 1.500 3. Seram Bagian Timur 8 RSUD Kab.792.300 1.526. Mimika 7 RSUD Mimika 6 Kab.174.600 3. Dr.735. Lombok Timur 6 RSUD R Sujono Selong 6 Kab.800 2.700 1.800 1. Bima 2 RSU Raba Bima 2 Kab.265.601.398.113. Yapen Waropen 9 RSUD Serui 8 Kab.934.100 4.771.500 1. Sabu Raijua 13 RSU Sabu Rai Jua XXX Provinsi Maluku PROVINSI 1 RSU M. Maluku Tengah 4 RSU Masohi 5 RSU Saparua 3 Kab.946.100 2. Kupang 5 RSU Naibonat 4 Kab. Kepulauan Sula 6 RSU Sanana 6 Kab.242.300.