KATA PENGANTAR

Pada kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi atas tersusunnya Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2011. Petunjuk Teknis ini merupakan implementasi dari amanat Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, Kementerian Teknis membuat petunjuk penggunaan DAK. DAK Bidang Kesehatan diberikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2011 yang ditetapkan melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2011. RKP Tahun 2011 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2010, merupakan acuan bagi Kementerian, lembaga Pemerintah-Non Kementerian dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat termasuk dunia usaha sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. Kewajiban bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dalam pembangunan kesehatan yakni menyediakan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau dan berkualitas, salah satunya melalui pembiayaan yang bersumber dari DAK Bidang Kesehatan. Saya berharap DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 dapat memberi daya ungkit yang nyata terhadap prioritas dan fokus pemerintah dalam pembangunan kesehatan di daerah. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang kesehatan ini, menjelaskan secara rinci penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 terdiri dari 3 subbidang, yaitu: pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan, dan pelayanan kefarmasian. Pelayanan kesehatan dasar meliputi kegiatan: (1) Pembangunan, Peningkatan dan Perbaikan Puskesmas; (2) Pembangunan Pos Kesehatan Desa; (3) Pengadaan Peralatan kesehatan termasuk Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA); (4) Pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak. Pelayanan kesehatan rujukan, meliputi kegiatan: (1) Pembangunan dan Pengadaan Peralatan Kesehatan untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS; (2) Pembangunan, perbaikan Bank Darah RS (BDRS) dan Pemenuhan Peralatan Unit Transfusi Darah (UTD) di RS; (3) Pembangunan dan Pengadaan peralatan Instalasi Gawat Darurat RS (IGD RS); (4) Peningkatan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS; (5) Pemenuhan peralatan laboratorium klinik di

Laboratorium Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota; dan (6) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RS Pemerintah Daerah. Pelayanan kefarmasian, meliputi kegiatan: (1) Penyediaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan; (2) Pembangunan baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota; (3) Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota.

i

Peraturan Menteri Keuangan No.216/PMK.07/2010 menetapkan DAK Bidang Kesehatan tahun 2011 diperuntukkan bagi 397 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

mendapat alokasi anggaran untuk subbidang pelayanan kesehatan dasar; 440 Dinas Kesehatan mendapat alokasi anggaran untuk subbidang pelayanan kefarmasian; 23 Provinsi dan 256 Kabupaten/Kota mendapatkan subbidang pelayanan kesehatan rujukan. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011, subbidang pelayanan kesehatan rujukan diperuntukkan bagi 48 RSUD Provinsi, 260 RSUD Kabupaten/Kota dan 54 Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Akhir kata, semoga Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 dapat secara optimal digunakan di daerah. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat dan hidayah bagi kita dalam melaksanakan pembangunan kesehatan di Indonesia yang kita cintai.

Jakarta, 17 Desember 2010

MENTERI KESEHATAN,

ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH

ii

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1810/Menkes/SK/XII/2010 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2011 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 58 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, telah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK.07/2010 tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011; b. Bahwa untuk melaksanakan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK.07/2010 perlu menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011; Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang–undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 3. Undang–undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400 ); 4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 5. Undang–undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

15. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2010 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2011. 13. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). 16. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). Pemerintah Daerah Propinsi.6. . Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 14. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137. 7. 8. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5167). 10.07/2010 tentang Penetapan Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Dana Alokas Khusus (DAK). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4212). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. 14. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4418). 12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Undang–undang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 126. 11. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 73. 9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan. sebagaimana yang telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 ( (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 92. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578). dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82.

Kedua : Ketiga : Keempat : Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 Desember 2010 MENTERI KESEHATAN. ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH . Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011 sebagaimana dimaksud Diktum Kesatu tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud Diktum Kedua agar digunakan sebagai acuan oleh Pemerintah Propinsi/Kabupaten/Kota dalam Pengelolaan dan Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.MEMUTUSKAN Menetapkan Kesatu : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2011.

PENINGKATAN SARANA PRASARANA DAN PENGADAAN PERALATAN KESEHATAN UNTUK PROGRAM PONEK DI RS B. SISTEM INFORMASI KESEHATAN DAERAH E. BANK DARAH RUMAH SAKIT DAN UNIT TRANSFUSI DARAH DI RUMAH SAKIT 28 23 i iii vii 1 1 3 3 4 5 5 6 7 7 7 8 8 11 17 19 21 23 vii . KEBIJAKAN UMUM B. KEBIJAKAN KHUSUS BAB III PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN TEKNIS A. PERENCANAAN B. PUSKESMAS B. PELAKSANAAN BAB IV SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN DASAR A. PUSKESMAS PERAWATAN C. PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK BAB V SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN A. RUANG LINGKUP D. TUJUAN C. LATAR BELAKANG B. POSKESDES D. PENGALOKASIAN DAN PENYALURAN BAB II KEBIJAKAN DAK BIDANG KESEHATAN TAHUN 2011 A.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A.

FORMAT LAPORAN TRIWULANAN BAB VIII PENUTUP 53 55 55 56 59 64 51 45 49 49 44 36 42 LAMPIRAN LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 : DEFINISI OPERASIONAL : STANDAR PERALATAN DAN LOGISTIK POSKESDES : DAFTAR 183 KABUPATEN TERTINGGAL viii . EVALUASI DAN PELAPORAN A. PENINGKATAN FASILITAS TEMPAT TIDUR KLASIII RS E. PENGADAAN PERALATAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM KLINIK DI LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA F. PEMANTAUAN DAN EVALUASI B. PENGADAAN SARANA PENDUKUNG INSTALASI FARMASI KABUPATEN/KOTA BAB VII PEMANTAUAN.C. PENYEDIAAN OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN B. PENINGKATAN FASILITAS INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT D. PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DAN PENGADAAN PERALATAN PENDUKUNGNYA DI RS PEMERINTAH BAB VI SUBBIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN A. PEMBANGUNAN BARU DAN REHABILITASI INSTALASI FARMASI KABUPATEN/KOTA C. PELAPORAN C.

LAMPIRAN 4 : DAFTAR NAMA PULAU TERLUAR BERPENDUDUK YANG BERBATASAN DENGAN NEGARA TETANGGA LAMPIRAN 5 : DAFTAR 101 PUSKESMAS PRIORITAS PROGRAM YANKES DTPK LAMPIRAN 6 LAMPIRAN 7 : PERALATAN LIVE SAVING PUSKESMAS TERPENCIL DI DTPK : PERALATAN PUSKESMAS DENGAN RAWAT INAP (PONED SET) LAMPIRAN 8 LAMPIRAN 9 : RUANG PERSALINAN PUSKESMAS NON PERAWATAN : PERALATAN PUSKESMAS NON RAWAT INAP (SET PERALATAN BERSALIN) LAMPIRAN 10 : DAPUR GIZI PADA PUSKESMAS PERAWATAN LAMPIRAN 11 : STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT LAMPIRAN 12 : CONTOH PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK LAMPIRAN 13 : ALOKASI DAK KESEHATAN TAHUN 2011 ix .

Dalam MDGs terdapat tujuan yang terkait langsung dengan bidang kesehatan yaitu target 4 (menurunkan angka kematian anak). dan berkesinambungan. target 5 (meningkatkan kesehatan ibu) dan target 6 (memerangi HIV dan AIDS. Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran. Kementerian Kesehatan telah menyusun strategi untuk pencapaian targettarget tersebut. Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara. serta 2 target lainnya yang tidak terkait langsung yaitu target 1 (menanggulangi kemiskinan dan kelaparan) dan target 3 (mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan). TB dan Malaria serta penyakit lainnya). penghormatan terhadap hak dan kewajiban. keadilan. pada pasal 2 dan 3 dinyatakan bahwa pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berasaskan perikemanusiaan. yang diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya. LATAR BELAKANG Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. perlindungan. Di dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. berdampak adil bagi perempuan dan laki-laki (responsif gender). diselenggarakan upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat. kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu. Pembangunan yang dilaksanakan harus dapat menjamin bahwa manfaatnya dapat diterima oleh semua pihak. Pembangunan bidang kesehatan juga menjadi perhatian penting dalam komitmen internasional. menyeluruh. manfaat. sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya bagi masyarakat. gender dan nondiskriminatif dan norma-norma agama.BAB I PENDAHULUAN A. yang dituangkan dalam Millennium Development Goals (MDGs). 1 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . preventif. keseimbangan.

diberikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2011 yang ditetapkan melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2011. Pemerintah melalui Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. dan pelayanan kesehatan rujukan (RS Provinsi/Kabupaten/Kota dan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota).Dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. lembaga Pemerintah-Non Kementerian dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat termasuk dunia usaha sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. perlu adanya pembiayaan kesehatan. pelayanan kefarmasian untuk Kabupaten/Kota. yang bertujuan untuk penyediaan pembiayaan kesehatan yang berkesinambungan dengan jumlah yang mencukupi. merupakan acuan bagi kementerian. sehingga pemerintah baik pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah dapat menyediakan pelayanan kesehatan yang merata. Selanjutnya buku petunjuk teknis ini menjadi pedoman pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. RKP Tahun 2011 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2010. Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). telah menetapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebagai salah satu sumber penerimaan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi. pemerintah Pusat memberikan anggaran pada daerah untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan merupakan prioritas nasional. teralokasi secara adil dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna. terjangkau dan berkualitas. dilengkapi informasi dalam pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan di daerah dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri Keuangan tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011. Buku Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 berisi penjelasan rinci pemanfaatan DAK. DAK Bidang Kesehatan tahun 2011 difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas dan Poskesdes). diantaranya untuk meningkatkan pembangunan kesehatan. 2 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . DAK Bidang Kesehatan.

TUJUAN 1. Umum Membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2011. (4) Pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan. Rumah Sakit Provinsi/Kabupaten/Kota dan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Pelayanan kesehatan rujukan. Perbaikan Bank Darah RS (BDRS) dan Pemenuhan Peralatan Unit Transfusi Darah (UTD) di RS. Khusus Meningkatkan pemerataan. Peningkatan. (5) Pemenuhan Peralatan di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Poskesdes. (3) Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota. 3 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 3. (3) Pembangunan dan Pengadaan Peralatan Instalasi Gawat Darurat RS (IGD RS). 2. 2. (2) Pembangunan Baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota. C. Pelayanan Kefarmasian dapat dimanfaatkan untuk: (1) Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan. (2) Pembangunan. Perbaikan dan Perluasan Puskesmas khususnya di Daerah Tertinggal. serta penyediaan dan pengelolaan obat generik dan perbekalan kesehatan.B. meliputi kegiatan: (1) Pembangunan dan Pengadaan Peralatan Kesehatan Untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS. (3) Pengadaan peralatan kesehatan termasuk Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA). (4) Peningkatan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS. RUANG LINGKUP DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 diarahkan untuk kegiatan: 1. (2) Pembangunan Pos Kesehatan Desa. Pelayanan kesehatan dasar meliputi kegiatan: (1) Pembangunan. Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). dan (6) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RS.

Kaidah-kaidah mengenai mekanisme pengalokasian DAK dapat dilihat pada Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005. 2) 3) 4) 2. Penyaluran DAK Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011 disalurkan melalui mekanisme transfer yang diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan dan ketentuan peraturan yang berlaku lainnya. Penyediaan sarana prasarana pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kefarmasian untuk Kabupaten/Kota. yaitu: a. sedangkan IT ditentukan berdasarkan data dan indeks teknis merupakan kewenangan dari Kementerian Kesehatan. Pengalokasian Penghitungan alokasi DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. 4 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . dilakukan melalui 2 (dua) tahapan.D. a. Usulan ruang lingkup kegiatan dan besaran alokasi DAK kemudian dibahas dan diputuskan bersama antara pemerintah dengan Panitia Kerja Belanja Transfer ke Daerah DPR RI. IFW ditentukan berdasarkan Kriteria Umum dan Kriteria Khusus merupakan kewenangan dari Kementerian Keuangan. PENGALOKASIAN DAN PENYALURAN 1. b. Penentuan daerah tertentu yang menerima DAK Penentuan kelayakan daerah penerima DAK menggunakan Indeks Fiskal Wilayah (IFW) dengan bobot 50% dan IT (Indeks Teknis) dengan bobot 50%. disalurkan melalui SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. b. Penyediaan sarana prasarana dan peralatan kesehatan untuk pelayanan kesehatan rujukan disalurkan melalui SKPD Rumah Sakit Umum atau Khusus Provinsi/Kabupaten/Kota dan SKPD Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Penentuan besaran alokasi DAK masing-masing daerah 1) Penentuan besaran alokasi daerah penerima DAK menggunakan IFW dengan bobot 20% dan IT dengan bobot 80%.

6. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 55 Tahun 2005. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian. Direktur RSUD Provinsi/Kabupaten/Kota dan Kepala Laboratorium Dinas Kesehatan 2. serta aspek lainnya sebagai akibat pelaksanaan kegiatan DAK Bidang Kesehatan. terpencil. untuk mendanai dukungan pelayanan kesehatan yang merupakan kewenangan dan tanggung jawab daerah ke arah peningkatan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan. perbaikan status gizi masyarakat.BAB II KEBIJAKAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 A. terdiri dari anggaran untuk pelayanan kesehatan dasar. DAK Bidang Kesehatan merupakan bantuan kepada daerah tertentu. biaya pemeliharaan/perawatan sarana dan peralatan kesehatan. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar. serta penyediaan dan pengelolaan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan. Dalam pelaksanaan kegiatan. ketersediaan tenaga pelaksana. DAK Bidang Kesehatan membantu daerah untuk membiayai kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional di bidang kesehatan. 5 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Kebijakan DAK Kesehatan adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jaminan persalinan di sarana kesehatan milik pemerintah dan Angka Kematian Bayi (AKB). Rumah Sakit dan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 7. Kebijakan Umum 1. melalui peningkatan sarana dan prasarana di Puskesmas dan Poskesdes. 5. biaya operasional. pemerintah daerah harus menyediakan pembiayaan yang bersumber dari daerah untuk dana pendamping sebesar 10% sesuai dengan Undang-undang No 33 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah No. terutama untuk pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal. 4. pengendalian penyakit. penyehatan lingkungan. Alokasi pagu anggaran DAK Bidang Kesehatan TA 2011. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian. perbatasan dan kepulauan. 3.

16. 3 . 2. Rehabilitasi dan Perluasan Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota. Malaria serta penyakit menular lainnya). Meningkatkan Sarana Prasarana dan Pengadaan Peralatan Kesehatan Untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS. memerangi HIV dan AIDS. 8. Penyediaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak. Mendukung pencapaian target MDGs No 1. Kebijakan Khusus Penggunaan DAK Bidang Kesehatan diprioritaskan untuk : 1. 9. 7. 4. 15. Penyediaan dan Pengelolaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan. Pembangunan Pos Kesehatan Desa untuk desa yang belum memilikinya. menurunkan angka kematian anak. mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. B. 5 dan 6 (menanggulangi kemiskinan dan kelaparan. perbatasan dan kepulauan. Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota. 3. Pembangunan BDRS dan pemenuhan peralatan UTD di RS. 5. Menunjang percepatan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di daerah tertinggal. 11. Pembangunan Baru. Pembangunan Puskesmas Perawatan Mampu PONED. 13.Kabupaten/Kota bertanggung jawab terhadap anggaran DAK Bidang Kesehatan di wilayah kerjanya. TB. 6.4. 10. meningkatkan kesehatan ibu. 6 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Meningkatkan Fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS. Pemenuhan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RS Pemerintah Daerah. Pemenuhan Peralatan Pemeriksaan Laboratorium Klinik di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. 14. Meningkatkan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS. Pembangunan dapur gizi pada Puskesmas Perawatan. 17. 12. Penyediaan peralatan pendukung Sistem Informasi Kesehatan Daerah. Peningkatan pelayanan persalinan normal di Puskesmas.

7 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . PELAKSANAAN TEKNIS Pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan 2011 harus mengacu pada Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan 2011 yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Kepmenkes). pelaksanaan dan evaluasi program kesehatan Kabupaten/Kota dengan Provinsi. Penggunaan anggaran DAK Bidang Kesehatan 2011 yang tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan 2011 menjadi tanggung jawab Kepala Daerah dan SKPD yang bersangkutan. Satker Kabupaten/Kota yang memperoleh alokasi DAK Bidang Kesehatan agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi. B. Pemerintah dan Pemerintah Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) harus saling berkoordinasi dalam penyusunan kegiatannya.BAB III PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN TEKNIS DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 A. PERENCANAAN Sesuai dengan UU No 32 Tahun 2004 pasal 162. Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) yang disusun mengacu kepada Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. Dalam rangka menjaga sinkronisasi perencanaan.

terpencil. bidan/perawat) bila belum ada. perubahan Rencana Tata Ruang/Wilayah. jumlah penduduk lebih dari 30.BAB IV MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN DASAR A. jalur hijau. Pembangunan Puskesmas ditujukan untuk peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. e) Relokasi Puskesmas yang disebabkan adanya bencana alam. d) Wilayah kerja sangat luas. b) Tenaga kesehatan disediakan oleh Pemerintah Daerah. Pembangunan baru Puskesmas tersebut termasuk penyediaan alat kesehatan dan mebeulair serta rumah dinas petugas kesehatan (dokter/dokter gigi. b) Kecamatan pemekaran yang tidak mempunyai Puskesmas. 2) Lokasi Puskesmas: a) Di area yang mudah terjangkau baik dari segi jarak maupun sarana transportasi umum dari seluruh wilayah kerjanya. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 8 TI HUS AD A BAK . tertinggal dan kepulauan. b) Pertimbangan lainnya yang ditetapkan oleh daerah. c) Kepadatan penduduk tinggi. antara lain pada: a) Wilayah perbatasan. a.000 penduduk per kecamatan. 3) Persyaratan Puskesmas: a) Adanya telaahan kebutuhan Puskesmas. Pembangunan Baru Pembangunan Puskesmas dapat merupakan pembangunan baru atau peningkatan dari Puskesmas Pembantu. PUSKESMAS 1. atau terjadinya masalah hukum pada lokasi fisik bangunan. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan akan adanya Puskesmas.

Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Luas lahan. maka peran Puskesmas sebagai fasiltas kesehatan perlu ditingkatkan dengan membangun ruang persalinan atau mengoptimalkan fungsi ruang persalinan di Puskesmas. Persyaratan umum dan teknis sama dengan persyaratan umum dan teknis pembangunan baru Puskesmas. 4. 2) 2. Peningkatan Pelayanan Persalinan Normal di Puskesmas Dalam upaya meningkatkan pelayanan persalinan normal dan perawatan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. Peningkatan Puskesmas Pembantu menjadi Puskesmas Pembangunan Puskesmas baru dapat berasal dari peningkatan Puskesmas Pembantu (Pustu). Peningkatan Pustu menjadi Puskesmas tersebut termasuk penyediaan alat kesehatan dan rumah dinas petugas Puskesmas. 9 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Rehabilitasi Puskesmas Rehabilitasi Puskesmas ditujukan menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas. Persyaratan umum dan teknis Pembangunan Puskesmas baru dari peningkatan Puskesmas Pembantu sama dengan persyaratan umum dan teknis pembangunan baru Puskesmas. jumlah dan luas ruangan tergantung jenis pelayanan kesehatan/kegiatan yang dilaksanakan guna memberikan pelayanan yang optimal. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program.b. 3. ditambah dengan denah tata ruang khusus untuk ruang persalinan dan ruang pemulihan serta pedoman alat kesehatan sesuai dengan lampiran 8 dan lampiran 9. Denah tata-ruang Denah tata ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas.

2) Rehabilitasi dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dibutuhkan. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program.Rehabilitasi Puskesmas termasuk puskesmas pembantu hanya ditujukan untuk Puskesmas dan puskesmas pembantu dengan kondisi rusak berat termasuk di dalamnya rumah dinas dokter/dokter gigi dan perawat/bidan. 10 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Persyaratan Umum Puskesmas dengan kondisi rusak berat diproritaskan pada: 1) Puskesmas di perbatasan. 5. b. Persyaratan Teknis 1) Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. adalah sebagai berikut: a. Untuk Rehabilitasi Puskesmas Pembantu diperbolehkan jika seluruh Puskesmas di Kabupaten/Kota telah mempunyai fasilitas untuk menolong persalinan. Perluasan dilaksanakan pada bangunan yang membutuhkan perluasan berupa penambahan ruangan. 2) Puskesmas yang rusak karena bencana alam pada tahun berjalan dan 1 (satu) tahun sebelumnya. a. Persyaratan Umum Adanya kebutuhan: 1) Tambahan ruangan untuk meningkatkan pelayanan agar lebih optimal. Perluasan Puskesmas Guna menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas. perluasan ruangan. kepulauan. 2) Peningkatan pelayanan akan tetapi tidak memungkinkan untuk peningkatan menjadi Puskesmas Perawatan. Perluasan sarana b. Persyaratan perluasan fisik. dapat dilaksanakan perluasan fisik bangunan Puskesmas.

Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. kepulauan dan perbatasan. Denah tata-ruang Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. terpencil. 1. PUSKESMAS PERAWATAN Pembangunan Puskesmas Perawatan dapat dilaksanakan melalui pembangunan baru atau peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan. Peralatan kesehatan Kebutuhan minimal peralatan kesehatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan. antara lain berupa penambahan ruangan untuk: a) Pelayanan Persalinan. c) Pelayanan gawat darurat/emergency. Pembangunan baru Puskesmas Perawatan terutama diprioritaskan untuk wilayah tertinggal. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008 serta lampiran pedoman yang disempurnakan. Pembangunan Puskesmas Perawatan tersebut termasuk 11 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . b) Pemulihan dan perawatan bayi baru lahir. e) Pelayanan konsultasi yang dibutuhkan sebagai upaya promotif dan preventif. B. f) Pelayanan penyuluhan dan ruang pertemuan sebagai upaya promotif dan penggalangan kemitraan dengan berbagai pihak terkait serta dapat digunakan untuk kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas.2) 3) 4) fisik bangunan. Pembangunan Baru Pembangunan baru Puskesmas Perawatan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan jangkauan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang perlu dirawat. Perluasan dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. d) Pelayanan laboratorium yang dilengkapi dengan kran air serta pembuangan air kotor.

3) Lokasi Puskesmas berada dalam waktu tempuh lebih dari 2 jam ke Rumah Sakit.peralatan kesehatan dan rumah dinas petugas kesehatan Puskesmas. Denah tata-ruang a) Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Pembangunan Puskesmas Perawatan. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan. c) Setiap Puskesmas Perawatan harus dilengkapi dengan UGD yang dapat memberikan pelayanan PONED. selain itu memenuhi persyaratan antara lain: 1) Pembangunan baru Puskesmas Perawatan. 5) Puskesmas yang mempunyai rumah dinas yang ditempati oleh dokter dan perawat/bidan. b. dengan luas sesuai ketentuan. 2) Lokasi bangunan baru Puskesmas Perawatan di lokasi strategis. perawat dan bidan harus berada dalam satu lokasi. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. b) Setiap Puskesmas Perawatan harus dilengkapi Dapur Gizi dan peralatannya yang mengacu pada lampiran 10. Pelayanan PONED mengacu pada buku acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal 2) 12 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . penyediaan sarana dan peralatan perawatan PONED (Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergency Dasar) serta dapur gizi. 4) Kabupaten pemekaran yang belum memiliki Rumah Sakit. diutamakan pada 101 Puskesmas Prioritas Nasional di wilayah terpencil. sarana dan peralatan PONED. a. kepulauan dan perbatasan dengan negara lain. rumah dokter/dokter gigi. Persyaratan Umum Pembangunan Puskesmas baru harus mempertimbangkan ketersediaan tenaga kesehatan. tertinggal.

Persyaratan Umum 1) Kebutuhan akan adanya Puskesmas Perawatan. Persyaratan Puskesmas: a) Tidak digunakan untuk menjadikan Puskesmas Perawatan pra Rumah Sakit. kepulauan. Khusus wilayah terpencil dan kepulauan. tertinggal. bidan/perawat bila belum ada. perbatasan dan kepulauan. antara lain: a) Puskesmas di wilayah terpencil. Ruang Rawat Inap minimal 2 tempat tidur. tertinggal. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008 serta lampiran pedoman yang disempurnakan buku acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar. Perbatasan. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan di DTPK Peningkatan menjadi Puskesmas Perawatan dilaksanakan dalam rangka pengembangan pelayanan dan rujukan kesehatan dan dilengkapi dengan penyediaan alat dan rumah dinas dokter/dokter gigi.d) Emergensi Dasar. b) Waktu tempuh lebih dari 2 jam dengan menggunakan sarana transportasi yang tersedia. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. c) Peningkatan kebutuhan akan pelayanan rujukan tetapi daerah belum mampu membangun Rumah Sakit. Lokasi Puskesmas: a) Wilayah terpencil. a. 2. 3) Peralatan kesehatan Kebutuhan minimal peralatan kesehatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan. b) Kabupaten pemekaran yang belum tersedia Rumah Sakit. 2) 3) 13 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Denah tata-ruang pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. b. 14 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/ kegiatan yang dilaksanakan mengacu kepada Pedoman Tata Ruang Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. Persyaratan Teknis 1) Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Peralatan kesehatan Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008. Persyaratan Umum Puskesmas Perawatan dengan kondisi rusak berat diproritaskan pada: 1) Puskesmas perawatan di perbatasan.b) c) b. Letaknya strategis dari Puskesmas di sekitarnya. 2) Puskesmas perawatan yang rusak karena bencana alam pada tahun berjalan dan 1 (satu) tahun sebelumnya. kepulauan. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. 2) 3) 3. Rehabilitasi Puskesmas Perawatan Rehabilitasi Puskesmas Perawatan ditujukan menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas Perawatan. Rehabilitasi Puskesmas Perawatan hanya ditujukan untuk Puskesmas Perawatan dengan kondisi rusak berat termasuk di dalamnya rumah dinas dokter/dokter gigi dan perawat/bidan. Ketersediaan tenaga kesehatan oleh Pemerintah Daerah. a.

yang terdiri dari 1 orang Dokter. termasuk penanganan penyulit/komplikasi obstetri neonatal yang tidak dapat ditangani di tingkat Poskesdes. a. 4. Lokasi Puskesmas (harus memenuhi satu atau lebih persyaratan di bawah ini): a) Waktu tempuh ke Rumah Sakit terdekat lebih dari 2 jam dengan menggunakan sarana transportasi yang tersedia. antara lain: a) Kabupaten pemekaran yang belum tersedia rumah sakit. c) Daerah pariwisata dan kawasan industri. Persyaratan Puskesmas a) Merupakan Puskesmas perawatan. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan adanya peningkatan Puskesmas Perawatan menjadi Puskesmas Perawatan Mampu PONED. Puskesmas Pembantu dan Puskesmas. b) Pada jalur lalu lintas ramai dekat dengan pemukiman. perbatasan dan kepulauan. 1 orang Bidan dan 1 orang Perawat. 2) 3) 15 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Setiap peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan mampu PONED dilengkapi dengan penyediaan alat dan rumah dinas dokter/dokter gigi dan bidan/perawat bila belum ada. b) Menyediakan layanan rujukan kegawatdaruratan obstetri neonatal.2) Rehabilitasi dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan Mampu PONED Upaya yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan pelayanan di tingkat dasar yaitu penyediaan Puskesmas PONED. b) Telah tersedia tenaga kesehatan yang telah mengikuti pelatihan penanganan kegawatdaruratan obstetri neonatal di tingkat pelayanan dasar/PONED. d) Daerah terpencil.

Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. 3) 4) 5. perlu adanya perluasan fisik. 16 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Persyaratan Teknis 1) 2) Luas lahan dan bangunan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Persyaratan perluasan fisik. b. Persyaratan Umum Adanya kebutuhan: 1) Tambahan ruangan untuk meningkatkan pelayanan agar lebih optimal. Peralatan Puskesmas PONED mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas. Perluasan Puskesmas Perawatan Perluasan Puskesmas Perawatan menunjang serta meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas. adalah sebagai berikut: a. b. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007.c) Adanya telaahan kebutuhan Puskesmas Mampu PONED. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. Denah tata ruang pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dibutuhkan. Tenaga kesehatan yang telah dilatih PONED tidak boleh pindah selama minimal 2 tahun. Perluasan dilaksanakan pada bangunan/sarana yang membutuhkan perluasan. 2) Peningkatan pelayanan akan tetapi tidak untuk menjadi Rumah Sakit. antara lain berupa penambahan ruangan untuk: a) Pelayanan Gawat Darurat/emergency. Perluasan sarana fisik bangunan.

b) C. maka pemerintah membantu pembangunan fisik Poskesdes. Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. 17 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Perluasan dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. Persyaratan Umum Pembangunan baru Poskesdes adalah pada setiap desa yang belum ada bangunan Poskesdes dengan persyaratan: 1) Masyarakatnya tidak mampu membangun secara swadaya. Namun karena kemampuan masyarakat sebagian besar terbatas. Untuk dapur gizi mengikuti denah tata ruang sesuai dengan lampiran 10.2) 3) 4) Pelayanan laboratorium yang dilengkapi dengan kran air serta pembuangan air kotor. c) Pelayanan konsultasi yang dibutuhkan sebagai upaya promotif dan preventif. Pembangunan Baru Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka memberdayakan masyarakat di bidang kesehatan. Untuk peralatan dapur gizi sesuai dengan lampiran 10. d) Pelayanan penyuluhan dan ruang pertemuan sebagai upaya promotif dan penggalangan kemitraan dengan berbagai pihak terkait serta dapat digunakan untuk kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas. e) Dapur Gizi. dengan mempertimbangkan persyaratan sebagai berikut: a. POS KESEHATAN DESA 1. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. Peralatan kesehatan mengacu pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008.

c) Pembangunan baru Poskesdes dapat menggunakan bahan bangunan yang berasal dari daerah setempat. d) Mempertimbangkan jarak antar fasilitas pelayanan kesehatan yang ada.2) 3) Tersedia tanah/lahan yang tidak bermasalah Lokasi Poskesdes: a) Mempertimbangkan ketersediaan lahan yang berada di tengah pemukiman. Persyaratan Umum 18 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . a. c) Mempertimbangkan keamanan petugas kesehatan. 2) 3) 2. minimal terdapat ruang persalinan dan pelayanan KIA-KB. Direktorat Jenderal. Pengalihan Polindes menjadi Poskesdes Pembangunan Poskesdes dapat berasal dari pengalihan bangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes). Pembangunan fisik yang dilaksanakan terbatas pada penambahan bagian Polindes yang sudah ada. Peralatan kesehatan Kebutuhan jenis dan jumlah peralatan minimal Poskesdes mengacu pada buku Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa. b. b) Jumlah ruangan dan sarana yang dibutuhkan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan. Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan Poskesdes agar tetap memperhatikan fungsinya sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraaan gender. b) Mudah dijangkau oleh masyarakat (transportasi). Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2006. Persyaratan Teknis 1) Luas bangunan: a) Luas ruangan/bangunan sesuai dengan kondisi tanah setempat dengan memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan/kegiatan dan kesetaraan gender laki–laki dan perempuan.

serta mendukung administrasi Puskesmas berbasis bukti secara berkala. b) Ruang untuk tempat tinggal tenaga kesehatan. Peralatan kesehatan Kebutuhan jenis dan jumlah peralatan minimal Poskesdes mengacu pada buku Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa. Pengadaan peralatan sistem informasi kesehatan melalui DAK bertujuan untuk memacu Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota khususnya di Puskesmas sehingga mampu menyediakan data/informasi yang cepat. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK 19 TI HUS AD . dikembangkan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. b. minimal dengan rincian kebutuhan tata ruangnya adalah sebagai berikut: a) Ruang untuk fungsi pelayanan dan atau administrasi. luas lahan yang diperlukan untuk peningkatan Polindes menjadi Poskesdes. Guna meningkatkan fungsi pelayanannya. Direktorat Jenderal. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Penambahan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan. Adanya peralatan sistem informasi kesehatan di Puskesmas diharapkan akan mempercepat pelayanan kesehatan atau manajemen pasien di Puskesmas. akurat. Penambahan ruangan pada Pengalihan Polindes menjadi Poskesdes dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan Poskesdes agar tetap memperhatikan fungsinya sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender. Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2006. 2) 3) 4) D. dan mutakhir. PENGADAAN SIK DAERAH Dalam upaya mewujudkan Sistem Informasi Kesehatan yang evidence based di Indonesia.Polindes yang sudah ada di desa ditingkatkan menjadi Poskesdes.

Di Puskesmas tersedia tenaga atau operator yang akan mengoperasikan komputer. microsoft word dan microsoft power point. Spesifikasi peralatan: 1) Corporate Desktop PC. atau open office) Kursus atau pengenalan komputer untuk tenaga pengelola komputer agar mampu menggunakan paket software tersebut diatas. dapat juga dibuatkan program aplikasi sederhana lain. Persyaratan Teknis Pengadaan komputer beserta printer peralatan SIK untuk Puskesmas dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Di Puskesmas tersedia aliran listrik/genset untuk menghidupkan personal komputer. 2) Intel Pentium Dual-Core Processor. Vista atau Linux. Data entri laporan sesuai formulir yang telah ditetapkan dengan menggunakan excel. listrik). b. 9) Printer Deksjet/Inkjet. 8) CPU dan Monitor satu merk. honor petugas. Pengadaan software pengolah data.sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan di Puskesmas dan Kabupaten/Kota. Merencanakan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan tahapan selanjutnya. 7200 RPM. d. Persyaratan Umum Pengadaan peralatan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) Daerah diprioritaskan di Puskesmas non perawatan di Seluruh Indonesia dengan persyaratan: a. c. c. d. Di Puskesmas tersedia biaya pemeliharaan komputer serta biaya operasionalnya (kertas. b. 1. Provinsi dan Pusat (Nasional). pengolah kata dan penyajian (misalnya microsoft excell. 20 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 3) Minimum 1 GB Memory DDR-2 SDRAM. 7) LCD Monitor 17 inch. 2. tinta printer. 6) Windows XP Professional. 5) Integrated 10/100/1000 LAN. 4) Minimum 160 GB harddrive.

837/MENKES/VII/2007 Tentang Pengembangan SIKNAS Online Sistem Informasi Kesehatan Nasional. Tujuan kegiatan dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan promosi kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dalam rangka pemerataan. tahunan dan data sewaktu. Mengirim laporan ke Dinas Kesehatan Kesehatan Kabupaten/Kota dengan CD ataupun flashdisk. 1. 844/MENKES/SK/X/2006 tentang Penetapan Standar Kode Data Bidang Kesehatan. peta dan narasi yang disajikan secara bulanan. kondisi dan letak geografis serta topografi daerah. E. f. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. Mengolah data yang telah di entri dalam bentuk tabel. tempat media-media untuk melakukan penyuluhan kesehatan. Pengadaan peralatan promosi kesehatan bergerak dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. Acuan a.e. pertimbangan operasional. Peralatan promosi kesehatan bergerak diperuntukkan bagi Puskesmas. 21 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Peralatan promosi kesehatan bergerak merupakan kendaraan bermotor roda 2 yang dimodifikasi dan didesain menjadi satu kesatuan dengan peralatan audio visual aid (AVA) sehingga memiliki fungsi sebagai sarana pendukung dalam penyebaran informasi kesehatan. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. serta sarana untuk melakukan kampanye dan pameran kesehatan. grafik. Persyaratan Umum a. b. 3. jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan di daerah serta melengkapi kebutuhan sarana/peralatan para pengelola program promosi kesehatan di Puskesmas dalam upaya mencapai target Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK (MOBILE HEALTH PROMOTION KIT) Kegiatan DAK Bidang Kesehatan tahun 2011 dapat digunakan untuk pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak (Mobile Health Promotion Kit) di Puskesmas. b. triwulan.

1114/MENKES/SK/VIII/2005 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah. Peralatan promosi kesehatan bergerak berupa kendaraan roda 2 berkapasitas minimal 110 cc yang telah dimodifikasi menjadi satu kesatuan dengan peralatan. Keputusan Menteri Kesehatan No. 5) Video Kamera dengan media penyimpan gambar DVD. 3.c. 2) Stereo Sound System. 4) Generator set mini. Membuat surat pernyataan untuk tidak mengalihfungsikan peralatan promosi kesehatan bergerak (mobile health promotion kit) yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. memiliki kapasitas tangki bahan bakar: 4. dengan daya output mak: 0. Tersedia tenaga yang mampu menyelenggarakan kegiatan dan mengoperasikan peralatan promosi kesehatan bergerak (mobile health promotion kit). Acuan a.3A. contoh desain kendaraan sesuai dengan lampiran 12. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. Pengadaan peralatan harus memperhatikan mutu. 2. Persyaratan Teknis a. Adapun peralatannya terdiri dari: 1) LCD Projector dengan pencahayaan minimal 2000 lumens. 3) Pemutar VCD/DVD dan Karaoke yang kompatibel dengan berbagai media. 585/MENKES/SK/V/2007 tentang Petunjuk Teknis Promosi Kesehatan di Puskesmas. 22 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . memiliki microphone tanpa kabel. e.85 KVA/850 Watt. b. b.5 L. d. memiliki voltase: AC 220 V/1 Phase/DC 12V/8. Membuat surat pernyataan kesanggupan untuk mengalokasikan biaya operasional Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. kemudahan penggunaan dan pemeliharaan serta perbaikan peralatan promosi kesehatan bergerak.

f. Tersedia kamar operasi yang siap (siaga 24 jam) untuk melakukan operasi. dokter spesialis lain serta dokter umum. PENINGKATAN SARANA PRASARANA DAN PENGADAAN PERALATAN KESEHATAN UNTUK PROGRAM PONEK DI RUMAH SAKIT 1. Persyaratan Teknis a. d. Mempunyai prosedur pendelegasian wewenang tertentu. Tersedia pelayanan darah yang siap 24 jam. bila ada kasus emergensi obstetrik atau umum. Ada dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergensi baik secara umum maupun emergency obstetrik neonatal. Peningkatan Sarana dan Prasarana 1) Rancangan denah dan tata ruang maternal dan neonatal harus memenuhi beberapa persyaratan teknis sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1051/MENKES/SK/XI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 Jam di Rumah Sakit. e. 2. bidan dan perawat telah mengikuti pelatihan tim PONEK di rumah sakit meliputi resusitasi neonatus. c. Adanya dukungan semua pihak dalam tim pelayanan PONEK. dokter / petugas anestesi.BAB V MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN A. kegawat-daruratan obstetrik dan neonatus. dokter anak. b. antara lain dokter kebidanan. Persyaratan umum a. Persyaratan yang harus diperhatikan: 2) 23 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . dokter penyakit dalam. bidan dan perawat. Dokter.

ruangan berukuran 12 m . Kamar bersalin terletak sangat dekat dengan kamar neonatal. (j) (k) (l) 24 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . kala 2 dan kala 3 yang berarti setiap pasien diperlakukan utuh sampai kala 4 bagi ibu bersama bayinya secara privasi. Harus ada tempat untuk isolasi ibu di tempat terpisah. Selanjutnya bila diperlukan operasi. Tiap ibu bersalin harus punya privasi agar keluarga dapat hadir. Minimal 2 kamar bersalin terdapat pada setiap rumah sakit umum. Harus ada kamar mandi/toilet yang berhubungan dengan kamar bersalin. Bila tidak memungkinkan. upayakan tidak melintas pada ruang bersalin. Idealnya sebuah ruang bersalin merupakan unit terintegrasi: kala 1. maka diperlukan dua kamar kala 1 dan sebuah kamar kala 2. pasien akan dibawa ke kamar operasi yang berdekatan dengan kamar bersalin. Ruangan bersalin tidak boleh merupakan tempat lalu lalang orang. Bila kamar operasi juga ada dalam lokasi yang sama. 2 Luas minimal 6 m per orang. Kamar bersalin harus dekat dengan ruang jaga perawat (nurse station) agar memudahkan pengawasan ketat setelah pasien partus sebelum dibawa ke ruang rawat (post partum). untuk memudahkan transportasi bayi dengan komplikasi ke ruang rawat. 2 Paling kecil.a) Ruang Maternal (1) Kamar bersalin: (a) (b) (c) (d) (e) (f) (g) (h) (i) Lokasi berdekatan dengan kamar operasi dan IGD.

troli alat. jarak antar tempat tidur minimal 1 meter. (t) Kamar periksa/diagnostik harus mempunyai luas sekurang-kurangnya 2 11 m dan berisi: tempat tidur pasien/obsgin. penjahitan dan sebagainya. (p) Jumlah tempat tidur per ruangan maksimum 4 buah. Unit Perawatan Intensif/Eklampsia/Sepsis (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin. 2 (b) Paling kecil. USG mobile dan troli emergensi (u) Ada ruang perawat (nurse station). lemari. (x) Ruang tunggu bagi keluarga pasien. sedikitnya ada jarak antara ranjang satu dengan ranjang lainnya. 2 standar 8 m per tempat tidur (bed). (o) Pada ruang dengan banyak tempat tidur. atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. (v) Ruang isolasi bagi kasus infeksi perlu disediakan seperti pada kamar bersalin. lemari obat kecil. (d) Ruangan harus dilengkapi paling sedikit enam steker listrik yang dipasang dengan tepat untuk peralatan listrik. (c) Di ruang dengan beberapa tempat tidur. (n) Ruang tersebut terpisah dari fasilitas: toilet.(m) (2) Ruang postpartum harus cukup luas. lampu sorot. (s) Tiap pasien harus punya akses ke kamar mandi privasi tanpa ke koridor. kursi pemeriksa. (q) Tiap ruangan harus mempunyai jendela sehingga cahaya dan udara cukup. ruangan berukuran 18 m . kloset. 25 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . (r) Harus ada fasilitas untuk cuci tangan pada tiap ruangan. (w) Ruang tindakan operasi/kecil darurat/one day care: untuk kuret.

Area laktasi. (c) Harus ada tempat untuk isolasi bayi di tempat terpisah. Area pencucian incubator. (e) Ruang harus dilengkapi paling sedikit 6 steker yang dipasang dengan tepat untuk peralatan listrik. antara lain: Adanya pemisahan visual antara ruang bersalin satu dengan yang lainnya. Sarana. (d) Harus ada tempat untuk isolasi bayi di area terpisah. prasarana dan peralatan yang ada harus mempertimbangkan ergonomis dan kemudahan aksesibilitas bagi ibu hamil b. perlu mempertimbangkan kebutuhan bagi laki-laki dan perempuan. (2) (3) (4) Dalam rangka penyelenggaraan PONEK.b) Ruangan Neonatal (1) Unit Perawatan Intensif (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. 2 (b) Minimal ruangan berukuran 18 m . Unit Perawatan Khusus (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. Jenis Peralatan PONEK 1) 26 TI PERALATAN NEONATAL HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 2 Minimal ruangan berukuran 6 m . (c) Di ruangan dengan beberapa tempat tidur sedikitnya ada jarak antar ranjang. 2 Minimal ruangan berukuran 6-8 m . (d) Paling sedikit harus ada jarak antara inkubator dengan tempat tidur bayi. 2 (b) Minimal ruangan berukuran 12 m .

Infus Set 2. 3. Ekstraktor vakum delivery Inkubator baby Infant Warmer Forceps naegele AVM (Aspirasi Vakum Manual) Pompa vakum listrik Monitor denyut jantung/pernapasan 27 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Batre AA (cadangan) untuk bilah laringoskop . 5. 6.Naso gastric tube .Sodium bikarbonat 8.NaCL 0. 3. 2. 4.Gunting . 50 cc . Jmlh minimal 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Kotak Resusitasi berisi: . 1. 7.Bola lampu laringoskop cadangan . 3. 5. 10.Masker oksigen . 4. 20. 1.Ampul Epinefrin / Adrenalin . 8.Bola lampu laringskop ukuran dewasa .Pipa endotrakeal . 9.9% / larutan Ringer Asetat / RL . 10 Jenis Peralatan Inkubator baby Infant Warmer Pulse Oxymeter Neonatus Phototherapy Syringe Pump Infant resuscitation dan Emergensi Set CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) w/ Medical air Compressor Flow meter Infuse Pump Neonatus Resusitation and Emergensi Set 2) PERALATAN MATERNAL Jenis Peralatan Jmlh minimal 5 2 3 2 4 1 1 1 1 1 No.No.Kateter Vena .Kateter penghisap . 8.4% . 21/2.Bilah Laringoskop .Alat suntik 1. 5. 7. 6.Balon .Selang reservoar oksigen .Plester .MgSO4 .

BANK DARAH RUMAH SAKIT (BDRS) DAN UNIT TRANSFUSI DARAH DI RUMAH SAKIT Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) adalah salah satu instalasi di RS yang mempunyai peran sebagai penyedia darah transfusi yang aman (lulus skreening IMLTD) dengan tugas antara lain melakukan rekruitmen donor sukarela. melakukan seleksi donor. B. melakukan skreening terhadap penyakit Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD). atau profit center di RS karena pelayanan darah harus bersifat nirlaba 4) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah 28 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .9. Pembangunan Baru Pembangunan baru Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan darah di rumah sakit khususnya dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit pada umumnya. Acuan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1051/MENKES/SK/XI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 Jam di Rumah Sakit. 1. Persyaratan Umum Pembangunan fasilitas UTD di RS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Tidak terdapat UTD PMI yang dapat memasok kebutuhan darah aman di Rumah Sakit yang bersangkutan 2) Terdapat Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat 3) Tidak boleh dijadikan sumber PAD. Foetal Doppler Set Sectio Saesaria 1 1 3. memantau reaksi transfusi yang terjadi serta melakukan pencatatan dan pelaporan. crossmatch. melakukan penyadapan darah donor. 10. melakukan penyimpanan darah sebagai stock. a. mengirim darah transfusi yang telah aman ke bagian lain/ruangan lain atau Rumah Sakit lain yang membutuhkan. melakukan pemeriksaan golongan darah.

cuci Ruang penyimpanan darah Kamar mandi / WC (2 buah) Ruang jaga Ruang genset/gudang Lorong/Sirkulasi ruangan TOTAL LUAS luas : 9 luas : 9 m2 m2 luas : 7. Adapun luasan itu adalah: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) Ruangan pimpinan Ruang tunggu donor sukarela Ruang administrasi dan loket Ruang pemeriksaan/seleksi donor Ruang AFTAP Ruang pemulihan Ruang laboratorium & R.5 m luas : 8 m2 100 m2 Bila luas lahan tidak memungkinkan. Dalam rangka penyelenggaraan UTD di RS. perlu mempertimbangkan kebutuhan bagi laki-laki dan perempuan. 29 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Luas lahan dan bangunan dari UTD di RS didasarkan pada jenis pelayanan dan kegiatan yang dilaksanakan.5 m2 luas : 7.5) 6) 7) Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya Lokasi berada di tempat yang strategis bagi ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi Dalam melaksanakan perannya UTD RS harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dalam jejaring pelayanan darah Kabupaten/Kota serta merupakan bagian dari jejaring pelayanan darah provinsinya b. antara lain: Adanya pemisahan visual antara ruang penyadapan darah satu dengan yang lainnya 2) Denah dan tata ruang.5 m2 luas : 7.5 m2 luas : 10 m2 luas : 6 luas : 6 luas : 6 m2 m2 m2 luas : 16 m2 luas : 7. maka pembangunan disesuaikan dengan kondisi setempat dengan tetap memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan.

(5) ruang cuci. (2) ruang penyadapan darah. 4) Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya. a. 3) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah. (6) Kamar Mandi/WC. Persyaratan Umum Peningkatan kualitas UTD di RS yang telah ada mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Terdapat UTD di Rumah Sakit di lingkungan Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat. diantaranya: a) Bangunan berada dalam lingkungan/bangunan RS b) Bangunan minimal terdiri/memiliki beberapa ruangan antara lain: (1) ruang administrasi. (4) ruang penyimpanan darah dan reagen. d) Bangunan memiliki sistem limbah sesuai standar/dapat bergabung dengan limbah RS. atau profit center di RS karena pelayanan darah harus bersifat nirlaba. Peningkatan Kualitas UTD di RS Yang Telah Ada Peningkatan kualitas Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) ditujukan pada Rumah Sakit yang telah memiliki UTD dan telah berjalan. bertujuan khususnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan darah di rumah sakit dan meningkatkan mutu pelayanan secara keseluruhan di rumah sakit. 6) Dalam melaksanakan perannya UTD di RS harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dalam 30 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Adapun denah dan tata ruang UTD di RS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dari pelayanan kesehatan yang ada. (3) ruang laboratorium. 2. 2) Tidak boleh dijadikan sumber PAD.Rancangan denah dan tata ruang pada UTD di RS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. 5) Lokasi berada di tempat yang strategis bagi ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi. c) Bangunan memiliki sistem supply air yang cukup.

Adapun denah dan tata ruang UTD di RS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dari pelayanan kesehatan yang ada.5 m2 luas : 8 m2 100 m2 Bila luas lahan tidak memungkinkan.5 m2 luas : 9 m2 luas : 7. maka pembangunan disesuaikan dengan kondisi setempat dengan tetap memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan. (2) ruang penyadapan darah. Persyaratan Teknis 1) darah Kabupaten/Kota dari jejaring pelayanan serta darah Luas lahan dan bangunan Luas lahan dan bangunan dari UTD di RS didasarkan pada jenis pelayanan dan kegiatan yang dilaksanakan. Rancangan denah dan tata ruang pada UTD di RS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. 2) Denah dan tata ruang. b.jejaring pelayanan merupakan bagian provinsinya. diantaranya: a) Bangunan berada dalam lingkungan/bangunan RS b) Bangunan minimal terdiri/memiliki beberapa ruangan antara lain: (1) ruang administrasi. Adapun luasan itu adalah: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) Ruangan pimpinan Ruang tunggu Ruang administrasi dan loket Ruang pemeriksaan/seleksi donor Ruang AFTAP Ruang pemulihan Ruang laboratorium & R. (5) ruang cuci. (3) ruang laboratorium. Cuci Ruang penyimpanan darah Kamar mandi/WC (2 buah) Ruang jaga Ruang genset/gudang Lorong/Sirkulasi ruangan TOTAL Luas luas : 9 m2 luas : 7.5 m2 luas : 10 m2 luas : 6 m2 luas : 16 m2 luas : 6 m2 luas : 6 m2 luas : 7.5 m2 luas : 7. 31 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . (4) ruang penyimpanan darah dan reagen.

telah tersedia bangunan dan belum mendapat alokasi peralatan melalui APBN 2008. Bangunan memiliki sistem limbah sesuai standar/dapat bergabung dengan limbah RS.c) d) (6) kamar mandi/WC. 2) Khusus untuk UTD di RS yang didirikan melalui DAK 2008 di Rumah Sakit Kabupaten/Kota setempat. PEMENUHAN KEBUTUHAN PERALATAN UTD DI RS Agar Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) dapat beroperasi dengan peralatan yang memenuhi standar. Persyaratan Teknis 1) Peralatan dan bahan habis pakai untuk UTD di RS a) Peralatan Seleksi Donor dan IMLTD: : 1 unit :1 unit : 2 unit : 2 unit :2 unit : 2 unit : 2 unit : 1 unit : 1 unit : 1 unit 32 TI HUS AD (1) Hemoscale (2) Hemoglobinometer (3) Hand sealer (4) Tempat tidur donor (5) Stetoskop dewasa (6) Spygmomanometer air raksa (7) Timbangan badan b) Peralatan Penunjang Laboratorium (1) Plasma extractor (2) Dry incubator (3) Serological centrifuge Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 3) Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya. yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan darah di rumah sakit khususnya dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit pada umumnya maka perlu didukung dengan peralatan UTD di RS yang berkualitas dan memenuhi standar. a. Persyaratan Umum Pemenuhan kebutuhan peralatan UTD di RS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Diperuntukkan bagi pembangunan baru dan peningkatan kualitas/renovasi UTD di RS yang telah ada melalui DAK 2009 serta diperuntukkan pula bagi UTD di RS yang didirikan melalui DAK 2008. Bangunan memiliki sistem supply air yang cukup. 3. b.

beker glass. gelas melamin.) c) d) e) f) Distribusi Cool box (1) untuk mobile unit (25-50 ktg) : 2 unit (2) untuk ruangan (2-5 ktg) : 2 unit Penyimpan Reagen dan Darah (1) Blood bank refrigerator : 1 unit (2) Medical refrigerator : 1 unit Bahan Habis Pakai (1) Kantong darah Single bag 250 ml/350ml : sesuai kebutuhan Transfer bag : sesuai kebutuhan (2) Reagen Anti-HCV : 1 paket HbsAg : 1 paket Golongan darah ABO. object glas.5 lt bayclin dan 10 botol 1 lt resiguard) Aquabidest : 1 paket Peralatan kantor : 1 paket (Paket terdiri: meja kantor.(4) (5) Serological rotator Adjustable M/C Micropipete Ukuran 5 – 50 μl Ukuran 50 – 200 μl : 1 unit : 1 unit : 1 unit (6) (7) (8) Mikroskop binokuler elektrik : 1 unit Peralatan pemeriksaaan uji saring metode gel test / mikroplate : 1 unit Peralatan laboratorium lain : 2 paket (Pasteur pipet plastic. klem lab. micro pipet yellow tipe. lab jas. hematokrit tube. labu semprot. komputer.9 % : 1 paket Cairan desinfectant : 1 paket (berisi 10 botol) 0. white board. berdasarkan pada Harga Standar Bangunan dan Gedung 33 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Catatan: Pengalokasian anggaran pembangunan dan peningkatan kualitas UTD di RS yang telah ada (renovasi gedung UTD di RS). kursi kantor). baskom cuci. printer. meja komputer. gunting stainless steel. Rhesus dan Uji silang metode 3 fase dengan bovine Albumin 22% dan coomb serum : 1 paket Sifilis : 1 paket (3) Reagen untuk pemeriksaan uji saring Metode gel test/mikroplate : 1 paket HIV/AIDS : 1 paket Larutan CuSO4 dengan BJ 1. tabung ukuran 5 mm.053 : 1 paket NaCl 0. Mengingat pelayanan darah mempunyai resiko cukup tinggi. maka peralatan UTD di RS harus memiliki kualitas tinggi dengan jaminan purna jual minimal 3 tahun. blood grouping plate. tabung ukuran 12 x 75 mm. sarung tangan. rak tabung.

Negara (HSBGN) yang dikeluarkan oleh PU tahun 2006 dan revisinya. Pada beberapa Kabupaten/Kota yang tidak terdapat alokasi HSBGN dari PU, masih merupakan harga perkiraan berdasarkan pada Kabupaten/Kota terdekat. Luas ruang dan denah UTD di RS mengikuti standar yang telah dibuat pada petunjuk teknis DAK. Apabila lahan yang tersedia terbatas, maka dapat menyesuaikan pada keadaan rumah sakit di masing-masing kabupaten/kota, tetapi tetap mengikuti prinsip standar tata ruang.

4.

BANK DARAH RUMAH SAKIT Sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dalam peningkatan kualitas dan akses pelayanan darah seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 423/MENKES/SK/IV/2007 tentang Kebijakan Peningkatan Kualitas dan Akses Pelayanan Darah, setiap RS harus memiliki Bank Darah Rumah Sakit. BDRS adalah sebagai pelaksana dan penanggung jawab pemenuhan kebutuhan darah di rumah sakit sebagai bagian dari pelayanan rumah sakit secara keseluruhan bekerjasama dengan UTD setempat sebagai pemasok darah yang aman. a. Persyaratan Umum Pembangunan fasilitas BDRS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut 1) Terdapat UTD PMI yang dapat memasok kebutuhan darah aman di Kabupaten/Kota setempat. 2) Terdapat Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat. 3) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah. 4) Ada komitmen daerah untuk membantu operasionalisasi dan pemeliharaan BDRS melalui APBD. b. Persyaratan teknis 1) Luas ruang Luas ruang BDRS didasarkan pada jenis ruang kegiatan yang dilaksanakan. Adapun luasan itu adalah:
a) Ruang administrasi dan loket penerimaan sampel darah

34

TI

HUS

AD

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

Luas : 5 m2 b) c) d) e) f) g) h) Ruang laboratorium Ruang penyimpanan darah Ruang kepala BDRS & Ruang rapat Ruang jaga petugas Ruang gudang Ruang kamar mandi/WC Lorong Total Luas Luas : 9 m2 Luas : 6 m2 Luas : 6 m2 Luas : 5 m2 Luas : 3 m2 Luas : 3 m2 Luas : 3 m2 40 m2

2)

3)

Denah dan tata ruang Rancangan denah dan tata ruang pada BDRS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. Adapun denah dan tata ruang BDRS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dai pelayanan kesehatan yang ada, diantaranya: a) Bangunan berada di dalam lingkungan/bangunan RS. b) Lokasi berada di tempat yang strategis dan mudah dijangkau dari ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi. 2 c) Luas minimal 40 m dengan cahaya dan ventilasi yang cukup serta ber AC, termasuk ruang administrasi secara terpisah. d) Fasilitas air mengalir & listrik yang memadai, genset atau UPS yang mampu mem back up refrigerator agar stabilitas suhu tetap terjaga. e) Tersedia 2 bak cuci yang terdiri dari bak cuci tangan dan bak cuci alat. f) Lantai ruangan ada tanpa sambungan (vinyl), sudut lantai melengkung. Peralatan BDRS (minimal)
a) b) c) d) e) f) g) h) Blood bank refrigerator 1 unit Serological centrifuge 2 unit Serological rotator 1 unit Dry incubator 1 unit Microskop binokuler 1 unit Plasma extractor 1 unit Set peralatan uji silang serasi dengan metode gel Peralatan laboratorium lainnya 1 paket (pasteur pipet plastic, set alat pemeriksaan uji silang serasi dengan metode gel test, labu semprot, rak tabung, tabung uk 12 x 75 mm, tabung uk 5 ml, hematokrit tube, beker glass, blood grouping plate, baskom cuci, gelas melamin, gunting stainless

35

TI

HUS

AD

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

i) j)

steel, klem lab, korentang, sarung tangan, jas laboratorium dan kacamata pelindung, object glass, timer, mikro pipete yellow tipe). Cool box kapasitas 3 – 5 kantong darah 3 unit Bahan habis pakai coombs control cell 1 vial NaCl 0,9% 25 vial (@500ml Reagen golongan darah ABO, Rhesus dan Uji silang metode 3 fase dengan bovine albumin 22%dan coomb serum 10 vial (@10cc) Reagen untuk pemeriksaan uji sarimetode gel test /mikroplate : 1 paket Cairan desinfectant : 1 paket

4)

Perlengkapan administrasi a) Meja tulis dan kursi. b) Mesin ketik. c) Komputer dan printer. d) Lemari arsip. e) Telepon + Fax.

C.

PENINGKATAN FASILITAS INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT 1. Persyaratan Umum Peningkatan fasilitas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit, adalah Rumah Sakit Umum atau Rumah Sakit Khusus milik pemerintah daerah (Provinsi atau Kabupaten/Kota) yang telah memberikan usulan pada Rapat Konsultasi Teknis (Rakontek) DAK Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik, dengan mempertimbangkan data sebagai berikut: Kelas Rumah Sakit. Jenis Rumah sakit (RS Khusus/Umum). Jumlah tempat tidur Rumah Sakit. Jenis Menu yang diusulkan (untuk bangunan fisik saja, alat saja atau keduanya). Sudah pernah atau belum memperoleh alokasi DAK untuk menu IGD RS. 2. Persyaratan Teknis Peningkatan fasilitas Instalasi Gawat Darurat RS mengacu pada SK Menteri Kesehatan No. 856/MENKES/SK/IX/2009 tentang Standar Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit, dan disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan dana dengan prioritas sebagai berikut:

36

TI

HUS

AD

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

NO A. KHUSUS 3 EKG Alat yang berfungsi untuk membantu menegakkan diagnosa adanya potensi atau kelainan ritme jantung yang mengancam jiwa. Alat-alat tersebut sangat penting sebab alat tersebut sangat dibutuhkan untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi diagnosa 37 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . alat ini juga dipergunakan untuk memberikan penerangan pada saat melakukan tindakan. DIAGNOSA UMUM JENIS ALAT Kit pemeriksaan sederhana 1 Minimal berisi Tensimeter. Selain untuk diagnosa. dll Dengan prioritas pada alat yang yang sifatnya mobile 2) Jenis peralatan diprioritaskan adalah medis sebagai berikut: FUNGSI ALAT KET. psikiatri.a. Tonge Spatula dan Opthalmoskop. reflex Hammer. Stetoskop. menangani. Thermometer. Examination lamp 2 Alat bantu penerangan untuk pemeriksaan Membantu Menegakkan diagnosa dengan cepat untuk mengetahui problem kegawatdaruratan yang dialami oleh penderita. Pengadaan Peralatan Kesehatan 1) Alat kesehatan yang dapat digunakan untuk mendiagnosa. monitor dan mengevakuasi (proses rujukan) serta alat medis pendukung untuk penanggulangan penderita gawat darurat: a) Trauma (Bedah) b) Non Trauma: (1) Kegawat daruratan Jantung (2) Kegawatdaruratan Penyakit dalam (3) Kegawatdaruratan Kebidanan (4) Kegawatdaruratan Anak dan neonatus (5) Kegawatdaruratan Neurologi. Alat yang berfungsi untuk membantu melakukan initial assessment dan sekunder assessment pada kasus gawat darurat.

38 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . serta memberikan cepat bantuan napas secara manual yang sifatnya non invasif s/d invasif berbagai ukuran (untuk dewasa-anak bayi/neonatus) Alat tersebut harus tersedia di IGD mengingat sumbatan jalan Dengan merupakan ini penyebab alat maka napas pengukuran kadar Glukosa kematian tercepat. darah pasien Hiper/Hipo glikemia bisa cepat diketahui 10 Oksigen Consentrator Alat yang dapat menjamin ketersediaan oksigen medis dengan mengambil udara luar untuk dipurifikasi Alat tersebut sangat penting mengingat seringnya terjadi kehabisan oksigen medis di IGD 11 Nebulizer Alat yang sifatnya non invasif yang dapat memberikan cairan obat ke dalam paru-paru Alat yang dapat memberikan pernapasan bantuan dengan kontrol elektrik yang sifatnya mobile Biasanya digunakan untuk pasien sesak napas akibat asma atau sesak lainnya Alat tersebut sangat dibutuhkan untuk menangani sesak napas yang berat seperti flu burung dan karena sifatnya mobile dapat digunakan selama dalam transportasi dalam rujukan pasien 12 Ventilator transport CIRCULATION 13 Minor surgery set Alat yang dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan dan menangani luka Alat yang dapat digunakan untuk memberikan cairan. terutama paru-paru dan tulang. anestetic regional intravena dengan tingkat akurasi yang tinggi Alat-alat tersebut juga dapat digunakan untuk bedah minor yang lain 14 Siringe pump 15 Infusion pump . membersihkan Alat mempertahankan jalan dan yang dapat mengukur kadar gula darah dengan napas. Dengan bentuk yang mobile sangat memudahkan untuk dipindahkan dan mengambil foto Ro penderita dengan mudah 5 TINDAKAN: Doppler B. antibiotik. AIRWAY 7 6 8 Emergency Resuscitation kit Glukometer with stick Suction Pump 9 Neck Collar BREATHING Alat yang dapat membantu mendeteksi bunyi detak jantung janin (untuk diagnosa gawat darurat Alat membantu janin) untuk membuka.4 Mobile X Ray Alat yang dapat memberikan gambaran bagian dalam tubuh.

MONITOR 16 17 Pulse Oksimeter Vital sign/ monitor Bed Side Alat untuk memonitor kondisi pasien gawat darurat yang sedang diobservasi intensif (alat sederhana dan yang komplit) Dapat berfungsi juga untuk memantau perkembangan terapi D. pemotongan saat pembedahan Alat ini juga dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan 39 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . berfungsi tindakan 22 23 Partus set Vacuum set Alat untuk membantu persalinan normal Alat yang dapat digunakan untuk membantu mengeluarkan bagian kepala bayi yang tidak dapat dikeluarkan dengan proses persalinan normal Alat yang dapat digunakan untuk tindakan kuretase Alat yang dapat digunakan untuk melakukan operasi cesar 24 25 Kuret Set Sectiosesarian set BEDAH 26 Electrosurgical cauter Alat yang berfungsi untuk melakukan penyayatan.C. kecepatan dalam memberikan DC Shock) sangat menentukan hasil akhir penanganan ANAK –NEONATUS 19 Infant Warmer Alat yang berfungsi untuk memberikan kondisi suhu dan kelembaban yang terkontrol. GAWAT DARURAT KHUSUS JANTUNG 18 Defibrilator Alat yang dapat mengatasi gangguan ritme jantung Pada kasus VT/VF (serangan jantung. Infat warmer berupa selimut sehingga dapat dipasang sambil melakukan tindakan seperti saat RJP 20 Inkubator KEBIDANAN 21 Meja Ginekologi Meja yang dapat untuk melakukan kebidanan.

RS Paru. RS Orthopedi dan lain-lain atau di rumah sakit umum (RSU) yang mengembangkan 40 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . mengingat banyaknya kasus gawat darurat yang butuh operasi segera (cito operasi) 28 Lampu operasi mobile Alat bantu penerangan saat operasi. dengan pertimbangan: Alat tersebut sudah terpenuhi Pada rumah sakit khusus (RSK) seperti RS Jiwa.dengan frekwensi tinggi dan efek thermal 27 Meja Operasi Alat untuk mensupport pasien saat operasi sehingga mendapatkan posisi yang tepat sesuai kebutuhan tindakan Alat untuk pembedahan yang bisa di akses 24 jam harus tersedia di rumah sakit. tidak menimbulkan panas dan mudah dipindahkan Alat untuk melakukan tindakan pembiusan total Instrument yang dapat digunakan untuk operasi besar 29 30 Mesin Anestesia Major Surgery set TINDAKAN KHUSUS LAINNYA 31 THT Set Instrumen yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan gawat darurat pada THT Alat bantu penerangan yang dipasangkan pada kepala Sering digunakan untuk mengeluarkan Corpus Alienum 32 Head Lamp Sering digunakan pemeriksaan THT pada E. RS Kusta. PERALATAN MEDIS PENDUKUNG 33 34 Emergency Strecher Sterizator Alat untuk memindahkan pasien dari UGD keruangan Alat untuk peralatan bedah mensterilkan 3) Rumah sakit dapat mengusulkan prioritas alat kesehatan lainnya di luar point b) dan SK Menteri Kesehatan No. 856/Menkes/SK/IX/2009 tentang Standar Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit. RS Ibu dan Anak.

Area dekontaminasi ditempatkan di depan / di luar IGD atau terpisah dengan IGD. dapat menampung korban bencana sesuai dengan kemampuan RS. h. Pintu IGD harus dapat dilalui oleh brankar. f. Memiliki area khusus parkir ambulans yang bisa menampung lebih dari 2 ambulans (sesuai dengan beban RS) g. b. j. i. 2. Ruang triase harus dapat memuat minimal 2 (dua) brankar. Pembangunan/Penyesuaian Bangunan IGD Rumah sakit dapat melakukan pembangunan baru atau penyesuaian bangunan IGD sehingga memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. k. mudah dijangkau oleh masyarakat dengan tanda–tanda yang jelas dari dalam dan dari luar Rumah sakit. c. Jika terdapat pertimbangan khusus lain maka rumah sakit dapat mengusulkan peralatan penunjang lainnya dalam mendukung pelayanan gawat darurat di Rumah Sakit. Lokasi Gedung harus berada di bagian depan RS. 41 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . d. e.4) program unggulan tertentu dalam jenis pelayanan gawat darurat. Ambulans/kendaraan yang membawa pasien harus dapat sampai di depan pintu yang areanya terlindung dari panas dan hujan (catatan: untuk lantai IGD yang tidak sama tinggi dengan jalan ambulans harus membuat ramp). Harus mempunyai pintu masuk dan keluar yang berbeda dengan pintu utama (alur masuk kendaraan/pasien tidak sama dengan alur keluar) kecuali pada klasifikasi IGD level 1 dan 2. Memiliki ruang untuk istirahat petugas (dokter dan perawat). mudah dibersihkan dan memudahkan kontrol kegiatan oleh perawat kepala jaga. Harus mempunyai ruang tunggu untuk keluarga pasien. Susunan ruang harus sedemikian rupa sehingga arus pasien dapat lancar dan tidak ada “cross infection”. Luas bangunan IGD disesuaikan dengan beban kerja RS dengan memperhitungkan kemungkinan penanganan korban massal / bencana. misalnya Generator Set untuk Instalasi Gawat Darurat untuk menjamin ketersediaan listrik selama melakukan berbagai tindakan kegawatdaruratan di IGD.

2. Luas Lahan dan Tata Ruang Bangunan Pembangunan/rehabilitasi ruang rawat inap kelas III RS harus memperhatikan fungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan serta alur pelayanan untuk kelancaran dalam pelayanan pasien. dan e) Sudah pernah atau belum pernah RS memperoleh alokasi DAK untuk menu fasilitas tempat tidur kelas III RS. Persyaratan Teknis a. d) Jenis menu yang diusulkan oleh RS ke Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik (untuk tempat tidur set kelas III saja. Persyaratan Umum Masih tersedianya lahan untuk peningkatan fasilitas tempat tidur kelas III RS. berisi 8 (delapan) set tempat tidur yang dilengkapi fasilitas penunjang antara lain: selasar. atau kedua-duanya). 1. Bila direncanakan membangun/merehabilitasi lebih dari 4 (empat) ruang rawat inap kelas III. Oleh karena itu setiap pembangunan/rehabilitasi ruang rawat inap kelas III yang baik. b) Rasio tempat tidur yang dipergunakan untuk kelas III dibandingkan dengan total tempat tidur RS. 2 (dua) kamar mandi. Adapun contoh ukuran luas ruangan bangunan tersebut di atas adalah sebagai berikut: 1) 8 x 9 m2 = 72 m2 2 x 3 m2 = 12 m2 8 x 2. 2 (dua) wastafel serta 2 (dua) ceiling fan.D. maka perlu dibangun 1 (satu) ruang perawat (Nurse Station) yang dilengkapi dengan ruang-ruang pendukungnya. PENINGKATAN FASILITAS TEMPAT TIDUR KELAS III RUMAH SAKIT RS yang mendapatkan paket peningkatan fasilitas tempat tidur kelas III adalah Rumah Sakit milik pemerintah daerah provinsi maupun milik pemerintah daerah Kabupaten/Kota yang melaksanakan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan memberikan usulannya ke Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik dengan mempertimbangkan: a) Bed Occupancy Rate (BOR) kelas III RS.5 m2= 20 m2 104 m2 42 TI HUS AD Ruang Rawat Inap Kelas III Ruang rawat inap kelas III 2 kamar mandi @ Selasar Total luas bangunan yang dibutuhkan 2) Ruang Perawat (Nurse Station) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . pada setiap pembangunan/rehabilitasi 4 (empat) ruang rawat inap (dengan jumlah tempat tidur 32) atau kelipatannya. atau untuk bangunan fisik ruang rawat inap kelas III saja. c) Jumlah tempat tidur yang digunakan untuk kelas III RS.

rumah sakit dapat mengadakan peralatan kesehatan lainnya untuk mendukung pelayanan kesehatan di ruang rawat inap kelas III. c) Atap dari genting dengan plafon. 3) Peralatan kesehatan Peralatan kesehatan yang ada pada setiap ruang rawat inap kelas III RS berisi 8 set tempat tidur. maka pembangunan/rehabilitasi tersebut disesuaikan dengan kondisi setempat dan tetap memperhatikan acuan ketentuan pembangunan ruang pelayanan kesehatan. bantal dan guling).1 Ruang kerja perawat 1 Ruang istirahat petugas 1 Kamar mandi petugas Total luas bangunan yang dibutuhkan 3 x 3 m2 = 9 m2 3 x 3 m2 = 9 m2 2 x 1. Misalnya pengadaan tempat tidur ginekologi untuk bangsal kandungan dan kebidanan kelas III. e) Kamar mandi berlantai keramik kasar (tidak licin) dilengkapi 1 bak mandi. d) Dengan pertimbangan khusus. d) Ruang kerja perawat dilengkapi dengan 1 buah wastafel dari keramik serta 1 buah kran dan saluran pembuangan. dilengkapi 1 bak mandi dan 1 closet duduk.5 m2 = 3 m2 = 21 m2 b. Spesifikasi Teknis Bangunan 1) Ruang Rawat Inap Kelas III a) Lantai terbuat dari keramik kualitas satu (KW–1). 43 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . e) Kamar mandi berlantai keramik kasar (tidak licin). b) 1 buah nakas. di mana setiap set tempat tidur terdiri dari: a) 1 buah tempat tidur dengan kelengkapannya (matras. c) Atap dari genting dengan plafon. d) Ruang rawat inap dilengkapi dengan 2 buah wastafel dari keramik serta 2 buah keran dan saluran pembuangan. Apabila luas lahan yang dimiliki Rumah Sakit terbatas. c) 1 buah tiang infus. 1 closet duduk dan 1 gantungan infus. b) Dinding tembok ½ bata berplester dan dicat. 2) Ruang Perawat (Nurse Station) a) Lantai terbuat dari keramik kualitas satu (KW–1) b) Dinding tembok ½ bata berplester dan dicat.

kimia klinik dan urinalisis di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berfungsi untuk meningkatkan pelayanan melakukan pemeriksaan laboratorium kimia klinik.Adapun persyaratan teknis peralatan kesehatan tersebut harus memenuhi seluruh kriteria di bawah ini: a) Berkualitas b) Kebutuhan dan pemanfaatannya sesuai dengan situasi dan kondisi setempat c) Keamanan d) Kenyamanan e) Kemudahan dalam pengoperasionalan/pemakaian f) Kemudahan dalam pemeliharaan g) Kemudahan dalam perbaikan E. hematologi dan urinalisis dalam rangka menunjang diagnosis penyakit sebagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat maupun perorangan di wilayahnya. Adapun peralatan laboratorium kesehatan diprioritaskan adalah sebagai berikut: No Jenis Peralatan Jumlah Minimal 1 Hematology Analyzer 1 2 Clinical Chemistry Analyzer 1 3 Urine Analyzer 1 44 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . rencana pengobatan dan rencana terapi di bidang hematologi. PENGADAAN PERALATAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM KLINIK DI LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA Pengadaan peralatan pemeriksaan hematologi. sentrifus dan generator set untuk menjamin kelancaran selama melakukan pemeriksaan spesimen. misalnya pipet otomatis. 1267/MENKES/SK/XII/2004 tentang Standar Pelayanan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan disesuaikan dengan kebutuhan serta ketersediaan dana dengan prioritas sebagai berikut: Alat laboratorium kesehatan dapat digunakan untuk mendukung menentukan diagnosis. maka Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat mengusulkan peralatan penunjang lainnya dalam mendukung pelayanan pemeriksaan laboratorium kesehatan. kimia klinik dan urinalisis. Peningkatan pelayanan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota salah satunya melalui peningkatan fasilitas peralatan laboratorium sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No. Bila terdapat pertimbangan khusus lainnya.

tapi dalam keadaan rusak. b. Tersedia ruang untuk pemeriksaan hematologi. kimia klinik dan urinalisis. Acuan a. d. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Tahun 2003. Persyaratan Umum a. 3. F. b. c. Buku Petunjuk Pemeriksaan Hematologi (Otomatik). Hal ini dilakukan untuk melindungi kualitas lingkungan sekitar dari kegiatan RS agar tidak terjadi bahaya infeksi nosokomial. Tersedianya sumber daya manusia yang mampu melaksanakan pemeriksaan hematologi. Memiliki serta sarana dan prasarana pendukung pemeriksaan sesuai standar dalam rangka pengembangan pelayanan laboratorium. Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang belum mempunyai peralatan. Jumlah dan jenis alat disusun berdasarkan usulan dan identifikasi fasilitas peralatan yang ada di daerah. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1267/MENKES/SK/XII/2004 tentang Standar Pelayanan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DAN PENGADAAN PERALATAN PENDUKUNGNYA DI RUMAH SAKIT PEMERINTAH DAERAH Penyediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Pengadaan Peralatan Pendukungnya Di Rumah Sakit Pemerintah Provinsi. kimia klinik dan urinalisis. d. c. Persyaratan Teknis a. b.1. Layanan purna jual alat menjamin ketersediaan spare part dan reagen. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 298/MENKES/SK/III/2008 tentang Pedoman Akreditasi Laboratorium Kesehatan. 2. Adanya jaminan/garansi alat tersebut. 45 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 364/MENKES/SK/III/2003 tentang Laboratorium Kesehatan d. c. Kabupaten/Kota dari Dana Alokasi Khusus dimaksudkan untuk menjamin keamanan kualitas lingkungan khususnya air limbah dari hasil kegiatan rumah sakit terhadap masyarakat sekitarnya. Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang sudah mempunyai peralatan.

c. biologis maupun kimiawi. Persyaratan Umum Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah dan peralatan pendukung untuk Rumah Sakit Pemerintah Provinsi. Peralatan pendukung adalah peralatan yang berfungsi mendukung dan memperlancar proses pengolahan air buangan baik pengolahan secara fisik. pemadatan dan pematangan tanah). Mengetahui dan memahami kapasitas dan jenis IPAL serta peralatan pendukung yang dibutuhkan. Hal ini dituangkan dalam master plan. mempunyai sertifikat tanah. 1. pertimbangan operasional serta kondisi dan letak geografis/topografi daerah. 2 b. Rumah Sakit tersebut belum mempunyai IPAL atau sudah mempunyai IPAL sebelum tahun 1985 dan rusak. unit cost masing-masing daerah (lokasi rumah sakit berada) ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit dengan rekomendasi Dinas PU Pemda setempat diketahui oleh Bupati/Walikota. Perencanaan Detail Engineering Design (DED) IPAL dan jaringannya serta RAB. Persyaratan Teknis a. Luas lahan dan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit berupa jumlah tempat tidur dan data pemakaian rata-rata air bersih per bulan. Kabupaten/Kota. 46 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Kabupaten/Kota dengan prioritas: a.Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berfungsi untuk mengolah air buangan yang berasal dari kegiatan yang ada di Rumah Sakit agar memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. Perhitungan pengadaan IPAL Peralatan pendukung Instalasi Pengolahan Air Limbah/Limbah Cair dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. sudah dilakukan perataan. Mempunyai lahan siap bangun seluas minimal 100 m (lahan tidak dalam sengketa. Membuat surat pernyataan kesanggupan membiayai Pelaksanaan Operasional Dan Pemeliharaan yang b. yang merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. 2. Perencanaan Detail Engineering Design (DED) IPAL dan jaringannya serta RAB. c. unit cost masing-masing daerah (lokasi rumah sakit berada) tersebut dibiayai dari APBD Provinsi. Pembuatan master plan.

blower dan ruang operator 6) Finishing IPAL 7) Pekerjaan equipment. Membuat surat pernyataan kesanggupan menjaga agar efluen air limbah yang keluar dari instalasi tersebut memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. Komponen yang bisa dicakup dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah: Pekerjaan Konstruksi IPAL meliputi: 1) Pekerjaan persiapan: bouplank. e. Semua air limbah rumah sakit dialirkan ke IPAL. Untuk itu. dengan kapasitas daya minimal serta pemasangan peralatan listrik lainnya. pemeliharaan. g.d. yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota setelah Pekerjaan Pembangunan selesai. Produksi Makanan Rumah Sakit. 8) Pagar Pelindung lokasi IPAL 9) Jaringan Air Limbah dan Bak Pengumpul 47 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . mekanikal dan elektrikal antara lain pemasangan blower dan pompa. direksi kit. Membuat surat pernyataan kesanggupan membiayai uji laboratorium lingkungan terhadap influen dan efluen air limbah yang masuk dan keluar dari instalasi tersebut yang ditandatangani oleh Direktur RS dan diketahui oleh Bupati/Walikota selama minimal 4 bulan sekali dan melaporkannya ke Kementerian Kesehatan. ditandatangani oleh Direktur RS dan diketahui oleh Bupati/Walikota setelah Pekerjaan Pembangunan selesai. f. acian IPAL dan water proofing 5) Fasilitas IPAL antara lain ruang panel. pembuatan panel listrik. 2) Jauh dari area pemukiman masyarakat sekitar. dan keamanan limbah. kecuali air limbah dari ruang laboratorium. mobilisasi 2) Pekerjaan struktur pondasi 3) Pekerjaan konstruksi IPAL 4) Plester. laundry dan instalasi gizi/dapur harus dilakukan pengolahan pendahuluan (pre treatment) terlebih dahulu sebelum dialirkan ke IPAL. dan Ruang Laboratorium. Rencana peletakan IPAL agar memperhatikan denah tata ruang di RS agar memudahkan operasional. hendaknya instalasi bangunan diletakkan dengan persyaratan lokasi sebagai berikut: 1) Jauh dari Area Ruang Pelayanan Medik dan Perawatan. h.

Disarankan pihak RS mencari referensi dengan peninjauan ke RS yang telah memakai produk teknologi IPAL yang terbukti minimal 3 tahun effluentnya masih memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 Tahun 1995 dengan dibuktikan dengan hasil uji laboratorium lingkungan (yang terakreditasi) terhadap influent dan effluent air limbah. 2) Mengurus dan membuat surat Ijin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) untuk IPAL RS ke Badan Lingkungan Hidup setempat. Acuan a.i. Pemilihan jenis dan kualitas instalasi bangunan pengolahan air limbah dilakukan oleh Pihak Rumah Sakit. Pemerintah Daerah dan Pihak Rumah Sakit harus menyediakan dana untuk tenaga operator dan biaya operasional lainnya Penyedia produk teknologi IPAL wajib: 1) Memberi training operator IPAL RS. 3. Dalam pemilihan kualitas instalasi bangunan harus memperhatikan: 1) Kekuatan konstruksi bangunan 2) Teknologi IPAL yang dipilih harus sudah terbukti efluen (keluaran) air limbah hasil pengolahannya telah memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. k. 3) Teknologi IPAL yang dipilih harus mudah dalam pengoperasian dan pemeliharaan oleh operator 4) Mudah mencari suku cadangnya 5) Mempertimbangkan bentuk konstruksi IPAL yang bisa dipindah (moveable) untuk RS yang akan ada rencana perluasan lahan atau relokasi. j. 48 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

BAB VI MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN Penyediaan dan pengelolaan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan adalah bagian dari upaya untuk peningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar. Kecacingan. Meliputi obat generik. terutama untuk pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal. Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1. perbaikan status gizi masyarakat. Antraks. perbekalan kesehatan. Tuberkulosis. ISPA dan lain-lain) serta Program Gizi dan Kesehatan Ibu Anak (KIA) dari yang telah disediakan melalui APBN Kementerian Kesehatan RI.A. Frambusia. A. reagensia dan vaksin skala Kabupaten/Kota (di luar imunisasi dasar) yang digunakan untuk pelayanan kesehatan dasar (PKD) (termasuk Bufferstock Kabupaten/Kota) serta kekurangan obat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Program Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) (Malaria. pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. Penyediaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan dalam DAK Bidang Kesehatan TA 2011 Subbidang Pelayanan Kefarmasian dipergunakan sesuai dengan menu Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan yang terdapat dalam Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan T. 49 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 2011 dan apabila telah dipenuhinya kebutuhan akan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan di masing-masing b. terpencil. serta secara tidak langsung mendukung pelayanan kesehatan sekunder dan tersier dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak. Filariasis. Diare. perbatasan dan kepulauan serta daerah bermasalah kesehatan. c. Menu DAK Subbidang Pelayanan Kefarmasian Tahun 2011 ditujukan untuk mendukung pencapaian ketersediaan obat terutama obat generik dan vaksin di Kabupaten/Kota. Pes. Persyaratan Umum a. Kusta. Alokasi berdasarkan biaya minimal perkapita obat penduduk miskin kuota Jamkesmas di Kabupaten/Kota dan biaya perkapita obat bagi seluruh penduduk Kabupaten/Kota.

Pengalihan alokasi di dalam sub bidang pelayanan kefarmasian sebagaimana butir (c) harus mendapatkan persetujuan Menteri Kesehatan c. Proses penyediaan dan penentuan harga Obat dan Perbekalan Kesehatan agar memperhatikan dan mengacu pada: SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Obat Generik. Dalam pemenuhan kebutuhan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan. d. 50 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . SK Menteri Kesehatan RI tentang harga Serum dan Vaksin b. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. daerah melakukan berdasarkan metode konsumsi. kecuali Kepala Puskesmas mengajukan usulan kebutuhan obat di luar DOEN dan mendapatkan persetujuan Kepala Dinas Kesehatan. Kabupaten/Kota selama 18 bulan dapat diperkenankan pengalihan alokasi anggaran Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan ke kegiatan lainnya dengan catatan masih dalam satu subbidang pelayanan kefarmasian dan dilaksanakan sesuai Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan TA 2011. reagensia dan vaksin di luar imunisasi dasar hasil penelahaan daerah yang dipergunakan hanya untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan Puskesmas Perawatan. c. reagensia dan vaksin skala Kabupaten/Kota (di luar imunisasi dasar) mengacu pada Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN). perbekalan kesehatan. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional serta distribusi obat dan perbekalan kesehatan. f. Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan ditujukan untuk obat generik. penelaahan terhadap penyakit menular atau tidak menular yang memiliki angka kesakitan (morbiditas) dan atau angka kematian (mortalitas) yang tinggi. e. Membuat usulan Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan yang sesuai daftar obat Pelayanan Kesehatan Dasar dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Pemilihan jenis obat.d.q. Persyaratan Teknis a. Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. perbekalan kesehatan. e. SK Menteri Kesehatan RI Tentang Harga Alkes yang berfungsi sebagai obat. serta Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan perihal Daftar Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. 2.

SK Menkes RI tentang Harga Perbekalan Kesehatan dan Obat Gigi dan peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. 2) Mempunyai lahan yang matang/telah siap bangun (pembebasan. Persyaratan Umum a. 2) Membuat usulan pembangunan dengan melampirkan 2 master plan. SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Pengadaan Obat anti Tuberculosis-FDC. Perluasan Instalasi Farmasi Perluasan Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota diperuntukkan bagi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota yang memiliki luas penyimpanan kurang dari standar minimal penyimpanan (<500 2 m ). Pembangunan Baru Instalasi Farmasi 1) Kabupaten/Kota yang belum memiliki Instalasi Farmasi. Rehabilitasi Instalasi Farmasi Kebutuhan akan rehabilitasi Instalasi Farmasi diperuntukkan bagi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota yang mengalami kerusakan sedang atau berat yang spesifikasinya telah ditentukan oleh instansi berwenang. B. sertifikat tanah. Pembangunan Baru Instalasi Farmasi 1) Luas lahan dan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berupa volume obat dan perbekalan kesehatan 2 yang akan disediakan (minimal luas lahan 700 m dan 2 minimal luas bangunan 500m ). c. b. d. Persyaratan Teknis a. Unit cost masing-masing daerah ditetapkan oleh Dinas PU Pemda setempat dan ditandatangani oleh 51 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional dan pemeliharaan Instalasi Farmasi. Pembangunan Baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota 1. 2. pematangan lahan (pemerataan dan pemadatan) merupakan tanggung jawab 2 pemerintah daerah) dengan luas minimal 700 m . SK Menkes RI tentang Pedoman Teknis Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar. gambar/blok plan.program Imunisasi. unit cost (per m ) dan RAB.

Rehabilitasi dan Perluasan Instalasi Farmasi 1) Rehabilitasi dan Perluasan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berupa luas dan volume obat dan perbekalan kesehatan dari perbekalan kesehatan yang harus disediakan. Membuat usulan rehabiltasi dan perluasan pembangunan dengan melampirkan master plan. Proses pengadaan rehabilitasi dan perluasan bangunan harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. Denah rehabilitasi dan perluasan rencana tata ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan serta mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota. b. Proses pengadaan pembangunan harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. Denah tata ruang Rencana tata ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan serta mengacu pada buku Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. 2) 3) 4) 5) 52 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota.3) 4) 5) Kepala Dinas dan diketahui oleh Bupati/Walikota setempat. Unit cost masing-masing daerah ditetapkan oleh Dinas PU Pemda setempat dan ditandatangani oleh Kepala Dinas dan diketahui oleh Bupati/Walikota. unit 2 cost (per m ) dan RAB. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. gambar/blok plan.

2) Sarana pendukung yang rusak berat. 2) Sarana Distribusi yaitu kendaraan Mobil Roda Empat. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional dan pemeliharaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi. Proses pengadaan harus mengacu kepada peraturan perundangundangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. pertimbangan operasional serta kondisi dan letak geografis/topografi daerah. Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Sarana pendukung Instalasi Farmasi hanya untuk Kabupaten/Kota dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Belum memiliki sarana pendukung tersebut. 4) Sarana Pengolah data yaitu Komputer. Generator Set. 5) Sarana Telekomunikasi. Hand Forklift. berupa Faksimile. Printer. b. Rak Obat dan Perbekalan Kesehatan dan Lemari Khusus Obat Narkotika dan Psikotropika.C. Persyaratan Teknis a. Uninterruptable Power Supply (UPS). 53 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi 1. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pengadaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. 3) Kapasitas sarana pendukung yang tidak memadai (lebih kecil dari kebutuhan). 2. 3) Sarana Pengamanan yaitu Alarm dan Tabung Pemadam Kebakaran. c. Palet. c. d. b. Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. Pendingin Udara (AC). Membuat usulan pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi dengan melampirkan RAB dan Unit Cost yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Sarana pendukung Instalasi Farmasi hanya diperbolehkan untuk: 1) Sarana penyimpan yaitu Cold Chain (Vaccine Cooler). Persyaratan Umum a. Refrigerator.

Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang harga Serum dan Vaksin Program Imunisasi yang berlaku.e. Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota disesuaikan dengan kebutuhan. SK Menkes RI tentang Harga Perbekalan Kesehatan dan Obat Gigi yang berlaku. 6. 5. 3. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan perihal Daftar Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. Keputusan Menteri Kesehatan RI Tentang Harga Alkes yang berfungsi sebagai obat bagi pelayanan program kesehatan pemerintah yang berlaku. 4. 8. 7. Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berlaku 54 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Pedoman Teknis Pengadaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Obat Generik yang berlaku. SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Pengadaan Obat anti Tuberculosis-FDC yang berlaku. Acuan 1. D. 2. 9. mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota. Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN) yang berlaku.

PEMANTAUAN DAN EVALUASI Pemantauan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 merupakan suatu kegiatan untuk memastikan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan di Provinsi/Kabupaten/Kota tepat waktu dan tepat sasaran sesuai dengan penetapan alokasi DAK Bidang Kesehatan TA 2011 dan Juknis DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. Kunjungan lapangan. yang nantinya digunakan untuk perbaikan perencanaan dan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012. Evaluasi DAK Bidang Kesehatan merupakan evaluasi terhadap pemanfaatan DAK bidang kesehatan untuk memastikan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan bermanfaat bagi masyarakat di Provinsi/Kabupaten/Kota mengacu pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional serta sebagai masukan untuk penyempurnaan kebijakan dan pengelolaan DAK Bidang Kesehatan yang meliputi aspek perencanaan. kesesuaian pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran – Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) dengan petunjuk teknis dan pelaksanaan di lapangan. dan sasaran pelaksanaan dengan perencanaan. lokasi. dan pemanfaatan DAK ke depan. 3. output sejauh mana bila memungkinkan sampai outcome dan impact. yaitu: 1. 55 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Forum koordinasi untuk menindaklanjuti hasil review laporan dan atau kunjungan lapangan. meliputi : kesesuaian antara kegiatan DAK Bidang Kesehatan dengan usulan kegiatan yang ada dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Ruang lingkup evaluasi pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan meliputi pencapaian sasaran kegiatan DAK berdasarkan input. EVALUASI DAN PELAPORAN A. Review atas laporan triwulan yang disampaikan oleh Gubernur/Bupati/Walikota dan Dinas Kesehatan Provinsi setiap akhir triwulan sesuai dengan format laporan.BAB VII PEMANTAUAN. pengalokasian. Selain itu pemantauan untuk mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan TA 2011. serta realisasi waktu pelaksanaan. Ruang lingkup pemantauan hanya pada aspek teknis. 2. pelaksanaan. proses. Pemantauan DAK bidang kesehatan dilakukan dengan 3 (tiga) cara.

07/2010 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011. yang disampaikan dua bulan setelah tahun anggaran berakhir. Menteri Keuangan. Laporan akhir merupakan laporan pelaksanaan akhir tahun. sesuai dengan format 1 dan 2. PELAPORAN Kepala SKPD penerima DAK Bidang Kesehatan TA 2011 sebagai penanggung jawab anggaran sarana pelayanan kesehatan dasar. JENIS PELAPORAN Laporan dari kegiatan pemantauan teknis pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan terdiri: a. yang disampaikan selambat-lambatnya 14 hari setelah akhir triwulan berakhir. dan Kabupaten/Kota sesuai dengan petunjuk teknis dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Meneg PPN/Kepala Bappenas. 2. sesuai dengan format 3 ALUR PELAPORAN 2. Menteri Keuangan Penyampaian laporan triwulan pada kegiatan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir (Maret. Forum koordinasi untuk menindaklanjuti hasil pemantauan dan atau evaluasi pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan. Studi evaluasi. September dan Desember). Juni. b. 56 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Laporan triwulan. 3. B. dan Menteri Dalam Negeri Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK.Evaluasi DAK Bidang Kesehatan dilakukan dengan 3 (tiga) cara. Menteri Dalam Negeri. yaitu: 1. Review atas laporan akhir yang disampaikan oleh Gubernur/Bupati/Walikota setiap akhir tahun sesuai dengan format laporan sesuai dengan format 3. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian harus menyampaikan laporan triwulan yang memuat pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK kepada: 1. 1. Provinsi. 3. c. Laporan penyerapan DAK disampaikan kepada Menteri Keuangan berdasarkan PMK Nomor 126/PMK. Pemantauan dan evaluasi dilakukan oleh Organisasi Pelaksana dan atau Tim Koordinasi di tingkat Pusat.07/2010 tentang Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Anggaran Transfer Ke daerah dan PMK Nomor 216/PMK. Menteri Kesehatan 2.

Laporan triwulan selanjutnya dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan u. Pelaporan triwulan lainnya sesuai dengan Petunjuk Teknis DAK tahun 2011.Pelaksanaan pelaporan triwulan baik tingkat Kabupaten/Kota maupun tingkat provinsi disampaikan dari SKPD kepada sekretaris daerah. Bagan 1. Alur Laporan Triwulan di Tingkat Kabupaten/Kota SKEMA LAPORAN TRIWULAN PELAKSANAAN DI KABUPATEN/KOTA SKPD SEKDA KABUPATEN/ KOTA BUPATI/ WALIKOTA MENTERI KEUANGAN MENTERI DALAM NEGERI DINAS KESEHATAN PROVINSI MENTERI KESEHATAN Bagan 2. SKPD Kabupaten/Kota/Provinsi menyampaikan laporan kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan selanjutnya Dinas Kesehatan Provinsi melakukan kompilasi terhadap laporan SKPD tersebut. Laporan triwulan tingkat Kabupaten/Kota dan tingkat provinsi. dan selanjutnya sekretaris daerah melakukan kompilasi terhadap laporan SKPD tersebut (SEB Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK). sesuai dengan SEB tahun 2008 dan Juknis DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 disampaikan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir. Alur Laporan triwulan di tingkat Propinsi Ket : Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 : laporan langsung SEB 57 : laporan langsung TI HUS AD A BAK .p Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Kementerian Kesehatan.

SKEMA LAPORAN TRIWULANPELAKSANAAN DI PROPINSI SKPD SEKDA PROVINSI GUBERNUR MENTERI KEUANGAN MENTERI DALAM NEGERI DINAS KESEHATAN PROVINSI MENTERI KESEHATAN Ket : : laporan langsung SEB : laporan langsung 58 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Dst . Jenis obat 1 2. Juta) 1 I 2 PELAYANAN KESEHATAN DASAR Puskesmas Puskesmas Perawatan Poskesdes Pengadaan Sistim Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak 3 4 Pendamping (Rp. Jenis obat 2 3.. 1. Pembangunan baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi 2 3 Total Mengetahui. Kepala Dinas Kesehatan Prov. Juta) 6 7 Jumlah Satuan Keuangan (%) 8 Fisik (%) 9 Pelaksanaan Kegiatan Realisasi Kesesuaian antara DPASKPD dengan Juknis Ya 10 Tidak 11 Permasalahan Kode Masalah **) Upaya Pemecahan Masalah yang diharapkan 12 1 2 3 4 5 II 1 Pelayanan Kefarmasian Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1.LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SARANA PELAYANAN KESEHATAN DASAR DAN PELAYANAN KEFARMASIAN TRIWULAN I/II/III/IV *) Provinsi : Kabupaten/Kota : Perencanaan Kegiatan Jumlah No Jenis Kegiatan Jumlah Satuan DAK (Rp. Juta) 5 Total (Rp. Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota Nama NIP Nama NIP 59 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

 Kolom 9 diisi dengan persentase fisik sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).  Kolom 10 diisi dengan Kesesuaian antara DPA-SKPD dengan Juknis  Kolom 11 diisi dengan kode masalah dibawah ini: Kode Masalah **) 1 Permasalahan terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2 Permasalahan terkait dengan petunjuk teknis 3 Permasalahan terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran (SKPD) 4 Permasalahan terkait dengan DPA-SKPD 5 Permasalahan terkait dengan SK Penetapan Pelaksanaan Kegiatan 6 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak 7 Permasalahan terkait dengan Persiapan Pekerjaan Swakelola 8 Permasalahan terkait dengan Penerbitan SP2D 9 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak 10 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Swakelola 60 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .  Kolom 7 diisi dengan satuan dari kolom 6  Kolom 8 diisi dengan realisasi penggunaan DAK (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).Petunjuk pengisian :  Kolom 2 diisi dengan jenis kegiatan sesuai dengan juknis  Kolom 3 diisi dengan jumlah kegiatan pada sarana dan prasarana kesehatan.  Kolom 4 diisi dengan satuan dari kolom 3.  Kolom 6 diisi dengan jumlah kegiatan yang terealisasi pada sarana dan prasarana kesehatan.  Kolom 5 diisi dengan besarnya alokasi DAK Bidang Kesehatan (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan.

Juta ) 5 T ot al (R p. Peralatan IGD RS Fasilitas TT Kelas III a. Juta ) Pen dam ping (Rp. Pembangunan Baru b. Peralatan PONEK RS UTDRS/BDRS a. Peralatan Pengadaan Peralatan Pemeriksaan Hematologi. Urinalisis Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Total 3 4 6 7 8 9 10 11 12 2 3 4 5 6 Mengetahui. Kimia Klinik. Pembangunan baru b. Rehabilitasi c. Rehabilitasi ruang maternal/ neonata c.LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN TAHUN 2011 SARANA PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN TRIWULAN I/II/III/IV *) Provinsi : Kabupaten/Kota : Perencanaan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Kesesuaian antara DPASKPD dengan Juknis Permasalahan Upaya Pemecahan Masalah yang diharapkan Jumlah N O Realisasi Masal ah Jenis Kegiatan Juml Sat DA K (Rp. Pembangunan baru b. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Direktur RS/Kepala Labkesda Nama NIP 61 TI Nama NIP Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS AD A BAK . Rehabilitasi/ Penyesuaian Gedung c. Peralatan BDRS/UTD IGD RS a. Ju ta ) Juml Sat Keu ang an (%) Fisik (%) Y a Tidak 1 1 2 PONEK RS a. Rehabilitasi TT set c. Pembangunan baru b.

 Kolom 4 diisi dengan satuan dari kolom 3. Permasalahan terkait dengan petunjuk teknis 3. Permasalahan terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran (SKPD) 4. Permasalahan terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2.  Kolom 9 diisi dengan persentase fisik sampai dengan triwulan I/II/III/IV *). Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Swakelola 62 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Permasalahan terkait dengan Penerbitan SP2D 9.  Kolom 6 diisi dengan jumlah kegiatan yang terealisasi pada sarana dan prasarana kesehatan.  Kolom 7 diisi dengan satuan dari kolom 6  Kolom 8 diisi dengan realisasi penggunaan DAK (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan sampai dengan triwulan I/II/III/IV *). Permasalahan terkait dengan DPA-SKPD 5.  Kolom 5 diisi dengan besarnya alokasi DAK Bidang Kesehatan (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan. Permasalahan terkait dengan Persiapan Pekerjaan Swakelola 8.  Kolom 10 diisi dengan Kesesuaian antara DPA-SKPD dengan Juknis  Kolom 11 diisi dengan kode masalah dibawah ini: Kode Masalah 1. Permasalahan terkait dengan SK Penetapan Pelaksanaan Kegiatan 6. Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak 10. Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak 7.Petunjuk pengisian :  Kolom 2 diisi dengan jenis kegiatan sesuai dengan juknis (untuk pengadaan peralatan laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota disebutkan jenis peralatan yang diperoleh)  Kolom 3 diisi dengan jumlah kegiatan pada sarana dan prasarana kesehatan.

Saran dan masukan daerah b. Latar belakang b. Umum i. Proses dan mekanisme koordinasi Per bidang DAK III. HASIL PELAKSANAAN DAK a. Umum b. PENUTUP a. Per bidang DAK PERMASALAHAN DAN KENDALA PELAKSANAAN DAK a. Penganggaran iii.SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR DANA ALOKASI KHUSUS I. Khusus i. Perencanaan ii. Pemantauan. dan v. Pelaksanaan iv. c. IV. PENDAHULUAN a. Tujuan penulisan laporan II. Rekomendasi kebijakan untuk pemerintah pusat 63 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Evaluasi b. Keberadaan dan peran tim koordinasi ii.

sehingga warga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan bermutu. 64 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . terutama daerah dengan derajat kesehatan yang belum optimal.BAB VIII PENUTUP Petunjuk Teknis ini dibuat untuk dijadikan acuan penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 yang diarahkan untuk kegiatan yang dapat meningkatkan daya jangkau dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Provinsi/Kabupaten/Kota.

65 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 66 .

Daerah Kepulauan Suatu gugusan pulau. pelayanan kesehatan. baik perbatasan darat dan laut. termasuk bagian pulau dan perairan di antara pulau pulau tersebut. Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) Unit di rumah sakit yang mempunyai peran dalam mendukung pelayanan darah yang berkualitas di rumah sakit dengan sistem satu pintu. 8. 4. Daerah Tertinggal Suatu daerah kabupaten yang masyarakat serta wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional. BOR (Bed Occupancy Rate) kelas III RS Persentase pemanfaatan tempat tidur di kelas III untuk pelayanan rawat inap pasien miskin/tidak mampu di rumah sakit dalam kurun waktu tertentu. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 5. persediaan kebutuhan 9 bahan pokok. 7. 3. Daerah Perbatasan Daerah dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbatasan langsung dengan wilayah kedaulatan negara tetangga. 2. dan lain-lain wujud alamiah yang hubungannya satu sama lain demikian eratnya.LAMPIRAN 1 DEFINISI OPERASIONAL 1. Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota Suatu unit pengelola obat dan perbekalan kesehatan di kabupaten/kota untuk mendukung ketersediaan obat dalam pelayanan kesehatan dasar. Gender Pandangan masyarakat tentang perbedaan peran. kekurangan atau keterbatasan prasarana dan sarana perhubungan. 6. yang menimbulkan kesulitan bagi penduduk yang tinggal di wilayah tersebut. SLTP serta kebutuhan sekunder lain. Daerah Terpencil Kecamatan atau desa yang karena letak dan atau kondisi alam memiliki kesulitan. fungsi dan tanggungjawab antara perempuan dan laki-laki yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman dan dukungan masyarakat itu sendiri.

Keadilan Gender Langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan berbagai hal yang secara sosial dan menurut sejarah telah menghambat perempuan dan lakilaki untuk bisa berperan dan menikmati hasil dari peran yang dimainkannya. Menggunakan Jamban Sehat. Mencuci Tangan Dengan Air Bersih Dan Sabun. Pelayanan Kesehatan Primer/Dasar) Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan dasar. sosial. 11. Menggunakan Air Bersih. Kesetaraan Gender Perempuan dan laki-laki menikmati status yang sama dan memiliki kondisi yang sama untuk menggunakan hak-haknya dan kemampuannya secara penuh dalam memberikan kontribusinya kepada pembangunan politik. 13. 14. Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008. Memberantas Jentik Di Rumah Sekali Seminggu. Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Laboratorium Dinas Kabupaten/Kota dan setempat.9. Kesehatan Kabupaten/Kota yang berada di merupakan UPTD pemerintah Kabupaten/Kota Tingkat Pertama (Pelayanan Kesehatan 12. Bayi Diberi Asi Eksklusif. yang meliputi 10 indikator yaitu : Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan. Peralatan kesehatan Peralatan dasar minimal (medis dan non medis) untuk Puskesmas dan jaringannya sebagaimana mengacu pada buku Pedoman Peralatan. Peningkatan Peningkatan status Puskesmas. Balita Ditimbang Setiap Bulan. (sesuai UU No. 36 Tahun 2009 pasal 30 ayat 2a). sebagai contoh: Pustu menjadi Puskesmas atau Puskesmas menjadi Puskesmas perawatan. 15. ekonomi. dan budaya. Keadilan gender mengantar ke kesetaraan gender 10. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah rumah tangga yang seluruh anggotanya berperilaku hidup bersih dan sehat.

Puskesmas Perawatan Puskesmas yang dilengkapi dengan fasilitas perawatan berfungsi sebagai rujukan antara dan dapat melaksanakan tindakan pra rujukan (bila diperlukan). Pulau Terluar Pulau dengan luas area kurang atau dengan 2000 Km (dua ribu kilometer persegi) yang memiliki titik-titik dasar koordinat geografis yang menghubungkan garis pangkal laut kepulauan sesuai dengan hukum internasional dan nasional. 20. tidak ada bayi dan tidak ada Balita. 21. Puskesmas Pembantu Unit pelayanan kesehatan sederhana yang merupakan bagian integral dari Puskesmas yang melaksanakan sebagian tugas Puskesmas. 16. Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 2 TI HUS AD A BAK . Apabila dalam rumah tangga tersebut tidak ada ibu yang melahirkan. termasuk kelengkapan/sarana pendukungnya. maka pengertian rumah tangga berPHBS adalah rumah tangga yang memenuhi 7 indikator. 19. 17. Puskesmas Unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Pondok Bersalin Desa (Polindes) Bentuk Upaya Kesehatan Bersumber-daya Masyarakat (UKBM) yang didirikan dengan bantuan pemerintah atau masyarakat atas dasar musyawarah untuk memberikan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak/Keluarga Berencana (KIA/KB)serta pelayanan kesehatan lainnya yang sesuai dengan kemampuan bidan. Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari.Makan Sayur Dan Buah Setiap Hari. 18. sebelum dirujuk ke institusi rujukan. Perluasan Penambahan ukuran dan/atau penambahan ruangan untuk peningkatan fungsi pelayanan. Dan Tidak Merokok Di dalam rumah. 22.

Ditjen. baik yang datang sendiri atau atas rujukan kader/masyarakat. Rumah Dinas Rumah yang diperuntukkan bagi Dokter/Dokter Gigi. 30. Ruang Persalinan Suatu ruangan/tempat yang digunakan untuk melakukan pertolongan persalinan pada ibu melahirkan dan penanganan bayi baru lahir. Puskesmas PONED dapat melakukan pengelolaan kasus dengan komplikasi tertentu sesuai dengan tingkat kewenangan dan kemampuannya atau melakukan rujukan ke Rumah Sakit. 28. PONED Kit Peralatan yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program/ pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil/ibu bersalin. bidan dan perawat terlatih PONED dan mampu memberikan pelayanan langsung terhadap ibu hamil/ibu bersalin. nifas dan bayi baru lahir di Puskesmas (mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas. yang disertai upaya menghapus hambatan-hambatan struktural dalam mencapai kesetaraan 27. Rusak Berat Kerusakan berat adalah kerusakan pada sebagian besar komponen bangunan. Rehabilitasi Upaya memperbaiki kerusakan bangunan yang terjadi agar bangunan dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya.23. ibu nifas dan bayi baru lahir. Emergency dan Komprehensif) Rumah Sakit siap PONEK 24 jam adalah Rumah Sakit yang menyelenggarakan pelayanan kedaruratan maternal dan neonatal secara komprehensif dan terintegrasi selama 24 jam. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 2008) 25. 24. Neonatal. Puskesmas PONED Puskesmas perawatan yang memiliki Dokter. 26. baik struktural maupun non struktural yang apabila setelah diperbaiki masih dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Depkes RI. Perawat/Bidan yang bertugas di Puskesmas. Rumah Sakit Siap PONEK (Pelayanan Obstetri. Responsif Gender Perhatian yang konsisten dan sistematis terhadap perbedaan-perbedaan perempuan dan laki-laki di dalam masyarakat. Bidan di desa dan Puskesmas non perawatan. 29. Bina Kesmas.

Poskesdes. Sensitif Gender Kemampuan untuk memberikan perhatian secara konsisten dan sistematis untuk melihat perbedaan kebutuhan perempuan dan laki-laki dalam upaya mencapai keadilan gender 34. 35.Penentuan tingkat kerusakan adalah setelah berkonsultasi dengan instansi teknis setempat yang bertanggung jawab terhadap pembinaan bangunan gedung. RS (Instalasi Gawat Darurat/IGD-High Care Unit/HCU-Intensive Care Unit/ICU-kamar jenazah) dan antar RS. 33. SPGDT (Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu) Sistem penanganan penderita gawat darurat pra RS (di tengah masyarakat. Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) Salah satu instalasi di RS yang mempunyai peran sebagai penyedia darah transfusi yang aman (lulus skreening IMLTD/Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Sarana pendukung Fasilitas/alat-alat untuk mendukung terselenggaranya suatu kegiatan. Sarana dan Prasarana yang Responsif Gender Sarana prasarana peralatan kesehatan yang mengakomodasikan permasalahan. selama dalam transpor). Puskesmas. 31. 32. kebutuhan dan aspirasi yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.

10 (Nelathon) steril Kateter karet No. Lee Alat resusitasi tabung dan sungkup/ resusitator infant Nasogastric tube no. 14 F Alat pemasang IUD Alat pengait IUD Gunting bedah standar lurus Gunting bedah standar lurus ujung tajam/tajam Gunting bedah standar lurus ujung tajam/tumpul Gunting bedah standar lurus ujung tumpul/tumpul Kateter karet No. 14 (Nelathon) steril Kateter logam no.LAMPIRAN 2 STANDAR PERALATAN DAN LOGISTIK POS KESEHATAN DESA (POSKESDES) Peralatan dan logistik Pos Kesehatan Desa meliputi peralatan medis.5 cm Pinset anatomis 18 cm Semprit glycerin 30 cc Surgical hand brush terbuat dari nylon Sonde uterus Sterilisator Celemek plastik (short) panjang 52 inchi Perlak tebal lunak (200x90 cm) AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS A BAK . dan alat penyuluhan. bahan habis pakai. obat. peralatan non medis. 12 untuk wanita Klem tampon uterus 25 cm (bozeman) Klem tampon uterus 25 cm (schroder) Korentang lengkung penjepit alat steril 23 cm (Cheattle) Korentang penjepit sponge (Forester) Pinset anatomis 14. Adapun peralatan dan logistik minimal yang harus ada di Pos Kesehatan Desa adalah sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 TI Nama Alat Bidan kit Meja gynekologi Meteran Palu pengukur reflex Pelvimeter obstetrik pengukur panggul Spekulum vagina (cocor bebek ukuran besar) Spekulum vagina (cocor bebek ukuran sedang) Spekulum vagina (cocor bebek ukuran kecil) Stetoskop dupleks dewasa Foetal Stetoskop pinnard monorial alumunium Sudip lidah panjang Tensimeter Tensimeter manset anak Termometer klinis Termometer bayi ARI timer Pipet tetes 3 ml plastic Alat pengisap lendir Dr.

1.6. 26 G pak isi 10 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 Spuit disposible 1 cc Spuit disposible 2. Bidan Kit No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 TI Nama Alat Apron plastik tebal Alat pengisap lendir Dr.6.5 Baki logam tempat alat steril Mangkok untuk larutan Meja instrumen alat Hemoglobin set (Sahli) Silinder korentang steril 17 cm Standart Waskom Torniquet karet Waskom bengkok (Nier-bekken) 12 cm Waskom cekung 36 cm Waskom cuci 40 cm Tiang infuse Pompa Payudara untuk ASI Doppler Timbangan injak dewasa 136 kg Timbangan dacin 25 kg Timbangan bayi Timbangan dewasa + tinggi badan Alat pengukur panjang badan bayi type caliper Infus set pediatric pak isi 10 Vena cateter for infant no.7 & 7.42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 Sarung tangan ukuran 5.5 cm (expired date minimum 3 tahun) Jumlah 1 2 1 1 1 1 1 2 1 HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Lee ARI timer untuk bayi standar Unicef Autoclik device Baby scale 7 kg + celana Bak instrumen 509 (21x11x4.5 cm) Blood lancet 28 G Bowel metal 12 cm Catgut plain 2/0.5 Sarung tangan sebatas siku ukuran 5.5 cc Tempat tidur periksa Tempat tidur tindakan (persalinan) Tempat tidur pasien rawat inap Boks bayi Selimut bayi Lemari alat Lemari arsip Meja biro Kursi Bangku tunggu Tempat tidur periksa 1.7 & 7.

7. 12 Duk kain katun 60x60 cm steril Funduscope kayu/ foetal stetoscope Gunting episiotomi 14 cm Gunting operasi lurus 14 cm. 12 steril Nier-bekken 20 cm stainless Pinset anatomi 14 cm stainless Pinset bedah 14 cm stainless Pinset bedah 18 cm stainless Resusitator bayi standart : Balon resusitasi untuk bayi baru lahir (tidak boleh melebihi 750ml) Sungkup bertepi dengan bantalan nomor 0 (BBLR) dan nomor 1 (bayi cukup bulan) Sarung tangan bedah no. 26 untuk bayi Jarum disposible 23 G. GT 12 Infusion set dewasa Infusion set paediatric IV catheter no 18 G IV catheter no. 23 & 25 G 10 2 1 1 1 1 1 1 1 5 5 5 5 1 2 1 5 2 2 5 2 1 1 1 1 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 TI 30 ps 2 1 1 2 1 1 1 1 box 1 box 1 1 1 1 1 1 10 1 HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . tajam/tumpul Gunting tali pusat 16 cm HB Talquis book Hechting Nald.10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Kateter disposible No. 14 F Needle holder Mayo 14 cm Nelathon catheter no.5 m Mucous suction (pengisap lendir) Nasogastric tube no.5 Selimut bayi Senter besar Setengah kocker ss 14 cm Sheet plastik tebal Sikat tangan dari nylon halus Tensimeter Spiritus lamp sumbu 2 Spuit disposible 1 cc Spuit disposible 3 cc Stetoskop duplex dewasa + 1 membran + 1 ps ear loop Termometer bayi axilla Termometer digital 8 detik Timbangan bayi 20 kg Timbangan dewasa 130 kg Ukuran lengan ibu hamil Umbilical cord klem bahan nylon Tas bidan kit Tas partus kit Selimut bayi Wing Needle No. stainless Meteran/ metline 1. GR 12 Hechting Nald. box/ 100 Kocker lurus 16 cm. 6. 7.5.

LAMPIRAN 3 DAFTAR 183 KABUPATEN TERTINGGAL No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Provinsi ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Lampung Lampung Lampung Lampung TI Nama Kabupaten Simelue Aceh Singkil Aceh Selatan Aceh Timur Aceh Barat Aceh Besar Aceh Barat Daya Gayo Lues Nagan Raya Aceh Jaya Bener Meriah Pidie Jaya Nias Barat Nias Utara Nias Tapanuli Tengah Nias Selatan Pakpak Barat Kepualauan Mentawai Pesisir Selatan Solok Sawahlunto/ Sijunjung Padang Parian Solok Selatan Dharmas Raya Pasaman Barat Ogan Komering Ilir Lahat Musi Rawas Banyu Asin OKU Selatan Ogan Ilir Empat Lawang Kaur Seluma Muko-Muko Lebong Kepahiang Bengkulu Tengah Pesawaran Lampung Barat Lampung Utara Way Kanan No 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 Provinsi Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Timur Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Gorontalo Gorontalo Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Maluku Maluku Nama Kabupaten Kayong Utara Seruyan Barito Kuala Hulu Sungai Utara Kutai Barat Malinau Nunukan Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Kepulauan Sitaro Banggai Kepulauan Banggai Morowali Poso Donggala ToliToli Buol Parigi Moutong Tojo Una-Una Sigi Selayar Jeneponto Pangkejene Kepulauan Toraja Utara Buton Muna Konawe Konawe Selatan Bombana Wakatobi Kolaka Utara Konawe Utara Buton Utara Gorontalo Utara Boalemo Pohuwato Majene Polewali Mandar Mamasa Mamuju Mamuju Utara Maluku Tenggara Barat Maluku Tengah HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Bangka Belitung Kepulauan Riau Kepulauan Riau Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Banten Banten NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Bangka Selatan Natuna Anambas Sukabumi Garut Bondowoso Situbondo Bangkalan Sampang Pamekasan Pandeglang Lebak Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Sumbawa Nagekeo Sumba Tengah Sumba Barat Daya Manggarai Timur Sabu Raijua Sumba Barat Sumba Timur Kupang Timor Tengah Selatan Timor Tengah Utara Belu Alor Lembata Flores Timur Sikka Ende Ngada Manggarai Rote Ndao Manggarai Barat Sambas Bengkayang Landak Sanggau Ketapang Sintang Kapuas Hulu Sekadau Melawi 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Buru Kepulauan Aru Seram Bagian Barat Seram Bagian Timur Maluku Barat Daya Buru Selatan Halmahera Barat Halmahera Tengah Kepulauan Sula Halmahera Selatan Halmahera Utara Halmahera Timur Morotai Kaimana Teluk Wondama Teluk Bintuni Sorong Selatan Sorong Raja Ampat Tambrau Maybrat Merauke Jayawijaya Nabire Biak Numfor Paniai Puncak Jaya Mimika Boven Digoel Mappi Asmat Yahukimo Pegunungan Bintang Tolikara Sarmi Keerom Yapen Waropen Supiori Mamberamo Raya Lany Jaya Mamberamo Tengah Nduga Yalimo Puncak Dogiyai Deiyai Intan Jaya TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

40.38.20 BT 01.37.54 BT 04.15.41.51 BT 02.18.28.43.09.46.59 BT 04.05.09.58 BT 03.00 BT 1 AUSTRALIA 07.54.47.13 LS 102.01.06 LU 125.13.23.00 BT 1 1 Minahasa Utara Sitaro Sangihe Sangihe Sangihe Talaud Talaud Talaud MALAYSIA PHILIPIN A PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA 01.12 LU 118.14.53 BT 1 1 1 1 1 1 1 1 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS .07.07.14 LU 125.08.32 BT 04.02.47 LU 124.31.15 LU 125.42 BT 05.44.10.09.51 LU 108.41 LU 103.14 BT 1 MALAYSIA SINGAPURA MALAYSIA 01.52 BT 1 1 1 LAUT LEPAS 05.02.28 BT 04.41 BT 04.33 LS 97.34 BT 1 TIMOR LESTE 08.18 LU 127.36 LU 127.44. LU 126.LAMPIRAN 4 DAFTAR NAMA PULAU-PULAU TERLUAR BERPENDUDUK RI YANG BERBATASAN DENGAN NEGARA TETANGGA NO NAMA PULAU KAB /PROV Sumut 1 Simuk Nias Selatan Kep Riau 2 3 4 Karimun Anak Pelampong Subi Kecil Karimun Batam Natuna Bengkulu 5 Enggano Bengkulu Utara Jateng 6 Nusakambangan Cilacap NTT 7 Alor Alor Kaltim 8 9 Maratua Sebatik Berau Nunukan Sulut 10 11 12 13 14 15 16 17 Mantehage Makalehi Kawaluso Kawio Marore Miangas Marampit Kakarutan AD A BAK NEGARA BATAS TITIK KOORDINAT PDDK Ada Tdk LAUT LEPAS 00.55 BT 1 MALAYSIA MALAYSIA 02.51.25.05 LS 109.16.16 LU 125.50 LS 125.34.59 LU 103.50.34.45.00 LS 117.41 BT 04.

LAMPIRAN 5 DAFTAR 101 PUSKESMAS PRIORITAS PROGRAM YANKES DTPK STATUS NO PRO PINSI KABUPATEN KECAMATAN NAMA PUSKESMAS TT Nias Selatan Pulau-Pulau Batu 2 KEPRI Natuna Pulau Laut Subi Serasan Pulau Laut Subi* Serasan 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Pbtsn & PPKT Perbatasan Pulau Tello 1 1 Pulau terluar Non TT JML Keterangan 1 SUMUT Karimun Tebing Batam Belakang Padang 3 BENGKULU Bengkulu Utara Enggano Enggano 1 1 Pulau terluar Blk Padang 1 1 Pulau terluar Tebing 1 1 Pulau terluar 4 KALBAR Sambas Paloh Sajingan Besar Paloh Sajingan 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Sanggau Entikong Sekayam Sintang Ketungan Hulu Ketungan Tengah Kapuas Hulu Nanga Kantuk Sei Antu Badau Desa Sepandan Nanga Kantuk Puring Kencana Badau Lanjak Ba Martinus A BAK Entikong Balai Karangan 1 1 1 1 Senaning Merakai 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 .

NO PROPINSI KABUPATEN Bengkayang KECAMATAN NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan Seluas Jagoi Babang 5 KALTIM Kutai Barat Long Apari Long Pahangai Malinau Kayan Hulu Kayan hilir Pujungan Kayan Selatan Bahau Hulu Nunukan Krayan Krayan Selatan Lumbis Nunukan Sebatik Sebatik Sebatik Sebuku Berau (*) Maratua 6 SULUT Kep. Talaud Siding Jagoi Babang 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Tiong Ohang Long Pahangai 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Lg.Nawang Data Dian Lg.Pujungan Long Ampung Long Alango 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Long Bawan Long Ayu Mansalong Nunukan Setabu (*) Aji Kuning(*) Sei Nyamuk(*) Pembeliangan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Perbatasan Maratua 1 1 Pulau terluar Miangas Karatung(*) Dapalan (*) Gemeh Gemeh(*) Kakorutan Minahasa Utara Sangihe Kendahe Tabukan Utara Sitaro 7 SULTENG Toli-Toli Siau Barat Kendahe Marore Ondong Wori Wori 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

NO PROPINSI KABUPATEN KECAMATAN Dampal Utara NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan 1 Pulau terluar Ogutua 1 8 NTT Kupang Amfoang Utara Amfoang Timur TTU Miomafo Barat Miomafo Barat Miomafo Timur Miomafo Timur Miomafo Barat Insana Utara Belu Tasifeto Timur Lamaknen Lamaknen Tasifeto Barat Kobalima Raihat Kakuluk Mesak Kakuluk Mesak Raimanuk Alor Alor Selatan Alor Timur Alor Barat Daya Mataru Padang Alang Maritaing Buraga Kalunan 1 1 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Wedomu Weluli Nualain Laktutus Alas Haekesak Silawan Haliwen Webora 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Eban Tasinifu Nunpene Bitefa Oeolo Wini 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Naikliu Noelpoi 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan 9 MALUKU MTB Tanimbar Selatan Selaru Selaru Tanimbar Utara MBD Babar Timur Mdona Hiera Lemola Marsela Lelang Serwaru 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Saumlaki Adaut Namtabung Larat 1 1 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Terselatan Wetar Wetar NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Wonreli Ilwaki Ustutun 1 1 1 1 1 Kepulauan Aru Aru Tengah Aru Tengah 10 MALUT Halmahera Utara Sopi Wayabula Bere-bere 11 PAPUA Jayapura(Kota) Koya Sarmi Sarmi Merauke Ulilin Bupul Sota Rimba Jaya Kimaam Supiori (*) Supiori Barat Supiori Timur Peg. Bintang Oksibil Iwur Batom Boven Digoel Mindiptanah Waropko Towe Hitam Keerom Waris Senggi Ubrub 12 Papua Barat Raja Ampat Dorekar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Sabarmiokre Sorendoweri 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Pulau terluar 1 1 Pulau terluar 1 1 Perbatasan 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Koijabi Meisiang 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .NO PROPINSI KABUPATEN KECAMATAN Pp.

Nasal canule oksigen e. Endo Tracheal Tube d. Laryngoscop b. Nasopharyngeal tube/Mayo tube e.LAMPIRAN 6 PERALATAN LIFE SAVING PUSKESMAS TERPENCIL/SANGAT TERPENCIL DI DAERAH TERTINGGAL PERBATASAN DAN KEPULAUAN NO 1 JENIS Airway Management a. Oksigen tabung b. Infuse set untuk dewasa dan bayi (microdrip set) e. Peralatan untuk vena sectie (minor surgery set) c. Film viewer (melihat foto X-ray) 3 Circulation Management a. Needle Cricothyrotomi set 2 Breathing Management a. Masker oksigen f. I. Regulator untuk tabung oksigen dan flowmeter d. Tensimeter & stetoskop Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 berbagai ukuran berbagai ukuran dewasa dan anak besar dan kecil berbagai ukuran semua ukuran semua ukuran semua ukuran NAMA ALAT UKURAN TI HUS AD A BAK . Bag Mask Valve (Ambu bag) untuk dewasa dan anak c. Pulse oxymeter b.V cathether d. Stylet c. Intraosseus needle f. Tracheostomy set g. Suction unit (elektrik dan manual) f. Manset untuk infusion pressure g.

NO 4 JENIS Drug for Emergency a. Cairan kristaloid. Vaccum Extractie Set e. Anti Konvulsan g. AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS A BAK . Minosurgery set termasuk tempat peralatannya b. Magnesium sulfat h. Speculum b. koloid 5 Set Bedah/Trauma a. Amidaron e. Lampu emergensi (batere) berbagai ukuran semua ukuran 6 Set untuk Pertolongan Kelahiran a. Alat sterilisator sederhana f. Pneumosplint d. Penghangat Bayi Sumber : Tim Pelatih Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD)/General Emergency Life Support (GELS) bagi Tim Puskesmas di Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan. Long spine board/short spine board e. Partus set c. Analgetik i. Xylocain d. Epinephrine NAMA ALAT UKURAN Tidak termasuk yang dibiayai DAK b. Anti Hipertensi f. Tampon f. Sulfas atropine c. Antipiretik j. Collar neck/collar splint c. Curretage set d.

8. BOX / 50 INFUS SET PEDIATRIC.4 FETAL STETOSCOPE PINARD GUNTING EPISIOTOMY 14 cm GUNTING KUKU GUNTING TALI PUSAT 16 cm HALOGEN EXAMINATION LAMP HANDUK KECIL Hb SAHLI INFUS SET DEWASA. BOX / 50 JAM / TIMER JARUM JAHIT TAJAM ( 9 & 11 ) / PAK 12 KACAMATA / GOGGLE UNTUK PERLINDUNGAN INFEKSI KAIN BERSIH DAN KERING KATETER PENGHISAP LENDIR 6.3.5 m NALDHHOLDER 14 cm NASO GASTRIC TUBE NO.Sungkup bertepi dengan bantalan nomor 0 (BBLR) dan nomor Jumlah 1 2 2 1 1 1 1 10 1 3 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 2 5 3 2 1 4 3 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 240 190 100/101 100/101 100/101 23 208 217 159 221 223 240 192 118 11 244/245 10 265 266 304 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS .5.0.0/3. BOX / 50 PINSET ANATOMI 14 cm PINSET CHIRUGIS 14 cm PITA PENGUKUR LENGAN PLASTIK UNTUK ALAS TIDUR PLESTER NON WOVEN 5 X 5 m POCKET DOPLER RESUSITATOR DEWASA BAHAN POLYSUFONE RESUSITATOR NEONATUS BAHAN POLYSUFONE : . BOX ISI 50 MEJA INSTRUMENT 2 RAK MEJA TINDAKAN RESUSITASI BAYI METERAN / METLINE 1.LAMPIRAN 7 PERALATAN PUSKESMAS DENGAN RAWAT INAP SET PERALATAN PONED Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 AD A BAK Nomor Kode M-69 S-60 S-4 U-1-2 U-1-2 U-1-2 M-79 M-144 M-145 M-209 D-31 M-18 M-210 M-30 M-201 S-11 L-10 M-152 M-152 U-17 M-211 M-35 W-33 M-37 U-98 S-14 M-212 M-213 M-79 M-69 M-214 M-215 P-34 S-17 U-37 U-98 D-14 M-73. BOX / 50 IV CATHETER NO. BOX / 50 INKUBATOR DENGAN TERMOSTAT SEDERHANA IV CATHETER NO.10 KATETER UMBILICAL 3 DAN 5 KLEM KASA DAN TEMPAT KORENTANG KLEM KELY / KLEM KOCKER LURUS 14 cm KLEM OVUM LARYNGOSCOPE INFANT MANEKIN : PELVIC MODEL + BONEKA BAYI + PLACENTA MASKER 3 PLY EAR LOOP. 14 PARTUS BED PENGHISAP LENDIR DE LEE PENGIKAT TALI PUSAT.Balon resusitasi untuk bayi baru lahir (tidak boleh melebihi 750ml) .18 G UNTUK DEWASA.74 M-157 M-61 D-13 N-15 M-166 M095 M-98 D-53 S-19 S-46 D-45 U-46 U-75 Nama Alat SETENGAH KOCKER ss 14 cm ALAS KAKI UNTUK PERLINDUNGAN INFEKSI APRON UNTUK PERLINDUNGAN INFEKSI BAK INSTRUMEN TERTUTUP 508 BAK INSTRUMEN TERTUTUP 509 B BAK INSTRUMEN TERTUTUP 512 BENANG CHROMIC 2. 6 DAN 8 NELATON CATHETER NO.26 G UNTUK BAYI. BOX ISI 12 SPUIT DISPOSIBLE 10 cc SPUIT DISPOSIBLE 3 cc ENDOTRACHEAL TUBE 2.

5 SARUNG TANGAN PANJANG UNTUK MANUIL PLASENTA 6.23 S-24 S-61 M-143 M-128 D-26.22 27 29 30 143 302 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 1 UNTUK PEMASANGAN ETT SUNGKUP RESUSISATOR NEONATUS TAB.M.5. TROLLY.L) SET SPHYGMOMANOMETER Hg + MANSET BAYI STANDAR INFUS TONG / EMBER DENGAN KRAN STETOSKOP DUPLEX BAYI STETOSKOP DUPLEX DEWASA STILET NO.28 D-11. 3 SMALL NEEDLE HOLDER KOM KECIL 8 cm CURVED MOSQUITO HEMOSTAT IRIS FORCEPS CURVED NON IRIS FORCEPS PINSET BENGKOK KECIL SET VENA SECTIE MAYO HEGAR NEEDLE HOLDER 11 cm BABY MOSQUITO str 10 MOSQUITO cud 10 cm LANGENBACK HAK PINSET CHIRUGI 10 cm FORCEPS SPLINTER 11. PASANG 7. 15 KOM KECIL 50 10 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 194 194 301 286 20a 127 23 21. NASAL THERMOMETER KLINIK Hg TEMPAT TIDUR PERIKSA THREE WAY STOP COOK TIMBANGAN BAYI 20 Kg + BAKI TIMBANGAN INJAK DEWASA MINIMUM 120 Kg VAKUM ASPIRASI MANUAL UNTUK PASKA KEGUGURAN WASKOM STAINLESS 40 cm IUD KIT AIR TIMER STANDARD UNICEF SET UMBILICAL ( UNTUK NEONATAL ) KOCHER ARTERY KLEM str 10 KOCHER ARTERY KLEM cud 10 PINSET CHIRUGI 10 cm GUNTING OPERASI SCHALPEL BLADE No. OKSIGEN 1m3 + REGULATOR.7.37 U-54 S-54 D-31 D-30 M-216 U-77 U-77 D-37 U-62 M-217 D-40 D-41 M-218 U-74 D-43 1 (bayi cukup bulan) SARUNG TANGAN DTT / STERIL.27. 3 PISAU BISTURI NO.5 cm PINSET ANATOMI 10 cm GUNTING OPERASI TAJAM 9 str GUNTING OPERASI TAJAM 9 cud KNIFE HANDLE NO. 7 @ 5 ps SARUNG TANGAN HEAVY DUTY ps SET EKSTRAKSI VAKUM SIKAT KUKU SPEKULUM SIMMS ( S.52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 S-22.

500 6 7 1 3 11 2 1.750 Ruang tersebut harus mempunyai ventilasi yang baik (cross ventilation). Ruangan tersebut di atas khusus untuk dokter/bidan dan pasien (ibu melahirkan dan nifas) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . dan pencahayaan alami secukupnya (bovenlicht).LAMPIRAN 8 RUANG PERSALINAN PUSKESMAS NON PERAWATAN 4.000 4 8 9 5 4.750 10 1.

Keterangan : 1.Boks bayi . Kloset Peralatan Alat Kesehatan Bangunan Arsitektur Alat Perkantoran . Box bayi 5. mengacu pada bangunan khusus tindakan medik Struktur MEP (Mechanical. Meja dokter/bidan 9.Stop kontak .Meja perawatan bayi baru lahir/resusitasi . Electrical & Plumbing) .Alat medik set .2 (dua) bed side Cabinet .Kursi dokter . Plafond. Tempat tidur kebidanan 2.Wastafel .2 (dua) tempat tidur . Lemari obat 7.Lampu TL Baret . Lemari alat Saklar 8.Meja ½ Biro Lantai. Kursi Garis putus – putus = gordyn 10. Meja instrumen Lampu 4. Meja perawatan bayi baru lahir/resusitasi 3. dinding. Tempat tidur pemulihan Wastafel 6.Lemari simpan Alkes/ obat . Bak mandi 11.KM/WC (duduk/jongkok) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

14 (Nelaton) Kateter.5 Cm Pinset Anatomis.5 Cm) Gunting operasi lurus 14 Cm. 12 (Nelaton) Kateter. 18 Cm Sonde Uterus/Penduga Meja Instrumen/Alat HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 12 Klem Arteri 14 Cm (Kocher) Klem Tampon Uterus.5 Cm) Gunting Tali Pusar (13. 25 Cm (Bozemann) Klem/Pemegang Jarum Jahit. 25 Cm (Schroder) Korentang. tajam/ tumpul Jarum jahit. 14. Karet No. Penjepit Sponge (Foerster) Perforator (Naegele) Pinset Anatomis. 10 (Nelaton) Kateter. 18 Cm Pinset Bedah. Karet No. Selang Penghisap Lendir Bayi Kateter.LAMPIRAN 9 PERALATAN PUSKESMAS NON RAWAT INAP SET PERALATAN BERSALIN Nomor Nama Alat Kode D-12 D-13 D-26 D-27 D-28 M-7 M-8 M-18 M-30 M-16 M-37 M-45 M-58 M-59 M-60 M-61 M-62 M-69 M-71 M-72 M-77 M-79 M-93 M-95 M-96 M-98 M-99 M-135 U-37 TI Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Jumlah 1 1 2 5 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 3 1 2 2 2 2 1 1 Nomor Gambar 9a 10 20a 20a 20a 205 205 208 217 207 223 228 233 234 234 234 235 240 242 243 248 250 263 265 265 266 266 293 118 Manset Anak Dengan Pengait Meja Ginekologi Spekulum Vagina (Cocor bebek) Besar Spekulum Vagina (Cocor bebek) Kecil Spekulum Vagina (Cocor bebek) Sedang Benang Cat Gut (15 M) Benang Sutera (100 M) Gunting Episiotomi (Barun-Stadler) (14. 14. 7/16 Lingkaran. Karet No. Ginekologi.5 Cm Pinset Bedah. 18 Cm (Mayo-Hegar) Klem/Penjepit Porsio. Logam Untuk Wanita No. Penampang Segitiga Jarum Jahit Uterus (Martin) Kateter.

Disposible (No. 10 CC Disposible Syringe. Disposible (No. Disposible (No. Tunggal Waskom Cekung Pelvimeter Obstetri Jarum suntik. 3 CC Disposible Syringe.14) Jarum suntik.12) Jarum suntik. Bertutup Lampu senter Untuk pemeriksaan urine/ Urinometer Peralatan Immunisasi Hemoglobinometer Set (Sahli) Termometer for Infant Resusitator for Infant Tabung/Sungkup Resusitator Jumlah 1 1 1 12 12 12 12 5 5 5 5 1 3 3 3 3 3 6 1 Set 1 1 1 2 1 1 Set 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 129 142 13 126 259 112 188 159 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .20) Disposible Syringe. Disposible (No. 5 CC Silinder Tabung/ Tempat Korintang Sperei Sarung tangan Selimut Sarung bantal Handuk Waslap Formulir Askep/ Kebidanan Alat Tulis Tromol untuk alat steril Sterilisator Tempat sampah basah dan kering.02) Jarum suntik.Nomor Urut 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 54 55 56 57 58 59 60 Nomor Kode U-55 U-73 D-16 M-148 M-149 M-150 M-151 M-146 M-144 M-145 M-147 U-52 U-26 S-22-24 S-25 S-21 S-11 S-16 S-32 S-33 U-83 M-137 W-15 U-31 L-47 M-159 L-10 D-44 U-75 U-77 Nama Alat Standar Waskom. 1 CC Disposible Syringe.

Nomor Urut 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 Nomor Kode M-156 U-81 M-58 U-54 S-4 U-44 D-40 D-41 D-17 U2 D-53 Nama Alat Klem Tali Pusat Lampu sorot Penghisap lendir Standar Infus Celemek Pompa payudara Timbangan bayi Timbangan dewasa Pengukur panjang bayi Bak logam untuk alat steril Pengukur LILA Jumlah 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 233 128 190 123 29 30 101 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Persyaratan Umum Dapur merupakan ruang yang digunakan untuk mengolah masakan dari bahan mentah menjadi bahan jadi. mulai dari persiapan. Ruang tersebut harus mempunyai ventilasi yang baik (cross ventilation) dan pencahayaan alami yang maksimal (jendela dan bovenlicht). masak dan distribusi. Persyaratan Teknis Denah dapur dengan luas 3 m x 3 m.LAMPIRAN 10 DAPUR GIZI PADA PUSKESMAS PERAWATAN 1. B C A A H D D P I N T U E G F TI AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS A BAK . 2.

dinding. Tempat pembuatan makanan bayi dan Anak H. Furniture Lemari simpan Rak MEP (Mekanikal.Keterangan: A. lebih baik yang dapat menutup secara otomatis Peralatan Alat kesehatan Set alat dapur/ gizi (peralatan dapur) Arsitektur Bangunan Lantai. Meja Persiapan B. Rak piring E. Kompor D. Kulkas 2 pintu. Stop kontak 2 buah Lampu TL Baret Washbasin pada Elektrikal & Plumbing) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Diatas rak piring Ventilasi/ jendela harus cukup Pintu 2 lapis (lapisan luar dari kawat kasa). bila listrik memungkinkan F. plafond mengacu bangunan umum. . Tempat sampah : Alur Penyelenggaraaan Makan Catatan : Pintu dapur memiliki akses langsung ke luar. Letak lemari gantung . Meja pembagian makanan / distribusi makanan G. Bak cuci C. untuk memudahkan distribusi bahan makanan mentah dan matang.diatas meja pembagian/ distribusi makanan.

diameter 20 cm Melamin.Peralatan dapur: NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 NAMA ALAT Lemari penyimpan makanan Rak piring Kompor gas Tabung gas tanpa isi Dandang/ risopan Panci ukuran sedang Panci ukuran besar Wajan ukuran sedang Wajan ukuran besar Termos air panas Gelas ukur Mangkuk sayur Piring makan Gelas minum Baskom Sendok makan Garpu makan Sendok kecil Teko air minum Tempat air minum Sendok sayur Sodet Timbangan kue Parutan Pisau dapur Talenan Tutup dan tatakan gelas Saringan santan/ kelapa Saringan the TI UKURAN Lemari 2 pintu. diameter 24 cm Plastik tebal. diameter 10 cm JML 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 1 2 2 3 1 3 2 2 2 4 SAT Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Lusin Lusin Lusin Buah Lusin Lusin Lusin Buah Buah Buah Buah Buah buah Buah Buah Lusin Buah Buah HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . diameter 38 cm Plastik tebal. diameter 36 cm Allumunium. diameter 20 cm Plastik. diameter 9 cm.5 liter Kaca tahan panas. selang gas dan tutup pengaman Besi. kaca dof. diameter 36 cm Stainless steel. ukuran standar 15 kg Allumunium. diameter 22 cm Melamin. ukuran 150X90 cm Tertutup. tangkai 27 cm Ukuran 2 kg Stainless baja Kayu. diameter 9 cm. diameter 38 cm Stainless steel. diameter 8 cm Stainless steel. diameter 7 cm Stainless steel. susun 4. volume 1. volume 10 liter Stainless steel. diameter 34 cm Allumunium. ukuran 20x25 cm Melamin. diameter 10 cm Melamin. tangkai 27 cm Stainless steel. diameter 34 cm Stainless steel Stainless steel Stainless steel Allumunium. 4 pintu (2 sekat) teflon 2 sumbu.

stainless steel stainless steel (oven toaster) RUANG KONSULTASI GIZI 1. ukuran 40x40 Batu Stainless steel Stainless steel Stainless steel Plastik Aluminium Plastik Plastik Plastik JML 3 2 2 12 2 1 2 2 2 2 1 1 1 SAT Lusin Lusin buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah Bila Listrik memungkinkan. g. b. f. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . diameter 10 cm Melamin. diameter 10 cm Plastik. Komputer dan printer Software Nutriclin Timbangan Injak dan Timbangan Bayi Microtice Length Board Pita LILA Food Model Leaflet Form Anamnesa 1 1 1 1 1 1 Buah Buah buah buah buah buah 2. Ruang Konseling yang strategis (minimal 2 X 2.5 m 2) b. dilengakapi dengan frizer Standar Stainless steel.NO 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 NAMA ALAT Piring kecil datar Piring kue cekung Ember Serbet makan Cobek dan ulekannnya Bak cuci piring 2 lubang Serok Baki/ nampan Tempat sampah 15 liter + tutup Loyang aluminium Baskom diameter 20 cm Baskom diameter 35 cm Baskom diameter 50 cm UKURAN Melamin. d. Lemari. i. c. h. Sarana : a. dalam teflon Stainless steel Plastik . e. Lemari buku Peralatan a. meja c. dapat ditambah penyediaan peralatan sebagai berikut : 43 44 45 46 47 48 Kulkas 2 pintu Blender Rice cooker Oven Mixer dengan dududkan Bakaran roti 1 pintu. diameter 30 cm Kain. kursi .

LAMPIRAN STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 856/Menkes/SK/IX/2009)

11

Berbagai nama untuk unit/instalsi pelayanan gawat darurat di rumah sakit diseragamkan menjadi INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) 1. KLASIFIKASI Klasifikasi Pelayanan Instalasi Gawat Darurat terdiri dari: a. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level IV sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas A. b. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level III sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas B. c. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level II sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas C. d. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level I sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas D. 2. TARGET PENCAPAIAN STANDAR: a. Target pencapaian STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT Rumah Sakit secara nasional adalah maksimal 5 tahun dari tanggal penetapan SK. b. Setiap Rumah Sakit dapat menentukan target pencapaian lebih cepat dari target maksimal capaian secara nasional. c. Rencana pencapaian dan penerapan STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT Rumah Sakit dilaksanakan secara bertahap berdasarkan pada analisis kemampuan dan potensi daerah. 3. JENIS PELAYANAN

untuk untuk untuk untuk

Level IV Memberikan pelayanan sbb: 1. Diagnosis & penanganan : Permasalahan pd A,B,C dgn
TI

Level III Memberikan pelayanan sbb: 1. Diagnosis & penanganan Permasalahan pada A,B,C

Level II Memberikan pelayanan sbb: 1. Dianosis & penanganan: Permasalahan pd jalan nafas

Level I Memberikan pelayanan sbb: 1. Dianosis & penanganan: Permasalahan pd A: jalan

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

alat lengkap tmsk ventilator 2. Penilaian disability, Penggunaan obat, EKG, defibrilasi 3. Observasi HCU/ R ResusitasiICU 4. Bedah sito

dengan alat yg lebih lengkap tmsk ventilator 2. Penilaian disability, Penggunaan obat, EKG, defibrilasi 3. HCU/resusitasi 4. Bedah sito

(airway problem), ventilasi pernafasan (breathing problem) dan sirkulasi 2. Penilaian disability, Penggunaan obat, EKG, defibrilasi (observasi HCU) 3. Bedah sito

nafas (airway problem), B: ventilasi pernafasan (breathing problem) dan C sirkulasi pembuluh darah (circulation problem) 4. elakukan stabilisasi dan evakuasi

M

4. SUMBER DAYA MANUSIA IGD Level IV Kualifikasi Tenaga Dokter Subspesialis Dokter Spesialis Semua jenis on call 4 Besar + Anastes i on site. (dr Spesiali s lain on call) On site 24 jam On site 24 jam

Level III

Level II

Level I

-

-

-

Bedah,Obsgin, Anak, Penyakit Dalam on site (dokter spesialis lain on call)

Bedah,Obsgin, Anak, Penyakit Dalam on call.

-

Dokter PPDS Dokter Umum (+pelatihan
TI

On site 24 jam (RS Pendidikan) On site 24 jam

On site 24 jam

On site

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

kegawat daruratan) GELS,ATLS, ACLS, dll Perawat Kepala S1 DIII (+Emergency Nursing) Perawat (+Pelatihan Emergency Nursing) Non Medis Bagian Keuangan Kamtib(24jam) Pekarya(24jam)

24 jam

Jam kerja / Diluar jam kerja On site 24 jam

Jam kerja / diluar jam kerja

Jam kerja

Jam Kerja

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

5. KETENTUAN UMUM SARANA a. Ketentuan umum Fisik Bangunan: 1) 2) Luas bangunan IGD disesuaikan dengan beban kerja RS dengan memperhitungkan kemungkinan penanganan korban massal/bencana. Lokasi gedung harus berada dibagian depan RS, mudah dijangkau oleh masyarakat dengan tanda–tanda yang jelas dari dalam dan dari luar Rumah sakit. Harus mempunyai pintu masuk dan keluar yang berbeda dengan pintu utama (alur masuk kendaraan/pasien tidak sama dengan alur keluar) kecuali pada klasifikasi IGD level 1 dan 2. Ambulans/kendaraan yang membawa pasien harus dapat sampai di depan pintu yang areanya terlindung dari panas dan hujan (catatan: untuk lantai IGD yang tidak sama tinggi dengan jalan ambulans harus membuat ramp). Pintu IGD harus dapat dilalui oleh brankar. Memiliki area khusus parkir ambulans yang bisa menampung lebih dari 2 ambulans (sesuai dengan beban RS). Susunan ruang harus sedemikian rupa sehingga arus pasien dapat lancar dan tidak ada “cross infection”, dapat menampung korban bencana sesuai dengan kemampuan RS, mudah dibersihkan dan memudahkan kontrol kegiatan oleh perawat kepala jaga.
Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

3)

4)

5) 6) 7)

TI

HUS

AD

A

BAK

R. Tunggu (Public Area) .Informasi .8) 9) 10) 11) 12) Area dekontaminasi ditempatkan di depan / di luar IGD atau terpisah dengan IGD.Keuangan .Rekam Medik LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Bisa bergabung dengan ruangan lain Tergantung IT Sistem c.Keamanan b. R.Kafetaria . Informasi dan Komunikasi RUANG TINDAKAN a.Toilet .ATM . R.Non Bedah / Medical . R.Anak .Pendaftaran pasien baru/rawat . Triase d. Tindakan . Ruang triase harus dapat memuat minimal 2 (dua) brankar. Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Resusitasi b. Mempunyai ruang tunggu untuk keluarga pasien.Bedah . Administrasi . Apotik 24 Jam tersedia dekat IGD.Kebidanan + + + + + + + +/- - 2 + + + + + + + + + + + + Bisa bergabung Bisa bergabung TI HUS AD Bagi IGD yg berada dekat c. + +/+/+/industri harus Dekontaminasi memiliki ruang ini. b.Tlpn Umum . R. R. Sarana No 1 KELAS / RUANG RUANG PENERIMAAN a. Penyimpanan Strecher e. R. Memiliki ruang untuk istirahat petugas (dokter dan perawat). R.

Intermediate / HCU . Hemodialisis d. R. Fasilitas / Prasarana Medis Fasilitas dan penunjang yang harus tersedia selain ditentukan oleh kelas IGD rumah sakit dan jumlah kasus yang di tangani. R. Neonatus b. Cardiac . Pediatric .3 RUANG OPERASI + + +/- Bisa bergabung atau terpisah dan dapat diakses 24 jam 4 RUANG OBSERVASI + + + Bisa bergabung dengan ruangan lain 5 RUANG KHUSUS a. Luka Bakar c. Isolasi + + + + + + + + + +/+/+/+/+/- + - - Bisa bergabung atau terpisah dan dapat diakses 24 jam c. R. KELAS No /RUANG A. RUANG TINDAKAN 1 Ruang Resusitasi Nasopharingeal tube Oropharingeal tube Laringoscope set Anak Laringoscope set Dewasa 4 + + 3 + + 2 + + 1 + + LEVEL LEVEL LEVEL LEVEL KET Minimal 2 Rasio (Cross Sectional) (perlu dibuatkan form) + + + + PERALATAN MEDIS + + + + + + + + + + + + + + + + Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Umum . RUANG TRIASE Kit Pemeriksaan Sederhana Brankar Penerimaan Pasien Pembuatan rekam medik khusus Label (pada saat korban massal) B.

Nasotrakheal tube Orotracheal Suction Tracheostomi set Bag Valve Mask (Dewasa/Anak) Kanul Oksigen Oksigen mask (D/A) Chest Tube Crico / Trakheostomi Ventilator Transport Vital Sign Monitor Infusion pump Syringe pump ECG Vena Section Defibririlator Gluko stick Stetoskop Termometer Nebulizer Oksigen Medis / Consentrators Warmer Imobilization Set Neck Collar Splint Long Spine Board Scoop Strecher Kendrik Extrication Deviice (KED) Urine Bag NGT Wound Toilet Set + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +/+/+/+/+ + + + + + + + +/+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Sesuai jumlah TT Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Sesuai jumlah TT Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Sesuai jumlah TT 2 s/d 3 tiap TT Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Rasio 1:1 TT di IGD Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set / TT Minimal 1 set Minimal 1 set TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Sarungtgn + + + +  Mannitol  Furosmide + + + +  APD : Sarung Tangan Ruang Tindakan Bedah ALAT MEDIS Minimal 3 Minimal 3 Minimal 1 Minim Meja Operasi / al 1 tempat tidur tindakan Minimal 10 Minimal 10 Minimal 10 Minim Dressing set al 10 Minimal 10 Minimal 10 Minimal 10 Minim Infusion Set al 10 Selalu Tersedia dalam jumlah yang cukup di IGD tanpa harus di resepkan Vena Section set Torakosintetis set Metal kauter Film Viewer TI AD A BAK Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS . TT + + + +  Trombolitik + + + +  Amiodaron (inotropik) + + + +  APD : Masker .KELAS No /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL KET 1 2 OBAT – OBATAN DAN ALAT HABIS PAKAI + + + + Cairan Infus Koloid + + + + Cairan Infus Kristaloid + + + + Cairan Infus Dextrose + + + +  Adrenalin + + + +  Sulpat Atropin + + + +  Kortikosteroid + + + +  Lidokain + + + +  Dextrose 50% + + + +  Aminophilin + + + +  Pethidin + + + +  Morfin + + + +  Anti convulsion + + + +  Dopamin + + + +  Dobutamin + + + +  ATS .

Ruang Tindakan Medik PERALATAN MEDIS Minimal Kumbah 1 Lambung Set Minimal EKG TI + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Selalu tersedia dalam jumlah yang cukup di Ruang Tindakan Bedah tanpa harus di resepkan 3 Minimal 1 Minimal Minimal 1 Minimal Minimal 1 Minimal HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Tiang Infus Lampu operasi Thermometer Stetoskop Suction Sterilisator Bidai Splint Minimal 6 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 6 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minim al 2 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET OBAT-OBATAN DAN ALAT HABIS PAKAI  Analgetik +  Antiseptik +  Cairan + kristaloid  Lidokain +  Wound + dressing  Alat-alat anti + septic  ATS +  Anti Bisa Ular +  Anti Rabies +  Benang jarum +  .

Kursi Periksa Irigatoreriksaan Nebulizer Suction Oksigen Medis NGT Syrine Pump Infusion Pump Jarum Spinal Lampu Kepala Bronchoscopy Opthalmoscop Otoscope set Slit Lamp Tiang Infus Tempat Tidur Film Viewer 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET                     OBAT – OBATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI + + + + SA + + + + Aminophilin + + + + Dopamin + + + + Kristaloid + + + + Cairan Infus Koloid + + + + Cairan Infus Kristaloid + + + + Cairan Infus Dextrose + + + + Adrenalin + + + + Sulpat Atropin + + + + Kortikosteroid + + + + Lidokain Selalu tersedia + + + + Dextrose 50% dalam jumlah yang + + + + Aminophilin / cukup di Ruang 2 blokker Tindakan Bedah + + + + Pethidin tanpa harus di + + + + Morfin resepkan + + + + Anti convulsion + + + + Dopamin + + + + Anti convulsion + + + + Dopamin + + + + Dobutamin + + + + ATS + + + + Trombolitik + + + + Amiodaron (inotropik) + + + + APD : Masker + + + + Mannitol + + + + Furosmide + + + + APD : Sarung Tangan Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS AD A BAK .

No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET 4 Ruang Tindakan Bayi & Anak PERALATAN MEDIS  Inkubator Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Tiang Infus Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Tempat Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Tidur 1  Film Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Viewer 1  Suction Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Oksigen Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 OBAT – OBATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI + + + +  Stesolid + + + +  Mikro drips Tersedia set dlm jumlah yang cukup + + + +  Intra Osseus set 5 Ruang Tindakan Kebidanan PERALATAN MEDIS Minimal 1 / Kuret Set Minimal 1 Partus set Suction bayi Meja Ginekologi Meja Partus Vacuum set Forcep set TI Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / Minimal 1 / bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

CTG Resusitasi set Doppler Suction Bayi baru lahir Laennec Tiang Infus Tempat Tidur Film Viewer Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung OBAT-OBATAN  Uterotonika  Prostaglandin + + + + + + + + Tersedia dalam jumlah yang cukup TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Persiapan dan Kamar Operasi) A. bukan elektif 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Set sectiosesaria 1 1 1 Minimal Minimal Set Bedah anak 1 1 Minimal Minimal Set Vascular 1 1 Minimal Minimal Torakosintetis set 1 1 Minimal Minimal Set Neurosurgery 1 1 Minimal Minimal Set orthopedic 1 1 Minimal Minimal Set urologi 1 1 Emergency Minimal Minimal Set Bedah Plastik 1 1 Emergency Minimal Minimal Set Laparoscopy 1 1 Minimal Minimal Endoscopy surgery 1 1 Minimal Minimal Minimal Laringoscop 1 1 1 Minimal Minimal Minimal BVM Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .bukan elektif Suction + + +/Linen B. Oksigen + + +/.6 TI HUS AD Ruang Operasi (R. KAMAR OPERASI Minimal Minimal Minimal Meja Operasi 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Mesin Anastesi 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Alat regional 1 1 1 Anestesi Minimal Minimal Minimal Lampu 1 1 1 (mobile/statis) Minimal Minimal Minimal Pulse Oximeter 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Vital Sign Monitor 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Meja Instrumen 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Suction 1 1 1 Minimal Minimal C-arm 1 1 Minimal Minimal Minimal Film Viewer 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Set Bedah dasar 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Set laparatomi 1 1 1 Tindakan yang dilakukan terutama Minimal Minimal Minimal Set Apendiktomi untuk keadaan Cito.Tindakan /operasi yang dilakukan Brankar + + +/. RUANG PERSIAPAN Ruang ganti + + +/.terutama untuk keadaan Cito.

Khusus 3. Rutin + Elektrolit + Kimia Darah + Analisa Gas Darah + CKMB (jantung) b. bukan elektif C. Lab. RUANG RECOVERY Minimal Infusion pump 2 Minimal Syringe pump 2 Minimal Bed side Monitor 1 Minimal Suction 1 Minimal Tiang infuse 1 Minimal Infusion set 1 Minimal Oxygen Line 1 KELAS/ NO RUANG LEVEL 4 LEVEL 2 LEVEL KET 1 C. Bank Darah (BDRS) BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) 4. Ruang Laboratorium a.Defibrilator 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 LEVEL 3 1 Minimal 1 Minima l2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Tindakan yang dilakukan terutama untuk keadaan Cito. RUANG PENUNJANG MEDIS 1. Standar + Lab. Ruang Radiologi Minimal 1 Mobile X-ray Minimal 1 Mobile USG Minimal 2 Apron Timbal Minimal 1 CT Scan Tersedia MRI 1 Minimal 1 Automatic Film Processor Minimal 1 Film Viewer 2. Ruang Sterilisasi TI Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 +/- Bisa bergabung/ tersendiri dan dapat diakses 24 jam + + + + +/- + + + +/- + + + - Bisa bergabung/ tersendiri dan dapat diakses 24 jam + + + + bisa bergabung + + Dapat diakses 24 jam HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Lab.

Alat Rumah Tangga Tersedia 4. Alat Komunikasi Eksternal + Fix + Mobile + Radio medik 3. Alat Administrasi + Komputer + Mesin ketik + Alat kantor + Meubelair + Papan Tulis + + + + + + + +/- + + + +/- Minimal 1 Minimal 1 + +/+ + +/+ + +/+/+ +/+ + +/+/+ +/+ + + + + + +/+ + + + +/+ + + TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Gas Medis : N2O + Tabung Gas + Sentral D.+ Basah + Autoclave 5. RUANG PENUNJANG NON MEDIS 1. Alat Komunikasi Internal + Fix + Mobile + Radio medik 2.

GAMBAR TAMPAK SAMPING 2. GAMBAR TAMPAK BELAKANG TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .LAMPIRAN 12 CONTOH PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK GAMBAR KENDARAAN RODA 2 YANG DI MODIFIKASI 1.

Labuhan Batu Utara Kab.4 2.5 6.293.625. Aceh Besar Kab.823.658.2 2.804.8 4.508. Aceh Jaya Kab. Langkat Kab.638. Simeulue Kota Banda Aceh Kota Sabang Kota Langsa Kota Lhokseumawe Kab.926.1 2.613. Aceh Timur Kab.972.9 1. Labuhan Batu Kab.176.915.9 1.9 7.5 3.8 1.5 7.3 885.7 2.5 744.340.157.5 2.6 881.906.8 3.636.2 1.939.2 3.0 1. Samosir Kab.5 1. Humbang Hasundutan Kab.4 1.5 1.8 1.3 3.091. Mandailing Natal Kab.878.647.294.2 2.904. Pidie Kab.2 2.5 3.4 1.323.6 966.3 1.427.4 2.112.1 2.9 - .202.5 2.5 1. Labuhan Batu Selatan Kab. Tapanuli Utara Kab.808.1 2.014.2 2.4 1.7 1.7 2. Tapanuli Tengah Kab.5 4.181.2 2.0 1.030.380.264. Nagan Raya Kab.2 1.175.154.880.2 2. Toba Samosir Kota Binjai Kota Medan Kota Pematang Siantar Kota Sibolga Kota Tanjung Balai Kota Tebing Tinggi Kota Padang Sidimpuan Kab.875.2 821. Aceh Tengah Kab.3 1.7 1.8 1. Bireuen Kab.568.012.173.071.5 2.9 840.613.783. Nias Selatan Kab.360.9 2.9 1.789.5 1.280.216.861.8 2.263. Pakpak Bharat Kab.928.7 2.6 940. Aceh Tenggara Kab.6 1. Tanah Karo Kab.5 2.2 1.138.8 2.528. Aceh Barat Kab.7 1.045.123.601.1 1. Serdang Bedagai Kab.3 906.9 1.0 1. Padang Lawas Utara Kab. Batu Bara Kab.041. Aceh Selatan Kab. Pidie Jaya Kota Subulussalam Kab.2 2.4 1.370.552.592.691.913.8 1.457.425.587.796.6 1.583.4 2.6 1.303.613.476.508. Tapanuli Selatan Kab.5 2.1 1.3 1.470.1 2. Simalungun Kab.154.167.2 3.416.6 691.3 1.7 1.805.735.5 820.119.800.7 2.549.4 2.8 1.9 1.189.6 1.5 2.316. Bener Meriah Kab.2 2.1 1.1 2.324.5 2.418.6 7.8 2.770.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 DAERAH Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kab.1 814.5 3.9 938.3 2. Nias Barat Kota Gunung Sitoli ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 1.9 1.2 3.599. Aceh Utara Kab.6 892.146.437.314.7 2.1 1. Nias Utara Kab.023.5 1.8 828.554.267.7 904.6 2.3 1.3 2.021.505.233.406.1 7.3 957.3 1.760.0 1.468.003.452.293.164. Aceh Tamiang Kab. Deli Serdang Kab.699.5 3.2 3.2 2.0 2.240.184.0 3.187.7 1. Dairi Kab.5 1.028.7 1.802. Asahan Kab. Gayo Lues Kab.7 2.685.206.184.5 1.247.3 692.973. Aceh Singkil Kab.8 1.962.433. Padang Lawas Kab. Nias Kab.4 2.4 2.0 1.229.3 1.6 1. Aceh Barat Daya Kab.0 2.818.378.7 2.6 2.2 1.5 1.726.234.2 2.639.

7 1.9 570.231.372.457.7 3.4 1.2 1.8 647. Bengkulu Utara Kab.0 2. Pesisir Selatan Kab.468.198.666.573.427.9 1.640.400. Lima Puluh Kota Kab. Lahat Kab.6 1.114.6 1.700.303.466.0 1.7 1. Tebo Kota Jambi Kota Sungai Penuh Provinsi Sumatera Selatan Kab.7 875.2 613.455. Bungo Kab.209.3 4.4 981.636.6 2.4 1. Padang Pariaman Kab. Kerinci Kab.536.6 4.795.286.0 2.518.9 1.872.7 854. Pasaman Barat Kab.7 1.187.095.4 932.236.1 2.0 980.727.4 697.225.509.256.7 1. Musi Rawas Kab.421.9 882. Bengkulu Selatan Kab.062.871.483.1 993.5 1.7 1. Bangka Tengah Kab.568.4 907.8 1.4 1.6 2.061.5 4.847.393.6 2.4 2.6 2.588.031.2 2.161.1 3.7 1.6 1.8 1.800.6 1.9 3.185.232.7 1.8 1.922.8 1.1 1.284.8 2.9 1.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 DAERAH Provinsi Sumatera Barat Kab.8 771.5 1.8 1.075. Batanghari Kab.338. Natuna Kota Batam Kab.4 2.553.9 1.6 3.168.3 2.1 1.5 1.320.5 1.7 3.786.846.496.620.978. Bangka Selatan Kab.9 1.6 1.756.3 1.169.9 1.4 2.468.367.017.5 1.7 2. Bangka Barat Kab. Kepulauan Mentawai Kab.5 1.565.7 2.4 2.9 4. Ogan Komering Ulu Selatan Kab.3 1.790.0 2.835.8 1.421. Banyuasin Kab.802.1 824.453.6 1.280.5 1.6 938.010.3 1.7 947.6 1.5 1.5 2.6 737.5 2.592.1 - . Pasaman Kab.4 4.4 1.3 2.3 1.8 535. Ogan Komering Ilir Kota Palembang Kota Pagar Alam Kota Lubuk Linggau Kota Prabumulih Kab.091.140.5 3.4 1. Belitung Kota Pangkal Pinang Kab.7 1.3 974.8 1.943.565.7 1.3 1.226.743.586. Belitung Timur Provinsi Bengkulu Kab.694.6 2. Tanah Datar Kota Bukit Tinggi Kota Padang Panjang Kota Padang Kota Payakumbuh Kota Sawahlunto Kota Solok Kota Pariaman Kab.2 2.3 1.2 1.802.1 2.748.1 3. Bangka Kab.742.1 1.808.6 1.221. Rejang Lebong Kota Bengkulu Kab.077.385.416.205.9 1.089.3 2.208.114.7 1. Agam Kab.6 2. Sijunjung Kab.533.9 2.2 2.699. Merangin Kab.4 1.3 2.023.420.2 2.8 3.2 952.9 1. Kaur Kab.849.2 2.6 1. Muaro Jambi Kab.465.408.060.3 3. Ogan Komering Ulu Timur Kab.0 746.692. Ogan Ilir Kab.369.717.2 3. Meranti Kab.737.585.9 2.1 856.9 965.688.406.608. Empat Lawang Kab.4 2.9 1.3 1.367.1 1.823.9 2.9 2.050.312. Seluma ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 860. Solok Kab.8 1.2 875.8 1.069. Sarolangun Kab.8 1.148.071.291.1 998.058. Dharmasraya Kab.398.513.7 1.825.422.915.6 1.8 1. Indragiri Hilir Kab.0 512.8 1.672.0 2.887.5 582.834.3 1. Anambas Provinsi Jambi Kab.6 4. Solok Selatan Kab.

807.861.134.939.8 1.4 - 838. Garut Kab. Lampung Timur Kab.8 3.482.049.803.609.070.6 3.4 1.7 4.3 6. Indramayu Kab.6 2.2 3. Mesuji Kab.8 1.7 13.2 2.0 2.595.527.575.316. Brebes Kab.680.8 4. Batang Kab.0 1.778.4 2.586.3 1.607.074.4 810.162.3 1.594.5 2. Lampung Utara Kab.363.2 3.496.264.9 1.939.731.4 2.1 2.724.071.0 7.895. Lebak Kab.222.9 1.373.1 1.9 3.6 7.001.9 3.9 1. Bekasi Kab.723.0 3.7 2.748.9 4.724.265.041.179.7 1.128.067. Blora Kab.9 2. Bogor Kab.7 1. Ciamis Kab.028.508.4 1.584.373. Bandung Barat Kab.788.289.7 8.141. Kepahiang Kab.2 5.5 9.825. Cianjur Kab.269.0 1. Sukabumi Kab.629.0 4.0 1. Banyumas Kab.126. Purwakarta Kab.6 2. Lampung Selatan Kab.0 3. Lebong Kab.1 7.304.2 2.7 1.2 4.1 3. Lampung Tengah Kab.5 4.396.553.3 3.645.4 3.131.8 3. Bandung Kab.0 1. Tasikmalaya Kota Bandung Kota Bekasi Kota Bogor Kota Cirebon Kota Depok Kota Sukabumi Kota Tasikmalaya Kota Banjar Kab. Banjarnegara Kab.852.068. Bengkulu Tengah Provinsi Lampung Kab.3 10.1 2.4 4. Subang Kab.0 .0 10.344.8 3.3 6.944.1 4.9 3. Lampung Barat Kab. Tangerang Kota Cilegon Kota Tangerang Kota Serang Kota Tangerang Selatan Provinsi Jawa Tengah Kab.4 2.3 1.431.578.5 4.7 4.437.207.6 5.3 2.663. Mukomuko Kab.692.143.6 7.9 1. Pandeglang Kab.9 524.780.8 8. Tulang Bawang Kab.4 2.1 1.940.445.758.9 7.570.657.9 4. Way Kanan Kota Bandar Lampung Kota Metro Kab.9 3.8 1.835.3 1.0 1. Karawang Kab. Sumedang Kab.6 2.616.882.196.296.251. Cirebon Kab.9 1.1 2.1 7.038.6 4.8 4.985.4 6.9 2.9 679.147. Majalengka Kab.070.7 6. Kuningan Kab.200 3.062.5 6.5 3.004.856.2 1.4 3.0 2.144.6 2.675.179. Pringsewu Kab.535.985.2 2.706.670.265.196.492.2 2. Boyolali Kab.8 7.9 1.0 3.577.434.865.2 1.1 3.606.458.7 18.0 2.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 DAERAH Kab.637.2 5.019. Pesawaran Kab.9 3.531.4 2. Cilacap ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 2.538. Serang Kab.350.9 8.738.2 2.666.322. Tulang Bawang Barat Kab.056.2 1.217.2 1.9 4.304.239.1 2.877.9 2.4 3.1 1.397.1 2.677.667.923. Tanggamus Kab.331.0 3.203.641.6 4.

329. Bangkalan Kab. Banyuwangi Kab.1 1.048.9 1. Pacitan Kab.0 6.4 1.1 3.3 1.771.093.170. Rembang Kab.150.028. Kulon Progo Kab.399.801.4 4.106.6 2.2 8. Lamongan Kab.543.4 877.0 1.7 6. Pemalang Kab.2 3.115.2 5.3 2.5 2.405.1 998.3 2.2 4.9 2.3 2. Mojokerto Kab.695.7 1.7 6.857.9 1.5 1.4 1.5 2.900.1 2.0 1.607.018.195.2 1.2 1. Kebumen Kab.2 823.091.260.326.356. Jombang Kab. Pasuruan Kab.865.443.3 3.907.878. Situbondo Kab. Magetan Kab.414.738.3 2.533.937.0 3.2 1.4 1.562.703.8 2.5 4.859.0 819.563.135.0 1.7 3.0 3.3 1. Semarang Kab.6 6. Nganjuk Kab.0 3.3 2.749.7 4. Sidoarjo Kab.5 3.418.155. Pekalongan Kab.131. Sragen Kab.038.9 4.296.1 2.9 1.1 3.2 1.3 714.922.8 2.277.316.0 3.2 1.175.1 3.231.3 3.152.455. Kudus Kab.488.958.3 3.053.6 4.472.7 1.1 9.875.7 2. Purbalingga Kab. Demak Kab.7 5.7 4.025.193.159.3 1. Pamekasan Kab.6 2.678.6 4.055. Probolinggo Kab.3 4.369.054.753.6 1.492. Bantul Kab.0 8.5 3. Magelang Kab. Sukoharjo Kab.669.2 4.4 6.347.543.915.6 1.231.5 2.7 1. Malang Kab.6 2.5 1.208.349.654.6 2.046.975.1 779.3 2.400. Bondowoso Kab. Jepara Kab.988.437.2 1.1 1.493.543.079.2 2.3 3.350. Temanggung Kab.2 - 3.141.857.3 3.8 1.679.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 DAERAH Kab.7 1. Grobogan Kab.973. Madiun Kab.5 945.791.9 1.757.2 - .3 2. Jember Kab.905.6 5.8 4.3 2. Tegal Kab.740.8 3. Blitar Kab.545.0 812.816.4 5.8 1.8 1. Lumajang Kab.935.132.8 1. Ngawi Kab.852.4 6.984.658.5 5.3 1.3 1. Sumenep ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 1.959.9 1.612.569.877.0 3.4 3. Klaten Kab.1 1.2 1.541.713.351.027.7 12.497.156.613.0 994.795.781.7 2. Sleman Provinsi Jawa Timur Kab.889.561.7 4. Sampang Kab.095.8 4.123. Ponorogo Kab.6 2.0 968. Bojonegoro Kab.6 1.3 1.4 3. Kediri Kab. Gresik Kab.9 5.2 2.505.4 1.1 3.959. Kendal Kab.696. Wonosobo Kota Magelang Kota Pekalongan Kota Salatiga Kota Semarang Kota Surakarta Kota Tegal Provinsi DI Yogyakarta Kab. Purworejo Kab.060.163.105.708. Wonogiri Kab.7 1.146.302.3 1.2 954.8 2.930.788.279. Gunung Kidul Kab.0 3.097.464.5 3.4 3.8 1.9 1. Pati Kab.300.248.234.2 2.9 2. Karanganyar Kab.8 1.

9 528.8 718.2 1.2 4.017.677.6 1. Nunukan Kab.536.696.6 2. Kayong Utara Kab.153. Melawi Kab.690.677.8 2.0 2.002.1 2.359.409.832.0 1.204.1 2.997.8 1. Murung Raya Kab.6 571.700 1.581.498.7 1.9 3.350.399.2 4.413. Kapuas Kota Palangkaraya Kab.8 1.035.3 4.892.037.5 3. Barito Utara Kab.0 3.3 2.8 1.2 4. Sekadau Kab.059.7 3.1 1.7 3.173.433. Bengkayang Kab. Tulungagung Kota Blitar Kota Kediri Kota Madiun Kota Malang Kota Mojokerto Kota Pasuruan Kota Probolinggo Kota Surabaya Kota Batu Provinsi Kalimantan Barat Kab.591.444.187.9 895.0 1.474.1 942.3 1.0 1.698.373.8 1.9 2.179.239.621.8 3.3 889. Tana Tidung Provinsi Sulawesi Utara Kab.8 2.2 2.3 2.532.1 3.2 1.095.0 786. Hulu Sungai Selatan Kab.0 1.8 848. Hulu Sungai Tengah Kab.2 6.5 1.161.671.737.3 4.1 814. Trenggalek Kab.6 957. Malinau Kab.2 2.035.241.6 801. Pasir Kota Balikpapan Kota Bontang Kab.717.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 DAERAH Kab.426. Barito Timur Kab. Lamandau Kab.5 2.162.0 4.614.004.0 3.350.328.2 2.7 3.4 1.403.721.077.329.782.083.431.205.4 3.460.422.032.483.3 3.622.6 3.3 832.826.524.9 1.521.683.570.602. Sukamara Kab. Landak Kab.1 1. Kubu Raya Provinsi Kalimantan Tengah Kab.3 3.7 3.3 2.023.640.9 2. Gunung Mas Kab.071.128.3 1.541.3 2. Pulang Pisau Kab.8 1.5 1.820. Ketapang Kab.0 752.395.2 .974. Tuban Kab.1 2.3 1.424.8 1.6 3.596.069.741.408. Kapuas Hulu Kab.698.985.931.0 1. Seruyan Provinsi Kalimantan Selatan Kab.516.176. Kutai Barat Kab.8 1.190.4 3.170.315.0 2.860.871.645.3 3.9 3.051.9 4.7 1.4 2.9 1.486.3 3.587.8 1.4 898.8 2.2 761.4 3.5 2.5 1.8 2.1 1.740.4 4.048.980.9 2.4 1. Sintang Kota Pontianak Kota Singkawang Kab.108. Hulu Sungai Utara Kab.1 1.2 2.6 2.893.4 2.5 2.068.558.880.567. Tapin Kota Banjar Baru Provinsi Kalimantan Timur Kab. Barito Selatan Kab. Bolaang Mongondow Kab. Penajam Paser Utara Kab. Berau Kab.6 4.4 4.3 2.377.6 3.362.4 998.9 1.6 4.407.1 4.4 636. Pontianak Kab.3 2. Barito Kuala Kab. Sangihe ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 1.7 1.569.4 1.2 1.2 4.452.7 1. Sanggau Kab.6 1. Minahasa Kab.4 1.8 3.155.3 1.4 1.9 797.0 828.9 908.2 2.7 2.439.7 11.320.587.3 1.225. Sambas Kab.

Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011
(dalam juta rupiah) 8

6 ALOKASI

7

NO
300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360

DAERAH
Kota Bitung Kota Manado Kab. Kepulauan Talaud Kab. Minahasa Selatan Kota Tomohon Kab. Minahasa Utara Kota Kotamobagu Kab. Bolaang Mongondow Utara Kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro Kab. Minahasa Tenggara Kab. Bolaang Mongondow Timur Kab. Bolaang Mongondow Selatan Kab. Boalemo Kab. Gorontalo Kota Gorontalo Kab. Pohuwato Kab. Bone Bolango Kab. Gorontalo Utara Provinsi Sulawesi Tengah Kab. Banggai Kab. Banggai Kepulauan Kab. Buol Kab. Toli-Toli Kab. Donggala Kab. Morowali Kab. Poso Kota Palu Kab. Parigi Moutong Kab. Tojo Una Una Kab. Sigi Provinsi Sulawesi Selatan Kab. Bantaeng Kab. Barru Kab. Bone Kab. Bulukumba Kab. Enrekang Kab. Gowa Kab. Jeneponto Kab. Luwu Kab. Luwu Utara Kab. Maros Kab. Pangkajene Kepulauan Kab. Pinrang Kab. Kepulauan Selayar Kab. Sidenreng Rappang Kab. Sinjai Kab. Soppeng Kab. Takalar Kab. Tana Toraja Kab. Wajo Kota Pare-pare Kota Makassar Kota Palopo Kab. Luwu Timur Kab. Toraja Utara Provinsi Sulawesi Barat Kab. Majene Kab. Mamuju Kab. Polewali Mandar Kab. Mamasa Kab. Mamuju Utara

ALOKASI
PELAYANAN FARMASI

ALOKASI
PELAYANAN RUJUKAN

PELAYANAN DASAR

2,602.3 1,744.6 2,504.3 1,387.9 2,958.7 1,273.8 1,982.6 2,277.2 3,045.3 2,534.2 4,728.4 3,565.3 1,416.0 1,347.2 1,982.6 2,876.6 1,492.9 2,492.2 1,264.8 2,599.8 2,635.1 1,245.3 1,267.9 2,075.0 1,297.3 1,157.0 1,887.4 1,500.0 3,687.8 1,824.7 2,039.2 1,633.0 2,109.9 2,036.5 1,960.0 2,092.2 2,203.1 2,595.8 2,109.6 1,715.9 2,337.1 2,905.6 2,131.4 1,835.7 1,638.8 1,926.6 3,856.1 2,107.2 2,617.8 2,255.3 3,124.5 4,793.3 1,296.6 1,209.0 1,468.6 1,811.8 2,359.3

1,229.6 2,779.7 1,436.1 1,474.9 615.7 1,318.6 1,527.8 1,534.0 1,679.1 1,656.6 2,719.8 2,878.7 1,108.2 2,137.2 1,005.9 1,047.4 821.7 1,191.0 1,041.6 1,133.0 1,292.5 1,601.5 1,843.1 1,445.8 1,752.5 1,277.6 1,961.9 910.2 1,719.2 1,048.9 1,078.7 2,649.3 2,834.7 920.0 3,100.7 1,466.9 1,781.3 1,276.9 1,506.3 1,630.9 1,977.5 1,320.2 1,592.6 988.9 725.8 1,605.8 1,835.9 2,084.8 737.5 4,501.0 1,292.6 736.3 2,530.6 1,293.5 1,815.7 2,296.1 1,172.1 1,453.7

3,102.9 1,537.7 1,627.7 3,362.2 4,803.2 1,453.1 2,089.8 3,796.3 1,537.8 3,334.8 3,505.0 2,522.8 5,078.7 3,226.5 2,789.2 2,364.5 3,091.1 8,794.1 1,639.8 1,051.6 3,118.1 878.1 1,927.6 2,947.3 2,444.0 1,680.6 1,965.9 964.3 1,776.2 1,883.0 1,654.7 1,681.9 2,264.9 1,103.9 3,789.4 2,006.4 1,259.0 3,484.6 3,513.1 1,429.4 1,567.8 2,025.6 -

Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011
(dalam juta rupiah) 8

6 ALOKASI

7

NO
361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419

DAERAH
Provinsi Sulawesi Tenggara Kab. Buton Kab. Konawe Kab. Muna Kota Kendari Kota Bau-bau Kab. Konawe Selatan Kab. Bombana Kab. Wakatobi Kab. Kolaka Utara Kab. Konawe Utara Kab. Buton Utara Kab. Bangli Kab. Buleleng Kab. Gianyar Kab. Jembrana Kab. Karangasem Kab. Klungkung Kab. Tabanan Kota Denpasar Provinsi Nusa Tenggara Barat Kab. Bima Kab. Dompu Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kota Mataram Kota Bima Kab. Sumbawa Barat Kab. Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur Kab. Alor Kab. Belu Kab. Ende Kab. Flores Timur Kab. Kupang Kab. Lembata Kab. Manggarai Kab. Ngada Kab. Sikka Kab. Sumba Barat Kab. Sumba Timur Kab. Timor Tengah Selatan Kab. Timor Tengah Utara Kota Kupang Kab. Rote Ndao Kab. Manggarai Barat Kab. Nagekeo Kab. Sumba Barat Daya Kab. Sumba Tengah Kab. Manggarai Timur Kab. Sabu Raijua Provinsi Maluku Kab. Maluku Tenggara Barat Kab. Maluku Tengah Kab. Maluku Tenggara Kab. Buru Kota Ambon

ALOKASI
PELAYANAN FARMASI

ALOKASI
PELAYANAN RUJUKAN

PELAYANAN DASAR

2,618.9 3,269.0 2,795.5 1,454.9 1,420.1 1,687.1 2,204.7 2,630.6 2,196.0 2,767.5 2,854.4 1,597.9 1,938.5 1,016.4 2,244.4 1,004.8 1,291.3 1,046.3 2,360.3 1,395.1 1,522.7 1,059.0 1,615.5 1,463.9 1,769.3 1,267.2 1,233.2 2,712.7 1,990.5 2,876.4 1,942.5 1,580.1 2,030.0 1,849.0 3,083.5 1,716.1 2,856.3 2,718.3 2,765.0 3,188.3 3,587.9 2,248.8 1,468.6 1,732.6 2,569.5 4,048.7 1,761.5 3,078.6 4,382.6 3,262.3 2,255.4 2,080.4 5,855.8 3,179.9

1,677.8 1,590.3 1,786.2 1,828.6 1,125.2 1,881.4 1,160.1 1,236.8 1,102.0 1,367.8 1,342.6 1,456.3 2,183.7 2,013.6 1,842.4 2,076.7 1,011.7 1,952.7 3,079.000 1,755.5 1,462.9 2,583.4 3,388.6 3,590.4 1,342.4 1,499.9 1,064.9 905.5 2,022.9 1,527.8 2,398.8 1,948.3 2,157.4 2,127.2 1,098.9 2,756.5 1,431.2 1,539.4 2,196.9 1,713.0 2,655.6 1,937.7 1,087.9 1,275.1 1,372.3 1,483.6 1,339.5 1,417.8 2,129.4 1,425.3 1,645.1 2,236.1 1,648.1 1,600.3 1,954.5

2,917.5 1,618.9 1,802.2 1,320.9 1,113.2 2,292.0 1,881.2 945.6 2,099.1 2,210.7 977.8 1,749.0 1,735.0 3,125.8 2,346.4 1,946.1 3,233.3 1,042.5 2,975.8 2,353.1 4,291.0 1,143.3 3,807.4 2,628.5 1,526.9 1,249.1 1,265.4 3,273.2 3,422.8 3,792.9 1,767.8 7,727.3 3,948.5 5,030.3 2,535.4 2,398.0 -

Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011
(dalam juta rupiah) 8

6 ALOKASI

7

NO
420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476

DAERAH
Kab. Seram Bagian Barat Kab. Seram Bagian Timur Kab. Kepulauan Aru Kota Tual Kab. Maluku Barat Daya Kab. Buru Selatan Provinsi Maluku Utara Kab. Halmahera Tengah Kab. Halmahera Barat Kota Ternate Kab. Halmahera Timur Kota Tidore Kepulauan Kab. Kepulauan Sula Kab. Halmahera Selatan Kab. Halmahera Utara Kab. Pulau Morotai Provinsi Papua Kab. Biak Numfor Kab. Jayapura Kab. Jayawijaya Kab. Merauke Kab. Mimika Kab. Nabire Kab. Paniai Kab. Puncak Jaya Kab. Kepulauan Yapen Kota Jayapura Kab. Sarmi Kab. Keerom Kab. Yahukimo Kab. Pegunungan Bintang Kab. Tolikara Kab. Boven Digoel Kab. Mappi Kab. Asmat Kab. Waropen Kab. Supiori Kab. Mamberamo Raya Kab. Mamberamo Tengah Kab. Yalimo Kab. Lanny Jaya Kab. Nduga Kab. Puncak Kab. Dogiyai Kab. Intan Jaya Kab. Deiyai Kab. Sorong Kab. Manokwari Kab. Fak Fak Kota Sorong Kab. Sorong Selatan Kab. Raja Ampat Kab. Teluk Bintuni Kab. Teluk Wondama Kab. Kaimana Kab. Maybrat Kab. Tambrauw Jumlah Kab/Kota Rata-rata Alokasi Jumlah Total Alokasi Jumlah Provinsi Rata-rata Alokasi Jumlah Total Alokasi Total Daerah Rata-rata nasional Jumlah Total Nasional

ALOKASI
PELAYANAN FARMASI

ALOKASI
PELAYANAN RUJUKAN

PELAYANAN DASAR

2,382.6 3,472.6 3,690.1 4,985.4 3,152.2 6,926.4 2,796.5 2,478.6 2,770.8 2,619.2 3,845.5 5,661.8 2,852.8 5,053.6 4,619.7 5,151.4 4,566.9 10,237.2 12,299.2 5,569.2 4,435.3 6,888.6 11,202.2 6,480.8 3,815.1 9,916.3 5,202.2 15,103.8 9,940.7 16,941.8 10,484.1 8,361.1 8,718.3 5,638.5 5,085.6 10,358.2 11,507.8 8,324.4 10,501.7 18,610.0 14,963.1 8,550.2 33,670.0 10,497.1 5,669.3 7,769.2 5,221.6 3,431.7 5,000.4 7,131.6 8,314.9 9,392.8 5,391.5 8,724.3 6,495.1

1,368.3 1,287.7 985.7 3,115.7 2,393.1 2,198.7 910.1 1,461.7 888.5 1,031.8 1,339.9 1,208.3 982.9 1,309.0 2,171.9 2,393.7 1,370.0 6,524.9 3,186.6 2,884.0 1,792.6 3,272.5 3,405.8 1,621.1 3,225.1 1,312.4 1,231.4 2,263.4 3,277.6 2,419.0 1,329.5 1,801.3 2,518.7 1,596.3 1,110.3 2,534.0 3,979.4 4,573.5 6,516.3 6,744.1 5,052.4 2,604.2 5,276.6 3,941.5 1,288.8 1,783.8 1,069.4 1,159.3 1,385.6 1,457.2 929.0 1,014.9 946.8 2,738.0 2,174.7

4,113.3 1,234.1 4,275.2 2,098.4 1,822.2 1,242.1 4,068.8 1,174.7 1,735.7 20,225.1 4,188.3 1,391.2 2,810.6 2,064.1 3,934.6 3,601.8 4,771.5 7,357.1 5,273.5 1,358.4 5,068.8 1,667.5 -

397 2,898.889 1,150,859.000 397 2,898.889 1,150,859.000

440 2,501.557 1,100,685.000 440 2,501.557 1,100,685.000

256 2,468.109 631,836.000 23 5,105.217 117,420.000 279 2,685.505 749,256.000

340. Aceh Pidie 12 Kab. Kota Lhokseumawe RS Dr.800. Serdang Bedagai 12 13 Kab.500 2.565.900 713.600 940.300 1.592.500 3.700 1.311.247. Saanin RSU Suliki RSU Lubuk Sikaping RSUD Dr.416. Aceh Tenggara 8 Kab.800 2.300 3.700 1.Adnaan WD RSU Sawahlunto RSU Pasaman Barat RSU Sungai Dareh RSU Muara Labuh 3.021. Solok 7 8 5 Kab.138.483. Fauziah Bireuen RSU Sigli RSUD Simeulue RSU Meuraxa RSU Sabang RSU Langsa RSU Nagan Raya RSUD Bener Meriah Tidak ada RSU Rantauprapat RSU Gunung Sitoli RSU Sipirok RSU Pandan RSU Tarutung RSU dr.639. Limapuluh Kota 4 2 Kab.760.103.294. Tapanuli Tengah 4 5 Kab.353.300 .Kumpulan Pane / Tebing Tinggi RSU Sultan Sulaiman RSU Sibubuan RSU Dr.119.300 1. Tengku Mansyur RSUD Dr. Zein Painan RSUD Arosuka Labkesda Kab.418.500 3.187. Sahudin (Kutacane) RSU Idi Rayeuk RSUD Cut Meutia.200 3. Nagan Raya Kab.500 1. Pasaman 5 3 Kab.154.647.500 1.700 1. Bireuen 11 Kab. Aceh Tengah 7 Kab. Pirngadi RSUD Djasamen Saragih RSU Dr.800 1.871.100 2.583.700 947.300 3. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK Lampiran 13 DAK BIDANG KESEHATAN TAHUN 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN NO I DAERAH Provinsi Aceh PROVINSI NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 II KABUPATEN/KOTA 4 Kab. Tapanuli Utara 5 6 Kota Binjai 6 7 Kota Medan 7 8 Kota Pematang Siantar 8 9 Kota Sibolga 9 10 Kota Tanjung Balai 10 11 Kota Tebing Tinggi 11 12 Kab.939.800 1.000 1.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.800 2. Labuhan Batu 2 Kab.400 907. Dharmasraya 14 11 Kab.457.600 713. HB.906.154.400 1.400 2.823. Pasaman Barat 13 10 Kab.620. Zaenal Abidin RSIA Prov.800 KABUPATEN/KOTA 1 1 Kab. F Tobing RSU Dr.400 2. Achmad Mochtar RSU Pariaman RSJ Prof.200 2. Simeulue 13 Kota Banda Aceh 14 Kota Sabang 15 Kota Langsa 16 Kab.802. NAD RSJ Banda Aceh RSUD Kota Jantho RSU Yulidin Away RSU Datu Beru Takengon RSU H. Aceh Timur 9 Kab. M.700 2.200 3.600 713.900 706. Hanafiah SM (Batusangkar) RSUD Kota Padang RSU Dr. Solok Selatan 15 1.900 1.311.300 2. Solok RSU Prof MA. Nias 2 3 Kab.100 1. Padang Lawas 13 III Provinsi Sumatera Barat PROVINSI 1 2 3 KABUPATEN/KOTA 1 Kab.973.500 1.437.878.400 1.900 938. Aceh Selatan 5 6 Kab.640. Aceh Besar Kab. Bener Meriah 17 Provinsi Sumatera Utara PROVINSI 1 2 3 RSU Dr. Tanah Datar 9 6 Kota Padang 10 7 Kota Payakumbuh 11 8 Kota Sawahlunto 12 9 Kab.100 856. Pesisir Selatan 6 4 Kab.600 938. Aceh Utara 10 Kab.800 2.300 1. RM Djoelham RSUD Dr.200 2. Tapanuli Selatan 3 4 Kab.926.H.

Pringsewu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 .686.200 1.300 3. Bangka 2 Kab.100 2.500 1.300 1.466.900 3. Thalib RSUD Muaro Jambi RSUD Sultan Thaha Saifudin RSU H. OKU Timur 6 VIII Provinsi Bangka Belitung PROVINSI 1 2 3 4 5 VII KABUPATEN/KOTA 1 Kab.300 1.900 1. Ryacudu Kotabumi RSU Kota Agung RSUD Manggala RSUD Zainal Abidin Pagaralam RSU Pringsewu 1.069.688.834. Bangka Barat IX Provinsi Bengkulu PROVINSI 1 2 3 4 X KABUPATEN/KOTA Kab.700.800 1. Bangka Tengah 5 Kab.000 1.344.800 1.077. Lampung Selatan Kab. Lampung Tengah Kab. Belitung 3 Kota Pangkal Pinang 4 Kab.400 1. Tulang Bawang Kab.A.000 3.300 1.Abdul Majid Batoe (Muara Bulian) RSU Mayjen H.500 1.400 1.071.100 1.445.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.923.724. Lampung Barat Kab.850 2. Rejang Lebong Kab.802. Muaro Jambi 5 Kab.200 2. Natuna RSU Raden Mattaher RSJ Jambi RSUD H.600 2. Indragiri Hilir Provinsi Kepulauan Riau PROVINSI 1 1 2 1 2 NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) Tidak ada RSUD Purihusada Tembilahan Labkesda Kab. Abdul Manap RSJ Palembang (RS Ernaldi Bahar) RSU Lahat RSU Dr Sobirin Rawas RSU Basemah Pagar Alam RSU Banyuasin RSUD Gumawang Tidak ada RSU Sungai Liat RSU Tanjung Pandan Labkesda Kota Pangkalpinang RSU Bangka Tengah RSU Sejiran Setason RSU Dr. Musi Rawas 3 3 Kota Pagar Alam 4 4 Kab. Natuna VI Provinsi Jambi PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab.500 1. Way Kanan Kab.940. Kerinci 4 Kab.600 1.400 1. M.712.600 1 V KABUPATEN/KOTA 1 Kab. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO IV DAERAH Provinsi Riau PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab. Bengkulu Selatan Kab.205.863. Yunus RSU Manna RSUD Arga Makmur RSU Curup RSUD Bengkulu Tengah RSUD H.509.850 1.717.496.M. Bengkulu Utara Kab.900 1.800 882.700 1. Lampung Utara Kab.067.500 4.367.686.300 1. Indragiri Hilir Tidak ada RSU Lap.629.922.421.700 6.198.600 1.280.900 1. Tebo 6 Kota Jambi 7 Provinsi Sumatera Selatan PROVINSI 1 KABUPATEN/KOTA 1 Kab.856. Bengkulu Tengah Provinsi Lampung PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab. Tanggamus Kab.778.500 4. Abdul Moeloek RSJ Bandar Lampung RSU Liwa RSU Kalianda RSUD Demang Sepulau Raya RSU Mayjen H. Banyuasin 5 5 Kab. Lahat 2 2 Kab.978.636. Batanghari 3 Kab.200 875.338.600 840.

Cilacap .600 616.000 664.593. Bekasi RSU Cibinong RSU Ciawi UPTD Labkesda Kab. Cilacap 2. R Soeprapto Cepu UPTD Labkes DKK Blora Labkes Dinkes & Sosial Kab. Serang RSUD Kota Cilegon RS Tugurejo Semarang RSU Dr. Banjarnegara RSUD Banyumas RSUD Ajibarang Labkesmas Kab.001.600 1.147. Cirebon Kab.369.680. Amino Gondohutomo RS Kusta Kelet Labkesda Kab.800 1. Bekasi Kab.208.038.900 2.550 1.474.400 3.269.100 672. Pandeglang RSUD Serang UPTD Labkesda Kab.900 1. Cianjur Kab.944.000 1.478.553.250 4.700 1. Banyumas RSUD Dr.068. Sukabumi Kota Bandung Kota Cirebon Kota Depok Kota Sukabumi Kota Tasikmalaya Kota Banjar Provinsi Banten PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.397. Boyolali RSUD Cilacap RSUD Majenang UPTD Labkesda Kab. Karawang RSU 45 Kuningan RSU Cideres RSU Majalengka RSU Sekarwangi RSUD Jampang Kulon RSU Kota Bandung (Ujung Berung) RSKIA Kota Bandung RSU Gunung Jati UPTD Labkesda Kota Cirebon RSUD Kota Depok RSUD R Syamsuddin SH RSU Tasikmalaya RSU Banjar Tidak ada 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 RSUD Dr. Boyolali Kab. Adjidarmo RSU Berkah Labkesda Kab.700 2.500 1.650 1. Majalengka Kab.265.900 959.967.600 603.700 2.506.677.500 639.147.200 825.239. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) XII Provinsi Jawa Barat PROVINSI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 XIII KABUPATEN/KOTA Kab.550 3. Kuningan Kab.700 1.100 2.900 674.524.000 707.300 598. RSJ Dr. Margono S.500 784.400 2.145.900 2.106. Serang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Tidak ada RSU Kab Bekasi Labkesda Kab.650 707. Bogor Kab.000 3. Pandeglang Kab. Blora Kab.800 1.400 1 2 3 4 Kota Cilegon XIV Provinsi Jawa Tengah PROVINSI 1 2 3 4 5 KABUPATEN/KOTA Kab. Lebak Kab.700 1.421.700 2.100 3. Moewardi Solo RSU Prof.800 3.400 1.800 3.972.600 4. Bogor RSU Ciamis RSU Cianjur RSU Cimacan UPTD Labkesda Kab.000 1.900 688.350 4.400 709.066.400 3. Banjarnegara Kab.542.800 1. R Soetijono Blora RSUD Dr.474. Ciamis Kab. Banyumas Kab. Karawang Kab.385. Cianjur RSU Waled RSU Arjawinangun RSU Indramayu RSU Patrol RSU Karawang` Labkesda Kab.400 748.200 3.791.179.251. Indramayu Kab.200 1.028.524.200 1.213.

Gunung Kidul 3 Kab. Suwondo Kendal Labkes Dinkes & Kessos Kab.500 2.600 1. Bangkalan Kab.493.400 690. DAERAH Demak Jepara Karanganyar Kebumen Kendal Klaten Kudus 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 NAMA RUMAH SAKIT RSUD Sunan Kalijaga UPTD Labkesmas Kab. Magelang RSUD Kayen Pati UPT Labkesda Kab.600 1.347.600 2.700 1. H. Klaten RSUD Kudus UPTD Labkes Kab.900 1.700 2. Blitar Kab.400 666.000 812.900 1.300 2. Pati RSU Kraton Labkesmas Kab. Kota Magelang RSU Kota Semarang Lab.587.500 1. Kab.347.900 1.502. Bantul 2 Kab. Kab. Purbalingga Kab. Semarang Kab.600 1. Soebandi RSU Balung RSU Kalisat RSU Soegiri Lamongan RSU Haryoto Lumajang RSU Panti Waluyo Caruban RSU Dr. Kab.800 2.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. Banyuwangi Kab.300 1. Wonosobo RSU Tidar Magelang UPTD Dinkes Lingk. Karanganyar Labkesmas Kab.700 2.600 681.900 1.800 3.000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 KABUPATEN/KOTA Kab.141. Wonosobo Kota Magelang Kota Semarang 22 Kota Surakarta XV Provinsi DI Yogyakarta PROVINSI KABUPATEN/KOTA 1 Kab.600 1.411.770. Soetomo RSU Haji Surabaya RSJ Menur RSTP Batu RS Kusta Kediri RSUD Syarifah Ambame RS Blambangan RS Genteng Labkesmas Kab.985.316.000 830. Pati Kab.123. Kab.300 577.600 2. Kab. Sragen Lab. Sayidiman Magetan RSU Kepanjen ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) Kab.500 2.533.753. Kebumen RSUD Dr. Kulon Progo XVI Provinsi Jawa Timur PROVINSI 2.800 1. Bojonegoro Kab. S.400 819. Jatikoesoemo RSUD Sumber Rejo RSUD Padangan RSU H.302. Purbalingga RSUD Ambarawa RSUD Ungaran UPTD Labkesda Kab.387. Blitar RSU Dr.048.234.600 1.712.698. Dinkes Kab.097.286.025. Kab.678. Dinkes Kota Semarang UPTD Labkes Dinkes Kota Surakarta RSJ Ghrasia RSU Panembahan Senopati RSU Wonosari RSU Wates RSU Dr. Jember Kab.636.731.800 2.800 756.400 1.027. Lamongan Lumajang Madiun Magetan Malang . Dinkes Kab.200 819. Kab. Kab.700 2.700 1. Soedono Madiun RSU Dr.900 514.937.152.213.800 3.600 1.200 1.937.900. Semarang RSU Sragen Lab. Dinkes Kab.712. Bondowoso Kab.300 2.438. Jepara Lab. Magelang Kab.079. Kudus Labkesmas Dinkes Kab.201. Pekalongan Kab.597. Saiful Anwar RSU Dr.985.700 1. Kab. Banyuwangi RSU Ngudi Waluyo Wlingi Labkesling Dinkes Kab.800 926.958.249.100 516. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kab.800 2.000 1. Kab.800 1.200 3. Koesnadi Labkes Kab.500 1.100 1. Bondowoso RSU Dr. Sragen Kab.100 1.900 504.000 1.200 649.018.

400 1.300 2. Situbondo 41 UPTD Labkesda Kab. Dinkes Kab.309.900. Barito Timur 7 RSU Pulang Pisau 5 Kab.296.176.051. Sanggau 11 RSUD Ade M Djoen Sintang 8 Kab.300 1. Sintang 12 Labkesda Dinkes Kab.000 3. Barito Selatan 2 RSU Buntok 3 RSU Muara Teweh 2 Kab.931. Bengkayang 3 RSU Bengkayang 4 RSUD Landak 2 Kab.944.500 691. Landak 5 RSU Dr. Trenggalek 42 RSU Dr.300 1.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.000 1.200 .600 799. Soekandar 28 RSUD R.175. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO 12 DAERAH Kab. Rubini Mempawah 5 Kab.885. Sidoarjo 39 RSU Situbondo 19 Kab.000 1. Probolinggo 17 Kab.700 1. Sambas 9 Labkesda Kab.020.050 721.393.974.700 1.700 3.050 480.400 614.900 4.700 1.300 769.100 1.600 1.600 957.100 3.200 705.600 4. A Basoeni 29 Lab.200 1. Sambas 10 RSUD Sanggau 7 Kab.048.600 1. Tulungagung 44 RSU Mardi Waluyo 22 Kota Blitar 45 UPTD Labkesda Kota Blitar 46 RSU Gambiran 23 Kota Kediri 47 RSUD Kota Madiun 24 Kota Madiun 48 Labkesda Dinkes Kota Madiun 49 RSU Dr Wahidin S Husodo 25 Kota Mojokerto 50 Labkesda Kota Mojokerto 51 RSU M Saleh Probolinggo 26 Kota Probolinggo 52 Labkesda Kota Probolinggo XVII Provinsi Kalimantan Barat PROVINSI 1 RSUD Dr. Ketapang 7 RSU Dr.400 3. Mojokerto 30 RSU Kertosono 13 Kab.100 768.700 599. Dorris Sylvanus KABUPATEN/KOTA 1 Kab.500 621.621.900 1.000 1.000 1.966. Soemarmo Kapuas 3 Kab. Sintang 13 Pusat Labkesda Kota Pontianak 9 Kota Pontianak 14 RSU Dr. Soeroto Ngawi 14 Kab. Probolinggo 38 RSU Sidoarjo 18 Kab. Pulang Pisau 8 RSU Kuala Pembuang 6 Kab. Barito Utara 4 RSU Dr.600 1. Soedarso 2 RSJ Provinsi Kalbar KABUPATEN/KOTA 1 Kab.208. Kapuas Hulu 6 RSU Agoesdjam 4 Kab.100 1. Kapuas 5 Labkesda Kab. Pontianak 8 RSU Sambas 6 Kab.300 3.225.860. Ngawi 33 Labkesda Kab.198.320. Tulungagung 43 Lab. Dr.373.470. M Harjono Ponorogo 16 Kab. Pamekasan 35 RSU Prof. Ponorogo 36 Labkesda Kab. Situbondo 40 Labkesmas Dinkes Kab.900 2. Trenggalek 20 Kab.225. Ngawi 34 RSU Pamekasan 15 Kab.474. Ponorogo 37 Labkes Dinkes Kab.468.980.100 4.200 880.300 1.435.200 685. Seruyan 721. Nganjuk 31 Labkesda Kab.622.000 2.035. Kapuas 6 RSU Tamiang Layang 4 Kab.700 898. Dinkes Kab.431.170.500 3.826. Abdul Azis 10 Kota Singkawang XVIII Provinsi Kalimantan Tengah PROVINSI 1 RSU Dr. Nganjuk 32 RSU Dr.500 1. Iskak 21 Kab.900 1. Mojokerto NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) 27 RSU Prof.Achmad Diponegoro 3 Kab.000 1.881.

250 2. Sam Ratulangi 3 Kab. Bone 783.796.100 3.800 3. A Rivai Tanjung Redeb 5 RSUD Malinau 2 Kab.453. Tojo Una Una XXIV Provinsi Sulawesi Selatan PROVINSI 1 RSUD Labuang Baji 2 RSU Haji Makassar KABUPATEN/KOTA 1 Kab.600 .Boalemo 2 Kab. Dr.300 1.100 3. A Makatutu 4 RSU Tenriawaru Bone 2 Kab.000 4.505.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.500 3.600 3.213.522. Pasir 8 RSU Taman Husada Kota Bontang 5 Kota Bontang 9 UPTD Labkesda Kota Bontang 10 RSUD Penajam Paser Utara 6 Kab.300.900 803.000 2. MM Dunda 3 Kota Gorontalo 3 RSUD Prof.926.364.700 3.128. Kanujoso D.550 5.493.627. Berau 4 RSUD Dr. Poso 11 RSU Anutapura 8 Kota Palu 12 RSU Anuntaloka Parigi 9 Kab.213.700 2.800 1.000 3.377. Bolaang Mongondow 2 RSU Datoe Binangkang 3 RSUD Lolak (Pemekaran) 2 Kab.486.044.226. Gorontalo 2 RSUD Dr.698.900 1. Banggai Kepulauan 5 RSU Buol 3 Kab.600 3.200 3. H. Minahasa 4 RSU Dr.650 783.400 3.334.926.100 1.241.950. Bantaeng 3 RSU Prof. Boalemo 1 RSU Tani & Nelayan Kab. Bolaang Mongondow Utara RSU Bolaang Mongondow Utara 7 XXII Provinsi Gorontalo PROVINSI Tidak ada KABUPATEN/KOTA 1 Kab.537.Pohuwato XXIII Provinsi Sulawesi Tengah PROVINSI 1 RSUD Undata Palu 2 RSD Madani (RSJ Palu) KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Minahasa Utara 6 RSU MW Maramis Minut 5 Kab.700 1.200 929. Aloei Saboe 4 Kab. Toli-Toli 7 RSU Kabelota Donggala 5 Kab.250 1.800 1.091.300 2. Sangihe 5 RSU Liun Kendage Tahuna 4 Kab. KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Buol 6 RSU Mokopido 4 Kab.500 2. Tapin 3 RSU Datu Sanggul Rantau 2 Kota Banjar Baru 4 RSU Banjarbaru XX Provinsi Kalimantan Timur PROVINSI 1 RSUD HA.362. Parigi Moutong 13 RSU Ampana 10 Kab.696.650 832. Wahab Sjahranie 2 RSUD Tarakan 3 RSUD Dr. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) XIX Provinsi Kalimantan Selatan PROVINSI 1 RSUD Ansari Saleh 2 RSJ Sambang Lihum KABUPATEN/KOTA 1 Kab.537.000 828. Pohuwato 4 RSU Kab. Morowali 9 RSU Kolonedale 10 RSU Poso 7 Kab.900 3.800 3.362.200 4.200 2.789. Banggai 3 RSU Luwuk 4 RSU Banggai Kepulauan 2 Kab.803.102.550 1.639.700 3.200 1.900 1.800 1.044.016.740. Donggala 8 RSUD Morowali Bungku 6 Kab. Malinau 6 RSUD Nunukan 3 Kab.602.100 4.200 2. Nunukan 7 RSU Panglima Sebaya 4 Kab.200 2.051. Penajam Paser XXI Provinsi Sulawesi Utara PROVINSI 1 RS Khusus Daerah Kls A KABUPATEN/KOTA 1 Kab.

Kab.183.100 1.802. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kab. Tabanan 6 BRSU Tabanan 3.000 1. Bangli 1 RSU Bangli 2 Kab.118. Buleleng 2 RSUD Kab.927.700 977.444.900 1. Muna 3 RSUD Kab.800 2.881. Takalar 20 RSU Andi Makassau 17 Kota Pare-pare 21 Labkesda Kota Pare-pare 22 RSU Sawerigading Palopo 18 Kota Palopo 23 RSUD Ilagaligo 19 Kab.320. Kab.Padjonga DG Ngalle 16 Kab.429. Polewali Mandar 4 Labkesda Dinkes Polman 4 Kab.000 1.259.100 606. Majene 2 RSU Majene 2 Kab. Kab.200 2.103. Luwu Timur XXV Provinsi Sulawesi Barat PROVINSI 1 RS Provinsi Malabi KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Kab.513.Karangasem 6 Kab.800 661. DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) 5 RSUD HA Sultan DG Radja Bulukumba Bulukumba 6 RSUD Massenrempulu Enrekang 7 RSU Syech Yusuf Gowa 8 RSU Lanto DG Pasewang Jeneponto Jeneponto 9 RSUD Batara Guru Belopa Luwu 10 RSU Andi Jemma Masamba Luwu Utara 11 RSU Salewangang Maros Maros Pangkajene Kepulauan 12 RSU Pangkep 13 RSU Lansirang Pinrang Pinrang 14 RSU Kep.800 1.600 3.681. Muna (Raha) 3 Kota Kendari 4 Lab. Karangasem 5 RSUD Kab. Kab.264. Konawe 2 RSUD Kab.900 3.900 2.292. Dinkes Kota Kendari 4 Kab.900 1. Buleleng 3 Kab.200 945. Soppeng 19 RSUD H.600 2.484.100 1. Sidrap 17 RSU Sinjai 14 Kab. Konawe Selatan 5 RSUD Kab.917.749.680.735. Konawe Utara XXVII Provinsi Bali PROVINSI Tidak ada KABUPATEN/KOTA 1 Kab.025.567.100 2.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. Selayar Selayar Sidenreng Rappang 15 RSU Arifin Nu'mang 16 UPTD Labkesda Kab.600 1. Kab. Bombana 6 RSUD Bombana 6 Kab.900 964.000 1. Jembrana 4 RSU Negara 5 Kab.200 1.006.900 1. Mamuju 3 RSU Mamuju 3 Kab.099.600 2.000 3.500 1. Gianyar 3 RSU Sanjiwani 4 Kab. Konawe Selatan 5 Kab.400 1.883. Kab. Sinjai 18 RSU Ajapange Soppeng 15 Kab. Kab.000 .300 1.200 1.600 2.113.900 1.Konawe 2 Kab.300 2.776.210.100 878.618.300 2.000 992.965.947.400 1. Kab. Kab. Konawe Utara 7 RSUD Kab. Mamasa 5 RSU Mamasa XXVI Provinsi Sulawesi Tenggara PROVINSI 1 RSU Provinsi Sultra KABUPATEN/KOTA 1 Kab.

700 1. Dr.400 2.792. Raja Ampat 4 RS Lapangan Marinda Raja Ampat JUMLAH 3.400 1. Mappi 10 RSUD Mappi (persiapan) XXXIIIProvinsi Papua Barat PROVINSI Tidak ada KABUPATEN/KOTA 1 Kab.676. Halmahera Barat 3 RSU Jailolo 3 Kab. Kupang 5 RSU Naibonat 4 Kab.143. Maluku Tenggara 6 RSU Tual 4 Kab.200 1.700 1.000 4. Mimika 7 RSUD Mimika 6 Kab.526.900 1.600 2.959.800 5. Dompu 3 RSU Dompu 3 Kab.036.735. Halmahera Tengah 2 RSU Weda 2 Kab.400 3. Jayawijaya 5 RSU Wamena 4 Kab.358.100 4. Ngada 7 RSU Bajawa 6 Kab. Ende 3 RSUD Ende 2 Kab.300.398.500 749.200 2.064.000 .300 1.400 1.068. Fak Fak 3 RSU Fak-fak 4 Kab. SBT (Bula) 6 Kab.200 3. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) XXVIIIProvinsi Nusa Tenggara Barat PROVINSI 1 RSU Mataram KABUPATEN/KOTA 1 Kab.500 2.300 1. Manokwari 2 RSU Manokwari 3 Kab.300 3.500 3.900 2.946.188.275.256. Jayapura 4 RSUD Yowari Sentani 3 Kab.353.822.500 1.750 11. Bima 2 RSU Raba Bima 2 Kab.600 3.934.800 2.100 3.100 3. Kepulauan Aru 9 RSUD Cendrawasih Dobo XXXI Provinsi Maluku Utara PROVINSI 1 RSUD Chasan Boesoerie KABUPATEN/KOTA 1 Kab.042.800 4.800 2. Halmahera Timur 4 RSU Maba 4 Kota Tidore Kepulauan 5 RSUD Tidore (Soasio) 5 Kab. Seram Bagian Timur 8 RSUD Kab.900 1. Kepulauan Sula 6 RSU Sanana 6 Kab. Lombok Timur 6 RSUD R Sujono Selong 6 Kab.807.188. Merauke 6 RSU Merauke 5 Kab. Yapen Waropen 9 RSUD Serui 8 Kab.300 1.331. Sorong 2 Kab.300 1. Pulau Buru 7 RSUD Namlea 5 Kab.400 2. Sumba Barat 9 RSU Waikabubak 8 Kab.350 4.628.975. Sikka 8 RSU TC Hillers Maumere 7 Kab.400 5. Johannes 2 RSJ Kupang KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Nabire 8 RSU Nabire 7 Kab.948.391.357.000 746.800 1.056.113.671. Sabu Raijua 13 RSU Sabu Rai Jua XXX Provinsi Maluku PROVINSI 1 RSU M.800 1.125.771.098.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. Halmahera Selatan 7 RSU Labuha XXXIIProvinsi Papua PROVINSI 1 RSU Abepura 2 RSU Dok II Jayapura KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Manggarai 6 RSU Ruteng 5 Kab.200 2.242. Flores Timur 4 RSUD Larantuka 3 Kab.100 1. Maluku Tengah 4 RSU Masohi 5 RSU Saparua 3 Kab.800 3.100 5. Biak Numfor 3 RSU Biak 2 Kab.500 1. Lombok Barat 4 RSUD Patut Patuh Patju Gerung 4 Kab.100 2.500 7.400 1.249.174.100 4.767. Haulussy Ambon 2 RSU Tulehu KABUPATEN/KOTA 1 Kab.200 2.667. Timor Tengah Utara 10 RSU Kefamenanu 11 UPTD Labkesda TTU 9 Kota Kupang 12 RSD Kota Kupang 10 Kab.273.234. Sumbawa 7 RSU Sumbawa XXIX Provinsi Nusa Tenggara Timur PROVINSI 1 RSU Prof. Sorong 1 RSU Kab.273.729.810.601.100 2.068. WZ.700 9.265. Maluku Tenggara Barat 3 RSU Saumlaki 2 Kab.346.233.535. Lombok Tengah 5 RSU Praya 5 Kab.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful