KATA PENGANTAR

Pada kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi atas tersusunnya Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2011. Petunjuk Teknis ini merupakan implementasi dari amanat Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, Kementerian Teknis membuat petunjuk penggunaan DAK. DAK Bidang Kesehatan diberikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2011 yang ditetapkan melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2011. RKP Tahun 2011 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2010, merupakan acuan bagi Kementerian, lembaga Pemerintah-Non Kementerian dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat termasuk dunia usaha sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. Kewajiban bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dalam pembangunan kesehatan yakni menyediakan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau dan berkualitas, salah satunya melalui pembiayaan yang bersumber dari DAK Bidang Kesehatan. Saya berharap DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 dapat memberi daya ungkit yang nyata terhadap prioritas dan fokus pemerintah dalam pembangunan kesehatan di daerah. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang kesehatan ini, menjelaskan secara rinci penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 terdiri dari 3 subbidang, yaitu: pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan, dan pelayanan kefarmasian. Pelayanan kesehatan dasar meliputi kegiatan: (1) Pembangunan, Peningkatan dan Perbaikan Puskesmas; (2) Pembangunan Pos Kesehatan Desa; (3) Pengadaan Peralatan kesehatan termasuk Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA); (4) Pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak. Pelayanan kesehatan rujukan, meliputi kegiatan: (1) Pembangunan dan Pengadaan Peralatan Kesehatan untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS; (2) Pembangunan, perbaikan Bank Darah RS (BDRS) dan Pemenuhan Peralatan Unit Transfusi Darah (UTD) di RS; (3) Pembangunan dan Pengadaan peralatan Instalasi Gawat Darurat RS (IGD RS); (4) Peningkatan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS; (5) Pemenuhan peralatan laboratorium klinik di

Laboratorium Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota; dan (6) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RS Pemerintah Daerah. Pelayanan kefarmasian, meliputi kegiatan: (1) Penyediaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan; (2) Pembangunan baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota; (3) Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota.

i

Peraturan Menteri Keuangan No.216/PMK.07/2010 menetapkan DAK Bidang Kesehatan tahun 2011 diperuntukkan bagi 397 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

mendapat alokasi anggaran untuk subbidang pelayanan kesehatan dasar; 440 Dinas Kesehatan mendapat alokasi anggaran untuk subbidang pelayanan kefarmasian; 23 Provinsi dan 256 Kabupaten/Kota mendapatkan subbidang pelayanan kesehatan rujukan. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011, subbidang pelayanan kesehatan rujukan diperuntukkan bagi 48 RSUD Provinsi, 260 RSUD Kabupaten/Kota dan 54 Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Akhir kata, semoga Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 dapat secara optimal digunakan di daerah. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat dan hidayah bagi kita dalam melaksanakan pembangunan kesehatan di Indonesia yang kita cintai.

Jakarta, 17 Desember 2010

MENTERI KESEHATAN,

ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH

ii

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1810/Menkes/SK/XII/2010 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2011 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 58 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, telah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK.07/2010 tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011; b. Bahwa untuk melaksanakan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK.07/2010 perlu menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011; Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang–undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 3. Undang–undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400 ); 4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 5. Undang–undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4418). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5167).6. 12. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 216/PMK. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Dana Alokas Khusus (DAK). 9. Undang–undang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 126. 15. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575). 10. 14. sebagaimana yang telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 ( (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 92. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 14. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 73. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4212). Pemerintah Daerah Propinsi. 11. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063). 16.07/2010 tentang Penetapan Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011. 8. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2010 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2011. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. 13.

MEMUTUSKAN Menetapkan Kesatu : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) BIDANG KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2011. Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011 sebagaimana dimaksud Diktum Kesatu tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH . Kedua : Ketiga : Keempat : Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 Desember 2010 MENTERI KESEHATAN. Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud Diktum Kedua agar digunakan sebagai acuan oleh Pemerintah Propinsi/Kabupaten/Kota dalam Pengelolaan dan Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011.

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. PENGALOKASIAN DAN PENYALURAN BAB II KEBIJAKAN DAK BIDANG KESEHATAN TAHUN 2011 A. KEBIJAKAN KHUSUS BAB III PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN TEKNIS A. PUSKESMAS PERAWATAN C. PELAKSANAAN BAB IV SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN DASAR A. SISTEM INFORMASI KESEHATAN DAERAH E. BANK DARAH RUMAH SAKIT DAN UNIT TRANSFUSI DARAH DI RUMAH SAKIT 28 23 i iii vii 1 1 3 3 4 5 5 6 7 7 7 8 8 11 17 19 21 23 vii . PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK BAB V SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN A. TUJUAN C. LATAR BELAKANG B. PENINGKATAN SARANA PRASARANA DAN PENGADAAN PERALATAN KESEHATAN UNTUK PROGRAM PONEK DI RS B. RUANG LINGKUP D. PERENCANAAN B. KEBIJAKAN UMUM B. PUSKESMAS B. POSKESDES D.

PENINGKATAN FASILITAS TEMPAT TIDUR KLASIII RS E. FORMAT LAPORAN TRIWULANAN BAB VIII PENUTUP 53 55 55 56 59 64 51 45 49 49 44 36 42 LAMPIRAN LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 : DEFINISI OPERASIONAL : STANDAR PERALATAN DAN LOGISTIK POSKESDES : DAFTAR 183 KABUPATEN TERTINGGAL viii . PENYEDIAAN OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN B. PELAPORAN C. EVALUASI DAN PELAPORAN A. PEMANTAUAN DAN EVALUASI B. PENINGKATAN FASILITAS INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT D. PENGADAAN SARANA PENDUKUNG INSTALASI FARMASI KABUPATEN/KOTA BAB VII PEMANTAUAN.C. PEMBANGUNAN BARU DAN REHABILITASI INSTALASI FARMASI KABUPATEN/KOTA C. PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DAN PENGADAAN PERALATAN PENDUKUNGNYA DI RS PEMERINTAH BAB VI SUBBIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN A. PENGADAAN PERALATAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM KLINIK DI LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA F.

LAMPIRAN 4 : DAFTAR NAMA PULAU TERLUAR BERPENDUDUK YANG BERBATASAN DENGAN NEGARA TETANGGA LAMPIRAN 5 : DAFTAR 101 PUSKESMAS PRIORITAS PROGRAM YANKES DTPK LAMPIRAN 6 LAMPIRAN 7 : PERALATAN LIVE SAVING PUSKESMAS TERPENCIL DI DTPK : PERALATAN PUSKESMAS DENGAN RAWAT INAP (PONED SET) LAMPIRAN 8 LAMPIRAN 9 : RUANG PERSALINAN PUSKESMAS NON PERAWATAN : PERALATAN PUSKESMAS NON RAWAT INAP (SET PERALATAN BERSALIN) LAMPIRAN 10 : DAPUR GIZI PADA PUSKESMAS PERAWATAN LAMPIRAN 11 : STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT LAMPIRAN 12 : CONTOH PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK LAMPIRAN 13 : ALOKASI DAK KESEHATAN TAHUN 2011 ix .

TB dan Malaria serta penyakit lainnya). Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya bagi masyarakat. yang dituangkan dalam Millennium Development Goals (MDGs). Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran. menyeluruh. serta 2 target lainnya yang tidak terkait langsung yaitu target 1 (menanggulangi kemiskinan dan kelaparan) dan target 3 (mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan). Pembangunan yang dilaksanakan harus dapat menjamin bahwa manfaatnya dapat diterima oleh semua pihak. kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu. sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya. keadilan. berdampak adil bagi perempuan dan laki-laki (responsif gender). dan berkesinambungan. manfaat. preventif. Pembangunan bidang kesehatan juga menjadi perhatian penting dalam komitmen internasional. perlindungan.BAB I PENDAHULUAN A. pada pasal 2 dan 3 dinyatakan bahwa pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berasaskan perikemanusiaan. keseimbangan. Di dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. yang diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif. LATAR BELAKANG Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. penghormatan terhadap hak dan kewajiban. Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka mencapai tujuan bernegara. diselenggarakan upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan telah menyusun strategi untuk pencapaian targettarget tersebut. Dalam MDGs terdapat tujuan yang terkait langsung dengan bidang kesehatan yaitu target 4 (menurunkan angka kematian anak). 1 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . gender dan nondiskriminatif dan norma-norma agama. target 5 (meningkatkan kesehatan ibu) dan target 6 (memerangi HIV dan AIDS.

diantaranya untuk meningkatkan pembangunan kesehatan. merupakan acuan bagi kementerian. telah menetapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebagai salah satu sumber penerimaan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi. teralokasi secara adil dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna.Dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. DAK Bidang Kesehatan tahun 2011 difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas dan Poskesdes). Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Pemerintah melalui Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. dilengkapi informasi dalam pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan di daerah dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri Keuangan tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011. diberikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2011 yang ditetapkan melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2011. sehingga pemerintah baik pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah dapat menyediakan pelayanan kesehatan yang merata. Buku Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 berisi penjelasan rinci pemanfaatan DAK. terjangkau dan berkualitas. Selanjutnya buku petunjuk teknis ini menjadi pedoman pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. pelayanan kefarmasian untuk Kabupaten/Kota. yang bertujuan untuk penyediaan pembiayaan kesehatan yang berkesinambungan dengan jumlah yang mencukupi. DAK Bidang Kesehatan. lembaga Pemerintah-Non Kementerian dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat termasuk dunia usaha sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. RKP Tahun 2011 yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2010. perlu adanya pembiayaan kesehatan. 2 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . pemerintah Pusat memberikan anggaran pada daerah untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan merupakan prioritas nasional. dan pelayanan kesehatan rujukan (RS Provinsi/Kabupaten/Kota dan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota).

Khusus Meningkatkan pemerataan. Peningkatan. Pelayanan kesehatan rujukan. 2. serta penyediaan dan pengelolaan obat generik dan perbekalan kesehatan. (4) Pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan. (4) Peningkatan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS. Perbaikan Bank Darah RS (BDRS) dan Pemenuhan Peralatan Unit Transfusi Darah (UTD) di RS. (2) Pembangunan Baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota. TUJUAN 1. (3) Pengadaan peralatan kesehatan termasuk Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA). jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Poskesdes. (2) Pembangunan. Umum Membantu mendanai kegiatan bidang kesehatan yang merupakan urusan daerah sesuai dengan prioritas pembangunan kesehatan nasional tahun 2011. 3. (2) Pembangunan Pos Kesehatan Desa.B. RUANG LINGKUP DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 diarahkan untuk kegiatan: 1. Pelayanan Kefarmasian dapat dimanfaatkan untuk: (1) Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan. meliputi kegiatan: (1) Pembangunan dan Pengadaan Peralatan Kesehatan Untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS. Perbaikan dan Perluasan Puskesmas khususnya di Daerah Tertinggal. 2. Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). Pelayanan kesehatan dasar meliputi kegiatan: (1) Pembangunan. C. 3 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Rumah Sakit Provinsi/Kabupaten/Kota dan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. (3) Pembangunan dan Pengadaan Peralatan Instalasi Gawat Darurat RS (IGD RS). (5) Pemenuhan Peralatan di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. dan (6) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RS. (3) Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi di Kabupaten/Kota.

Penentuan besaran alokasi DAK masing-masing daerah 1) Penentuan besaran alokasi daerah penerima DAK menggunakan IFW dengan bobot 20% dan IT dengan bobot 80%. sedangkan IT ditentukan berdasarkan data dan indeks teknis merupakan kewenangan dari Kementerian Kesehatan. 2) 3) 4) 2. Usulan ruang lingkup kegiatan dan besaran alokasi DAK kemudian dibahas dan diputuskan bersama antara pemerintah dengan Panitia Kerja Belanja Transfer ke Daerah DPR RI. Kaidah-kaidah mengenai mekanisme pengalokasian DAK dapat dilihat pada Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005. disalurkan melalui SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. IFW ditentukan berdasarkan Kriteria Umum dan Kriteria Khusus merupakan kewenangan dari Kementerian Keuangan. PENGALOKASIAN DAN PENYALURAN 1. a.D. yaitu: a. Penyaluran DAK Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2011 disalurkan melalui mekanisme transfer yang diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan dan ketentuan peraturan yang berlaku lainnya. dilakukan melalui 2 (dua) tahapan. b. b. 4 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Penyediaan sarana prasarana dan peralatan kesehatan untuk pelayanan kesehatan rujukan disalurkan melalui SKPD Rumah Sakit Umum atau Khusus Provinsi/Kabupaten/Kota dan SKPD Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Penentuan daerah tertentu yang menerima DAK Penentuan kelayakan daerah penerima DAK menggunakan Indeks Fiskal Wilayah (IFW) dengan bobot 50% dan IT (Indeks Teknis) dengan bobot 50%. Pengalokasian Penghitungan alokasi DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. Penyediaan sarana prasarana pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kefarmasian untuk Kabupaten/Kota.

untuk mendanai dukungan pelayanan kesehatan yang merupakan kewenangan dan tanggung jawab daerah ke arah peningkatan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan. terpencil. terutama untuk pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal. Rumah Sakit dan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. biaya pemeliharaan/perawatan sarana dan peralatan kesehatan. 6. Dalam pelaksanaan kegiatan. DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar. 3. penyehatan lingkungan. ketersediaan tenaga pelaksana. perbatasan dan kepulauan. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian. pemerintah daerah harus menyediakan pembiayaan yang bersumber dari daerah untuk dana pendamping sebesar 10% sesuai dengan Undang-undang No 33 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah No. perbaikan status gizi masyarakat. melalui peningkatan sarana dan prasarana di Puskesmas dan Poskesdes. DAK Bidang Kesehatan membantu daerah untuk membiayai kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional di bidang kesehatan. 5 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . DAK Bidang Kesehatan merupakan bantuan kepada daerah tertentu.BAB II KEBIJAKAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 A. Kebijakan DAK Kesehatan adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jaminan persalinan di sarana kesehatan milik pemerintah dan Angka Kematian Bayi (AKB). Kebijakan Umum 1. serta aspek lainnya sebagai akibat pelaksanaan kegiatan DAK Bidang Kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Alokasi pagu anggaran DAK Bidang Kesehatan TA 2011. 5. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian. terdiri dari anggaran untuk pelayanan kesehatan dasar. Direktur RSUD Provinsi/Kabupaten/Kota dan Kepala Laboratorium Dinas Kesehatan 2. 7. serta penyediaan dan pengelolaan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan. biaya operasional. pengendalian penyakit. 4. 55 Tahun 2005.

B. 4. perbatasan dan kepulauan. menurunkan angka kematian anak. Pemenuhan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RS Pemerintah Daerah. 10. 7. 5 dan 6 (menanggulangi kemiskinan dan kelaparan. Rehabilitasi dan Perluasan Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota. Pembangunan Pos Kesehatan Desa untuk desa yang belum memilikinya. Meningkatkan Fasilitas Tempat Tidur Kelas III RS. Meningkatkan Fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS. 3 . 3. 15. 14. 8. Peningkatan pelayanan persalinan normal di Puskesmas. Malaria serta penyakit menular lainnya).4. mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Penyediaan dan Pengelolaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan. Meningkatkan Sarana Prasarana dan Pengadaan Peralatan Kesehatan Untuk Program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di RS. 17. Mendukung pencapaian target MDGs No 1. Pembangunan dapur gizi pada Puskesmas Perawatan. memerangi HIV dan AIDS. Pembangunan Baru. 5. Penyediaan peralatan pendukung Sistem Informasi Kesehatan Daerah. Pemenuhan Peralatan Pemeriksaan Laboratorium Klinik di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Penyediaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak. 11. Kebijakan Khusus Penggunaan DAK Bidang Kesehatan diprioritaskan untuk : 1. 6. meningkatkan kesehatan ibu.Kabupaten/Kota bertanggung jawab terhadap anggaran DAK Bidang Kesehatan di wilayah kerjanya. 16. 2. 9. 6 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 13. Menunjang percepatan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan di daerah tertinggal. TB. 12. Pembangunan BDRS dan pemenuhan peralatan UTD di RS. Pembangunan Puskesmas Perawatan Mampu PONED. Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota.

PERENCANAAN Sesuai dengan UU No 32 Tahun 2004 pasal 162. Satker Kabupaten/Kota yang memperoleh alokasi DAK Bidang Kesehatan agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi.BAB III PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN TEKNIS DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 A. Dalam rangka menjaga sinkronisasi perencanaan. PELAKSANAAN TEKNIS Pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan 2011 harus mengacu pada Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan 2011 yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Kepmenkes). 7 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) yang disusun mengacu kepada Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. pelaksanaan dan evaluasi program kesehatan Kabupaten/Kota dengan Provinsi. Pemerintah dan Pemerintah Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) harus saling berkoordinasi dalam penyusunan kegiatannya. B. Penggunaan anggaran DAK Bidang Kesehatan 2011 yang tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan 2011 menjadi tanggung jawab Kepala Daerah dan SKPD yang bersangkutan.

000 penduduk per kecamatan. bidan/perawat) bila belum ada. 2) Lokasi Puskesmas: a) Di area yang mudah terjangkau baik dari segi jarak maupun sarana transportasi umum dari seluruh wilayah kerjanya. 3) Persyaratan Puskesmas: a) Adanya telaahan kebutuhan Puskesmas. d) Wilayah kerja sangat luas. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 8 TI HUS AD A BAK . Pembangunan Puskesmas ditujukan untuk peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan akan adanya Puskesmas. jalur hijau. Pembangunan baru Puskesmas tersebut termasuk penyediaan alat kesehatan dan mebeulair serta rumah dinas petugas kesehatan (dokter/dokter gigi. c) Kepadatan penduduk tinggi. b) Pertimbangan lainnya yang ditetapkan oleh daerah. perubahan Rencana Tata Ruang/Wilayah. a. jumlah penduduk lebih dari 30.BAB IV MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN DASAR A. Pembangunan Baru Pembangunan Puskesmas dapat merupakan pembangunan baru atau peningkatan dari Puskesmas Pembantu. antara lain pada: a) Wilayah perbatasan. terpencil. b) Kecamatan pemekaran yang tidak mempunyai Puskesmas. b) Tenaga kesehatan disediakan oleh Pemerintah Daerah. atau terjadinya masalah hukum pada lokasi fisik bangunan. tertinggal dan kepulauan. PUSKESMAS 1. e) Relokasi Puskesmas yang disebabkan adanya bencana alam.

maka peran Puskesmas sebagai fasiltas kesehatan perlu ditingkatkan dengan membangun ruang persalinan atau mengoptimalkan fungsi ruang persalinan di Puskesmas. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. 4. Peningkatan Pelayanan Persalinan Normal di Puskesmas Dalam upaya meningkatkan pelayanan persalinan normal dan perawatan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. Rehabilitasi Puskesmas Rehabilitasi Puskesmas ditujukan menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas. Peningkatan Puskesmas Pembantu menjadi Puskesmas Pembangunan Puskesmas baru dapat berasal dari peningkatan Puskesmas Pembantu (Pustu). Persyaratan umum dan teknis sama dengan persyaratan umum dan teknis pembangunan baru Puskesmas. Persyaratan umum dan teknis Pembangunan Puskesmas baru dari peningkatan Puskesmas Pembantu sama dengan persyaratan umum dan teknis pembangunan baru Puskesmas. 2) 2. 3. ditambah dengan denah tata ruang khusus untuk ruang persalinan dan ruang pemulihan serta pedoman alat kesehatan sesuai dengan lampiran 8 dan lampiran 9. Peningkatan Pustu menjadi Puskesmas tersebut termasuk penyediaan alat kesehatan dan rumah dinas petugas Puskesmas. Denah tata-ruang Denah tata ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. jumlah dan luas ruangan tergantung jenis pelayanan kesehatan/kegiatan yang dilaksanakan guna memberikan pelayanan yang optimal.b. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Luas lahan. 9 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Perluasan sarana b. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. Persyaratan Teknis 1) Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. kepulauan. b. Persyaratan perluasan fisik. Perluasan Puskesmas Guna menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas. 5. 2) Rehabilitasi dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. 2) Puskesmas yang rusak karena bencana alam pada tahun berjalan dan 1 (satu) tahun sebelumnya. a. Persyaratan Umum Puskesmas dengan kondisi rusak berat diproritaskan pada: 1) Puskesmas di perbatasan. perluasan ruangan. Untuk Rehabilitasi Puskesmas Pembantu diperbolehkan jika seluruh Puskesmas di Kabupaten/Kota telah mempunyai fasilitas untuk menolong persalinan.Rehabilitasi Puskesmas termasuk puskesmas pembantu hanya ditujukan untuk Puskesmas dan puskesmas pembantu dengan kondisi rusak berat termasuk di dalamnya rumah dinas dokter/dokter gigi dan perawat/bidan. dapat dilaksanakan perluasan fisik bangunan Puskesmas. adalah sebagai berikut: a. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dibutuhkan. 10 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Perluasan dilaksanakan pada bangunan yang membutuhkan perluasan berupa penambahan ruangan. 2) Peningkatan pelayanan akan tetapi tidak memungkinkan untuk peningkatan menjadi Puskesmas Perawatan. Persyaratan Umum Adanya kebutuhan: 1) Tambahan ruangan untuk meningkatkan pelayanan agar lebih optimal.

2) 3) 4) fisik bangunan. e) Pelayanan konsultasi yang dibutuhkan sebagai upaya promotif dan preventif. Perluasan dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. Pembangunan Puskesmas Perawatan tersebut termasuk 11 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 1. b) Pemulihan dan perawatan bayi baru lahir. Pembangunan Baru Pembangunan baru Puskesmas Perawatan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan jangkauan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang perlu dirawat. PUSKESMAS PERAWATAN Pembangunan Puskesmas Perawatan dapat dilaksanakan melalui pembangunan baru atau peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan. terpencil. d) Pelayanan laboratorium yang dilengkapi dengan kran air serta pembuangan air kotor. B. Pembangunan baru Puskesmas Perawatan terutama diprioritaskan untuk wilayah tertinggal. c) Pelayanan gawat darurat/emergency. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008 serta lampiran pedoman yang disempurnakan. f) Pelayanan penyuluhan dan ruang pertemuan sebagai upaya promotif dan penggalangan kemitraan dengan berbagai pihak terkait serta dapat digunakan untuk kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas. Peralatan kesehatan Kebutuhan minimal peralatan kesehatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan. kepulauan dan perbatasan. Denah tata-ruang Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. antara lain berupa penambahan ruangan untuk: a) Pelayanan Persalinan.

a. selain itu memenuhi persyaratan antara lain: 1) Pembangunan baru Puskesmas Perawatan. dengan luas sesuai ketentuan. kepulauan dan perbatasan dengan negara lain. tertinggal. b. penyediaan sarana dan peralatan perawatan PONED (Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergency Dasar) serta dapur gizi. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan. c) Setiap Puskesmas Perawatan harus dilengkapi dengan UGD yang dapat memberikan pelayanan PONED. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. Persyaratan Umum Pembangunan Puskesmas baru harus mempertimbangkan ketersediaan tenaga kesehatan.peralatan kesehatan dan rumah dinas petugas kesehatan Puskesmas. diutamakan pada 101 Puskesmas Prioritas Nasional di wilayah terpencil. b) Setiap Puskesmas Perawatan harus dilengkapi Dapur Gizi dan peralatannya yang mengacu pada lampiran 10. Pelayanan PONED mengacu pada buku acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal 2) 12 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . perawat dan bidan harus berada dalam satu lokasi. 3) Lokasi Puskesmas berada dalam waktu tempuh lebih dari 2 jam ke Rumah Sakit. 5) Puskesmas yang mempunyai rumah dinas yang ditempati oleh dokter dan perawat/bidan. rumah dokter/dokter gigi. 2) Lokasi bangunan baru Puskesmas Perawatan di lokasi strategis. sarana dan peralatan PONED. Pembangunan Puskesmas Perawatan. 4) Kabupaten pemekaran yang belum memiliki Rumah Sakit. Denah tata-ruang a) Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas.

Persyaratan Puskesmas: a) Tidak digunakan untuk menjadikan Puskesmas Perawatan pra Rumah Sakit. antara lain: a) Puskesmas di wilayah terpencil. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan akan adanya Puskesmas Perawatan.d) Emergensi Dasar. tertinggal. c) Peningkatan kebutuhan akan pelayanan rujukan tetapi daerah belum mampu membangun Rumah Sakit. perbatasan dan kepulauan. kepulauan. bidan/perawat bila belum ada. a. 2) 3) 13 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Lokasi Puskesmas: a) Wilayah terpencil. b) Waktu tempuh lebih dari 2 jam dengan menggunakan sarana transportasi yang tersedia. Ruang Rawat Inap minimal 2 tempat tidur. Khusus wilayah terpencil dan kepulauan. tertinggal. 3) Peralatan kesehatan Kebutuhan minimal peralatan kesehatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan. Perbatasan. Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan di DTPK Peningkatan menjadi Puskesmas Perawatan dilaksanakan dalam rangka pengembangan pelayanan dan rujukan kesehatan dan dilengkapi dengan penyediaan alat dan rumah dinas dokter/dokter gigi. 2. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. b) Kabupaten pemekaran yang belum tersedia Rumah Sakit. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008 serta lampiran pedoman yang disempurnakan buku acuan Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar.

Letaknya strategis dari Puskesmas di sekitarnya. 14 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/ kegiatan yang dilaksanakan mengacu kepada Pedoman Tata Ruang Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. Rehabilitasi Puskesmas Perawatan hanya ditujukan untuk Puskesmas Perawatan dengan kondisi rusak berat termasuk di dalamnya rumah dinas dokter/dokter gigi dan perawat/bidan. Denah tata-ruang pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007. b. Peralatan kesehatan Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008. Persyaratan Teknis 1) Denah tata-ruang Puskesmas mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Rehabilitasi Puskesmas Perawatan Rehabilitasi Puskesmas Perawatan ditujukan menunjang dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas Perawatan. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. kepulauan. Persyaratan Umum Puskesmas Perawatan dengan kondisi rusak berat diproritaskan pada: 1) Puskesmas perawatan di perbatasan. a. 2) 3) 3. Ketersediaan tenaga kesehatan oleh Pemerintah Daerah.b) c) b. 2) Puskesmas perawatan yang rusak karena bencana alam pada tahun berjalan dan 1 (satu) tahun sebelumnya.

c) Daerah pariwisata dan kawasan industri. 4.2) Rehabilitasi dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. b) Telah tersedia tenaga kesehatan yang telah mengikuti pelatihan penanganan kegawatdaruratan obstetri neonatal di tingkat pelayanan dasar/PONED. termasuk penanganan penyulit/komplikasi obstetri neonatal yang tidak dapat ditangani di tingkat Poskesdes. d) Daerah terpencil. b) Pada jalur lalu lintas ramai dekat dengan pemukiman. Persyaratan Puskesmas a) Merupakan Puskesmas perawatan. 1 orang Bidan dan 1 orang Perawat. Puskesmas Pembantu dan Puskesmas. 2) 3) 15 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . antara lain: a) Kabupaten pemekaran yang belum tersedia rumah sakit. perbatasan dan kepulauan. a. yang terdiri dari 1 orang Dokter. b) Menyediakan layanan rujukan kegawatdaruratan obstetri neonatal. Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan Mampu PONED Upaya yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan pelayanan di tingkat dasar yaitu penyediaan Puskesmas PONED. Persyaratan Umum 1) Kebutuhan adanya peningkatan Puskesmas Perawatan menjadi Puskesmas Perawatan Mampu PONED. Lokasi Puskesmas (harus memenuhi satu atau lebih persyaratan di bawah ini): a) Waktu tempuh ke Rumah Sakit terdekat lebih dari 2 jam dengan menggunakan sarana transportasi yang tersedia. Setiap peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas Perawatan mampu PONED dilengkapi dengan penyediaan alat dan rumah dinas dokter/dokter gigi dan bidan/perawat bila belum ada.

Denah tata ruang pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Persyaratan Teknis 1) 2) Luas lahan dan bangunan mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. Perluasan Puskesmas Perawatan Perluasan Puskesmas Perawatan menunjang serta meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Puskesmas. b. adalah sebagai berikut: a. Peralatan Puskesmas PONED mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas. Perluasan sarana fisik bangunan. Tenaga kesehatan yang telah dilatih PONED tidak boleh pindah selama minimal 2 tahun. Persyaratan Umum Adanya kebutuhan: 1) Tambahan ruangan untuk meningkatkan pelayanan agar lebih optimal. antara lain berupa penambahan ruangan untuk: a) Pelayanan Gawat Darurat/emergency. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Jumlah sarana dan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dibutuhkan. b. 2) Peningkatan pelayanan akan tetapi tidak untuk menjadi Rumah Sakit. 3) 4) 5. Perluasan dilaksanakan pada bangunan/sarana yang membutuhkan perluasan. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007. 16 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Persyaratan perluasan fisik. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Tahun 2007.c) Adanya telaahan kebutuhan Puskesmas Mampu PONED. perlu adanya perluasan fisik.

17 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Untuk peralatan dapur gizi sesuai dengan lampiran 10. maka pemerintah membantu pembangunan fisik Poskesdes. Perluasan dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2007 serta lampiran pedoman yang disempurnakan dan pedoman program. Persyaratan Umum Pembangunan baru Poskesdes adalah pada setiap desa yang belum ada bangunan Poskesdes dengan persyaratan: 1) Masyarakatnya tidak mampu membangun secara swadaya. Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender mengacu pada buku Pedoman Tata Ruang Puskesmas. POS KESEHATAN DESA 1. d) Pelayanan penyuluhan dan ruang pertemuan sebagai upaya promotif dan penggalangan kemitraan dengan berbagai pihak terkait serta dapat digunakan untuk kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas. Untuk dapur gizi mengikuti denah tata ruang sesuai dengan lampiran 10.2) 3) 4) Pelayanan laboratorium yang dilengkapi dengan kran air serta pembuangan air kotor. c) Pelayanan konsultasi yang dibutuhkan sebagai upaya promotif dan preventif. e) Dapur Gizi. b) C. Pembangunan Baru Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka memberdayakan masyarakat di bidang kesehatan. dengan mempertimbangkan persyaratan sebagai berikut: a. Peralatan kesehatan mengacu pada pembangunan baru Puskesmas Perawatan mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008. Namun karena kemampuan masyarakat sebagian besar terbatas.

a. Peralatan kesehatan Kebutuhan jenis dan jumlah peralatan minimal Poskesdes mengacu pada buku Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa. Persyaratan Teknis 1) Luas bangunan: a) Luas ruangan/bangunan sesuai dengan kondisi tanah setempat dengan memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan/kegiatan dan kesetaraan gender laki–laki dan perempuan. Direktorat Jenderal. Pembangunan fisik yang dilaksanakan terbatas pada penambahan bagian Polindes yang sudah ada. Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan Poskesdes agar tetap memperhatikan fungsinya sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraaan gender. Pengalihan Polindes menjadi Poskesdes Pembangunan Poskesdes dapat berasal dari pengalihan bangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes). d) Mempertimbangkan jarak antar fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. b. b) Jumlah ruangan dan sarana yang dibutuhkan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan. Persyaratan Umum 18 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2006. c) Pembangunan baru Poskesdes dapat menggunakan bahan bangunan yang berasal dari daerah setempat. c) Mempertimbangkan keamanan petugas kesehatan. minimal terdapat ruang persalinan dan pelayanan KIA-KB. b) Mudah dijangkau oleh masyarakat (transportasi).2) 3) Tersedia tanah/lahan yang tidak bermasalah Lokasi Poskesdes: a) Mempertimbangkan ketersediaan lahan yang berada di tengah pemukiman. 2) 3) 2.

PENGADAAN SIK DAERAH Dalam upaya mewujudkan Sistem Informasi Kesehatan yang evidence based di Indonesia.Polindes yang sudah ada di desa ditingkatkan menjadi Poskesdes. minimal dengan rincian kebutuhan tata ruangnya adalah sebagai berikut: a) Ruang untuk fungsi pelayanan dan atau administrasi. 2) 3) 4) D. Penambahan ruangan pada Pengalihan Polindes menjadi Poskesdes dapat menggunakan bahan bangunan yang dihasilkan oleh wilayah setempat. Pengadaan peralatan sistem informasi kesehatan melalui DAK bertujuan untuk memacu Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota khususnya di Puskesmas sehingga mampu menyediakan data/informasi yang cepat. b. serta mendukung administrasi Puskesmas berbasis bukti secara berkala. luas lahan yang diperlukan untuk peningkatan Polindes menjadi Poskesdes. dikembangkan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. dan mutakhir. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Penambahan ruangan tergantung jenis pelayanan/kegiatan yang dilaksanakan. Direktorat Jenderal. Guna meningkatkan fungsi pelayanannya. akurat. Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2006. Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK 19 TI HUS AD . Peralatan kesehatan Kebutuhan jenis dan jumlah peralatan minimal Poskesdes mengacu pada buku Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa. Denah tata-ruang Rancangan tata-ruang/bangunan Poskesdes agar tetap memperhatikan fungsinya sebagai sarana pelayanan kesehatan dan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender. Adanya peralatan sistem informasi kesehatan di Puskesmas diharapkan akan mempercepat pelayanan kesehatan atau manajemen pasien di Puskesmas. b) Ruang untuk tempat tinggal tenaga kesehatan.

Di Puskesmas tersedia biaya pemeliharaan komputer serta biaya operasionalnya (kertas. d. 3) Minimum 1 GB Memory DDR-2 SDRAM. 2) Intel Pentium Dual-Core Processor. 8) CPU dan Monitor satu merk. 7200 RPM. honor petugas. Spesifikasi peralatan: 1) Corporate Desktop PC. 9) Printer Deksjet/Inkjet. 2. Provinsi dan Pusat (Nasional). Di Puskesmas tersedia aliran listrik/genset untuk menghidupkan personal komputer. Vista atau Linux. atau open office) Kursus atau pengenalan komputer untuk tenaga pengelola komputer agar mampu menggunakan paket software tersebut diatas. b. d. listrik). Pengadaan software pengolah data. pengolah kata dan penyajian (misalnya microsoft excell. Di Puskesmas tersedia tenaga atau operator yang akan mengoperasikan komputer. 5) Integrated 10/100/1000 LAN. Data entri laporan sesuai formulir yang telah ditetapkan dengan menggunakan excel.sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan di Puskesmas dan Kabupaten/Kota. 6) Windows XP Professional. tinta printer. 7) LCD Monitor 17 inch. 4) Minimum 160 GB harddrive. Persyaratan Teknis Pengadaan komputer beserta printer peralatan SIK untuk Puskesmas dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Persyaratan Umum Pengadaan peralatan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) Daerah diprioritaskan di Puskesmas non perawatan di Seluruh Indonesia dengan persyaratan: a. Merencanakan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan tahapan selanjutnya. b. dapat juga dibuatkan program aplikasi sederhana lain. 1. c. c. 20 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . microsoft word dan microsoft power point.

f. 844/MENKES/SK/X/2006 tentang Penetapan Standar Kode Data Bidang Kesehatan. pertimbangan operasional. Persyaratan Umum a. 1. Peralatan promosi kesehatan bergerak diperuntukkan bagi Puskesmas. kondisi dan letak geografis serta topografi daerah. peta dan narasi yang disajikan secara bulanan. 837/MENKES/VII/2007 Tentang Pengembangan SIKNAS Online Sistem Informasi Kesehatan Nasional. triwulan. jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan di daerah serta melengkapi kebutuhan sarana/peralatan para pengelola program promosi kesehatan di Puskesmas dalam upaya mencapai target Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). b. PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK (MOBILE HEALTH PROMOTION KIT) Kegiatan DAK Bidang Kesehatan tahun 2011 dapat digunakan untuk pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak (Mobile Health Promotion Kit) di Puskesmas. Peralatan promosi kesehatan bergerak merupakan kendaraan bermotor roda 2 yang dimodifikasi dan didesain menjadi satu kesatuan dengan peralatan audio visual aid (AVA) sehingga memiliki fungsi sebagai sarana pendukung dalam penyebaran informasi kesehatan.e. tahunan dan data sewaktu. 3. Mengolah data yang telah di entri dalam bentuk tabel. Acuan a. tempat media-media untuk melakukan penyuluhan kesehatan. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. Mengirim laporan ke Dinas Kesehatan Kesehatan Kabupaten/Kota dengan CD ataupun flashdisk. Pengadaan peralatan promosi kesehatan bergerak dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. 21 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Tujuan kegiatan dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan promosi kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dalam rangka pemerataan. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. grafik. serta sarana untuk melakukan kampanye dan pameran kesehatan. E. b.

c.5 L. dengan daya output mak: 0. Membuat surat pernyataan untuk tidak mengalihfungsikan peralatan promosi kesehatan bergerak (mobile health promotion kit) yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. memiliki voltase: AC 220 V/1 Phase/DC 12V/8.85 KVA/850 Watt. Pengadaan peralatan harus memperhatikan mutu.3A. Acuan a. Persyaratan Teknis a. 2) Stereo Sound System. 1114/MENKES/SK/VIII/2005 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah. kemudahan penggunaan dan pemeliharaan serta perbaikan peralatan promosi kesehatan bergerak. Adapun peralatannya terdiri dari: 1) LCD Projector dengan pencahayaan minimal 2000 lumens. d. 3. memiliki kapasitas tangki bahan bakar: 4. contoh desain kendaraan sesuai dengan lampiran 12. 22 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Peralatan promosi kesehatan bergerak berupa kendaraan roda 2 berkapasitas minimal 110 cc yang telah dimodifikasi menjadi satu kesatuan dengan peralatan. Membuat surat pernyataan kesanggupan untuk mengalokasikan biaya operasional Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. 3) Pemutar VCD/DVD dan Karaoke yang kompatibel dengan berbagai media. 5) Video Kamera dengan media penyimpan gambar DVD. memiliki microphone tanpa kabel. b. 585/MENKES/SK/V/2007 tentang Petunjuk Teknis Promosi Kesehatan di Puskesmas. 2. 4) Generator set mini. Keputusan Menteri Kesehatan No. Tersedia tenaga yang mampu menyelenggarakan kegiatan dan mengoperasikan peralatan promosi kesehatan bergerak (mobile health promotion kit). e. b. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.

2. c. Persyaratan yang harus diperhatikan: 2) 23 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . dokter penyakit dalam. bila ada kasus emergensi obstetrik atau umum. Tersedia kamar operasi yang siap (siaga 24 jam) untuk melakukan operasi. d. PENINGKATAN SARANA PRASARANA DAN PENGADAAN PERALATAN KESEHATAN UNTUK PROGRAM PONEK DI RUMAH SAKIT 1. Mempunyai prosedur pendelegasian wewenang tertentu. dokter / petugas anestesi.BAB V MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN A. bidan dan perawat telah mengikuti pelatihan tim PONEK di rumah sakit meliputi resusitasi neonatus. Persyaratan Teknis a. Ada dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergensi baik secara umum maupun emergency obstetrik neonatal. e. Adanya dukungan semua pihak dalam tim pelayanan PONEK. dokter spesialis lain serta dokter umum. dokter anak. b. bidan dan perawat. kegawat-daruratan obstetrik dan neonatus. Dokter. Peningkatan Sarana dan Prasarana 1) Rancangan denah dan tata ruang maternal dan neonatal harus memenuhi beberapa persyaratan teknis sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1051/MENKES/SK/XI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 Jam di Rumah Sakit. Tersedia pelayanan darah yang siap 24 jam. antara lain dokter kebidanan. Persyaratan umum a. f.

Selanjutnya bila diperlukan operasi. kala 2 dan kala 3 yang berarti setiap pasien diperlakukan utuh sampai kala 4 bagi ibu bersama bayinya secara privasi. Minimal 2 kamar bersalin terdapat pada setiap rumah sakit umum. Idealnya sebuah ruang bersalin merupakan unit terintegrasi: kala 1. pasien akan dibawa ke kamar operasi yang berdekatan dengan kamar bersalin. Bila tidak memungkinkan. Bila kamar operasi juga ada dalam lokasi yang sama. Kamar bersalin terletak sangat dekat dengan kamar neonatal. Kamar bersalin harus dekat dengan ruang jaga perawat (nurse station) agar memudahkan pengawasan ketat setelah pasien partus sebelum dibawa ke ruang rawat (post partum). Harus ada kamar mandi/toilet yang berhubungan dengan kamar bersalin. upayakan tidak melintas pada ruang bersalin. ruangan berukuran 12 m . Harus ada tempat untuk isolasi ibu di tempat terpisah.a) Ruang Maternal (1) Kamar bersalin: (a) (b) (c) (d) (e) (f) (g) (h) (i) Lokasi berdekatan dengan kamar operasi dan IGD. untuk memudahkan transportasi bayi dengan komplikasi ke ruang rawat. maka diperlukan dua kamar kala 1 dan sebuah kamar kala 2. Tiap ibu bersalin harus punya privasi agar keluarga dapat hadir. 2 Paling kecil. Ruangan bersalin tidak boleh merupakan tempat lalu lalang orang. 2 Luas minimal 6 m per orang. (j) (k) (l) 24 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

(x) Ruang tunggu bagi keluarga pasien. lemari. (p) Jumlah tempat tidur per ruangan maksimum 4 buah. jarak antar tempat tidur minimal 1 meter. lemari obat kecil. 2 (b) Paling kecil. (q) Tiap ruangan harus mempunyai jendela sehingga cahaya dan udara cukup. (d) Ruangan harus dilengkapi paling sedikit enam steker listrik yang dipasang dengan tepat untuk peralatan listrik. (v) Ruang isolasi bagi kasus infeksi perlu disediakan seperti pada kamar bersalin. sedikitnya ada jarak antara ranjang satu dengan ranjang lainnya. (c) Di ruang dengan beberapa tempat tidur. (o) Pada ruang dengan banyak tempat tidur. Unit Perawatan Intensif/Eklampsia/Sepsis (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin. lampu sorot. (s) Tiap pasien harus punya akses ke kamar mandi privasi tanpa ke koridor. kursi pemeriksa. troli alat. (n) Ruang tersebut terpisah dari fasilitas: toilet. 2 standar 8 m per tempat tidur (bed). penjahitan dan sebagainya.(m) (2) Ruang postpartum harus cukup luas. atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. USG mobile dan troli emergensi (u) Ada ruang perawat (nurse station). (r) Harus ada fasilitas untuk cuci tangan pada tiap ruangan. (t) Kamar periksa/diagnostik harus mempunyai luas sekurang-kurangnya 2 11 m dan berisi: tempat tidur pasien/obsgin. kloset. ruangan berukuran 18 m . (w) Ruang tindakan operasi/kecil darurat/one day care: untuk kuret. 25 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

(c) Di ruangan dengan beberapa tempat tidur sedikitnya ada jarak antar ranjang. Unit Perawatan Khusus (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui. Area laktasi. (e) Ruang harus dilengkapi paling sedikit 6 steker yang dipasang dengan tepat untuk peralatan listrik. perlu mempertimbangkan kebutuhan bagi laki-laki dan perempuan. 2 (b) Minimal ruangan berukuran 12 m . (d) Paling sedikit harus ada jarak antara inkubator dengan tempat tidur bayi. 2 Minimal ruangan berukuran 6 m . Jenis Peralatan PONEK 1) 26 TI PERALATAN NEONATAL HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . (2) (3) (4) Dalam rangka penyelenggaraan PONEK. Area pencucian incubator. prasarana dan peralatan yang ada harus mempertimbangkan ergonomis dan kemudahan aksesibilitas bagi ibu hamil b. 2 (b) Minimal ruangan berukuran 18 m . Sarana. (d) Harus ada tempat untuk isolasi bayi di area terpisah. 2 Minimal ruangan berukuran 6-8 m . antara lain: Adanya pemisahan visual antara ruang bersalin satu dengan yang lainnya. (c) Harus ada tempat untuk isolasi bayi di tempat terpisah.b) Ruangan Neonatal (1) Unit Perawatan Intensif (a) Unit ini harus berada di samping ruang bersalin atau setidaknya jauh dari area yang sering dilalui.

Gunting .Alat suntik 1.Bilah Laringoskop . 7.9% / larutan Ringer Asetat / RL . 4.Naso gastric tube . 1.Kateter penghisap .4% .Bola lampu laringoskop cadangan . 3.Kateter Vena . 20. 6. 5.Pipa endotrakeal . 10 Jenis Peralatan Inkubator baby Infant Warmer Pulse Oxymeter Neonatus Phototherapy Syringe Pump Infant resuscitation dan Emergensi Set CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) w/ Medical air Compressor Flow meter Infuse Pump Neonatus Resusitation and Emergensi Set 2) PERALATAN MATERNAL Jenis Peralatan Jmlh minimal 5 2 3 2 4 1 1 1 1 1 No.Ampul Epinefrin / Adrenalin .Batre AA (cadangan) untuk bilah laringoskop . 4. 5. 6.Balon . 9.Sodium bikarbonat 8. Ekstraktor vakum delivery Inkubator baby Infant Warmer Forceps naegele AVM (Aspirasi Vakum Manual) Pompa vakum listrik Monitor denyut jantung/pernapasan 27 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .No. 3. 8. 1. 7. 50 cc .Plester . 3. 10.Bola lampu laringskop ukuran dewasa . 8.Infus Set 2. 21/2.NaCL 0.MgSO4 .Masker oksigen . 2. 5.Selang reservoar oksigen . Jmlh minimal 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Kotak Resusitasi berisi: .

Foetal Doppler Set Sectio Saesaria 1 1 3. 1. melakukan seleksi donor. crossmatch.9. melakukan penyadapan darah donor. BANK DARAH RUMAH SAKIT (BDRS) DAN UNIT TRANSFUSI DARAH DI RUMAH SAKIT Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) adalah salah satu instalasi di RS yang mempunyai peran sebagai penyedia darah transfusi yang aman (lulus skreening IMLTD) dengan tugas antara lain melakukan rekruitmen donor sukarela. melakukan skreening terhadap penyakit Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD). memantau reaksi transfusi yang terjadi serta melakukan pencatatan dan pelaporan. melakukan pemeriksaan golongan darah. mengirim darah transfusi yang telah aman ke bagian lain/ruangan lain atau Rumah Sakit lain yang membutuhkan. 10. Pembangunan Baru Pembangunan baru Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan darah di rumah sakit khususnya dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit pada umumnya. a. atau profit center di RS karena pelayanan darah harus bersifat nirlaba 4) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah 28 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . melakukan penyimpanan darah sebagai stock. Persyaratan Umum Pembangunan fasilitas UTD di RS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Tidak terdapat UTD PMI yang dapat memasok kebutuhan darah aman di Rumah Sakit yang bersangkutan 2) Terdapat Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat 3) Tidak boleh dijadikan sumber PAD. Acuan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1051/MENKES/SK/XI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 Jam di Rumah Sakit. B.

maka pembangunan disesuaikan dengan kondisi setempat dengan tetap memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan.5 m2 luas : 7. Dalam rangka penyelenggaraan UTD di RS.cuci Ruang penyimpanan darah Kamar mandi / WC (2 buah) Ruang jaga Ruang genset/gudang Lorong/Sirkulasi ruangan TOTAL LUAS luas : 9 luas : 9 m2 m2 luas : 7. perlu mempertimbangkan kebutuhan bagi laki-laki dan perempuan.5) 6) 7) Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya Lokasi berada di tempat yang strategis bagi ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi Dalam melaksanakan perannya UTD RS harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dalam jejaring pelayanan darah Kabupaten/Kota serta merupakan bagian dari jejaring pelayanan darah provinsinya b.5 m luas : 8 m2 100 m2 Bila luas lahan tidak memungkinkan.5 m2 luas : 10 m2 luas : 6 luas : 6 luas : 6 m2 m2 m2 luas : 16 m2 luas : 7. 29 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . antara lain: Adanya pemisahan visual antara ruang penyadapan darah satu dengan yang lainnya 2) Denah dan tata ruang. Persyaratan Teknis 1) Luas lahan dan bangunan Luas lahan dan bangunan dari UTD di RS didasarkan pada jenis pelayanan dan kegiatan yang dilaksanakan. Adapun luasan itu adalah: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) Ruangan pimpinan Ruang tunggu donor sukarela Ruang administrasi dan loket Ruang pemeriksaan/seleksi donor Ruang AFTAP Ruang pemulihan Ruang laboratorium & R.5 m2 luas : 7.

Persyaratan Umum Peningkatan kualitas UTD di RS yang telah ada mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Terdapat UTD di Rumah Sakit di lingkungan Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat. Peningkatan Kualitas UTD di RS Yang Telah Ada Peningkatan kualitas Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) ditujukan pada Rumah Sakit yang telah memiliki UTD dan telah berjalan. bertujuan khususnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan darah di rumah sakit dan meningkatkan mutu pelayanan secara keseluruhan di rumah sakit. 2. (4) ruang penyimpanan darah dan reagen. 4) Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya. atau profit center di RS karena pelayanan darah harus bersifat nirlaba. Adapun denah dan tata ruang UTD di RS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dari pelayanan kesehatan yang ada. (5) ruang cuci. d) Bangunan memiliki sistem limbah sesuai standar/dapat bergabung dengan limbah RS.Rancangan denah dan tata ruang pada UTD di RS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. (2) ruang penyadapan darah. (3) ruang laboratorium. (6) Kamar Mandi/WC. a. 6) Dalam melaksanakan perannya UTD di RS harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dalam 30 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . diantaranya: a) Bangunan berada dalam lingkungan/bangunan RS b) Bangunan minimal terdiri/memiliki beberapa ruangan antara lain: (1) ruang administrasi. c) Bangunan memiliki sistem supply air yang cukup. 5) Lokasi berada di tempat yang strategis bagi ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi. 3) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah. 2) Tidak boleh dijadikan sumber PAD.

(3) ruang laboratorium. (4) ruang penyimpanan darah dan reagen. Adapun denah dan tata ruang UTD di RS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dari pelayanan kesehatan yang ada.jejaring pelayanan merupakan bagian provinsinya. diantaranya: a) Bangunan berada dalam lingkungan/bangunan RS b) Bangunan minimal terdiri/memiliki beberapa ruangan antara lain: (1) ruang administrasi. Rancangan denah dan tata ruang pada UTD di RS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan.5 m2 luas : 10 m2 luas : 6 m2 luas : 16 m2 luas : 6 m2 luas : 6 m2 luas : 7. 2) Denah dan tata ruang.5 m2 luas : 8 m2 100 m2 Bila luas lahan tidak memungkinkan. Adapun luasan itu adalah: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) Ruangan pimpinan Ruang tunggu Ruang administrasi dan loket Ruang pemeriksaan/seleksi donor Ruang AFTAP Ruang pemulihan Ruang laboratorium & R.5 m2 luas : 7. b. maka pembangunan disesuaikan dengan kondisi setempat dengan tetap memperhatikan kebutuhan minimal pelayanan. (2) ruang penyadapan darah. Persyaratan Teknis 1) darah Kabupaten/Kota dari jejaring pelayanan serta darah Luas lahan dan bangunan Luas lahan dan bangunan dari UTD di RS didasarkan pada jenis pelayanan dan kegiatan yang dilaksanakan. 31 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .5 m2 luas : 9 m2 luas : 7. (5) ruang cuci. Cuci Ruang penyimpanan darah Kamar mandi/WC (2 buah) Ruang jaga Ruang genset/gudang Lorong/Sirkulasi ruangan TOTAL Luas luas : 9 m2 luas : 7.

yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan darah di rumah sakit khususnya dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit pada umumnya maka perlu didukung dengan peralatan UTD di RS yang berkualitas dan memenuhi standar. telah tersedia bangunan dan belum mendapat alokasi peralatan melalui APBN 2008. Persyaratan Umum Pemenuhan kebutuhan peralatan UTD di RS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut: 1) Diperuntukkan bagi pembangunan baru dan peningkatan kualitas/renovasi UTD di RS yang telah ada melalui DAK 2009 serta diperuntukkan pula bagi UTD di RS yang didirikan melalui DAK 2008. b. 2) Khusus untuk UTD di RS yang didirikan melalui DAK 2008 di Rumah Sakit Kabupaten/Kota setempat.c) d) (6) kamar mandi/WC. Persyaratan Teknis 1) Peralatan dan bahan habis pakai untuk UTD di RS a) Peralatan Seleksi Donor dan IMLTD: : 1 unit :1 unit : 2 unit : 2 unit :2 unit : 2 unit : 2 unit : 1 unit : 1 unit : 1 unit 32 TI HUS AD (1) Hemoscale (2) Hemoglobinometer (3) Hand sealer (4) Tempat tidur donor (5) Stetoskop dewasa (6) Spygmomanometer air raksa (7) Timbangan badan b) Peralatan Penunjang Laboratorium (1) Plasma extractor (2) Dry incubator (3) Serological centrifuge Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 3) Biaya operasional dan pemeliharaan UTD diusulkan oleh RS setempat melalui APBD atau sumber lainnya. Bangunan memiliki sistem supply air yang cukup. a. PEMENUHAN KEBUTUHAN PERALATAN UTD DI RS Agar Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) dapat beroperasi dengan peralatan yang memenuhi standar. 3. Bangunan memiliki sistem limbah sesuai standar/dapat bergabung dengan limbah RS.

beker glass. Mengingat pelayanan darah mempunyai resiko cukup tinggi. Catatan: Pengalokasian anggaran pembangunan dan peningkatan kualitas UTD di RS yang telah ada (renovasi gedung UTD di RS). maka peralatan UTD di RS harus memiliki kualitas tinggi dengan jaminan purna jual minimal 3 tahun. baskom cuci.053 : 1 paket NaCl 0. meja komputer.) c) d) e) f) Distribusi Cool box (1) untuk mobile unit (25-50 ktg) : 2 unit (2) untuk ruangan (2-5 ktg) : 2 unit Penyimpan Reagen dan Darah (1) Blood bank refrigerator : 1 unit (2) Medical refrigerator : 1 unit Bahan Habis Pakai (1) Kantong darah Single bag 250 ml/350ml : sesuai kebutuhan Transfer bag : sesuai kebutuhan (2) Reagen Anti-HCV : 1 paket HbsAg : 1 paket Golongan darah ABO. blood grouping plate. berdasarkan pada Harga Standar Bangunan dan Gedung 33 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . komputer. lab jas. kursi kantor). labu semprot. object glas. klem lab. gunting stainless steel. gelas melamin.5 lt bayclin dan 10 botol 1 lt resiguard) Aquabidest : 1 paket Peralatan kantor : 1 paket (Paket terdiri: meja kantor. tabung ukuran 5 mm. micro pipet yellow tipe. printer.(4) (5) Serological rotator Adjustable M/C Micropipete Ukuran 5 – 50 μl Ukuran 50 – 200 μl : 1 unit : 1 unit : 1 unit (6) (7) (8) Mikroskop binokuler elektrik : 1 unit Peralatan pemeriksaaan uji saring metode gel test / mikroplate : 1 unit Peralatan laboratorium lain : 2 paket (Pasteur pipet plastic. rak tabung. tabung ukuran 12 x 75 mm.9 % : 1 paket Cairan desinfectant : 1 paket (berisi 10 botol) 0. sarung tangan. Rhesus dan Uji silang metode 3 fase dengan bovine Albumin 22% dan coomb serum : 1 paket Sifilis : 1 paket (3) Reagen untuk pemeriksaan uji saring Metode gel test/mikroplate : 1 paket HIV/AIDS : 1 paket Larutan CuSO4 dengan BJ 1. hematokrit tube. white board.

Negara (HSBGN) yang dikeluarkan oleh PU tahun 2006 dan revisinya. Pada beberapa Kabupaten/Kota yang tidak terdapat alokasi HSBGN dari PU, masih merupakan harga perkiraan berdasarkan pada Kabupaten/Kota terdekat. Luas ruang dan denah UTD di RS mengikuti standar yang telah dibuat pada petunjuk teknis DAK. Apabila lahan yang tersedia terbatas, maka dapat menyesuaikan pada keadaan rumah sakit di masing-masing kabupaten/kota, tetapi tetap mengikuti prinsip standar tata ruang.

4.

BANK DARAH RUMAH SAKIT Sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dalam peningkatan kualitas dan akses pelayanan darah seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 423/MENKES/SK/IV/2007 tentang Kebijakan Peningkatan Kualitas dan Akses Pelayanan Darah, setiap RS harus memiliki Bank Darah Rumah Sakit. BDRS adalah sebagai pelaksana dan penanggung jawab pemenuhan kebutuhan darah di rumah sakit sebagai bagian dari pelayanan rumah sakit secara keseluruhan bekerjasama dengan UTD setempat sebagai pemasok darah yang aman. a. Persyaratan Umum Pembangunan fasilitas BDRS mengacu pada persyaratan umum sebagai berikut 1) Terdapat UTD PMI yang dapat memasok kebutuhan darah aman di Kabupaten/Kota setempat. 2) Terdapat Rumah Sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota setempat. 3) Dinas Kesehatan setempat mempunyai sistem pengawasan dan pembinaan pelayanan transfusi darah. 4) Ada komitmen daerah untuk membantu operasionalisasi dan pemeliharaan BDRS melalui APBD. b. Persyaratan teknis 1) Luas ruang Luas ruang BDRS didasarkan pada jenis ruang kegiatan yang dilaksanakan. Adapun luasan itu adalah:
a) Ruang administrasi dan loket penerimaan sampel darah

34

TI

HUS

AD

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

Luas : 5 m2 b) c) d) e) f) g) h) Ruang laboratorium Ruang penyimpanan darah Ruang kepala BDRS & Ruang rapat Ruang jaga petugas Ruang gudang Ruang kamar mandi/WC Lorong Total Luas Luas : 9 m2 Luas : 6 m2 Luas : 6 m2 Luas : 5 m2 Luas : 3 m2 Luas : 3 m2 Luas : 3 m2 40 m2

2)

3)

Denah dan tata ruang Rancangan denah dan tata ruang pada BDRS harus mempertimbangkan aksesibilitas dan kemudahan dari kegiatan yang dilaksanakan. Adapun denah dan tata ruang BDRS harus memenuhi beberapa persyaratan teknis dai pelayanan kesehatan yang ada, diantaranya: a) Bangunan berada di dalam lingkungan/bangunan RS. b) Lokasi berada di tempat yang strategis dan mudah dijangkau dari ruang-ruang perawatan dan ruang emergensi serta ruang operasi. 2 c) Luas minimal 40 m dengan cahaya dan ventilasi yang cukup serta ber AC, termasuk ruang administrasi secara terpisah. d) Fasilitas air mengalir & listrik yang memadai, genset atau UPS yang mampu mem back up refrigerator agar stabilitas suhu tetap terjaga. e) Tersedia 2 bak cuci yang terdiri dari bak cuci tangan dan bak cuci alat. f) Lantai ruangan ada tanpa sambungan (vinyl), sudut lantai melengkung. Peralatan BDRS (minimal)
a) b) c) d) e) f) g) h) Blood bank refrigerator 1 unit Serological centrifuge 2 unit Serological rotator 1 unit Dry incubator 1 unit Microskop binokuler 1 unit Plasma extractor 1 unit Set peralatan uji silang serasi dengan metode gel Peralatan laboratorium lainnya 1 paket (pasteur pipet plastic, set alat pemeriksaan uji silang serasi dengan metode gel test, labu semprot, rak tabung, tabung uk 12 x 75 mm, tabung uk 5 ml, hematokrit tube, beker glass, blood grouping plate, baskom cuci, gelas melamin, gunting stainless

35

TI

HUS

AD

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

i) j)

steel, klem lab, korentang, sarung tangan, jas laboratorium dan kacamata pelindung, object glass, timer, mikro pipete yellow tipe). Cool box kapasitas 3 – 5 kantong darah 3 unit Bahan habis pakai coombs control cell 1 vial NaCl 0,9% 25 vial (@500ml Reagen golongan darah ABO, Rhesus dan Uji silang metode 3 fase dengan bovine albumin 22%dan coomb serum 10 vial (@10cc) Reagen untuk pemeriksaan uji sarimetode gel test /mikroplate : 1 paket Cairan desinfectant : 1 paket

4)

Perlengkapan administrasi a) Meja tulis dan kursi. b) Mesin ketik. c) Komputer dan printer. d) Lemari arsip. e) Telepon + Fax.

C.

PENINGKATAN FASILITAS INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT 1. Persyaratan Umum Peningkatan fasilitas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit, adalah Rumah Sakit Umum atau Rumah Sakit Khusus milik pemerintah daerah (Provinsi atau Kabupaten/Kota) yang telah memberikan usulan pada Rapat Konsultasi Teknis (Rakontek) DAK Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik, dengan mempertimbangkan data sebagai berikut: Kelas Rumah Sakit. Jenis Rumah sakit (RS Khusus/Umum). Jumlah tempat tidur Rumah Sakit. Jenis Menu yang diusulkan (untuk bangunan fisik saja, alat saja atau keduanya). Sudah pernah atau belum memperoleh alokasi DAK untuk menu IGD RS. 2. Persyaratan Teknis Peningkatan fasilitas Instalasi Gawat Darurat RS mengacu pada SK Menteri Kesehatan No. 856/MENKES/SK/IX/2009 tentang Standar Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit, dan disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan dana dengan prioritas sebagai berikut:

36

TI

HUS

AD

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

dll Dengan prioritas pada alat yang yang sifatnya mobile 2) Jenis peralatan diprioritaskan adalah medis sebagai berikut: FUNGSI ALAT KET. NO A. psikiatri. Examination lamp 2 Alat bantu penerangan untuk pemeriksaan Membantu Menegakkan diagnosa dengan cepat untuk mengetahui problem kegawatdaruratan yang dialami oleh penderita. menangani. alat ini juga dipergunakan untuk memberikan penerangan pada saat melakukan tindakan. Stetoskop. reflex Hammer. monitor dan mengevakuasi (proses rujukan) serta alat medis pendukung untuk penanggulangan penderita gawat darurat: a) Trauma (Bedah) b) Non Trauma: (1) Kegawat daruratan Jantung (2) Kegawatdaruratan Penyakit dalam (3) Kegawatdaruratan Kebidanan (4) Kegawatdaruratan Anak dan neonatus (5) Kegawatdaruratan Neurologi. Thermometer. Selain untuk diagnosa. KHUSUS 3 EKG Alat yang berfungsi untuk membantu menegakkan diagnosa adanya potensi atau kelainan ritme jantung yang mengancam jiwa. Alat-alat tersebut sangat penting sebab alat tersebut sangat dibutuhkan untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi diagnosa 37 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .a. Alat yang berfungsi untuk membantu melakukan initial assessment dan sekunder assessment pada kasus gawat darurat. DIAGNOSA UMUM JENIS ALAT Kit pemeriksaan sederhana 1 Minimal berisi Tensimeter. Tonge Spatula dan Opthalmoskop. Pengadaan Peralatan Kesehatan 1) Alat kesehatan yang dapat digunakan untuk mendiagnosa.

darah pasien Hiper/Hipo glikemia bisa cepat diketahui 10 Oksigen Consentrator Alat yang dapat menjamin ketersediaan oksigen medis dengan mengambil udara luar untuk dipurifikasi Alat tersebut sangat penting mengingat seringnya terjadi kehabisan oksigen medis di IGD 11 Nebulizer Alat yang sifatnya non invasif yang dapat memberikan cairan obat ke dalam paru-paru Alat yang dapat memberikan pernapasan bantuan dengan kontrol elektrik yang sifatnya mobile Biasanya digunakan untuk pasien sesak napas akibat asma atau sesak lainnya Alat tersebut sangat dibutuhkan untuk menangani sesak napas yang berat seperti flu burung dan karena sifatnya mobile dapat digunakan selama dalam transportasi dalam rujukan pasien 12 Ventilator transport CIRCULATION 13 Minor surgery set Alat yang dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan dan menangani luka Alat yang dapat digunakan untuk memberikan cairan. antibiotik. serta memberikan cepat bantuan napas secara manual yang sifatnya non invasif s/d invasif berbagai ukuran (untuk dewasa-anak bayi/neonatus) Alat tersebut harus tersedia di IGD mengingat sumbatan jalan Dengan merupakan ini penyebab alat maka napas pengukuran kadar Glukosa kematian tercepat. AIRWAY 7 6 8 Emergency Resuscitation kit Glukometer with stick Suction Pump 9 Neck Collar BREATHING Alat yang dapat membantu mendeteksi bunyi detak jantung janin (untuk diagnosa gawat darurat Alat membantu janin) untuk membuka. anestetic regional intravena dengan tingkat akurasi yang tinggi Alat-alat tersebut juga dapat digunakan untuk bedah minor yang lain 14 Siringe pump 15 Infusion pump . membersihkan Alat mempertahankan jalan dan yang dapat mengukur kadar gula darah dengan napas.4 Mobile X Ray Alat yang dapat memberikan gambaran bagian dalam tubuh. terutama paru-paru dan tulang. 38 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Dengan bentuk yang mobile sangat memudahkan untuk dipindahkan dan mengambil foto Ro penderita dengan mudah 5 TINDAKAN: Doppler B.

C. MONITOR 16 17 Pulse Oksimeter Vital sign/ monitor Bed Side Alat untuk memonitor kondisi pasien gawat darurat yang sedang diobservasi intensif (alat sederhana dan yang komplit) Dapat berfungsi juga untuk memantau perkembangan terapi D. berfungsi tindakan 22 23 Partus set Vacuum set Alat untuk membantu persalinan normal Alat yang dapat digunakan untuk membantu mengeluarkan bagian kepala bayi yang tidak dapat dikeluarkan dengan proses persalinan normal Alat yang dapat digunakan untuk tindakan kuretase Alat yang dapat digunakan untuk melakukan operasi cesar 24 25 Kuret Set Sectiosesarian set BEDAH 26 Electrosurgical cauter Alat yang berfungsi untuk melakukan penyayatan. kecepatan dalam memberikan DC Shock) sangat menentukan hasil akhir penanganan ANAK –NEONATUS 19 Infant Warmer Alat yang berfungsi untuk memberikan kondisi suhu dan kelembaban yang terkontrol. Infat warmer berupa selimut sehingga dapat dipasang sambil melakukan tindakan seperti saat RJP 20 Inkubator KEBIDANAN 21 Meja Ginekologi Meja yang dapat untuk melakukan kebidanan. pemotongan saat pembedahan Alat ini juga dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan 39 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . GAWAT DARURAT KHUSUS JANTUNG 18 Defibrilator Alat yang dapat mengatasi gangguan ritme jantung Pada kasus VT/VF (serangan jantung.

856/Menkes/SK/IX/2009 tentang Standar Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit. mengingat banyaknya kasus gawat darurat yang butuh operasi segera (cito operasi) 28 Lampu operasi mobile Alat bantu penerangan saat operasi.dengan frekwensi tinggi dan efek thermal 27 Meja Operasi Alat untuk mensupport pasien saat operasi sehingga mendapatkan posisi yang tepat sesuai kebutuhan tindakan Alat untuk pembedahan yang bisa di akses 24 jam harus tersedia di rumah sakit. RS Kusta. RS Ibu dan Anak. RS Orthopedi dan lain-lain atau di rumah sakit umum (RSU) yang mengembangkan 40 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . dengan pertimbangan: Alat tersebut sudah terpenuhi Pada rumah sakit khusus (RSK) seperti RS Jiwa. RS Paru. PERALATAN MEDIS PENDUKUNG 33 34 Emergency Strecher Sterizator Alat untuk memindahkan pasien dari UGD keruangan Alat untuk peralatan bedah mensterilkan 3) Rumah sakit dapat mengusulkan prioritas alat kesehatan lainnya di luar point b) dan SK Menteri Kesehatan No. tidak menimbulkan panas dan mudah dipindahkan Alat untuk melakukan tindakan pembiusan total Instrument yang dapat digunakan untuk operasi besar 29 30 Mesin Anestesia Major Surgery set TINDAKAN KHUSUS LAINNYA 31 THT Set Instrumen yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan gawat darurat pada THT Alat bantu penerangan yang dipasangkan pada kepala Sering digunakan untuk mengeluarkan Corpus Alienum 32 Head Lamp Sering digunakan pemeriksaan THT pada E.

Area dekontaminasi ditempatkan di depan / di luar IGD atau terpisah dengan IGD. misalnya Generator Set untuk Instalasi Gawat Darurat untuk menjamin ketersediaan listrik selama melakukan berbagai tindakan kegawatdaruratan di IGD. mudah dibersihkan dan memudahkan kontrol kegiatan oleh perawat kepala jaga. Luas bangunan IGD disesuaikan dengan beban kerja RS dengan memperhitungkan kemungkinan penanganan korban massal / bencana. h. e. c. Pembangunan/Penyesuaian Bangunan IGD Rumah sakit dapat melakukan pembangunan baru atau penyesuaian bangunan IGD sehingga memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. b. j. Lokasi Gedung harus berada di bagian depan RS. Ambulans/kendaraan yang membawa pasien harus dapat sampai di depan pintu yang areanya terlindung dari panas dan hujan (catatan: untuk lantai IGD yang tidak sama tinggi dengan jalan ambulans harus membuat ramp). dapat menampung korban bencana sesuai dengan kemampuan RS. i. Harus mempunyai ruang tunggu untuk keluarga pasien. Memiliki ruang untuk istirahat petugas (dokter dan perawat). Memiliki area khusus parkir ambulans yang bisa menampung lebih dari 2 ambulans (sesuai dengan beban RS) g. f.4) program unggulan tertentu dalam jenis pelayanan gawat darurat. 41 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Jika terdapat pertimbangan khusus lain maka rumah sakit dapat mengusulkan peralatan penunjang lainnya dalam mendukung pelayanan gawat darurat di Rumah Sakit. Harus mempunyai pintu masuk dan keluar yang berbeda dengan pintu utama (alur masuk kendaraan/pasien tidak sama dengan alur keluar) kecuali pada klasifikasi IGD level 1 dan 2. k. Susunan ruang harus sedemikian rupa sehingga arus pasien dapat lancar dan tidak ada “cross infection”. 2. mudah dijangkau oleh masyarakat dengan tanda–tanda yang jelas dari dalam dan dari luar Rumah sakit. Ruang triase harus dapat memuat minimal 2 (dua) brankar. d. Pintu IGD harus dapat dilalui oleh brankar.

c) Jumlah tempat tidur yang digunakan untuk kelas III RS. 2 (dua) wastafel serta 2 (dua) ceiling fan. 2.5 m2= 20 m2 104 m2 42 TI HUS AD Ruang Rawat Inap Kelas III Ruang rawat inap kelas III 2 kamar mandi @ Selasar Total luas bangunan yang dibutuhkan 2) Ruang Perawat (Nurse Station) Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Luas Lahan dan Tata Ruang Bangunan Pembangunan/rehabilitasi ruang rawat inap kelas III RS harus memperhatikan fungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan serta alur pelayanan untuk kelancaran dalam pelayanan pasien. Persyaratan Umum Masih tersedianya lahan untuk peningkatan fasilitas tempat tidur kelas III RS. Bila direncanakan membangun/merehabilitasi lebih dari 4 (empat) ruang rawat inap kelas III.D. b) Rasio tempat tidur yang dipergunakan untuk kelas III dibandingkan dengan total tempat tidur RS. Adapun contoh ukuran luas ruangan bangunan tersebut di atas adalah sebagai berikut: 1) 8 x 9 m2 = 72 m2 2 x 3 m2 = 12 m2 8 x 2. Persyaratan Teknis a. Oleh karena itu setiap pembangunan/rehabilitasi ruang rawat inap kelas III yang baik. 1. berisi 8 (delapan) set tempat tidur yang dilengkapi fasilitas penunjang antara lain: selasar. maka perlu dibangun 1 (satu) ruang perawat (Nurse Station) yang dilengkapi dengan ruang-ruang pendukungnya. pada setiap pembangunan/rehabilitasi 4 (empat) ruang rawat inap (dengan jumlah tempat tidur 32) atau kelipatannya. dan e) Sudah pernah atau belum pernah RS memperoleh alokasi DAK untuk menu fasilitas tempat tidur kelas III RS. atau kedua-duanya). d) Jenis menu yang diusulkan oleh RS ke Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik (untuk tempat tidur set kelas III saja. atau untuk bangunan fisik ruang rawat inap kelas III saja. 2 (dua) kamar mandi. PENINGKATAN FASILITAS TEMPAT TIDUR KELAS III RUMAH SAKIT RS yang mendapatkan paket peningkatan fasilitas tempat tidur kelas III adalah Rumah Sakit milik pemerintah daerah provinsi maupun milik pemerintah daerah Kabupaten/Kota yang melaksanakan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan memberikan usulannya ke Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik dengan mempertimbangkan: a) Bed Occupancy Rate (BOR) kelas III RS.

43 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .5 m2 = 3 m2 = 21 m2 b. 2) Ruang Perawat (Nurse Station) a) Lantai terbuat dari keramik kualitas satu (KW–1) b) Dinding tembok ½ bata berplester dan dicat. bantal dan guling).1 Ruang kerja perawat 1 Ruang istirahat petugas 1 Kamar mandi petugas Total luas bangunan yang dibutuhkan 3 x 3 m2 = 9 m2 3 x 3 m2 = 9 m2 2 x 1. rumah sakit dapat mengadakan peralatan kesehatan lainnya untuk mendukung pelayanan kesehatan di ruang rawat inap kelas III. Misalnya pengadaan tempat tidur ginekologi untuk bangsal kandungan dan kebidanan kelas III. e) Kamar mandi berlantai keramik kasar (tidak licin). d) Ruang kerja perawat dilengkapi dengan 1 buah wastafel dari keramik serta 1 buah kran dan saluran pembuangan. c) Atap dari genting dengan plafon. 1 closet duduk dan 1 gantungan infus. Spesifikasi Teknis Bangunan 1) Ruang Rawat Inap Kelas III a) Lantai terbuat dari keramik kualitas satu (KW–1). b) 1 buah nakas. d) Ruang rawat inap dilengkapi dengan 2 buah wastafel dari keramik serta 2 buah keran dan saluran pembuangan. d) Dengan pertimbangan khusus. c) Atap dari genting dengan plafon. b) Dinding tembok ½ bata berplester dan dicat. dilengkapi 1 bak mandi dan 1 closet duduk. di mana setiap set tempat tidur terdiri dari: a) 1 buah tempat tidur dengan kelengkapannya (matras. 3) Peralatan kesehatan Peralatan kesehatan yang ada pada setiap ruang rawat inap kelas III RS berisi 8 set tempat tidur. e) Kamar mandi berlantai keramik kasar (tidak licin) dilengkapi 1 bak mandi. c) 1 buah tiang infus. Apabila luas lahan yang dimiliki Rumah Sakit terbatas. maka pembangunan/rehabilitasi tersebut disesuaikan dengan kondisi setempat dan tetap memperhatikan acuan ketentuan pembangunan ruang pelayanan kesehatan.

hematologi dan urinalisis dalam rangka menunjang diagnosis penyakit sebagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat maupun perorangan di wilayahnya. sentrifus dan generator set untuk menjamin kelancaran selama melakukan pemeriksaan spesimen. Peningkatan pelayanan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota salah satunya melalui peningkatan fasilitas peralatan laboratorium sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No. maka Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat mengusulkan peralatan penunjang lainnya dalam mendukung pelayanan pemeriksaan laboratorium kesehatan. Bila terdapat pertimbangan khusus lainnya. Adapun peralatan laboratorium kesehatan diprioritaskan adalah sebagai berikut: No Jenis Peralatan Jumlah Minimal 1 Hematology Analyzer 1 2 Clinical Chemistry Analyzer 1 3 Urine Analyzer 1 44 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . kimia klinik dan urinalisis di Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berfungsi untuk meningkatkan pelayanan melakukan pemeriksaan laboratorium kimia klinik. 1267/MENKES/SK/XII/2004 tentang Standar Pelayanan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan disesuaikan dengan kebutuhan serta ketersediaan dana dengan prioritas sebagai berikut: Alat laboratorium kesehatan dapat digunakan untuk mendukung menentukan diagnosis. misalnya pipet otomatis. PENGADAAN PERALATAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM KLINIK DI LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA Pengadaan peralatan pemeriksaan hematologi.Adapun persyaratan teknis peralatan kesehatan tersebut harus memenuhi seluruh kriteria di bawah ini: a) Berkualitas b) Kebutuhan dan pemanfaatannya sesuai dengan situasi dan kondisi setempat c) Keamanan d) Kenyamanan e) Kemudahan dalam pengoperasionalan/pemakaian f) Kemudahan dalam pemeliharaan g) Kemudahan dalam perbaikan E. kimia klinik dan urinalisis. rencana pengobatan dan rencana terapi di bidang hematologi.

Acuan a. Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Tahun 2003. tapi dalam keadaan rusak. c. Adanya jaminan/garansi alat tersebut. Tersedia ruang untuk pemeriksaan hematologi. Kabupaten/Kota dari Dana Alokasi Khusus dimaksudkan untuk menjamin keamanan kualitas lingkungan khususnya air limbah dari hasil kegiatan rumah sakit terhadap masyarakat sekitarnya. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1267/MENKES/SK/XII/2004 tentang Standar Pelayanan Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang sudah mempunyai peralatan. b. Tersedianya sumber daya manusia yang mampu melaksanakan pemeriksaan hematologi. Persyaratan Umum a. b. b. Layanan purna jual alat menjamin ketersediaan spare part dan reagen. d. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 364/MENKES/SK/III/2003 tentang Laboratorium Kesehatan d. c. kimia klinik dan urinalisis. PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DAN PENGADAAN PERALATAN PENDUKUNGNYA DI RUMAH SAKIT PEMERINTAH DAERAH Penyediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Pengadaan Peralatan Pendukungnya Di Rumah Sakit Pemerintah Provinsi. kimia klinik dan urinalisis. 45 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .1. Memiliki serta sarana dan prasarana pendukung pemeriksaan sesuai standar dalam rangka pengembangan pelayanan laboratorium. Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang belum mempunyai peralatan. 2. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 298/MENKES/SK/III/2008 tentang Pedoman Akreditasi Laboratorium Kesehatan. Jumlah dan jenis alat disusun berdasarkan usulan dan identifikasi fasilitas peralatan yang ada di daerah. Persyaratan Teknis a. d. F. 3. c. Buku Petunjuk Pemeriksaan Hematologi (Otomatik). Hal ini dilakukan untuk melindungi kualitas lingkungan sekitar dari kegiatan RS agar tidak terjadi bahaya infeksi nosokomial.

yang merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Perencanaan Detail Engineering Design (DED) IPAL dan jaringannya serta RAB. 2. Kabupaten/Kota. mempunyai sertifikat tanah. Peralatan pendukung adalah peralatan yang berfungsi mendukung dan memperlancar proses pengolahan air buangan baik pengolahan secara fisik. Persyaratan Umum Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah dan peralatan pendukung untuk Rumah Sakit Pemerintah Provinsi. Mengetahui dan memahami kapasitas dan jenis IPAL serta peralatan pendukung yang dibutuhkan. 1. Rumah Sakit tersebut belum mempunyai IPAL atau sudah mempunyai IPAL sebelum tahun 1985 dan rusak. c. unit cost masing-masing daerah (lokasi rumah sakit berada) tersebut dibiayai dari APBD Provinsi.Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berfungsi untuk mengolah air buangan yang berasal dari kegiatan yang ada di Rumah Sakit agar memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. pertimbangan operasional serta kondisi dan letak geografis/topografi daerah. Mempunyai lahan siap bangun seluas minimal 100 m (lahan tidak dalam sengketa. Pembuatan master plan. biologis maupun kimiawi. Luas lahan dan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit berupa jumlah tempat tidur dan data pemakaian rata-rata air bersih per bulan. c. Hal ini dituangkan dalam master plan. Perhitungan pengadaan IPAL Peralatan pendukung Instalasi Pengolahan Air Limbah/Limbah Cair dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. pemadatan dan pematangan tanah). 46 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Membuat surat pernyataan kesanggupan membiayai Pelaksanaan Operasional Dan Pemeliharaan yang b. 2 b. Kabupaten/Kota dengan prioritas: a. Perencanaan Detail Engineering Design (DED) IPAL dan jaringannya serta RAB. sudah dilakukan perataan. Persyaratan Teknis a. unit cost masing-masing daerah (lokasi rumah sakit berada) ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit dengan rekomendasi Dinas PU Pemda setempat diketahui oleh Bupati/Walikota.

mekanikal dan elektrikal antara lain pemasangan blower dan pompa. laundry dan instalasi gizi/dapur harus dilakukan pengolahan pendahuluan (pre treatment) terlebih dahulu sebelum dialirkan ke IPAL. Semua air limbah rumah sakit dialirkan ke IPAL.d. h. dan keamanan limbah. ditandatangani oleh Direktur RS dan diketahui oleh Bupati/Walikota setelah Pekerjaan Pembangunan selesai. acian IPAL dan water proofing 5) Fasilitas IPAL antara lain ruang panel. Untuk itu. 2) Jauh dari area pemukiman masyarakat sekitar. dan Ruang Laboratorium. f. blower dan ruang operator 6) Finishing IPAL 7) Pekerjaan equipment. pembuatan panel listrik. hendaknya instalasi bangunan diletakkan dengan persyaratan lokasi sebagai berikut: 1) Jauh dari Area Ruang Pelayanan Medik dan Perawatan. Produksi Makanan Rumah Sakit. yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota setelah Pekerjaan Pembangunan selesai. Membuat surat pernyataan kesanggupan menjaga agar efluen air limbah yang keluar dari instalasi tersebut memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. Membuat surat pernyataan kesanggupan membiayai uji laboratorium lingkungan terhadap influen dan efluen air limbah yang masuk dan keluar dari instalasi tersebut yang ditandatangani oleh Direktur RS dan diketahui oleh Bupati/Walikota selama minimal 4 bulan sekali dan melaporkannya ke Kementerian Kesehatan. Komponen yang bisa dicakup dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah: Pekerjaan Konstruksi IPAL meliputi: 1) Pekerjaan persiapan: bouplank. pemeliharaan. dengan kapasitas daya minimal serta pemasangan peralatan listrik lainnya. e. kecuali air limbah dari ruang laboratorium. mobilisasi 2) Pekerjaan struktur pondasi 3) Pekerjaan konstruksi IPAL 4) Plester. g. 8) Pagar Pelindung lokasi IPAL 9) Jaringan Air Limbah dan Bak Pengumpul 47 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Rencana peletakan IPAL agar memperhatikan denah tata ruang di RS agar memudahkan operasional. direksi kit.

j. k. dan diketahui oleh Bupati/Walikota.i. Acuan a. 3. Pemerintah Daerah dan Pihak Rumah Sakit harus menyediakan dana untuk tenaga operator dan biaya operasional lainnya Penyedia produk teknologi IPAL wajib: 1) Memberi training operator IPAL RS. 48 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 3) Teknologi IPAL yang dipilih harus mudah dalam pengoperasian dan pemeliharaan oleh operator 4) Mudah mencari suku cadangnya 5) Mempertimbangkan bentuk konstruksi IPAL yang bisa dipindah (moveable) untuk RS yang akan ada rencana perluasan lahan atau relokasi. Dalam pemilihan kualitas instalasi bangunan harus memperhatikan: 1) Kekuatan konstruksi bangunan 2) Teknologi IPAL yang dipilih harus sudah terbukti efluen (keluaran) air limbah hasil pengolahannya telah memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. 2) Mengurus dan membuat surat Ijin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) untuk IPAL RS ke Badan Lingkungan Hidup setempat. Pemilihan jenis dan kualitas instalasi bangunan pengolahan air limbah dilakukan oleh Pihak Rumah Sakit. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 58 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit. Disarankan pihak RS mencari referensi dengan peninjauan ke RS yang telah memakai produk teknologi IPAL yang terbukti minimal 3 tahun effluentnya masih memenuhi Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 Tahun 1995 dengan dibuktikan dengan hasil uji laboratorium lingkungan (yang terakreditasi) terhadap influent dan effluent air limbah.

Antraks. reagensia dan vaksin skala Kabupaten/Kota (di luar imunisasi dasar) yang digunakan untuk pelayanan kesehatan dasar (PKD) (termasuk Bufferstock Kabupaten/Kota) serta kekurangan obat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Program Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) (Malaria.BAB VI MENU DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN Penyediaan dan pengelolaan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan adalah bagian dari upaya untuk peningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar. A. Alokasi berdasarkan biaya minimal perkapita obat penduduk miskin kuota Jamkesmas di Kabupaten/Kota dan biaya perkapita obat bagi seluruh penduduk Kabupaten/Kota. c. terutama untuk pelayanan kesehatan penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal. serta secara tidak langsung mendukung pelayanan kesehatan sekunder dan tersier dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak. 49 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Kecacingan. Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1. terpencil. Tuberkulosis. Kusta. Meliputi obat generik. perbatasan dan kepulauan serta daerah bermasalah kesehatan. Menu DAK Subbidang Pelayanan Kefarmasian Tahun 2011 ditujukan untuk mendukung pencapaian ketersediaan obat terutama obat generik dan vaksin di Kabupaten/Kota.A. Persyaratan Umum a. Filariasis. Frambusia. Penyediaan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan dalam DAK Bidang Kesehatan TA 2011 Subbidang Pelayanan Kefarmasian dipergunakan sesuai dengan menu Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan yang terdapat dalam Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan T. perbaikan status gizi masyarakat. Diare. Pes. ISPA dan lain-lain) serta Program Gizi dan Kesehatan Ibu Anak (KIA) dari yang telah disediakan melalui APBN Kementerian Kesehatan RI. perbekalan kesehatan. 2011 dan apabila telah dipenuhinya kebutuhan akan obat terutama obat generik dan perbekalan kesehatan di masing-masing b. pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan.

e. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. 50 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Kabupaten/Kota selama 18 bulan dapat diperkenankan pengalihan alokasi anggaran Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan ke kegiatan lainnya dengan catatan masih dalam satu subbidang pelayanan kefarmasian dan dilaksanakan sesuai Petunjuk Teknis DAK Bidang Kesehatan TA 2011. reagensia dan vaksin skala Kabupaten/Kota (di luar imunisasi dasar) mengacu pada Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN).q. Dalam pemenuhan kebutuhan Obat terutama Obat Generik dan Perbekalan Kesehatan. Persyaratan Teknis a. Pengalihan alokasi di dalam sub bidang pelayanan kefarmasian sebagaimana butir (c) harus mendapatkan persetujuan Menteri Kesehatan c.d. perbekalan kesehatan. 2. e. Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. f. c. penelaahan terhadap penyakit menular atau tidak menular yang memiliki angka kesakitan (morbiditas) dan atau angka kematian (mortalitas) yang tinggi. Membuat usulan Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan yang sesuai daftar obat Pelayanan Kesehatan Dasar dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Proses penyediaan dan penentuan harga Obat dan Perbekalan Kesehatan agar memperhatikan dan mengacu pada: SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Obat Generik. daerah melakukan berdasarkan metode konsumsi. serta Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan perihal Daftar Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. kecuali Kepala Puskesmas mengajukan usulan kebutuhan obat di luar DOEN dan mendapatkan persetujuan Kepala Dinas Kesehatan. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional serta distribusi obat dan perbekalan kesehatan. Pemilihan jenis obat. reagensia dan vaksin di luar imunisasi dasar hasil penelahaan daerah yang dipergunakan hanya untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan Puskesmas Perawatan. d. SK Menteri Kesehatan RI tentang harga Serum dan Vaksin b. perbekalan kesehatan. SK Menteri Kesehatan RI Tentang Harga Alkes yang berfungsi sebagai obat. Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan ditujukan untuk obat generik.

Persyaratan Teknis a. 2) Mempunyai lahan yang matang/telah siap bangun (pembebasan. SK Menkes RI tentang Pedoman Teknis Penyediaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar. unit cost (per m ) dan RAB. B. gambar/blok plan.program Imunisasi. SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Pengadaan Obat anti Tuberculosis-FDC. Pembangunan Baru Instalasi Farmasi 1) Kabupaten/Kota yang belum memiliki Instalasi Farmasi. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional dan pemeliharaan Instalasi Farmasi. Pembangunan Baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota 1. Persyaratan Umum a. Unit cost masing-masing daerah ditetapkan oleh Dinas PU Pemda setempat dan ditandatangani oleh 51 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . pematangan lahan (pemerataan dan pemadatan) merupakan tanggung jawab 2 pemerintah daerah) dengan luas minimal 700 m . Pembangunan Baru Instalasi Farmasi 1) Luas lahan dan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berupa volume obat dan perbekalan kesehatan 2 yang akan disediakan (minimal luas lahan 700 m dan 2 minimal luas bangunan 500m ). 2) Membuat usulan pembangunan dengan melampirkan 2 master plan. b. SK Menkes RI tentang Harga Perbekalan Kesehatan dan Obat Gigi dan peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. 2. c. sertifikat tanah. Perluasan Instalasi Farmasi Perluasan Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota diperuntukkan bagi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota yang memiliki luas penyimpanan kurang dari standar minimal penyimpanan (<500 2 m ). Rehabilitasi Instalasi Farmasi Kebutuhan akan rehabilitasi Instalasi Farmasi diperuntukkan bagi Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota yang mengalami kerusakan sedang atau berat yang spesifikasinya telah ditentukan oleh instansi berwenang. d.

3) 4) 5) Kepala Dinas dan diketahui oleh Bupati/Walikota setempat. Rehabilitasi dan Perluasan Instalasi Farmasi 1) Rehabilitasi dan Perluasan bangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berupa luas dan volume obat dan perbekalan kesehatan dari perbekalan kesehatan yang harus disediakan. Denah rehabilitasi dan perluasan rencana tata ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan serta mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota. Unit cost masing-masing daerah ditetapkan oleh Dinas PU Pemda setempat dan ditandatangani oleh Kepala Dinas dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Denah tata ruang Rencana tata ruang/bangunan agar memperhatikan fungsi sebagai sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan serta mengacu pada buku Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. b. 2) 3) 4) 5) 52 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pekerjaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. unit 2 cost (per m ) dan RAB. Membuat usulan rehabiltasi dan perluasan pembangunan dengan melampirkan master plan. gambar/blok plan. Proses pengadaan pembangunan harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. Proses pengadaan rehabilitasi dan perluasan bangunan harus mengacu kepada peraturan perundang-undangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku.

d. c. 2) Sarana Distribusi yaitu kendaraan Mobil Roda Empat. Uninterruptable Power Supply (UPS). Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi 1. 53 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Generator Set.C. b. b. pertimbangan operasional serta kondisi dan letak geografis/topografi daerah. Sarana pendukung Instalasi Farmasi hanya diperbolehkan untuk: 1) Sarana penyimpan yaitu Cold Chain (Vaccine Cooler). Hand Forklift. Membuat surat pernyataan kesanggupan Pelaksanaan Pengadaan yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Persyaratan Umum a. 5) Sarana Telekomunikasi. 4) Sarana Pengolah data yaitu Komputer. Membuat usulan pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi dengan melampirkan RAB dan Unit Cost yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan dan diketahui oleh Bupati/Walikota. Persyaratan Teknis a. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan biaya operasional dan pemeliharaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi. Rak Obat dan Perbekalan Kesehatan dan Lemari Khusus Obat Narkotika dan Psikotropika. Printer. Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi dilakukan berdasarkan analisa kebutuhan. Pendingin Udara (AC). 3) Kapasitas sarana pendukung yang tidak memadai (lebih kecil dari kebutuhan). 2) Sarana pendukung yang rusak berat. c. 2. Pengadaan Sarana Pendukung Instalasi Farmasi Sarana pendukung Instalasi Farmasi hanya untuk Kabupaten/Kota dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Belum memiliki sarana pendukung tersebut. Proses pengadaan harus mengacu kepada peraturan perundangundangan serta aturan perubahan dan aturan turunannya yang berlaku. Refrigerator. Palet. berupa Faksimile. 3) Sarana Pengamanan yaitu Alarm dan Tabung Pemadam Kebakaran.

D.e. 9. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan perihal Daftar Obat dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN) yang berlaku. SK Menkes RI tentang Harga Perbekalan Kesehatan dan Obat Gigi yang berlaku. Pedoman Teknis Pengadaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang berlaku. mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota. 6. 4. 2. Acuan 1. Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota disesuaikan dengan kebutuhan. 7. SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Obat Generik yang berlaku. Standar Sarana dan Prasarana di Instalasi Farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berlaku 54 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Keputusan Menteri Kesehatan RI Tentang Harga Alkes yang berfungsi sebagai obat bagi pelayanan program kesehatan pemerintah yang berlaku. SK Menteri Kesehatan RI tentang Harga Pengadaan Obat anti Tuberculosis-FDC yang berlaku. Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang harga Serum dan Vaksin Program Imunisasi yang berlaku. 5. 8. 3.

55 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . yaitu: 1. dan sasaran pelaksanaan dengan perencanaan. pelaksanaan. Forum koordinasi untuk menindaklanjuti hasil review laporan dan atau kunjungan lapangan.BAB VII PEMANTAUAN. lokasi. serta realisasi waktu pelaksanaan. PEMANTAUAN DAN EVALUASI Pemantauan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 merupakan suatu kegiatan untuk memastikan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan di Provinsi/Kabupaten/Kota tepat waktu dan tepat sasaran sesuai dengan penetapan alokasi DAK Bidang Kesehatan TA 2011 dan Juknis DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011. Review atas laporan triwulan yang disampaikan oleh Gubernur/Bupati/Walikota dan Dinas Kesehatan Provinsi setiap akhir triwulan sesuai dengan format laporan. output sejauh mana bila memungkinkan sampai outcome dan impact. Kunjungan lapangan. dan pemanfaatan DAK ke depan. Ruang lingkup evaluasi pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan meliputi pencapaian sasaran kegiatan DAK berdasarkan input. kesesuaian pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran – Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) dengan petunjuk teknis dan pelaksanaan di lapangan. Selain itu pemantauan untuk mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan TA 2011. EVALUASI DAN PELAPORAN A. 2. Pemantauan DAK bidang kesehatan dilakukan dengan 3 (tiga) cara. pengalokasian. proses. Evaluasi DAK Bidang Kesehatan merupakan evaluasi terhadap pemanfaatan DAK bidang kesehatan untuk memastikan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan bermanfaat bagi masyarakat di Provinsi/Kabupaten/Kota mengacu pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional serta sebagai masukan untuk penyempurnaan kebijakan dan pengelolaan DAK Bidang Kesehatan yang meliputi aspek perencanaan. yang nantinya digunakan untuk perbaikan perencanaan dan pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2012. meliputi : kesesuaian antara kegiatan DAK Bidang Kesehatan dengan usulan kegiatan yang ada dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). 3. Ruang lingkup pemantauan hanya pada aspek teknis.

Evaluasi DAK Bidang Kesehatan dilakukan dengan 3 (tiga) cara. sesuai dengan format 3 ALUR PELAPORAN 2. Pemantauan dan evaluasi dilakukan oleh Organisasi Pelaksana dan atau Tim Koordinasi di tingkat Pusat. 1. dan Kabupaten/Kota sesuai dengan petunjuk teknis dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Meneg PPN/Kepala Bappenas. Menteri Keuangan. 3. 2. Laporan triwulan. JENIS PELAPORAN Laporan dari kegiatan pemantauan teknis pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan terdiri: a. 3. Menteri Keuangan Penyampaian laporan triwulan pada kegiatan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir (Maret. yang disampaikan selambat-lambatnya 14 hari setelah akhir triwulan berakhir. b.07/2010 tentang Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Anggaran Transfer Ke daerah dan PMK Nomor 216/PMK. Review atas laporan akhir yang disampaikan oleh Gubernur/Bupati/Walikota setiap akhir tahun sesuai dengan format laporan sesuai dengan format 3. c. sesuai dengan format 1 dan 2. Studi evaluasi. pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan kefarmasian harus menyampaikan laporan triwulan yang memuat pelaksanaan kegiatan dan penggunaan DAK kepada: 1. PELAPORAN Kepala SKPD penerima DAK Bidang Kesehatan TA 2011 sebagai penanggung jawab anggaran sarana pelayanan kesehatan dasar.07/2010 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2011. Menteri Kesehatan 2. 56 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Laporan akhir merupakan laporan pelaksanaan akhir tahun. Provinsi. September dan Desember). yang disampaikan dua bulan setelah tahun anggaran berakhir. Menteri Dalam Negeri. B. Laporan penyerapan DAK disampaikan kepada Menteri Keuangan berdasarkan PMK Nomor 126/PMK. dan Menteri Dalam Negeri Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK. yaitu: 1. Forum koordinasi untuk menindaklanjuti hasil pemantauan dan atau evaluasi pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan. Juni.

Bagan 1. dan selanjutnya sekretaris daerah melakukan kompilasi terhadap laporan SKPD tersebut (SEB Tahun 2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK).p Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Kementerian Kesehatan. Pelaporan triwulan lainnya sesuai dengan Petunjuk Teknis DAK tahun 2011. Laporan triwulan selanjutnya dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan u. SKPD Kabupaten/Kota/Provinsi menyampaikan laporan kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan selanjutnya Dinas Kesehatan Provinsi melakukan kompilasi terhadap laporan SKPD tersebut. Alur Laporan triwulan di tingkat Propinsi Ket : Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 : laporan langsung SEB 57 : laporan langsung TI HUS AD A BAK . Laporan triwulan tingkat Kabupaten/Kota dan tingkat provinsi. sesuai dengan SEB tahun 2008 dan Juknis DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 disampaikan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir.Pelaksanaan pelaporan triwulan baik tingkat Kabupaten/Kota maupun tingkat provinsi disampaikan dari SKPD kepada sekretaris daerah. Alur Laporan Triwulan di Tingkat Kabupaten/Kota SKEMA LAPORAN TRIWULAN PELAKSANAAN DI KABUPATEN/KOTA SKPD SEKDA KABUPATEN/ KOTA BUPATI/ WALIKOTA MENTERI KEUANGAN MENTERI DALAM NEGERI DINAS KESEHATAN PROVINSI MENTERI KESEHATAN Bagan 2.

SKEMA LAPORAN TRIWULANPELAKSANAAN DI PROPINSI SKPD SEKDA PROVINSI GUBERNUR MENTERI KEUANGAN MENTERI DALAM NEGERI DINAS KESEHATAN PROVINSI MENTERI KESEHATAN Ket : : laporan langsung SEB : laporan langsung 58 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Jenis obat 1 2. Dst . Jenis obat 2 3. Juta) 6 7 Jumlah Satuan Keuangan (%) 8 Fisik (%) 9 Pelaksanaan Kegiatan Realisasi Kesesuaian antara DPASKPD dengan Juknis Ya 10 Tidak 11 Permasalahan Kode Masalah **) Upaya Pemecahan Masalah yang diharapkan 12 1 2 3 4 5 II 1 Pelayanan Kefarmasian Penyediaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 1.LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 SARANA PELAYANAN KESEHATAN DASAR DAN PELAYANAN KEFARMASIAN TRIWULAN I/II/III/IV *) Provinsi : Kabupaten/Kota : Perencanaan Kegiatan Jumlah No Jenis Kegiatan Jumlah Satuan DAK (Rp. Juta) 1 I 2 PELAYANAN KESEHATAN DASAR Puskesmas Puskesmas Perawatan Poskesdes Pengadaan Sistim Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Pengadaan Peralatan Promosi Kesehatan Bergerak 3 4 Pendamping (Rp. Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota Nama NIP Nama NIP 59 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Pembangunan baru dan Rehabilitasi Instalasi Farmasi Pengadaan sarana pendukung Instalasi Farmasi 2 3 Total Mengetahui. Juta) 5 Total (Rp. Kepala Dinas Kesehatan Prov.. 1.

 Kolom 7 diisi dengan satuan dari kolom 6  Kolom 8 diisi dengan realisasi penggunaan DAK (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).  Kolom 9 diisi dengan persentase fisik sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).  Kolom 6 diisi dengan jumlah kegiatan yang terealisasi pada sarana dan prasarana kesehatan.  Kolom 5 diisi dengan besarnya alokasi DAK Bidang Kesehatan (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan.  Kolom 10 diisi dengan Kesesuaian antara DPA-SKPD dengan Juknis  Kolom 11 diisi dengan kode masalah dibawah ini: Kode Masalah **) 1 Permasalahan terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2 Permasalahan terkait dengan petunjuk teknis 3 Permasalahan terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran (SKPD) 4 Permasalahan terkait dengan DPA-SKPD 5 Permasalahan terkait dengan SK Penetapan Pelaksanaan Kegiatan 6 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak 7 Permasalahan terkait dengan Persiapan Pekerjaan Swakelola 8 Permasalahan terkait dengan Penerbitan SP2D 9 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak 10 Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Swakelola 60 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Petunjuk pengisian :  Kolom 2 diisi dengan jenis kegiatan sesuai dengan juknis  Kolom 3 diisi dengan jumlah kegiatan pada sarana dan prasarana kesehatan.  Kolom 4 diisi dengan satuan dari kolom 3.

Kimia Klinik. Urinalisis Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Total 3 4 6 7 8 9 10 11 12 2 3 4 5 6 Mengetahui. Rehabilitasi/ Penyesuaian Gedung c. Peralatan Pengadaan Peralatan Pemeriksaan Hematologi.LAPORAN REALISASI PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN TAHUN 2011 SARANA PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN TRIWULAN I/II/III/IV *) Provinsi : Kabupaten/Kota : Perencanaan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Kesesuaian antara DPASKPD dengan Juknis Permasalahan Upaya Pemecahan Masalah yang diharapkan Jumlah N O Realisasi Masal ah Jenis Kegiatan Juml Sat DA K (Rp. Ju ta ) Juml Sat Keu ang an (%) Fisik (%) Y a Tidak 1 1 2 PONEK RS a. Rehabilitasi ruang maternal/ neonata c. Juta ) Pen dam ping (Rp. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Direktur RS/Kepala Labkesda Nama NIP 61 TI Nama NIP Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS AD A BAK . Peralatan PONEK RS UTDRS/BDRS a. Juta ) 5 T ot al (R p. Rehabilitasi c. Rehabilitasi TT set c. Pembangunan baru b. Peralatan IGD RS Fasilitas TT Kelas III a. Peralatan BDRS/UTD IGD RS a. Pembangunan baru b. Pembangunan baru b. Pembangunan Baru b.

Permasalahan terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran (SKPD) 4. Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak 10.  Kolom 9 diisi dengan persentase fisik sampai dengan triwulan I/II/III/IV *). Permasalahan terkait dengan Penerbitan SP2D 9.Petunjuk pengisian :  Kolom 2 diisi dengan jenis kegiatan sesuai dengan juknis (untuk pengadaan peralatan laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota disebutkan jenis peralatan yang diperoleh)  Kolom 3 diisi dengan jumlah kegiatan pada sarana dan prasarana kesehatan. Permasalahan terkait dengan Persiapan Pekerjaan Swakelola 8. Permasalahan terkait dengan DPA-SKPD 5. Permasalahan terkait dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 2.  Kolom 4 diisi dengan satuan dari kolom 3. Permasalahan terkait dengan petunjuk teknis 3.  Kolom 7 diisi dengan satuan dari kolom 6  Kolom 8 diisi dengan realisasi penggunaan DAK (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan sampai dengan triwulan I/II/III/IV *).  Kolom 6 diisi dengan jumlah kegiatan yang terealisasi pada sarana dan prasarana kesehatan. Permasalahan terkait dengan SK Penetapan Pelaksanaan Kegiatan 6. Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Tender Pekerjaan Kontrak 7.  Kolom 5 diisi dengan besarnya alokasi DAK Bidang Kesehatan (termasuk pendamping) untuk masing-masing kegiatan. Permasalahan terkait dengan Pelaksanaan Pekerjaan Swakelola 62 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .  Kolom 10 diisi dengan Kesesuaian antara DPA-SKPD dengan Juknis  Kolom 11 diisi dengan kode masalah dibawah ini: Kode Masalah 1.

Keberadaan dan peran tim koordinasi ii. Pemantauan. PENUTUP a. Per bidang DAK PERMASALAHAN DAN KENDALA PELAKSANAAN DAK a. Tujuan penulisan laporan II. Umum i. PENDAHULUAN a. Umum b. Perencanaan ii. HASIL PELAKSANAAN DAK a. Khusus i. Evaluasi b. Latar belakang b. c. Pelaksanaan iv. Saran dan masukan daerah b.SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR DANA ALOKASI KHUSUS I. Proses dan mekanisme koordinasi Per bidang DAK III. IV. dan v. Rekomendasi kebijakan untuk pemerintah pusat 63 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Penganggaran iii.

64 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .BAB VIII PENUTUP Petunjuk Teknis ini dibuat untuk dijadikan acuan penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 yang diarahkan untuk kegiatan yang dapat meningkatkan daya jangkau dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Provinsi/Kabupaten/Kota. terutama daerah dengan derajat kesehatan yang belum optimal. sehingga warga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan bermutu.

65 TI HUS AD Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan TA 2011 66 .

2. kekurangan atau keterbatasan prasarana dan sarana perhubungan. dan lain-lain wujud alamiah yang hubungannya satu sama lain demikian eratnya. Daerah Terpencil Kecamatan atau desa yang karena letak dan atau kondisi alam memiliki kesulitan. termasuk bagian pulau dan perairan di antara pulau pulau tersebut. fungsi dan tanggungjawab antara perempuan dan laki-laki yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman dan dukungan masyarakat itu sendiri. Daerah Kepulauan Suatu gugusan pulau. 8. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . baik perbatasan darat dan laut. Gender Pandangan masyarakat tentang perbedaan peran.LAMPIRAN 1 DEFINISI OPERASIONAL 1. persediaan kebutuhan 9 bahan pokok. Daerah Tertinggal Suatu daerah kabupaten yang masyarakat serta wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional. pelayanan kesehatan. yang menimbulkan kesulitan bagi penduduk yang tinggal di wilayah tersebut. Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) Unit di rumah sakit yang mempunyai peran dalam mendukung pelayanan darah yang berkualitas di rumah sakit dengan sistem satu pintu. BOR (Bed Occupancy Rate) kelas III RS Persentase pemanfaatan tempat tidur di kelas III untuk pelayanan rawat inap pasien miskin/tidak mampu di rumah sakit dalam kurun waktu tertentu. 4. SLTP serta kebutuhan sekunder lain. 6. 5. Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota Suatu unit pengelola obat dan perbekalan kesehatan di kabupaten/kota untuk mendukung ketersediaan obat dalam pelayanan kesehatan dasar. 3. Daerah Perbatasan Daerah dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbatasan langsung dengan wilayah kedaulatan negara tetangga. 7.

TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . yang meliputi 10 indikator yaitu : Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan. Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Laboratorium Dinas Kabupaten/Kota dan setempat. sebagai contoh: Pustu menjadi Puskesmas atau Puskesmas menjadi Puskesmas perawatan. Pelayanan Kesehatan Primer/Dasar) Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Peralatan kesehatan Peralatan dasar minimal (medis dan non medis) untuk Puskesmas dan jaringannya sebagaimana mengacu pada buku Pedoman Peralatan. Memberantas Jentik Di Rumah Sekali Seminggu. (sesuai UU No. Balita Ditimbang Setiap Bulan. 15. 13. Menggunakan Jamban Sehat. Peningkatan Peningkatan status Puskesmas.9. Menggunakan Air Bersih. 14. dan budaya. 11. Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat tahun 2008. Kesehatan Kabupaten/Kota yang berada di merupakan UPTD pemerintah Kabupaten/Kota Tingkat Pertama (Pelayanan Kesehatan 12. Mencuci Tangan Dengan Air Bersih Dan Sabun. Kesetaraan Gender Perempuan dan laki-laki menikmati status yang sama dan memiliki kondisi yang sama untuk menggunakan hak-haknya dan kemampuannya secara penuh dalam memberikan kontribusinya kepada pembangunan politik. 36 Tahun 2009 pasal 30 ayat 2a). sosial. ekonomi. Bayi Diberi Asi Eksklusif. Keadilan Gender Langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan berbagai hal yang secara sosial dan menurut sejarah telah menghambat perempuan dan lakilaki untuk bisa berperan dan menikmati hasil dari peran yang dimainkannya. Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah rumah tangga yang seluruh anggotanya berperilaku hidup bersih dan sehat. Keadilan gender mengantar ke kesetaraan gender 10.

Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari. Puskesmas Unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. maka pengertian rumah tangga berPHBS adalah rumah tangga yang memenuhi 7 indikator. Dan Tidak Merokok Di dalam rumah. Puskesmas Perawatan Puskesmas yang dilengkapi dengan fasilitas perawatan berfungsi sebagai rujukan antara dan dapat melaksanakan tindakan pra rujukan (bila diperlukan). Pulau Terluar Pulau dengan luas area kurang atau dengan 2000 Km (dua ribu kilometer persegi) yang memiliki titik-titik dasar koordinat geografis yang menghubungkan garis pangkal laut kepulauan sesuai dengan hukum internasional dan nasional. Puskesmas Pembantu Unit pelayanan kesehatan sederhana yang merupakan bagian integral dari Puskesmas yang melaksanakan sebagian tugas Puskesmas. 20. tidak ada bayi dan tidak ada Balita. 22. Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 2 TI HUS AD A BAK . sebelum dirujuk ke institusi rujukan. 17. Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Pondok Bersalin Desa (Polindes) Bentuk Upaya Kesehatan Bersumber-daya Masyarakat (UKBM) yang didirikan dengan bantuan pemerintah atau masyarakat atas dasar musyawarah untuk memberikan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak/Keluarga Berencana (KIA/KB)serta pelayanan kesehatan lainnya yang sesuai dengan kemampuan bidan. termasuk kelengkapan/sarana pendukungnya. 21.Makan Sayur Dan Buah Setiap Hari. 16. 19. Apabila dalam rumah tangga tersebut tidak ada ibu yang melahirkan. Perluasan Penambahan ukuran dan/atau penambahan ruangan untuk peningkatan fungsi pelayanan. 18.

Depkes RI. Perawat/Bidan yang bertugas di Puskesmas. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Neonatal. bidan dan perawat terlatih PONED dan mampu memberikan pelayanan langsung terhadap ibu hamil/ibu bersalin. 29. Ditjen. Emergency dan Komprehensif) Rumah Sakit siap PONEK 24 jam adalah Rumah Sakit yang menyelenggarakan pelayanan kedaruratan maternal dan neonatal secara komprehensif dan terintegrasi selama 24 jam. baik yang datang sendiri atau atas rujukan kader/masyarakat. Rumah Dinas Rumah yang diperuntukkan bagi Dokter/Dokter Gigi. Bina Kesmas. Rumah Sakit Siap PONEK (Pelayanan Obstetri. PONED Kit Peralatan yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program/ pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil/ibu bersalin. Bidan di desa dan Puskesmas non perawatan. Puskesmas PONED Puskesmas perawatan yang memiliki Dokter. ibu nifas dan bayi baru lahir. baik struktural maupun non struktural yang apabila setelah diperbaiki masih dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Rehabilitasi Upaya memperbaiki kerusakan bangunan yang terjadi agar bangunan dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. yang disertai upaya menghapus hambatan-hambatan struktural dalam mencapai kesetaraan 27. Rusak Berat Kerusakan berat adalah kerusakan pada sebagian besar komponen bangunan.23. 30. nifas dan bayi baru lahir di Puskesmas (mengacu pada buku Pedoman Peralatan Puskesmas. 28. 26. 24. 2008) 25. Ruang Persalinan Suatu ruangan/tempat yang digunakan untuk melakukan pertolongan persalinan pada ibu melahirkan dan penanganan bayi baru lahir. Responsif Gender Perhatian yang konsisten dan sistematis terhadap perbedaan-perbedaan perempuan dan laki-laki di dalam masyarakat. Puskesmas PONED dapat melakukan pengelolaan kasus dengan komplikasi tertentu sesuai dengan tingkat kewenangan dan kemampuannya atau melakukan rujukan ke Rumah Sakit.

Sarana pendukung Fasilitas/alat-alat untuk mendukung terselenggaranya suatu kegiatan. 35. Poskesdes. RS (Instalasi Gawat Darurat/IGD-High Care Unit/HCU-Intensive Care Unit/ICU-kamar jenazah) dan antar RS. kebutuhan dan aspirasi yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Puskesmas. Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit (UTD di RS) Salah satu instalasi di RS yang mempunyai peran sebagai penyedia darah transfusi yang aman (lulus skreening IMLTD/Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 33. selama dalam transpor). Sarana dan Prasarana yang Responsif Gender Sarana prasarana peralatan kesehatan yang mengakomodasikan permasalahan. Sensitif Gender Kemampuan untuk memberikan perhatian secara konsisten dan sistematis untuk melihat perbedaan kebutuhan perempuan dan laki-laki dalam upaya mencapai keadilan gender 34. 31. 32. SPGDT (Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu) Sistem penanganan penderita gawat darurat pra RS (di tengah masyarakat.Penentuan tingkat kerusakan adalah setelah berkonsultasi dengan instansi teknis setempat yang bertanggung jawab terhadap pembinaan bangunan gedung.

12 untuk wanita Klem tampon uterus 25 cm (bozeman) Klem tampon uterus 25 cm (schroder) Korentang lengkung penjepit alat steril 23 cm (Cheattle) Korentang penjepit sponge (Forester) Pinset anatomis 14. 14 (Nelathon) steril Kateter logam no. 14 F Alat pemasang IUD Alat pengait IUD Gunting bedah standar lurus Gunting bedah standar lurus ujung tajam/tajam Gunting bedah standar lurus ujung tajam/tumpul Gunting bedah standar lurus ujung tumpul/tumpul Kateter karet No. bahan habis pakai.LAMPIRAN 2 STANDAR PERALATAN DAN LOGISTIK POS KESEHATAN DESA (POSKESDES) Peralatan dan logistik Pos Kesehatan Desa meliputi peralatan medis. dan alat penyuluhan. 10 (Nelathon) steril Kateter karet No. Lee Alat resusitasi tabung dan sungkup/ resusitator infant Nasogastric tube no. peralatan non medis. Adapun peralatan dan logistik minimal yang harus ada di Pos Kesehatan Desa adalah sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 TI Nama Alat Bidan kit Meja gynekologi Meteran Palu pengukur reflex Pelvimeter obstetrik pengukur panggul Spekulum vagina (cocor bebek ukuran besar) Spekulum vagina (cocor bebek ukuran sedang) Spekulum vagina (cocor bebek ukuran kecil) Stetoskop dupleks dewasa Foetal Stetoskop pinnard monorial alumunium Sudip lidah panjang Tensimeter Tensimeter manset anak Termometer klinis Termometer bayi ARI timer Pipet tetes 3 ml plastic Alat pengisap lendir Dr.5 cm Pinset anatomis 18 cm Semprit glycerin 30 cc Surgical hand brush terbuat dari nylon Sonde uterus Sterilisator Celemek plastik (short) panjang 52 inchi Perlak tebal lunak (200x90 cm) AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS A BAK . obat.

5 Sarung tangan sebatas siku ukuran 5.5 cm (expired date minimum 3 tahun) Jumlah 1 2 1 1 1 1 1 2 1 HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Bidan Kit No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 TI Nama Alat Apron plastik tebal Alat pengisap lendir Dr.5 cm) Blood lancet 28 G Bowel metal 12 cm Catgut plain 2/0.6.6.5 Baki logam tempat alat steril Mangkok untuk larutan Meja instrumen alat Hemoglobin set (Sahli) Silinder korentang steril 17 cm Standart Waskom Torniquet karet Waskom bengkok (Nier-bekken) 12 cm Waskom cekung 36 cm Waskom cuci 40 cm Tiang infuse Pompa Payudara untuk ASI Doppler Timbangan injak dewasa 136 kg Timbangan dacin 25 kg Timbangan bayi Timbangan dewasa + tinggi badan Alat pengukur panjang badan bayi type caliper Infus set pediatric pak isi 10 Vena cateter for infant no. 26 G pak isi 10 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 Spuit disposible 1 cc Spuit disposible 2. 1.7 & 7.5 cc Tempat tidur periksa Tempat tidur tindakan (persalinan) Tempat tidur pasien rawat inap Boks bayi Selimut bayi Lemari alat Lemari arsip Meja biro Kursi Bangku tunggu Tempat tidur periksa 1.42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 Sarung tangan ukuran 5. Lee ARI timer untuk bayi standar Unicef Autoclik device Baby scale 7 kg + celana Bak instrumen 509 (21x11x4.7 & 7.

5. 23 & 25 G 10 2 1 1 1 1 1 1 1 5 5 5 5 1 2 1 5 2 2 5 2 1 1 1 1 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 TI 30 ps 2 1 1 2 1 1 1 1 box 1 box 1 1 1 1 1 1 10 1 HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . box/ 100 Kocker lurus 16 cm. 7.5 Selimut bayi Senter besar Setengah kocker ss 14 cm Sheet plastik tebal Sikat tangan dari nylon halus Tensimeter Spiritus lamp sumbu 2 Spuit disposible 1 cc Spuit disposible 3 cc Stetoskop duplex dewasa + 1 membran + 1 ps ear loop Termometer bayi axilla Termometer digital 8 detik Timbangan bayi 20 kg Timbangan dewasa 130 kg Ukuran lengan ibu hamil Umbilical cord klem bahan nylon Tas bidan kit Tas partus kit Selimut bayi Wing Needle No. 12 Duk kain katun 60x60 cm steril Funduscope kayu/ foetal stetoscope Gunting episiotomi 14 cm Gunting operasi lurus 14 cm. 12 steril Nier-bekken 20 cm stainless Pinset anatomi 14 cm stainless Pinset bedah 14 cm stainless Pinset bedah 18 cm stainless Resusitator bayi standart : Balon resusitasi untuk bayi baru lahir (tidak boleh melebihi 750ml) Sungkup bertepi dengan bantalan nomor 0 (BBLR) dan nomor 1 (bayi cukup bulan) Sarung tangan bedah no. tajam/tumpul Gunting tali pusat 16 cm HB Talquis book Hechting Nald. 7.10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Kateter disposible No. stainless Meteran/ metline 1. GT 12 Infusion set dewasa Infusion set paediatric IV catheter no 18 G IV catheter no. 6. 26 untuk bayi Jarum disposible 23 G. 14 F Needle holder Mayo 14 cm Nelathon catheter no. GR 12 Hechting Nald.5 m Mucous suction (pengisap lendir) Nasogastric tube no.

LAMPIRAN 3 DAFTAR 183 KABUPATEN TERTINGGAL No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Provinsi ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH ACEH Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Utara Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Sumatera Selatan Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Bengkulu Lampung Lampung Lampung Lampung TI Nama Kabupaten Simelue Aceh Singkil Aceh Selatan Aceh Timur Aceh Barat Aceh Besar Aceh Barat Daya Gayo Lues Nagan Raya Aceh Jaya Bener Meriah Pidie Jaya Nias Barat Nias Utara Nias Tapanuli Tengah Nias Selatan Pakpak Barat Kepualauan Mentawai Pesisir Selatan Solok Sawahlunto/ Sijunjung Padang Parian Solok Selatan Dharmas Raya Pasaman Barat Ogan Komering Ilir Lahat Musi Rawas Banyu Asin OKU Selatan Ogan Ilir Empat Lawang Kaur Seluma Muko-Muko Lebong Kepahiang Bengkulu Tengah Pesawaran Lampung Barat Lampung Utara Way Kanan No 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 Provinsi Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Timur Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara Gorontalo Gorontalo Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Sulawesi Barat Maluku Maluku Nama Kabupaten Kayong Utara Seruyan Barito Kuala Hulu Sungai Utara Kutai Barat Malinau Nunukan Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Kepulauan Sitaro Banggai Kepulauan Banggai Morowali Poso Donggala ToliToli Buol Parigi Moutong Tojo Una-Una Sigi Selayar Jeneponto Pangkejene Kepulauan Toraja Utara Buton Muna Konawe Konawe Selatan Bombana Wakatobi Kolaka Utara Konawe Utara Buton Utara Gorontalo Utara Boalemo Pohuwato Majene Polewali Mandar Mamasa Mamuju Mamuju Utara Maluku Tenggara Barat Maluku Tengah HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Bangka Belitung Kepulauan Riau Kepulauan Riau Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Banten Banten NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTB NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT NTT Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Kalimantan Barat Bangka Selatan Natuna Anambas Sukabumi Garut Bondowoso Situbondo Bangkalan Sampang Pamekasan Pandeglang Lebak Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Sumbawa Nagekeo Sumba Tengah Sumba Barat Daya Manggarai Timur Sabu Raijua Sumba Barat Sumba Timur Kupang Timor Tengah Selatan Timor Tengah Utara Belu Alor Lembata Flores Timur Sikka Ende Ngada Manggarai Rote Ndao Manggarai Barat Sambas Bengkayang Landak Sanggau Ketapang Sintang Kapuas Hulu Sekadau Melawi 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Maluku Utara Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Barat Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Papua Buru Kepulauan Aru Seram Bagian Barat Seram Bagian Timur Maluku Barat Daya Buru Selatan Halmahera Barat Halmahera Tengah Kepulauan Sula Halmahera Selatan Halmahera Utara Halmahera Timur Morotai Kaimana Teluk Wondama Teluk Bintuni Sorong Selatan Sorong Raja Ampat Tambrau Maybrat Merauke Jayawijaya Nabire Biak Numfor Paniai Puncak Jaya Mimika Boven Digoel Mappi Asmat Yahukimo Pegunungan Bintang Tolikara Sarmi Keerom Yapen Waropen Supiori Mamberamo Raya Lany Jaya Mamberamo Tengah Nduga Yalimo Puncak Dogiyai Deiyai Intan Jaya TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

38.31.16 LU 125.34.09.41 BT 04.14.43.05.50 LS 125.20 BT 01.00 BT 1 AUSTRALIA 07.28.34 BT 1 TIMOR LESTE 08.58 BT 03.47.25.10.05 LS 109.54.14 BT 1 MALAYSIA SINGAPURA MALAYSIA 01.50.09.53 BT 1 1 1 1 1 1 1 1 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS .55 BT 1 MALAYSIA MALAYSIA 02.13.14 LU 125.13 LS 102.40.28 BT 04.18 LU 127.01.51 BT 02.59 BT 04.47 LU 124.15 LU 125.44.51 LU 108.59 LU 103.LAMPIRAN 4 DAFTAR NAMA PULAU-PULAU TERLUAR BERPENDUDUK RI YANG BERBATASAN DENGAN NEGARA TETANGGA NO NAMA PULAU KAB /PROV Sumut 1 Simuk Nias Selatan Kep Riau 2 3 4 Karimun Anak Pelampong Subi Kecil Karimun Batam Natuna Bengkulu 5 Enggano Bengkulu Utara Jateng 6 Nusakambangan Cilacap NTT 7 Alor Alor Kaltim 8 9 Maratua Sebatik Berau Nunukan Sulut 10 11 12 13 14 15 16 17 Mantehage Makalehi Kawaluso Kawio Marore Miangas Marampit Kakarutan AD A BAK NEGARA BATAS TITIK KOORDINAT PDDK Ada Tdk LAUT LEPAS 00.02.44.06 LU 125.16.37.46.00 LS 117.45.41.51.34.23.36 LU 127.41 LU 103.42 BT 05.52 BT 1 1 1 LAUT LEPAS 05.33 LS 97.02.15. LU 126.07.12 LU 118.18.54 BT 04.41 BT 04.00 BT 1 1 Minahasa Utara Sitaro Sangihe Sangihe Sangihe Talaud Talaud Talaud MALAYSIA PHILIPIN A PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA PHILIPINA 01.07.09.08.32 BT 04.

LAMPIRAN 5 DAFTAR 101 PUSKESMAS PRIORITAS PROGRAM YANKES DTPK STATUS NO PRO PINSI KABUPATEN KECAMATAN NAMA PUSKESMAS TT Nias Selatan Pulau-Pulau Batu 2 KEPRI Natuna Pulau Laut Subi Serasan Pulau Laut Subi* Serasan 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Pbtsn & PPKT Perbatasan Pulau Tello 1 1 Pulau terluar Non TT JML Keterangan 1 SUMUT Karimun Tebing Batam Belakang Padang 3 BENGKULU Bengkulu Utara Enggano Enggano 1 1 Pulau terluar Blk Padang 1 1 Pulau terluar Tebing 1 1 Pulau terluar 4 KALBAR Sambas Paloh Sajingan Besar Paloh Sajingan 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Sanggau Entikong Sekayam Sintang Ketungan Hulu Ketungan Tengah Kapuas Hulu Nanga Kantuk Sei Antu Badau Desa Sepandan Nanga Kantuk Puring Kencana Badau Lanjak Ba Martinus A BAK Entikong Balai Karangan 1 1 1 1 Senaning Merakai 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 .

Pujungan Long Ampung Long Alango 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Long Bawan Long Ayu Mansalong Nunukan Setabu (*) Aji Kuning(*) Sei Nyamuk(*) Pembeliangan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Perbatasan Maratua 1 1 Pulau terluar Miangas Karatung(*) Dapalan (*) Gemeh Gemeh(*) Kakorutan Minahasa Utara Sangihe Kendahe Tabukan Utara Sitaro 7 SULTENG Toli-Toli Siau Barat Kendahe Marore Ondong Wori Wori 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pbtsn & PPKT Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .NO PROPINSI KABUPATEN Bengkayang KECAMATAN NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan Seluas Jagoi Babang 5 KALTIM Kutai Barat Long Apari Long Pahangai Malinau Kayan Hulu Kayan hilir Pujungan Kayan Selatan Bahau Hulu Nunukan Krayan Krayan Selatan Lumbis Nunukan Sebatik Sebatik Sebatik Sebuku Berau (*) Maratua 6 SULUT Kep. Talaud Siding Jagoi Babang 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Tiong Ohang Long Pahangai 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Lg.Nawang Data Dian Lg.

NO PROPINSI KABUPATEN KECAMATAN Dampal Utara NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan 1 Pulau terluar Ogutua 1 8 NTT Kupang Amfoang Utara Amfoang Timur TTU Miomafo Barat Miomafo Barat Miomafo Timur Miomafo Timur Miomafo Barat Insana Utara Belu Tasifeto Timur Lamaknen Lamaknen Tasifeto Barat Kobalima Raihat Kakuluk Mesak Kakuluk Mesak Raimanuk Alor Alor Selatan Alor Timur Alor Barat Daya Mataru Padang Alang Maritaing Buraga Kalunan 1 1 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Wedomu Weluli Nualain Laktutus Alas Haekesak Silawan Haliwen Webora 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Eban Tasinifu Nunpene Bitefa Oeolo Wini 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Naikliu Noelpoi 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan 9 MALUKU MTB Tanimbar Selatan Selaru Selaru Tanimbar Utara MBD Babar Timur Mdona Hiera Lemola Marsela Lelang Serwaru 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Saumlaki Adaut Namtabung Larat 1 1 1 1 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Bintang Oksibil Iwur Batom Boven Digoel Mindiptanah Waropko Towe Hitam Keerom Waris Senggi Ubrub 12 Papua Barat Raja Ampat Dorekar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Sabarmiokre Sorendoweri 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Perbatasan Pulau terluar 1 1 Pulau terluar 1 1 Perbatasan 1 1 1 1 1 1 Perbatasan Perbatasan Perbatasan Koijabi Meisiang 1 1 1 1 Pulau terluar Pulau terluar TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Terselatan Wetar Wetar NAMA PUSKESMAS STATUS TT Non TT JML Keterangan 1 Pulau terluar Pulau terluar Pulau terluar Wonreli Ilwaki Ustutun 1 1 1 1 1 Kepulauan Aru Aru Tengah Aru Tengah 10 MALUT Halmahera Utara Sopi Wayabula Bere-bere 11 PAPUA Jayapura(Kota) Koya Sarmi Sarmi Merauke Ulilin Bupul Sota Rimba Jaya Kimaam Supiori (*) Supiori Barat Supiori Timur Peg.NO PROPINSI KABUPATEN KECAMATAN Pp.

Needle Cricothyrotomi set 2 Breathing Management a. Regulator untuk tabung oksigen dan flowmeter d. Tensimeter & stetoskop Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 berbagai ukuran berbagai ukuran dewasa dan anak besar dan kecil berbagai ukuran semua ukuran semua ukuran semua ukuran NAMA ALAT UKURAN TI HUS AD A BAK . Intraosseus needle f. Pulse oxymeter b. Oksigen tabung b. Nasopharyngeal tube/Mayo tube e. Suction unit (elektrik dan manual) f.LAMPIRAN 6 PERALATAN LIFE SAVING PUSKESMAS TERPENCIL/SANGAT TERPENCIL DI DAERAH TERTINGGAL PERBATASAN DAN KEPULAUAN NO 1 JENIS Airway Management a. Endo Tracheal Tube d. Masker oksigen f. I. Nasal canule oksigen e. Peralatan untuk vena sectie (minor surgery set) c. Infuse set untuk dewasa dan bayi (microdrip set) e. Laryngoscop b. Bag Mask Valve (Ambu bag) untuk dewasa dan anak c. Manset untuk infusion pressure g. Tracheostomy set g.V cathether d. Film viewer (melihat foto X-ray) 3 Circulation Management a. Stylet c.

koloid 5 Set Bedah/Trauma a. AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS A BAK . Antipiretik j. Pneumosplint d. Xylocain d. Vaccum Extractie Set e. Speculum b. Sulfas atropine c. Tampon f. Alat sterilisator sederhana f. Penghangat Bayi Sumber : Tim Pelatih Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD)/General Emergency Life Support (GELS) bagi Tim Puskesmas di Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan. Curretage set d. Analgetik i. Long spine board/short spine board e. Anti Hipertensi f. Amidaron e.NO 4 JENIS Drug for Emergency a. Collar neck/collar splint c. Minosurgery set termasuk tempat peralatannya b. Magnesium sulfat h. Anti Konvulsan g. Cairan kristaloid. Epinephrine NAMA ALAT UKURAN Tidak termasuk yang dibiayai DAK b. Partus set c. Lampu emergensi (batere) berbagai ukuran semua ukuran 6 Set untuk Pertolongan Kelahiran a.

BOX ISI 12 SPUIT DISPOSIBLE 10 cc SPUIT DISPOSIBLE 3 cc ENDOTRACHEAL TUBE 2. BOX ISI 50 MEJA INSTRUMENT 2 RAK MEJA TINDAKAN RESUSITASI BAYI METERAN / METLINE 1. 14 PARTUS BED PENGHISAP LENDIR DE LEE PENGIKAT TALI PUSAT.0.26 G UNTUK BAYI. BOX / 50 INKUBATOR DENGAN TERMOSTAT SEDERHANA IV CATHETER NO.74 M-157 M-61 D-13 N-15 M-166 M095 M-98 D-53 S-19 S-46 D-45 U-46 U-75 Nama Alat SETENGAH KOCKER ss 14 cm ALAS KAKI UNTUK PERLINDUNGAN INFEKSI APRON UNTUK PERLINDUNGAN INFEKSI BAK INSTRUMEN TERTUTUP 508 BAK INSTRUMEN TERTUTUP 509 B BAK INSTRUMEN TERTUTUP 512 BENANG CHROMIC 2.18 G UNTUK DEWASA.5 m NALDHHOLDER 14 cm NASO GASTRIC TUBE NO.3. 6 DAN 8 NELATON CATHETER NO. BOX / 50 PINSET ANATOMI 14 cm PINSET CHIRUGIS 14 cm PITA PENGUKUR LENGAN PLASTIK UNTUK ALAS TIDUR PLESTER NON WOVEN 5 X 5 m POCKET DOPLER RESUSITATOR DEWASA BAHAN POLYSUFONE RESUSITATOR NEONATUS BAHAN POLYSUFONE : .4 FETAL STETOSCOPE PINARD GUNTING EPISIOTOMY 14 cm GUNTING KUKU GUNTING TALI PUSAT 16 cm HALOGEN EXAMINATION LAMP HANDUK KECIL Hb SAHLI INFUS SET DEWASA. BOX / 50 JAM / TIMER JARUM JAHIT TAJAM ( 9 & 11 ) / PAK 12 KACAMATA / GOGGLE UNTUK PERLINDUNGAN INFEKSI KAIN BERSIH DAN KERING KATETER PENGHISAP LENDIR 6. BOX / 50 INFUS SET PEDIATRIC.8.0/3.Balon resusitasi untuk bayi baru lahir (tidak boleh melebihi 750ml) .5.LAMPIRAN 7 PERALATAN PUSKESMAS DENGAN RAWAT INAP SET PERALATAN PONED Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 AD A BAK Nomor Kode M-69 S-60 S-4 U-1-2 U-1-2 U-1-2 M-79 M-144 M-145 M-209 D-31 M-18 M-210 M-30 M-201 S-11 L-10 M-152 M-152 U-17 M-211 M-35 W-33 M-37 U-98 S-14 M-212 M-213 M-79 M-69 M-214 M-215 P-34 S-17 U-37 U-98 D-14 M-73.10 KATETER UMBILICAL 3 DAN 5 KLEM KASA DAN TEMPAT KORENTANG KLEM KELY / KLEM KOCKER LURUS 14 cm KLEM OVUM LARYNGOSCOPE INFANT MANEKIN : PELVIC MODEL + BONEKA BAYI + PLACENTA MASKER 3 PLY EAR LOOP.Sungkup bertepi dengan bantalan nomor 0 (BBLR) dan nomor Jumlah 1 2 2 1 1 1 1 10 1 3 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 2 5 3 2 1 4 3 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 240 190 100/101 100/101 100/101 23 208 217 159 221 223 240 192 118 11 244/245 10 265 266 304 Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS . BOX / 50 IV CATHETER NO.

L) SET SPHYGMOMANOMETER Hg + MANSET BAYI STANDAR INFUS TONG / EMBER DENGAN KRAN STETOSKOP DUPLEX BAYI STETOSKOP DUPLEX DEWASA STILET NO.37 U-54 S-54 D-31 D-30 M-216 U-77 U-77 D-37 U-62 M-217 D-40 D-41 M-218 U-74 D-43 1 (bayi cukup bulan) SARUNG TANGAN DTT / STERIL.27. 15 KOM KECIL 50 10 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 194 194 301 286 20a 127 23 21. 3 SMALL NEEDLE HOLDER KOM KECIL 8 cm CURVED MOSQUITO HEMOSTAT IRIS FORCEPS CURVED NON IRIS FORCEPS PINSET BENGKOK KECIL SET VENA SECTIE MAYO HEGAR NEEDLE HOLDER 11 cm BABY MOSQUITO str 10 MOSQUITO cud 10 cm LANGENBACK HAK PINSET CHIRUGI 10 cm FORCEPS SPLINTER 11. TROLLY.5 SARUNG TANGAN PANJANG UNTUK MANUIL PLASENTA 6. 3 PISAU BISTURI NO.22 27 29 30 143 302 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .5 cm PINSET ANATOMI 10 cm GUNTING OPERASI TAJAM 9 str GUNTING OPERASI TAJAM 9 cud KNIFE HANDLE NO.52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 S-22. PASANG 7.28 D-11.7.23 S-24 S-61 M-143 M-128 D-26. OKSIGEN 1m3 + REGULATOR. 7 @ 5 ps SARUNG TANGAN HEAVY DUTY ps SET EKSTRAKSI VAKUM SIKAT KUKU SPEKULUM SIMMS ( S.M. 1 UNTUK PEMASANGAN ETT SUNGKUP RESUSISATOR NEONATUS TAB.5. NASAL THERMOMETER KLINIK Hg TEMPAT TIDUR PERIKSA THREE WAY STOP COOK TIMBANGAN BAYI 20 Kg + BAKI TIMBANGAN INJAK DEWASA MINIMUM 120 Kg VAKUM ASPIRASI MANUAL UNTUK PASKA KEGUGURAN WASKOM STAINLESS 40 cm IUD KIT AIR TIMER STANDARD UNICEF SET UMBILICAL ( UNTUK NEONATAL ) KOCHER ARTERY KLEM str 10 KOCHER ARTERY KLEM cud 10 PINSET CHIRUGI 10 cm GUNTING OPERASI SCHALPEL BLADE No.

750 Ruang tersebut harus mempunyai ventilasi yang baik (cross ventilation).000 4 8 9 5 4.LAMPIRAN 8 RUANG PERSALINAN PUSKESMAS NON PERAWATAN 4.750 10 1.500 6 7 1 3 11 2 1. dan pencahayaan alami secukupnya (bovenlicht). Ruangan tersebut di atas khusus untuk dokter/bidan dan pasien (ibu melahirkan dan nifas) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Meja ½ Biro Lantai.Alat medik set .Lemari simpan Alkes/ obat .Kursi dokter .Lampu TL Baret . Lemari alat Saklar 8. Kloset Peralatan Alat Kesehatan Bangunan Arsitektur Alat Perkantoran . Bak mandi 11.Boks bayi . Meja perawatan bayi baru lahir/resusitasi 3. Meja dokter/bidan 9. Tempat tidur kebidanan 2.Meja perawatan bayi baru lahir/resusitasi . Meja instrumen Lampu 4. dinding.KM/WC (duduk/jongkok) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Stop kontak . Plafond.Keterangan : 1. Kursi Garis putus – putus = gordyn 10. Tempat tidur pemulihan Wastafel 6.Wastafel . Electrical & Plumbing) . mengacu pada bangunan khusus tindakan medik Struktur MEP (Mechanical.2 (dua) tempat tidur . Lemari obat 7.2 (dua) bed side Cabinet . Box bayi 5.

Karet No. 14.5 Cm) Gunting operasi lurus 14 Cm. 10 (Nelaton) Kateter. Karet No. tajam/ tumpul Jarum jahit. Penjepit Sponge (Foerster) Perforator (Naegele) Pinset Anatomis. 18 Cm Sonde Uterus/Penduga Meja Instrumen/Alat HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 12 (Nelaton) Kateter. 25 Cm (Schroder) Korentang. 25 Cm (Bozemann) Klem/Pemegang Jarum Jahit. 18 Cm Pinset Bedah.5 Cm Pinset Bedah. Selang Penghisap Lendir Bayi Kateter. Karet No.LAMPIRAN 9 PERALATAN PUSKESMAS NON RAWAT INAP SET PERALATAN BERSALIN Nomor Nama Alat Kode D-12 D-13 D-26 D-27 D-28 M-7 M-8 M-18 M-30 M-16 M-37 M-45 M-58 M-59 M-60 M-61 M-62 M-69 M-71 M-72 M-77 M-79 M-93 M-95 M-96 M-98 M-99 M-135 U-37 TI Nomor Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Jumlah 1 1 2 5 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 3 1 2 2 2 2 1 1 Nomor Gambar 9a 10 20a 20a 20a 205 205 208 217 207 223 228 233 234 234 234 235 240 242 243 248 250 263 265 265 266 266 293 118 Manset Anak Dengan Pengait Meja Ginekologi Spekulum Vagina (Cocor bebek) Besar Spekulum Vagina (Cocor bebek) Kecil Spekulum Vagina (Cocor bebek) Sedang Benang Cat Gut (15 M) Benang Sutera (100 M) Gunting Episiotomi (Barun-Stadler) (14. 14 (Nelaton) Kateter. Penampang Segitiga Jarum Jahit Uterus (Martin) Kateter. 18 Cm (Mayo-Hegar) Klem/Penjepit Porsio. Ginekologi.5 Cm Pinset Anatomis. 14. Logam Untuk Wanita No. 7/16 Lingkaran.5 Cm) Gunting Tali Pusar (13. 12 Klem Arteri 14 Cm (Kocher) Klem Tampon Uterus.

Tunggal Waskom Cekung Pelvimeter Obstetri Jarum suntik. 10 CC Disposible Syringe.02) Jarum suntik.14) Jarum suntik. Bertutup Lampu senter Untuk pemeriksaan urine/ Urinometer Peralatan Immunisasi Hemoglobinometer Set (Sahli) Termometer for Infant Resusitator for Infant Tabung/Sungkup Resusitator Jumlah 1 1 1 12 12 12 12 5 5 5 5 1 3 3 3 3 3 6 1 Set 1 1 1 2 1 1 Set 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 129 142 13 126 259 112 188 159 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . 1 CC Disposible Syringe. 5 CC Silinder Tabung/ Tempat Korintang Sperei Sarung tangan Selimut Sarung bantal Handuk Waslap Formulir Askep/ Kebidanan Alat Tulis Tromol untuk alat steril Sterilisator Tempat sampah basah dan kering.Nomor Urut 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 54 55 56 57 58 59 60 Nomor Kode U-55 U-73 D-16 M-148 M-149 M-150 M-151 M-146 M-144 M-145 M-147 U-52 U-26 S-22-24 S-25 S-21 S-11 S-16 S-32 S-33 U-83 M-137 W-15 U-31 L-47 M-159 L-10 D-44 U-75 U-77 Nama Alat Standar Waskom. Disposible (No. Disposible (No.20) Disposible Syringe. Disposible (No. 3 CC Disposible Syringe.12) Jarum suntik. Disposible (No.

Nomor Urut 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 Nomor Kode M-156 U-81 M-58 U-54 S-4 U-44 D-40 D-41 D-17 U2 D-53 Nama Alat Klem Tali Pusat Lampu sorot Penghisap lendir Standar Infus Celemek Pompa payudara Timbangan bayi Timbangan dewasa Pengukur panjang bayi Bak logam untuk alat steril Pengukur LILA Jumlah 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 Nomor Gambar 233 128 190 123 29 30 101 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

2. Persyaratan Teknis Denah dapur dengan luas 3 m x 3 m.LAMPIRAN 10 DAPUR GIZI PADA PUSKESMAS PERAWATAN 1. Persyaratan Umum Dapur merupakan ruang yang digunakan untuk mengolah masakan dari bahan mentah menjadi bahan jadi. Ruang tersebut harus mempunyai ventilasi yang baik (cross ventilation) dan pencahayaan alami yang maksimal (jendela dan bovenlicht). B C A A H D D P I N T U E G F TI AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS A BAK . mulai dari persiapan. masak dan distribusi.

Rak piring E. lebih baik yang dapat menutup secara otomatis Peralatan Alat kesehatan Set alat dapur/ gizi (peralatan dapur) Arsitektur Bangunan Lantai. Furniture Lemari simpan Rak MEP (Mekanikal. Letak lemari gantung .Keterangan: A. Tempat pembuatan makanan bayi dan Anak H. plafond mengacu bangunan umum. Stop kontak 2 buah Lampu TL Baret Washbasin pada Elektrikal & Plumbing) TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Meja pembagian makanan / distribusi makanan G. Bak cuci C. .diatas meja pembagian/ distribusi makanan. untuk memudahkan distribusi bahan makanan mentah dan matang. bila listrik memungkinkan F. Meja Persiapan B. Kulkas 2 pintu.Diatas rak piring Ventilasi/ jendela harus cukup Pintu 2 lapis (lapisan luar dari kawat kasa). Tempat sampah : Alur Penyelenggaraaan Makan Catatan : Pintu dapur memiliki akses langsung ke luar. dinding. Kompor D.

selang gas dan tutup pengaman Besi. diameter 34 cm Stainless steel Stainless steel Stainless steel Allumunium. diameter 38 cm Plastik tebal. kaca dof. tangkai 27 cm Ukuran 2 kg Stainless baja Kayu. susun 4. 4 pintu (2 sekat) teflon 2 sumbu. diameter 9 cm. diameter 36 cm Allumunium. diameter 36 cm Stainless steel. diameter 8 cm Stainless steel. diameter 38 cm Stainless steel. diameter 20 cm Melamin. diameter 10 cm JML 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2 1 2 2 3 1 3 2 2 2 4 SAT Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Lusin Lusin Lusin Buah Lusin Lusin Lusin Buah Buah Buah Buah Buah buah Buah Buah Lusin Buah Buah HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . volume 10 liter Stainless steel. diameter 20 cm Plastik.5 liter Kaca tahan panas. diameter 24 cm Plastik tebal. diameter 7 cm Stainless steel. diameter 34 cm Allumunium. diameter 10 cm Melamin. diameter 9 cm. ukuran 20x25 cm Melamin. volume 1.Peralatan dapur: NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 NAMA ALAT Lemari penyimpan makanan Rak piring Kompor gas Tabung gas tanpa isi Dandang/ risopan Panci ukuran sedang Panci ukuran besar Wajan ukuran sedang Wajan ukuran besar Termos air panas Gelas ukur Mangkuk sayur Piring makan Gelas minum Baskom Sendok makan Garpu makan Sendok kecil Teko air minum Tempat air minum Sendok sayur Sodet Timbangan kue Parutan Pisau dapur Talenan Tutup dan tatakan gelas Saringan santan/ kelapa Saringan the TI UKURAN Lemari 2 pintu. tangkai 27 cm Stainless steel. ukuran standar 15 kg Allumunium. ukuran 150X90 cm Tertutup. diameter 22 cm Melamin.

g. Lemari buku Peralatan a. c. e. diameter 30 cm Kain. stainless steel stainless steel (oven toaster) RUANG KONSULTASI GIZI 1. ukuran 40x40 Batu Stainless steel Stainless steel Stainless steel Plastik Aluminium Plastik Plastik Plastik JML 3 2 2 12 2 1 2 2 2 2 1 1 1 SAT Lusin Lusin buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah Bila Listrik memungkinkan. meja c. h. kursi . b. Komputer dan printer Software Nutriclin Timbangan Injak dan Timbangan Bayi Microtice Length Board Pita LILA Food Model Leaflet Form Anamnesa 1 1 1 1 1 1 Buah Buah buah buah buah buah 2.5 m 2) b. i. Ruang Konseling yang strategis (minimal 2 X 2. TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Lemari. diameter 10 cm Melamin. diameter 10 cm Plastik.NO 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 NAMA ALAT Piring kecil datar Piring kue cekung Ember Serbet makan Cobek dan ulekannnya Bak cuci piring 2 lubang Serok Baki/ nampan Tempat sampah 15 liter + tutup Loyang aluminium Baskom diameter 20 cm Baskom diameter 35 cm Baskom diameter 50 cm UKURAN Melamin. d. dilengakapi dengan frizer Standar Stainless steel. dapat ditambah penyediaan peralatan sebagai berikut : 43 44 45 46 47 48 Kulkas 2 pintu Blender Rice cooker Oven Mixer dengan dududkan Bakaran roti 1 pintu. dalam teflon Stainless steel Plastik . f. Sarana : a.

LAMPIRAN STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 856/Menkes/SK/IX/2009)

11

Berbagai nama untuk unit/instalsi pelayanan gawat darurat di rumah sakit diseragamkan menjadi INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) 1. KLASIFIKASI Klasifikasi Pelayanan Instalasi Gawat Darurat terdiri dari: a. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level IV sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas A. b. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level III sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas B. c. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level II sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas C. d. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level I sebagai standar minimal Rumah Sakit Kelas D. 2. TARGET PENCAPAIAN STANDAR: a. Target pencapaian STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT Rumah Sakit secara nasional adalah maksimal 5 tahun dari tanggal penetapan SK. b. Setiap Rumah Sakit dapat menentukan target pencapaian lebih cepat dari target maksimal capaian secara nasional. c. Rencana pencapaian dan penerapan STANDAR INSTALASI GAWAT DARURAT Rumah Sakit dilaksanakan secara bertahap berdasarkan pada analisis kemampuan dan potensi daerah. 3. JENIS PELAYANAN

untuk untuk untuk untuk

Level IV Memberikan pelayanan sbb: 1. Diagnosis & penanganan : Permasalahan pd A,B,C dgn
TI

Level III Memberikan pelayanan sbb: 1. Diagnosis & penanganan Permasalahan pada A,B,C

Level II Memberikan pelayanan sbb: 1. Dianosis & penanganan: Permasalahan pd jalan nafas

Level I Memberikan pelayanan sbb: 1. Dianosis & penanganan: Permasalahan pd A: jalan

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

alat lengkap tmsk ventilator 2. Penilaian disability, Penggunaan obat, EKG, defibrilasi 3. Observasi HCU/ R ResusitasiICU 4. Bedah sito

dengan alat yg lebih lengkap tmsk ventilator 2. Penilaian disability, Penggunaan obat, EKG, defibrilasi 3. HCU/resusitasi 4. Bedah sito

(airway problem), ventilasi pernafasan (breathing problem) dan sirkulasi 2. Penilaian disability, Penggunaan obat, EKG, defibrilasi (observasi HCU) 3. Bedah sito

nafas (airway problem), B: ventilasi pernafasan (breathing problem) dan C sirkulasi pembuluh darah (circulation problem) 4. elakukan stabilisasi dan evakuasi

M

4. SUMBER DAYA MANUSIA IGD Level IV Kualifikasi Tenaga Dokter Subspesialis Dokter Spesialis Semua jenis on call 4 Besar + Anastes i on site. (dr Spesiali s lain on call) On site 24 jam On site 24 jam

Level III

Level II

Level I

-

-

-

Bedah,Obsgin, Anak, Penyakit Dalam on site (dokter spesialis lain on call)

Bedah,Obsgin, Anak, Penyakit Dalam on call.

-

Dokter PPDS Dokter Umum (+pelatihan
TI

On site 24 jam (RS Pendidikan) On site 24 jam

On site 24 jam

On site

HUS

AD

Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

A

BAK

kegawat daruratan) GELS,ATLS, ACLS, dll Perawat Kepala S1 DIII (+Emergency Nursing) Perawat (+Pelatihan Emergency Nursing) Non Medis Bagian Keuangan Kamtib(24jam) Pekarya(24jam)

24 jam

Jam kerja / Diluar jam kerja On site 24 jam

Jam kerja / diluar jam kerja

Jam kerja

Jam Kerja

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

On site 24 jam

5. KETENTUAN UMUM SARANA a. Ketentuan umum Fisik Bangunan: 1) 2) Luas bangunan IGD disesuaikan dengan beban kerja RS dengan memperhitungkan kemungkinan penanganan korban massal/bencana. Lokasi gedung harus berada dibagian depan RS, mudah dijangkau oleh masyarakat dengan tanda–tanda yang jelas dari dalam dan dari luar Rumah sakit. Harus mempunyai pintu masuk dan keluar yang berbeda dengan pintu utama (alur masuk kendaraan/pasien tidak sama dengan alur keluar) kecuali pada klasifikasi IGD level 1 dan 2. Ambulans/kendaraan yang membawa pasien harus dapat sampai di depan pintu yang areanya terlindung dari panas dan hujan (catatan: untuk lantai IGD yang tidak sama tinggi dengan jalan ambulans harus membuat ramp). Pintu IGD harus dapat dilalui oleh brankar. Memiliki area khusus parkir ambulans yang bisa menampung lebih dari 2 ambulans (sesuai dengan beban RS). Susunan ruang harus sedemikian rupa sehingga arus pasien dapat lancar dan tidak ada “cross infection”, dapat menampung korban bencana sesuai dengan kemampuan RS, mudah dibersihkan dan memudahkan kontrol kegiatan oleh perawat kepala jaga.
Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011

3)

4)

5) 6) 7)

TI

HUS

AD

A

BAK

R. b. Triase d. R. Tunggu (Public Area) . Tindakan . Mempunyai ruang tunggu untuk keluarga pasien.8) 9) 10) 11) 12) Area dekontaminasi ditempatkan di depan / di luar IGD atau terpisah dengan IGD. Penyimpanan Strecher e. Informasi dan Komunikasi RUANG TINDAKAN a. Administrasi . + +/+/+/industri harus Dekontaminasi memiliki ruang ini. Ruang triase harus dapat memuat minimal 2 (dua) brankar.Kafetaria .Keuangan . Resusitasi b. Memiliki ruang untuk istirahat petugas (dokter dan perawat). Apotik 24 Jam tersedia dekat IGD.ATM .Non Bedah / Medical .Tlpn Umum .Keamanan b. Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . R. R.Anak .Pendaftaran pasien baru/rawat .Bedah .Toilet .Rekam Medik LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Bisa bergabung dengan ruangan lain Tergantung IT Sistem c. R. R. Sarana No 1 KELAS / RUANG RUANG PENERIMAAN a.Informasi . R.Kebidanan + + + + + + + +/- - 2 + + + + + + + + + + + + Bisa bergabung Bisa bergabung TI HUS AD Bagi IGD yg berada dekat c. R.

Umum . R. Fasilitas / Prasarana Medis Fasilitas dan penunjang yang harus tersedia selain ditentukan oleh kelas IGD rumah sakit dan jumlah kasus yang di tangani. RUANG TRIASE Kit Pemeriksaan Sederhana Brankar Penerimaan Pasien Pembuatan rekam medik khusus Label (pada saat korban massal) B. Neonatus b. Intermediate / HCU . Hemodialisis d. R. Pediatric . KELAS No /RUANG A.3 RUANG OPERASI + + +/- Bisa bergabung atau terpisah dan dapat diakses 24 jam 4 RUANG OBSERVASI + + + Bisa bergabung dengan ruangan lain 5 RUANG KHUSUS a. Cardiac . Isolasi + + + + + + + + + +/+/+/+/+/- + - - Bisa bergabung atau terpisah dan dapat diakses 24 jam c. RUANG TINDAKAN 1 Ruang Resusitasi Nasopharingeal tube Oropharingeal tube Laringoscope set Anak Laringoscope set Dewasa 4 + + 3 + + 2 + + 1 + + LEVEL LEVEL LEVEL LEVEL KET Minimal 2 Rasio (Cross Sectional) (perlu dibuatkan form) + + + + PERALATAN MEDIS + + + + + + + + + + + + + + + + Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Luka Bakar c. R.

Nasotrakheal tube Orotracheal Suction Tracheostomi set Bag Valve Mask (Dewasa/Anak) Kanul Oksigen Oksigen mask (D/A) Chest Tube Crico / Trakheostomi Ventilator Transport Vital Sign Monitor Infusion pump Syringe pump ECG Vena Section Defibririlator Gluko stick Stetoskop Termometer Nebulizer Oksigen Medis / Consentrators Warmer Imobilization Set Neck Collar Splint Long Spine Board Scoop Strecher Kendrik Extrication Deviice (KED) Urine Bag NGT Wound Toilet Set + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + +/+/+/+/+ + + + + + + + +/+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Sesuai jumlah TT Minimal 1 setiap no Minimal 1 setiap no Sesuai jumlah TT Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Sesuai jumlah TT 2 s/d 3 tiap TT Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Rasio 1:1 TT di IGD Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set Minimal 1 set / TT Minimal 1 set Minimal 1 set TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

KELAS No /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL KET 1 2 OBAT – OBATAN DAN ALAT HABIS PAKAI + + + + Cairan Infus Koloid + + + + Cairan Infus Kristaloid + + + + Cairan Infus Dextrose + + + +  Adrenalin + + + +  Sulpat Atropin + + + +  Kortikosteroid + + + +  Lidokain + + + +  Dextrose 50% + + + +  Aminophilin + + + +  Pethidin + + + +  Morfin + + + +  Anti convulsion + + + +  Dopamin + + + +  Dobutamin + + + +  ATS . Sarungtgn + + + +  Mannitol  Furosmide + + + +  APD : Sarung Tangan Ruang Tindakan Bedah ALAT MEDIS Minimal 3 Minimal 3 Minimal 1 Minim Meja Operasi / al 1 tempat tidur tindakan Minimal 10 Minimal 10 Minimal 10 Minim Dressing set al 10 Minimal 10 Minimal 10 Minimal 10 Minim Infusion Set al 10 Selalu Tersedia dalam jumlah yang cukup di IGD tanpa harus di resepkan Vena Section set Torakosintetis set Metal kauter Film Viewer TI AD A BAK Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 - Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 HUS . TT + + + +  Trombolitik + + + +  Amiodaron (inotropik) + + + +  APD : Masker .

Ruang Tindakan Medik PERALATAN MEDIS Minimal Kumbah 1 Lambung Set Minimal EKG TI + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Selalu tersedia dalam jumlah yang cukup di Ruang Tindakan Bedah tanpa harus di resepkan 3 Minimal 1 Minimal Minimal 1 Minimal Minimal 1 Minimal HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .Tiang Infus Lampu operasi Thermometer Stetoskop Suction Sterilisator Bidai Splint Minimal 6 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 6 Minimal 3 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minim al 2 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 Minim al 1 No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET OBAT-OBATAN DAN ALAT HABIS PAKAI  Analgetik +  Antiseptik +  Cairan + kristaloid  Lidokain +  Wound + dressing  Alat-alat anti + septic  ATS +  Anti Bisa Ular +  Anti Rabies +  Benang jarum +  .

Kursi Periksa Irigatoreriksaan Nebulizer Suction Oksigen Medis NGT Syrine Pump Infusion Pump Jarum Spinal Lampu Kepala Bronchoscopy Opthalmoscop Otoscope set Slit Lamp Tiang Infus Tempat Tidur Film Viewer 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET                     OBAT – OBATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI + + + + SA + + + + Aminophilin + + + + Dopamin + + + + Kristaloid + + + + Cairan Infus Koloid + + + + Cairan Infus Kristaloid + + + + Cairan Infus Dextrose + + + + Adrenalin + + + + Sulpat Atropin + + + + Kortikosteroid + + + + Lidokain Selalu tersedia + + + + Dextrose 50% dalam jumlah yang + + + + Aminophilin / cukup di Ruang 2 blokker Tindakan Bedah + + + + Pethidin tanpa harus di + + + + Morfin resepkan + + + + Anti convulsion + + + + Dopamin + + + + Anti convulsion + + + + Dopamin + + + + Dobutamin + + + + ATS + + + + Trombolitik + + + + Amiodaron (inotropik) + + + + APD : Masker + + + + Mannitol + + + + Furosmide + + + + APD : Sarung Tangan Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 TI HUS AD A BAK .

No KELAS /RUANG LEVEL 4 LEVEL 3 LEVEL 2 LEVEL 1 KET 4 Ruang Tindakan Bayi & Anak PERALATAN MEDIS  Inkubator Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Tiang Infus Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Tempat Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Tidur 1  Film Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Viewer 1  Suction Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1  Oksigen Minimal Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 1 OBAT – OBATAN DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI + + + +  Stesolid + + + +  Mikro drips Tersedia set dlm jumlah yang cukup + + + +  Intra Osseus set 5 Ruang Tindakan Kebidanan PERALATAN MEDIS Minimal 1 / Kuret Set Minimal 1 Partus set Suction bayi Meja Ginekologi Meja Partus Vacuum set Forcep set TI Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / Minimal 1 / bergabung Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

CTG Resusitasi set Doppler Suction Bayi baru lahir Laennec Tiang Infus Tempat Tidur Film Viewer Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung Minimal 1 / bergabung OBAT-OBATAN  Uterotonika  Prostaglandin + + + + + + + + Tersedia dalam jumlah yang cukup TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Tindakan /operasi yang dilakukan Brankar + + +/.bukan elektif Suction + + +/Linen B. Oksigen + + +/.terutama untuk keadaan Cito. Persiapan dan Kamar Operasi) A. KAMAR OPERASI Minimal Minimal Minimal Meja Operasi 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Mesin Anastesi 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Alat regional 1 1 1 Anestesi Minimal Minimal Minimal Lampu 1 1 1 (mobile/statis) Minimal Minimal Minimal Pulse Oximeter 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Vital Sign Monitor 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Meja Instrumen 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Suction 1 1 1 Minimal Minimal C-arm 1 1 Minimal Minimal Minimal Film Viewer 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Set Bedah dasar 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Set laparatomi 1 1 1 Tindakan yang dilakukan terutama Minimal Minimal Minimal Set Apendiktomi untuk keadaan Cito. RUANG PERSIAPAN Ruang ganti + + +/.6 TI HUS AD Ruang Operasi (R. bukan elektif 1 1 1 Minimal Minimal Minimal Set sectiosesaria 1 1 1 Minimal Minimal Set Bedah anak 1 1 Minimal Minimal Set Vascular 1 1 Minimal Minimal Torakosintetis set 1 1 Minimal Minimal Set Neurosurgery 1 1 Minimal Minimal Set orthopedic 1 1 Minimal Minimal Set urologi 1 1 Emergency Minimal Minimal Set Bedah Plastik 1 1 Emergency Minimal Minimal Set Laparoscopy 1 1 Minimal Minimal Endoscopy surgery 1 1 Minimal Minimal Minimal Laringoscop 1 1 1 Minimal Minimal Minimal BVM Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

Ruang Laboratorium a. Ruang Sterilisasi TI Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 +/- Bisa bergabung/ tersendiri dan dapat diakses 24 jam + + + + +/- + + + +/- + + + - Bisa bergabung/ tersendiri dan dapat diakses 24 jam + + + + bisa bergabung + + Dapat diakses 24 jam HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . bukan elektif C. Lab. RUANG PENUNJANG MEDIS 1. Rutin + Elektrolit + Kimia Darah + Analisa Gas Darah + CKMB (jantung) b. Ruang Radiologi Minimal 1 Mobile X-ray Minimal 1 Mobile USG Minimal 2 Apron Timbal Minimal 1 CT Scan Tersedia MRI 1 Minimal 1 Automatic Film Processor Minimal 1 Film Viewer 2. Standar + Lab. Lab. Bank Darah (BDRS) BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) 4. Khusus 3.Defibrilator 1 Minimal 1 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 LEVEL 3 1 Minimal 1 Minima l2 Minimal 2 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Minimal 1 Tindakan yang dilakukan terutama untuk keadaan Cito. RUANG RECOVERY Minimal Infusion pump 2 Minimal Syringe pump 2 Minimal Bed side Monitor 1 Minimal Suction 1 Minimal Tiang infuse 1 Minimal Infusion set 1 Minimal Oxygen Line 1 KELAS/ NO RUANG LEVEL 4 LEVEL 2 LEVEL KET 1 C.

Alat Administrasi + Komputer + Mesin ketik + Alat kantor + Meubelair + Papan Tulis + + + + + + + +/- + + + +/- Minimal 1 Minimal 1 + +/+ + +/+ + +/+/+ +/+ + +/+/+ +/+ + + + + + +/+ + + + +/+ + + TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK . Alat Komunikasi Eksternal + Fix + Mobile + Radio medik 3. RUANG PENUNJANG NON MEDIS 1.+ Basah + Autoclave 5. Alat Rumah Tangga Tersedia 4. Gas Medis : N2O + Tabung Gas + Sentral D. Alat Komunikasi Internal + Fix + Mobile + Radio medik 2.

GAMBAR TAMPAK SAMPING 2.LAMPIRAN 12 CONTOH PERALATAN PROMOSI KESEHATAN BERGERAK GAMBAR KENDARAAN RODA 2 YANG DI MODIFIKASI 1. GAMBAR TAMPAK BELAKANG TI HUS AD Lampiran Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Kesehatan Tahun 2011 A BAK .

9 1.636.3 692.173.7 2.123.6 892.146.3 2.3 1.0 2.1 2. Aceh Jaya Kab.7 1.2 2.370.800.658.3 1.012.8 1.3 885.138.939. Bireuen Kab.915.3 3.647.880.3 1.5 1.2 821.6 1.685. Humbang Hasundutan Kab.041.247.3 906.437.324.184.528.5 744.294.0 1.5 1.5 2.2 1. Nias Barat Kota Gunung Sitoli ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 1.804.2 1.508.045. Padang Lawas Utara Kab.164.175.0 1. Simeulue Kota Banda Aceh Kota Sabang Kota Langsa Kota Lhokseumawe Kab. Mandailing Natal Kab.2 2.5 1.3 2.7 2.760.1 2.3 1.6 881.5 2. Aceh Utara Kab.3 957.014.452. Pakpak Bharat Kab.554.823.4 1. Aceh Barat Daya Kab.5 4.8 3.476.154. Gayo Lues Kab. Labuhan Batu Selatan Kab.9 2.7 2.8 1.2 2.316. Tanah Karo Kab. Samosir Kab.906. Dairi Kab.293.5 7.380.972.5 6.263.181.071.267.0 1.4 1.8 828.2 1.176.587.2 2. Aceh Tenggara Kab. Pidie Kab.2 2.314. Tapanuli Selatan Kab.7 1.7 904. Tapanuli Utara Kab.928.2 3. Nias Selatan Kab.1 2.8 2.6 2.216.613.189.1 1.021.5 3.187. Simalungun Kab.6 1.6 2. Batu Bara Kab.5 1.770.7 2.962.280.293.229.5 1.1 1.8 2.875.5 1.470.7 1.9 938.508.789.699.7 2.425.9 1.2 3.878.4 2. Aceh Singkil Kab. Labuhan Batu Kab.549.5 2.433.802.0 1.796.552.9 840.7 1.323.8 2.818.613.691.1 1.583.416.5 2.468.2 2.9 1.9 1.625.8 1. Tapanuli Tengah Kab.808.2 1.8 1.913.5 2.4 2.9 1. Labuhan Batu Utara Kab.457.418.2 2. Serdang Bedagai Kab.6 940.0 2.1 2. Pidie Jaya Kota Subulussalam Kab. Asahan Kab.3 1. Aceh Tengah Kab.973.783.4 2.303.8 4.0 3. Nagan Raya Kab. Padang Lawas Kab.5 3.4 2.6 1.4 2.6 1.023.613.0 1. Aceh Timur Kab.028.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 DAERAH Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Kab.1 7.726. Aceh Besar Kab.157.5 820.167.4 1.8 1.568.5 3. Deli Serdang Kab.592.2 2.5 2.234.378.8 1. Toba Samosir Kota Binjai Kota Medan Kota Pematang Siantar Kota Sibolga Kota Tanjung Balai Kota Tebing Tinggi Kota Padang Sidimpuan Kab. Nias Kab.6 7.264.861. Aceh Selatan Kab.2 3.599.406.7 1. Aceh Barat Kab.7 2.5 3.5 1.2 2.7 2.4 1. Aceh Tamiang Kab.904. Bener Meriah Kab.202.4 2.360.154.735.3 1.5 2. Langkat Kab.9 7.112.6 1.638.7 1.505.6 966.340.184.206.2 2.601.240.030.233.9 - . Nias Utara Kab.6 691.2 3.5 1.119.427.926.1 2.639.003.1 1.805.091.3 1.1 814.9 1.

Muaro Jambi Kab.9 1.3 1.8 535.672.3 1.640.790.393.338. Tanah Datar Kota Bukit Tinggi Kota Padang Panjang Kota Padang Kota Payakumbuh Kota Sawahlunto Kota Solok Kota Pariaman Kab.050.1 3.2 2.717.0 746.3 2. Anambas Provinsi Jambi Kab.483.169. Pesisir Selatan Kab. Padang Pariaman Kab.9 1.608.1 998.8 1.303.060.743. Empat Lawang Kab.5 1.421.4 2.168.978.7 1.221. Seluma ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 860. Ogan Komering Ulu Selatan Kab.585.8 647.023.369.5 1.075.509.453.8 1.6 1. Musi Rawas Kab.748.9 2.114.872.7 1.9 1.3 2.468.727.2 613. Batanghari Kab.071.8 1.700.231.4 1. Solok Selatan Kab.4 1.7 1.8 1.9 2. Dharmasraya Kab.062. Tebo Kota Jambi Kota Sungai Penuh Provinsi Sumatera Selatan Kab.8 1.058.3 1.422.6 2.6 3.7 3.6 737. Kepulauan Mentawai Kab.5 3.8 1.0 1. Bangka Tengah Kab.1 1.692.694.4 1.6 1.9 882.455.017. Bangka Barat Kab.565.2 2.7 2.280. Sijunjung Kab.372.800.7 3.636.5 1.6 938.465.1 1.256.8 1.0 2.6 1.161. Ogan Komering Ilir Kota Palembang Kota Pagar Alam Kota Lubuk Linggau Kota Prabumulih Kab.3 1.114.922.8 1. Lahat Kab.6 4.6 1.367.6 2.518.9 1.699. Bangka Selatan Kab.9 965.398.6 1.8 2.7 1.3 4.3 1.9 1.3 1.565.496.1 2.6 1.312.367.620.5 4.3 1.802.9 1.187.846.7 1.8 1.7 1.031.4 2.7 947. Solok Kab.588.6 1.291.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 DAERAH Provinsi Sumatera Barat Kab.148. Kerinci Kab.847.5 582.3 1.8 3.9 2.915.198. Agam Kab.4 932.6 2.871.2 1.0 2.825.6 2.225.8 1.185.385.6 1. Belitung Kota Pangkal Pinang Kab.4 1.5 1.2 2.2 1.226.573.284.1 1.6 1. Natuna Kota Batam Kab.091.209.5 2. Bengkulu Selatan Kab.7 1. Meranti Kab.1 824.320.1 3.0 980. Banyuasin Kab. Pasaman Kab.9 3.5 1.666.089. Bengkulu Utara Kab.208.9 1.9 1.5 1. Ogan Komering Ulu Timur Kab.286.5 2.533.553.756.0 512.7 1.2 3.1 2.9 2.4 1. Ogan Ilir Kab.6 1.1 856.786.427.568.236.7 854.3 3.140.466.742.457.513. Bungo Kab.3 974.2 875.8 1. Lima Puluh Kota Kab.3 2.4 907.849.095.406.5 1.069.205. Bangka Kab. Rejang Lebong Kota Bengkulu Kab.592.1 1.795.688.586.4 697.9 1.9 4.408.061.834.7 1.4 2.9 570.808.6 2.468.420.8 1.416. Belitung Timur Provinsi Bengkulu Kab.421.010.7 1.1 - .943.835.4 2.0 2. Kaur Kab.7 2. Sarolangun Kab.232.3 2.6 2.0 2.4 2.7 1.4 1.077. Indragiri Hilir Kab.802. Merangin Kab.536.887.7 875.5 1.823.2 2. Pasaman Barat Kab.737.8 771.2 2.6 4.4 4.1 993.4 981.2 952.400.

0 2.9 4.316.531.074.5 4.778.637.068.264.434. Bekasi Kab.663.0 3.570.9 2. Cilacap ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 2.9 3.134.289.296.141.2 1.001.3 1.0 1.304.594.269.9 3.4 2.1 2.586.584.1 1.7 13.4 2.861.131. Bengkulu Tengah Provinsi Lampung Kab.1 1. Kepahiang Kab. Batang Kab.126.577.527. Tulang Bawang Kab.437.128.3 2.4 6.939.2 1.3 6.322.363.162.595. Karawang Kab.0 1.482.8 3.3 6.9 1.895.445.9 8. Pringsewu Kab.9 3.179.1 2.607.667.0 1.4 2.6 4.0 7.458.1 2.788.067.0 3.9 4.2 2.304.5 2.344.7 4.4 1. Tulang Bawang Barat Kab.6 7.6 5.923.1 7.3 1.578. Brebes Kab.9 1.780.7 1.9 7.8 1. Blora Kab.373.1 3.144.056.049.196.7 1. Kuningan Kab.9 3.856.723.041.940.6 7.396.724. Ciamis Kab. Bandung Kab. Indramayu Kab.004.2 5.4 3.0 1.538. Lampung Timur Kab.5 3. Lampung Selatan Kab. Sukabumi Kab. Purwakarta Kab.2 2. Lampung Tengah Kab.738.196.748.6 2.0 1.675.4 810.4 3.939.985.8 8.071.2 2.0 2.2 3.2 4.265.8 1. Lebak Kab.207. Lampung Utara Kab.8 4.9 1.0 .6 2.535.179.7 18.629.7 2.4 4.803. Majalengka Kab.508. Bandung Barat Kab.692.9 1.9 679. Subang Kab.985.6 3.835. Way Kanan Kota Bandar Lampung Kota Metro Kab.758.4 2.7 6.825. Cirebon Kab.1 4. Tangerang Kota Cilegon Kota Tangerang Kota Serang Kota Tangerang Selatan Provinsi Jawa Tengah Kab.143.0 4.1 1.9 524. Mesuji Kab.2 5.397.944.147.0 3.7 1. Cianjur Kab.062.4 - 838. Boyolali Kab.852.575.251.670.9 2.2 1.645.4 2.680.4 1.6 4.6 2. Pesawaran Kab.239.200 3. Serang Kab. Garut Kab.641.606.8 4.666.877.0 10.2 1.706.8 7.3 1.373.724.8 3.331.222.3 10.8 3.2 3.7 8.882.1 2.5 9.657. Bogor Kab.3 1.9 1.3 3. Mukomuko Kab.731.1 2.028.0 2.5 6. Banyumas Kab. Tanggamus Kab.492.5 4.807.350.496.265.6 2.038.677.203.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 DAERAH Kab.0 3.217.8 1.019.070.9 4. Lampung Barat Kab.9 3.070. Banjarnegara Kab.2 2.9 2.609.553. Tasikmalaya Kota Bandung Kota Bekasi Kota Bogor Kota Cirebon Kota Depok Kota Sukabumi Kota Tasikmalaya Kota Banjar Kab.1 3.431. Pandeglang Kab. Lebong Kab.865. Sumedang Kab.2 2.4 3.9 1.1 7.616.7 4.

2 5.1 779.493.4 6.9 2.678.3 2. Klaten Kab.9 2.505.669.753.055.569.0 994.2 3.900.1 1.545.958.2 1.922.6 2.8 1. Sidoarjo Kab.0 3.6 4.561.4 4.9 1.816.046.418.300. Wonogiri Kab.8 2.915.563.7 4. Blitar Kab. Rembang Kab.7 1.2 - 3.0 3. Bojonegoro Kab.757.1 9.2 1.464.6 1.4 877.1 2.6 5. Sragen Kab.1 1.093.738.1 998. Tegal Kab. Grobogan Kab.141.0 1.865.0 6.231. Gresik Kab.795.959.9 1. Sampang Kab. Sleman Provinsi Jawa Timur Kab.025.6 2.3 1.7 4.8 4.3 1.6 4. Pekalongan Kab.8 4.5 2.7 3. Temanggung Kab.3 1.7 4.0 819.3 2.5 2.048.7 2.791.9 1.6 2.1 2.5 2.443. Jombang Kab.4 6. Karanganyar Kab.3 4.3 3.3 2.607.2 8.5 1. Ngawi Kab. Lumajang Kab.1 1.146.3 3.2 1.492.541.2 - .8 1. Jember Kab.9 1.543.3 3.3 1.3 714. Pacitan Kab.0 3. Wonosobo Kota Magelang Kota Pekalongan Kota Salatiga Kota Semarang Kota Surakarta Kota Tegal Provinsi DI Yogyakarta Kab.399.749.975. Demak Kab. Magelang Kab.7 1. Pasuruan Kab. Magetan Kab.208. Bondowoso Kab. Purbalingga Kab.170.0 3.5 3.0 8. Ponorogo Kab.1 3. Gunung Kidul Kab.356.4 1.4 1.027.5 945.2 4.0 812.2 1. Mojokerto Kab.5 1.654.028.3 3.889.9 1. Kebumen Kab.771.277.279.0 3.248.878.703.9 1.097.3 2. Nganjuk Kab.0 1. Lamongan Kab.8 1.405. Probolinggo Kab.4 1.053.6 2. Kulon Progo Kab.7 1.5 3.8 1. Kediri Kab.060.658.7 2.351.329.9 4.696.193.6 6.959.7 1.9 5.857.543.3 1.2 2.150.7 5. Kendal Kab.6 1. Pati Kab.350.156.3 2. Pamekasan Kab. Bantul Kab.3 2.095. Malang Kab.8 1.1 3.414.875.3 1.2 823.234.708.788.2 1.2 2. Purworejo Kab.679.260.400.857.163.4 5.7 1.455.4 3. Banyuwangi Kab.7 6.195.6 2.3 1.2 4.613.5 5.0 1.859. Bangkalan Kab.079.713.038.5 4.0 3.347.326.5 3.988.497.4 3.135.091. Sukoharjo Kab.106. Semarang Kab.437.4 3.3 3.562.6 1. Situbondo Kab.8 2.369.2 1.131.175.054.2 954.7 12.296.302.877.781.105.3 2.132.3 2.8 3.973.4 1.740.1 3. Sumenep ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 1. Madiun Kab.0 968.695.612.8 1.2 1.159.1 3.488.123.930.935.801.852.155.349.8 2.472.543. Kudus Kab.7 6.018.907.231.937. Jepara Kab.152.115.316.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 DAERAH Kab.533.984. Pemalang Kab.2 2.905.

Seruyan Provinsi Kalimantan Selatan Kab.6 3.9 908.8 1.452.155.9 2.483.431.7 1. Hulu Sungai Utara Kab.587.541.0 4.698.9 1.581.3 1. Barito Selatan Kab.8 3.205. Kutai Barat Kab.8 1.2 2.069.0 1.6 1.059.9 3.980.3 1.9 1.413.7 1.377. Minahasa Kab.3 4.3 3.9 797.8 3.1 2. Tapin Kota Banjar Baru Provinsi Kalimantan Timur Kab. Bengkayang Kab.424.426. Tuban Kab.408.892.521.4 1.3 1.0 2. Melawi Kab.9 3.2 1.5 1.4 1. Sukamara Kab.741.3 2.190.6 3.997.7 3.4 2.677.9 2.3 4.2 2.002.373.893.6 3.5 1.433.004.3 2.474.350.187.2 761.0 1.2 1.524.6 571.2 2. Berau Kab.422. Tana Tidung Provinsi Sulawesi Utara Kab.7 3.671. Pontianak Kab.4 3.037.1 2.176.3 2.0 1.8 848.051.035. Ketapang Kab.737.362.162.328. Kapuas Kota Palangkaraya Kab.871.622. Nunukan Kab. Murung Raya Kab.4 1.4 1.444. Hulu Sungai Selatan Kab.4 4.6 4.683.8 1.3 3. Gunung Mas Kab. Sanggau Kab.569.083.3 1.350.0 1.9 1.486.409.439.3 889.0 3.621.0 786. Tulungagung Kota Blitar Kota Kediri Kota Madiun Kota Malang Kota Mojokerto Kota Pasuruan Kota Probolinggo Kota Surabaya Kota Batu Provinsi Kalimantan Barat Kab. Penajam Paser Utara Kab.2 6. Barito Utara Kab. Landak Kab.179.8 718.161.0 3.359. Sintang Kota Pontianak Kota Singkawang Kab.7 1.1 814.614.1 3.740.8 2.023.860.532.8 2. Pasir Kota Balikpapan Kota Bontang Kab.8 1.782.558.1 942.225.820.032.329.7 1.407.204.536.3 2.4 3.931.498.239.717.826.8 2. Barito Kuala Kab.403. Sambas Kab.7 2.6 957. Malinau Kab.0 1.3 832.170.0 752.8 1.095.602.2 4.690.974. Trenggalek Kab.017.1 1.9 2.4 3.077.128.2 2. Kubu Raya Provinsi Kalimantan Tengah Kab.5 1.6 801.3 3. Barito Timur Kab.0 2.2 4.1 1.Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011 (dalam juta rupiah) 8 6 ALOKASI 7 NO 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 DAERAH Kab.8 1.985. Kayong Utara Kab.880.6 2.570.7 3.2 4.640.071.395.1 4.4 998.3 2.7 3.241.4 2.596.721.399.0 828.4 898.068.5 2.8 2.2 4.048.4 636.4 1.1 1.567.3 3.8 1.700 1.035.1 2.6 4.9 528. Lamandau Kab.315.516.5 3. Pulang Pisau Kab.645.9 4.6 1.320.5 2.677. Sekadau Kab.173.2 1. Bolaang Mongondow Kab.2 .3 1.460.8 1.4 4.698.5 2.108.3 2.153. Kapuas Hulu Kab.6 2.832.1 1.696. Sangihe ALOKASI PELAYANAN FARMASI ALOKASI PELAYANAN RUJUKAN PELAYANAN DASAR 1.2 2.587.9 895.591. Hulu Sungai Tengah Kab.7 11.

Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011
(dalam juta rupiah) 8

6 ALOKASI

7

NO
300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360

DAERAH
Kota Bitung Kota Manado Kab. Kepulauan Talaud Kab. Minahasa Selatan Kota Tomohon Kab. Minahasa Utara Kota Kotamobagu Kab. Bolaang Mongondow Utara Kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro Kab. Minahasa Tenggara Kab. Bolaang Mongondow Timur Kab. Bolaang Mongondow Selatan Kab. Boalemo Kab. Gorontalo Kota Gorontalo Kab. Pohuwato Kab. Bone Bolango Kab. Gorontalo Utara Provinsi Sulawesi Tengah Kab. Banggai Kab. Banggai Kepulauan Kab. Buol Kab. Toli-Toli Kab. Donggala Kab. Morowali Kab. Poso Kota Palu Kab. Parigi Moutong Kab. Tojo Una Una Kab. Sigi Provinsi Sulawesi Selatan Kab. Bantaeng Kab. Barru Kab. Bone Kab. Bulukumba Kab. Enrekang Kab. Gowa Kab. Jeneponto Kab. Luwu Kab. Luwu Utara Kab. Maros Kab. Pangkajene Kepulauan Kab. Pinrang Kab. Kepulauan Selayar Kab. Sidenreng Rappang Kab. Sinjai Kab. Soppeng Kab. Takalar Kab. Tana Toraja Kab. Wajo Kota Pare-pare Kota Makassar Kota Palopo Kab. Luwu Timur Kab. Toraja Utara Provinsi Sulawesi Barat Kab. Majene Kab. Mamuju Kab. Polewali Mandar Kab. Mamasa Kab. Mamuju Utara

ALOKASI
PELAYANAN FARMASI

ALOKASI
PELAYANAN RUJUKAN

PELAYANAN DASAR

2,602.3 1,744.6 2,504.3 1,387.9 2,958.7 1,273.8 1,982.6 2,277.2 3,045.3 2,534.2 4,728.4 3,565.3 1,416.0 1,347.2 1,982.6 2,876.6 1,492.9 2,492.2 1,264.8 2,599.8 2,635.1 1,245.3 1,267.9 2,075.0 1,297.3 1,157.0 1,887.4 1,500.0 3,687.8 1,824.7 2,039.2 1,633.0 2,109.9 2,036.5 1,960.0 2,092.2 2,203.1 2,595.8 2,109.6 1,715.9 2,337.1 2,905.6 2,131.4 1,835.7 1,638.8 1,926.6 3,856.1 2,107.2 2,617.8 2,255.3 3,124.5 4,793.3 1,296.6 1,209.0 1,468.6 1,811.8 2,359.3

1,229.6 2,779.7 1,436.1 1,474.9 615.7 1,318.6 1,527.8 1,534.0 1,679.1 1,656.6 2,719.8 2,878.7 1,108.2 2,137.2 1,005.9 1,047.4 821.7 1,191.0 1,041.6 1,133.0 1,292.5 1,601.5 1,843.1 1,445.8 1,752.5 1,277.6 1,961.9 910.2 1,719.2 1,048.9 1,078.7 2,649.3 2,834.7 920.0 3,100.7 1,466.9 1,781.3 1,276.9 1,506.3 1,630.9 1,977.5 1,320.2 1,592.6 988.9 725.8 1,605.8 1,835.9 2,084.8 737.5 4,501.0 1,292.6 736.3 2,530.6 1,293.5 1,815.7 2,296.1 1,172.1 1,453.7

3,102.9 1,537.7 1,627.7 3,362.2 4,803.2 1,453.1 2,089.8 3,796.3 1,537.8 3,334.8 3,505.0 2,522.8 5,078.7 3,226.5 2,789.2 2,364.5 3,091.1 8,794.1 1,639.8 1,051.6 3,118.1 878.1 1,927.6 2,947.3 2,444.0 1,680.6 1,965.9 964.3 1,776.2 1,883.0 1,654.7 1,681.9 2,264.9 1,103.9 3,789.4 2,006.4 1,259.0 3,484.6 3,513.1 1,429.4 1,567.8 2,025.6 -

Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011
(dalam juta rupiah) 8

6 ALOKASI

7

NO
361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419

DAERAH
Provinsi Sulawesi Tenggara Kab. Buton Kab. Konawe Kab. Muna Kota Kendari Kota Bau-bau Kab. Konawe Selatan Kab. Bombana Kab. Wakatobi Kab. Kolaka Utara Kab. Konawe Utara Kab. Buton Utara Kab. Bangli Kab. Buleleng Kab. Gianyar Kab. Jembrana Kab. Karangasem Kab. Klungkung Kab. Tabanan Kota Denpasar Provinsi Nusa Tenggara Barat Kab. Bima Kab. Dompu Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kota Mataram Kota Bima Kab. Sumbawa Barat Kab. Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur Kab. Alor Kab. Belu Kab. Ende Kab. Flores Timur Kab. Kupang Kab. Lembata Kab. Manggarai Kab. Ngada Kab. Sikka Kab. Sumba Barat Kab. Sumba Timur Kab. Timor Tengah Selatan Kab. Timor Tengah Utara Kota Kupang Kab. Rote Ndao Kab. Manggarai Barat Kab. Nagekeo Kab. Sumba Barat Daya Kab. Sumba Tengah Kab. Manggarai Timur Kab. Sabu Raijua Provinsi Maluku Kab. Maluku Tenggara Barat Kab. Maluku Tengah Kab. Maluku Tenggara Kab. Buru Kota Ambon

ALOKASI
PELAYANAN FARMASI

ALOKASI
PELAYANAN RUJUKAN

PELAYANAN DASAR

2,618.9 3,269.0 2,795.5 1,454.9 1,420.1 1,687.1 2,204.7 2,630.6 2,196.0 2,767.5 2,854.4 1,597.9 1,938.5 1,016.4 2,244.4 1,004.8 1,291.3 1,046.3 2,360.3 1,395.1 1,522.7 1,059.0 1,615.5 1,463.9 1,769.3 1,267.2 1,233.2 2,712.7 1,990.5 2,876.4 1,942.5 1,580.1 2,030.0 1,849.0 3,083.5 1,716.1 2,856.3 2,718.3 2,765.0 3,188.3 3,587.9 2,248.8 1,468.6 1,732.6 2,569.5 4,048.7 1,761.5 3,078.6 4,382.6 3,262.3 2,255.4 2,080.4 5,855.8 3,179.9

1,677.8 1,590.3 1,786.2 1,828.6 1,125.2 1,881.4 1,160.1 1,236.8 1,102.0 1,367.8 1,342.6 1,456.3 2,183.7 2,013.6 1,842.4 2,076.7 1,011.7 1,952.7 3,079.000 1,755.5 1,462.9 2,583.4 3,388.6 3,590.4 1,342.4 1,499.9 1,064.9 905.5 2,022.9 1,527.8 2,398.8 1,948.3 2,157.4 2,127.2 1,098.9 2,756.5 1,431.2 1,539.4 2,196.9 1,713.0 2,655.6 1,937.7 1,087.9 1,275.1 1,372.3 1,483.6 1,339.5 1,417.8 2,129.4 1,425.3 1,645.1 2,236.1 1,648.1 1,600.3 1,954.5

2,917.5 1,618.9 1,802.2 1,320.9 1,113.2 2,292.0 1,881.2 945.6 2,099.1 2,210.7 977.8 1,749.0 1,735.0 3,125.8 2,346.4 1,946.1 3,233.3 1,042.5 2,975.8 2,353.1 4,291.0 1,143.3 3,807.4 2,628.5 1,526.9 1,249.1 1,265.4 3,273.2 3,422.8 3,792.9 1,767.8 7,727.3 3,948.5 5,030.3 2,535.4 2,398.0 -

Lampiran 13 ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2011
(dalam juta rupiah) 8

6 ALOKASI

7

NO
420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476

DAERAH
Kab. Seram Bagian Barat Kab. Seram Bagian Timur Kab. Kepulauan Aru Kota Tual Kab. Maluku Barat Daya Kab. Buru Selatan Provinsi Maluku Utara Kab. Halmahera Tengah Kab. Halmahera Barat Kota Ternate Kab. Halmahera Timur Kota Tidore Kepulauan Kab. Kepulauan Sula Kab. Halmahera Selatan Kab. Halmahera Utara Kab. Pulau Morotai Provinsi Papua Kab. Biak Numfor Kab. Jayapura Kab. Jayawijaya Kab. Merauke Kab. Mimika Kab. Nabire Kab. Paniai Kab. Puncak Jaya Kab. Kepulauan Yapen Kota Jayapura Kab. Sarmi Kab. Keerom Kab. Yahukimo Kab. Pegunungan Bintang Kab. Tolikara Kab. Boven Digoel Kab. Mappi Kab. Asmat Kab. Waropen Kab. Supiori Kab. Mamberamo Raya Kab. Mamberamo Tengah Kab. Yalimo Kab. Lanny Jaya Kab. Nduga Kab. Puncak Kab. Dogiyai Kab. Intan Jaya Kab. Deiyai Kab. Sorong Kab. Manokwari Kab. Fak Fak Kota Sorong Kab. Sorong Selatan Kab. Raja Ampat Kab. Teluk Bintuni Kab. Teluk Wondama Kab. Kaimana Kab. Maybrat Kab. Tambrauw Jumlah Kab/Kota Rata-rata Alokasi Jumlah Total Alokasi Jumlah Provinsi Rata-rata Alokasi Jumlah Total Alokasi Total Daerah Rata-rata nasional Jumlah Total Nasional

ALOKASI
PELAYANAN FARMASI

ALOKASI
PELAYANAN RUJUKAN

PELAYANAN DASAR

2,382.6 3,472.6 3,690.1 4,985.4 3,152.2 6,926.4 2,796.5 2,478.6 2,770.8 2,619.2 3,845.5 5,661.8 2,852.8 5,053.6 4,619.7 5,151.4 4,566.9 10,237.2 12,299.2 5,569.2 4,435.3 6,888.6 11,202.2 6,480.8 3,815.1 9,916.3 5,202.2 15,103.8 9,940.7 16,941.8 10,484.1 8,361.1 8,718.3 5,638.5 5,085.6 10,358.2 11,507.8 8,324.4 10,501.7 18,610.0 14,963.1 8,550.2 33,670.0 10,497.1 5,669.3 7,769.2 5,221.6 3,431.7 5,000.4 7,131.6 8,314.9 9,392.8 5,391.5 8,724.3 6,495.1

1,368.3 1,287.7 985.7 3,115.7 2,393.1 2,198.7 910.1 1,461.7 888.5 1,031.8 1,339.9 1,208.3 982.9 1,309.0 2,171.9 2,393.7 1,370.0 6,524.9 3,186.6 2,884.0 1,792.6 3,272.5 3,405.8 1,621.1 3,225.1 1,312.4 1,231.4 2,263.4 3,277.6 2,419.0 1,329.5 1,801.3 2,518.7 1,596.3 1,110.3 2,534.0 3,979.4 4,573.5 6,516.3 6,744.1 5,052.4 2,604.2 5,276.6 3,941.5 1,288.8 1,783.8 1,069.4 1,159.3 1,385.6 1,457.2 929.0 1,014.9 946.8 2,738.0 2,174.7

4,113.3 1,234.1 4,275.2 2,098.4 1,822.2 1,242.1 4,068.8 1,174.7 1,735.7 20,225.1 4,188.3 1,391.2 2,810.6 2,064.1 3,934.6 3,601.8 4,771.5 7,357.1 5,273.5 1,358.4 5,068.8 1,667.5 -

397 2,898.889 1,150,859.000 397 2,898.889 1,150,859.000

440 2,501.557 1,100,685.000 440 2,501.557 1,100,685.000

256 2,468.109 631,836.000 23 5,105.217 117,420.000 279 2,685.505 749,256.000

592. Limapuluh Kota 4 2 Kab.000 1. Nias 2 3 Kab.583.926.457. Pirngadi RSUD Djasamen Saragih RSU Dr.800 2.300 1.400 1.154. Aceh Timur 9 Kab. Aceh Besar Kab.500 1.300 2. Aceh Utara 10 Kab.700 2.800.119.700 1. Zein Painan RSUD Arosuka Labkesda Kab.300 .973.906. Solok Selatan 15 1. Padang Lawas 13 III Provinsi Sumatera Barat PROVINSI 1 2 3 KABUPATEN/KOTA 1 Kab.200 2.311.500 3.823.021.800 2. Tapanuli Selatan 3 4 Kab. Zaenal Abidin RSIA Prov.500 1.600 713.300 1. HB.483.340.Kumpulan Pane / Tebing Tinggi RSU Sultan Sulaiman RSU Sibubuan RSU Dr. Achmad Mochtar RSU Pariaman RSJ Prof. Pasaman 5 3 Kab. F Tobing RSU Dr.100 856.939.900 938.900 713. Dharmasraya 14 11 Kab.300 3.400 2.878.871.647.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. NAD RSJ Banda Aceh RSUD Kota Jantho RSU Yulidin Away RSU Datu Beru Takengon RSU H.700 1. Pesisir Selatan 6 4 Kab. Aceh Tenggara 8 Kab. Bener Meriah 17 Provinsi Sumatera Utara PROVINSI 1 2 3 RSU Dr.200 2.100 1. M.500 3.Adnaan WD RSU Sawahlunto RSU Pasaman Barat RSU Sungai Dareh RSU Muara Labuh 3. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK Lampiran 13 DAK BIDANG KESEHATAN TAHUN 2011 SUBBIDANG PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN NO I DAERAH Provinsi Aceh PROVINSI NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 II KABUPATEN/KOTA 4 Kab.247.416. Simeulue 13 Kota Banda Aceh 14 Kota Sabang 15 Kota Langsa 16 Kab.437.400 907.600 713.294.565.100 2.900 706. Solok RSU Prof MA. Solok 7 8 5 Kab.760.800 2. Nagan Raya Kab. Saanin RSU Suliki RSU Lubuk Sikaping RSUD Dr. Tengku Mansyur RSUD Dr.300 3.400 1. RM Djoelham RSUD Dr.154.200 3. Fauziah Bireuen RSU Sigli RSUD Simeulue RSU Meuraxa RSU Sabang RSU Langsa RSU Nagan Raya RSUD Bener Meriah Tidak ada RSU Rantauprapat RSU Gunung Sitoli RSU Sipirok RSU Pandan RSU Tarutung RSU dr.418.103. Aceh Pidie 12 Kab. Aceh Tengah 7 Kab.353. Aceh Selatan 5 6 Kab. Kota Lhokseumawe RS Dr.640.300 1.800 KABUPATEN/KOTA 1 1 Kab. Hanafiah SM (Batusangkar) RSUD Kota Padang RSU Dr.138.500 1.600 938. Tapanuli Tengah 4 5 Kab. Serdang Bedagai 12 13 Kab.H.311. Bireuen 11 Kab. Sahudin (Kutacane) RSU Idi Rayeuk RSUD Cut Meutia.800 1.900 1.600 940.200 3.800 1.400 2.700 1.700 947.620.500 2. Labuhan Batu 2 Kab.639.187.802. Tapanuli Utara 5 6 Kota Binjai 6 7 Kota Medan 7 8 Kota Pematang Siantar 8 9 Kota Sibolga 9 10 Kota Tanjung Balai 10 11 Kota Tebing Tinggi 11 12 Kab. Pasaman Barat 13 10 Kab. Tanah Datar 9 6 Kota Padang 10 7 Kota Payakumbuh 11 8 Kota Sawahlunto 12 9 Kab.

Tanggamus Kab.077. Banyuasin 5 5 Kab.071. Tulang Bawang Kab. Tebo 6 Kota Jambi 7 Provinsi Sumatera Selatan PROVINSI 1 KABUPATEN/KOTA 1 Kab.922.205.100 2.686. Batanghari 3 Kab.200 875. Bengkulu Tengah Provinsi Lampung PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab.900 3.600 1 V KABUPATEN/KOTA 1 Kab.900 1.367. Natuna VI Provinsi Jambi PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab. Muaro Jambi 5 Kab. Pringsewu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 .300 1.344.700 6.600 840. Bengkulu Utara Kab.445. Abdul Moeloek RSJ Bandar Lampung RSU Liwa RSU Kalianda RSUD Demang Sepulau Raya RSU Mayjen H.A. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO IV DAERAH Provinsi Riau PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab.338.500 4.978.800 1.636.300 3. Lampung Selatan Kab.900 1.M. Belitung 3 Kota Pangkal Pinang 4 Kab.200 2.850 1.700. Indragiri Hilir Provinsi Kepulauan Riau PROVINSI 1 1 2 1 2 NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) Tidak ada RSUD Purihusada Tembilahan Labkesda Kab.940.280. Rejang Lebong Kab.700 1.600 1.500 1. OKU Timur 6 VIII Provinsi Bangka Belitung PROVINSI 1 2 3 4 5 VII KABUPATEN/KOTA 1 Kab.300 1. Abdul Manap RSJ Palembang (RS Ernaldi Bahar) RSU Lahat RSU Dr Sobirin Rawas RSU Basemah Pagar Alam RSU Banyuasin RSUD Gumawang Tidak ada RSU Sungai Liat RSU Tanjung Pandan Labkesda Kota Pangkalpinang RSU Bangka Tengah RSU Sejiran Setason RSU Dr.778.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.069. Thalib RSUD Muaro Jambi RSUD Sultan Thaha Saifudin RSU H. Lampung Barat Kab.421.600 1. Kerinci 4 Kab.466.802.900 1.400 1.629.856. Bangka Tengah 5 Kab.500 1.067.500 4.400 1.712.300 1. Ryacudu Kotabumi RSU Kota Agung RSUD Manggala RSUD Zainal Abidin Pagaralam RSU Pringsewu 1.Abdul Majid Batoe (Muara Bulian) RSU Mayjen H. Indragiri Hilir Tidak ada RSU Lap.850 2. Bengkulu Selatan Kab.863.834. Bangka Barat IX Provinsi Bengkulu PROVINSI 1 2 3 4 X KABUPATEN/KOTA Kab.500 1.198.400 1. Bangka 2 Kab.509. Lahat 2 2 Kab. Natuna RSU Raden Mattaher RSJ Jambi RSUD H. M.000 3.600 2.496. Lampung Utara Kab.200 1.686. Lampung Tengah Kab.300 1.717.923.724.000 1. Way Kanan Kab.800 1. Yunus RSU Manna RSUD Arga Makmur RSU Curup RSUD Bengkulu Tengah RSUD H.800 882. Musi Rawas 3 3 Kota Pagar Alam 4 4 Kab.688.100 1.

Bekasi RSU Cibinong RSU Ciawi UPTD Labkesda Kab.700 2.600 616.208. Cianjur RSU Waled RSU Arjawinangun RSU Indramayu RSU Patrol RSU Karawang` Labkesda Kab. Ciamis Kab.145.677.593.250 4. Lebak Kab.474.269.500 784.900 674.600 1.900 2.680.553.542. Adjidarmo RSU Berkah Labkesda Kab.001.147.400 3.400 2. Bekasi Kab.506.028.650 1.400 1 2 3 4 Kota Cilegon XIV Provinsi Jawa Tengah PROVINSI 1 2 3 4 5 KABUPATEN/KOTA Kab.179. Margono S. Banjarnegara Kab.800 1.900 688.000 707. Majalengka Kab.400 1. Cianjur Kab.421.300 598.400 748.650 707.038.474.000 1. Pandeglang RSUD Serang UPTD Labkesda Kab.400 709.900 1.239.550 1. Bogor Kab.200 1. RSJ Dr.524.600 603.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. R Soeprapto Cepu UPTD Labkes DKK Blora Labkes Dinkes & Sosial Kab.800 1.700 2.524. Pandeglang Kab. Banjarnegara RSUD Banyumas RSUD Ajibarang Labkesmas Kab. Blora Kab. Bogor RSU Ciamis RSU Cianjur RSU Cimacan UPTD Labkesda Kab. Amino Gondohutomo RS Kusta Kelet Labkesda Kab. Boyolali Kab.800 1. Karawang Kab.972.000 1.700 2.700 1.400 3.967.100 672.200 1. Cilacap . Moewardi Solo RSU Prof.068.900 2. R Soetijono Blora RSUD Dr.106.147. Serang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Tidak ada RSU Kab Bekasi Labkesda Kab.251. Karawang RSU 45 Kuningan RSU Cideres RSU Majalengka RSU Sekarwangi RSUD Jampang Kulon RSU Kota Bandung (Ujung Berung) RSKIA Kota Bandung RSU Gunung Jati UPTD Labkesda Kota Cirebon RSUD Kota Depok RSUD R Syamsuddin SH RSU Tasikmalaya RSU Banjar Tidak ada 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 RSUD Dr.700 1.100 3. Cilacap 2.791.066. Kuningan Kab.000 664.500 639.600 4.700 1. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) XII Provinsi Jawa Barat PROVINSI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 XIII KABUPATEN/KOTA Kab.800 3.800 3.385. Banyumas RSUD Dr.550 3.369.900 959.944. Boyolali RSUD Cilacap RSUD Majenang UPTD Labkesda Kab. Serang RSUD Kota Cilegon RS Tugurejo Semarang RSU Dr.100 2.213. Sukabumi Kota Bandung Kota Cirebon Kota Depok Kota Sukabumi Kota Tasikmalaya Kota Banjar Provinsi Banten PROVINSI KABUPATEN/KOTA Kab. Banyumas Kab.500 1. Indramayu Kab.200 825.000 3.350 4.265.397.200 3. Cirebon Kab.478.

200 819.900 514.234. Kab.900 504. Koesnadi Labkes Kab.400 690. Klaten RSUD Kudus UPTD Labkes Kab.411.700 2. Kab. Bantul 2 Kab. Kab.770.100 1.500 2. Magelang Kab.048. Dinkes Kab.800 3. S.600 1.387.753.712.018.937.900 1. Purbalingga Kab.493.400 819.300 1. Soetomo RSU Haji Surabaya RSJ Menur RSTP Batu RS Kusta Kediri RSUD Syarifah Ambame RS Blambangan RS Genteng Labkesmas Kab.700 1.712. Lamongan Lumajang Madiun Magetan Malang .500 2. Saiful Anwar RSU Dr.533. Pati RSU Kraton Labkesmas Kab. Bangkalan Kab. Suwondo Kendal Labkes Dinkes & Kessos Kab.286. Gunung Kidul 3 Kab. Bondowoso RSU Dr. Banyuwangi RSU Ngudi Waluyo Wlingi Labkesling Dinkes Kab.097.302.636.700 1. Pekalongan Kab.249.300 2.800 3.200 1. Kab. Kota Magelang RSU Kota Semarang Lab.600 1. Soebandi RSU Balung RSU Kalisat RSU Soegiri Lamongan RSU Haryoto Lumajang RSU Panti Waluyo Caruban RSU Dr. Kab.600 2. Magelang RSUD Kayen Pati UPT Labkesda Kab.316. Blitar RSU Dr. Banyuwangi Kab.000 830.958.700 1. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kab.587. Dinkes Kab.200 649.000 1.200 3. DAERAH Demak Jepara Karanganyar Kebumen Kendal Klaten Kudus 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 NAMA RUMAH SAKIT RSUD Sunan Kalijaga UPTD Labkesmas Kab.698. Sragen Lab.300 2.900 1. Kab. Purbalingga RSUD Ambarawa RSUD Ungaran UPTD Labkesda Kab.800 926.800 2. Semarang RSU Sragen Lab.500 1.597. Kulon Progo XVI Provinsi Jawa Timur PROVINSI 2. Wonosobo Kota Magelang Kota Semarang 22 Kota Surakarta XV Provinsi DI Yogyakarta PROVINSI KABUPATEN/KOTA 1 Kab.800 1.700 2.502. Kab. Sragen Kab.985. Jepara Lab. Sayidiman Magetan RSU Kepanjen ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) Kab.201.800 2.900 1.800 756.000 1. Jatikoesoemo RSUD Sumber Rejo RSUD Padangan RSU H.600 2.678. Dinkes Kota Semarang UPTD Labkes Dinkes Kota Surakarta RSJ Ghrasia RSU Panembahan Senopati RSU Wonosari RSU Wates RSU Dr. Pati Kab.152.600 681.213.800 1.347.100 516. H.731.141. Jember Kab.000 812.900 1. Soedono Madiun RSU Dr.600 1.438.700 2. Wonosobo RSU Tidar Magelang UPTD Dinkes Lingk.347. Bojonegoro Kab.027.500 1.100 1. Kebumen RSUD Dr.300 577. Kab.123.985. Kab.400 666. Semarang Kab.400 1.600 1. Kudus Labkesmas Dinkes Kab. Dinkes Kab.025. Blitar Kab.600 1. Bondowoso Kab.600 1. Kab.900.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.937.079.800 2.000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 KABUPATEN/KOTA Kab. Karanganyar Labkesmas Kab.

170.400 3. A Basoeni 29 Lab. Trenggalek 42 RSU Dr. Barito Utara 4 RSU Dr.500 3.435.200 880.700 1.225.500 621.600 957. Sintang 13 Pusat Labkesda Kota Pontianak 9 Kota Pontianak 14 RSU Dr.974.881. Sambas 10 RSUD Sanggau 7 Kab.600 1.048. Bengkayang 3 RSU Bengkayang 4 RSUD Landak 2 Kab.300 1. Barito Selatan 2 RSU Buntok 3 RSU Muara Teweh 2 Kab.470.176.000 2.198.600 1.474.900 2. M Harjono Ponorogo 16 Kab. Dinkes Kab.966. Ketapang 7 RSU Dr.035.000 1.200 685.000 1. Seruyan 721.900 1.300 1. Kapuas Hulu 6 RSU Agoesdjam 4 Kab.600 799. Ponorogo 37 Labkes Dinkes Kab. Probolinggo 38 RSU Sidoarjo 18 Kab. Situbondo 40 Labkesmas Dinkes Kab.020.309.200 705.500 691.050 480. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO 12 DAERAH Kab. Ngawi 33 Labkesda Kab.300 769.373.100 3. Sanggau 11 RSUD Ade M Djoen Sintang 8 Kab.885.900 1.296. Ponorogo 36 Labkesda Kab.944. Soeroto Ngawi 14 Kab.300 2.051.300 3.900. Trenggalek 20 Kab.Achmad Diponegoro 3 Kab. Pulang Pisau 8 RSU Kuala Pembuang 6 Kab.000 1. Situbondo 41 UPTD Labkesda Kab. Pontianak 8 RSU Sambas 6 Kab. Nganjuk 32 RSU Dr.700 898.468. Soedarso 2 RSJ Provinsi Kalbar KABUPATEN/KOTA 1 Kab.000 1. Kapuas 6 RSU Tamiang Layang 4 Kab.431. Rubini Mempawah 5 Kab.200 1.600 1. Landak 5 RSU Dr. Tulungagung 44 RSU Mardi Waluyo 22 Kota Blitar 45 UPTD Labkesda Kota Blitar 46 RSU Gambiran 23 Kota Kediri 47 RSUD Kota Madiun 24 Kota Madiun 48 Labkesda Dinkes Kota Madiun 49 RSU Dr Wahidin S Husodo 25 Kota Mojokerto 50 Labkesda Kota Mojokerto 51 RSU M Saleh Probolinggo 26 Kota Probolinggo 52 Labkesda Kota Probolinggo XVII Provinsi Kalimantan Barat PROVINSI 1 RSUD Dr.000 1.700 1. Iskak 21 Kab.208. Dr.100 768. Sintang 12 Labkesda Dinkes Kab.621.900 4. Kapuas 5 Labkesda Kab.931. Probolinggo 17 Kab.500 1.400 614.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.100 1. Abdul Azis 10 Kota Singkawang XVIII Provinsi Kalimantan Tengah PROVINSI 1 RSU Dr.100 4. Tulungagung 43 Lab. Sidoarjo 39 RSU Situbondo 19 Kab. Soemarmo Kapuas 3 Kab. Mojokerto 30 RSU Kertosono 13 Kab.826. Dorris Sylvanus KABUPATEN/KOTA 1 Kab.175.622.700 3. Dinkes Kab. Ngawi 34 RSU Pamekasan 15 Kab. Sambas 9 Labkesda Kab.980. Mojokerto NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) 27 RSU Prof. Pamekasan 35 RSU Prof.700 1.300 1.000 3. Nganjuk 31 Labkesda Kab.600 4.393. Soekandar 28 RSUD R.860.700 599.100 1.050 721.400 1. Barito Timur 7 RSU Pulang Pisau 5 Kab.200 .225.320.

900 3. Toli-Toli 7 RSU Kabelota Donggala 5 Kab.000 3.650 832. Dr.926.950.334.796. Banggai Kepulauan 5 RSU Buol 3 Kab.241.200 4.100 1.486.362.128. Nunukan 7 RSU Panglima Sebaya 4 Kab.200 3. MM Dunda 3 Kota Gorontalo 3 RSUD Prof.550 5.600 3.100 3.213.200 2.550 1.700 2.696.300. Pasir 8 RSU Taman Husada Kota Bontang 5 Kota Bontang 9 UPTD Labkesda Kota Bontang 10 RSUD Penajam Paser Utara 6 Kab.400 3. KABUPATEN/KOTA 1 Kab.505. H.044.Pohuwato XXIII Provinsi Sulawesi Tengah PROVINSI 1 RSUD Undata Palu 2 RSD Madani (RSJ Palu) KABUPATEN/KOTA 1 Kab. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) XIX Provinsi Kalimantan Selatan PROVINSI 1 RSUD Ansari Saleh 2 RSJ Sambang Lihum KABUPATEN/KOTA 1 Kab.522. Minahasa 4 RSU Dr. Boalemo 1 RSU Tani & Nelayan Kab. Gorontalo 2 RSUD Dr. Wahab Sjahranie 2 RSUD Tarakan 3 RSUD Dr. Morowali 9 RSU Kolonedale 10 RSU Poso 7 Kab. Bantaeng 3 RSU Prof.300 1.044.213.803.226.602.900 803. A Rivai Tanjung Redeb 5 RSUD Malinau 2 Kab.200 1.789.650 783.800 1. Kanujoso D. Minahasa Utara 6 RSU MW Maramis Minut 5 Kab.200 929. Banggai 3 RSU Luwuk 4 RSU Banggai Kepulauan 2 Kab.051. Tojo Una Una XXIV Provinsi Sulawesi Selatan PROVINSI 1 RSUD Labuang Baji 2 RSU Haji Makassar KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Poso 11 RSU Anutapura 8 Kota Palu 12 RSU Anuntaloka Parigi 9 Kab.600 . Sam Ratulangi 3 Kab.102.300 2. Malinau 6 RSUD Nunukan 3 Kab.800 3.200 2.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.537.100 4.926.000 828.627. A Makatutu 4 RSU Tenriawaru Bone 2 Kab. Berau 4 RSUD Dr.740.600 3.091.364.900 1. Aloei Saboe 4 Kab. Sangihe 5 RSU Liun Kendage Tahuna 4 Kab.800 1.000 2.016.500 3.453. Donggala 8 RSUD Morowali Bungku 6 Kab.500 2.362.700 1. Bolaang Mongondow 2 RSU Datoe Binangkang 3 RSUD Lolak (Pemekaran) 2 Kab. Penajam Paser XXI Provinsi Sulawesi Utara PROVINSI 1 RS Khusus Daerah Kls A KABUPATEN/KOTA 1 Kab.800 3. Tapin 3 RSU Datu Sanggul Rantau 2 Kota Banjar Baru 4 RSU Banjarbaru XX Provinsi Kalimantan Timur PROVINSI 1 RSUD HA.700 3.Boalemo 2 Kab.700 3.250 1.493.200 2.100 3.000 4.639.800 1.537. Pohuwato 4 RSU Kab. Buol 6 RSU Mokopido 4 Kab.900 1.377. Parigi Moutong 13 RSU Ampana 10 Kab.250 2.698. Bone 783. Bolaang Mongondow Utara RSU Bolaang Mongondow Utara 7 XXII Provinsi Gorontalo PROVINSI Tidak ada KABUPATEN/KOTA 1 Kab.

Kab.900 3. Sinjai 18 RSU Ajapange Soppeng 15 Kab.000 1.600 3.600 2.800 1.947.300 1. Takalar 20 RSU Andi Makassau 17 Kota Pare-pare 21 Labkesda Kota Pare-pare 22 RSU Sawerigading Palopo 18 Kota Palopo 23 RSUD Ilagaligo 19 Kab. Konawe Utara 7 RSUD Kab. Karangasem 5 RSUD Kab.100 2.300 2.927. Muna (Raha) 3 Kota Kendari 4 Lab.100 1. Soppeng 19 RSUD H.320. Konawe 2 RSUD Kab. Kab.200 2.513. Luwu Timur XXV Provinsi Sulawesi Barat PROVINSI 1 RS Provinsi Malabi KABUPATEN/KOTA 1 Kab.210.484.103.681.917.006.600 2.900 1.444.600 1.400 1.000 1.900 1.680.000 1. Gianyar 3 RSU Sanjiwani 4 Kab. Kab. Kab.965. Kab.600 2.200 1.000 3. Tabanan 6 BRSU Tabanan 3.259. Polewali Mandar 4 Labkesda Dinkes Polman 4 Kab. Bombana 6 RSUD Bombana 6 Kab.113. Sidrap 17 RSU Sinjai 14 Kab.300 2.900 1.800 661.183.900 964.883.900 1. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kab.292.567. Mamuju 3 RSU Mamuju 3 Kab.735.200 1. Kab.700 977. Konawe Selatan 5 RSUD Kab. Buleleng 3 Kab. Mamasa 5 RSU Mamasa XXVI Provinsi Sulawesi Tenggara PROVINSI 1 RSU Provinsi Sultra KABUPATEN/KOTA 1 Kab.Konawe 2 Kab.000 992.Padjonga DG Ngalle 16 Kab.429.500 1. Kab. Muna 3 RSUD Kab.100 606. Jembrana 4 RSU Negara 5 Kab. Buleleng 2 RSUD Kab. Bangli 1 RSU Bangli 2 Kab.802.025. Konawe Selatan 5 Kab.100 878.000 .749.Karangasem 6 Kab.099.618.200 945.776.900 2. Selayar Selayar Sidenreng Rappang 15 RSU Arifin Nu'mang 16 UPTD Labkesda Kab.118.264. Dinkes Kota Kendari 4 Kab. DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) 5 RSUD HA Sultan DG Radja Bulukumba Bulukumba 6 RSUD Massenrempulu Enrekang 7 RSU Syech Yusuf Gowa 8 RSU Lanto DG Pasewang Jeneponto Jeneponto 9 RSUD Batara Guru Belopa Luwu 10 RSU Andi Jemma Masamba Luwu Utara 11 RSU Salewangang Maros Maros Pangkajene Kepulauan 12 RSU Pangkep 13 RSU Lansirang Pinrang Pinrang 14 RSU Kep. Kab.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA. Kab.800 2.400 1.881. Konawe Utara XXVII Provinsi Bali PROVINSI Tidak ada KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Kab.100 1. Majene 2 RSU Majene 2 Kab.

200 2.800 3.671. Halmahera Tengah 2 RSU Weda 2 Kab.042.346. Pulau Buru 7 RSUD Namlea 5 Kab.300 1. Dr. Raja Ampat 4 RS Lapangan Marinda Raja Ampat JUMLAH 3.100 2. Manggarai 6 RSU Ruteng 5 Kab.256. Maluku Tengah 4 RSU Masohi 5 RSU Saparua 3 Kab.800 2.200 2.500 2.056. Halmahera Selatan 7 RSU Labuha XXXIIProvinsi Papua PROVINSI 1 RSU Abepura 2 RSU Dok II Jayapura KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Kepulauan Sula 6 RSU Sanana 6 Kab.RS PENERIMA DAK KESEHATAN RUJUKAN TA.174.500 1.300 1. WZ.068.100 3. Halmahera Timur 4 RSU Maba 4 Kota Tidore Kepulauan 5 RSUD Tidore (Soasio) 5 Kab. Seram Bagian Timur 8 RSUD Kab. Fak Fak 3 RSU Fak-fak 4 Kab.676. Ende 3 RSUD Ende 2 Kab.391.400 1.064.767.601.700 1. Johannes 2 RSJ Kupang KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Halmahera Barat 3 RSU Jailolo 3 Kab.000 4.750 11.100 4.331.400 1. 2011 DITJEN BINA PELAYANAN MEDIK NO DAERAH NAMA RUMAH SAKIT ALOKASI DAK (dalam ribuan rupiah) XXVIIIProvinsi Nusa Tenggara Barat PROVINSI 1 RSU Mataram KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Kepulauan Aru 9 RSUD Cendrawasih Dobo XXXI Provinsi Maluku Utara PROVINSI 1 RSUD Chasan Boesoerie KABUPATEN/KOTA 1 Kab.735.948. Flores Timur 4 RSUD Larantuka 3 Kab.600 3.822. Lombok Timur 6 RSUD R Sujono Selong 6 Kab.771.350 4.200 3. Biak Numfor 3 RSU Biak 2 Kab.265.667.398. Timor Tengah Utara 10 RSU Kefamenanu 11 UPTD Labkesda TTU 9 Kota Kupang 12 RSD Kota Kupang 10 Kab. Sorong 2 Kab. Haulussy Ambon 2 RSU Tulehu KABUPATEN/KOTA 1 Kab. Sorong 1 RSU Kab.975.068.300 1. Mimika 7 RSUD Mimika 6 Kab.792. Bima 2 RSU Raba Bima 2 Kab.600 2. Nabire 8 RSU Nabire 7 Kab. Sabu Raijua 13 RSU Sabu Rai Jua XXX Provinsi Maluku PROVINSI 1 RSU M.234.807.273.143. Lombok Barat 4 RSUD Patut Patuh Patju Gerung 4 Kab.800 1.900 2. Merauke 6 RSU Merauke 5 Kab.810.628. Mappi 10 RSUD Mappi (persiapan) XXXIIIProvinsi Papua Barat PROVINSI Tidak ada KABUPATEN/KOTA 1 Kab.300 3.934.242.233.249.200 2.500 7.275.500 749. Maluku Tenggara Barat 3 RSU Saumlaki 2 Kab.535.100 5.946.100 1.400 5.900 1.500 3. Lombok Tengah 5 RSU Praya 5 Kab. Yapen Waropen 9 RSUD Serui 8 Kab.800 5.200 1. Ngada 7 RSU Bajawa 6 Kab. Dompu 3 RSU Dompu 3 Kab.188.900 1.800 4.500 1.357.800 2.959.700 1.400 2.800 1.036.100 4.113. Kupang 5 RSU Naibonat 4 Kab.098.400 1.000 .300.300 1.353.358.125. Manokwari 2 RSU Manokwari 3 Kab.700 9. SBT (Bula) 6 Kab. Sumba Barat 9 RSU Waikabubak 8 Kab. Jayapura 4 RSUD Yowari Sentani 3 Kab.400 2. Jayawijaya 5 RSU Wamena 4 Kab.100 3.400 3.729.100 2.273. Sikka 8 RSU TC Hillers Maumere 7 Kab. Maluku Tenggara 6 RSU Tual 4 Kab.526. Sumbawa 7 RSU Sumbawa XXIX Provinsi Nusa Tenggara Timur PROVINSI 1 RSU Prof.188.000 746.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful