Anda di halaman 1dari 11

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER

MATA KULIAH STRUKTUR BANGUNAN II

( PAPER STRUKTUR RANGKA )

Oleh :

AGUNG FAUZI ZUNAIDI (0822905)


ROXIANO FT. AMARAL (0922904)

INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERANCANGAN

JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR

MALANG
2010

Struktur Rangka

1. Pengertian Struktur Rangka.


Struktur Rangka adalah struktur yang terdiri dari batang-batang yang
panjangnya jauh lebih besar dibandingkan dengan ukuran penampangnya
Bentuk kontruksi rangka adalah perwujudan dari pertentangan antara gaya
tarik bumi dan kekokohan; dan kontruksi rangka yg modern adalah hasil
penggunaan baja dan beton secara rasional dlm bangunan.
Kerangka ini terdiri atas komposisi dari kolom-kolom dan balok-balok.
Unsur vertikal, berfungsi sebagai penyalur beban dan gaya menuju tanah,
sedangkan balok adalah unsur horizontal yg berfungsi sebagai pemegang dan
media pembagian lentur. Kemudian kebutuhan-kebutuhan terhadap lantai,
dinding dan sebagainya untuk melengkapi kebutuhan bangunan untuk hidup
manusia, dapat diletakkan dan ditempelkan pada kedua elemen rangka
bangunan tsb diatas.
Jadi dapat dinyatakan disini bahwa rangka ini berfungsi sebagai struktur
bangunan dan dinding-dinding atau elemen lainnya yg menempel padanya
merupakan elemen yg tidak structural. Bahan-bahan yg dapat dipakai pada
struktur ini adalah kayu, baja, beton atau lain-lain bahan yg tahan terhadap
gaya tarik, tekan, punter, dan lentur. Umtuk masa kini banyak digunakan baja
dan beton yg mampu menahan gaya-gaya tsb dalam skala besar

2. Macam Struktur Rangka


Tampak bangunan dengan struktur skeleton mempunyai dua macam
aliran. Aliran pertama ialah dengan memperlihatkan kerangka struktur dari luar,
sedangkan yg kedua dgn menutupinya dgn dinding tirai atau hiasan
penghalang sinar matahari. Arsitektur setelah tahun 1950 condong
memperlihatkan rangka struktur bangunan dgn alas an kejujuran, kemudahan
diterima dan kesederhanaan (exposed skeleton structur)
a. Rangka dengan Grid-sempit
“Grid” berarti kisi-kisi yg bersilangan tegak lurus satu sama lain dan
dalam arsitektur merupakan cara untuk mencapai keteraturan saja dan tidak
lebih. Kita mengenal dua tipe skeleton, yaitu Grid-sempit dan Grid-lebar yg
pada dasarnya disebabkan karena kebutuhan jarak yg tidak sama, yg pertama
kebutuhan terhadap lebarnya jarak tiang (arah memanjang bangunan) yg lain
terhadap rapatnya tiang.
Grid yg sempit berasal sedikit dari hukum statika dan lebih banyak dari
fungsi perencanaan. Dinding luar yg dipecah menjadi beberapa jendela, balok
dan kolom, berate bahwa pembatas ruang (partitions) yg melintang hanya
dapat ditempatkan pada kolom. Semakin sempit jarak kolom, maka semakin
banyak jumlah kemungkinan penempatan dinding penyekat atau pembatas
ruang; semakin fleksibel perencanaannya dan semakin efisien penggunaan
ruang.
Hal ini dirancang apabila ruang-ruang dgn dinding penyekat
diperlukan. Apabila tidak, dan daerah terbuka yg luas dikehendaki, alasan
tersebut diatas tidak terpakai.
Ada banyak usaha untuk mengharmoniskan jarak kolom Grid-sempit
dgn dimensi perencanaan perabot kantor yg telah menghasilkan bagi kita
berbagai macam modul dgn variasinya secara kasar, yaitu antara 90 cm – 350
cm. semua modul ini mempunyai keuntugan dan kerugiannya.
Dalam hubungan rangka baja, ukuran kolom sebenarnya pada
permulaan lebih kecil, tetapi ketika ditambah dgn ketahanan api dan isolasi,
maka ukuran keseluruhannya hanya sedikit bedanya dgn kolom beton
bertulang.pada kebanyakan bangunan dgn rangka Grid-sempit biasanya
kolom-kolomnya dibuat lebih berat dari beban yg harus dipikul. Meskipun
sebuah dimensi minimum dgn beton cor setempat (cast in place) berukuran
15 cm, tetapi sering kali dibuat menjadi 25 atau 30 cm. ini sebagian dari
warisan desain batu bata zaman dahulu, sebagian lagi karena selera
monumentalitas yg masih digambarkan oleh banyak arsitek, tetapi hanya
sedikit berurusan dgn keaslian kontruksi rangka modern. Pada Grid-sempit
kolom-kolom amat ramping. Hubungan antara ciri-ciri dan bentuk yg
bermakna tidak bisa ditekankan terlalu berat.
b. Rangka dengan Grid-lebar
Menurut Curt Siegel rangka dgn Grid-lebar adalah bila diantara dua
kolom bangunan skeleton dapat diletakkan lebih dari satu jendela standar.
Jendela dapat berupa satu jendela panjang atau dibagi menjadi beberapa
petak yg tidak memikul beban. Jarak antara tiang jendela relatif kecil,
seimbang dgn modul aksial yg diperoleh dari standar perabot kantor atau
rumah.
Karena balok bentang pada lantai kedua (balok sabuk lantai) tidak
memikul kolom-kolom antara, maka tidak diperlukan balok yg besar atau
tinggi. Balok bentang tersebut memikul berat lantai, sama halnya dengan
balok-balok ditingkat-tingkat yg diatas, maka dimensi balok utama dapat
disamakan. Lagi pula semua gaya yg terjadi karena gaya berat disalurkan
melalui kolom-kolom structural langsung ke pondasi dalam tanah, tanpa
melalui batang atau balok lain.
Jadi dalam hal ini kita mendapat bangunan-bangunan yg kolom-
kolomnya merupakan garis tak terputus dari atap sampai pondasi. Untuk
bangunan ini jarak kolom relatif besar. Besarnya kolom ditentukan oleh tinggi
bangunan dan jarak kolom dgn kolom lainnya. Besar balok datar juga
ditentukan oleh jarak antar kolom dan berat yg ditimbulkan oleh beban hidup
dan berat sendiri. Kekakuan bangunan ditentukan oleh hubungan (joint)
antara kolom dan balok bersama-sama pada seluruh bangunan.

c. Struktur Rangka Ruang


Kuda-kuda dan gelagar dgn sistem bangunan petak adalah struktur dlm
bidang datar yg berdimensi 2. dgn gabungan batang-batang lain seperti
gording yg letak tegak lurus pada bidang kuda-kuda, sebetulnya merupakan
struktur rangka ruang. Tetapi cara perhitungan dan cara penyambungan
dianggap sebagai struktur dalam bidang datar. Setiap bagian dianggap
terpisah dari yg lainnya.
Dalam arsitektur modern struktur dalam ruang yg berdimensi tiga lebih
diutamakan karena lebih efisien dan ekonomis. Setiap barang atau gelagar
berpengaruh terhadap yg lainnya dan ini merupakan kekakuan-kekakuan pada
seluruh struktur. Hubungan kontruksi yg sempurna pada pertemuan batang-
batang dan analisa gaya-gaya yg ada dalam kontruksi rangka ruang hingga
kini menemui kesukaran.
Hingga saat ini insinyur static menganggap bahwa suatu gelagar atau
kuda-kuda bukan suatu persoalan static ulang. Timbulnya gaya-gaya pada
bidang yg tegak lurus adalah dasar dari semua perhitungan static. Struktur
tulang manusia pada tulang paha bisa dianggap sebagai dasar pemikiran
struktur ruang. Berat badan diterima bagian penghubung yg bulat pada akhir
tulang tsb. Gaya yg datang dari arah yg besarnya bermacam-macam itu
eksentris terhadap as tulang yg akan mengambil berat badan, sehingga timbul
momen sebesar: P x A. Ini bukan suatu keadaan yg statis. Melainkan
penyesuaian dgn gerak-gerak yg dilakukan manusia. Kemajemukan system ini
menimbulkan persyaratan yg tinggi dari struktur yg dijelmakan dgn satu
system yg tergaris dan tumbuh secara evolutif mengikuti kebutuhan. Setiap
bagian menyokong yg lainnya, memperpendek panjang knik, memperkakunya
dan dgn demikian sebagai suatu system saling mempertinggi daya
dukungnya. Alam tidak memerlukan analisa yg tinggi untuk menentukan gaya-
gaya yg timbul dari masing-masing bagian dari tulang itu. Kesemuanya
tumbuh secara organis dan didimensioner juga secara organis.
Bahwa elemen-elemen tulang tsb tidak selamanya berbentuk batang,
tetapi bidang dan lengkung-lengkung kesemuanya tidaklah mengubah prinsip
jalan pikiran diatas. Justru ini membuktikan akan sempurnanya alam yg tidak
terikat pada satu cara penyelesaian saja, tetapi mengambil kemungkinan-
kemungkinan lain hingga mendapatkan hasil yg optimal untuk maksudnya.
Untuk menyamai keadaan ini ilmu tekhnik dan statika masih belum
mencapainya. Rangka ruang yg terdapat banyak dialam dibandingkan rangka
bidang yg dibuat oleh manusia sangat berbeda. Perbedaan sangat
mengesankan.
Sistem rangka ruang dikembangkan dari sistem struktur rangka batang
dengan penambahan rangka batang kearah tiga dimensinya (gambar 4.21).
Struktur rangka ruang adalah komposisi dari batang-batang yang masing-
masing berdiri sendiri, memikul gaya tekan atau gaya tarik yang sentris dan
dikaitkan satu sama lain dengan sistem tiga dimensi atau ruang. Bentuk
rangka ruang dikembangkan dari pola grid dua lapis (doubel-layer grids),
dengan batang-batang yang menghubungkan titik-titik grid secara tiga
dimensional.

Elemen dasar pembentuk struktur rangka ini adalah:

- Rangka batang bidang

- Piramid dengan dasar segiempat membentuk oktahedron

Piramid dengan dasar segitiga membentuk tetrahedron (Gambar 4,22)

Beberapa sistem selanjutnya dikembangkan model rangka ruang


berdasarkan pengembangan sistem konstruksi sambungannya(Gambar 4.23),
antara lain:

− Sistem Mero
− Sistem space deek
− Sistem Triodetic
− Sistem Unistrut
− Sistem Oktaplatte
− Sistem Unibat
− Sistem Nodus
− Sistem NS Space Truss

3. Kategori Struktur Rangka


Sruktur rangka dibagi atas beberapa kategori yaitu:
a. Balok
Balok adalah suat batang lurus dengan satu atau lebih tumpuan. Gaya
luar pada balok dianggap bekerja pada bidang yang melalui sumbu
simetri penampang lintangnya. Penampang lintang balok dapat
mengalami resultan tegangan dalam yang berupa gaya aksial, gaya
geser, dan momen lentur.

Gambar gaya pada Balok

b. Rangka Batang Bidang


Rangka batang bidang adalah himpunan batang yang sebidang dan
bersambungan sendi di titik kumpulnya. Batangnya hanya mengalami
gaya aksial tarik atau tekan.
Gambar Gaya Rangka Bidang

c. Rangka Batang ruang.


Rangka batang ruang sama dengan rangka batang bidang kecuali bahwa
batang-batangnya berarah sembarang dalam ruang, dan gaya yang
bekerja juga berarah sembarang.

Gambar Gaya Rangka Batang ruang

d. Portal bidang
Portal bidang sama sepeti balok, tetapi titik kumpul batang merupakan
sambungan kaku.Resultan tegangan dalam di suatu penampang batang
portal bidang , terdiri dari momen lentur, gaya geser dan gaya aksi

Gambar Gaya Portal Bidang


e. Balok Silang
Balok silang adalah struktur bidang yang dibentuk oleh balok menerus
yang saling bertemu atau bersilang. Jika balok saling bertemu sambungan
dianggap kaku, jika bersilangan dianggap sendi. Berbeda dari portal
bidang yang gaya luar berada dalam bidang struktur. Gaya luar pada
balok silang tegak lurus bidang struktur.

Gambar Gaya Balok Silang

3. Contoh Bangunan Dengan Sistem Struktur Rangka

Gambar gedung Capital Gate, Abu Dhabi.


Gambar gedung Hasanuddin, Makasar.

Water Tower – Zaragoza, Spain


Residence Antalia, India

Model Struktur Bangunan Residence Antalia, India