Anda di halaman 1dari 13

FILE VERSI WORDNYA SILAHKAN DOWLOAD DI

www.bisnisbook.wordpress.com
www.ebookloe.wordpress.com
MAKALAH

MASAKAN JEPANG

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Jepang

Disusun Oleh :

Nama : Dwi Zulianti


NIM : AOE 009 013
Jurusan : Diploma III Jepang

PROGRAM DIPLOMA III BAHASA JEPANG


FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2010
FILE VERSI WORDNYA SILAHKAN DOWLOAD DI
www.bisnisbook.wordpress.com
www.ebookloe.wordpress.com
A. Pendahuluan

Jepang (bahasa Jepang: 日本 Nippon/Nihon, nama resmi:


dengarkan
Nipponkoku/Nihonkoku ) adalah sebuah negara kepulauan di Asia
Timur. Letaknya di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut
Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Cina, Korea, dan Rusia.
Pulau-pulau paling utara berada di Laut Okhotsk, dan wilayah paling selatan
berupa kelompok pulau-pulau kecil di Laut Cina Timur, tepatnya di sebelah
selatan Okinawa yang bertetangga dengan Taiwan.

Jepang terdiri dari 6.852 pulau[9] yang membuatnya merupakan suatu


kepulauan. Pulau-pulau utama dari utara ke selatan adalah Hokkaido, Honshu
(pulau terbesar), Shikoku, dan Kyushu. Sekitar 97% wilayah daratan Jepang
berada di keempat pulau terbesarnya. Sebagian besar pulau di Jepang
bergunung-gunung, dan sebagian di antaranya merupakan gunung berapi.
Gunung tertinggi di Jepang adalah Gunung Fuji yang merupakan sebuah
gunung berapi. Penduduk Jepang berjumlah 128 juta orang, dan berada di
peringkat ke-10 negara berpenduduk terbanyak di dunia. Tokyo secara de
facto adalah ibu kota Jepang, dan berkedudukan sebagai sebuah prefektur.
Tokyo Raya adalah sebutan untuk Tokyo dan beberapa kota yang berada di
prefektur sekelilingnya. Sebagai daerah metropolitan terluas di dunia, Tokyo
Raya berpenduduk lebih dari 30 juta orang.

Budaya Jepang mencakup interaksi antara budaya asli Jomon yang


kokoh dengan pengaruh dari luar negeri yang menyusul. Mula-mula Cina dan
Korea banyak membawa pengaruh, bermula dengan perkembangan budaya
Yayoi sekitar 300 SM. Gabungan tradisi budaya Yunani dan India,
mempengaruhi seni dan keagamaan Jepang sejak abad ke-6 Masehi,
dilengkapi dengan pengenalan agama Buddha sekte Mahayana. Sejak abad ke-
16, pengaruh Eropa menonjol, disusul dengan pengaruh Amerika Serikat yang
mendominasi Jepang setelah berakhirnya Perang Dunia II. Jepang turut
mengembangkan budaya yang original dan unik, dalam seni (ikebana, origami,
ukiyo-e), kerajinan tangan (pahatan, tembikar, persembahan (boneka bunraku,
FILE VERSI WORDNYA SILAHKAN DOWLOAD DI
www.bisnisbook.wordpress.com
www.ebookloe.wordpress.com
tarian tradisional, kabuki, noh, rakugo), dan tradisi (permainan Jepang, onsen,
sento, upacara minum teh, taman Jepang), serta makanan Jepang.

Orang Jepang biasanya gemar memakan makanan tradisi mereka.


Sebagian besar acara TV pada waktu petang dikhususkan pada penemuan dan
penghasilan makanan tradisional yang bermutu. Makanan Jepang mencetak
nama di seluruh dunia dengan sushi, yang biasanya dibuat dari pelbagai jenis
ikan mentah yang digabungkan dengan nasi dan wasabi. Sushi memiliki
banyak penggemar di seluruh dunia. Makanan Jepang bertumpu pada
peralihan musim, dengan menghidangkan mi dingin dan sashimi pada musim
panas, sedangkan ramen panas dan shabu-shabu pada musim dingin.

Dalam makalah ini kami akan menguraikan mengenai salah satu dari
bagian kecil kebudayaan jepang yaitu Makanan Khas jepang

B. Pembahasan

Masakan Jepang (日本料理 nihon ryōri, nippon ryōri?) adalah

makanan yang dimasak dengan cara memasak yang berkembang secara unik
di Jepang dan menggunakan bahan makanan yang diambil dari wilayah Jepang
dan sekitarnya. Dalam bahasa Jepang, makanan Jepang disebut nihonshoku
atau washoku.

Sushi, tempura, shabu-shabu, dan sukiyaki adalah makanan Jepang


yang populer di luar Jepang, termasuk di Indonesia.

Masakan dan makanan Jepang tidak selalu harus berupa "makanan


yang sudah dimakan orang Jepang secara turun temurun." Makanan orang
Jepang berbeda-beda menurut zaman, tingkat sosial, dan daerah tempat
tinggal. Cara memasak masakan Jepang banyak meminjam cara memasak dari
negara-negara Asia Timur dan negara-negara Barat. Di zaman sekarang,
definisi makanan Jepang adalah semua makanan yang dimakan orang Jepang
dan makanan tersebut bukan merupakan masakan asal negara lain.
FILE VERSI WORDNYA SILAHKAN DOWLOAD DI
www.bisnisbook.wordpress.com
www.ebookloe.wordpress.com
Dalam arti sempit, masakan Jepang mengacu pada berbagai berbagai
jenis makanan yang khas Jepang. Makanan yang sudah sejak lama dan secara
turun temurun dimakan orang Jepang, tapi tidak khas Jepang tidak bisa disebut
makanan Jepang. Makanan seperti gyudon atau nikujaga merupakan contoh
makanan Jepang karena menggunakan bumbu khas Jepang seperti shōyu,
dashi dan mirin. Makanan yang dijual rumah makan Jepang seperti penjual
soba dan warung makan kappō juga disebut makanan Jepang. Makanan yang
mengandung daging sapi sering dianggap bukan masakan Jepang karena
kebiasaan makan daging baru dimulai sejak Restorasi Meiji sekitar 130 tahun
lalu. Menurut orang di luar Jepang, berbagai masakan dari daging sapi seperti
sukiyaki dan gyudon juga termasuk makanan Jepang. Dalam arti luas, bila
masakan yang dibuat dari bahan makanan yang baru dikenal orang Jepang ikut
digolongkan sebagai makanan Jepang, maka definisi masakan Jepang adalah
makanan yang dimasak dengan bumbu khas Jepang.

Masakan Jepang sering merupakan perpaduan dari berbagai bahan


makanan dan masakan dari berbagai negara. Parutan lobak yang dicampur
saus sewaktu memakan bistik atau hamburg steak, dan salad dengan dressing
parutan lobak merupakan contoh perpaduan makanan Barat dengan penyedap
khas Jepang. Saus spaghetti yang dicampur mentaiko, tarako, natto, daun
shiso atau umeboshi merupakan contoh makanan Barat yang dinikmati
bersama bahan makanan yang memiliki rasa yang sudah akrab dengan lidah
orang Jepang. Bistik dengan parutan lobak sebenarnya tidak dapat disebut
sebagai makanan Jepang melainkan bistik ala Jepang (wafū steak).

Berdasarkan aturan ini, istilah wafū (和風 ala Jepang?) digunakan untuk

menyebut makanan yang lazim ditemukan dan dimakan di Jepang, tapi


dimasak dengan cara memasak dari luar Jepang.

Pada umumnya, bahan-bahan masakan Jepang berupa: beras, hasil


pertanian (sayuran dan kacang-kacangan), dan makanan laut. Bumbu berupa
dashi yang dibuat dari konbu, ikan dan shiitake, ditambah miso dan shōyu.
Berbeda dengan masakan negara-negara lain, makanan Jepang sama sekali
tidak menggunakan bumbu berupa rempah-rempah dari biji-bijian (merica)
atau penyedap yanng mengandung biji (seperti cabai) yang harus ditumbuk
FILE VERSI WORDNYA SILAHKAN DOWLOAD DI
www.bisnisbook.wordpress.com
www.ebookloe.wordpress.com
atau dihaluskan. Masakan Jepang juga tidak menggunakan bumbu yang
berbau tajam seperti bawang putih. Kacang kedelai merupakan bahan utama
makanan olahan. Penyedap biasanya berupa sayur-sayuran beraroma harum
yang dipotong-potong halus atau diparut. Masakan Jepang umumnya rendah
lemak, tapi mengandung kadar garam yang tinggi.

Masakan Jepang mengenal 5 bumbu utama yang harus dimasukkan


secara berturutan sesuai urutan sa-shi-su-se-so yang merupakan singkatan
dari:

gula pasir (satō)


garam (shio)
cuka (su)
shōyu (seuyu: ejaan zaman dulu untuk shōyu)
miso (miso).

Sesuai dengan peraturan sa-shi-su-se-so, gula pasir adalah bumbu


yang dimasukkan pertama kali, diikuti garam, cuka, kecap asin, dan miso.

Makanan utama di Jepang terdiri dari nasi (kadang-kadang


dicampur palawija), sup dan lauk. Lain halnya dari masakan Cina atau
masakan Eropa, masakan Jepang tidak mengenal tahapan (course) dalam
penyajian. Dalam budaya makan Eropa atau Cina, makanan disajikan
secara bertahap, mulai dari hidangan pembuka, sup, hidangan utama, dan
diakhiri dengan hidangan penutup. Masakan Jepang dihidangkan
semuanya secara sekaligus. Dalam hal penyajian hidangan, dalam masakan
Jepang tidak dikenal perbedaan antara tata cara penyajian di rumah dengan
tata cara penyajian di restoran. Jamuan makan dan kaiseki merupakan
pengecualian karena makanan disajikan secara bertahap.

Dalam hal menikmati makanan, masakan Jepang bisa dengan


mudah dibedakan dari masakan Eropa atau masakan Cina. Rasa dicampur
sewaktu makanan Jepang berada di dalam mulut. Asinan sayur-sayuran
mungkin terasa terlalu asin kalau dimakan begitu saja, namun asinan terasa
lebih enak ketika dimakan dengan nasi putih. Dalam masakan Jepang,
bahan makanan tidak diolah secara berlebihan. Makanan harus mempunyai
rasa asli bahan makanan tersebut. Cara memasak atau penyiapan makanan
FILE VERSI WORDNYA SILAHKAN DOWLOAD DI
www.bisnisbook.wordpress.com
www.ebookloe.wordpress.com
hanya bertujuan menampilkan rasa asli dari bahan makanan. Makanan juga
sama sekali tidak dimasak dengan bumbu yang berbau tajam. Masakan
Jepang tidak mengenal teknik memasak yang bisa merusak penampilan
bahan dan kesegaran bahan makanan.

Juru masak masakan Jepang dituntut serba bisa dalam berbagai


bidang. Mereka dituntut memiliki keahlian dalam pengolahan bahan
makanan, pengetahuan tentang alat-alat makan, serta pemilihan suasana
yang tepat untuk menikmati makanan. Masakan Jepang sangat berbeda
dari masakan Perancis yang sangat maju dalam pembagian keahlian di
dapur dan pelayanan terhadap tamu di ruang makan.

Peralatan makan untuk masakan Jepang umumnya dibuat dari


keramik, porselen, atau kayu yang dipernis dengan urushi. Di rumah
keluarga Jepang, setiap anggota keluarga memiliki mangkuk nasi dan
sumpit sendiri, dan tidak saling dipertukarkan dengan milik anggota
keluarga yang lain. Sumpit yang dipakai bisa berupa sumpit kayu, sumpit
bambu, atau sumpit sekali pakai. Sebelum teknik pembuatan keramik
dikenal di Jepang, sebagian besar alat makan dibuat dari kayu yang
dipernis. Alat makan dari porselen umumnya diberi hiasan gambar-gambar
yang berfungsi sebagai penghias hidangan.

Masakan Jepang memiliki aturan yang sangat longgar menyangkut


bentuk alat makan dari keramik. Piring bisa saja berwarna gelap atau
berbentuk persegi empat, sehingga sangat mencolok dibandingkan piring
makanan Eropa atau Amerika. Alat makan untuk makanan Jepang terlihat
sangat berbeda dengan alat makan untuk masakan Cina atau Korea.
Masakan Cina menggunakan piring bundar dari porselen dengan hiasan
sederhana, sementara masakan Korea memakai porselen putih tanpa hiasan
atau alat makan dari logam.

Orang Jepang mulai makan nasi sejak zaman Jomon. Lauknya


berupa bahan makanan yang direbus (nimono), dipanggang, atau dikukus.
Cara mengolah makanan dengan menggoreng mulai dikenal sejak zaman
Asuka, dan berasal dari Semenanjung Korea dan Cina. Teh dan masakan
FILE VERSI WORDNYA SILAHKAN DOWLOAD DI
www.bisnisbook.wordpress.com
www.ebookloe.wordpress.com
biksu diperkenalkan di Jepang bersamaan dengan masuknya agama
Buddha, namun hanya berkembang di kalangan kuil. Makanan biksu
adalah masakan vegetarian yang disebut shōjin ryōri. Hewan peliharaan
dan binatang buas seperti monyet dilarang untuk dijadikan bahan
makanan. Di dalam literatur klasik Engishiki juga diceritakan tentang ikan
hasil fermentasi yang disebut narezushi yang dipakai sebagai persembahan
di Jepang bagian barat

Pengaruh kuat kebudayaan Cina pada zaman Nara ikut


mempengaruhi masakan Jepang pada zaman Nara. Makanan dimasak
sebagai hidangan upacara dan ketika ada perayaan yang berkaitan dengan
musim. Sepanjang tahunnya selalu ada perayaan dan pesta makan. Teknik
memasak dari Cina mulai dipakai untuk mengolah bahan makanan lokal.
Penyesuaian cara memasak dari Cina dengan keadaan alam di Jepang
akhirnya melahirkan masakan yang khas Jepang.

Pada zaman Heian, masakan Jepang terus berkembang dengan


pengaruh dari daratan Cina. Orang Jepang waktu itu mulai mengenal
makanan seperti karaage dan kue-kue asal Dinasti Tang (tōgashi), dan
natto. Aliran memasak dan etiket makan berkembang di kalangan
bangsawan. Atas perintah kaisar Kōkō, Fujiwara no Yamakage
menyunting buku memasak aliran Shijō yang berjudul Shijōryū
Hōchōshiki. Sampai saat ini, rumah makan tradisional Jepang masih sering
memiliki altar pemujaan untuk Fujiwara no Yamakage dan
Iwakamutsukari-no-mikoto.

Makanan olahan dari tahu yang disebut ganmodoki mulai dikenal


bersamaan dengan makin populernya tradisi minum teh dan ajaran Zen.
Pada zaman Kamakura, makanan dalam porsi kecil untuk biksu yang
menjalani latihan disebut kaiseki. Pendeta Buddha bernama Eisai
memperkenalkan teh yang dibawanya dari Cina untuk dinikmati dengan
hidangan kaiseki. Masakan ini nantinya berkembang menjadi makanan
resepsi yang juga disebut kaiseki, tapi ditulis dengan aksara kanji yang
berbeda.
FILE VERSI WORDNYA SILAHKAN DOWLOAD DI
www.bisnisbook.wordpress.com
www.ebookloe.wordpress.com
Memasuki zaman Muromachi, kalangan samurai ikut dalam urusan
masak-memasak di istana kaisar. Tata krama sewaktu makan juga semakin
berkembang. Aliran etiket Ogasawara yang masih dikenal sekarang
bermula dari etiket kalangan samurai dan bangsawan zaman Muromachi.

Chūnagon bernama Yamakage no Masatomo mendirikan aliran


memasak Shijōryū. Aliran ini menerbitkan buku memasak berjudul
Shijōryū Hōchōsho (Buku Memasak Aliran Shijō). Sementara itu, klan
Ashikaga mendirikan aliran memasak Ōkusaryū. Orang mulai menjadi
cerewet soal cara memasak dan menghidangkan makanan. Makanan gaya
honzen (honzen no seishiki) dan gaya kaiseki merupakan dua aliran utama
masakan Jepang zaman Muromachi. Dalam gaya honzen, makanan
dihidangkan secara individu di atas meja pendek yang disebut ozen. Porsi
yang dihidangkan cukup untuk dimakan satu orang. Dalam gaya kaiseki,
makanan dihidangkan dalam porsi kecil seperti makanan yang dihidangkan
dalam upacara minum teh.

Namban adalah istilah orang Jepang zaman dulu untuk "luar


negeri", khususnya Portugal dan Asia Tenggara. Dari kata namban dikenal
istilah nambansen (kapal dari luar negeri). Kedatangan kapal-kapal dari
luar negeri dari zaman Muromachi hingga zaman Sengoku membawa serta
berbagai jenis masakan yang disebut namban ryōri (masakan luar negeri)
dan nambangashi (kue luar negeri). Kue kastela yang menggunakan resep
dari Portugal adalah salah satu contoh dari nambangashi.

Kebudayaan orang kota berkembang pesat pada zaman Edo.


Makanan penduduk kota seperti tempura dan teh gandum (mugicha)
banyak dijual di kios-kios pasar kaget. Pada masa itu, di Edo mulai banyak
dijumpai rumah makan khusus soba dan nigirizushi. Ōrusuichaya adalah
sebutan untuk rumah makan tradisional (ryōtei) yang digunakan samurai
sewaktu menjamu tamu dengan pesta makan. Makanan dinikmati secara
santai sambil meminum sake, dan tidak mengikuti tata cara makan formal
seperti masakan kaiseki atau masakan Honzen. Masakan Ōrusuichaya

disebut masakan kaiseki (会席料理 kaiseki ryōri?, masakan jamuan


FILE VERSI WORDNYA SILAHKAN DOWLOAD DI
www.bisnisbook.wordpress.com
www.ebookloe.wordpress.com
makan), dan ditulis dengan aksara kanji yang berbeda dari "kaiseki" untuk
upacara minum teh.

Teknik pembuatan kue-kue tradisional Jepang (wagashi)


berkembang pesat berkat tersedianya gula yang sudah menjadi barang
yang lumrah. Alat makan dari keramik dan porselen mulai banyak
digunakan dan diberi hiasan berupa gambar-gambar artistik yang
dikerjakan secara serius. Daging ternak mulai dikonsumsi orang Jepang
dan daging sapi dimakan sebagai obat. Sejak pertengahan zaman Edo
mulai dikenalnya teknik seni ukir sayur, dan makanan mulai dihias dengan
hiasan dari lobak (wachigai daikon). Pada waktu itu juga mulai dikenal
telur rebus aneh dengan kuning telur berada di luar dan putih telur di
dalam (kimigaeshi tamago.

Masakan Jepang zaman modern adalah hasil penyempurnaan


masakan zaman Edo. Daimyo dari seluruh penjuru Jepang mengenal
kewajiban sankin kōtai. Mereka wajib datang ke Edo untuk menjalankan
tugas pemerintahan bersama shogun. Kedatangan daimyo dari seluruh
pelosok negeri membawa serta cara memasak dan bahan makanan khas
dari daerah masing-masing. Bahan makanan yang dibawa rombongan
daimyo dari seluruh pelosok Jepang menambah keanekaragaman masakan
Jepang di Edo. Semuanya ditambah dengan makanan laut segar dan enak
dari Teluk Edo yang disebut Edomae. Hasil laut dari Samudera Pasifik
seperti ikan tongkol sudah dijadikan menu tetap sewaktu membuat
sashimi.

Ikan dari familia Sparidae yang dikenal di Jepang sebagai ikan tai
merupakan lambang kemakmuran di Jepang. Ikan tai yang dipanggang
utuh tanpa dipotong-potong merupakan hidangan istimewa pada
kesempatan khusus. Makanan yang dihidangkan pada pesta makan terdiri
dari dua jenis: makanan untuk dimakan di tempat pesta, dan makanan yang
berfungsi sebagai hiasan. Panggang ikan tai termasuk dalam makanan
hiasan yang boleh saja dimakan di tempat pesta. Namun, ikan panggang di
pesta sebenarnya lebih merupakan hiasan karena dimaksudkan untuk
FILE VERSI WORDNYA SILAHKAN DOWLOAD DI
www.bisnisbook.wordpress.com
www.ebookloe.wordpress.com
dibawa pulang oleh para tamu sebagai oleh-oleh. Tradisi membawa pulang
makanan pesta sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah berasal dari
zaman Edo dan terus berlanjut hingga sekarang. Selain ikan panggang,
tamu biasanya dipersilakan membawa pulang kinton (biji berangan dan ubi
jalar yang dihaluskan) dan kamaboko.

Masakan yang lahir dari berbagai keanekaragaman di daerah Kanto


disebut masakan Edo atau masakan Kanto. Sebutan masakan Kanto
digunakan untuk membedakannya dari masakan Kansai yang sudah
dikenal orang lebih dulu. Ciri khas masakan Kanto adalah penggunaan
kecap asin (shōyu) sebagai penentu rasa, termasuk untuk makanan berkuah
(shirumono) dan nimono. Tradisi membawa pulang makanan pesta
merupakan alasan penggunaan kecap asin dalam jumlah banyak dalam
masakan Kanto, maksudnya agar rasa tetap enak walaupun sudah dingin.
Berbeda dengan masakan Kanto, masakan Kansai justru tidak terlalu asin
walaupun mengandalkan garam dapur sebagai penentu rasa.

Masakan Kansai adalah sebutan untuk masakan Osaka dan


masakan Kyoto. Berbeda dari budaya Edo yang gemerlap, masakan Kyoto
mencerminkan budaya Kyoto yang elegan. Masakan Kyoto dipengaruhi
masakan kuil Buddha. Ciri khasnya adalah penggunaan banyak sayur-
sayuran, tahu, kembang tahu, namun sedikit makanan laut karena letak
geografis Kyoto yang jauh dari laut. Masakan Kyoto melahirkan cara
memasak dengan bumbu seminimal mungkin agar rasa asli tahu atau
kembang tahu (yang memang sudah "tipis") tidak hilang. Kepandaian
mengolah ikan kering seperti bodara (ikan cod kering) dan migakinishin
(ikan hering kering) menjadi hidangan yang enak merupakan
keistimewaan masakan Kyoto.

Osaka adalah kota tepi laut dengan hasil laut yang melimpah. Oleh
karena itu, masakan Osaka mengenal berbagai cara pengolahan hasil laut.
Makanan laut diolah agar enak untuk langsung dimakan di tempat dan
tidak untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Masakan Osaka tidak
mementingkan rasa makanan kalau sudah dingin karena pada prinsipnya
FILE VERSI WORDNYA SILAHKAN DOWLOAD DI
www.bisnisbook.wordpress.com
www.ebookloe.wordpress.com
"makanan yang habis dimakan". Prinsip masakan Osaka bertolak belakang
dengan prinsip masakan Kanto yang memikirkan rasa makanan kalau
sudah dingin.

C. Kesimpulan

Orang Jepang gemar memakan makanan tradisi mereka. Sebagian


besar acara TV pada waktu petang dikhususkan pada penemuan dan
penghasilan makanan tradisional yang bermutu. Makanan Jepang mencetak
nama di seluruh dunia dengan sushi, yang biasanya dibuat dari pelbagai jenis
ikan mentah yang digabungkan dengan nasi dan wasabi. Sushi memiliki
banyak penggemar di seluruh dunia. Makanan Jepang bertumpu pada
peralihan musim, dengan menghidangkan mi dingin dan sashimi pada musim
panas, sedangkan ramen panas dan shabu-shabu pada musim dingin.

Pada umumnya, bahan-bahan masakan Jepang berupa: beras, hasil


pertanian (sayuran dan kacang-kacangan), dan makanan laut. Bumbu berupa
dashi yang dibuat dari konbu, ikan dan shiitake, ditambah miso dan shōyu.
Berbeda dengan masakan negara-negara lain, makanan Jepang sama sekali
tidak menggunakan bumbu berupa rempah-rempah dari biji-bijian (merica)
atau penyedap yanng mengandung biji (seperti cabai) yang harus ditumbuk
atau dihaluskan. Masakan Jepang juga tidak menggunakan bumbu yang
berbau tajam seperti bawang putih. Kacang kedelai merupakan bahan utama
makanan olahan. Penyedap biasanya berupa sayur-sayuran beraroma harum
yang dipotong-potong halus atau diparut. Masakan Jepang umumnya rendah
lemak, tapi mengandung kadar garam yang tinggi.
FILE VERSI WORDNYA SILAHKAN DOWLOAD DI
www.bisnisbook.wordpress.com
www.ebookloe.wordpress.com

DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia.2007.Mengenal Budaya Jepang. (online), Vol.3No1. http:// id.wikipedia.


org/wiki/Jepang/,diakses 07 Juni 2010.

Wikipedia.2007. Masakan Jepang . (online), Vol.3No1. http:// id.wikipedia.


org/wiki/Jepang/,diakses 07 Juni 2010.
FILE VERSI WORDNYA SILAHKAN DOWLOAD DI
www.bisnisbook.wordpress.com
www.ebookloe.wordpress.com