Anda di halaman 1dari 36

ANALISIS EFEKTIFITAS PERIKLANAN

DENGAN MODEL EPIC (STUDI KASUS PADA


SURAT KABAR PADANG EKSPRES)

Oleh :
RUSTIANI
04 12 4269
Latar Belakang Masalah
 Perkembangan zaman dewasa ini memperlihatkan peningkatan
yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan munculnya
alternatif baru dalam dunia usaha di Indonesia yang dikenal
dengan nama media cetak atau informasi melalui surat kabar
atau koran. Perkembangan secara langsung dan tidak
langsung akan membawa pengaruh bagi perkembangan
ekonomi, seperti menciptakan lapangan kerja, memperlancar
dan mempercepat serta pertumbuhan dunia usaha.
 Kehadiran media cetak di Indonesia juga merupakan hal yang
penting bagi masyarakat Indonesia, maka lahir dan tumbuh
kembangnya media cetak tersebut digilirkan sejalan dengan
kebutuhan serta kegunaan masyarakat disamping memiliki
kesamaan dengan media informasi lainnya.
 Pada media cetak di Indonesia semakin nyata dirasakan
untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Ini dibuktikan
dengan eksis dan tersebarnya Koran Padang Ekspres
Terandam Padang. Seiring dengan cepatnya tingkat
perkembangan media cetak di Indonesia dengan indikator di
atas dan lainnya, akan membawa konsekuensi logis, yaitu
semakin luasnya upaya memasarkan dan mengenalkan media
cetak kepada masyarakat Indonesia.
 Perkembangan media cetak di Sumatra Barat dari waktu ke waktu
semakin memperlihatkan peningkatan. Hal ini ditandai dengan
banyaknya minat konsumen untuk mendapat informasi. Di tengah
meningkatnya pertumbuhan media cetak di Kota Padang, Koran
Padang Ekspres berupaya untuk memperkenalkan dan memberikan
pemahaman tentang media cetak dan produk-produk yang ada di
dalam media cetak koran Padang Ekspres.

 Untuk lebih jauh mengenalkan produk-produk ini kepada masyarakat


kota Padang, salah satu upaya yang sudah dan yang akan dilakukan
oleh media cetak koran Padang Ekspres adalah dengan menggunakan
sarana periklanan (advertising). Periklanan merupakan salah satu dari
alat yang paling umum digunakan perusahaan untuk mengarahkan
komunikasi persuasif pada pembeli sarana dan masyarakat
(Kotler:1997).
 Kegiatan periklanan yang paling efektif dipandang mampu
mempengaruhi kecenderungan mengkonsumsi dalam masyarakat.
Periklanan yang efektif akan mengubah pengetahuan publik mengenai
ketersediaan karakteristik beberapa produk yang ditawarkan oleh
beberapa perusahaan dan membandingkan keunggulan suatu produk
yang lain. Ini ditujukan untuk mempengaruhi perasaan, pengetahuan,
kepercayaan sikap dan citra konsumen yang berkaitan dengan suatu
produk atau merek. Tujuan ini bermuara pada upaya mempengaruhi
perilaku konsumen dalam memberikan penilaian dan pembelian suatu
produk. Iklan yang secara tidak langsung akan menjalin hubungan
antar perusahaan dengan konsumen dan sebagai usaha dalam
menghadapi persaingan. Media cetak menggunakan koran Padang
ekspres sebagai instrumen atau alat untuk mencari informasi.
Sehingga keberadaan produk media cetak Padang ekspres menjadi
cukup penting dan berpengaruh nantinya terhadap masyarakat
Indonesia.
 Perkembangan media cetak di Sumatra Barat dari waktu ke
waktu semakin memperlihatkan peningkatan. Hal ini ditandai
dengan banyaknya minat konsumen untuk mendapat
informasi. Di tengah meningkatnya pertumbuhan media cetak
di Kota Padang, Koran Padang Ekspres berupaya untuk
memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang media
cetak dan produk-produk yang ada di dalam media cetak
koran Padang Ekspres.

 Untuk lebih jauh mengenalkan produk-produk ini kepada


masyarakat kota Padang, salah satu upaya yang sudah dan
yang akan dilakukan oleh media cetak koran Padang Ekspres
adalah dengan menggunakan sarana periklanan (advertising).
Periklanan merupakan salah satu dari alat yang paling umum
digunakan perusahaa

Perumusan Masalah
 “apakah ANALISIS EFEKTIFITAS PERIKLANAN DENGAN
MODEL EPIC (STUDI KASUS PADA SURAT KABAR
PADANG EKSPRES), Dapat menentukan efektifitas
periklanan yang tepat dalam meningkatkan penjualan
Koran Padang Ekspres pada masa sekarang dan masa yang
akan datang
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Bertitik tolak pada permasalahan yang telah dikemukakan
sebelumnya maka penelitian ini bertujuan untuk:

 Mengetahui sejauh mana efektifitas periklanan yang dilakukan oleh


Padang Ekspres
 Mengetahui dan mengklasifikasikan unsur-unsur yang memiliki
kelemahan dan unsur-unsur yang memiliki kekuatan yang terdapat
dalam periklanan yang dilakukan oleh Koran Padang Ekspres.

Adapun manfaat dari hasil penelitian ini adalah:


 Bagi peneliti diharapkan mampu menerapkan konsep atau teori
yang diperoleh dari perkuliahan dengan kondisi realisasi yang telah
ada dan membandingkan antara teori dengan realitas yang ada,
apakah relevan atau tidak.
 Bagi Koran Padang Ekspres
 Dapat mengetahui langsung dari konsumen apakah iklan selama ini
efektif atau tidak.
 Dapat mengidentifikasi kelemahan unsur-unsur yang terdapat di
dalam iklan yang dilakukan selama ini.
 Dapat merencanakan iklan pada masa yang akan datang lebih efektif
dan diterima baik oleh konsumen.
Ruang Lingkup Pembahasan
 Permasalahan yang akan dibahas
hanya efektifitas periklanan dengan
model epic dalam menyampaikan
informasi produk media cetak koran
Padang Ekspres Jl Proklamasi No. 8
A-B Padang.
Efektifitas
 Efektifitas berasal dari kata efektif, dimana menurut Peter F.
Druckr (2006) efektif adalah mengerjakan pekerjaan yang
benar. Efektifitas merupakan ukuran prestasi manajemen
dalam kegiatan-kegiatan yang diperlukan agar sasaran
organisasi tercapai. Jadi efektifitas yang dimaksud disini adalah
kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh suatu organisasi yang
dianggap dapat mencapai organisasi itu sendiri.
Periklanan
 Periklanan adalah “Segala bentuk penyajian dan promosi ide,
barang atau jasa secara non personal oleh suatu sponsor
tertentu yang memerlukan pembayaran” (Kotler : 2000).
 Sedangkan menurut (Siegel : 2003), periklanan adalah
“Sebuah alat jual yang dibutuhkan oleh setiap usaha dari yang
terbesar sampai yang terkecil”. Kemudian menurut (Durianto :
2003), kata iklan (advertising) berasal dari kata Yunani yang
artinya kurang lebih adalah mengiringi orang pada gagasan
secara umum, iklan berwujud penyajian informasi non personal
tentang suatu produk, merek, perusahaan atau toko yang
dijalankan dengan kompensasi biaya tertentu. Dengan
demikian, iklan merupakan suatu proses komunikasi yang
bertujuan untuk mengambil tindakan yang menguntungkan
bagi pihak pembuat iklan..
Tujuan Iklan Bagi Perusahaan
Menurut (Kotler : 2003), tujuan periklanan
yang berkaitan dengan sasarannya dapat
dikelompokkan sebagai berikut :
 Iklan untuk memberikan informasi
(informative) kepada khalayak tentang
seluk beluk suatu produk.
 Iklan untuk membujuk (persuasive)
dilakukan dalam tahap kompetitif
 Iklan untuk mengingatkan (reminding)
yaitu untuk menyegarkan informasi yang
telah diterima masyarakat.
Berbagai Kemungkinan Tujuan
Periklanan
Untuk menginformasikan

•Memberitahukan pasar tentang suatu •Menjelaskan pelayanan yang tersedia.


produk baru. Mengoreksi pesan yang salah.
Memberitahukan pasar tentang perubahan Mengurangi kecemasan pembeli.
harga. Membangun citra perusahaan.
Menjelaskan cara kerja suatu produk.
Untuk membujuk
•Membentuk preferensi merek. •Membujuk pembeli untuk membeli
Mendorong ahli merk. sekarang.
Mengubah persepsi pembeli tentang Membujuk pembeli untuk menerima
atribut produk kunjungan penjualan.
Untuk mengingatkan
•Mengingatkan pembeli bahwa produk •Membuat pembeli tetap ingat produk
tersebut mungkin akan dibutuhkan itu walau tidak musimnya
dikemudian hari.  Mempertahankan kesadaran puncak
Mengingatkan pembeli dimana dapat
membelinya.
Manajemen Periklanan
Ada lima langkah yang perlu diperhatikan dalam
menyusun suatu program periklanan yang juga
disebut dengan 5 M (Kotler : 2003) yakni :
 Mission (misi) yaitu tujuan dari periklanan
 Money (uang) yaitu besarnya pengeluaran untuk
periklanan
 Message (pesan) yaitu pesan apa yang akan
disampaikan
 Media (media) yaitu media apa yang seharusnya
digunakan
 Measurement (pengukuran) yaitu bagaimana
seharusnya hasil periklanan itu dievaluasi.
Sasaran Iklan Merupakan
Keputusan Strategi
Dalam mengambil keputusan untuk periklanan maka harus diketahui :
 Siapa khalayak sasaran Koran Padang Ekspres
 Apa saja iklan yang akan digunakan
 Bagaimana menjangkau pelanggan/melalui jenis media apa yang
digunakan
 Apa yang akan disampaikan kepada mereka
 Siapa yang akan mengerjakannya, apakah bagian iklan perusahaan
sendiri atau biro iklan luar

Manajemen pemasaran dapat menetapkan sasaran-sasaran spesifik


sebagai berikut :
 Membantu memperkenalkan produk baru kepada sasaran spesifik
 Membantu memposisikan merek atau bauran pemasaran perusahaan
dengan menginformasikan dan meyakinkan pelanggan sasaran atau
perantara tentang manfaat-manfaatnya.
 Membantu mendapatkan outlet yang sesuai dan memberitahu pelanggan
dimana mereka dapat membeli
 Merintis jalan bagi wira niaga
 Mendorong tindakan membeli segera
 Membantu pembeli menguatkan keputusan pembelian mereka.
Jasa
 Kotler Philip (2002), mendefenisikan jasa sebagai
berikut :
 “Setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan
oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada
dasarnya tidak berujud dan tidak mengakibatkan
kepemilikan apapun, produksinya dapat dikaitkan
atau tidak dikaitkan pada suatu produk fisik”.

Jasa mempunyai 4 ciri yang harus diperhatikan,
yaitu :
 Tidak bisa diraba.
 Tidak terpisahkan
 Ketidak tepatan
 Bisa hancur
Proses Iklan Efektif
Pendekatan yang digunakan adalah “efek enam
tahap” yang diperkenalkan oleh Rossister dan Percy
(1987 : 15) dengan urutan sebagai berikut :
 Penampilan adalah upaya produsen menetapkan
masa.
 Proses penampilan belum bisa menghasilkan apa-apa.
 Efek komunikasi.
 Tindakan khalayak sasaran.
 Penjualan atau pangsa pasar.
 Laba dibutuhkan sebagai sarana untuk hidup jangka
panjang
Surat Kabar
Media komunikasi masa yang diterbitkan secara berkala dan
bersenyawa dengan kemajuan teknologi pada massanya dalam
menyajikan tulisan berupa berita, feature, pendapat, cerita rekaan
( fisik ), dan bentuk karangan yang lain, serta memperoleh berita
dari sumber yang tepat untuk disampaikan secepat dan selengkap
mungkin kepada para pembacanya”. (Ensiklopedi, 1991,p.431 ).

Ciri surat kabar adalah sebagai berikut ( Effendi, 2001, p , 154-155 )


 Publisitas
 Universalitas
 Aktualitas
 Periodisitas

Ditinjau dari ilmu komunikasi sifat surat kabar adalah sebagai berikut
(Effendi, 2001.p.155-156 ) :
 Terekam
 Menibulkan perangkat mental secara aktif
Efek surat kabar
Tujuan komunikasi melalui media surat kabar dapat
dirumuskan sebagai berikut (Effendi, 2001.p.157-
158):
 Agar pembaca meningkat intelektualnya
 Agar pembaca berubah sifat dan perilakunya
 Agar pembaca tahu
Konsep Teori Epic Model
 Dimensi yang terdapat dalam Model Epic tersebut
mempunyai arti tersendiri yaitu:
 Dimensi Empaty ( empathy )
 Dimensi Persuasif ( persuasion )
 Dimensi Dampak ( Impact )
 Dimensi komunikasi ( communication )
Kerangka Pemikiran
 Seperti dikatakan seorang ahli yaitu Ac Nilsen, bahwa
dalam membahas efektifitas suatu iklan dalam produk
yang terjadi antara persepsi konsumen dan manajemen
dapat menimbulkan suatu ide – ide baru dalam
menciptakan suatu prodak itu sendiri.

Hipotesis
 Dengan bertitik tolak dari perumusan masalah maka
dapat ditentukan hipotesis yaitu diduga dengan
model epic dapat berpengaruh kepada efektivitas
periklanan pada surat Padang Ekspres.
METODOLOGI PENELITIAN
1.
1. Objek
ObjekPenelitian
Penelitian
efektifitas
efektifitas periklanan
periklanan dalam
dalam
menyampaikan
menyampaikan informasi Produk
informasi Produk
Surat
SuratKabar
KabarPadang
Padang Ekspres.
Ekspres.
2.2.JENIS
JENISPenelitian
Penelitian
bersifat
bersifatsurvey
surveydengan
denganpendekatan
pendekatan
kuantitatif,
kuantitatif,
3.
3.POPULASI
POPULASI DAN
DAN SAMPEL
SAMPEL
METODOLOGI
METODOLOGI Populasi adalah seluruh konsumen yang membaca dan
Populasi adalah seluruh konsumen yang membaca dan
membeli surat kabar Padang Ekspres pada tempat-
PENELITIAN
PENELITIAN membeli surat kabar Padang Ekspres pada tempat-
tempat penjualan surat kabar. pengambilan sampel
tempat penjualan surat kabar. pengambilan sampel
secara nonprobabilitas yaitu dengan menggunakan
secara nonprobabilitas yaitu dengan menggunakan
convenience
conveniencesampling.
sampling.Convinience
Conviniencesampling
samplingatau
atau
pengambilan
pengambilansampel
sampelsecara
secaranyaman
nyamandilakukan
dilakukan
dengan
denganmemilih
memilihsampel
sampelbebas
bebassekehendak
sekehendak
perisetnya. Jumlah sampel menggunakan sampel
perisetnya. Jumlah sampel menggunakan sampel
besar yaitu > 30 (Djarwanto: 1999) yaitu 72 orang,
besar yaitu > 30 (Djarwanto: 1999) yaitu 72 orang,

4.4.Jenis
Jenisdan
danSumber
SumberData
Data
data
dataprimer
primerdan
dandata
datasekunder
sekunder
5.
5.Metode
MetodePengumpulan
PengumpulanData
Data
Riset
Risetkepustakaan
kepustakaan(Library
(LibraryResearch)
Research)
Riset lapangan (Field Research)
Riset lapangan (Field Research)
METODOLOGI PENELITIAN
6.6.VARIABEL
VARIABELPENELITIAN
PENELITIAN
Variabel
VariabelBebas
Bebas(independent
(independentVariabel)
Variabel)::
variabel
variabelyang
yangmempengaruhi,
mempengaruhi,YangYangmenjadi
menjadi
variabel
variabel bebas dalam penelitian berupa::X1
bebas dalam penelitian berupa X1==
aspek
aspekempati,
empati,X2X2==aspek
aspek persuasi,
persuasi,X3
X3
==aspek impact, X4 = aspek
aspek impact, X4 = aspek
komunikasi
komunikasi
Variabel
VariabelTerikat
Terikat(Dependent
(DependentVariabel)
Variabel): :
variabel
variabelyang
yangdipengaruhi,
dipengaruhi,Dalam
Dalampenelitian
penelitian
ini variabel terikatnya : Y = efektifitas
ini variabel terikatnya : Y = efektifitas
periklanan
periklanan
  
METODOLOGI
METODOLOGI 66. Defenisi Operasional Variabel Penelitian daN
. Defenisi Operasional Variabel Penelitian daN
PENELITIAN
PENELITIAN Skala
SkalaPengukuran
Pengukuran
Definisi
Definisi OperasionalVariabel
Operasional Variabelpenelitian
penelitian
Dimensi
Dimensiempaty
empaty( (empathy
empathy) )
Dimensi persuasi ( persuation )
Dimensi persuasi ( persuation )
Dimensi dampak ( impact )
Dimensi dampak ( impact )
Dimensi komunikasi ( Comunication)
Dimensi komunikasi ( Comunication)
Skala
SkalaPengukuran
Pengukuran
Berdasarkan
BerdasarkanSkala
SkalaLikert
Likertadapun
adapunskor
skorjawabannya
jawabannyaadalah
adalah
sebagai
sebagaiberikut
berikut: :
1 Jawaban sangat setuju, diberi skor 5
1 Jawaban sangat setuju, diberi skor 5
2 Jawaban setuju, diberi skor 4
2 Jawaban setuju, diberi skor 4
3 Jawaban cukup setuju, diberi skor 3
3 Jawaban cukup setuju, diberi skor 3
44 Jawaban
Jawabantidak
tidaksetuju,
setuju,diberi
diberiskor
skor22
55 Jawaban
Jawabansangat
sangattidak
tidaksetuju,
setuju,diberi
diberiskor
skor11
Uji Validitas dan Uji
Reliabilitas
 Uji Validitas
 Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah
disusun benar-benar mampu mengukur apa yang harus diukur. Pengujian
validitas tiap butir digunakan analisis item, yaitu mengkorelasikan skor tiap
butir dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir (corrected
item total correlation) yang penyelesaiannya dilakukan dengan
menggunakan program SPSS 15.0. Uji validitas dilakukan dengan
membandingkan antara r hitung dengan r tabel. Butir-butir instrumen
dianggap valid apabila koefisien korelasi (r hitung) > r kritis (0,30)
(Sugiyono dan wibowo, 2004).
 Uji Reliabilitas (Test of Reliabilitas)
 Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui apakah alat pengumpul data
pada dasarnya menunjukkan tingkat ketepatan, keakuratan kestabilan atau
konsistensi alat tersebut dalam mengunkapkan gejala-gejala tertentu dari
sekelompok individu, walaupun dilakukan pada waktu yang berbeda.
Rumus yang dipakai adalah untuk menguji reliabilitas dalam penelitian
adalah Cronbach’ Alpha. Secara umum keandalan kurang dari 0,60
dianggap buruk. Keandalan dalam kisaran 0,70 bisa diterima, dan lebih dari
0,80 adalah baik (Sekaran, 2006).
Metode Analisis Data
 Analisa Kualitatif
 Analisa Kuantitatif

Dalam melakukan pengujian hipotesis, penulis melaksanakan


tahap pengujian sebagai berikut :
Uji Regresi Linear Berganda
y = a + b1. x1 + b2 . x2 + b3 + b4 . x4
Dimana:
y = efektifitas periklanan
x1 = aspek empati
x2 = aspek persuasi
x3 = aspek impact
x4 = aspek komunikasi
b1 = koefisien regresi aspek empati
b2 = koefisien regresi aspek persuasi
b3 = koefisien regresi aspek impact
b4 = koefisien regresi aspek komunikasi
a = bilangan konstanta
 Uji t-Statistik
 uji t-statistik adalah uji yang digunakan untuk melihat pengaruh variabel independen
terhadap variabel dependen secara parsial.

Kriteria Keputusannya adalah :


 Jika t hitung > t table, dan sig < α (alpha) maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti
terdapat pengaruh signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen
secara individu.
 Jika t hitung < t table, dan sig > α (alpha) maka H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti
tdak terdapat pengaruh signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen
secara individu.
 Taraf signifikan = 5 %
 Derajat kebebasan (df) = n – 5

ketentuan hipotesa sebagai berikut:


 H0 : ts < 0 : menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara model epic dengan
efektifitas periklanan
 Ha : ts > 0 : menunjukkan terdapat pengaruh antara model epic dengan efektifitas
periklanan
 Uji Koefisien Determinasi (R²)
 Koefisien determinasi R2 digunakan untuk mengetahui berapa persen Variasi
Variabel Dependent dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen. Nilai R² ini
terletak antara 0 dan 1. Bila nilai R² mendekati 0, berati sedikit sekali variasi variable
depanden yang diterangkan oleh variable independen. Jika nilai R² bergerak mendekati
1 berati semakin besar variasi variable dependen yang dapat diterangkan oleh variable
Independen.jika ternyata dalam perhitungan nilai R² sama dengan 0 maka ini
menunjukan bahwa variable dependen tidak bisa dijelaskan oleh variable independent.
 Melakukan uji F-Statistik
 Merupakan pengujian hipotesis yang digunakan untuk membuktikan pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen secara bersama-sama

Kriteria keputusan yang digunakan dalam penelitian ini adalah:


 Jika nilai signifikan < α maka keputusan adalah Ho ditolak dan Ha diterima berarti
variabel independen (model epic berupa aspek empati, persuasi, impact dan komunikasi)
berpengaruh signifikan terhadap efektifitas periklanan surat kabar padang ekspres.
 Jika nilai > α maka keputusannya adalah Ho diterima Ha ditolak berarti variabel
independen (model epic berupa aspek empati, persuasi, impact dan komunikasi) tidak
berpengaruh signifikan terhadap efektifitas periklanan surat kabar padang ekspres.
HASIL DAN PEMBAHASAN

 Uji Validitas

No. Variabel Jumlah Item Valid Item


1. Aspek Empati (X1) 4 4
2. Aspek Persuasi (X2) 5 5
3. Aspek Impact (X3) 5 5
4. Aspek Komunikasi (X4) 4 4
5. Efektifitas Periklanan (Y) 4 4
Sumber : data primer diolah

 Uji Validitas Hasil Uji


Reliabilitas
Jumlah Cronbach
No Variabel Keterangan
Item Alpha
1. Aspek Empati (X1) 4 0.778 Bisa diterima
2. Aspek Persuasi (X2) 5 0.710 Bisa diterima
3. Aspek Impact (X3) 5 0.743 Bisa diterima
4. Aspek Komunikasi (X4) 4 0.925 Baik
5. Efektifitas Periklanan (Y) 4 0.730 Bisa diterima
Sumber : data primer diolah
Deskriptif Statistik
Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation


aspek empati (x1) 72 3.00 5.00 4.0729 .51975
aspek persuasi (x2) 72 3.00 5.00 3.9472 .57751
aspek impact (x3) 72 3.00 5.00 3.8556 .61915
aspek komunikasi (x4) 72 3.00 5.00 4.2222 .58526
efektifitas periklanan (Y) 72 3.00 5.00 4.0972 .50273
Valid N (listwise) 72

Karakteristik Responden
Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentase (%)


1 Laki-laki 49 68.1
2 Perempuan 23 31.9
Jumlah 72 100
Sumber : Data Primer
Berdasarkan Umur
No Umur Jumlah (orang) Persentase (%)
1 20 – 30 Thn 19 26.4
2 31 – 40 Thn 24 33.3
3 > 40 Thn 29 40.3
Jumlah 72 100
Sumber : Data Primer

Berdasarkan Pekerjaan
No Pekerjaan Jumlah (orang) Persentase (%)
1 Mahasiswa 8 11.1
2 Pegawai 33 45.8
3 Wirausaha 21 29.2
4 Lain-lain 10 13.9
Total 72 100
Sumber : Data Primer

rdasarkan Pelanggan Surat Kabar Padang Ekspres


Pelanggan Surat Kabar Padang
No Jumlah (orang) Persentase (%)
Ekspres
1 Ya 47 65.3
2 Tidak 25 34.7
Total 72 100
Sumber : Data Primer
 Variabel Aspek Empati (X1)
Distribusi Frekuensi Skor Jawaban Variabel Aspek Empati
Studi Kasus Pada Surat Kabar Padang Ekspres
Jawaban Responden Rata Rata
Pertanyaan
No CS X
Aspek Empati STS TS S SS
Anda sangat menyukai iklan pada kabar
1 12 44 16 4.06
ekspres
Iklan pada kabar ekspres banyak disukai
2 15 43 14 3.99
masyarakat
Setujukah anda bahwa iklan pada kabar
3 ekspres sangat menarik perhatian 21 34 17 3.94

Iklan pada kabar ekspres termasuk iklan


4 9 32 31 4.31
yang baik
Sumber :data primer yang diolah
 Variabel Aspek Persuasi (X2)

Distribusi Frekuensi Skor Jawaban Variabel Aspek Persuasi


Studi Kasus Pada Surat Kabar Padang Ekspres
Jawaban Responden Rata Rata
Pertanyaan
No CS X
Aspek Persuasi STS TS S SS
1 Iklan-iklan kabar ekspres sangat menarik 4 12 37 19 3.99
Keinginan masyarakat untuk memiliki
2 9 20 30 13 3.65
kabar ekspres sangat besar
Ciri khas produk kabar ekspres sudah
3 tercermin secara tidak langsung dalam 5 8 34 25 4.10
iklannya
Anda sangat tertarik dengan iklan kabar
4 8 5 40 19 3.97
ekspres
Iklan produk kabar ekspres memiliki
5 1 16 35 20 4.03
karakter yang sangat kuat
Sumber :data primer yang diolah
 Variabel Aspek Impact (X3)
Distribusi Frekuensi Skor Jawaban Variabel Aspek Impact
Studi Kasus Pada Surat Kabar Padang Ekspres
Jawaban Responden Rata
Pertanyaan
No CS Rata X
Aspek Impact STS TS S SS
Anda sangat mengenal iklan yang
1 9 45 18 4.13
ditawarkan oleh kabar ekspres
2 Iklan kabar ekspres lebih kreatif 19 15 25 13 3.44
Melalui iklannya kabar ekspres sudah
3 menunjukkan kelebihannya terutama 2 11 39 20 4.07
dari segi produk iklannya
kabar ekspres secara tidak langsung
4 sudah melibatkan pelanggannya dalam 19 5 32 16 3.63
memasang iklan
Produk kabar ekspres yang ditawarkan
5 dapat menarik pelanggan sebanyak 1 18 32 21 4.01
mungkin
Sumber :data primer yang diolah

 Variabel Aspek Komunikasi (X4)


Distribusi Frekuensi Skor Jawaban Variabel Aspek Komunikasi
Studi Kasus Pada Surat Kabar Padang Ekspres
Jawaban Responden Rata Rata
Pertanyaan
No CS X
Aspek Komunikasi STS TS S SS
1
Iklan kabar ekspres cukup jelas 7 43 22 4.21
kabar mampu mengkomunikasikan
2 pesan yang disampaikan melalui iklan 7 40 25 4.25
ekspres
Iklan kabar yang ditawarkan sangat
3 15 36 21 4.08
mudah dimengerti
Informasi mengenai kabar ekspres yang
4 ditawarkan secara lengkap tercantum 7 33 32 4.35
dalam
Sumber :data iklannya
primer yang diolah
 Variabel Efektifitas Periklanan (Y)
Distribusi Frekuensi Skor Jawaban Variabel Efektifitas Periklanan
Studi Kasus Pada Surat Kabar Padang Ekspres

Jawaban Responden Rata


Pertanyaan
No CS Rata X
Efektifitas Periklanan STS TS S SS
Iklan pada kabar ekspres mampu
1 memberikan kepuasan pada 20 38 14 3.92
masyarakat
kabar ekspres memiliki cirri khas
2 1 18 32 21 4.01
produk yang menarik
Anda sangat mengenal produk
3 7 43 22 4.21
yang ditawarkan oleh kabar ekspres
kabar ekspres mampu memberikan
4 pesan yang jelas melalui iklan 7 40 25 4.25
ekspres

Sumber :data primer yang diolah


Pembahasan Hasil Analisa Regresi
Linear Berganda
Rangkuman Hasil Empiris Penelitian

Variabel Bebas Koefisien Regresi Konstanta


Aspek Empati (X1) 0.339
Aspek Persuasi (X2) 0.111
Aspek Impact (X3) 0.351 -0.298
Aspek Komunikasi (X4) 0.289
Sumber : data primer yang diolah
Dari data diatas dapat dibuat persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :
Y = a + b1x1 + b2x2 + b3x3 + b4x4
= -0.298 + 0.339 x1 + 0.111 x2 + 0.351 x3 + 0.289 x4
Dimana :
 Y = Efektifitas Periklanan
 a = konstanta
 b1, b2,b3,b4 = koefisien regresi
 x1 = aspek empati
 x2 = aspek persuasi
 x3 = aspek impact
 x4 = aspek komunikasi
 Uji Parsial Dengan T- Test
Hasil pegujian hipotesis untuk
Uji parsial dengan T- Test
Variabel Bebas T – Hitung Probabilitas Keterangan

Aspek Empati (X1) 2.352 0.022 Signifikan


Aspek Persuasi (X2) 2.045 0.045 Signifikan
Aspek Impact (X3) 6.952 0.000 Signifikan
 Dengan menggunakanAspek
t-test, Komunikasi
diperoleh nilai (X4)
t hitung variabel X1
2.261 aspek empati
0.027sebesar 2.352 sedangkan t tabel pada taraf
Signifikan
kepercayaan 95% (signifikansi 5% atau 0,05) dan derajat bebas (df) = N-k-1 = 72-4-1 = 67 dimana N = jumlah sampel, dan k =
jumlah variabel independen adalah sebesar 1.996 dengan T table =T1.996
demikian hitung = 2.352 > T tabel = 1,996 dan nilai signifikansi
sebesar 0,022 (sig < 0,05). Berdasarkan analisis di atas disimpulkan bahwa aspek empati berpengaruh signifikan terhadap
Sumber : data primer yang diolah
efektifitas periklanan sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan Ha diterima, sehingga hipotesis ini telah teruji secara empiris.
 Sedangkan, diperoleh nilai t hitung variabel X2 aspek persuasi sebesar 2.045 sedangkan t tabel adalah sebesar 1.996
dengan demikian T hitung = 2.045 > T tabel = 1.996 dan nilai signifikansi sebesar 0,045 (sig < 0,05). Berdasarkan analisis di
atas disimpulkan bahwa aspek persuasi berpengaruh signifikan terhadap efektifitas periklanan sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak
dan Ha diterima, sehingga hipotesis ini telah teruji secara empiris.
 Kemudian, diperoleh nilai t hitung variabel X3 aspek impact sebesar 6.952 sedangkan t tabel adalah sebesar 1.996 dengan
demikian T hitung = 6.952 > T tabel = 1.996 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (sig < 0,05). Berdasarkan analisis di atas
disimpulkan bahwa aspek impact berpengaruh signifikan terhadap efektifitas periklanan sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan Ha
diterima, sehingga hipotesis ini telah teruji secara empiris.
 Setelah itu, diperoleh nilai t hitung variabel X4 aspek komunikasi sebesar 2.261 sedangkan t tabel adalah sebesar 1.996
dengan demikian T hitung = 2.261 > T tabel = 1.996 dan nilai signifikansi sebesar 0,027 (sig < 0,05). Berdasarkan analisis di
atas disimpulkan bahwa aspek komunikasi juga berpengaruh signifikan terhadap efektifitas periklanan sehingga hipotesis nol (Ho)
ditolak dan Ha diterima, sehingga hipotesis ini telah teruji secara empiris.
 Uji Simultan Dengan F-Test (Anovab)
Hasil Pegujian Hipotesis Untuk
Uji Simultan Dengan F- Test
ANOVAb

Sum of
Model Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 13.351 4 3.338 48.689 .000a
Residual 4.593 67 .069
Total 17.944 71
a. Predictors: (Constant), aspek komunikasi (x4), aspek impact (x3), aspek persuasi
(x2), aspek empati (x1)
b. Dependent Variable: efektifitas periklanan (Y)

Sumber : data primer yang diolah


 Uji signifikansi simultan / bersama-sama (uji statistik F) menghasilkan nilai
F hitung sebesar 48.689. Pada derajat bebas 1 (df1) = jumlah variabel – 1
= 5-1 = 4, dan derajat bebas 2 (df2) = n-k-1 = 72-4-1= 67, dimana n =
jumlah sampel, k = jumlah variabel independen, nilai f tabel pada taraf
kepercayaan signifikansi 0,05 adalah 2.509 dengam demikian F hitung =
48.689 > F tabel = 2.509 dengan tingkat signifikansi 0,000. karena
probabilitasnya signifikansi jauh lebih kecil dari sig < 0,05, maka model
regresi dapat dipergunakan untuk memprediksi efektifitas periklanan pada
surat kabar padang ekspres atau dapat dikatakan bahwa Aspek Empati
(X1), Aspek Persuasi (X2), Aspek Impact (X3) dan Aspek Komunikasi (X4)
secara bersama-sama berpengaruh terhadap efektifitas periklanan pada
surat kabar padang ekspres.
Uji Koefisien Determinasi (R Square)
Hasil Pengujian Untuk
Uji Koefisien Determinasi (R Square)

Model Summaryb

Change Statistics
Adjusted Std. Error of R Square Durbin-
Model R R Square R Square the Estimate Change F Change df1 df2 Sig. F Change Watson
1 .863a .744 .729 .26183 .744 48.689 4 67 .000 1.828
a. Predictors: (Constant), aspek komunikasi (x4), aspek impact (x3), aspek persuasi (x2), aspek empati (x1)
b. Dependent Variable: efektifitas periklanan (Y)

 Korelasi itu berarti hubungan, begitu pula analisis korelasi yaitu suatu analisis yang
digunakan untuk melihat hubungan antara dua variabel. Nugroho (2005), uji korelasi tidak
membedakan jenis variabel (tidak ada variabel dependent maupaun independent). Nilai korelasi
dapat dikelompokkan dalam Nugroho, (2005) sebagai berikut : 0,41 s/d 0,70 korelasi keeratan
kuat, 0,71 s/d 0,90 sangat kuat dan 0,91 s/d 0,99 sangat kuat sekali dan jika 1 berarti
sempurna, pada hasil penelitian ditemukan bahwa hubungan antara model epic dengan
efektifitas periklanan adalah sangat kuat sebesar (r = 0,863).
 Koefisien determinasi atau angka R square adalah sebesar 0,744. Nugroho (2005),
menyatakan untuk regresi linear berganda sebaiknya menggunakan R square yang sudah
disesuaikan atau tertulis Adjusted R square, karena disesuaikan dengan jumlah variabel
independen yang digunakan, dimana jika variabel independent 1 (satu) maka menggunakan R
square dan jika telah melebihi 1 (satu) menggunakan adjusted R square . Adjusted R square
adalah sebesar 0,729 hal ini berarti 72.9% dari variasi variabel dependent efektifitas periklanan
pada surat kabar padang ekspres yang dapat dijelaskan oleh variabel independent model epic
berupa aspek empati, persuasi, impact dan komunikasi sedangkan sisanya sebesar 0,271 atau
27.1% (1- 0,729 atau 100% - 72.9%) dijelaskan oleh Variabel-variabel lain diluar variabel
yang ada. Tetapi nilai variabel lain ini kecil yaitu sebesar 27.1%. Nilai R Square berkisar pada
angka 0 sampai 1, dengan catatan semakin kecil angka R square, semakin lemah hubungan
kedua variabel (begitu juga sebaliknya).
Implikasi Penelitian

 Dari hasil penemuan yang diperoleh memberikan


indikasi bahwa model epic berupa aspek empati, aspek
persuasi, aspek impact dan aspek komunikasi
memberikan pengaruh terhadap efektifitas periklanan
pada surat kabar padang ekspres.. Hal ini sesuai dengan
hipotesa yang dikemukakan sebelumnya, dimana diduga
model epic dapat berpengaruh kepada efektifitas
periklanan pada surat kabar Padang Ekspres dengan
kata jika model epic mengalami peningkatan maka
efektifitas periklanan pada surat kabar padang ekspres
juga akan mengalami peningkatan.
KESIMPULAN
 Secara parsial variabel model epic yang meliputi aspek empati, aspek persuasi, aspek impact dan
aspek komunikasi berpengaruh signifikan terhadap efektifitas periklanan pada surat kabar padang
ekspres.
 Secara bersama-sama variabel model epic yang meliputi aspek empati, aspek persuasi, aspek impact
dan aspek komunikasi mempengaruhi efektifitas periklanan pada surat kabar padang ekspres
 Dari keempat variabel model epic tersebut variabel aspek impact (X3) yang merupakan variabel yang
paling dominan / besar pengaruhnya terhadap efektifitas periklanan surat kabar padang ekspres,
kemudian selanjutnya dipengaruhi oleh empati (X1), setelah itu dipengaruhi komunikasi (X4), dan
sementara untuk persuasi (X2) berada pada urutan paling akhir mempengaruhi efektifitas periklanan,
dimana untuk menentukan mana yang paling dominan diurutkan sampai yang terkecil dilihat dari nilai
koefisien regresi yang dimiliki masing-masing variabel.
 Hubungan antara model epic dengan efektifitas periklanan adalah sangat kuat sebesar (r = 0,863)
dan Koefisien determinasi atau angka R square adalah sebesar 0,744. Nugroho (2005), menyatakan
untuk regresi linear berganda sebaiknya menggunakan R square yang sudah disesuaikan atau tertulis
Adjusted R square, karena disesuaikan dengan jumlah variabel independen yang digunakan, dimana
jika variabel independent 1 (satu) maka menggunakan R square dan jika telah melebihi 1 (satu)
menggunakan adjusted R square . Adjusted R square adalah sebesar 0,729 hal ini berarti 72.9% dari
variasi variabel dependent efektifitas periklanan pada surat kabar padang ekspres yang dapat
dijelaskan oleh variabel independent model epic berupa aspek empati, persuasi, impact dan
komunikasi sedangkan sisanya sebesar 0,271 atau 27.1% (1- 0,729 atau 100% - 72.9%) dijelaskan
oleh Variabel-variabel lain diluar variabel yang ada. Tetapi nilai variabel lain ini kecil yaitu sebesar
27.1%.
SARAN
 Surat Kabar Padang Ekspres khususnya sebaiknya senantiasa mempertahankan dan meningkatkan
aspek impact. Hal ini disebabkan oleh variabel aspek impact merupakan variabel yang paling kuat dan
dominan berpengaruh terhadap efektifitas periklanan pada surat kabar padang ekspres dan variabel
tersebut dapat dikendalikan secara langsung oleh perusahaan terutama oleh bagian pembuatan iklan.
Upaya peningkatan efektifitas periklanan melalui aspek impact dapat dilakukan melalui peningkatan
intensitas kegiatan kegiatan yang berhubungan dengan iklan yang dimuat pada surat kabar padang
ekspres.
 Dari pembahasan dapat dlihat bahwa efektifitas periklanan meningkat karena secara aspek empati Iklan
pada surat kabar padang ekspres termasuk iklan yang baik. Dengan demikian diharapkan pada
perusahaan agar tetap mempertahankan aspek empati yang iklannya termasuk iklan yang baik.
 Dari pembahasan dapat dlihat bahwa efektifitas periklanan meningkat karena secara aspek persuasi Ciri
khas produk surat kabar padang ekspres sudah tercermin secara tidak langsung dalam iklannya. Dengan
demikian diharapkan pada perusahaan agar tetap mempertahankan aspek persuasi yang cirri khas
produknya sudah tercermin secara tidak langsung dalam iklannya.
 Dari pembahasan dapat dlihat bahwa efektifitas periklanan meningkat karena secara aspek impact
konsumen sangat mengenal iklan yang ditawarkan oleh surat kabar padang ekspres. Dengan demikian
diharapkan pada perusahaan agar tetap mempertahankan aspek impact yang pada iklan yang
ditawarkan sudah dikenal konsumennya.
 Dari pembahasan dapat dlihat bahwa efektifitas periklanan meningkat karena secara aspek komunikasi
Informasi mengenai surat kabar padang ekspres yang ditawarkan secara lengkap tercantum dalam
iklannya. Dengan demikian diharapkan pada perusahaan agar tetap mempertahankan aspek komunikasi
pada pemberian informasi secara lengkap yang tercantum dalam iklannya
Keterbatasan Penelitian

 Penelitian ini dilakukan hanya pada pelanggan surat


kabar Padang Ekspres yang dapat ditemui pada tempat-
tempat penjualan surat kabar dan juga kepada para
pelanggan tetap pada surat kabar Padang Ekspres yang
penulis dapat temui berdasarkan keterangan dari para
penjual surat kabar tersebut. Dimana untuk penelitian di
masa yang akan datang sebaiknya memperluas variabel
dan pengukuran variabel penelitian serta jumlah
sampelnya agar dapat ditambah lagi sehingga
diharapkan hasil penelitian yang akan datang lebih
sempurna dari penelitian ini.