Anda di halaman 1dari 1

Pengacara Perlu Kuasai Drafting Akad Syariah

Ditulis oleh [ 23-07-2007 ]


Berita Nasional
User Rating: / 0
Dibaca: 741 kaliEkonomi syariah merupakan lahan yang belum banyak digarap pengacara. BI
perlu menggandeng PERADI.Meski ekonomi syariah terus berkembang, para pengacara
ternyata belum memiliki pemahaman yang bagus mengenai akad atau kontrak
syariah. Sebab, akad syariah dalam banyak hal berbeda dengan akad
konvensional. Hal itu ditandaskan Sekjen Ikatan Ahli Ekomomi Syariah, Agustianto.
“Pengacara masih jarang yang memahami teknik pembuatan kontrak syariah,
terutama dalam perbankan. Mereka rata-rata masih bingung. Apalagi ada kombinasi-
kombinasi akad,” kata Agustianto di Jakarta, Jumat (6/7). Tak bisa dipungkiri,
ekonomi syariah memang ‘barang’ yang relatif baru di Indonesia. Namun, pelan tapi
pasti, berbagai akad syariah bermunculan. Kalau merujuk pada fatwa DSN-MUI,
akad syariah kini mencapai 61. Sebagian di antaranya sudah dibakukan Bank
Indonesia melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI). Bagi pengacara dan praktisi
hukum, beragamnya akad syariah itu menjadi lahan baru yang menggiurkan.
Apalagi, lahan baru itu belum digarap secara optimal. Agustianto menyarankan agar
para pengacara membekali diri dengan pengetahuan soal pembuatan akad syariah
agar bisa memanfaatkan peluang itu. “Pada dasarnya, akad syariah sama dengan
akad konvensional. Yang membedakan misalnya tidak boleh ada gharar (penipuan)
atau maysir (perjudian). Selain itu yang pasti adalah jenis-jenis akad itu sendiri,”
ungkap Agustianto. Anehnya, kata Agustianto, para pengacara di Jakarta tertinggal
selangkah dari pengacara di sejumlah daerah. “Pelatihan mengenai pembuatan akad
syariah sudah digelar oleh sejumlah perguruan tinggi di daerah. Di Jakarta yang
merupakan pusat berkembangnya ekonomi syariah malah belum pernah ada
pelatihan,” ujarnya. Untuk tahap awal, saran Agustianto, para pengacara perlu
memahami teknik membuat draf akad yang sudah dikenal masyarakat seperti
mudharabah, musyarakah, salam, ijarah, atau hiwalah. Untuk akad lain yang
merupakan pengembangan atau kombinasi, bisa dipelajari belakangan.
DIPOSTING OLEH Agustianto | April 26, 2008