Anda di halaman 1dari 130

PENGARUH PENERAPAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

TERHADAP KESEMPATAN KERJA LULUSAN SISWA SMK


NEGERI DI KOTA MEDAN

TESIS

Oleh

SUSI SUSILAWATI HARAHAP


077003054/PWD

K O L A
E
H
S
PA

C
A S A R JA
N
S

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2009

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now! 72
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
73

PENGARUH PENERAPAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN


TERHADAP KESEMPATAN KERJA LULUSAN SISWA SMK
NEGERI DI KOTA MEDAN

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains
dalam Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan
(PWD) pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara

Oleh

SUSI SUSILAWATI HARAHAP


077003054/PWD

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2009

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
74

Judul Tesis : PENGARUH PENERAPAN STANDAR NASIONAL


PENDIDIKAN TERHADAP KESEMPATAN KERJA
LULUSAN SISWA SMK NEGERI DI KOTA
MEDAN
Nama Mahasiswa : Susi Susilawati Harahap
Nomor Pokok : 077003054
Program Studi : Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan

Menyetujui
Komisi Pembimbing

(Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D)


Ketua

(Prof. Dr. Suwardi Lubis, MS) (Kasyful Mahalli, SE, M.Si)


Anggota Anggota

Ketua Program Studi, Direktur,

(Prof. H. Bachtiar Hassan Miraza, SE) (Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa, B, M.Sc)

Tanggal lulus : 06 Juli 2009

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
75

Telah diuji pada


Tanggal 06 Juli 2009

PANITIA PENGUJI TESIS


Ketua : Prof. Aldwin Surya, SE.M.Pd. Ph.D
Anggota : 1. Prof. Dr. Suwardi Lubis, MS
2. Prof. Dr. lic. rer. reg. Sirojuzilam, SE
3. Kasyful Mahalli, SE. M.Si
4. Agus Suryadi, S.Sos, M.Si

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
76

ABSTRAK

SUSI SUSILAWATI HARAHAP. NIM. 077003054. Judul penelitian


“Pengaruh Penerapan Standar Nasional Pendidikan terhadap Kesempatan Kerja
Lulusan Siswa SMK Negeri di Kota Medan”, Komisi Pembimbing: Prof. Aldwin
Surya, SE, M.Pd, Ph.D (Ketua), Prof. Dr. Suwardi Lubis, MS (Anggota), dan Kasyful
Mahalli, SE, M.Si (Anggota).
Tantangan menghadapi era globalisasi menuntut adanya kesiapan tenaga kerja
yang memiliki kualifikasi yang berbeda dari keadaan sebelumnya. Untuk itu
pendidikan memegang peranan penting dalam peningkatan SDM. Sekolah menengah
kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menciptakan lulusan
yang siap bekerja dan bersaing di pasar tenaga kerja. Untuk menghasilkan lulusan
yang berkualitas tersebut diperlukan kebijakan pemerintah melalui Penerapan Standar
Nasional Pendidikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang
merupakan kebijakan pemerintah yang di dalamnya mengatur standar guru,
kurikulum, sarana dan prasarana.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kurikulum, guru, sarana
dan prasarana pada SMK Negeri di Kota Medan dengan Standar Nasional Pendidikan
serta untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah penerapan standar nasional
pendidikan terhadap kesempatan kerja lulusan SMK Negeri di Kota Medan. Sampel
dalam penelitian ini adalah lulusan SMKN 2 Medan, SMKN 4 Medan dan SMKN 5
Medan yang tamat tahun 2005 s.d 2006. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode Chi-Square (chi kuadrat). Data yang digunakan adalah data primer yang
diperoleh dari hasil wawancara dengan lulusan SMK Negeri dengan menggunakan
kuesioner. Data sekunder diperoleh dari beberapa instansi yang terkait dengan
peneltian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualifikasi akademik guru yang
mengajar di SMK Negeri di Kota Medan masih belum seluruhnya sesuai dengan
standar yang telah ditentukan, sedangkan kurikulum dan sarana dan prasarana telah
mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan. Faktor yang berpengaruh terhadap kesempatan kerja lulusan
adalah kurikulum, sedangkan sesudah penerapan faktor yang mempengaruhi adalah
sarana prasarana dengan tingkat signifikansi 0,1% atau tingkat kepercayaan 99
persen dan kurikulum dengan tingkat signifikansi 0,5 atau tingkat kepercayaan 95
persen. Artinya bahwa kurikulum yang baik dan sarana prasarana yang memadai
sangat mendukung terhadap kesempatan kerja siswa. Sedangkan faktor guru
pengaruhnya tidak signifikan terhadap kesempatan kerja lulusan Sekolah Menengah
Kejuruan Negeri di Kota Medan, baik sebelum dan sesudah penerapan standar
nasional pendidikan.
Kata Kunci: Standar Nasional Pendidikan, Sekolah Menengah Kejuruan,
Kesempatan Kerja.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
77

ABSTRACT

SUSI SUSILAWATI HARAHAP. NIM. 077003054. The tittel of Research


“The Effect Implemetation of National Standard of Education for Employment of the
Graduates of State Vocational Intermediate School in Medan City”. The Consulting
Commission: Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D (Chairman), Prof. Dr. Suwardi
Lubis, MS (Member), dan Kasyful Mahalli, SE, M.Si (Member).
The challenge in dealing with globalization era requires the readiness of
manpower with qualification which is different to that previously. For that reason,
education palys an important role in improving human resources. Vocational
Intermediate School (SMK) is one of the educational intitutions that produce quality
graduates that are ready to work and compete in manpower market. In order to
produce the quality gradutes, the governmental policy is required to improve the
education based on the Governmental Rule number 19 of 2005 of the governmental
policy governing the standard of teacher, curriculum, facility and infrastructure.
This research intends to know compliance of curriculum, teacher, facility and
infrastructure of the State Vocational Intermediate School in Medan to the National
Standard of Education and in order to know the effect of pre and post-implementation
of the national standard of education for employment of the graduates of the State
Vocational Intermediate School in Medan. The samples in this research is graduates
of SMKN 2 Medan, SMKN 4 Medan and SMKN 5 Medan who graduated within 2005
to 2008. The methodology of research included Chi-Square. The data included
primary one collected by interview with the graduates of State Vocational
Intermediate School using the questioner and the secondary data collected from some
institution related to the research.
The result of research showed that academic qualification of teachers who
tough the State Vocational Intermediate School in Medan City still not completely
adjusted to the recommended standard, whereas the curriculum and facility and the
infrastructure have referred to the Government Rule number 19 of 2005 regarding
the National Standard of Education. The influencing factors on the employment of the
graduates included curriculum, whereas the influencing factor post- implementation
included the facility and infrastructure with the significance rate of 0.1% or
confidence interval 99%. It means that the adequate curriculum, facility and
infrastrucrure have significant support to the employment of students. Wheareas the
factor of teachers has no significant effect on the employment of the graduates of
State Vocational High School in Medan City, either pre or post-implementation of the
National Standard of Education.

Keywords: National Standart of Education, Vocational Intermediate School,


Employment.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
78

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas izin dan limpahan rahmat
Nyalah penelitian yang berjudul “Pengaruh Penerapan Standar Nasional
Pendidikan terhadap Kesempatan Kerja Lulusan Siswa SMK Negeri Kota
di Medan”, dapat diselesaikan. Penulisan tesis ini merupakan salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Magister Sains (M.Si) pada Sekolah Pascasarjana Universitas
Sumatera Utara.
Atas terselesaikannya penulisan tesis ini, penulis mengucapkan terima kasih
kepada seluruh pihak yang turut memberikan bantuan dan dukungan, baik sewaktu
penulis mengikuti proses perkuliahan maupun pada saat penulis melakukan
penelitian. Ucapan terima kasih dan penghargaan penulis sampaikan kepada yang
terhormat:
1. Bapak Prof. H. Bachtiar Hassan Miraza, SE, selaku Ketua Program Studi
Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD);
2. Bapak Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D, selaku Ketua Komisi Pembimbing
yang telah banyak memberikan bimbingan serta arahan dalam penulisan tesis ini;
3. Bapak Prof. Dr. Suwardi Lubis, MS, selaku Anggota Komisi Pembimbing yang
telah banyak memberikan bimbingan serta arahan dalam penulisan tesis ini;
4. Bapak Kasyful Mahalli, SE, M.Si selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah
banyak memberikan bimbingan serta arahan dalam penulisan tesis ini;
5. Ibu Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B. MSc, selaku Direktur Sekolah Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara;
6. Menteri Pendidikan Nasional yang telah memberikan dukungan pembiayaan
melalui Program Beasiswa Unggulan hingga penyelesaian tesis ini berdasarkan
DIPA Sekretariat Jenderal DEPDIKNAS Tahun Anggaran 2007 sampai dengan
2009;

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
79

7. Ayahanda dan ibunda tercinta, terima kasih atas doa dan dukungannya sehingga
ananda diberikan kekuatan untuk dapat menyelesaikan penulisan tesis ini, begitu
juga dengan saudara-saudaraku, Juar, Ronggur dan Ali serta seluruh keponakan;
8. Khususnya kepada ananda tersayang, Bella, Syakirah dan Sultan, yang
merupakan pemacu semangat bagi penulis;
9. Special thanks to Mr. Adiwijaya, Ph.D, Ir which is has supported and
contribution to success writing this thesis.
10. Seluruh civitas akademika Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara,
yang telah banyak membantu penulis dalam proses administrasi maupun
kelancaran kegiatan akademik, termasuk juga seluruh teman-teman di jurusan
PWD USU khususnya teman-teman yang di jurusan Perencanaan Pendidikan
yang telah banyak membantu memberikan masukan dan dorongan dalam
penulisan tesis ini.
Akhirnya dengan mengucapkan alhamdulillahirobbil’alamin, tesis ini
dipersembahkan bagi semua pihak yang membacanya, dengan harapan dapat
memberikan koreksi dan masukan yang bermanfaat untuk kesempurnaan tesis ini.

Medan, 06 Juli 2009


Penulis,

Susi Susilawati Harahap

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
80

RIWAYAT HIDUP

Susi Susilawati Harahap dilahirkan di Medan pada tanggal 03 Agustus 1976,


Putri Sulung dari empat bersaudara atas perkawinan Abu Rahim Harahap dan
Khairani Siregar. Menyelesaikan pendidikan SDN 066057 di Medan tahun 1988,
SMPN 15 Medan tahun 1991, SMAN 8 Medan tahun 1994, memperoleh gelar sarjana
dari Fakultas Ekonomi UISU tahun 1999 dan mendapat beasiswa dari Pemerintah
Provinsi Sumatera Utara ke STIA LAN-RI kampus Bandung tahun 2000 dan
memperoleh gelar sarjana sosial tahun 2001.
Pada tahun 2007 mendapat beasiswa kembali untuk melanjutkan jenjang
pendidikan strata-2 (S2) di Sekolah Pascasarjana Program Studi Perencanaan
Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Konsentrasi Perencanaan Pendidikan
Universitas Sumatera Utara Medan. Saat ini bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil
pada Badan Diklat Provinsi Sumatera Utara.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
81

DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK …………………………………………………………………….. i
ABSTRACT …………………………………………………………………….. ii
KATA PENGANTAR ………………………………………………………...... iii
RIWAYAT HIDUP …………………………………………………………….. v
DAFTAR ISI …………………………………….……………………………. vi
DAFTAR TABEL ……………………………………………………………… viii
DAFTAR GAMBAR …………………………………………………………… x
DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………………. xi

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………… 1


1.1 Latar Belakang ………..……...……………………………….. 1
1.2 Perumusan Masalah ………………………………………......... 10
1.3 Batasan Masalah …....…………………………………......…... 10
1.4 Tujuan Penelitian ..……...…………………………………........ 10
1.5 Manfaat Penelitian …...……………………………………....... 11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ………………………………………...... 12


2.1 Konsep Pendidikan ..................................................................... 12
2.1.1 Pentingnya Arti Pendidikan ................................................. 12
2.1.2 Profil Pendidikan Nasional .................................................. 13
2.1.3 Perencanaan Pendidikan ...................................................... 15
2.2 Standar Nasional Pendidikan ........................................................ 17
2.2.1 Standar Guru Sebagai Tenaga Pendidik .............................. 22
2.2.2 Standar Kurikulum Pendidikan ............................................ 31
2.2.3 Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan ........................... 37
2.3 Pendidikan Kejuruan.................................................................... 39
2.3.1 Karakteristik Sekolah Menengah Kejuruan ......................... 39
2.3.2 Program Pengembangan Pembelajaran (Life Skills) ............ 47
2.4 Aspek-aspek Ketenagakerjaan ………………............................. 51
2.4.1 Sumber Daya Manusia.......................................................... 51
2.4.2 Lapangan Kerja dan Kesempatan Kerja.............................. 52
2.5 Keterkaitan antara Pendidikan, Ketenagakerjan dengan
Pengembangan Wilayah............................................................... 55
2.5.1 Pengembangan Wilayah dan Perencanaan Wilayah............ 55
2.5.2 Pendidikan dan Ketenagakerjaan dalam Konteks
Pengembangan Wilayah ....................................................... 58

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
82

2.6 Kerangka Berpikir........................................................................ 62


2.7 Hipotesis Penelitian ..................................................................... 64

BAB III METODE PENELITIAN ................................................................. 65


3.1 Lokasi Penelitian ........................................................................... 65
3.2 Jenis dan Sumber Data .................................................................. 65
3.3 Populasi dan Sampel ..................................................................... 66
3.4 Teknik Pengumpulan Data ........................................................... 68
3.5 Teknik Analisis Data ..................................................................... 68
3.6 Defenisi Operasional dan Batasan Penelitian ............................... 70

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................ 72


4.1 Gambaran Umum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota
Medan........................................................................................... 72
4.2 Kondisi Pendidikan dan Ketenagakerjaan di Kota Medan .......... 74
4.3 Kondisi Guru, Kurikulum, Sarana Prasarana pada SMK
Negeri di Kota Medan……………………………………….. 77
4.3.1 Guru ……………………………………………………... 77
4.3.2 Kurikulum ……………………………………………….. 79
4.3.3 Sarana dan Prasarana ……………………………………. 81
4.4 Karakteristik Lulusan SMK Negeri di Kota Medan …………… 85
4.5 Kesesuaian Guru, Kurikulum dan Sarana Prasarana pada SMK
Negeri di Kota Medan dengan Standar Nasional Pendidikan........ 87
4.5.1 Guru ……………………………………………………… 87
4.5.2 Kurikulum ……………………………………………….. 90
4.5.3 Sarana dan Prasarana …………………………………….. 92
4.6. Pengaruh Penerapan Standar Nasional Pendidikan dengan
Kesempatan Kerja Lulusan Siswa SMK Negeri Medan .............. 93
4.6.1 Keterserapan Lulusan Sebelum dan Sesudah Penerapan
Standar Nasional Pendidikan ……………………………. 93
4.6.2 Standar Nasional Pendidikan yang Paling Berpengaruh
terhadap Kesempatan Kerja Lulusan …………………… 100
4.7. Perencanaan SMK Negeri Kota Medan di Masa yang Akan
Datang…………………………………………………….......... 106

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................ 110


5.1 Kesimpulan ................................................................................... 110
5.2 Saran ............................................................................................. 111

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................113

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
83

DAFTAR TABEL

Nomor Judul Halaman

1.1. Jumlah Pencari Kerja pada Tingkat Pendidikan SLTA/SMK yang


Terdaftar Menurut Jenis Kelamin Tahun 2005 – 2007 (Orang)....... 5

1.2. Jumlah Lulusan SMK Negeri Medan Tahun 2005 – 2007 (Orang).... 5

2.1. Perbandingan SMK dengan SMU..................................................... 42

2.2. Struktur Kurikulum Sekolah Kejuruan ............................................. 45

2.3. Perbedaan Pasar Tenaga Kerja Terdidik dan Tidak Terdidik .......... 55

3.1. Jumlah Alumni SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 5 Medan Mulai
Tahun Pelajaran 2004/2005 – 2007/2008.......................................... 66

3.2. Sebaran Responden Berdasarkan Tahun Pelajaran........................... 67

4.1. Kelompok Keahlian dan Program Keahlian Masing-masing Tiap


Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Medan............................ 72

4.2. Jumlah Guru SMK Negeri Kota Medan Berdasarkan Tahun


Pendidikan (Orang).......................................................................... 74

4.3. Indikator Angkatan Kerja di Kota Medan Tahun 2006-2007........ 75

4.4. Jumlah Angkatan Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Kota


Medan ............................................................................................ 75

4.5. Lowongan Pekerjaan yang Terdaftar dan Telah Dipenuhi Menurut


Lapangan Usaha Tahun 2006-2007 (Persentase)............................... 76

4.6. Jumlah Guru berdasarkan Tingkat Pendidikan Mulai TP. 2004/


2005 – 2007/2008 (Orang)................................................................ 78

4.7. Jumlah Guru Berdasarkan Rumpun Mata Pelajaran TP. 2004/


2005-2007/2008 (Orang)................................................................... 79

4.8. Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota


Medan Tahun Pelajaran 2004/2005 s/d 2007/2008.......................... 80

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
84

4.9. Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota


Medan Tahun Pelajaran 2008/2009.................................................... 80

4.10 Sarana dan Prasarana pada SMK Negeri yang Menjadi Sampel..... 82

4.11. Rekapitulasi Responden Berdasarkan Program Keahlian (Orang)... 86

4.12. Persentase Jumlah Guru Berdasarkan Tingkat Pendidikan mulai


TP. 2006/2007 dan 2007/2008 (%)..................................................... 87

4.13. Daya Serap dan Peluang Kesempatan Kerja Lulusan SMK Negeri
(Orang) .............................................................................................. 94

4.14. Daya Serap dan Peluang Kesempatan Kerja Lulusan SMK Negeri
Berdasarkan Program Keahlian (Orang) .......................................... 95

4.15. Kesesuaian Jenis Pekerjaan dengan Program Keahlian Sebelum


dan Sesudah Penerapan Standar Nasional Pendidikan ...................... 96

4.16. Kesesuaian Membuka Usaha Sendiri dengan Kompetensi


Keahlian............................................................................................. 98

4.17 Jumlah Lulusan yang Langsung Bekerja pada Tempat Praktik


Setelah Menamatkan Sekolah (Orang) ............................................. 99

4.18. Crosstab Guru* Lulusan Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar


Nasional Pendidikan (Persentase)....................................................... 100

4.19. Crosstab Kurikulum* Lulusan Sebelum dan Sesudah Penerapan


Standar Nasional Pendidikan (Persentase).......................................... 102

4.20. Crosstab Sarana dan Prasarana* Lulusan Sebelum dan Sesudah


Penerapan Standar Nasional Pendidikan (Persentase)....................... 103

4.21. Program Keahlian dan Jumlah Rombongan Belajar.......................... 107

4.22. Keterserapan Lulusan dalam Memperoleh Kesempatan Kerja


dan Kesesuaian Pekerjaan dengan Kompetensi Lulusan
Berdasarkan Sekolah......................................................................... 108

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
85

DAFTAR GAMBAR

Nomor Judul Halaman

2.1. Skema Terinci Life Skills..................................................................... 49

2.2. Hubungan Antara Pengembangan Wilayah, Sumberdaya Alam,


Sumber Daya Manusia dan Teknologi................................................. 57

2.3. Skema Kerangka Berfikir .................................................................... 63

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
86

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Judul Halaman

I. Kuesioner Penelitian............................................................................. 117

II. Hasil Jawaban Responden ................................................................... 125

III. Uji Validitas ........................................................................................ 127

IV. Tabel Frekwensi dan Hasil Chi Square .................................................132

V. Dokumentasi Penelitian ....................................................................... 139

VI. Peta Kota Medan .................................................................................. 147

VII. Contoh Lowongan Pekerjaan.................................................................148

VIII. Izin Penelitian....................................................................................... 159

IX. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian................................... 160

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
87

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pendidikan adalah suatu proses belajar-mengajar yang dilakukan dengan

sengaja, sadar dan berencana yang membiasakan para warga masyarakat sedini

mungkin untuk menggali, mengenal, memahami, menyadari, menguasai, menghayati

serta mengamalkan nilai-nilai yang disepakati bersama sebagai terpuji, dikehendaki

serta berguna bagi kehidupan dan perkembangan pribadi masyarakat, bangsa dan

negara.

Salah satu pokok masalah yang dihadapi bangsa ini untuk memasuki era

globalisasi adalah kondisi Sumber daya manusia (SDM) yang relatif rendah yang

dicermati dari pemilikan latar pendidikannya. Peningkatan kualitas SDM menjadi

perhatian semua pihak, terlebih dalam suasana krisis multidimensi yang terjadi saat

ini, masyarakat membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menghadapi

persaingan bebas. Untuk itu pendidikan memegang peranan penting bagi peningkatan

kualitas sumber daya yang dimiliki. Dalam hal ini para peraku pembangunan

pendidikan berupaya untuk menaikkan derajat mutu pendidikan Indonesia agar dapat

bersaing dalam pasar tenaga kerja dengan menyesuaikan pembangunan pendidikan

itu sendiri.

Menurut Surya (2007: 5), dinyatakan bahwa pendidikan diperlukan untuk

meraih kedudukan dan kinerja optimal pada setiap pekerjaan dilakukan. Pendidikan

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
88

adalah sebuah sistem formal yang mengajarkan tentang pengetahuan, nilai-nilai dan

pelbagai keterampilan.

Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa tujuan dari pembangunan adalah

memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, perdamaian abadi

dan keadilan sosial. Oleh karena itu dalam pembangunan tersebut pendidikan

memegang peranan penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan pemerintah

mempunyai kewajiban dalam melaksanakan setiap kebijakan pendidikan yang

diambil untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional tersebut, sehingga arah

kebijakan pendidikan menjadi bagian dari upaya dalam melaksanakan amanat yang

terkandung dalam UUD 1945.

Kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan salah satunya seperti yang

telah dimuat dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional, yang di dalamnya mencakup dasar dan tujuan, penyelenggaraan

pendidikan termasuk wajib belajar, penjamin kualitas pendidikan serta peran serta

masyarakat dalam sistem pendidikan nasional. Kebijakan tersebut dibuat untuk

menghasilkan Pendidikan Indonesia yang baik dan lulusan berkualitas di sektor

jenjang pendidikan. Untuk mendukung hal tersebut terlebih dahulu menentukan

standar yang harus menjadi acuan pelaksanaan kegiatan pendidikan, maka untuk itu

pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang

Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang kemudian dibentuk pula Badan Standar

Nasional Pendidikan (BNSP) sebagai badan yang menentukan 8 (delapan) standar

dan kriteria pencapaian penyelenggraaan pendidikan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
89

Adapun standar-standar yang menjadi dasar bagi penyelenggaraan pendidikan

sebagaimana yang diatur dalam Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005

tersebut yaitu: 1) Standar Isi, 2) Standar Proses, 3) Standar Kompetensi Lulusan,

4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, 5) Standar Sarana dan Prasarana,

6) Standar Pengelolaan, 7) Standar Pembiayaan dan, 8) Standar Penilaian Pendidikan.

Namun pada tulisan ini yang menjadi bahasan penulis adalah standar isi

(kurikulum), Standar Pendidik dan Tenaga Pendidik (guru) dan standar sarana dan

prasarana, yang diterapkan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dengan

kelompok keahlian tehnik dan industri, khususnya program keahlian yang berbasis

teknik di Kota Medan.

Pendidikan kejuruan sebagai salah satu bagian dari sistem Pendidikan

Nasional memainkan peran yang sangat strategis bagi terwujudnya angkatan tenaga

kerja nasional yang terampil. Karena setiap lulusan SMK memang ditempah untuk

menjadi sumber daya manusia yang siap pakai, dalam arti ketika mereka telah

menyelesaikan sekolahnya lulusan SMK tersebut dapat menerapkan ilmu yang telah

mereka dapat sewaktu di sekolah.

Tantangan era globalisasi saat ini menuntut adanya kesiapan tenaga kerja

yang memiliki kualifikasi yang berbeda dengan keaadaan sebelumnya. Dengan

jumlah angkatan tenaga kerja yang besar, diharapkan benar-benar mampu

menyesuaikan diri agar dapat memiliki keunggulan yang kompetitif.

Namun pada kenyataannya, tamatan SMK hanya diakui oleh sekolah sendiri

dan masih minimnya kepercayaan dunia usaha dan dunia industri. Hal ini dikuatkan

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
90

oleh Sidi (2001: 137) bahwa pendidikan kejuruan model lama memiliki kelemahan

yaitu, penyelenggaraan pendidikan secara sepihak sehingga anak didik tertinggal oleh

kemajuan dunia usaha/dunia industri (DU/DI), tidak jelas kompetensi yang dicapai,

tidak mengakui keahlian yang diperoleh di luar sekolah.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), H. Hasanuddin Rachman

mengatakan “struktur pengangguran terbuka di Indonesia tahun 2002 adalah tingkat

pendidikan SD dan SD kebawah 3,22 juta orang (35%), SMP 2,15 juta orang

(15,24%). SMU 2,14 juta orang (23%), SMK 1,11 juta orang (12%),

Diploma/Akademi 0,23 juta orang (3%), Universitas 0,26 juta orang (3%)

(apindo.or.id).

Dari data di atas tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas tamatan di Indonesia

masih rendah, termasuk kualitas tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Data

ini membuktikan masih tingginya tingkat pengangguran terbuka di Indonesia

termasuk tamatan SMK yaitu sebesar 1,11 juta orang (12%), padahal tamatan SMK

seharusnya memiliki kompetensi yang mampu bersaing di pasar tenaga kerja karena

“dalam perspektif Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) yang dasarnya life skills,

telah menempati prioritas sebagaimana yang tertuang dalam tujuan SMK itu sendiri”

(Priowirjanto, republika.or.id).

Berikut ini jumlah pencari kerja di Kota Medan menurut jenis kelamin dan

jumlah lulusan pada tingkat pendidikan SLTA/SMK, sebagaimana dijelaskan pada

Tabel 1.1 di bawah ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
91

Tabel 1.1. Jumlah Pencari Kerja pada Tingkat Pendidikan SLTA/SMK yang
Terdaftar Menurut Jenis Kelamin Tahun 2005 – 2007 (Orang)

No Tahun Laki-Laki Perempuan Jumlah Persentase


1. 2005 2.000 4.982 6.982 23,06
2. 2006 5.604 5.807 11.411 37,69
3. 2007 4.712 7.170 11.882 39,25
Jumlah 12.316 17.959 30.275 100,00
Sumber: Dinas Tenaga Kerja Kota Medan, 2008

Dari Tabel 1.1 dapat dilihat bahwa jumlah pencari kerja pada tingkat

pendidikan SLTA/SMK setiap tahun meningkat. Dalam 3 tahun berturut-turut mulai

dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2007, menunjukkan bahwa pada tahun 2005

jumlah pencari kerja sebanyak 6.982 orang (23,06 %), tahun 2006 sebanyak 11.411

orang (37,69%) dan tahun 2007 sebanyak 11.882 (39,25). Berikut ini jumlah lulusan

SMK Negeri Medan yang tammat mulai dari tahun 2005 sampai dengan 2008.

Tabel 1.2. Jumlah Lulusan SMK Negeri Medan Tahun 2005 – 2008 (Orang)

No. Tahun Jumlah


1. 2005 6.597
2. 2006 6.900
3. 2007 7.226
4. 2008 7.447
Jumlah 28.167
Sumber: Dinas Pendidikan Kota Medan, 2008

Dengan jumlah lulusan yang begitu besar yaitu hingga tahun 2008 mencapai

jumlah 28.167 orang lulusan sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1.2 di atas,

pendidikan kejuruan harus mampu mengakomodasikan permintaan pasar tenaga kerja

yang terus berubah mengikuti tuntutan perkembangan ekonomi dunia. Untuk itu

Departemen Pendidikan Nasional menghadapi banyak tantangan dalam

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
92

mengembangkan pendekatan demand driven dalam kebijakan pendidikan kejuruan

yang terkait erat dengan penyediaan tenaga kerja yang terampil.

Keadaan yang ada saat ini, sistem pendidikan kita masih menekankan

fungsinya sebagai pemasok tenaga kerja terdidik dari pada sebagai penghasil tenaga

penggerak pembangunan (driving force). Tenaga kerja yang dihasilkan belum mampu

melakukan pembaharuan dan penciptaan gagasan baru dalam rangka menciptakan

dan memperluas lapangan kerja. Lulusan pendidikan kita lebih cenderung meminta

pekerjaan (job seeker) daripada berinisiatif menciptakan pekerjaan atau kegiatan baru

(job creator).

Untuk itu, pemerintah terus mengusahakan peningkatan jumlah siswa SMK

sehingga mencapai perbandingan 70% SMK dan 30% adalah siswa SMU. Oleh

karena itu, kurikulum yang ditekankan pada Sekolah Kejuruan tersebut adalah mata

pelajaran yang akan berguna untuk mencari pekerjaan. Kurikulum SMK harus lebih

mengutamakan mata pelajaran yang berkaitan dengan pekerjaan dan lapangan

pekerjaan atau yang sering disebut dengan Model Link and Match yaitu memilih mata

pelajaran dan jurusan yang dapat menunjang pekerjaan. Namun pada kenyataannya

(Kunandar, 2007: 1 dikutip dalam Kompas, 4 Desember 2004) menyatakan lembaga

pendidikan lebih sering terpaku pada teori, sehingga peserta didik kurang inovatif dan

kreatif sehingga minimnya kompetensi yang dimiliki.

Untuk menghasilkan tamatan SMK yang sesuai dengan kebutuhan dunia

usaha (du) dan dunia industri (di), yang secara nyata terus berkembang dari waktu ke

waktu, maka kurikulum SMK harus dirancang dan dilaksanakan untuk menyesuaikan

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
93

dengan kompetensi yang sedang berkembang, khususnya di era pasar bebas Asean

Free Labour Area (AFLA) 2003.

Menurut Tilaar (2006: 167), dalam proses belajar dan mengajar walaupun

kurikulum yang telah ditetapkan bagus dengan menentukan standar isi yang tinggi,

tetapi apabila tidak tersedia guru yang profesional maka tujuan kurikulum tersebut

akan sia-sia, begitu juga dengan sarana dan prasarana yang mencukupi tetapi tenaga

guru tidak profesional, maka akan sia-sia juga.

Selain kurikulum, guru juga sangat berperan sekali dalam menciptakan

lulusan yang berkualitas sehingga dituntut profesionalnya dalam mengajar.

Profesionalisme guru sangat dibutuhkan karena merosotnya mutu pendidikan

nasional yang disebabkan keberadaan guru yang tidak profesional. Untuk itu

kualifikasi akademik seorang guru harus sesuai dengan standar yang telah ditentukan,

karena bagaimana mungkin seorang guru mengajarkan ilmu yang tidak dikuasainya.

Tidak jarang kita lihat munculnya guru-guru baru yang sebenarnya jiwa dan

talentanya bukan sebagai seorang pendidik. Namun karena tuntutan zaman dan

sulitnya mencari pekerjaan tidak ada pilihan selain menjadi guru sebagai lapangan

pekerjaan, karena profesi ini lebih besar peluangnya dibandingkan profesi yang lain.

Jika kondisi seperti ini yang terjadi bagaimana mungkin guru dapat bekerja secara

profesional, sebab kemampuan guru SMK dituntut untuk memiliki kompetensi yang

tidak hanya menguasai materi-materi teoritis saja, namun juga harus ahli dalam

praktek di lapangan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
94

Faktor lainnya yang juga menentukan kualitas tamatan SMK adalah sarana

dan prasarana seperti gedung dan fasilitas lainnya untuk mendukung proses belajar

dan mengajar seperti alat peraga dan praktek, laboratorium, balai latihan kerja (BLK)

sebagai tempat praktek kerja bagi sekolah kejuruan sangat dibutuhkan para siswa.

Jika standar tersebut belum terpenuhi bagaimana para siswa dapat mempraktekkan

atau latihan untuk menerapkan ilmu yang telah diperolehnya dari guru. Untuk itu

upaya pengembangan fasilitas pada SMK terutama fasilitas laboraturium praktek

kerja yang up to date dan diharapkan pihak sekolah dapat mengembangkan kerjasama

dengan dunia usaha/industri serta memperluas akses dan kemudahan bagi siswa

SMK.

Jumlah program keahlian pada SMK yang ada di Indonesia sebanyak 109

sedangkan program keahlian SMK di Kota Medan hanya berjumlah 38 yang tersebar

di beberapa SMK Negeri maupun SMK Swasta di Kota Medan. Kota Medan

memiliki 12 unit SMK Negeri yang terbagi kedalam 30 program keahlian. Namun

dalam penerapan standar Nasional Pendidikan masing-masing sekolah masih belum

sesuai dengan ketentuan yang berlaku baik dari kurikulum, kualitas guru maupun

sarana dan prasarana yang dimiliki masih kurang sehingga berpengaruh kepada

jumlah lulusan SMK yang memperoleh kesempatan bekerja baik di instansi

pemerintah, swasta ataupun membuka usaha sendiri.

Pada penelitian ini, penulis ingin mengetahui pengaruh penerapan standar

pendidikan tersebut terhadap serapan lulusan siswa SMK Negeri di Kota Medan

dalam memperoleh peluang kesempatan kerja, karena berdasarkan pengamatan masih

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
95

terdapat sekolah kejuruan yang belum tepat dalam pemilihan kurikulum untuk mata

pelajaran kejuruan, sehingga terjadi ketidak-sesuaian (educational mismatch) antara

apa yang dihasilkan oleh sistem pendidikan dengan permintaan pasar tenaga kerja.

Hal ini disebabkan jumlah mata pelajaran yang lebih humoria lebih banyak

dibandingkan dengan jam mata pelajaran yang berkaitan langsung dengan kejuruan

bahkan mata pelajaran yang seharusnya tidak dibutuhkan pada Sekolah Kejuruan

tersebut ikut dipelajari. Selain itu, masih terdapat SMK yang belum mempunyai balai

latihan kerja, sehingga masih menumpang pada sekolah kejuruan lainnya dan masih

belum memadainya ruang laboratorium dan alat peraga atau praktek. Hal ini tentunya

proses belajar dan mengajar berjalan tidak efektif. Fenomena lain yang ditemui

adalah masih kurangnya kompetensi guru pada sekolah kejuruan, baik

profesionalismenya maupun pendidikan akademiknya, sehingga guru kejuruan tidak

memiliki pengalaman kerja industri, dalam praktek kurang mampu menjaga relevansi

dengan perubahan pasar kerja, membiarkan siswa menghasilkan mutu kerja asal jadi,

membiarkan bekerja tanpa pengawasan dan bimbingan serta tanpa memperhatikan

keselamatan kerja.

Dari uraian tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa penerapan standar

pendidikan yang sesuai dengan ketentuan pemerintah diharapkan akan menghasilkan

Sumber Daya Manusia Indonesia berkualitas yang dapat bersaing pada pangsa pasar

tenaga kerja, untuk itu penulis merasa tertarik melakukan penelitian dengan judul

“Pengaruh Penerapan Standar Nasional Pendidikan terhadap Kesempatan Kerja

Lulusan Siswa SMK Negeri di Kota Medan”.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
96

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, peneliti mencoba

mengemukakan beberapa permasalahan yang akan dibahas, yaitu:

1. Apakah kurikulum, guru, sarana dan prasarana pada SMK di Kota Medan telah

sesuai dengan Standar Pendidikan Nasional?

2. Bagaimanakah pengaruh sebelum dan sesudah penerapan standar nasional

pendidikan terhadap kesempatan kerja lulusan siswa SMK Negeri di Kota

Medan?

1.3. Batasan Masalah

Pada kajian ini, Standar Nasional Pendidikan yang dibahas akan dibatasi pada

3 (tiga) standar saja, yaitu: Standar Isi (Kurikulum), Standar Tenaga Pendidik (Guru),

dan Standar Sarana dan Prasarana pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dengan

Kelompok Keahlian Tehnik dan Industri.

1.4. Tujuan Penelitian

Dari perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Untuk mengetahui kesesuaian kurikulum, guru, sarana dan prasarana pada SMK

Negeri di Kota Medan dengan Standar Nasional Pendidikan.

2. Untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah penerapan standar nasional

pendidikan terhadap kesempatan kerja lulusan SMK Negeri di Kota Medan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
97

1.5. Manfaat Penelitian

Adapun hasil penelitian diharapkan berguna untuk:

1. Sebagai bahan masukan kepada semua pihak yang membutuhkan sehubungan

dengan dunia Pendidikan di Indonesia sehingga SDM Indonesia dapat bersaing

pada era globalisasi khususnya masalah ketenagakerjaan.

2. Sebagai sumbangan pemikiran bagi Pemerintah Pusat (Depdiknas) maupun

daerah (Dinas Pendidikan Kota Medan) untuk mengambil kebijakan dalam dunia

pendidikan terutama yang berkaitan dengan standar pendidikan.

3. Sebagai bahan masukan bagi Sekolah Menengah Kejuruan agar materi/pelajaran

relevan dengan kurikulum pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,

sehingga bermanfaat bagi siswa dalam menggeluti dunia kerja.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
98

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Konsep Pendidikan

2.1.1. Pentingnya Arti Pendidikan

Pendidikan merupakan investasi sumber daya manusia di masa depan, yang

dimulai sejak manusia mulai dilahirkan sampai akhir hayat. Sumber daya manusia

berkualitas merupakan modal pembangunan. Oleh sebab itu, kemajuan pembangunan

bidang pendidikan menjadi penting. Berbagai hal berkaitan dengan pembangunan

pendidikan sebagai salah satu aspek peningkatan mutu sumber daya manusia perlu

dipersiapkan agar jendela kesempatan (Window of Opportunity) dapat dimanfaatkan

sebaik-baiknya.

Pendidikan sangat penting bagi setiap umat manusia, dalam masyarakat

primitif pendidikan menjadi bagian dari kehidupan itu sendiri, orang tua memandang

bahwa anak-anak mereka perlu dipersiapkan untuk hidup dalam masyarakat atau

lingkungan yang menjadi tempat mereka hidup. Kondisi ini tentu saja mengandung

makna bahwa adalah tidak mungkin anak manusia dibiarkan hidup dengan hanya

potensi bawaan tanpa ada suatu intervensi apapun dari orang dewasa, di samping itu

potensi manusia untuk berfikir menjadikannya sebagai mahluk yang mampu berubah

dan beradaptasi dengan lingkungannya dalam melanjutkan dan mengembangkan

kehidupannya.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
99

Selanjutnya Sa’ud & Makmun (2005: 6), menyatakan bahwa pendidikan

merupakan upaya yang dapat mempercepat pengembangan potensi manusia untuk

mampu mengembangkan tugas yang dibebankan padanya, karena hanya manusia

yang dapat didik dan mendidik. Pendidikan dapat mempengaruhi perkembangan

fisik, mental, emosional, moral serta keimanan dan ketakwaan manusia. Pernyataan

tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang tercantum pada UU No. 20

Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Untuk menjadikan upaya membangun pendidikan kokoh, maka diperlukan

fondasi yang kuat sebagai dasar berpijak bagi pembangunan pendidikan dengan

memperbaiki sistem pendidikan yang ada sehingga dapat dicapai sebagaimana yang

diharapkan yaitu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas yang dapat

bersaing dalam era globalisasi.

2.1.2. Profil Pendidikan Nasional

Dalam konteks Indonesia sejak awal kemerdekaan, Pancasila telah ditetapkan

sebagai dasar dan falsafah hidup berbangsa dan bernegara. Pancasila memuat nilai-

niali luhur yang harus menjadi dasar dalam penyelenggaraan negara termasuk dalam

bidang pendidikan. Butir-butir Pancasila juga tercantum dalam pembukaan Undang-

Undang Dasar 1945 dan ini menggambarkan bahwa nilai-nilai yang terkandung

di dalamnya harus menjadi pedoman dalam kehidupan bangsa Indonesia. Oleh karena

itu kebijakan pendidikan nasionalpun harus merupakan upaya mewujudkan nilai-

nilai yang terkandung dalam Pancasila.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
100

Secara konstitusional, para pendiri bangsa sejak awal telah menyadari

pentingnya pencerdasan kehidupan bangsa, hal ini terlihat dari pembukaan UUD

1945 Alinea keempat yang berbunyai sebagai berikut: “Kemudian daripada itu untuk

membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa

Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan

umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka

disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara

Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dan berdasarkan pada Ketuhanan

Yang Maha Esa, kemanusian yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan

kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan

perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat

Indonesia”.

Dari pembukaan UUD 1945 tersebut nampak jelas bahwa kemerdekaan yang

diperjuangkan bangsa Indonesia akan diisi salah satunya dengan upaya mencerdaskan

kehidupan bangsa dan hal ini berarti bahwa pendidikan menjadi alat utama dalam

upaya tersebut.

Untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah mempunyai kewajiban

meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu setiap kebijakan

pendidikan yang diambil oleh pemerintah harus selalu berupaya mencapai apa yang

menjadi tujuan pendidikan nasional, sehingga arah kebijakan pendidikan menjadi

bagian dari upaya melaksanakan UUD 1945.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
101

Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, pada dasarnya merupakan

landasan idil/dasar pokok bagi pembangunan bangsa dalam berbagai bidangnya

termasuk bidang pendidikan, oleh karena itu diperlukan perangkat legal lainnya yang

merupakan penjabaran dari landasan/dasar tersebut. Dalam rangka menjabarkan dan

melaksanakan amanat dari dasar pokok tersebut, pemerintah mengeluarkan/membuat

Undang-Undang dan ketentuan lainnya yang secara khusus mengatur

penyelenggaraan pendidikan nasional.

2.1.3. Perencanaan Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, perencanaan merupakan faktor kunci efektivitas

keterlaksanaan kegiatan-kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang

diharapkan bagi setiap jenjang dan jenis pendidikan pada tingkat nasional, maupun

lokal, karena perencanaan merupakan unsur penting dan strategis yang memberikan

arah dalam pelaksanaan kegiatan untuk mencapai tujuan atau sasaran yang

dikehendaki.

Menurut Sa’ud & Makmun (2005: 4), pada hakikatnya perencanaan adalah

suatu rangkaian proses kegiatan penyiapan keputusan mengenai apa yang diharapkan

terjadi (peristiwa, keadaan, suasana dan sebagainya) dan apa yang akan dilakukan

(intensifikasi, eksistensifikasi, revisi, renovasi, substitusi, kreasi dan sebagainya).

Sedangkan perencanaan pendidikan menurut Coombs (1982) dalam Sa’ud &

Makmun (2005: 8), bahwa perencanaan pendidikan adalah suatu proses penerapan

yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
102

agar pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien serta

sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan masyarakat.

Selanjutnya Dror (1975) dalam Sa’ud & Makmun (2005: 9) mengatakan

bahwa perencanaan pendidikan adalah “As the process of preparing a set of decisions

for action in the future for the overall economic and social development of country”.

(Perencanaan pendidikan adalah sebagai suatu proses mempersiapkan seperangkat

keputusan untuk kegiatan-kegiatan di masa depan yang diarahkan untuk mencapai

tujuan-tujuan dengan cara-cara optimal untuk pembangunan ekonomi dan sosial

secara menyeluruh dari suatu negara).

Dalam perencanan pendidikan ada berbagai pendekatan yang dapat digunakan

untuk menentuan kebijakan yang akan diambil dalam pelaksanaan perencanan

tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan kebutuhan

ketenagakerjaan. Pendekatan ini bertujuan mengarahkan kegiatan pendidikan kepada

usaha untuk memenuhi kebutuhan nasional akan tenaga kerja (Guruge dalam Sa’ud &

Makmun, 2005: 240).

Pendekatan ini mengutamakan kepada keterkaitan lulusan sistem pendidikan

dengan tuntutan terhadap tenaga kerja pada berbagai sektor pembangunan. Oleh

karena tujuannya untuk membantu lulusan memperoleh kesempatan kerja yang lebih

baik, maka penekanan utama terhadap pendidikan tersebut adalah relevansi program

pendidikan dengan berbagai sektor pembangunan. Untuk memenuhi tuntutan

relevansi tersebut, kurikulum pendidikan harus dikembangkan sedemikian rupa agar

lulusan yang merupakan output dari sistem pendidikan dapat siap pakai di lapangan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
103

Implementasi pendekatan ini harus berorientasi kepada pekerjaan yang mungkin

diperlukan di pasaran kerja, baik jenis pekerjaan, tingkat atau level pekerjaan,

persyaratan kerja, mobilitas kerja harus dijabarkan hingga educational attainment

cocok dengan karakteristik berbagai persyaratan kerja tersebut.

2.2. Standar Nasional Pendidikan

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar

Nasional Pendidikan, dinyatakan bahwa Standar Pendidikan berfungsi sebagai dasar

dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan dalam rangka

mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu yang bertujuan untuk menjamin

mutu pendidikan nasional yang dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan

membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat (Pasal 3 dan 4).

Standar Nasional Pendidikan merupakan kriteria minimal tentang sistem

pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (Pasal 1

PP No. 19 Tahun 2007) untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dan

pengukuran kualitas pendidikan. Standar tersebut bukan merupakan ukuran yang

statis yang tidak berubah, tetapi semakin lama semakin ditingkatkan. Selain itu

standar pendidikan juga berfungsi sebagai pemetaan pendidikan yang bermutu.

Sesuai dengan UUD 1945 Pasal 31 ayat (3), yang menyatakan perlunya

pemerintah mengusahakan suatu sistem pendidikan nasional yang mengarah kepada

peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri, maka disusun Undang-Undang yang

khusus mengatur masalah pendidikan. Pada zaman Orde Baru UU pendidikan

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
104

disusun pada tahun 1989 dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989

tentang pendidikan, kemudian Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 yang

merupakan perbaikan dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Tahun 1989.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 merupakan Undang-Undang yang

mengatur tentang penyelenggaraan Pendidikan Nasional yang terdiri dari 22 Bab dan

77 Pasal. Di dalamnya mencakup dari mulai dasar dan tujuan, penyelenggaraan

pendidikan termasuk Wajib Belajar, Penjamin kualitas pendidikan serta peran serta

masyarakat dalam sistem pendidikan nasional.

Dalam undang-undang ini secara tegas disebutkan bahwa pendidikan nasional

berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, ini berarti bahwa segala

sesuatu yang berkaitan dengan pengaturan pendidikan dalam tataran praktis harus

mengacu pada dua landasan tersebut. Adapun fungsi dan tujuan pendidikan nasional

seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, yaitu:

Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak

serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan

bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi didik agar menjadi manusia yang

beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,

berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta

bertanggungjawab (Pasal 3).

Dengan memperhatikan pasal tersebut nampak jelas bahwa segala upaya

pendidikan harus merupakan kegiatan yang dapat mencapai tujuan tersebut, sudah

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
105

tentu hal itu memerlukan ketentuan-ketentuan lainnya yang dapat menjadikan

pencapaian tersebut dapat berjalan dengan baik dan efektif.

Dalam rangka melaksanakan dan menjabarkan Undang-Undang Sistem

Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pemerintah mengeluarkan peraturan ini

agar penyelenggaraan pendidikan dapat sesuai dengan yang diamanatkan Pancasila

dan UUD 1945 yakni pendidikan yang baik dan berkualitas. Untuk itu diperlukan

terlebih dahulu menentukan standar yang harus menjadi acuan pelaksanaan kegiatan

pendidikan pada tataran messo dan mikro, dalam hubungan ini Peraturan Pemerintah

Nomor 19 Tahun 2005 dapat dipandang sebagai upaya ke arah pencapaian hal

tersebut. Suatu hal yang cukup penting dalam PP ini adalah perlunya dibentuk suatu

Badan yang bernama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai badan

yang menentukan standar dan kriteria pencapaian dalam penyelenggaraan pendidikan.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 pada dasarnya hanya merupakan

standar umum penyelenggaraan pendidikan, sehingga diperlukan operasionalisasi

dalam berbagai aspek pendidikan. Hal ini tercantum dalam PP tersebut tentang

lingkup standar yang harus ada seperti standar isi, standar proses, standar lulusan dan

standar lainnya, di samping masalah standarisasi penyelenggaraan pendidikan yang

harus dipenuhi oleh penyelenggara pendidikan. Adapun secara lebih jelas, standar-

standar yang harus menjadi dasar bagi penyelenggaraan pendidikan sebagaimana

tercantum dalam Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, mencakup:

1) Standar isi, 2) Standar proses, 3) Standar kompetensi lulusan, 4) Standar pendidik

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
106

dan tenaga kependidikan, 5) Standar sarana dan prasarana, 6) Standar pengelolaan,

7) Standar pembiayaan, dan, 8) Standar penilaian pendidikan.

Standar Isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang

dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian,

kompetensi mata pelajaran dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh

peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

Standar Proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan

pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar

kompetensi lulusan.

Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang

mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah kriteria pendidikan

prajabatan, dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.

Standar Sarana dan Prasarana adalah standar nasional pendidikan yang

berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat

beribadah, perpustakaan, laboraturium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat

berekreasi, serta sumber belajar lainnya, yang diperlukan untuk menunjang proses

pembelajaran, termasuk penggunaan tekhnologi informasi dan komunikasi.

Standar Pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan

dengan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat

satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi atau nasional agar tercapai efisiensi dan

efektivitas penyelenggaraan pendidikan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
107

Standar Pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya

biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun.

Standar Penilaian Pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang

berkaitan dengan mekanisme, prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar peserta

didik.

Dalam hal tersebut di atas, sampai saat ini yang telah terbit petunjuk

pelaksanaan terhadap standar tersebut sebagaimana yang diatur dalam Peraturan

Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan

Pendidikan Dasar dan Menengah, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23

Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan Pendidikan Dasar dan

Menengah, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang

Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, Peraturan Menteri Pendidikan

Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru dalam Jabatan, Peraturan

Menteri Pendidikan Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan

oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Peraturan Menteri Pendidikan

Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk sekolah

Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah

Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA),

sementara standar lainnya masih dalam proses.

Kriteria Penentuan kedelapan standar di atas ditetapkan oleh Lembaga Badan

Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang merupakan lembaga independen terlepas

dari campur tangan secara langsung ataupun tidak dari pemerintah, yang bertugas

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
108

mengembangkan, memantau pelaksanaan dan mengevaluasi standar pendidikan

nasional.

2.2.1. Standar Guru Sebagai Tenaga Pendidik

Pendidikan merupakan suatu proses yang hasilnya dapat ditunjukkan secara

langsung maupun tidak langsung. Output/keluaran pendidikan merupakan hasil

pendidikan yang dapat diukur secara langsung setelah berlangsungnya suatu sistem

pendidikan pada jenjang tertentu. Output atau hasil yang diperoleh dengan adanya

proses pendidikan, misalnya jumlah atau persentase siswa menurut pendidikan yang

ditamatkan.

Kemajuan pembangunan pendidikan juga ditunjukkan oleh tinggi rendahnya

kualitas lulusan yang banyak dipengaruhi oleh kualitas tenaga pengajar. Bukan hanya

kualifikasi pengajar namun juga kesesuaian bidang keahlian yang diajarkan. Berbagai

kendala yang dihadapi dalam mencapai kemajuan pembangunan pendidikan semakin

bertambah dengan kualifikasi para pendidik atau tenaga pengajar yang dinilai masih

rendah. Sebagian guru bahkan mengajar di luar bidang keahliannya. Rendahnya

kualitas tenaga pengajar akan berdampak pada rendahnya mutu lulusan yang

dihasilkan. Selain itu, sistem penilaian dan pengujian serta akreditasi, ditambah

dengan kurikulum turut menentukan mutu anak didik.

Ada beberapa pengertian guru berikut ini untuk memberikan gambaran betapa

pentingnya peranan seorang guru yang profesional serta kompetensi di bidangnya.

Guru adalah seorang yang berdiri di depan kelas untuk menyampaikan ilmu

pengetahuan. Menurut Roestiyah, (1982: 182) dalam Nurdin (2005: 6): “Teacher is a

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
109

person who causes a person to know or be able to do something or give a person

knowladge or skill”.

Menurut Sutadipura (1983: 54) dalam Nurdin (2005: 6), bahwa: “Guru adalah

orang yang layak digugu dan ditiru”. Pendapat tersebut dikuatkan lagi sebagaimana

yang dinyatakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, (1985: 65) dalam

Nurdin (2005: 7): “Guru adalah seseorang yang mempunyai gagasan yang harus

diwujudkan untuk kepentingan anak didik, sehingga menunjang hubungan sebaik-

baiknya dengan anak didik, sehingga menjunjung tinggi, mengembangkan dan

menerapkan keutamaan yang menyangkut agama, kebudayaan, keilmuan.

Kunandar (2007: 54), guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama

mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi

peserta didik pada jalur pendidikan formal yaitu pendidikan anak usia dini,

pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional, Bab XI Pasal 39 ayat (2) bahwa pendidik merupakan tenaga profesional

yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil

pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian

dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

Kemudian menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan

Dosen dinyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama

mendidik, mengajar, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
110

pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan

pendidikan menengah (Pasal 1 ayat (1)).

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa seorang guru bukan

sekedar pemberi ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya di depan kelas, namun

merupakan seseorang yang memiliki profesionalisme dalam menjalankan perannya

sebagai seorang guru yang dapat menjadikan murid-muridnya mampu merencanakan,

menganalisis dan menyimpulkan masalah yang dihadapi.

Kualifikasi guru turut menentukan keberhasilan pendidikan oleh karena itu

rendahnya kualifikasi tenaga pengajar atau guru dapat menunjukan bahwa masih

rendahnya mutu pendidikan. Rendahnya kualitas tenaga pengajar akan berdampak

pada kualitas siswa yang pada akhirnya menyebabkan rendahnya mutu para lulusan.

Hal ini tentunya akan menghambat keberhasilan pembangunan nasional, karena

keberhasilan pembangunan nasional tergantung dari keberhasilan dalam mengelola

pendidikan nasional.

Oleh karena itu, seorang pendidik (guru) harus memiliki kualifikasi akademik

dan kompetensi sebagai agen pembelajaran yang sehat jasmani dan rohani serta

memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (Pasal 28 ayat

(1) PP No. 19 Tahun 2005).

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar

Nasional Pendidikan, Pasal 36 ayat (1), bahwa tenaga kependidikan pada pendidikan

tinggi harus memiliki kualifikasi, kompetensi dan sertifikasi sesuai dengan bidang

tugasnya. Hal ini dikuatkan lagi dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
111

Nomor 16 Tahun 2007, yang menyatakan bahwa profesionalisme seorang guru dapat

diukur melalui kualifikasi dan kompetensinya sebagai tenaga kependidikan. Alat

pengukurnya adalah sertifikat profesional yang dimiliki tenaga pendidik melalui

sertifikasi bagi guru dalam jabatan. Jadi, ketiga komponen tersebut tidak dapat

dipisahkan dan saling berkaitan antara satu dengan lainnya.

2.2.1.1.Kualifikasi akademik

Kualifikasi akademik guru dapat diperoleh melalui pendidikan formal dan uji

kelayakan dan kesetaraan. Kualifikasi akademik guru melalui pendidikan formal

dapat diperoleh melalui program studi keguruan baik jenjang Diploma maupun

Sarjana. Sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun

2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dinyatakan bahwa seorang tenaga

pendidik pada sekolah menengah kejuruan/sederajat harus memiliki kualifikasi

akademi yaitu: minimum Diploma empat (D-IV) atau Sarjana (S-1), latar belakang

pendidikan tinggi dengan program pendidikan yang sesuai dengan mata pelajaran

yang diajarkan/diampu, memiliki sertifikat profesi guru untuk SMK/MAK yang

diperoleh dari program studi yang terakreditasi (Pasal 29 ayat (4)).

Sedangkan kualifikasi akademik guru melalui uji kelayakan dan kesetaraan

merupakan kualifikasi akademik yang dipersyaratkan untuk dapat diangkat sebagai

guru dalam bidang-bidang khusus yang sangat diperlukan tetapi belum

dikembangkan oleh Perguruan Tinggi. Uji kelayakan dan kesetaraan bagi seseorang

yang memiliki keahlian tanpa ijazah dilakukan oleh perguruan tinggi yang diberi

wewenang untuk melaksanakannya.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
112

2.2.1.2.Standar kompetensi guru

Menurut Kunandar (2007: 55), kompetensi guru adalah seperangkat

penguasaan kemampuan yang harus ada dalam diri guru agar dapat mewujudkan

kinerjanya secara tepat dan efektif. Kompetensi guru yang dimaksud di sini yaitu

kompetensi yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang

Standar Nasional Pendidikan yang tercantum dalam Pasal 28 ayat (3), meliputi:

1) Kompetensi pedagogik; 2) Kompetensi kepribadian; 3) Kompetensi profesional

dan; 4) Kompetensi sosial. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja

guru dan dijelaskan secara rinci dalam Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang

Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

1) Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan seorang tenaga pendidik yang

diharapkan mampu memberikan informasi kepada anak didiknya. Kompetensi

tersebut membutuhkan keahlian serta kemampuan sebagai tenaga pendidik.

Kompetensi pedagogik yang dimiliki seorang guru sesuai dengan Permendagri

Nomor 16 Tahun 2007 adalah: (a) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek

fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional dan intelektual, (b) Menguasai teori

belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, (c) Mengembangkan

kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu, (d) Menyelenggarakan

pembelajaran yang mendidik, (e) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi

untuk kepentingan pembelajaran, (f) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta

didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki, (g) Berkomunikasi

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
113

secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik, (h) Menyelenggarakan

penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, (i) Memanfaatkan hasil penilaian dan

evaluasi untuk kepentingan pembelajaran, (j) Melakukan tindakan reflektif untuk

peningkatan kualitas pembelajaran.

2) Kompetensi Kepribadian

Seorang guru dituntut memliki kepribadian yang baik. Baik dalam bertutur

kata maupun santun dalam bersikap. Oleh karena guru merupakan contoh tauladan

lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat yang sosoknya digugu dan ditiru,

dipercaya dan dijadikan panutan. Selain itu seorang guru juga harus memiliki

kepribadian yang menyenangkan sehingga siswa yang diajarkan merasa tertarik

dengan kepribadian tersebut. Kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh guru

sesuai dengan Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007, yaitu: (a) bertindak sesuai

dengan norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional Indonesia,

(b) menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia dan teladan bagi

peserta didik dan masyarakat, (c) menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap,

stabil, dewasa, arif dan berwibawa, (d) menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang

tinggi, rasa bangga menjadi guru dan rasa percaya diri, (e) menjunjung tinggi kode

etik profesi guru.

3) Kompetensi Profesional

Guru merupakan jabatan profesi yang membutuhkan keprofesionalismean

seorang guru, maka layaknya seorang guru dalam melaksanakan tugasnya harus

benar-benar merupakan panggilan jiwa yang mampu mengabdikan diri pada dunia

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
114

pendidikan untuk waktu yang lama bahkan seumur hidup, memiliki pengetahuan dan

kecakapan/keahlian, memiliki kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif,

memiliki kode etik atau norma-norma sebagai pegangan atau pedoman sebagai

seorang pendidik.

Profesionalisme yang dibutuhkan oleh seorang guru dalam mendidik siswa

adalah kemampuan untuk merangsang potensi anak didik dan mengajarkan supaya

mau belajar. Guru hanya memberikan peluang agar potensi itu dikemukakan dan

dikembangkan. Untuk hal-hal yang erat kaitannya dengan profesional, seorang guru

harus mampu: (1) menguasai bahan/materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan

yang mendukung mata pelajaran yang diampu, (2) menguasai standar kompetensi dan

kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu, (3) mengembangkan materi

pembelajaran yang diampu secara kreatif, (4) mengembangkan keprofesionalan

secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, (5) memanfaatkan

teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri (Permendiknas

Nomor 16 Tahun 2007).

Salah satu indikator keberhasilan guru dalam pelaksanaan tugas adalah

kemampuan seorang guru untuk menjabarkan, memperluas, menciptakan relevansi

kurikulum dengan kebutuhan peserta didik dalam perkembangan kemajuan ilmu

pengetahuan dan tekhnologi.

Nurdin (2005: 78) menyatakan bahwa profesi sebagai seorang guru dituntut

untuk dapat mengemban tugas secara profesional, untuk itu seorang guru minimal

harus memiliki:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
115

Pertama, menguasai Silabus atau GBPP serta petunjuk pelaksanaannya.

Seorang guru harus memahami aspek-aspek dari materi yang disampaikannya, yaitu:

(1) tujuan yang ingin dicapai, (2) isi/materi bahan pelajaran dari setiap pokok bahasan

/topik pembelajaran, (3) alokasi waktu untuk setiap topik pembelajaran/bahan

pelajaran, dan (4) alat dan sumber belajar yang akan digunakan.

Kedua, seorang guru harus mampu menyusun program pembelajaran, dalam

hal ini guru harus terampil dalam mengemas dan menyusun serta merumuskan bahan

pengajaran itu ke dalam Satuan Acara Pembelajaran (SAP), yang dimulai dari

merumuskan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai sampai pada teknik evaluasi

yang akan digunakan untuk menilai hasil belajar siswa.

Ketiga, harus mampu mengelola proses belajar mengajar yaitu mampu

mengimplementasikan kurikulum dengan mengaktualisasikan SAP dalam proses

belajar mengajar di kelas kepada peserta didik.

Keempat, harus jeli dalam menilai hasil belajar siswa, yaitu mengevaluasi

sejauhmana siswa dapat menguasai pelajaran dalam proses belajar mengajar yang

telah disampaikan kepada siswa.

4) Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial dibutuhkan bagi seseorang yang memiliki profesi sebagai

seorang guru karana interaksinya kepada masyarakat di lingkungannya yaitu baik

dengan masyarakat di lingkungan tempat tinggal, sekolah maupun dengan orang tua

murid. Oleh karena itu seorang guru harus mampu beradaptasi dengan lingkungan

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
116

sosialnya karena merupakan sosok yang ditiru, selain itu kontak sosial terhadap orang

tua murid juga dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan belajar siswa di rumah.

Adapun kompetensi sosial seorang guru, meliputi: (a) bersifat inklusif,

bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin,

agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga dan status sosial ekonomi,

(b) berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan sesama pendidik, tenaga

kependidikan, orang tua dan masyarakat, (c) beradaptasi di tempat bertugas di seluruh

wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya,

(d) berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan

tulisan atau bentuk lain.

2.2.1.3.Sertifikasi bagi guru dalam jabatan

Sertifikasi bagi guru dalam jabatan adalah proses pemberian sertifikat

pendidik untuk guru dalam jabatan yang diikuti oleh guru yang telah memiliki

kualifikasi akademik yang telah ditetapkan yaitu sarjana (S-1) atau Diploma Empat

(D-IV) yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi sebagai penyelenggara pengadaan

tenaga kependidikan yang terakreditasi dan telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan

Nasional.

Sertifikasi ini dilakukukan melalui uji kompetensi untuk memperoleh

sertifikat pendidik dengan penilaian dalam bentuk portofolio, yaitu pengakuan atas

pengalaman profesional guru dalam bentuk penilaian terhadap kumpulan dokumen

yang menggambarkan: (1) kualifikasi akademik, (2) pendidikan dan pelatihan,

(3) pengalaman mengajar, (4) perencanan dan pelaksanaan pembelajaran,

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
117

(5) penilaian dari atasan dan pengawas, (6) prestasi akademik, (7) karya

pengembangan profesi, (8) keikutsertaan dalam forum ilmiah, (9) pengalaman

organisasi di bidang kependidikan dan sosial dan, (10) penghargaan yang relevan

dengan bidang pendidikan.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 18

Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru dalam Jabatan, dinyatakan bahwa: guru

yang terdaftar sebagai calon peserta sertifikasi guru pada tahun 2006 dan telah

memiliki sertifikat pendidik dan nomor registrasi guru dari Departemen Pendidikan

Nasional sebelum Oktober 2007 memperoleh tunjangan profesi pendidik terhitung

mulai 1 Oktober 2007 (Pasal 7).

Jadi jelas dapat kita lihat bahwa tuntutan terhadap profesionalisme guru tidak

hanya merupakan kebijakan yang dipaksakan kepada seluruh guru yang ada

di Indonesia namun kompensasi dari tuntutan tersebut adalah peningkatan

penghasilan bagi guru agar citra guru tidak lagi diremehkan dan merasa lebih rendah

dari profesi lainnya.

2.2.2. Standar Kurikulum Pendidikan

Kurikulum merupakan sejumlah mata pelajaran di sekolah atau di akademi

yang harus ditempuh oleh siswa untuk mencapai sesuatu tingkatan atau ijazah

(Nurdin, 2005: 32). Sedangkan menurut Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006

tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dijelaskan bahwa

kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan

bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
118

kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum

merupakan aktivitas yang dilakukan oleh sekolah dalam rangka mempengaruhi siswa

dalam belajar untuk mencapai suatu tujuan, termasuk di dalamnya kegiatan belajar

mengajar strategi dalam proses belajar mengajar, cara mengevaluasi program

pengembangan pengajaran dan sebagainya.

Jadi kurikulum merupakan pedoman dalam menyampaikan materi pelajaran

yang dibuat sesuai dengan kebutuhan pendidikan itu sendiri. Pernyataan ini sejalan

dengan pendapat Lie, dkk (2005: 83), yang menyatakan bahwa kurikulum selalu

dipengaruhi dan ditentukan oleh gagasan yang melatarbelakangi tentang manusia dan

pendidikan. Kurikulum akan dipengaruhi oleh gagasan penyusun kurikulum tentang

makna pendidikan yang dipikirkannya.

Namun pada kenyataannya kurikulum tidak dapat mengikuti dinamika yang

dibutuhkan oleh dunia pendidikan, hal ini didukung oleh pendapat Buchori (2004:

295) yang menyatakan bahwa ketidakjelasan dalam menyusun kurikulum Nasional

disebabkan karena ketidakjelasan tentang manusia Indonesia yang diharapkan akan

terbentuk dalam pendidikan formal.

Bila dikaitkan pada hal-hal yang praktis dan bersifat aplikatif, maka

kurikulum cenderung berkenaan dengan usaha perencana kurikulum dalam menyusun

bidang-bidang studi apa saja yang harus dipelajari oleh anak didik pada jenjang/

tingkatan sekolah tertentu. Misalnya pada tingkat Sekolah Menengah Kejuruan

(SMK), bidang studi apa saja yang akan disajikan karena kurikulum pada Sekolah

kejuruan harus lebih mengutamakan mata pelajaran yang berkaitan dengan pekerjaan

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
119

dan lapangan pekerjaan atau yang sering disebut dengan Model Link and Match yaitu

memilih mata pelajaran dan jurusan yang dapat menunjang pekerjaan.

Dalam penyusunan kurikulum tersebut harus dimuat tujuan yang harus

dicapai, uraian materi secara ringkas, teknik/metode yang mungkin dipakai, alat dan

sumber, kelas, lamanya waktu yang diperlukan/jam dan sebagainya yang biasanya

termuat dalam satu model penyusunan program yang disebut Garis-Garis Besar

Program Pengajaran (GBPP).

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar

Nasional Pendidikan, kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan dan khusus

pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a) kelompok mata pelajaran

agama dan akhlak mulia; b) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan

kepribadian; c) kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan tekhnologi;

d) kelompok mata pelajaran estetika; e) kelompok mata pelajaran jasmani, oleh raga

dan kesehatan (Pasal 6 ayat (1)).

Menurut Nurdin (2005: 33), dikatakan bahwa ada 3 hal pokok yang menjadi

landasan dalam pelaksanaan, pembinaan dan pengembangan kurikulum, yakni:

(a) landasan Filosofis, (b) landasan Sosial Budaya, dan, (c) landasan Psikologis.

Untuk lebih jelas dapat dilihat pada uraian berikut ini.

(a) Landasan Filosofis

Filsafat dapat diartikan sebagai cara berfikir yang mengkaji tentang objek

secara mendalam melalui 3 pokok persoalan, yakni: hakikat benar – salah (logika),

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
120

hakikat baik buruk (etika), dan hakikat indah jelek (estetika) dan hakikat pandangan

hidup manusia mencakup ketiga hal tersebut.

Kaitannya dengan kurikulum dari ketiga pandangan tersebut sangat

diperlukan terutama dalam menetapkan arah dan tujuan pendidikan. Dengan

pengertian lain bahwa kemana arah pendidikan itu akan dibawa tergantung dari cara

pandang hidup manusia atau yang lebih luasnya lagi cara pandang dari suatu bangsa.

Setiap bangsa atau negara mempunyai tatanan dan pandangan hidup masing-masing

dan berbeda-beda sesuai dengan ideologi yang dianut.

Pendidikan sebagai upaya dalam membina manusia (anak didik) tidak terlepas

dari pandangan hidup, oleh karena itu segala upaya yang dilakukan oleh pendidik

kepada anak didiknya harus mampu menjadikan manusia Indonesia yang bertaqwa

kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berbudi luhur, berkepribadian, berdisiplin, kerja

kelarsa, tangguh bertanggungjawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani

dan rohani.

(b) Landasan Sosial Budaya

Pendidikan sebagai proses budaya adalah upaya membina dan

mengembangkan daya cipta, karsa dan rasa manusia menuju peradaban manusia yang

lebih luas dan tinggi, yaitu manusia ynag berbudaya. Kurikulum pendidikan sudah

sewajarnya pula disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini, bahkan harus dapat

mengantisipasi kondisi-kondisi yang bakal terjadi pada masa yang akan datang.

Untuk itu pula guru dituntut untuk dapat membina dan melaksanakan kurikulum, agar

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
121

apa yang diberikan kepada anak didiknya berguna dan relevan dengan kehidupan

dalam masyarakat.

(c) Landasan Psikologi

Pada dasarnya pendidikan tidak terlepas kaitannya dengan unsur-unsur

psikologi, sebab pendidikan adalah menyangkut perilaku manusia itu sendiri.

Mendidik berarti merubah tingkah laku anak menuju kedewasan. Oleh karena itu,

dalam proses belajar mengajar selalu dikaitkan dengan teori-teori perubahan tingkah

laku anak.

Beberapa teori belajar yang dikenal, antara lain: behaviorisme, psikologi daya,

perkembangan kognitif, teori lapangan, teori kepribadian.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa memahami dan mempelajari

teori belajar merupakan faktor penting yang harus dipelajari dan dikuasai oleh guru

dalam rangka pelaksanaan pengajaran, karena sebaik apapun kurikulum yang

diciptakan, namun jika guru tersebut tidak mampu menguasai psikologi dari anak

didiknya maka akan sulit terjadi komunikasi yang efektif. Jadi, guru harus memiliki

strategi belajar – mengajar yang tepat untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah

ditetapkan sebelumnya.

Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah

dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar

kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat

oleh BSNP.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
122

Menurut Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk

Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dijelaskan bahwa kurikulum dikembangkan

berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut: (a) berpusat pada potensi,

perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya,

(b) beragam dan terpadu, (c) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,

teknologi dan seni, (d) relevan dengan kebutuhan kehidupan, (e) menyeluruh dan

berkesinambungan, (f) belajar sepanjang hayat, (g) seimbang antara kepentingan

nasional dan kepentingan daerah.

Dalam pelaksanannya kurikulum disetiap satuan pendidikan menggunakan

prinsip-prinsip sebagai berikut:

Pertama, pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan

kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam

hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta

memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan

menyenangkan.

Kedua, Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar,

yaitu (a) belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

(b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan

dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang

lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses

pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
123

Ketiga, Pelaksanan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat

pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan atau percepatan sesuai dengan

potensi, tahap perkembangan dan kondisi peserta didik dengan memperhatikan

keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ketuhanan,

keindividuan, kesosialan, dan moral.

Keempat, Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan

pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka dan hangat, dengan

prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada.

Kelima, Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan

multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai dan

memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

Keenam, Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam,

sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan

muatan seluruh bahan kajian secara optimal.

Ketujuh, Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata

pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam

keseimbangan, keterkaitan dan kesinambungan yang cocok dan memadai antar kelas

dan jenis serta jenjang pendidikan.

2.2.3. Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan

Sarana dan prasarana adalah alat bantu yang dibutuhkan baik langsung

maupun tidak langsung oleh siswa dan guru ataupun penyelenggaraan pendidikan

dalam mewujudkan proses belajar mengajar. Sarana dan prasarana ini dapat

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
124

menunjang keefektifan dan efisiensi pengajaran karena dapat mempengaruhi tingkat

laku siswa.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar

Nasional Pendidikan Pasal 42 dinyatakan bahwa: (1) Setiap satuan pendidikan wajib

memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku

dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai serta kelengkapan lainnya yang

diperlukan untuk menunjnag proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan;

(2) Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang

kelas, ruang pimpinan satiuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang

perpustakaan, ruang laboraturium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang

kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolah raga, tempat beribadah, tempat

bermain, tempat berekreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang

proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

Dari uraian di atas, jelas dinyatakan bahwa setiap satuan pendidikan harus

memiliki sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar.

Standar sarana dan prasarana ini diatur dalam Permendiknas Nomor 40 Tahun 2008

tentang Sarana dan Prasarana untuk SMK/MAK. Oleh karena Permendiknas ini baru

diberlakukan maka dalam tulisan ini standar sarana dan prasarana SMK merujuk

pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun

2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
125

Menurut Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007, diatur tentang jumlah satuan

pendidikan, luas lahan minimum, luas bangunan gedung minimum dan kelengkapan

sarana dan prasarana.

Bangunan gedung sekolah yang sesuai dengan standar harus memenuhi

ketentuan tata bangunan yaitu rancangan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan

gedung harus dilakukan secara profesional dan dapat bertahan minimum 20 Tahun,

memenuhi persyaratan keselamatan, memenuhi persyaratan kesehatan, letak

bangunan tersebut menyediakan fasilitas dan aksesibilitas yang mudah, aman dan

nyaman termasuk bagi penyandang cacat, bangunan gedung dilengkapi sistem

keamanan, dilengkapi fasilitas instalasi listrik dengan daya minimum 1300 watt.

Kelengkapan sarana dan prasarana yang harus dilengkapi sekurang-

kurangnya adalah sebagai berikut: a) ruang kelas, b) ruang perpustakan,

c) laboraturium, d) ruang pimpinan, e) ruang guru, f) ruang tata usaha, g) tempat

beribadah, h) ruang konseling, i) ruang UKS, j) ruang organisasi kesiswaan,

k) jamban, l) gudang, m) ruang sirkulasi, n) tempat bermain/berolahraga, dan

o) ruang Praktik Kerja/bengkel kerja (khusus untuk sekolah kejuruan).

2.3. Pendidikan Kejuruan

2.3.1. Karakteristik Sekolah Menengah Kejuruan

Evans (1978) dalam Djojonegoro (1999: 33), mendefinisikan pendidikan

kejuruan adalah bagian dari sistem pendidikan yang mempersiapkan seseorang agar

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
126

lebih mampu bekerja pada satu kelompok pekerjaan atau satu bidang pekerjaan

daripada bidang-bidang pekerjaan lainnya.

Definisi lain tentang sekolah kejuruan sebagaimana dinyatakan United States

Congress (1976) dalam Djojonegoro (1999: 34), dikatakan bahwa pendidikan

kejuruan adalah program pendidikan yang secara langsung dikaitkan dengan

penyiapan seseorang untuk suatu pekerjaan tertentu atau untuk persiapan tambahan

karir seseorang.

Di Indonesia keberadaan Sekolah Menengah Kejuruan telah ada setelah

Indonesia merdeka. Supriadi (2002), menyebutkan Sekolah Pertukangan di Surabaya

yang berdiri 1953 merupakan sekolah kejuruan pertama di Indonesia (Artikel

Teropong Wajah Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia, Buklet).

Jika pada awal kemerdekaan hingga pelaksanaan Pelaksanaan Pelita I problem

utamanya adalah pengadaan infrastruktur dan fasilitas, kemudian beranjak pada mutu

dan bagaimana mengubah dari pendekatan supply driven (paradigma “apa yang dapat

dihasilkan”) menjadi demand driven (“apa yang diperlukan pasar”), kemudian link

and mach (Keterkaitan antara sekolah Kejuruan dengan industri) hingga Pendidikan

Sistem Ganda (PSG).

Pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,

kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan peserta didik untuk hidup mandiri dan

mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan program kejuruannya. Agar dapat

bekerja secara efektif dan efisien serta mengembangkan keahlian dan

keterampilannya, siswa sekolah kejuruan harus memiliki stamina yang tinggi,

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
127

menguasai bidang keahliannya dan dasar-dasar ilmu pengetahuan dan tekhnologi,

memiliki etos kerja yang tinggi dan mampu berkomunikasi sesuai dengan tuntutan

pekerjaannya, serta mampu mengembangkan diri (UU No. 20 Tahun 2003).

Sekolah Menengah kejuruan dapat menghasilkan tenaga-tenaga yang cerdas

(smart), siap kerja dan kompetitif. Cerdas (smart) yang dimaksud bukan hanya

cerdas secara intelektual, namun juga cerdas secara spiritual dan cerdas secara

emosional dan sosial, serta cerdas secara kinestetik. Siap kerja, karena lulusan SMK

telah dibekali keterampilan dan kemampuan bekerja di bidangnya, sehingga mereka

siap untuk langsung bekerja tanpa perlu ditraining lagi. Mereka juga dibekali

kemampuan untuk bisa membuka usaha sendiri. Kompetitif, siswa SMK memiliki

jiwa kompetitif yaitu ingin menjadi agen perubahan dan sikap pantang menyerah

yang memang sudah ditanamkan sejak tahun pertama di SMK. Kemandirian serta

kepribadian siswa SMK yang unggul memicu kesiapan mental untuk bekerja atau

membuka lapangan usaha ketika lulus (Buklet Sekolah Menengah Kejuruan,

Direktorat Pembinaan SMK Depdiknas).

Keunggulan pendidikan kejuruan adalah kemampuannya memberikan peluang

bagi siswa didik untuk mendapat proses pembelajaran dengan terjun langsung ke

dunia usaha/industri, sehingga siswa memperoleh pengalaman yang nyata dan relevan

dengan bidang kejuruan yang dipelajarinya, sekaligus memberi bekal keterampilan

yang dibutuhkan.

Menurut data BPS tahun 2004 (Buklet Sekolah Menengah Kejuruan

Direktorat Pembinaan SMK, Depdiknas), lulusan Siswa SMK hanya memberikan

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
128

sumbangan kecil pada angka Struktur Pengangguran Terbuka, yaitu sekitar 9,16%. Ini

menunjukkan bahwa sebahagian besar tamatan SMK langsung mendapatkan

pekerjaan karena kepercayaan dari dunia usaha dan industri.

Sekolah kejuruan ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang

berkualitas sehingga mampu bersaing pada pasar tenaga kerja karena siswa sekolah

kejuruan memang disiapkan untuk menjadi tenaga kerja yang memiliki keterampilan

dan keahlian, sehingga apabila tidak melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi

lulusan Siswa SMK dapat langsung bekerja.

Tabel 2.1 di bawah ini dapat menunjukkan perbedaan antara Sekolah

Menengah Kejuruan dengan Sekolah Menengah Umum:

Tabel 2.1. Perbandingan SMK dengan SMU

SMK SMU
1. Memiliki kompetensi yang jelas. 1. Memerlukan pendidikan tambahan
2. Diperkuliahan dalam hal praktikum untuk memiliki sebuah
lulusan siswa SMK lebih handal. keterampilan.
3. Tingkat pengangguran lulusan SMK 2. Perlu penyesuaian.
lebih rendah karena memiliki 3. Pengangguran relatif lebih banyak
berbagai keahlian. karena tidak semua sektor pekerjaan
4. Lulusan SMK diorientasikan untuk dimasuki.
dunia kerja. 4. Lulusan SMU diorientasikan untuk
5. Metode pendidikan SMK mengenyam tingkat pendidikan
berorientasi pada kecakapan hidup. yang lebih tinggi.
5. Orientasi pendidikannya masih
global.
Sumber: Buklet Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Pembinaan SMK, Depdiknas

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
129

Selanjutnya dalam Surat Keputusan Mendikbud No. 04907/U/1990, tujuan

pendidikan SMK dapat diuraikan sebagai berikut:

(1) Mempersiapkan siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih dan/

atau meluaskan pendidikan dasar;

(2) Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan

hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan sekitarnya;

(3) Meningkatkan kemampuan siswa untuk dapat mengembangkan diri sejalan

dengan pengembangan ilmu, tekhnologi dan kesenian;

(4) Menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap

profesional.

Di sini peranan seorang guru sebagai tenaga pendidik sangat dibutuhkan yaitu

kemampuannya menguasai bahan yang akan diajarkan, mengelola program

pembelajaran, mengelola kelas, menggunakan media/sumber belajar, menguasai

landasan-landasan kependidikan dan mengelola interaksi belajar mengajar.

Oleh karena itu, kualifikasi akademik dan kompetensi yang harus dimiliki

oleh seorang guru yang memberikan materi pembelajaran pada sekolah kejuruan

adalah sebagaimana telah dijelaskan pada 2.2.1 (standar prefesionalisme guru sebagai

tenaga pendidik), yaitu minimum Diploma Empat (D-IV) atau Sarjana (S-1),

memiliki sertifikasi TOEIC minimal 450 dan kompetensi yang sesuai dengan mata

pelajaran yang akan diajarkan baik yang tersedia di sekolah ataupun mendatangkan

guru tamu dari Dunia Usaha/Dunia Industri (outsourcing).

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
130

Selanjutnya dalam Permendagri Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi

untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dijelaskan bahwa kurikulum sekolah

kejuruan berisikan mata pelajaran wajib, mata pelajaran kejuruan, muatan lokal dan

pengembangan diri.

Mata pelajaran wajib, terdiri atas: Pendidikan Agama, Pendidikan

Kewarganegaraan, Bahasa, Matematika, IPA, IPS, Seni dan Budaya, Pendidikan

Jasmani dan olah raga, Keterampilan/Kejuruan. Mata pelajaran ini bertujuan untuk

membentuk manusia Indonesia seutuhnya dalam spektrum manusia kerja.

Mata pelajaran kejuruan, terdiri atas beberapa mata pelajaran yang bertujuan

untuk menunjang pembentukan kompetensi kejuruan dan pengembangan kemampuan

menyesuaikan diri dalam bidang keahliannya. Kurikulum pendidikan SMK harusnya

menerapkan kurikulum SMK yang telah melalui proses validasi bersama institusi

pasangan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI), dengan pengayaan pada mata

pelajaran tertentu dan disesuaikan dengan perkembangan IPTEK.

Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan

kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas, potensi daerah dan prospek

pengembangan daerah termasuk keunggulan daerah yang materinya tidak dapat

dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan

oleh satuan pendidikan sesuai dengan program keahlian yang diselenggarakan.

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh

guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk

mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
131

minat setiap siswa sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri

difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang

dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.

Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling

yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar dan

pembentukan karier siswa. Pengembangan diri bagi siswa kejuruan terutama

ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier.

Struktur kurikulum sekolah kejuruan meliputi substansi pembelajaran yang

ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas X sampai

dengan kelas XI atau XII. Struktur kurikulum sekolah kejuruan disusun berdasarkan

standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran.

Berikut ini struktur kurikulum Mata Pelajaran yang disajikan pada sekolah

Kejuruan, sebagaimana dijelaskan pada Tabel 2.2 berikut ini:

Tabel 2.2. Struktur Kurikulum Sekolah Kejuruan

Komponen Durasi Waktu


(jam)
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 192
2. Pendidikan Kewarganegaraan 192
3. Bahasa Indonesia 192
4. Bahasa Inggris 440 a)
5. Matematika
5.1 Matematika Kelompok Seni, Pariwisata, dan 330 a)
Teknologi Kerumahtanggaan
5.2 Matematika Kelompok sosial, Administrasi 403 a)
Perkantoran dan Akuntansi
5.3 Matematika Kelompok Tekhnologi, Kesehatan dan 516 a)
Pertanian

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
132

Lanjutan Tabel 2.2.

6. Ilmu Pengetahuan Alam


6.1. IPA 192 a)
6.2 Fisika
6.2.1 Fisika Kelompok Pertanian 192 a)
6.2.2 Fisika Kelompok Tekhnologi 276 a)
6.3 Kimia
6.3.1 Kimia Kelompok Pertanian 192 a)
6.3.2 Kimia Kelompok Teknologi dan 192 a)
Kesehatan
6.4 Biologi
6.4.1 Biologi Kelompok Pertanian 192 a)
6.4.2 Biologi Kelompok Kesehatan 192 a)
7. Ilmu Pengetahuan Sosial 128 a)
8. Seni Budaya 128 a)
9. Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan 192
10. Kejuruan
10.1 Keterampilan Komputer & Pengelolaan Informasi 202
10.2 Kewirausahan 192
10.3 Dasar Kompetensi Kejuruan b) 140
10.4 Kompetensi Kejuruan b) 1044 c)
B. Muatan Lokal 192
C. Pengembangan Diri d) (192)

Sumber: Permendiknas No. 22 Tahun 2006

Keterangan:
a) Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yang digunakan oleh setiap program
keahlian. Program keahlian yang memerlukan waktu lebih jam tambahannya
diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sama, di luar jumlah jam yang
dicantumkan.
b) Terdiri dari berbagai mata pelajaran yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan
setiap program keahlian.
c) Jumlah jam kompetensi Kejuruan pada dasarnya sesuai dengan kebutuhan
standar kompetensi kerja yang berlaku di dunia kerja tetapi tidak boleh kurang
dari 1044 jam.
d) Ekuivalen 2 jam pembelajaran.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
133

2.3.2. Program Pengembangan Pembelajaran (Life Skills)

Program Life Skills adalah program yang bermaksud untuk memberikan bekal

keterampilan yang praktis, terpakai, terkait dengan kebutuhan pasar, peluang usaha

dan potensi ekonomi atau industri yang ada di masyarakat. Program ini mempunyai

cakupan yang sangat luas, berinteraksi antara pengetahuan yang dimiliki sebagai

unsur penting untuk hidup mandiri. Berdasarkan lingkupnya program mencakup

kecakapan pribadi (personal Skills), kecakapan sosial (social skills) dan kecakapan

kejuruan (vocational skills). Konsep kecakapan hidup merupakan salah satu fokus

analisis dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang menekankan pada

kecakapan hidup atau bekerja (Ditjen Diklusepa, 2003).

Selanjutnya, Brolin (1989) menjelaskan bahwa life skills constitite a

continuum of knowladge and aptitude that are necessary for a person to function

effectively and to avoid interuptions of employment exercise.

Istilah hidup tidak semata-mata memiliki kemampuan tertentu saja

(vocational job), namun ia harus memiliki kemampuan dasar pendukungnya secara

fungsional seperti membaca, menulis, berhitung, merumuskan, memecahkan masalah,

mengelola sumber daya, bekerja dalam kelompok, terus belajar di tempat kerja,

mempergunakan tekhnologi (Satori, 2002).

Life skills merupakan kemampuan komunikatif secara efektif, kemampuan

mengembangkan kerjasama, melaksanakan peranan sebagai warga negara yang

bertanggungjawab, memiliki kesiapan serta kecakapan untuk bekerja dan memiliki

karakter dan etika untuk terjun ke dunia kerja. Ciri pembelajaran life skills adalah:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
134

(1) terjadinya proses identifikasi kebutuhan belajar, (2) penyadaran untuk belajar

bersama, (3) keselarasan kegiatan belajar untuk mengembangkan diri, belajar, usaha

mandiri, usaha bersama, (4) penguasaan kecakapan personal, sosial, vokasional,

akademik, manajerial, kewirausahaan, (5) pemberian pengalaman dalam melakukan

pekerjaan dengan benar, menghasilkan produk bermutu, (6) interaksi saling belajar

dari ahli, (7) penilaian kompetensi, dan, (8) pendampingan teknis untuk bekerja atau

membentuk usaha bersama (Ditjen Diklusepa, 2003).

Konsep life skills dalam Sistem Pendidikan Nasional terdiri dari empat jenis,

yaitu: 1) kecakapan personal (personal skills) yang mencakup kecakapan mengenal

diri (self awarness) dan kecakapan berpikir rasional (rasional skills); 2) kecakapan

sosial (social skills); 3) kecakapan akademik (academic skills); 4) kecakapan

vokasional (vocasional skills).

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
135

Kecakapan mengenal diri


Kecakapan personal

Kecakapan berpikir rasional

Kecakapan sosial

Life
Skills

Kecakapan akademik

Kecakapan vocasional

Sumber: Depdiknas (2003), Pedoman penyelenggaraan program pendidikan


kecakapan hidup (Life Skill).

Gambar 2.1. Skema Terinci Life Skills

Kecakapan mengenal diri, pada dasarnya merupakan penghayatan diri sebagai

makhluk Tuhan Yang Maha Esa, anggota masyarakat dan warga negara serta

menyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, sekaligus

menjadikannya sebagai modal dalam meningkatkan dirinya sebagai individu yang

bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannnya.

Kecakapan berfikir rasional, mencakup antara lain: kecakapan menggali dan

menemukan informasi, kecakapan mengolah informasi dan mengambil keputusan

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
136

serta kecakapan memecahkan masalah secara kreatif. Untuk membelajarkan

masyarakat perlu adanya dorongan dari pihak luar atau pengkondisian untuk

mengembangkan potensi yang ada pada diri masing-masing siswa, dalam arti bahwa

keterampilan yang diberikan harus dilandasi oleh keterampilan belajar (learning

skills) (Hidayanti, 2002). Keterampilan personal, seperti pengambilan keputusan

(problem solving). Keterampilan ini paling utama dalam menentukan seseorang dapat

berkembang. Hasil keputusan dan kemampuan untuk memecahkan permasalahan

dapat mengejar banyak kekurangannya.

Kecakapan sosial atau kecakapan antar personal (interpersonal skills),

mencakup antara lain: kecakapan komunikasi dengan empati dan kecakapan bekerja

sama. Empati, sikap penuh pengertian dan seni komunikasi dua arah, maksudnya

bukan sekedar menyampaikan pesan, tetapi isi dan sampaiannya pesan disertai

dengan kesan baik yang akan menumbuhkan hubungan harmonis, solusi dan

penyelesaian konflik (http://www.workshopsince.com/manual/overview.html).

Kecakapan akademik (academic skills), sering juga disebut kemampuan

berpikir ilmiah yang merupakan pengembangan dari kecakapan berpikir rasional,

kecakapan akademik lebih mengarah pada kegiatan yang bersifat akademik/keilmuan.

Kecakapan akademik mencakup anatara lain kecakapan melakukan identifikasi

variabel dan menjelaskan hubungannya pada suatu fenomena tertentu.

Kecakapan vokasional (vocacional skills), sering juga disebut kecakapan

kejuruan yang artinya kecakapan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu

yang terdapat di masyarakat.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
137

2.4. Aspek-aspek Ketenagakerjaan

2.4.1. Sumber Daya Manusia

Surya (2006: 90), mengemukakan bahwa kualifikasi seorang pegawai (tenaga

kerja) tidak semata-mata ditentukan oleh pemilikan gelar akademik, tetapi juga

ditentukan oleh pemilikan keterampilan. Bagi pengguna tenaga kerja, yang

diinginkan adalah calon yang terampil dan bisa bekerja, meskipun tidak memiliki

gelar akademik tinggi.

Pernyataan tersebut di atas menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya

manusia sangat dibutuhkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang

berkualitas, karena keterampilan seseorang tidak dapat diukur hanya dengan secarik

ijazah yang diperolehnya di bangku sekolah.

Sejalan dengan pernyataan di atas Hamalik (2000: 7) menyatakan bahwa

tenaga kerja (ketenagakerjaan) adalah sumber daya manusia yang memiliki potensi,

kemampuan, yang tepat guna, berdaya guna, berpribadi dalam kategori tertentu untuk

bekerja dan berperan serta dalam pembangunan, sehingga berhasil guna bagi dirinya

dan masyarakat secara keseluruhan.

Selanjutnya Sumarsono (2003: 4), menyatakan bahwa Sumber daya Manusia

(human resources) mengandung dua pengertian, pertama, sumber daya manusia

(SDM) mengandung pengertian usaha kerja atau jasa yang dapat diberikan dalam

proses produksi. Dalam hal ini SDM mencerminkan usaha yang diberikan oleh

seseorang dalam waktu tertentu untuk menghasilkan barang dan jasa. Kedua, SDM

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
138

menyangkut manusia yang mampu bekerja untuk memberikan jasa atau usaha kerja

tersebut.

Jadi pengertian tenaga kerja adalah semua orang yang bersedia untuk sanggup

bekerja menghasilkan suatu output (hasil kerja) kemudian hasil kerja tersebut diukur

dengan upah (penghasilan). jika berbicara mengenai ketenagakerjaan tentu tidak

terlepas dari produktivitas dan upah yang diperoleh seseorang dalam bekerja.

Ada 4 (empat) hal yang berkaitan dengan tenaga kerja (Sumarsono, 2003: 7),

yaitu: 1) Bekerja (employed), jumlah ini dipakai sebagai petunjuk tentang luasnya

kesempatan kerja (employment). Dalam pengkajian ketenagakerjaan kesempatan

kerja sering dipicu sebagai permintaan tenaga kerja, 2) Pencari Kerja (Unemployed),

penduduk yang menawarkan tenaga kerja tetapi belum berhasil memperoleh

pekerjaan dianggap terus mencari pekerjaan, 3) Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja

(Labor Force Participation Rate), 4) Profil Angkatan Kerja.

2.4.2. Lapangan kerja dan Kesempatan Kerja

Lapangan kerja adalah bidang/jenis pekerjaan yang mampu memberikan

kesempatan kepada seseorang melakukan aktivitas kegiatan untuk menghasilkan upah

(gaji). Lapangan pekerjaan ini terdiri dari berbagai sektor yaitu, 1) Industri

pengolahan, 2) Pertanian, peternakan dan perikanan, 3) Pertambangan dan

penggalian, 4) Listrik, gas dan air, 5) Bangunan/konstruksi, 6) Perdagangan, hotel

dan restoran, 7) Angkutan, pergudangan dan komunikasi, 8) Keuangan, asuransi,

usaha persewaan bangunan/tanah dan jasa perusahan, 9) Jasa kemasyarakatan, sosial

dan perorangan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
139

Adanya permintaan tenaga kerja oleh perusahaan-perusahaan tentunya

merupakan peluang kesempatan untuk memperoleh pekerjaan bagi para pencari kerja.

Karena kebijaksanan perluasan kerja erat hubungannya dengan kebijaksanaan

kependudukan dan sumber utama penawaran tenaga kerja adalah penduduk. Tidak

semua penduduk menawarkan tenaga kerjanya di pasar tenaga kerja, hal ini karena

mereka lebih dulu mempertimbangkan kelayakan bekerja berdasarkan kesesuaian

pekerjaan dengan upah yang diterimanya, selain itu kemampuannya untuk melakukan

pekerjaan tersebut juga merupakan bahan pertimbangan baginya. Pernyataan ini

menunjukkan bahwa tidak semua tenaga kerja atau penduduk dalam usia kerja siap

bekerja.

Secara umum penyediaan (penawaran) tenaga kerja suatu negara atau daerah

dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jumlah penduduk, tenaga kerja, pendidikan,

perkembangan ekonomi dan lain sebagainya (Sumarsono, 2003: 41).

Semakin sempitnya daya serap sektor modern terhadap perluasan kesempatan

kerja telah menyebabkan sektor tradisional menjadi tempat penampungan angkatan

kerja. Hal ini terjadi karena langkanya tenaga yang cukup terdidik karena ekonomi

industri membutuhkan tenaga kerja yang terdidik. Mutu angkatan kerja Indonesia

dilihat dari keperluan proses industrialisasi sangat tidak memadai.

Menurut perkiraan para ahli, sekitar 70%-78% dari angkatan kerja pada tahun

1990 sampai dengan 1995, jumlah pekerja yang secara pasti mendapat pekerjaan

di sektor modern hanya sebesar 22%-0% atau berkisar 11 juta sampai dengan 23 juta

pekerja (Buchori, 1995: 32).

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
140

Dari pernyataan tersebut di atas dapat dilihat bahwa jumlah pekerja yang

mendapat pekerjaan di sektor modern sangat kecil sekali. Hal ini terjadi bukan saja

dikarenakan peluang atau kesempatan kerja yang tidak ada namun sering juga

disebabkan karena tidak adanya tenaga yang dibutuhkan untuk menempati suatu

lowongan pekerjaan. Oleh karena itu untuk mengisi peluang tersebut diperlukan

adanya pasar tenaga kerja. Menurut Sumarsono (2003: 99), pasar kerja merupakan

seluruh aktivitas dari para pelaku yang tujuannnya adalah mempertemukan pencari

kerja dan lowongan kerja. Sedangkan pasar tenaga kerja (Sumarsono, 2003: 103),

yaitu seluruh aktivitas dari pelaku-pelaku yang mempertemukan pencari kerja dan

lowongan kerja. Pelaku-pelaku ini terdiri dari: 1) pengusaha yang membutuhkan

tenaga kerja, 2) pencari kerja, dan 3) perantara atau pihak ketiga yang memberikan

kemudahan bagi pengusaha dan pencari kerja untuk saling berhubungan.

Dalam permintaan tenaga kerja biasanya perusahaan selalu memperhatikan

dari berbagai aspek, salah satunya adalah bagaimana mengisi lowongan yang ada

dengan orang yang sesuai (Sumarsono, 2003: 108). Jadi dalam hal ini harus ada

kesesuaian antara lowongan pekerjaan dengan tingkat pendidikan dan keterampilan

dari calon tenaga kerja tersebut.

Jika berbicara mengenai tenaga kerja yang memiliki tingkat pendidikan dan

keterampilan maka kita dapat membedakan pasat tenaga kerja yang terdidik dan tidak

terdidik. Pasar tenaga kerja terdidik adalah pasar tenaga kerja yang membutuhkan

persyaratan dengan kualifikasi khusus yang biasanya diperoleh melalui jenjang

pendidikan formal dan membutuhkan waktu yang lama serta biaya pendidikan yang

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
141

cukup besar. Sedangkan pasar tenaga kerja tidak terdidik merupakan pasar kerja yang

menawarkan dan meminta tenaga kerja yang tidak membutuhkan kualifikasi khusus

dan tingkat pendidikan yang relatif rendah.

Tabel 2.3. Perbedaan Pasar Tenaga Kerja Terdidik dan Tidak Terdidik

Pasar Tenaga Kerja Terdidik Pasar Tenaga Kerja Tidak Terdidik


 Produktivitas kerja tinggi.  Produktivitas kerja rendah.
 Penghasilan karyawan tinggi.  Penghasilan karyawan rendah.
 Tiap lowongan pekerjaan selalu  Lowongan pekerjaan tidak perlu
dikaitkan dengan persyaratan dikaitkan dengan persyaratan
pendidikan bagi calon yang akan pendidikan bagi calon yang akan
mengisinya. mengisinya
 Penyediaan tenaga kerja harus  Penyediaan tenaga kerja tidak harus
melalui sistem sekolah yang lama melalui sistem sekolah dan
sehingga elastisitas tenaga kerja elastisitas tenaga kerja besar.
kecil.  Tingkat partisipasi kerja rendah.
 Tingkat partisipasi kerja tenaga  Tenaga kerja biasanya berasal dari
terdidik lebih tinggi. keluarga tidak mampu.
 Tenaga kerja biasanya datang dari  Proses pengisian lowongan kerja
keluarga yang relatif mampu/ dapat dilakukan dengan cepat.
berada.  Lamanya pengangguran di kalangan
 Proses pengisian lowongan kerja tenaga tidak terdidik pendek.
untuk tenaga kerja terdidik
dibutuhkan waktu lebih lama dalam
seleksi.
 Lamanya pengangguran dikalangan
tenaga terdidik biasanya lebih lama.

Sumber: Sonny Sumarsono, (2003: 111).

2.5. Keterkaitan antara Pendidikan, Ketenagakerjaan dengan Pengembangan


Wilayah

2.5.1. Pengembangan wilayah dan Perencanaan Wilayah

Wilayah adalah suatu sistem dan merupakan tempat manusia bermukim serta

mempertahankan hidupnya (Ary, 1991: 172). Sedangkan Pengembangan wilayah

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
142

merupakan program menyeluruh dan terpadu dari semua kegiatan dengan

memperhitungkan sumber daya yang ada dan memberikan kontribusi kepada

pembangunan suatu wilayah. Konsep pengembangan wilayah adalah suatu upaya

dalam mewujudkan keterpaduan penggunaan sumber daya dengan penyeimbangan

dan penyerasian pembangunan antar daerah, antar sektor serta pelaku pembangunan

dalam mewujudkan tujuan pembangunan daerah (Anwar, 1999 dalam Ramli, 2007:

68).

Menurut Sirait (1986) dalam Ramli (2007: 68), pengembangan wilayah

menyangkut kegiatan-kegiatan memanfaatkan sumber daya wilayah, penataan ruang,

reformasi sosial dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kemudian teori lain seperti

yang dikutip Ramli (2007: 69) dari Hadjisaroso (1994), pengembangan wilayah

merupakan suatu tindakan mengembangkan wilayah atau membangun daerah atau

kawasan dalam rangka usaha memperbaiki tingkat kesejahteraan hidup masyarakat.

Selanjutnya Zen (1999: 4) mengemukakan bahwa pengembangan wilayah

merupakan pemberdayan rakyat setempat dalam memanfaatkan sumberdaya alam dan

lingkungan setempat dengan tekhnologi yang mereka miliki atau kuasai.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
143

Sumberdaya manusia

Lingkungan Lingkungan

hidup hidup
Pengembangan
wilayah

Sumberdaya Liangkungan hidup Teknologi


alam

Sumber: Zen, 1999: 5

Gambar 2.2. Hubungan antara Pengembangan Wilayah, Sumberdaya Alam,


Sumber Daya Manusia dan Tehnologi

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa 3 pilar pengembangan wilayah yaitu

sumberdaya alam, sumber daya manusia dan tekhnologi sangat erat sekali atara satu

dengan lainnya. Karena sumber daya alam yaitu dan yang memegang peranan penting

dalam pengembangan wilayah adalah sumber daya manusia. Karena sumberdaya

manusia dengan kemampuan yang dimilikinya akan mampu menggerakkan seluruh

sumber daya yang ada. Begitu juga dengan tekhnologi, manusia dapat memanfaatkan

tekhnologi yang ada untuk mempermudah pekerjaannya untuk memenuhi

kebutuhannya.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
144

2.5.2. Pendidikan dan Ketenagakerjaan dalam Konteks Pengembangan


Wilayah

Apabila kita memandang suatu wilayah, ada 3 komponen wilayah yang perlu

diperhatikan, yaitu: Sumber daya alam, sumber daya manusia dan tekhnologi dan

ketiga unsur ini disebut dengan tiga pilar pengembangan wilayah.

Suatu wilayah yang mempunyai sumberdaya alam yang cukup kaya dan

sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan dan mengembangkan

tekhnologinya, akan lebih cepat berkembang dibandingkan wilayah lainnya yang

tidak cukup mempunyai sumberdaya alam dan sumber daya manusia yang unggul.

Salah satu pilar yang cukup penting adalah sumber daya manusia (SDM), karena

mampu menggerakkan seluruh sumber daya wilayah yang ada dan mempunyai peran

ganda dalam sebuah proses pembangunan dan merupakan objek maupun subjek

dalam pembangunan (Nachrowi & Suhandojo, 1999: 21).

Oleh karena SDM sebagai objek dan subjek pembangunan maka dibutuhkan

berbagai ilmu pengetahuan tentang kependudukan dan ketenagakerjaan yang

merupakan bagian dari pengembangan sumberdaya manusia. Karena indikator

keberhasil pembangunan salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

yang dinilai dari tingkat pendidikan dan tingkat penduduk suatu wilayah, dan untuk

meningkatkan kualitas dan peran sumber daya manusia dalam pengembangan

wilayah maka perlu melakukan usaha-usaha, antara lain meningkatkan keahlian,

keterampilan dan kemampuan tenaga kerja untuk menguasai tugas pekerjaannya agar

dapat meningkatkan produktivitas (Ary, 1991: 182).

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
145

Pernyataan di atas didukung oleh pendapat Singer (1957), bahwa faktor

sumberdaya manusia merupakan faktor utama dalam pembangunan ekonomi.

Kemudian Fabrikan menyatakan adanya kaitan yang erat antara pendidikan dan

penghasilan yang diperoleh oleh seorang tenaga kerja (Ary, 1999: 177).

Kemudian Hamalik (2000: 7), menyatakan bahwa tenaga kerja

(ketenagakerjaan) adalah sumber daya manusia yang memiliki potensi, kemampuan,

yang tepat guna, berdaya guna, berpribadi dalam kategori tertentu untuk bekerja dan

berperan serta dalam pembangunan, sehingga berhasil guna bagi dirinya dan

masyarakat secara keseluruhan.

Masalah besar yang dihadapi oleh negara berkembang saat ini adalah

ketenagakerjaan, yang dimulai dengan kondisi makro yang menunjukkan bahwa laju

pertumbuhan angkatan kerja yang lebih tinggi dibandingkan kesempatan kerja. Selain

itu kualitas angkatan kerja yang masih rendah yang pada umumnya mempunyai

produktivitas rata-rata. Kondisi ini menyebabkan semakin besarnya tingkat

pengangguran karena kurangnya kesempatan kerja.

Di Indonesia peringkat Human Development Indeks (HDI) masih sangat

rendah, pernyataan ini didukung berdasarkan data World Bank pada tahun 2004

menyatakan bahwa Indonesia berada pada peringkat 111 dari 117 negara dan tahun

2005 peringkat 110 di bawah Vietnam dengan peringkat 108.

Untuk itu peranan pendidikan dalam menunjang kebijakan pemerintah untuk

mengembangkan sumber daya manusia sangat dibutuhkan sekali, untuk

menghasilkan tenaga-tenaga kerja yang terampil dan profesional bukan saja sebagai

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
146

pekerja (job seeker) namun mampu membuka lapangan pekerjaan (job creator) sesuai

dengan keahliannya. Sekolah kejuruan merupakan solusi untuk mengatasi masalah

pengangguran tersebut.

Pernyataan diatas sejalan dengan yang diungkapkan Harahap (2001: 4),

bahwa pendidikan merupakan salah satu cara untuk membentuk dan meningkatkan

kualitas sumber daya manusia yang memiliki kemampuan sesuai dengan yang

diharapkan.

Judisseno (2008: 20) berpendapat bahwa, lembaga pendidikan merupakan

pihak yang bertanggungjawab menciptakan dan menyuplai tenaga kerja bagi industri.

Oleh karena itu, lembaga pendidikan dituntut untuk memberikan SDM yang sesuai

dengan permintaan dan kebutuhan industri. Dalam kaitan ini, lembaga pendidikan

harus menciptakan SDM yang kompeten dan organisasi bisnis harus mampu

mendefinisikan kompetensi apa yang dibutuhkan. Keduanya harus saling bersinergi

dalam suatu kemitraan yang tak putus-putusnya dan secara konsisten dapat

mendefinisikan dan menciptakan pola tenaga kerja yang kompeten pada bidang

masing-masing.

Pengembangan ketenagakerjaan merupakan upaya menyeluruh yang ditujukan

pada peningkatan pembentukan dan pengembangan tenaga kerja berkualitas,

produktif, efisien, efektif dan berjiwa wirausaha sehingga mampu mengisi,

menciptakan dan memperluas lapangan kerja serta kesempatan usaha. Pembangunan

ketenagakerjaan dalam rangka menciptakan lapangan kerja dan mengurangi

pengangguran serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) diarahkan pada

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
147

pembentukan tenaga profesional yang mandiri dan beretos kerja dan produktif

(Hamalik, 2000: 6).

SMK sangat erat kaitannya dengan dunia usaha atau dunia kerja, karena siswa

SMK disiapkan untuk langsung bekerja setelah lulus, program pembelajaran di SMK

dirancang dengan memberikan porsi lebih pada praktek kerja. Dengan pola kemitraan

tersebut siswa SMK dapat mengikuti program magang, praktek kerja lapangan

ataupun prakerin (praktek kerja industri) pada dunia usaha yang telah maju, sehingga

terjadi Link and Mach antara kurikulum dengan kemajuan dunia usaha. Dalam

program magang tersebut yang ditekankan kepada siswa adalah sikap disiplin. Siswa

harus melihat program magang sebagai suatu kesempatan untuk benar-benar

membekali diri dengan keterampilan yang dibutuhkan di dalam dunia kerja, sehingga

siswa harus berdisiplin diri dan memanfaatkan kesempatan tersebut semaksimal

mungkin dan tidak bisa bersikap take it for granted (menganggap enteng).

Secara konsep peran pendidikan kejuruan sudah berjalan dengan baik,

meskipun dalam pelaksanaannya masih perlu banyak perbaikan. Namun karena

kelebihan sekolah kejuruan yang memberikan peluang bagi siswa untuk mendalami

satu disiplin ilmu tentunya memberikan peluang yang lebih besar untuk memasuki

dunia kerja setelah lulus sekolah, karena benar-benar telah siap dengan pendalaman

ilmu serta keterampilan yang telah diperolehnya tersebut dapat langsung

diberdayakan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
148

2.6. Kerangka Berpikir

Dalam penelitian ini penulis memulai tulisannya dengan menuangkannya

dalam kerangka berpikir. Pengembangan suatu wilayah tidak terlepas dari

pengembangan SDM wilayah tersebut yang dinilai dari tingkat kualitas atau mutu

dari SDM-nya. Peningkatan mutu SDM dapat dilakukan melalui peningkatan mutu

pendidikan dengan menerapkan standar pendidikan pada lembaga pendidikan

sehingga menghasilkan lulusan yang dapat bersaing pada pasar tenaga kerja. Untuk

lebih jelas, kerangka berpikir ini dapat dilihat pada Gambar 2.3 berikut ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
149

PENGEMBANGAN WILAYAH

PENGEMBANGAN SDM

SEKOLAH
PENDIDIKAN MENENGAH
FORMAL KEJURUAN (SMK)

STANDAR NASIONAL
MUTU LULUSAN
PENDIDIKAN

GURU KURIKULUM SARANA & PRASARANA

LULUSAN YANG PASAR TENAGA


BERKUALITAS KERJA

Gambar 2.3. Skema Kerangka Berfikir

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
150

2.7. Hipotesis Penelitian

Adapun hipotesis penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut yaitu

penerapan standar pendidikan yaitu faktor guru, kurikulum, sarana dan prasarana

berpengaruh signifikan terhadap kesempatan kerja lulusan siswa SMK Negeri Medan

khususnya SMK Negeri Kelompok Keahlian Tehnologi dan Industri. Hal ini dapat

dilihat dari terjadinya peningkatan daya serap lulusan SMK pada pasar tenaga kerja,

yaitu jika:

Ho diterima: maka tidak berpengaruh penerapan standar nasional pendidikan dengan

kesempatan kerja lulusan siswa SMK Negeri Medan.

Ho ditolak: maka ada pengaruh penerapan standar nasional pendidikan dengan

kesempatan kerja lulusan siswa SMK Negeri Medan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
151

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) yang

ada di Kota Medan, SMK Negeri Kota Medan terdiri dari 12 unit sekolah yang terdiri

dari 30 program keahlian. Namun pada kajian ini yang menjadi lokasi penelitian

adalah Sekolah Menengah Kejuruan yang mempunyai program keahlian Teknik dan

Industri yang berbasis Teknik, yaitu SMK Negeri 2 Medan, SMK Negeri 4 Medan

dan SMK Negeri 5 Medan.

3.2. Jenis dan Sumber Data

Data yang dipergunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data

sekunder.

3.2.1. Data Primer

Data yang diperoleh dari melalui wawancara dengan responden,

menggunakan kuisioner dan observasi langsung kepada alumni siswa SMKN 2

Medan, SMKN 4 Medan dan SMKN 5 Medan.

3.2.2. Data Sekunder

Data sekunder diperoleh dari: 1) Instansi pemerintah, berupa peraturan

perundang-undangan dan dokumen dari lembaga, yaitu Dinas Pendidikan Kota

Medan, Dinas Tenaga Kerja Kota Medan, SMKN 2 Medan, SMKN 4 Medan, SMKN

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
152

5 Medan, BAPPEDA Kota Medan, BPS Kota Medan dan instansi terkait yang

berhubungan dengan penulisan ini.

3.3. Populasi dan Sampel

Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa orang,

objek, transaksi, atau kejadian di mana tempat yang menjadi objek penelitian

(Kuncoro, 2003: 103).

Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini akan menggunakan teknik

simple random sampling atau acak sederhana karena populasi yang digunakan

sebagai sampel semuanya homogen atau seragam. Menurut Widodo (2003), apabila

semua anggota populasi diberikan kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai

sampel penelitian, maka digunakan teknik acak sederhana (simple random).

Tabel 3.1. Jumlah Alumni SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 5 Medan Mulai
Tahun Pelajaran 2004/2005 – 2007/2008

No. Sekolah Jumlah Tamatan Berdasarkan Thn Pelajaran (orang) Jmlh


Sebelum Penerapan Sesudah Penerapan (org)
2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008
1. SMKN 2 255 270 305 334 1.164
2. SMKN 4 176 200 189 168 733
2. SMKN 5 225 172 203 213 813
Jumlah 656 642 697 715 2.710

Sumber: Dinas Pendidikan Kota Medan, 2009

Selanjutnya Sugiono (2003), mengatakan bila sampel dibagi dalam kategori,

maka jumlah anggota sampel tiap kategori minimal 30. Dalam penelitian ini terdapat

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
153

2 (dua) kategori yaitu siswa yang mengikuti pembelajaran sebelum penerapan standar

pendidikan dan setelah penerapan standar pendidikan. Berdasarkan observasi awal

terdapat 2.710 alumni yang telah ditamatkan oleh ketiga SMK Negeri yang menjadi

populasi pada penelitian ini yaitu: SMKN 2 Medan, SMKN 4 Medan dan SMKN 5

Medan, dengan berbagai jurusan atau program keahlian mulai dari tamatan tahun

2005-2008.

Untuk menentukan besarnya sampel, penulis menggunakan rumus

sebagaimana yang dikemukakan oleh Arikunto (1990) berikut ini:

N
N=
Nx (d²) + 1

Berdasarkan rumusan di atas maka sebaran responden yang dapat dijadikan

sampel pada penelitian ini dapat dijelaskan sebagaimana Tabel 3.2 di bawah ini:

Tabel 3.2. Sebaran Responden Berdasarkan Tahun Pelajaran

No. SMKN Jumlah Tamatan Berdasarkan Tahun Pelajaran


(orang) Jmlh Pro
Sebelum penerapan Sesudah penerapan (org) porsi
2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 (%)
1. 2 9 10 11 12 42 43
2. 4 6 7 7 6 26 27
3. 5 8 6 7 7 28 30
Jumlah 23 23 25 25 96 100
total 46 50 96 100

Sumber: Data hasil olahan, 2009

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
154

3.4. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data primer dilakukan melalui:

1. Pengamatan (observasi) adalah mengamati atau mendatangi langsung kegiatan

pendidikan di SMK Negeri Medan dengan program keahlian Tekhnologi dan

Industri (SMKN 2 Medan, SMKN 4 Medan dan SMKN 5 Medan).

2. Wawancara (interview dilakukan langsung kepada alumni siswa SMKN 2 Medan,

SMKN 4 Medan dan SMKN 5 Medan. Daftar pertanyaan (kuesioner) yang

diberikan langsung kepada alumni yang telah memperoleh kesempatan kerja.

Sedangkan pengumpulan data sekunder yaitu mengumpulkan beberapa

dokumen yang relevan untuk mendukung data penelitian yang diperoleh dari Dinas

Pendidikan Kota Medan, Dinas Tenaga Kerja Kota Medan, SMKN 2 Medan, SMKN

4 Medan dan SMKN 5 Medan, BAPPEDA Kota Medan, BPS Kota Medan dan

instansi terkait yang berhubungan dengan penulisan ini.

3.5. Teknik Analisis Data

Analisa yang digunakan dalam menjawab permasalahan pada penelitian ini

adalah:

1. Untuk menjawab permasalahan pertama akan digunakan analisa kualitatif yaitu

dengan metode deskriptif yaitu mendeskriptifkan persepsi lulusan apakah ada

pengaruh penerapan standar pendidikan (guru, kurikulum, sarana dan prasarana)

terhadap kesempatan kerja siswa SMK Negeri Kota Medan kelompok keahlian

Tekhnologi dan Industri.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
155

2. Untuk permasalahan kedua akan dijawab dengan menggunakan analisa kuantitatif

dengan metode Chi-Square (chi kuadrat), yaitu untuk menguji independen antara

dua faktor apakah terdapat atau tidak suatu kaitan di antara faktor-faktor tersebut

(Sudjana, 1992: 278), yaitu antara faktor standar pendidikan (kurikulum, guru,

sarana dan prasarana) dengan kesempatan kerja lulusan siswa SMK Negeri

Medan. Metode ini dapat digunakan dengan rumus di bawah ini:

÷² = ∑ ∑ ( Oij – Eij ) ² / Eij


n k

i=j j =1

Di mana:

O = Hasil observasi baris ke i dari kolom ke j

E = Nilai yang diharapkan baris ke i dari kolom ke j

i = Faktor standar nasional pendidikan (X), yaitu guru, kurikulum, sarana dan

prasarana

j = Faktor lulusan (Y), yaitu belum bekerja, bekerja dan usaha sendiri

Oleh karena terdapat 3 faktor standar nasional pendidikan (X), maka akan

diperoleh 3 tabel kontingensi dengan masing-masing kategori, yaitu:

Guru = Sangat Kompeten, Kompeten, Cukup Kompeten,

Kurang Kompeten, Tidak Kompeten.

Kurikulum = Sangat Sesuai, Sesuai, Cukup Sesuai, Kurang

Sesuai, Tidak sesuai.

Sarana dan Prasarana = Sangat Memadai, Memadai, Cukup Memadai,

Kurang Memadai dan Tidak Memadai.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
156

3.6. Definisi Operasional dan Batasan Penelitian

Adapun definisi operasional penelitian adalah:

1. Standar Nasional Pendidikan dalam konteks ini adalah standar yang ditetapkan

oleh Pemerintah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005

terhadap Kurikulum, tenaga pendidik (guru) dan sarana dan prasarana.

2. Guru adalah mereka yang mengajarkan mata pelajaran produktif pada Sekolah

Menengah Kejuruan.

3. Kurikulum adalah mata pelajaran yang diajarkan pada Sekolah Menengah

Kejuruan.

4. Sarana dan prasarana adalah alat bantu dan pendukung dalam proses kegiatan

belajar dan mengajar pada Sekolah Menengah Kejuruan.

5. SMK adalah SMK Negeri dengan kelompok keahlian Tehnik dan Industri dengan

program keahlian berbasis tehnik yaitu: SMKN 2 Medan, SMKN 4 Medan dan

SMKN 5 Medan.

6. Lulusan adalah siswa yang menammatkan pendidikan pada SMKN 2 Medan,

SMKN 4 Medan dan SMKN 5 Medan, dengan kategori:

a. Tahun ajaran 2004/2005 dan 2005/2006 merupakan lulusan yang belum

mengikuti kebijakan pemerintah tentang standar pendidikan nasional.

b. Tahun ajaran 2006/2007 dan 2006/2008 merupakan lulusan yang telah

mengikuti kebijakan pemerintah tentang standar pendidikan nasional.

7. Kesempatan kerja adalah lulusan yang sudah bekerja atau membuka usaha

sendiri.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
157

8. Bekerja adalah melakukan kegiatan dengan maksud memperoleh penghasilan

dengan batasan paling sedikit bekerja satu jam berturut-turut selama satu minggu.

9. Usaha sendiri adalah melakukan kegiatan membuka usaha atau mengelola suatu

kegiatan usaha dengan maksud memperoleh penghasilan yang modal dasarnya

juga diusahakan sendiri.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
158

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Medan

Kota Medan berada di Pantai Timur Sumatera Utara berbatasan dengan Selat

Malaka dengan topografi datar 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Kota Medan

terletak antara 2°27’ - 2°47’ Lintang Utara, dan 98°35’ - 98°44’ Bujur Timur. Kota

Medan berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang pada bagian Utara, Timur, Barat

dan Selatan. Luas areal Kota Medan adalah 265,10 Km² (26.510 hektar) dengan

sebagian besar wilayahnya merupakan dataran rendah yang merupakan tempat

pertemuan dua sungai penting, yaitu Sungai Babura dan Sungai Deli.

Di Kota Medan terdapat 12 unit Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dengan

berbagai kelompok keahlian, sebagaimana terlihat pada Tabel 4.1 berikut ini:

Tabel 4.1. Kelompok Keahlian dan Program Keahlian Masing-masing Tiap


Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Medan

No. Nama Sekolah Kelompok Keahlian Program keahlian


1 2 3 4
1. SMK Negeri 1 Bisnis Manajemen 1. Adm.Perkantoran
2. Akuntansi
3. Pemasaran
Parawisata Usaha perjalanan wisata
2. SMK Negeri 2 Tekhnik Industri 1. Teknik Instalasi Tenaga Listrik
2. Teknik Kendaraan Ringan
Otomotif
3. Teknik Permesinan
4. Teknik Konstruksi Batu dan Beton
5. Teknik Gambar Bangunan
3. SMK Negeri 3 Teknik Industri 1. Kimia Industri
2. Kimia Analisis

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
159

Lanjutan Tabel 4.1.


4. SMK Negeri 4 Teknik Industri 1. Teknik Kendaraan Ringan
Otomotif
2. Teknik Audio Video
3. Teknik Las
5. SMK Negeri 5 Teknik Industri 1. Teknik Mekanik Otomotif
2. Teknik Permesinan
3. Teknik Instalasi Tenaga Listrik
4. Teknik Konstruksi Kayu
5. Teknik Gambar Bangunan
6. SMK Negeri 6 Bisnis Manajemen 1. Adm. Perkantoran
2. Akuntansi
3. Pemasaran
7. SMK Negeri 7 Bisnis Manajemen 1. Adm. Perkantoran
2. Akuntansi
3. Pemasaran
Parawisata 1. Usaha Perjalanan Wisata
2. Akomodasi Perhotelan
8. SMK Negeri 8 Pariwisata 1. Akomodasi Perhotelan
2. Tata Kecantikan Kulit dan Rambut
3. Jasa Boga
4. Busana Butik
9. SMK Negeri 9 Pekerja Sosial Perawatan Sosial
Teknik Industri 1. Teknik Komputer dan Jaringan
2. Rekayasa Perangkat Lunak
10. SMK Negeri 10 Pariwisata 1. Multimedia
2. Tata Kecantikan Rambut
3. Jasa Boga
4. Busana Butik
11. SMK Negeri 11 Seni Musik 1. Seni Musik Klasik
2. Seni Musik Non Klasik
12. SMK Negeri 12 Teknik Industri 1. Neutika Kapal Penangkapan Ikan
2. Teknika Kapal Penangkap Ikan
3. Neutika Kapal Niaga
4. Teknika Kapal Niaga
5. Teknologi Pengolahan Hasil Laut

Sumber: Dinas Pendidikan Kota Medan, 2008

Namun yang menjadi fokus dari penelitian ini adalah Sekolah Menengah

Kejuruan Negeri dengan Kelompok Keahlian Teknik dan Industri yang berbasis

Teknik, maka terdapat 3 (tiga) unit sekolah yaitu: SMK Negeri 2 Medan yang

beralamat di Jl. STM No. 12A Medan, SMK Negeri 4 Medan yang beralamat

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
160

di Jl. Sei Kera No. 132 Medan, dan SMK Negeri 5 Medan yang beralamat di Jl.

Timor No. 36 Medan.

Sedangkan jumlah guru SMK Negeri Kota Medan masih relatif sedikit jika

dibandingkan dengan jumlah siswa pada tiap rombongan belajar. Berikut ini Tabel

4.2 menunjukkan jumlah guru SMK Negeri Kota Medan berdasarkan tahun pelajaran.

Tabel 4.2. Jumlah Guru SMK Negeri Kota Medan Berdasarkan Tahun
Pendidikan (Orang)

No Tahun Jumlah Persentase


1. 2004/2005 686 32,2 %
2. 2005/2006 731 34,3 %
3. 2006/2007 713 33,5 %
Jumlah 2.130 100 %
Sumber: Dinas Pendidikan Kota Medan, 2009

Pada tahun pelajaran 2005/2006 terjadi peningkatan jumlah guru sebesar 2,1%

dibandingkan pada tahun pelajaran 2004/2005, namun pada tahun pelajaran

2006/2007 terjadi penurunan jumlah guru sebesar 0,8%.

4.2. Kondisi Pendidikan dan Ketenagakerjaan di Kota Medan

Penduduk Kota Medan pada tahun 2007 diproyeksikan mencapai jumlah

sebanyak 2.083.156 jiwa. Dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2000, terjadi

pertumbuhan penduduk selama tahun 2000 – 2007 sebesar 1,28% pertahun.

Pertumbuhan penduduk ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni kelahiran

(fertilitas), kematian (mortalitas), migrasi dan juga adanya perluasan Kota Medan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
161

Tabel 4.3. Indikator Angkatan Kerja di Kota Medan Tahun 2006 – 2007

Jenis indikator Tahun


2006 2007
1. Angkatan Kerja 889.352 853.562
Bekerja 755.882 729.892
Pengangguran 133.470 123.670
2. Bukan Angkatan Kerja 540.142 602.648
Sumber: BPS Kota Medan, 2007

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa pada tahun 2007 terdapat 853.562 jiwa

angkatan kerja di Kota Medan (berusia di atas 15 Tahun). Tingkat partisipasi

angkatan kerja sebesar 55,80% menunjukkan angka dalam kategori rendah yang juga

menggambarkan kurangnya lapangan kerja. Jumlah angkatan kerja berdasarkan

tingkat pendidikan di Kota Medan dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut ini:

Tabel 4.4. Jumlah Angkatan Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan


di Kota Medan

No Tingkat Pendidikan Satuan Tahun


2006 2007
1. Tidak/belum pernah sekolah Persen 0,22 0,21
2. Tidak/belum tamat SD Persen 3,44 2,05
3. SD Persen 17,95 17,48
4. SLTP Persen 20,65 20,15
5. SLTA Umum Persen 38,06 39,99
6. SLTA Kejuruan Persen 8,64 7,92
7. DI/DII Persen 0,79 0,72
8. DIII Persen 1,80 2,41
9. DIV/S-1 Persen 8,45 9,06
Jumlah 100,00 100,00

Sumber: BPS Kota Medan, 2008

Berdasarkan data pada Tabel 4.4, diketahui bahwa pada tahun 2007 jumlah

terbesar angkatan kerja yang bekerja di Kota Medan adalah tamatan SLTA umum

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
162

sebesar 39,99% dan SLTA Kejuruan sebesar 7,92%, yang kemudian diikuti oleh

tenaga kerja tamatan SLTP sebesar 20,15 %, SD sebesar 17,48% dan D3 ke atas

sebesar 11,47%. Hal yang patut juga dikemukakan adalah adanya kecenderungan

penurunan persentase angkatan kerja pada tingkat pendidikan tertentu yakni SLTA

Kejuruan. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin sedikit siswa SLTA Kejuruan

pada tiga tahun terakhir yang dapat terserap oleh dunia usaha dan industri.

Padahal pasar kerja tidak hanya sekedar mempertimbangkan aspek formal

pendidikan pencari kerja, tetapi juga kesesuaian skills dan keterampilan nyata yang

dimiliki dengan lapangan kerja yang tersedia.

Tabel 4.5. Lowongan Pekerjaan yang Terdaftar dan Telah Dipenuhi Menurut
Lapangan Usaha Tahun 2006-2007 (Persentase)
Lapangan Usaha Tahun
2006 2007
Pertanian, peternakan, dan perikanan 5,04 4,56
Pertambangan dan penggalian 0,39 0,08
Industri pengolahan 15,05 13,43
Listrik, gas dan air 0,71 0,41
Bangunan 8,45 6,95
Perdagangan, hotel dan restoran 35,74 33,71
Angkutan, pergudangan dan komunikasi 17,59 11,29
Keuangan, asuransi, usaha persewaan 4,84 5,02
bangunan/tanah dan jasa perusahaan
Jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan 12,19 24,54
Jumlah 100,00 100,00
Sumber: BPS Kota Medan, 2007

Dari data tersebut pada Tabel 4.5 di atas menunjukkan bahwa dari sejumlah

lowongan pekerjaan yang tersedia berdasarkan tahun 2006 s/d 2007 pada sektor jasa

kemasyarakatan, sosial dan perorangan mengalami peningkatan yang cukup

signifikan yaitu dari 12,19% naik menjadi 24,54% atau terjadi kenaikan sebesar

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
163

12,35%. Kemudian sektor keuangan, asuransi, usaha persewaan bangunan/tanah dan

jasa perusahaan terjadi peningkatan dari 4,84% menjadi 5,02% atau terjadi kenaikan

sebesar 0,18%. Sedangkan lowongan pekerjaan yang mengalami penurunan terjadi

pada sektor angkutan pergudangan dan komunikasi. Sektor ini mengalami penurunan

sebesar 6,30% yaitu dari 17,59 % menjadi 11,29%.

Lowongan pekerjaan yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah pada

jenis pekerjaan perdagangan, hotel dan restoran. Jenis pekerjaan ini pada tahun 2007

menyerap sebanyak 33,71%, kemudian jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan

yang menyerap sebanyak 24,54% yang terakhir jenis pekerjaan industri pengolahan

dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 13,43%.

4.3. Kondisi Guru, Kurikulum dan Sarana Prasarana pada SMK Negeri
di Kota Medan

4.3.1. Guru

Peningkatan partisipasi sekolah mempunyai tujuan agar mutu pendidikan

meningkat, hal ini tentunya tidak dapat berjalan bila tidak diimbangi dengan

penyediaan sarana fisik dan non fisik pendidikan. Sarana fisik berupa bangunan

sekolah dengan berbagai fasilitas yang memadai untuk menunjang proses belajar dan

belajar sedangkan non fisik adalah tenaga guru yang memadai dan profesional.

Guru merupakan salah satu faktor pendukung untuk terlaksananya proses

belajar dan mengajar. Dari hasil survei yang dilakukan di lapangan jumlah guru pada

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
164

ketiga sekolah tersebut berdasarkan Tingkat Pendidikan atau kualifikasi akademik

dapat dilihat pada Tabel 4.6 di bawah ini:

Tabel 4.6. Jumlah Guru Berdasarkan Tingkat Pendidikan mulai TP. 2004/2005
– 2007/2008 (Orang)

Sekolah/TP S2 S1 D4 D3/Sarmud < Sarmud Jumlah


SMKN 2 :
2004/2005 - 50 - 49 - 99
2005/2006 - 52 - 48 - 100
2006/2007 1 56 - 38 - 95
2007/2008 1 52 - 34 - 87
SMKN 4 :
2004/2005 1 63 - 25 - 89
2005/2006 - 60 - 20 - 80
2006/2007 - 65 - 15 - 80
2007/2008 2 69 - 10 - 81
SMKN 5 :
2004/2005 - 47 - 29 12 88
2005/2006 - 52 - 26 6 84
2006/2007 - 49 - 21 6 76
2007/2008 1 45 1 19 6 72

Sumber: Data hasil survei, 2009

Dari data pada Tabel 4.6 tersebut dapat kita lihat bahwa kualifikasi akademik

guru pada ke ketiga SMK Negeri yang menjadi sampel penelitian ini pada umumnya

telah memenuhi standar Nasional Pendidikan yaitu minimal Diploma IV (D-IV) atau

Sarjana (S-1), hanya pada SMK Negeri 5 Medan masih ada guru yang memiliki

kualifikasi pendidikan pada tingkat Diploma IIII (D-III), yaitu pada tahun 2005

sebanyak 12 orang dan tahun 2006 – 2008 sebanyak 6 orang:

Sedangkan jumlah guru berdasarkan rumpun mata pelajaran dapat terlihat

pada Tabel 4.7 berikut ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
165

Tabel 4.7. Jumlah Guru Berdasarkan Rumpun Mata Pelajaran TP. 2004/2005 –
2007/2008 (Orang)

Sekolah/TP Rumpun Mata Pelajaran yang Diampu Jumlah


Normatif Adaptip Produktif
SMKN 2 :
2004/2005 18 19 62 99
2005/2006 18 19 63 100
2006/2007 17 18 60 95
2007/2008 16 20 51 87
SMKN 4 :
2004/2005 14 17 58 89
2005/2006 14 18 48 80
2006/2007 14 18 48 80
2007/2008 15 17 49 81
SMKN 5 :
2004/2005 16 12 60 88
2005/2006 16 14 54 84
2006/2007 15 15 46 76
2007/2008 14 12 46 72

Sumber: Data hasil survei, 2009

Jika dilihat pada Tabel 4.7 di atas menunjukkan bahwa jumlah guru

berdasarkan rumpun mata pelajaran mulai dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2008

jumlahnya semakin berkurang sehingga ketiga sekolah tersebut mengalami

kekurangan guru terutama pada guru mata pelajaran produktif.

4.3.2. Kurikulum

Kurikulum yang digunakan oleh ketiga sampel Sekolah Menengah Kejuruan

Negeri tersebut adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP) atau kurikulum

2004, untuk struktur kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan dapat terlihat pada

Tabel 4.8 berikut ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
166

Tabel 4.8. Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota


Medan Tahun Pelajaran 2004/2005 s/d 2007/2008

No Mata Pelajaran Durasi Semester


Waktu Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3
1 2 1 2 1 2
A Normatif
1. Agama 192 2 2 2 2 2 2
2. PPKN 192 2 2 2 2 2
3. Bhs Indonesia 192 2 2 2 2 2 4
4. Penjaskes 192 2 2 2 2 2
768
B Adaptif
5. Matematik 516 4 4 3 3 4 4
6. Bhs. Inggris 440 4 4 4 4 5 5
7. KKPI 202 2 2 2 2 1
8. Kewirausahaan 192 2 2 2 2
9. IPA 192 1 1 2 1
10. Fisika 276 3 3 2 2 2 2
11.Kimia 192 2 2 2 2
12. IPS 128 1 1 1 1
13. Seni Budaya 128 1 1 1 1
14. Muatan Lokal 192 2 2 2
2458
C Produktif
15. Teori Kejuruan 140 2 2 4 4 6 2
16. Praktek Kejuruan 1044 12 12 8 8 8 8
Jumlah 1184 38 38 38 38 38 38

Sumber: Dinas Pendidikan Kota Medan, 2009

Tabel 4.9. Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota


Medan Tahun Pelajaran 2008/2009

No Mata Pelajaran Durasi Semester


Waktu Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3

1 2 1 2 1 2
A Normatif
1. Agama 192 2 2 2 2 2 2
2. PPKN 192 2 2 2 2 2 2
3. Bhs Indonesia 192 2 2 2 2 2 2
4. Penjaskes 192 2 2 2 2 2 2
768

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
167

Lanjutan Tabel 4.9.


B Adaptif
5. Matematik 516 4 4 4 4 6 6
6. Bhs. Inggris 440 4 4 3 3 6 6
7. KKPI 202 2 2 2 2 1
8. Kewirausahaan 192 2 2 2 2
9. IPA 192 1 1
10. Fisika 276 2 2 3 3 2 2
11. Kimia 192 1 1 2 2 2 2
12. IPS 128
13. Seni Budaya 128 2 2
14. Muatan Lokal 192
2458
C Produktif
15. Teori Kejuruan 140 2 2 4 4 6 2
16. Praktek Kejuruan 1044 12 12 8 8 8 8
Jumlah 1184 38 38 38 38 38 38
Sumber: Dinas Pendidikan Kota Medan, 2009

Jika dibandingkan antara kedua struktur kurikulum tersebut di atas, terjadi

perubahan pada mata pelajaran Normatif, Adaptif dan Produktif. Pada mata pelajaran

Produktif jam mata pelajaran praktek kejuruan lebih ditingkatkan.

4.3.3. Sarana dan Prasarana

Berdasarkan hasil survei, dari ke 3 SMK Negeri Medan yang menjadi sampel

pada penelitian ini, kondisi sarana dan prasarana yang ada di SMK tersebut dapat

terlihat Tabel 4.10 berikut ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
168

Tabel 4.10. Sarana dan Prasarana pada SMK Negeri yang Menjadi Sampel

Tahun
Uraian
2005 2006 2007 2008
tdk tdk tdk tdk
ada ada jmlh ada ada jmlh ada ada jmlh ada ada jmlh
SMK Negeri 2
16.675 15.400
Luas Lahan  - M²  - 16.675 M²  - M²  - 15.400 M²
Luas Bangunan  - 4355 M²  - 4355 M²  - 4879 M²  - 4879 M²
32
Ruang Kelas  - 16 ruang  - 28 ruang  - ruang  - 38 ruang
Jumlah murid tiap 36
kelas  - 36 orang  - 36 orang  - orang  - 36 orang
1152
Kursi siswa  - 775 buah  - 1008 buah  - buah  - 920 buah
Meja belajar siswa  - 556 buah  - 504buah  - 576buah  - 400 buah
Papan tulis  - 16 buah  - 28 buah  - 32 buah  - 38 buah
Ruang perpustakaan  - 160 M²  - 160 M²  - 160 M²  - 160 M²
Laboratorium :
a. Bahasa -  - -  - -  - -  -
b. Fisika -  - -  - -  - -  -
c. Komputer -  - -  - -  -   2 buah
Ruang Kepala 33,82
Sekolah  - 33,82 M²  - 33,82 M²  - M²  - s
130,4
Ruang guru  - 130,4 M²  - 130,4 M²  - M²  - 130,4 M²
Tempat Ibadah   40 M²   40 M²   40 M²   40 M²
33,82
Ruang Konseling  - 33,82 M²  - 33,82 M²  - M²  - 33,82 M²
Ruang UKS   -   -   -   -
Ruang Osis  - 20 M²  - 20 M²  - 20 M²  - 20 M²
Toilet/Kamar mandi  - 48 M²  - 48 M²  - 48 M²  - 48 M²
107,15 107,15
Gudang  - M²  - 107,15 M²  - M²  - 107,15 M²
Ruang Sirkulasi   -   -   -   -
Tempat bermain  - 614 M²  - 614 M²  - 880 M²  - 880 M²
Kantin  - 60 M²  - 60 M²  - 60 M²  - 60 M²
Ruang
Praktik/bengkel -  2  160 M² 3  240 M² 3  240 M²

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
169

Lanjutan Tabel 4.10.


Tahun

Uraian 2005 2006 2007 2008


tdk tdk tdk tdk
ada ada jmlh ada ada jmlh ada ada jmlh ada ada jmlh
SMK Negeri 4

Luas Lahan  - 8340 M²  - 8340 M²  - 8340 M²  - 8340 M²


Luas Bangunan  - 3096 M²  - 3096 M²  - 3096 M²  - 3096 M²
19
Ruang Kelas  - 19 ruang  - 19 ruang  - ruang  - 19 ruang
Jumlah murid tiap 36
kelas  - 36 orang  - 36 orang  - orang  - 36 orang
684
Kursi siswa  - 684 buah  - 684 buah  - buah  - 684 buah
342
Meja belajar siswa  - 342 buah  - 342 buah  - buah  - 342 buah
Papan tulis  - 38 buah  - 38 buah  - 38 buah  - 38 buah
Ruang perpustakaan  - 1 buah  - 1 buah  - 1 buah  - 1 buah
Laboratorium :
a. Bahasa -  - -  - -  - -  -
b. Fisika -  - -  - -  - -  -
c. Komputer   1 ruang   1 ruang   1 ruang   1 ruang
Ruang Kepala
Sekolah  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang
Ruang guru  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang
Tempat Ibadah  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang
Ruang Konseling -  -   1 ruang   1 ruang   1 ruang
Ruang UKS -  - -  - -  - -  -
Ruang Osis  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang
Toilet/Kamar mandi  - 3 ruang  - 3 ruang  - 3 ruang  - 3 ruang
Gudang -  - -  - -  - -  -
Ruang Sirkulasi -  - -  - -  - -  -
Tempat bermain  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang
Kantin  - 2 ruang  - 2 ruang  - 2 ruang  - 2 ruang
Ruang
Praktik/bengkel  - 3 ruang  - 3 ruang  - 3 ruang  - 3 ruang

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
170

Lanjutan Tabel 4.10.


Tahun

Uraian 2005 2006 2007 2008


tdk tdk tdk tdk
ada ada jmlh ada ada jmlh ada ada jmlh ada ada jmlh
SMK Negeri 5

Luas Lahan  - 4032 M²  - 4032 M²  - 4032 M²  - 4032 M²


Luas Bangunan  - 1454 M²  - 1454 M²  - 1454 M²  - 1454 M²
16
Ruang Kelas  - 16 ruang  - 16 ruang  - ruang  - 16 ruang
Jumlah murid tiap 36
kelas  - 36 orang  - 36 orang  - orang  - 36 orang
576
Kursi siswa  - 576 buah  - 576 buah  - buah  - 576 buah
288
Meja belajar siswa  - 288 buah  - 288 buah  - buah  - 288 buah
Papan tulis  - 32 buah  - 32 buah  - 32 buah  - 32 buah
Ruang perpustakaan  - 1 buah  - 1 buah  - 1 buah  - 1 buah
Laboratorium :
a. Bahasa -  - -  - -  -   1 ruang
b. Fisika -  - -  - -  - -  -
c. Komputer -  - -  -   1 ruang   1 ruang
Ruang Kepala
Sekolah  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang
Ruang guru  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang
Tempat Ibadah  -  -  -  -
Ruang Konseling  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang
Ruang UKS  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang
Ruang Osis  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang
Toilet/Kamar mandi  - 2 ruang  - 2 ruang  - 2 ruang  - 2 ruang
Gudang  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang
Ruang Sirkulasi  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang
Tempat bermain  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang  - 1 ruang
Kantin  - 2 ruang  - 2 ruang  - 2 ruang  - 2 ruang
Ruang
Praktik/bengkel -  - -  - -  - -  -
Sumber: SMK Negeri 2, SMK Negeri 4 dan SMK Negeri 5, tahun 2009

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
171

Pada Tabel 4.10 di atas dapat dilihat bahwa dari ketiga sampel SMK Negeri

tersebut masih terdapat SMK Negeri yang tidak memiliki sama sekali laboratorium.

Pada SMK Negeri 2 Medan pada tahun pelajaran 2004/2005 s/d 2006/2007 sama

sekali belum memiliki laboratorium, baik bahasa, fisika maupun komputer. Namun

pada tahun pelajaran 2007/2008 telah memiliki laboratorium komputer, SMK Negeri

4 Medan hanya memiliki satu laboratorium saja yakni laboratorium komputer,

sedangkan SMK Negeri 5 Medan, pada tahun pelajaran 2004/2005 dan 2005/2006,

sama sekali belum memiliki laboratorium. Namun pada tahun pelajaran 2006/2007

telah memiliki laboratorium komputer dan tahun pelajaran 2007/2008 laboratorium

bahasa juga telah tersedia.

4.4. Karakteristik Lulusan SMK Negeri di Kota Medan

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada responden yang merupakan

lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dengan kelompok keahlian Teknik

dan Industri dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang (46 sebelum penerapan dan 50

orang sesudah penerapan), maka diperoleh karakteristik lulusan berdasarkan program

keahlian (jurusan), sebagaimana tergambar pada Tabel 4.11 berikut ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
172

Tabel 4.11. Rekapitulasi Responden Berdasarkan Program Keahlian (Orang)

No Sekolah/ Sebelum Sesudah


Prog. Keahlian Penerapan Penerapan Jumlah
(Tamatan) (Tamatan)
2005 2006 2007 2008
1. SMK Negeri 2 Medan:
a. T. Instalasi Tenaga Listrik 3 2 - - 5
b. T. Kendr. Ringan otomotif 3 6 9 6 24
c. T. Permesinan 1 1 2 1 5
d. T. Konstruk. Batu & Beton - - - 1 1
e. T. Gambar bangunan 2 1 - 4 7
Jumlah 9 10 11 12 42
2. SMK Negeri 4 Medan:
a. T. Kendr. Ringan Otomotif 4 6 5 4 19
b. T. Audio Video 1 - - 1 2
c. Teknik Las 1 1 2 1 5
Jumlah 6 7 7 6 26
3. SMK Negeri 5 Medan:
a. T. Mekanik Otomotif - - - - -
b. T. Permesinan 2 - 1 1 4
c. T. Instalasi Tenaga Listrik 6 6 4 2 18
d. T. Konstruksi Kayu - - - - -
e. T. Gambar Bangunan - - 2 4 6
Jumlah 8 6 7 7 28
Total Jumlah 23 23 25 25 96

Sumber: Data hasil survei 2009

Berdasarkan hasil penelitian kepada lulusan yang berasal dari ketiga sekolah

yang menjadi sampel sebagaimana yang tergambar pada Tabel 4.11 di atas,

responden yang mengisi kuisioner dengan program keahlian Teknik Instalasi Listrik

sebanyak 23 orang, Teknik Kenderaan Ringan Otomotif sebanyak 43 orang, Teknik

Permesinan sebanyak 9 orang, Teknik Konstruksi Batu dan Beton sebanyak 1 orang,

Teknik Gambar Bangunan sebanyak 13 orang, Teknik Audio Video sebanyak 2 orang

dan Teknik Las sebanyak 5 orang.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
173

4.5. Kesesuaian Guru, Kurikulum dan Sarana Prasarana pada SMK Negeri
di Kota Medan dengan Standar Nasional Pendidikan

Dari hasil pengamatan di lapangan dan data yang diperoleh serta berdasarkan

persepsi dari 50 orang responden yang tamat pada tahun 2007 dan 2008 untuk

melihat kesesuaian guru, kurikulum dan sarana prasarana pada SMK Negeri di Kota

Medan dengan Standar Nasional Pendidikan, maka didapat hasil sebagai berikut:

4.5.1. Guru

Berdasarkan pengamatan di lapangan dan data yang diperoleh terlihat bahwa

tingkat pendidikan guru pada ketiga SMK Negeri yang berbasis teknik ini sebagian

besar telah memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan Standar Nasional

Pendidikan yaitu minimal D-IV (Diploma-IV) atau Strata 1 (S-1), berikut ini Tabel

4.12 menunjukkan persentase jumlah guru berdasarkan tahun pendidikan.

Tabel 4.12. Persentase Jumlah Guru Berdasarkan Tingkat Pendidikan Mulai


TP 2006/2007 dan 2007/2008 (%)

Sekolah/TP S2 S1 D4 D3/Sarmud < Sarmud Jumlah


SMKN 2 :
2006/2007 1,05 58,95 - 40,00 - 100
2007/2008 1,15 59,77 - 39,08 - 100
SMKN 4 :
2006/2007 - 81,25 - 18,75 - 100
2007/2008 2,47 85,18 - 12,35 - 100
SMKN 5 :
2006/2007 - 64,47 - 27,63 7,90 100
2007/2008 1,39 62,50 1,39 26,39 8,33 100
Sumber: Data hasil survei, 2009

Jika dilihat dari Tabel 4.12 di atas, pada tahun 2008 kualifikasi pendidikan

guru yang mengajar pada SMK Negeri 2 Medan yang memiliki kualifikasi Strata 2

(S-2) sebesar 1,15%, Strata 1 (S-1) sebesar 59,77% dan Diploma III (D-III) 39,08%.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
174

Guru yang mengajar pada SMK Negeri 4 Medan yang memiliki kualifikasi Strata 2

(S-2) sebesar 2,47%, Strata 1 (S-1) sebesar 85,18% dan Diploma III (D-III) 12,35%

dan Guru yang mengajar pada SMK Negeri 5 Medan yang memiliki kualifikasi Strata

2 (S-2) sebesar 1,39%, Strata 1 (S-1) sebesar 62,50%, Diploma IV (D-IV) 1,39%,

Diploma III (D-III) 26,39% dan Diploma II (D-II) 8,33%.

Dengan demikian kualifikasi akademik guru pada ketiga sekolah tersebut jika

dirata-ratakan tingkat kualifikasi akademiknya yang sesuai dengan standar nasional

pendidikan hanya sebesar 69,93% dan yang belum memenuhi standar nasional

pendidikan sebesar 30,07%.

Sedangkan hasil dari persepsi responden berdasarkan survey yang dilakukan,

menurut 73,9% responden sebelum penerapan pada umumnya menyatakan guru yang

mengajar kompeten baik dari kualifikasi akademik maupun kompetensi yang

dimiliki. Penilaian tersebut diperoleh sebagaimana diuraikan berikut ini:

a. Berdasarkan pertanyaan terhadap penilaian kualifikasi akademik guru (pertanyaan

no. 1 pada penilaian kualifikasi akademik dan kompetensi guru), yang

menyatakan tidak sesuai sebanyak 2 oarang (4%), Cukup Sesuai sebanyak 5

orang (10%), Sesuai sebanyak 38 orang (76%) dan Sangat Sesuai sebanyak 5

orang (10%).

b. Berdasarkan pertanyaan terhadap penilaian Kompetensi Pedagogik guru

(pertanyaan no. 9 pada penilaian kualifikasi akademik dan kompetensi guru),

yang menyatakan Tidak Baik sebanyak 1 orang (2%), Kurang Baik sebanyak 9

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
175

orang (18%), Cukup Baik sebanyak 18 orang (36%), Baik sebanyak 20 orang

(40%) dan Sangat Baik sebanyak 2 orang (4%).

c. Berdasarkan pertanyaan yang dikumulatifkan dari beberapa pertanyaan yang

menyangkut Kompetensi Kepribadian guru (pertanyaan no. 3, 4, 5 dan 6 pada

penilaian kualifikasi akademik dan kompetensi guru), yang menyatakan Tidak

Baik sebanyak 2 orang (4%), Cukup Baik sebanyak 10 orang (20%), Baik

sebanyak 30 orang (60%), Sangat Baik sebanyak 8 orang (16%).

d. Berdasarkan pertanyaan yang dikumulatifkan dari beberapa pertanyaan yang

menyangkut Kompetensi Profesional guru (pertanyaan no. 7, 8, 10, 11, dan 12

pada penilaian kualifikasi akademik dan kompetensi guru), yang menyatakan

Tidak Baik sebanyak 1 orang (2%), Kurang Sesuai sebanyak 3 orang (6%) Cukup

Baik sebanyak 20 orang (40%), Baik sebanyak 23 orang (46%), Sangat Baik

sebanyak 3 orang (6%).

e. Berdasarkan pertanyaan yang dikumulatifkan dari beberapa pertanyaan yang

menyangkut Kompetensi Sosial guru (pertanyaan no. 2, 13 dan 14) pada penilaian

kualifikasi akademik dan kompetensi guru), yang menyatakan Kurang Baik

sebanyak 4 orang (8%), Cukup Baik sebanyak 11 orang (22%), Baik sebanyak 28

orang (56%), Sangat Baik sebanyak 7 orang (14%).

Dengan demikian persepsi penilaian responden terhadap kualifikasi akademik

guru 76% menyatakan sesuai, kompetensi pedagogik 40% menyatakan baik,

kompetensi kepribadian 60% menyatakan baik, kompetensi profesional 46%

menyatakan Baik dan kompetensi soasial 56% menyatakan baik. Sehingga dapat

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
176

disimpulkan bahwa kualifikasi akademik dan kompetensi yang dimiliki guru sesuai

dengan standar nasional pendidikan dalam arti kata guru yang mengajar adalah guru

yang kompeten dan profesional.

4.5.2. Kurikulum

Kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pada tahun ajaran 2006/2007

adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Di dalam peraturan

Mendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi bahwa kurikulum harus

(a) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik

dan lingkungannya, (b) beragam dan terpadu, (c) tanggap terhadap perkembangan

ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, (d) relevan dengan kebutuhan kehidupan,

(e) menyeluruh dan berkesinambungan, (f) belajar sepanjang hayat, (g) seimbang

antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

Berdasarkan pengamatan di lapangan kurikulum yang dilaksanakan pada

SMK Negeri telah berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan

siswa, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya program kerjasama lembaga sekolah

dengan dunia usaha dan dunia industri, untuk melaksanakan praktik kerja industri

untuk menambah wawasan ilmu pengetahuannya. Karena jika hanya mengandalkan

bengkel yang ada di sekolah tentu pemerintah tidak mampu untuk menyediakan

fasilitas yang sesuai dengan perkembangan zaman dan tidak jarang pula perusahaan

tempat siswa melaksanakan praktik kerja merekrut siswa tersebut untuk bekerja

di perusahaannya.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
177

Sedangkan hasil penelitian berdasarkan persepsi dari lulusan dapat diuraikan

berikut ini:

a. Berdasarkan pertanyaan yang dikumulatifkan dari beberapa pertanyaan yang

menyangkut terhadap kurikulum komponen kejuruan (pertanyaan no. 1, 3 dan 9

pada penilaian kurikulum), yang menyatakan Kurang sesuai sebanyak 8 orang

(16%), Cukup Sesuai sebanyak 16 orang (32%), Sesuai sebanyak 20 orang (40%)

dan Sangat Sesuai sebanyak 6 orang (12%).

b. Berdasarkan pertanyaan yang dikumulatifkan dari beberapa pertanyaan yang

menyangkut terhadap kurikulum komponen Muatan Lokal (pertanyaan no. 4, 5, 7

dan 8 pada penilaian kurikulum), yang menyatakan Kurang sesuai sebanyak 16

orang (32%), Cukup Sesuai sebanyak 16 orang (32%), Sesuai sebanyak 15 orang

(30%) dan Sangat Sesuai sebanyak 3 orang (6%).

c. Berdasarkan pertanyaan yang dikumulatifkan dari beberapa pertanyaan yang

menyangkut terhadap kurikulum komponen pengembangan diri (pertanyaan no. 6

dan 10 pada penilaian kurikulum), yang menyatakan Kurang sesuai sebanyak 4

orang (8%), Cukup Sesuai sebanyak 24 orang (48%), Sesuai sebanyak 18 orang

(36%) dan Sangat Sesuai sebanyak 4 orang (8%).

Berdasarkan persepsi dari responden dapat disimpulkan terhadap bahwa

kurikulum dengan mata pelajaran kejuruan 40% menyatakan sesuai, mata pelajaran

muatan lokal 32% menyatakan kurang sesuai dan 32% lagi menyatakan cukup sesuai,

mata pelajaran pengembangan diri 48% menyatakan cukup sesuai.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
178

4.5.3. Sarana dan Prasarana

Dari pengamatan di lapangan sarana dan prasarana pada ketiga sampel

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Medan telah mengacu kepada Standar Nasional

Pendidikan, sebagaimana yang terlihat pada Tabel 4.13, sarana dan prasarana

kelengkapan yang dimiliki oleh sekolah tersebut antara lain: 1) Gedung sekolah

pondasi permanen dan lokasinya sangat mudah dijangkau, aman dan nyaman, gedung

dilengkapi sistem keamanan, dilengkapi fasilitas instalasi listrik dengan daya

minimum 1300 watt; 2) Kelengkapan sarana dan prasarana telah dilengkapi dengan

adanya ruang kelas, ruang perpustakan, laboratorium, ruang pimpinan (ruang kepala

sekolah), ruang guru, ruang tata usaha, tempat beribadah, ruang konseling, jamban

(toilet/kamar mandi), gudang, tempat bermain/berolahraga, dan ruang Praktik

Kerja/bengkel kerja. Walaupun dari semua item di atas masih ada sekolah yang masih

belum memilikinya antara lain Laboratorium Fisika, ruang sirkulasi, tempat ibadah

dan ruang OSIS.

Sedangkan hasil penelitian dari persepsi lulusan dapat dijelaskan pada uraian

berikut ini:

a. Berdasarkan pertanyaan yang dikumulatifkan dari beberapa pertanyaan yang

menyangkut terhadap bangunan sekolah (pertanyaan no. 1, 2, 5, 10 dan 12 pada

penilaian sarana dan prasarana), yang menyatakan Kurang memadai sebanyak 6

orang (12%), Cukup memadai sebanyak 9 orang (18%), Memadai sebanyak 29

orang (58%) dan Sangat Memadai sebanyak 6 orang (12%).

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
179

b. Berdasarkan pertanyaan terhadap lokasi sekolah (pertanyaan no. 1, 2, 5, 10 dan 12

pada penilaian sarana dan prasarana), yang menyatakan Tidak Sesuai sebanyak 2

orang (4%), Kurang Sesuai sebanyak 6 orang (12%), Cukup Sesuai sebanyak 17

orang (34%), Sesuai sebanyak 18 orang (36%) dan Sangat Sesuai sebanyak 7

orang (14%).

c. Berdasarkan pertanyaan yang dikumulatifkan dari beberapa pertanyaan

menyangkut terhadap fasilitas sekolah (pertanyaan no. 6, 7, 8, 9 dan 11 pada

penilaian sarana dan prasarana), yang menyatakan tidak memadai sebanyak 1

orang (2%), Kurang memadai sebanyak 6 orang (12%), Cukup memadai

sebanyak 27 orang (54%) dan Memadai sebanyak 16 orang (32%).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana berupa

bangunan sekolah 58% menyatakan memadai, lokasi sekolah 36% menyatakan sesuai

dan fasilitas sekolah 54% menyatakan cukup memadai.

4.6. Pengaruh Penerapan Standar Nasional Pendidikan dengan Kesempatan


Kerja Lulusan Siswa SMK Negeri Medan

4.6.1. Keterserapan Lulusan Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar


Nasional Pendidikan

Berdasarkan hasil survei kepada 96 orang responden yang terdiri dari 46

orang responden yang dikategorikan sebelum penerapan standar nasional pendidikan

dan 50 orang responden dikategorikan setelah penerapan standar nasional pendidikan,

maka diperoleh hasil sebagaimana terlihat pada Tabel 4.13 di bawah ini.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
180

Tabel 4.13. Daya Serap dan Peluang Kesempatan Kerja Lulusan SMK Negeri
(Orang)

Jumlah Responden
Keterangan Sebelum Sesudah
2005 2006 Jmlh % 2007 2008 Jmlh %
Usaha sendiri 2 2 4 8,70 4 1 6 10,00
Bekerja 14 14 28 60,90 18 16 33 68,00
Belum/tidak bekerja 7 7 14 30,40 3 8 11 22,00
Jumlah 23 23 46 100,00 25 25 50 100,00
Sumber: Data hasil survei, 2009

Tabel 4.13 di atas menunjukkan perbandingan daya serap dan peluang

kesempatan kerja lulusan SMK Negeri sebelum dan sesudah penerapan, dari survei

yang dilakukan diperoleh hasil dari responden yang telah bekerja sebelum penerapan

standar nasional pendidikan sebanyak 60,90% sedangkan setelah penerapan standar

nasional pendidikan sebanyak 68,00%, sedangkan yang membuka usaha sendiri

sebelum penerapan sebanyak 8,70% dan sesudah penerapan sebanyak 10%, dan yang

belum/tidak bekerja sebelum penerapan sebanyak 20,40% dan sesudah penerapan

sebanyak 22%. Jadi kalau dibandingkan antara sebelum dan sesudah penerapan

terjadi peningkatan daya serap lulusan yang membuka usaha sendiri sebesar 1,30%

dan yang bekerja sebesar 7,10%. Sedangkan lulusan yang belum/tidak bekerja terjadi

penurunan sebesar 8,40%.

Jika dilihat dari program keahlian/jurusan yang dipilih oleh siswa, maka

peluang dan kesempatan kerja dapat dilihat pada Tabel 4.14 berikut ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
181

Tabel 4.14. Daya Serap dan Peluang Kesempatan Kerja Lulusan SMK Negeri
Berdasarkan Program Keahlian (Orang)

Sekolah/Prog. Keahlian Sebelum Sesudah


US B BK ∑ US B BK ∑
a. Teknik Instalasi Tenaga Listrik 1 9 7 17 2 3 2 7
b. Teknik Kenderaan Ringan otomotif 1 14 4 19 1 20 3 24
c. T. Permesinan - 3 1 4 1 1 2 4
d. Teknik Konstruk. Batu & Beton - - - - - 1 - 1
e. T. Gambar bangunan 2 - 1 3 1 6 3 10
f. T. Audio Video - - 1 1 1 - - 1
g. Teknik Las - 2 - 2 - 2 1 3
Jumlah 4 28 14 46 6 33 11 50
Sumber: Data hasil survei, 2009

Ket :
US : Usaha Sendiri
B : Bekerja
BK : Belum Kerja

Berdasarkan Tabel 4.14 di atas program keahlian yang paling banyak

menyerap tenaga kerja sebelum penerapan adalah Teknik kendaraan ringan otomotif

yaitu sebesar 30,43% (14 orang dari 46 responden), begitu juga sesudah penerapan

program keahlian Teknik kendaraan ringan otomotif juga paling banyak menyerap

tenaga kerja yaitu sebesar 40,00% (20 orang dari 50 responden). Sedangkan yang

membuka usaha sendiri sebelum penerapan yang paling besar adalah pada program

keahlian Teknik gambar bangunan yaitu sebesar 4,35% (2 dari 46 responden)

sedangkan sesudah penerapan adalah Teknik instalasi tenaga listrik yaitu sebesar

4,00% (2 dari 50 responden).

Dari seluruh responden yang bekerja ataupun membuka usaha tidak semuanya

bekerja sesuai dengan program keahliannya atau kompetensi yang dimilikinya. Untuk

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
182

dapat melihat seberapa besar tingkat kesesuaian pekerjaan responden dengan

kompetensi yang dimiliki dapat dilihat pada Tabel 4.15 berikut ini.

Tabel 4.15. Kesesuaian Jenis Pekerjaan dengan Program Keahlian Sebelum dan
Sesudah Penerapan Standar Nasional Pendidikan

Responden yang Bekerja


Program Keahlian Sebelum Sesudah
SS % S % TS % SS % S % TS %
T. Instalasi Tenaga 3 33,33 3 33,33 3 33,3 - - - - 3 100
Listrik 3
T. Kenderaan 1 7.14 4 28,57 9 64,2 6 30,0 10 50,0 4 20,0
Ringan otomotif 9
Teknik Permesinan 1 33,33 2 66,67 - - - - 1 100 - -
T. Konstruk Batu & - - - - - - - - 1 100 - -
Beton
T. Gambar - - - - - - - - 5 83,33 1 16,6
bangunan 7
Teknik Audio Video - - - - - - - - - - - -
Teknik Las - - - - 2 100 - - 2 100 - -

Sumber: Data hasil survei, 2009

Tabel 4.15 di atas menunjukkan bahwa dari 28 orang responden yang telah

bekerja sebelum penerapan, yang menyatakan kesesuaian jenis pekerjaan dengan

kompetensi yang dimiliki, dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Dari 9 orang responden dengan program keahlian teknik instalasi tenaga listrik,

jenis pekerjaan yang sangat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki sebesar

33,33%, sedangkan yang sesuai sebesar 33,33% dan yang tidak sesuai sebesar

33,33%.

2. Dari 14 orang responden dengan program keahlian Teknik kenderaan ringan

otomotif, jenis pekerjaan yang sangat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki

sebesar 7,14%, sedangkan yang sesuai sebesar 28,57% dan yang tidak sesuai

sebesar 64,29%.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
183

3. Dari 3 orang responden dengan program keahlian teknik permesinan, jenis

pekerjaan yang sangat sesuai sebesar 33,33% dan yang sesuai sebesar 66,67%

sedangkan yang tidak sesuai 0%.

4. Dari 2 orang responden dengan program keahlian teknik las, semuanya

menyatakan jenis pekerjan tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa lulusan yang tammat

sebelum penerapan standar nasional pendidikan jenis pekerjaan yang sangat sesuai

dengan kompetensi yang dimilikinya adalah jurusan teknik instalasi listrik dan

Teknik permesinan yaitu sebesar 33,33%. Sedangkan yang sesuai adalah teknik

permesinan sebesar 66,67% dan yang tidak sesuai adalah teknik las yaitu 100%.

Sedangkan 33 orang responden yang telah bekerja sesudah penerapan standar

nasional pendidikan menyatakan kesesuaian jenis pekerjaan dengan kompetensi yang

dimiliki, dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Dari 3 orang responden dengan program keahlian teknik instalasi tenaga listrik,

semuanya menyatakan jenis pekerjaan tidak sesuai dengan kompetensi yang

dimiliki.

2. Dari 20 orang responden dengan program keahlian Teknik kenderaan ringan

otomotif, jenis pekerjaan yang sangat sesuai dengan kompetensi sebesar 30,00%,

sedangkan yang sesuai sebesar 50,00% dan yang tidak sesuai sebesar 20,00%.

3. Dari 1 orang responden dengan program keahlian teknik pemesinan, semuanya

menyatakan jenis pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
184

4. Dari 1 orang responden dengan program keahlian teknik konstruksi batu dan

beton, semuanya menyatakan jenis pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang

dimiliki.

5. Dari 20 orang responden dengan program keahlian Teknik gambar bangunan,

jenis pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi sebesar 83,33%, sedangkan yang

tidak sesuai sebesar 16,67%.

6. Dari 2 orang responden dengan program keahlian teknik las, semuanya

menyatakan jenis pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa lulusan yang tammat setelah

penerapan standar nasional pendidikan jenis pekerjaan yang paling sangat sesuai

dengan kompetensi yang dimilikinya jurusan adalah Teknik Kenderaan Ringan

Otomotif yaitu sebesar 30%, sedangkan yang sesuai adalah Teknik mesin dan teknik

konstruksi batu dan beton sebesar 100% dan yang tidak sesuai adalah Teknik Instalasi

Listrik yaitu sebesar 100%.

Untuk responden yang membuka usaha sendiri dengan jumlah responden

sebanyak 4 orang sebelum penerapan dan 6 orang setelah penerapan, kesesuaian jenis

usaha dengan kompetensinya dapat dilihat pada Tabel 4.16 di bawah ini:

Tabel 4.16. Kesesuaian Membuka Usaha Sendiri dengan Kompetensi Keahlian

Uraian Sebelum Sesudah


Sangat Sesuai - -
Sesuai 1 3
Tidak sesuai 3 3
Jumlah 4 6
Sumber: Data hasil survey, 2009

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
185

Dari Tabel 4.16 di atas dapat dijelaskan bahwa dari 4 orang responden yang

membuka usaha sendiri sebelum penerapan, yang menyatakan sesuai jenis usaha

dengan kompetensi yang dimiliki sebesar 25% dan yang tidak sesuai sebesar 75%.

Sedangkan sesudah penerapan standar nasional pendidikan, dari 6 orang responden

yang menyatakan sesuai jenis usaha dengan kompetensi yang dimiliki sebesar 50%

dan yang tidak sesuai juga 50%.

Tabel 4.17 berikut ini menunjukkan jumlah lulusan yang langsung bekerja

pada tempat praktik setelah menammatkan sekolah bahkan belum tamat perusahaan

telah meminangnya kesekolah.

Tabel 4.17. Jumlah Lulusan yang Langsung Bekerja pada Tempat Praktik
Setelah Menamatkan Sekolah (Orang)

Keterangan Lulusan tahun Jumlah


Sebelum penerapan 2005 4
2006 3
Jumlah 7
Sesudah penerapan 2007 7
2008 6
Jumlah 13
Sumber: Data hasil survey, 2009

Lulusan yang langsung bekerja pada tempat magang sebelum penerapan

sebanyak 7 orang atau 25% dari 28 orang jumlah keseluruhan yang telah bekerja dan

15,21% dari keseluruhan jumlah responden. Sedangkan sesudah penerapan sebanyak

13 orang atau 39,39% dari 33 orang responden yang telah bekerja dan 26% dari

keseluruhan jumlah responden. Jika dibandingkan sebelum dan sesudah penerapan

jumlah responden yang bekerja ditempat magang naik sebesar 14,39%.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
186

4.6.2. Standar Nasional Pendidikan yang Paling Berpengaruh terhadap


Kesempatan Kerja Lulusan

Untuk melihat mana yang lebih berpengaruh antara ketiga standar nasional

pendidikan tersebut yaitu guru, kurikulum, sarana prasarana, maka dapat dilihat dari

masing-masing variabel untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya. Untuk guru

dapat dilihat pada Tabel 4.18 berikut ini:

Tabel 4.18. Crosstab Guru* Lulusan Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar
Nasional Pendidikan (Persentase)

Sebelum Penerapan Lulusan

Belum bekerja Bekerja Usaha Sendiri Jumlah


Guru Cukup Kompeten 0 8,70 2,17 10,87
Kompeten 28,26 39,13 6,52 73,91
Sangat Kompeten 2,17 13,05 0 15,22
Total 30,43 60,88 8,69 100
Sesudah Penerapan Lulusan
Belum Bekerja Bekerja Usaha Sendiri Jumlah
Guru Kurang Kompeten 0 2,00 2,00 4,00
Cukup Kompeten 0 8,00 6,00 14,00
Kompeten 18,00 46,00 4,00 68,00
Sangat Kompeten 4,00 10,00 0 14,00
Total 22,00 66,00 12,00 100

Sumber: Hasil pengolahan data primer, 2009

Berdasarkan Tabel 4.18 di atas dapat dilihat bahwa sebelum standar nasional

pendidikan diterapkan, guru yang cukup kompeten menghasilkan 8,70% lulusan yang

bekerja dan 2,17% lagi menghasilkan lulusan yang membuka usaha sendiri.

Sedangkan Guru yang kompeten menghasilkan 39,13% lulusan yang bekerja dan

6,52% membuka usaha sendiri. Kemudian guru yang sangat kompeten menghasilkan

13,05% lulusan yang bekerja.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
187

Jika dibandingkan dengan sesudah penerapan standar nasional pendidikan

diterapkan, guru yang kurang kompeten menghasilkan 2% lulusan yang bekerja dan

2% lagi membuka usaha sendiri, guru yang cukup kompeten menghasilkan 8%

lulusan yang bekerja dan 6% membuka usaha sendiri. Berikutnya guru yang

kompeten menghasilkan 46% lulusan yang bekerja dan 4% membuka usaha sendiri,

dan yang terakhir guru yang sangat kompeten menghasilkan 10% lulusan yang

bekerja.

Dengan uji Statistik Chi Squere diperoleh ÷²hitung sebelum = 5.507 lebih

kecil dari ÷²tabel 0,05 = 11.070, maka Ho diterima. Dengan diterimanya Ho berarti

tidak terdapat hubungan yang signifikan antara guru dengan kesempatan kerja lulusan

Sedangkan ÷²hitung sesudah = 12.494 lebih kecil dari ÷²tabel 0,05 = 12.592, maka Ho

diterima. Dengan diterimanya Ho berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan

antara guru dengan kesempatan kerja lulusan. Artinya ada pengaruh antara guru

dengan kesempatan kerja lulusan baik sebelum penerapan maupun sesudah penerapan

standar nasional pendidikan tetapi tidak signifikan.

Selanjutnya pengaruh kurikulum terhadap kesempatan kerja lulusan dapat

dibandingkan sebelum dan sesudah penerapan seperti terlihat pada Tabel 4.19

di bawah ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
188

Tabel 4.19. Crosstab Kurikulum* Lulusan Sebelum dan Sesudah Penerapan


Standar Nasional Pendidikan (Persentase)

Lulusan
Sebelum Penerapan
Belum Bekerja Bekerja Usaha Sendiri Total
Kurikulum Cukup sesuai 19,57 17,39 6,52 43,48
sesuai 8,70 43,48 2,17 54,35
Sangat sesuai 2,17 0 0 2,17
Total 30,44 60,87 8,69 100
Sesudah Penerapan Lulusan
Belum Bekerja Bekerja Usaha Sendiri Total
Kurikulum Kurang sesuai 0 0 4,00 4,00
Cukup sesuai 18,00 26,00 6,00 50,00
sesuai 4,00 32,00 2,00 38,00
Sangat sesuai 0 8,00 0 8,00
Total 22,00 66,00 12,00 50
Sumber: Hasil pengolahan data primer, 2009

Berdasarkan Tabel 4.19 di atas, dapat dilihat bahwa sebelum standar nasional

pendidikan diterapkan, kurikulum yang cukup sesuai menghasilkan 17,39% lulusan

yang bekerja dan 6,52% lagi menghasilkan lulusan yang membuka usaha sendiri.

Sedangkan kurikulum yang sesuai menghasilkan 43,48% lulusan yang bekerja dan

2,17% membuka usaha sendiri. Kemudian kurikulum yang sangat sesuai

menghasilkan sama sekali tidak menghasilkan lulusan yang bekerja.

Jika dibandingkan dengan sesudah penerapan standar nasional pendidikan

diterapkan, kurikulum yang kurang sesuai menghasilkan 4% lulusan yang membuka

usaha sendiri, kurikulum yang cukup sesuai menghasilkan 26% lulusan yang bekerja

dan 6% membuka usaha sendiri. Berikutnya kurikulum yang sesuai menghasilkan

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
189

32% lulusan yang bekerja dan 2% membuka usaha sendiri, dan yang terakhir

kurikulum yang sangat sesuai menghasilkan 8% lulusan yang bekerja.

Dengan uji Statistik Chi Square diperoleh ÷²hitung sebelum = 9.874 lebih

besar dari ÷²tabel 0,05 = 9.488 maka Ho ditolak. Dengan ditolaknya Ho berarti

terdapat hubungan yang signifikan antara kurikulum dengan kesempatan kerja

lulusan. Sedangkan ÷²hitung sesudah = 22.507 lebih besar dari ÷²tabel 0,001 =

22.457, maka Ho ditolak. Sehingga dengan ditolaknya Ho berarti terdapat hubungan

yang signifikan antara kurikulum dengan kesempatan kerja lulusan. Artinya

kurikulum berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesempatan kerja lulusan baik

sebelum penerapan maupun sesudah penerapan standar nasional pendidikan.

Selanjutnya pengaruh sarana dan prasarana terhadap kesempatan kerja lulusan

dapat dibandingkan sebelum dan sesudah penerapan seperti terlihat pada Tabel 4.20

di bawah ini:

Tabel 4.20. Crosstab Sarana dan Prasarana* Lulusan Sebelum dan Sesudah
Penerapan Standar Nasional Pendidikan (Persentase)

Lulusan
Sebelum Penerapan
Belum bekerja Bekerja Usaha Sendiri Total
Sarana & Kurang memadai 0 2,17 0 2,17
Prasarana Cukup memadai 4,35 21,74 6,52 32.61
Memadai 19,57 28,26 2,17 50,00
Sangat memadai 6,52 8,70 0 15,22
Total 30,44 60,87 8,69

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
190

Lanjutan Tabel 4.20.


Lulusan
Setelah Penerapan
Belum Bekerja Bekerja Usaha Sendiri Total
Sarana & Kurang memadai 0 2,00 6,00 8,00
Prasarana Cukup Memadai 2,00 42,00 2,00 46,00
Memadai 20,00 14,00 4,00 38,00
Sangat Memadai 0 8,00 0 8,00
Total 22,00 66,00 12,00 50

Sumber: Hasil pengolahan data primer, 2009

Berdasarkan Tabel 4.20 di atas, dapat dilihat bahwa sebelum standar nasional

pendidikan diterapkan, sarana dan prasarana yang kurang memadai menghasilkan

2,17% lulusan yang bekerja. Sedangkan sarana dan prasarana yang cukup memadai

menghasilkan 21,74% lulusan yang bekerja dan 6,52% membuka usaha sendiri.

Kemudian kurikulum yang memadai menghasilkan 28,26% lulusan yang bekerja dan

2,17% membuka usaha sendiri, yang terakhir sarana dan prasarana yang sangat

memadai menghasilkan 8,70% lulusan yang bekerja.

Jika dibandingkan dengan sesudah penerapan standar nasional pendidikan

diterapkan, sarana dan prasarana yang kurang memadai menghasilkan 2% lulusan

yang bekerja dan 6% membuka usaha sendiri, sarana dan prasarana yang cukup

memadai menghasilkan 42% lulusan yang bekerja dan 2% membuka usaha sendiri.

Berikutnya kurikulum yang memadai menghasilkan 14% lulusan yang bekerja dan

4% membuka usaha sendiri, dan yang terakhir kurikulum yang sangat memadai

menghasilkan 8% lulusan yang bekerja.

Dengan uji Statistik Chi Squere diperoleh ÷²hitung sebelum = 6.494 lebih

kecil dari ÷²tabel 0,05 = 12.592 maka Ho diterima. Dengan diterimanya Ho berarti

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
191

tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sarana dan prasarana dengan

kesempatan kerja lulusan. Sedangkan ÷²hitung sesudah = 34.386 lebih besar dari

÷²tabel 0,001 = 22.457, maka Ho ditolak. Sehingga dengan ditolaknya Ho berarti

terdapat hubungan yang signifikan antara sarana dan prasarana dengan kesempatan

kerja lulusan. Artinya sebelum penerapan ada pengaruh antara sarana dan prasarana

dengan kesempatan kerja lulusan tetapi tidak signifikan tetapi sesudah penerapan

standar nasional pendidikan terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara sarana

dan prasarana dengan kesempatan kerja lulusan.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan standar

nasional pendidikan pada variabel guru sebagai tenaga pendidik ada pengaruhnya

sebelum dan sesudah penerapan dengan kesempatan kerja lulusan dan tidak ada

hubungan yang signifikan antara keduanya tetapi tidak signifikan, begitu juga dengan

variabel kurikulum namun pada kurikulum terdapat hubungan yang signifikan dengan

kesempatan kerja lulusan. Sementara pada variabel sarana dan prasarana sebelum

penerapan terdapat hubungan dengan kesempatan kerja lulusan tetapi tidak

signifikan, sedangkan sesudah penerapan pengaruh antara sarana dan prasarana

sangat signifikan terhadap kesempatan kerja lulusan dengan signifikansinya pada

taraf 99 persen (á = 0,001).

Dengan demikian dapat digambarkan bahwa sarana dan prasarana adalah

faktor yang sangat menentukan bagi siswa untuk memperoleh pekerjaan, karena

dengan sarana dan prasarana yang lengkap siswa dapat lebih terampil dan kompetensi

pada bidang keahliannya.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
192

4.7. Perencanaan SMK Negeri Kota Medan di Masa yang Akan Datang

Dalam perencanaan pendidikan ada berbagai pendekatan yang dapat

digunakan untuk menentuan kebijakan yang akan diambil dalam pelaksanaan

perencanaan tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan

kebutuhan ketenagakerjaan. Pendekatan ini bertujuan mengarahkan kegiatan

pendidikan kepada usaha untuk memenuhi kebutuhan nasional akan tenaga kerja

(Guruge dalam Sa’ud & Makmun, 2005: 240).

Pendekatan ini mengutamakan kepada keterkaitan lulusan sistem pendidikan

dengan tuntutan terhadap tenaga kerja pada berbagai sektor pembangunan. Oleh

karena tujuannya untuk membantu lulusan memperoleh kesempatan kerja yang lebih

baik, maka penekanan utama terhadap pendidikan tersebut adalah relevansi program

pendidikan dengan berbagai sektor pembangunan.

Dari uraian di atas, berdasarkan hasil penelitian sebagaimana terlihat pada

Tabel 4.20 bahwa sebelum penerapan standar nasional pendidikan tingkat kesesuaian

jenis pekerjaan dengan program keahlian menunjukkan bahwa program keahlian

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif merupakan jumlah yang paling besar

ketidaksesuaian jenis pekerjaannya dengan kompetensi yang dimilikinya yaitu

sebesar 64,29%. Sedangkan Program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik

ketidaksesuaian jenis pekerjaan dengan kompetensi yang dimiliki sebesar 33,33%.

Berikut ini dapat dilihat banyaknya jumlah rombongan belajar dari masing-

masing program keahlian pada ketiga sampel sekolah SMK Negeri di Kota Medan,

sebagaimana terlihat pada Tabel 4.21, di bawah ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
193

Tabel 4.21. Program Keahlian dan Jumlah Rombongan Belajar

No. Sekolah/Program Keahlian Jumlah Rombel


1 SMK Negeri 2 Medan
a. Teknik Konstruksi Bangunan 3
b. Teknik Gambar Bangunan 5
c. Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik 13
d. Teknik Permesinan 9
e. Teknik Mekanik Otomotif 13
2 SMK Negeri 4 Medan
a. Teknik Audio Video 9
b. Teknik Las 5
c. Teknik Mekanik Otomotif 10
3 SMK Negeri 5 Medan
a. Teknik Konstruksi Kayu 3
b. Teknik Gambar Bangunan 4
c. Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik 9
d. Teknik Permesinan 5
e. Teknik Mekanik Otomotif 6
Sumber: Data hasil survei, 2009

Jika dilihat pada Tabel 4.21 di atas, bahwa program keahlian Teknik

Pemanfaatan Tenaga Listrik dan Teknik Mekanik Otomotif yang paling banyak

rombongan belajarnya yaitu program keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik,

SMKN 2 sebanyak 13 rombongan belajar, SMKN 5 sebanyak 9 rombongan belajar,

sedangkan program keahlian Teknik Mekanik Otomotif, SMKN 2 sebanyak 13

rombongan belajar, SMKN 4 sebanyak 10 rombongan belajar dan SMKN 5 sebanyak

6 rombongan belajar. Namun dari ketiga sampel tersebut program keahlian Teknik

Mekanik dan Otomotif yang paling banyak menghasilkan jumlah lulusan.

Sedangkan keterserapan lulusan dalam memperoleh kesempatan kerja dan

kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi lulusan berdasarkan sekolah dapat dilihat

sebagaimana yang digambarkan pada Tabel 4.22 di bawah ini:

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
194

Tabel 4.22. Keterserapan Lulusan dalam Memperoleh Kesempatan Kerja


dan Kesesuaian Pekerjaan dengan Kompetensi Lulusan
Berdasarkan Sekolah
Responden yang Bekerja & Usaha Sendiri
Sekolah/Program Sebelum Sesudah
Keahlian SS % S % TS % SS % S % TS %
SMKN 2 Medan
a. T Konstruksi Bangunan - - - - - - - - 1 5,26 - -
b. T. Gambar Bangunan - - - - 2 18,18 - - 1 5,26 2 10,52
c. T. Pemanfaatan Tenaga - - - - 1 9,09 - - 1 5,26 - -
Listrik
d. Teknik Permesinan - - 2 18,18 - - - - 1 5,26 - -
e. T. Mekanik Otomotif - - 2 18,18 4 36,37 5 26,32 4 21,06 4 21,06
Jumlah total respoden 11 = 57,89% dari jumlah seluruh sampel 19 = 82,60% dari jumlah seluruh sampel
SMKN 4 Medan
a. T. Audio Video - - - - - - - - 1 9,09 - -
b. Teknik Las - - - - 2 18,18 - - 2 18,18 - -
c. T. Mekanik Otomotif 1 9,09 2 18,18 6 54.55 1 9,09 5 45,46 2 18,18
Jumlah total respoden 11 = 84,61% dari jumlah seluruh sampel 11 = 84,61% dari jumlah seluruh sampel
SMKN 5 Medan
a. T. Konstruksi Kayu - - - - - - - - -
b. T. Gambar Bangunan - - - - - 2 22,22 2 22,22
c. T. Pemanfaatan Tenaga 3 30,00 4 40,00 2 20,00 - - 1 11,11 3 33,34
Listrik
d. Teknik Permesinan 1 10,00 - - - - - - 1 11,11
e. T. Mekanik Otomotif - - - - - - - - -
Jumlah total respoden 10 = 71,42% dari jumlah seluruh sampel 9 = 64,28% dari jumlah seluruh sampel

Sumber: Data hasil survei, 2009

Tabel 4.22 di atas menunjukkan bahwa dari ketiga sampel sekolah SMK

Negeri tersebut, tingkat keterserapan lulusan yang paling tinggi baik sebelum maupun

sesudah penerapan standar adalah SMK Negeri 4 Medan yaitu sebesar 84,61%.

Sedangkan kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi lulusan pada program keahlian

teknik mekanik otomotif sebelum penerapan tingkat ketidaksesuaiannya yaitu sebesar

54,55% dan sesudah penerapan tingkat ketidaksesuaiannya menurun menjadi 18,18%.

Selanjutnya Tabel 4.22 di atas juga menunjukkan bahwa SMK Negeri 5

Medan mengalami penurunan daya serap lulusan yaitu sebelum penerapan standar

nasional pendidikan keterserapan lulusan sebesar 71,42% dan sesudah penerapan

menurun menjadi 64,28%. Jika dibandingkan pada Tabel 4.23, bahwa SMK Negeri 5

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
195

Medan memiliki 9 rombongan belajar untuk program keahlian teknik instalasi tenaga

listrik namun keterserapan dan kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi yang

dimiliki menurun.

Dari hasil analisis dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perencanaan

pendidikan bagi SMK Negeri Kota Medan kedepan harus lebih berorientasi kepada

relevansi program keahlian dengan kebutuhan tenaga kerja. Berdasarkan hasil

penelitian bahwa program keahlian yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah

teknik mekanik otomotif. Untuk itu diharapkan SMK Negeri Kota Medan dapat

menambah rombongan belajar dengan program keahlian tersebut, karena saat ini

dunia usaha dalam bidang otomotif lebih membuka peluang dan kesempatan kerja

bagi siswa yang memiliki program keahlian tersebut. Hal ini sejalan dengan

perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat terhadap kenderaan otomotif yang

diiringi dengan menjamurnya usaha-usaha perbengkelan dan showroom otomotif.

Untuk itu pihak sekolah juga diharapkan agar aktif menjalin kerjasama dengan dunia

usaha/dunia industri, agar keterampilan siswa dapat disesuaikan dengan

perkembangan zaman dan dapat bersaing di pasar tenaga kerja. Dengan

meningkatnya ketersepan tenaga kerja, maka angka pengangguran di wilayah Kota

Medan dapat berkurang, karena tenaga kerja yang memiliki potensi, kemampuan,

yang tepat guna, berdaya guna untuk bekerja dan berperan serta dalam pembangunan

akan bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat secara keseluruhan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
196

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan dalam

penelitian ini, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Kualifikasi akademik guru yang mengajar di SMK Negeri 2, SMK Negeri 4 dan

SMK Negeri 5 masih belum seluruhnya sesuai dengan standar yang telah

ditentukan karena masih terdapat guru yang mengajar dengan kualifikasi

pendidikan Diploma-III (D-III) dan Diploma-II (D-II), sedangkan kurikulum dan

sarana dan prasarana telah mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 19

Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

2. Bahwa sebelum penerapan standar nasional pendidikan faktor yang berpengaruh

terhadap kesempatan kerja lulusan adalah kurikulum, sedangkan setelah

penerapan faktor yang mempengaruhi adalah sarana dan prasarana dengan tingkat

signifikansi 0,1% atau tingkat kepercayaan 99 persen dan kurikulum dengan

tingkat signifikansi 0,5 atau tingkat kepercayaan 95 persen. Artinya bahwa

kurikulum yang baik dan sarana prasarana yang memadai sangat mendukung

terhadap kesempatan kerja siswa. Sedangkan faktor guru pengaruhnya tidak

signifikan terhadap kesempatan kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri

di Kota Medan, baik sebelum dan sesudah penerapan standar nasional pendidikan.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
197

5.2. Saran

1. Berdasarkan dari hasil survei yang dilakukan bahwa kualifikasi akademik guru

yang mengajar pada SMK Negeri di Kota Medan masih belum sesuai dengan

standar nasional pendidikan, untuk itu Pemerintah Kota Medan khususnya Dinas

Pendidikan agar lebih memperhatikan guru sebagai tenaga pendidik untuk

mengembangkan pengetahuannya dengan memberikan bantuan pendidikan atau

bea siswa kepada guru maupun pemberdayaan guru dengan memberikan

dukungan terhadap penelitian yang dilakukan oleh guru sehingga wawasan,

pengalaman dan kompetensi guru dapat bertambah dalam mendidik siswa.

2. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa kurikulum dan sarana

prasarana sangat berpengaruh terhadap kesempatan kerja lulusan SMK Negeri,

untuk itu pengembangan kurikulum pada program keahlian teknik mekanik

otomotif yang merupakan program keahlian paling banyak menyerap tenaga kerja

hendaknya lebih ditingkatkan terutama pada praktek kerja yang lebih disesuaikan

dengan perkembangan studi, selain itu pihak sekolah juga diharapkan mampu

menjalin kerjasama dengan studi agar siswa dapat melakukan praktek kerja yang

sesuai dengan perkembangan zaman sehingga dapat menambah keahlian dan

kompetensinya untuk bekal dalam mencari pekerjaan. Begitu juga dengan sarana

dan prasarana sekolah merupakan faktor yang sangat mendukung kemampuan

siswa dalam belajar, untuk itu pihak sekolah dapat mengajukan anggaran biaya

kepada Dinas Pendidikan Kota Medan, untuk memenuhi kebutuhan sarana dan

prasarana sekolah terutama laboratorium, penambahan referensi buku-buku

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
198

perpustakaan yang lebih up to date dan bengkel tempat praktek, selain itu ruang

kelas yang sesuai dengan jumlah siswa serta sarana olah raga yang memadai.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, 1996, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta:


Rineka Cipta.

Ary, Subroto 1999, dalam Buku Tiga Pilar Pengembangan Wilayah, Peranan
Sumberdaya Manusia dalam Pengembangan Wilayah di Indonesia, Jakarta:
BPPT.

Abbas, M.S dan Suyanto, 2001, Wajah dan Dinamika Pendidikan Anak Bangsa,
Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.

Djojonegoro, Wardiman, 1999, Pengembangan Sumberdaya Manusia: Melalui


Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Jakarta: PT. Balai Pustaka (Persero).

Hamalik, Oemar, 2000, Pengembangan Sumber Daya Manusia Manajemen


Pelatihan Ketenagakerjaan: Pendekatan Terpadu, Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Harahap, Susi, 2001, Fungsi Perencanaan terhadap Efektivitas Pelaksanaan


Kegiatan pada Badan Diklat Provinsi Sumatera Utara, Skripsi S1 pada
STIA-LAN RI, Bandung.

Hasibuan, Malayu S.P, 2005, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT. Bumi
Aksara.

Hadeli, 2006, Metode Penelitian Kependidikan, Jakarta: Quantum Teaching.

Judisseno, Rimsky.K, 2008, Jadilah Pribadi yang Kompeten di Tempat Kerja,


Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Prasetya I, Suryani Motik & Sri Wahyu, 1997, Manajemen Sumber Daya Manusia,
Jakarta: STIA-LAN Press.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
199

Kuncoro, Mudrajad, 2001, Metode Kuantitatif: Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan
Ekonomi, Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN.

--------------, 2003, Metode Riset untuk Bisinis dan Ekonomi, Jakarta: Erlangga.

--------------, 2004, Otonomi dan Pembangunan Daerah, Jakarta: Erlangga.

Kunandar, 2007, Guru Profesional: Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan


Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, Jakarta: Rajawali
Press.

Lie, Anita, dkk, 2005, Pendidikan Nasional dalam Reformasi Politik dan
Kemasyarakatan,Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Nazir, Moh, 1988, Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia.

Nachrow,D & Suhandojo, 1999, Dalam Buku Tiga Pilar Pengembangan Wilayah :
Analisis Sumber Daya Manusia, Otonomi Daerah dan Pengembangan
Wilayah, Jakarta: CV. Cahaya Ibu.

Ndraha, Taliziduhu, 2002, Pengantar Teori Pengembangan Sumber Daya Manusia,


Jakarta: PT Rineka Cipta.

Nurdin, Syafruddin, 2005, Guru Profesional & Implementasi Kurikulum, Jakarta:


Quantum Teaching.

Robbins, Stephen P, 2006, Perilaku Organisasi, Edisi Kesepuluh, PT. Indeks.

Ramli, 2007, Kinerja Aparatur dan Pengembangan Wilayah, Medan: USU Press.

Riduan, 2007, Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian, Bandung:


ALFABETA.

Sudjana, 1992, Metode Statistika, Bandung: Tarsito

Suryadi, Ace dan Tilaar, H.A.R, 1993, Analisis Kebijakan Pendidikan Suatu
Pengantar, BAndung, Remaja Rosdakarya Sugiyono, 2007, Metode
Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta.

Sumarsono, Sonny, 2003, Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia &


Ketenagakerjaan, Jember: Graha Ilmu.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
200

Sedarmayanti, 2003, Sumberdaya Manusia dan Produktivitas Kerja, Bandung:


Mandar Maju.

Surya, Aldwin 2006, Perubahan Sosial Masyarakat Kota Metropolitan, Medan:


Kopertis Wilayah I NAD-SUMUT.

------------------, 2007, Pembentukan Kelas Menengah Kota: Cermin Kemapanan


Ekonomi Masyarakat Indonesia, Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar
Universitas Prima Indonesia, Medan.

Sa’ud, Syaefudin & Makmun, Syamsuddin Abin, 2007, Perencanaan Pendidikan


Suatu Pendekatan Komprehenshif, Bandung: Kerjasama Program
Pascasarjana UPI dengan PT. Remaja Rosdakarya

Tilaar, H.A.R, 2006, Standarisasi Pendidikan Nasional: Suatu Tinjauan Kritis,


Jakarta: PT Rineka Cipta.

Zen, M.T, 2001, dalam Buku Tiga Pilar Pengembangan Wilayah , Falsafah Dasar
Pengembangan Wilayah: Memberdayakan Manusia, Jakarta: BPPT.

Peraturan-peraturan

Departemen Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang


Sistem Pendidikan Nasional.

----------------, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2004 tentang Guru dan Dosen

----------------, 2003, Pedoman Penyelenggaraan Program Pendidikan Kecakapan


Hidup (Life Skills), Bidang Kepemudaan Melalui Lembaga Kepemudaan.
Jakarta: Direktorat Kepemudaan.

----------------, Peraturan Pemerintah 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional


Pendidikan.

-----------------, Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Satuan


Pendidikan Dasar dan Menengah.

-----------------, Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi


Lulusan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

-----------------, Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi


Akademik dan Kompetensi Guru.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA
201

-----------------, Permeniknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru dalam


Jabatan.

-----------------, Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan


Prasarana SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA.
-----------------, Permendiknas Nomor 40 Tahun 2008 tentang Standar Sarana dan
Prasarana SMK/MAK.

Artikel dan Katalog

BPS, 2006, Medan Dalam Angka 2006, Medan.

BPS, 2007, Medan Dalam Angka 2007, Medan

BPS, 2008, Medan Dalam Angka 2008, Medan

Departemen Pendidikan Nasional, Teropong Wajah Sekolah Menengah Kejuruan


di Indonesia: Buklet Sekolah Menengah Kejuruan, Jakarta: Direktoral
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

PWD, 2003, Pedoman Penulisan Proposal dan Tesis, Medan: USU.

Artikel dari Internet, situs (http://www.workshopsince.com/manual/overview.html,


diakses tanggal 27 Januari 2009.

pdfMachine - is a pdf writer that produces quality PDF files with ease!
Get yours now!
“Thank you very much! I can use Acrobat Distiller or the Acrobat PDFWriter but I consider your
product a lot easier to use and much preferable to Adobe's" A.Sarras - USA