Anda di halaman 1dari 13

1

SAMBUNGAN

Yaitu menghubungkan antara satu benda dengan lainnya. Yang bertujuan untuk
menambah dimensi dari benda tersebut. Ukurannya yang lebih kecil dari elemen yang
disambung mengakibatkan beban terkonsentrasi padanya. Efek konsentrasi beban inilah
yang harus diantisipasi saat merancang sambungan, karena sudah tentu akan bersifat
merusak.
Ada Dua Jenis Sambungan Yang Dikenal Secara Umum :

1.Sambungan Tetap (Permanent Joint).


Merupakan sambungan yang bersifat tetap, sehingga tidak dapat dilepas selamanya,
kecuali dengan merusaknya terlebih dahulu.
Contohnya : sambungan paku keling (rivet joint) dan sambungan las (welded joint).

2.Sambungan Tidak Tetap (Semi Permanent).


Merupakan sambungan yang bersifat sementara, sehingga masih dapat dibongkarpasang
selagi masih dalam kondisi normal. Contohnya : sambungan mur-baut / ulir ( screwed joint )
dan sambungan pasak ( keys joint )

1. SAMBUNGAN PAKU KELING (Rivet Joint)


Paku keling adalah batang silinder pendek dengan sebuah kepala di bagian atas,
silinder tengah sebagai badan dan bagian bawahnya yang berbentuk kerucut terpancung
sebagai ekor. Konstruksi kepala (head) dan ekor (tail) dipatenkan agar permanen dalam
menahan kedudukan paku keling pada posisinya. Badan ( body) dirancang untuk kuat
mengikat sambungan dan menahan beban kerja yang diterima benda yang disambung saat
berfungsi digunakan untuk membuat sambungan permanen antara pelat-pelat, mulai dari
konstruksi ringan sampai konstruksi berat. Biasanya terbuat dari bahan baja, kuningan,
alumunium atau tembaga sesuai dengan bahan benda yang disambung.

Bahan Bahan Paku Keling


Bahan yang biasanya digunakan untuk pemakaian ringan adalah
alumunium,sedangkan untuk pemakaian sedang adalah baja klasifikasi IS : 1148 - 1957
dan IS : 1149 - 1957 untuk struktur konstruksi dengan gaya tarik tinggi. Sedangkan untuk
pemakaian berat termasuk yang kedap cairan dan gas adalah baja klasifikasi IS : 1990 -
1962 seperti pada boiler.

Metode Pengelingan
Metode pengelingan (penyambungan paku keling) yang dilakukan pada umumnya
tergantung dari jenis pemakaian. Yakni :
a. Pemakaian ringan
Di tujukan untuk penyambungan/ menyatukan dari benda benda yang tidak terlalu
sering bahkan tidak pernah menerima beban yang berat.

1
2

B. Pemakaian Sedang
Ditujukan untuk mendapatkan kekuatan sambungan. Setelah pasangan pelat dilobangi dan
paku keling dipasangkan pada lobang, ekor paku dipanaskan dibawah suhu kritis dan
ditekan dengan pukulan palu tangan pada cetakan ekor. Sehingga ekor tercetak seperti
bentuk kepala.

C. Pemakaian Berat Dan Kedap Air


Ditujukan untuk mendapatkan kekuatan dan kerapatan sambungan. Lobang kedudukan
paku keling dibuat lebih besar 1,5 mm dari ukuran diameter paku, agar saat ekor paku
ditekan oleh mesin pencetak kepala, bahan logam paku yang mulai luluh karena
sebelumnya dipanaskan sampai membara pada suhu kritis (600 - 800 oC), mengisi ruang
antara tersebut. Logam luluh yang tertekan tentu saja akan mengisi sampai ke celah-celah
terkecil yang terdapat diantara kedua pelat. Sehingga akhirnya diperoleh sambungan yang
kedap fluida.

2
3

Ketentuan Banyaknya Paku Keling / Baut Dalam Satu Deret :

Menurut penelitian di laboratorium untuk pemasangan satu deret paku keling yang
menahan gaya normal ( tarik / tekan ) dimana deretan paku keling berada pada garis gerja
gaya, ternyata untuk satu deret yang terdiri ≤ 5 buah paku keling masing-masing paku
menahan gaya relatif sama. Namun jika banyaknya paku keling dalam satu deret lebih dari
5 buah maka masing-masing paku keling menahan gaya yang besarnya mulai tidak sama
rata. Oleh karena itu jika dalam perhitungan paku keling / baut dalam konstruksi
sambungan ketemunya memerlukan lebih dari 5 buah paku/baut, maka harus dipasang
dalam susunan 2 deret atau lebih.

3
4

KEGAGALAN PADA SAMBUNGAN KELLING

Suatu sambungan rivet akan dapat mengalami kegagalan dengan cara-cara sebabagai
berikut:

 terdapat retak pada pinggir plat


 terdapat/timbul retak diantara dua rivet
 rivet bergeser
 rivetnya hancur

Kekuatan sambungan keling.


 Kekuatan sambungan keling dinyatakan sebagai kemampuan sambungan menahan
beban tampa mengalami kegagalan.
 Dalam perencanaan harus ditinjau semua kemungkinan gagal yang akan dialami
oleh sambungan keeling Untuk keamanan maka ambil nilai terkecil sbg patokan
harga kekutan sambungan.
 Dengan demikian efisiensi sambungan dapat ditetapkan.

PENGAPLIKASIAN:

4
5

BODY PESAWAT KANVAS LOCKER

2. SAMBUNGAN LAS

Mengelas adalah menyambung dua bagian logam dengan cara memanaskan sampai
suhu lebur dengan memakai bahan pengisi atau tanpa bahan pengisi. Sistem sambungan las
ini termasuk jenis sambungan tetap dimana pada konstruksi dan alat permesinan,
sambungan las ini sangat banyak digunakan. Untuk menyambung baja bangunan kita
mengenal 2 jenis las yaitu :

1. Las Karbid ( Las OTOGEN )


Yaitu pengelasan yang menggunakan bahan pembakar dari gas oksigen (zat asam) dan gas
acetylene (gas karbid). Dalam konstruksi baja las ini hanya untuk pekerjaan-pekerjaan
ringan atau konstruksi sekunder, seperti ; pagar besi, teralis dan sebagainya.

2. Las Listrik ( Las LUMER )


Yaitu pengelasan yang menggunakan energi listrik. Untuk pengelasannya diperlukan
pesawat las yang dilengkapi dengan dua buah kabel, satu kabel dihubungkan dengan
penjepit benda kerja dan satu kabel yang lain dihubungkan dengan tang penjepit batang las
/ elektrode las. Jika elektrode las tersebut didekatkan pada benda kerja maka terjadi kontak
yang menimbulkan panas yang dapat melelehkan baja ,dan elektrode (batang las) tersebut
juga ikut melebur ujungnya yang sekaligus menjadi pengisi pada celah sambungan las.
Karena elektrode / batang las ikut melebur maka lama-lama habis dan harus diganti dengan
elektrode yang lain. Dalam perdagangan elektrode / batang las terdapat berbagai ukuran
diameter yaitu 21/2 mm, 31/4 mm, 4 mm, 5 mm, 6 mm, dan 7 mm. Untuk konstruksi baja
yang bersifat strukturil (memikul beban konstruksi)) maka sambungan las tidak diijinkan
menggunakan las Otogen, tetapi harus dikerjakan dengan las listrik dan harus dikerjakan
oleh tenaga kerja ahli yang profesional.

Keuntungan Sambungan Las Listrik Dibanding Dengan Paku Keling / Baut :


a) Pertemuan baja pada sambungan dapat melumer bersama elektrode las dan
menyatu dengan lebih kokoh (lebih sempurna).
b) Konstruksi sambungan memiliki bentuk lebih rapi
c) Konstruksi baja dengan sambungan las memiliki berat lebih ringan.
d) Dengan las berat sambungan hanya berkisar 1 – 1,5% dari berat konstruksi, sedang
dengan paku keling / baut berkisar 2,5 – 4% dari berat konstruksi, Pengerjaan
konstruksi relatif lebih cepat (tak perlu membuat lubanglubang pk/baut, tak perlu
memasang potongan baja siku / pelat penyambung, dan sebagainya ).
e) Luas penampang batang baja tetap utuh karena tidak dilubangi, sehingga
kekuatannya utuh.

Kerugian / Kelemahan Sambungan Las :


a) Kekuatan sambungan las sangat dipengaruhi oleh kualitas pengelasan. Jika
pengelasannya baik maka keuatan sambungan akan baik, tetapi jika pengelasannya
5
6

jelek/tidak sempurna maka kekuatan konstruksi juga tidak baik bahkan


membahayakan dan dapat berakibat fatal. Salah satu sambungan las cacat lambat
laun akan merembet rusaknya sambungan yang lain dan akhirnya bangunan dapat
runtuh yang menyebabkan kerugian materi yang tidak sedikit bahkan juga korban
jiwa
b) Konstruksi sambungan tak dapat dibongkar-pasang.

Jenis Sambungan Las

PERHITUNGAN KEKUATAN

PEMBEBANAN TARIK , TEKAN ATAU GESER:

SAMBUNGAN KUAT BILA

DIMANA

PEMBEBANAN LENGKUNG

6
7

PENGAPLIKASIAN SAMBUNGAN LAS

KNALPOT KERANGKA GEDUNG CHASIS

3. SAMBUNGAN BAUT (BOLT)

Pengertian
Sambungan ulir adalah sambungan yang menggunakan kontruksi ulir untuk
mengikat dua atau lebih komponen. Sambungan Ulir merupakan jenis dari sambungan
semi permanent (dapat dibongkar pasang). Sambungan ulir terdiri dari 2 (dua) bagian,
yakni Baut dan Mur .
Pada umumnya baut yang digunakan untuk menyambung profil baja ada 2 jenis, yaitu :
 Baut yang diulir penuh
 Baut yang tidak diulir penuh
Baut Yang Diulir Penuh
Baut yang diulir penuh berarti mulai dari pangkal baut sampai ujung baut diulir. Untuk
lebih jelasnya, perhatikan Gambar berikut.

Diameter baut yang diulir penuh disebut Diameter Kern (inti) yang ditulis dengan notasi dk
atau d1 pada Tabel Baja tentang Baut, misalnya :

7
8

Diameter yang dipergunakan untuk menghitung luas penampang (A baut ) ialah :

Dimana Abaut = Luas penampang baut.

Jadi kalau ada ingin mengetahui luas penampang baut M16 diulir penuh, maka anda harus
menghitung dengan rumus dari tabel di atas, yaitu :

Kalau baut yang diulir penuh digunakan sebagai alat penyambung, maka ulir baut akan
berada pada bidang geser. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut.

Ulir Baut Berada pada Bidang Geser

Baut Yang Tidak Diulir Penuh


Baut yang tidak diulir penuh ialah baut yang hanya bagian ujungnya diulir. Untuk
lebih jelasnya, perhatikan Gambar berikut ini.

8
9

Diameter nominal baut yang tidak diulir penuh ialah diameter terluar dari batang
baut. Diameter nominal ialah diameter yang tercantum pada nama perdagangan, misalnya
baut M16 berarti diameter nominal baut tersebut = 16 mm. Mengenai kekuatan tarik baut,
anda dapat melihat pada tabel konstruksi baja. Sebagai contoh, berikut ini diuraikan
kekuatan baut masing-masing dari baut hitam dan baut berkekuatan tinggi. Kalau baut
hitam, ada tertulis di kepala baut 4,6 ini berarti tegangan leleh minimum baut = 4 x 6 x 100
= 2400 kg/cm2. sedangkan, untuk baut berkekuatan tinggi, ada tertulis di kepala baut A325
atau A490. untuk baut A325 dengan diameter 16 mm, maka kekuatan tarik baut = 10700
kg. Untuk menghitung luas penampang baut tidak diulir penuh digunakan rumus sbb:

Jenis-jenis Sambungan Yang Menggunakan Baut


Ada 4 jenis sambungan yang menggunakan baut, yaitu :
1) Baut dengan 1 irisan (Tegangan geser tegak lurus dengan sumbu baut)

2) Baut dengan 2 irisan (Tegangan geser tegak lurus dengan sumbu baut)

3) Baut yang dibebani // sumbunya

9
10

4) Baut yang dibebani sejajar sumbu dan tegak lurus sumbu

Besarnya tegangan izin baut pada sambungan yang menggunakan baut telah diatur pada
PPBBI pasal. 8.2 yaitu :

(Ket. St = Jarak sumbu baut paling luar ke tepi pelat yang disambung)
Tetapi perlu diperhatikan, apabila pelat tidak kuat bila dibandingkan dengan baut,
maka lubang baut pada pelat akan berubah bentuk dari bulat akan berubah menjadi oval.
Karena itu harus dihitung kekuatan tumpuan dengan rumus :

Dimana:

.s = tebal pelat terkecil di antara planet yang disambung dan pelat penyambung.

10
11

Mengenai jarak baut pada suatu sambungan, tetap harus berdasarkan PPBBI pasal 8.2,
yaitu :
 Banyaknya baut yang dipasang pada satu baris yang sejajar arah gaya, tidak boleh
lebih dari 5 buah.
 Jarak antara sumbu buat paling luar ke tepi atau ke ujung bagian yang disambung,
tidak boleh kurang dari 1,2 d dan tidak boleh lebih besar dari 3d atau 6 t (t adalah
tebal terkecil bagian yang disambungkan).
 Pada sambungan yang terdiri dari satu baris baut, jarak dari sumbu ke sumbu dari 2
baut yang berurutan tidak boleh kurang dari 2,5 d dan tidak boleh lebih besar dari 7
d atau 14 t.
 Jika sambungan terdiri dari lebih satu baris baut yang tidak berseling, maka jarak
antara kedua baris baut itu dan jarak sumbu ke sumbu dari 2 baut yang berurutan
pada satu baris tidak boleh kurang dari 2,5 d dan tidak boleh lebih besar dari 7 d
atau 14 t.
2,5 d < s < 7 d atau 14 t
2,5 d < u < 7 d atau 14 t
1,5 d < s1 < 3 d atau 6 t
 Jika sambungan terdiri dari lebih dari satu baris baut yang dipasang berseling, jarak
antara baris-baris buat (u) tidak bole kurang dari 2,5 d dan tidak boleh lebih besar
dari 7 d atau 14 t, sedangkan jarak antara satu baut dengan baut terdekat pada baris
lainnya (s2) tidak boleh lebih besar dari 7 d – 0,5 u atau 14 t – 0,5 u.
2,5 d < u < 7 d atau 14 t
s2 > 7 d – 0,5 u atau 14 t – 0,5 u
Fungsi Sambungan Ulir
Dilihat dari kontruksi yang memiliki ulir ,sambungan ulir memiliki fungsi teknis utama,
yaitu:
 Digunakanu untuk bagian mesin yang memerlukan sambungan dan pelepasan tanpa
merusak bagian mesin.
 Untuk memegang dan penyesuaian dalam perakitan atau perawatan.
Keuntungan dan Kerugaian Sambungan Ulir
Ditinjau dari sisi teknik sambungan ulir memiliki keuntungan dan kerugian sebagai
berikut;
1. Keuntungan Sambungan Ulir
 Mempunyai reliabilitas (kehandalan) tinggi dalam Operasi.
 Sesuai untuk perakitan dan pelepasan komponen.

11
12

 Suatu lingkup yang luas dari sambungan baut diperlukan untuk beberapa kondisi
operasi.
 Lebih murah untuk diproduksi dan lebih efisien.
2. Kerugian Sambungan Ulir
 Konsentrasi tegangan yang pada bagian ulir yang tidak mampu menahan
berbagai kondisi beban.

Nomenklatur Ulir

A. FULL DIAMETER SHANK:


Ukuran sama dengan diamter nominal/mayor
B. UNDERSIZED SHANK:
Ukuran mendekati sama dengan diameter pitch.
C. PITCH:
Jarak suatu titik pada ulir ke titik yang sama pada ulir berikutnya yang berdekatan
paralel atau jarak puncak ulir ke puncak berikutnya yang berdekatan.
D. PITCH DIAMETER:
Diameter efektif pada ulir, ukurannya mendekati bagian tengah –tengah antara
mayor dan minor
E. MAJOR DIAMETER:
Diameter terbesar pada ulir
F. MINOR DIAMETER/CORE DIAMETER:
Diameter terkecil pada ulir

Tipe Umum Penyambungan Ulir

Bentuk Kepala Sekrup/Baut

12
13

FUNGSI ULIR.
1. Sebagai pengikat untuk sambungan yang dapat dipisahkan
2. Sebagai pemegang atau baut penegang
3. Sebagai penutup lubang
4. Sebagai pengatur kedudukan, contoh: kaki-kaki mesin
5. Sebagai pengukur, misalkan: eretan mesin, micrometer
6. Sebagai pemindah gaya, contoh: pres ulir, tanggem
7. Sebagai penggerak DAN Sebagai ulir diferensial

PENGAPLIKASIAN:

PIPA REL KERETA API CHASIS

13