Anda di halaman 1dari 8

c 


    
    c 
   
     
 c  


BAB I PENDAHULUAN
1.1. p Latar Belakang
1.2. p Tujuan
1.3. p Keluaran
1.4. p Sistematika Laporan

BAB II DASAR ACUAN PENETAPAN STANDAR PENGALOKASIAN BBM
2.1. p Aspek Teoritis
2.2. p Aspek Hukum

BAB III METODE DAN TEKNIK PENETAPAN STANDAR BBM


4.1. p Populasi dan Sampel Kendaraan
4.2. p Variabel dan Indikator Penyusunan Standar BBM
4.3. p Teknik Pengumpulan Data dan Informasi
4.4. p Teknik Perhitungan dan Analisis Data

BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
4.1. Kesimpulan
4.2. Rekomendasi


  





Pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia telah memberikan
kewenangan yang luas kepada pemerintah daerah untuk menentukan kebijakan dan
program pembangunan yang terbaik bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan
masyarakat, sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya.



BAB II DASAR ACUAN PENETAPAN STANDAR PENGALOKASIAN BBM

2.1. p Aspek Teoritis

KARAKTERISTIK TRASPORTASI

Transportasi merupakan komponen utama bagi berfung sinya suatu kegiatan


masyarakat, baik kegitan ekonomi, sosial, budaya maupun politik. Tingkat
mobilitas, perekonomian dan pola kehidupan masyarakat erat kaitannya dengan
ketersediaan fasilitas transortasi. Peranan transportasi dijelaskan sebagai berikut:
1.p Ekonomi: (i) Perluasan daerah cakupan barang atau jasa yang dapat
dikonsumsi disuatu wilayah, (ii) Penggunaan sumber bahan seca ra lebih efisien
memungkinkan terjadinya spesialisasi atau pembagian pekerjaan, (iii)
Penyediaan fasilitas transportasi memungkinkan persediaan bahan untuk
produksi tidak terbatas pada suatu daerah tapi bisa diperoleh dari daerah lain .
2.p Sosial: (i) Memungkinkan pola spesialisasi dari aktifitas manusia (ii)
Memberikan pilihan-pilihan bagi manusia tentang pola dan tempat mereka
bermukim untuk melakukan aktifitasnya.
3.p Politis: (i) Memungkinkan pelaksanaan pemerintahan suatu wilayah lebih luas,
(ii) Memungkinkan penyeragaman hukum dan peraturan/perundang -undangan.
4.p Lingkungan: (i) Umumnya peranan ini adalah negatif seperti penggunaan
sumber-sumber alam dan pencemaran lingkungan, (ii) Dilain pihak transportasi
memungkinkan melakukan perjalanan untuk menikmati lingkungan alamiah.

Pentingnya masalah biaya transportasi harus disadari sepenuhnya oleh para


perencana transportasi. Perencana tidak saja harus mengetahui perkiraan biaya
pengadaan fasilitas tapi juga biaya operasional fasilitas tersebut. Biaya transportasi
dapat dibagi atas biaya tetap dan biaya tidak tetap. Bi aya tetap (fixed cost) ialah
biaya yang tidak dipengaruhi oleh produktivitas fasilitas contoh biaya modal,
sedang biaya tidak tetap (variabel cost) adalah biaya yang terjadi akibat
berproduksinya fasilitas contoh biaya bahan bakar, minyak lumas dan lain -lain.

Bahan bakar minyak (BBM) merupakan salah satu komponen besar dari biaya
operasional suatu kendaraan (fasilitas transportasi), dimana penggunaan BBM
kendaraan ini dipengaruhi oleh spesifikasi mesin kendaraan (jenis dan kapasitas
mesin), usia kendaraan, lamanya mesin bekerja (jarak tempuh, kepadatan lalu
lintas) serta jenis penggunaan dan kelengkapan yang terpasang.

KARAKTERISTIK PRESTASI MOTOR BENSIN (MOTOR DIESEL)

Motor bensin maupun motor diesel adalah alat yang digunakan untuk merubah
enersi kimia yang terkandung didalam bahan bakar premium (motor bensin) dan
           
b  b k r s  r (  rd  s )
r s s p r b   rs   d k k  d  d  
         
r g b k r  r b s   p   r d  s 
r s s p r b   rs  k 
      
b  b  k r d k    p   r b s  r y  
  d  
 rs  y g
 d p
   
d   k  F k r  k r y g b rp g r r d p    r  
     
b r p k  g   rs  p d g s b g; p  s p d  s  d  r p d g 
     
 p  p d  d r s k  r  ks   rs  y g d p d   k  d r
       
 rs  k  b  b k r y s k  r 0 p rs  rg  g p d k   g  y g
   
d g  k  d  k d s  p r s  d r   s 
         
 r  s  p g   y g d   k k  d  b r r   r  b  r b s 
          
p   r d  s  y g d  s k  s   k s  s  y g  b b s r
        
d b d g d g   r b s  d  s  d g  k   g  y g  b  s g
         
 r  s s  k d s  p r s  r  b d k d s  d   d p r  s  s  y g
      
 ks  
   b k p d  r y g k   g y  b     p  p  d  r

   
y g k   gy s d s g H b g  b b r p k r d p r  k  p d

g b r b r k ;

G b r 

       
 r  g b r  rv pr  s s   s   r  b  d y  ks   d  p  r 
 
 ks   r d  p r  gg  y  p d p r  s  k  r 5000 rp   k d y
 
 ks   d  p d p r  s k  y r 000 rp   k rs   ks     k
    
d y  p  rs  y g d  s k    s  (   r) k   r  b  p  r 
    
 s  b  d p rb s r  g   k   p  k  s  d  p r s k  p d p r 
    
r d k   g s k  d y d  rs  y g  b  k c 
             
 r  s  y g  b  p  g   g k r k r s k p r s   s  d  
   
k s 
 s  b  b k r sp s  k ( F )  s s b  s  k d 
b k r sp

k r k r s k  s  y g b rk   d g  b r p b y k b b k r y g
     
d k s s   k d g s k  d y s b s r s kW  G  b r (Ʀ )
       
 p r  k  b g   r p r   s d g  k s s  b b k r
    ! ! " !" ! %! & ! ! ! !   !
sp s  k ( "F *)  r  gr "k r #$ "b $+ k 's ()s  b $ ' b k r sp s  k "y 'g
 ! ! ! !!  ! ! ! ! !
)')() r d  p d p ( r ' s k  r 000 rp ) s )  p  5000 rp ) F k '
 ! ! ! %!  "
&& ! ! !   ! ! " !! 
) '"g d+k s k ' b $ ) s ' ( ) r) k ' p #'g s  ' p d p ( r ' ) s '
 !
s k  r 000 ƛ 5000 rp )2

G ,R -
BAB III METODE DAN TEKNIK PENETAPAN STANDAR BBM

3.1. p Populasi dan Sampel Kendaraan

Populasi adalah semua kendaraan yang menjadi objek kajian ini yaitu k endaraan
dinas yang digunakan SKPD Pemerintah Kota Makassar baik kendaraan roda
empat, roda dua, kendaraan berat (alat -alat berat), maupun Kapal motor/speed
boat.

Sampel adalah sebagian .dari populasi yang dianggap mewakili populasi, adapun
jumlah sampel diambil 1 % dari jumlah populasi. Pengambilan sampel dilakukan
dengan sampling aksidential , dengan terlebih dahulu mengelompokkan kendaraan
berdasar jenisnya (roda dua, roda empat , dan kapal), merek (kijang, mitsubishi,
Daihatsu, dan lain-lain), dan umur (1,2,3,4, /, > / tahun).

3.2. p Variabel dan Indika tor Penyusunan Standar BBM

Variabel yang digunakan dalam penyusunan standar BBM adalah jumlah


kendaraan yang dikaji, jenis kendaraan, kapasitas mesin kendaraan, umur
kendaraan, dan alat/asesori yang terpasang pada kendaraan serta jarak tempuh
yang dilakukan kendaraan.

Indikator yang digunakan adalah lamanya pengambilan data masing -masing


sampel dimana lamanya pengambilan data ditetapkan minimal satu bulan, dengan
asumsi, dasar penentuan BBM seperti : Jarak tempuh, lokasi dan waktu
pergerakan, kapasitas dan umur mesin kendaraan telah terpenuhi.

3.3. p Teknik Pengumpulan Data dan Informasi

Data primer yaitu data yang langsung diamati dan dicatat pada kendaraan,
seperti banyaknya BBM yang digunakan, jarak tempuh yang dilakukan, dan
lamanya mesin kendaraan be roperasi. Data sekunder diperoleh dari dokumen
pada SKPD Pemerintah kota Makassar dan instansi lain yang terkait seperti data
jumlah kendaraan, jenis, umur, dan kapasitas mesin.

3.4. p Teknik Perhitungan dan Analisis Data

Kegiatan berorientasi pada analisis karakter kendaraan, karakter pergerakan,


jarak dan waktu tempuh serta jumlah bahan bakar yang digunakan, disamping
analisis kegiatan ini juga akan merumuskan pedoman penggunaan bahan bakar .
-p Karakter kendaraan seperti jenis kendaraan, merek kendaraan, kapa sitas mesin
kendaraan dan umur kendaraan akan dianalisis dengan menghitung semua
kendaraan yang ada pada masing -masing SKPD.
-p Karakter Pergerakan seperti jarak tempuh, waktu tempuh dan jumlah bahan
bakar yang digunakan akan dihitung dan dianalisis dengan me nggunakan
kalkulator BBM.
-p Pedoman penggunaan bahan bakar untuk masing -masing jenis kendaraan akan
dianalisis secara statistik.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. p Karakter Kendaraan


0
Jumlah SKPD Kota Makassar yang dianalisis sebanyak 4 SKPD yaitu: (1) Dinas
Pekerjaan Umum, (2) Dinas Informasi dan Komunikasi, (3) Dinas Pemadam
Kebakaran, (4) Dinas Pemuda dan Olah Raga, ( 1) Dinas Perindag dan Penanaman
Modal, (6) Dinas Kependudukan Capi l, (7) Dinas Tata Ruang dan Bangunan, (8)
Dinas
0 Kelautan Perikanan, Pertanian dan Peternakan, (9) Dinas Tenaga Kerja,
(1 ) Dinas Kebudyaan dan Pariwisata, (11) Dinas Perhubungan, (12) Dinas
Pertamanan dan Kebersihan, (13) Dinas Kesehatan, (14) Bagian Organ isasi dan
Tata Laksana, (1 1) Bagian Ekbang, (16) Bagian Keuangan, (17) Bagian
Perlengkapan,
0 (18) Arsip Perpustakaan dan Pengelolaan data, (19) Ketahanan
Pangan, (2 ) Bappeda, (21) Badiklat, (22) Administrasi Perizinan, (23) Sekertariat
DPRD, (24) Sekertariat Polisi Pamong praja, (2 1) Bagian Humas, (26) Bagian
Hukum Setda Makassar,
0 (27) Badan Lingkungan Hidup, (28) Bagian Umum, (29)
Bagian Kesra, (3 ) Bagian Protokol, (31) Badan Keluarga Berencana, (32)
Inspektorat, (33) Kecamatan Tamalate, (34) Kecamatan Manggala, (3 1)
Kecamatan Panakkukang, (36) Kecamatan Ujung Pandang, (3 7) Kecamatan
Rappocini,
0 (38) Dinas Pendidikan, (39 ) Bagian Pemberdayaan Perempuan, dan
(4 ) Bagian Pemberdayaan Masyarakat.

Jumlah kendaraan untuk masing-masing SKPD dapat dilihat


0 pada lampiran,
sedang total jumlah kendaraan roda dua sebanyak 1 47 unit (64, 19 %),
kendaraan roda empat sebanyak 166 unit (34,92 %), dan Kapal/perahu sebanyak
0
8 unit ( ,49 %)
0
Kendaraan roda dua yang berumur ƾ 1 tahun sebanyak 697 unit, 2 4 unit
0 0
berumur > 1 dan ƾ1 tahun, 47 unit berumur >1 dan ƾ1 1 tahun, dan 44 unit
berumur ƿ1 1 tahun.

4.2. p Karakter Pergerakan


4.3. p Penggunaan bahan bakar