Anda di halaman 1dari 14

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

HUBUNGAN PENGETAHUAN, PERILAKU MASYARAKAT, PENGARUH


PERUBAHAN IKLIM YANG EKSTREM, SERTA UPAYA PENCEGAHAN YANG
EFEKTIF UNTUK MENGURANGI KASUS KEMATIAN
FLU BURUNG PADA MANUSIA DENGAN ANALISIS SIG
(SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS)

BIDANG KEGIATAN:
PKM PENELITIAN

Diusulkan oleh:
Muhammad Sadiqul Iman H1E108059 (Angkatan 2008)
Gina Lovasari H1E108020 (Angkatan 2008)
Ayu Azhar Wijhar Utami H1E108027 (Angkatan 2008)
Prihatini Saputeri H1E108072 (Angkatan 2008)

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT


BANJARBARU
2010
LEMBAR PENGESAHAN PKM-P

1. Judul Kegiatan :Hubungan Pengetahuan, Perilaku Masyarakat,


Pengaruh Perubahan Iklim yang Ekstrem, serta
Upaya Pencegahan yang Efektif untuk Mengurangi
Kasus Kematian Flu Burung pada Manusia dengan
Analisis SIG (Sistem Informasi Geografis).
2. Bidang Kegiatan : PKM-P
3. Bidang Ilmu : Teknologi
4. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Muhammad Sadiqul Iman
b. NIM : H1E108059
c. Jurusan : Teknik Lingkungan
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas lambung Mangkurat
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl. Karang Anyar No.44 Kel. Loktabat Utara
f. Alamat email : msiman@ymail.com
5. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 orang
6. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Hafiizh Prasetia, S.Si, M.S
b. NIP :-
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Banjarbaru / 081933758155
7. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti : Rp 3.080.000,00
b. Sumber lain :-
8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 3 bulan
Banjarbaru, Januari 2011

Menyetujui
Ketua Program Studi Ketua Pelaksana Kegiatan

(Ir.Syafruddin, MS) (Muhammad Sadiqul Iman)


NIP. 19560827 19863 1 002 NIM. H1E108059

Pembantu Rektor III Dosen Pendamping


Universitas Lambung Mangkurat

(Prof. Idiannor Mahyuddin) (Hafiizh Prasetia, S.Si, M.S)


NIP.
A. JUDUL

HUBUNGAN PENGETAHUAN, PERILAKU MASYARAKAT, PENGARUH


PERUBAHAN IKLIM YANG EKSTREM, SERTA UPAYA PENCEGAHAN YANG
EFEKTIF UNTUK MENGURANGI KASUS KEMATIAN FLU BURUNG PADA
MANUSIA DENGAN ANALISIS SIG (SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS).

B. LATAR BELAKANG MASALAH

Dampak kesehatan dari perubahan iklim sulit untuk diukur karena tidak
hanya melibatkan masa depan yang tidak pasti, tetapi juga karena adanya kesulitan
dalam mendefinisikan dampak kesehatan pada manusia itu sendiri. Studi
epidemiologis sendiri sangatlah jarang dalam mempelajari hubungan antara iklim
dan kesehatan, sebagian besar studi hanya fokus pada satu kejadian, baik itu
tempat, iklim maupun kesehatan.
Penyakit yang sering timbul dari adanya perubahan iklim itu sendiri sangatlah
banyak dan beragam. Salah satunya adalah penyakit flu burung yang banyak
menyerang kawasan Asia pada umumnya serta Indonesia pada khususnya
beberapa tahun yang lalu.
Flu burung adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus
influenza yang ditularkan oleh unggas yang dapat menyerang manusia. Nama lain
dari penyakit ini antara lain avian influenza. Etiologi penyakit ini adalah virus
influenza. Dikenal beberapa tipe virus influenza, yaitu; tipe A, tipe B dan tipe C. Virus
Influenza tipe A terdiri dari beberapa strain, yaitu: H1N1, H3N2, H5N1, H7N7, H9N2
dan lain-lain. Saat ini, penyebab flu burung adalah Highly Pathogenic Avian
Influenza Virus, strain H5N1.
Untuk itu, secara umum akan dibahas kaitan antara gambaran pengetahuan
masyarakat dan perilaku masyarakat terhadap kasus penyebaran flu burung di
Indonesia dari tahun 2005-2008 dan pengaruh perubahan iklim yang ekstrem, serta
upaya pencegahan yang efektif untuk mengurangi kasus flu burung tersebut, baik
dari peran serta pemerintah maupun organisasi lainnya yang bergerak di bidang
penanggulangan penyakit flu burung dengan bantuan software Sistem Informasi
Geografis (SIG).

C. PERUMUSAN MASALAH

Flu burung merupakan penyakit yang sangat mematikan bagi manusia. Baik
yang bersentuhan langsung dengan unggas yang terinfeksi virus avian influenza
maupun yang tidak mempunyai riwayat sedikitpun bersentuhan langsung dengan
unggas yang terinfeksi flu burung. Berbagai upaya pencegahan yang dilakukan oleh
pemerintah dirasa belum efektif untuk mengatasi jatuhnya korban dari penyakit flu
burung ini, serta ditambah kurangnya partisipasi masyarakat untuk melakukan
tindakan pencegahan terhadap penyebaran penyakit flu burung.
Berdasarkan data yang diperoleh penulis, kasus infeksi Highly Pathogenic
H5N1 Avian Influenza (HPAI) yang dilaporkan ke WHO sampai dengan bulan
Agustus 2006, Indonesia menempati posisi pertama untuk kasus kematian dengan
total kematian mencapai 46 kasus dari 10 negara yang menjadi pandemi dari kasus
flu burung di dunia.
Maka dalam penelitian ini, penulis akan mengamati bagaimana gambaran
pengetahuan masyarakat dan perilaku masyarakat terhadap kasus penyebaran flu
burung di Indonesia dari tahun 2005-2008, serta upaya pencegahan yang efektif
untuk mengurangi kasus flu burung tersebut dengan bantuan software Sistem
Informasi Geografis (SIG).

D. TUJUAN

Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
gambaran pengetahuan masyarakat dan perilaku masyarakat terhadap kasus
penyebaran flu burung di Indonesia serta proses penyebaran flu burung dari tahun
ke tahun, sehingga didapatkan prediksi adanya penyakit flu burung menggunakan
dengan bantuan software Sistem Informasi Geografis (SIG) dan bagaimana cara
pencegahannya di tahun yang akan datang.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan maupun


informasi untuk pelaksanaan program pencegahan penyakit flu burung di Negara
Indonesia oleh pemerintah ataupun organisasi lainnya yang bergerak di bidang
penanggulangan penyakit flu burung.

F. KEGUNAAN

Kegunaan dari penelitian ini adalah dapat memberikan masukan maupun


informasi yang berguna bagi masyarakat tentang bahaya dari penyakit flu burung,
sehingga dapat mengurangi kasus kematian pada manusia.

G. TINJAUAN PUSTAKA

Gambaran Pengetahuan Masyarakat Terhadap Flu Burung

Pemanasan global mengakibatkan meningkatnya kasus flu burung (avian


influenza/AI). Ini karena meningkatnya suhu udara mendorong peningkatan
penguapan sehingga kondisi udara lebih lembab, sementara virus AI (Avian
Influenza) sangat menyukai kondisi lembab dan dingin. Flu burung adalah suatu
penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas
yang dapat menyerang manusia. Nama lain dari penyakit ini antara lain avian
influenza. Etiologi penyakit ini adalah virus influenza. Dikenal beberapa tipe virus
influenza, yaitu; tipe A, tipe B dan tipe C. Virus Inluenza tipe A terdiri dari beberapa
strain, yaitu: H1N1, H3N2, H5N1, H7N7, H9N2 dan lain-lain. Saat ini, penyebab flu
burung adalah Highly Pathogenic Avian Influenza Virus, strain H5N1. Virus Influenza
A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu burung pada unggas. Secara umum,
virus flu burung tidak menyerang manusia, namun beberapa tipe tertentu dapat
mengalami mutasi lebih ganas dan menyerang manusia (Wijayanti, 2010).
Virus avian influenza tipe H5N1 yang dikenal dengan Flu Burung adalah
suatu virus yang umumnya menyerang bangsa unggas yang dapat menyebabkan
kematian pada manusia. Selain menimbulkan kematian yang sangat tinggi, virus flu
burung di Indonesia memiliki dampak multikompleks, mulai dari ekonomi, ketahanan
dan keamanan pangan, kesehatan masyarakat, sosial budaya, politik, serta
psikologi. Dimana kasus pertama yang menyerang manusia ditemukan di Hongkong
pada tahun 1997 yang ditularkan dari ayam ke manusia. Sejak itu, kasus flu burung
menyebar ke berbagai Negara di Asia, Afrika dan Eropa. Virus ini telah menjadi
ancaman bagi dunia, berdasarkan laporan yang masuk ke Badan Kesehatan Dunia
(WHO) sejak tahun 2003 hingga 30 maret 2009, tercatat virus ini telah menyerang
Azerbaijan, Bangladesh, Kamboja, Cina, Djibouti, Mesir, Indonesia, Irak, Laos,
Myanmar, Nigeria, Pakistan, Thailand, Turki, dan Vietnam dengan total kasus
manusia yang terjangkit sejumlah 413 jiwa dan jumlah kasus meninggal 256 jiwa
(World Health Organization, 2009).
Menurut Notoatmojo (1993) dalam Patawari (2010) mengatakan
pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk
terbentuknya tindakan seseorang. Dari beberapa penelitian mengatakan bahwa
ternyata perilaku tidak terlepas dari pengetahuan, sikap dan tindakan. Olehnya itu
pengetahuan peternak dalam kaitannya dengan penyebaran penyakit flu burung
sangat penting untuk melihat sejauh mana peternak dapat mengambil keputusan
untuk menghindarkan dirinya dari kemungkinan terjangkitnya suatu penyakit.
Pengetahuan peternak akan penyakit flu burung sangat tergantung pada
informasi yang diterimanya baik melalui penyuluhan maupun melalui media massa
lainnya dan kemampuan untuk menyerap dan menginterpretasikan informasi
tersebut. Pengetahuan yang cukup mengenai penyakit flu burung akan
menyebabkan seseorang mengetahui cara terhindar dari penyakit flu burung
sehingga upaya pencegahan ataupun pengobatan cepat dilaksanakan. Pengukuran
pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan
tentang isi materi yang diukur dari subyek penelitian atau responden.
Sikap merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup
terhadap stimulus atau obyek. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau
aktivitas, akan tetapi merupakan predisposisi tindakan atau perilaku. Sikap
senantiasa ada dalam diri namun tidak selalu aktif setiap saat. Sikap merupakan
kecenderungan untuk bereaksi secara positif (menerima) ataupun negatif terhadap
suatu obyek itu (Patawari, 2010).
Sikap terdiri dari beberapa tingkatan yaitu :
a. Menerima (receiving). Orang (subyek) mau memperhatikan stimulus yang
diberikan subyek.
b. Merespon (responding). Memberikan jawaban apabila ditanya mengerjakan dan
menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap. Karena
dengan suatu usaha untuk menjawab pertanyaan atau mengerjaan tugas yang
diberikan, lepas pekerjaan itu benar atau salah adalah berarti menerima ide
tersebut.
c. Menghargai (valuing). Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau
menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap yang berarti
bahwa orang (subyek) menerima ide yang ditawarkan.
d. Bertanggung jawa (responsible). Bertanggung jawab adalah segala sesuatu
yang telah dipilihnya dengan segala resikonya adalah merupakan sikap yang
paling tinggi.
“Notoatmojo (1993) dalam Patawari (2010) menyimpulkan bahwa
pengetahuan baru akan memberikan respon batin dalam bentuk sikap terhadap
obyek yang diketahui. Sikap ini akan berpengaruh pada tindakan untuk
meningkatkan derajat kesehatan individu dan masyarakat”. Setiap orang tentu saja
akan memberikan penilaian yang berbeda terhadap suatu masalah, seperti halnya
dengan penyakit flu burung yang semakin mengkhawatirkan. Peternak ayam
sebagai kelompok yang rentan untuk terinfeksi penyakit flu burung ternyata
memberikan berbagai sikap yang berbeda pula terhadap penyakit flu burung.
Pencegahan dan pemberantasan flu burung dalam konteks ini sangat
penting untuk segera direalisasikan. Masyarakat dan Pemerintah harus proaktif
dalam upaya ini karena keberhasilan bukan hanya dari upaya satu pihak saja,
namun diperlukan kerjasama dari keduanya. Pemerintah sebagai pemegang
regulator, mempunyai kekuasaan untuk memimpin keberhasilan misi ini, tentunya
dengan bantuan dana yang cukup, fasilitas kesehatan yang memadai, dan
pengikutsertaan masyarakat untuk terlibat langsung. Pembekalan pengetahuan
mengenai cara pencegahan atau pemberantasan kepada masyarakat bertujuan
agar sedini mungkin masyarakat bisa mencegah penyebaran virus flu burung di
lingkungan mereka. Partisipasi masyarakat bisa dalam upaya pencegahan-
pencegahan (Sumilih, 2010).

Perilaku Masyarakat Terhadap Penyebaran Penyakit Flu Burung

Menurut Foster dan Anderson (1978) & Salita Sarwono (1993) dalam
Patawari (2010) menyatakan bahwa melakukan suatu tindakan seseorang terlebih
dahulu mengkomunikasikan rangsangan yang diterimanya dengan keadaan dalam
diri dan perasaannya. Keadaan dalam diri yang dimaksud adalah pengetahuan,
kepercayaan dan sikap. Selanjutnya komunikasi inilah yang disebut sebagai proses
mental tersebut akan terwujud pada apakah ia melakukan suatu tindakan atau tidak
melakukan tindakan tertentu.
Tindakan ini memiliki tingkatan-tingkatan. Tingkatan-tingkatan tersebut
adalah :
a. Persepsi (perceptation). Mengenal dan memilih berbagai obyek sehubungan
dengan tindakan yang akan diambil adalah merupakan praktek tingkat pertama
b. Respon terpimpin (guided response). Dalam melakukan sesuatu sesuai dengan
urutan yang besar sesuai dengan contoh merupakan indicator kedua.
c. Mekanisme (mechanism). Apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu
dengan benar secara otomatis atau sesuatu sudah merupakan kebiasaan, maka
ia mencapai praktik tigkat atas.
d. Adaptasi (adaptation). Suatu praktik atau tindakan yang sudah berkembang
dengan baik. Artinya tindakan itu sudah dimodifikasi tanpa mengurangi
keberanian tindakan tersebut.
Penyebaran flu burung khususnya pada lingkungan peternakan dapat
dipengaruhi oleh bagaimana tindakan yang diterapkan oleh para peternak dalam
melakukan aktivitas ternak sehingga pencegahan terhadap penyakit flu burung
dapat dilaksanakan sperti pemberian vaksinasi, kativitas pembersihan kandang dan
pembatasan terhadap orang-orang yang ingin berkunjung ke tempat-tempat
peternakan (Patawari, 2010).

Upaya Pencegahan Penyakit Flu Burung yang Efektif

Menurut drh.Agus Setiyono MS, PhD, ahli patologi dari Fak. Kedokteran
Hewan IPB menyatakan bahwa untuk pencegahan efektif flu burung tidak hanya
memberikan vaksin pada unggas saja melainkan desinfektan juga memiliki peran
penting dalam pencegahan flu burung baik di rumah maupun di lingkungan
peternakan. Selain itu pula, hingga saat ini terapi efektif yang pasti untuk penyakit
Avian Influenza belum ada sehingga untuk upaya mengendalikan atau mencegah
penyebarannya virus akan lebih efektif dibanding dengan upaya untuk
mengobatinya. Desinfektan yang baik adalah yang harus memiliki spektrum luas
terhadap mikroorganisme (mampu membunuh bakteri, virus, spora dan jamur),
efeknya cepat, tidak meninggalkan mikroorgansime yang resisten. Tidak
meninggfalkan residu, tidak diwarnai dan korosif serta memiliki toksisitas rendah
sehingga aman untuk manusia dan hewan. Untuk upaya pengendalian dan
pencegahan dapat dilakukan dengan mencuci tangan dan bagian tubuh yang lain
setelah melakukan kontak dengan unggas, mencuci peralatan rumah tangga dan
menyemprot tempat yang berisiko terkontaminasi virus H5N1 dengan desinfektan
(Antara News, 2008).
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan secara umum
prinsip-prinsip kerja yang higienis, seperti :
a. Mencuci tangan dengan alat pelindung diri. Ini merupakan upaya yang harus
dilakukan oleh mereka yang kontak dengan binatang, baik dalam keadaan mati
apalagi dalam keadaan hidup.
b. Karena telur dapat juga tertular, maka penanganan kulit telur dan telur mentah
perlu dapat perhatian pula.
c. Daging unggas harus dimasak smpai suhu 70 oC atau 80oC selama sedikitnya 3
menit.
d. Pola hidup sehat dalam hal ini adalah makanan yang bergizi dan seimbang,
istirahat cukup, olahraga teratur (Patawatari, 2010).
Langkah-langkah lain yang dapat kita lakukan untuk mencegah penularan
virus flu burung, yaitu :
a. Menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah setiap hari.
b. Berantas lalat dengan obat lalat.
c. Jauhi kontak langsung dengan ayam, bebek dan hewan unggas lainnya.
d. Ajari anak-anak agar : (1) tidak menyentuh burung meski hanya bulu-bulunya ;
(2) untuk sementara jangan memelihara hewan di rumah; (3) segera mencuci
tangan dengan sabun selesai berdekatan atau menyentuh hewan peliharaan
atau hewan ternak; (4) jangan tidur berdekatan dengan unggas.
e. Jika tidak sengaja berada diwilayah yang terserang virus flu burung bahkan
menyentuh hewan unggas atau berjalan di tanah yang mengandung kotpran
hewan, segeralah cuci dengan sabun.
f. Jika memelihara unggas atau burung dalam rumah, sebaiknya cermati
kesehatannya. Jika ada unggas yang mati, segera bakar dan kuburkan agar
tidak menimbulkan debu sewaktu menggali tanah, basahi dulu tanah tempat
tempat penguburan hewan. Setelah mengubur hewan langsung, bersihkan
daerah sekitarnya.
g. Bagi siapapun yang mempunyai gejala atau demam sebaiknya segera memakai
masker pada saat bersin atau batuk.
h. Sesudah memotong dan mempersiapkan ayam atau unggas untuk dimasak,
segerakan untuk mencuci tangan dengan sabun.
i. Sebelum dimasak telur perlu dicuci terlebih dahulu dengan sabun (Patawari,
2010).

H. METODE PENELITIAN

Kerangka Pemikiran Teoritis

Kerangka pemikiran teoritis terdapat pada gambar 1, dimana menyajikan


suatu kerangka pemikiran dan variabel kasus kematian manusia yang dipengaruhi
oleh beberapa faktor penyebab penyakit flu burung, meliputi : peran pemerintah,
pengetahuan masyarakat, perilaku, dan virus Avian Influenza (AI) itu sendiri.
Peran pemerintah

Pengetahuan masyarakat

Kasus Kematian
Perilaku

Virus AI

Iklim

Gambar 1. Kerangka Pemikiran Teoritis

Dari kerangka tersebut, dapat kita simpulkan bahwa kasus kematian manusia
akibat flu burung dapat disebabkan karena kurangnya peran dan partisipasi
pemerintah yang kurang efektif sehingga berdampak pada kurangnya pengetahuan
masyarakat akan adanya penyakit flu burung dan dampak kematian pada
masyarakat itu sendiri, disamping ditambah dari perilaku masyarakat itu sendiri yang
kurang peka dalam menjaga kebersihan diri, khususnya bagi peternak unggas yang
tidak memperdulikan kebersihan kandang unggas sehingga virus Avian Influenza
(AI) dapat berkembang biak dengan pesat dan mengakibatkan kematian pada
unggas bahkan juga menyerang manusia itu sendiri.

Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dari penelitian ini hanya dari data sekunder yang
diperoleh dari literatur-literatur internet yang berhubungan erat dengan kasus
kematian akibat penyakit flu burung di Indonesia umumnya dan di Pulau Jawa
khususnya. Dari pengumpulan data didapatkan tabel 1 di bawah ini.
Tabel 1. Kasus Kematian Flu Burung di 5 Provinsi di Pulau Jawa Tahun 2005-2008
No Provinsi 2005(α) 2006(β) 2007(γ) 2008(δ)
.
1 Banten 5 5 10 25
2 DKI Jakarta 6 11 22 29
3 Jawa Barat 3 11 23 26
4 Jawa Tengah 0 2 5 10
5 Jawa Timur 0 1 5 5
Sumber : (α) Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2007); (β) Lenny &
Sahruddin (2009); (γ) Departemen Kesehatan Republik Indonesia dalam Admin,
Universitas Kristen Petra (2008); (δ) WHO dalam The Community-Based Avian
Influenza Control Project (CBAIC)(2008).

Teknik Analisis

Teknik analisis data menggunakan data kuantitatif yang disajikan dalam


bentuk peta sebaran kasus kematian penyakit flu burung di 5 Provinsi di Pulau Jawa
yang disajikan pada Gambar 2, dengan bantuan aplikasi Arcview. ArcView
merupakan salah satu perangkat lunak dekstop Sistem Informasi Geografis (SIG)
dan pemetaan yang dikembangkan oleh ESRI (Environmental Systems Research
Institute. Inc.). Dengan ArcView, pengguna dapat melakukan visualisasi, eksplorasi,
menjawab query (pertanyaan yang diajukan kepada basis datanya, baik basis data
spasial maupun non-spasial) serta menganalisis data secara geografis.
SIG dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan dan menganalisis objek-
objek dan fenomena-fenomena tertentu dengan lokasi geografis sebagai
karakteristik utamanya. Dengan kata lain, SIG dirancang untuk mengolah setiap
data yang bereferensi geografis (Mizwar, 2008).
Gambar 2. Peta Sebaran Total Kasus Kematian Penyakit Flu Burung Th.2005-2008
I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM

Pelaksanaan kegiatan penelitian ini hanya 3 bulan yang terdiri dari survey
dan pencarian data sekunder, perumusan proposal penelitian dan pelaksanaan.
Berikut disajikan pada Gambar 3.

Bulan 3

Bulan 2
Column3

Bulan 1

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5

Gambar 3. Rencana Jadwal Kegiatan Program

J. RANCANGAN BIAYA

Tabel 2. Rancangan Biaya


Biaya Satuan Total
No. Nama Satuan
Rp Rp

1 Software 1 100.000,00 100.000,00

2 Buku penunjang software 2 40.000,00 80.000,00

3 Sosialisasi ke daerah2     2.000.000,00

4 Transportasi     500.000,00

5 Konsumsi     400.000,00

  Total 3.080.000,00
K. DAFTAR PUSTAKA

Admin, Universitas Kristen Petra. 2008. Flu Burung.


http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?
submit.x=7&submit.y=22&submit=prev&page=5&qual=high&submitval=prev&
fname=%2Fjiunkpe%2Fs1%2Fikom%2F2008%2Fjiunkpe-ns-s1-2008-
51403033-9005-flu_burung-chapter1.pdf, Diakses tanggal 13 Desember
2010.
Antara News. 2008. Desinfektasi Efektifkan Pencegahan Flu Burung.
http://www.antaranews.com/view/?i=1210586332&c=TEK&s=,
Diakses tanggal 13 Desember 2010.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2007. Profil Kesehatan Indonesia 2005.
http://www.depkes.go.id/downloads/profil/Profil%20Kesehatan%20Indonesia
%202005.pdf, Diakses tanggal 13 Desember 2010.
Lenny & Sahruddin. 2009. DKI Siap Antisipasi Flu Burung.
http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?
nNewsId=32866&idwil=0, Diakses tanggal 13 Desember 2010.
Mizwar, Andy. 2008. Tutorial Arcview GIS. Universitas Lambung Mangkurat,
Banjarbaru.
Patawari. 2010. Perilaku Masyarakat Terhadap Kasus Flu Burung (Aviant Influenza).
http://patawari.wordpress.com/2010/10/27/bahan-pendidikan-pancasila/,
Diakses tanggal 13 Desember 2010.
Sumilih, Jati. 2010. Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Masyarakat dalam Upaya
Pemberantasan Penyakit Flu Burung.
http://jatisumilih.blogspot.com/2010/05/peningkatan-pengetahuan-
kesehatan.html, Diakses tanggal 13 Desember 2010.
The Community Based Avian Influenza Control Project (CBAIC). 2008. The Avian
Influenza Roundup, Kajian triwulanan pengendalian flu burung di Indonesia.
http://www.dai.com/pdf/The_Avian_Influenza_Roundup,_Issue_No._4_-
_IND.pdf, Diakses tanggal 30 November 2010.
Wijayanti, Krisma. 2010. Penyakit-Penyakit yang Meningkat.
http://www.dokterz.co.cc/2010/07/penyakit-penyakit-yang-meningkat.html,
Diakses pada tanggal 4 November 2010
World Health Organization. 2009. Cumulative number of Confirmed Human Cases of
Avian Influenza A/H5N1 Report.
http://www.who.int/csr/disease/avian_influenza/country/cases_table_2009_12
_30/en/index.html, Diakses tanggal 13 Desember 2010.
L. LAMPIRAN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Nama : Muhammad Sadiqul Iman


Tempat Tanggal Lahir : Martapura, 24 November 1989
NIM : H1E108059
Alamat : Jl. Karang Anyar No. 44 RT.20 RW. 11,
Kel. Loktabat Utara Banjarbaru
No.Telepon : 085753160037
Email : msiman@ymail.com
Karya Ilmiah Yang Pernah dibuat : -

2. Nama : Gina Lovasari


Tempat Tanggal Lahir : Kotabaru, 26 Agustus 1990
NIM : H1E108020
Alamat : Jl. Cempaka Sari
No.Telepon : 08195153735
Email : Kerabat81@gmail.com
Karya Ilmiah Yang Pernah dibuat :-

3. Nama : Ayu Azhar Wijharutami


Tempat Tanggal Lahir : Banjarmasin, 12 Maret 1990
NIM : H1E108027
Alamat : Jl. Karamunting 2 No.86
No.Telepon : 08971106310
Email : lyrifova@japan.com
Karya Ilmiah Yang Pernah dibuat :-

4. Nama : Prihatini Saputeri


Tempat Tanggal Lahir : Tajau Pecah, 7 September 1989
NIM : H1E108072
Alamat : Jl. Unlam 2 No.25
No.Telepon : 085248889897
Email : andayani_putri@yahoo.co.id
Karya Ilmiah Yang Pernah dibuat :-
TUGAS INDIVIDU

1. Muhammad Sadiqul Iman


 Membuat Judul
 Membuat Latar Belakang Masalah
 Membuat Peta Arcview
 Membuat Metode Penelitian
 Mencari Sumber Referensi dari Internet
 Mengetik
2. Gina Lovasari
 Membuat Tujuan
 Membuat Tinjauan Pustaka
 Membuat Luaran yang Diharapkan
 Membuat Metode Penelitian
 Mencari Sumber Referensi dari Internet
 Mengetik
3. Ayu Azhar Wijharutami
 Membuat Rumusan Masalah
 Membuat Tinjauan Pustaka
 Membuat Anggaran Biaya
 Membuat Metode Penelitian
 Mencari Sumber Referensi dari Internet
 Mengetik
4. Prihatini Saputeri
 Membuat Kegunaan
 Membuat Tinjauan Pustaka
 Membuat Jadwal Kegiatan
 Membuat Metode Penelitian
 Mencari Sumber Referensi dari Internet
 Mengetik

Anda mungkin juga menyukai