Anda di halaman 1dari 32

Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

MAKALAH APLIKASI TERMODINAMIKA PADA SUMUR BOR

OLEH:

KELOMPOK 5

1. BONARDO AGUSTINUS A. H1E108080

2. REZHA SETYAWAN H1E108076

3. ZAKHROFUL MAIMUN H1E108035

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2010
KATA PENGANTAR
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah aplikasi
termodinamika pada sumur bor ini.
Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing, serta semua
pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan pembuatan makalah ini.
Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan karena keterbatasan yang kami miliki. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang membangun sangat diharapkan dalam pembuatan makalah yang
selanjutnya.

Banjarbaru, Mei 2010

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

1.1 Latar Belakang


1.2 Batasan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Metode Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Prinsip kerja pompa
2.2 Klasifikasi pompa
2.3 Gangguan operasi pompa
2.4 Pemeliharaan pompa
2.5 Pompa sumur bor
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

Air adalah sumber kehidupan dan sangat vital untuk kegiatan sehari – hari.
Kebutuhan akan air bersih ini terus meningkat seiring dengan perkembangan dan
pertumbuhan penduduk, sedangkan air PDAM tidak mencukupi untuk memenuhi
kebutuhan air bersih bagi masyarakat perkotaan pada khususnya , dan masyarakat
di daerah yang memiliki rawan air pada umumnya. Akibat meningkatnya
kebutuhan air bersih ini membuat beberapa masyarakat atau pelaku usaha untuk
mencari alternatif sumbernya.
Pengeboran air merupakan salah satu solusi untuk mendapatkan air bersih,
akan tetapi tidak mudah untuk mendapatkannya, khususnya pada daerah yang
rawan akan air tanah, Misalnya di pegunungan atau dataran tinggi
sehingga pengeboran membutuhkan kedalaman yang lebih dalam lagi untuk
memperoleh air bersih tersebut.

1. 2. Batasan Masalah

Dalam makalah ini penulis membatasi masalah yang dibahas, yaitu


mengenai prinsip kerja pompa, klasifikasi pompa, gangguan operasi pompa,
pemeliharaan pompa, pompa sumur bor. Pembatasan masalah yang dilakukan
oleh penulis, agar pokok masalah yang dibahas tidak terlalu meluas sehingga
makalah ini dapat lebih mudah dipahami dan dimengerti.

1. 3 Tujuan

Berdasarkan latar belakang di atas, maka makalah ini bertujuan untuk


mengupas yaitu mengenai prinsip kerja pompa, klasifikasi pompa, gangguan
operasi pompa, pemeliharaan pompa, pompa sumur bor. Dan diharapkan dengan
adanya penjelasan ini dapat menambah wawasan kita untuk menjaga lingkungan
demi kelangsungan hidup selanjutnya.

1. 4. Metode Penulisan

Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah


berupa kajian pustaka, pencarian data di internet dan pemikiran yang didapatkan
dari pengalaman dan studi di Fakultas Teknik Lingkungan UNLAM Banjarbaru.
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

Hal ini dimaksudkan untuk menambah referensi penulisan makalah ini guna
meyakinkan pembaca dari isi laporan ini.

BAB II

PEMBAHASAN

Pompa merupakan salah satu jenis mesin yang berfungsi untuk


memindahkan zat cair dari suatu tempat ke tempat yang diinginkan. Zat cair
tersebut contohnya adalah air, oli atau minyak pelumas, serta fluida lainnya yang
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

tak mampu mampat. Industri-industri banyak menggunakan pompa sebagai salah


satu peralatan bantu yang penting untuk proses produksi. Sebagai contoh pada
pembangkit listrik tenaga uap, pompa digunakan untuk menyuplai air umpan ke
boiler atau membantu sirkulasi air yang akan diuapkan di boiler (anonim(1), 2010).

Gambar 1. instalasi pompa

Pada industri, pompa banyak digunakan untuk mensirkulasi air atau


minyak pelumas atau pendingin mesin-mesin industri. Pompa juga dipakai pada
motor bakar yaitu sebagai pompa pelumas, bensin atau air pendingin. Jadi pompa
sangat penting untuk kehidupan manusia secara langsung yang dipakai di rumah
tangga atau tidak langsung seperti pada pemakaian pompa di industri.

Gambar 2. instalasi pompa pada rumah tangga

Pada pompa akan terjadi perubahan dari dari energi mekanik menjadi
energi fluida. Pada mesin-mesin hidrolik termasuk pompa, energi fluida ini
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

disebut head atau energi persatuan berat zat cair. Ada tiga bentuk head yang
mengalami perubahan yaitu head tekan, kecepatan dan potensial (anonim(1), 2010).

2. 1. Prinsip Kerja Pompa

Pada pompa terdapat sudu-sudu impeler yang berfungsi sebagai tempat


terjadi proses konversi energi dari energi mekanik putaran menjadi energi fluida
head. Impeler dipasang pada poros pompa yang berhubungan dengan motor
penggerak, biasanya motor listrik atau motor bakar (anonim (4), 2010).

Gambar 3. Proses pemompaan

Poros pompa akan berputar apabila penggeraknya berputar. Karena poros


pompa berputar impeler dengan sudu-sudu impeler berputar, zat cair yang ada di
dalamnya akan ikut berputar sehingga tekanan dan kecepatanya naik dan
terlempar dari tengah pompa ke saluran yang berbentuk volut atau spiral
kemudian ke luar melalui nosel . Jadi fungsi impeler pompa adalah mengubah
energi mekanik yaitu putaran impeler menjadi energi fluida (zat cair). Dengan
kata lain, zat cair yang masuk pompa akan mengalami pertambahan energi.
Pertambahan energi pada zat cair mengakibatkan pertambahan head tekan, head
kecepatan dan head potensial. Jumlah dari ketiga bentuk head tersebut dinamakan
head total. Head total pompa juga dapat didefinisikan sebagai selisih head total
(energi persatuan berat) pada sisi hisap pompa dengan sisi ke luar pompa. Pada
gambar di bawah ini, aliran air di dalam pompa akan ikut berputar karena gaya
sentrifugal dari impeler yang berputar (anonim (4), 2010).
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

Gambar 4. Perubahan energi zat cair pada pompa

2. 2. Klasifikasi pompa

Menurut prinsip perubahan bentuk energi yang terjadi, pompa dibedakan


menjadi :
1. Positive displacement pump
Disebut juga dengan pompa aksi positif. Energi mekanik dari putaran poros
pompa dirubah menjadi energi tekanan untuk memompakan fluida. Pada pompa
jenis ini dihasilkan head yang tinggi tetapi kapasitas yang dihasilkan rendah. Yang
termasuk jenis pompa ini adalah :
a. Pompa rotary
Sebagai ganti pelewatan cairan pompa sentrifugal, pompa rotari akan
merangkap cairan, mendorongnya melalui rumah pompa yang tertutup. Hampir
sama dengan piston pompa torak akan tetapi tidak seperti pompa torak (piston),
pompa rotari mengeluarkan cairan dengan aliran yang lancar (smooth).
Macam-macam pompa rotari :
• Pompa roda gigi luar
Pompa ini merupakan jenis pompa rotari yang paling sederhana. Apabila
gerigi roda gigi berpisah pada sisi hisap, cairan akan mengisi ruangan yang ada
diantara gerigi tersebut. Kemudian cairan ini akan dibawa berkeliling dan ditekan
keluar apabila giginya bersatu lagi
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

Gambar 5. Pompa roda gigi luar

• Pompa roda gigi dalam


Jenis ini mempunyai rotor yang mempunyai gerigi dalam yang berpasangan
dengan roda gigi kecil dengan penggigian luar yang bebas (idler). Sebuah sekat
yang berbentuk bulan sabit dapat digunakan untuk mencegah cairan kembali ke
sisi hisap pompa.

Gambar 6 : Lobe pump

• Pompa cuping (lobe pump)


Pompa cuping ini mirip dengan pompa jenis roda gigi dalam hal aksinya dan
mempunyai 2 rotor atau lebih dengan 2,3,4 cuping atau lebih pada masing-masing
rotor. Putaran rotor tadi diserempakkan oleh roda gigi luarnya.
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

Gambar 7. Lobe pump

• Pompa sekrup (screw pump)


Pompa ini mempunyai 1,2 atau 3 sekrup yang berputar di dalam rumah pompa
yang diam. Pompa sekrup tunggal mempunyai rotor spiral yang berputar di dalam
sebuah stator atau lapisan heliks dalam (internal helix stator). Pompa 2 sekrup
atau 3 sekrup masing-masing mempunyai satu atau dua sekrup bebas (idler).

Gambar 8. Three-scrow pump

• Pompa baling geser (vane Pump)

Pompa ini menggunakan baling-baling yang dipertahankan tetap menekan


lubang rumah pompa oleh gaya sentrifugal bila rotor diputar. Cairan yang terjebak
diantara 2 baling dibawa berputar dan dipaksa keluar dari sisi buang pompa
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

.
Gambar 9. Vane pump

b. Pompa Torak (Piston)


Pompa torak mengeluarkan cairan dalam jumlah yang terbatas selama
pergerakan piston sepanjang langkahnya. Volume cairan yang dipindahkan
selama 1 langkah piston akan sama dengan perkalian luas piston dengan panjang
langkah.
Macam-macam pompa torak :
 Menurut cara kerja :
a. Pompa torak kerja tunggal

Gambar 10. Pompa kerja tunggal

b. Pompa torak kerja ganda

Gambar 11. Pompa kerja ganda


Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

 Menurut jumlah silinder :


a. Pompa torak silinder tunggal

Gambar 12. Pompa torak silinder tunggal

b. Pompa torak silinder ganda

Gambar 13. Pompa torak silinder ganda

2. Dynamic Pump / Sentrifugal Pump


Merupakan suatu pompa yang memiliki elemen utama sebuah motor
dengan sudut impeler berputar dengan kecepatan tinggi. Fluida masuk dipercepat
oleh impeler yang menaikkan kecepatan fluida maupun tekanannya dan
melemparkan keluar volut. Prosesnya yaitu:
- Antara sudut impeller dan fluida
Energi mekanis alat penggerak diubah menjadi energi kinetik fluida
- Pada Volut
Fluida diarahkan kepipa tekan (buang), sebagian energi kinetik fluida diubah
menjadi energi tekan.Yang tergolong jenis pompa ini adalah :
a. Pompa radial.
Fluida diisap pompa melalui sisi isap adalah akibat berputarnya impeler
yang menghasilkan tekanan vakum pada sisi isap. Selanjutnya fluida yang telah
terisap terlempar keluar impeler akibat gaya sentrifugal yang dimiliki oleh
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

fluida itu sendiri. Dan selanjutnya ditampung oleh casing (rumah pompa)
sebelum dibuang kesisi buang. Dalam hal ini ditinjau dari perubahan energi
yang terjadi, yaitu : energi mekanis poros pompa diteruskan kesudu-sudu
impeler, kemudian sudu tersebut memberikan gaya kinetik pada fluida.
Akibat gaya sentrifugal yang besar, fluida terlempar keluar mengisi rumah
pompa dan didalam rumah pompa inilah energi kinetik fluida sebagian besar
diubah menjadi energi tekan. Arah fluida masuk kedalam pompa sentrifugal
dalam arah aksial dan keluar pompa dalam arah radial. Pompa sentrifugal
biasanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan head medium sampai tinggi
dengan kapasitas aliran yang medium. Dalam aplikasinya pompa sentrifugal
banyak digunakan untuk kebutuhan proses pengisian ketel dan pompa-pompa
rumah tangga (anonim (4), 2010).

Gambar 14. Pompa Sentrifugal

b. Pompa Aksial (Propeller)


Berputarnya impeler akan menghisap fluida yang dipompa dan menekannya
kesisi tekan dalam arah aksial karena tolakan impeler. Pompa aksial biasanya
diproduksi untuk memenuhi kebutuhan head rendah dengan kapasitas aliran yang
besar. Dalam aplikasinya pompa aksial banyak digunakan untuk keperluan
pengairan.
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

Gambar 15 : Pompa aksial

c. Pompa Mixed Flow (Aliran campur)


Head yang dihasilkan pada pompa jenis ini sebagian adalah disebabkan oleh
gaya sentrifugal dan sebagian lagi oleh tolakan impeler. Aliran buangnya sebagian
radial dan sebagian lagi aksial, inilah sebabnya jenis pompa ini disebut pompa
aliran campur.

2. 3. Gangguan Operasi Pompa

Pada instalasi pompa sering dijumpai berbagai kerusakan peralatan,


misalnya katup- katup, pipa-pipa, sambungan, dan komponenkomponen dalam
pompa sendiri. Kerusakan-kerusakan tersebut diakibatkan oleh gangguan-
gangguan yang terjadi selama pompa beroperasi. Gangguan-gangguan yang sering
terjadi adalah benturan air, surging dan fluktuasi tekanan (anonim (3), 2010).
a. Benturan air (water hammer)
Gejala benturan air sering terjadi pada operasi pompa dan pada kondisi ini
banyak menimbulkan kerusakan pada peralatan instalasi. Benturan air terjadi
karena pada aliran terjadi kenaikan dan penurunan tekanan secara tiba-tiba.
Benturan air dapat terjadi karena dua sebab yaitu:
1. Penutupan katup secara tiba-tiba
2. Pompa mendadak berhenti bekerja
Sebab pertama banyak terjadi pada waktu pengaturan kapasitas aliran, jika
pengaturannya tidak benar, maka katup menutup penuh secara tibatiba, aliran
akan terhenti dan seolah-olah zat cair membentur katup. Karena kondisi tersebut,
timbul tekanan yang melonjak dan diikuti fluktuasi tekanan di sepanjang pipa
untuk beberapa saat. Selama pompa beroperasi, poros pompa menggunakan
penggerak dari luar, yang biasa digunakan yaitu motor listrik atau motor bakar.
Khusus untuk pompa yang meggunakan motor listrik sebagai
penggeraknya, masalah akan timbul apabila listrik tiba-tiba mati yaitu motor
listrik tidak bekerja, akibatnya pompa akan berhenti mendadak. Aliran air akan
terhalang impeler sehingga mengalami perlambatan yang mendadak, hal tersebut
menyebabkan lonjakan tekanan pada pompa dan pipa.
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

Dari dua sebab tersebut di atas, terlihat apabila terjadi gangguan operasi
pompa, masalah yang akan timbul adalah terjadi lonjakan tekanan yang tiba-tiba
karena aliran terhalang dan berhenti, kemudian terjadi benturan air pada peralatan.
Kerusakan yang timbul disamping karena lonjakan tekanan, jatuhnya tekanan juga
dapat menyebabkan kerusakan (anonim (3), 2010).
Di bawah ini diuraikan beberapa kemungkinan yang terjadi pada operasi
pompa yang berhenti bekerja apabila listrik mati:
1. Pompa tidak dilengkapi katup pada sisi ke luar.
Pada waktu listrik padam, pompa tiba-tiba berhenti, tetapi impeler masih
berputar karena gaya kelembaman bagian yang berputar. Putaran ini kan segera
berhenti karena energi kinetiknya terserap air. Karena aliran terhenti sehingga
head dan kapasitas menjadi hilang. Head pompa tidak lagi mengatasi head dari
sistem mengakibatkan tekanan pada sisi ke luar pompa menjadi negatif, kondisi
ini menyebabkan aliran balik dari pipa sisi ke luar menuju pompa. Tekanan yang
tadinya negatif menjadi positif pada pipa sisi kel uar pompa. Aliran balik dengan
tekan positif akan membentur impeler pompa dan akan memutar impeler dengan
putaran yang berlawanan dengan kerja pompa normal, dengan kata lain pompa
bekerja sebagai turbin.
2. Pompa yang dilengkapi dengan katup pada sisi ke luar pompa.
Pemasangan katup ini akan mencegah aliran balik dari sisi ke luar pompa
menuju pompa. Katup ini akan merespon aliran balik dengan langsung menutup
aliran. Di dalam pompa, impeler setelah listrik mati tetap berputar tetapi akan
segera berhenti secara berangsur angsur.
3. Pompa dilengkapi dengan katup yang dapat diatur.
Pemasangan katup pada sisi ke luar pompa untuk mencegah aliran balik
akan lebih efektif apabila katup tersebut dapat diatur sehingga penutupannya tidak
tiba-tiba sehingga alirannya tidak berhenti mendadak dan lonjakan tekanan dapat
dihindari.
a. Kerusakan akibat benturan air
Kerusakan yang ditimbulkan dari benturan air seperti yang telah
disebutkan di atas adalah sebagai berkut :
1. Peralatan instalasi pompa seperti katup, perpipaan dan pompa dapat pecah
karena lonjakan tekanan.
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

2. Pada waktu terjadi tekanan negatif pada aliran sisi ke luar pompa, pipa dapat
mngempis dan pecah.
3. Tekanan negatif yang timbul dapat menyebabkan penguapan zat cair apabila
tekanan tersebut di bawah tekanan uap zat cair. Penguapan zat cair akan
menghasilkan banyak gelembung-gelembung uap air yang dapat pecah dan
menghantam dinding pipa atau pompa sehingga menimbulkan kerusakan.
4. Apabila instalasi pompa tidak diberi pengaman sehingga terjadi aliran balik
yang akan memutar impeler pompa, putaran ini berkebalikan dari putaran
normal pompa, kondisi ini mengakibatkan kerusakan pada motor
penggeraknya.
b. Pencegahan benturan air
Proses terjadinya benturan air yaitu karena head pompa tidak dapat
mengatasi head sistem sehingga terjadi tekanan negatif pada sisi ke luar pompa,
kondisi ini menyebabkan aliran balik dari sisi ke luar pompa menuju pompa.
Selanjutnya terjadi kenaikan tekanan yang drastis yang menuju impeler pompa.
Berdasarkan kondisi tersebut, untuk mencegah terjadinya benturan air, tekanan
negatif dan lonjakan tekanan harus dicegah.
1. Pecegahan timbulnya tekanan negatif
a. Katup laluan udara, katup ini dipasang ditempat dimana terjadi tekanan
negatif sehingga udara dari atmosfer masuk ke dalam pipa untuk
menyeimbangkan tekanan di dalam pipa dan di luar pipa.
b. Kamar udara, kamar udara ini berbentuk bejana tertutup yang terisi air
sampai ketinggihan tertentu, bagian atas bejana terisi udara bertekanan.
Apabila terjadi tekanan negatif, udara bertekanan akan langsung mengisi
sehingga tekanan tidak terlalu jatuh.
c. Roda gaya pada poros pompa, roda gaya tersebut dapat menyimpan energi,
sehingga pada waktu pompa mati impeler dapat terus berputar dan berhenti
perlahan-lahan. Hal ini dapat mencegah penurunan tekanan yang
berlebihan.
d. Memperbesar ukuran pipa, dengan memperbesar ukuran pipa kecepatan
aliran akan berkurang sehingga gaya yang ditimbulkan karena benturan
akan berkurang.
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

e. Bentuk pipa pada sisi ke luar harus menjamin tidak terjadi pemisahan
kolom zat cair.
2. Pecegahan timbulnya lonjakan tekanan
a. Penggunaan katup kontrol (penutupam lambat). Pada pemasangan katup
pada sisi ke luar pompa untuk menahan aliran balik menuju pompa, katup
tersebut harus mampu mengontrol aliran agar tidak berhenti mendadak.
Pada permulaan bekerja katup tersebut harus mampu mencegah lairan yang
menuju impeler, kemudian selanjutnya menutup perlahan lahan sehingga
aliran tidak berhenti mendadak dan lonjakan tekanan tidak terjadi. Jenis
katup yang biasa dipakai adalah jenis katup jarum, katup putar dan katup
kupu-kupu.
b. Penggunaan katup pelepas tekanan. Katup pelepas tekanan dipasang pada
jalur pipa untuk mengurangi lonjakan tekanan dengan cara melepaskan
tekanan
c. Penggunaan katup cegah (penutupan cepat). Katup ini harus menutup sesaat
sebelum aliran balik terjadi, sehingga dihindari aliran balik yang besar,
dengan demikian lonjakan tekanan dihindari.
b. Gejala Surging
Gejala surjing sering terjadi pada operasi pompa, laju aliran berubah-ubah
secara periodik dan pada aliran terjadi fluktuasi tekanan. Gejala ini timbul karena
pompa beroperasi dengan head yang semakin menurun dan head sistem yang
naik. Atau, head pompa tidak mampu mengatasi head dari sistem secara normal.
Untuk mecegah surjing harus dipilih pompa dengan head yang cukup tinggi,
sehingga pada waktu pompa head nya menurun tidak sampai terjadi surjing.
c. Tekanan berubah-ubah
Gejala tekanan yang berubah-ubah atau berfluktuasi sepanjang aliran
banyak terjadi pada pompa sentrifugal, khususnya pada pompa volut. Di dalam
pompa ada daerah antara sisi luar impeler dan ujung dari volut (cut water), yang
apabila setiap kali impeler berputar dan melewati daerah ini, tekanan zat cair akan
berdenyut. Denyut yang terus-menerus akan dirasakan sebagai fluktuasi tekanan
yang merambat pada zat cair di dalam pipa ke luar. Apabila denyut tekanan zat
cair beresonansi dengan kolom air menyebabkan getaran dan bunyi.
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

Untuk mencegah fluktuasi tekanan antara pompa dan jalur pipa ke luar,
pada jalur ke luar pompa dipasang peredam bunyi yaitu kamar ekspansi. Kamar
ekspansi akan memotong rambatan gelombang dari fluktuasi tekanan sehingga
tidak sampai beresonansi dengan kolom air.

2. 4. Pemeliharaan Pompa

Macam – macam pemeliharaan pada pompa:

1. Preventive Maintenance

Preventive Maintenance merupakan tindakan pemeliharaan yang terjadwal


dan terencana. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi masalah-masalah yang
dapat mengakibatkan kerusakan pada pompa dan menjaganya selalu tetap normal
selama dalam operasi.

Contoh pekerjaan tersebut adalah:

a. Melakukan pengecekan terhadap pendeteksi indikator tekanan dan temperatur


fluida pada pompa, atau alat pendeteksi indikator lainnya. apakah telah sesuai
hasilnya untuk kondisi normal kerja pompa atau tidak
b. Membersihkan kotoran-kotoran yang menempel pada bodi pompa (debu, tanah
maupun bekas minyak)
c. Mengikat baut-baut yang kendor
d. Pengecekan kondisi pelumasan pada bearing (unsealed)
e. Perbaikan/mengganti gasket pada sambungan-sambungan flange yang bocor
atau rusak.

2. Predictive Maintenance

Predictive Maintenance merupakan perawatan yang bersifat prediksi, dalam


hal ini merupakan evaluasi dari perawatan berkala (Preventive Maintenance).
Pendeteksian ini dapat dievaluasi dari indikaktor-indikator yang terpasang pada
instalasi pada pompa dan juga dapat melakukan pengecekan vibrasi dan alignment
pada pompa untuk menambah data dan tindakan perbaikan selanjutnya.
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

3. Breakdown Maintenance

Breakdown Maintenance merupakan perbaikan yang dilakukan tanpa adanya


rencana terlebih dahulu. Dimana kerusakan terjadi secara mendadak pada pompa
yang sedang beroperasi, yang mengakibatkan kerusakan bahkan hingga pompa
tidak dapat beroperasi. Contoh kerusakan tesebut adalah:

a. Rusaknya bantalan karena kegagalan pada pelumasan


b. Terlepasnya couple penghubung antara poros pompa dan poros penggeraknya
akibat kurang kencangnya baut-baut yang tersambung.
c. Macetnya impeller karena terganjal benda asing.

4. Corrective Maintenance

Corrective Maintenance merupakan pemeliharaan yang telah direncanakan,


yang didasarkan pada kelayakan waktu operasi yang telah ditentukan pada buku
petunjuk pompa tersebut. Pemeliharaan ini merupakan ”general overhaul” yang
meliputi pemeriksaan, perbaikan dan penggantian terhadap setiap bagian-bagian
pompa yang tidak layak pakai lagi, baik karena rusak maupun batas maksimum
waktu operasi yang telah ditentukan (anonim (2), 2010).

2. 5 Pompa di Sumur Bor

a. Metoda pemboran
Jenis metode pemboran dapat dibedakan berdasarkan :
• Mekanisme Pemboran
• Sirkulasi Fluida Bor
• Jenis Fluida bor yang digunakan
Berdasarkan mekanisme pemboran, metode pemboran yaitu :
a. Pemboran Tumbuk (Percussive Drilling)
Dioperasikan dengan cara mengangkat dan menjatuhkan alat bor berat
secara berulang-ulang kedalam lubang bor sehingga lubang bor terbentuk
akibat mekanisme tumbukan dan beban rangkaian bor.
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

b. Pemboran Putar (Rotary Drilling)


Lubang bor dibentuk dari pemboran dengan mekanisme putar dan disertai
pembebanan.
c. Bor Putar Hidraulik (Hidraulic Rotary)
Dimana lubang bor dibentuk dari kombinasi antara mekanisme putar,
tekanan hidraulik, dan beban setang bor.
1. Kelebihan mesin bor tumbuk dibandingkan mesin bor putar antara lain :
• Ekonomis (murah, biaya operasi rendah, biaya transportasi murah,
persiapan rig cepat).
• Menghasilkan contoh pemboran yang lebih baik
• Lebih mempermudah pengenalan lokasi
• Tanpa sistem sirkulasi
• Kemungkinan kontaminasi karena pemboran relatif kecil
2. Kekurangan mesin bor tumbuk dibandingkan mesin bor putar antara lain :
• Kecepatan laju pemboran rendah
• Sering terjadi putusnya sling
a. Berdasarkan sirkulasi fluida, metode pemboran dapat dibagi lagi,
yaitu:
• Sirkulasi Langsung (Direct Circulation)
Fluida bor dipompakan dari mudpit ke mata bor melalui bagian
dalam stang bor kemudian kembali lagi ke permukaan akibat tekanan
pompa melalui rongga anulus.
• Sirkulasi Terbalik (Reverse Circulation)
Fluida bor dari mudpit bergerak melalui rongga anulus, kemudian
kembali lagi ke permukaan akibat gaya hisap pompa melalui bagian
dalam stang bor.
b.Berdasarkan Berdasarkan jenis fluida yang digunakan, metode
pemboran dapat dibagi lagi, yaitu:
• Pemboran menggunakan cairan / lumpur (Mud Flush).
• Pemboran menggunakan udara Jika menggunakan udara sebagai
fluida bor (Air Flush) (anonim (4), 2010).
b. Pembuatan sumur bor
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan suatu sumur bor :
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

1. Diameter Sumur
- Besaran diameter casing pipa yang digunakan sesuai dengan keperluan
- Jenis casing yang digunakan biasanya PVC atau Low Carbon yang
disesuaikan dengan kualitas air tanah.

2. Kedalaman Sumur
- Tergantung pada berapa lapisan akifer yang akan digunakan dan jenis
akifernya
- Penentuan Jenis Akifer (Tertekan atau tidak) berdasarkan data log bor
3. Screen
- Merupakan tempat masuknya air pada lubang bor berfungsi juga
sebagai filter supaya material dari formasi tidak ikut terbawa oleh
pompa
4. Gravel Pack
- Material kasar buatan yang ditempatkan disekitar screen yang berguna
untuk mempermudah air dipompa karena materialmaterial pada akifer
akan tertahan pada gravel pack tidak menutupi lubang-lubang screen
(sand Bridge)
- Mencegah agar lubang bor stabil atau tidak mudah runtuh
- Berfungsi sebagai filter alami
5. Pompa
Alat untuk menghisap air dari lubang bor ke atas permukaan tanah. Pada
pemboran airtanah dalam pompa yang lazim digunakan adalah pompa selam
(submersible pump) dan pompa sentrifugal.
a. Syarat Sumur Pompa untuk Sumur Bor :
1. Sumur gali tidak boleh dibangun di lokasi bekas pembuangan sampah
2. Jarak minimum lokasi sumur gali dengan sumber pencemar (cublik,
tangki septic,dll) adalah 10 m
3. Kemiringan lantai antara 1-3%
4. Lantai dari pasangan bata (1 semen:3 pasir)
5. Kemiringan aluran pembuangan minimal 2%
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

6. Saluran pembuangan dari pasangan bata (1 semen: 3 pasir) dan


kedalaman sumur maksimal 15 meter
b. Cara mengerjakan sumur pompa dangkal :
1. Tentukan titik pengeboran, jarak minimal dengan septic tank, cubluk,
lubang galian untuk sampah yaitu 10 meter.
2. Pasang mata bor pad salah satu pipa dan pasang klem pemutar pada pipa
3. Lubangi titik lokasi dengan linggis sedalam 30-50 cm
4. Tancapkan pipa yang sudah dipasangi mata bor pada lubang yang sudah
dibuat
5. Putar pipa searah jarum jam
6. Siram dengan air untuk memperlancar
7. Angkat pipa , tancapkan sekuat-kuatnya.
8. Putar dan siram dengan air.
9. Lakukan langkah 7 dan 8 berulang-ulang sampai mencapai lapisan air
tanah
10. Bila kedalaman sumur mencapai lapisan air tanah teruskan pemboran
sampai + 1 batang pipa masuk dibawah lapisan air tanah.
c. Penyambungan saringan PVC dengan pipa hisap PVC :
1. Bersihkan dan amplas bagian luar ujung polos saringan sepanjang 3 cm
2. Bersihkan dan amplas ujung luar pipa isap pvc; olesi dengan lem pipa
secara merata pada bagian yang telah dibersihkan, tanpa menunggu
kering masukkan dop pada ujung bagian bawah saringan
3. Biarkan 5 menit agar sambungan kuat
4. Gunakan kunci trimo untuk menahan rangkaian pipa hisap
5. Masukkan dop pada ujung polos bagian bawah saringan.
6. Biarkan 5 menit agar sambungan kuat
7. Gunakan kunci trimo untuk menahan rangkaian pipa hisap
d. Penyambungan pipa hisap :
1. Bersihkan dan amplas ujung-ujung luar pipa PVC
2. Bersihkan dan amplas bagian dalam ujung soket
3. Oleskan lem secara merata pada bagian yang telah dibersihkan
4. Masukkan ujung0ujung pipa pada soket -sisakan pipa sepanjang 70cm
diatas pemukaan tanah.
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

5. Gunakan kunci trimo untuk menahan rangkaian pipa.

e. Penyambungan bahan pipa hisap dengan badan pompa :


1. Bersihkan dan amplas ujung soket serta bagian ujung hisap pipa PVC
2. Oleskan lem PVC secara merata pada baian pipa yang dibersihkan.
3. Masukkan pipa hisap dengan soket. »bersihkan dan lapisi ujung berulir
dengan solatip.
4. Bersihkan dan lapisi ujung berulir bagian dalam dari tumpuan pompa
5. Masukkan rangkaian pipa hisap PVC dengan tumpuan pompa
6. Letakkan paking diatas tumpuan pompa
7. Pastikan lubang baut badan pompa tepat pada lubang lubang baut
tumpuam pompa
8. Pasang mur dan baut pada lubang yang ada.
9. Pastikan bahwa badan pompa dan tumpuan pompa terpasang dengan
baik.
f. Pengisian kerikil pasir dengan adukan semen :
1. Pilih kerikil dengan diameter rata-rata 5 mm
2. Masukkan kerikil kedalam rongga antara pipa hisap dan tanah
3. Hentikan pengisian kerikil apabila telah mencapai setinggi saringan
pipa pvc
4. Masukkan pasir diatas kerikil hingga mencapai 1 meter dibawah
permukaan tanah
5. Masukkan adukan kedap air hingga rata dengan tanah.
g. Pembuatan lantai sumur dan landasan sumur :
1. Buat cetakan pengecioran untuk lantai dari papan sepanjang
(P:172cm,L:172cm. Dengan lebar parit 14cm)
2. Buat cetakan pengecoran tumpuan pompa berupa limas
3. Pasang cetakan lantai
4. Cor dengan campuran beton 1semen: 2 pasir: 3 kerikil.
5. Atur kemiringan lantai
6. Biarkan selama tujuh hari dan basahi setiap hari, sehingga pengerigan
sempurna.
7. Pasang cetakan limas terpancung
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

8. Cor dengan campuran beton 1semen: 2 pasir: 3 kerikil


9. Biarkan selama tujuh hari dan basahi setiap hari, sehingga pengerigan
sempurna.
10. Lepaskan baut pengikat
11. Angkat, pindahkan badan pompa dan bambu penopang
12. Tutup lubang hisap
13. Gali tanah sedalam 5cm, panjang 210cm, lebar 210 cm
14. Masukkan pasir sedalam 3cm lalu ratakan »siram dengan air tanah
(anonim (1), 2010).
c. Pemeliharaan sumur bor (pipa)
Sumur jenis ini dibor jauh ke dalam lapisan tanah yang mengandung
banyak air, sehingga diperlukan peralatan berat untuk membuatnya. Sumur jenis
ini dapat di buat untuk berbagai macam keperluan, karena mampu menghasilkan
jumlah pemompaan air yang banyak.
Seperti peralatan yang lain, sumur juga mengalami banyak keausan akibat
pemompaan yang terus menerus. Tanda-tanda sumur telah mengalami keausan
adalah:
a. Kapasitas sumur yang secara berangsur-angsur atau penyusutan kemampuan
sumur.
b. Air yang dipompa bercampur lumpur atau material lain.
Keausan ini disebabkan oleh karat dan kotoran-kotoran lain yang melekat,
sehingga korosi ini mampu menghancurkan bahan pipa dan saringan.
Pemeriksaan berkala sumur bor biasanya dilakukan 10-15 tahun setelah operasi
pertama. Jika dari hasil pemeriksaan sumur menunjukan perlu diganti, maka
perlu perencanaan dan persiapan yang matang. Biasanya jika sumur
menunjukan penurunan kemapuan yang berarti, pilihan melakukan pengeboran
lagi lebih prioritas dari pada memperbaiki sumur yang ada (anonim (2), 2010).
d. Pemeliharaan mesin pompa
Pemeliharaan yang baik sesuai dengan petunjuk teknis yang ditentukan
akan memperpanjang umur pakai suatu peralatan. Pada umumnya peralayn rutin
yang dilaksanakan teratur akan mengurangi resiko kerusakan, sehingga
menghemat biaya perawatan dalam jangka panjang. Untuk melaksanakan
pemeliharaan yang baik diperlukan:
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

a. Operator dan staf yang terlatih dan seperangkat peralatn yang memadai.
Operator ini harus mapu memberikan informasi dan tanggapan masalah
yang mungkin timbul serta mampu mengatasi masalah-masalah yang
timbul.
b. Montir lapangan yang mampu melakukan perbaikan-perbaikan di sumur
pompa dan mampu bekerja di bengkel.
c. Seperangkat peralatan yang dapat digunakan untuk melakukan perbaikan-
perbaikan rutin.
Secara umum ada tiga jenis perawatan yaitu:
a. Pemeliharaan rutin
Pemeliharaan ini termasuk perbaikan-perbaikan kecil yang harus ilakukan
oleh operator, antara lain: mengecek oli, sistem pelumas, pengencanganm
baut dan lain sebagainya
b. Pemeliharaan berkala
merupakan kegiatan pemeliharaan berkala yang harus dilakukan
oleh operator. Pemeliharaan ini biasanya ditentukan berdasarkan jam
operasi peralatan. Kegiatan ini juga biasanya meliputi perbaikan-perbaikan
(2)
besar yang dilakukan pada waktum pompa tidak digunakan (anonim ,
2010).
e. Problema pengeboran dan cara mengatasi
1. Problema Pemboran :
a. Bit Balling
Adalah Keadaan dimana pahat terbungkus oleh gumpalan serbuk bor yang
berasal dari batuan lempung (Clay) sebagai akibat dari debit pemompaan yang
kurang memadai, serta sifat (propefties) dan tipe lumpur yang kurang mendukung
sehingga serbuk bor tidak terangkat semua dan akhirnya lengket pada pahat bor.
b. Hilang Lumpur (mud loss/ loss circulation)
Adalah keadaan dimana Lumpur berkurang masuk di formasi, tetapi masih
ada sirkulasi balik. Hal ini di sebabkan karena rongga formasi besar.
c. Total Loss Circulation
Adalah keadaan dimana lumpur berkurang semuanya masuk di formasi,
sehingga tidak ada sirkulasi balik. Hal ini di sebabkan karena rongga formasi
sangat besar (Seperti Gua)
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

d. Stuck :
Adalah keadaan dimana pipa pengeboran dan BHA (Bottom Hole
Assembly) tidak bisa melanjutkan pengeboran karena ada hambatan. Hambatan
dapat disebabkan oleh :
– Key Seat
Kondisi yang disebabkan perubahan dan kemiringan lubang bor yang drastis
(High dog leg Severity)
– Diffrential Sticking
Kondisi yang terjadi karena menempelnya sebagian rangkain ke dinding lubang
bor saat pipa dalam kodisi diam karena mud cake yang terbentuk terlalu tebal.
– Lapisan Runtuh / Dinding lubang bor gugur (Sloughing Shale)
Kondisi yang disebabkan karena dinding lubang yang tidak stabil, kerusakan
oleh hidrasi atau diakibatkan oleh tekanan tinggi (overpreassure) dari formasi.
‐ Tight Hole
Kondisi yang disebabkan penyempitan lubang terbuka di beberapa tempat,
biasanya terjadi pada batuan clay atau gumpalan batu yang diselubungi oleh
clay, dimana sifat clay yang mudah mengembang setelah menyerap air dari
lumpur(swelling).
e. Kick
Kondisi yang terjadi karena tekanan formasi lebih tingg dari tekanan
hidrolik, sehingga menyebabkan volume lumpur keluar melebihi debit pompa
seharusnya.
Tanda - Tanda Kick :
• Meningkatnya Laju Pemboran (ada drilling break)
• Tekanan Stand Pipe (SPP) turun saat terjadi drilling break, SPM naik.
• Tinggi permukaan volume lumpur dalam tangki lumpr bertambah (pit gain)
MW lebih ringan yang keluar dari lubang bor (anonim (3), 2010).
2. Cara Mengatasi Problema Pengeboran :
a. Bit Balling :
1. Pompakan fluida pembersih misalnya larutan detergen
2. Naikkan debit pemompaan sampai batas maksimum yang
diijinkan.
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

3. Kondisikan lumpur pemboran sesuai yang diinginkan,turunkan


viskositas lumpur sampai bit balling hilang yaitu dengan ROP dan tekanan
pompa kembali normal
4. Jika Bit balling tidak teratasi, cabut pahat sambil sirkulasi.

b. Hilang Lumpur (Mud Losses / Loss Circulation)


1. Pompakan Material Penyumbat (LCM)
2. Turunkan atau kurangi MW lumpur sampai batas yang diijinkan untuk
menahan estimasi tekanan formasi.
3. Bila mud loss terus terjadi maka dapat dilakukan pencabutan pahat
sampai diatas daerah loss yang diperkirakan, lalu kondisikan lumpur
bor dengan menambahkan plugging material.
4. Tindakan tahap lanjut antara lain : Bentonite Diesel Oil (BDO)
Bentonite Diesel Oil and Cement (BDOC), penyemenan.
c. Total Loss Circulation :
1. Pompakan dan catat jumlah air kedalam sumur melalui annulus untuk
menjaga tekanan hidrostatis stabil.
2. Amati lubang bor. Bila diikuti oleh kick maka lakukan tindakan Well
Controll.
3. Bila tidak diikuti kick maka cabut rangkaian sampai dengan casing
shoe,siapkan dan kondisikan lumpur bor dengan menambahkan plugging
material sesuai perhitungan
4. Tindakan tahap lanjut antara lain: Bentonite Diesel Oil (BDO), Bentonite
Diesel Oil and Cement (BDOC), penyemenan. Tindakan ini dilakukan
berdasarkan kajian teknis dan biaya.
5. Bila kondisi geologi formasi yang dituju dan lubang terbuka
memungkinkan, dapat dilakukan metoda blind drilling.
d. Stuck :
1. Key Seat :
a. Apabila ada indikasi keyseat (overpull),stop pencabutan
rangkaian,turunkan
kembali rangkaian,coba cabut rangkaian perlahan sambil memutar
dengan
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

batas overpull yang ringan. Kemudian lanjutkan pencabutan.


b. Bersihkan lubang sebelum memulai pengeboran selanjutnya
gunakanstring
reamer untuk mengikis daerah terjadi key seat.
c. Bila pipa terjepit dan gagal dicabut. Lakukan pemotongan pipa diatas titik
jepit dan lakukan prosedur
2. Diffrential Sticking :
Upaya Menghindari :
a. Usahakan agar rangkaian tidak terlalu lama diam pada lubang terbuka.
Lakukan Work On Pipe (WOP) sambil sirkulasi .
b. Usahakan pemakaian drill collar seminimal mungkin, dianjurkan tipe
Spiral
atau HWDP untuk menambah WOB yangdiperlukan.
c. Kondisikan sifat fluida lumpur untuk mengurangi ketebalan mud cake
berlebihan dari MW, atau gunakan lumpur berbasis minyak.
Cara mengatasi jepitan saat terjadi differential sticking:
a. Tentukandaerah dimana diperkirakan rangkaian terjepit dengan
mengunakan stretch calculation.
b. Kondisikanlumpurdan turunkan berat lumpur sampai pada
batas aman yangdiijinkan.
c. Coba spof lubricant agent, rendam dan sirkulasi sambil
diberikan torsi dan tension pada rangkaian (working string)
d. Setelah rangkaian dapat dibebaskan, usahakan rangkaian
tetap berputar. Lakukan sirkulasi untuk membuang sisa free
pipe agent yang terdapat didalam lubang. Lakukan reaming
dan Back reaming sepanjang daerah permeable. Bila tidak
berhasil. Hitung economic limit dari bicarakan ketingkat yang
lebih tinggi untuk memutuskan langkah selanjutnya.
3. Lapisan Runtuh
a. Stop bor, pompakanHi-vispill.
b. Sirkulasi naikkan debit pompa dan naikkan berat lumpur,
sambil turun-naikan rangkaian pemboran.
- Untuk water based mud,naikkan salinitas dan kandungan K+
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

serta turunkan filtrate loss dan berat jenis lumpur.


- Untuk oil based mud cukup dengan menaikkan berat jenis
lumpur.
c. Lakukan wash down sambil putar rangkaian dengan terus
menjaqa properties lumpur.
d. Lakukan pemboran denqanROP diperlambat dibanding
sebelumnya. Bilaindikasi runtuh sudah tidak terjadi, lanjut bor
dengan ROP optimum.
e. Jika tidak mungkin dilakukan sirkulasi, gerakkan rangkaian naik
turun secara perlahan. Usahakan cabut rangkaian sampai
casing shoe (bila memungkinkan)
4. Tight Hole
Cara mengatasi:
a. Turunkan / angkat rangkaian,lakukan back ream /reaming
b. Sirkulasi dengan menurunkan water loss sampai batas maksimum
yang diinginkan.
Apabila stuck tidak bisa dilepas maka akan dilakukan :
1. Back Off adalah usaha Pemutusan rangkaian yang berada diatas titik
jepit.
2. Pemancingan/fishing job : Setelah dilakukan back off, sistim string yang
teringgal dipancing.
e. Kick :
Untuk Mengetahui :
a. Trip Sheet ada gain
b. Pit Gain pada volume pit
c. Saat trip berhenti ada aliran di annulus
d. Berat rangkaian bertambah dari semestinya.
Cara mengatasi Kick :
1. Dilakukan Penutupan Sumur.
Langkah saat pentupan sumur :
- Matikan pompa, angkat rangkaian pipa bor, cek return, catat tekanan
DP (SIDP) dan tekanan pipa selubung (SICP)
- Laporkan tekanan tersebut pada Company Man (Drilling Supervisor)
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

2. Persiapan & Matikan sumur / killing well


a. Perhitungan dengan Kill Sheet sesuai trajek lubang bor.
b. Lakukan perhitungan/persiapan untuk mematikan sumur.
3. Tindakan ada 4 Metode :
a. Metode Driller
b. Metode Wait & Weight
c. Metode Concurrent
d. Metode Volumetrik (anonim (3), 2010).

KESIMPULAN

1. Poros pompa akan berputar apabila penggeraknya berputar. Karena poros


pompa berputar impeler dengan sudu-sudu impeler berputar, zat cair yang ada
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

di dalamnya akan ikut berputar sehingga tekanan dan kecepatanya naik dan
terlempar dari tengah pompa ke saluran yang berbentuk volut atau spiral
kemudian ke luar melalui nosel .
2. Menurut prinsip perubahan bentuk energi yang terjadi, pompa dibedakan
menjadi : positive displacement pump, dynamic pump / sentrifugal pump.
3. Gangguan-gangguan yang sering terjadi pada operasi pompa adalah
benturan air, surging dan fluktuasi tekanan.
4. Macam – macam pemeliharaan pada pompa: preventive maintenance,
predictive maintenance, breakdown maintenance, corrective maintenance.
5. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan suatu sumur bor : diameter
sumur, kedalaman sumur, screen, gravel pack, pompa.
6. Tanda-tanda sumur telah mengalami keausan adalah: kapasitas sumur yang
secara berangsur-angsur atau penyusutan kemampuan sumur, air yang
dipompa bercampur lumpur atau material lain.
7. Masalah-masalah yang sering terjadi pada proses pengeboran adalah: bit
balling, hilang lumpur (mud loss/ loss circulation), total loss circulation,
stuck, kick.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim(1). 2010. Sumur Pompa http://www.blogcatalog.com/search/frame?


term=pompa&id=5e52a723efcd1de302853a6450da2433
Makalah Aplikasi Termodinamika Pada Sumur Bor

Diakses tanggal 10 Mei 2010

Anonim(2). 2010. Pemeliharaan Sumur Bor


http://www.blogcatalog.com/search/frame?
term=pompa&id=6b752c24f06b0d749f1d0cc0f7c95d4d

Diakses tanggal 10 Mei 2010

Anonim (3). 2010. Problema Pengeboran dan Cara Mengatasi

http://www.blogcatalog.com/search/frame?
term=pompa&id=3f68baebc5c953edfadf33ee055a786f

Diakses tanggal 10 Mei 2010

Anonim (4). 2010. Pompa dan Kompresor

www.scribd.com/.../Buku-Ajar-PTM204-Pompa-Dan-Kompresor

Diakses tanggal 10 Mei 2010