Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Sakit kepala yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia atau

dilafalkan cephalgia adalah suatu kondisi terdapatnya rasa sakit di dalam

kepala: kadang sakit di belakang leher atau punggung bagian atas, disebut

juga sebagai sakit kepala. Jenis penyakit ini termasuk dalam keluhan-

keluhan penyakit yang sering diutarakan.

Salah satu jenis sakit kepala yang juga banyak dikeluhkan adalah

sakit kepala sebelah atau migrain. Serangan sakit kepala migrain terasa

lebih menyiksa dan terkadang datang tiba-tiba. Penderita migrain akan

merasakan nyeri dan berdenyut seperti dipukuli dan ditarik-tarik dan

biasanya disertai dengan gangguan saluran cerna seperti mual dan muntah.

Penderitanya pun cenderung menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, suara

dan bau-bauan. Hal itu tentu amat mengganggu dan bisa menghambat

segala aktifitas si penderita.

Kata migrain berasal dari bahasa Yunani yaitu hemicrania (hemi =

setengah, cranium = tengkorak kepala). Serangan sakit kepala migrain

dapat terjadi beberapa kali setahun sampai beberapa kali seminggu,

dengan lama serangan biasanya 1-2 jam. Migrain atau sakit kepala sebelah

sebenarnya belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun,

diperkirakan jenis sakit kepala ini disebabkan karena adanya hiperaktifitas

impuls listrik otak yang meningkatkan aliran darah di otak sehingga terjadi

pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi (luka radang).

1
B. RUMUSAN MASALAH

1. Apakah penyebab sakit kepala ?

2. Berapa jeniskah sakit kepala itu ?

3. Bagaimanakah cata mengatasi sakit kepala ?

C. HIPOTESIS

1. Adapun penyebab sakit kepala itu banyak, karena ada factor cuaca ada

pula factor makanan dan juga factor mood seseorang.

2. Sakit kepala itu ada sakit kepala sebelah atau migren ada juga sakit kepala

seluruh rasa sakit menimpa kepala kita.

3. Cara mengatasinya rajin mandi, dan minum obat serta tidak berpanas-

panas ria di bawa terik matahari.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENYEBAB SAKIT KEPALA

Penyebab serangan sakit kepala yang Anda alami bukan hanya

berasal dari suara bising atau stres karena deadline pekerjaan. Ada

beberapa penyebab serangan sakit kepala. Anda bisa menghindarinya

dengan mengetahui apa saja penyebabnya.

1. Kecemasan

Ketika Anda merasa cemas yang ekstrim, Anda akan cenderung

merasakan sakit kepala.

2. Cahaya Silau

Relaksasikan mata Anda. Cahaya yang terlalu menyilaukan baik

dari paparan sinar matahari, cahay lampu, hingga monitor TV atau

komputer menyebabkan tekanan pada otot mata Anda, sehingga

menyebabkan sakit kepala.

3. Pola Tidur dan Makan

Beri perhatian tentang kapan Anda harus makan dan kapan Anda

harus tidur. Melewatkan makan pagi atau berpuasa tanpa adanya persiapan

bisa menyebabkan Anda sakit kepala. Terutama bagi Anda yang

memutuskan untuk tidak mengonsumsi apapun dan tidur kurang atau lebih

dari 7-9 jam perhari. Pola tidur Anda, termasuk tidur siang, sangat penting.

3
4. Obat-obatan

Beberapa pengobatan yang Anda lakukan bisa menjadi serangan

potensial bagi Anda untuk terkena sakit kepala. Jika Anda merasa sakit

kepala yang Anda rasakan sebagai efek samping pengobatan sangat

mengganggu, tanyakan dokter Anda untuk mengganti obat tanpa atau

dengan efek samping yang lebih ringan.

5. Aktivitas Fisik

Betapa latihan fisik yang berat dapat membuat otot di kepala, leher,

dan bahkan kulit kepala membutuhkan darah lebih untuk sirkulasi. Hal ini

dapat membuat pembuluh darah Anda membengkak. Hal inilah yang

disebut dengan sakit kepala exertional.

6. Hormon

Untuk wanita yang sedang mengalami siklus haid, sakit kepala dan

migrain merupakan hal yang berkaitan dengan tingkat hormon estrogen di

dalam tubuh. Jika hormon estrogen dalam tubuh Anda fluktuatif, maka

kemungkinan diserang sakit kepala akan terjadi pada Anda.

4
B. JENIS SAKIT KEPALA

Hati-hatilah bila Anda sering mengalami sakit kepala. Gangguan

kesehatan ringan ini sebenarnya bisa merupakan salah satu gejala dari

penyakit yang lebih besar.

Hal ini ada hubungannya dengan pengelompokan dua jenis sakit

kepala. Sakit kepala utama disebabkan oleh disfungsi atau aktivitas yang

berlebihan dari fitur-fitur yang sensitif terhadap rasa sakit di kepala. Pada

kelompok kedua, yang juga lebih jarang, disebabkan oleh penyakit yang

mendasar.

Namun, pada dasarnya ada lima jenis sakit kepala, yang

penekanannya berangkat dari bagaimana rasa sakit itu dihasilkan. Menurut

Clinical Methods, rasa sakit juga bisa terjadi pada setiap bagian dari

kepala, termasuk kulit, otot-otot, pembuluh darah, sinus, struktur gigi, dan

saraf-saraf wajah.

1) Vaskular, penyebab migraine

Rasa sakitnya disebabkan oleh pembesaran pembuluh darah di

dalam kepala. Tipe paling populer dari sakit kepala vaskular adalah

migrain, yang menurut American Headache Society dialami sekitar 28

juta orang di Amerika. Migrain bisa kambuh, dan jika sedang muncul

baru akan sembuh setelah 4-72 jam. Rasa sakitnya antara sedang

sampai parah, dengan rasa berdenyut-denyut yang timbul pada satu atau

dua sisi kepala. Gejala lain dari migrain adalah mual, muntah, dan

sensitif terhadap cahaya atau suara. Sebanyak 3 dari 4 penderita migrain

adalah perempuan. Artinya, lebih banyak perempuan yang mengalami

migrain daripada pria.

5
2) Cluster

Sakit kepala jenis ini adalah tipe lain dari sakit kepala vaskular.

Namun kebalikan dari migrain, penyakit ini lebih banyak mendera

kaum pria. Rasionya enam banding satu, demikian menurut Cluster

Headache Support Group. Rasa sakit yang begitu menyiksa, bisa

berlangsung selama 15-180 menit. Biasanya terjadi pada satu sisi

kepala, di belakang mata, atau pada daerah pelipis. Sakit kepala biasa

terjadi pada waktu-waktu tertentu, seringkali saat jam-jam tidur, selama

4-8 minggu.

3) Myogenik

Saat bekerja, Anda pasti sering merasa leher dan pundak Anda

kaku. Kadang-kadang diikuti dengan sakit kepala. Sakit kepala jenis ini

memang sering dianggap sebagai ketegangan akibat otot-otot yang

menegang di leher, pundak, kulit kepala, atau rahang. Pemicunya bukan

sekadar cara duduk yang salah, tetapi juga stres, gelisah, atau depresi.

Tidak heran bila sakit kepala ini termasuk yang paling umum, dengan

intensitas ringan hingga sedang. Pada sebagian orang, rasa sakit juga

diikuti dengan menurunnya nafsu makan.

4) Peradangan

Inilah urutan kedua sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit

atau kelainan yang menghasilkan peradangan di dalam kepala. Tipe

sakit kepala akibat peradangan yang paling umum adalah sakit kepala

akibat sinus, yang disebabkan oleh peradangan pada sinus dan

diperparah dengan reaksi alergik. Penyebab lain dari sakit kepala jenis

6
ini adalah meningitis, dimana terjadi peradangan dari membran yang

mengelilingi otak dan saraf tulang belakang.

5) Traction

Biasanya disebabkan oleh lesi yang menekan struktur dan

pembuluh darah di kepala. Tumor metastatik (tumor maligna yang

menyebar ke bagian tubuh lain), abses, atau hematoma (pembengkakan

lokal yang terisi darah), bisa menyebabkan sakit kepala jenis ini. Rasa

sakitnya akan lebih parah pada pagi hari, dan menjadi lebih parah saat

pengidapnya batuk, buang air kecil, atau mengejan.

C. CARA MENGATASI SAKIT KEPALA

Saat sakit kepala menyerang, maka kegiatan pun jadi terganggu.

Biasanya orang langsung mengonsumsi obat-obatan untuk meredakannya.

Namun, berikut ada beberapa cara lain yang mungkin bisa menjadi pilihan

untuk meredakan rasa sakit di kepala, tanpa menelan obat-obatan. Pilihlah

mana yang kira-kira pas buat Anda.

a. Botox

Obat satu ini mungkin terkenal sebagai penghilang kerut,

namun ternyata toksin ajaib tersebut juga manjur untuk meredakan

sakit kepala. "Botox bisa membuat otot yang sedang berkontraksi

akibat sakit kepala menjadi rileks," ujar Traci Purath, MD, selaku

pimpinan medis di Comprehensive Headache Care, di Wheaton

Franciscan Medical Group yang berlokasi di Franklin, Wisconsin.

7
"Obat ini memblokir saraf sensorik yang mengirimkan pesan rasa sakit

ke otak, dan dapat meredakan tegangan di dahi serta leher belakang,"

tambah Traci. Sekitar 8 suntikan, yang rasanya hanya seperti cocokan

peniti, cukup untuk meredakan rasa sakit di kepala. Efeknya memang

baru terasa sekitar 8-10 hari setelah penyuntikan. Perawatan ini

memang direkomendasikan, namun tidak boleh lebih dari 3 bulan.

b. Akupuntur

Teknik tusuk jarum ini diakui bisa meredakan sakit kepala.

Jarum-jarumnya ditusukkan pada bagian yang sakit, biasanya seperti

leher, dahi, dan pipi. Bagi Anda yang takut jarum tidak perlu khawatir

karena jarumnya sangat kecil sehingga kemungkinan tak bakal bisa

dirasakan.

Perawatan ini bisa membuat penderita merasakan rileks.

Biasanya hasil maksimalnya bisa dirasakan selama beberapa bulan

hingga setahun.

c. Seks

Berapa kali Anda menolak ajakan mesra pasangan karena

sedang menderita pusing?! Jika sering, maka sekarang Anda perlu

mengubah keputusan itu, apalagi jika Anda ingin segera sembuh dari

pusing tersebut.

Seks bisa melepaskan rasa sakit yang menghantam kepala

seseorang. "Sebab endorpin dan hormon pereda rasa sakit lain turut

dilepaskan selama orgasme, sehingga bisa membuat seseorang merasa

rileks dan lebih tenang," ujar Traci. Meski begitu, efek pengobatan

dengan cara ini memang sebentar saja. Latihan atau olah raga.

8
Jika Anda sering mengalami sakit kepala dan memerlukan

pengobatan secara berkala, maka olah raga merupakan caranya. "Saat

Anda aktif bergerak, Anda meningkatkan stamina, mengurangi stres,

dan bisa tidur lebih nyenyak," ujar Jan Brandes, MD, asisten profesor

di klinik saraf Universitas Vanderbilt.

"Semakin keras latihannya, misalnya seperti jogging, jalan

cepat, berenang, maka semakin hilang rasa sakit yang timbul akibat

tegangan di kepala. Namun, jika Anda mengalami migrain, latihan

keras macam ini hanya akan memperburuk keadaan, jadi kenali baik-

baik jenis sakit kepala Anda.

d. Air

Ini satu lagi alasan mengapa Anda dianjurkan minum 8 gelas

sehari. Dehidrasi merupakan salah satu penyebab terbesar timbulnya

sakit kepala.

"Saat tubuh tidak mendapat cukup air, maka tubuh mulai

menyimpan cairan yang sudah ada dan memberi sinyal 'kehausan', di

antaranya lewat sakit kepala atau migrain," ujar Tracy.

Berita baiknya adalah dengan minum, Anda bisa merasa sedikit

lebih baik. Jadi, agar kondisi tubuh tetap seimbang dan terjaga, maka

minumlah 8-10 gelas air setiap harinya.

Namun, jangan berlebihan juga, karena cairan berlebih dalam

tubuh bisa mengurangi kadar elektrolit dan sodium dalam tubuh.

9
e. Makanan ringan

Anda baru pulang dari kantor, dan kepala Anda terasa seperti

habis ditinju. Anda baru sadar bahwa sudah berjam-jam lamanya Anda

tidak mengisi perut hari itu.

Saat tubuh tidak mendapat masukan makanan, tingkat gula

darah menjadi labil, sehingga menyebabkan timbulnya sakit kepala. Ini

merupakan cara tubuh untuk mengatakan, "Beri aku makan. Aku

kelaparan!" Ambillah makanan kecil seperti apel, misalnya, untuk

meredakan sakit kepala dan membawa tingkat gula darah Anda

kembali normal. Tolak godaan untuk mencomot permen, karena

kandungan gulanya bisa mengagetkan dan malah mengacaukan kadar

gula Anda.

f. Kafein

Selain bisa membuat mata ngantuk agar tetap melek, ternyata

kopi memiliki keuntungan lain, yaitu kandungan kafeinnya bisa

mengontrol rasa sakit kepala.

Selain itu, kafein juga bisa mempermudah penyerapan obat

migrain. Tak hanya itu, kafein juga mampu mengekang serangan sakit

kepala dengan menarik/ mengerutkan pembuluh darah.

Namun, meski begitu, bagi beberapa orang, kafein justru malah

bisa menimbulkan sakit kepala. Jadi konsumsi dengan hati-hati.

10
g. Tidur

Menyempatkan diri untuk tidur selama 8 jam mungkin

kedengaran langka, apalagi bila Anda tergolong sibuk. Bagaimana pun

juga, tidur terlalu banyak atau sedikit bisa menimbulkan sakit kepala.

Tubuh manusia memerlukan waktu setidaknya 7 jam untuk mengisi

ulang hingga kembali segar, dan sakit kepala pun bisa hilang

karenanya. Cobalah untuk tidur dan bangun pada jam yang sama tiap

hari.

h. Menulis

Anda bisa menuangkan segala beban pikiran melalui tulisan.

Terlalu banyak berpikir bisa membuat kepala menjadi sakit, sehingga

dengan menuangkan beban tersebut dalam sebuah kertas dipercaya

dapat membuat beban di kepala menjadi enteng. Bagi Anda yang

sering mengalami gangguan sakit kepala tak tertahankan, maka ada

baiknya jika Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

11
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

1) Sakit kepala yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia atau dilafalkan

cephalgia adalah suatu kondisi terdapatnya rasa sakit di dalam kepala.

2) Penyebab sakit kepala : Kecemasan, Cahaya Silau, Pola Tidur dan Makan,

Obat-obatan, Aktivitas Fisik, Hormon.

3) Jenis sakit kepala : Vaskular, penyebab migraine, Cluster, Myogenik,

Peradangan, Traction.

B. SARAN

1) Berhubung karena sakit kepala sering kita derita, maka mari kita jaga

kesehatan, pola makan dan pola tidur agar tidak gampang terkena sakit

kepala.

2) Sakit kepala pada umumnya disebabkan karena stress, maka mari kita

tebarkan senyum agar kita tidak muda stress karena kalo sudah stress kita

akan diserang sakit kepala.

12