P. 1
perencanaan elemen mesin

perencanaan elemen mesin

5.0

|Views: 4,905|Likes:
Dipublikasikan oleh Hafid Fa

More info:

Published by: Hafid Fa on Jan 16, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. LATAR BELAKANG
  • 1.2. MAKSUD DAN TUJUAN PENULISAN
  • 1.3. BATASAN MASALAH
  • 1.4. SISTEMATIKA PENULISAN
  • 2.1 SISTEM TRANSMISI (RODA GIGI)
  • 2.2.1 RODA GIGI LURUS (SPUR GEAR)
  • 2.2.2 RODA GIGI KERUCUT / KONIS ( BEVEL GEAR )
  • 2.2.3. RODA GIGI MIRING ( HELICAL GEAR )
  • 2.2.4. RODA GIGI CACING ( Worm Gear )
  • 2.3. POROS ( SHAFT )
  • 2.4. PASAK ( KEY )
  • 2.5. BANTALAN ( BEARING )
  • 2.6. TEORI DASAR PELUMASAN
  • 3.1. Perencanaan roda 1 dan 2 (Perhitungan tingkat kecepatan 1)
  • 3.2. Perencanaan roda 3 dan 4 (Perhitungan tingkat kecepatan II)
  • 3.3. Perencanaan roda 5 dan 6 (Perhitungan tingkat kecepatan III)
  • 3.4. Perencanaan roda 7,8 dan 9 (Perhitungan tingkat kecepatan reverse)
  • 4.1.1. Perencanaan poros I kondisi 1
  • 4.1.2. Perencanaan poros I kondisi 2
  • 4.1.3. Perencanaan poros I kondisi 3
  • 4.1.4. Perencanaan poros I kondisi 4
  • 4.2. Perencanaan poros II
  • 4.3. PERENCANAAN PASAK
  • 4.4. PERENCANAAN BANTALAN
  • 4.5.1. Bantalan pada poros I
  • 4.5.2. Bantalan pada poros II
  • 4.5.3. Bantalan pada poros III
  • 5.1.Roda Gigi
  • 5.2.Poros
  • 5.3.Pasak
  • 5.4.Bantalan
  • 5.5.Pelumasan

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Dalam dunia industri, hampir semua mesin-mesin untuk
industri maupun mesin-mesin yang dipakai oleh masyarakat,
menggunakan sistem transmisi (gear box). Untuk mempermudah
menjalankan beban yang berat agar motor dapat dengan mudah untuk
memindah, mengangkat atau mendorong beban yang berat tersebut.
Dalam hal ini penulis mengambil judul “PERENCANAAN
SISTEM TRANSMISI (GEAR BOX)”. Dalam tugas ini membahas
mengenai segala sesuatu yang ada dalam sistem transmisi (gear box).

1.2. MAKSUD DAN TUJUAN PENULISAN
Mengacu pada tujuan pendidikan di perguruan tinggi, maka
maksud penulisan ini adalah:
1. Menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang
memiliki kemampuan akademik yang dapat menerapkan,
mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan dan
teknologi untuk berperan serta dalam pembangunan.
2. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan .
3. Memperdalam ilmu dan merencanakan dimensi bagian
mesin serta hal-hal lain, sehinggga dapat diterapkan di
lapangan.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
2
Tujuan dari penulisan ini adalah mentransmisikan daya dari
putaran penggerak (motor listrik, turbin motor bensin, dll).

1.3. BATASAN MASALAH
Dalam perencanaan gear box ini diperlukan elemen-elemen
pendukung yang memiliki kekuatan tertentu sesuai dengan kebutuhan
dengan besarnya daya yang dipindahkan. Masalah dari tugas ini adalah
pada dimensi dari elemen yang mempengaruhi perencanaan sistem
transmisi (gear box), diantaranya adalah:
1. Roda gigi.
2. Poros
3. Pasak
4. Bantalan.
5. Pelumasan


1.4. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika pembahasan pada tugas ini adalah sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang masalah, batasan
permasalahan dan sistematika penulisan.
BAB II : TEORI PENUNJANG
Berisi tentang teori penunjang yang digunakan dalam
penyelesaian permasalahan-permasalahan pada tugas ini
yaitu mengenai roda gigi, poros, pasak, bantalan dan
pelumasan.
BAB III : PERENCANAAN RODA GIGI (GEAR BOX)
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
3
Berisi tentang gambar mengenai perencanaan sistem
transmisi (gear box)
BAB IV : PERANCANGAN POROS, PASAK, BANTALAN,
DAN PELUMASAN
Bab ini berisi tentang perhitungan perencanaan poros,
perhitungan perencanaan pasak, perhitungan perencanaan
bantalan, perhitungan perencanaan pelumas.
BAB V : PENUTUP
Berisi tentang kesimpulan hasil perencanaan eksperimen
sistem transmisi (gear box).













Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
4
BAB II
TEORI PENUNJANG

2.1 SISTEM TRANSMISI (RODA GIGI)
Pada dasarnya sistem transmisi ( roda gigi ) merupakan suatu
alat atau mekanisme mentransmisikan daya. Tranmisi daya dengan
memakai sistem tranmisi ( RODA GIGI ), adalah pemindahan daya yang
dapat memberikan putaran yang tetap maupun putaran yang berubah.
Sehingga banyak dipergunakan pada bidang industri baik berskala besar
maupun kecil. Dengan menggunakan sistem transmisi ini
menguntungkan, diantaranya:
1. Dapat dipakai untuk putaran tinggi maupun rendah.
2. Kemungkinan terjadinya slip kecil
3. Tidak menimbulkan kebisingan.
Sedangkan sistem transmisi ( RODA GIGI ) tersebut memiliki
bermacam macam jenis dan kegunaannya.

2.2 MACAM – MACAM SISTEM TRANSMISI (RODA GIGI)
2.2.1 RODA GIGI LURUS (SPUR GEAR)
Roda gigi lurus harus dipakai untuk mentransmisikan daya
dan gerak pada dua poros pararel. Dalam suatu rangkaian roda gigi
berpasangan. PINION merupakan roda gigi penggerak dan GEAR
merupakan roda gigi yang digerakkan.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
5

Gambar 2.1. Roda Gigi Lurus
Persamaan yang digunakan pada spurs gear:
a) Perbandingan kecepatan / ratio velocity ( rv )
2
1
2
1
1
2
d
d
Nt
Nt
n
n
= = = D
Dimana:
rv = perbandingan percepatan
n
1
, n
2
= putaran roda gigi (rpm).
Nt
1
, Nt
2
= jumlah gigi (buah).
d
1
,d
2
= Diameter Roda gigi (mm).
b) Jarak poros antara dua roda gigi (C).
Inch C
2
d d
2 1
+
=
Dimana:
C = jarak poros antara dua roda gigi (inch).
d = diameter roda gigi (inch).

c) Diametral Pitch (P).
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
6
|
.
|

\
|
=
Inchi
JumlahGigi
P
d
Nt

Dimana:
Nt = jumlah gigi (buah).
d = diameter lingkaran pitch (inch).
d) Standart ukuran roda gigi:
Nama
°
=
2
1
14 o
20° 20° dipotong 25°
Addendum (A)
P
1

P
1

P
8 , 0

P
1

Dedendum (b)
P
157 , 1

P
25 , 1

P
1

P
25 , 1

Tinggi gigi ©
P
157 , 2

P
25 , 2

P
8 , 1

P
2

Tinggi kontak (d)
P
2

P
2

P
6 , 1

P
2

celah
( )
( ) d c
a b
P ÷
÷
/
157 , 0

P
25 , 0

P
2 , 0

P
25 , 0


e) Jari – jari base circle :
Rb = r cos u ;
2
d
r =
Dimana:
r = radius pitch circle (in)
u = sudut kontak (
o
)
f) Kecepatan putaran roda gigi (Vp).
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
7
12
n d π × ×
= vp
Dimana:
Vp = kecepetan putaran
D = diameter roda gigi (inch).
N = putaran roda gigi (rpm).
g) Gaya – gaya pada roda gigi lurus, meliputi:
Torsi yang dipindahkan (T).
|
.
|

\
|
=
in
lb
T
n
daya
63000
÷ Gaya tangensial (Ft).
Vp
N 33.000×
= Ft
Dimana:
Ft = Gaya tangensial.
N = daya.
Vp = kecepatan garis kontak
n = putaran roda gigi (rpm)

÷ Gaya Normal (Fn).
lb
Ft
Fn
o cos
=
÷ Gaya Radial (Fr).
o Sin Fn Fr · =
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
8
÷ Gaya Dinamis (Fd).
Ft Fd
|
.
|

\
| +
=
600
Vp 600
 Untuk 0 < Vp s 2000 ft / menit
Ft Fd
|
.
|

\
| +
=
1200
Vp) 1200
Untuk 2000 <Vps 4000 Ft/menit

|
|
.
|

\
|
+
= Ft Fd
78
) Vp (78
Untuk Vp > 4000 Ft/menit
Dimana Fw > Fd dan Fb > Fd
Dimana:
Fd = beban dinamis ( lb )
Vp = kecepatan putaran roda gigi ( Ft/menit )
Ft = Gaya tangensial.
h) Menentukan lebar gigi ( b ).

k . Q . d
Fd
= b

2 1
2
d d
2d
+
= Q
Dimana:
b = lebar gigi ( inchi ).
Fd = beban dinamis ( lb ).
d
1
= diameter pinion.
d
2
= diameter gear.
Q = factor beban.
k = factor beban terkecil.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
9
Syarat keamanan:
p
13
b
p
9
<


Gambar. 2.2. Distribusi Gaya-Gaya.
Penjelasan distribusi gaya-gaya:
÷ Gaya radial ( Fr ) = Gaya yang berimpit dengan jari-
jari.
÷ Gaya tangensial = Gaya yang biasa disaebut sebagai
garis singgung.
÷ Gaya normal = Gaya yang tegak lurus bidang.
i) Menentukan baban ijin bending ( Fb ).
p
y
b s Fb . .
0
=

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
10
Dimana:
y = faktor bentuk Lewis
s = ketahanan permukaan ijin
j) Koreksi Metode AGMA.
Sad =
Kr x Kt
Ki Sat ×
Psi
Dimana :
Sad = Tegangan ijin max perencanaan ( Psi )
Sat = Tegangan ijin bahan ( Psi )
Ki = Faktor umur = 1 sembarang umum
Kt = Faktor tempratur = 1
Kr = Faktor keamanan = 1,333
Tegangan yang pernah terjadi pada kaki gigi ( ot ).
ot =
j B Kv
Km Ks P Ko Ft
× ×
× × × ×

ot = Tegangan yang terjadi ( Psi )
Ft = Gaya tangensial ( lb )
Ko = Faktor koreksi beban lebih 1, 25
Ks = Faktor koreksi ukuran = 1
Km = Faktor koreksi distrubusi beban
Kv = Faktor koreksi distribusi beban
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
11
j = Faktor koreksi beban lebih 1, 25
P = diameter Pitch
b = lebar gigi
Syarat keamanan; sad > ot

2.2.2 RODA GIGI KERUCUT / KONIS ( BEVEL GEAR )
Roda gigi ini dipakai untuk memindahkan daya dengan
kedudukan poros yang tidak pararel dan saling berpotongan, baik yang
membentuk sudut 90
0
maupun yang lebih, Bevel gear ini paling baik
untuk jenis roda gigi konis, karena yang memuat gigi memang sudah
berbentuk konis, dan tidak berbentuk silindris.
Type-type Bevel Gear:
a). Straight bevel gear ( untuk putaran rendah, paling sederhana )
b). Zerol bevel gear ( memiliki gigi melengkung dengan spiral nol )
c). Spiral bevel gear.
d). Hypoid bevel gear.
Keterangan:
1. Roda gigi konis dengan gigi lurus ( straight bevel gear ) adalah
jenis bevel gear yang paling sederhana, dimana berdasarkan
kenyataan bahwa giginya dipotong / dibuat lurus, mengecil ke
dalam ( taper ).
Perbandingan kecepatan untuk bevel gear adalah:
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
12
rv =
driver n
driven n

Sedang sudut antara kedua poros roda gigi adalah jumlah dari sudut
pitch-nya:
E = I + ¸
Dimana:
E = sudut poros
I = sudut pitch gear
¸ = sudut pitch pinion
Sudut picth dapat dicari dengan rumus:
Tan I =
Σ cos Ntg) / (Ntp
Σ sin
+

tan ¸ =
Σ cos Ntp) / (Ntg
Σ sin
+

Dengan demikian apabila sudut poros = 90
0
, maka:
tan I =
Ntp
Ntg

tan ¸ =
Ntg
Ntp

2. Jumlah gigi equivalent dapat dihitung dengan :
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
13
Nt’g =
Γ cos
Ntg
; Nt’p =
γ cos
Ntp

Dimana:
Nt’ = jumlah gigi equivalent
Nt = jumlah gigi sebenarnya
3. Kekuatan gigi bevel.
4. Bahan dinamis untuk bevel gear.
Kecepatan pitch-line = Vp, dan yang dipakai pada persamaan ini
dicari pada pitch diameter rata-rata
Diharapkan besarnya = Fb > Fd
5. Beban keausan ijin dapat memakai rumus:
Estimasi beban keausan ijin dapat memakai rumus:
Fw =
γ cos
' Q . k . dp

dp = diameter pitch diukur dari bagian belakang gigi
Q =
tg N' tp N'
tg N' 2
+

Dimana:
N’tp dan N’tg = jumlah gigi eqivalent pada pinion dan gear.
6. Metode AGMA untuk perencanaan bevel gear.
Faktor koreksi khusus bevel gear persamaanya adalah:
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
14
ot =
j . b . Kv
Km . Ks . P . ko . Ft

Dimana:
ot = Tegangan yang terjadi sepanjang kontak gigi ( psi )
Ft = Beban transmisi ( lb ) didasarkan pada harga diameter
picth yang paling besar.
Kt = Faktor keamanan ( kepercayaan )
Dari dua persamaan diatas, maka harga ot harus lebih kecil atau
sama dengan S
ad
……..maka ot s S
ad
.
Ko = Faktor koreksi beban lebih ( lihat table pada spurs
gear….table 4 )
P = Diameter pitch, diambil harga yang palig besar.
Ks = Faktor koreksi ukuran ( diambil dalam grafik )
Km = Koreksi distribusi beban.
Kv = Faktor dinamis, memakai grafik untuk spor gear.
b = lebar gigi.
J = factor geometri, dilihat dari grafik untuk sudut tekan 20
0

dan 25
0
pada bevel gear dan gigi lurus.
Tegangan maksimum untuk perencanaan menurut AGMA:
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
15
S
ad
=
r . t
l at
K K
K . S

Dimana:
S
ad
= Tegangan ijin maksimum perencanaan. ;( psi )
S
at
= Tegangan ijin material ;( psi )
K
l
= Faktor umur………………………… lihat pada spurs gear
= Faktor temperatur……lihat cara mencari pada spor gear.
7. Keausan
Untuk perhitungan keausan, persamaan AGMA dapat
dipakai sebagai dasar perhitungan
o
c
= C
p
.
I . b . d . C
C . C . C . C . F
v
f m s o t

oc = Tegangan kontak yang terjadi.
Cp = Koefisien yang dipengaruhi oleh sifat elastis beban.
Ft = Gaya tangensial yang terjadi / dipindahkan yang
didasarkan pada harga diameter picth yang terbesar.
Co = overload faktor.
Cv = faktor dinamis.
d = diameter pitch pinion diambil yang terbesar ( in )
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
16
b = lebar gigi, diukur pada lebar gigi yang bersentuhan dengan
gigi pasanganya.
Cs = faktor ukuran.
Cm = Faktor distribusi beban.
I = faktor geometri.
Cf = faktor kondisi permukaan
Setelah mencari harga c, kemudian harga ini harus memenuhi
persyaratan;
oc s Sac .

R T
H L
C . C
C . C

Dimana:
Sac = Tegangan kontak ijin.
C
L
= Faktor umur
C
H
= Faktor pengerasan
C
T
= Faktor temperatur
C
R
= Faktor keamanan.
Daya maksimum yang dapat dipindahkan bila didasarkan pada
keausan dapat dicari dengan rumus:
Pac =

R T p
H L
C . C . C
C . C . Sad
Co Cf. . Cs . 126000
Cv . I . b . np

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
17

Gambar 2.3. Roda Gigi Kerucut

2.2.3. RODA GIGI MIRING ( HELICAL GEAR )
Roda gigi miring dipakai untuk memindahkan daya yang
kedudukan porosnya pararel maupun tidak pararel. Perbedaan secara
umum dengan roda gigi lurus, pada roda gigi miring dipakai untuk
putaran tinggi ( > 3600 rpm ) dan pemindahaan daya besar serta
masalah kebisingan tidak menjadi masalah.
Kerugian roda gigi ini adalah sudut HELIX yang menimbulkan
beban frusit ( beban aksial terhadap poros ) sehingga harus memakai
bantalan. Bearing bone yang dapat menahan beban tersebut sebaik
beban radial.
Rumus-rumus yang terdapat pada Helical Gear:
a) Ukuran geometri pada Helical Gear
 Normal circular pitch ( Pn ) adalah jarak antara dua titik pada gigi
yang ada pada satu bidang yang tegak lurus terhadap sudut helix.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
18
 Transverse Circular pitch ( P ) adalah diukur pada bidang yang
tegak lurus sumbu poros.
 Aksial picth ( Pa ) adalah jarak yang diukur dari bidang yang
sejajar sumbu poros.
Pn = P . cos m
Pa = P . cos m
P =
d
Nt

Dimana:
P = diameter pitch pada bidang yang tegak lurus sumbu poros.
Et = jumlah gigi gear
d = diameter circle
Pn = normal diameter pitch
P.p = t ; Pn . Pn = t dan Pn =
φ cos
P

b) Jumlah gigi equivalent
Radius ellip
Nc =
φ cos 2
d
2

Jumlah gigi equivalent dapat dihitung dengan rumus;
Nte = Pn . 2 . rc
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
19
Dimana Pn = normal diameter pitch, dengan demikian;
Nte = Pn . 2
φ cos 2
d
2

c) Beban dinamis pada helical gear
Dapat diperkirakan dengan rumus :
Fd = Ft
78
Vp 78+

Dimana:
Vp = pitch line velocity
d) Tegangan bending pada helical gear
Persamaan lewis :
Fb =
Pn . Kf
y . b . s

Dimana :
Fb = bidang normal.
Pn = diameter pitch
ot =
j . b . Kv
Km . Ks . P . ko . Ft

S
ad
=
r . t
l at
K K
K . S


Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
20
Dimana:
Ko = faktor beban lebih.
Kv = faktor dinamis
Km = faktor distribusi beban.
J = faktor geometri


Gambar 2.4. Roda Gigi Miring

2.2.4. RODA GIGI CACING ( Worm Gear )
Fungsi roda gigi ini adalah untuk menstransmisikan daya pada
poros yang paling tegak lurus dan sebagai reduser dengan
perbandingan kecepatan yang besar. Keuntungan dari Worm Gear
adalah tidak timbulnya pukulan yang terjadi pada roda gigi yang lain.
Ukuran dan persamaan:
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
21
 Persamaan kinematik yang penting pada Worm gear adalah :
tan ì =
Vpw
Vpq
dw . π
I
=
dimana:
Vpq = kecepatan pitch line pada gear.
Vpw = kecepatan pitch line pada worm.
ìw = sudut lead pada worm.
I = lead = Ntw x Paw = jumlah gigi atau ulir pada
worm x axial pitch pada worm.
dw = pitch diameter worm
 Pencegahan besarnya dw menurut AGMA memakai rumusan
berikut :
dw >
2 , 2
875 , 0
C
~ 3 pq
Dimana:
pq = circular pitch pada gear dalam satuan inch perbandingan
kecepatan :
rv =
dq . π
l
Ntq
Ntw
ww
wq
= =
 Kekuatan worm gear.
Mencari kekuatan gigi pada gear yaitu:
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
22
Fb = Pn . y . P s.
Pn
b . y . s
=
 Beban dinamis
Beban dinamis dapat diperkirakan dengan memakai rumusan:
Fd = Ft
1200
Vpq 1200
|
.
|

\
|
+

Dimana:
Vpq = kecepatan pada pitch line dari gear dalam feet per-
menit
Ft = Besarnya beban yang ditransmisikan besarnya
daya yang bekerja diterima pada gear.
 Beban keausan
Rumus untuk mencari beban keausan:
Fw = dq . b . k’
Dimana:
dq = diameter pitch dari gear.
b = lebar permukaan gigi.
k' = konstanta yang berkaitan dengan material serta
ukuran dari roda gigi.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
23


Gambar 2.5. Roda Gigi Cacing

2.3. POROS ( SHAFT )
Poros adalah merupakan bagian / elemen dari mesin yang dalam
penggunaannya dapat berfungsi sebagai poros yang meneruskan tenaga,
poros penggerak kelep (cam-shaft) poros penghubung dan lainnya.
Beberapa definisi dari poros
1. Shaft : adalah poros yang ikut berputar untuk
memindahkan daya dari mesin ke mekanisme yang
digerakkan.
2. Axle : adalah poros yang tetap dan mekanisme yang
berputar pada poros tersebut, juga berfungsi sebagai
pendukung.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
24
3. Spindle : adalah poros yang pendek terdapat pada mesin
perkakas dan mampu / sangat aman terhadap momen bending.
4. Line shaft: (juga disebut “power transmission shaft”), adalah
suatu poros yang langsung berhubungan dengan mekanisme
yang digerakkan dan berfungsi memindahkan daya dari
penggerak ke mekanisme tersebut.
5. Jack shaft: adalah poros yang pendek, biasanya dipakai pada
dongkrak “jack” mobil.
6. Fleksibel shaft: adalah poros yang juga berfungsi
memindahkan daya dari dua mekanisme (antara motor dan
mekanisme), dimana perputaran poros membentuk sudut
dengan poros yang lainya. Daya yang dipindahkan relatif
rendah.

Poros dapat dibedakan menjadi:
a. Poros Lurus
Sebatang logam yang berpenampang lingkaran berfungsi
memindahkan putaran atau mendukung beban. Beban yang didukung poros
adalah puntir dan beban bending.

Gambar 2.6. Poros Lurus
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
25
b. Poros Bintang
Sebatang logan yang berpenampang lingkaran dan terdapat
sirip yang mempunyai bintang, poros dihubungkan dengan roda gigi tanpa
memakai pasak.
7. Persamaan yang digunakan pada poros bintang :
a) Tegangan geser maksimum ( o max )
o max = Psi
N
Syp x 0,5

Dimana:
o max = tegangan geser maksimum ( Psi )
N = faktor keamanan
Syp = yield posisi dari material
b) Diameter poros
d =
N
Syp
x 0,5 x π
T MB x 16
2 2
+

Dimana:
d = diameter poros (inch)
MB = momen bending yang diterima poros (lb. in)
T = momen torsi myang diterima poros


Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
26
2.4. PASAK ( KEY )
Pasak adalah beagian dari elemen mesin, disamping digunakan
untuk menyambung, juga digunakan untuk menjaga hubungan putaran
relatif antara poros dari mesin dengan perlatan mesin yang lain. Seperti
roda gigi, pulley, sproket, cam, lever, flywheel, impeller, yang
disambungkan dengan poros mesin tersebut.
Adapun macam-macam pasak:
a. Pasak datar segi empat ( standart square key )
Type pasak ini adalah suatu type yang umumnya
mempunyai dimensi ( w ) yaitu lebar dan tinggi ( H ) yang
sama, yang kira-kira sama dengan ¼ dari diameter poros.
b. Pasak datar standart ( standart flat key )
Pasak ini adalah jenis pasak yang yang sama dengan
pasak datar segi empat, tetapi hanya disini tinggi pasak tidak
sama dengan lebar pasak tetatp itngginya mempunyai
dimensi yang tersendiri.
Dimensinya adalah:
W = lebar pasak.
L = panjang pasak
H = tinggi pasak.
c. Pasak tirus (tapered keys)
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
27
Pasak ini biasanya digunakan untuk menghubungkan
poros roda dimana poros sering direncanakan untuk
menerima gaya kompresi apabila pasak ini terpasang secara
tetap pada alur pasak diporos maupun diklopnya.
d. Pasak bidang lingkaran ( Woodruff Keys )
Pasak ini adalah salah satu pasak yang dibatasi oleh
satu bidang datar pada bagian atas dan bidang bawah
merupakan busur lingkaran ( semi circular ) hampir berupa
setengah lingkaran.
.
Gambar 2.7. Macam-macam Pasak
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
28
Persamaan yang digunakan pada pasak:
a. Gaya ( F )
F =
D/2
T
=
D
2T

Dimana:
F = besarnya gaya ( lb )
T = besarnya torsi ( lb/in )
D = diameter poros ( in )
b. Tegangan geser yang terjadi ( os )
os =
D . L . W
T x 2
A
F
=
Dimana:
F = gaya pada pasak. ( lb )
W = lebar pasak ( in )
L = panjang pasak ( in )
D = diameter pasak ( in )
Syarat keamanan:
Ssyp =
D . L . W
T x 2

Dimana:
Ssyp = 0,58 x Syp
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
29
N = faktor keamanan
c. Tegangan kompresi yang timbul ( oc )
oc =
N
syp
Wd x σc
T x 4
=
2.5. BANTALAN ( BEARING )
Bantalan dibuat untuk menerima beban radial, aksial, ataupun
gabungan keduanya dan bantalan dapat dibedakan macamnya sebagai
berikut:
1. Bantalan gelinding bola radial :
a. Bantalan gelinding dengan bola radial.
b. Bantalan gelinding dengan bola radial dengan kotak
penyudut.
c. Bantalan gelinding aksial.
2. Bantalan gelinding dengan rol.
a. Bantalan rol silinder.
b. Bantalan rol jarum.
c. Bantalan rol tirus.
d. Bantalan rol bentuk bola.
Persamaan yang digunakan pada bantalan:
I. Umur bantalan (L
10
)
L
10
=
6
b
10
P
C
×

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
30
Dimana:
L
10
= umur bantalan ( jam )
C = beban dinamis ( lb )
P = beban equivalen ( lb )
b = konstanta tipe bantalan
II. Beban equivalen (P)
P = Fc . { (xv . Fy) + (yFa) }
Dimana:
Fc = konstanta beban.
x = konstanta radial
v = faktor putaran
y = konstanta aksial
Fr = beban radial
Fa = beban aksial
Beberapa bentalan dinetralisis seperti terlihat pada gambar 2.9
Adapun jenis bantalan yang lain adalah bantalan rol silindris
seperti yang ditujukan pada gambar 2.10.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
31

Gambar 2.8. Macam-macam bantalan
Keterangan:
a. Rool lurus
b. Rool aksial berbentuk bola.
c. Rool aksial kerucut.
d. Jarum.
e. Rool kerucut.
f. Rool kerucut bersudut enam.


2.6. TEORI DASAR PELUMASAN
Perawatan roda gigi merupakan kelengkapan yang harus
diberikan agar kondisi operasional roda gigi selalu berjalan dengan baik.
Salah satu perawatan adalah dengan minyak pelumas pada bagian-bagian
mesin yang bergerak.
Tugas dari pemberian pelumas pada system trasmisi antara lain:
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
32
1. Untuk mengurangi keausan yang terjadi akibat dari adanya
gesekan antara dua bagian yang saling bergerak.
2. Mengurangi suara berderit pada bagian-bagian mesin yang
saling bersentuhan.
3. Mengurangi kehilangan daya akibat adanya gaya gesek antara
bagian-bagian yang bergerak yang dapat menaikkan
temperatur.
4. Membawa kotoran atau geram yang dihasilkan akibat adanya
gesekan.
Ditinjau dari segi temperatur, viskositas minyak pelumas
dipengaruhi besarnya temperatur. Semakin tinggi temperatur, maka
viscositas minyak pelumas akan turun dengan demikian untuk
pengoperasian selanjutnya minyak pelumas perlu diganti bila
viscositasnya sudah terlalu rendah.
Dalam pemilihan cara pelumasan agar mendapat hasil baik,
sangat perlu diperhatikan konstruksi dari elemen mesin yang akan
dilumasi, kondisi kerja dan letak bantalan. Disamping itu pula tempat
pelumasan, bentuk serta kekasaran alur pelumasnya juga merupakan hal
yamg penting untuk diperhatikan.
Oleh karena itu dalam memilih cara pelumasan yang spesifik
untuk problem yang ada, tergantung dari berapa besar perhatian yang
harus diberikan pada bantalan dan juga bagaimana pentingnya bantalan
dalam suatu bagian dari system tersebut.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
33
A. Macam macam pelumasan menurut bentuknya:
 Pelumasan padat
 Pelumasan semi padat.
 Pelumasan cair.
B. Menurut caranya yang paling banyak dipakai adalah:
 Pelumasan tangan ( Hand Oiling ): dipakai untuk beban
yang ringan dan kerja yang tidak kontinyu ( dilakukan
oleh tangan ), system ini tidak bekerja secara terus
menerus. Kekurangan dari metode ini adalah banyak
terjadi kebocoran, aliran pelumasan tidak teratur, tidak
kontinyu, tidak cukup menghasilkan lapisan film pelumas.
Pelumas cara ini biasanya dipakai bila tidak ada
alternative cara lain yang dapat dipakai.
 Pelumasan tetes ( Drop – Feed Oiler ): minyak diteteskan
dengan jumlah yang teratur melalui sebuah katup jarum.
Cara ini juga dapat dikontrol dengan mengatur posisi
waktunya, sehingga kebutuhan pelumas sesaui dengan
yang diinginkan, dan juga kontinyuitas aliran dapat
dipertahankan. Cara ini juga lebih baik dari cara
pelumasan tangan, hanya cukup berbahaya bagi
bantalan apabila pelumasnya mengandung kotoran yang
dapat menutup lubang katup sehingga aliran terhenti.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
34
 Pelumasan sumbu ( Weck – Feed Oiler ): pelumasan
dengan menggunakan sumbu untuk menghisap minyak
dan dicelupkan salah satu ujungnya kedalam reservoir
pelumas dan ujung yang lainnya di kontak langsung
dengan bantalan yang akan dilumasi, dengan gaya kapiler
pelumas terhisap dan diteruskan melalui sumbu
kebantalan. Cara ini lebih baik dari pada cara pelumasan
tangan, karena aliran pelumas dapat lebih kontinyu dan
kontinyuitas aliran juga dapat di control, ini sangat
tergantung terhadap bahan dan kontruksi sumbunya.

Gambar 2.9 Pelumasan Sumbu
 Pelumasan percik dan celup ( Splash – Systems Oiled ):
bila mesin menggunakan bagian-bagian yang berputar dan
ada bantalan, minyak dari bak penampung dipercikkan
dan biasanya digunakan dalam pelumasan torak, silinder
motor yang mempunyai putaran tinggi. Seperti pada poros
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
35
engkol ( crank shaft ), roda gigi ( gear ), maka cara
pelumasan ini sangat cocok untuk mekanisme yang
mempunyai rumah kotak seperti, kotak roda gigi dengan
mekanisme gigi-giginya.

Gambar 2.10 pelumasan percik
 Pelumasan cincin ( Ring – Oiled Bearing ): pelumasan ini
menggunakan cincin atau rantai yang digantung pada
poros dekat bantalan sehingga cincin ini ikut berputar
bersama poros dan mengangkat minyak yang diperlukan
dari bawah. Cara ini dipakai pada beban-beban sedang dan
putaran relative tinggi.
 Pelumasan pompa ( Pump Oiled ): cara ini bertujuan
untuk memberikan pelumasan kebantalan atau bagian-
bagian yang perlu pelumasan dimana dari konstruksinya
sulit dilaksanakan dengan cara-cara terdahulu, dalam hal
ini diperlukan pompa untuk memompa pelumas kebagian-
bagian tersebut. Cara ini banyak digunakan pada akhir-
akhir ini, baik untuk mekanisme putaran tinggi dan beban
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
36
besar. Panas akan dilepaskan, karena di reservoir
dilakukan pendinginan. Variabel utama dengan cara ini
adalah tekanan yang dihasilkan dari pompa. Disini pompa
digunakan untuk mengalirkan minyak ke bantalan karena
letaknya sulit.
 Pelumasan gravitasi: dari sebuah tangki diatas bantalan
minyak dialirkan oleh gaya beratnya sendiri.
 Pelumasan rendam: sebagian dari komponen mesin
direndam dalam minyak.
Tujuan dari pelumasan adalah untuk mencari viscositas absolut dan
mencari jenis pelumasan yang akan digunakan yaitu SAE.
÷ Perencanaan viscositas absolut dari pelumas
|
.
|

\
|
÷ =
Sus
Sus t Z
180
. 22 , 0 p
Dimana : Z = Absolute viscositas ( cp )
pt = Spesific gravity pada temperatur test ( t )
Kp = 1,45 x 10
-7
Reynold
÷ Jenis pelumas SAE ( Society American of Engineering )
Dengan mengetahuiviskositas absolut suatu pelumas
dalam reynold, dimana:
( )
7
10 45 , 1
÷
= x Z u Reynold
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
37
Dengan menggunakan figure 8-13 ( A.D. Deutschman hal.426 )
dimana ( temperature test of ) maka diperoleh jenis minyak
pelumas SAE tertentu.







































Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
38
BAB III
PERENCANAAN RODA GIGI

3.1. Perencanaan roda 1 dan 2 (Perhitungan tingkat kecepatan 1)
Dengan data-data sebagai berikut:
- Daya motor ( N ) = 30 hp
- Putaran input ( n
inp
) = 4000 rpm
- Putaran output ( n
1
) = 1000 rpm
- Asumsi : - o ( sudut kontak ) = 25° full depth
- C ( arak poros I dan II ) = 8 in
- P ( diametral pitch ) = 10
Menentukan diameter roda gigi 1 & 2.
a. perbandingan kecepatan (rv).
4
1
4000
1000
= = =
in
out
n
n
rv
¬
2 1
2
1
4
4000
1000
d d
d
d
= ¬ =
b. Karena jarak sumbu poros © = 8 in, maka :
( )
in d
d d
d d
c
2 . 3
4 16
8
2
1
1 1
2 1
=
+ =
=
+
=
;
( )
in d
d
d d
8 . 12
2 . 3 16
2
8
2
2
2 1
=
+ =
+
=

Jadi: d
1
= 3.2 in
d
2
= 12.8 in
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
39
c. Menentukan jumlah gigi
Karena diametral pitch (P) = 10, maka :
d
Nt
P = ¬ Nt
1
= P. d
1
= 10. 3.2 = 32 gigi
Nt
2
= P. d
2
= 10. 12.8 = 128 gigi
d. Menentukan addendum dan dedendum untuk o = 25° full depth

( )
( )
( )
( ) in
P
d Dedendum Diameter
in
P
d Addendum Diameter
in
P
d Dedendum Diameter
in
P
d Addendum Diameter
in
P P
Gigi Tinggi
in
P
Kontak Tinggi
in
P
Celah
in
p
Dedendum
in
P
Addendum
55 . 12 125 . 0 2 8 . 12
1
2
13 1 . 0 2 8 . 12
1
2
45 . 1 125 . 0 2 2 . 3
25 . 1
2
4 , 3 1 . 0 2 2 . 3
1
2
225 . 0
25 . 2 25 . 2
2 . 0
10
2 2
025 . 0
10
25 . 0 25 . 0
125 . 0
10
25 . 1 25 . 1
1 . 0
10
1 1
2
2
1
1
= ÷ =
|
.
|

\
|
÷ =
= + =
|
.
|

\
|
+ =
= ÷ =
|
.
|

\
|
÷ =
= + =
|
.
|

\
|
+ =
= = =
= = =
= = =
= = =
= = =

e. Jari jari base circle (rb
1
,rb
2
)
rb
1
= r
1
. cos o 45 , 1 91 . 0 .
2
2 . 3
25 cos .
2
1
= = =
d

rb
2
= r
2
. cos o in
d
82 . 5 91 . 0
2
8 . 12
25 cos
2
2
= = =

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
40

f. Kecepatan keliling (Vp)
menit
ft
n d
Vp
in
33489
12
4000 . 2 , 3 . 14 , 3
12
. .
1
= = =
t

g. Perhitungan gaya gaya yang terjadi pada roda gigi 1 & 2

gaya roda gigi 1 gaya roda gigi 2
T = 63025.
n
N

T
1
= 63000.
4000
30
= 472.5 lb. in (roda gigi 1)
T
2
= 63000.
1000
30
= 1890 lb . in (roda gigi 2)
- Gaya tangensial ( Ft )
lb
Vp
N
Ft 61 . 295
3349
30 33000 33000
1
=
×
=
×
=
Ft
2
= Ft
1
(arahnya berlawanan)
- Gaya normal (Fn)
lb
Ft
Fn 17 . 326
25 cos
61 . 295
cos
1
1
= = =

o

Fn
2
= Fn
1
(arahnya berlawanan)
- Gaya radial (Fr)
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
41
Fr
1
= Fn
1
.sin o = 386,664 sin 25° = 163,559 lb
Fr
2
= Fr
1
(arahnya berlawanan)
- Gaya dinamis (Fd)
Untuk 2000 < vp s 4000
menit
ft

lb
Ft
vp
Fd
61 . 1120 61 . 295
1200
3349 1200
.
1200
1200
= ×
+
=
+
=

h. Menentukan lebar gigi
k q d
Fd
b
. .
1
>
Dimana: 6 . 1
8 . 12 3
8 . 12 . 2 . 2
2 1
2
=
+
=
+
=
d d
d
Q
k = 200 (Steel BHN 275) Tabel 10.11
Maka: b = in b 09 . 1
200 6 , 1 2 . 3
61 . 1120
=
× ×
=
Cek lebar gigi :
P
b
P
13 9
< <
karena 0.9 < 1.09 < 1.3 maka lebar gigi aman.


i. Mencari beban ijin bending (Fb) :
P
Y
b So Fb . . =
Dimana : Y
1
= 0,433 ( untuk Nt = 32 gigi ) table 10.2
Y
2
= 0,530 ( untuk Nt = 128 gigi ) table 10.2
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
42
Bahan cast steel (low carbon) 0.20% WTQ mempunyai
So = 25000 psi (BHN250) table 10.3
- Untuk pinion
Fb
1
= 25000 . 1,09 . psi 93 . 1179
10
433 , 0
=
- Untuk gear
Fb
2
= 25000 . 1,09 . psi 25 . 1444
10
530 , 0
=
Karena Fb
1
> Fd dan Fb
2
> Fd, maka perencanaan roda gigi
aman
j. Pemeriksaan tegangan ijin maksimum perencanaan
R T
K K
K Sat
Sad
.
.
1
=
Dimana : K
1
: 1( umur tidak pasti )
K
T
: 1 ( temperatur pelumasan kurang dari 250°F )
K
R
: 1,33 ( normal design, table 10.10 )
Sat : 39380 psi (Tabel 10.7)
Maka :
psi Sad 85 . 65139
) 33 , 1 ( 1
1 . 1 . 39380
= =
Tegangan yang terjadi
j b Kv
Km Ks P Ko Ft
. .
. . . .
1
o
Dimana : Ko = 1,25 ( table 10.4 )
Ks = 1 ( spur gear )
Km = 1,3 ( table 10.5 )
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
43
J = 0,36 ( Grafik 10.22 )
Maka:
46 . 0
3349 50
50
50
50
=
+
=
+
=
Vp
Kv
Maka:
psi 5 . 26612
) 36 , 0 ( ) 09 , 1 ( ) 46 , 0 (
) 3 , 1 . 1 ( ) 10 ( ) 25 , 1 ( ) 91 , 295 (
1
= o
Karena o
1
( 26612,5 psi ) < Sad ( 65139.85 psi ), maka
perencanaan roda gigi aman.

3.2. Perencanaan roda 3 dan 4 (Perhitungan tingkat kecepatan II)
Dengan data-data sebagai berikut:
÷ Daya motor ( N ) = 30 hp
÷ Putaran input ( n
inp
) = 4000 rpm
÷ Putaran output ( n
1
) = 2000 rpm
÷ Asumsi : - o ( sudut kontak ) = 25° full depth
- C ( jarak poros II dan III ) = 8 in
- P ( diametral pitch ) = 10

Menentukan diameter roda gigi 3 & 4.
a. perbandingan kecepatan (rv).
2
1
4000
2000
= = =
in
out
n
n
rv
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
44
¬
4 3
4
3
2 d d
d
d
= ¬
b. Karena jarak sumbu poros © =8 in, maka :
( )
in d
d d
d d
c
3 , 5
2 16
8
2
3
3 3
4 3
=
+ =
=
+
=
;
( )
in d
d
d d
7 , 10
3 , 5 16
2
8
4
4
4 3
=
+ =
+
=

Jadi: d
3
= 5,3 in
d
4
= 10,7 in
c. Menentukan jumlah gigi
Bila diametral pitch (P) = 10, maka :
d
Nt
P = ¬ Nt
1
= P. d
1
= 10. 5,3 = 53 gigi
Nt
2
= P. d
2
= 10. 10,7 = 107 gigi
d. Menentukan addendum dan dedendum untuk o = 25° full depth

( )
( )
( )
( ) in
P
d Dedendum Diameter
in
P
d Addendum Diameter
in
P
d Dedendum Diameter
in
P
d Addendum Diameter
45 , 10 125 . 0 2 7 , 10
1
2
9 , 10 1 . 0 2 7 , 10
1
2
05 , 5 125 . 0 2 3 , 5
25 . 1
2
5 , 5 1 . 0 2 3 , 5
1
2
4
4
3
3
= ÷ =
|
.
|

\
|
÷ =
= + =
|
.
|

\
|
+ =
= ÷ =
|
.
|

\
|
÷ =
= + =
|
.
|

\
|
+ =


e. Jari jari base circle (rb
1
,rb
2
)
rb
3
= r
3
. cos o in
d
402 , 2 25 cos
2
3 , 5
25 cos
2
3
= = = ;
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
45
rb
4
= r
4
. cos o in
d
849 , 4 25 cos
2
7 , 10
25 cos
2
4
= = =

f. Kecepatan keliling (Vp).
menit
ft
n d
Vp
in
33 , 5547
12
4000 . 3 , 5 . 14 , 3
12
. .
3
= = =
t

g. Perhitungan gaya gaya yang terjadi pada roda gigi 3 & 4
T = 63000.
n
N

T
3
= 63000.
4000
30
= 472,69 lb. in (roda gigi 3)
T
4
= 63000.
2000
30
= 945,38 lb . in (roda gigi 4)
- Gaya tangensial (Ft)
lb
Vp
N
Ft 46 , 178
33 , 5547
30 33000 33000
3
=
×
=
×
=
Ft
4
= Ft
3
(arahnya berlawanan)
- Gaya normal (Fn)
lb
Ft
Fn 91 , 196
25 cos
46 , 178
cos
3
3
= = =

o

Fn
4
= Fn
3
(arahnya berlawanan)
- Gaya radial (Fr)
Fr
3
= Fn
3
sin o = 196,91 sin 25° = 83,22 lb
Fr
4
= Fr
3
(arahnya berlawanan)

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
46
- Gaya dinamis (Fd)
lb
Ft
vp
Fd
43 , 948 46 , 178
78
33 , 5547 78
.
78
78
= ×
+
=
+
=

h. Menentukan lebar gigi.
k q d
Fd
b
. .
3
=
Dimana: in
d d
d
Q 34 , 1
7 , 10 3 , 5
7 , 10 . 2 . 2
4 3
4
=
+
=
+
=
k = 51 ( BHN Steel 150) Tabel 10.11
Maka: in b 96 , 0
51 34 , 1 3 , 5
87 , 348
=
× ×
=
Cek lebar gigi :
P
b
P
13 9
< <
karena 0.9 < 1.22 < 1.3, maka lebar gigi dinyatakan aman.
i. Mencari beban ijin bending (Fb) :
P
Y
b So Fb . . =
Dimana : Y
3
= 0,481 ( untuk Nt = 53 gigi )
Y
4
= 0,523 ( untuk Nt = 107 gigi )
Bahan cast steel (low carbon) 0,20% WTQ mempunyai So =
25000 psi (BHN 250) table 10.3
- Untuk pinion
Fb
3
= 25000 . 0,96 . psi 4 , 1154
10
481 , 0
=
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
47
- Untuk gear
Fb
4
= 25000 . 0,96 . psi 8 , 1276
10
532 , 0
=
Karena Fb
3
> Fd dan Fb
4
> Fd, maka perencanaan roda gigi
aman.
j. Pemeriksaan tegangan ijin maksimum perencanaan
R T
L
K K
K Sat
Sad
.
.
=
Dimana : K
L
: 1,1 ( table 10.8 )
K
T
: 1 ( temperatur pelumasan kurang dari 250°F )
K
R
: 1,33 ( normal design, table 10.10 )
Sat : 39380 psi (Tabel 10.7)
Maka:
psi Sad 93 , 32569
33 , 1 . 1
1 , 1 . 39380
= =
Tegangan yang terjadi
j b Kv
Km Ks P Ko Ft
. .
. . . .
1
o
Dimana : Ko = 1,25 ( table 10.4 )
Ks = 1 ( spur gear )
Km = 1,3 ( table 10.5 )
J = 0,47 ( figure 10.22 )
Maka:
402 , 0
33 , 5547 50
50
50
50
=
+
=
+
=
Vp
Kv
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
48
Maka:
psi 18 , 15988
47 , 0 . 96 , 0 . 402 , 0
) 3 , 1 ( ) 1 ( ) 10 ( ) 25 , 1 ( ) 46 , 178 (
1
= o
Karena o
1
(15988,18) < Sad (32569,93), maka perencanaan
roda gigi aman.

3.3. Perencanaan roda 5 dan 6 (Perhitungan tingkat kecepatan III)
Dengan data-data sebagai berikut:
÷ Daya motor ( N ) = 30 hp
÷ Putaran input ( n
inp
) = 4000 rpm
÷ Putaran output ( n
3
) = 4000 rpm
÷ Asumsi : - o ( sudut kontak ) = 25° full depth
- C ( jarak poros ) = 8 in
- P ( diametral pitch ) = 10
Menentukan diameter roda gigi 3 & 4.
a. perbandingan kecepatan (rv).
1
1
4000
4000
= = =
in
out
n
n
rv

6 5
6
5
d d
d
d
= ¬


b. Karena jarak sumbu poros © = 8 in, maka :
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
49
( )
6 5
6 5
16
8
2
d d
d d
c
+ =
=
+
=

Jadi: d
5
= 8 in
d
6
= 8 in
c. Menentukan jumlah gigi
Bila diametral pitch (P) = 10, maka :
d
Nt
P = ¬ Nt
1
= P. d
5
= 10.8 = 80 gigi
Nt
2
= P. d
6
= 10. 8 = 80 gigi
d. Menentukan addendum dan dedendum untuk o = 25° full depth.
( )
( )
( )
( ) in
P
d Dedendum Diameter
in
P
d Addendum Diameter
in
P
d Dedendum Diameter
in
P
d Addendum Diameter
75 , 7 125 . 0 2 8
1
2
2 , 8 1 . 0 2 8
1
2
75 , 7 125 . 0 2 8
25 . 1
2
2 , 8 1 . 0 2 8
1
2
6
6
5
5
= ÷ =
|
.
|

\
|
÷ =
= + =
|
.
|

\
|
+ =
= ÷ =
|
.
|

\
|
÷ =
= + =
|
.
|

\
|
+ =

e. Jari jari base circle (rb
5
,rb
6
)
rb
5
= r
5
. cos o= in
d
r 63 , 3 25 cos
2
8
25 cos
2
25 cos
5
5
= = =
rb
6
= r
6
. cos o= in
d
r 63 , 3 25 cos
2
8
25 cos
2
25 cos
5
6
= = =
f. Kecepatan keliling (Vp).
menit
ft
n d
Vp
in
33 , 8373
12
4000 . 8 . 14 , 3
12
. .
5
= = =
t

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
50
g. Perhitungan gaya gaya yang terjadi pada roda gigi 5 & 6
T = 63000.
n
N

T
5
= 63000.
4000
30
= 472,69 lb. in (roda gigi 5)
T
6
= 63000.
4000
30
= 472,69 lb . in (roda gigi 6)
- Gaya tangensial (Ft)
lb
Vp
N
Ft 23 , 118
33 , 8373
30 33000 33000
5
=
×
=
×
=
Ft
6
= Ft
5
(arahnya berlawanan)
- Gaya normal (Fn)
lb
Ft
Fn 45 , 130
25 cos
23 , 118
cos
5
5
= = =

o

Fn
6
= Fn
5
(arahnya berlawanan)
- Gaya radial (Fr)
Fr
5
= Fn
5
.sin o = 130,45 sin 25° = 55,13 lb
Fr
6
= Fr
5
(arahnya berlawanan)
- Gaya dinamis (Fd)
Untuk vp > 4000
menit
ft

lb
Ft
vp
Fd
93 , 256 23 , 118
78
33 , 8373 78
.
78
78
= ×
+
=
+
=


Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
51
h. Menentukan lebar gigi.
k q d
Fd
b
. .
5
=
Dimana: 1
8 8
8 . 2 . 2
6 5
6
=
+
=
+
=
d d
d
Q
k = 30 ( Steel BHN 150 ) Tabel 10.11
Maka: in b 07 , 1
30 1 8
93 , 256
=
× ×
=
Cek lebar gigi :
P
b
P
13 9
< <
karena 0.9 < 1.07 < 1.3 maka lebar gigi dinyatakan aman.
i. Mencari beban ijin bending (Fb) :
P
Y
b So Fb . . =
Dimana : Y
5
= 0,509 ( untuk Nt = 80 gigi )
Y
6
= 0,509 ( untuk Nt = 80 gigi )
Bahan cast steel (low carbon) 0,20% WTQ mempunyai So =
25000 psi (BHN 250) table 10.3
- Untuk pinion
Fb
5
= 25000 . 1,07 . psi 58 , 1361
10
509 , 0
=
- Untuk gear
Fb
6
== 25000 . 1,07 . psi 58 , 1361
10
509 , 0
=
Karena Fb
5
> Fd dan Fb
6
> Fd, maka perencanaan roda gigi
aman.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
52
j. Pemeriksaan tegangan ijin maksimum perencanaan
R T
L
K K
K Sat
Sad
.
.
=
Dimana : K
L
: 1,1
K
T
: 1 ( temperatur pelumasan kurang dari 250°F )
K
R
: 1,33( normal design, table 10.10 )
Sat : 39380 psi (Tabel 10.7)
Maka :
psi Sad 93 , 32569
33 , 1 . 1
1 , 1 . 39380
= =
Tegangan yang terjadi
j b Kv
Km Ks P Ko Ft
. .
. . . .
1
o
Dimana : Ko = 1,25 ( table 10.4 )
Ks = 1 ( spur gear )
Km = 1,3 ( table 10.5 )
J = 0,45 (figure 10.22)
Maka:
35 , 0
33 , 8373 50
50
50
50
=
+
=
+
=
Vp
Kv

Maka:
psi 31 , 11400
45 , 0 . 07 , 1 . 35 , 0
3 , 1 . 1 . 10 . 25 , 1 . 23 , 118
1
= o
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
53
Karena o
1
(11400,31) < Sad ( 32569,93 ), maka perencanaan
roda gigi aman.


3.4. Perencanaan roda 7,8 dan 9 (Perhitungan tingkat kecepatan reverse)
Dengan data-data sebagai berikut:
÷ Daya motor ( N ) = 30 hp
÷ Putaran input ( n
inp
) = 4000 rpm
÷ Putaran output ( n
r
) = 1000 rpm
÷ Asumsi : - o ( sudut kontak ) = 25° full depth
- C ( jarak poros ) = 8 in
- P ( diameter pitch ) = 10

Menentukan diameter roda gigi 7 & 8
a. perbandingan kecepatan (rv).
4
1
4000
1000
= = =
in
revers
n
n
rv

8 9
9
8
4d d
d
d
= ¬ =
b. Karena jarak sumbu poros c = 6 in, maka :

( )
in d
d d
d d
c
2 , 3
4 16
8
2
7
7 7
8 7
=
+ =
=
+
=
;
( )
in d
d
d d
c
8 , 12
2 , 3 16
8
2
9
9
9 7
=
+ =
=
+
=
in d
d
4 , 6
8 , 12 .
2
1
8
8
=
=

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
54
c. Menentukan jumlah gigi
Bila diametral pitch (P) = 10, maka :
d
Nt
P = ¬ Nt
7
= P. d
7
= 10.3,2 = 32 gigi
Nt
8
= P. d
8
= 10.6,4 = 64 gigi
Nt
9
= P. d
9
= 10.12,8 = 128 gigi

d. Menentukan addendum dan dedendum untuk o = 25° full depth

( )
( )
( )
( ) in
P
d Dedendum Diameter
in
P
d Addendum Diameter
in
P
d Dedendum Diameter
in
P
d Addendum Diameter
15 , 6 125 . 0 2 4 , 6
1
2
6 . 6 1 . 0 2 4 , 6
1
2
95 , 2 125 . 0 2 2 , 3
25 . 1
2
4 , 3 1 . 0 2 2 , 3
1
2
9
9
8 . 7
8 . 7
= ÷ =
|
.
|

\
|
÷ =
= + =
|
.
|

\
|
+ =
= ÷ =
|
.
|

\
|
÷ =
= + =
|
.
|

\
|
+ =

e. Jari jari base circle (rb
7.8
,rb
9
)
rb
7
= r
7
. cos o in
d
45 , 1 25 cos
2
2 , 3
25 cos
2
7
= = =
rb
8
= r
8
. cos o in
d
9 , 2 25 cos
2
4 , 6
25 cos
2
8
= = =
rb
9
= r
9
. cos o in
d
8 , 5 25 cos
2
8 , 12
25 cos
2
9
= = =
f. Kecepatan keliling (Vp).
menit
ft
n d
Vp
in
3349
12
4000 . 2 , 3 . 14 , 3
12
. .
8 , 7
= = =
t

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
55
menit
ft
n d
Vp
in
33 , 3349
12
4000 . 8 , 12 . 14 , 3
12
. .
9
= = =
t


g. Perhitungan gaya gaya yang terjadi pada roda gigi 7,8 & 9
T = 63000.
n
N

T
7.8
= 63000.
4000
30
= 472,69 lb. in ( roda gigi 7 & 8 )
T
9
= 63000.
1000
30
= 1890,75lb . in ( roda gigi 9 )
- Gaya tangensial ( Ft )
lb
Vp
N
Ft 61 , 295
3349
30 33000 33000
8 . 7
=
×
=
×
=
Ft
9
= Ft
7,8
( arahnya berlawanan )
- Gaya normal ( Fn )
lb
Ft
Fn 17 , 326
25 cos
61 , 295
cos
8 . 7
8 . 7
= = =

o

Fn
9
= Fn
7,8
( arahnya berlawanan )
- Gaya radial ( Fr )
Fr
7.8
= Fn sin o = 326,17 sin 25° = 137,85 lb
Fr
9
= Fr
7,8
( arahnya berlawanan )
- Gaya dinamis ( Fd )
Untuk 2000 <
p
V s 4000
menit
ft

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
56
lb
Ft
vp
Fd
61 , 1120 61 , 295 .
1200
3349 1200
.
1200
1200
=
+
=
+
=

h. Menentukan lebar gigi.
k q d
Fd
b
. .
7
=
Dimana: in
d d
d
Q 6 , 1
8 , 12 2 , 3
8 , 12 . 2 . 2
9 8 . 7
9
=
+
=
+
=
k = 200 (Steel BHN 275) Tabel 10.11
Maka: in b 09 , 1
200 6 , 1 2 , 3
61 , 1120
=
× ×
=
Cek lebar gigi :
P
b
P
13 9
< <
karena 0.9 < 1,09 < 1.3 maka lebar gigi dinyatakan aman.
i. Mencari beban ijin bending ( Fb ) :
P
Y
b So Fb . . =
Dimana : Y
7
= 0,433 (untuk Nt = 32 gigi)
Y
8
= 0,495 (untuk Nt = 64 gigi)
Y
9
= 0,530 (untuk Nt = 128 gigi)
Bahan cast steel (low carbon) 0,20% WTQ mempunyai So =
25000 psi (BHN 250) table 10.3
- Untuk pinion
Fb
7
= 25000 . 1,09 . psi 93 , 1179
10
433 , 0
=

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
57
- Untuk gear
Fb
8
= 25000 . 1,09 . psi 88 , 1348
10
495 , 0
=
Fb
9
= 25000 . 1,09 . psi 25 , 1444
10
350 , 0
=
Karena Fb
5
> Fd dan Fb
6
> Fd, maka perencanaan roda gigi
aman
j. Pemeriksaan tegangan ijin maksimum perencanaan
R T
l
K K
K Sat
Sad
.
.
=
Dimana : K
L
: 1,1 (table 10.8)
K
T
: 1 ( temperatur pelumasan kurang dari 250°F)
K
R
: 1,33 ( normal design, table 10.10 )
Sat : 39380 psi (Tabel 10.7)
Maka :
psi Sad 93 , 32569
33 , 1 . 1
1 , 1 . 39380
= =
Tegangan yang terjadi
j b Kv
Km Ks P Ko Ft
. .
. . . .
1
o
Dimana : Ko = 1,25 ( table 10.4 )
Ks = 1 (spur gear)
Km = 1,3 ( table 10.5 )
J = 0,36 (figure 10.22)
46 , 0
3349 50
50
50
50
=
+
=
+
=
Vp
Kv
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
58
Maka:
psi 5 , 26612
36 , 0 . 09 , 1 . 46 , 0
3 , 1 . 1 . 10 . 25 , 1 . 61 , 295
1
= o
Karena o
1
( 26612,5 ) < Sad ( 32569,93 ), maka perencanaan
roda gigi aman.



















Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
59

BAB IV
PERENCANAAN POROS, PASAK, BANTALAN DAN PELUMASAN
4.1. Perencanaan poros I
Data yang diketahui:
÷ Daya input ( N
in
) = 30 hp
÷ Putaran input ( n
in
) = 4000 rpm
÷ Sudut kontak ( u ) = 25
o
full depth
÷ Gaya yang terjadi
a.
1
t
F =
2
t
F = 295,61 lb
1
r
F =
2
r
F = 137,85 lb
1
n
F =
2
n
F = 326,17 lb
b.
3
t
F =
4
t
F = 178,46 lb
3
r
F =
4
r
F = 83,22 lb
3
n
F =
4
n
F = 196,91 lb
c.
5
t
F =
6
t
F = 118,23 lb
5
r
F =
6
r
F = 55,13 lb
5
n
F =
6
n
F = 130,45 lb
d.
7
t
F =
8
t
F = 295,61 lb
7
r
F =
8
r
F = 137,85 lb
7
n
F =
8
n
F = 326,17 lb
T = 473 lb.in

4.1.1. Perencanaan poros I kondisi 1










RB
V
A
RA
V

RA

4 in
12 in
B
C
RB
H

RB

RA
H
Fr
1

Fn
1

Ft
1

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
60
 Analisa momen bending





Reaksi di A dan B
E MA = 0
Fn
1
. AC – RB. AB = 0
lb
AC Fn
RB 543 , 81
16
4 17 , 326
16
1
=
·
=
·
=
E v = 0
RA – Fn
1
+ RB =0
RA = Fn
1
– RB = 326,17 – 81,543 = 244,627 lb
 Momen bending yang terjadi pada poros daerah AC
MC = 244,627 . 4 = 978,508 lb.in





Diagram momen poros I kondisi 1


A B
4 in 12 in
RA
RB
C
Fn
1

978,508
lb.in lbin
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
61
4.1.2. Perencanaan poros I kondisi 2












 Analisa momen bending





Reaksi di A dan B
E MA = 0
Fn
3
. AD – RB. AB = 0
lb
AD Fn
RB 455 , 98
16
8 . 91 , 196
16
3
= =
·
=
E v = 0
RA – Fn
3
+ RB = 0
RA = Fn
3
– RB = 196,91 – 98,455 = 98,455 lb

A B
8 in 8 in
RA RB
D
Fn
3

RB
H

RB
V
A
RA
V

RA

8 in
8 in
B
D
RB

RA
H
Fr
3

Fn
3
Ft
3

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
62
 Momen bending yang terjadi pada poros daerah AD
MD = RA.AD=98,455 . 8 = 787,64 lbin





Diagram momen poros I kondisi 2

4.1.3. Perencanaan poros I kondisi 3







 Analisa momen bending








787,64 lbin
A
B
10 in
6 in
RA
RB
E
Fn
5

RB
V
A
RA
V

R
A

10
in
6 in
B
E
RB
H

R
B

RA
H
Fr
5

Fn
5
Ft
5

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
63
Reaksi di A dan B
E MA = 0
Fn
5
. AE – RB. AB = 0
lb
AB
Fn
RB 531 , 81
16
10 . 45 , 130 8
5
= =
·
=
E v = 0
RA – Fn
5
+ RB = 0
RA = Fn
5
– RB = 130,45 – 81,531 = 48,919 lb
 Momen bending yang terjadi pada poros daerah AE
ME=RA.AE = 48,919.10 = 489,19 lbin




Diagram momen poros I kondisi 3

4.1.4. Perencanaan poros I kondisi 4







489,19 lbin
R
A

13 in
43
in
A
B
F
RB
V
RB
H

R
B

RA
H
RA
V

Fr
7

Fn
7
Ft
7
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
64
 Analisa momen bending





Reaksi di A dan B
E MA = 0
Fn
7
. AF – RB. AB = 0
lb
AB
AF Fn
RB 013 , 265
16
13 17 , 326
7
=
·
=
·
=
E v = 0
RA – Fn
7
+ RB = 0
RA = Fn
7
– RB = 326,17 – 265,013 = 61,157 lb
 Momen bending yang terjadi pada poros daerah AF
MF =RA.AF = 61,157 . 13 = 795,041 lb.in





Diagram momen poros I kondisi 4



795,041 lb.in
Fn
9

A
B
3 in

13 in
RA
RB
F
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
65
Perencanaan diameter poros I
Momen yang terjadi :
Kondisi 1: 978,508 lbin ( MC )
Kondisi 2: 787,64 lbin ( MD )
Kondisi 3: 489,17 lbin ( ME )
Kondisi 4: 795,041 lbin ( MF )
Dimana: M max = 978,508 lbin ( MD )
T = 473 lb.in
Bahan poros yang digunakan adalah AISI 1045 N dengan Syp =
61.000 psi ( tabel A-2 Apendix A ) dengan angka keamanan, N = 3,75.
( ) ( )
2 2
3
max
16 58 , 0
max T Mb
D N
Syp
+ > =
t
t
Diameter poros
( ) ( ) 3
2 2
max
58 , 0
16
T Mb
Syp
N
D +
· ·
·
>
t

( ) ( ) 3
2 2
473 508 , 978
61000 58 , 0 14 , 3
75 , 3 16
+
· ·
·
>
in D 84 , 0 >
Dengan memperhitungkan ukuran bantalan yang
tersedia maka diameter poros diambil 0,9843 in ( 25mm ).
 Pengecekan kekuatan poros
 Tegangan geser yang terjadi maximum yang diijinkan dari
bahan (Ssyp)
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
66
N
Syp
Ssyp
·
=
58 , 0

psi 67 , 9434
75 , 3
61000 58 , 0
=
·
=
 Tegangan geser yang terjadi pada poros ( t max )
2
2
max
2
t
o
t + |
.
|

\
|
=
x

Dimana:
( )
Psi
D
M
x
45 , 10466
984 , 0
508 , 978 32
32
3
3
=
·
·
=
·
·
=
t
t
o


( )
Psi
D
T
68 , 2529
984 , 0
473 16
16
3
3
=
·
·
=
·
·
=
t
t
t

Maka:

( )
( ) Psi
x
57 , 5812 68 , 2529
2
45 , 10466
2
2
2
2
2
max
= +
|
.
|

\
|
=
+ |
.
|

\
|
= t
o
t

Karena t max ( 5812,57 Psi ) < Ssyp ( 9434,57 Psi ) maka
perencanaan diameter poros I aman.




Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
67
4.2. Perencanaan poros II
Gaya yang terjadi
Ft
8
= 295,61 lb Fn
8
= 326,17 lb
Fr
8
= 137,85 lb T = 473 lb






 Analisa momen bending.





E MA = 0
Fn
8
. 2 – RI. 4 = 0
lb
Fn
RI 805 , 147
4
2 61 , 295
4
2
8
=
·
=
·
=
E v = 0
RH - Ft8+ RI= 0
RH=Ft8 – RI= 295,61 – 147,805= 147,805 lb
H
I
J
RH
H
RH
V
RI
H
RI
V
2in
n in
2in
Fn
8

I H J
RH
H
RI
H
2 in 2 in
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
68
 Momen gaya:
MJ = RH. HJ = 147,805 . 2 = 295,61 lb




Diagram momen poros II.

a. Perencanaan diameter poros II:
Dimana : M max = 295,61 lb.in
T = 473 lb.in
Bahan poros yang digunakan adalah AISI 1045 N dengan Syp =
61.000 psi ( tabel A-2 Apendix A ) dengan angka keamanan, N = 3,75.
( ) ( )
2 2
3
max
16 58 , 0
max T Mb
D N
Syp
+
·
>
·
=
t
t
Diameter poros
( ) ( ) 3
2 2
max
58 , 0
16
T Mb
Syp
N
D +
· ·
·
>
t

( ) ( ) 3
2 2
473 61 , 295
61000 58 , 0
75 , 3 16
+
· ·
·
>
t

in D 67 , 0 >
Dengan memperhitungkan ukuran bantalan yang tersedia
maka diameter poros diambil 0,984 (25 mm).

295,61 lbin
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
69
 Pengecekan kekuatan poros
 Tegangan geser yang terjadi maximum yang diijinkan dari
bahan (Ss)
N
Syp
Ssyp
·
=
58 , 0

psi 67 , 9434
75 , 3
61000 58 , 0
=
·
=
 Tegangan geser yang terjadi pada poros (t max)
2
2
max
2
t
o
t + |
.
|

\
|
=
x

Dimana:
3
32
D
M
x
·
·
=
t
o

( )
psi 94 , 3161
984 , 0
61 , 295 32
3
=
·
=
t


3
16
D
T
·
·
=
t
t

( )
psi 68 , 2529
984 , 0
473 16
3
=
·
=
t

Maka: ( )
2
2
max
2
t
o
t + |
.
|

\
|
=
x

( )
2
2
68 , 2529
2
94 , 3161
+
|
.
|

\
|
=
psi 08 , 2983 =
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
70
Karena t max ( 2983,08Psi ) < Ssyp ( 9434,67Psi )
maka perencanaan diameter poros II aman.
Perencanaan poros III sama dengan perencanaan poros I,Aman.

4.3. PERENCANAAN PASAK
a. Perencanaan pasak spline pada poros I
Data yang diketahui :
 Bahan pasak AISI 1050 CD ; Syp = 104000 psi ; N=3
 Diameter poros ( D ) = 0,9843 in ; T = 473 lbin.
 Jumlah spline ( n ) = 6 ( tabel 7-9 )
Dari tabel 7-9 diperoleh :
Lebar spline (W) = 0, 25. in
Tinggi spline (H) = 0,050 in
Diameter dalam spline = 0,76 in
 Gaya yang bekerja pada pasak
lb
nxD
T
Ft 23 , 160
9843 , 0 6
473 2 2
=
×
·
=
·
=
Panjang spline
L = b = 1,8 in ( panjang spline yang bekerja pada
roda gigi ). Panjang spline keseluruhan sama dengan panjang
poros.
 Pengecekan kekuatan pasak
Ditinjau dari tegangan geser
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
71
L = b = 1,8 in

A
F
s = t
Psi
A
F
s 07 , 356
8 , 1 . 250 , 0
23 , 160
= = = t
Ditinjau dari tegangan tekan / kompresi
L = Bb = 1,8 in

A
F
c = t
Psi
L H
F
c 33 , 1780
8 , 1 050 , 0 5 , 0
23 , 160
5 , 0
=
· ·
=
· ·
= t
Syarat perencanaan aman : t s dan tc < Ssyp
Dimana:
Ak
syp
Ssyp
·
=
58 , 0

Psi 67 , 20106
3
104000 58 , 0
=
·
=
karena ts dan tc < Ssyp maka perencanaan pasak aman.
b. Perencanaan pasak pada poros II
Type pasak pada poros II dipakai standard flat key.
Direncanakan bahan pasak AISI 1050 CD ; syp = 104000 psi ; Ak =
3. Dengan data :
 Diameter poros (D) = 0,984 in
 Tinggi pasak ( H ) = 0,123 in
 Lebar pasak ( W ) = 0,237 in
 Torsi maksimum ( T ) = 473 lbin
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
72
 Pengecekan kekuatan pasak ( L = b = 1,8 in )
Ditinjau dari tegangan geser

A
F
s = t
Psi
L W
F
s 59 , 2253
8 , 1 . 237 , 0
38 , 961
= =
·
= t
Ditinjau dari tegangan tekan / kompresi

A
F
c = t
Psi
L H
F
c 55 , 8684
8 , 1 123 , 0 5 , 0
38 , 961
5 , 0
=
· ·
=
· ·
= t
Syarat perencanaan aman : t s dan tc < Ssyp
Dimana:
Psi
AK
syp
Ssyp
20106
3
104000 58 , 0
58 , 0
=
×
=
×
=

Karena ts dan tc < Ssyp maka perencanaan pasak aman.
c. Perencanaan pasak pada poros III
Type pasak pada poros II dipakai standard flat key.
Direncanakan bahan pasak AISI 1050 CD ; syp = 104000 psi ; Ak =
3. Dengan data :
 Diameter poros (D) = 0,984 in
 Tinggi pasak ( H ) = 0,074 in
 Lebar pasak ( W ) = 0,246 in
 Torsi maksimum ( T ) = 1890 lbin
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
73
 Pengecekan kekuatan pasak ( L = b = 1,8 in )
Ditinjau dari tegangan geser

A
F
s = t
Psi
L W
F
s 89 , 1445
8 , 1 . 246 , 0
24 , 640
= =
·
= t
Ditinjau dari tegangan tekan / kompresi

A
F
c = t
Psi
L H
F
c 61 , 4806
8 , 1 074 , 0 5 , 0
24 , 640
5 , 0
=
· ·
=
· ·
= t
Syarat perencanaan aman : t s dan tc < Ssyp
Dimana:
Psi
AK
syp
Ssyp
67 , 20106
3
104000 58 , 0
58 , 0
=
×
=
×
=

Karena ts dan tc < Ssyp maka perencanaan pasak aman.




4.4. PERENCANAAN BANTALAN
4.5.1. Bantalan pada poros I
Data yang diketahui:
- Data perhitungan poros I
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
74
Kondisi RA (lb) RB (lb)
1 244,672 81,543
2 98,455 98,455
3 48,919 81,531
4 61,157 265,013

 Kecepatan putaran ( n ) = 4000 rpm
 Diameter poros ( D ) = 0,9843 in
 Fa (gaya aksial) = 0
 Fr = RB = 265,013 lb ( gaya terbesar )
 Bantalan yang digunakan jenis Double Row Notch Ball
Bearing dengan dimension series 32.
Data Dari tabel 9-2 didapat C = 3700 lb
 Mencari beban equivalen
P = Fs (x.v.Fr + Y.Fa)
Dimana: x = 1
v= 1,0 ( untuk ring dalam berputar )
Y = 0
Fs= 1 ( tabel 9-8, uniform and steady load )
P = 1 ( 1.1.265,013 + 0 )
=265,013 lb


Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
75
 Mencari umur bantalan
n P
C
L
b
. 60
10
6
10
·
|
.
|

\
|
= ( Jam )
Dimana: b = 3,0 (type bantalan bola)

4000 . 60
10
013 , 265
3700
6
3
10
· |
.
|

\
|
= L
= 11339,46 jam

4.5.2. Bantalan pada poros II
Data yang diketahui:
- Data perhitungan poros II
Kondisi I RH (lb) RI (lb)
I 147,805 147,805

 Kecepatan putaran ( n ) = 4000 rpm
 Diameter poros ( D ) = 0,984 in
 Fa ( gaya aksial ) = 0
 Fr = RI = 147,805 lb ( gaya terbesar )
 Bantalan yang digunakan jenis Double Roe Notch Ball
Bearing dengan dimension series 32.
Dari tabel 9-2 didapat C = 3700 lb
 Mencari beban equivalen
P = Fs ( x.v.Fr + Y.Fa )
Dimana: x = 0
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
76
v = 1,0 ( untuk ring dalam berputar )
Y = 0
Fs = 1 ( tabel 9-8, uniform and steady load )
P = 1( 1.1.147,805 + 0 )
= 147,805 lb
 Mencari umur bantalan
n P
C
h L
b
. 60
10
6
10
·
|
.
|

\
|
= (Jam)
Dimana: b = 3,0 (type bantalan bola)

4000 . 60
10
805 , 147
3700
6
3
10
· |
.
|

\
|
= h L
= 65362,18 jam

4.5.3. Bantalan pada poros III
Data yang diketahui:
- Data perhitungan poros I
Kondisi RA (lb) RB (lb)
1 244,672 81,543
2 98,455 98,455
3 48,919 81,531
4 61,157 265,013

 Kecepatan putaran ( n ) = 4000 rpm
 Diameter poros ( D ) = 0,9843 in
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
77
 Fa (gaya aksial) = 0
 Fr = RB = 265,013 lb ( gaya terbesar )
 Bantalan yang digunakan jenis Double Row Notch Ball
Bearing dengan dimension series 32.
Data Dari tabel 9-2 didapat C = 3700 lb
 Mencari beban equivalen
P = Fs (x.v.Fr + Y.Fa)
Dimana: x = 1
v= 1,0 ( untuk ring dalam berputar )
Y = 0
Fs= 1 ( tabel 9-8, uniform and steady load )
P = 1 ( 1.1.265,013 + 0 )
=265,013 lb


 Mencari umur bantalan
n P
C
L
b
. 60
10
6
10
·
|
.
|

\
|
= ( Jam )
Dimana: b = 3,0 (type bantalan bola)

4000 . 60
10
013 , 265
3700
6
3
10
· |
.
|

\
|
= L
= 11339,46 jam

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
78
4.5. PERENCANAAN PELUMASAN
Data yang diketahui:
 Putaran ( n
in
) = 4000 rpm
 Temperatur operasi = 150
o

F
 Diameter poros = 0,9843 in = 25 mm
 D . n = 25 . 4000
= 100000 ( dengan temperatur kerja 150
o
F )
 Minyak pelumas dengan viscositas 300 SUS pada temperatur 150
o
F.
Z = pt ( 0,22 SUS – 180 / SUS )
Dimana : Z = Viscositas absolut ( cp )
SUS = Saybolt Universal Seconds = 300
pt = Spesific gravity pada temperatur t
pt = p.60 – 0,00035 ( t – 60
o
)
p 60 = Spesific gravity pada 60
o
F = 0,89
t = temperatur test = 150
o
F
pt = 0,89. 60 – 0,00035 ( 150
o
– 60
o
) = 0,8585
Maka :
Z = 0,8585 ( 0,22 . 120 – 180 / 120 )
= 21,386 cp
 Viscositas absolut dalam reyns
u = 1,45.10
-7
. Z
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
79
= 21,38.10
-7
. 1,45
=31,001. 10
-7
reyns
 Dari grafik 8-13 dengan T = 150
o
F dan u = 31,001. 10
-7
reyns
didapat pelumas dengan SAE 20 sampai 50. Sistem pada pelumasan
menggunakan sistem rendam.


































Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
80

BAB V
KESIMPULAN

Dari hasil perhitungan diperoleh:
÷ N = 30 hp.
÷ nin = 4000 rpm.
÷ n1 = 1000 rpm.
÷ n2 = 2000 rpm.
÷ n3 = 4000 rpm.
÷ nreverse = 1000 rpm.
÷ Jarak poros = 8 in.
÷ Diametral pitch = 10

5.1.Roda Gigi.
÷ Diameter roda gigi 1 (d1) = 3,2 in.
÷ Diameter roda gigi 2 (d2) = 12,8 in.
÷ Diameter roda gigi 3 (d3) = 5,3 in.
÷ Diameter roda gigi 4 (d4) = 10,7 in.
÷ Diameter roda gigi 5 (d5) = 8 in.
÷ Diameter roda gigi 6 (d6) = 8 in.
÷ Diameter roda gigi 7 (d7) = 3,2 in.
÷ Diameter roda gigi 8 (d8) = 12,8 in.
÷ Diameter roda gigi 9 (d9) = 6,4 in.
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
81
5.2.Poros.
÷ Diameter Poros I = 0,9843 in
÷ Diameter Poros I = 0,9843 in
÷ Diameter Poros III = 0,9843 in

5.3.Pasak.
÷ Poros I (L) = 1,8 in.
(W) = 0,250 in.
(h) = 0,050 in.
÷ Poros II (L) = 1,8 in.
(W) = 0,237 in.
(h) = 0,123 in.
÷ Poros III (L) =1,8 in.
(W) = 0,246 in.
(h) = 0,074 in.

5.4.Bantalan.
÷ Poros I = Bearing bore (d) : 0,9843 in
Diameter Luar (D) : 2,0472 in
Lebar (b) : 1,8 in
÷ Poros II = Bearing bore (d) : 0,9843 in
Diameter Luar (D) : 2,0472 in
Lebar (b) : 1,8 in
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
FTI - Teknik Mesin
Tugas Perencanaan Elemen Mesin
Gear Box
82
÷ Poros III = Bearing bore (d) : 0,9843 in
Diameter Luar (D) : 2,0472 in
Lebar (b) : 1,8 in


5.5.Pelumasan.
Untuk pelumasan menggunakan SAE 20 sampai SAE 50
dengan sistem rendam.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI - Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box

Tujuan dari penulisan ini adalah mentransmisikan daya dari putaran penggerak (motor listrik, turbin motor bensin, dll).

1.3. BATASAN MASALAH Dalam perencanaan gear box ini diperlukan elemen-elemen pendukung yang memiliki kekuatan tertentu sesuai dengan kebutuhan dengan besarnya daya yang dipindahkan. Masalah dari tugas ini adalah pada dimensi dari elemen yang mempengaruhi perencanaan sistem transmisi (gear box), diantaranya adalah: 1. Roda gigi. 2. Poros 3. Pasak 4. Bantalan. 5. Pelumasan

1.4. SISTEMATIKA PENULISAN Sistematika pembahasan pada tugas ini adalah sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Berisi tentang latar belakang masalah, batasan

permasalahan dan sistematika penulisan. BAB II : TEORI PENUNJANG Berisi tentang teori penunjang yang digunakan dalam penyelesaian permasalahan-permasalahan pada tugas ini yaitu mengenai roda gigi, poros, pasak, bantalan dan pelumasan. BAB III : PERENCANAAN RODA GIGI (GEAR BOX)

2

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI - Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box

Berisi tentang gambar mengenai perencanaan sistem transmisi (gear box) BAB IV : PERANCANGAN POROS, PASAK, BANTALAN, DAN PELUMASAN Bab ini berisi tentang perhitungan perencanaan poros, perhitungan perencanaan pasak, perhitungan perencanaan bantalan, perhitungan perencanaan pelumas. BAB V : PENUTUP Berisi tentang kesimpulan hasil perencanaan eksperimen sistem transmisi (gear box).

3

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI - Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box

BAB II TEORI PENUNJANG

2.1 SISTEM TRANSMISI (RODA GIGI) Pada dasarnya sistem transmisi ( roda gigi ) merupakan suatu alat atau mekanisme mentransmisikan daya. Tranmisi daya dengan memakai sistem tranmisi ( RODA GIGI ), adalah pemindahan daya yang dapat memberikan putaran yang tetap maupun putaran yang berubah. Sehingga banyak dipergunakan pada bidang industri baik berskala besar maupun kecil. Dengan menggunakan sistem transmisi ini

menguntungkan, diantaranya: 1. Dapat dipakai untuk putaran tinggi maupun rendah. 2. Kemungkinan terjadinya slip kecil 3. Tidak menimbulkan kebisingan. Sedangkan sistem transmisi ( RODA GIGI ) tersebut memiliki bermacam macam jenis dan kegunaannya.

2.2 MACAM – MACAM SISTEM TRANSMISI (RODA GIGI) 2.2.1 RODA GIGI LURUS (SPUR GEAR) Roda gigi lurus harus dipakai untuk mentransmisikan daya dan gerak pada dua poros pararel. Dalam suatu rangkaian roda gigi berpasangan. PINION merupakan roda gigi penggerak dan GEAR merupakan roda gigi yang digerakkan.

4

Jarak poros antara dua roda gigi (C). = diameter roda gigi (inch). Nt2 = jumlah gigi (buah). d1 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Nt1. Roda Gigi Lurus Persamaan yang digunakan pada spurs gear: a) Perbandingan kecepatan / ratio velocity ( rv ) D n 2 Nt1 d1   n 1 Nt 2 d 2 Dimana: rv = perbandingan percepatan n1. n2 = putaran roda gigi (rpm).d2 b) = Diameter Roda gigi (mm).Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Gambar 2.1. c) Diametral Pitch (P). C d1  d 2 2 Inch Dimana: C d = jarak poros antara dua roda gigi (inch). 5 .

157 P 2 P 0. 6 .8 P 1.25 P 0.25 P Dedendum (b) 1.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box P Nt d  JumlahGigi    Inchi   Dimana: Nt d d) Nama = jumlah gigi (buah). = diameter lingkaran pitch (inch).157 P 1 P 1.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .25 P 2.25 P 2 P 2 P 0. Standart ukuran roda gigi:   14 1 P 1 2  20° 20° dipotong 25° Addendum (A) 1 P 1.25 P celah 0. r  Dimana: r = radius pitch circle (in)  = sudut kontak (o) d 2 f) Kecepatan putaran roda gigi (Vp).2 P e) Jari – jari base circle : Rb = r cos  .157 b  a  / P c  d  Tinggi kontak (d) 2 P 0.6 P Tinggi gigi © 2.8 P 1 P 1.

000 N Vp Dimana: Ft = Gaya tangensial. meliputi: Torsi yang dipindahkan (T). T  63000 daya  lb    n  in   Gaya tangensial (Ft). Ft  33. Vp = kecepatan garis kontak n = putaran roda gigi (rpm)  Gaya Normal (Fn). Fr  Fn  Sin 7 . putaran roda gigi (rpm). Fn  Ft cos  lb  Gaya Radial (Fr). N= daya.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box vp  πdn 12 Dimana: Vp D= N= g) = kecepetan putaran diameter roda gigi (inch). Gaya – gaya pada roda gigi lurus.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI - Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box

 Gaya Dinamis (Fd).

 600  Vp  Fd    Ft  600 

 Untuk 0 < Vp  2000 ft / menit

 1200  Vp)  Fd    Ft Untuk 2000 <Vp 4000 Ft/menit  1200 
 (78  Vp )  Fd   Ft  Untuk Vp > 4000 Ft/menit   78  

Dimana Fw  Fd dan Fb  Fd Dimana: Fd Vp Ft h) = beban dinamis ( lb ) = kecepatan putaran roda gigi ( Ft/menit ) = Gaya tangensial.

Menentukan lebar gigi ( b ).

b

Fd d .Q.k
2d 2 d1  d 2

Q

Dimana: b Fd d1 d2 Q k = = = = = = lebar gigi ( inchi ). beban dinamis ( lb ). diameter pinion. diameter gear. factor beban. factor beban terkecil.

8

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI - Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box

Syarat keamanan:

9 13 b p p

Gambar. 2.2. Distribusi Gaya-Gaya. Penjelasan distribusi gaya-gaya:  Gaya radial ( Fr ) = Gaya yang berimpit dengan jarijari.  Gaya tangensial = Gaya yang biasa disaebut sebagai garis singgung.  Gaya normal i) = Gaya yang tegak lurus bidang.

Menentukan baban ijin bending ( Fb ).
Fb  s0 .b. y p

9

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI - Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box

Dimana: y = faktor bentuk Lewis s = ketahanan permukaan ijin j) Koreksi Metode AGMA. Sad =
Sat  Ki Psi Kt x Kr

Dimana : Sad Sat Ki Kt Kr = = = = = Tegangan ijin max perencanaan ( Psi ) Tegangan ijin bahan ( Psi ) Faktor umur = 1 sembarang umum Faktor tempratur = 1 Faktor keamanan = 1,333

Tegangan yang pernah terjadi pada kaki gigi ( t ). t =
Ft  Ko  P  Ks  Km Kv  B  j

t = Ft = Ko = Ks Km Kv

Tegangan yang terjadi ( Psi ) Gaya tangensial ( lb ) Faktor koreksi beban lebih 1, 25 = = = Faktor koreksi ukuran = 1 Faktor koreksi distrubusi beban Faktor koreksi distribusi beban 10

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI - Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box

j P b

= = =

Faktor koreksi beban lebih 1, 25 diameter Pitch lebar gigi

Syarat keamanan; sad > t

2.2.2 RODA GIGI KERUCUT / KONIS ( BEVEL GEAR ) Roda gigi ini dipakai untuk memindahkan daya dengan kedudukan poros yang tidak pararel dan saling berpotongan, baik yang membentuk sudut 900 maupun yang lebih, Bevel gear ini paling baik untuk jenis roda gigi konis, karena yang memuat gigi memang sudah berbentuk konis, dan tidak berbentuk silindris. Type-type Bevel Gear: a). b). c). d). Straight bevel gear ( untuk putaran rendah, paling sederhana ) Zerol bevel gear ( memiliki gigi melengkung dengan spiral nol ) Spiral bevel gear. Hypoid bevel gear.

Keterangan: 1. Roda gigi konis dengan gigi lurus ( straight bevel gear ) adalah jenis bevel gear yang paling sederhana, dimana berdasarkan kenyataan bahwa giginya dipotong / dibuat lurus, mengecil ke dalam ( taper ). Perbandingan kecepatan untuk bevel gear adalah: 11

maka: tan  = Ntg Ntp Ntp Ntg tan  = 2. Jumlah gigi equivalent dapat dihitung dengan : 12 .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box rv = n driven n driver Sedang sudut antara kedua poros roda gigi adalah jumlah dari sudut pitch-nya: =+ Dimana:  = sudut poros  = sudut pitch gear  = sudut pitch pinion Sudut picth dapat dicari dengan rumus: Tan  = sin Σ (Ntp / Ntg)  cos Σ sin Σ (Ntg / Ntp) cos Σ tan  = Dengan demikian apabila sudut poros = 900.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .

k . Faktor koreksi khusus bevel gear persamaanya adalah: 13 .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Nt’g = Ntg . dan yang dipakai pada persamaan ini dicari pada pitch diameter rata-rata Diharapkan besarnya = Fb  Fd 5. 6. cos Γ Nt’p = Ntp cos γ Dimana: Nt’ = jumlah gigi equivalent Nt = jumlah gigi sebenarnya 3. Beban keausan ijin dapat memakai rumus: Estimasi beban keausan ijin dapat memakai rumus: dp . Q ' cos γ Fw = dp = diameter pitch diukur dari bagian belakang gigi Q = 2 N' tg N' tp  N' tg Dimana: N’tp dan N’tg = jumlah gigi eqivalent pada pinion dan gear. Bahan dinamis untuk bevel gear. Kekuatan gigi bevel. Kecepatan pitch-line = Vp.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Metode AGMA untuk perencanaan bevel gear. 4.

j Dimana: t Ft = Tegangan yang terjadi sepanjang kontak gigi ( psi ) = Beban transmisi ( lb ) didasarkan pada harga diameter picth yang paling besar. b . Ko = Faktor koreksi beban lebih ( lihat table pada spurs gear…. Ks . = Faktor dinamis. = factor geometri. = Faktor koreksi ukuran ( diambil dalam grafik ) = Koreksi distribusi beban. Km Kv . P . Tegangan maksimum untuk perencanaan menurut AGMA: 14 . = lebar gigi.. dilihat dari grafik untuk sudut tekan 20 0 dan 250 pada bevel gear dan gigi lurus. Kt = Faktor keamanan ( kepercayaan ) Dari dua persamaan diatas. diambil harga yang palig besar. maka harga t harus lebih kecil atau sama dengan Sad ……. ko .table 4 ) P Ks Km Kv b J = Diameter pitch.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .maka t  Sad. memakai grafik untuk spor gear.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box t = Ft .

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Keausan Untuk perhitungan keausan.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Sad = S at . C m . K l K t. I c = Cp . = Gaya tangensial yang terjadi / dipindahkan yang didasarkan pada harga diameter picth yang terbesar. = diameter pitch pinion diambil yang terbesar ( in ) 15 . d . Co Cv d = overload faktor. c Cp Ft = Tegangan kontak yang terjadi.( psi ) = Faktor umur………………………… lihat pada spurs gear = Faktor temperatur……lihat cara mencari pada spor gear. C f Cv . b . C s . Kr Dimana: Sad Sat Kl = Tegangan ijin maksimum perencanaan. persamaan AGMA dapat dipakai sebagai dasar perhitungan Ft . = faktor dinamis. = Tegangan ijin material . = Koefisien yang dipengaruhi oleh sifat elastis beban.( psi ) . 7. C o .

CH  c  Sac .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box b = lebar gigi. CR    Dimana: Sac CL CH CT CR = Tegangan kontak ijin. I . kemudian harga ini harus memenuhi persyaratan. = faktor geometri.  L  CT . Cs . = Faktor umur = Faktor pengerasan = Faktor temperatur = Faktor keamanan. Cf. b .  C . = Faktor distribusi beban. Cs Cm I Cf = faktor ukuran.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Cv   126000 . diukur pada lebar gigi yang bersentuhan dengan gigi pasanganya. C H  np . = faktor kondisi permukaan Setelah mencari harga c. C R    Pac = 16 . Co  C p . Daya maksimum yang dapat dipindahkan bila didasarkan pada keausan dapat dicari dengan rumus:  Sad . C T . C L .

2. 17 .3. Bearing bone yang dapat menahan beban tersebut sebaik beban radial. Roda Gigi Kerucut 2. Perbedaan secara umum dengan roda gigi lurus.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Gambar 2. Kerugian roda gigi ini adalah sudut HELIX yang menimbulkan beban frusit ( beban aksial terhadap poros ) sehingga harus memakai bantalan.3. RODA GIGI MIRING ( HELICAL GEAR ) Roda gigi miring dipakai untuk memindahkan daya yang kedudukan porosnya pararel maupun tidak pararel. Rumus-rumus yang terdapat pada Helical Gear: a) Ukuran geometri pada Helical Gear  Normal circular pitch ( Pn ) adalah jarak antara dua titik pada gigi yang ada pada satu bidang yang tegak lurus terhadap sudut helix.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . pada roda gigi miring dipakai untuk putaran tinggi ( > 3600 rpm ) dan pemindahaan daya besar serta masalah kebisingan tidak menjadi masalah.

Pn . rc 18 . cos  = P . Pn Pa = P .  Aksial picth ( Pa ) adalah jarak yang diukur dari bidang yang sejajar sumbu poros. Nte = Pn .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Transverse Circular pitch ( P ) adalah diukur pada bidang yang tegak lurus sumbu poros. = jumlah gigi gear = diameter circle = normal diameter pitch P.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . 2 . cos  P = Nt d Dimana: P t d Pn = diameter pitch pada bidang yang tegak lurus sumbu poros. Pn =  dan Pn = P cos φ b) Jumlah gigi equivalent Radius ellip Nc = d 2 cos 2 φ Jumlah gigi equivalent dapat dihitung dengan rumus.p =  .

dengan demikian. Km Kv . Kr 19 .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Dimana Pn = normal diameter pitch. ko . j = Sad = S at . 2 d 2 cos 2 φ c) Beban dinamis pada helical gear Dapat diperkirakan dengan rumus : 78  Vp 78 Fd = Ft Dimana: Vp = pitch line velocity d) Tegangan bending pada helical gear Persamaan lewis : s. K l K t. P . Pn Fb = Dimana : Fb Pn = bidang normal. b. Nte = Pn . b .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . y Kf . Ks . = diameter pitch t Ft .

Ukuran dan persamaan: 20 . = faktor dinamis = faktor distribusi beban. RODA GIGI CACING ( Worm Gear ) Fungsi roda gigi ini adalah untuk menstransmisikan daya pada poros yang paling tegak lurus dan sebagai reduser dengan perbandingan kecepatan yang besar. Keuntungan dari Worm Gear adalah tidak timbulnya pukulan yang terjadi pada roda gigi yang lain.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Dimana: Ko Kv Km J = faktor beban lebih.2.4. = faktor geometri Gambar 2.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Roda Gigi Miring 2.4.

= sudut lead pada worm. dq  Kekuatan worm gear. Mencari kekuatan gigi pada gear yaitu: 21 . dw  = pitch diameter worm Pencegahan besarnya dw menurut AGMA memakai rumusan berikut : C 0. dw Vpw dimana: Vpq Vpw w I = kecepatan pitch line pada gear. = kecepatan pitch line pada worm.875 dw   3 pq 2.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . = lead = Ntw x Paw = jumlah gigi atau ulir pada worm x axial pitch pada worm.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Persamaan kinematik yang penting pada Worm gear adalah : tan  = I Vpq  π .2 Dimana: pq = circular pitch pada gear dalam satuan inch perbandingan kecepatan : rv = wq Ntw l   ww Ntq π .

= lebar permukaan gigi. Pn Pn Beban dinamis Beban dinamis dapat diperkirakan dengan memakai rumusan:  1200  Vpq  Fd =   Ft  1200  Dimana: Vpq = kecepatan pada pitch line dari gear dalam feet permenit Ft = Besarnya beban yang ditransmisikan besarnya daya yang bekerja diterima pada gear. y . y.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . = konstanta yang berkaitan dengan material serta ukuran dari roda gigi. b . 22 . P . k’ Dimana: dq b k' = diameter pitch dari gear.  Beban keausan Rumus untuk mencari beban keausan: Fw = dq .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Fb =  s. b  s.

poros penggerak kelep (cam-shaft) poros penghubung dan lainnya.5. juga berfungsi sebagai pendukung.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Gambar 2.3. 2. Beberapa definisi dari poros 1. Roda Gigi Cacing 2. Shaft : adalah daya poros dari yang mesin ikut ke berputar mekanisme untuk yang memindahkan digerakkan. Axle : adalah poros yang tetap dan mekanisme yang berputar pada poros tersebut. POROS ( SHAFT ) Poros adalah merupakan bagian / elemen dari mesin yang dalam penggunaannya dapat berfungsi sebagai poros yang meneruskan tenaga.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . 23 .

biasanya dipakai pada dongkrak “jack” mobil. Spindle : adalah poros yang pendek terdapat pada mesin perkakas dan mampu / sangat aman terhadap momen bending. 6. Daya yang dipindahkan relatif rendah. Poros Lurus yang berpenampang lingkaran berfungsi Sebatang logam memindahkan putaran atau mendukung beban. Beban yang didukung poros adalah puntir dan beban bending. 4. Gambar 2. Poros dapat dibedakan menjadi: a. 5. Line shaft: (juga disebut “power transmission shaft”).Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box 3.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Jack shaft: adalah poros yang pendek. dimana perputaran poros membentuk sudut dengan poros yang lainya. Fleksibel shaft: adalah poros yang juga berfungsi memindahkan daya dari dua mekanisme (antara motor dan mekanisme).6. Poros Lurus 24 . adalah suatu poros yang langsung berhubungan dengan mekanisme yang digerakkan dan berfungsi memindahkan daya dari penggerak ke mekanisme tersebut.

Poros Bintang Sebatang logan yang berpenampang lingkaran dan terdapat sirip yang mempunyai bintang.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box b. in) = momen torsi myang diterima poros 25 .5 x Syp Psi N Dimana:  max N Syp = = = tegangan geser maksimum ( Psi ) faktor keamanan yield posisi dari material b) Diameter poros d= 16 x M B2  T 2 Syp π x 0. Persamaan yang digunakan pada poros bintang : a) Tegangan geser maksimum (  max )  max = 0.5 x N Dimana: d MB T = diameter poros (inch) = momen bending yang diterima poros (lb.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . poros dihubungkan dengan roda gigi tanpa memakai pasak. 7.

Dimensinya adalah: W = L = H = c. flywheel. yang disambungkan dengan poros mesin tersebut. Seperti roda gigi.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box 2. Pasak datar segi empat ( standart square key ) Type pasak ini adalah suatu type yang umumnya mempunyai dimensi ( w ) yaitu lebar dan tinggi ( H ) yang sama. impeller. PASAK ( KEY ) Pasak adalah beagian dari elemen mesin.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . pulley.4. Pasak tirus (tapered keys) 26 . cam. yang kira-kira sama dengan ¼ dari diameter poros. Adapun macam-macam pasak: a. lever. tetapi hanya disini tinggi pasak tidak sama dengan lebar pasak tetatp itngginya mempunyai dimensi yang tersendiri. juga digunakan untuk menjaga hubungan putaran relatif antara poros dari mesin dengan perlatan mesin yang lain. Pasak datar standart ( standart flat key ) Pasak ini adalah jenis pasak yang yang sama dengan pasak datar segi empat. sproket. panjang pasak tinggi pasak. disamping digunakan untuk menyambung. lebar pasak. b.

Pasak bidang lingkaran ( Woodruff Keys ) Pasak ini adalah salah satu pasak yang dibatasi oleh satu bidang datar pada bagian atas dan bidang bawah merupakan busur lingkaran ( semi circular ) hampir berupa setengah lingkaran.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Pasak ini biasanya digunakan untuk menghubungkan poros roda dimana poros sering direncanakan untuk menerima gaya kompresi apabila pasak ini terpasang secara tetap pada alur pasak diporos maupun diklopnya. Macam-macam Pasak 27 . d. .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .7. Gambar 2.

Tegangan geser yang terjadi ( s ) s = 2xT F  A W. ( lb ) = lebar pasak ( in ) = panjang pasak ( in ) = diameter pasak ( in ) Syarat keamanan: 2xT W. Gaya ( F ) F= 2T T = D D/2 Dimana: F T = besarnya gaya ( lb ) = besarnya torsi ( lb/in ) D = diameter poros ( in ) b.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Persamaan yang digunakan pada pasak: a. D Dimana: F W L D = gaya pada pasak. D Ssyp = Dimana: Ssyp = 0. L.58 x Syp 28 . L.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .

b. Bantalan rol silinder. a. d. Bantalan gelinding aksial.5. Bantalan gelinding dengan rol. c. Bantalan rol tirus. Umur bantalan (L10) C L10 =    10 6 P b 29 . c.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . aksial. Bantalan rol bentuk bola. ataupun gabungan keduanya dan bantalan dapat dibedakan macamnya sebagai berikut: 1. = faktor keamanan Tegangan kompresi yang timbul ( c ) c = 4xT syp  σc x Wd N 2. Bantalan rol jarum. Bantalan gelinding dengan bola radial. 2. Bantalan gelinding dengan bola radial dengan kotak penyudut.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box N c. Persamaan yang digunakan pada bantalan: I. BANTALAN ( BEARING ) Bantalan dibuat untuk menerima beban radial. Bantalan gelinding bola radial : a. b.

konstanta radial faktor putaran konstanta aksial beban radial beban aksial = Fc . = umur bantalan ( jam ) beban dinamis ( lb ) beban equivalen ( lb ) konstanta tipe bantalan Beban equivalen (P) P Dimana: Fc = x v y = = = konstanta beban.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .10.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Dimana: L10 = C = P = b II. 30 .9 Adapun jenis bantalan yang lain adalah bantalan rol silindris seperti yang ditujukan pada gambar 2. { (xv . Fy) + (yFa) } Fr = Fa = Beberapa bentalan dinetralisis seperti terlihat pada gambar 2.

Rool aksial berbentuk bola. Rool aksial kerucut.6.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Gambar 2. Jarum. 2. e. d.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Macam-macam bantalan Keterangan: a. c. Rool lurus b. Tugas dari pemberian pelumas pada system trasmisi antara lain: 31 .8. f. TEORI DASAR PELUMASAN Perawatan roda gigi merupakan kelengkapan yang harus diberikan agar kondisi operasional roda gigi selalu berjalan dengan baik. Rool kerucut bersudut enam. Rool kerucut. Salah satu perawatan adalah dengan minyak pelumas pada bagian-bagian mesin yang bergerak.

Ditinjau dari segi temperatur. Semakin tinggi temperatur. Untuk mengurangi keausan yang terjadi akibat dari adanya gesekan antara dua bagian yang saling bergerak. Mengurangi suara berderit pada bagian-bagian mesin yang saling bersentuhan. viskositas minyak pelumas dipengaruhi besarnya temperatur.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . 2. 3. sangat perlu diperhatikan konstruksi dari elemen mesin yang akan dilumasi.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box 1. kondisi kerja dan letak bantalan. 32 . Disamping itu pula tempat pelumasan. Mengurangi kehilangan daya akibat adanya gaya gesek antara bagian-bagian temperatur. bentuk serta kekasaran alur pelumasnya juga merupakan hal yamg penting untuk diperhatikan. 4. Membawa kotoran atau geram yang dihasilkan akibat adanya gesekan. Oleh karena itu dalam memilih cara pelumasan yang spesifik untuk problem yang ada. Dalam pemilihan cara pelumasan agar mendapat hasil baik. maka viscositas minyak pelumas akan turun dengan demikian untuk pengoperasian selanjutnya minyak pelumas perlu diganti bila yang bergerak yang dapat menaikkan viscositasnya sudah terlalu rendah. tergantung dari berapa besar perhatian yang harus diberikan pada bantalan dan juga bagaimana pentingnya bantalan dalam suatu bagian dari system tersebut.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Pelumas cara ini biasanya dipakai bila tidak ada alternative cara lain yang dapat dipakai.  Menurut caranya yang paling banyak dipakai adalah: Pelumasan tangan ( Hand Oiling ): dipakai untuk beban yang ringan dan kerja yang tidak kontinyu ( dilakukan oleh tangan ). 33 .  Pelumasan cair. system ini tidak bekerja secara terus menerus. B. sehingga kebutuhan pelumas sesaui dengan yang diinginkan. Cara ini juga lebih baik dari cara pelumasan tangan.  Pelumasan tetes ( Drop – Feed Oiler ): minyak diteteskan dengan jumlah yang teratur melalui sebuah katup jarum. Kekurangan dari metode ini adalah banyak terjadi kebocoran.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box A. tidak cukup menghasilkan lapisan film pelumas. dan juga kontinyuitas aliran dapat dipertahankan. hanya cukup berbahaya bagi bantalan apabila pelumasnya mengandung kotoran yang dapat menutup lubang katup sehingga aliran terhenti. tidak kontinyu. Macam macam pelumasan menurut bentuknya:  Pelumasan padat  Pelumasan semi padat. Cara ini juga dapat dikontrol dengan mengatur posisi waktunya. aliran pelumasan tidak teratur.

Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Pelumasan sumbu ( Weck – Feed Oiler ): pelumasan dengan menggunakan sumbu untuk menghisap minyak dan dicelupkan salah satu ujungnya kedalam reservoir pelumas dan ujung yang lainnya di kontak langsung dengan bantalan yang akan dilumasi. Gambar 2. ini sangat tergantung terhadap bahan dan kontruksi sumbunya. dengan gaya kapiler pelumas terhisap dan diteruskan melalui sumbu kebantalan. minyak dari bak penampung dipercikkan dan biasanya digunakan dalam pelumasan torak. Cara ini lebih baik dari pada cara pelumasan tangan. silinder motor yang mempunyai putaran tinggi. karena aliran pelumas dapat lebih kontinyu dan kontinyuitas aliran juga dapat di control.9 Pelumasan Sumbu  Pelumasan percik dan celup ( Splash – Systems Oiled ): bila mesin menggunakan bagian-bagian yang berputar dan ada bantalan. Seperti pada poros 34 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .

Cara ini dipakai pada beban-beban sedang dan putaran relative tinggi.  Pelumasan pompa ( Pump Oiled ): cara ini bertujuan untuk memberikan pelumasan kebantalan atau bagianbagian yang perlu pelumasan dimana dari konstruksinya sulit dilaksanakan dengan cara-cara terdahulu. baik untuk mekanisme putaran tinggi dan beban 35 . roda gigi ( gear ). maka cara pelumasan ini sangat cocok untuk mekanisme yang mempunyai rumah kotak seperti.10 pelumasan percik  Pelumasan cincin ( Ring – Oiled Bearing ): pelumasan ini menggunakan cincin atau rantai yang digantung pada poros dekat bantalan sehingga cincin ini ikut berputar bersama poros dan mengangkat minyak yang diperlukan dari bawah. kotak roda gigi dengan mekanisme gigi-giginya. Gambar 2.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Cara ini banyak digunakan pada akhirakhir ini. dalam hal ini diperlukan pompa untuk memompa pelumas kebagianbagian tersebut.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box engkol ( crank shaft ).

Tujuan dari pelumasan adalah untuk mencari viscositas absolut dan mencari jenis pelumasan yang akan digunakan yaitu SAE.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box besar.22. Variabel utama dengan cara ini adalah tekanan yang dihasilkan dari pompa. karena di reservoir dilakukan pendinginan.45x107  Reynold 36 . dimana:   Z 1.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .45 x 10-7 Reynold  Jenis pelumas SAE ( Society American of Engineering ) Dengan mengetahuiviskositas absolut suatu pelumas dalam reynold.  Perencanaan viscositas absolut dari pelumas 180   Z  t  0.  Pelumasan gravitasi: dari sebuah tangki diatas bantalan minyak dialirkan oleh gaya beratnya sendiri. Panas akan dilepaskan. Disini pompa digunakan untuk mengalirkan minyak ke bantalan karena letaknya sulit.  Pelumasan rendam: sebagian dari komponen mesin direndam dalam minyak.Sus   Sus   Dimana : Z = Absolute viscositas ( cp ) t = Spesific gravity pada temperatur test ( t ) Kp = 1.

Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Dengan menggunakan figure 8-13 ( A.D.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .426 ) dimana ( temperature test of ) maka diperoleh jenis minyak pelumas SAE tertentu. Deutschman hal. 37 .

Karena jarak sumbu poros © = 8 in.1. a.2  d 2 d 2  12. 2 16  3.8 in 8 d1  d 2  Jadi: d1 = 3. ( sudut kontak ) . rv  nout 1000 1   nin 4000 4 = 10  1000 d1   4d 1  d 2 4000 d 2 b.2 in d2 = 12.C ( arak poros I dan II ) = 8 in .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . maka : c d1  d 2  2 16  d 1  4d 1 d 1  3. perbandingan kecepatan (rv).2 in 8 .P ( diametral pitch ) Menentukan diameter roda gigi 1 & 2. Perencanaan roda 1 dan 2 (Perhitungan tingkat kecepatan 1) Dengan data-data sebagai berikut:     Daya motor ( N ) Putaran input ( ninp ) Putaran output ( n1 ) Asumsi : = 30 hp = 4000 rpm = 1000 rpm = 25 full depth .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box BAB III PERENCANAAN RODA GIGI 3.8 in 38 .

125  12.8  2 0.25 2.8 = 128 gigi d.225 in P P 1 Diameter Addendum  d1  2    3.2  2 0. cos   39 .2 = 32 gigi Nt2 = P.91  1. d1 = 10.1  13 in P Addendum  1 Diameter Dedendum  d 2  2    12.25 Celah    0.2 .125  1. cos   d1 3.2  2 0.1  3.25 1. Jari jari base circle (rb1.8  2 0.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box c.4 in P  1. cos 25  .2 in P 10 2.8 cos 25  0.25 Tinggi Gigi    0.82 in 2 2 rb2 = r2 .0. Menentukan addendum dan dedendum untuk  = 25 full depth 1 1   0.1 in P 10 1.25 Dedendum    0.25 0. 12.125 in p 10 0.rb2) rb1 = r1 .91  5.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .45 2 2 d2 12.55 in P e.45 in  P  1 Diameter Addendum  d 2  2    12. 3. maka : P Nt d  Nt1 = P. Menentukan jumlah gigi Karena diametral pitch (P) = 10.25  Diameter Dedendum  d1  2    3.025 in P 10 2 2 Tinggi Kontak    0. d2 = 10.

2.nin 12  3.3. in (roda gigi 1) 4000 T1 = 63000.4000  33489 ft menit 12 g.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box f. Kecepatan keliling (Vp) Vp   .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .5 lb. T2 = 63000.17 lb cos  cos 25 Fn2 = Fn1 (arahnya berlawanan)  Gaya radial (Fr) 40 . Perhitungan gaya gaya yang terjadi pada roda gigi 1 & 2 gaya roda gigi 1 T = 63025. in (roda gigi 2) 1000 Gaya tangensial ( Ft ) Ft1  33000  N 33000  30   295.14.61 lb Vp 3349 Ft2 = Ft1 (arahnya berlawanan)  Gaya normal (Fn) Fn1  Ft1 295. gaya roda gigi 2 N n 30 = 472.d1 .61   326.  30 = 1890 lb .

664 sin 25 = 163.09 < 1.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .d 2 2.530 ( untuk Nt = 128 gigi ) table 10.433 ( untuk Nt = 32 gigi ) table 10.sin  = 386.2  1.11 Maka: b = b  1120.b.61 lb 1200 h.3 maka lebar gigi aman.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Fr1 = Fn1.Ft 1200 1200  3349   295.559 lb Fr2 = Fr1 (arahnya berlawanan)  Gaya dinamis (Fd) Untuk 2000 < vp  4000 ft menit Fd  1200  vp .2 41 .61  1120. i.8 Dimana: Q  k = 200 (Steel BHN 275) Tabel 10.8   1.09 in 3.61  1. Menentukan lebar gigi b Fd d1 . Mencari beban ijin bending (Fb) : Fb  So.9 < 1.6 d1  d 2 3  12.12.q.k 2.2 Y2 = 0. Y P Dimana : Y1 = 0.6  200 Cek lebar gigi : 9 13 b P P karena 0.

Km Kv. 1.3 ( table 10. 0.7) Maka : Sad  39380.1  65139.33 ) Tegangan yang terjadi  1 Ft . maka perencanaan roda gigi aman j.20% WTQ mempunyai So = 25000 psi (BHN250) table 10.09 .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Bahan cast steel (low carbon) 0. 1.Ks.b.10 ) Sat : 39380 psi (Tabel 10.25 ( table 10.433  1179.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . table 10.K R Dimana : K1 : 1( umur tidak pasti ) KT : 1 ( temperatur pelumasan kurang dari 250F ) KR : 1.3 Untuk pinion Fb1 = 25000 .85 psi 1(1.Ko.P.5 ) 42 .4 ) Ks = 1 ( spur gear ) Km = 1.25 psi 10 Karena Fb1 > Fd dan Fb2 > Fd.93 psi 10 0.K1 K T . j Dimana : Ko = 1.530  1444. Pemeriksaan tegangan ijin maksimum perencanaan Sad  Sat.09 . Untuk gear Fb2 = 25000 .33 ( normal design.1.

maka perencanaan roda gigi aman.P ( diametral pitch ) = 10 Menentukan diameter roda gigi 3 & 4.1. ( sudut kontak ) . Perencanaan roda 3 dan 4 (Perhitungan tingkat kecepatan II) Dengan data-data sebagai berikut:  Daya motor ( N )  Putaran input ( ninp )  Putaran output ( n1 )  Asumsi : = 30 hp = 4000 rpm = 2000 rpm = 25 full depth .C ( jarak poros II dan III ) = 8 in .2.5 psi ( 0.5 psi ) < Sad ( 65139. rv  nout 2000 1   nin 4000 2 43 .91) (1. perbandingan kecepatan (rv).46 50  3349 Maka: 1 ( 295.22 ) Maka: Kv  50 50  Vp  50  0.25 ) (10 ) (1.36 ) Karena 1 ( 26612.36 ( Grafik 10.3 )  26612.85 psi ). 3.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box J = 0.46 ) (1.09 ) ( 0. a.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .

3 in c d 3  d 4  8 . 10. Karena jarak sumbu poros © =8 in. d2 = 10.5 in P  1.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .1  10.7 in 8 d 3  d 4  Jadi: d3 = 5.7  2 0. Jari jari base circle (rb1. cos   d3 5.05 in  P  1 Diameter Addendum  d 4  2    10. maka : 2 16  d 3  2d 3 d 3  5. d1 = 10.3  d 4 d 4  10.9 in P 1 Diameter Dedendum  d 4  2    10.7 in c.1  5. Menentukan jumlah gigi Bila diametral pitch (P) = 10.7 = 107 gigi d.3  2 0. maka : P Nt d  Nt1 = P.3 cos 25  cos 25  2.3 = 53 gigi Nt2 = P.402 in 2 2 .rb2) rb3 = r3 . Menentukan addendum dan dedendum untuk  = 25 full depth 1 Diameter Addendum  d 3  2    5.3  2 0.45 in P e. 5.3 in d4 = 10. 2 16  5.125  5.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  d3  2d 3  d 4 d4 b.125  10. 44 .25  Diameter Dedendum  d 3  2    5.7  2 0.

cos   d4 10.33 ft menit 12 g. T4 = 63000.d 3 .69 lb.22 lb Fr4 = Fr3 (arahnya berlawanan) 45 .38 lb . Perhitungan gaya gaya yang terjadi pada roda gigi 3 & 4 T = 63000.46   196.3.nin 12  3.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .849 in 2 2 f.5.7 cos 25  cos 25  4.4000  5547.  Gaya tangensial (Ft) Ft 3  33000  N 33000  30   178.91 sin 25 = 83. N n 30 = 472.91 lb cos  cos 25 Fn4 = Fn3 (arahnya berlawanan)  Gaya radial (Fr) Fr3 = Fn3 sin  = 196. in (roda gigi 4) 2000 T3 = 63000. Kecepatan keliling (Vp). Vp   .14.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box rb4 = r4 . in (roda gigi 3) 4000 30 = 945.33 Ft4 = Ft3 (arahnya berlawanan)  Gaya normal (Fn) Fn3  Ft 3 178.46 lb Vp 5547.

11 Maka: b  348.46  948. b Fd d 3 .7 Dimana: Q  k = 51 ( BHN Steel 150) Tabel 10. maka lebar gigi dinyatakan aman.d 4 2.10.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Gaya dinamis (Fd) Fd  .9 < 1.b. 0. Mencari beban ijin bending (Fb) : Fb  So.96 .k 2.3  1.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . i.523 ( untuk Nt = 107 gigi ) Bahan cast steel (low carbon) 0.Ft 78 78  5547.Untuk pinion Fb3 = 25000 .96 in 5.481  1154.3.34 in d 3  d 4 5.43 lb 78 78  vp h.3 .7   1. 0.33   178.20% WTQ mempunyai So = 25000 psi (BHN 250) table 10. Dimana : Y P Y3 = 0.22 < 1.87  0.q. Menentukan lebar gigi.4 psi 10 46 .34  51 Cek lebar gigi : 9 13 b P P karena 0.481 ( untuk Nt = 53 gigi ) Y4 = 0.3  10.

1.93 psi 1.8 ) KT : 1 ( temperatur pelumasan kurang dari 250F ) KR : 1.1  32569.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .4 ) Ks = 1 ( spur gear ) Km = 1. 0.Km Kv.33 ( normal design.25 ( table 10. maka perencanaan roda gigi aman.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box - Untuk gear Fb4 = 25000 .22 ) Maka: Kv  50 50  Vp  50 50  5547. j Ko = 1.33  0.8 psi 10 Karena Fb3 > Fd dan Fb4 > Fd.10 ) Sat : 39380 psi (Tabel 10.1.b.P.K R Dimana : KL : 1. j.Ks.7) Maka: Sad  39380.47 ( figure 10. table 10.1 ( table 10.532  1276. Pemeriksaan tegangan ijin maksimum perencanaan Sad  Sat.5 ) J = 0.Ko.K L K T .33 Tegangan yang terjadi  1 Dimana : Ft .3 ( table 10.402 47 . 0.96 .

perbandingan kecepatan (rv).402.3 )  15988.3.0. a.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . maka : 48 . maka perencanaan roda gigi aman.46 ) (1.C ( jarak poros ) .18) < Sad (32569.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Maka: 1 (178. rv  nout 4000 1   nin 4000 1 d5  d5  d6 d6 b.P ( diametral pitch ) Menentukan diameter roda gigi 3 & 4. Karena jarak sumbu poros © = 8 in. 3. Perencanaan roda 5 dan 6 (Perhitungan tingkat kecepatan III) Dengan data-data sebagai berikut:  Daya motor ( N )  Putaran input ( ninp )  Putaran output ( n3 )  Asumsi : = 30 hp = 4000 rpm = 4000 rpm = 25 full depth = 8 in = 10 .96.93).47 Karena 1 (15988.0.25 ) (10 ) (1) (1. ( sudut kontak ) .18 psi 0.

4000  8373. d5 = 10. Menentukan jumlah gigi Bila diametral pitch (P) = 10.25  Diameter Dedendum  d 5  2    8  2 0.8 = 80 gigi Nt2 = P. Kecepatan keliling (Vp). Jari jari base circle (rb5.1  8. 8 = 80 gigi d.63 in 2 2 d5 8 cos 25  cos 25  3.2 in P 1 Diameter Dedendum  d 6  2    8  2 0. d6 = 10.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box 2 16  d 5  d 6 Jadi: d5 = 8 in d6 = 8 in c d 5  d 6  8 c.75 in P e. maka : P Nt  d Nt1 = P.125  7.8. 1 Diameter Addendum  d 5  2    8  2 0.33 ft menit 12 49 . Menentukan addendum dan dedendum untuk  = 25 full depth.63 in 2 2 rb6 = r6 .2 in P  1.rb6) rb5 = r5 .d 5 .nin 12  3. Vp   .75 in  P  1 Diameter Addendum  d 6  2    8  2 0. cos = r5 cos 25  d5 8 cos 25  cos 25  3. cos = r6 cos 25  f.125  7.1  8.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .14.

45 lb cos  cos 25 Fn6 = Fn5 (arahnya berlawanan)  Gaya radial (Fr) Fr5 = Fn5.33 Ft6 = Ft5 (arahnya berlawanan)  Gaya normal (Fn) Fn5  Ft 5 118.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box g.69 lb.23 lb Vp 8373. in (roda gigi 5) 4000 T5 = 63000. N n 30 = 472.93 lb 78 50 . in (roda gigi 6) 4000 Gaya tangensial (Ft) Ft 5  33000  N 33000  30   118.sin  = 130.23   130.  30 = 472.Ft 78 78  8373. Perhitungan gaya gaya yang terjadi pada roda gigi 5 & 6 T = 63000.33   118.13 lb Fr6 = Fr5 (arahnya berlawanan)  Gaya dinamis (Fd) Untuk vp > 4000 ft menit Fd  78  vp .69 lb .23  256.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . T6 = 63000.45 sin 25 = 55.

07 . 1.8  1 d5  d6 8  8 Dimana: Q  k = 30 ( Steel BHN 150 ) Tabel 10.58 psi 10 0.9 < 1. 0.3 Untuk pinion Fb5 = 25000 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .509  1361.509  1361. maka perencanaan roda gigi aman.k 2. Untuk gear Fb6 == 25000 . Dimana : Y P Y5 = 0. 1.07 in 8  1  30 9 13 b P P Cek lebar gigi : karena 0.b.11 Maka: b  256.58 psi 10 Karena Fb5 > Fd dan Fb6 > Fd.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box h.509 ( untuk Nt = 80 gigi ) Y6 = 0.93  1. b Fd d 5 .20% WTQ mempunyai So = 25000 psi (BHN 250) table 10.d 6 2. Mencari beban ijin bending (Fb) : Fb  So.q. i.07 .509 ( untuk Nt = 80 gigi ) Bahan cast steel (low carbon) 0. Menentukan lebar gigi. 51 .3 maka lebar gigi dinyatakan aman.07 < 1.

1  32569.5 ) J Maka: = 0.33 Tegangan yang terjadi  1 Ft . j Dimana : Ko = 1.33  0.1.25.1.22) Kv  50 50  Vp  50 50  8373.K L K T .1 KT : 1 ( temperatur pelumasan kurang dari 250F ) KR : 1.3  11400.Ks.45 (figure 10.1.35 Maka: 1 118.31 psi 0.4 ) Ks = 1 ( spur gear ) Km = 1.3 ( table 10.7) Maka : Sad  39380.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .K R Dimana : KL : 1. Pemeriksaan tegangan ijin maksimum perencanaan Sad  Sat.Ko.P.33( normal design.1.07.10 ) Sat : 39380 psi (Tabel 10.35. table 10.b.1.10.25 ( table 10.23.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box j.93 psi 1.45 52 .Km Kv.0.1.

2 16  3.P ( diameter pitch ) Menentukan diameter roda gigi 7 & 8 a.8 2 d 8  6.2 in c d 7  d 8  8 . maka perencanaan roda gigi aman.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Karena 1 (11400. 3.C ( jarak poros ) .4.12.4 in 53 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .8 dan 9 (Perhitungan tingkat kecepatan reverse) Dengan data-data sebagai berikut:  Daya motor ( N )  Putaran input ( ninp )  Putaran output ( nr ) = 30 hp = 4000 rpm = 1000 rpm = 25 full depth = 8 in = 10  Asumsi : . Karena jarak sumbu poros c = 6 in.31) < Sad ( 32569. maka : 2 16  d 7  4d 7 d 7  3.8 in c d 7  d 9  8 1 d 8  . Perencanaan roda 7. ( sudut kontak ) . rv  nrevers 1000 1   nin 4000 4  d8  d 9  4d 8 d9 b.2  d 9 d 9  12. perbandingan kecepatan (rv).93 ).

95 in  P  1 Diameter Addendum  d 9  2    6.9 in 2 2 d9 12.d 7.4  2 0. d7 = 10.1  6.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box c.8  2    3. maka : P Nt  d Nt7 = P. Jari jari base circle (rb7. Vp   .3.rb9) rb7 = r7 .4 in P  1.8  2    3.25  Diameter Dedendum  d 7.3.12. d8 Nt9 = P.2  2 0.nin 12  3.2. cos   rb9 = r9 .6.1  3.4000  3349 ft menit 12 54 .8 = 128 gigi d. d9 = 10.14.8. cos   f. Menentukan addendum dan dedendum untuk  = 25 full depth 1 Diameter Addendum  d 7.4 cos 25  cos 25  2.2 cos 25  cos 25  1. Menentukan jumlah gigi Bila diametral pitch (P) = 10.125  2.4 = 64 gigi = 10.4  2 0.8 in 2 2 rb8 = r8 . Kecepatan keliling (Vp).2 = 32 gigi Nt8 = P.45 in 2 2 d8 6. cos   d7 3.2  2 0.6 in P 1 Diameter Dedendum  d 9  2    6.8 .15 in P e.8 cos 25  cos 25  5.125  6.

Perhitungan gaya gaya yang terjadi pada roda gigi 7.8 = Fn sin  = 326.69 lb. T9 = 63000.8 = 63000.8 ( arahnya berlawanan )  Gaya dinamis ( Fd ) Untuk 2000 < V p  4000 ft menit 55 .nin 12  3.8 & 9 T = 63000.17 lb cos  cos 25 Fn9 = Fn7.17 sin 25 = 137. in ( roda gigi 9 ) 1000 Gaya tangensial ( Ft ) Ft 7.8  Ft 7.8  33000  N 33000  30   295.8 ( arahnya berlawanan )  Gaya normal ( Fn ) Fn 7.61   326.8.33 ft menit 12 g.8 295.14.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Vp   .4000  3349.d 9 . in ( roda gigi 7 & 8 ) 4000 T7. N n 30 = 472.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .12.75lb .8 ( arahnya berlawanan )  Gaya radial ( Fr ) Fr7.61 lb Vp 3349 Ft9 = Ft7.  30 = 1890.85 lb Fr9 = Fr7.

q.09 .b.295.433  1179.93 psi 10 56 . 1. Mencari beban ijin bending ( Fb ) : Fb  So.3 Untuk pinion Fb7 = 25000 .20% WTQ mempunyai So = 25000 psi (BHN 250) table 10.8  d 9 3.09 < 1.8 Dimana: Q  k = 200 (Steel BHN 275) Tabel 10.09 in 3.61 lb 1200 h. Menentukan lebar gigi.8  1.6  200 Cek lebar gigi : 9 13 b P P karena 0.k 2.495 (untuk Nt = 64 gigi) Y9 = 0.2  12.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Fd  1200  vp .9 < 1. Y P Dimana : Y7 = 0.433 (untuk Nt = 32 gigi) Y8 = 0.530 (untuk Nt = 128 gigi) Bahan cast steel (low carbon) 0.3 maka lebar gigi dinyatakan aman.d 9 2.61  1.61  1120.6 in d 7. i.Ft 1200 1200  3349  .2  1. b Fd d 7 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .11 Maka: b  1120. 0.12.

1.88 psi 10 0.K l K T .5 ) J = 0.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box .b. Karena Fb5 > Fd dan Fb6 > Fd.350  1444.3 ( table 10.Ko.K R Dimana : KL : 1.33 ( normal design.4 ) Ks = 1 (spur gear) Km = 1.1.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .93 psi 1.25 ( table 10. maka perencanaan roda gigi aman j.P.7) Maka : Sad  39380.Km Kv.8) KT : 1 ( temperatur pelumasan kurang dari 250F) KR : 1.25 psi 10 Fb9 = 25000 . j Ko = 1.46 57 .33 Tegangan yang terjadi  1 Dimana : Ft .09 .1  32569.1 (table 10. 1.36 (figure 10. 0.Ks.09 . Pemeriksaan tegangan ijin maksimum perencanaan Sad  Sat.22) Kv  50 50  Vp  50 50  3349  0.495  1348.Untuk gear Fb8 = 25000 .10 ) Sat : 39380 psi (Tabel 10. table 10. 1.

5 ) < Sad ( 32569.46.0.93 ). 58 .25.1.36 Karena 1 ( 26612.5 psi 0.09.1.1.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Maka: 1 295.61.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .10. maka perencanaan roda gigi aman.1.3  26612.

PASAK. Ft 7 = Ft8 = 295. Perencanaan poros I kondisi 1 RBH C RAH A RAV 4 in Fr1 Fn1 12 in Ft1 RB B RBV RA 59 .1. BANTALAN DAN PELUMASAN 4.in = 25o full depth Fr1 = Fr2 = 137.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .91 lb Fn5 = Fn6 = 130.61 lb b. Ft 3 = Ft 4 = 178.85 lb Fr3 = Fr4 = 83.1.22 lb Fr5 = Fr6 = 55. Perencanaan poros I Data yang diketahui:  Daya input ( Nin ) = 30 hp  Putaran input ( nin ) = 4000 rpm  Sudut kontak (  )  Gaya yang terjadi a.17 lb Fn3 = Fn4 = 196.23 lb d.61 lb T = 473 lb.85 lb Fn1 = Fn2 = 326.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box BAB IV PERENCANAAN POROS. Ft1 = Ft2 = 295.13 lb Fr7 = Fr8 = 137.17 lb 4.46 lb c. Ft 5 = Ft 6 = 118.45 lb Fn7 = Fn8 = 326.1.

508 lb.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . AB = 0 RB  Fn1  AC 326.in lbin Diagram momen poros I kondisi 1 60 . AC – RB.627 lb  Momen bending yang terjadi pada poros daerah AC MC = 244.627 .17  4   81.543 = 244.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Analisa momen bending Fn1 A RA 4 in C 12 in B RB Reaksi di A dan B  MA = 0 Fn1.17 – 81. 4 = 978.in 978.508 lb.543 lb 16 16 v=0 RA – Fn1 + RB =0 RA = Fn1 – RB = 326.

455 = 98.1. Perencanaan poros I kondisi 2 RBH B D RAH A Fr3 RAV 8 in RB Fn3 8 in Ft3 RBV RA  Analisa momen bending Fn3 A RA 8 in D 8 in B RB Reaksi di A dan B  MA = 0 Fn3.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box 4.8   98.91 – 98.455 lb 16 16 v=0 RA – Fn3 + RB = 0 RA = Fn3 – RB = 196.91. AD – RB.2.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .455 lb 61 . AB = 0 RB  Fn3  AD 196.

3.64 lbin 787.455 .64 lbin Diagram momen poros I kondisi 2 4.AD=98. Perencanaan poros I kondisi 3 RB H B RB V E RA H A RA V Fr5 Fn5 Ft R B 6 in R A 10 in 5  Analisa momen bending Fn5 A RA 10 in E 6 in B RB 62 .1.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Momen bending yang terjadi pada poros daerah AD MD = RA.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . 8 = 787.

45.19 lbin 489.AE = 48.45 – 81.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . Perencanaan poros I kondisi 4 RB F Fr RA H H B RB V R B Fn 7 A RA V 7 Ft7 43 in R A 13 in 63 .10 = 489. AE – RB.531 = 48.919. AB = 0 RB  Fn5  8 130.1.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Reaksi di A dan B  MA = 0 Fn5.19 lbin Diagram momen poros I kondisi 3 4.10   81.4.919 lb  Momen bending yang terjadi pada poros daerah AE ME=RA.531 lb AB 16 v=0 RA – Fn5 + RB = 0 RA = Fn5 – RB = 130.

AB = 0 RB  Fn 7  AF 326.157 .041 lb.in 795.in Diagram momen poros I kondisi 4 64 .17 – 265.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Analisa momen bending Fn9 A RA 13 in F 3 in B RB Reaksi di A dan B  MA = 0 Fn7.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .17  13   265. AF – RB. 13 = 795.013 = 61.041 lb.013 lb AB 16 v=0 RA – Fn7 + RB = 0 RA = Fn7 – RB = 326.AF = 61.157 lb  Momen bending yang terjadi pada poros daerah AF MF =RA.

5082  4732 3 16  3.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Perencanaan diameter poros I Momen yang terjadi : Kondisi 1: 978.58  61000 D  0.508 lbin ( MC ) Kondisi 2: 787. N = 3.14  0.  max  0.000 psi ( tabel A-2 Apendix A ) dengan angka keamanan.58Syp 16  N D 3 Mb max 2  T 2 Diameter poros D3 16  N   0.64 lbin ( MD ) Kondisi 3: 489.75.  Pengecekan kekuatan poros  Tegangan geser yang terjadi maximum yang diijinkan dari bahan (Ssyp) 65 .84 in Dengan memperhitungkan ukuran bantalan yang tersedia maka diameter poros diambil 0.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .58  Syp Mb max 2  T 2 978.508 lbin ( MD ) T = 473 lb.041 lbin ( MF ) Dimana: M max = 978.17 lbin ( ME ) Kondisi 4: 795.9843 in ( 25mm ).75 3.in Bahan poros yang digunakan adalah AISI 1045 N dengan Syp = 61.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .75  Tegangan geser yang terjadi pada poros (  max )  max     x   2  2  2 x  Dimana:  32  M   D3 32  978.57 Psi ) < Ssyp ( 9434.45  2     2529.58  61000  9434. 66 .9843  10466.67 psi 3.57 Psi ) maka perencanaan diameter poros I aman.45 Psi   Maka: 16  T   D3 16  473   0.508   0.57 Psi 2   2 Karena  max ( 5812.58  Syp N 0.68  5812.9843  2529.68 Psi  max   2   x      2  2  10466.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Ssyp   0.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .17 lb = 473 lb RIH J RHH H RHV 2in 2in n in I RIV  Analisa momen bending. Fn8 H RHH J I RIH 2 in  MA = 0 Fn8.61 lb = 137.805 lb 4 4 v=0 RH .61 – 147.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box 4.85 lb Fn8 T = 326.Ft8+ RI= 0 RH=Ft8 – RI= 295. Perencanaan poros II Gaya yang terjadi Ft8 Fr8 = 295. 2 – RI.2.805 lb 67 .61  2   147. 4 = 0 2 in RI  Fn8  2 295.805= 147.

67 in Dengan memperhitungkan ukuran bantalan yang tersedia maka diameter poros diambil 0.in Bahan poros yang digunakan adalah AISI 1045 N dengan Syp = 61. Perencanaan diameter poros II: Dimana :M max = 295.58  61000 D  0.805 .in T = 473 lb.61 lb. a.75   0.000 psi ( tabel A-2 Apendix A ) dengan angka keamanan.61 lbin Diagram momen poros II. 68 .  max  0.75.58  Syp Mb max 2  T 2 295. 2 = 295.984 (25 mm). HJ = 147.61 lb 295. N = 3.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Momen gaya: MJ = RH.612  4732 3 16  3.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .58  Syp 16  N   D3 Mb max 2  T 2 Diameter poros D3 16  N   0.

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .67 psi 3.9843 32  295.94 psi   16  T   D3  0.58  Syp N   0.08 psi 69 .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Pengecekan kekuatan poros  Tegangan geser yang terjadi maximum yang diijinkan dari bahan (Ss) Ssyp  0.58  61000  9434.75 Tegangan geser yang terjadi pada poros ( max)  max     x   2  2  2 Dimana:  x   32  M   D3  0.9843  max 16  473  2529.94  2     2529.68  2  2  2983.61  3161.68 psi Maka:   2   x      2  2  3161.

08Psi ) < Ssyp ( 9434.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . N=3 Diameter poros ( D ) = 0.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Karena  max ( 2983.050 in = 0. PERENCANAAN PASAK a. Panjang spline keseluruhan sama dengan panjang poros.3. 4.9843 in Jumlah spline ( n ) = 6 ( tabel 7-9 ) Dari tabel 7-9 diperoleh : Lebar spline (W) Tinggi spline (H) Diameter dalam spline  Gaya yang bekerja pada pasak = 0.76 in . T = 473 lbin. 25. Ft  2 T 2  473   160. in = 0.  Pengecekan kekuatan pasak Ditinjau dari tegangan geser 70 .9843 Panjang spline L = b = 1.8 in ( panjang spline yang bekerja pada roda gigi ).Aman. Perencanaan poros III sama dengan perencanaan poros I.67Psi ) maka perencanaan diameter poros II aman. Perencanaan pasak spline pada poros I Data yang diketahui :    Bahan pasak AISI 1050 CD . Syp = 104000 psi .23 lb nxD 6  0.

5  0.67 Psi 3  karena s dan c < Ssyp maka perencanaan pasak aman.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .07 Psi A 0.58  104000  20106.33 Psi 0.8 c  Syarat perencanaan aman :  s dan c < Ssyp Dimana: Ssyp  0.984 in = 0.250.23   1780.8 in s  F A F 160. Ak = 3.050  1.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box L = b = 1. b. Direncanakan bahan pasak AISI 1050 CD .5  H  L 0.23   356.123 in = 0.8 s  Ditinjau dari tegangan tekan / kompresi L = Bb = 1. Dengan data :  Diameter poros (D)  Tinggi pasak ( H )  Lebar pasak ( W ) = 0.237 in  Torsi maksimum ( T ) = 473 lbin 71 . Perencanaan pasak pada poros II Type pasak pada poros II dipakai standard flat key.58  syp Ak 0. syp = 104000 psi .8 in c  F A F 160.1.

5  H  L 0.8 c  Syarat perencanaan aman :  s dan c < Ssyp Ssyp  Dimana: 0.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Pengecekan kekuatan pasak ( L = b = 1.58  104000   20106 Psi 3 Karena s dan c < Ssyp maka perencanaan pasak aman.38   2253.1. syp = 104000 psi .5  0. Direncanakan bahan pasak AISI 1050 CD .8 s  Ditinjau dari tegangan tekan / kompresi c  F A F 961. Ak = 3.246 in  Torsi maksimum ( T ) = 1890 lbin 72 .55 Psi 0.237.984 in = 0.59 Psi W  L 0.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .38   8684. Dengan data :  Diameter poros (D)  Tinggi pasak ( H )  Lebar pasak ( W ) = 0.123  1. c. Perencanaan pasak pada poros III Type pasak pada poros II dipakai standard flat key.58  syp AK 0.074 in = 0.8 in ) Ditinjau dari tegangan geser s  F A F 961.

Bantalan pada poros I Data yang diketahui:  Data perhitungan poros I 73 .246.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Pengecekan kekuatan pasak ( L = b = 1.58  104000   20106.24   4806.5.8 s  Ditinjau dari tegangan tekan / kompresi c  F A F 640.58  syp AK 0.8 c  Syarat perencanaan aman :  s dan c < Ssyp Ssyp  Dimana: 0.5  H  L 0.1.5  0.24   1445.1.89 Psi W  L 0.4. 4.074  1.67 Psi 3 Karena s dan c < Ssyp maka perencanaan pasak aman. PERENCANAAN BANTALAN 4.61 Psi 0.8 in ) Ditinjau dari tegangan geser s  F A F 640.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .

013      Kecepatan putaran ( n ) Diameter poros ( D ) Fa (gaya aksial) Fr = RB = 4000 rpm = 0.Fr + Y. Data Dari tabel 9-2 didapat C = 3700 lb  Mencari beban equivalen P = Fs (x. uniform and steady load ) P = 1 ( 1.543 98.0 ( untuk ring dalam berputar ) Y= 0 Fs= 1 ( tabel 9-8.013 + 0 ) =265.455 48.265.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .531 265.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box Kondisi 1 2 3 4 RA (lb) 244.1.9843 in =0 = 265.672 98.455 81.v.919 61.013 lb 74 .013 lb ( gaya terbesar ) Bantalan yang digunakan jenis Double Row Notch Ball Bearing dengan dimension series 32.157 RB (lb) 81.Fa) Dimana: x = 1 v= 1.

Dari tabel 9-2 didapat C = 3700 lb  Mencari beban equivalen P = Fs ( x.46 jam 3 4.984 in =0 = 147.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .805 lb ( gaya terbesar ) Bantalan yang digunakan jenis Double Roe Notch Ball Bearing dengan dimension series 32.0 (type bantalan bola) 10 6  3700  L10      265.805      Kecepatan putaran ( n ) Diameter poros ( D ) Fa ( gaya aksial ) Fr = RI = 4000 rpm = 0.Fr + Y.Fa ) Dimana: x = 0 75 .n b ( Jam ) Dimana: b = 3.805 RI (lb) 147.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Mencari umur bantalan 6  C  10 L10      P  60.5. Bantalan pada poros II Data yang diketahui:  Data perhitungan poros II Kondisi I I RH (lb) 147.v.4000 = 11339.2.013  60.

672 98. Bantalan pada poros III Data yang diketahui:  Data perhitungan poros I Kondisi 1 2 3 4 RA (lb) 244.157 RB (lb) 81.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box v Y Fs = 1.0 ( untuk ring dalam berputar ) =0 = 1 ( tabel 9-8.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .013   Kecepatan putaran ( n ) Diameter poros ( D ) = 4000 rpm = 0.919 61.18 jam 3 4.0 (type bantalan bola) 10 6  3700  L10 h      147.1.455 81.455 48.531 265.3.805 lb  Mencari umur bantalan 6  C  10 L10 h      P  60. uniform and steady load ) P = 1( 1.543 98.n b (Jam) Dimana: b = 3.805 + 0 ) = 147.9843 in 76 .5.805  60.147.4000 = 65362.

Data Dari tabel 9-2 didapat C = 3700 lb  Mencari beban equivalen P = Fs (x. uniform and steady load ) P = 1 ( 1.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box    Fa (gaya aksial) Fr = RB =0 = 265.Fa) Dimana: x = 1 v= 1.Fr + Y.013  60.46 jam 3 77 .265.1.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .v.013 lb ( gaya terbesar ) Bantalan yang digunakan jenis Double Row Notch Ball Bearing dengan dimension series 32.0 (type bantalan bola) 10 6  3700  L10      265.n b ( Jam ) Dimana: b = 3.4000 = 11339.0 ( untuk ring dalam berputar ) Y= 0 Fs= 1 ( tabel 9-8.013 + 0 ) =265.013 lb  Mencari umur bantalan 6  C  10 L10      P  60.

PERENCANAAN PELUMASAN Data yang diketahui:     Putaran ( nin ) Temperatur operasi Diameter poros D .89 = temperatur test = 150 F = 0.00035 ( t – 60 ) = Spesific gravity pada 60 F = 0.8585 o o o o o 78 .22 SUS – 180 / SUS ) Dimana : Z SUS t t  60 t t Maka : Z = 0.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box 4. Z = t ( 0.9843 in = 25 mm o = Viscositas absolut ( cp ) = Saybolt Universal Seconds = 300 = Spesific gravity pada temperatur t = .60 – 0. 120 – 180 / 120 ) = 21. n = 25 .89.386 cp  Viscositas absolut dalam reyns  = 1.22 . 4000 = 100000 ( dengan temperatur kerja 150 F )  Minyak pelumas dengan viscositas 300 SUS pada temperatur 150 F.45.5.00035 ( 150 – 60 ) = 0. Z -7 o o = 4000 rpm = 150 F = 0.8585 ( 0. 60 – 0.10 .

001. 10  -7 Dari grafik 8-13 dengan T = 150 F dan  = 31. 1. 10 reyns didapat pelumas dengan SAE 20 sampai 50. Sistem pada pelumasan menggunakan sistem rendam.001.10 .Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . 79 .Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box -7 = 21.38.45 reyns o -7 =31.

= 4000 rpm.  Diameter roda gigi 9 (d9) = 6.Roda Gigi. = 4000 rpm.1. = 1000 rpm.8 in.2 in.  Diameter roda gigi 4 (d4) = 10.  Diameter roda gigi 3 (d3) = 5.  Diameter roda gigi 1 (d1) = 3.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box BAB V KESIMPULAN Dari hasil perhitungan diperoleh:  N  nin  n1  n2  n3  nreverse = 30 hp.4 in.  Diameter roda gigi 6 (d6) = 8 in.8 in.3 in.  Diameter roda gigi 2 (d2) = 12.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . = 10  Jarak poros  Diametral pitch 5. = 2000 rpm.  Diameter roda gigi 8 (d8) = 12.2 in.7 in. = 8 in.  Diameter roda gigi 5 (d5) = 8 in.  Diameter roda gigi 7 (d7) = 3. 80 . = 1000 rpm.

 Diameter Poros I = 0. = 0.  Poros I (L) (W) (h)  Poros II (L) (W) (h)  Poros III (L) (W) (h) = 1.123 in.8 in 81 .9843 in 5.074 in.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box 5. = 0. = 1. = 0.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI . =1.237 in.Bantalan.8 in.3.246 in.9843 in  Diameter Poros III = 0.Poros. = 0.9843 in  Diameter Poros I = 0. = 0. = 0.8 in.0472 in Lebar (b)  Poros II = Bearing bore (d) : 1.Pasak.9843 in Diameter Luar (D) : 2.4.8 in : 0.8 in.  Poros I = Bearing bore (d) : 0.9843 in Diameter Luar (D) : 2.2.0472 in Lebar (b) : 1.250 in.050 in. 5.

82 .Pelumasan.9843 in Diameter Luar (D) : 2.Teknik Mesin Tugas Perencanaan Elemen Mesin Gear Box  Poros III = Bearing bore (d) : 0. Untuk pelumasan menggunakan SAE 20 sampai SAE 50 dengan sistem rendam.Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya FTI .0472 in Lebar (b) : 1.8 in 5.5.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->