K 10-2 Hukum Anti Trust

Hukum Anti Persaingan Curang

Salah satu Undang undang yang dipandang sebagai produk reformasi Indonesia adalah Undang Undang Persaingan tidak Sehat
iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 1

Hukum Anti Persaingan Curang
Undang undang ini dilahirkan untuk mencegah terjadinya praktik curang atau tidak sehat dalam bisnis antar pelaku bisnis dan tindakan curang kepada konsumen
iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 2

PERBANDINGAN

Hukum Anti Trust, Persaingan Curang, urang, Perlindungan Konsumen
iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 3

Kesamaan Esensi 1: Semua mengakui bahwa mengakui Perbedaan Peran dan/atau Posisi an/a dalam Berbisnis dapat Merugikan Pihak dengan Peran/Posisi Lebih Peran/ Lemah Antara yang Melakukan Trust dan yang Tidak Antara yang Curang dan yang Tidak Antara Produsen dan Konsumen iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 4 .

Pengertian bentuk Kecurangan Kesamaan Esensi 2: Multi-dimensi. melihat. Multi-dimensi. Posisi dan Kepentingan Penyimpangan Etik Pelanggaran Kontrak Perbuatan Melawan Hukum iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 5 . Tergantung cara melihat.

melindungi konsumen Melalui Legislasi yang Tidak Mengintervensi Pasar. Efektif Dan Jauh Dari Pelanggaran iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 6 . antimenanggulangi perbuatan curang. melarang produsen mempermainkan konsumen  MEMPERKUAT: MEMPERKUAT: Membatasi anti-trust. curang. Tetapi Mendorong Terciptanya Kompetisi yang Fair. antimelarang berbuat curang. curang.CARA MENGATASI  MELARANG: MELARANG: Melarang anti-trust.

PERSAINGAN USAHA Dilema Penguasaan dan Distribusi Sumber Ekonomi iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 7 .

penentuan pasar geografis ‡ Monopoli ± akibat monopoli (menaikkan harga & membatasi output.. deadweight loss. market power. barrier to entry (artificial or natural).. dsb... supply & equilibrium.. 8 iwan r: Hukum dan Eika Bisnis .. social cost of monopoly) ‡ Oligopoli. ‡ Demand.. oligopoli dll ‡ Perilaku (behavior) dan struktur pasar (market structure) . kartel (perjanjian) ± tacit collusion. elasticity of demand & elasticity of price ‡ Produk substitusi. dsb. oligopolistic interdependence . price signalling..Ceck List !!! PERMASALAHAN PERSAINGAN ‡ Mengapa bersaing? ‡ Apakah yang menjadi instrumen persaingan? ‡ Producer or consumer welfare? ‡ Kriteria pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna ‡ Jenis-Jenis Pasar: monopoli.. price leader.

1989  Biasanya perusahaan monopoli memproduksi suatu produk dengan jumlah yang kurang dari demand di pasar.MONOPOLI dan Pemborosan Sullivan & Harrison. mencegah/ kompetitor. unit cost menjadi lebih tinggi   Adanya kecenderungan misalokasi sumber daya Diperlukan cost dalam mencegah/mematikan kompetitor. sehingga pasar. misal melakukan usaha entry deterring Diperlukan cost untuk melobi pihak otoritas dan legislator untuk terus menjaga kehidupan bisnis yang tidak fair iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 9  .

1890 Melarang monopoli yang nyata. 1914 Mengatur tentang kesempatan bagi perusahaan yang dirugikan oleh perusahaan lain sebagai akibat perbuatan anti kompetisi guna menuntut kerugian ke pengadilan federal iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 10 . sehingga merg menciptakan monopoli dan mengurangi kompetisi  Federal Trade Commission Act. 1914 Melarang merger yang mengubah struktur dan ukuran bisnis. percobaan memonopoli dan kesepakatan untuk bersama-sama memonopoli bersama The Clayton Act.Regulasi Anti-Trust Antidi AS  The Sherman Act.

Program Anti-Trust Common Law Antidi Inggris  Mentargetkan mencegah praktek-praktek berlebihan praktekyang berhubungan dengan pemikatan konsumen maupun pembatasan akses konsumen atas informasi   Mencegah monopoli Mencegah pengekangan (restraint) terhadap (restraint) perdagangan iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 11 .

INSTITUSI PENGAWAS Persaingan Usaha   Federal Trade Commission dan Divisi Anti Trust Departemen Kehakiman (AS) AS)  Kartelamt (Jerman) Jerman)  European Commission (EU) EU) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (Indonesia) Indonesia) iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 12 .

PERSAINGAN CURANG: Praktek Bisnis Curang. 1993) Seringkali diluar jangkauan hukum: benar secara legal tetapi tetap terasa tidak adil. tidak sehat atau tidak jujur guna menentukan mana yang tidak curang. sehat dan jujur (Lubis. pelakunya merasa lumrah melakukannya  iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 13 . Praktek Tidak Halal dalam Bisnis  Lebih mudah mengenali yang curang. Persaingan Tidak Sehat. Kegiatan Pemasaran Tidak Jujur.

penguasaan jaringan usaha dari hulu hingga hilir  Penghadangan Lawan pada Tingkat Proses Mengadakan penurunan struktur biaya dengan cara pelipatgandaan jumlah produksi guna mencapai tingkat economies of scale serta pemanfaatan lingkup atau scope produksi sejenis  Penghadangan Lawan pada Tingkat Output Penguasaan channel control. pembajakan sumber daya manusia.Pola Bersaing ³Menyimpang´ Dewasa ini (Martani Husaini. penggunaan strategi periklanan yang eksploitatif iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 14 . jalur tata niaga. 1993)  Penghadangan Lawan pada Tingkat Input  Mengadakan gangguan pada pemasokan bahan baku kompetitor.

PasalPasal-pasal yang Mengatur PERSAINGAN CURANG Pasal 382 Bab XXV KUHPidana UnsurUnsur-unsurnya adalah: perbuatan curang harus berlangsung di bidang perdagangan/usaha. bertujuan menyesatkan masyarakat atau orang tertentu dan menimbulkan kerugian bagi pesaingnya Ruang hukum sempit Pasal 1365-1366 1365KUHPerdata Tentang kewajiban setiap orang atau pelaku usaha memberikan ganti rugi kepada orang yang mengalami kerugian akibat kelalaian atau akibat perbuatan melawan hukumnya Ketentuan dirasakan terlalu luas dan meninggalkan beban pembuktian 15     iwan r: Hukum dan Eika Bisnis .

UU ANTI MONOPOLI DAN PERSAINGAN TIDAK SEHAT No.(belakangan dijalankan secara tidak konsisten)  Untuk BUMN. bersemangat populis  Pemerintah mengusulkan UU Persaingan Tidak Sehat. DPR menambahkan kata µAnti Monopoli¶  Paradigma Dekonsentrasi . 5/1999  Dilahirkan pada awal era Reformasi. terjadi konsentrasi iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 16 .

Pasal 3 Tujuan pembentukan Undang-Undang ini adalah untuk: a.Asas dan Tujuan UU No. Terciptanya efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan usaha. d. Menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi ekonomi nasional sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. pelaku usaha menengah. c. iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 17 . b. Mewujudkan iklim usaha yang kondusif melalui pengaturan persaingan usaha yang sehat sehingga menjamin adanya kepastian kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar. Mencegah praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat yang ditimbulkan oleh pelaku usaha. dan pelaku usaha kecil. 5/1999 Pasal 2 Pelaku usaha di Indonesia dalam menjalankan kegiatan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan memperhatikan keseim-bangan antara kepentingan pelaku usaha dan kepentingan umum.

‡ Prinsip Larangan terhadap Perilaku (restrictive business practices) ± perjanjian atau tindakan ‡ Larangan terhadap Struktur Pasar (market structure restraint) ± ‡ UU No 5/1999 menggunakan pendekatan keduanya dengan penekanan pada restrictive business practice ‡ Hambatan yang sifatnya VERTIKAL dan HORIZONTAL iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 18 .

Pendekatan Perse Illegal dan Rule of Reason dalam Hukum Persaingan iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 19 .

maka hakim tidak perlu harus mempermasalahkan masukakal atau tidaknya dari peristiwa yang sama (analogi) sebelum menentukan bahwa peristiwa yang tersebut merupakan pelanggaran hukum persaingan Misalnya: secara universal penetapan harga (price fixing) iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 20 .Pendekatan Perse Illegal Apabila suatu aktivitas jelas maksud/tujuannya mempunyai akibat MERUSAK PERSAINGAN.

maka pencari fakta harus mempertimbangkan dan menentukan apakah perbuatan tersebut menghambat persaingan dengan menunjukkan akibatnya terhadap proses persaingan dan apakah perbuatan itu tidak adil atau mempunyai pertimbangan lainnya . Pertimbangan/ Alasan lainnya: Ekonomi Keadilan Efisiensi Perlindungan terhadap golongan ekonomi tertentu Fairness Pembuktian yang rumit dll 21 iwan r: Hukum dan Eika Bisnis .Pendekatan Rule of Reason Pendekatan Rule of Reason : Menyatakan suatu perbuatan dituduh melanggar hukum persaingan.

16.23) ‡«. 22.19) ‡ .yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat (Pasal 18.yang dapat mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat dan atau merugikan masyarakat (Pasal 14) ‡ . ayat 1) ‡ «dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat (Pasal 28 ayat 2) ‡ Lihat & perhatikan Pasal 10 ayat 2 tentang Boykot : «..‡««.. 21.20. Sehingga perbuatan tersebut: merugikan atau dapat diduga akanEika Bisnis iwan r: Hukum dan merugikan pelaku usaha lain««dst 22 .. Yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat (Pasal 4) ‡ «sehingga dapat mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat (Pasal 7.sehingga dapat menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum ( Pasal 1 ayat 2) ‡«.sehingga dapat mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat (pasal 8) ‡.13.17.yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat (Pasal 11.26) ‡ «yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat (Pasal 28.. sehingga dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat (Pasal 9) ‡ .12.

BENTUK HAMBATAN dalam Persaingan ‡ Non price restraint (hambatan dalam bentuk bukan harga) ‡ Price restraint (hambatan harga) ‡ Ancillary restraint (Tambahan) iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 23 .

HAMBATAN VERTIKAL (Vertical Restraint) ‡Hubungan antara pelaku dengan pelaku usaha yang merupakan suatu jaringan proses produksi ‡ upstream atau downstream production ‡Dapat terjadi dalam satu perusahaan ‡ Dapat terjadi antara produser dengan distributor atau dealer iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 24 .

Hambatan Horizontal (Horizontal Restraint) Hubungan antara pelaku dengan pelaku pesaingnya yang sejajar Terjadi dalam suatu industri yang sama Umumnya paling sering bersifat anti persaingan iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 25 .

Supplier Supplier Supplier Manufakture Manufakture Manufakture Wholesaler Distributor Wholesaler Distributor Wholesaler Distributor Retailer Retailer Retailer iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 26 .

5/1999 Pasal 1(7) PERJANJIAN.Definisi Perjanjian UU No. adalah : suatu perbuatan satu atau lebih pelaku usaha untuk mengikatkan diri terhadap satu atau lebih usaha lain dengan nama apapun. PERJANJIAN. baik tertulis maupun tidak tertulis iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 27 .

Perbuatan yang Dilarang Perbuatan .5/1999: Str . perjanjian serta pelaku usaha yang dikecualikan dari UU Pasal 51 ± BUMN ditetapkan dengan UU Monopoli alamiah (natural monopoly) (natural iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 28 Pengecualian .Perjanjian yang Dilarang Perjanjian .Posisi Dominan ± lihat Pasal 33 UUD¶1945 Pasal 50 tentang perbuatan.Struktur dan Materi UU No.

UNDANGUNDANG-UNDANG NO. 5/1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 29 .

5/1999: ‡ Perjanjian yang Dilarang (Pasal 4 ± 16) ‡ Perbuatan yang Dilarang (Pasal 17 ± 24) ‡ Posisi Dominan (Pasal 26-29) iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 30 .Substansi UU No.

Perjanjian DILARANG Oligopoli (Pasal 4) (Pa  Penetapan Harga ± Price Fixing (Pasal 5) (Pasal  Penetapan Harga ± Diskriminasi Harga (Pasal 6)  Penetapan Harga dibawah Harga Pasar (pasal 7)   Penetapan harga jual kembali (Resale Price Maintenance) (Pasal 8) (Resale (Pasal  Pembagian Wilayah (Pasal 9) (Pa  Pemboikotan (Pasal 10) (Pa  Kartel (Pasal 11) (Pa  Trust (Pasal 12) (Pa  Oligopsoni (Pasal 13) (Pa  Integrasi Vertikal (Pasal 14) (Pa  Perjanjian Tertutup ± Closed/Tying Agreement (Pasal 15) (Pa  Perjanjianiwan enganEika Bisnis dengan d r: Hukum dan Pihak Luar Negeri (Pasal 31 (Pa 16) .

Lihat petunjuk KPPU mengenai Persekongkokolan Tender  Persekongkolan Mendapatkan Informasi Rahasia  (Pasal 23) 23)  Persekongkolan Menghambat Produksi/Pemasaran (Pasal 24) iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 32 .Perbuatan/Kegiatan DILARANG Monopoli (Pasal 17) (Pa  Monopsoni (Pasal 18) (Pasal  Penguasaan Pasar (Pasal 19) (Pasal 19)  Menjual Rugi (Pasal 20) 20)  Melakukan Kecurangan Biaya Produksi (Pasal 21)  Persekongkolan Tender (Collusive Tendering/Bid Tender Tendering/Bid Rigging) (Pasal 22) Rigging) (Pasal 22) .

POSISI DOMINAN Keadaan dimana PELAKU o USAHA [psl 1 (4)] : Tidak mempunyai pesaing yang berarti di pasar bersangkutan dalam kaitan pangsa pasar yang dikuasai. o «. o Akses pada pasokan dan pasar..Pelaku usaha mempunyai posisi tertinggi«dalam kemampuan keuangan. o Kemampuan menyesuaikan pasokan atau permintaan barang/jasa tertentu iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 33 .

Kriteria memiliki memiliki ³Posisi Dominan´.  Dua atau tiga pelaku usaha atau kelompok usaha menguasai 75% atau lebih pangsa pasar satu jenis barang/jasa tertentu iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 34 . jika Dominan´  [psl 25 (2)] : Satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha menguasai 50% atau lebih pangsa pasar satu jenis barang/jasa tertentu.

Menghambat pelaku usaha lain yang berpotensi menjadi pesaing untuk memasuki pasar bersangkutan iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 35 .   Membatasi pasar dan perkembangan teknologi.PENYALAHGUNAAN POSISI DOMINAN (langsung maupun tidak langsung). dilarang [psl 25 (1)] :  Menetapkan syarat-syarat perdagangan dengan tujuan untuk syaratmencegah dan atau menghalangi konsumen memperoleh barang/ jasa yang bersaing dalam harga dan kualitas.

 Pemilikan Saham Mayoritas (Pasal 27). Peleburan Pengambilalihan (Pasal 28 & 29) (Pasal iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 36 .POSISI DOMINAN dapat terjadi. melalui: terjadi. (Pasal Dan  Penggabungan.  Jabatan Rangkap (Direksi atau Komisaris ± Pasal 26).

Paradigma UU PERLINDUNGAN KONSUMEN No. 8/1999  Dari µproduct out¶ menjadi µmarket in¶ ± memproduksi barang µproduct out¶ µmarket in¶ dan jasa dengan menguji aspek keamanan dan perlindungan konsumen Dari µlet consumer beware¶ (atau caveat emptor) menjadi µlet µlet beware¶ emptor) µlet producer beware¶ (atau caveat venditor) ± agar produsen beware¶ venditor) yang justru harus berhati-hati sebelum melepas produk berhatiDari hak-hak konsumen menjadi hak-hak hukum konsumen hakhak± memberi legal basis bagi masyarakat konsumen untuk menuntut hak iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 37   .

penggunaan dan/atau pemanfaatan produk. batal demi hukum Tahap PurnaPurna-transaksi Konsumen Apabila informasi (lisan atau tertulis) dari barang dan/atau jasa yang barang disediakan oleh pelaku usaha sesuai dengan pengalaman konsumen dalam pemakaian.tetapi pelaku usahalah yang wajib membuktikan ketiadaan unsur kesalahan yang dilakukannya iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 38 . maka bukan penggugat yang wajib membuktikan ketidaksesuaian yang terjadi. jelas dan jujur serta akses untuk mendapatkannya dari pelaku usaha yang beritikad baik dan bertanggungjawab Tahap Transaksi Konsumen Saat terjadi proses peralihan kepemilikan barang dan/atau jasa. maka konsumen akan puas. maka semua dan klausula baku atau perjanjian dengan syarat-syarat yang ditentukan secara sepihak syaratoleh pelaku usaha. Bila tidak puas dan terjadi gugatan. tanpa membicarakan materianya dengan konsumen.PERLINDUNGAN berbasis Tahapan Transaksi Konsumen Tahap PraPra-transaksi Konsumen Vital bagi konsumen memperoleh informasi atau keterangan yang benar.

HAL SPESIFIK dalam UU no. konsiliasi atau arbitrasi  Adanya Gugatan Kelompok Gugatan kelompok atau class action harus diajukan oleh konsumen yang benarclass benarbenar dirugikan dan dapat dibuktikan secara hukum. 8/1999 Adanya Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Antara pelaku usaha dan konsumen  Dengan cara mediasi. 24/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mengartikan hak gugatan perwakilan sebagai ³hak kelompok kecil masyarakat untuk bertindak mewakili masyarakat dalam jumlah besar yang dirugikan«´  iwan r: Hukum dan Eika Bisnis 39 . antara lain adanya bukti transaksi  Bandingkan dengan UU no.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful