Anda di halaman 1dari 21

PROPOSAL BUSINESS PLAN

PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA


(PMW) 2010 UNIMED

USAHA INDUSTRI JAMUR TIRAM


“MASTER SIP”

DIUSULKAN OLEH :

Ketua Kelompok

MELINDA KURNIATI NIM : 072355510004

Anggota Kelompok

RINRIN RINJANIAH NIM : 072355510002

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


MEDAN
2010
LEMBAR PENGESAHAN

1. Informasi Program :

Jenis Kegiatan : Jenis Output yang akan dihasilkan


PENGEMBANGAN BUDAYA Barang Bisnis Budidaya Jamur
KEWIRAUSAHAAN Tiram
MAHASISWA Jasa b

2. Judul / Nama Usaha :


USAHA INDUSTRI JAMUR TIRAM “MASTER SIP”
3. Ketua Pelaksana Kegiatan :
a. Nama : Melinda Kurniati
b. NIM : 072355510004
c. Fakultas/Jurursan/Program Studi : Teknik / Teknik Sipil / DIII
d. Alamat Rumah / Telp/Fax/E-mail : Jl. Tuamang
4. Pembimbing Kegiatan :
a. Nama : .....................................................
b. NIP : .....................................................
c. Jabatan / Golongan : .....................................................
d. Fakultas/Jurursan/Program Studi : .....................................................
e. Alamat Kantor / Telp/Fax/E-mail : .....................................................
f. Alamat Kantor / Telp/Fax/E-mail : .....................................................
5. Anggota Pelaksana Kegiatan :

No Nama NIM Prodi Telp / Hp


1 Rinrin Rinjaniah 072355510002 DIII -
2 Sahat TP Panjaitan 072355510038 DIII -
3 Saicha Suhada Hsb 072355510012 DIII -
4 Irpando M Hutabarat 0723555100 35 DIII -
6. Biaya Kegiatan :Rp. 36.600.000 (Tiga puluh enam juta enam
ratus ribu rupiah)
7. Jangka Waktu Pelaksanaan :3 Bulan

Medan, 07 Mei 2010


Dosen Pembimbing Kegiatan Ketua Pelaksana Kegiatan

(...................................) ( Melinda Kurniati )


NIP. ........................... NIM : 072355510002

Mengetahui
Pembantu Rektor III UNIMED

Drs. Biner Ambarita, M. Pd


NIP : 19570515 1984031 0004
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

DAFTAR ISI........................................................................................................ i

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.......................................................................................... 1

B. Tujuan Kegiatan................................................................................................... 3

BAB II RENCANA BISNIS

A. Deskripsi Produk...................................................................................... 4

B. Analisis Kompetisi dan Peluang Pasar Produk........................................ 6

C. Rencana SDM ( Sumber Daya manusia ) ................................................. 8

D. Bussiness Plan .......................................................................................... 8

BAB III METODE OPERASIONAL USAHA

A. Aspek Mekanisme Produksi Produk ........................................................ 9

B. Sumberdaya Yang Dibutuhkan ................................................................. 9

C. Analisis Biaya dan Pendapatan (Skala Produksi 10000 log)................... 11

D. Struktur Organisasi ................................................................................... 14

E. Rencana & Jadwal Kegiatan ..................................................................... 15

BAB IV PENUTUP ............................................................................................. 16

LAMPIRAN.........................................................................................................

Curiculum Vitae ........................................................................................... 17

Pernyataan Kesanggupan ............................................................................ 18


USAHA INDUSTRI JAMUR TIRAM
“MASTER SIP”
Oleh : i
Melinda kurniati, Rinrin Rinjaniah, Saicha Suhada Hasibuan, Sahat TP Panjaitan, Irpando M Hutabarat,
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan

Summary

Bermula dari keinginan untuk mendalami dunia usaha yang terbuka lebar
serta keinginan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maka
dengan segenap pengalaman, pengetahuan, dan berbagai hasil survey serta
konsultasi, kami menyusun proposal pengembangan usaha jamur tiram ini.
Pengembangan usaha ini dipilih atas beberapa pertimbangan diantaranya daya serap
pasar yang masih sangat tinggi dan potensial, kebutuhan skill yang tidak begitu
tinggi, biaya investasi yang relatif rendah serta telah tersedianya sarana dan
prasarana utama dari Program Mahasiswa Wirausaha ( PMW ), sehingga investasi
yang masuk akan dialokasikan untuk dana operasional usaha.
Perkembangan aneka kuliner saat ini sangatlah pesat, dengan menyajikan
aneka makanan yang sangat istimewa. Makanan yang paling banyak disajikan, bahan
dasarnya adalah Jamur Tiram. Berikut makanan yang terbuat dari jamur ialah pepes
jamur, semur jamur, sup jagung jamur , botok jamur merang, jamur goreng tepung
tempura, sate jamur, dan burger jamur. Semua makanan itu banyak dijumpai
didaerah medan sedangkan bahan dasarnya didapatkan dari luar daerah medan
seperti Pulau Jawa. Pemilik usaha aneka kuliner ini membeli bahan baku dari luar
Medan adalah karena minimnya pengusaha yang melakukan budidaya jamur.
Dari analisa menunjukkan bahwa kandungan mineral jamur lebih tinggi
daripada daging sapi dan domba, bahkan hampir dua kali lipat jumlah garam mineral
dalam sayuran. Jumlah proteinnya dua kali lipat protein asparagus, kol, kentang dan
empat kali lipat daripada tomat dan wortel serta enam kali lipat dari jeruk. Selain itu
jamur juga mengandung zat besi, tembaga, kalium dan kapur, kaya vitamin B dan D,
sejumlah enzim tripsin yang berperan sangat penting pada proses pencernaan, kalor
dan kolesterolnya rendah. Dapat disimpulkan bahwa bisnis budidaya jamur tiram
“Master Sip” dapat berjalan dan memberikan keuntungan maksimum sesuai dengan
perencanaan.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur kayu
yang sangat baik untuk dikonsumsi manusia. Selain karena memiliki cita rasa yang
khas, jamur tiram juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Jamur tiram mengandung
protein sebanyak 19 – 35 % dari berat kering jamur, dan karbohidrat sebanyak 46,6 –
81,8 %. Selain itu jamur tiram mengandung tiamin atau vit. B1, riboflavin atau vit.
B2, niasin, biotin serta beberapa garam mineral dari unsur-unsur Ca, P, Fe, Na, dan K
dalam komposisi yang seimbang. Bila dibandingkan dengan daging ayam yang
kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0
gram, maka kandungan gizi jamur masih lebih lengkap sehingga tidak salah apabila
dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan.

Gambar. Jamur Tiram Putih

Jamur tiram juga bermanfaat dalam pengobatan, seperti :

• Dapat menurunkan tingkat kolesterol dalam darah.


• Memiliki kandungan serat mulai 7,4 % sampai 24,6% yang sangat baik bagi
pencernaan.
• Antitumor, antioksidan, dll.

Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang baik. Jamur tiram
merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang
sederhana. Selain itu, konsumsi masyarakat akan jamur tiram cukup tinggi, sehingga
produksi jamur tiram mutlak diperlukan dalam skala besar.
Jamur tiram tumbuh pada serbuk kayu, khususnya yang memiliki serat lunak
seperti jenis kayu albasiah. Suhu optimum untuk pertumbuhan tubuh buah jamur
tiram adalah 20 – 28°C, dengan kelembaban 80 – 90 %. Pertumbuhan jamur tiram
membutuhkan cahaya matahari tidak langsung, aliran udara yang baik, dan tempat
yang bersih.

Disamping itu juga ada kajian yang sangat spesifik adalah tingkat kegagalan
dalam bisnis ini dapat diminimalisir karena menggunakan bahan dasar dari limbah
industri kayu yang selama ini tidak dimamfaatkan. Pemeliharaan jamur tiram sangat
praktis dan sederhana, yaitu dengan cara menciptakan dan menjaga kondisi
lingkungan pemeliharaan (cultivation) yang memenuhi syarat pertumbuhan jamur
tiram. Langkah-langkah pemeliharaan atau penanaman jamur tiram meliputi
persiapan sarana produksi dan tahapan budidaya. Hal ini yang menjadi latar
belakang melakukan bisnis dibidang budidaya Jamur Tiram tentunya sangat
menjanjikan keuntungan karena tidak diperlukan biaya perawatan dan lokasi khusus.
Oleh karena itu, berharap peluang yang ditawarkan DIKTI dalam rangka merangkul
mahasiswa untuk pengembangan jiwa wirausaha dapat dikembangkan secara
maksimal.

Dengan mengamati perbandingan strategi dengan pesaing lain terdapat


perbedaan yang sangat signifikan antara perusahaan industri budidaya jamur yang
sudah berkembang pesat dengan industri jamur yang masih berkembang mulai dari
kebersihan tempat kerja, pelayanan terhadap konsumen, kwalitas produk dan bentuk
kemasan. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari perbandingan di bawah ini. Pesaing I
dimisalkan sebagai Perusahaan industri jamur yang berkembang pesat dan Pesaing II
sebagai Perusahaan industri jamur yang baru berkembang.
Pesaing 1 Pesaing 2

1. Memiliki tempat yang luas, rapi, 1. Memiliki tempat yang strategis,


dan terjamin kwalitas kebersihannya. sederhana, rapi dan bersih.

2. Pelayanan terhadap konsumen 2. Melayani konsumen sebaik


sangat istimewa, dari awal konsumen mungkin sesuai dengan
masuk akan disambut dengan kemampuan.
senyuman dan bertanya apa yang
dibutuhkan oleh konsumen. 3. Menawarkan harga yang dapat
3. Menawarkan harga yang relatif dijangkau oleh semua kalangan
murah sesuai dengan pelayanan yang masyarakat baik bawah,
didapat konsumen. menengah dan atas.
4. Kwalitas produk yang istimewa
mulai dari bentuk kemasan, juga 4. Mempunyai bentuk kemasan
produknya. yang dapat menarik perhatian
konsumen
Dari perbedaan pesaing I dengan pesaing II, bisa diambil suatu kesimpulan
bahwa mendirikan usaha Jamur Tiram yang dapat diterima konsumen dan digemari
produknya harus memiliki criteria seperti :
• Tempat yang sederhana seperti pesaing II dan memberikan pelayanan
seperti pesaing I
• Menawarkan harga yang lebih murah dari pesaing II
• Menjaga kwalitas produk seperti pesaing I
• Dan Lain-lain

Dapat dilihat bahwa 90% konsumen mengharapkan harga yang murah,


kwalitas terjamin, serta pelayanan yang memuaskan.

B. Tujuan

Adapun tujuan untuk menjadi industri budidaya jamur tiram yang memenuhi
kebutuhan jamur tiram dalam negeri khususnya daerah Medan sekitarnya dan
Indonesia pada umumnya adalah:

a. Menumbuhkan motivasi berwirausaha di kalangan mahasiswa.


b. Membangun sikap mental wirausaha yakni percaya diri, sadar akan jati
dirinya, bermotivasi untuk meraih suatu cita-cita, pantang menyerah, mampu
bekerja keras, kreatif, inovatif, berani mengambil risiko dengan perhitungan,
berperilaku pemimpin dan memiliki visi ke depan, tanggap terhadap saran dan
kritik, memiliki kemampuan empati dan keterampilan sosial.
c. Meningkatkan kecakapan dan keterampilan para mahasiswa khususnya
sense of business.
d. Menumbuhkembangkan wirausaha-wirausaha baru yang berpendidikan
tinggi.
e. Menciptakan unit bisnis baru yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi
dan seni.
f. Membangun jejaring bisnis antar pelaku bisnis, khususnya antara
wirausaha pemula dan pengusaha yang sudah mapan.
g. Meningkatkan taraf hidup petani dengan menghasilkan jamur berkualitas
baik.
h. Memperkenalkan jamur tiram secara luas kepada masyarakat melalui
pendekatan kualitas (cita rasa, mutu dan kesegaran) dan pendekatan pelayanan
konsumen.
i. Membuka pelatihan budidaya jamur tiram kepada masyarakat secara luas
j. Mensosialisasikan manfaat jamur tiram bagi kesehatan masyarakat sekitar
Medan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.
k. Meningkatkan taraf hidup petani dengan menghasilkan jamur berkualitas
baik.
l. Memperkenalkan jamur tiram secara luas kepada masyarakat melalui
pendekatan kualitas (cita rasa, mutu dan kesegaran) dan pendekatan pelayanan
konsumen.
m. Membuka pelatihan budidaya jamur tiram kepada masyarakat secara luas
n. Mensosialisasikan manfaat jamur tiram bagi kesehatan masyarakat sekitar
Medan dan sekitarnya.
BAB II
RENCANA BISNIS

Rencana bisnis disusun untuk penyajian kepada calon investor dalam hal ini
adalah DIKTI. Rencana bisnis akan dijadikan panduan bagi kami dalam menjalankan
bisnis dan mengembangkannya.

Disamping itu, kami ingin meningkatkan kemampuan management dalam


mengelola usaha. Dengan menyusun rencana ini, kami mengharapkan agar dapat
memotivasi dan mendisiplinkan diri mempraktekkan aplikasi management bisnis
termasuk mengerjakan akuntansi dan membuat strategi dan rencana penjualan yang
lebih terarah.

Adapun rencana Bisnis yang dijalankan nantinya dalam pembudidayaan


jamur tiram ini adalah Pembudidayaan Jamur Tiram dengan memamfaatkan limbah
industri kayu sebagai media tanamnya. Dalam pemasarannya menggunakan konsep
Pemasaran Langsung ke Restoran dan Penyaji Aneka Kuliner di kota Medan berikut
menggunakan spanduk, brosur juga kartu nama.

Usaha industri jamur tiram ini merupakan pelayanan produk non pangan.
Layanan yang akan diberikan adalah memproduksi jamur tiram yang berkualitas
dengan harga yang dapat dijangkau konsumen. Diperkirakan dalam tahap awal
memproduksi sekitar 500 baglog. Produksi dilakukan 4 kali dalam seminggu, satu
minggu dihasilkan rata-rata 100 baglog produksi. Proses produksi dapat dijelaskan
dalam bagan sebagai berikut :
. Deskripsi Produk

1. Produk usaha

Produk jamur tiram yang dihasilkan berupa :

o Jamur Tiram segar.


o Jamur segar dikemas secara unik dalam kemasan sehingga dapat
menarik hati konsumen untuk membelinya.
o Dalam kemasan jamur dicantumkan kandungan yang terdapat pada
jamur, bila perlu cantumkan juga keuntungan mengkonsumsi jamur bagi
tubuh.
o Produk turunan Jamur Tiram seperti kripik jamur, jamur goreng
tepung, jamur siap masak dalam kemasan plastik, dll.

2. Penerapan IPTEK Dalam Pelaksanaan Usaha

Unit usaha industri jamur tiram khususnya dalam hal pembudidayaan


jamur tiram belum begitu menjamur di kota Medan, mungkin dikarenakan
suhu daerah yang cukup panas. Namun demikian dengan semakin
menjamurnya aneka kuliner di kota medan dan semakin banyaknya
permintaan akan jamur, masih banyak restoran, hotel dan rumah makan yang
sulit mendapatkan jamur tiram yang segar karena hampir seluruh hotel,
restoran dan rumah makan membeli jamur dari luar daerah.

Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan diaplikasikan


dalam pelaksanaan usaha ini antara lain sebagai berikut :

o Proses pembudidayaan yang akan langsung dibimbing oleh


orang yang cukup kompeten
o Bekerja sama dengan tem work, untuk memecahkan persoalan
o Selalu mementingkan kebutuhan konsumen
o Dikelola menggunakan manajemen profesional
o Pemasaran/promosi menggunakan brosur, spanduk dan kartu

nama

Nilai Tambah Produk dari Sisi IPTEK

Keunggulan produk budidaya jamur tiram ditinjau dari sisi IPTEK antara
lain:

o Jamur dikemas secara unik dalam kemasan sehingga konsumen


tertarik untuk membelinya.
o Mencantumkan keuntungan mengkonsumsi jamur dibalik kemasan,
karena banyak dari masyarakat yang tidak tahu manfaat dari
mengkonsumsi jamur.
o Sistem pelayanan yang optimum sehingga konsumen merasa puas.
o Menggunakan kontrol kualitas ( sistem pollow up customer ).

B. Analisis Kompetisi dan Peluang Pasar Produk

B.1. Prospek Pasar

Budidaya jamur tiram di kota medan memiliki pasar yang jelas karna di
kota medan belum banyak petani-petani jamur, sehingga masih banyak restoran
yang menyajikan masakan yang menggunakan bahan dasar jamur rata-rata masih
membeli bahan dasarnya dari luar kota.

Hampir semua petani jamur tiram memiliki hubungan dengan pedagang


yang siap menerima hasil produksi jamur tiram dari petani dengan harga yang
cukup tinggi bila dibandingkan dengan tanaman sayuran lainnya. Budidaya jamur
tiram di kota Medan telah memiliki pasar yang jelas, karena Hal ini diperkuat
dengan beberapa alasan sebagai berikut:

1. Permintaan jamur tiram di daerah Medan dan sekitarnya mencapai 7 - 10


ton /bulan. Adapun produksi jamur tiram itu masih sedikit dan masih ada
yang membelinya dari luar daerah medan seperti dari pulau jawa.
2. Pasar jamur tiram saat ini telah meluas di sekitar Medan dan kota-kota kecil
di Sumatera yang menyajikan makanan dari bahan dasar jamur.
3. Masyarakat semakin sadar pentingnya mengkonsumsi jamur untuk tujuan
kesehatan. Jamur saat ini dikonsumsi sebagai pengganti daging selain dari
beralihnya pola makan masyarakat kepada bahan pangan organik.

Target ‘market’ usaha ini adalah konsumen jamur dari ‘house need’
sehingga kebutuhan akan jamur tiram masih tergolong tinggi dan pemenuhannya
masih terbatas pada pasar tradisional pada umumnya dan beberapa ‘retail’ pada
beberapa kota besar. Sementara itu kecenderungan pasar akan jamur tiram masih
tergolongkan pada secondary goods, namun permintaan pasar masih tinggi.
Sebaliknya pada segmen hotel dan restoran yang kebutuhan akan jamur tiramnya
cukup tinggi ‘suppliers’ jamur tiram masih minim dan masih sangat dibutuhkan.
Kecenderungan dari hotel dan restoran yang paling penting untuk disikapi adalah
pelayanan akan faktor ‘satisfaction’ penyediaan barang, mulai dari ketepatan
ambayaran, layanan purna jual, dan yang paling utama penurunan harga jual.

B.2. Target Pasar

Pada tahun-tahun awal, pemasaran produk difokuskan pada pasar


domestik, traditional market, dan house need. Produk jamur segar yang
dihasilkan akan dipasarkan melalui :

1. Agen baik dalam skala besar maupun kecil, yang selanjutnya akan dikirim
ke berbagai wilayah Medan
2. Pasar-pasar tradisional di Medan dan sekitarnya.
3. Pasar swalayan, restoran, dan hotel. Pemasaran direncanakan akan
dilaksanakan melalui sektor tersebut apabila produksi telah stabil serta sarana
dan prasarana telah memadai.
4.
B.3. Proyeksi Pengembangan Usaha

Usaha ini diorientasikan sebagai usaha kecil menurut banyak pakar


ekonomi, namun usaha tersebut dipandang sebagai tulang punggung dalam salah
satu pemulihan ekonomi Indonesia. Untuk itu pengembangan budidaya jamur ini
akan dibagi dalam tiga tahap, yaitu: tahap industri kecil awal, tahap industri kecil
lanjut, dan tahap industri menengah. Penjelasan mengenai ketiga tahap industri
tersebut adalah sebagai berikut :

B.3.1. Tahap Industri Kecil Awal

o Tahap ini merupakan langkah awal menuju terbentuknya


industri padat karya yang kuat dan kokoh
o Menerapkan standar produksi yang tepat untuk
mengoptimalkan hasil budidaya jamur.
o Penyempurnaan sistem produksi, keuangan dan distribusi.
o Penambahan tenaga kerja.

Tahap industri kecil awal ini merupakan jembatan menuju berdirinya


industri kecil yang kokoh. Investasi yang dibutuhkan untuk tahap industri kecil
awal diperkirakan berkisar antara 35 hingga 40 juta rupiah.

B.3.2. Tahap Industri Kecil Lanjut

Tahap ini merupakan pengembangan dari tahap industri kecil awal.


Setelah kebutuhan dana mencukupi, dan seluruh kekurangan telah dapat diatasi,
maka dimulailah industri kecil lanjut yang ditargetkan untuk memiliki perijinan
dan pembentukan badan usaha. Industri ini diharapkan mampu menyerap banyak
tenaga kerja, mulai dari pekerja kasar di bagian produksi hingga profesional di
bidang pemasaran, R & D dan administrasi.

Tahap industri kecil lanjut ini merupakan jembatan menuju berdirinya


industri menengah nasional yang produksinya diperkirakan mencapai sedikitnya
1000 baglog produksi per musim. Tahap industri kecil lanjut itu sendiri
diharapkan mampu memproduksi hingga 5 ton per bulan. Investasi yang
dibutuhkan untuk tahap industri kecil lanjut ini diperkirakan berkisar antara 40
hingga 60 juta rupiah.

B.3.3. Tahap Industri Menengah Nasional

Secara umum, tahap industri menengah adalah perluasan dari industri


kecil, mulai dari sistem, kapasitas produksi hingga ekspansi distribusinya. Tidak
tertutup kemungkinan untuk melakukan ekspor. Tahap ini diharapkan mampu
menyerap sedikitnya 50 tenaga kerja. Investasi yang diperlukan masih dalam
analisis.

Rencana SDM ( Sumber Daya manusia )

Tenaga kerja di unit usaha budidaya jamur tiram merupakan unsur pelaksana
teknis yang berguna untuk mengefektifkan dan mengefisiensikan produksi. Untuk itu
rencana sumber daya manusia akan direncanakan diambil berdasarkan pengalaman
kerja dan keseriusan dalam melakukan pekerjaan. Selain itu, tenaga kerja dalam
budidaya jamur ini nantinya akan memberikan kesempatan bekerja bagi mahasiswa/i
yang berminat kerja paruh waktu. Hal ini dapat membantu kepada mahasiswa/i yang
keuangannya kurang mampu.

Bussiness Plan

Rencana wirausaha ( Usaha Industri Jamur Tiram Master Sip ) yang terbentuk
ini terbagi dalam tiga tahap, yaitu:

o Rencana produksi bulan pertama adalah memilih lokasi yang betul-betul


strategis untuk kios juga tempat pembudidayaan serta menyiapkan peralatan
untuk media tanam.
o Rencana produksi bulan kedua dan ketiga adalah memproduksi jamur tiram
yang dikemas dalam kemasan unik sehingga konsumen tertarik untuk
membelinya.
o Rencana bulan keempat selain meningkatkan sistem pelayanan sebagaimana
pada bulan pertama, kedua dan ketiga juga pengembangan dalam pemasaran.

VISI

Menjadi industri budidaya jamur tiram yang memenuhi kebutuhan jamur


tiram dalam negeri khususnya daerah Medan sekitarnya dan Indonesia pada
umumnya.

MISI

o Meningkatkan taraf hidup pengelola dengan menghasilkan jamur berkualitas


baik.
o Memperkenalkan jamur tiram secara luas kepada masyarakat melalui
pendekatan kualitas (cita rasa, mutu dan kesegaran) dan pendekatan pelayanan
konsumen.
o Membuka pelatihan budidaya jamur tiram kepada masyarakat secara luas
o Mensosialisasikan manfaat jamur tiram bagi kesehatan masyarakat sekitar
Medan dan sekitarnya.
BAB III
METODE OPERASIONAL USAHA

A. Aspek Mekanisme Produksi Produk

Pada bab sebelumnya sudah dipaparkan perbedaan bisnis yang akan


dilakukan dengan pesaing yang ada di luar, umumnya konsumen ingin produk
jamur yang didapatkan lebih segar, pelayanan yang baik, dan harga yang murah.
Harga jamur yang telah dikemas akan disesuaikan dengan harga jamur dipasaran,
karena jika jamur diberikan harga di bawah harga pasaran akan menjatuhkan
harga pasar dan itu tidak boleh dilakukan kecuali pemberian diskon jika belanja
diatas harga Rp. 500.000.- disini dalam pemberian harga akan diberikan
rencananya 10% lebih murah dari produk yang dihasilkan pesaing 2. Usaha
industri jamur tiram ini rencananya akan bekerjasama dengan salah satu industri
jamur yang sudah berkembang di kota medan. Lokasi dari usaha ini rencananya
akan dibuka di daerah tuasan ujung,

Untuk tenaga ahli, selain kami akan bekerjasama dengan salah satu
industri jamur di kota Medan kami juga menyediakan tenaga ahli yang cukup
berkompeten di bidangnya. Dalam rencana pemasaran produk, kami akan
melakukan suatu promosi dalam dua tahap yaitu : tahap jangka panjang dan
jangka pendek.

B. Sumberdaya Yang Dibutuhkan

1. Sumberdaya Manusia ( Tim Pelaksana Usaha )

Nama Nim Jurusan


Melinda Kurniati 072355510004 Teknik Sipil D3

Rinrin Rinjaniah 072355510002 Teknik Sipil D3


2. Rancangan Anggaran (Modal)

Adapun rancangan anggaran dalam menjalankan usaha jamur tiram

“Master Sip” adalah sebagai berikut :

1 Media Tanam
Serbuk Gergaji (@4000x50kg) Rp 200.000
Bekatul atau dedak halus (@Rp.1500,-x60kg) Rp 90.000
Kalsium carbonat/ kapur (CaCO3) Rp 20.000
Gips (CaSO4) Rp 20.000
Pupuk TSP Rp 300.000
Bibit Jamur tiram (@350.000x5) Rp 1.750.000
Polibag Rp 100.000

2 Alat Bantu
Drum 2 buah Rp 100.000
Sekop 3 buah Rp 100.000
Cangkul 3 buah Rp 100.000
Potongan Pipa Pralon Rp 50.000
Rak untuk Media Tanam Rp 750.000

Perawatan
3 Vitamin B kompleks Rp 20.000

Panen
4 Plastik Pengepakan Rp 30.000
Alat Perekat Plastik Rp 30.000

Pemasaran
5 Media Promosi (selebaran, Brosur, kartu nama) Rp 300.000
Pengantar Pesanan Melalui Telp Rp 300.000

Pengelola
Biaya Konsultasi Dengan Staff Ahli + pelatihan untuk 2 orang Rp 200.000
Gaji Staff Marketing 2 Orang diluar Komisi Penjualan Rp 1.000.000
6 Karyawan Tidak Terikat Rp 1.000.000
Biaya Lain-lain
Biaya Pengadaan Air Bersih Rp 200.000
Biaya Telp dan internet Rp 300.000
JUMLAH DANA Rp 6.960.000

D. Struktur Organisasi

Struktur organisasi dibuat sesederhana mungkin sehingga selama tahap


industri rumah tangga, tiap pengurus memegang jabatan rangkap. Susunan
kepengurusannya adalah sebagai berikut :

o Satu orang Manajer Utama (Pimpinan) bertugas mengelola perusahaan


secara umum.
o Satu orang Manager Pemasaran (Sales Supervisor) Sebagai seorang
Manager Pemasaran, ia pun bertugas membuka pasar, melakukan negosiasi
bisnis dan memastikan produk dipasarkan dengan baik dan sampai ke
konsumen tanpa masalah.
o Satu orang Manajer Operasional Harian merangkap Manager
Produksi (Staff Budidaya). Direktur Operasional dan Manajer Produksi
bertanggung jawab terhadap kelancaran produksi secara keseluruhan,
melakukan pengembangan bibit, memastikan produk berada dalam kondisi
baik.
o Satu orang Manajer Keuangan. Manajer Keuangan bertugas melakukan
analisis keuangan dan memiliki pertanggungjawaban penuh pada pengaturan
arus pengembalian modal dan pembagian keuntungan pada investor.
Bersama dengan manajer lainnya juga berkordinasi dalam melakukan
pengembangan dan ekspansi skala produksi secara bertahap.
o Staff Packeting. Bertanggung jawab dalam desain kemasan jamur yang
siap di pasarkan.

Untuk lebih jelas mengenai struktur organisasi dapat dilihat bagan di


bawah ini:
Dalam target jangka panjang, setelah memasuki tahap industri menengah,
susunan kepengurusan akan disempurnakan dengan penambahan pengurus baru
dan tidak ada lagi jabatan rangkap. Divisi produksi akan diorientasikan sebagai
divisi padat karya, sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja. Tenaga kerja
terlatih akan direkrut dari lulusan yang cakap dan ulet, dan tenaga pemasaran
akan ditambah sesuai dengan kapasitas produksi berjalan.

E. RENCANA & JADWAL KEGIATAN


Untuk mendapatkan hasil yang baik maka perlu dibuat perencanaan
kerja dapat dilihat dalam tabel berikut.
BULAN DAN MINGGU
NO URAIAN KEGIATAN I II III
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengadaan Proposal
2 Magang
3 Penyerahan Proposal Magang
dan Pencairan Dana
4 Survey Pemasaran
5 Analisa dan Perhitungan Biaya
6 Survey Budidaya Tanaman
Jamur Tiram
7 Persiapan Alat & Bahan
8 Pembersihan Bahan
9 Persiapan Ruang Inkubasi
Ruang Penanaman (growing)
10 Pencampuran Media Tanam
11 Pengepakan Media Tanam
12 Proses Sterilisasi Media Tanam
13 Pendiaman baglog selama
seminggu
14 Penanaman bibit Jamur
15 Menjaga Kelembaban ruang
tanam
16 Panen Jamur Tiram
17 Seleksi Jamur
18 Pengepakan jamur sesuai
dengan kebutuhan
19 Pemasaran Jamur ke Restoran
19 Pemasaran Jamur ke Restoran

BAB IV
PENUTUP

Budidaya jamur (Mushrooming the mushroom) yang dapat dimakan telah


banyak dilakukan orang yaitu dengan menggunakan limbah pertanian sebagai media
tumbuhnya. Budidaya jamur yang dapat dimakan (edible mushroom) merupakan
salah satu cara mengatasi kekurangan pangan dan gizi serta menganekaragamkan
pola komsumsi pangan rakyat.

Kandungan mineral pada jamur lebih tinggi daripada daging sapi dan domba,
bahkan hampir dua kali lipat jumlah garam mineral dalam sayuran. Jumlah
proteinnya dua kali lipat protein asparagus, kol, kentang dan empat kali lipat
daripada tomat dan wortel serta enam kali lipat dari jeruk. Selain itu jamur juga
mengandung zat besi, tembaga, kalium dan kapur, kaya vitamin B dan D, sejumlah
enzim tripsin yang berperan sangat penting pada proses pencernaan, kalor dan
kolesterolnya rendah.

Begitu banyak manfaat dan keunggulan dari jamur, tapi sayang masih banyak
masyarakat yang belum mengetahui hal ini. Besar harapan kami terhadap PMW ini,
sehingga kami dapat mengembangkan budidaya jamur tiram dan mensosialisasikan
secara langsung kepada masyarakat tentang manfaat dan keunggulan dari jamur
tiram.

Demikian proposal pengembangan usaha jamur tiram ini kami susun. Dari
hasil analisis kami mengenai peluang pemasaran, operasional, dan keuangan, kami
optimis bahwa budidaya jamur tiram ini layak dan berpotensi tinggi untuk
dikembangkan.

LAMPIRAN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENGUSUL


1. Ketua Pelaksana Kegiatan

Nama : Melinda Kurniati


NIM : 072355510004
Tempat/Tgl Lahir : Jember, 15 February 1990
Alamat : Jl. Tuasan No 85 B Medan
HP : 081268306343
E-mail : zenara_ft@yahoo.com

PENDIDIKAN FORMAL :
1. SDN 006 Rambah Samo
2. SLTPN 1 Rambah Samo
3. SMAN 1 Rambah
4. UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

PENDIDIKAN INFORMAL :
1. Tahun 2007 Mengikuti Pelatihan Budidaya Jamur
2. Tahun 2008 Mengikuti Pelatihan Kewirausahaan
3. Tahun 2009 Mengikuti Pelatihan Kepemimpinan

2. Anggota Pelaksana Kegiatan


a. Nama : RINRIN RINJANIAH
NIM : 072355510002

b. Nama : SAICHA SUHADA HASIBUAN


NIM : 072355510012

c. Nama : SAHAT TP PANJAITAN


NIM : 072355510038

PERNYATAAN KESANGGUPAN

Kami yang bertanda tangan dibawah ini :

No Nama Nim Alamat


1 Melinda Kurniati 072355510004 Jl. Tuamang
2 Rinrin Rinjaniah 072355510002 Jl. Pancing 1 Gg Family
3 Sahat TP Panjaitan 072355510038 Jl. Tuasan
4 Saicha Suhada Hsb 072355510012 Jl. Bromo Gg harapan
5 Irpando M Hutabarat 0723555100 35 Binjai
Dengan ini menyampaikan pernyataan berikut :
1. Sanggup mengikuti kegiatan Program Mahasiswa Wirausaha mulai dari
pelatihan sampai dengan pelaksanaan kegiatan bisnis secara keseluruhan,
karena pengunduran diri di tengah kegiatan akan menutup kesempatan
mahasiswa lain untuk mengikuti kegiatan ini
2. Bersedia mematuhi semua ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan
Program Mahasiswa Wirausaha
3. Pernyataan ini kami buat dengan penuh kesadaran.

Medan, 7 Mei 2010


Yang Menbuat Pernyataan

1. Nama : Melinda Kurniati 1._____________


Nim : 072355510004
2. Nama : Rinrin Rinjaniah 2._____________
Nim : 072355510002