P. 1
Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Des 08 Audited + Catatan Atas Laporan Keuangan - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

Laporan Keuangan Konsolidasi 31 Des 08 Audited + Catatan Atas Laporan Keuangan - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

|Views: 2,152|Likes:
Dipublikasikan oleh buaharbei15

More info:

Published by: buaharbei15 on Jan 17, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan

dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan ASET ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 75.920.832 tahun 2008 dan Rp. 22.071.310 tahun 2007) Pihak Hubungan Istimewa Pihak Ketiga Piutang Retensi Tagihan Bruto Pemberi Kerja Pendapatan Yang Akan Diterima Piutang Lain-lain (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp.16.627.386 tahun 2008 dan 2007) Persediaan Uang Muka Pajak Dibayar Dimuka Biaya Dibayar Dimuka Jaminan Usaha Jumlah Aset Lancar ASET TIDAK LANCAR Aset Pajak Tangguhan Investasi Pada Perusahaan Asosiasi Tanah Belum Dikembangkan Aset Tetap (setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 169.027.814 tahun 2008 dan Rp.131.290.004 tahun 2007) Setoran Dana Kerja Sama Operasi Goodwill Aset Lain-lain Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET 2008 2007

2e,3

1.051.432.167

1.364.820.703

2d,4 4 2g,5 2h,2p,6 2u,7

205.518.435 833.583.556 352.172.831 706.972.814 60.224.624

104.453.064 494.781.463 235.278.298 572.831.043 55.248.549

8 2i,9 2u,10 2y,11 2j,12 13

85.800.618 1.350.022.508 234.276.781 203.677.628 146.172.362 75.983 5.229.930.307

40.539.682 464.468.902 166.882.405 106.747.821 80.454.783 813.170 3.687.319.884

2y,23 2k,14 2l,15

19.708.510 21.589.497

6.597.280 1.708.240 3.441.729

16 2n,17 18 19

335.877.846 94.753.932 12.561.205 57.002.513 541.493.503 5.771.423.810

245.500.972 119.604.768 68.890.973 445.743.961 4.133.063.845

Lihat catatan atas laporan keuangan kosolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

4

PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN Tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Pinjaman Jangka Pendek Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak Hubungan Istimewa Hutang Lain-lain Kewajiban Bruto Pemberi Kerja Hutang Pajak Uang Muka Dari Pelanggan Biaya Yang Masih Harus Dibayar Pendapatan Yang Diterima Dimuka Hutang Jangka Panjang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Hutang Obligasi-Bersih Hutang Bank Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Imbalan Pasca Kerja Uang Muka Proyek Jangka Panjang Hutang Bank Jangka Panjang setelah dikurangi Bagian Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Jumlah Kewajiban Tidak Lancar HAK KEPEMILIKAN MINORITAS EKUITAS Modal Saham Modal Dasar 16.000.000.000 saham - nilai nominal Rp. 100 (Rupiah penuh) per saham, Modal ditempatkan dan disetor 5.846.154.000 saham tahun 2008 dan 2007 Modal saham yang diperoleh kembali disajikan dengan nilai nominal 127.448.000 saham Tambahan Modal Disetor Saldo laba Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 2008 2007

20 21

603.838.743 1.285.670.315 21.326.789 32.894.938 386.430 106.675.119 74.868.631 819.278.650 652.072.975

175.994.348 943.748.570 29.991.077 44.087.972 4.389.806 51.472.128 17.162.123 569.314.413 262.352.797

22 2h,2p,6 2y,23 2q,24 2u,25 26

2r,27 30

23.574.000 3.620.586.590

133.443.664 2.231.956.898

2y,23 2s,28 2t,29 30

3.718.383 8.037.914 665.257.512 6.426.000 683.439.809 82.756.205

934.489 544.013.001 544.947.490 64.947.389

31

32 33 34 35

584.615.400 (12.744.800) 565.877.973 246.892.633 1.384.641.206 5.771.423.810

584.615.400 577.339.779 129.256.889 1.291.212.068 4.133.063.845

Lihat catatan atas laporan keuangan kosolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

5

PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Catatan PENJUALAN BERSIH BEBAN POKOK PENJUALAN Laba Kotor Sebelum Bagian Laba (Rugi) Proyek KSO Laba (Rugi) Proyek KSO Laba Kotor Setelah Bagian Laba Proyek KSO BEBAN USAHA Beban Penjualan Beban Umum dan Administrasi Jumlah Beban Usaha LABA USAHA PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Bunga Laba (Rugi) Selisih Kurs Mata Uang Asing - Bersih Laba Penjualan Aktiva Tetap Beban Bunga dan Denda Beban Penyisihan Piutang Lain-lain Bersih Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak LABA BERSIH SEBELUM HAK MINORITAS HAK MINORITAS ATAS LABA ANAK PERUSAHAAN LABA BERSIH 2u,37 2u,38 2u,39 2008 6.559.077.280 6.113.046.734 446.030.546 (3.099.025) 442.931.521 2007 4.284.581.223 3.925.624.207 358.957.015 17.349.374 376.306.389

2u,40

2.589.810 152.411.483 155.001.293 287.930.228

10.948.795 124.745.623 135.694.418 240.611.971

53.743.541 26.437.634 4.289.126 (44.024.039) (50.177.873) (21.783.740) (31.515.351) 256.414.877

10.533.319 4.863.378 12.779.358 (51.044.430) (23.641.148) (6.154.769) (52.664.291) 187.947.679

2y,22 2y,22

(72.726.644) (9.034.916) (81.761.560) 174.653.317 (18.618.922) 156.034.395

(40.351.800) (3.973.255) (44.325.055) 143.622.624 (14.483.717) 129.138.907

Laba Bersih Per Saham Dasar (Rupiah penuh)

26,75

45,09

Lihat catatan atas laporan keuangan kosolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

6

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk tahun tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Modal Disetor Modal saham Diperoleh Kembali Tambahan Modal Disetor Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan Saldo Laba Ditentukan Penggunaannya Cadangan Cadangan Lainnya Bertujuan 99.272.565 Jumlah

Belum Ditentukan Penggunaannya 126.579.754 (1.012.793) (376.000) (751.000) (92.458.932) (31.863.047)

SALDO PER 1 JANUARI 2007 Tantiem Direksi dan Komisaris Bina Lingkungan Program Kemitraan Dana Cadangan Bertujuan Kapitalisasi ke Modal Disetor Penerbitan saham: Penawaran Umum Saham Program ESA Agio saham Laba Bersih SALDO PER 31 DESEMBER 2007 Pembelian Kembali Saham yang Beredar Deviden Bina Lingkungan Program Kemitraan Dana Cadangan Bertujuan Cadangan lainnya

69.523.000

563

87.635.040

19.246.853

402.257.775 (1.012.793) (376.000) (751.000)

330.477.000 166.153.860 18.461.540 584.615.400 584.615.400 (12.744.800)

(563)

(87.635.040)

(19.246.853)

92.458.932 (191.731.497)

577.339.779 577.339.779 577.339.779 (11.461.806)

117.982 129.138.907 129.256.889

166.153.860 18.461.540 577.339.779 1.162.073.161 129.138.907 1.291.212.068 (24.206.606) (34.907.865) (1.163.595) (2.327.191)

11.635.955 79.104.301 584.615.400 (12.744.800) (12.744.800) 565.877.973 565.877.973 79.104.301 79.104.301 11.635.955 11.635.955

(34.907.865) (1.163.595) (2.327.191) (11.635.955) (79.104.301) 117.982 156.034.395 156.152.377

1.228.606.811 156.034.395 1.384.641.206

Laba Bersih SALDO PER 31 DESEMBER 2008 584.615.400

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

7

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) URAIAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan Kas dari Pelanggan Pembayaran Kepada Pemasok Pembayaran Kepada Direksi dan Karyawan Pembayaran Beban Usaha Penerimaan Bunga Pembayaran Bunga Pinjaman Pembayaran Pajak Penghasilan Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penurunan (Penambahan) Jaminan Usaha Pembelian Aktiva Tetap Penempatan pada Perusahaan Assosiasi Penurunan (Kenaikan) Kerjasama Operasi Pengeluaran Investasi Lainnya Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Kenaikan (Penurunan) Pinjaman Bank Pembelian Kembali Obligasi Pembelian Kembali Saham yang Beredar Setoran Modal Pembayaran Dividen Pembayaran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Pembayaran Dividen Hak Minoritas Setoran modal dan bagian laba hak minoritas yang dikonsolidasi Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 2008 2007

6.382.186.684 (6.540.233.238) (105.161.538) (64.520.070) 53.743.541 (44.024.039) (136.495.315) (454.503.975)

4.585.214.927 (3.688.116.406) (92.490.543) (81.520.224) 10.533.319 (51.044.430) (55.449.836) 627.126.807

737.187 (123.685.912) (18.000.270) 21.751.811 (672.745) (119.869.929)

111.790 (24.476.972) (26.362.085) (6.830.923) (57.558.190)

457.844.395 (133.443.664) (24.206.606) (34.907.865) (3.490.786)

(5.080.895)
4.270.788 260.985.368 (313.388.536) 1.364.820.703 1.051.432.167

(271.288.039) (25.478.021) 761.955.179 (2.139.793) (4.541.691) 458.507.635 1.028.076.251 336.744.452 1.364.820.703

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

8

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM a. Pendirian Perusahaan Perseroan didirikan berdasarkan Undang-undang No.19 Peraturan Pemerintah tahun 1960 jo Peraturan Pemerintah No. 64 tahun 1961 tentang Pendirian Perusahaan Negara "Widjaja Karja", tanggal 29 Maret 1961 . Berdasarkan Peraturan pemerintah No. 64 ini pula, Perusahaan Bangunan bekas milik Belanda yang bernama Naamloze Vennootschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co. yang telah dikenakan nasionalisasi, dilebur ke dalam PN. Widjaja Karja.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tanggal 22 Juli 1971, PN. Widjaja Karja dinyatakan bubar dan dialihkan bentuknya menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO), sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 Undang-Undang No.9 tahun 1969 (Lembaran Negara Republik Indonesia No. 40 tahun 1969, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 2904). Selanjutnya Perseroan ini dinamakan "PT Wijaya Karya", berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No. 110 tanggal 20 Desember 1972 yang dibuat di hadapan Dian Paramita Tamzil, pada waktu itu pengganti dari Djojo Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, jo Akta Perubahan Naskah Pendirian Perseroan Terbatas "PT Wijaya Karya" No. 106, tanggal 17 April 1973 yang dibuat di hadapan Kartini Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, keduanya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. Y.A.5/165/14 tanggal 8 Mei 1973, didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta dengan No. 1723 dan No. 1724 tanggal 16 Mei 1973, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 21 September 1973, Tambahan No. 683. Anggaran Dasar Perseroan yang termuat dalam Akta Pendirian, telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir Perseroan menjadi perusahaan terbuka berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perubahan Anggaran Dasar, Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 28 tanggal 13 Agustus 2007 dibuat dihadapan Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta juncto Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 13 tanggal 11 September 2007 dibuat dihadapan Nila Noordjasmani Soeyasa Besar, S.H, pengganti dari Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta yang masing-masing telah disetujui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan persetujuan No.W7-09068 HT.01.04-TH.2007 tanggal 16 Agustus 2007 dan No. W7-10030 HT.01.04-TH.2007 tanggal 11 September 2007. Perusahaan beralamat di Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Jakarta Timur, Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1961 b. Bidang Usaha Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perseroan adalah turut serta melaksanakan dan menunjang kebijakan serta program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya serta pembangunan di bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, perdagangan, pengelolaan kawasan, layanan jasa peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi, teknologi informasi dan pengembang pada khususnya. Kegiatan usaha yang saat ini dilakukan adalah Jasa Konstruksi, Mekanikal Elektrikal, Real Estate, Industri Pabrikasi dan Perdagangan.

10

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

c.

Pengurus Perseroan Dewan Komisaris : Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara selaku Rapat Umum Pemegang Saham No.KEP-208/MBU/2007 tanggal 21 September 2007 dan Akta Pernyataan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No.149 tanggal 31 Agustus 2007 dibuat dihadapan Imas Fatimah S.H Notaris di Jakarta, susunan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut : Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Direksi : Berdasarkan Akta No. 59 tanggal 23 Mei 2008 mengenai Pernyataan Keputusan Rapat Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Wijaya Karya Tbk dibuat dihadapan Notaris Imas Fatimah. SH., Notaris di Jakarta, susunan Direksi tanggal 31 Desember 2008, sebagai berikut : Direktur Utama Direktur Operasi I Direktur Operasi II Direktur Keuangan Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan : : : : : Bintang Perbowo, SE. MM. Ir. Budi Harto, MM. Ir. Slamet Maryono Drs. R. Ganda Kusuma, MBA. Ir. Tonny Warsono., MM. : : : : : Ir. Agoes Widjanarko. MIP Pontas Tambunan, SH. MM. Soepomo, SH, SP.N, L.LM Brigjend TNI (Pur) Dadi Pratjipto, SE. DR. Amanah Abdulkadir. MA

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara RI No. KEP-114/MMBU/2002 tanggal 30 Juli 2002 yang diikuti dengan Surat Keputusan Komisaris PT. Wijaya Karya No. 39/DK/PT.WK/2002 tanggal 8 Agustus 2002, susunan Dewan Direksi tanggal 31 Desember 2007, sebagai berikut: Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Komite Audit : Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 98/DK/PTWK/2007 tanggal 9 Oktober 2007, susunan Komite Audit tanggal 31 Desember 2007, sebagai berikut: Ketua Anggota Anggota : : : DR. Amanah Abdulkadir, MA. Rosmala, SE. Ak. Ir. Tri Budi Santoso : : : : : Ir. A. Sutjipto, MM.,MT. Ir. Slamet Maryono Ir. Djokomulyono, MM. Ir. Sutedjo Wirokusumo, MM. Ir. Tonny Warsono., MM.

11

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 65/DK/WIKA/2008 tanggal 6 Nopember 2008, telah diangkat Sdr. Shalahuddin Haikal sebagai anggota komite audit, sehingga susunan Komite Audit tanggal 31 Desember 2008, sebagai berikut: Ketua Anggota Anggota Anggota Sekretaris Perusahaan : Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.SK.02.01/A.DIR.0362/2008, Perusahaan telah mengangkat Sdr. Imam Sudiyono sebagai Pejabat Sementara Sekretaris Perusahaan. Biaya remunerasi Direksi Perusahaan untuk tahun 2008 dan 2007, masing-masing sebesar Rp.3.852.572.482 (rupiah penuh) dan Rp.1.646.230.000 (rupiah penuh). Biaya remunerasi Dewan Komisaris Perusahaan untuk tahun 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp. 1.523.547.087 (rupiah penuh) dan Rp.553.334.916 (rupiah penuh). Jumlah karyawan Perusahaan (organik dan non organik) untuk tahun 2008 sebanyak 1.268 orang (tidak diaudit) dan tahun 2007 sebanyak 1.177 orang (tidak diaudit). d. Perusahaan Anak Perusahaan memiliki secara langsung lebih dari 50% saham anak perusahaan, dengan rincian sebagai berikut : Dimulainya Jumlah aktiva (sebelum eliminasi) Kegiatan Persentase Nama Perusahaan Bidang Usaha 2007 2008 Komersial Kepemilikan PT Wijaya Karya Beton PT Wijaya Karya Realty PT Wijaya Karya Intrade PT Catur Insan Pertiwi PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Industri Beton Real estate Perdagangan Konstruksi, Mekanikal Elektrikal Konstruksi dan Engineering 1997 2000 2000 1984 Tahap Pengembangan 78,40% 78,40% 78,40% 70,08% 99,00% 1.370.998.105 421.879.881 650.195.372 34.603.012 50.093.001 747.052.414 322.309.915 248.800.490 : : : : DR. Amanah Abdulkadir, MA. Rosmala, SE. Ak. Ir. Tri Budi Santoso Shalahuddin Haikal, SE. MM.LLM.

Seluruh anak perusahaan berdomisili di Indonesia PT Wijaya Karya Beton ("WIKA BETON") WIKA BETON merupakan Anak Perusahaan dari Perseroan. Sebelum menjadi Anak Perusahaan dari Perseroan, sejak tahun 1974 WIKA BETON merupakan bagian dari Induk Perusahaan yaitu Divisi Produk Beton. Seiring dengan visi dan misi Perseroan maka WIKA BETON resmi menjadi Anak Perusahaan dari Perseroan pada tanggal 11 Maret 1997 sesuai dengan Akta Perseroan Terbatas WIKA BETON No. 44 tanggal 11 Maret 1997, yang dibuat dihadapan Achmad Bajumi, SH; selaku pengganti dari Imas Fatimah, SH; Notaris di Jakarta.

12

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar PT Wijaya Karya Beton No. 31 tanggal 15 Agustus 2007 ("Akta No. 31") yang dibuat dihadapan Hambit Maseh, SH., Notaris di Jakarta yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI. No.W7-09069HT.0104-TH.2007 tanggal 16 Agustus 2007. Kantor Pusat WIKA BETON, beralamat di Jln. D.I Panjaitan Kav. 3 - 4, Jakarta. Perusahaan dalam menjalankan operasinya mempunyai 6 Wilayah Penjualan ("WP") dan 7 Pabrik Produk Beton ("PPB"), yang berlokasi tersebar di beberapa Wilayah Indonesia. Berdasarkan Anggaran Dasar WIKA BETON, kegiatan usaha WIKA BETON bergerak dalam bidang usaha industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lainnya yang terkait. Berdasarkan akta berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa WIKA BETON No. 15 tanggal 30 April 2007, dibuat dihadapan Hambit Maseh, SH, Notaris di Jakarta, struktur permodalan dan susunan pemegang saham WIKA BETON adalah sebagai berikut :
Nilai Nominal Rp.100,- per saham Saham Rupiah 280.000.000.000 2.800.000.000 548.800.000 9.030.000 142.170.000 700.000.000 2.100.000.000 54.880.000.000 903.000.000 14.217.000.000 70.000.000.000 210.000.000.000

Pemegang Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : - PT Wijaya Karya (Persero) - Yayasan Kesejahteraan Pegawai PT WIKA - Koperasi Karya Mitra Satya Jumlah Saham dalam Portepel

%

78,40% 1,29% 20,31% 100,00%

Ikhtisar Data Keuangan
Uraian Jumlah Aktiva Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas 2008 1.370.998.105 1.176.375.961 194.622.144 2007 747.052.415 591.371.101 155.681.314

PT Wijaya Karya Realty ("WIKA REALTY") WIKA REALTY didirikan pada tanggal 20 Januari 2000 berdasarkan akte Notaris Imas Fatimah, SH. No 17 telah memperoleh persetujuan dari Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN nomor S-01/MDU.1-PBUMN/1999 tentang persetujuan Pendirian Anak Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero). Akte pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C-20856 HT 01.01 tahun 2000 tanggal 15 September 2000. Maksud dan tujuan WIKA REALTY telah dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat no. 67 Notaris Imas fatimah, SH dimana Perusahaan bergerak dibidang usaha Realty dan bidang properti memulai kegiatan komersialnya pada tanggal 21 Januari 2000. Pada tanggal 2 Juli 2004, dalam rangka peningkatan modal dasar perusahaan dan pemecahan nilai saham, anggaran dasar perusahaan dirubah dengan akta No. 4 dari notaris Imas Fatimah, SH. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI no C-1689 HT.01.04.TH.2004 tanggal 8 Juli 2004. Perubahan terakhir adalah berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar PT Wijaya Karya Realty Tbk. No. 33 tanggal 15 Agustus 2007 ("Akta No. 33") yang dibuat dihadapan Hambit Maseh. SH, Notaris di Jakarta yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI No.W7-09022HT.0104-TH2007 tanggal 21 Agustus 2007.

13

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 67 tanggal 15 Agustus 2001 Notaris Imas Fatimah, SH disebutkan maksud dan tujuan bidang usaha WIKA REALTY yaitu Realty, Property dan Jasa kecuali jasa dalam bidang hukum dan pajak. Berdasarkan akta berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa WIKA REALTY No. 17 tanggal 30 April 2007, dibuat dihadapan Hambit Maseh, SH, Notaris di Jakarta, struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham WIKA REALTY adalah sebagai berikut :
Nilai Nominal Rp.100,- per saham Saham Rupiah 4.600.000.000 460.000.000.000 901.600.000 14.835.000 233.565.000 1.150.000.000 3.450.000.000 90.160.000.000 1.483.500.000 23.356.500.000 115.000.000.000 345.000.000.000

Pemegang Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : - PT Wijaya Karya (Persero) - Yayasan Kesejahteraan Pegawai PT WIKA - Koperasi Karya Mitra Satya Jumlah Saham dalam Portepel

%

78,40% 1,29% 20,31% 100,00%

Ikhtisar Data Keuangan
Uraian Jumlah Aktiva Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas 2008 421.879.881 318.122.335 103.757.546 2007 322.309.915 232.515.164 89.794.751

PT Wijaya Karya Intrade ("WIKA INTRADE") WIKA INTRADE didirikan pada tanggal 20 Januari 2000 berdasarkan Akte Perseroan Terbatas No 16 dibuat dihadapan Nila Noordjasmani Soeyasa Besar, SH. pengganti dari Imas Fatimah, SH Notaris di Jakarta, dimana telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia dengan No. C-19656HT 01 tahun 2000 tanggal 4 September 2000 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.10 tanggal 2 Februari 2001. Anggaran Dasar WIKA INTRADE telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir mencakup perubahan Nilai Nominal Saham Dasar, dengan Akta Notaris Imas Fatimah, SH No.3 tanggal 2 Juni 2004 Perihal Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham dan pengesahan dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-16985.HT.01.04.TH.2004 tanggal 8 Juli 2004, serta telah terdaftar WIKA INTRADE bergerak dalam bidang Industri dan Perdagangan umum baik untuk memenuhi permintaan dalam negeri maupun permintaan luar negeri meliputi Bisnis Unit Metal, Konversi Energi, Pressing dan Jasa Handling Ekspor dan Impor. Berdasarkan akta berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa WIKA INTRADE No. 19 tanggal 30 April 2007, dibuat dihadapan Hambit Maseh, SH, Notaris di Jakarta, struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham WIKA INTRADE adalah sebagai berikut :

14

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Nilai Nominal Rp.100,- per saham Saham Rupiah 1.080.000.000 108.000.000.000 211.680.000 3.483.000 54.837.000 270.000.000 810.000.000 21.168.000.000 348.300.000 5.483.700.000 27.000.000.000 81.000.000.000

Pemegang Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : - PT Wijaya Karya (Persero) - Yayasan Kesejahteraan Pegawai PT WIKA - Koperasi Karya Mitra Satya Jumlah Saham dalam Portepel

%

78,40% 1,29% 20,31% 100,00%

Ikhtisar Data Keuangan Uraian Jumlah Aktiva Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas 2008 650.195.372 606.501.617 43.693.755 2007 248.800.490 208.471.662 40.328.828

PT Catur Insan Pertiwi PT. Catur Insan Pertiwi merupakan perseroan swasta nasional yang mengkhususkan diri di bidang konstruksi mekanikal dan elektrikal, dengan berbagai pengalaman di proyek-proyek Pembangkit Tenaga Diesel, Pembangkit Listrik Panas Bumi dan lainnya. Terhitung November 2008 PT Wijaya Karya, Tbk telah mengambil alih 70.08% saham PT Catur Insan Pertiwi. Struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham PT Catur Insan Pertiwi adalah sebagai berikut :
Pemegang Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : - PT Wijaya Karya (Persero). Tbk - Wijadjanarko Tantono - Suprapto - Ir. Hastjaryo Jumlah Saham dalam Portepel Nilai Nominal Rp.1.000.000,- per saham Saham Rupiah 625 625.000.000 438 93 32 62 625 438.000.000 93.000.000 32.000.000 62.000.000 625.000.000 %

70,08% 14,88% 5,12% 9,92% 100,00%

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung PT Wijaya Karya Bangunan Gedung didirikan sesuai Akta No. 43 tanggal 24 Oktober 2008 dibuat dihadapan Imas Fatimah, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta. Anggaran Dasar Perusahaan telah mendapat Pengesahan dari Menteri hukum dan hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai surat No. AHU.92223.AH.01.01.Tahun 2008 tanggal 1 Desember 2008.

15

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Maksud dan tujuan dari Perseroan adalah Industri konstruksi dan engineering, jasa pemborongan dengan pola progres termyn maupun turnkey/Build Operate Transfer (BOT), pengelolaan dan penyewaan gedung/kawasan niaga terpadu, perdagangan dan pemeliharaan peralatan serta material konstruksi, layanan peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi dan engineering pada khususnya sesuai dengan prinsip-prinsip perseroan terbatas. Struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham PT Wijaya Karya Bangunan Gedung adalah sebagai berikut :
Pemegang Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : - PT Wijaya Karya (Persero). Tbk - Koperasi Karya Mitra Satya Jumlah Saham dalam Portepel Nilai Nominal Rp.1.000.000,- per saham Saham Rupiah 200.000 200.000.000.000 49.500 500 50.000 150.000 49.500.000.000 500.000.000 50.000.000.000 150.000.000.000 %

99,00% 1,00% 100,00%

e.

Penawaran Umum Saham Perusahaan Pada tanggal 11 Oktober 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM dengan suratnya No. S-5275/BL/2007 untuk melakukan penawaran perdana kepada masyarakat atas 1.846.154.000 lembar saham Seri B baru, denga nilai nominal Rp. 100 per saham dan harga penawaran Rp 420 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta pada tanggal 29 Oktober 2007 Seluruh saham Perusahaan sebanyak 5.846.154.000 saham pada tahun 2008 dan 2007 telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Program Penjatahan Saham Program ESA adalah penjualan saham Perseroan kepada peserta program ESA, melalui penjatahan pasti pada saat penawaran umum perdana saham dilaksanakan. Jumlah saham dalam program ESA sebanyak-banyaknya 10% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham, dengan harga diskon sebesar 20% (dua puluh persen) dari harga Penawaran Umum, yang harus dibayar secara penuh oleh peserta Program ESA pada saat melakukan Pemesanan Saham. Saham yang diperoleh dari program ESA diberlakukan Lock Up Period selama 8 (delapan) bulan sejak tanggal pencatatan di BEJ. Adapun beban diskon harga sebesar 20% tersebut akan ditanggung oleh Perseroan. Dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum kepada masyarakat tersebut sebesr 10% atau sebanyak 184.615.400 lembar saham biasa seri B dijatahkan secara khusus kepada Manajemen dan Karyawan Perusahaan melalui program penjatahan saham untuk pegawai Perusahaan (Employee Stock Allocation / ESA). Program ESA diimplementasikan sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.A.7. Porsi saham ESA untuk Manajemen (Pengurus dan Pengawas) adalah sebesar 22,5%, dengan pembagian sebesar 17,5% untuk manajemen Perusahaan Induk dan sebesar 5% untuk manajemen Anak Perusahaan. Adapun porsi saham ESA untuk pegawai sebesar 77,5% dengan pembagian sebesar 62,5% untuk pegawai Perusahaan Induk dan sebesar 15% untuk pegawai Anak Perusahaan.

16

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Rencana Opsi Pembeliaan Saham untuk management dan karyawan Program ESOP/MSOP adalah pemberian Hak Opsi Pembelian Saham kepada Peserta Program ESOP/MSOP untuk membeli saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel Perseroan sebanyakbanyaknya 5% dari modal ditempatkan dan disetor dalam Perseroan yang berdasarkan Peraturan Bapepam No. IX.D.4 merupakan maksimum saham yang dapat diterbitkan oleh perusahaan publik dalam periode 5 (lima) tahun tanpa memberikan hak lebih dahulu kepada pemegang saham lama (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu/HMETD).

2.

KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan dasar harga perolehan (historical cost) dan disusun berdasarkan prinsip berkesinambungan (going concern). Laporan keuangan konsolidasian juga disusun berdasarkan konsep akrual. Kebijakan akuntansi ini telah diterapkan secara konsisten kecuali apabila dinyatakan adanya perubahan dalam kebijakan akuntansi yang dianut. Sejak tahun 2000, Perseroan menyesuaikan penyajian laporan keuangan berdasarkan Peraturan Bapepam No.VIII.G.7 tanggal 13 Maret 2000 mengenai Pedoman Penyajian Laporan Keuangan. Pada tahun 2003, Perseroan juga menyesuaikan penyajian laporan keuangan berdasarkan Surat Edaran Bapepam Nomor: SE02/PM/2002 tanggal 27 Desember 2002 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, untuk Industri Konstruksi. Pada tahun 2005, perusahaan mulai menerapkan manual akuntansi BUMN konstruksi yang ditindaklanjuti dengan SK Direksi No.KU.04.09/A.DIR.0806/2005. Laporan arus kas konsolidasian untuk aktivitas operasi disusun menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas dasar aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini, kecuali dinyatakan secara khusus, dinyatakan dalam ribuan Rupiah. b. Prinsip Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perseroan dan Perusahaan Anak dengan kepemilikan lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung. Pengaruh dari seluruh transaksi dan saldo antara Perusahaan Anak di dalam Perseroan telah dieliminasi dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian. Kebijakan akuntansi yang dipakai dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh Perusahaan Anak, kecuali dinyatakan secara khusus. Kepemilikan pemegang saham minoritas atas ekuitas Perusahaan Anak disajikan sebagai Minoritas" pada neraca konsolidasian. Penyertaan pada Anak Perusahaan seperti dijelaskan pada Catatan 1d. "Hak

17

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

c.

Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan dilakukan dalam satuan Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia. Keuntungan dan kerugian kurs yang timbul dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasi dalam tahun yang bersangkutan. Kurs tengah yang digunakan pada tanggal neraca, adalah sebagai berikut : 2008 Dolar Amerika Serikat Euro Eropa Yen Jepang Dolar Singapura Dinar 10.950,00 15.432,00 121,22 7.608,00 156,24 2007 9.419,00 13.760,00 83,07 -

d.

Pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 7, "Pengungkapan atas Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa". Yang dimaksud dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: 1) Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies, subsidiaries, dan fellow subsidiaries). 2) Perusahaan asosiasi 3) Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor). 4) Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut, dan. 5) Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung, oleh setiap orang yang diuraikan dalam angka 3) atau 4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. Sifat hubungan istimewa yang terjadi pada perusahaan adalah sebagai berikut : 1) Pemerintah Republik Indonesia yang diwakili oleh Menteri Negara BUMN merupakan pemegang saham mayoritas Perseroan. Oleh karena itu Perseroan dan BUMN lain memiliki hubungan afiliasi melalui Penyertaan Modal Pemerintah Republik Indonesia.

18

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2) Perseroan menempatkan dana dan memiliki pinjaman dana pada bank-bank pemerintah atau bankbank yang dimiliki oleh BUMN dengan persyaratan dan tingkat bunga normal sebagaimana yang berlaku pada pihak ketiga. 3) Perseroan mengadakan perjanjian dalam rangka usaha Perseroan dengan BUMN-BUMN lain maupun anak perusahaan serta lembaga-lembaga pemerintah berwenang 4) Mempunyai anggota pengurus yang sama dengan Anak Perusahaan yaitu Direksi perseroan menjadi anggota Dewan Komisaris Anak Perusahaan. Semua transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasi. e. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas mencakup kas, bank dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang. Kas dan setara kas yang telah ditentukan penggunaannya atau yang tidak dapat digunakan secara bebas tidak tergolong dalam kas dan setara kas. f. Penyisihan Piutang Ragu-Ragu Perusahaan menerapkan akuntansi BUMN Konstruksi yang ditindaklanjuti dengan SK Direksi No. IN.03.00/A.DIR.0003/2005 tentang pembentukan penyisihan piutang ragu-ragu dengan kriteria sebagai berikut: Prosentase Penyisihan Piutang Umur Piutang > > > > > > > > 12 s.d. 15 bulan 15 s.d. 18 bulan 18 s.d. 21 bulan 21 s.d. 24 bulan 24 s.d. 27 bulan 27 s.d. 30 bulan 30 s.d. 33 bulan 33 s.d. 36 bulan 5% 10% 20% 30% 40% 60% 80% 100%

g.

Piutang Retensi Piutang retensi merupakan piutang perusahaan kepada pemberi kerja yang akan dilunasi setelah penyelesaian kontrak atau pemenuhan kondisi tertentu yang ditetapkan dalam kontrak. Piutang retensi dicatat pada saat pemotongan sejumlah persentase tertentu dari setiap tagihan termin untuk ditahan oleh pemberi kerja sampai suatu kondisi setelah penyelesaian kontrak dipenuhi.

h.

Tagihan Bruto Pemberi Kerja atas Kontrak Konstruksi Tagihan bruto pemberi kerja merupakan piutang perusahaan yang berasal dari pekerjaan kontrak konstruksi yang dilakukan namun pekerjaan yang dilakukan masih dalam pelaksanaan. Tagihan bruto disajikan sebesar selisih antara biaya yang terjadi ditambah dengan laba yang diakui dikurangi dengan kerugian yang diakui dan termin.

19

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Tagihan bruto diakui sebagai pendapatan sesuai dengan metode persentase penyelesaian yang dinyatakan dalam berita acara penyelesaian pekerjaan yang belum diterbitkan faktur karena perbedaan antara tanggal berita acara progress fisik dengan pengajuan penagihan pada tanggal neraca.

i.

Persediaan Persediaan barang jadi, bahan baku, perlengkapan dan barang dalam proses diakui berdasarkan nilai terendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih, harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Persediaan barang dagangan yang tidak terjual karena tipe, bentuk atau model tidak sesuai dengan kebutuhan pasar, dipindahkan ke pos "Aktiva lain-lain". Persediaan yang tidak terjual disisihkan sebesar 20% dari nilai saldo akhir persediaan yang bersangkutan. Persediaan Real Estat Persediaan real estat terdiri dari tanah dan bangunan, bangunan sedang dalam penyelesaian dan tanah sedang dikembangkan dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan tanah sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan di dik b k ditambah d b h dengan bi biaya pengembangan l b langsung d dan tidak l id k langsung pada aktiva d ki pengembangan real estat ditambah dengan biaya pinjaman. Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan meliputi biaya pra perolehan dan perolehan tanah dan dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat pematangan tanah akan dimulai atau dipindahkan ke tanah matang pada saat tanah tersebut siap dibangun. Biaya perolehan bangunan sedang penyelesaian meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai dikembangkan ditambah dengan biaya pembangunan dan biaya pinjaman serta dipindahkan ke aktiva tanah dan bangunan pada saat dibangun dan siap dijual. Biaya pinjaman yang berhubungan dengan kegiatan pengembangan proyek dikapitalisasi ke proyek yang sedang dikembangkan.

j.

Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka terdiri dari biaya usaha, biaya produksi, biaya pengadaan, biaya pengelolaan, biaya distribusi, biaya sewa dan asuransi. Untuk biaya usaha, biaya produksi, biaya pengadaan, biaya distribusi akan dibebankan secara proporsional dengan pendapatan yang diakui pada setiap periode. Untuk biaya dibayar dimuka sewa dan asuransi diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

20

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

k.

Investasi Investasi Jangka Pendek Deposito berjangka yang jatuh tempo kurang dari tiga bulan namun dijaminkan dan deposito berjangka yang jatuh tempo lebih dari tiga bulan disajikan sebagai "Investasi jangka pendek" dan dinyatakan sebesar nilai perolehan. Investasi Pada Perusahaan Asosiasi Penyertaan dalam bentuk saham yang dimiliki kurang dari 20% dinyatakan sebagai biaya perolehan (metode biaya). Penyertaan dengan kepemilikan 20% atau lebih dan dapat mempengaruhi kebijakan manajemen dicatat dengan metode ekuitas, akan tetapi, apabila Perusahaan mampu mengendalikan anak perusahaan walaupun Perusahaan mempunyai penyertaan kurang dari atau sama dengan 20%, maka dicatat dengan metode ekuitas. Dengan metode ekuitas, penyertaan saham dinyatakan sebesar biaya perolehannya dan ditambah atau dikurangi dengan bagian laba (rugi) perusahaan asosiasi yang bersangkutan dan dividen yang diterima sejak tanggal perolehan.

l.

Tanah Belum Dikembangkan Tanah belum dikembangkan merupakan tanah yang sudah dimiliki tetapi belum mulai dikembangkan dinyatakan b d di t k berdasarkan nilai t k il i terendah antara bi d h t biaya perolehan d nilai realisasi b ih (th l l h dan il i li i bersih (the lower of cost f t or net realizable value) dan akan dipindahkan sebagai akun persediaan pada saat mulai dikembangkan dan dibangunnya prasarana

m. Aktiva Tetap 1) Kepemilikan Langsung Aktiva tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali untuk aktiva tetap tertentu yang digunakan dan diperoleh sebelum tahun 1987,dinilai kembali berdasarkan Peraturan Pemerintah No.45 tanggal 2 Oktober 1986 dengan dikredit ke akun "Selisih penilaian kembali aktiva tetap" dalam bagian ekuitas di neraca. Peralatan proyek disusutkan berdasarkan metode jumlah angka tahun (sum of the years digit method) yang disesuaikan, sedangkan aktiva tetap yang lainnya berdasarkan metode garis lurus (straight line method). Umur ekonomis aktiva tetap sesuai Surat Keputusan Direksi No.01.09/A.DIR 0702/95 tanggal 22 Desember 1995, adalah sebagai berikut: Masa manfaat Aktiva Tetap (Tahun) Prasarana Bangunan kantor, mess/guest house, rumah tinggal/villa permanen Bangunan semi permanen dan pabrik Perlengkapan kantor Kendaraan bermotor Peralatan proyek - Mesin dan peralatan prefab housing Peralatan produksi/pabrik - Mesin dan peralatan pabrik tiang beton Mesin dan peralatan pabrik 20 10 4 4 4 - 8 4 - 8 4 - 8

21

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya, pemugaran dan peningkatan daya guna dalam jumlah besar dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan serta akumulasi penyusutan dan amortisasinya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang diperoleh/diderita dilaporkan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan dipindah ke aktiva tetap pada saat selesai dan siap digunakan. 2) Sewa Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Klasifikasi sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi didasarkan pada substansi transaksi dan bukan pada bentuk kontraknya. Contoh dari sutuasi yang secara individual atau gabungan dalam kondisi normal mengarah pada sewa yang diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah: a) sewa mengalihkan kepemilikan aset kepada lessee pada akhir masa sewa b) Lessee mempunyai opsi untuk membeli aset pada harga yang cukup rendah dibandingkan nilai wajar pada tanggal opsi mulai dapat dilaksanakan, sehingga pada awal sewa dapat dipastikan bahwa opsi memang akan dil k b h i k dilaksanakan. k c) masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomis aset meskipun hak milik tidak dialihkan. d) pada awal sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewa minimum secara substansial mendekatai nilai wajar aset sewaan; dan e) aset sewaan bersifat khusus dan dimana hanya lessee yang dapat menggunakannya tanpa perlu modifikasi secara material. Indikator dari situasi yang secara individual ataupun gabungan dapat juga menunjukkan bahwa sewa diklasifikasikan sebaga sewa pembiayaan adalah: a) jika lessee dapat membatalkan sewa, maka rugi lessor yang terkait dengan pembatalan ditanggung oleh lessee. b) laba atau rugi dari fluktuasi nilai wajar residu dibebankan kepada lessee 9sebagai contoh, dalam bentuk potongan harga rental dan yang setara dengan sebagian besar hasil penjualan residu pada akhir sewa); dan c) lessee memiliki kemampuan untuk melanjutkan sewa untuk periode kedua dengan nilai rental yang secara sunstansial lebih rendah dari nilai pasar rental. n. Proyek Kerja Sama Perusahaan melakukan perjanjian kerja sama dengan berbagai pihak sebagaimana tersebut pada masing-masing perjanjian, berupa penyerahan dana kepada Pengelola dengan kewajiban yang tertuang dalam perjanjian kerja sama menurut porsi yang ditetapkan. Pengelola proyek dibentuk dengan anggota yang berasal dari masing-masing pihak yang melakukan perjanjian kerjasama. Pengelola proyek ini melaksanakan kegiatan pembangunan proyek yang berasal dari Pemberi Kerja (Owner) dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan tersebut termasuk laporan pertanggungjawaban keuangan dan proyek kepada masing-masing pihak yang melakukan perjanjian kerjasama. Penyerahan dana kepada pengelola proyek dicatat dan diberlakukan sebagai Setoran Dana Kerja Sama Operasi.

22

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pendapatan diakui pada saat laporan pertanggungjawaban proyek disetujui dan dicatat sebesar porsinya. o. Aktiva Tetap Yang Tidak Digunakan Dalam Usaha Aktiva tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan usaha dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan, disajikan dalam kelompok aktiva lain-lain. p. Kewajiban Bruto Pemberi Kerja Kewajiban bruto pemberi kerja merupakan kewajiban perusahaan yang berasal dari pekerjaan kontrak konstruksi yang dilakukan namun pekerjaan yang dilakukan masih dalam pelaksanaan. Kewajiban bruto disajikan sebesar selisih antara biaya yang terjadi ditambah laba yang diakui dikurangi dengan kerugian yang diakui dan termin. q. Uang Muka Dari Pelanggan Uang muka dari pelanggan merupakan uang muka yang diterima dari pelanggan atau pemilik proyek. Jumlah tersebut secara proporsional akan dikompensasikan dengan tagihan yang didasarkan atas kemajuan fisik yang telah dicapai. r. Hutang Obligasi dan Biaya Emisi Obligasi Hutang obligasi disajikan sebesar nilai nominal setelah memperhitungkan amortisasi premium atau diskonto. Biaya emisi obligasi merupakan biaya transaksi yang harus dikurangkan langsung dari hasil emisi dalam rangka menentukan hasil emisi neto obligasi. Selisih antara emisi neto dengan nilai nominal merupakan diskonto atau premium yang harus diamortisasi selama jangka waktu obligasi dengan metode garis lurus. s. Biaya Emisi Saham Seluruh beban yang terjadi sehubungan dengan penawaran perdana saham Perusahaan kepada masyarakat dicatat sebagai pengurang "Tambahan Modal Disetor" (Agio Saham) yang merupakan komponen ekuitas dalam neraca konsolidasian. t. Saham Beredar yang Diperoleh Kembali Saham beredar yang diperoleh kembali yang ditarik dari peredaran, dinyatakan sebesar nilai nominal (par value method) dan disajikan sebagai pengurang "Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh" pada neraca konsolidasi. Selisih harga perolehan kembali dengan nilai nominal saham disajikan sebagai pengurang akun "Tambahan Modal Disetor" (Agio Saham). u. Dana Pensiun dan Imbalan Pasca Kerja Dana Pensiun Perseroan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti yang dikelola oleh Dana Pensiun WIKA untuk pegawai organik yang masa penerimaan sampai dengan tahun 2006, untuk pegawai dengan masa penerimaan 2007 dan seterusnya serta pegawai terampil diikut-sertakan pada program pensiun iuran pasti yang pelaksanaannya dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Manulife.

23

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Iuran pegawai ditetapkan 5% dari pendapatan tetap pegawai, sedangkan iuran beban perusahaan sebesar 12,3% dari pendapatan tetap pegawai. Sejak tahun 2006 Dana Pensiun telah berada pada posisi Full Funded, sehingga perseroan hanya memiliki kewajiban untuk pemenuhan iuran saja dan tidak mempunyai kewajiban untuk pemenuhan dana untuk Past Service Liabilities (PSL). Perseroan tetap mengikutsertakan seluruh karyawan pada program jaminan hari tua melalui Jamsostek.

Imbalan Pasca Kerja Perusahaan menghitung kewajiban imbalan pasca kerja dengan metode projected unit credit, sesuai dengan PSAK 24 (Revisi 2004). Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada tahun berjalan. Biaya jasa lalu sebagai dampak perubahan asumsi aktuaria bagi karyawan aktif diakui dalam laporan laba rugi selama sisa masa kerja rata-rata karyawan tersebut. Imbalan kerja atas pemutusan hubungan kerja diakui sebagai kewajiban dan beban pada saat terjadi. v. Uang Muka Proyek Jangka Panjang Uang muka proyek jangka panjang merupakan uang muka yang diterima dari pemberi kerja atau pemilik proyek atas pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan.yang jangka waktu penyelesaian proyek lebih dari satu tahun. Jumlah tersebut secara proporsional akan dikompensasikan dengan tagihan yang didasarkan atas kemajuan fisik yang telah dicapai dicapai. w. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan bidang usaha konstruksi diakui berdasarkan metode persentase penyelesaian. Persentase penyelesaian konstruksi ditetapkan berdasarkan kemajuan fisik proyek yang dinyatakan dalam bentuk berita acara opname proyek (BAOP) yang ditandatangani kedua belah pihak. Terhadap pendapatan usaha konstruksi yang telah diterbitkan fakturnya diakui sebagai piutang usaha, sedangkan yang belum diterbitkan fakturnya diakui sebagai tagihan bruto pemberi kerja. Pendapatan bidang manufaktur dan perdagangan diakui berdasarkan penyerahan barang kepada pembeli. Pendapatan jasa penyewaan alat-alat berat dihitung berdasarkan masa penggunaannya. Terhadap pendapatan yang telah diterbitkan fakturnya diakui sebagai piutang usaha, sedangkan yang belum diterbitkan fakturnya diperlakukan sebagai pendapatan yang akan diterima.

Pendapatan bidang usaha perumahan diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) yaitu setelah penandatanganan akte jual beli untuk penjualan tunai dan setelah akad kredit untuk penjualan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank. Berdasarkan ketentuan tersebut, pendapatan dari penjualan rumah diakui bila seluruh syarat berikut telah terpenuhi: 1) Penjualan tanah dan bangunan fasilitas KPR: a) Pengikatan jual beli telah berlaku b) Harga jual akan tertagih dimana jumlah pembayaran yang diterima sekurang-kurangnya telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati. c) Tagihan penjual terhadap pembeli pada masa yang akan datang bebas dari Subordinasi terhadap hutang lain dari pembeli.

24

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

d) Penjual telah mengalihkan kepada pembeli seluruh resiko dan manfaat kepemilikan yang umum terdapat pada suatu transaksi penjualan, dan penjual selanjutnya tidak mempunyai kewajiban atau terlibat lagi secara signifikan dengan aktiva (property) tersebut. Dalam hal ini setidaktidaknya bangunan tersebut telah diserahterimakan dan siap dihuni. 2) Penjualan tanah dan bangunan tanpa fasilitas KPR Pengakuan pendapatan atas penjualan tanah beserta bangunan tanpa fasilitas KPR Bank dilakukan bila pembeli telah membayar minimal 50% dari harga jual dan progres pembangunan telah mencapai minimal 80%. 3) Penjualan kavling tanah tanpa bangunan a) Pengikatan jual beli telah berlaku b) Harga jual akan tertagih dimana jumlah pembayaran yang diterima sekurang-kurangnya telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati. c) Tagihan penjual terhadap pembeli pada masa yang akan datang bebas dari Subordinasi terhadap hutang lain dari pembeli. d) Penjual tidak mempunyai kewajiban yang signifikan lagi untuk menyelesaikan pematangan lahan yang dijual, pembangunan fasilitas yang dijanjikan ataupun yang menjadi kewajiban penjual sesuai pengikatan j p g jual beli. 4) Pengakuan pendapatan atas penjualan apartemen diakui dengan metode persentase penyelesaian, (percentage-of-completion method) apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi: a. Proses konstruksi telah melampaui tahap awal, yaitu fondasi bangunan telah selesai dan semua persyaratan untuk memulai pembangunan telah terpenuhi; b. Jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli; dan c. Jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal. Apabila semua persyaratan tersebut diatas tidak terpenuhi, semua penerimaan uang yang berasal dari pelanggan dicatat sebagai uang muka dari pelanggan dengan menggunakan metode deposit (deposit method), sampai semua persyaratan terpenuhi. Beban diakui sesuai dengan manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual method). x. Bunga Pinjaman Bunga atas pinjaman yang digunakan untuk membangun/ membuat aktiva tetap sampai konstruksi, dibebankan sebagai unsur harga perolehan. Bunga atas pinjaman yang digunakan untuk pembiayaan bidang usaha realty dan konstruksi dibebankan ke harga pokok. Bunga untuk pembiayaan bidang usaha industri dan perdagangan dibebankan sebagai beban lain-lain. y. Beban Ditangguhkan Yang dapat termasuk dalam biaya ditangguhkan a. Pengeluaran untuk pendirian suatu segmen dalam tahap pengembangan. b Pengurusan legal hak atas tanah

25

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Biaya ditangguhkan disajikan di Neraca pada nilai bersihnya, yaitu harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi. Pembebanan pada periode berjalan dilakukan dengan metode garis lurus sesuai dengan taksiran masa manfaatnya selama-lamanya 3 tahun. Pembebanan dimulai saat manfaat dari pengeluaran tersebut mulai terjadi. z. Goodwill Goodwill merupakan selisih lebih yang tidak terindentifikasi antara biaya perolehan dengan nilai wajar aktiva bersih anak perusahaan pada saat perolehan (akuisisi). Goodwill diamortisasi selama 5 (lima) tahun. aa. Revaluasi Revaluasi aktiva tetap dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.384/KMK.04/1998 tanggal 14 Agustus 1998. Selisih antara nilai revaluasi dan nilai buku (nilai tercatat) aktiva tetap, dibukukan dalam perkiraan modal dengan nama Selisih Penilaian Aktiva Tetap. Beban penyusutan aktiva tetap yang direvaluasi dicatat berdasarkan metode garis luruh dengan tarif penyusutan yang dihitung menurut sisa umur ekonomis aktiva tersebut. Pada saat pencatatan revaluasi akumulasi penyusutan bangunan dieliminasi ke dalam jumlah bruto dari aktiva bangunan, sehingga harga perolehan tercatat merupakan nilai wajar dari hasil revaluasi atas bangunan tersebut. ab. Pajak Penghasilan Beban pajak kini ditentukan berdasarkan penghasilan kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak pada tahun mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban pada tanggal neraca. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aktiva pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi penghasilan kena pajak pada masa mendatang. Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan pada laporan laba rugi konsolidasi atau ke ekuitas apabila pajak tersebut berhubungan dengan transaksi yang langsung dikreditkan atau dibebankan ke ekuitas. Sehubungan dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah RI No. 51 Tahun 2008 tanggal 20 Juli 2008 yang diundangkan pada tanggal 23 Juli 2008 tentang Pajak Atas Penghasilan Dari usaha Jasa Konstruksi sebagai pengganti Peraturan Pemerintah RI No. 140 tahun 2000, PT Wijaya Karya (Persero) sebagai pelaksana konstruksi sesuai Pasal 3 PP No. 51 Tahun 2008 dikenakan tariff 3% final untuk kontrak yang diperoleh mulai 1 Januari 2008. Perbedaan nilai tercatat aktiva atau kewajiban yang berhubungan dengan pajak penghasilan final dengan dasar pengenaan pajaknya, tidak diakui sebagia aktiva atau kewajiban pajak tangguhan. Beban pajak kini sehubungan dengan penghasilan yang menjadi subjek pajak penghasilan final diakui proposional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada periode berjalan. Selisih antara pajak penghasilan final yang telah dibayar dengan jumlah yang dibebankan sebagi beban pajak penghasilan pajak final pada pehitungan laba-rugi konsolidasi diakui sebagai pajak dibayar dimuka atau hutang pajak.

26

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, penghasilan yang telah dikenakan PPh Final tidak lagi dilaporkan sebagai penghasilan kena pajak, semua beban sehubungan dengan penghasilan yang telah dikenakan PPh Final tidak boleh dikurangkan. Dilain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam perhitungan laba rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu tidak terdapat perbedaan temporer sehingga tidak diakui adanya aset atau kewajiban pajak tangguhan, dan terhadap saldo aktiva pajak tangguhan tahun 2007 telah dibebankan pada tahun berjalan.

Pada laporan keuangan per 31 Desember 2008, Perusahaan belum menerapkan ketentuan perpajakan sebagaimana diatur dalam PP No. 51 Tahun 2008 secara keseluruhan, tetapi menghitung kewajiban perpajakan sesuai PP No 51 Tahun 2008 hanya untuk kontrak yang diperoleh mulai 1 Agustus 2008 (tidak memberlakukan sejak 1 Januari 2008), dengan pertimbangan Perusahaan secara bersama-sama dengan Kontraktor BUMN Karya lainnya dan Asosiasi Kontraktor Indonesia telah mengajukan surat keberatan terhadap pemberlakuan PP No. 51 Tahun 2008 dikeluarkan tanggal 20 Juli 2008 dan diundangkan pada tanggal 23 Juli 2008, yang berlaku surut sejak 1 Januari 2008. ac. Laba Bersih Per Saham Laba bersih per saham masing-masing dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. ad. Segmen Usaha Informasi pelaporan segmen usaha disajikan untuk menunjukkan hasil usaha group yang berasal dari tiap segmen berdasarkan bidang usaha.

3.

KAS DAN SETARA KAS Akun ini terdiri dari : 2008 Kas Kas dalam perjalanan Bank Pihak Hubungan Istimewa: Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) PT Bank BNI (Persero) Tbk. PT Bank Jatim PT Bank BTN (Persero) PT Bank BPD Sumsel PT Bank BPD Jabar PT Bank BPD Aceh PT Bank BPD Kaltim PT Bank BPD Riau PT Bank BRI (Persero) PT Bank Syariah Mandiri PT Bank Bukopin Jumlah dipindahkan 3.345.673 2.496.776 2007 5.080.936 152.889

127.730.243 6.396.050 1.605 1.659.140 5.143 71.442 2.098.617 7.205.702 16.008.777 23.532.661 724.548 353.540 191.629.917

171.545.993 30.554.878 1.605 1.507.543 1.552.852 760.476 4.234.571 12.621 114.308 44.680 215.563.352

27

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 191.629.917 72.706.597 119.092 30.075.680 772.342 17.921 2007 215.563.352 16.666.689 68.901.873 1.250.999 -

Jumlah pindahan US Dollar PT Bank Mandiri (Persero) PT Bank BNI (Persero) Tbk. PT Bank BRI (Persero) PT Bukopin Euro Eropa, PT Bank Mandiri (Persero) Yen Jepang, PT Bank Mandiri (Persero) Pihak Ketiga: Rupiah PT Bank Mega Tbk. PT Bank NISP Tbk. PT Bank Danamon PT Bank Permata PT Bank Lippo Bank Niaga PT Bank Central Asia Tbk. Bank DBS HSBC Bank PANIN PT Bank Bukopin PT Bank Shinta Deutch Bank Standarchatered Bank Bank International Indonesia US Dollar PT Bank Mega Tbk. Banque exterieure d'Algerie Citibank Bank DBS HSBC PT Bank Danamon Standarchatered Bank Bank Niaga Bank International Indonesia Yen Jepang, Bank DBS Euro Eropa, Bank DBS Dinar, Banque exterieure d'Algerie SGD, Bank International Indonesia Deposito Berjangka Pihak Hubungan Istimewa: Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) PT Bank Mandiri Syariah (Persero) Jumlah dipindahkan

1.092.387 3.276 66.812.807 92.672 1.019.928 853.106 6.168.411 5.836 304.450 683.921 32.404 97.161

1.287.623 5.936 1.295.805 92.303 6.947 2.307.801 205.640 3.850.727 38.339 861.434 2.838.676 1.786 15.611 32.470 -

11.190.230 65.026 12.170.137 631 299.690 815.002 258.792 4.901 18.962.648 7.992.802 7.819.088 14.994

86.749 22.327.548 56.005 89.436 9.191 35.144 702.254 38.884 7.918.731 -

207.477.000 45.886.183 685.445.032

471.500.000 206.750.000 1.024.737.952

28

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 685.445.032 102.342.481 171.264.645 782.000 2.251.000 2007 1.024.737.952 -

Jumlah pindahan PT Bank BNI (Persero) Tbk. PT Bank BRI (Persero) PT Bank BTN (Persero) PT Bank BPD Jabar Pihak Ketiga: Rupiah PT Bank Mega Tbk. PT Bank DBS PT Bank Danamon PT Bank Panin PT Bank Niaga PT Bank Victoria Jumlah

27.027.926 4.864.230 30.466.126 25.447.778 1.540.949 1.051.432.167

93.851.192 201.650.000 44.581.559 1.364.820.703

Kas dalam perjalanan merupakan transfer dari departemen ke proyek yang telah di debet dari rekening bank pada tanggal Neraca namun rekening penerima masuk setelah tanggal Neraca. Seluruh deposito berjangka waktu dibawah 3 bulan, Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 seluruh deposito dalam mata uang rupiah dengan tingkat suku bunga antara 8 75% s d 13 5% tahun 2008 dan 4% rupiah, 8.75% s.d. 13.5% s.d. 6% tahun 2007. Tidak terdapat kas dan setara kas yang dijadikan jaminan

4.

PIUTANG USAHA Akun ini merupakan piutang usaha dari jasa-jasa konstruksi, penyerahan barang hasil industri dan perdagangan, penyewaan alat-alat berat yang telah diterbitkan fakturnya dan piutang atas usaha realty, dengan rincian sebagai berikut : 2008 2007 Pihak hubungan istimewa 104.453.064 168.380.132 Rupiah 39.244.517 Dollar Amerika Serikat 207.624.649 104.453.064 (2.106.214) Akumulasi penyisihan 205.518.435 104.453.064 Jumlah Pihak ketiga Rupiah Dollar Amerika Serikat Euro Yen Jepang Akumulasi penyisihan Jumlah Jumlah Piutang Usaha

876.653.589 8.835.739 1.323.789 19.699.111 906.512.228 (72.947.166) 833.565.062 1.039.083.497

470.485.270 46.367.503 516.852.773 (22.071.310) 494.781.463 599.234.526

29

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Rincian piutang usaha berdasarkan unit kerja adalah sebagai berikut : 2008 Pihak hubungan istimewa Jasa Konstruksi Produk PT Wika Beton Produk PT Wika Realty Produk PT Wika Intrade Produk PT Catur Insan Pertiwi Sub Jumlah Akumulasi penyisihan Jumlah 2007

68.133.061 88.489.517 3.398.863 47.603.208 207.624.649 (2.106.214) 205.518.435

47.988.220 40.854.531 11.734.455 3.875.858 104.453.064 104.453.064

Pihak Ketiga Jasa Konstruksi Produk PT Wika Beton Produk PT Wika Realty Produk PT Wika Intrade Produk PT Catur Insan Pertiwi Penyisihan piutang ragu-ragu

570.133.853 182.087.053 104.136.105 26.511.774 23.643.443 906.512.229 (72.947.166) 833.565.062 1.039.083.497

281.637.096 95.252.725 69.156.066 70.806.886 516.852.773 (22.071.310) 494.781.463 599.234.527

Jumlah Mutasi penyisihan piutang ragu - ragu adalah sebagai berikut:

2008 Saldo Awal Penambahan (Pengurangan) Saldo Akhir 22.071.310 52.963.576 75.034.886

2007 11.709.000 10.362.310 22.071.310

Berdasarkan analisa atas status masing-masing saldo akun piutang usaha pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa jumlah penyisihan piutang ragu-ragu adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang ragu-ragu. Rincian piutang usaha berdasarkan umur adalah sebagai berikut: 2008 Umur piutang s.d. 1 bulan 1 s.d. 3 bulan 4 s.d. 6 bulan 7 s.d. 12 bulan > 12 bulan Jumlah 541.687.876 163.505.751 99.240.699 48.999.215 185.649.955 1.039.083.497 2007 331.196.723 136.058.240 31.885.383 68.670.509 53.494.981 621.305.837

30

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Rincian saldo piutang usaha berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut: 2008 Pihak Hubungan Istimewa: 94.273.980 PT Pertamina (Persero) 19.475.175 PT Istaka karya 18.739.359 PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 17.246.886 Pembangunan Perumahan 11.364.158 PT Adhi Karya (Persero) Tbk. 9.142.026 PT Waskita Karya 7.580.765 PT Rekayasa Industri 5.298.833 PT Nidya Karya 4.881.180 PT Brantas Abipraya 3.725.931 PT Pertamina Unit V Balikpapan 1.772.534 PT Hutama Karya 1.716.925 Dirjen PU Cipta Karya Jakarta 1.456.072 Cipta Karya - Kabupaten Dairi 1.285.540 DPU dan Kimpraswil Kaltim 1.164.671 PT Petrokimia Gresik 1.071.776 Dep.Kim.Pras.Wilayah Riau Sekretaris Negara Departemen Kimpraswil Pemkab Singkil P k b Si kil (NAD) Pemprov. Sumatera Selatan Pemprov. DKI Jakarta Dinas Perhubungan DKI Jakarta Dit Jen Perhubungan Darat 7.428.838 Hubungan Istimewa lainnya dibawah Rp 1.000.000 207.624.649 Sub Jumlah (2.106.214) Penyisihan piutang 205.518.435 Jumlah Pihak Ketiga : PT Jakarta Lingkar Barat PT Sumber Segera Primadaya Chengda (Proyek PLTU Cilacap) PT UE Assa PT Bukit Darmo Property PT Marga Nujyasumo Agung Cojaal PT Lapindo Brantas PLTU Labuan Banten 2 Labuan PT Sahid Sahirman PLTU JETTY LABUAN USAID PT Trubo Jaya Engineering Mitsubishi / PLTGU Muara Karang Teluk Naga Deyon Resources PT PT Alfa Goldland Realty

2007 6.087.212 7.144.412 2.940.830 7.225.968 4.766.494 7.305.716 7.675.108 1.682.738 2.438.498 3.833.194 3 833 194 5.530.184 5.693.428 7.456.798 31.786.357 3.472.510 105.039.447 105.039.447

142.785.000 77.013.968 34.241.812 31.167.164 23.348.849 23.220.804 22.927.828 22.393.413 18.958.485 12.118.458 11.679.815 10.870.369 9.607.564 8.391.895 8.214.806 7.234.827 464.175.057

3.532.799 12.240 34.241.812 12.594.932 16.332.440 23.427.828 8.781.474 48.920.031 147.843.556

31

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 464.175.057 6.571.666 5.405.285 5.299.188 5.147.272 5.045.049 4.676.822 4.422.545 4.062.375 3.148.077 3.108.274 2.754.729 2.573.925 2.088.065 2.081.849 1.934.451 1.796.826 1.766.481 1.699.808 1.568.070 1.323.789 1 323 789 6.583.208 6.751.325 5.878.401 5.127.040 2.970.170 2.846.106 1.169.373 2007 147.843.556 10.893.914 4.288.510 1.489.032 1.687.546 1.540.455 3.848.627 3.184.130 2.723.951 1.705.786 1.500.000 1.464.654 2.342.920 2.744.931 13.874.256 42.359.443 1.310.424 3.065.105 7.299.915 9.847.951 95.252.725 68.972.541 70.806.886 16.805.513 516.852.773 (22.071.310) 494.781.463 599.234.526

Gloria Ramayana, PT Pabrik Metanol Brunai Dinamika Karya Utama, PT PLTU Indramayu Traveler Suramadu PT Pelindo III PKS Malimping MHWS PT Inco, Tbk. PT. Sunindo Gapura Prima Sinar Himalaya, PT. Permata Berlian Realty, PT. PKS Adaro Pabrikasi Tower Transisi Teluk Naga CMEC/PLTU Labuan Angin Pabrik Conveyor Phase 2 Sukses Karya Perdana, PT. PLTMG Palembang PKS Buana Karya Bhakti Centunion Cent nion 3 China National Machinery & Equipment (CMEC) PT Indocement Tunggal Perkasa PT GRHA 165 PT Magnium Anugerah Lestari PT Lucky Sakti PT Excelcomindo Pratama PT Sumber Daya Nusaphala Jakarta Prima Crane PT Multidaya Prima Elektrindo PT Mandiri Dipta Cipta PT Bakrie Swasakti Utama PT Mahkota Inti Citra PT Panca Surya Agrindo Canadian Red Cross Society Proyek PLTU II Sulut Proyek Bribin PT Mandra Jasa Trimitra PT Ciliandra Perkasa Group Proyek NPK Granulasi Pelanggan PT Catur Insan Pertiwi Pelanggan Wika Beton Pelanggan Wika Realty Pelanggan Wika Intrade Pihak ketiga lainnya dibawah Rp.1.000.000 Penyisihan piutang Jumlah

1.500.000 1.493.688 1.111.701 23.643.443 182.087.053 104.136.105 26.511.774 4.053.239 906.512.229 (72.947.166) 833.565.063 1.039.083.497

32

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Piutang usaha dijaminkan pada bank-bank pemberi pinjaman, dengan rincian sebagai berikut: PT Bank Mandiri, piutang yang dijaminkan Rp.401.982.480.000 (Rupiah penuh) PT Bank Bukopin, piutang yang dijaminkan terhadap proyek-proyek yang dibiayai oleh PT Bank Bukopin. PT Bank DBS Indonesia, piutang usaha senilai minimal 125% dari total kredit tertarik dijaminkan. PT Bank Niaga, piutang usaha dijaminkan Rp.5.000.000.000 (Rupiah penuh), pada WIKA Realty senilai minimal 120% dari total outstanding dijaminkan. PT Bank BTN, piutang yang dijaminkan berkaitan dengan penjualan rumah pada PT WIKA Realty yang dibiayai oleh PT Bank BTN. PT Bank Syariah mandiri, piutang usaha yang dijaminkan Rp.100.000.000.000 (Rupiah penuh) pada tahun 2006. Piutang dan Persediaan minimal senilai Rp.84.000.000.000 (dalam rupiah penuh) yang dimiliki perusahaan dijaminkan pada Bank Mega sesuai dengan akta fiducia baik sekarang maupun dikemudiaan hari. Lihat catatan 19

Pada tahun 2007 sesuai surat dari Bank Mandiri Syariah tertanggal 27 Desember 2007 Nomor: 9/0473/SP3/DKP tentang penegasan persetujuan pengambilalihan piutang atas nama PT Wijaya Karya (Persero), Tbk., Perusahaan melakukan perikatan dengan Bank Syariah Mandiri untuk Pengambilalihan piutang usaha proyek yang telah invoicing sebesar Rp 200.000.000, dengan rincian sebagai berikut: Nama Proyek Proyek Busway Proyek Alam Sutera Proyek Car Terminal Poryek PLTU Cilacap Proyek Jalan Surabaya - Mojokerto Proyek Jalan Waru - Juanda Proyek Chip Plant Proyek Lucky Square Proyek Power Plant Sulut Jumlah Jumlah 20.233.483 5.935.916 11.319.991 75.883.500 5.026.154 49.099.557 3.048.932 9.689.644 19.762.822 200.000.000

Syarat dan ketentuan penting yang diatur dalam perikatan, antara lain: Skema/jenis pembiayaan : Qord Wal Ijaroh Jangka waktu : 1 bulan sejak tanggal pencairan Ujroh : Rp 1.750.000 dibayar dimuka Jaminan Bilyet giro PT Wijaya Karya sebesar Rp 200.000.000 Buy Back Guarantee dari PT Wijaya Karya untuk mengambil alih sisa piutang yang tidak terbayar. Pada bulan Januari tahun 2008 Perusahaan telah mengambil alih kembali seluruh piutang tersebut.

33

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Proyek Trade Center Mall, Surabaya Perusahaan mempunyai Piutang Usaha sebesar Rp. 34.241.812 atas Pembangunan Trade Center Mall yang sementara dihentikan pekerjaannya (suspended) pada progres pekerjaan 78%, hal ini disebabkan pihak pemberi kerja PT UE ASSA belum dapat menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada perusahaan.

Perusahaan telah membentuk penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang tersebut untuk menutupi kemungkinan kerugian tidak tertagihnya piutang tersebut, akumulasi penyisihan piutang masing-masing sebesar Rp 28.771.345 pada tahun 2008 dan sebesar Rp 7.192.836 pada tahun 2007. Perusahaan menempuh jalur hukum untuk penyelesaian masalah tersebut dan terus melakukan negosiasi untuk menyelesaikan hak dan kewajiban masing-masing.

5.

PIUTANG RETENSI Akun ini merupakan jaminan yang ditahan oleh pemberi kerja dan dipotong dari setiap pembayaran yang diperoleh dan akan cair pada saat serah terima pekerjaan kedua, dengan rincian sebagai berikut: 2008 Pihak h b Pih k hubungan istimewa i ti Rupiah Dollar Amerika Serikat Sub jumlah Pihak ketiga Rupiah Dollar Amerika Serikat Yen Jepang Sub jumlah Jumlah Rincian per unit kerja adalah sebagai berikut : 2008 Departemen Sipil Umum Departemen Bangunan Gedung Departemen Utilitas Departemen EPC Departemen Wilayah dan Luar Negeri PT Wika Realty Jumlah 71.608.612 90.628.009 97.226.577 15.725.438 45.178.669 31.805.525 352.172.830 2007 96.215.432 62.165.404 11.428.798 3.348.726 31.069.941 31.049.997 235.278.298 48.893.067 9.787.692 58.680.759 2007 44.868.474 44.868.474

284.838.234 2.391.495 6.262.342 293.492.071 352.172.830

161.305.626 19.820.788 9.283.409 190.409.824 235.278.298

Perseroan mempunyai hak tagih penuh dan sampai saat ini tidak mengalami hambatan untuk melakukan pencairannya, dan rata-rata umur piutang retensi kurang dari satu tahun, sehingga manajemen berkeyakinan bahwa terhadap piutang retensi tersebut tidak dilakukan penyisihan

34

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Rincian piutang retensi per customer adalah sebagai berikut : 2008 Pihak Hubungan Istimewa PT Jasa Marga (Persero), Tbk. Pemprov. Riau Departemen Perhubungan PT Pelindo II PT Pelindo III Bank Indonesia Pemda Kaltim Pemda Riau PT Petrokimia Gresik (Persero) Pemerintah Kabupaten Berau Pemprov. Sumsel Dit Jen Perhubungan Darat DPU Bina Marga Kab Medan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Pertamina DOH Jawa Barat BPLS Dep.Kim.Pras.Wilayah Riau Pemda DKI Jakarta Pihak istimewa l i Pih k i ti lainnya dib dibawah R 1 000 000 h Rp 1.000.000 Sub jumlah Pihak Ketiga: Chengda (Proyek PLTU Cilacap) JFE Civil Engineering & Construction Corp. Pelanggan PT Wika Realty China National Machinery & Equipment (CMEC) PT Sumberdaya Nusaphala British Red Cross Society UE Assa Srikaya, PT PT Bukit Darmo Property PT Citra Margatama Surabaya PT Bakrie Swasakti Utama PT Propelat Catholic Relief Services USAID II Ciliandra Perkasa Group PT Mangium Anugerah Lestari PT Marga Nujyasumo Agung PT Korra Antar Lestari PT Mahkota Inti Citra PT.Dian Anggara Persada Canadian Red Cross Society PT Muriniwood Indah Industri PT Bumi Serpong Damai China Red Cross / PMI Jumlah dipindahkan 1.532.653 10.326.662 2.799.558 226.659 3.666.351 820.343 2.442.898 2.018.027 5.974.876 11.781.830 2.054.154 6.654.266 5.386.532 2.995.951 2 995 951 58.680.760 2007 6.801.857 4.322.631 7.445.114 6.306.640 2.784.396 2.495.736 6.917.228 2.347.252 1.708.195 436.738 3.302.688 3 302 688 44.868.474

54.138.029 14.020.515 7.798.920 6.653.241 4.802.433 18.999.585 10.032.985 4.473.182 4.787.521 21.721.765 2.768.550 2.858.922 3.628.734 1.768.253 1.600.000 7.298.162 215.224 167.566.019

22.576.273 17.571.894 25.606.547 12.399.228 7.621.865 9.292.253 6.653.241 5.802.433 5.534.086 4.604.144 4.473.182 4.318.282 7.237.978 11.061.986 4.631.685 2.780.546 2.584.187 2.053.728 1.736.103 1.600.000 1.740.847 1.470.000 1.739.910 1.736.878 166.827.274

35

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 167.566.019 1.636.207 2.384.335 3.980.806 9.166.409 2.883.292 3.052.337 8.584.799 2.386.364 4.249.714 188.930 9.577.947 2.262.600 1.254.882 2.612.300 203.601 1.358.796 2.463.904 1.167.509 1 167 509 7.097.539 1.191.864 5.590.482 4.194.886 1.584.946 1.199.078 7.515.000 1.186.318 1.477.082 31.545.127 3.928.999 293.492.071 352.172.831 2007 166.827.274 1.227.273 1.479.678 1.753.638 1.708.310 1.179.600 1.101.834 9.208.908 5.923.308 190.409.824 235.278.298

Jumlah pindahan PT Sumbergas Sakti Prima PT Graha 165 PT Sahid Sahirman Cojaal PT Argo Intan Griyatama PT Lucky Sakti PT Indocement Prakarsa Truba Jurong PT Permata Berlian Realty PT Dinamika Karya Utama Mitsubishi Corp Sumitomo Corporation (CNEEC) PT Sinar Himalaya PT Buana Karya Bakti PT Panca Surya Agrindo PT Teknik Umum PT Trubajaya Engineering PT Sumber Alfaria Trijaya PT Adaro Indonesia PT Pandega Citra Niaga PT Sunindo Gapura Prima PT Cakrawala Sakti Kencana PT Deyon Resources Australian Red Cross Society PT Alfa Goldland Realty PT Jakarta Lingkar Barat PT Medco Power Indonesia Yayasan Kesehatan Bank Mandiri Pelanggan Realty Pihak ketiga lainnya dibawah Rp 1.000.000 Sub Jumlah Jumlah Proyek Trade Center Mall, Surabaya

Perusahaan mempunyai Piutang Retensi sebesar Rp. 6.653.241 atas Pembangunan Trade Center Mall yang sementara dihentikan pekerjaannya (suspended) pada progres pekerjaan 78%, hal ini disebabkan pihak pemberi kerja PT UE ASSA belum dapat menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada perusahaan. Perusahaan menempuh jalur hukum untuk penyelesaian masalah tersebut dan terus melakukan negosiasi untuk menyelesaikan hak dan kewajiban masing-masing.

36

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6.

TAGIHAN (KEWAJIBAN) BRUTO KEPADA PEMBERI KERJA Tagihan bruto kepada pemberi kerja merupakan piutang perusahaan yang berasal dari pekerjaan jasa konstruksi yang sudah diakui sebagai pendapatan sesuai dengan metode persentase penyelesaian yang dinyatakan dalam Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan yang belum diterbitkan faktur karena perbedaan antara tanggal berita acara prestasi fisik dengan pengajuan penagihan pada tanggal neraca, rincian tagihan bruto kepada pemberi kerja, adalah sebagai berikut: 2008 Biaya Konstruksi Laba yang Diakui Penagihan Tagihan Bruto Pemberi Kerja (bersih) Tagihan Bruto Pemberi Kerja Kewajiban Bruto Pemberi Kerja Tagihan Bruto Pemberi Kerja (besih) a a. Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja ag a uto epada e be e ja 2008 Departemen Sipil Umum Departemen Utilitas Departemen EPC Departemen Bangunan Gedung Departemen Wilayah dan Luar Negeri PT Wika Realty Jumlah b. Kewajiban Bruto Kepada Pemberi Kerja 2008 Departemen Sipil Umum Departemen Utilitas Jumlah 386.430 386.430 2007 798.506 3.591.300 4.389.806 207.053.808 145.428.111 55.564.649 215.090.221 36.993.627 46.842.398 706.972.814 2007 296.123.051 15.096.378 25.075.568 108.614.716 101.751.094 26.170.236 572.831.043 5.827.131.229 256.454.705 6.083.585.934 5.376.999.549 706.586.384 706.972.814 (386.430) 706.586.384 2007 3.506.570.981 214.020.325 3.720.591.306 (3.152.150.069) 568.441.237 572.831.043 (4.389.806) 568.441.237

Rincian saldo Tagihan bruto pemberi kerja per pelanggan adalah sebagai berikut : 2008 Pihak Hubungan Istimewa PT Jasa Marga (Persero), Tbk. 387.920 Pelindo II (Persero) 9.022.806 Pelindo III (Persero) 46.290.122 Dit Jen Perhubungan Darat 9.682.908 Universitas Gadjah Mada Dep. Pek Umum Pemprov. Kaltim 65.383.756 Jumlah dipindahkan

2007 3.685.681 31.716.549 13.062.024 41.950.779 8.714.617 9.351.106 3.917.825 112.398.581

37

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 65.383.756 16.159.651 1.420.370 6.807.992 14.182.614 18.024.277 4.723.126 8.381.288 1.105.548 1.404.354 5.761.649 14.063.206 5.796.291 163.214.123 163 214 123 2007 112.398.581 18.230.078 6.803.967 3.722.444 2.683.690 4.099.990 11.024.967 2.618.622 161.582.338 161 582 338

Jumlah pindahan Pemda Riau Pemkab. Singkil (Aceh) Pemkab. Dairi (Aceh) BPD Jawa Barat Dept. PU Dirjen Cipta Karya Pemda DKI Jakarta PT Angkasa Pura I PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Dikpora Kab. Kuantan Singingi (RIAU) Dep.Kim.Pras.Wilayah Riau DPU Bina Marga Kab Medan DPU dan Kimpraswil Kaltim PT Perkebunan Nusantara (Persero) Pabrik Pemda Kaltim Pelanggan Realty Pemerintah RI, Satuan Kerja Sementara Pengembangan & Pengelolaan Sumber Air Jratunseluna Pihak istimewa lainnya dibawah Rp 1.000.000 Sub Jumlah S bJ l h Pihak Ketiga : JFE Civil Engineering & Construction Corp. USAID China National Machinery & Equipment (CNME) British Red Cross Society PT Adaro Indonesia PT Bukit Dharmo Properti PT Mandiri Dipta Cipta PT Permata Berlian Realty Catholic Relief Services Excelcomindo PT Marga Nadjyasumo Agung PT Lucky Sakti PT UE ASSA PT Dinamika K Utama Canadian Red Cross PT Pandega Citra Niaga PT Citra Margatama Surabaya Mitsubishi Corp. China Red Cross PT Cawang Housing Development PT Lestari Indah Raya Persada PT Mangium Anugerah Lestari PT General Energy Bali PT Buana Karya Bhakti PT Sinar Himalaya PT Alfa Goldland Realty Jumlah dipindahkan

98.320.919 13.973.243 1.418.251 13.242.861 7.970.276 1.722.369 9.521.239 701.273 10.482.651 220.266 5.850.037 4.963.567 168.386.951

46.604.801 27.465.911 11.469.239 33.006.669 4.901.830 24.326.232 11.963.027 1.244.148 19.835.001 6.517.644 12.113.750 19.209.432 1.377.895 2.334.270 18.179.789 3.185.518 6.825.455 12.664.876 3.263.723 6.969.869 1.691.582 3.951.889 1.534.981 5.293.115 2.165.483 5.143.865 293.239.996

38

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 168.386.951 16.985.210 54.172.769 1.622.768 28.462.268 41.714.847 1.537.881 4.296.402 6.944.759 7.606.250 31.345.178 9.893.988 3.930.654 2.476.810 13.499.145 7.875.752 38.697.703 6.849.559 7.152.791 19.266.009 19 266 009 2.208.763 11.465.062 12.562.694 6.091.662 1.599.481 1.480.075 32.779.192 2.854.068 543.758.690 706.972.814 2007 293.239.996 15.432.474 19.936.404 17.738.575 1.604.839 53.081.821 6.222.340 3.992.257 411.248.705 572.831.043

Jumlah pindahan PT Bumi Serpong Damai PT Jakarta Lingkar Barat 1 China National Electric Equipment Corp. (CNEEC) PT Mahkota Inti China Mechanical Electric Corp Chengda (Proyek PLTU Cilacap) PT Sahid Sahirman PT Sunindo Gapura Prima PT Gloria Ramayana Inter Hotel PT Samadista Karya PT Cakrawala Sakti Kencana PT Deyon Resources Yayasan Kesehatan Bank Mandiri Sumitomo BRR NAD-NIAS Proyek PLTU Kalimantan Selatan MHWS PT Alam Sutera PT Bumi Nusa Kaltim PT Indocement PT Sumber Alfaria Trijaya PT Truba Jaya Engineering SNVT Tobishima Corp Dongfang Pakkodian Group Pelanggan Realty Pihak ketiga lainnya dibawah Rp 1.000.000

Jumlah Proyek Mangga Dua Square (PT. Mandiri Dipta Cipta)

Perusahaan mempunyai Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja sebesar Rp 17.963.027 yang diajukan kepada PT. Mandiri Dipta Cipta atas claim extra cost (biaya-biaya tambahan/lain diluar kontrak). Review terhadap nilai claim extra cost telah dilakukan oleh PT Jurukur Bahan Indonesia dan QS-PT Mandiri Dipta Cipta. Bedasarkan surat pernyataan manajemen No. KU.01.00/A.DIR.1974/07 tanggal 10 Agustus 2007 yang di tandatangani oleh Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Wijaya Karya (persero), manajemen berkeyakinan bahwa claim extra cost tersebut dapat disetujui oleh PT Mandiri Dipta Cipta. Sejak bulan Oktober 2007, PT Mandiri Dipta Cipta telah membayar claim extra cost tersebut secara bertahap setiap bulannya sebesar Rp 1.500.000. Sampai dengan 31 Desember 2007 telah ditagihkan sebesar Rp 6.000.000, sehingga saldo Tagihan brutto kepada PT Mandiri Dipta Cipta tanggal 31 Desember 2007 sebesar Rp 11.963.027, dan pada tanggal 31 Desember 2008 seluruh piutang tersebut telah dibayar lunas.

39

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Proyek Trade Center Mall, Surabaya Perusahaan mempunyai Tagihan Brutto atas Pembangunan Trade Center Mall sebesar Rp 1.377.895 yang sementara dihentikan pekerjaannya (suspended) pada progres pekerjaan 78%, hal ini disebabkan pihak pemberi kerja PT UE ASSA belum dapat menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada perusahaan. Pada tanggal 31 Desember 2007. Perusahaan menempuh jalur hukum untuk penyelesaian masalah tersebut dan terus melakukan negosiasi untuk menyelesaikan hak dan kewajiban masing-masing. Pembangunan Jalur Ganda KA antara Kroya-Yogyakarta Lintas Selatan Jawa, Tahap I dan II Perusahaan mempunyai Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja sebesar Rp.41.950.778.959 (Rupiah penuh), sebesar Rp. 27.548.589.277 (Rupiah penuh) dari proyek Double Track yang merupakan penyesuaian harga terutama unsur BBM Sesuai Surat No. LAP-815/DI/04/2007 tanggal 23 Oktober 2007 dari BPKP kepada Dirjen Perkeretaapian mengenai Laporan hasil evaluasi Usulan Penyesuaian Harga Kontrak dengan rekomendasi secara legal dan substansi, Kontraktor dapat dipertimbangkan penyesuaian Harga Kontrak akibat kenaikan BBM dan keterlambatan SPK dengan dibuatkan amandemen kontrak. Dengan Surat No. PL.102/A.248/DJKA/12/07 tanggal 7 Desember 2007 Dirjen Perkeretaapian menyampaikan surat kepada Menteri Perhubungan mengenai Usulan Penyesuaian harga Kontrak yang dimaksud. Tanggal 17 Januari 2008 terbit Surat dari Menteri Perhubungan dengan No. A.08/PL.102/MPHB mengenai persetujuan Penyesuaian Harga Kontrak dengan catatan dilakukan amandemen kontrak pasal G.71 dan dilakukan perhitungan kembali sesuai ketentuan berlaku. Tanggal 11 Pebruari 2008 terbit Berita Acara Re-evaluasi Usulan Penyesuaian Harga no 02/BAPA/BLN/PLS/II/2008 yang dilakukan oleh Panitia Peneliti pelaksanaan Kontrak (P3K) terhadap usulan penyesuaian harga yang telah diajukan kontraktor dengan hasil evaluasi penyesuaian harga akibat keterlambatan SPK sebesar Rp 68.3M dan kenaikan BBM sebesar Rp 31.7M total sebesar Rp 100M dengan perkiraan Porsi Wika sebesar Rp 28.5M Saat ini BPKP sedang proses persiapan presentasi untuk menyampaikan hasil audit lapangan proyek tersebut. Manajemen berkeyakinan bahwa claim tersebut dapat disetujui oleh Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

40

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.

PENDAPATAN YANG AKAN DITERIMA Pendapatan Akan Diterima merupakan piutang usaha yang belum ditagihkan selain dari aktivitas pelaksanaan proyek, dengan rincian sebagai berikut : 2008 Pelanggan PT Wika Beton Pelanggan PT Wika Intrade Pelanggan PT Wika Realty Jumlah 22.766.608 31.340.632 6.117.384 60.224.624 2007 8.212.697 46.204.448 831.404 55.248.549

8.

PIUTANG LAIN-LAIN Akun ini terdiri dari: 2008 Pusat Manajemen Piutang lain-lain Konstruksi g Departemen Sipil Umum Departemen Utilitas Divisi Peralatan Konstruksi Departemen Bangunan Gedung Departemen Wilayah dan Luar Negeri Departemen EPC PT Wika Beton PT Wika Realty PT Wika Intrade PT Catur Insan Pertiwi Jumlah Penyisihan piutang ragu-ragu Jumlah 26.010.007 53.241.023 4.288.568 7.756.304 692.174 3.722.391 480.477 4.076.443 1.848.309 312.310 102.428.005 (16.627.387) 85.800.618 2007 828.500 28.410.482 159.816 1.575.400 3.348.382 8.207.887 10.498.814 94.089 923.488 3.120.211 57.167.068 (16.627.387) 40.539.682

Piutang lain-lain pusat manajemen diantaranya merupakan piutang pajak atas SKPLB Pajak Penghasilan tahun pajak 2006 Nomor: 00098/406/06/051/08 tanggal 9 Desember 2008 sebesar Rp 25.858.969.756 dikurangi SKPKB dan STP yang belum dibayar sebesar Rp 2.536.368.514 sehingga jumlah yang harus diterima sebesar Rp 23.322.599.242. SKPLB tersebut telah diterima oleh Perusahaan pada bulan Januari 2009. Piutang lain-lain konstruksi merupakan piutang perusahaan kepada subkontraktor atas pembayaran yang telah dilakukan untuk pembelian material proyek yang sedang dikerjakan yang akan diperhitungkan dengan pembayaran hutang kepada subkontraktor. Piutang lain-lain PT Wika Realty merupakan piutang perusahaan kepada kontraktor atas pembayaran yang telah dilakukan untuk pembelian material proyek yang sedang dikerjakan yang akan di set off dengan pembayaran hutang kepada kontraktor.

41

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Piutang lain-lain Departemen Sipil Umum sebesar Rp.53.241.022.557 (Rupiah penuh) merupakan piutang atas pengadaan besi proyek-proyek JO serta Piutang kepada PT Propelat atas Proyek Cikubang sebesar Rp.13.700.000.000 (Rupiah penuh) yang telah disisihkan 100% pada tahun 2007. Berdasarkan analisa atas status masing-masing saldo akun piutang lain-lain pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa jumlah penyisihan piutang ragu-ragu adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang ragu-ragu. Seluruh piutang lain-lain dalam mata uang rupiah.

9.

PERSEDIAAN Akun ini terdiri dari: 2008 Barang Jadi Barang dalam proses Bahan baku dan bahan penolong Persediaan dalam pengiriman g Suku cadang Persediaan Aktiva Real Estat Tanah sedang dikembangkan Tanah matang Bangunan sedang konstruksi Bangunan jadi Bahan Material Jumlah/Total Tanah yang sedang dikembangkan terdiri dari : a. b. c. d. e. f. g. h. i. Festival Fatmawati Tamansari Samarinda Tamansari Bukit Mutiara Tamansari Majapahit Tamansari Manglayang Regency Tamansari Puri Bali Tamansari Metropolitan Manado Tamansari Pelabuhan Ratu Tamansari Sudirman Jumlah LT 1.637 32.813 284.098 32.761 45.377 23.568 11.525 56.638 2008 13.522.392 24.604.863 15.982.418 18.741.004 15.232.026 13.476.700 7.105.300 5.400.834 4.965.333 119.030.871 LT 2.824 86.896 284.098 25.582 90.705 34.434 25.488 148.956 2007 21.310.340 19.205.939 14.193.697 13.662.886 13.563.132 13.194.360 6.951.014 3.872.806 105.954.175 851.177.123 19.149.603 278.100.142 18.710.466 3.982.792 119.030.871 19.911.698 33.939.243 5.176.177 844.393 1.350.022.508 2007 225.462.592 7.747.740 98.503.048 213.363 4.957.546 105.954.175 10.671.346 7.384.260 2.904.807 670.027 464.468.902

42

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Tanah matang terdiri dari : LT a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Tamansari Persada Bogor Tamansari Mangly. Regency Tamansari Pesona Bali Tanah Aceh Tamansari Bukit Damai Tamansari Samarinda Tamansari Bukit Mutiara Tamansari Majapahit Tamansari Pelabuhan Ratu Tamansari Metropolitan Manado Tamansari Puri Bali Jumlah 5.105 10.761 1.729 2.316 14.062 551 7.402 436 655 507 2008 1.988.103 2.435.914 451.356 1.607.740 365.212 6.594.735 416.267 5.381.254 50.017 322.389 298.709 19.911.698 LT 10.861 10.083 2.749 878 3.688 924 821 2007 4.470.481 2.036.398 1.924.725 1.125.000 523.110 423.633 167.999 10.671.346

Bangunan yang sedang dikonstruksi terdiri dari : a. b. c. d. d b. e. i. f. g. h. Tamansari Bukit Mutiara Tamansari Pelabuhan Ratu Tamansari Manglayang Regency Tamansari Puri Bali Grand Tamansari Samarinda Tamansari Metropolitan Manado Tamansari Persada Bogor Tamansari Majapahit Tamansari Sudirman Festival Fatmawati Jumlah LT 4.298 2.092 4.226 2.732 2 732 6.518 1.479 496 4.846 1.688 2008 4.073.856 1.387.950 3.032.470 2.687.975 2 687 975 4.161.999 1.515.029 661.850 2.607.574 11.780.649 2.029.891 33.939.243 2007 Persediaan bahan terdiri dari : a. Proyek Sidikalang b. Proyek Sudirman c. Proyek Centro City d. Proyek Akper MUBA e. Proyek Rusun Cawang f. Proyek Rusunawa Unismuh Jumlah/Total 396.294 237.871 165.486 44.741 844.393 LT 1.385 3.112 2.461 2.165 2 165 1.173 636 634 502 2007 1.749.556 1.572.467 1.299.485 1.012.406 1 012 406 623.144 472.036 347.893 307.273 7.384.260 2007 453.656 216.370 670.027

Persediaan Barang jadi dan barang dalam proses merupakan persediaan barang jadi dan barang dalam proses produksi atas produk beton, produk metal, dan produk konversi energi. Bahan Baku dan Penolong merupakan persediaan bahan baku pada industri beton, metal dan konversi energi, serta bahan-bahan material konstruksi di proyek. Persediaan dalam pengiriman merupakan persediaan yang telah dikirim sebelum tanggal Neraca tetapi belum sampai tujuan.

43

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Piutang dan Persediaan minimal senilai Rp.84.000.000.000 (dalam rupiah penuh) yang dimiliki perusahaan dijaminkan pada Bank Mega sesuai dengan akta fiducia baik sekarang maupun dikemudiaan hari. atas fasilitas kredit yang diberikan kepada PT Wika Beton Perseroan mengasuransikan persediaan produk komponen, barang jadi di gudang dan suku cadang pada PT Asuransi Jasa Indonesia dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 9.135.900.000, dengan polis No. 203.204.300.07.0080 dan 203.204.300.07.0081, dengan jangka waktu pertanggungan 20 Juni 2007 s.d. Juni 2008. Manajemen berkeyakinan nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian. Seluruh persediaan dimiliki atas nama Perseroan. Piutang dan stock dengan nilai minimal Rp 50 milyar sebagai agunan utama atas fasilitas kredit modal kerja revolving dan fasilitas non cash loan yang diperoleh PT Wika Beton pada Bank Mandiri sesuai Perpanjangan Perjanjian No. CGB.ONE/SPPK/RD2.060/2007 tanggal 9 Mei 2007 Persediaan tersebut juga dijaminkan ke CIMB Niaga dengan nilai penjaminan sebesar Rp 5 milyar. Lihat Catatan 20.

10. UANG MUKA Rincian uang muka adalah sebagai berikut : 2008 Subkontraktor Pemasok Uang Muka Pekerjaan Lain-lain Jumlah 74.874.668 149.186.509 480.420 9.735.184 234.276.781 2007 79.500.114 63.782.885 22.808.609 790.798 166.882.405

Uang muka kepada subkontraktor merupakan uang muka yang diberikan kepada subkontraktor sehubungan dengan kontrak pelaksanaan pekerjaan proyek, subkontraktor akan mengangsur kepada Perusahaan pada saat pembayaran prestasi kerja. Uang muka kepada pemasok merupakan uang muka yang diberikan kepada pemasok sehubungan dengan pengadaan bahan baku dan materials konstruksi di proyek. Uang muka intern pekerjaan/kegiatan kerja (persekot) merupakan uang muka yang diberikan kepada pelaksana proyek untuk keperluan operasional proyek. Lain-lain pada uang muka tersebut merupakan persekot operasional pegawai dan pemasaran.

11. PAJAK DIBAYAR DIMUKA Rincian pajak dibayar dimuka adalah sebagai berikut 2008 PPh Pasal 22 Impor PPh Pasal 22 Wajib Bayar PPh Pasal 23 PPh Pasal 25 Pajak Pertambahan Nilai PPN Impor Jumlah 22.115.331 6.055.556 111.722.113 18.339.250 15.360.817 30.084.561 203.677.628 2007 4.739.354 491.903 79.645.310 14.133.535 4.598.686 3.139.033 106.747.821

44

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12. BIAYA DIBAYAR DIMUKA Rincian biaya dibayar dimuka adalah sebagai berikut : 2008 Biaya usaha Biaya produksi Biaya pengadaan Biaya pengelolaan Biaya distribusi Biaya sewa dan asuransi Lain-lain Jumlah 3.327.985 8.762.317 3.097.745 5.890.472 116.105.091 7.796.900 1.191.852 146.172.362 2007 9.803.006 14.795.612 88.111 1.354.356 53.541.397 796.073 76.228 80.454.783

Biaya Usaha Dibayar Dimuka per unit kerja atau lokasi, merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan usaha perusahaan seperti biaya pengusahaan proyek, tender dan biaya usaha lainnya serta biaya sewa dan asuransi. Rincian biaya usaha dibayar dimuka adalah sebagai berikut 2008 Departemen Utilitas Departemen Bangunan Gedung Departemen Sipil Umum Departemen Wilayah dan Luar Negeri PT Wika Beton PT Wika Realty PT Wika Intrade Jumlah 551.963 771.478 85.597 1.238.167 358.768 322.012 3.327.985 2007 2.726.696 2 726 696 6.260.258 261.236 542.999 1.395 10.423 9.803.006

Biaya produksi dibayar dimuka merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan perusahaan dan belum dapat diperhitungkan dengan penjualan karena pada tanggal neraca berita acara kemajuan fisik belum dapat ditandatangani pengawas lapangan dan atau berita acara penyerahan barang belum ditandatangani. Rincian biaya produksi dibayar dimuka adalah : 2008 Departemen Sipil Umum Divisi Peralatan Konstruksi Departemen Bangunan Gedung Departemen Utilitas Departemen EPC Departemen Wilayah dan Luar Negeri PT Wika Beton PT Wika Realty PT Wika Intrade PT Catur Insan Pertiwi Jumlah 1.208.860 293.556 66.000 1.551.670 2.587.059 1.089.211 1.317.508 648.453 8.762.317 2007 9.309.014 6.263 1.346.535 2.073.012 578.749 1.482.038 14.795.612

45

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Biaya distribusi dibayar dimuka merupakan biaya atas distribusi produk beton dan intrade yang ditangguhkan sehubungan dengan perbedaan waktu antara pengakuan penjualan dan saat terjadinya pengiriman produk beton dan produk intrade.

13. JAMINAN USAHA Akun ini merupakan jaminan yang diberikan perusahaan dalam rangka memperoleh/pelaksanaan pekerjaan kontrak konstruksi. Jaminan tersebut berupa dana yang disetor kepada bank yang ditunjuk dan akan dicairkan setelah habis masa berlakunya bank garansi, dengan rata-rata berlakunya bank garansi kurang dari satu tahun.

14. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI Akun ini merupakan penyertaan saham pada perusahaan asosiasi, sebagai berikut: TAHUN 2008 Nama Perusahaan

Persentase Kepemilikan (%) 18,70% 40,00% 10,00%

Jumlah Penyertaan Awal Periode 1.708.240 1.708.240

Penambahan / (Pengurangan)

Jumlah Penyertaan Akhir Periode 1.708.240 15.000.000 3.000.270 19.708.510

1. 2. 3.

PT WIKA - NGK Insulators PT. Wijaya Tama Perkasa PT. Marga Kunciran Cengkareng Jumlah

15.000.000 3.000.270 18.000.270

TAHUN 2007 Nama Perusahaan

Persentase Kepemilikan (%) 18,70%

Jumlah Penyertaan Awal Periode 1.708.240 1.708.240

Penambahan / (Pengurangan)

Jumlah Penyertaan Akhir Periode 1.708.240 1.708.240

1.

PT WIKA - NGK Insulators Jumlah

-

-

PT WIKA NGK Insulators Perusahaan memiliki 1.708 saham yang merupakan 18,70% hak kepemilikan, WIKA NGK Insulators bergerak dalam bidang Insulators. WIKA NGK didirikan pada tanggal 23 Juli 1987 berdasarkan Akte Perseroan Terbatas No 76 dibuat dihadapan Kartini Muljadi, SH. Notaris di Jakarta sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan Akta Pendirian No. 5 tanggal 3 Juni 1988, dibuat dihadapan Inge Hendarmin, SH., pengganti dari Kartini Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, yang keduanya telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-5652-HT.01.01.TH'88 tanggal 2 Juli 1988, serta telah diumumkan dalam Tambahan No.816, Berita Negara Republik Indonesia No. 65 tanggal 12 Agustus 1988.

46

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Anggaran Dasar WIKA NGK telah beberapa kali mengalami perubahan yang perubahan terakhirnya, antara lain sehubungan dengan perubahan seluruh Anggaran Dasar WIKA-NGK, adlah sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.3, tanggal 25 Pebruari 2000, dibuat dihadapan Sarina Sihombing, SH., Notaris di kabupaten Daerah Tingkat II Tangerang berkedudukan di Ciputat.

Maksud dan tujuan usaha WIKA NGK adalah sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar adalah melaksanakan kegiatan usaha membuat dan merakit "high tension porcelain insulators" dan produkproduk lainnya yang berhubungan serta memasarkan dan menjual seluruh hasil produknya diwilayah Berdasarkan Akta tersebut, struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham PT Wijaya Tama Perkasa adalah sebagai berikut : Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 3 tanggal 25 Pebruari 2000, dibuat dihadapan Sarina Sihombing, SH, Notaris di kabupaten Daerah Tingkat II Tangerang, berkedudukan di Ciputat, struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham WIKA NGK adalah sebagai berikut :
Nilai Nominal Rp.1.630.000/US$ 1.000 per saham Saham Rupiah/USD % 5.620 Rp 9.160.600.000 / USD 5.620 1.048 3.048 1.524 5.620 Rp USD Rp USD Rp USD Rp USD 1.708.240.000 1.048 4.968.240.000 3.048 2.484.120.000 1.524 9.160.600.000 5.620 / / / / 18,65% 54,23% 27,12% 100,00%

Pemegang Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : - PT Wijaya Karya (Persero) NGK Insulators Ltd Sumitomo Corporation Jumlah

Saham dalam Portepel

-

-

PT Wijaya Tama Perkasa Perusahaan memiliki 15.000 lembar saham yang merupakan 40% hak kepemilikan, PT Wijaya Tama Perkasa yang bergerak dalam bidang penyelenggaraan pembangunan dan pengelolaan fasilitas jalan tol. PT.Wijaya Tama Perkasa didirikan pada tanggal 1 April 2008 berdasarkan Akte Perseroan Terbatas No 04 dibuat dihadapan Imas Fatimah, SH. Notaris di Jakarta. Maksud dan tujuan usaha PT Wijaya Tama Perkasa adalah sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar adalah melaksanakan kegiatan usaha dibidang penyelenggaraan pembangunan jalan tol, pembangunan prasarana dan sarana dasar (infrastruktur), fasilitas penunjang jalan, pengembangan lahan-lahan / kawasan sekitar jalan tol, melakukan usaha perdagangan umum termasuk antar pulau, import, eksport, distributor, dan pemasok.

47

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Berdasarkan Akta tersebut, struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham PT Wijaya Tama Perkasa adalah sebagai berikut :
Nilai Nominal Rp.1.000.000,- per saham Saham Rupiah 150.000 150.000.000.000 15.000 15.000 7.500 37.500 112.500 15.000.000.000 15.000.000.000 7.500.000.000 37.500.000.000 112.500.000.000

Pemegang Saham Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : PT Wijaya Karya (Persero). Tbk PT. Margatama Perkasa PT. Kartika Marga Sakti Jumlah Saham dalam Portepel

%

40,00% 40,00% 20,00% 100,00%

-

PT Marga Kunciran Cengkareng Perusahaan memiliki 329.700 lembar saham yang merupakan 10% hak kepemilikan, PT Marga Kunciran Cengkareng yang bergerak dalam bidang perencanaan, penyelenggaraan pembangunan jalan, jembatan bangunan pelengkap dan fasilitas jalan tol serta pengelolaan jalan dan fasilitas tol.

15. TANAH BELUM DIKEMBANGKAN Tanah yang belum dikembangkan terdiri dari : 2008 LT a. b. Tamansari Pelabuhan Ratu Tamansari Puri Bali Jumlah/Total 259.605 38.427 Jumlah 10.507.624 11.081.873 21.589.497 LT 14.213 2007 Jumlah 3.441.729 3.441.729

16. AKTIVA TETAP Rincian aktiva tetap adalah sebagai berikut:
Saldo awal 01-Jan-08 Harga Perolehan : Kepemilikan sendiri Hak atas tanah Bangunan Prasarana Perlengkapan kantor Peralatan pabrik dan proyek Kendaraan Aktiva tetap dalam penyelesaian Jumlah Saldo Akhir 31-Des-08

Penambahan

Pengurangan

114.592.031 44.145.282 7.412.508 10.895.517 175.608.057 3.050.499 21.087.081 376.790.976

2.023.764 44.323.819 14.529.308 2.445.742 76.019.006 123.405 139.465.044

11.490.005 11.490.005

116.615.795 88.469.101 21.941.816 13.341.259 251.627.063 3.173.904 9.597.076 504.766.014

48

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo awal 01-Jan-08 Akumulasi penyusutan : Kepemilikan sendiri Bangunan Prasarana Perlengkapan kantor Peralatan pabrik dan proyek Kendaraan Jumlah Nilai Buku Saldo Akhir 31-Des-08

Penambahan

Pengurangan

22.105.270 4.312.252 8.837.016 95.454.243 581.223 131.290.003 245.500.972

6.271.922 1.031.425 1.987.067 26.695.877 1.611.873 37.598.165

-

28.377.192 5.343.677 10.824.083 122.150.120 2.193.096 168.888.168 335.877.846

Saldo awal 01-Jan-07 Harga Perolehan : Kepemilikan sendiri Hak atas tanah Bangunan Prasarana Perlengkapan kantor Peralatan pabrik dan proyek Kendaraan Aktiva tetap dalam penyelesaian Sewa Guna Usaha Peralatan Pabrik Jumlah Akumulasi penyusutan : Kepemilikan sendiri Bangunan Prasarana Perlengkapan kantor Peralatan pabrik dan proyek Kendaraan Sewa Guna Usaha Peralatan Pabrik Jumlah Nilai Buku

Penambahan

Pengurangan

Saldo Akhir 31-Des-07

108.128.183 43.119.078 4.381.585 9.723.842 177.886.738 360.640 360 640 15.708.256 2.806.020 362.114.342

6.463.848 1.942.387 3.030.923 1.171.675 18.119.577 2.689.859 2 689 859 8.889.482 42.307.751

916.183 20.398.258 3.510.657 2.806.020 27.631.118

114.592.031 44.145.282 7.412.508 10.895.517 175.608.057 3.050.499 3 050 499 21.087.081 376.790.976

18.717.456 4.090.839 8.014.170 97.980.178 352.324 867.138 130.022.105 232.092.237

3.387.814 221.413 822.846 19.186.624 228.899

21.712.559 867.138 22.579.697

22.105.270 4.312.252 8.837.016 95.454.243 581.223 131.290.003 245.500.972

23.847.595

Aktiva dalam pelaksanaan pada tanggal 31 Desember 2007 merupakan biaya renovasi gedung Wika yang semula 8 (delapan) lantai menjadi 11 (sebelas) lantai. Untuk Renovasi gedung telah mencapai 99% dari total biaya yang diestimasi sebesar Rp 24.816.700, tidak ada beban bunga yang dikapitalisir dan tidak ada kendala/hambatan signifikan yang timbul selama pelaksanaan renovasi gedung. Aktiva tetap yang dijual tahun 2007 terdiri dari Peralatan Konstruksi dan Alat-alat Berat yang ada di Divisi Peralatan Konstruksi, dengan nilai buku Rp 967.208.000, dijual karena Aktiva Tetap tersebut sudah tidak produktif lagi, penjualan kepada Pihak Ketiga, dan telah disetujui oleh Pemegang Saham sesuai surat No. 129/DK/PTWK/2005 tanggal 17 Oktober 2005 dan No. 110/DK/PTWK/2006 tanggal 5 Desember 2006. Seluruh aktiva tetap dimiliki oleh perusahaan

49

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pada tahun 2008, aktiva tetap perusahaan kecuali tanah, telah diasuransikan dengan Polis Standar Kebakaran Indonesia dengan nilai pertanggungan sebagai berikut : Nilai
Penanggung PT Asuransi Umum Mega PT Asuransi Umum Mega PT Asuransi Himalaya Pelindung PT Asuransi Himalaya Pelindung PT Asuransi Jasa Indonesia PT Asuransi Jasa Indonesia PT Asuransi Jasa Indonesia PT Asuransi Jasa Raharja Putera PT Asuransi Jasa Raharja Putera Nomor Polis IP.01.01.08.002637 IP.01.01.08.002638 PST.0102/2007 - 00132 PST.0102/2007 - 00132 203.204.300.07.0081 209.482.200.08.001 203.204.300.08.063 02.00.13.07.00421/09 02.00.13.07.00422/09 Jangka Waktu 20/10/08 - 20/10/09 20/10/08 - 20/10/09 26/08/08 - 26/08/09 26/08/08 - 26/08/09 12/06/08 - 12/06/09 14/01/08 - 14/01/09 20/06/08 - 20/06/09 10/09/08 - 10/09/09 10/09/08 - 10/09/09 Pertanggungan 2.469.100.000 675.600.000 642.026.000 4.835.140.000 12.904.180.000 9.538.700.000 18.058.480.875 29.064.700.000 29.064.700.000 107.252.626.875

Beban penyusutan untuk tahun 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp 37.737.811 dan Rp. 23.847.595.

Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan atas aktiva tetap yang diasuransikan adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang terjadi. Aktiva tetap berupa tanah serta bangunan di atasnya yang berlokasi di Bekasi dan Medan dijadikan jaminan atas fasilitas kredit modal kerja pada Bank Bukopin (lihat catatan 19). Aktiva tetap berupa tanah yang berlokasi di Surabaya, Ciracas, dan Cipinang Jakarta Timur dijaminkan atas fasilitas kredit modal kerja pada Bank Mega(lihat catatan 19). Aktiva tetap berupa tanah yang berlokasi di Deli Serdang, dan Lampung Selatan dijaminkan atas fasilitas kredit modal kerja WIKA Beton pada Bank Mega (lihat catatan 19). Aktiva tetap berupa tanah yang berlokasi di Cipinang, Karangrejo, dan Kembang Kuning dijaminkan atas fasilitas kredit pada Bank Mandiri(lihat catatan 19). Aktiva tetap berupa tanah yang berlokasi di Boyolali dijaminkan atas fasilitas kredit modal kerja pada Bank Niaga (lihat catatan 19). Aktiva tetap berupa tanah (17 Sertfikat HGB) dijaminkan oleh WIKA-Realty atas fasilitas kredit pada Bank BTN (lihat catatan 19). Aktiva tetap berupa peralatan, mesin, kendaraan bermotor, dan peralatan proyek senilai Rp.2.214.214.426 (rupiah penuh) dijaminkan pada Bank Mandiri (lihat catatan 19). Aktiva tetap berupa peralatan dan mesin senilai Rp.5.000.000.000 (rupiah penuh) dijaminkan pada Bank Niaga (lihat catatan 19).

50

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17. SETORAN DANA KERJA SAMA OPERASI Akun ini merupakan setoran dana kerja sama operasi dengan pihak lain, dengan rincian sebagai berikut: 2008 JO WIKA-IKPT-Adhi Karya(TPPI) JO WIKA-Waskita (Cikapayang) JO WIKA-Mirai (Amandit) JO WIKA-Adhi Karya (Tuban Aromatic) JO WIKA-Pelita (Cut Nyak Dien) JO WIKA-Hutama (CA-1 ) JO WIKA-Adhi Karya (Batang Tongar) JO WIKA-Hutama-Waskita-Adhi Karya (Suromadu BT Tengah) JO WIKA-BK (Bawakaraeng Tahap 2) JO WIKA (Suramadu Causeway sisi Sby) JO WIKA - Pelita (Ulee-Lheu) JO WIKA-SACNA (Bendung Mamak) JO WIKA-Realty (Ciomas Hills dan Tamansari Samarinda) JO WIKA-DGI (Kanjiro) JO WIKA (Sungai Ular) (S i Ul ) JO WIKA-PP-Hutama (Jati Gede) JO WIKA-Himpun Karya (Sungai Kayan Bulungan) JO WIKA-Bumi Intan (Sarmi) JO WIKA-Hazama (Sabodam Bawakaraeng) JO WIKA (Liang Anggang Pelaihari) JO WIKA-Brantas-Mahir (JLB Sulsel) JO WIKA-PP (FO Cengkareng) Setoran KSO lainnya dibawah Rp.1.000.000 Jumlah 24.510.720 3.846.246 22.697.111 702.871 4.983.238 29.222.836 149.002 5.380.029 (100) 1.375.603 1.875.292 1 875 292 (19.587.903) 1.630.244 1.418.436 2.952.611 1.098.532 7.864.434 1.086.966 3.547.766 94.753.932 2007 26.704.485 5.721.246 18.610.229 1.906.713 3.002.871 2.739.629 4.819.284 39.987.273 2.891.730 1.795.361 3.662.850 3.373.422 2.755.553 (2.747.471) (2 747 471) 4.381.593 119.604.768

Setoran Dana Kerja Sama terdiri dari setoran modal dan bagian laba (rugi) JO yang diakui.

18. GOODWILL Akun ini merupakan goodwill yang berasal dari akuisisi PT Catur Insan Pertiwi, yang dibeli diatas nilai buku, dengan perhitungan sebagai berikut: Nilai perolehan Didistrisbusikan: Setoran Modal Saldo laba Jumlah 625.000 11.981.009 x x 70,08% 70,08% = = = = = 21.395.497 438.000 8.396.291 8.834.291 12.561.205

51

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. AKTIVA LAIN-LAIN Rincian aktiva lain-lain adalah sebagai berikut: 2008 Keanggotaan Golf Club Aktiva tetap yang tidak digunakan dalam usaha Persediaan Slow Moving Tanah di Buniwangi Tanah di Pampang Aktiva Eks Proyek selesai Properti Klub: Taman Sari Persada Raya Taman Sari Persada Kemala Taman Sari Persada Bogor Taman Sari Pesona Bali Taman Sari Bukit Bandung Aktiva Eks Bisnis Unit Metal & Dies Aktiva Eks Proyek Pasopati DSUI Beban Ditangguhkan Lain-lain Jumlah J l h 708.280 12 146.880 3.002.018 14.941.755 3.092.796 1.784.370 16.929.011 3.438.000 7.496.876 3.353.143 1.926.275 183.097 57.002.513 57 002 513 2007 708.280 12 193.171 6.175.845 1.900.083 5.769.791 15.088.941 3.142.176 1.855.079 16.948.619 3.438.000 5.180.779 4.347.305 2.400.696 1.742.196 68.890.973 68 890 973

-

Keanggotaan Golf Club merupakan biaya perolehan hak pakai keanggotaan klub golf, dengan tujuan sebagai sarana pemasaran. Terhadap biaya perolehan keanggotaan Golf Club ini tidak diamortisasi karena masa berlaku keanggotaannya tidak dibatasi, dan dapat dipindahtangankan. Aktiva tetap yang tidak digunakan, merupakan aktiva tetap ex Divisi Mould dan Polymer (DMP). Aktiva lain-lain Property Club Tamansari merupakan fasilitas milik PT Wijaya Karya yang ada pada masing-masing kawasan Tamansari,yang pengelolaannya diserahkan kepada PT Wika Realty.

-

20. PINJAMAN JANGKA PENDEK Rincian pinjaman bank adalah sebagai berikut: 2008 Pokok Pinjaman Hubungan Istimewa PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri Sub Jumlah 2007

46.513.501 331.348.955 14.998.947 392.861.404

33.662.832 17.500.000 7.011.228 58.174.060

52

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 Pihak ketiga PT Bank Central Asia PT Bank Bukopin Tbk. PT Bank Mega Tbk. CIMB Niaga PT Bank Danamon Tbk. PT Bank Panin Tbk. Sub Jumlah Jumlah PT WIJAYA KARYA (Persero), Tbk. a PT Bank BUKOPIN Tbk. Pinjaman pada PT Bank Bukopin merupakan pinjaman fasilitas modal kerja (revolving) dalam bentuk setting facilities reguler dengan tingkat bunga 16,5% per tahun pada tahun 2006, dijamin dengan tagihan pembayaran atas proyek yang dibiayai dengan perbandingan antara Pembiayaan per Proyek dengan nilai tagihan minimal 70% dalam bentuk Standing Instruction, tanah beserta bangunan diatasnya dengan sertifikat Hak Guna Bangunan No 3903 dan 3902 yang berlokasi di Jakasampurna Bekasi, 2 Bidang Tanah dan Bangunan No sertifikat HGB No 346 & 347 yang berlokasi di Pulo Brayan Darat II Medan g y g y Sumatera Utara. Perusahaan memperoleh fasilitas tambahan pinjaman yang diatur dalam Addendum Perjanjian Kredit V tanggal 30 Mei 2006 antara PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Bank Bukopin berupa perpanjangan waktu dan penambahan Fasilitas Kredit setting facilities reguler sebanyak-banyaknya Rp 25.000.000.000 (rupiah penuh) menjadi Rp 125.000.000.000 (rupiah penuh) dengan tingkat bunga 16,5% per tahun dari outstanding pinjaman dengan jangka waktu terhitung sampai dengan 22 Mei 2007 yang telah diperpanjang dengan addendum perjanjian kredit No. XXXVIII/076A/BUKI/ADD-PK/VI/2007 tanggal 5 Juni 2007 yang menyetujui untuk diperpanjang sampai dengan 22 Mei 2008 dengan tingkat bunga pinjaman 12,75% dan memberikan fasilitas pembayaran kembali hutang pokok dalam bentuk fasilitas kredit setting fasilitas reguler sebanyak-banyaknya sebesar Rp. 75.000.000.000 (rupiah penuh). 5.000.000 19.183.957 29.322.443 98.170.940 59.300.000 210.977.340 603.838.743 2007 3.910.000 4.796.927 14.955.057 79.158.304 15.000.000 117.820.288 175.994.348

Sesuai Surat Bank Bukopin No.4619/DKM/VI/2008 tanggal 16 Juni 2008 Perusahaan kembali telah mendapat persetujuan Perpanjangan Jangka Waktu Kredit sampai dengan 22 Mei 2009, dengan tingkat sukubunga menjadi 11% efektif per tahun (review per 3 bulan) Pinjaman tersebut digunakan untuk Pembangunan Proyek-proyek yang dimenangkan dan layak dibiayai menurut Bank dengan ketentuan untuk Pemilik Proyek adalah Pemerintah RI termasuk BUMN, BUMD, Perum dan Perusahaan yang Pemegang Sahamnya mayoritas Pemerintah RI, pola pembayaran termin bulanan sesuai prestasi pekerjaan dengan Plafond per proyek maksimal 70% dari nilai Standing Instruction yang diterbitkan sesuai format Bank, sedangkan untuk Proyek Swasta maksimal 50% dan bonafiditas bouwheer harus dievaluasi. PT Wijaya Karya (Persero) tidak diperkenankan mengadakan perjanjian pinjaman uang dengan Bank/Kreditur lainnya atas tagihan/piutang yang dijaminkan kepada PT Bank Bukopin.

53

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

b.

PT Bank Mega Tbk. Berdasarkan Akta Perubahan X No.07 tanggal 4 Mei 2007 dengan komposisi Fasilitas Pinjaman Rekening Koran sebesar Rp.50.000.000.000 (Rupiah penuh), Bank Garansi Line sebesar Rp.300.000.000.000 (Rupiah penuh). Atas Pinjaman Rekening Koran dan Kredit Modal Kerja Tanpa Schedule dikenakan bunga floating rate sebesar 14% per tahun. Fasilitas Bank Garansi hanya untuk tambahan modal kerja atas pekerjaan yang diterima dan digunakan untuk memenuhi syarat dalam setiap pekerjaan yang didapat. Total Fasilitas Bank dari Bank Mega Rp 350.000.000.000 (Rupiah penuh). Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Perpanjangan Kredit dari Bank Mega No.369/CRB2/0/ tanggal 11 Juni 2008 atas Akta Perubahan X No.07 tanggal 4 Mei 2007 dengan komposisi Fasilitas Pinjaman Rekening Koran sebesar Rp.50.000.000.000 (Rupiah penuh), Bank Garansi Line sebesar Rp.500.000.000.000 (Rupiah penuh). Atas Pinjaman Rekening Koran dan Kredit Modal Kerja Tanpa Schedule dikenakan bunga floating rate sebesar 13% per tahun. Fasilitas Bank Garansi hanya untuk tambahan modal kerja atas pekerjaan yang diterima dan digunakan untuk memenuhi syarat dalam setiap pekerjaan yang didapat. Total Fasilitas Bank dari Bank Mega Rp 550.000.000.000 (Rupiah penuh). Pinjaman ini dijamin dengan Piutang Usaha senilai Rp 60.000.000.000 dan hak atas tanah yang berlokasi di Bekasi, Bandung, Surabaya, dan hak atas tanah atas nama anak Perusahaan, PT Wijaya Karya Beton, yang berlokasi di D li S d K B b l k i Deli Serdang d L dan Lampung S l Selatan, d dengan rincian sebagai b ik i i b i berikut:

a. Sertifikat atas tanah HGB No. 21/Kel.Gayungan Surabaya, yang tercatat atas nama Perseroan. b. Sertifikat atas tanah HGB No.0410/Kelapa Dua Wetan Ciracas Jakarta Timur yang tercatat atas nama Perseroan c. Sertifikat atas tanah HGB No. 1414/Cipinang Cempedak Jakarta Timur, tercatat atas nama Perseroan. c. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 1. Akte Perjanjian Kredit Modal Kerja (Transaksional) No. KP-COD/026/PK.KMK/2005 No. 32 tanggal 22 September 2005 telah mengalami addendum sebanyak 4 (empat) kali terakhir dengan No. TOP.CRO/CLA.271/ADD/2008 tanggal 13 Mei 2008 dengan limit kredit tetap sebesar Rp.300.000.000.000 (Rupiah penuh). 2. KMK Revolving No. KR-CRU/009/PK-KMK/2001 No. 22 tanggal 11 Mei 2001 yang telah mengalami addendum sebanyak 9 (sembilan) dalam addendum IX atas KMK Revolving No. KR-CRU/009/PKKMK/2001 tertuang dalam Surat No. TOP.CRO/CLA.269/ADD/2008 tanggal 13 Mei 2008 dengan limit kredit sebesar Rp.60.000.000.000 (Rupiah penuh). 3. Akte Perjanjian Pemberian Fasilitas Non Cash Loan No. KP-006/NCL-CRG/2002 Akta No. 22 tanggal 7 Agustus 2002 yang telah mengalami addendum sebanyak 8 (delapan) kali terakhir dengan No. TOP.CRO/CLA.272/ADD/2008 tanggal 13 Mei 2008 dengan limit Non Cash Loan sebesar Rp.1.000.000.000.000 (Rupiah penuh). Syarat dan ketentuan sebagai berikut : - Fasilitas yang tertuang dalam perpanjangan ini adalah KMK Revolving sebesar Rp 60.000.000.000 (rupiah penuh),

54

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

-

Perpanjangan jangka waktu FASILITAS KMK LAMA selama 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 11 Mei 2008 sampai dengan 10 Mei 2009. Debitur wajib membayar bunga kepada Bank sebesar 13% per tahun dan wajib dibayar efektif pada tanggal 23 setiap bulannya. Memperpanjang Fasilitas NCL selama 1 tahun dan memberikan tambahan Fasilitas NCL sebesar Rp 294.000.000.000 (Rupiah penuh), sehingga Fasilitas NCL yang semula Rp. 706.000.000.000 (Rupiah penuh) sebagaimana ternyata dalam Akta Addendum VII Perjanjian Pemberian Fasilitas NCL Nomor KP/006/NCL.CRG/2002 Akta No. 22 tanggal 7 Agustus 2002. Mengubah ketentuan tentang Agunan dengan rincian sebagai berikut : 1. Agunan Utama • Piutang / Tagihan berdasarkan kontrak proyek yang dimiliki Debitur dengan nilai Rp.405.000.00.000 (rupiah penuh) sesuai akta jaminan Fidusia No. W7175.HT04.TH.2007/P tanggal 11 Pebruari 2007. Seluruh persediaan / stock barang milik Debitur dengan nilai Rp.45.000.000.000 (Rupiah penuh) sesuai Akta Jaminan Fidusia No . W7-176.HT04.TH.2007/P tanggal 27 Pebruari 2007. Omset Kontrak Proyek milik Debitur sebagaimana ternyata dalam suatu daftar tersendiri dengan nilai objek dan penjaminan sebesar Rp.1.853.702.353.697 (Rupiah penuh) yang tertuang dalam Akta Cessie atas Omset Kontrak Proyek sebagai Jaminan dengan akta No. 61 tertanggal 27 Nopember 2006.

-

-

-

2.

Agunan Tambahan • • • • • • Sertifikat atas tanah HGB No. 1174/Cipinang Cempedak, yang tercatat atas nama Sertifikat atas tanah HGB No. 250/Karangrejo, yang tercatat atas nama Perseroan. Sertifikat atas tanah HGB No. 3 / Kembang Kuning yang tercatat atas nama Perseroan. Sertifikat atas tanah HGB No. 0444 / Ciracas -Kelapa Dua Wetan yang tercatat atas nama Perseroan. Sertifikat atas tanah HGB No. 0436 / Ciracas -Kelapa Dua Wetan yang tercatat atas nama Perseroan. Seluruh peralatan mesin-mesin, kendaraan bermotor, barang inventaris pabrik/kantor dan 1 (satu) unit buldozer dan 2 (dua) unit hydrolic excavator milik DEBITUR, dengan nilai sebesar Rp.1.115.481.159 (Rupiah penuh), yang telah diikat dengan akta Jaminan Fidusia No .25 tertanggal 11 Mei 2001.

d.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Perusahaan telah mengadakan perjanjian Kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang dituangkan dalam Akta No. 73 tanggal 30 Nopember 2006 berupa Persetujuan Pemberian Fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi Plafond PT Wijaya Karya.

55

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Perusahaan telah mendapat persetujuan perpanjangan perjanjian Kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang dituangkan dalam Akta No. 107 tanggal 31 Maret 2008 dan telah diperpanjang sementara masa berlaku perjanjian tersebut sesuai Surat BRI No. B.2848 -BMN/BMD 12/2008 tanggal 22 Desember 2008, Fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi Plafond PT Wijaya Karya sebagai berikut :

1. Fasilitas Kredit Modal Kerja Konstruksi Plafond Pseudo R/K dengan Max. Co menurun sesuai dengan penyelesaian proyek dengan limit fasilitas kredit sebesar Rp 50.000.000.000 (rupiah penuh). 2. Fasilitas Bank Garansi sebesar Rp 800.000.000.000 (rupiah penuh) yang akan digunakan sebagai tambahan modal kerja proyek-proyek yang ditangani PT Wijaya Karya. 3. Jangka waktu fasilitas kredit berlaku terhitung sampai dengan 30 Januari 2009. 4. Tingkat suku bunga per tahun adalah sebesar 11%. (subject to review). Fasilitas Pinjaman ini dijamin dengan: Sebidang tanah dan bangunan dengan SHGB No. 4/Kembang Kuning atas nama PT Wijaya Karya (Persero) dengan luas tanah 124.417 m2 dan luas bangunan 29.082 m2 terletak di propinsi Jawa Barat, Kota Bogor. Tagihan proyek baik uang telah ada saat ini maupun yang akan datang dan pertama kali adalah sebagaimana model PJ 07A dib t dib b i d l PJ-07A dibuat dibawah t h tangan t t tertanggal 30 N l Nopember 2006 yaitu atas : b it t i. Piutang Usaha Proyek Jetty Cilacap Indonesia sebesar Rp 208.000.000.000 (rupiah penuh) ii. Piutang Usaha atas proyek Car Terminal Pelabuhan Tanjung Priok sebesar Rp 154.654.723.000 (rupiah penuh) dan Proyek Gedung Kantor Gabungan Dinas Provinsi Riau sebesar Rp 152.595.000.000 (rupiah penuh), yang diikat sebesar Rp 270.000.000.000 (rupiah penuh) sesuai akta Notaris No. 75.

-

e.

PT Bank Danamon Tbk Perusahaan telah mengadakan perjanjian Kredit dengan PT Bank Danamon Indonesia.Tbk, sebagaimana tertuang dalam Akta Perjanjian Kredit No. 14 tanggal 8 Mei 2007 dan pihak Bank Danamon sepakat dan setuju untuk memberikan Fasilitas Kredit berupa Fasilitas Kredit Berjangka (KB) dan Fasilitas Kredit Rekening Koran (KRK) sebesar Rp 100.000.000.000 (rupiah penuh) dengan ketentuan sebagai berikut: - Fasilitas I berupa Fasilitas Kredit Berjangka (KB) bersifat Revolving (uncommitted) sampai jumlah pokok setinggi-tingginya sebesar Rp 50.000.000.000 (rupiah penuh) dengan Sub Limit Accounting Limit Account Receivables Financing sampai jumlah pokok setinggi-tingginya Rp 50.000.000.000 (rupiah penuh) dengan tingkat suku bunga sesuai Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 1 bulan ditambah Margin atau Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 3 bulan ditambah Margin. Margin saat ini 2,5 % (dua koma lima persen) per tahun. - Fasilitas II berupa Fasilitas Kredit Koran (Overdraft) bersifat Revolving (uncommitted) sampai jumlah pokok setinggi-tingginya sebesar Rp 50.000.000.000 (rupiah penuh) dengan tingkat suku bunga sebesar Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 1 bulan ditambah Margin. Margin saat ini 3% (tiga persen) per tahun.

56

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

-

Fasilitas III berupa Fasilitas Transaksi Valuta Asing dengan Pre Settlement Exposure Foreign Exchange (PSE-FX) / Settlement Risk (SR) dengan jumlah maksimum PSE-FX tidak lebih dari US$ 100.000,- (seratus ribu Dollar Amerika Serikat) dan / atau jumlah maksimum SR tidak lebih dari US$ 1.000.000 (satu juta Dollar Amerika) Perusahaan telah mengadakan perjanjian Kredit dengan PT Bank Danamon Indonesia.Tbk, sebagaimana tertuang dalam Akta Perjanjian Kredit No. 15 tanggal 8 Mei 2007 dan pihak Bank Danamon sepakat dan setuju untuk memberikan Fasilitas Kredit dengan ketentuan sebagai berikut : Fasilitas Kredit Revolving yang diberikan Bank adalah Fasilitas Uncommitted Omnibus Trade Finance sampai jumlah pokok setinggi-tingginya sebesar Rp 249.000.000.000,- (rupiah penuh) ekuivalen dalam mata uang Dollar Amerika Serikat (US$) dan/ atat mata uang lain yang tersedia di Bank, yang dapat dipergunakan dalam bentuk: i. Sight Letter of Credit (L/C) Impor dan/ atau Sight Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dengan jumlah Rp 249.000.000.000 (rupiah penuh) L/C Validity maksimum 90 (sembilan puluh) hari untuk keperluan impor raw materials, peralatan dan mesin. ii. Usance Letter of Credit (L/C) Impor dan/atau Usance Surat Kredit Berdokumern Dalam Negeri (SKBDN) Usance Letter of Credit (L/C) Impor dan/atau Usance Surat Kredit Berdokumern Dalam Negeri (SKBDN ) jumlah Rp 100.000.000.000 (Rupiah penuh) L/C Validity maksimum 90 (sembilan puluh) hari dengan tujuan untuk keperluan impor raw materials, peralatan dan mesin. i iii. L/C Impor dan/atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) Usance Payable At Sight jumlah Rp 200.000.000.000 (rupiah penuh) L /C Validity maksimum 90 (sembilan puluh) hari dengan tujuan untuk keperluan impor raw materials, peralatan dan mesin. Bank Garansi jumlah Rp 249.000.000.000 (Rupiah penuh) Guarantee Tenor maksimum 180 (seratus delapan puluh) hari untuk Bid Bond, Retention Bond, dan Custom Bond Guarantee Tenor maksimum 12 (dua belas) bulan untuk Performance Bond, Payment Bond, dan Counter Guarantee. v. Stand By Letter of Credit (SBLC) Jumlah Rp 249.000.000.000 (Rupiah penuh) Guarantee Tenor maksimum 180 (seratus delapan puluh) hari untuk Bid Bond, Retention Bond, dan Custom Bond Guarantee Tenor maksimum 12 (dua belas) bulan untuk Performance Bond, Payment Bond, dan Counter Guarantee. Jangka Waktu Fasilitas Kredit terhitung mulai tanggal 8 Mei 2007 sampai dengan 8 Mei 2008, saat ini masih dalam proses pengajuan perpanjangan perjanjian kredit.

f.

PT Bank PANIN Tbk Perusahaan telah mengadakan perjanjian Kredit dengan PT Bank PANIN.Tbk, sebagaimana tertuang dalam Akta Perjanjian Kredit No.15 tanggal 13 Juni 2007 dan pihak Bank PANIN sepakat dan setuju untuk memberikan Fasilitas Kredit berupa Fasilitas money market sejumlah maksimal Rp.200.000.000.000 (rupiah penuh). Perusahaan sedang memproses perpanjangan perjanjian Kredit dengan PT Bank PANIN.Tbk dengan klausul penurunan Fasilitas Kredit berupa Fasilitas money market menjadi sejumlah maksimal Rp.100.000.000.000 (rupiah penuh). Tujuan kredit akan digunakan sebagai modal kerja umum Jangka waktu fasilitas kredit adalah 1 tahun terhitung sejak penandatangan perjanjian yaitu sejak tanggal 13 Juni 2007-13 Juni 2008

57

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Jangka waktu pinjaman adalah 1 bulan, 3 bulan atau 6 bulan untuk setiap penarikan pinjaman dengan ketentuan tanggal jatuh tempo setiap pinjaman tidak boleh melebihi tanggal jatuh tempo fasilitas kredit yang akan digunakan oleh PT WIKA. Atas tiap jumlah uang yang terhutang atau sisanya yg belum dibayar lunas atas pemberian fasilitas kredit, perusahaan wajib membayar bunga kepada Bank sebesar: Untuk jangka waktu pinjaman selama 1 bulan sebesar tingkat suku bunga SBI berjangka 1 bulan ditambah 2% per tahun. Untuk jangka waktu pinjaman selama 3 bulan sebesar tingkat suku bunga SBI berjangka 1 bulan ditambah 2,125% per tahun. Untuk jangka waktu pinjaman selama 6 bulan sebesar tingkat suku bunga SBI berjangka 1 bulan ditambah 2,375% per tahun.

Sedangkan bilamana perusahaan tidak atau lalai membayar lunas jumlah pokok yg terhutang, bunga atau lain-lain yang wajib dibayar sesuai dengan perjanjian maka tanpa mengurangi kewajiban Debitur untuk tetap membayar jumlah uang yg telah wajib dibayarnya, perusahaan wajib membayar bunga denda atas jumlah uang yang tidak atau lalai dibayar tersebut sebesar 3% per tahun di atas bunga yg berlaku saat itu. Bunga denda dihitung secara harian mulai dari hari dan tanggal jatuh tempo jumlah uang yang wajib Selain hal-hal diatas S l i h l h l di t perusahaan j h juga wajib membayar provisi, bi jib b i i biaya administrasi d d i i t i dan bi biaya l i l i lain-lain yang dikeluarkan oleh Bank kepada pihak ketiga. Untuk menjamin pembayaran yang lunas, penuh dan dengan sebagaimana mestinya setiap jumlah uang yang terhutang maka perusahaan telah bersedia melakukan perjanjian jaminan piutang kepada kreditur yang diatur dalam akte perjanjian fidusia No.16 tanggal 13 Juni 2007. Perusahaan telah mengadakan perjanjian jaminan fidusia dengan PT Bank PANIN.Tbk, sebagaimana tertuang dalam Akta Perjanjian Kredit No.16 tanggal 13 Juni 2007 , perjanjian ini untuk menjamin terbayarnya dengan baik segala sesuatu yang terhutang baik hutang pokok berupa money market maupun biaya-biaya lainnya yang timbul karena perjanjian ini. Nilai jaminan fidusia sekurang-kurangnya Rp.120.000.000.000 (rupiah penuh). Objek jaminan fidusia saat ini adalah sebesar Rp. 138.994.585.958 (rupiah penuh). Objek Jaminan fidusia ini berupa semua dan setiap hak, wewenang, tagihan-tagihan, serta klaim-klaim terhadap pihak ketiga yang sekarang telah dimiliki oleh pemberi fidusia dan atau dikemudian hari akan dimiliki, diperoleh dan dapat dijalankan oleh pemberi fidusia terhadap pihak ketiga siapapun juga berdasarkan perjanjian-perjanjian yang sekarang telah dan atau dikemudian hari akan dibuat oleh pemberi fidusia dengan pihak ketiga manapun juga, satu dan lain menjadi milik pemberi fidusia sebagaimana diuraikan dalam Daftar Piutang yang diagunkan ke PT Bank Panin Tbk per 13 Juni 2007.

Apabila hasil penjualan dari objek jaminan fidusia tidak mencukupi untuk melunasi semua apa yg wajib dibayar oleh perusahaan kepada Bank, maka perusahaan tetap terikat membayar lunas sisa uang yg masih harus dibayar berdasarkan perjanjian kredit. Pembebanan Jaminan Fidusia ini akan berakhir dengan sendirinya pada saat perusahaan telah membayar semua kewajibannya kepada PT Bank Panin Tbk.

58

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

g.

PT Bank DBS Indonesia Pinjaman pada PT Bank DBS Indonesia merupakan pinjaman fasilitas modal kerja (revolving) dengan tingkat bunga sesuai tarif SBI + 2,5% per tahun tertuang dalam Perubahan Perjanjian fasilitas Perbankan No. 175/PFP-DBSI/VIII/2008 tanggal 7 Juli 2008 dengan Fasilitas Perbankan maksimum senilai Rp 370.000.000.000. Fasilitas yang disediakan berupa : a. Kredit Modal Kerja dengan nilai maksimum Rp 70.000.000.000 (rupiah penuh) b. Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri dengan nilai maksimum Rp 62.500.000.000 (rupiah penuh) atau dalam mata uang lain yang disetujui oleh BI yang setara dengan nilai tersebut. c. Letter of Credit dengan nilai maksimum Rp 62.500.000.000 (rupiah penuh) atau dalam mata uang lain yang disetujui oleh BI yang setara dengan nilai tersebut. d. Bank Garansi dengan nilai maksimum Rp.175.000.000.000 (rupiah penuh) atau alam mata uang lain yang disetujui oleh BI yang setara dengan nilai tersebut. e. Standby Letter Of Credit Facility (SBLC) dengan nilai maksimum Rp 25.000.000.000 (rupiah penuh) atau dalam mata uang lain yang disetujui oleh BI yang setara dengan nilai tersebut. Fasilitas berlaku sampai dengan 7 Juli 2009 dan dijamin dengan omzet kontrak minimal senilai 125% dari total kredit tertarik (CL & NCL)

PT WIKA BETON a. PT Bank Mega Tbk. PT Wijaya Karya Beton memiliki fasilitas kredit Rekening Koran (PRK), Fasilitas Kredit Modal Kerja dan Fasilitas Bank Garansi dari Bank Mega sesuai dengan perjanjian kredit tanggal 6 Desember 2000 no. 23, yang telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir sesuai perubahan XIII perpanjangan kredit No. 15 tanggal 5 Desember 2008, dengan jangka waktu 6 Desember 2008 s.d 6 Desember 2009, dengan tingkat bunga 12,50%. Fasilitas Kredit berupa fasilitas Pinjaman rekening Koran sebesar Rp 5.000.000 digunakan hanya untuk tambahan dana operasional perusahaan, berupa Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan nilai kesanggupan sampai dengan sebesar Rp 31.000.000 digunakan hanya untuk tambahan modal kerja atas pekerjaan yang diterima perusahaan,, dengan jumlah penarikan sebesar 70% dari nilai kontrak. dan fasilitas Bank Garansi sampai dengan Rp 15.000.000 digunakan hanya untuk tender, uang muka pelaksanaan dan pemeliharaan. Pinjaman ini dijamin dengan hak atas tanah rincian sebagai berikut : Tanah seluas 33.834 M2 yang terletak di Kecamatan Biringkanaya, Kelurahan Kapasa, Sulawesi Selatan, tercatat atas nama PT Wijaya Karya Beton dengan HGB No 6/Kapasa. Tanah seluas 18.570 M2 yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Kecamatan Sunggal, Desa Dei Semayang, tercatat atas nama PT Wijaya Karya Beton dengan HGB No. 101/Sei Semayang. Tanah seluas 33.615 M2 yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Kecamatan Natar, Desa Bumi Agung, Lampung, tercatat atas nama PT Wijaya Karya Beton dengan HGB No. 8/Bumi Agung. Mesin-mesin yang berada di pabrik yang terletak di Medan, Lampung dan Makassar. Piutang dan/atau persediaan yang dimiliki perusahaan baik sekarang maupun dikemudian hari minimal senilai Rp 84.000.000.

-

-

59

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

b.

PT Bank Mandiri (Persero),Tbk PT Wika Beton memperoleh fasilitas kredit Non Cash Loan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., sesuai Akte Perjanjian Kredit Modal Kerja antara PT WIKA Beton dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tertuang dalam bentuk persetujuan atas Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) untuk perpanjangan jangka waktu KMK Revolving dan perpanjangan jangka waktu serta tambahan limit Fasilitas Non Cash Loan (L/C, SKBDN dan Bank Garansi) dari PT Bank Mandiri ke PT WIKA Beton No.CBG.ONE/SPPK/RD2.055/2008 tanggal 05 Mei 2008 yang merupakan adendum kedua atas perjanjian Kredit Modal Kerja No: KPCOD/016/PK.KMK/2006, Akta tanggal 5 Juni 2006 Nomor 11, dibuat dihadapan Sri Ismiyati, SH, Notaris, tentang Perpanjangan Jangka Waktu Fasilitas Kredit Modal Kerja. Ketentuan yang tertuang adalah sebagai berikut: I. Fasilitas Kredit Modal Kerja Revolving 1 Limit Kredit -Tetap : Rp. 15.000.000.000,- (Lima belas milyar Rupiah) 2 Jenis Kredit : KMK 3 Sifat Kredit : Revolving 4 Tujuan Penggunaan : Tambahan Modal kerja dalam rangka membiayai produksi berbagai beton pra cetak 5 Jangka Waktu : 11 Mei 2008 s/d 10 mei 2009 6 Suku bunga : 12.00% p.a dibayar efektif dan berubah sesuai dengan ketentuan bank Mandiri, dan dibebankan ti tanggal 23 b k M di i d dib b k setiap t l 23. 7 Provisi : 1% p.a dari limit kredit 8 Denda : 2% pertahun diatas tingkat suku bunga kredit, bila terlambat pembayaran 9 Agunan 1) Agunan utama : Piutang dan stock dgn nilai minimal Rp.72,4 milyar 2) Agunan Tambahan a 3 (Tiga) bidang tanah berikut bangunan-bangunan dan atau segala sesuatu yang telah atau dikemudian hari akan didirikan diatasnya, luas tanah 65.103 m2 terlatak di Jl. Raya Kejapanan-Mojosari, Pasuruan Jawa Timur, SHGB no. 14, 25 dan 408 atas nama Wika Beton, telah diikat dan dipasang hak tanggungan senilai Rp. 15.000 juta, nilai pengikatan akan ditingkatkan sehingga menjadi Rp.25.000 juta. Alat berat dan peralatan pabrik diikat secara Fiducia minimal senilai Rp. 10.000 juta. Atas jaminan tersebut diserahkan dan diikat sesuai dengan ketentuan serta diasuransikan. b II Fasilitas Non Cash Loan 1 Limit Non Cash Loan 2. Tujuan Penggunaan

: Rp. 30.000.000.000 (tiga puluh milyar rupiah) : 1) Penerbitan Garansi bank a.l. Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, Jaminan uang muka, Jaminan Pemeliharaan, Jaminan Pembayaran dan Counter guarantee, maksimum sebesar Rp.15 milyar. 2) Pembukaan Letter of Credit (L/C) dan atau SKBDN, yang bersifat Sight, Usance, atau (UPAS) dengan tenor maksimum 180 hari, maksimum sebesar Rp.5 Milyar. : 11 Mei 2008 s/d 10 Mei 2009

3. Jangka Waktu

60

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 4. Agunan Utama Tambahan c. PT Bank Niaga Perusahaan telah mengadakan perjanjian kredit dengan Bank Niaga sesuai dengan Perjanjian kredit No. 266/CBG/JKT/05 dan No. 267/CBG/JKT/05 tanggal 12 September 2005 yang dibuat di bawah tangan. Sebagaimana diubah dengan Perubahan Terhadap Perjanjian Kredit Nomor 427/AMD/CBG/JKT/08 tertanggal 1 September 2008 (selanjutnya berikut perpanjangan, perubahan dan penambahannya disebut "Perjanjian Kredit",dengan Perubahan Terhadap Perjanjian Kredit Nomor : 392/AMD/CBG/JKT/06,berdasarkan mana bank telah memberikan fasilitas kredit Pinjaman Tetap sebesar Rp. 12.000.000.000 (dua belas milyar rupiah) kepada perseroan (selanjutnya disebut "Fasilitas Kredit")yang dibuat dan ditandatangani tanggal 6 Nopember 2006. Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, Bank Niaga memberikan fasilitas kredit berupa : 1) Pinjaman Tetap dengan jumlah sebesar Rp 12.000.000.000,- (dua belas milyar rupiah), tingka suku bunga pinjaman 15,25% per tahun. Penggunaan fasilitas kredit adalah untuk membiayai modal kerja PT Wika Beton. Jangka waktu pinjaman adalah 11 S t b 2008 sampai d J k kt i j d l h September i dengan 11 S t b 2009 D September 2009. Dengan ketentuan-ketentuan lain dalam perjanjian kredit tidak diubah dan dengan demikian tetap berlaku dan mempunyai kekuatan hukum yang mengikat antara Bank dan Peminjam. Berdasarkan Perubahan terhadap perjanjian untuk panjar melalui Rekening Koran Nomor : 525/AMD/CBG/JKT/08 Bank setuju untuk memperpanjang jangka waktu fasilitas PRK yang jatuh tempo pada tanggal 11 September 2008, diperpanjang jangka waktunya sampai dengan tanggal 11 September 2009. 2) Fasilitas Rekening Koran dengan jumlah sebesar Rp 3.000.000.000,- (tiga milyar rupiah), dengan tingkat suku bunga pinjaman sebesar 15,25% per tahun. Penggunaan fasilitas kredit adalah untuk membiayai kegiatan operasional usaha (modal kerja) PT Wika Beton. Jangka waktu pinjaman adalah 11 September 2008 sampai dengan 11 September 2009. Sehubungan dengan fasilitas tersebut perusahaan memberikan jaminan kepada Bank Niaga berupa : a) Hak tanggungan atas tanah dan bangunan dengan SHGB No. 101, 160 dan 99 terletak di Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah atas nama peminjam dengan nilai hak tanggungan minimal sebesar Rp 6.262.000.000,- (enam milyar dua ratus enam puluh dua juta rupiah). b) Fidusia atas inventori milik peminjam dengan nilai penjaminan sebesar Rp 5.000.000.000,- (lima milyar rupiah). c) Fidusia atas tagihan peminjam kepada pihak ketiga dengan nilai penjaminan sebesar Rp 5.000.000.000,- (lima milyar rupiah). d) Fidusia atas mesin-mesin dan peralatan milik peminjam dengan nilai penjaminan sebesar Rp 5.000.000.000,- (lima milyar rupiah).

: Terkait dengan jaminan utama fasilitas KMK : Terkait dengan jaminan tambahan fasilitas KMK

61

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

c.

Bank Syariah Mandiri PT Wika Beton memperoleh fasilitas pembiayaan kepada supplier/sukontraktor PT.Hutama Karya atas nama PT.Wijaya Karya Beton sesuai dengan Perjanjian Kerjasama antara PT. Hutama Karya (Persero) dengan PT. Bank Syariah Mandiri tentang pemberian fasilitas Pembiayaan Modal Kerja kepada PT. Hutama Karya No.15 tanggal 21 September 2007 dibuat dihadapan Notaris Efran Yuniarto,SH dan Surat Penegasan Persetujuan Pembiayaan kepada Supplier PT. Hutama Karya No.9/084-3/SP3/DKI tanggal 11 September 2007. Jangka waktu pembiayaan 19 Desember 2007 s.d. 26 Maret 2008. Pinjaman tersebut dijamin dengan Tagihan/Piutang (Invoice yang telah diendorse PT Hutama Karya) dengan jangka waktu 26 Maret 2008 (tidak dapat diperpanjang) sebesar Rp 7.011.282 sesuai dan tidak terbatas pada Bilyet Giro Bank Bukopin No. 22635595 tanggal efektif 26 Maret 2008.

PT WIKA REALTY a. PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Wika Realty memperoleh fasilitas pinjaman Transaksi Khusus (PTK) dan pinjaman Rekening Koran (PRK) dari Bank Niaga sesuai surat No. 529/AP/CBG..II/VII/07 tanggal 27 Juni 2007, dengan plafon pinjaman transaksi khusus sebesar Rp. 24 Milyar dan Pinjaman Rekening Koran sebesar Rp.1 Milyar. Pinjaman tersebut dijamin dengan Hak Tanggungan (APHT) atas tanah, sebanyak 14 sertifikat a.n. PT Wijaya Karya seluas 116.118 M2 yang berlokasi di Curug, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Fidusia atas rekening senilai Rp 1.000.000 dan assignment dari proceed contract proyek yang dibiaya minimal 120% dari outstanding PT Wika Realty memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank CIMB Niaga Tbk berupa Pinjaman Transaksi Khusus (PTK) dengan plafond sebesar Rp. 34.000.000.000 sesuai dengan Perjanjian Kredit No.: 350/AMD/CBG/JKT/08 dan Pinjaman Rekening Koran (PRK) dengan plafond Rp. 1.000.000.000 sesuai Perjanjian Kredit No.:351/AMD/CBG/JKT/08). Ketentuan dan syarat-syarat pokok yang diatur dalam perjanjian, sebagai berikut: I. Pinjaman Transaksi Khusus (PTK) Jumlah Penggunaan Dana : Rp 34.000.000.000,-

: Bidang Konstruksi : - Working capital untuk financing proyek-proyek WR dan atau refinancing existing proyek-proyek yang dibiayai secara self financing. - Besarnya penarikan pinjaman adalah 80% dari nilai progress proyek atau 80% dari nilai tagihan kepada Bowheer, mana yang paling Bidang Realty : - Digunakan untuk modal kerja pembangunan sarana/prasarana diluar pematangan lahan. perumahan dan

- Besarnya penarikan pinjaman maksimum 80% Rencana Anggaran Biaya perumahan. Fasilitas Letter Of Credit

62

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

- Fasilitas Letter of Credit atas unjuk ("Sight L/C) dan/ atau Berjangka ("Usance L/C") dan atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri Suku Bunga Provisi Jatuh Tempo : 11,5% pa : 1% pa. atas plafon : 14 Juni 2010.

II. Pinjaman Rekening Koran (PRK) Plafon Penggunaan dana Jangka Waktu Sifat Suku Bunga Pembayaran bunga Provisi Jatuh Tempo Jaminan : 1. APHT senilai Rp 517.150.000,- atas tanah HGB No. 029, 032, 033, 037, 038, 047 dan 048 a/n PT. Wijaya Karya (Persero) di Curug, Sawangan, Depok, Jawa Barat. 2. APHT senilai Rp 23.238.000.000,- atas tanah HGB No. 021, 025, 028, 035, 039, 046, 059, 060, 063 dan 065 a/n PT. Wijaya Karya (Persero) di Curug, Sawangan, Depok, Jawa Barat. 3. APHT senilai Rp 23.690.000.000,- atas tanah HGB No. 754 a/n PT. Wijaya Karya (Persero) di Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, Balikpapan, Kalimantan Timur. 4. Gadai dan Kuasa Cair atas rekening Peminjam sebesar Rp. 1.000.000.000,5. Jaminan-jaminan tersebut juga terikat secara "Cross Collateralized" terhadap fasilitas-fasilitas kredit lainnya yang diberikan oleh Bank. 6. Assignment dari proceed contract proyek yang dibiayai/AR yang dibiayai minimal 120 % dari outstanding. b. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. PT Wika Realty mendapatkan Kredit Modal Kerja dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan Perjanjian Kredit Modal Kerja No. 07.149 dan Perjanjian Kredit Modal Kerja Line No. 07.150 pada bulan September 2007. Sesuai dengan surat permohonan fasilitas kredit tanggal 26 Mei 2008, telah disetujui kredit modal kerja dengan rincian sebagai berikut : I. Kredit Modal Kerja Plafond Plafon : Rp 15.000.000.000,- (Lima belas milyar rupiah) terdiri dari: a. Tambahan KMK maksimum Rp. 7.500.000.000,b. KMK berjalan maksimum Rp. 7.500.000.000,: Tambahan modal kerja usaha property, konstruksi dan building manajemen (tidak termasuk pembelian dan pengolahan tanah) dengan : : : : : : : : Rp 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah) Untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang sifatnya mendesak. 1 tahun Revolving basis 12% pa. (subject to Setiap awal bulan. 1 % pa. atas plafond pinjaman. 14 Juni 2009.

Keperluan

63

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) target penjualan tahun 2008 sebesar Rp 306.508 juta. : Sejak penandatanganan PK sampai dengan jatuh tempo fasilitas tanggal 24 September 2008 : R/C terbatas : 12,25% pa atau sesuai ketentuan yang berlaku pada tanggal penandatanganan PK dan direview setiap bulan sekali untuk disesuaikan dengan tarif yang berlaku pada saat itu.

Jangka waktu Bentuk/Sifat Suku Bunga

II. Kredit Modal Kerja Line Maksimum : Rp 25.000.000.000,- (Dua puluh lima milyar Rupiah) terdiri dari: a. Tambahan KMK Line maksimum Rp. 15.000.000.000,b. KMK Line berjalan maksimum Rp. 10.000.000.000,: Tambahan modal kerja usaha property, konstruksi dan building manajemen (tidak termasuk pembelian dan pengolahan tanah) dengan target penjualan tahun 2008 sebesar Rp 306.508 juta. : Sejak tanggal penandatanganan kredit sampai dengan jatuh tempo fasilitas tanggal 24 September 2008 : Transaksional bersifat Clean up System : 12,25% p.a. yang akan ditinjau kembali setiap bulan untuk disesuaikan dengan tarif bunga yang berlaku di Bank BNI pada saat itu itu.

Keperluan

Jangka Waktu Bentuk/Sifat Suku Bunga

III. Plafond Garansi Bank Maksimum : Rp 10.000.000.000,- (Sepuluh Milyar Rupiah) terdiri dari: a. GB Berjalan Rp. 2.500.000.000,b. GB Tambahan Rp. 7.500.000.000,: Untuk menjamin tender, pelaksanaan pekerjaan, dan penerimaan uang muka serta pembelian barang atas proyek pemerintah dan swasta : Disesuaikan dengan fasilitas kredit berjalan yang sejak tanggal penandatanganan PPGB sampai dengan 24 September 2009

Keperluan

Jangka Waktu

Jaminan : 1. Tanah kosong di jalan RS. Fatmawati, Kel. Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Terdiri dari 3 sertifikat :

a. SHGB No. 1877 an. PT Wijaya Karya Realty, jangka waktu tanggal 25 Oktober 2005 sd 29 Mei 2036. Surat Ukur No. 06695/2004 tanggal 28 Desember 2004 seluas 2.300 m2. Diikat dengan hak tanggungan senilai Rp 7.744.400.000,b. SHGB No. 1873 an. PT Wijaya Karya Realty, jangka waktu tanggal 25 Oktober 2005 sd 31 Mei 2036. Surat Ukur No. 06696/2004 tanggal 28 Desember 2004 seluas 2.170 m2. Diikat dengan hak tanggungan senilai Rp 6.318.000.000,c. SHGB No. 1876 an. PT Wijaya Karya Realty, jangka waktu tanggal 25 Oktober 2005 sd 31 Mei 2036. Surat Ukur No. 06694/2004 tanggal 28 Desember 2004 seluas 2.810 m2. Diikat dengan hak tanggungan senilai Rp 8.238.000.000,-

64

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. Tanah kosong di jalan Ringroad MT. Haryono, Kel. Gunung Samarinda, Kec. Balikpapan Utara, Balikpapan, Kalimantan Timur. SHGB No 753 an. PT Wijaya Karya Realty tanggal 30 Desember 1999 sd 29 Desember 2019. Surat Ukur no. 404/Gn. Samarinda/1999 tanggal 30 Desember 1999 seluas 12.930 m2. Akan diikat hak tanggungan Rp 7.111.500.000, 3. Tanah, bangunan dan kolam renang (Sport Club) di Komplek Tamansari Bukit Mutiara Blok D1 No.1, Kel. Gunung Bahagia, Kec. Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. SHGB No. 1122 an. PT Wijaya Karya Realty. Surat Ukur No. 89/Gunung Samarinda/2001.Imb No. 280/DPKP/BU/GS tanggal 17 Juni 2002. Akan diikat hak tanggungan Rp 3.390.000.000 4. Jaminan piutang (fiducia) senilai Rp. 70.000.000.000,- (tujuh puluh milyar rupiah). PT WIKA INTRADE a) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1. Fasilitas Kredit Investasi Limit Kredit Nomor Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Suku Bunga Angsuran Jaminan : : : : : : : Rp.30.000.000.000 CBG.ONE/SPPK.RD2.087/2008 16 Juli 2008 Sejak penandatanganan Perjanjian Kredit s.d 23 Maret 2010 11 % p.a Angsuran pokok dilakukan setiap tanggal 23 pada setiap triwulan. - Mesin dan peralatan produksi tabung gas yang sudah dimiliki dan yang akan dibeli dengan pembiayaan Bank serta piutang usaha dan persediaan tabung gas 3 kg. - Cross default dan cross collateral dengan fasilitas Kredit Modal Kerja

2. Fasilitas Kredit Modal Kerja Transaksional Limit Kredit Nomor Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Suku Bunga Jaminan : : : : : : Rp.50.000.000.000 CBG.ONE/SPPK.RD2.087/2008 16 Juli 2008 Berlaku maksimal s.d tanggal 10 Mei 2009 12 % p.a - Mesin dan peralatan produksi tabung gas yang sudah dimiliki dan yang akan dibeli dengan pembiayaan Bank serta piutang usaha dan persediaan tabung gas 3 kg. - Cross default dan cross collateral dengan fasilitas Kredit Investasi

65

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

B. PT Bank CIMB Niaga 1. Perjanjian Penerbitan Bank Garansi Limit Kredit : Rp.75.000.000.000 Nomor Perjanjian : 164/CBG/JKT/07 Jangka Waktu : 13 Desember 2007 s.d 13 Desember 2008 Persetujuan perpanjangan sementara sd 13 Maret 2009 sesuai surat Bank CIMB-Niaga No.579/AMD/CBG/JKT/08 tanggal 4 Desember 2008. Jaminan : - Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan pabrik Jatiwangi, terletak di Desa Brujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat, seluas 28.272 M2, sesuai dengan sertifikat Hak Guna Bangunan No.5,6 dan 8 atas nama PT Wijaya Karya (Persero) senilai Rp.7.207.710.000,- Inventory yang terletak di pabrik Jatiwangi, Desa Brujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat, senilai Rp.12.000.000.000 - Mesin produksi senilai Rp.12.535.500.000,- Piutang Usaha senilai Rp.75.000.000.000 2. Perjanjian Untuk Membuka Letter of Credit Impor Limit Kredit : Rp.75.000.000.000 Nomor Perjanjian : 165/CBG/JKT/07 Jangka Waktu : 13 Desember 2007 s.d 13 Desember 2008 Persetujuan perpanjangan sementara sd 13 Maret 2009 sesuai surat Bank CIMB-Niaga No.580/AMD/CBG/JKT/08 tanggal 4 Desember 2008. Jaminan : - Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan pabrik Jatiwangi, terletak di Desa Brujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat, seluas 28.272 M2, sesuai dengan sertifikat Hak Guna Bangunan No.5,6 dan 8 atas nama PT Wijaya Karya (Persero) senilai Rp.7.207.710.000,- Inventory yang terletak di pabrik Jatiwangi, Desa Brujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat, senilai Rp.12.000.000.000 - Mesin produksi senilai Rp.12.535.500.000,- Piutang Usaha senilai Rp.75.000.000.000

66

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. Perjanjian Untuk Menerbitkan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) Limit Kredit : Rp.75.000.000.000 Nomor Perjanjian : 166/CBG/JKT/07 Jangka Waktu : 13 Desember 2007 s.d 13 Desember 2008 Persetujuan perpanjangan sementara sd 13 Maret 2009 sesuai surat Bank CIMB-Niaga No.581/AMD/CBG/JKT/08 tanggal 4 Desember 2008. Jaminan : - Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan pabrik Jatiwangi, terletak di Desa Brujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat, seluas 28.272 M2, sesuai dengan sertifikat Hak Guna Bangunan No.5,6 dan 8 atas nama PT Wijaya Karya (Persero) senilai Rp.7.207.710.000,- Inventory yang terletak di pabrik Jatiwangi, Desa Brujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat, senilai Rp.12.000.000.000 - Mesin produksi senilai Rp.12.535.500.000,- Piutang Usaha senilai Rp.75.000.000.000

4. Perjanjian Untuk Panjar Melalui Rekening Koran Limit Kredit : Rp.3.000.000.000 Nomor Perjanjian : 167/CBG/JKT/07 Bunga : 12%/Th Jangka Waktu : 13 Desember 2007 s.d 13 Desember 2008 Persetujuan perpanjangan sementara sd 13 Maret 2009 sesuai surat Bank CIMB-Niaga No.585/AMD/CBG/JKT/08 tanggal 4 Desember 2008. Jaminan : - Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan pabrik Jatiwangi, terletak di Desa Brujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat, seluas 28.272 M2, sesuai dengan sertifikat Hak Guna Bangunan No.5,6 dan 8 atas nama PT Wijaya Karya (Persero) senilai Rp.7.207.710.000,- Inventory yang terletak di pabrik Jatiwangi, Desa Brujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat, senilai Rp.12.000.000.000 - Mesin produksi senilai Rp.12.535.500.000,- Piutang Usaha senilai Rp.75.000.000.000

67

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5. Perjanjian Kredit Limit Kredit : Rp.25.000.000.000 Nomor Perjanjian : 169/CBG/JKT/07 Bunga : 11,5%/Th Jangka Waktu : 13 Desember 2007 s.d 13 Desember 2008 Persetujuan perpanjangan sementara sd 13 Maret 2009 sesuai surat Bank CIMB-Niaga No.584/AMD/CBG/JKT/08 tanggal 4 Desember 2008. Jaminan : - Hak Tanggungan atas tanah dan bangunan pabrik Jatiwangi, terletak di Desa Brujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat, seluas 60.000 M2, sesuai dengan sertifikat Hak Guna Bangunan No.2,4,5,6 dan 8 atas nama PT Wijaya Karya (Persero) senilai Rp.7.207.710.000,- Inventory yang terletak di pabrik Jatiwangi, Desa Brujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa Barat, senilai Rp.12.000.000.000 - Mesin produksi senilai Rp.12.535.500.000,- Piutang Usaha senilai Rp.75.000.000.000 C. PT BANK DANAMON INDONESIA .Tbk 1. Fasilitas Uncommitted Omnibus Trade Finance Limit Kredit Nomor Perjanjian Jangka Waktu Jaminan : : : : Rp.100.000.000.000 31 15 Mei 2008 s.d 15 Mei 2009 - Jaminan Fidusia Piutang, sesuai dengan Akta Jaminan Fidusia Nomor 32, tanggal 15 Mei 2008.

2. Fasilitas Transaksi Valuta Asing dengan Pre Settlement Exposure Foreign Exchange (PSEFX)/Settlement Risk (SR) Limit Kredit Nomor Perjanjian Jangka Waktu Jaminan : : : : USD.100.000, dan/atau jumlah maksimum SR tidak lebih dari USD 32 15 Mei 2008 s.d 15 Mei 2009 - Jaminan Fidusia Piutang, sesuai dengan Akta Jaminan Fidusia Nomor 32, tanggal 15 Mei 2008.

68

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21. HUTANG USAHA Akun ini terdiri dari: 2008 Sub Kontraktor Pemasok Mandor Lain-lain Jumlah Rincian hutang usaha berdasarkan umur adalah sebagai 2008 s.d. 1 bulan 1 s.d. 3 bulan 4 s.d. 6 bulan 7 s.d. 12 bulan > 12 bulan Jumlah 526.952.493 460.870.640 187.646.753 71.244.108 60.283.110 1.306.997.104 2007 218.226.055 521.200.776 173.864.871 26.760.977 33.686.966 973.739.646 505.609.244 313.277.667 12.888.442 475.221.751 1.306.997.104 2007 270.214.730 279.113.986 16.354.917 408.056.013 973.739.646

Rincian saldo hutang usaha kepada pihak ketiga dan hubungan istimewa sebagai berikut: 2008 Pihak hubungan istimewa Pihak ketiga Jumlah 21.326.789 1.285.670.315 1.306.997.104 2008 Pihak Hubungan Istimewa Pemerintah RI/Bappenas Sub Jumlah Pihak Ketiga : PT Holcim PT Farika Duta Agung PT Adhimix PT Kemilau PT Wilmar Tading PT Sinoma China Kemilau PT Focon Ready Mix PT Horas PT Multi Structure . PT Lampiri Djaya. PT Cakrawala. PT Jumlah dipindahkan 21.326.789 21.326.789

2007 29.991.077 943.748.570 973.739.646 2007 29.991.077 29.991.077

7.960.326 12.202.651 5.469.587 6.307.758 189.050.000 45.885.000 6.307.758 5.746.653 28.241.681 9.554.714 11.799.422 8.899.120 337.424.671

4.214.922 5.248.931 5.834.225 15.298.078

69

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 337.424.671 2.875.511 112.138.100 5.021.323 828.210.711 1.285.670.315 1.306.997.104 2007 15.298.078 9.749.513 7.420.356 5.050.784 30.156.571 19.845.103 18.928.804 16.971.750 15.983.596 14.633.742 13.698.508 13.579.475 13.351.073 12.360.300 11.916.601 10.120.059 8.263.124 7.881.899 7.813.105 5.014.756 685.711.374 943.748.569 973.739.646

Jumlah pindahan PT Sinar Indah Perkasa PT Delta Mas PT Walsin Lippo Industries China United Engineering Corp Interworld Steel Beijing Lovol Int'l HM Trading Co Ltd China National Material Industry Import & Exsport Corporation Sandav Pacific PTE LTD Berkat Jaya Niaga Tama Dua Samudra Perkasa Jiangyin Jetion Science And Technology Co Ltd Exxon Mobil Kakancan Mukti Catur Tunggal, CV Jaya Readymix Berdikari Pondasi P Daksa Kalimantan Putra Gatra Cempaka Sakti Swadaya Graha Hutang usaha anak perusahaan dan hutang usaha dengan nilai Dibawah Rp.5.000.000 Sub Jumlah Jumlah

Hutang pihak hubungan istimewa adalah Hutang kepada Pemerintah RI (Bappenas) yang jatuh tempo dalam satu tahun sejak tanggal neraca. Perjanjian dengan Bappenas meliputi penjualan aspal dan alumunium alloy ingot.

22. HUTANG LAIN-LAIN Akun ini terdiri dari: 2008 Iuran dan Potongan Pegawai lainnya PT Pertamina Dana Ventura Koperasi Karyawan - Wika Pengurusan Akta Jual Beli, HGB,BPHTB Realty Pembelian Kembali Saham Lain-lain Jumlah 556.921 455.752 22.385.080 4.464.103 5.033.082 32.894.938 2007 4.298.469 20.000.000 603.391 15.790.225 3.395.887 44.087.972

70

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT WIka Intrade mempunyai kewajiban kepada PT Pertamina Dana Ventura sesuai dengan Perjanjian Penyertaan Modal Kerja Untuk Pengadaan Kompor dan Tabung Gas LPG Pertamina Nomor SP-052/PDVWIN/VIII/2007, Nomor KU.02.01/WI-A.DIR.0359/2007. Pinjaman Dana Modal Kerja sehubungan dengan kontrak pekerjaan pengadaan kompor dan tabung gas dari PT Pertamina (Persero) berdasarkan Surat PT Pertamina (Persero) Nomor 0154/F1Q500/2007-SO tanggal 25 Mei 2007 perihal penunjukan Pemasok Tabung LPG 3 Kg dan Surat Nomor 575/F10500/2007-SO tanggal 26 April 2007 perihal penunjukan pelaksanaan Pengadaan Kompor Gas Satu Tungku. Pada tanggal 4 Agustus 2008 pinjaman PT Pertamina Dana Ventura telah dilunasi.

23. HUTANG PAJAK Akun ini terdiri dari: 2008 Hutang Pajak : Pajak Penghasilan Pasal 23 Wapu PPH pasal 4 ayat 2 Pasal 29 Pajak Pertambahan Nilai Jumlah Beban Pajak Penghasilan 2008 Beban Pajak Kini Pendapatan (Beban) Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak Kini Rekonsiliasi antara laba komersial sebelum taksiran pajak penghasilan menurut laporan rugi laba dengan taksiran penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut: 2008 Laba sebelum taksiran pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian Dikurangi: Laba sebelum pajak penghasilan anak perusahaan PT Wika Beton PT Wika Realty PT Wika Intrade PT Catur Insan Pertiwi PT Wika Gedung PT Wika Gedung Laba Proyek Loan Laba sebelum pajak penghasilan PT Wijaya Karya (Persero) 256.414.877 2007 187.947.679 (72.726.644) (9.034.916) (81.761.560) 2007 (40.351.800) (3.973.255) (44.325.055) 2007

13.554.220 74.181.825 16.494.674 106.675.119

8.465.219 100.735 30.108.694 10.564.607 51.472.128

(73.432.693) (29.035.093) (7.680.797) (6.078.944) (93.001) 140.094.349

(31.421.350) (26.603.924) (16.220.439) 113.701.965

71

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 Koreksi Positif: Selisih penyusutan menurut akuntansi dan fiskal Beban penyisihan piutang ragu-ragu Kenikmatan, sumbangan & representasi Penyisihan Imbalan Pasca Kerja Beban pajak hasil pemeriksaan PPh badan tahun 2006 Beban atas pendapatan yang telah dikenakan PPh Final Koreksi Negatif: Selisih penyusutan menurut akuntansi dan fiskal Pendapatan bunga deposito & jasa giro Laba penjualan aktiva tetap atas tanah Penyisihan Imbalan Pasca Kerja Pendapatan yang telah dikenakan PPh Final 40.378.240 4.347.275 2.355.699 9.316.212 42.118.167 98.515.593 (565.592) 51.211.842 44.225.751 94.872.001 143.737.941 5.000 7.500 43.091.382 43 091 382 43.103.882 5.575.689 37.528.193 18.880.939 11.084.923 3.930.713 1.301.877 35.198.451 72.726.644 2007 1.455.650 19.009.974 3.903.499 24.369.123

9.417.195 21.415.878 12.364.866 43.197.939 94.873.150 5.000 7.500 28.431.945 28.444.445 13.183.862 15.260.583 14.107.594 7.757.308 3.226.315 25.091.217 40.351.800

Penghasilan Kena Pajak Taksiran pajak penghasilan Induk Perusahaan 50.000 10% x 50.000 15% x 30% x 143.637.941 143 637 941 tahun t h 2008 94.773.150 tahun 2007 Beban Pajak Kini Induk Perusahaan PPh Pajak Loan Beban Pajak Kini Anak Perusahaan PT Wika Beton PT Wika Realty PT Wika Intrade PT Catur Insan Pertiwi Pajak Kini Pendapatan (Beban) Pajak Tangguhan: Pengaruh Perbedaan Temporer Pada Tarif Pajak Maksimal (30%) Penyusutan dan amortisasi Komersial di atas Penyusutan Fiskal Employee Benefit Beban Penyisihan Piutang Aktiva (kewajiban) pajak tangguhan akhir tahun Aktiva (kewajiban) pajak tangguhan awal tahun Pendapatan (beban) pajak tangguhan Induk Perusahaan Pendapatan (beban) pajak tangguhan Anak Perusahaan • PT Wika Beton • PT Wika Realty • PT Wika Intrade • PT Catur Insan Pertiwi Pendapatan (beban) pajak tangguhan konsolidasian Aktiva dan (Kewajiban) Pajak Tangguhan

8.954.606 (8.954.606) (2.940.302) 2.548.794 465.638 (154.441) (9.034.917)

436.695 241.755 8.276.156 8.954.606 9.411.733 (457.127) (1.286.521) (171.852) (2.057.754) (3.973.254)

72

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 Aktiva Pajak Tangguhan PT Wijaya Karya (Persero) PT Wika Beton PT Wika Realty Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan Kewajiban Pajak Tangguhan PT Wika Intrade PT Wika Beton PT Catur Insan Pertiwi Jumlah Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan 3.666.528 3.666.528 2007 8.954.606 1.117.734 10.072.340

(3.003.170) (3.690.595) (691.146) (3.718.383)

(3.475.060) 6.597.280

Pada tahun 2008, Perusahaan telah menerima Surat Ketetapan Pajak, dengan rincian sebagai berikut: 1) SKPLB Pajak Penghasilan tahun pajak 2006 Nomor: 00098/406/06/051/08 tanggal 9 Desember 2008 sebesar Rp 25.858.969.756. Realisasi pengembalian kelebihan pembayaran Pajak Penghasilan sebesar Rp.25.858.969.756 lebih kecil dari yang diajukan perusahaan sebesar Rp.33.407.947.011.

Perusahaan juga menerima STP dan SKPKB, atas pajak-pajak yang masih terutang, yang pembayarannya diperhitungkan dengan SKPLB tersebut, dengan rincian sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) STP atas denda Pasal 14 (4) KUP, PPN masa pajak Januari s/d Nopember 2006, Nomor: 00091/107/06/051/08 tanggal 9 Desember 2008, sebesar Rp 587.543.814 SKPKB Pajak Penghasilan Pasal 21 masa pajak Januari-Desember 2006 tanggal 9 Desember 2008, sebesar Rp 111.706.428 SKPKB PPN masa pajak Januari s/d Nopember 2006, Nomor: 00091/107/06/051/08 tanggal 9 Desember 2008, sebesar Rp 192.575.348 SKPKB Pajak Penghasilan Pasal 4 (2) Final masa pajak Januari-Desember 2006 Nomor: 00040/240/06/051/08 tanggal 9 Desember 2008, sebesar Rp 174.185.768 SKPKB Pajak Penghasilan Pasal 26 masa pajak Januari-Desember 2006 Nomor: 0004/204/06/051/08 tanggal 9 Desember 2008, sebesar Rp 22.320.250 SKPKB Pajak Penghasilan Pasal 23 masa pajak Januari-Desember 2006 Nomor: 00052/203/06/051/08 tanggal 9 Desember 2008, sebesar Rp 591.468.924 STP PPh Pasal 25 tahun 2008, dengan rincian sebagai berikut: Nomor Surat Tagihan Pajak 00040/106/08/051/08 00036/106/08/051/08 00046/106/08/051/08 00042/106/08/051/08 00044/106/08/051/08 00037/106/08/051/08 00039/106/08/051/08 00045/106/08/051/08 Masa/Tahun Pajak Januari 2008 Februari 2008 Maret 2008 Apr-08 Mei 2008 Juni 2008 Juli 2008 Agustus 2008 Jumlah Jumlah 113.520.914 111.596.831 109.672.748 107.748.664 105.824.581 103.900.498 101.976.414 100.052.331 854.292.981

73

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 8) STP PPN, dengan rincian sebagai berikut: Nomor Surat Tagihan Pajak 02061/107/99/901/00 00433/107/03/429/03 00322/107/03/429/03 00321/107/03/429/03 01785/107/03/429/05 00874/101/05/429/06 00016/107/06/429/06 00144/107/07/429/07 Masa/Tahun Pajak 1999 Juni 2003 Peb 2003 Apr-03 Nop-03 2005 2006 2007 Jumlah Jumlah 25.000 50.000 50.000 50.000 100.000 600.000 550.000 550.000 1.975.000

9)

STP PPh Pasal 21 Nomor Surat Tagihan Pajak 00107/101/06/429/06 00108/101/05/331/05 01048/101/05/331/05 01047/101/05/331/05 04501/101/03/331/06 Masa/Tahun Pajak 2004 2005 2005 2005 2003 Jumlah Jumlah 50.000 50.000 50.000 50.000 100.000 300.000

Perusahaan menerima seluruh SKPLB, SKPKB dan STP yang diterbitkan tersebut. Pada tanggal 28 Juli 2007, PT Wijaya Karya (Persero) selaku perusahaan induk telah menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) atas Pajak Penghasilan Badan dan Pajak Pertambahan Nilai untuk tahun pajak 2005 (lihat Catatan 47) Pada tanggal 20 Juli 2008, Pemerintah RI telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 51 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha Jasa Konstruksi, yang berlaku sejak tanggal 1 Januari 2008. Sesuai Pasal 2 PP No. 51 Tahun 2008 Atas penghasilan dari usaha Jasa Konstruksi dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final. Pada tanggal 20 Nopember 2008 Menteri Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 187/PMK.03/2008 tanggal 20 Nopember 2008 tentang Tata Cara Pemotongan, Penyetoran, Pelaporan dan Penatausahaan Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha Jasa Konstruksi. Perusahaan telah menyesuaikan perhitungan kewajiban perpajakan sesuai dengan PP No. 51 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Keuangan No. 187/PMK.03/2008 tanggal 20 Nopember 2008 Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, penghasilan yang telah dikenakan PPh Final tidak lagi dilaporkan sebagai penghasilan kena pajak, semua beban sehubungan dengan penghasilan yang telah dikenakan PPh Final tidak boleh dikurangkan. Dilain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam perhitungan laba rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu tidak terdapat perbedaan temporer sehingga tidak diakui adanya aset atau kewajiban pajak tangguhan, dan terhadap saldo aktiva pajak tangguhan tahun 2007 telah dibebankan pada tahun 2008.

74

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Terhadap pemenuhan kewajiban perpajakan tahun pajak 2006 dan 2007, perusahaan telah menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) baik Masa maupun Tahunan PPh dan PPN dan menyetorkan pajak terhutangnya termasuk akan melakukan pembetulan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan dan SPT Masa PPN atas Kredit Pajak dan Pajak Masukan yang belum dilaporkan.

24. UANG MUKA DARI PELANGGAN Akun ini terdiri dari: 2008 PT Wika Beton PT Wika Realty PT Wika Intrade PT Wika Insan Pertiwi Jumlah 38.878.042 33.141.467 216.184 2.632.938 74.868.631 2007 3.179.587 13.906.536 76.000 17.162.123

25. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR Akun ini terdiri dari: 2008 Produksi Usaha Pengadaan Pengelolaan Biaya distribusi Pemeliharaan Lain-lain Jumlah 655.202.468 104.808.006 15.636.121 2.056.236 26.279.478 842.653 14.453.688 819.278.650 2007 440.534.818 95.555.530 3.173.455 2.705.648 16.627.721 648.836 10.068.405 569.314.413

Biaya produksi yang masih harus dibayar merupakan kewajiban yang belum ditagihkan oleh pihak ketiga maupun tenaga kerja proyek sehubungan dengan pengeluaran-pengeluaran untuk proyek-proyek di lapangan. Biaya usaha yang masih harus dibayar merupakan kewajiban yang belum ditagihkan oleh pihak ketiga sehubungan dengan aktivitas umum dan administrasi perusahaan.

26. PENDAPATAN YANG DITERIMA DIMUKA Akun ini terdiri dari: 2008 Sewa diterima dimuka PT Wika Beton PT Wika Intrade PT Wika Realty Jumlah 207.684 648.489.374 2.434.340 941.577 652.072.975 2007 161.857 257.429.910 4.761.030 262.352.797

75

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

27. HUTANG OBLIGASI - Bersih Rincian hutang obligasi bersih adalah sebagai berikut: 2008 Obligasi Amortisasi WIKA III 2003 Saldo awal hutang obligasi Pembelian kembali obligasi Pembayaran Obligasi Jatuh Tempo Jumlah Obligasi Amortisasi WIKA III 2003, berdasarkan jatuh tempo Hutang obligasi jatuh tempo lebih dari 1 tahun Dikurangi : Biaya Emisi Obligasi Akumulasi amortisasi Sub Jumlah Jumlah Hutang obligasi jatuh tempo kurang dari satu tahun 2007

133.875.000 (133.875.000) -

160.650.000 3.225.000 (30.000.000) 133.875.000

6.470.044 (6.470.044) -

133.875.000 6.470.044 (6.038.708) 431.336 133.443.664 133.443.664

Sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan No:22 tanggal 21 Februari 2003 sebagaimana telah diubah dengan Addendum I Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Amortisasi Wika Tahun 2003 No. 49 tanggal 24 Maret 2003, PT Wijaya Karya (Persero) telah menerbitkan Obligasi sebesar Rp.200.000.000.000 (rupiah penuh) dengan tingkat bunga tetap dan mengambang untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 11 April 2008. Tujuan penerbitan Obligasi 60% akan digunakan untuk modal kerja, meliputi Konstruksi dan proyek EPC (Engineering, Procurement, dan Construction) sebagai pengembangan usaha SBU (Strategic Business Unit) baru serta 40% akan digunakan untuk pembayaran Obligasi II PT Wijaya Karya Tahun 1996. Obligasi ini diterbitkan dengan pokok obligasi sebesar Rp.200.000.000.000 (rupiah penuh) dengan satuan jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dan diperdagangkan dari satu rekening Efek ke rekening Efek lainnya adalah senilai Rp.50.000.000 (rupiah penuh) dan kelipatannya. Pokok obligasi dari waktu ke waktu jumlah dan nilainya dapat berkurang sehubungan dengan pelaksanaan amortisasi dan buy back. Satuan pemindahbukuan dan kelipatannya dari waktu ke waktu jumlah dan nilainya dapat berkurang sehubungan dengan pelaksanaan amortisasi. Tingkat bunga obligasi untuk obligasi seri A adalah bunga tetap sebesar 15,875% (lima belas koma delapan ratus tujuh puluh lima persen) per tahun yang berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Untuk obligasi seri B tingkat bunga sebesar 16% (enam belas persen) per tahun untuk tahun I dan tingkat bunga mengambang untuk Tahun II sampai dengan tahun V yang dihitung berdasarkan tingkat bunga terakhir Sertifikat Bank Indonesia atau instrumen penggantinya berjangka waktu 3 (tiga) bulan sebelum penentuan tingkat bunga mengambang, ditambah premi sebesar 2,75% (dua koma tujuh puluh lima persen) per tahun, dengan batas atas (tingkat bunga maksimal) sebesar 18% (delapan belas persen) per tahun dan batas bawah (tingkat bunga minimal) sebesar 15% (lima belas persen) per tahun. Pada tahun 2005 perusahaan membeli kembali obligasi yang beredar sebesar Rp.21.500.000 melalui sekuritas sebagai berikut:

76

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Nominal PT Mitra Investdana Sekurindo PT Samuel Sekuritas Indonesia Jumlah 10.000.000 11.500.000 21.500.000 Harga beli 9.500.000 10.875.000 20.375.000 Laba (Rugi) 500.000 625.000 1.125.000

Pada tanggal 30 April 2007 berdasarkan PT Pemeringkat Efek Indonesia, hasil rating obligasi tersebut untuk periode 16 April 2007 - Maret 2008 adalah idA- (A minus). Pada Bulan April 2008 perusahaan telah melunasi seluruh Obligasi tersebut. 28. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA KERJA Perusahaan telah menghitung kewajiban sehubungan dengan undang-undang Ketenagakerjaan No.13/2003. Penilaian aktuaria atas imbalan pasca kerja pensiun tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, dilakukan oleh perusahaan konsultan aktuaria PT Dian Artha Tama, dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Asumsi-asumsi yang digunakan dalam perhitungan di atas adalah sebagai berikut: 2007 2008 Mortalitas CSO - 1980 Tingkat Cacat/tahun 0,01% 0,01% Tingkat Pengunduran Diri/tahun 1% Umur 18 - 44 1% 0,05% Umur 45 - 54 0,05% 10% Tingkat Kenaikan Gaji/tahun 7% 12% Bunga Teknis/tahun 10,50% Projected Unit Credit Metode a. Beban Imbalan Pasca Kerja 2008 Induk Perusahaan Biaya jasa kini - staff (organik) Biaya jasa kini - non staff (terampil) Biaya jasa kini Perusahaan Biaya Bunga Aktiva Aktuaria Koreksi Aktuaria Sub jumlah Anak Perusahaan PT Wika Beton PT Wika Realty PT Wika Intrade PT Catur Insan Pertiwi Sub jumlah Jumlah 1.362.392 246.450 1.608.842 2.157.288 (1.567.281) 156.850 2.355.699 2007 919.133 221.662 1.140.795 986.205 (7.081) (194.470) 1.925.448

1.834.225 576.693 549.488 2.303.819 5.264.225 7.619.924

2.064.232 456.696 470.390 2.991.319 4.916.767

77

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) b. Jumlah kewajiban yang diakui di Neraca 2008 Induk Perusahaan Nilai sekarang kewajiban imbalan pasca kerja Nilai wajar aktiva kewajiban imbalan pasca kerja Status Pendanaan Koreksi aktuaria yang belum diakui Sub jumlah 24.554.499 (9.890.331) 14.664.168 (11.702.727) 2.961.441 2008 Anak Perusahaan PT Wika Beton PT Wika Realty PT Wika Intrade PT Catur Insan Pertiwi Sub jumlah Jumlah c. Perubahan Kewajiban yang dicatat di Neraca 2008 Induk Perusahaan Kewajiban Imbalan paca kerja awal tahun Pembayaran Imbalan Pasca Kerja Pendapatan (beban) Imbalan Pasca Kerja Kontribusi Sub jumlah Anak Perusahaan PT Wika Beton PT Wika Realty PT Wika Intrade PT Catur Insan Pertiwi Sub jumlah Jumlah 2007 1.827.505 481.422 463.727 2.303.819 5.076.473 8.037.914 2007 17.977.396 (13.060.679) 4.916.717 (4.110.867) 805.850 2007 128.638 128.638 934.489

805.850 (200.107) 2.355.698 2.961.441 1.827.505 481.422 463.727 2.303.819 5.076.473 8.037.914

13.170.716 (1.236.717) 1.925.448 (13.053.598) 805.850 128.638 128.638 934.488

Pada bulan Desember 2007, Perusahaan mengadakan kerjasama dengan PT AIA Indonesia untuk pengelolaan Dana Imbalan Pasca Kerja, dengan menyetorkan dana sebesar Rp 30.671.973.624. Pada tanggal 16 Oktober 2008, sesuai surat No. PU.01.09/A.DIR.0946/2008 yang ditujukan ke Asuransi PT AIA Indonesia Perusahaan telah menutup Polis Asuransi Jiwa CAREPACK PRO terhitung tanggal 16 Oktober 2008 No Polis 62158-00 yang dikeluarkan tgl 2 Januari 2008 dan selanjutnya memerintahkan saldo Dana ke Bank Mandiri atas nama Koperasi Karyawan PT Wijaya Karya. Pada tanggal 28 Oktober 2008, PT AIA Indonesia mentransfer saldo dana senilai Rp 26.512.512.052 ke Bank Mandiri a.n Koperasi Wika, dan pada tanggal 17 Nopember 2008, sesuai surat No. PU.01.09/A.DIR.1029/2008 yang ditujukan ke PT AIA Indonesia Perusahaan meminta dana kekurangan atas saldo polis sebesar Rp 4.159.461.572.

78

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Sesuai dengan Perjanjian Kerjasama antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. No. TP.01.01/A.DIR.0187A/2008 dengan Koperasi Karyawan PT Wijaya Karya 005/SPK/KOKAR-WIKA/2008, dengan syarat-syarat dan ketentuan pokok sebagai berikut: Para pihak sepakat dengan maksud dan tujuan Perjanjian Kerjasama ini untuk melakukan kerjasama yg saling menguntungkan dan saling mendukung pengelolaan dana pesangon WIKA dengan tingkat keamanan yang tinggi dan return yang baik Jangka waktu berlaku selama 1 tahun terhitung sejak 23 Oktober 2008 Penempatan dana pesangon dilakukan berdasarkan arahan investasi dari Wika KOKAR dapat menempatkan dana pesangon di Koperasi Karya Mitra Satya (KKMS) utnuk jangka waktu tertentu berdasarkan permintaan dari Serikat Pekerja WIKA dan Anak Perusahaan WIKA serta mendapat persetujuan WIKA Besar Dana Pesangon Wika yang dikelola adalah Rp 26.512.512.050 Para pihak sepakat bahwa pengembangan dana pesangon tersbut dilakukan dengan tingkat pengembangan sebesar 10% per tahun sebelum pajak Besaran pengembangan dapat dilakukan peninjauan setiap 3 bulan.

-

-

29. UANG MUKA PROYEK JANGKA PANJANG Akun ini terdiri dari: 2008 Rupiah Dollar Amerika Serikat Jumlah Rincian uang muka berdasarkan unit kerja adalah sebagai berikut : Departemen Sipil Umum Departemen Bangunan Gedung Departemen Utilitas Divisi Peralatan Konstruksi Departemen EPC Departemen Wilayah dan Luar Negeri Jumlah 147.177.318 168.844.550 128.589.212 98.765.537 121.880.895 665.257.512 262.049.256 26.732.934 36.340 78.797.524 36.670.033 544.013.001 665.257.512 665.257.512 2007 500.167.862 43.845.139 544.013.001

79

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Rincian uang muka berdasarkan proyek adalah sebagai berikut : 2008 Pembangunan Jalan Tol Surabaya - Mojokerto Jawa Timur Proyek Sorek Meranti Sumatera Barat Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah Riau Pembangunan Double Track Jogja-Kroya Pembangunan Balantang Port Pembangunan PLTU Labuhan Angin Sumut Pabrikasi Tower Meterindo Jakarta Pembangunan Mall Lucky Square Bandung Pembangunan Bendung Bendali III Pembangunan Revetment Pantai Amal Tarakan Kalimantan Renovasi RS Sahid Jakarta Pembangunan Saluran Air Panti Rao Sumbar Pabrikasi Methanol Brunei Jakarta Pabrikasi Konstruksi Baja Teluk Naga Jakarta Pikitring Pembangunan PLTU Pelabuhan Ratu Jawa Barat Pembangunan Alfamart Cikarang Jawa Barat Proyek Pro ek Pipanisasi Pertamina Balongan Ja a Barat Jawa Pembangunan Perumahan Calang Aceh (CRC 11) Pembangunan Apartemen Belleza ME Jakarta Menara Nusa Finishing Pembangunan Masjid Polres Jakarta Utara Pembangunan PCC Grinding Indocement Palimanan Pembangunan Indocement Hambalang Pemb.Pabrik Kelapa Sawit Lebak Banten Malimping Jabar Pemb. Apartement Adhiwangsa Surabaya Pemb. Mall Paragon Solo Pembangunan Apartemen Servino Jakarta Pembangunan Apartemen Trilium Pembangunan Hotel Meritus Surabaya Pembangunan Gedung Astra Jakarta Pemb. Mall Paragon Semarang Pemb. BSD Entertainment Centre Pemb. Apartemen MT Haryono Square Jakarta Pemb. RSIA YPK Mandiri Jakarta Rehabilitasi Bandara Polonia Medan Rehabilitasi Bandara Adi Sumarmo East Mottorway Aljazair Production of Concrete Pipe Algeria Pemb. PLTU Jetty Labuan Pemb. PLTU Labuan Banten Pemb. PLTU Sulawesi Utara Pemb. RFO II Gresik Pemb. Cement Mill Palimanan Pemb. GPPP Switchyards 60.000.000 968.713 876.893 240.309 1.549.531 347.761 3.426.037 1.300.779 708.265 1.050.193 906.342 883.247 24.041.204 645.653 9.037.572 9 037 572 4.579.136 35.370 190 71.418 8.031.689 828.240 5.940.848 38.773.139 6.126.727 16.477.273 6.434.084 6.492.906 18.365.333 20.559.926 2.408.108 7.373.645 2.085.602 4.477.273 35.977.574 77.305.646 25.054.149 17.398.576 15.024.707 39.017.302 17.813.342 10.200.000 906.307 493.741.005 2007 40.000.000 12.106.960 7.699.176 3.912.332 5.793.448 4.614.636 3.673.605

7.226.909 108.438.348 87.516.751 43.963.970 324.946.135

80

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pemb. PLTU Kalimantan Selatan Pemb. Gardu Induk Muara Karang Jakarta Pemb. PKS PT Buana Karya (Kalsel) Proyek Pengendali Banjir Kanal Timur Proyek Perumahan Calang NAD Pemb. Mall Balikpapan Kalimantan Proyek Amplas FO Sumatera Utara Proyek Normalisasi Kali Cisadane Hilir Proyek Perumahan Kahju NAD Pabrikasi Tower Matrindo Proyek Dermaga Sampit Kalimantan Proyek Kelinjau Proyek Jalan BSD City Tangerang Proyek Ware House Soho Jakarta PLTU Indramayu Jawa barat Proyek Biodiesel Pabrik Ciliandra Group Proyek NPK Gresik Jawa Timur Pabrikasi Steel Trust Lambesso Dermaga Calang Proyek Berau Proyek Jl Layang OLC KPC Proyek Jalan Alam Sutera Tangerang Proyek Collection Road Wahau Proyek TPO3 Jakarta Tower Excelcomindo Proyek Rumah Lamno NAD Lain-lain Dibawah Rp.1.000.000 Jumlah

2008 493.741.005 16.483.562 48.149.657 167.536 11.054.051 423.822 5.900.278 26.303.636 1.584.421 3.484.689 2.414.400 9.003.175 14.941.965 12.047.271 3.143.173 1.179.113 15.200.000 35.757 665.257.512

2007 324.946.135 73.004.076 31.948.174 25.318.995 12.115.409 11.915.717 10.160.125 7.600.929 7.517.228 6.883.636 4.840.360 3.148.916 2.951.149 2.533.390 2.331.295 2.273.700 2.159.969 2.080.998 1.529.924 1.843.420 1.134.307 5.775.150 544.013.001

Konsekuensi apabila pekerjaan konstruksi tidak dapat diselesaikan secara tepat waktu adalah denda keterlambatan (yang umumnya sebesar 0,1% dari nilai kontrak awal per hari keterlambatan) sampai maksimal 5% dari nilai kontrak awal.

30 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG 2008 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dikurangi : Bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun Bagian jangka panjang 30.000.000 23.574.000 6.426.000 2008 -

PT Wika Intrade memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., sesuai Akte Perjanjian Kredit antara PT WIKA Intrade dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk No.: CBG.ONE/SPPK.RD2.087/2008 tanggal 16 Juli 2008, dengan jangka waktu sejak penandatanganan Perjanjian Kredit sampai dengan 23 Maret 2010, tingkat suku bunga 11% p.a., Angsuran pokok dilakukan setiap tanggal 23 pada setiap triwulan. jaminan Cross default dan cross collateral dengan fasilitas Kredit Modal Kerja (lihat Catatan 20).

81

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31. HAK MINORITAS Akun ini merupakan kewajiban pada pemegang saham minoritas atas kekayaan pada anak perusahaan, yang diperhitungkan berdasarkan persentase modal yang disetor. Sehubungan dengan dilaksanakannya Program MESOP (Management Employee Stock Option Program) yaitu opsi kepemilikan saham Wika Induk di Perusahaan Anak oleh Manajemen dan Pegawai Wika, maka persentase hak minoritas mengalami kenaikan sebesar rata-rata 21,6%. Rincian hak minoritas pada Perusahaan anak: 2008 PT WIKA Beton PT WIKA Intrade PT WIKA Realty PT Catur Insan Pertiwi PT Wika Building Jumlah 38.494.682 23.779.376 14.827.339 5.154.808 500.000 82.756.205 2007 30.083.463 23.052.552 11.811.375 64.947.389

32. MODAL SAHAM Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2008 berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Datindo Entrikom, biro admnistrasi efek, sesuai surat No. DE/I/09-0055 tanggal 8 Januari 2009, adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Saham Preferen (Seri A Dwiwarna) Pemerintah Republik Indonesia Saham Biaya (Seri B) Pemerintah Republik Indonesia Komisaris: Ir. Agoes Widjanarko. MIP (Komisaris Utama) Pontas Tambunan, SH. MM. (Komisaris) Soepomo, SH, SP.N, L.LM (Komisaris) Direksi R. Ganda Kusuma (Direktur Keuangan) Budi Harto (Direktur Operasi I) Slamet Maryono (Direktur Operasi II) Tonny Warsono (Direktur SDM dan Pengembangan) Karyawan Masyarakat Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Nilai Nominal Rupiah Penuh 1 100 %

0,00%

3.999.999.999 1.013.500 1.865.000 912.000 793.000 904.000 4.742.000 4.742.000 183.769.500 1.647.413.000 5.846.154.000

399.999.999.900 101.350.000 186.500.000 91.200.000 79.300.000 90.400.000 474.200.000 474.200.000 18.376.950.000 164.741.300.000 584.615.400.000

68,42% 0,02% 0,03% 0,02% 0,01% 0,02% 0,08% 0,08% 3,14% 28,18% 100%

82

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2007 berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Datindo Entrikom, biro admnistrasi efek, sesuai surat No. DE/I/08-0035 tanggal 8 Januari 2008, adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Saham Preferen (Seri A Dwiwarna) Pemerintah Republik Indonesia Saham Biaya (Seri B) Pemerintah Republik Indonesia Komisaris: Ir. Agoes Widjanarko. MIP (Komisaris Utama) Pontas Tambunan, SH. MM. (Komisaris) Soepomo, SH, SP.N, L.LM (Komisaris) Direksi Ir. Aloysius Sutjipto, MM, MT Ir. Slamet Maryono (Direktur Keuangan) Ir. Sutedjo Wirokusumo, MM (Direktur Operasi I) Ir. Djokomulyono, MM (Direktur Operasi II) Ir. Tonny Warsono (Direktur SDM & Pengembangan) Karyawan Masyarakat Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Nilai Nominal Rupiah Penuh 1 100 %

0,00%

3.999.999.999 1.013.500 1.865.000 912.000 5.269.000 4.742.000 4.742.000 4.742.000 4.742.000 183.769.500 183 769 500 1.634.357.000 5.846.154.000

399.999.999.900 101.350.000 186.500.000 91.200.000 526.900.000 474.200.000 474.200.000 474.200.000 474.200.000 18.376.950.000 18 376 950 000 163.435.700.000 584.615.400.000

68,42% 0,02% 0,03% 0,02% 0,09% 0,08% 0,08% 0,08% 0,08% 3,14% 3 14% 27,96% 100%

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 7 Januari 1998 telah disetujui peningkatan modal dasar Perusahaan menjadi Rp.260.000.000.000 (rupiah penuh) yang terdiri dari 260.000 saham dengan nilai Rp.1.000.000 (rupiah penuh) per saham serta peningkatan modal disetor dan modal ditempatkan menjadi Rp.68.000.000.000 (rupiah penuh). Peningkatan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal yang disetor tersebut telah dikukuhkan dengan akta Nomor 55 tanggal 18 Maret 1998 oleh notaris Imas Fatimah, S.H. dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Nomor: C2-19202 HT.01.04.Th.98 tanggal 12 Oktober 1998. Berdasarkan akta perubahan anggaran dasar Nomor 6 tanggal 1 Juni 2001 oleh Nila Noordjasmani Soeyasa Besar, S.H. notaris pengganti dari Imas Fatimah, S.H. yang telah disetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan dari Rp.68.000.000.000 (rupiah penuh) yang terbagi atas 68.000 saham menjadi Rp.69.523.000.000 (rupiah penuh) terbagi atas 69.523 saham. Penambahan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp.1.523.000.000 (rupiah penuh) berasal dari tambahan penyertaan modal Pemerintah Nomor 85 Tahun 2000 tanggal 28 September 2000. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 14 Juni 2007 telah disetujui dan disahkan perubahan nilai nominal saham Perusahaan dari Rp.1.000.000 (rupiah penuh) setiap saham menjadi Rp. 100 (rupiah penuh) setiap saham, Peningkatan Modal Dasar Perusahaan dari Rp. 260.000.000.000 (rupiah penuh) menjadi Rp. 1.600.000.000.000 (rupiah penuh). Peningkatan Modal Ditempatkan dan Disetor dalam Perusahaan yang dilakukan oleh Negara Republik Indonesia, yaitu dari Rp. 69.523.000.000 (rupiah penuh) yang terbagi atas 69.523 (rupiah penuh) saham menjadi sebesar Rp. 400.000.000.000 (rupiah penuh) yang terbagi atas 4.000.000.000 saham, terdiri dari saham seri A Dwiwarna 1 saham dan saham seri B 3.999.999.999 saham. Peningkatan Modal ditempatkan dan disetor dalam perseroan sebesar Rp. 330.477.000.000 ( rupiah penuh) berasal dari :

83

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

i. ii iii iv

Kapitalisasi selisih (keuntungan) penilaian Kembali Aktiva Tetap sebesar Rp 87.635.040.495 (rupiah penuh); Kapitalisasi selisih positif ekuitas anak perusahaan sebesar Rp 19.246.853.100 (rupiah penuh); Kapitalisasi saldo laba perseroan sampai dengan 31 Desember 2006 sebesar Rp 223.594.543.514 (rupiah penuh); Tambahan modal disetor sebesar Rp 562.891 (rupiah penuh) sebagai akibat selisih kekayaan sisa hasil likuidasi PT Kertas Gowa;

Perusahaan melakukan penilaian kembali atas aktiva tetapnya yang telah disetujui Menteri Negara Pendayagunaan BUMN dengan surat No. S-315/M-PBUMN/2000 tanggal 28 Juni 2000 dan berdasarkan ketentuan Menteri Keuangan No. 384/KMK.04/98 tanggal 14 Agustus 1998. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 14 Juni 2007, kapitalisasi selisih (keuntungan) penilaian Kembali Aktiva Tetap sebesar Rp 87.635.040.495 (rupiah penuh), dikapitalisasi sebagai setoran modal. Pada tahun 2004 PT Wika Beton telah mengalami perubahan komposisi modal dimana modal disetor meningkat dari Rp.44.500.000.000 (rupiah penuh). menjadi Rp.80.000.000.000 (rupiah penuh) yang berasal dari kapitalisasi laba ditahan dan revaluasi aktiva tetap. Perubahan ekuitas anak perusahaan tersebut mengakibatkan nilai investasi bersih perusahaan meningkat sebesar Rp.19.246.853.100 (rupiah penuh). Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 14 Juni 2007, kapitalisasi selisih positif ekuitas anak perusahaan sebesar Rp 19.246.853.100 (rupiah penuh), dikapitalisasi sebagai setoran modal. Lihat catatan 31.

33. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI Berdasarkan Undang - Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Pasal 37 dan 38 ("UU No. 40 Tahun 2007) dan Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor : KEP-401/BL/2008 Peraturan XI.B.3 : Pembelian Kembali Saham Emiten atau Perusahaan Publik Dalam Kondisi Pasar yang berpotensi Kritis, Perusahaan memutuskan untuk melaksanakan Program Pembelian Kembali Saham (Buyback). Periode Perolehan Kembali Saham dijadwalkan tanggal 13 Oktober 2008 sampai dengan 13 Januari 2009 dengan rencana Perolehan Kembali Saham total sebanyak 143.279.000 lembar saham. Realisasi Perolehan Kembali Saham sampai dengan periode 31 Desember 2008 adalah sebanyak 127.448.000 lembar saham dengan harga perolehan keseluruhan sebesar Rp 24.206.606. Saham-saham yang diperoleh kembali tersebut dicatat dengan menggunakan metode nilai nominal (par value method) dan disajikan sebagai pengurang akun-akun sebagai berikut : Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Tambahan Modal Disetor - Agio Saham Jumlah 12.744.800 11.461.806 24.206.606

84

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

34. TAMBAHAN MODAL DISETOR Akun ini terdiri dari: 2008 Selisih kekayaan sisa hasil likuidasi PT Kertas Gowa Kapitalisasi ke Modal Disetor Selisih nilai nominal saham dengan penerimaan hasil penawaran umum saham Alokasi beban MSOP Biaya emisi saham Biaya perolehan kembali saham beredar Jumlah Lihat catatan 31. 563 (563) 590.769.280 2.368.209 (15.797.710) (11.461.806) 565.877.973 2007 563 (563) 590.769.280 2.368.209 (15.797.710) 577.339.779

35. PEMBAGIAN LABA Pembagian Laba induk dan anak perusahaan dan Penggunaan Saldo Laba berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) telah diputuskan pembagian laba dan penggunaan saldo laba sebagai berikut: 2008 2007 Dividen Tantiem Direksi / Komisaris Program Kemitraan Bina Lingkungan Cadangan bertujuan Cadangan lainnya Jumlah 34.907.865 2.327.191 1.163.595 11.635.955 79.104.301 129.138.907 311.510 376.000 751.000 92.458.922 93.897.432

36. LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM DASAR Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan. 2008 2007 Laba (rugi) bersih untuk perhitungan laba (rugi) 156.034.395 129.138.907 per saham dasar Jumlah rata-rata tertimbang saham untuk tujuan perhitungan laba (rugi) bersih per saham dasar Laba bersih per saham dasar (rupiah penuh)

5.832.447.019 26,75

2.864.116.016 45,09

85

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

37. PENJUALAN BERSIH 2008 Jasa Konstruksi Produk Beton Produk Realty Manufaktur dan perdagangan Mekanikal Elektrikal Dikurangi potongan penjualan Sub jumlah Eliminasi Jumlah 4.311.332.558 1.021.729.529 352.862.085 941.228.509 62.653.025 6.689.805.706 (3.127.704) 6.686.678.002 (127.600.722) 6.559.077.280 2007 2.784.896.409 851.269.168 291.912.301 515.441.893 4.443.519.771 (1.742.530) 4.441.777.241 (157.196.018) 4.284.581.223

Sebesar Rp 1.275.364 juta atau 30% dan Rp 1.289.957 juta atau 42% dari pendapatan usaha bersih konstruksi merupakan pendapatan dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa, masing-masing untuk tahun 2008 dan 2007. Tidak ada kontrak dengan nilai bersih melebihi 10% dari penjualan bersih. 38. BEBAN POKOK PENJUALAN 2008 Jasa Konstruksi Produk Beton Realty Manufaktur dan Perdagangan Mekanikal Elektrikal Sub jumlah Eliminasi Jumlah 4.071.600.236 921.676.036 300.653.221 889.151.560 51.385.998 6.234.467.051 (121.420.317) 6.113.046.734 2007 2.556.883.995 777.618.945 249.761.636 490.653.674 4.074.918.250 (149.294.042) 3.925.624.207

39. LABA (RUGI) PROYEK KERJASAMA OPERASI Laba proyek kerjasama (Joint Operation) merupakan laba atas proyek-proyek yang dilaksanakan dengan pola kerjasama (Joint Operation). Proyek-proyek yang dikerjakan dengan pola kerjasama (Joint Operation) meliputi proyek-proyek Sipil Umum berupa, jembatan dan bendungan serta proyek Mekanikal berupa Untuk tahun 2008 dan 2007, proyek kerjasama tersebut berasal dari proyek-proyek sebagai berikut:

86

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2008 JO Proyek Cikapayang JO Proyek Suramadu Causeway sisi Surabaya JO Proyek Amandit JO Proyek Sendimen Bawakaraeng JO Proyek Suromadu BT Tengah JO Proyek Ulee-Lheu JO Proyek Jalan Tanjung Api-api JO Proyek Cut Nyak Dien JO Proyek Jl. 46 Tapaktuan Aceh Selatan JO Proyek Jembatan Lintas Barat JO Mamak Kakian JO Proyek Sabodam Bawakaraeng JO Proyek Sarmi JO Proyek Sungai Ular JO Proyek TPPi JO Proyek Lainnya dibawah Rp.1.000.000 Jumlah 6.902.425 (6.165.438) (13.384.970) (2.587.910) 3.422.611 1.067.538 2.795.209 2.272.131 2.406.738 (1.869.029) 2.041.670 (3.099.025) 2007 5.053.065 9.010.790 1.225.262 1.469.861 1.319.353 (2.093.201) 1.364.244 17.349.374

40. 40 BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 2008 Personalia Fasilitas Kantor Penelitian dan Pengembangan Informatika Keuangan Jumlah 112.264.963 27.185.065 7.045.225 3.886.299 2.029.931 152.411.483 2007 92.490.543 19.109.890 7.331.120 3.931.000 1.883.071 124.745.623

41. PERJANJIAN KERJASAMA Perusahaan melakukan perjanjian kerja sama dengan berbagai pihak sebagaimana tersebut pada masingmasing perjanjian, berupa penyerahan dana kepada Pengelola sesuai kewajiban yang tertuang dalam perjanjian kerja sama menurut porsi yang ditetapkan. Pengelola proyek dibentuk dengan anggota yang berasal dari masing-masing pihak yang melakukan perjanjian kerja sama. Pengelola proyek ini melaksanakan kegiatan pembangunan proyek yang berasal dari Pemberi Kerja (Owner) dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan tersebut termasuk laporan pertanggungjawaban keuangan dan proyek kepada masing-masing pihak yang melakukan perjanjian kerja sama.

87

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Perjanjian kerjasama antara lain, sebagai berikut:
Porsi No. 1 Nama Project / Nama Kerja sama Pasteur-Cikapayang-Surapati Elevated Road & Bridge Project PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Waskita Karya 2 Sumatera East Coast Highway Proyek-CA.01 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Hutama Karya 3 Pekerjaan Jembatan Ogan-Tanjung Raja PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT LKD 4 Sub Proyek Batang Tongar Irigation PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Adhikarya (Persero) Tbk 5 Proyek Jembatan Suromadu Sisi Surabaya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Hutama Karya - PT Agra Budhi 6 Tuban, Aromatic PT Wijaya Karya (Persero) Tbk -PT Adhikarya (Persero) Tbk 7 Proyek Bendung Jati Gede PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Waskita - HK - PP Proyek Eastern Indonesia Region (Karajae) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Nindya Karya Proyek TPPI Tuban Aromatic TPPI.1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT IKPT -PT Adhikarya 50% : 50% Selesai 33.3%:33.3%:33.3.% Selesai 75% : 25% 55% : 45% Selesai Berjalan 51% : 49% Selesai 50% : 50% Selesai Bagi Hasil (%) Status

25%:25%:25%:25% 49% : 51%

Berjalan Selesai

8

9

35% : 30% : 35%

Selesai

10 Proyek TPPI Tuban Aromatic TPPI.2 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT IKPT -PT Adhikarya 11 Wika PP Sacna JO Panti Rao PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT PP - PT Sacna 12 Wika Mirai, Proyek Amandit PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Nindya Karya 13 Wika Sacna, Proyek Bendung Mamak PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Sacna

35% : 30% : 35%

Selesai

15% : 42% : 43%

Berjalan

51% : 49%

Berjalan

98% : 2%

Berjalan

88

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Porsi No. 14 Proyek Kanjiro PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Nindya Karya 15 Proyek Bawakaraeng PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT BK 16 Proyek Cut Nyak Dien PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT PELITA 17 Proyek Suramadu Causeway PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Agrabudi - PT Hutama Karya 18 Proyek Sungai Ular PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Adhi Karya Tbk 19 Proyek Suromadu Bentang Tengah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Hutama Karya - PT Waskita Karya - PT Adhi Karya Tbk 20 Proyek Tanjung Api-api PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT CIA 21 Proyek Cokroyasan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Pembangunan Perumahan 22 Proyek Ulee Lheu NAD PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Pelita 23 Proyek Berau PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Karka 24 Proyek Sabo PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Hazama 25 Proyek Sungai Kayang Bulungan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Himpun Karya 26 Proyek Jln. Nintombong - Sarmi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Bumi Intan Perkasa 60% - 40% Berjalan 55% - 45% Berjalan 35% : 65% Berjalan 51% : 49% Berjalan 60% : 40% Selesai 50% : 50% Selesai 25%:25%:25%:25% Berjalan 32.75% : 67.25% Berjalan 33.3% : 33.3% : 33.3.% Berjalan 60% : 40% Selesai 75% : 25% Selesai 51% : 49% Selesai Nama Project / Nama Kerja sama Bagi Hasil (%) Status

20% : 80%

Selesai

89

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Porsi No. Nama Project / Nama Kerja sama Bagi Hasil (%) Status

27 Proyek Bendungan Sabo - Bawakaraeng PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Hazama 28 Proyek Pati - Rembang PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Adhikarya- DGI 29 Proyek Liang Anggang Pelairi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Raden Panji Suprapto 30 Proyek Pangkalan Bun PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Jaya Konstruksi 31 Proyek Cikro Girder PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Nindya Karya 32 Proyek Jembatan Lintas Barat Sulsel PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Brantas - Mahir 33 Proyek Bosem Morokembangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - Adhikarya 34 Proyek Fly Over Cengkareng PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PP 35 Proyek Jalan Merve Surabaya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PP - Kartikabhakti 33%-34%-33% Berjalan 49%-51% Berjalan 49%-51% Berjalan 42.5%-32.5%-25% Berjalan 55% - 45% Berjalan 60% - 40% Berjalan 60% - 40% Berjalan 33%-40%-27% Berjalan 35% - 65% Berjalan

42. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Pada tahun 2008 dan 2007 Perusahaan dan Anak Perusahaan mempunyai aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing sebagai berikut : 2008 2007 Mata Uang Ekuivalen Mata Uang Ekuivalen Asing Rupiah Asing Rupiah AKTIVA Kas dan Setara Kas 11.691.888 110.125.889 11.662,63 127.705.778 US Dollar 468.082 38.884 156.431,68 18.962.648 Yen Jepang Euro Eropa 567,98 8.765.144 575.489 7.918.731 Dinar 50.160,07 7.837.009 SGD 1,97 14.994

90

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2008 Mata Uang Asing Piutang Usaha US Dollar Euro Yen Jepang Piutang Retensi US Dollar Yen Jepang Jumlah Aktiva Valas US Dollar Yen Jepang Euro Eropa Dinar SGD KEWAJIBAN Hutang Usaha US Dollar Sin Dollar Jumlah Kewajiban Valas US Dollar Sin Dollar Yen Jepang Aktiva (Kewajiban) Valas Bersih US Dollar Yen Jepang Euro Eropa Dinar SGD 4.390,89 85,78 162.507,11 Ekuivalen Rupiah 48.080.256 1.323.789 19.699.111 Mata Uang Asing 4.922.763

2007 Ekuivalen Rupiah 46.367.503

1.112,25 51.660,96

12.179.187 6.262.342

2.104.341 111.754.053

19.820.788 9.283.409

17.165,77 370.599,75 653,77 50.160,07 1,97

187.965.222 44.924.101 10.088.933 7.837.009 14.994

18.718.991 112.222.135 575.489

176.314.180 9.322.293 7.918.731

8.056.731 332.187 8.056.731 332.187

60.061.063 2.527.277 60.061.063 2.527.277 -

(8.039.565) 38.413 50.160,07 1,97

127.904.159 42.396.825 7.837.009,00 14.994,00

71.821.005 112.222.135 575.489

676.482.042 9.322.293 7.918.731

91

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

43. INFORMASI SEGMEN USAHA a. Informasi mengenai segmen industri Perseroan dan anak perusahaan sebagai berikut:
Konstruksi 4.311.333 (4.185.143) (3.099) 123.091 Industri Real Estate Perdagangan 1.021.730 350.157 940.806 (944.064) (312.814) (897.042) 77.665 37.343 43.764 Mekanikal 62.653 (56.585) 6.068 Eliminasi (127.601) 127.601 Konsolidasi 6.559.077 (6.268.048) (3.099) 287.930

Pendapatan Bersih Beban Kontrak & Usaha Laba (Rugi) Proyek KSO Total Laba Usaha Pendapatan (Beban) Lain-lain Laba Sebelum Pajak Pajak Kini Pajak Tangguhan Laba Sebelum Hak Minoritas Hak Minoritas anak Perusahaan Laba Bersih

79.519 202.610 (37.528) (8.955) 156.127

(4.232) 73.433 (18.881) (2.940) 51.611 (11.148)

(8.308) 29.035 (11.085) 2.549 20.499 (4.428) 16.071 Real Estate

(32.618) 11.146 (3.931) 466 7.681 (1.659) 6.022 Perdagangan

11 6.079 (1.302) (154) 4.623 (1.383) 3.240 Mekanikal

(65.888)

(31.515) 322.303 (72.727) (9.035) 240.541 (18.619) 221.922

156.127 Konstruksi

40.463 Industri

Eliminasi

Konsolidasi

Informasi Lainnya Aktiva Segmen Investasi pada Perusahaan Asosiasi Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen 3.665.049 321.720 3.986.769 2.602.128 1.370.998 1.176.376 421.880 318.122 650.195 606.502 34.603 17.374 (415.239) 1.370.998 421.880 650.195 34.603 (391.010) (302.012) 5.751.715 19.709 5.771.424 4.305.263

2007 Konstruksi Industri Real Estate Perdagangan Eliminasi Konsolidasi

Pendapatan Bersih Beban Kontrak & Usaha Laba (Rugi) Proyek KSO Total Laba Usaha Pendapatan (Beban) Lain-lain Laba Sebelum Pajak

2.784.896.409 2.664.027.550 17.349.374 138.218.233

851.269.168 797.241.229 54.027.939

291.912.301 260.764.791 31.147.509

513.699.363 496.481.073 17.218.290

157.196.018 157.196.018

4.284.581.223 4.061.318.626 17.349.374 240.611.971

(24.516.268) 113.701.965

(2.585.402) 51.442.536

(4.543.585) 26.603.924

396.841 17.615.131

21.415.878

(52.664.291) 187.947.679

92

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2007 Konstruksi Industri Real Estate Perdagangan Eliminasi Konsolidasi

Beban Pajak Tahun Berjalan Pajak Tangguhan Laba Sebelum Hak Minoritas Hak Minoritas anak Perusahaan Laba Bersih Informasi Lainnya Aktiva Segmen Investasi pada Perusahaan Asosiasi Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen

(15.260.583) (457.127)

(14.107.594) (1.286.521)

(7.757.308) (171.852)

(3.226.315) (2.057.754)

0 (0)

(40.351.801) (3.973.255)

97.984.255

36.048.421

18.674.765

12.331.061

143.622.624

97.984.255

(7.786.459) 28.261.962

(4.033.749) 14.641.016

(2.663.509) 9.667.552

-

(14.483.717) 129.138.907

2.989.900.061 179.013.434 3.168.913.495 1.650.760.003

747.052.415 747.052.415 450.277.445

322.309.915 322.309.915 151.529.474

248.800.490 248.800.490 153.035.002

(350.537.409)

4.658.600.291 179.013.434 4.837.613.725

(129.833.262)

2.535.435.187

b.

Informasi mengenai segmen geografis Perseroan dan anak perusahaan sebagai berikut:
TAHUN 2007 Luar Negeri

Jawa

Luar Jawa lainnya

Eliminasi

Konsolidasi

Tahun 2008 Pendapatan Bersih Laba Kotor Aktiva

2.819.799.801 268.020.703

1.341.437 71.511

156.418 25.830

2.821.297.656 268.118.044

Tahun 2007 Pendapatan Bersih Laba Kotor Aktiva

2.914.932.653 233.089.244 3.968.623.444

314.284.687 90.652.312 595.379.047

542.810.606 43.117.436 285.415.148

512.553.276 (7.901.976) (716.353.793)

4.284.581.223 358.957.015 4.133.063.845

93

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

44. SIFAT DAN TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA Sifat Hubungan Istimewa Sifat hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut: a. b. Pemerintah RI diwakili oleh Menteri BUMN merupakan pemegang saham Perusahaan dan BUMN lain memiliki hubungan afiliasi melalui penyertaan modal Pemerintah RI. Perusahaan yang menempatkan dana dan memiliki pinjaman dana pada bank-bank yang dimiliki oleh Pemerintah atau dari bank-bank yang dimiliki oleh BUMN dengan persyaratan dan tingkat bunga normal sebagaimana yang berlaku untuk nasabah pihak ketiga. Perusahaan yang mengadakan perjanjian dalam rangka usaha, dengan BUMN-BUMN lain maupun anak perusahaan BUMN serta badan-badan lembaga-lembaga pemerintah yang berwenang. Mempunyai anggota pengurus yang sama dengan Perusahaan Anak, yaitu Direksi Perusahaan menjadi Komisaris pada Perusahaan Anak.

c. d.

Ikhtisar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Perusahaan adalah sebagai berikut : Pihak hubungan istimewa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ( ) PT Bank Tabungan Negara (Persero) PT Bank Negara Indonesia (Persero) PT Bank Syariah Mandiri PT Bank BNI (Persero) Tbk. PT Bank Jatim PT Bank BTN (Persero) PT Bank BPD Sumsel PT Bank BPD Jabar PT Bank BPD Aceh PT Bank BPD Kaltim PT Bank BRI (Persero) PT Bank Bukopin Sekretaris Negara Pemprov. DKI Jakarta PT Hutama Karya PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Adhi Karya (Persero) Tbk. PT Pembangunan Perumahan PT Waskita Karya Dinas Perhubungan DKI Jakarta PT.Pertamina Unit V Balikpapan PT Istaka karya Departemen Kimpraswil PT Pertamina DOH Jawa Barat BPKP Pemprov. Sumatera Selatan Pemkab Singkil (NAD) Sifat hubungan istimewa Kepemilikan sama terikat p Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Kepemilikan sama terikat Transaksi Rekening koran, p j g pinjaman dana Rekening koran, pinjaman dana Rekening koran, pinjaman dana Rekening koran, pinjaman dana Rekening koran Rekening koran Rekening koran Rekening koran Rekening koran Rekening koran Rekening koran Rekening koran Rekening koran Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi

94

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Pihak hubungan istimewa Sifat hubungan istimewa PT Jasa Marga (Persero), Tbk. Kepemilikan sama terikat Pemprov. Riau Kepemilikan sama terikat Departemen Perhubungan Kepemilikan sama terikat Bank Indonesia Kepemilikan sama terikat Pemda Kaltim Kepemilikan sama terikat Pemda Riau Kepemilikan sama terikat PT Petrokimia Gresik (Persero) Kepemilikan sama terikat Pemerintah Kabupaten Berau Kepemilikan sama terikat Dirjen Sumber Daya Air Kepemilikan sama terikat Pemprov. Sumsel Kepemilikan sama terikat Dinas Bina Marga Kab Kutai Timur Kepemilikan sama terikat Pelindo II Kepemilikan sama terikat Pelindo III Kepemilikan sama terikat Dit Jen Perhubungan Darat Kepemilikan sama terikat Universitas Gadjah Mada Kepemilikan sama terikat Dep. Pek Umum Kepemilikan sama terikat Pemprov. Sumbar Kepemilikan sama terikat PU Prop Kaltim Kepemilikan sama terikat Pemkab. Muba Kepemilikan sama terikat Dephub. BRR Kepemilikan sama terikat Pemprov. Kaltim P K lti Kepemilikan sama t ik t K ilik terikat Pemda Riau Kepemilikan sama terikat Pemda. Jogya Kepemilikan sama terikat Pemkab. Singkil (Aceh) Kepemilikan sama terikat Pemkab. Dairi (Aceh) Kepemilikan sama terikat BPD Jawa Barat Kepemilikan sama terikat Dept. PU Dirjen Cipta Karya Kepemilikan sama terikat Satuan Kerja Sementara Pengembangan & Pengelolaan Sumber Air Jratunseluna Kepemilikan sama terikat Transaksi-transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa

Transaksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa k J konstruksi t k i Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi Jasa konstruksi

Jasa konstruksi % terhadap Total Aktiva 2007 2008

2008 KAS DAN SETARA KAS Bank - Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) PT Bank BNI (Persero) Tbk. PT Bank Jatim PT Bank BTN (Persero) PT Bank BPD Sumsel PT Bank BPD Jabar PT Bank BPD Aceh PT Bank BPD Kaltim PT Bank BPD Riau PT Bank BRI (Persero) PT Bank Syariah Mandiri PT Bank Bukopin

2007

127.730.243 6.396.050 1.605 1.659.140 5.143 71.442 2.098.617 7.205.702 16.008.777 23.532.661 724.548 353.540

171.545.993 30.554.878 1.605 1.507.543 1.552.852 760.476 4.234.571 12.621 114.308 44.680 -

2,21% 0,11% 0,00% 0,03% 0,00% 0,00% 0,04% 0,12% 0,28% 0,41% 0,01% 0,01%

4,15% 0,74% 0,00% 0,04% 0,04% 0,02% 0,10% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%

95

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2008 Bank - US Dollar PT Bank Mandiri (Persero) PT Bank BNI (Persero) Tbk. PT Bank BRI (Persero) PT Bukopin Deposito Berjangka Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) PT Bank Mandiri Syariah (Persero) PT Bank BNI (Persero) Tbk. PT Bank BRI (Persero) PT Bank BTN (Persero) PT Bank BPD Jabar Jumlah PIUTANG USAHA PT Pertamina (Persero) PT Istaka karya PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Pembangunan Perumahan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. PT Waskita Karya PT Rekayasa Industri PT Nidya Karya PT Brantas Abipraya PT Pertamina Unit V Balikpapan PT Hutama Karya Dirjen PU Cipta Karya Jakarta Cipta Karya - Kabupaten Dairi DPU dan Kimpraswil Kaltim PT Petrokimia Gresik Dep.Kim.Pras.Wilayah Riau Sekretaris Negara Departemen Kimpraswil Pemkab Singkil (NAD) Pemprov. Sumatera Selatan Pemprov. DKI Jakarta Dinas Perhubungan DKI Jakarta Dit Jen Perhubungan Darat Hubungan Istimewa lainnya dibawah Rp 1.000.000 Jumlah 72.706.597 119.092 30.075.680 -

2007 16.666.689 68.901.873 1.250.999 -

% terhadap Total Aktiva 2008 2007 1,26% 0,00% 0,52% 0,00% 0,40% 1,67% 0,03% 0,00%

207.477.000 45.886.183 102.342.481 171.264.645 782.000 2.251.000 818.692.146

471.500.000 206.750.000 975.399.088

3,59% 11,41% 0,80% 5,00% 1,77% 0,00% 2,97% 0,00% 0,01% 0,00% 0,04% 0,00% 14,19% 23,60%

94.273.980 19.475.175 18.739.359 17.246.886 11.364.158 9.142.026 7.580.765 5.298.833 4.881.180 3.725.931 1.772.534 1.716.925 1.456.072 1.285.540 1.164.671 1.071.776 7.428.838 207.624.649

6.087.212 7.144.412 2.940.830 7.225.968 4.766.494 7.305.716 7.675.108 1.682.738 2.438.498 3.833.194 5.530.184 5.693.428 7.456.798 31.786.357 3.472.510 105.039.447

1,63% 0,34% 0,32% 0,30% 0,20% 0,16% 0,13% 0,09% 0,08% 0,06% 0,03% 0,03% 0,03% 0,02% 0,02% 0,02% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,07% 3,54%

0,00% 0,15% 0,17% 0,07% 0,17% 0,12% 0,00% 0,00% 0,00% 0,18% 0,19% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,04% 0,06% 0,09% 0,13% 0,14% 0,18% 0,77% 0,13% 2,59%

96

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2008 PIUTANG RETENSI PT Jasa Marga (Persero), Tbk. Pemprov. Riau Departemen Perhubungan PT Pelindo II PT Pelindo III Bank Indonesia Pemda Kaltim Pemda Riau PT Petrokimia Gresik (Persero) Pemerintah Kabupaten Berau Pemprov. Sumsel Dit Jen Perhubungan Darat DPU Bina Marga Kab Medan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Pertamina DOH Jawa Barat BPLS Dep.Kim.Pras.Wilayah Riau Pemda DKI Jakarta Pihak istimewa lainnya dibawah Rp 1.000.000 Jumlah TAGIHAN BRUTO KEPADA PEMBERI KERJA PT Jasa Marga (Persero), Tbk. Pelindo II (Persero) Pelindo III (Persero) Dit Jen Perhubungan Darat Universitas Gadjah Mada Dep. Pek Umum Pemprov. Kaltim Pemda Riau Pemkab. Singkil (Aceh) Pemkab. Dairi (Aceh) BPD Jawa Barat Dept. PU Dirjen Cipta Karya Pemda DKI Jakarta PT Angkasa Pura I PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Dikpora Kab. Kuantan Singingi (RIAU) Dep.Kim.Pras.Wilayah Riau DPU Bina Marga Kab Medan DPU dan Kimpraswil Kaltim PT Perkebunan Nusantara (Persero) 387.920 9.022.806 46.290.122 9.682.908 16.159.651 1.420.370 6.807.992 14.182.614 18.024.277 4.723.126 8.381.288 1.105.548 1.532.653 10.326.662 2.799.558 226.659 3.666.351 820.343 2.442.898 2.018.027 5.974.876 11.781.830 2.054.154 6.654.266 5.386.532 2.995.951 44.868.474

2007

% terhadap Total Aktiva 2007 2008

6.801.857 4.322.631 7.445.114 6.306.640 2.784.396 2.495.736 6.917.228 2.347.252 1.708.195 436.738 3.302.688 44.868.474

0,03% 0,00% 0,00% 0,18% 0,05% 0,00% 0,00% 0,00% 0,06% 0,01% 0,00% 0,04% 0,03% 0,10% 0,20% 0,04% 0,12% 0,09% 0,05% 1,09%

0,16% 0,10% 0,18% 0,15% 0,00% 0,07% 0,06% 0,17% 0,06% 0,04% 0,01% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,08% 1,05%

3.685.681 31.716.549 13.062.024 41.950.779 8.714.617 9.351.106 3.917.825 18.230.078 6.803.967 3.722.444 2.683.690 4.099.990 -

0,00% 0,01% 0,16% 0,80% 0,17% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,28% 0,02% 0,12% 0,25% 0,31% 0,08% 0,15% 0,02%

0,09% 0,77% 0,32% 1,02% 0,21% 0,23% 0,09% 0,44% 0,16% 0,09% 0,06% 0,10% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%

97

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2008 Pabrik Pemda Kaltim Pelanggan Realty Pemerintah RI, Satuan Kerja Sementara Pengembangan & Pengelolaan Sumber Air Jratunseluna Pihak istimewa lainnya dibawah Rp 1.000.000 Jumlah PINJAMAN JANGKA PENDEK 2008 PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. g (Persero) Tbk ) PT Bank Negara Indonesia ( PT Bank Syariah Mandiri Jumlah 46.513.501 331.348.955 14.998.947 392.861.404 1.404.354 5.761.649 14.063.206

2007 -

% terhadap Total Aktiva 2008 2007 0,02% 0,10% 0,24% 0,00% 0,00% 0,00% 0,10% 2,83% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,27% 0,06% 3,91%

5.796.291 163.214.123

11.024.967 2.618.622 161.582.338

2007 33.662.832 17.500.000 7.011.228 58.174.060

% terhadap Total Kewajiban 2007 2008 1,08% 7,70% 0,35% 0,00% 9,13% 0,00% 1,21% 0,63% 0,25% 2,09%

Tidak ada perbedaan kebijakan harga dan syarat transaksi antara pihak hubungan istimewa sama dan pihak ketiga. 45. PERIKATAN DAN KONTINJENSI Kontrak Konstruksi Perseroan telah mengikat kontrak konstruksi dengan berbagai pihak, kontrak ini mengikat kedua belah pihak untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka waktu kontrak. Perusahaan memiliki komitmen untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi dengan nilai kontrak diantaranya sebagai berikut:
Jangka waktu Mulai Selesai 12-Jun-07 28-Nov-09 2-Apr-08 2-Apr-10 26-Jun-07 11-Sep-09 29-Sep-07 29-Nov-09 9-Feb-09 17-Oct-11 15-Sep-07 30-Oct-07 22-Aug-05 6-Oct-08 1-Jul-07 30-Jan-09 30-Dec-09 30-Jun-09 20-May-09 1-Oct-09

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Nama Proyek PLTU Indramayu PLTU Pelabuhan ratu PLTU Labuan Jetty Labuan PLTGU Tanjung Priok

Nilai Kontrak 154.130.317 254.000.000 398.199.400 403.771.398 212.784.168 & US$ 23.353.338 144.773.151 PLTGU Muara Karang & US$ 10.694.452 358.243.183 PLTU Sulut Aceh Road/Bridge Reconstruction and Rehabili 732.642.000 Construction of Three (3) Storey Women and C 29.091.000 East West Motorway Project- Algeria 453.419.360

Pemberi Kerja PLN PLN PLN PLN MHI MHI PLN USAID Catholic Relief Services (CRS) COJAAL

98

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

No. 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51

Nama Proyek Pemberi Kerja Nilai Kontrak Production of Concrete Pipe for COJAAL.Cons 47.417.000 Consortium Japonais pour L'Au Amandit Irrigation-JO, Kalsel 126.508.000 Dept. PU, Dirjend SDA Bendung Pengendali III- Lanjutan 22.622.000 DPU SDA Kaltim Fly Over - PT. KPC 18.489.000 PT.KPC Jalan Pati - Rembang A-JO 28.009.000 DPU-Bina Marga, Jateng Jalur Ganda Cirebon-Kroya-JO 35.003.000 Departemen Perhubungan Lanjutan Pembangunan Revetment Pantai Ama 7.230.000 DPU-Tarakan Pembangunan Jalan MERR II-C dan Jl. A Yani 27.400.000 DPU Bina Marga, Surabaya Pembangunan Jalan Nimbotong-Sarmi-JO 62.819.000 DPU-Bina Marga Jayapura Pembangunan Jalan Pangkalan Lada-Jl. A.Yan 43.621.000 DPU-Bina Marga Kalteng Pembangunan Jembatan Kelinjau 35.626.000 DPU Subdin Bina Marga Pembangunan Jembatan Lintas Barat-JO 43.182.000 DPU Bina Marga-Sulsel Pemeliharaan Jalan Liang Anggang-Pleihari-JO 42.126.000 DPU-Bina Marga Kalteng Penurapan S. Kayan-Bulungan-JO 32.597.000 DPU - Kab. Bulungan Sabo Dam Bawakaraeng 7.4, 7.5-JO 16.422.000 DPU-Ditjen SDA, Sulsel Supply and Install Concrete Spun Pile-PT. INCO 12.526.000 PT. INCO Pekerjaan Jalan Collection Road Muara Wahau 592.954.544 PT Swakarsa Sinar Sentosa Normalisasi Kali Cisadane Hilir 122.479.320 DPU Dirjen SDA, BBWS CILCIS DAM Tembesi Tahap I (PILTO DYKE) Batam 224.050.039 Otorita Pengembangan Daerah 10.017.375 PT Alfa Goldland Realty Pemb. Jembatan Simpang Susun (Tahap I) Pekerjaan Jalan Beton (Alam Sutera) 3.265.824 PT Alam Sutera Realti Tbk. PROYEK JO : 53.356.100 PU Binamarga Pembangunan Ply Over Cengkareng ( PP-WIKA 51% - 49% ) 58.225.985 Pembangunan Jembatan Kakap CS Surabaya ( WIKA-TECTONIA-INTI : 40%-30%-30%) 62.099.333 Pemda Berau Kaltim Pek. Lanjutan Tahap II PSAB Kota Tj. Redeb (WIKA KARKA ARGANUSA ) 129.500.000 PT Petrokimia Gresik RFO II 57.615.322 Pertamina Pipanisasi Balongan & US$ 25.737.465 Pertamina 29.483.636 PT PN 8 PKS Malimping & US$ 7.400 PTPN 8 & US$ 4.352.744 EPC PLTU Sulut 41.952.000 PT Adaro PKS Adaro 57.000.000 PT Indocement P9-P10 PCC Grinding-Palimanan 51.000.000 PT Indocement P9C/P10B Cement Mill 25.644.144 PT Bukaka Tehnik Teluk Naga 23.053.734 PT. Sumberdaya Nusaphala The Belleza Plumbing 61.404.830 PT. Lucky Sakti Lucky Square 525.000.000 PT Adhibaladika / PT Bukit Dar The Adhiwangsa SOHO Pulo Gadung 29.843.309 PT. Sinar Himalaya Paragon City Semarang 158.181.818 PT. Cakrawala Sakti Kencana ( BSD Entertainment Center 108.000.000 PT. Deyon Resources Bandara Adi Sumarmo 52.527.273 PT. Angkasa Pura I Solo Paragon - Solo 46.022.727 PT. Sunindo Gapura Prima (Ga Apartemen Cervino 160.375.000 PT. Pakkodian

Jangka waktu Mulai Selesai 1-Aug-08 1-May-09 25-Feb-08 26-Aug-05 13-Jun-08 5-Sep-09 1-Jan-08 8-Jan-09 1-May-08 28-Nov-09 12-May-08 4-Oct-09 1-Nov-08 23-Jun-09 29-Aug-08 31/1209 1-May-08 26-Dec-08 23-May-08 6-Feb-10 26-Nov-07 24-Nov-09 23-Jun-08 30-Dec-09 13-May-08 3-Jan-10 1-Mar-08 6-Mar-09 1-May-08 9-Oct-09 12-Nov-08 29-Jan-09 9-Sep-08 8-Aug-09 3-Dec-08 30-May-09 23-Dec-08 26-Dec-09 19-Dec-08 18-Apr-09 19-Dec-08 18-Apr-09 12-Aug-08 15-Dec-08 26-Dec-08 15-09-2008 05-12-2007 0-Jan-00 01-08-2008 0-Jan-00 01-09-2008 01-07-2008 02-04-2008 23-09-2008 18-12-2007 22-Nov-05 28-Dec-06 9-Mar-07 7-Jan-08 3-Apr-08 7-Apr-08 15-Apr-08 21-May-08 15-Jan-11 29-Dec-11 25-Dec-10 15-09-2009 04-08-2009 0-Jan-00 31-07-2009 0-Jan-00 01-03-2009 28-02-2009 30-11-2009 28-08-2009 31-03-2009 22-Jul-06 6-Jun-07 9-Feb-09 7-Nov-08 28-Jan-09 2-Jan-09 11-Nov-08 14-Mar-09 -

99

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

No. 52 53 54 55 56 57 58 59 60

Nama Proyek Gedung Astra MT Haryono Square LJ Meritus SMAN3 Tenggarong Lanjutan Trilium RSIA Mandiri CBD Serpong Arsitek SMA Pintar Kuantan Sengingi Sport Centre Kuantan Sengingi

Nilai Kontrak 75.000.000 44.860.909 62.954.545 39.969.649 64.340.835 22.386.364 25.272.727 65.890.909 118.590.909

Pemberi Kerja PT. Samadistya Karya PT. Sukses Karya Perdana PT. Gloria Ramayana Interhote Dinas Pendidikan Kutai Kartane PT. Pemuda Central Investindo Yayasan Kesehatan Bank Mand PT. Dinamika Karya Utama PT. Dinamika Karya Utama PT. Dinamika Karya Utama

Jangka waktu Mulai Selesai 14-Jul-08 24-Jun-09 okt 08 Juli 08 19-Jul-08 20-Sep-09 16-Jul-08 16-Dec-08 31-Jul-08 30-Nov-10 9-Oct-08 4-Oct-09 11-Aug-08 7-Jun-09 8-Dec-08 4-Oct-10 8-Dec-08 3-Nov-10

Perpajakan Sehubungan dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah RI No. 51 Tahun 2008 tanggal 20 Juli 2008 yang diundangkan pada tanggal 23 Juli 2008 tentang Pajak Atas Penghasilan Dari usaha Jasa Konstruksi sebagai pengganti Peraturan Pemerintah RI No. 140 tahun 2000, PT Wijaya Karya (Persero) sebagai pelaksana konstruksi sesuai Pasal 3 PP No. 51 Tahun 2008 dikenakan tariff 3% final untuk kontrak yang diperoleh mulai 1 Januari 2008. Pada laporan keuangan per 31 Desember 2008, Perusahaan belum menerapkan ketentuan perpajakan sebagaimana diatur dalam PP No. 51 Tahun 2008 secara keseluruhan, tetapi menghitung kewajiban perpajakan sesuai PP No 51 Tahun 2008 hanya untuk kontrak yang diperoleh mulai 1 Agustus 2008 (tidak memberlakukan sejak 1 Januari 2008), dengan pertimbangan Perusahaan secara bersama-sama dengan Kontraktor BUMN Karya lainnya dan Asosiasi Kontraktor Indonesia telah mengajukan surat keberatan terhadap pemberlakuan PP No. 51 Tahun 2008 dikeluarkan tanggal 20 Juli 2008 dan diundangkan pada tanggal 23 Juli 2008, yang berlaku surut sejak 1 Januari 2008, Adapun surat yang diajukan sebagai berikut:

a

b

c

Surat No. 002/Dir/BUMN-Karya/2008 tanggal 15 Desember 2008, dari Kontraktor BUMN Karya ditujukan kepada Bapak Direktur Jenderal pajak Ditjen Pajak RI, Perihal Permohonan atas pemberlakuan Peraturan Menteri keuangan Nomor: 187/PMK.03/2008 Surat No. 008/AKI/I/2008 tanggal 22 Januari 2009, dari Asosiasi Kontraktor Indonesia ditujukan kepada Menteri Keuangan RI, up Ibu DR. Sri Mulyani Indrawati, Perihal Keberatan terhadap PP No. 51 tahun 2008 tentang PPh Badan Usaha Jasa Konstruksi (Kontraktor) Surat No. 009/AKI/I/2009 tanggal 22 Januari 2009, dari Asosiasi Kontraktor Indonesia ditujukan kepada Komisi XI DPRI RI, Perihal Keberatan terhadap PP No. 51 tahun 2008 tentang PPh Badan Usaha Jasa Konstruksi (Kontraktor)

Manajemen berkeyakinan bahwa usulan tidak memberlakukan surut PP No. 51 tahun 2008 yang diajukan oleh Perusahaan bersama-sama dengan kontraktor BUMN lainnya dan Asosiasi Kontraktor Indonesia dapat dikabulkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

46. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA Pada tanggal 27 Januari 2009, Perusahaan telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) dengan Agenda : 1 Pengukuhan Pelaksanaan Buy Back & Persetujuan Kelanjutan Program Buyback Saham Perseroan.

100

PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2 3 Persetujuan Rencana Perubahan Penggunaan Sisa Dana Hasil IPO Persetujuan Atas Penerapan Ketentuan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No. PER05/MBU/2008 Tentang Pedoman Umum Pelasksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara.

47. PERSETUJUAN LAPORAN KEUANGAN Manajemen bertanggung jawab sepenuhnya terhadap penyusunan laporan keuangan dan catatan atas laporan keuangan yang telah disetujui tanggal 4 Maret 2009.

101

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->