Latar Belakang Terbentuknya Pemerintahan Habibie

Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya dan menunjuk Habibie sebagai penerusnya. Sidang Istimewa MPR yang mengukuhkan Habibie sebagai Presiden, ditentang oleh gelombang demonstrasi dari puluhan ribu mahasiswa dan rakyat di Jakarta dan di kota-kota lain. Gelombang demonstrasi ini memuncak dalam peristiwa Tragedi Semanggi, yang menewaskan 18 orang. Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi. Habibie mewarisi kondisi kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto akibat salah urus di masa orde baru, sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia.

rahasia. Berkaitan dengan masalah ABRI. Salah satu kesalahan yang dinilai pihak oposisi terbesar adalah setelah menjabat sebagai Presiden. ia mengajukan hal yang cukup menggemparkan publik saat itu. pemerintah bersama DPR berhasil merampungkan perundang-undangan yang mengatur tentang unjuk rasa dan demontrasi. karena pemilihan umum tersebut diharapkan dapat memulihkan keadaan Indonesia yang sedang dilanda multikrisis. yaitu mengadakan jajak pendapat bagi warga Timor Timur untuk memilih merdeka atau masih tetap menjadi bagian dari Indonesia. dalam bidang ekonomi pemerintahan Habibie melakukan halhal sebagai berikut: y y y y y merekapitulasi perbankan merekontruksi perekonomian Indonesia melikuidasi beberapa Bank bermasalah menaikkan nilai tukar rupiah hingga dibawah 10. Pemilihan umum tahun 1999 juga merupakan ajang pesta rakyat Indonesia dalam menunjukkan kehidupan berdemokrasi. Timor Timur lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjadi negara terpisah yang berdaulat pada tanggal 30 Agustus 1999.Perkembangan Politik dan Pemerintahan Masa Pemerintahan Presiden Habibie Pada tanggal 22 Mei 1988 Presiden BJ Habibie membentuk Kabinet baru yang dinamakan Kabinet Reformasi Pembangunan. Upaya ini akhirnya berhasil dilakukan pada Sidang Umum 1999. B. Ketiga udangundang itu disahkan pada tanggal 1 Februari 1999 dan ditandatangani oleh Presiden Habibie. Pada masa kepresidenannya.J. bebas. Lepasnya Timor Timur di satu sisi memang disesali oleh sebagian warga negara Indonesia. juga dulunya 4 angkatan menjadi 3 angkatan sejak 5 Mei 1999. Presiden Habibie kemudian menetapkan tanggal 7 Juni 1999 sebagai waktu pelaksanaan pemiliahan umum tersebut. jujur. 9 tahun 1988 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat.000 terhadap dollar AS mengimplementasikan reformasi ekonomi yang diisyaratkan oleh IMF Sedangkan dalam bidang politik sejak jaman pemerintahan Habibie orang bebas mengemukakan pendapatnya di muka umum. terjadi reformasi peran ABRI di DPR . . Yaitu UU No. Selanjutnya lima paket undang-undang tentang politik dicabut. tapi disisi lain membersihkan nama Indonesia yang sering tercemar oleh tuduhan pelanggaran HAM di Timor Timur. dan adil. Pemilihan Umum yang dilaksanakan tahun 1999 menjadi sangat penting. umum. untuk menjamin kepastian hukum bagi para pengunjuk rasa. Habibie memperbolehkan diadakannya referendum provinsi Timor Timur (sekarang Timor Leste). reformasi dibidang hokum Kasus inilah yang mendorong pihak oposisi yang tidak puas dengan latar belakang Habibie semakin giat menjatuhkan Habibie. Sebagai gantinya DPR berhasil menetapkan tiga undang-undang politik baru. Maka sifat dari pemilihan umum itu adalah langsung. ia memutuskan tidak mencalonkan diri lagi setelah laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR.

Ketiga udang-udang itu antara lain undang-undang partai politik. pemilihan umum. Munculnya undang-undang politik yang baru memberikan semangat untuk berkembangnya kehidupan politik di Indonesia. susunan serta kedudukan MPR. Anggota KPU terdiri dari wakil-wakil dari pemerintah dan wakil-wakil dari partai-partai politik peserta pemilihan umum. beberapa hasil Sidang Umum tersebut adalah. Namun dari sekian banyak jumlahnya. mengangkat Amin Rais sebagai ketua MPR. kemudian tanggal 20 Oktober 1999 Gus Dur diangkat menjadi Presiden dan pada tanggal 21 Oktober 1999 Megawati diangkat sebagai wakil Presiden. Pemilu tahun 1999. Banyak pengamat menyatakan bahwa pemilihan umum tahun 1999 akan terjadi kerusuhan. Dengan munculnya undang-undang politik itu partai-partai politik bermunculan dan bahkan tidak kurang dari 112 partai politik telah berdiri di Indonesia pada masa itu. Pelaksanaan pemilihan umum ditangani oleh sebuah lembaga yang bernama Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini disebabkan karena aturan seleksi partai-partai politik diberlakukan dengan cukup ketat. Akbar Tanjung sebagai ketua DPR. DPR dan DPRD. diadakan tanggal 7 Juni 1999. . namun pada kenyataannya pemilihan umum berjalan dengan lancar dan aman. Pandangan terhadap pemerintahan Habibie pada era awal reformasi cenderung bersifat negatif. diikuti oleh 48 partai politik kemudian dilanjutkan dengan Sidang Umum MPR hasil pemilu 1999 pada tanggal 1-21 Oktober 1999. tapi sejalan dengan perkembangan waktu banyak yang menilai positif pemerintahan Habibie. hanya 48 partai politik yang berhasil mengikuti pemilihan umum.

Kebijakan-kebijakan Pada Masa Presiden Habibie · Membentuk Kabinet Reformasi Pembangunan Dibentuk tanggal 22 Mei 1998. Kebebasan menyampaikan pendapat diberikan asal tetap berpedoman pada aturan yang ada yaitu UU No. Pada era pemerintahannya yang singkat ia berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia. adil. · Memulihkan kepercayaan IMF dan Bank Dunia Kedua lembaga tersebut memutuskan untuk mencairkan program bantuan untuk mengatasi krisis ekonomi sebesar 43 milyar dolar dan bahkan menawarkan tambahan bantuan sebesar 14 milyar dolar.000 ± Rp 15. dengan jumlah menteri 16 orang yang merupakan perwakilan dari Golkar. perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU otonomi daerah. Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintergrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono. pada eranya dilahirkan UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat. Hal ini memperlihatkan bahwa walaupun basis legitimasi dari kalangan domestik tidak terlampau kuat. · Mempercapat Pembangunan dengan Peningkatan Teknologi Keinginan Habibi mengakselerasi pembangunan sesungguhnya sudah dimulainya di Industri pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dengan menjalankan program evolusi empat tahapan alih tehnologi yang dipercepat ³berawal dari akhir dan berakhir diawal. · Mengadakan reformasi dalam bidang politik Habibie berusaha menciptakan politik yang transparan. tanpa adanya UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.000. mengadakan pemilu yang bebas. rahasia. terutama setelah . membebaskan tahanan politik. dan mencabut larangan berdirinya Serikat Buruh Independen. dukungan internasional yang diperoleh melalui serangkaian kebijakan untuk memberi image positif kepada dunia internasional memberi kontribusi positif bagi keberlangsungan pemerintahan Habibie saat periode transisi menuju demokrasi dimulai. · Menaikkan Nilai Tukar Rupiah Hingga Dibawah 10. dan PDI. PPP. jujur. ia berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar masih berkisar antara Rp 10. · Kebebasan menyampaikan pendapat.000 Terhadap dollar AS Di bidang ekonomi.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Namun pada akhir pemerintahannya.

Istilah ABRI pun berubah menjadi TNI yang terdiri dari Angkatan Darat. aparatur penegak hukum yang bersih dan berwibawa. Pada masa orde baru. hukum hanya berlaku pada rakyat kecil saja dan penguasa kebal hukum sehingga sulit bagi masyarakat kecil untuk mendapatkan keadilan bila berhubungan dengan penguasa. rahasia) dan JURDIL (jujur dan adil). ABRI melakukan langkah-langkah pembaharuan dalam perannya di bidang sosial-politik. Angkatan Laut. ia juga memulai menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian. peran ABRI di Perwakilan Rakyat DPR mulai dikurangi secara bertahap yaitu dari 75 orang menjadi 38 orang. dan Udara serta Kepolisian RI.pertanggungjawabannya ditolak MPR. Setelah reformasi dilaksanakan. bebas. Masalah Dwifungsi ABRI Menanggapi munculnya gugatan terhadap peran dwifungsi ABRI menyusul turunnya Soeharto dari kursi kepresidenan. Langkah lain yang di tempuh adalah ABRI semula terdiri dari empat angkatan yaitu Angkatan Darat. dan Angkatan Udara. · 3. nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp 6500 per dolar AS nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era pemerintahan selanjutnya. . dan instansi peradilan yang independen. · Mengadakan sidang istimewa Sidang tanggal 10-13 November 1998 yang diadakan MPR berhasil menetapkan 12 ketetapan. · Mengadakan pemilu tahun 1999 Pelaksanaan pemilu dilakukan dengan asas LUBER (langsung. Selain itu. · Refomasi dalam bidang hukum Target reformasinya yaitu subtansi hukum. Laut. namun mulai tanggal 5 Mei 1999 Polri memisahkan diri dari ABRI dan kemudian berganti nama menjadi Kepolisian Negara.

Habibie Disusun Oleh:  Ridho Bakti  Sandy Fajrian  Merisa Indah  Mesa Shelviani  Varadhita Eriyadi XII IIA 5 SMAN 8 Pekanbaru T.J.TUGAS SEJARAH KELOMPOK I Masa Pemerintahan B.A. 2010/2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful