Anda di halaman 1dari 26

KETAHANAN NASIONAL

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

OLEH
SUPARDI

SEKOLAH TINGGI ILMU


KESEHATAN MUHAMMADIYAH
KUDUS
OKTOBER 2010
Ketahanan Nasional berasal dari kata tahan,
yang artinya :
Tahan penderitaan, tabah, kuat
Dapat mengendalikan dirinya
Tidak mengenal menyerah

Nasional adalah bangsa yang telah menjadi


negara, tersimpul paham penduduk dari suatu
wilayah tertentu yang telah mempunyai
pemerintahan sendiri, yang merdeka, berdaulat
dan bermartabat.
PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL
Adalah kondisi dinamis bangsa Indonesia
meliputi segenap aspek kehidupan nasional
yang terintegrasi berisi keuletan dan
ketangguhan yang mengandung kemampuan
untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam
menghadapi dan mengatasi segala tantangan,
ancaman, hambatan, dan gangguan baik yang
datang dari luar maupun dari dalam dan untuk
menjamin indentitas, integritas, kelangsungan
hidup bangsa dan negara serta perjuangan
mencapai tujuan nasional.
Ketahanan nasional adalah kondisi kehidupan
nasional yang harus diwujudkan. Kondisi
kehidupan tersebut sejak dini dibina secara terus
menerus dan sinergis mulai dari pribadi,
keluarga, lingkungan, daerah, dan nasional.
Proses berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi
tersebut dilakukan berdasarkan pemikiran
geostrategi berupa konsepsi yang dirancang dan
dirumuskan dengan memperhatikan kondisi
bangsa dan konstelasi geografi Indonesia.
Ketangguhan : Kekuatan yang menyebabkan
seseorang atau sesuatu dapat bertahan kuat menderita
atau kuat menanggulangi beban.
Keuletan: Usaha terus secara giat dengan kemauan
yang keras didalam menggunakan segala kemampuan
dan kecakapan untuk mencapai tujuan atau cita-cita.
Identitas: Ciri khas suatu negara dilihat secara
keseluruhan (holistik) yaitu negara yang dibatasi oleh
wilayah, penduduk, sejarah, pemerintah, dan tujuan
nasionalnya peran yang dimainkannya didalam dunia
internasional.
Integritas: Kesatuan yang menyeluruh didalam
kehidupan nasional suatu bangsa baik sosial, alamiah,
potensi dan fungsional.
Ancaman : Hal atau usaha yang bersifat
mengubah atau merombak kebijakan dan
dilakukan secara konsepsional, kriminal dan
politik ( Lemhannas, 1999 ).

Setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam


negeri maupun luar negeri yang dinilai
membahayakan kedaulatan negara, keutuhan
wilayah negara, dan keselamatan segenap
bangsa ( UU no. 3 tahun 2002 tentang
pertahanan negara ).

Tantangan : Hal atau usaha yang bertujuan


atau bersifat menggugah kemampuan
Hambatan : Hal atau usaha yang
berasal dari diri sendiri yang bersifat
atau bertujuan melemahkan atau
menghalangi secara tidak
konsepsional.

Gangguan : Hal atau usaha yang


berasal dari luar yang bersifat atau
bertujuan melemahkan atau
menghalang-halangi secara tidak
konsepsional.
Pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan
dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan
yang seimbang, serasi, dan selaras dalam seluruh
aspek kehidupan secara utuh, menyeluruh dan
terpadu berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan
wawasan nusantara.
Dengan kata lain, Konsepsi ketahanan nasional adalah
merupakan sarana untuk meningkatkan (metode)
keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional
dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.
Kesejahteraan : Kemampuan bangsa dalam
menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai
nasionalnya demi sebesar-besarnya
kemakmuran rakyat secara adil dan merata.

Keamanan : Kemampuan bangsa untuk


melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap
ancaman dari luar maupun dari dalam negeri.
ASAS-ASAS KETAHANAN
NASIONAL
Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan
tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan
kebutuhan manusia yang mendasar dan
esensial, tanpa kesejahteraan dan keamanan
sistem kehidupan nasional tidak akan dapat
berlangsung.
Asas Komprehesif integral ( menyeluruh
terpadu )
Sistem kehidupan nasional mencakup
segenap aspek kehidupan bangsa dalam
bentuk perwujudan persatuan dan
perpaduan yang seimbang, serasi, dan
selaras pada seluruh aspek kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Ketahanan nasional mencakup kehidupan
bangsa secara utuh, menyeluruh, dan
terpadu (komprehensif integral ).
Asas Mawas ke dalam dan mawas ke luar.
Proses saling berkaitan, berhubungan dan
berinteraksi antara aspek dalam kehidupan
nasional sebagaimana tersebut diatas
berdampak pada sifat positif dan negatif.
Mawas ke dalam :
Bertujuan menumbuhkan sifat dan kondisi
kehidupan nasional berdasarkan nilai-nilai
kemandirian dan meningkatkan kualitas
kemandirian bangsa.
Menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan
strategis luar negeri, aktivitas untuk berperan
dalam kehidupan internasional, menumbuhkan
kesadaran bahwa kehidupan nasional tidak
bebas dari ketergantungan kehidupoan
internasional.
Untuk tetap menjamin kepentingan nasional,
kehidupan nasional harus tetap mampu
mengembangkan kekuatan nasional sehingga
akan memiliki daya tangkal dan daya tawar
dalam bernegosiasi dan kerja sama yang saling
menguntungkan dengan kepentingan negara
lain atau internasional
Asas Komprehesif integral (menyeluruh terpadu)
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap
aspek kehidupan bangsa dalam bentuk perwujudan
persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi,
dan selaras pada seluruh aspek kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Ketahanan nasional mencakup kehidupan bangsa
secara utuh, menyeluruh, dan terpadu (komprehensif
integral ).
Asas Kekeluargaan
Berisi sikap hidup yang meliputi keadilan,
kebersamaan, kesamaan, gotong royong,
tenggang rasa dan tanggung jawab dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Dan asas kekeluargaan dalam
kehidupan diakui adanya perbedaan dan
kenyataan dikembangkan secara serasi
dalam kehidupan kemitraan dan dijaga dari
konflik merusak atau destruktif.
SIFAT KETAHANAN NASIONAL

Mandiri

Dinamis

Wibawa

Konsultasi dan kerja sama


SIFAT KETAHANAN NASIONAL

Mandiri : Percaya pd mampu &


kekuatan sendiri pada keuletan
dan ketangguhan dg tidak
mudah menyerah
Dinamis : Berubah berorientasi
ke masa depan utk pencapaian
pencapaian tujuan nasional yg
lebih baik
SIFAT KETAHANAN NASIONAL

Wibawa : Makin tinggi tk


ketahanan nasional mk makin
tinggi nilai kewibawaan dan
daya tangkal bangsa & negara
SIFAT KETAHANAN NASIONAL
Konsultasi dan kerja sama :
Tdak mengutamakan
konfrontatif dan antagonistis,
tdk mengandalkan kekuasaan
dankekutan fisik semata tetap
lebih mengutamakan sikap
konsultati, kerjasama & saling
menghargai dg kekuatan moral
dan kepribadian bangsa
Konsepsi Ketahanan Nasional akan menyangkut
hubungan antar aspek yang mendukung
kehidupan, yaitu :

Aspek-aspek yang berkaitan dengan alam bersifat


statis ( tri gatra ) meliputi :

Posisi dan lokasi geografi negara

Sumber kekayaan alam

Kemampuan penduduk
Aspek-aspek yang berkaitan dengan
sosial bersifat dinamis (panca gatra)
meliputi :
Ideologi
Politik
Ekonomi
Sosial budaya
Pertahanan keamanan
Untuk mewujudkan keberhasilan Ketahanan
Nasional setiap warganegara Indonesia perlu :
Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk
perjuangan non fisik diserrai keuletan dan
ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu
mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka
menghadapi segala tantangan, ancaman,
hambatan dan gangguan yang datang dari luar
maupun dari dalam untuk menjamin identitas,
integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara
serta pencapaian tujuan nasional
Sabar dan peduli akan pengaruh-pengaruh
yang timbul pada aspek ideologi, politik,
ekonomi, sosial budaya dan pertahanan
keamanan, sehingga setiap warganegara
Indonesia dapat mengeliminir pengaruh
tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Subur, Muhammad, 1995, Pendidikan Kewiraan, IKIP


Semarang Press : Semarang.

Sukaya, Endang Zaelani dkk, 2002, Pendidikan


Kewarganegaraan, Paradigma : Yogyakarta.

Sumarsono, S. 2001, Pendidikan Kewarganegaraan,


PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.

Lembaga Ketahanan Nasional, 1999, Kewiraan untuk


mahasiswa, PT Gramedia Pustaka Utama,
`
Undang Undang Dasar Republik Indonesia 1945
perubahan pertama, kedua, ketiga dan keempat
dengan penjelasan, 1999, Apollo, Surabaya.

Undang-Undang RI nomor 3 tahun 2002 tentang


Pertahanan Negara, 2004, Fokusmedia :
Bandung.

Undang-Undang RI nomor 2 tahun 2002 tentang


Kepolisian Negara, 2003, Sinar Grafika :
Jakarta.

Undang-Undang RI nomor 34 tahun 2004 tentang


Tentara Nasional Indonesia, 2004, Fokusmedia :
Bandung.