Anda di halaman 1dari 19

JASA-JASA LAIN DAN PELAPORANNYA

Gambaran Umum Tingkat Jaminan Dan Jasa-Jasa Lainnnya

Selama bertahun-tahun akuntan public telah dikenal reputasinya yang bercirikan


integritas dan obyektivitatas. Audit atas laporan keuangan merupakan jasa yang diberikan
akuntan publik dengan tingkat jaminan paling tinggi.

Tingkat Jaminan

Akuntan public dapat memberikan keempat tingkat jaminan untuk suatu jenis penugasan
tertentu. Akan tetapi, dalam hal lain standar professional membatasi jenis jaminan yang bisa
diberikan untuk suatu jenis penugasan tertentu guna mencegah timbulnya salah pengertian
mengenai jasa yang diberikan. Keempat jenis jaminan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Jaminan tingkat audit atau pemeriksaan .

2. Jaminan tingkat review.

3. Prosedur yang disepakati bersama.

4. Tidak ada jaminan.

Jenis-Jenis Penugasan

Standar Profesional yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia yang berkaitan
dengan jasa-jasa adalah sebagai berikut:

1. Pernyataan Standar Auditing (PSA).

2. Pernyataan Standar Atestasi (SAT).

3. Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review (SAR).

Penugasan-Penugasan PSA Lainnya


Laporan khusus adalah laporan yang dihasilkan adri suatu audit, atau penerapan prosedur
yang disepakati bersama, atas data keuangan hstoris selain dari laporan keuangan yang disusun
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. SA 623, Laporan Khusus (PSA No.41),
menyatakan bahwa istilah LaporanKhusus merupakan laporan auditor tentang:

1. Laporan keuangan yang disusun sesuai dengan basis akuntansi komprehensif selain
prinsip akuntansi yang berlaku umum.

2. Unsure, akun, tau pos laporan keuangan.

3. Kepatuhan dengan aspek perjanjian kontrak atau persyaratan peraturan yang berkaitan
dengan Laporan Keuangan Auditan.

4. Penyajian keuangan untuk memenuhi perjanjian kontrak atau ketentuan peraturan.

5. Informasi keuangan yang disajikan dalam bentuk yang telah ditetapkan sebelumnya atau
daftar yang memerlukan bentuk tertentu laporan auditor.

Basis Komprehensif Akuntansi Lainnya

Ada empat basis komprehensif akuntansi selain dari prinsip akuntansi yang berlaku
umum yang diakui dalam SA 623.04, yaitu:

1. Basis akuntansi yang digunakan oleh satuan usaha yang melaporkan untuk memenuhi
persyaratan atau memenuhi ketentuan pelaporan keuangan suatu badan pemerintahan
yang berwenang untuk mengatur satuan usaha tersebut.

2. Basis akuntansi yang digunakan atau diharapkan akan digunakan oleh satuan usaha untuk
mengisi Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan untuk periode
yang dicakup oleh laporan keuangan.

3. Basis akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas, dan modifikasi basis kas yang memiliki
dukungan kuat, seperti pencatatan depresiasi atas aktiva tetap atau accruing income taxes.

4. Rangkaian kriteria pasti yang memiliki dukungan kuat yang diterapkan ke semua pos
material yang tampak dalam laporan keuangan, seperti basis akuntansi tingkat harga
(price-level basis of accounting).
Laporan khusus auditor tentang laporan keuangan yang disusun berdasarkan basis
komprehensif akuntansi lain harus berisi empat paragraf:

• Paragraf pendahuluan yang sama dengan laporan auditor bentuk baku, kecuali judul-
judul laporan keuangan yang berbeda, seperti laporan aktiva dan kewajiban yang
timbul dari transaksi kas.

• Paragraf lingkup yang persis sama dengan laporan auditor bentuk baku.

• Paragraf penjelasan setelah paragraf lingkup yang menyatakan tentang basis


penyajian dan merujuk ke catatan atas laporan keuangan yang menjelaskan dasar
akunatnsi komprehensif selain prinsip akunatnsi yang berlaku umum.

• Paragraf pendapat yang menyatakan pendapat auditor (atau pernyataan menolak


member pendapat) tentang apakah laporan keuangan disajikan secara wajar, dalam
segala hal yang material, sesuai dengan basis akuntansi yang disebutkan.

Laporan khusus auditor tentang laporan yang disusun berdsarkan basis akuntansi
komprehensif lain bisa berisi tambahan paragraf penjelasan apabila (1) auditor tidak bisa
memberi pernyataan wajar dengan pengecualian atau (2) keadaan menuntut adanya paragraf
penjelasan dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.

Unsur, Akun, atau Pos Tertentu Laporan Keuangan

Data ini biasanya meliputi sewa, royalty, partisipasi laba, atau penyisihan untuk pajak
penghasilan. Laporan khusus tentang data ini mungkin diterbitkan sebagai hasil suatu audit atas
hasil penerapan prosedur yang disepakati bersama.

Audit

Suatu audit diakhiri dengan pemberian pernyataan suatu pendapat mengenai kewajaran
penyajian elemen, akun, atau unsur tertentu.

Kesepuluh standar auditing berlaku apabila data disajikan sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum. Jika tidak, maka standar pelaporan pertama tidak dapat
diterapkan. Penugasan untuk menyatakan suatu pendapat atas elemen, akun, atau pos tertentu
bisa dilakukan bersama dengan penugasan audit atas laporan keuangan, atau bisa juga
dilaksanakan sebagai suatu penugasan terpisah.

Prosedur yang disepakati

Laporan khusus-penerapan prosedur yang disepakati atas unsur, akun atau pos suatu laporan
keuangan (PSA No.51) menyatakan bahwa akuntan independen bisa menerima penugasan untuk
menerapkan prosedur yang disepakati atas elemen, akun, atau pos tertentu dalam suatu laporan
keuangan dibawah kondisi-kondisi berikut :

- Akuntan adalah independen

- Akuntan dan pihak-pihak yang bersangkutan sepakat dengan prosedur-prosedur yang


dilakukan atau akan dilakukan oleh akuntan

- Pihak-pihak yang bersangkutan bertanggungjawab atas kecukupan prosedur-prosedur


yang disepakati untuk tujuan mereka

- Prosedur-prosedur yang akan dilakukan diperkirakan akan menghasilkan temuan


konsisten yang masuk akal

- Basis akuntansi untuk elemen, akun, atau pos laporan keuangan tertentu cukup jelas bagi
semua pihak dan akuntan

- Hal-hal spesifik tertentu yang padanya akan diterapkan prosedur yang telah disepakati,
perlu diestimasi dan diukur secara konsisten dan masuk akal

- Bukti-bukti yang berkaitan dengan hal-hal spesifik yang padanya akan diterapkan
prosedur yang telah disepakati diperkirakan akan ada untuk memberikan dasar yang
layak untuk menyatakan hasil temuan dalam laporan akuntan

- Apabila bisa dilaksanakan, akuntan dan pihak-pihak yang bersangkutan sepakat


mengenai batas materialitas untuk tujuan pelaporan

- Penggunaan laporan dibatasi pada pihak-pihak tertentu

Laporan auditor harus berisi elemen-elemen berikut :

• Judul yang mennggunakan kata “independen”


• Menunjuk secara khusus unsur, akun, atau pos suatu laporan keuangan dari suatu
perusahaan dan sifat penugasan

• Menyebutkan pihak-pihak yang terlibat

• Basis akuntansi dari unsur, akun, atau pos suatu laporan keuangan kecuali jika terbukti
lain

• Prosedur-prosedur yang telah disepakati oleh pihak-pihak yang disebutkan dalam laporan

• Menunjuk pada standar yang ditetapkan oleh IAI

• Kecukupan prosedur adalah semata-mata tanggungjawab pihak-pihak yang bersangkutan

• Daftar prosedur-prosedur yang dilakukan dan temuan yang bersangkutan

• Bila memungkinkan, penjelasan mengenai batas materialitas yang disepakati

• Akuntan tidak ditugasi dan tidak mengerjakan untuk melakukan audit atas elemen, akun
atau pos laporan keuangan tertentu

• Menolak memberi pendapat mengenai efektivitas pengendalian intern atas pelaporan


keuangan

• Paragraf terpisah pada bagian akhir laporan yang menyatakan bahwa laporan hanya
dimaksudkan semata-mata untuk informasi dan digunakan oleh pihak-pihak tertentu dan
tidak dimaksudkan untuk digunakan oleh pihak lain

• Apabila perlu dicantumkan pembatasan yang berkaitan denga prosedur atau temuan

• Apabila perlu dicantumkan penjelasan tentang sifat bantuan yang diberikan oleh spesialis

Kepatuhan terhadap aspek perjanjian kontrak atau persyaratan peraturan yang berkaitan
dengan laporan keuangan

Auditor independen dapat memenuhi permintaan dengan memberikan keyakinan negatif


yang bersangkutan dengan ketentuan yang berlaku berdasarkan audit atas laporan keuangan

Jaminan auditor mengenai kepatuhan bisa diberikan dalam laporan terpisah atau dalam
satu / lebih paragraf penjelasan yang dicantumkan setelah paragraf pendapat dalam laporan
tentang laporan keuangan auditan

Laporan keuangan tidak diaudit pada sebuah perusahaan publik


PSA No.52, pengaitan nama auditor dengan laporan keuangan, menyatakan bahwa seorang
akuntan dikaitkan dengan laporan keuangan apabila :

1. Mengijinkan namanya digunakan dalam suatu laporan, dokumen atau komunikasi tertulis
yang berisi laporan tersebut

2. Menyerahkan kepada kliennya atau pihak lain suatu laporan keuangan yang disusunnya
atau dibantu penyusunannya, meskipun ia tidak mencantumkan namanya dalam laporan
tersebut

Penerimaan dan pelaksanaan penugasan atestasi

Dalam melaksanakan suatu penugasan atestasi, seorang akuntan publik harus:

1. mengumpulkan bukti-bukti untuk mendukung asersi-asersi

2. Menilai secara objektif pengukuran dan pengkomunikasian individu yang membuat


atestasi

3. Melaporkan temuan-temuannya

Ada berbagai jasa profesional yang dapat diberikan oleh para praktisi yang tidak
termasuk dalam penugasan atestasi, yaitu :

• Penugasan konsultasi manajemen, yang di dalam penugasan tersebut praktisi dikontrak


untuk memberikan nasihat atau rekomendasi kepada kliennya

• Penugasan yang didalamnya praktisi dikontrak untuk membela kepentingan klien

• Penugasan pajak yang di dalamnya praktisi dikontrak untuk mengisi Surat Pemberitahuan
Pajak Tahuna, Pajak Penghasilan atau memberikan nasihat perpajakan

• Penugasan yang di dalamnya praktisi dikontrakkan untuk melakukan kompilasi laporan


keuangan

• Penugasan yang di dalamnya praktisi berperan terutama hanya membantu klien

• Penugasan yang di dalamnya praktisi dikontrak untuk bertindak sebagai saksi ahli dalam
bidang akuntansi, audditing, atau perpajakan

• Penugasan yang di dalamnya praktisi dikontrak untuk memberikan suatu pendapat


sebagai seorang ahli mengenai suatu prinsip tertentu.

Standar Atestasi
Secara khusus dapat dikatankan sebagai standar atestasi:

• Mencakup fungsi atestasi yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada laporan keuangan
historis. Dengan demikian standar tidak merujuk pada laporan keuangan dan prinsip
akuntansi yang berlaku umum.

• Memungkinkan akuntansi publik member jaminan atas atestasi di bawah tingkat


“pernyataan pendapat positf” sebagaimana dilakukan dalam audit laporan keuangan
tradisional.

• Memberikan kemungkinan jasa atestasi disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pemakai


laporan berdasarkan “prosedur yang disepakati” dan “pemakaian secara terbatas”

Empat Tipe Penugasan Atestasi

• Proyeksi dan perkiraan keuangan.

• Pelaporan tentang pengendalian intern satuan usaha.

• Atestasi kepatuhan.

• Pembahasan dan analisis manajemen.

Jenis-jenis Informasi Keuangan Prospektif

SAT 200.06 menyebutkan dua jenis informasi keuangan prospektif, yaitu:

• Prakiraan Keuangan: laporan keuangan prospektif yang menyajikan, sepanjang


pengetahuan dan keyakinan pihak yang bertanggungjawab, posisi keuangan, hasil usaha
dan aliran kas.

• Proyeksi Keuangan: laporan keuangan prospektif yang menyajikan sepanjang


pengetahuan dan keyakinan pihak yang bertanggungjawab, atas dasar satu atau lebih
asumsi hipotesis, posisi keuangan, hasil usaha, dan aliran kas.

Tiga tipe jasa yang berkaitan dengan laporan keuanganprospektif apabila diperkirakan aka nada
pihak ketiga:

1. Kompilasi (penyusunan)

2. Pemeriksaan
3. Penerapan prosedur yang disepakati bersama.

Pemeriksaan Laporan Keuangan Prospektif

SAT 200.27 menyatakan bahwa pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif merupakan jasa
professional yang mencakup:

1. Menilai penyusunan laporan keuangan peospektif

2. Menilai hal-hal yang mendasari asumsi

3. Menilai penyajian laporan keuangan prospektif mengenai kesesuaiannya dengan


pedoman penyajian laporan keuangan prospektif

4. Menerbitkan laporan pemeriksaan.

Laporan Bentuk Baku Atas Laporan Keuangan Prospektif

SAT 200.31 menyatakan bahwa laporan auditor bentuk baku untuk pemeriksaan atas laporan
keuangan prospektif harus mencakuo:

• Identifikasi laporan keuangan prospektif yang disajikan.

• Pernyataan bahwa pemeriksaan laporan keuangan prospektif dilakukan sesuai dengan


standar yang ditetapkan Ikatan Akuntansi Indonesia dan uraian singkat tentang sifat
pemeriksaan yang dilakukan.

• Pendapat akuntan bahwa laporan keuangan prospektif yang ditetapkan Ikatan Akuntansi
Indonesia dan bahwa asumsi yang mendasarinya memberikan dasar yang rasional untuk
melakukan prakiraan atau proyeksi dengan asumsi hipotesis tertentu.

• Catatan bahwa hasil prospektif mungkin tidak dapat dicapai.

• Pernyataan bahwa akuntansi tidak bertanggungjawab untuk memutahirkan laporan


dengan adanya peristiwa dan keadaan yang terjadi setelah tanggal neraca.

Proyeksi terlampir dan laporan ini disusun untuk (sebutkan tujuan, sebagai contoh
“BankBerdikari” untuk tujuan negosiasi pinjaman dalam rangka pelunasan pabrik) dan tidak
boleh digunakan untuk tujuan lainya.
Laporan akuntan harus diberi tanggal sesuai dengan tanggal penyelesaian pemeriksaan.

PENYIMPANGAN DARI LAPORAN BENTUK BAKU

Seperti halnya dalam pelaporan atas laporan keuangan historis, tipe pendapat lain dapat
dinyatakanatas laporan keuangan prospektif. Keadaan-keadaan dan dampaknya terhadap
pendapatan akuntan public adalah sebagai berikut:

1. Jika menurut pendapat akuntan, laporan prospektif menyimpang dari pedoman penyajian
laporan keuangan prospektif yang ditetapkan Ikatan Akuantan Indonesia, ia harus
memberikan pendapat wajar dengan pengecualian atau pendapat tidak wajar.

2. Jika akuntan berpendapat bahwa satu atau lebih asumsi signifikan tidak memberikan
dasar rasional untuk melakukan prakiraan atau proyeksi dengan asumsi hipotesis tertentu,
ia harus memberikan pendapat tidak wajar.

3. Jika pemeriksaan akuntan dipengaruhi oleh kondisi yang menghalangi penerapan satu
atau lebih prosedur yang dibandingkan perlu, ia harus menyatakan tidak memberikan
pendapat dan menjelaskan batasan lingkup tersebut dalam laporan.

Laporan harus berisi sebuah paragraf penjelasan yang menjelaskan keadaannya.

Penerapan Prosedur-prosedur yang Disepakati Bersama

SAT 200,59-61 menyatakan bahwa akuntan bisa melaksanakan atestasi prosedur yang
disepakati bersama atas laporan keuangan prospektif dengan ketentuan bahwa:

1. Akuntan adalah independen

2. Akuntan dan pemakai disebutkan sepakat dengan prosedur-prosedur yang dilakukan atau
yang akan dilakukan oleh akuntan.

3. Para pemakai disebutkan bertanggungjawab atas kecukupan prosedur yang disepakati


sesuai dengan tujuan mereka.

4. Laporan keuangan prospektif meliputi suatu daftar asumsi-asumsi signifikan.

5. Laporan keuangan prospektif terhadap diterapkan prosedur-prosedur yang telah


disepakati bisa menghasilkan estimasi atau pengukuran yang konsisten.

6. Kriteria yang digunakan dalam penentuan temuan telah disepakati oleh akuntan dan
pemakai yang disebutkan.
7. Prosedur-prosedur yang diterapkan pada laporan keuangan prospektif diharapkan akan
menghasilkan temuan yang konsisten dengan mengunakan criteria tersebut.

8. Bukti yang berkaitan dengan laporan keuangan prospektif terhadapnya diterapkan


prosedur-prosedur yang disepakati bersama diharapkan aka nada untuk memberikan
dasar yang layak untuk menyatakan temuan dalam laporan akuntan.

9. Bila memungkinkan, untuk tujuan pelaporan bisa dicantumkan penjelasan tentang batas
materialitas yang disepakati bersama.

10. Pengunaan laporan dibatasi hanya pada pemakai –pemakai tertentu yang disebutkan
didalamnya.

Pembatasan ini serupa dengan pembatasan pada penugasan prosedur disepakati bersama lainya
dan dirancang untuk menghindarkan kemungkinan salah pengertian tentang jaminan yang
diberikan oleh penugasan yang bersangkutan.

Kompilasi

Penugasan kompilasi dimaksudkan untuk membantu manajemen dalam penyiapan suatu


prakiraan atau suatu proyeksi, tetapi tidak dimaksudkan untuk memberikan jaminan atas laporan
keuangan prospektif atau asumsi-asumsi yang mendasari laporan tersebut.Proyeksi meliputi hal-
hal berikut:

1. Menumbuhkan pengertian dengan klien, sebaiknya dalam bentuk tertulis, mengenai jasa
yang akan dilaksanakan

2. Mengajukan pertanyaan tentang prinsip akuntansi yang digunakan dalam penyusunan


laporan keuangan prospektif

3. Menanyakan bagaiman pihak yang bertanggungjawab mengidentifikasi faktor-faktor


kunci dan pengembangan asumsinya.

4. Membuat daftar atau meminta daftra, asumsi signifikan pihak yang bertanggungjawab
yang menjadi dasar bagi laporan keuangan prospektif dan mempertimbangkan apakah
terdapat penghilangan yang nyata faktor-faktor kunci yang dipakai sebagi dasar penentu
hasil prospektif.

5. Mempertimbangkan apakah terdapat ketidakkonsistenan internal yang nyata dalam


asumsi yang dibuat oleh pihak bertanggungjawab.
6. Melaksanakan atau menguji kecermatan matematis perhitungan yang menerjemahkan
asumsi ke dalam laporan keuangan prospektif.

7. Membaca laporan keuangan prospektif, termasuk ringkasan asumsi signifikan dan


mempertimbangkan:

a. Laporan, termasuk pengungkapan asumsi dan kebijakan akuntansi, tidak disajikan


sesuai dengan pedoman penyajiaan yang ditetapkan IAI

b. Laporan, termasuk ringkasan asumsi signifikan, nyata tidak semestinya dalam


hubungannya dengan pengetahuan akuntan tentang satuan usaha tersebut dan
industrinya, serta kondisi yang diperkirakan dalam periode prospektif.

Karena keterbatasan prosedur yang dilaksanakan, maka kompilasi tidak memberikan jaminan
bahwa akuntan public akan mengetahui berbagai hal, signifikan yang akan bisa terungkap
dengan pemeriksaan atau dengan penugasan prosedur disepakati bersama.Oleh karena itu
akuntan public tidak boleh mengkompilasi laporan keuangan prospektif yang tidak memuat
iktisar asumsi-asumsi signifikan

Laporan akuntan berbentuk baku untuk kompilasi laporan keuangan prospektif harus mencakup
(SAT 200.16)

1. Identifikasi laporan keuangan prospektif yang disajikan oleh pihak yang


bertanggungjawab.

2. Pernyataan bahwa akuntan telah mengompilasi laporan keuangan prospektif sesuai


standar yang ditetapkan IAI mengenai kompilasi proyeksi keuangan

3. Peryataan bahwa kompilasi terbatas lingkupnya dan tidak memungkinkan akuntan untuk
memberikan pendapat atau bentuk keyakinan lain apapun atas laporan keuangan
prospektif atau asumsi yang bersangkutan

4. Catatan bahwa hasil prospektif mungkin tidak dapat dicapai

5. Peryataan bahwa akuntan tidak bertanggugjawab untuk memutahirkan laporan dengan


adanya peristiwa dan keadaan yang terjadi setelah tanggal laporan.

PELAPORAN PEMGENDALIAN INTEREN

Sejalan dengan meningkatnya pengakuan tersebut, meningkat pula keinginan berbagai pihak
agar manajemen menerbitkan asersi tertulis tentang pengendalian intern perusahaan dan
menugasi akuntan independen untuk melakukan atestasi atas asersi manajemen tersebut.SAT 500
memberikan pedoman tentang penugasan untuk memeriksa dan melaporkan asersi manajemen
tentang aspek pengendalian interen atas pelaporan keuangan perusahaan di bawah ini:

a. Efektifitas rancangan dan pelaksanaan pengendalian intern suatu perusahaan

b. Efektifitas rancangan dan pelaksanaan suatu segmen dari pengendalian intern suatu
perusahaan

c. Hanya kecocokan rancangan pengendalian intern suatu perusahaan

d. Efektifitas rancangan pengendalian intern suatu perusahaan berdasarkan berdasarkan


kriteria yang telah ditetapkan oleh badan pengatur.

Selain melaksanakan jasa pemeriksaan atas jenis-jenis asersi , akuntan independen bisa
melaksanakan banyak penugasan prosedur disepakati bersama terbatas dalam situasi tertentu.
SAT 500 melarang pelaksanaan jasa review atau penerbitan jaminan negatif atas asersi
manajemen tentang keefektivitas pengendalian intern

Kondisi untuk Pelaksanaan Penugasan

Akuntan independen harus melaksanakan penugasan-penugasan hanya apabila:

a. Menerima tanggungjawab tentang efektivitas pengendalian intern

b. Menilai efektifitas pengendalian interen dengan mengunakan kriteria yang masuk akal

c. Terdapat bukti audit yang cukup atau dikembangkan untuk mendukung evaluasi
manajemen

d. Menyajikan asersi tertulis tentang efektivitas pengendalian intern satuan usaha


berdasarkan kriteria pengendalian yang diacu dalam laporan

Manajemen bertanggungjawab untuk membentuk dan memelihara struktur pengendalian intern


yang efektif.

Perencanaan dan Pelaksanaan Penugasan

Dalam pelaksanaan penugasan untuk memeriksa asersi tertulis manajemen tentang efektivitas
pengendalian intern, namun penilaian dalam penugasan bisa lebih luas. Dalam suatu penugasan
untuk memeriksa asersi manajemen tentang pengendalian intern pengujian pengendalian
tergantung pada sifat asersi dan kriteria yang disebutkan manajemen dalam laporan yang berisi
asersi. Periode waktu yang dicakup oleh pengujian pengendalian dalam suatu audit sepanjang
periode audit.

Standar Pelaporan

Bentuk laporan praktisi tergantung atas cara yang dilakukan oleh manajemen dalam menyajikan
asersi tertulis.

a. Jika asersi manajemen disajikan dalam laporan terpisah yang menyertai laporan
praktisi

b. jika manajemen menyajikan asersi hanya dalam surat representasi kepada praktisi,
praktisi harus membatasi distribusi laporan hanya kepada maanjemen, pihak lain
dalam satuan usaha, jika berlaku kepada manajemen, pihak lain dalam satuan usaha,
dan jika berlaku kepada pengatur dan praktisi.

ASERSI MANAJEMEN DISAJIKAN DALAM LAPORAN TERPISAH

Bila majemen menyajikan asersi dalam laporan terpisah yang akan menyertai laporan praktisi,
laporan praktisi harus mencakup:

1. Suatu judul yang berisi kata independen

2. Identifikasi asersi manajemen tentang efektivitas struktur pengendalian satuan usaha atas
pelaporan keuangan.

3. Suatu peryataan bahwa pemeriksaan dilaksanakan berdasarkan standar yang ditetapkan


IAI

4. Suatu paragraf yang menyatakan bahwa karena keterbatasan bawaan dalam struktur
pengendalian , kekeliruan dan ketidakberesan dapat terjadi dan tidak terdeteksi.

Asersi Manajemen Disajikan hanya dalam Surat Representasi kepada Praktisi

Manajemen dapat menyajikan asersi tertulisnya tentang efektifitas struktur penendalian intern
satuan usaha dalam suatu surat representasi kepada praktisi, bukan sebagai laporan terpisah yang
mengenai laporan praktisi.

Jika manajemen tidak menyajikan asersi tertulis yang menyertai laporan praktisi, praktisi harus
memodifikasi laporannya untuk memasukkan asersi manajemen tentang efektifitas struktur
pengendalian intern suatu usaha dan menambahkan suatu paragraph yang membatasi distribusi
laporan praktisi hanya kepada manajemen, atau pihak lain dalam suatu usaha, dan, jika berlaku
kepada badan pengatur tertentu.

ATESTASI KEPATUHAN

Bidang jasa lain yang semakin banyak diminta untuk diberikan akuntan public dari badan-badan
pengatur dan pihak-pihak lainnya adalah jasa yang berkaitan dengan kepatuhan satuan usaha
terhadap persyaratan tertentu.

Penugasan Prosedur yang Disepakati

Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan PSAT No.06, Atestasi Kepatuhan (SAT 500) untuk
memberi pedoman bagi para akuntan public dalam melaksanakan prosedur yang disepakati
bersama atas asersi tertulis manajemen tentang: (1) Kepatuhan satuan usaha terhadap persyaratan
tertentu (2) Efektifitas pengendalian intern terhadap kepatuhan atau (3) keduanya.

Untuk mengurangi risiko terjadinya terjadi kesalahpahaman antara pemakai dengan akuntan
independen, maka penugasan demikian hanya dilakukan apabila kondisi-kondisi berikut
terpenuhi:

1. Manajemen menerima tanggung jawab atas kepatuhan satuan usaha terhadap persyaratan
tertentu dan efektifitas pengendalian intern terhadap kepatuhan.

2. Manajemen mengevaluasi kepatuhan satuan usaha terhadap persyaratan tertentu atau


efektifitas pengendalian intern terhadap kepatuhan.

3. Manajemen memberikan kepada praktisi asersi tertulisnya tentang kepatuhan satuan


usaha terhadap persyaratan tertentu atau tentang efektifitas pengendalian intern satuan
usaha terhadap kepatuhan.

Laporan akuntan independen harus berisi elemen-elemen berikut:

• Judul yang berisi kata independen

• Identifikai pemakai tertentu


• Suatu pengacuan ke asersi manajemen tentang kepatuhan satuan usaha dengan
persyaratan tertentu atau tentang efektifitas pengendalian intern satuan usaha terhadap
kepatuhan, termasuk periode yang dicangkup oleh asersi manajemen dan sifat penugasan.

• Suatu pernyataan bahwa prosedur yang telah disepakati oleh pemakai tertentu yang
disebutkan dalam laporan, telah dilaksanakan untuk membantu pemakai dalam
mengevaluasi asersi manajemen tentang kepatuhan satuan usaha terhadap persyaratan
tertentu atau tentang efektifitas pengendalian intern satuan usaha terhadap kepatuhan.

• Pengacuan ke standar yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.

• Suatu pernyataan bahwa memadainya prosedur merupakan tangung jawab pemakai


tertentu dan suatu pernyataan tidak bertanggung jawab tentang memadainya prosedur
tersebut.

• Daftar prosedur yang telah dilaksanakan dan temuan yang bersangkutan.

• Jika berlaku, suatu penjelasan adanya batas materialitas yang disepakati.

• Suatu pernyataan bahwa praktisi tidak ditugasi untuk, dan tidak melakukan, suatu
pemeriksaan atas asersi manajemen tentang kepatuhan satuan usaha terhadap persyaratan
tertentu atau tentang efektifitas pengendalian intern terhadap kepatuhan, suatu pernyataan
tidak member pendapat atas asersi tersebut, dan suatu pernyataan bahwa jika praktisi
telah melaksanakan prosedur tambahan, hal lain ungkin terungkap dan akan dilaporkan.

• Suatu pernyataan tentang pembatasan atas penggunaan laporan karena laporan tersebut
hanya diperuntukkan bagi pemakai tertentu.

• Jika berlaku, pembatasan tentang prosedur atau temuan sebagaimana dibahas dalam SAT
seksi 600.

• Jika berlaku, suatu penjelasan tentang sifat bantuan oleh spesialis sebagaimana telah
dibahas oleh SAT seksi 600.

Penugasan Pemeriksaan
SAT 500, Atestasi Kepatuhan, mengijinkan adanya penugasan pemeriksaan yang menghasilkan
suatu pernyataan pendapat akuntan independen tentang kepatuhan satuan usaha terhadap
persyaratan tertentu, tetapi penugasan prosedur yang telah disepakati lebih dianjurkan karena
penugasan ini lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemakai.

SAT 500 tidak berlaku apabila laporan auditor tentang kepatuhan terhadap persyaratan, semata-
mata didasarkan pada suatu audit atas laporan keuangan.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN

SAT 700, Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen, menetapkan standar atestasi dan
memberikan panduan bagi praktisi tentang pelaksanaan suatu penugasan atestasi yang berkaitan
dengan Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen (APM) yang dibuat sesuai dengan peraturan
Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) yang disajikan dalam laporan tahunan kepada
pemegang saham dan dalam dokumen lain.

Tujuan penugasan review ini adalah untuk mengumpulkan ukti sebagai dasar untuk melaporkan
apakah informasi yang diketahui oleh praktisi menyebabkan ia mempercayai bahwa:

• Penyajian APM tidak mencangkup dalamsemua hal yang material, unsure yang
diwajibkan dalam peraturan Bapepam.

• Jumlah keuangan historis yang tercantum di dalamnya tidak diperoeh secara akurat,
dalam semua hal yang material, dari laporan keuangan satuan usaha.

• Informasi, penentuan, estimasi dan asumsi yang dipakai sebagai dasar oleh satuan usaha
tidak memberikan basis yang memadai untuk pengungkapan yang terdapat di dalamnya.

Laporan review yang dilakukan akuntan independen harus berisi elemen-elemen berikut (SAT
700.35):

• Suatu judul yang berisi kata independen.

• Suatu identifikasi penyajian APM, termasuk periode yang dicangkup.


• Suatu pernyataan bahwa manajemen bertanggung jawab untuk penyusunan APM sesuai
dengan peraturan Bapepam.

• Suatu pengacuan ke laporan auditor atas laporankeuangan yang bersangkutan, dan alasan
yang mendasari jka laporan tersebut bukan merupakan laporan baku.

• Suatu pernyataan bahwa review dilaksanakan berdasarkan standar atestasi yang


dikeluarkanoleh Ikatan Akuntan Indonesia.

• Suatu penjelasan prosedur untuk mereview APM.

• Suatu pernyataan bahwa suatu review atas APM lingkupnya jauh dibawah pemeriksaan,
yang tujuannya untuk menyatakan pendapat tentang penyajian APM dan oleh karenanya,
pendapat semacam itu tidak diberikan.

• Suatu paragraph yang menyatakan bahwa (1) penyusunan APM menuntut


manajemenuntuk menafsirkan kriteria, melakukan penetapan tentang relevansi informasi
yang dimasukkan, dan membuat estimasi serta asumsi yang berdampak terhadap
informasi yang dilaporkan, dan (2) hasil sesungguhnya di masa depan bisa berbeda
secara material dibandingkan dengan penafsiran sekarang dilakukan oleh manajemen
atas dmpak masa depan yang diperkirakan dengan terjadinya atau akan terjadi transaksi
atau peristiwa,sumber likuiditas dansumber modal, trend operasi, komitmen, dan
ketidakpastian yang diharapkan.

• Jika satuan usaha merupakan satuan usaha nonpublic, suatu pernyataan bahwa, meskipun
satuan usaha bukan merupakan institusi yang terkena oleh peraturan Bapepam,
penyajianAPM dimaksudkan sebagai penyajian berdasarkan penyajian Bapepam.

• Suatu pernyataan tentang apakah ada hal-hal yang menjadi perhatian praktisi
menyebabkan ia meyakini bahwa: (1) Penyajian APM tidak mencangkup dalam suatu hal
yang material, unsure-unsur yang diwajibkan dalam peraturan Bapepam, (2) jumlah
keuangan historis yang dicantumkan dalam APM tidak secara akurat diperoleh, dalam
segala hal yang material, dari keuangan laporan usaha, atau (3) informasi, penentuan,
estimasi, asumsi yang mendasari yang digunakan oleh satuan usaha tidak memberikan
basis yang memadai bagi pengungkapan yang terdapat dalam APM.

• Jika satuan usaha merupakan entitas public sebagaimana didefinisikan dalam paragraph
02, atau entitas nonpublic yang sedang melakukan atau telah melakukan penwaran efek,
suatu pernyataan tentang pembatasan laporan untuk pihak-pihak tertentu, karena laporan
tersebut tidak dimasukkan diserahkanke Bapepam.

• Tanda tangan, nama, nomor ijin praktisi, dan nomor ijin usaha kantor akuntan public.

• Tanggal laporan review.

Jasa Akuntan dan Review

Akuntan public dapat melaukan audit atas laporan keuangan yang memberikan jaminan
(keyakinan) yang masuk akal bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Akuntan
public juga bisa memberi jasa yang tidak memberi jaminan (keyakinan) tentang apakah laporan
keuangan bebas dari alah saji material dalam bentuk laporan keuangan yang tidak diaudit. Jasa
review pada awalnya merupakan pengembangan sebagai alternatif atas audit laporan keuangan
pada perusahaan-perusahaan nonpublic dengan biaya yang lebih murah dan dengan jaminan
yang lebih rendah pula.

SAR 100.04 merumuskan satuan usaha nonpublik sebagai satuan usaha yang tidak merupakan:

a) Satuan usaha yang sekuritasnya diperdagangkan dalam suatu pasar publik, baik pada
bursa utama atau pada bursa parallel.

b) Satuan usaha yang mendaftar pada suat instansi yang berwenang dalam rangka persiapan
untuk menjual suatu jenis surat berharga di pasar umum, atau

c) Suatu anak perusahaan, corporate join venture, konsorsium, atau satuan usaha lainnya
yang dikendalikan oleh suatu satuan usaha yang termasuk dalam a) dan b).

Akan dibahas dua jenis penugasan yang paling sering dijumpai pada perusahaan nonpublik, yaitu
review dan kompilasi laporan keuangan.
Hal yang meliputi penjelasan tentang sifat dan keterbatasan jasa yang diberikan oleh akuntan.
Jasa ini jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan audit. Sebagai akibat dari hal-hal tersebut
maka:

• Penugasan tidak dapat diandalkan untuk bisa mengungkapkan adanya kekeliruan,


kecurangan, atau tindakan melawan hukum.

• Akuntan akan member informasi kepada manajemen pada tingkat yang sesuai bila ia
meneukan kekeliruan material, dan kecurangan serta tindakan melawan hukum yang
diketahuinya.

Anda mungkin juga menyukai