Anda di halaman 1dari 107

:z=

-
Cl:
-:I
:z=
==··
en
-
.t-

~
«CD
~
"'Lt)
Cl: ::.::: o- 00))
« ....
-:I La.I
.....
lCI: ca
= 6a!
~ e ·~
00
s
en ...,:z
1:1- · 0.«
CC CD
....... . t:::
....
Cl: • CD
.=-=: et ex:
w
Z
D- W
=-=
Cl:
o.
KATA PENGANTAR CETAKAN PERTAMA

Berlainan dari penulis-penulis lain yang memakai istilah


" perjanjian -perjanjian khusus" atau " perjanjian-perjanjian ter-
tentu", saya dengan sengaja mema kai istilah ''<meka perieniisn".
Istilah "perjanjian-perjanjian khusus" adalah terjemahan
dad istilah Belanda "bijzondere overeenkomsten" sebagaimana
istilah "delik-delik khusus" adalah terjemahan dari istilah Belan-
da "bijzondere delicten·". .
Perkataan.i'khusus" dipakainya disitu untuk menunjukkan
bahwa itu merupakan ·lawan dari perjanjian pada umumnya atau
tindak-pidana pada umumnya. .-.
Karena yang dimaksudkan sebenarnya adalah macam-ma-
camnya perjanjian yang ada menurut undang-undang, yaitu:
jual-beli, sewa-rnenyewa, perjanjian untuk melakukan pekerjaan,
perjanjian pemberian kuasa, dan lain-lain, maka saya berpenda-
pat bahwa istilah "aneka perjanjian " lebih tepat dan lebih jelas
menggambarkan apa yang kita maksudkan , yaitu bahwa kita akan
Hak cipta yang dilindungi Undang-undang pada : Pengarang membahas bermacam-macam perjanjian . .
.Hak Penerbitan pada Penerbit PT. Citra Aditya Bakti Juga berlainan dari penulis -penulis lain yang dibawah'nama
Cetakan ke I Tahun 1975 "perjanjian-perjanjian khusus/tertentu" itu hanya membahas
fCetakan ke X Tahun 1995 perjanjian-perjanjian yang terdapat dalam Kitab Undang-undang
77 AH 003
Hukurn Perdata atau Burgerlijk Wetboek (B.W.), disini akan
No. Kode Penerbitan
saya bahas pula suatu perjanjian yang tidak terdapat pengatur-
Sebagian atau seluruhnya isi buku ini dilarang digunakan
atau diperbanyak dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis
annya dalam B.W. karena dilahirkan dalam praktek sehari-hari
dari Penerbit Citra Aditya Bakti, kecuali dalam hal yaitu sewa-beli dan juga suatu perjanjian , yang meskipun dipa-
pengutipan untuk keperluan penulisan 'kcii oleh rakyat dalam kehidupannya sehari-hari, tidak pula di-
artikel atau karangan i1miah atur dalam B.W. tetapi menemukan 'penqaturannve dalam ber-
Computer setting, layout, oleh penerbit
PT. CITRAADITYA BAKTI
bagai perundang-undangandiluar B.W., yaitu perjanjian pen gang-
kutan.

ISBN: 979 - 414 -125 - 9 Bandung ,Juni 1975 Penulis .

Anggota IKAPI

iv v
KATA PENGANTAR CETAKAN KE5EPULUH

Disertai dengan rasa syukur kepada Yang Kuas a, penerbitan buku ini
telah sampai pada Edisi/Cetakan yang kesepuluh.

Edisi kesepuluh ini diterbitkan tanp a perubahan materi , hanya sampuI


buku saja yang mengalami perub ahan .

Dengan demikian kami harapkan selalu dapat memberikan kepuasan


kepad a para pembaca, juga kami senantiasa mengharapkan kritik yang
membangun .

Bandung, Agu stus 1995

Penerbit

DAFTAR 151

Kala Penganlar pada cetakan pertama . v


Kala Penganlar pada cetakan kesepuluh .. vi
Daftar Isi .

Bab. ke I JUAL-BELI . 1 V
1. Definisi . 1
2. Saallerjadinya perjanjian jual-beli .: .. 2
3. Kewajiban-kewajiban si penjual . 8
4. Kewajiban-kewajiban si pembeli. .. 20
5. Soal risiko dalam perjanjian jual-beli . 24
6. Jual-beli dengan hak membeli kembali . 28
7. Jual-beli piulang dan lain-lain hak lak bertubuh . 31
8. Hak reklame . 32
9. Jual-be li barang orang lain . 33

vi vii
Bab ke 11 TUKAR -MENUKAR . . . . • . . . . . .• . . . . . . . . .1 35 •..; Bab ke XI PINJAM-PAKAI ' .' : . . 118
~--.... =-::..-- - . 1. Ketentuan-ketentuan umuni ' 118
v Bab ke II I SEWA'·MENYEWA 39 2. Kewajiban-kewajiban si peminjam 121
1. Definisi 39 3. Kewajiban-kewajiban orang yang meminjamkan . . 123
2 . Kewajiban-kewajiban pihak yang menyewakan 42
" Bab ke XII PINJAM MEMINJAM 125
3 . Kewajiban -kewajiban si penyewa 43
1. Ketentuan-ketentuan umum 125
"4 . Per ihal risiko dalam sewa-menyewa 44
2. Kewajiban-kewajiban orang yang meminjamkan . . 127
5 ., Gangguan dari pihak ketiga 45
3 . Kewajiban-kewaj iban si peminjam 128
6 . Mengulang-sewakan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. 46
4. Meminjamkan dengan bunga 128
7. Sewa t ert ulis dan sewa lisan 47
8 . Jual -beli t idak memutuskan sewa-menyewa 48 Bab ke XIII PERJANJIAN UNTUNG-UNTUNGAN 132
9. Pandbeslag 49 1. Definisi ' ',' 132
10. Sewa-menyewa pe rurnahan 49 2. Bunga caqak-hidup 133
,3 . Perjudian dan pertaruhan 138
Bab ke IV SEWA·B ELI 51
..I Bab ke XIV PEMBERIAN KUASA 140
Bab ke V PERJANJIAN UNTUK MELAKUKAN 1. Definisi 140
P E KER J AA N : 57 2 . Kewajiban-kewajiban si kuasa 14 6
1 . Defin isi'.. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. 57 3. Kewajiban-kewaj iban si pemberi kuasa 148
2 . Perjanj ian kerja/perburuhan . 59 4. Berakhirnya pemberi'an kuasa 151
3. Pe rjanjian pemborongan-peke rjaan . . . . . . . . . . . 65
" Bab ke XV PENANGGUNGAN UTANG ' 163
1. Definisi dan sifat-sifat penanggungan 163
Bab ke V PENGANGKUTAN 69
2 . Akibat-akibat penanggungan antara kreditor
dan penanggung 167
Bah ke VII PERSEKUTUAN . . .. . .. .. ... . . .. . . . . . . . . 75
3 . Akibat-akibat penanggungan antara si berutang dan
1. Defin isi . . : : 75 sipenanggung dan antara para penanggung sendiri . 171
2. Hubungan antara para sekutu " 77 4. Hapusnya penanggungan 175
3. Hubungan para sekutu dengan pihak ketiga ' . ~ . . .. 83
4 . Macam-macam cara berakhirnya persekutuan .... . 85 Bab ke XVI PEROAMAIAN . 177
Bab ke XVII ARBITRASE ..... .... .. ... .. .. ..... . • 181
Bab ke V II I PERKUMPULAN 89
DAFTAR PERSOALAN/ISTILAH MENURUT A"BJAD . 184
Bab ke IX PENGHIBAHAN 94 YURISPRUDENSI MAHKAMAH AGUNG . 195
1. Defin isi. Ketentuan -ketentuan umum . . . . . . . . . 94
2. Kecakapan untuk memberi dan menerima hibah . . 100
3. Caranya menghibahkan sesuatu ' 101
4 . Penar ikan kembal i dan penghapusan hibah . . ~ 104

Bab ke X PENITIPAN BARANG 107


1. Penitipan pada umumnya dan berbagai macamnya 107
2 . Panitipan barang yang sejati 108
3 . Sekestrasi : 11 5
,
vi ii ix
Bab ke I
JUAL~BELI

1. DEFINISI.

Jual-beli (menurut B.W.) adalah suatu perjanjian bertimbal-


balik dalam mana pihak yang satu (si penjual) berjanji untuk me-
nyerahkan hak milik atas suatu barang, sedang pihak yang lain-
nya (si pembeli) berjanji untuk membayar harga yang terdiri
atas sejurnlah uang sebagai imbalan dari perolehan hak milik
terse but.
Perkataan jual-beli menunjukkan bahwa dari satu pihak
perbuatan dinamakan menjual, sedangkan dari pihak yanq lain
dinamakan membeli. Istilah yang mencakup dua perbuatan yang

x
bertimbal-balik.itu adalah sesuai denqan istilah Belanda "koop Apakah yang dinamakan "konsensualisme" itu ?
en verkoop" yang juga mengandung pengertian bahwa pihak Konsensuaiisme berasal dari perkataan "konsensus" yang
yang satu "verkoopt" (rnenjual) sedang yang lainnya "koopt" berarti kesepakatan. Dengan kesepakatan dimaksudkan bahwa
(membeli). Dalam bahasa Inggeris [ual-beli disebut dengan hanya diantara pihak-pihak yang bersangkutan tercapai suatu perse-
"sale" saja yang berarti "penjualan" (hanya dilihat dari sudut- suaian kehendak, artinya: apa ya~g dikehendaki oleh yang satu
nya si penjual), begitu pula dalarn bahasa Perancis disebut hanya adalah pula yang dikehendaki oleh yang lain. Kedua kehendak
dengan "vente" yang juga berarti "penjualan", sedangkan dalam itu bertemu dalam "sepakat" tersebut. Tercapainya sepakat
bahasa Jerman dipakainya perkataan "Kauf" yang berarti ini dinyatakan oleh kedua belah pihak dengan mengucapkan
"pembelian" . , perkataan2, miSalnya:"setuju", "accoord", "oke" dan lain-lain
Barang yang menjadi obyek perjanjian jual-beli harus cukup sebagainya ataupun dengan bersama-sarna menaruh tanda-ta-
tertentu, setidak-tidaknya dapat ditentukan ujud dan jumlahnya ngan dibawah pernyataan-pernyataan. tertulis sebagai tanda
pada saat ia akan diserahkan hak miliknya kepada si pembeli. (bukti) bahwa kedua belah pihak telah rpenyetujui segala apa
Dengan demikian adalah sah menurut hukum misalnya jual-beli yang tertera diatas tulisan itu.
mengenai panenan yang akan diperoleh pada suatu waktu dari Bahwa apa yang dikehendaki oleh yang satu itu adalah
sebidang tanah tertentu. juga yang dikehendaki oleh yang lain atau bahwa kehendak
Jual-beli yang dilakukan dengan percobaan atau mengenai mereka adalah "sama", sebenarnya tidak tepat . Yang betul
barang-barang yang biasanya dicoba terlebih dahulu, selalu di- adalah bahwa yanqmereka kehendaki adalah "sama dalam ke-
anggap telah dibuat dengan suatu syarat-tangguh (pasal 1463 balikannya". Misalnya : yang satu ingin melepaskan hak milik-
B.W.). Dengan dernikian maka jual -beli mengenai sebuah lemari nya at as suatu barang asal diberi sejumlah uang tertentu sebagai
es, meskipun barang dan harqa sudah disetujui, baru jadi kalau qantinya, sedang yang lain ingin memperoleh hak milik atas
barangnya sudah dicoba dan memuaskan. Begitu pula halnya barang terse but dan bersedia memberikan sejumlah uang yang
dengan jual-beli sebuah pesawat radio atau televisi. disebutkan itu sebagai gantinya kepada si pemilik barang .
Sebagaimana diketahui, hukum perjanjian dari B.W. me-
2. SAAT TERJADINYA PERJANJIAN JUAL-BELI. nganut asas konsensualisme. Artinya .ialah : hukum perjanjian
dari B.W. itu menganut suatu asas bahwa untuk melahirkan
Unsur-unsur pokok ("essentialia")perjanjian jual-beli ada-
perjanjian cukup dengan sepakat saja dan bahwa perjanjian itu
lah barang dan har1a. Sesuai dengan asas "konsensualisme"
(dan dengan dernikian "perikatan" yang ditimbulkan karena-
yang menjiwai hukum perjanjian B.W., perjanjian jual-beli itu
. nya) sudah dilahirkan pada saat atau detik tercapainya konsen-
sudah dilahirkan pada detik tercapainya "sepakat" mengenai
' sus sebagaimana 'dimeksudkan diatas. P~da detik tersebut per-
barang dan harga. Begitu kedua pihak sudah setuju tentang ba-
janjian sudah jadi dan mengikat , bukannya pada detik-detik
KONSEN- rang dan harga, maka lahirlah perjanjian jual-beli yang sah.
lain yang terkemudian atau yang sebelumnya.
SUAL Sifat konsensual dari jual beli tersebut ditegaskan dalam
Dari mana dapat kit a ketahui atau kit a simpulkan bahwa
pasal 1458 yang berbunyi: "Jual-beli dianggap sudah terjadi
hukum perjanjian B:W. rnenqanut asas konsensualisme itu ?
antara kedua belah pihak seketika setelah mereka mencapai se-
Menurut pendapat kami, asas tersebut harus kita simpulkan
pakat tentang barang dan harga, meskipun barang itu belum di-
dari pasal 1320, yaitu pasal yang mengatur tentang syarat-sya-
serahkan maupun harganya belum dibayar".
rat sahnya suatu perjanjian dan tidak dari pasal 1338 (1) seper-

2
3
nya ialah dengan jalan menekankan pada perkataan "semua"
ti diajarkan oleh beberapa penulis . Bukankah oleh pasal 1338 yang ada dirnuka perkataan "perjanjian". Dikatakan bahwa pa-
(1) yang berbunyi : "Semua perjanjian yang dibuat secara sah sal 1338 (1) itu seolah-olah membuat suatu pernyataan (pro-
berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya" klamasi) bahwa kita diperbolehkan membuat perjanjian aPa
itu dimaksudkan untuk menyatakan tentang kekuatan perjan - saja dan itu akan mengikat kita sebagaimana mengikatnya
jian, yaitu kekuatan yang sama dengan suatu undang-undang. undang-undang. Pembatasan terhadap kebebasan itu hanya be-
Kekuatan seperti itu diberikan kepada "semua perjanjian yang rupa apa yang dinamakan "ketertiban dan kesusilaan urnum".
dibuat secara sah". Apakah yang dinamakan "perjanjian yang Sebab apa hukum perjanjian mengambil asas konsensu-
(dibuat secara) sah" itu ? Jawabannya diberikan oleh pasal alisme itu? Diambilnya asas konsensualisme 'tersebut yang ber-
1320 yang menyebutkan satu persatu syarat-syarat untuk per- arti "perkataan sudah mengikat" adalah menurut Prof . Eggens
janjian yang sah itu. Syarat-syarat itu adalah : 1. sepakat, 2. ke- suatu tuntutan kesusilaan (zedelijke eis).
cakapan, 3. hal tertentu dan 4. causa (sebab, isi) yang halal. Dikatakan bahwa itu merupakan suatu puncak peningkat-
Dengan hanya disebutkannya "sepakat" saja tanpa dituntut- an martabat manusia yang tersimpul didalam pepatah "een
nya sesuatu bentuk-cara (formalitas) apapun,sepertinya tulis - man een man, eerrwoord een woord". Yang dimaksudkan ada-
an ', pemberian tanda atau panjer dan lain sebagainya, dapat lah bahwa dengan diletakkannya kepercayaan pada perkataan '
kita simpulkarr bahwa bilarnana sudah tercapai sepakat itu, ma- orang, si orang ini ditingkatkan martabatnya setinggi-tingginya
ka sahlah sudah perjanjian itu atau rnenqikatlah perjanjian itu sebagai manusia . Memanglah benar apa yang dikata'kan oleh
atau berlakulah ia sebagai undang-undang bagi mereka yang Prof. Eggens itu, bahwa ketentuan bahwa orang harus dapat di-
membuatnya. pegang perkataannya itu adalah suatu tuntutan kesusilaan, me-
Adanya yang dinarnakan perjanjian-perjanjian "formal" mang benar bahwa kalau orang ingin dihargai sebagai manusia
atau pula yang dinamakan perjanjian-perjanjian "rill" itu me - ia harus dapat dipegang perkataannya atau ucapannya, namun
rupakan kekecualian. Perjanjian formal adalah misalnya perjan- bagi Hukum yang ingin menyelenggarakan ketertiban dan me-
jian "perdamaian" yang menunit pasal 1851 (2) B.W. harus di- negakkan keadilan dalam masyarakat , asas konsensualisme itu
adakan secara tertulis (kalau tidak maka ia tidak sah), sedang- merupakan suatu tuntutan kepastian hukum. Bahwa oran,9 yang
kan perjanjian rill adalah misalnya perjanjian "pinjarn-pakai" hidup dalam rnasyarakat yang teratur harus dapat dipegang
yang menurut pasal 1740 baru tercipta dengan diserahkannya perkataan atau ucapannya (dipegang "mulutnya") itu merupa-
barang yang menjadi obyeknya atau perjanjian "penitipan" kan suatu tuntutan kepastian hukum yanq merupakan satu
yang menurut pasal 1694 baru terjadi dengan diserahkannya sendi yang mutlak dari suatu tata -hukum yang baik . Pasal 1338
barang yang dititipkan. Untuk perjanjian-perjanjian ini tidak (1) yang menyatakan bahwa perjanjian mengikat sebagai un-
cukup dengan adanya sepakat saja, tetapi disamping itu diper - . dang-undang tidak memberikan kriterium untuk apa yang di-
lukan suatu formalitas atau suatu perbuatan yang nyata (riil) . namakannya perjanjian itu. Apakah untuk perjanjian itu sudah
Sudah jelaslah kiranya bahwa asas konsensualisme itu cukup apabila sudah dicapai sepakat ataukah masih diperlukan
harus kita simpulkan dari pasal 1320 dan bukannya dari pasal syarat-syarat lain? Jawaban diber~kan oleh pasall320: cukup
1338 (1). Dari pasal yang terakhir ini lajimnya disimpulkan apabila sudah tercapai sepakat (konsensus). Inilah yang kit a
suatu asas lain dari hukum perjanjian B.W., yaitu adanya atau namakan. konsensualisme.
dianutnya sistem terbuka atau asas kebebasan berkontrek
(beginsel der contractsvrijheid). Adapun cara menyimpulkan

5
4
Kesepakatan berarti persesuaian kehendak. Namun ke-
Dapat dikatakan bahwa menurut ajaran yang sekarang
hendak atau keinginan ini harus dinyatakan. Kehendak atau
dianut dan juga menurut yurisprudensi, pernyataan yang boleh
keinginan yang disimpan didalam hati, tidak mungkin diketa-
dipegang untuk dijadikan dasar sepakat, adalah pernyataan
hui pihak lain dan karenanya tidak mungkin melahirkan sepa-
yang secara objektip dapat dipercaya. Suatu pernyataan yang
kat yang diperlukan untuk melahirkan suatu perjanjian, Menya-
kentara dilakukan secara tidak sungguh -sungguh (secara senda-
takan kehendak ini tidak terbatas pada mengucapkan perkata-
gurau) atau yang kentara mengandung suatu kekhilapan atau
an-perkataan, ia dapat dicapai pula dengan memberikan tanda-
kekeliruan, tidak boleh dipegang untuk dijadikan dasar kese-
tanda apa saja yang dapat menterjemahkan kehendak itu, baik
pakatan, Dalam Civil.Code of Japan masalah ini diatur dalam
oleh pihak yang mengambil prakarsa yaitu .pihak yang "mena-
Bab tentang "Juristic Acts" perihal "declaration of intention"
warkan" (melakukan "offerte") maupun oleh pihak yang me -
dalam Buku kesatu yang berjudul "General Provisions".
nerima penawaran tersebut.
Jaman dimana untuk terjadinyasuatu perjanjian sung-
Dengan demikian maka yang akan rnenjadi alat peng-
guh -sungguh dituntut tercapainya suatu perjumpaan kehendak,
ukur tentang tercapainya persesuaian kehendak tersebut ada- '
sudah lampau. Setelah melewati pengalaman-pengalaman yang
lah pernyataan-pernyataan yang telah dilakukan oleh kedua
belah pihak, Undanq -undanq berpangkal pada asas konsensu- pahit (seperti dalam casus terkenal antara Weiler dan Oppen-
alisme, namun untuk menilai apakah telah tercapai konsensus heim yang terjadi dimuka Pengadilan di Jerman), sekarang su-
(dan ini adalah maha penting karena merupakan saat lahirnya dah dirasakan bahwa berpegang teguh pada tuntutan tersebut
perjanjian yang mengikat laksana suatu undang-undang), kita akan menjurus kearah ketidak-pastian hukum, padahal diambil
nya asas konsensualisme adalah justru untuk memenuhi tun-
terpaksa berpijak pada pernyataan-pernyataan yang telah di-
lakukan oleh kedua belah pihak. Danini pula merupakan suatu tutan kepastianhukum. Tuntutan akan adanya sungguh-sung-
·tuntutan kepastian hukum. Bukankah dari ketentuan bahwa guh suatu perjurnpaan kehendak, memang tidak dapat diperta-
kita harus berpijak pada apa yang telah dinyatakan itu timbul hankan lagi dalam jaman modern sekarang ini dimana transaksi
perasaan aman pada setiap orang yang telah membuat suatu transaksi yang besar lajimnya diadakan tanpa hadlirnya para
perjanjian bahwa ia tidak mungkin dituntut memenuhi kehen- pihak berhadapan muka, tetapi lewat korespondensi atau le-
dak-kehendak pihak lawan yang tidak pernah dinyatakankepa- wat perantara-perantara, .
Oleh karena itu maka sudah tepatlah bahwa adanya per-
danya. Dan apabila tirnbul perselisihan tentang apakah terda-
jumpaan kehendak (konsensus) itu diukur denqan pernyataan
pat konsensus atau tidak (yang berarti apakah telah dilahirkan
pernyataan yang secara bertimbal-balik telah dikeluarkan. Ada-
suatu perjanjian atau tidak) maka Hakim atau Pengadilanlah
nya konsensus itu . malahan sebenarnya sering "dikonstruksi-
yimg akan menetapkannya.
kan" oleh Hakim. Berdasarkan pernyataan-pernyataan bertim-
Pernyataan timbal-balik dari kedua belah pihak merupa-
bal -balik. itu dianggap bahwa sudah dilahirkari sepakat yang se-
kan sumber untuk menetapkan hak dan kewajiban bertimbal-
kaligus melahirkan perjanjian (yang mengikat seperti undang-
balik diantara mereka. Apakah semua pernyataan dapat diper-
undang). Dan sekali sepakat itu dianggap ada , maka Hakimlah
tanggung-jawabkan kepada (menimbulkan kewajiban-kewajib-
lagi yang akan menafsirkan apa yang telah disetujui, perjanjian
an bagi) pihak yang melakukan pemyataan itu ? Karena menqe -
apa yang telah dilahirkan dan apa saja hak dan kewajiban para
nai hal ini tidak kita ketemukan sesuatu ketentuan dalam
undang-undang, maka persoalan itu telah dipecahkan oleh pa- pihak.
ra sarjana dan oleh yurisprudensi.

6 7
Asas konsensualisme yang terkandung dalam pasal1320 a . Kewajiban menyerahkan hak mil ik .
B.W. (kalau dikehendaki : pasal1320 dihubungkan dengan pa-
Kewajiban menyerahkan hak milik meliputi segala perbuat-
Sal 1338 ayat 1), tampak jelas pula dari perumusan-perumusan
" . an yang menurut hukum diperlukan untuk mengalihkan hak mi-
berbagai macam perjanjian. Kalau kita ambil perjanjian yang
lik atas barang yanq diperjual-belikan itu dari si penjual kepada
utama, yaitu jual-beli, rnaka konsensualisme itu menonjol seka-
si pembeli.
li dari perumusannya dalam pasal 1458 B.W. yang berbunyi:
Oleh karena B.W. mengenal tiga macam barang, yaitu : ba-
"Jual-beli itu dianggap telah terjadi antara kedua belah pihak, rang bergerak, barang tetap dan barang "takbertubuh" (dengan
seketika setelahnya oranq-oranq ini mencapai sepakat tentanq mana dimaksudkan piutang, penagihan atau "claim"), maka me-
,barang tersebut dan harganya .. meskipun barang itu belum di- nur ut B.W. juga ada tiga macam penyerahan hak milik yang ma-
serahkan, maupun harganya belum dibayar".
sing-masing berlaku untuk masing -masing macam barang itu:
Dalam Code Civil Perancis malahan jual-beli yang sifat-
nya konsensual itu sudah pula memindahkan hak milik at as ba-
a. untuk barang bergerak cukup dengan penyerahan kekua-
rang yang diperjual-belikan, sehingga yang disitu dinamakan
saan atas barang itu ; lihat pasal 612yang berbunyi sebagai
penyerahan (delivrance) hanyalah merupakan penyerahan ke-
berik ut :
kuasaan belaka atas barang yang hak miliknya sudah berpin-
"Penyerahan kebendaan bergerak, terkecuali yanq tak ber-
BARANG
dah sewaktu perjanjiannya jual-beli ditutup. "La propriete'est
t ubuh dilakukan dengan penyerahan yang nyata akan kebendaan
BERGERAK '
acquise des qu'on est convenu de la chose et du prix"
.it u oleh atau atas nama pemilik, atau dengan penyerahan kun-
ci-kunci dari bangunan dalam mana kebendaan itu berada.
demikianlah dikatakan oleh pasal 1583 C.C.
Penyerahan tak perlu dilakukan, apabila kebendaan yang
Juga BilrqerlichesGesetabuch Jerman (Barat) dalam para -
graph 433, tanpa berblpara ten tang sesuatu bentuk-cara yang
harus diserahkan, dengan alasan hak lain, telah dikuasai oleh '
diharuskan untuk perj,\njian jual-beli (Kauf), mewajibkan si
orang yang hendak menerimanya" ;
penjual berdasarkan perjanjiannya, untuk menyerahkan dan
Dari ketentuan tersebut diatas dapat kita lihat adanya ke-
memberikan hak miliknya kepada si pembeli. mungkinan menyerahkan kunci saja kalau yang dijual adalah
Akhirnya, untuk mengambil suatu contoh dari hukum- barang-barang yang berada dalam suatu gudang, hal mana meru-
nya sebuah negara tetangga, yaitu Philipina, ditunjukkan pada pakan suatu penyerahan kekuasaan secara simbolis, sedangkan
pasal 1356 dari Civil Code of the Philippines, yang didalam bab apabila ,barangnya sudah berada dalam kekuasaan si pembeli,
tentang bentuk-cara perjanjian ("form of contracts"), ialah penyerahan cukup dilakukan dengan suatu pernyataan saja.
pasal 1356, menyatakan : "Contracts shall be obligatory, in Cara yang terakhir ini terkenal dengan nama "traditio brevi
whatever form they have been entered into". manu" (bahasa Latin) yang berarti "penyerahan dengan tangan
pendek"
3. KEWAJIBAN-KEWAJIBAN SI PENJUAL b . untuk barang tetap (takbergerak) denqan perbuatan yang
MENYE- dinamakan "balik-narna" (bahasa Belanda : "overschrijving") di-
Bagi pihak penjual ada dua kewajiban utarna yaitu :
RAHKAN muka Pegawai Kadaster yang juga dinamakan Pegawai Balik-na-
a. menyerahkan -hak milik atas barang yang· diperjual-beli-
DAN ma atau Pegawai Penyimpan hipotik , yaitu menurut pasal 616
kan.
MENANG- dihubungkan dengan pasal620, pasal -pasal mana berbunyi seba-
b. menanggung kenikmatan tenteram atas barang tersebut
GUNG gai berikut :
dan menanggung terhadap cacad-cacad yang tersembunyi.

8 9
Pasal 616 : "Penyerahan atau penunjukan akan kebendaan Penyerahan yang demikian bagi si berutang tiada akibatnya
takbergerak dilakukan dengan pengumuman akan akta yang melainkan setelah penyerahan itu diberitahukan kepadanya se-
bersangkutan dengan cara seperti ditentukan dalam pasaI620"; cara tertulis, disetujui dan diakuinya.
Pasal 620 : "Dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan Penyerahan tiap-tiap piutang karena surat-bawa dilakukan
termuat dalam tiga pasal yang lalu, pengumuman termaksud dengan penyerahan surat itu ; penyerahan bap-bap piutang ka-
diatas dilakukan dengan memindahkan sebuah salinan otentik rena . surat-tunjuk dilakukan dengan penyerahan surat disertai
yang lengkap dari akta otentik atau keputusan yang bersangkut- denqan endosemen" . .
an ke kantor penyimpan hipotik, yang mana dalam lingkungan- . Sebagaimana diketahui, B.W. menganut sistem bahwa per- I
OBLlGA-
nya barang-barang takbergerak yang harus diserahkan berada, janjian jual-beli itu hanya "obligatoir" saja , artinya bahwa per -
TOIR
dan dengan membukukannya dalam register. janjian jual-beli baru meletakkan hak dan kewajiban bertirnbal-
Bersama-sama dengan pemindahan tersebut, pihak yang . balik antara kedua belah pihak - penjual dan pembeli - yaitu
berkepentingan harus menyampaikan juga kepada penyimpan meletakkan kepada si penjual kewajiban untuk menyerahkan
hipotik sebuah salinan otentik yang kedua atau sebuah petikan hak milik atas barang yang dijualnya, sekaligus memberikan ke-
dari akta atau keputusan itu, agar penyimpan mencatat didalam padanya hak untuk menuntut pembayaran harga yang telah di -
nya hari perriindahan beserta bagian dan nomor dari register setujui dan disebelah lain meletakkan kewajiban kepada si pern-
yang bersangkutan". beli untuk membayar harga barang sebagai imbalan haknya un- .
Dalam pada itu segala sesuatu yang mengenai TANAH, tuk menuntut penyerahan hak milik atas barang yang dibelinya.
dengan men cab ut semua ketentuan yang termuat dalam Buku II Denqan perkataan lain, perjanjian jual-beli menurut BW. itu
B.W. tersebut, sudah diatur dalam UNDANG-UNDANG POKOK belum memindahkan hak milik. Adapun hak milik baru berpin-
. AGRARIA (Undanq-undanq No . 5 tahun 1960). dah dengan dilakukannya "levering" atau penyerahan. Dengan
demikian maka dalam sistem B.W. tersebut "levering " merupa- "LEVER -
Selanjutnya Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1961, yang
ING" ME -
merupakan peraturan pelaksanaan dari Undang-undang Pokok kan suatu perbuatan yuridis guna memindahkan hak milik
NURUT
TANAH
Agraria, dalam pasal 19 menentukan bahwa jual-beli tanah harus ("transfer of ownership ") yang caranya ada tiga macam , tergan-
B.W . PER ·
P.P.A.T.
dibuktikan dengan suatu akte yang dibuat oleh dan dihadapan tung dari macamnya ' barang, seperti yang diterangkan diatas . BUATAN
Peja bat Pembuat Akte Tanah (disingkat : P .P.A.T .) , sedangkan Oleh para sarjana Belanda malahan "levering" itu dikonstruksi- .YURIDIS

menurut maksud peraturan tersebut hak milik atas tanah juga kan sebagai suatu "zakelijke overeenkomst", ialah suatu persetu-
berpindah pada saat dibuatnya akte dimuka pejabat tersebut juan lagi (tahap kedua) antara penjual dan pembeli yang khusus
(demikian kesimpulan Boedi Harsono S.H. dalam bukunya bertujuan memindahkan hak milik .dari penjual kepada pernbeli.
"Undang-undang Pokok Agraria" halaman 172 - 178). Apa yang dikemukakan diatas mengenai sifat jual-beli menurut
c. barang takbertubuh dengan perbuatan yang dinamakan B.W. sebagai "hanya obligatoir saja" nampak jelas sekali dari
CESSI.E
"cessie" sebagaimana diatur dalam pasal 613 B.W. yang berbu- pasal 1459 yang menerangkan bahwa "hak milik atas barang
nyi : yang dijual tidaklah berpindah kepada pembeli selama penyerah-
"Penyerahan akan piutanq-piutanq atas-narna dan kebenda- annya belum dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang
an takbertubuh lainnya dilakukan dengan membuat sebuah akta bersangkutan " .
otentik atau dibawah-tangan, denqan mana hak-hak atas keben- Dari ap a yang diutarakan diatas , dapat kita lihat bahwa
daan itu dilimpahkan kepada orang lain. sistem B.W. mengenai pemindahan hak milik itu berlainan sekali

10 11
dari sistem Code Civil Perancisrkarena menurut Code Civil Pe-
rancis ini hak milik sudah berpindah pada saat ditutupnya per- t ukar-men ukarn ya , atau penghibahannya (tiga perjanjian .ini me-
janjian jual-beli. "La propriete' est acquise, des qu'on est conve- ru pak an titel-titel untuk pemindahan hak milik). Adapun orang
nu de la chose et du prix" kata pasal 1583 C~C. yangberarti: ya ng "berhak berbuat bebas" adalah pernilik barang sendiri atau
"Hak milik telah diperoleh sejak dicapai kesepakatan tentang orang yang dikuasakan olehnya.
barang dan harga". Karenanya dalarn Code Civil Perancis itu per- Dengan demikian rnaka apabila titel tersebut tidak sah (ba-
"DELlV- kataan "delivrance " (penyerahan) hanya merupakan suatu pe- tal ) atau kernudian dibatalkan oleh Hakim (karena adanya pak-
RANCE" nyerahan kekuasaari belaka, suatu perbuatan physik yang dalam saan , kekhilapan atau penipuan), maka leveringnya menjadi ba-
MENURUT bahasa Belanda lajim dinamakan "feitelijke levering". tal juga , yang berarti bahwa pemindahan hak milik dianggap ti-
CODE CI- Setelah difahami bahwa "levering" dalam sistem B.W. ada- dak pernah terjadi. Begitu pula halnya apabila orang yang me- '
VIL PER- lah ,suatu perbuatan yuridis untuk memindahkan hak milik mindahkan
, hak milik, itu ternyata tidak berhak melakukannya
BUATAN ("transfer of ownership"), maka jelaslah bagi kita bahwa apa karena ia bukan pemilik maupun orang yang secara khusus di-
PHYSIK yang dikatakan oleh pasal1457 tentang "levering" itu, bahwa ia k uasakan olehnya .
adalah suatu pemindahan barang yang telah dijual kedalam ke- Sistem causal (mengenai pemindahan hak milik) tersebut
kuasaan dan kepunyaan si pembeli, adalah tidak tepat dan seha- lajimnya disimpulkan dari pasal 584 B.W. (Buku II) yaitu pasal
rusnya berbunyi "kedalam miliknya si pembeli". yang mengatur tentang cara-cara memperoleh hak milik. Salah
Kekeliruan atau kekhilapan tersebut disebabkan karena di- sat u cara adalah "levering", tetapi dibelakang perkataan ini dise -
kutibnya begitu saja dari Code Civil Perancis pasal 1604 yang butkan : "berdasarkan suatu titel yang sah, dilakukan oleh orang
berbunyi: "La delivrance est le transport de la chose vendue en yang berhak berbuat bebas" . Dan apakah artinya kalimat ini te-
la puissance et possession de l'acheteur", tanpa disadari bahwa lah diterangkan diatas .
B.W. sudah mengambil (memilih) suatu sistem lain tentang pe-
Sistem causal tersebut biasanya dilawankan terhadap apa yang
mindahkan hak milik, yaitu denqan menqkonstruksikan 'jual-beli
dinamakan"sistem abstrak" yaitu sistem yang dianut di Jerman
sebagai suatu perjanjian "obligatoir" belaka, sedanqkan pernin-
. Barat . Menurut sistem ini levering (yang juga dikonstruksikan
dahan hak miliknya secara yuridis dilaksanakan (digeser) pada
sebagai suatu "zakelijke overeenkomst") sudah dilepaskan hu-
suatu moment lain, yaitu pada saat dilakukannya apa yang oleh
bungannya dengan perjanjian obliqatoirnya dan berdiri sendiri.
para sarjana Belanda dinamakan "zakelijke overeenkomst" seba-
Dengan demikian maka, kalau di Perancis obligatoire dan za-
qaimana diterangkan diatas.
kelijke overeenkomst diperas menjadi satu,di Negeri Belanda
SISTEM Dalam pada itu, mengenai "levering" tersebut oleh B.W. di-
merupakan dua peristiwa yang interdependent, maka di Jer-
CAUSAL anutnya apa yang dinamakan "sistem causal" yaitu suatu sistem
man Barat zakelijke overeenkomst itu dipandang sebagai dan
yang menggantungkan sahnya levering itu pada duasyarat :
dijadikan suatu perbuatan hukum (RechtsgescMft) tersendiri.
a. sahnya titel yang menjadi dasar dilakukannya levering;
Perjanjian obligatoimya bisa dibatalkan dengan menerbitkan
b. levering tersebut dilakukan oleh orang yang berhak ber-
suatu claim yang bersifat persoonlijk bagi si pemilik lama, na-
buat bebas ("beschikkingsbevoegd") terhadap barang yang dile-
mun hak milik atas barang tetap pada pihak yang telah rnem-
ver itu.
peroleh berdasarkan levering.
Denqan "titel" dimaksudkan perjanjian obligatoir yang
Hal tersebut dapat dilukiskan denqan contoh sebagai berikut :
menjadi dasar levering itu, dengan perkataan lain: jual-belinya,
Kalau pihak yang melever beranggapan bahwa levering itu ber-

12
13
, .

dasarkan jual-beli, tetapi pihak yang menerima beranggapan ini orang yang nampaknya keluar sebagai pemilik (dalam istilah
bahwa levering tersebut berdasarkan hibah, maka barang tetap hukum seorang yang demikian dinamakan: "bezitter") harus di-
secara sah berpindah miliknya kepada yang menerima, karena pandang sebagai pemilik dan barangsiapa yang memperoleh sua-
zakelijke overe.enkomst (kemauan kedua pihak) tertuju kepada tu barang darinya dilindungi oleh hukum. Dalam hubungan ini
pemindahan hak milik . Akan tetapi kalau pihak yanq menye- adalah terkenal ajaran tentang "penghalusan hukum"{"rechts-
rahkan bermaksud melakukan penyerahan berdasarkan jual-beli verfijning") dari Prof. Paul Scholten yang menambahkan pada
sedangkan yang menerima barang mengira bahwa penyerahan ketent uan ll' te rsebut dua pensyaratan, yaitu : bahwa ketentuan
itu berdasarkan pinjam-pakai, maka tidaklah terjadi suatu za- t ersebut hanya berlaku untuk "transaksi perdagangan"dan pihak SI PE MBE-
yang menerima barang itu harus "beritikad baik" dalam arti' bah- LI YANG
kelijke maupun obligaioire overeenkomst dan hak milik tidak
BERITI·
beralih. wa ia sama sekali tidak mengetahui bahwa ia berhadapan dengan
KAD BAlK
Pasal (paragraph) 929 Biirgerliches Gesetzbuch mengatakan: orang yang sebenarnya bukan pemilik. Dengan demikian pasal
"Zur Ubertragung des Eigentums an einer beweglichen Sache 1977 (I) tidak dapat dipakai dalam halnya seorang yang secara
ist erforderlich dasz der Eigentumer die Sache dem Erwerber tidak berhak menghadiahkan suatu barang kepada temannya,
i{bergibt und beide darfiber einig sind dasz das Eigentum uber- biarpun orang yanq menerima barang ini jujur sekalipun, atau
gehen soli". Dalam pasal ini tidak disebutkan tentang sesuatu dalam suatu perjanjian jual-beli dimana si pembeli dari semula
"titel yang sah" yang harus menjadi dasar dari pemindahan hak sudah tahu bahwa si penjual 'adalah orang yang tidak berhak
milik. Selanjutnya dapatdilihat bahwa untuk pemindahan hak menjual barangnya .
milik diperlukan "Obergabe", suatu pengertian yang sama de- Pada saat manakah berlakunya keharusan bahwa si.peniual' '
ngan "delivrance" dari Code Civil Perancis . Biasanya diajarkan barang, sebaqai orang yang rnenyerahkan hak milik, adalah orangl
h ~
bahwa "Ubergabe" tersebut bukan suatu "Rechtsgeschaft" yang berhak berbuat bebas ? Jawabnya adalah: pada saat ia me-
melainkan suatu "Real-akt" atau "Tathandlung", sehingga me- lak ukan leveringnya itu .
rupakan suatu peristiwa yang tidak dapat dilawan dengan meng-
Dengan demikian keharusan tersebut belum berlaku pada
ajukan adanya suatu cacaddalam kemauan orang yang melaku-
saat ia menawarkan barangnya atau mengadakan ("menutup")
kannya.
perjanjian jual-belinya. Oleh karena itu dalam praktek sehari-hari
Sudah jelaslah kiranya bahwa menurut sistem causal, apabi- sudah biasa dilakukan jual-beli atas barang-barang yang belum
la perjanjian obligatoirnya batal atau dikemudian hari dibatalkan. berada ditangannya si penjual, misalnya baru di-"indent" atau
(oleh Hakim), leverinqnya ikut serta batal dan barangnya diang- sedang berada dalam perjalanan.
gap tidak pernah berpindah miliknya.
Dalam sistem dimana [ual-beli itu hanya bersifat "obli-
. Begitu pula halnya apabila orang yang melever ternyata ti-
gatoir" saja, jika terjadi suatu barang yang telah dijual tetapi
dak berhak memindahkan hak milik karena ia bukan pemilik
belum diserahkan, dijual lagi unjuk kedua kalinya oleh si pen-
atau oranq yang dikuasakan olehnya.
jual dan dilever kepada si pembeli kedua, barang itu menjadi
BARANG Terhadap ketentuan yang terakhir diadakan kekecualian
miliknya sipembeli kedua ini. Tegasnya, kalau A menjual barang
BERGERAK (penyimpangan) sekadar mengenai barang bergerak, yaitu dalam .
kepada B dan kemudian menjualnya lagi kepada C di-ikuti
pasal1977 (1) B.W. (BukuIV), yangmenentukan bahwa menge -
dengan levering, maka barang itu menjadi miliknya C. Si pembeh
nai barang bergerak, siapa yang menquasainya dianggap sebagai
pertama B hanya dapat menuntut ganti -rugi dari si A yang telah
pemilik ("bezit geldt als volkornen titel"). Menurut keterituan

14 15
membawa dirinya dalam keadaan tak mampu melever barang- Ketentuan tersebut ada hubungannya dengan ketentuan
nya dan karenanya sudah melakukan "wanprestasi" atau bahwa penyerahan terjadi ditempat dimana barang yang terjual
"cidra-janji". ituberada pada waktu penjualan, yang lajimnya ditempat ting-
Sistem dimana jual-beli menurut B.W. hanya bersifat "obli- gal si penjual atau digudangnya.
gatoir"saja itu dipegang teguh oleh Mahkamah Agung dalam pu- Sudah barangtentu, mengingat bahwa hukum perjanjian
tusannya tanggal 19 Juni 1963 No. 101 K/Sip1l963 dalam per- pada umumnya dan hukum jual-beli khususnya bersifat "hukum
kara P.T. Daining melawan P.T. Ichsani, dimana P.T. Daining pelengkap" ("aanvullend recht"), hal-hal tersebut diatas dapat
telah menyalahi janjinya untuk menjual sebuah pabrik besi. Da- diatur sendiri oleh para pihak secara menyimpang dari ketentuan
lama putusannya tersebut Mahkamah Agung tidak dapat mern- yang diberikan oleh undang-undang. Dalam praktek misalnya
benarkan pendirian Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi seringkali diperjanjikan bahwa barang akan diserahkan "franco
bahwa dengan penyetoran uang harga pabrik tersebut oleh ter- rurnah" yang berarti bahwa ongkos pengangkutan sampai diru-
gugat kasasi (P.T .Tchsani) disuatu bank atas rekeningnya si pen- mah pembeli akan ditanggung oleh si penjual.
jual, dengan sendirinya pabrik tersebut sudah menjadi miliknya Kemudian ada ketentuan bahwa kewajiban menyerahkan
tergugat kasasi dan juga penyerahan (levering) kepada P.'1' .Ichsani SU'RAT
suatu barang meliputi segala sesuatu yang menjadi perlenqkap-
BUKTI
tidak bisa dilaksanakan karena pabrik tidak lagi berada ditanqan- annya serta dimaksudkan bagi pemakaiannya yang tetap, beser- MILlK
nya P.T. Daining karena sudah dikuasai oleh Perusahaan Negara
ta surat-surat bukti milik, jika itu ada (pasal 1482). Dengan HARUS
Aeral Survey. Juga bekas Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr . DISERAH-
Wirjono Prodjodikoro S.H. dalam rancangannya Undang-undang demikian maka penyerahan sebidang tanah meliputi penyerahan
KAN
Hukum Perjanjian, yang diajukan sebagai prasaran dimuka kong- sertipikatnya dan penyerahan kendaraan bermotor meliputi
res Perhimpunan Sarjana Hukum Ihdonesia di Yogyakarta (No- B.P.K.B.·nya (surat bukti pemilik kendaraan bermotor).
pember 1961), mengambil sebagai pedoman, bahwa jika suatu
perjanjian itu mengenai suatu benda yang harus diserahkan oleh b. Kewajiban menanggung kenikmatan tenteram dan menahg-
satu pihak kepada pihak lain, maka hak atas benda itu tercipta gung terhadap cacad-cacad ter sem bun vi ("vrijwaring", "war-
apabila benda itu sudah diserahkan. *) ranty")'
Selanjutnya dalam hal levering (penyerahan) itu berlaku
ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Kewajiban untuk menanggung kenikmatan tenteram meru- KENIK·

a. Biaya penyerahan dipikul oleh si penjual, sedangkan bie- pakankonsekwensi dari pada jarriinan yang oleh penjual diberi- MATAN
TENTE-
ya pengambilan dipikul oleh si pembeli, jika tidak telah dip er- kan kepada pembeli bahwa barang yang dijual dan dilever itu
RAM
BIAVAPE. janjikan sebaliknya (pasaI1476). adalah sungguh-sungguh miliknya sendiri yang bebas dari sesuatu
NYERAH· Apakah yang dimaksudkan dengan biaya penyerahan dan beban atau .tuntutan dari sesuatu pihak.
AN DAN
apakah yang dimaksudkan dengan biaya pengambilan? Kewajiban tersebut menemukan realisasinya dalam kewa-
BIAYA
PENGAM- Biaya penyerahan adalah segala biaya yang diperlukan un-
jiban untuk memberikan penggantian kerugian jika sampai ter-
BILAN tuk membuat barangnya siap untuk diangkut kerumah si pern-
beli, jadi misalnya ongkos penqepakan atau pembungkusan, se- jadi si pembeli karena suatu gugatan dari pihak ketiga, dengan
dangkan biaya pengambilan merupakan biaya yang harus dike- putusan Hakim dihukum untuk menyerahkan barang yang telah .
luarkan untuk mengangkut barang kerumah si pembeli. dibelinya kepada pihak ketiga tersebut. Kejadian ini dalam baha- "EVICTION"
sa Inggeris dikenal dengan nama "eviction". Atau juga sipembe-
*) Adalah jelas pula, bahwa pembayaran harga tidak mempunyai peranan dalam
memindahkan hak mUik. Biarpun pembeli sudah membayar harga, kalau barangnya li, sewaktu digugat dimuka Pengadilan oleh pihak ketiga, dapat-
belum diserahkan, ia tidak akan menjadi pemilik. Sebaliknya kalau barang sudah lah ia meminta kepada Hakim agar supaya si penjual di-ikutserta-
diserahkan, biarpun harganya belum dibayar, pembeli sudah menjadi pemUik dan ia
hanya mempunyai utang saja kepada penjual. .

16 17
kan didalam proses yang akan atau sedang berjalan. Peristiwa ini
4. penggantian kerugian beserta biaya perkara mengenai
dalam hukum acara perdata terkenal dengan nama "penqikut-
pembelian dan penyerahannya, sekadar itu telah dibayar oleh
sertaan" ("voeging").
si pembeli.
Oleh karena hukum perjanjian itu, seperti yang sudah kita
Jika pada waktu dijatuhkannya hukuman untuk menyerah-
lihat diatas, pada asasnya merupakan hukum pelengkap (" aan·
kan barangnya kepada seorang lain,barang itu telah merosot har-
vullend recht", "optionallaw"), kedua belah pihak diperboleh-
qanya , maka si penjual tetap diwajibkan mengembalikan uang
kan dengan janji-janji khusus memperluas atau mengurangi ke-
harga seutuhnya. Sebaliknya jika barangnya pada waktu dijatuh-
wajiban -kewajiban yang ditetapkan oleh undanq-undanq seperti
kannya putusan untuk menyerahkan kepada seorang lain, telah
disebutkan diatas , bahkan mereka diperbolehkan mengadakan
bertambah harganya meskipun tanpa sesuatu perbuatan dari si
perjanjian bahwa si penjual tidak akan diwajibkan menanggung
pembeli, si penjual diwajibkan membayar kepada si pembeli apa
sesuatu apapun . Namun ini ada pem batasannya, yaitu sebagai
yang melebihi harga pembelian itu juga. . .
berikut :
PEMBA· Selanjutnya si penjual diwajibkan mengembalikan kepada
a. Meskipun telah diperjanjikan bahwa si penjual tidak akan
TASAN si pembeli segala biaya yang telah dikeluarkan untuk pembetul-
menanggung sesuatu apapun, namun ia tetap bertanqqunq-jawab
PELEPAS· an dan perbaikan yang perlu pada barangnya.
, tentang apa yang berupa akibat dari suatu perbuatan yang telah
AN TANG· Mengenai persoalan penanggungan ("vrijwaring", "warran-
dilakukan olehnya; semua persetujuan yang bertentangan de-
GUNGJA· ty") ini ada suatu ketentuan yang perlu diperhatikan oleh pem-
ngan ini adalah batal (pasal 1494);
WAB beli, yaitu pasal 1503 yang berbunyi : "Penanggungan terhadap
b. Si penjual, dalam hal adanya janji yang sama, jika terjadi
penghukuman menyerahkan barangnya kepada seorang lain, ber-
suatu penghukuman terhadap si pembeli untuk menyerahkan ba-
henti jika si pembeli telah membiarkan dirinya dihukum menu-
rangnya kepada seorang lain, diwajibkan mengembalikan harga
rut suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mut-
pembelian, kecuali apabila si pembeli ini pada waktu pembelian
lak, dengan tidak memanggil si penjual, sedangkan pihak ini
dilakukan, mengetahui tentang adanya putusan Hakim untuk
membuktikan bahwa ada alasan-alasan yang cukup untuk meno-
menyerahkan barang yang dibelinya itu atau jika ia telah memo
lak gugatan " .
beli barang itu dengan pernyataan tegas akan memikul sendiri
Mengenai kewajiban untuk menanggung cacad-cacad ter-
untung-ruginya (pasal 1495) . ' CACAO·
sem bun yi ("verborgen qebrekeri", " hidden defects") dapat dite- CACAO
Jika dijanjikan penanggungan, atau jika tentang itu tidak
rangkan bahwa si penjual diwajibkan menanggung terhadap ea- TERSEM·
ada suatu perjanjian, si pembeli berhak, dalam halnya suatu BUNYI
cad-eacad tersembunyi pada barang yang dijualnya yang mern-
penghukuman untuk menyerahkan barang yang dibelinya kepa-
buat barang tersebut tak dapat dipakai untuk keperluan yang di-
.da seorang lain, menuntut kernbali dari si penjual:
maksudkan atau yang mengurangi pemakaian itu, sehingga, se-
1. pengembalian uang harga pernbelian:
an dainya si pembeli mengetahui cacad-cacad tersebut, ia samase-
2. pengeinbalian hasil-hasil jika ia diwajibkan menyerahkan
kali tidak akan membeli barang itu atau tidak akan membelinya
hasil-hasil itu kepada si pemilik sejati yang melakukan tuntutan
selain dengan harga yang kurang. Si penjual tidak diwajibkan
penyerahan;
3. biaya yang dikeluarkan berhubung dengan gugatan si menanggung terhadap cacad -cacad yang kelihatan dan ini me;
pembeli untuk ditanggung, begitu pula biaya yang telah dike - mang juga sudah sepantasnya . Kalau cacad itu kelihatan, dapat
dianggap bahwa pembeli menerima adanya cacad itu. Dan juga
luarkan oleh si penggugat-asal;
sudah barangtentu harga sudah disesuaikan dengan adanya cacad

18
19
ngert ian jual-beli, oleh karena bila tidak, umpamanya harga itu
tersebut. Perkataan "tersembunyi" harus diartikan demikian
be r upa barang, maka itu akan merobah perjanjiannya menjadi
bahwa cacad tidak mudah dapat dilihat oleh seorang pembeli
"t ukar-menuk ar " , atau kalau harga itu berupa suatu jasa, per-
yang normal, bukannya seorang pembeli yang terlampau teliti,
janjia nnya akan menjadi suatu perjanjian kerja, dan begitu sete-
sebab adalah mungkin sekali bahwa orang yang sangat teliti akan
rusnya . Dalam pengertian "jual-beli" sudah termaktub pengerti-
menemukan cacad itu.
an bahwa disatu pihak ada barang dan dilain pihak ada uang.
Si penjual diwajibkan menanggung terhadap cacad-cacad
Tentanq macamnya uang, dapat diterangkan bahwa, meskipun
yang tersembunyi, meskipun ia sendiri tidak mengetahui adanya
jual-beli itu terjadi di Indonesia, tidak diharuskan bahwa harga
cacad-cacad itu, kecuali jika ia, dalam hal yang demikian , telah
itu ditetapkan dalam mata uang rupiah, namundiperbolehkan
minta diperjanjikan bahwa ia tidak diwajibkan menanggung
ke pada para pihak untuk menetapkannya dalam mata uang apa
sesuatu apapun.
saja .
Dalam hal -hal yang disebutkan diatas, si pembeli dapat me -
Harga itu harus ditetapkan oleh kedua belah pihak, namun
milih apakah ia akan mengembalikan barangnya sambil men un -
ada lah diperkenankan untuk menyerahkan kepada perkiraan atau
tut kembali harganya pembelian, atau apakah ia akan tetap me-
penent uan seorang pihak ketiga . Dalam hal yang demikian maka
miliki barangnya sambil menuntut pengembalian sebagian dari
jika pihak ketiga ini tidak suka atau tidak mampu membuat per-
harga, sebagaimana akan ditetapkan oleh Hakim, setelah men-
kir aan tersebut atau menentukannya, maka tidaklah terjadi sua-
dengar akhli-akhli tentang itu.
tu pembelian (Lihat pasal 1465). Hal ini berarti bahwa perjanji-
Jika si penjual sudah mengetahui cacad -cacadnya baranq, an jual-beli yang harganya harus ditetapkan oleh pihak ketiga
rnaka, selainnya ia diwajibkan mengembalikan harga pembelian it u pada hakekatnya adalah suatu perjanjian dengan suatu "sya-
yang telah diterimanya, ia juga diwajibkan mengganti semua ke - rat tangguh ", karenaperjanjiannya baru akan jadi kalau harga
rugian yang diderita oleh si pembeli sebagai akibat bercacad - itu sudah ditetapkan ·oleh orang ketiga terse but.
nya barang yang dibelinya. Apakah penjual sudah menqetahui Jika pada waktu membuat perjanjian tidak ditetapkan ten-
adanya cacad-cacad, tentunya adalah suatu hal yang harus di- ta ng tempat dan waktu pembayaran, maka si pembeli harus TEMPAT
buktikan oleh si pembeli. Jika si penjual tidak telah mengetahui DANWAK·
me mbayar ditempat dan pada waktu dimana penyerahan (lever- TU PEM ·
cacad-cacad itu, ia hanya diwajibkan mengembalikan harga pem- ing) barangnya harus dilakukan (pasal1514) . BAYARAN
belian dan mengganti kepada si pembeli biaya yang telah dike- Si pembeli, biarpun tidak ada suatu janji yang tegas, diwa-
luarkan untuk penyelenggaraaan pembelian dan penyerahan,se- jib kan membayar bunga dari harga pembelian jika barang yang
kadar itu telah dibayar oleh si pembeli (Lihat : pasal 1508 dan dij ual dan diserahkan memberi hasil atau lain pendapatan.
pasal 1509).
Di Inggeris, perjanjian jual-beli ("contract of sale") di-
4 . KEWAJIBAN-KEWAJIBAN SI PEMBELI. perbedakan dalam "sale"{atau "actual sale") dan "agreement
to sell" . Perbedaan ini dapat dilihat dari ayat 3 pasal (section)
Kewajiban utama si pembeli ialah membayar harga pembe -
1 dari "Sale of Goods Act 1893 (disinqkat : S.G.A.) yang ber-
lian pada waktu dan ditempat sebagaimana ditetapkan menurut
bunyi: "Where under a contract of sale the property in the
HARGA perjanjian.
goods is transferred from the seller to the buyer, the contract
HARUS "Harga" tersebut harus berupa sejumlah uang. Meskipun
is called a sale ; but where the transfer of the property in the
UANG mengenai hal ini tidak ditetapkan dalam sesuatu pasal undang -
goods is to take place at a future time or subject to some con-
undang, namun sudah dengan sendirinya termaktub didalam pe-

21
20
dition thereafter to be fulfilled, the contract is called an agree-
ment to sell". the goods passes to the buyer when the contract is made, and
it is immaterial the time of payment or the time of delivery or
Selanjutnya ayat 4 mengatakan: "An agreement to sell
both be postponed.
becomes a sale when the time elapses or the conditions are
Rule 2 : Where there is a contract for the sale of specific
fulfilled subject to which the property in the goods is to be
transferred". goods and the seller is bound to do something to the goods,
Suatu "sale" adalah suatu persetujuan (perjanjian) sekali- for the purpose of putting them into a deliverable state, the
gus dengan pemindahan milik ("conveyance"), sedangkan suatu property does not pass until such thing be done, and the
"agreement to sell" adalah tidak lebih dari suatu "koopover- buyer has notice thereof.
eenkomst" biasa menurut pengertian B.W. Apabila dalam suatu Rule 3 : Where there is a contract for the sale of spe-
"sale" si penjual melakukan wanprestasi, maka si pembeli da- cific goods in a deliverable state, but the seller is bound to
pat menggunakan semua upaya dari seorang pemilik, sedangkan weigh, measure , test, or do some other act or thing with refer-
ence to the goods for the purpose of ascertaining the price,
dalam halnya suatu "agreement to sell' si pembelihanya memo
the property does not pass until such act or thing be done, and
punyai suatu "personal remedy" terhadap si penjual yang ma-
the buyer has notice thereof.
sih merupakan pemilik dari barangnya dan bila ia (penjual) ja.
Rule 4 : When goods are delivered to the buyer on
tuh pailit, barang itu juga masuk dalam budel kepailitan. .
approval or "on sale or return" or other similar terms , the pro-
Menurut S.G.A. kedua belah pihak menentukan sendiri
perty therein passes to the buyer :
saat pindahnya hak milik dan karena ituiah S.G.A. memuat
(a) when he signifies his approval or acceptance to the
beberapa pasal atau ketentuan sebagai pedoman untuk mene-
the seller, or does any other act adopting the transaction;
mukan kehendak(kemauan atau maksud) para pihak.
Pasal (section) 17 S.G.A. dalam hal ini menentukan; : (b) if he does not signify his approval or acceptance to
"(1) Where there is a contract for sale of specific or the seller but retains the goods without giving notice of rejec-
ascertained goods, the property in them is transferred to the tion , then , if a time has been fixed for the return of the goods,
buyer at such time as the parties to the contract intend it to be on the expiration of such time , and, if no time has been fixed,
transferred. on the expiration of a reasonable time. What is a reasonable
(2) For the purpose of ascertaining the intention time is a question of fact".
of the parties, regard shall be had to the terms of the contract, Berikutnya diberikan beberapa yurisprudensi mengenai
the conduct of the parties, and the circumstances of the case". pengetrapan rules tersebut :
Oleh karena dalam praktek tentunya sangat sukar.untuk Rules 1 dan 2 : Penjualan sebuah mesin pendingin yang
menemukan maksud kedua belah pihak, maka oIeh pasal(sec- harus dilepaskan dulu dan "to be delivered free on rail" pada
tion) 18 diberikan pedoman-pedomar, sebagai berikut : suatu waktu tertentu. Pada waktu akan dimasukkan kedalam
"Unless a different intention appears, the following are gerbong kereta-api, mesin mengalami kerusakan. Hak milik ti-
rules of ascertaining .t he intention of the parties as to the time dak berpindah karena pada saat sampai digerbong, mesin
at which the property in the goods is to pass to the buyer: tidak berada dalam "deliverable state".
Rule 1 : Where there is an unconditional contract for Rule 4 : Kirkham melever barang-barang kepada Win-
sale of specific goods .in a deliverable state, the property in ter "on sale or return". Winter menggadaikan baranq-baranq itu.
Dengan itu sale telah terjadi dan hak milik berpindah kepada

22
23
Winter, sehingga Kirkham tidak dapat meriuntut kembali ha- nya keharusan bagi .pihak lawannya untuk mengganti kerugian
rangnya dari si pemegang gadai . it u . vdinamakan pihak yang memikul risiko atas barang tersebut.
Persoalan tentang risiko itu berpokok-pangkal pada terjadi- KEADAAN
Jika si pembeli, dalam penquasaannya atas barang yang di-
nya suatu peristiwa diluar kesalahan salah satu pihak. Peristiwa MEMAKSA
belinya,' diganggu oleh suatu tuntutan hukum yang berdasarkan
semacam itu dalam hukum perjanjian dengan suatu istilah hu-
hipotik atau suatu tuntutan untuk meminta kembali barangnya,
kum dinamakan "keadaan memaksa" ("overmacht", "force ma-
atau jika si pembeli mempunyai alasan yang patut untuk ber-
jeur" ). Dengan demikian maka persoalan tentang risiko itu me- .
khawatir bahwa ia akan diganggu, maka dapatlah ia menangguh-
rupakan buntut dari persoalan tentang keadaan memaksa, suatu
kan pembayaran harqa pembelian hingga si penjual telah meng-
kejadian yang tak disengaja dan tak dapat diduga.
hentikan gangguan tersebut, kecuali jika si penjual memilih
Sekarang persoalannya adalah : Bagaimanakah diaturnya
memberikan jaminan, atau jika telah diperjanjikan bahwa si
masalah risiko itu dalam perjanjian jual-beli ?
pembeli diwajibkan membayar biarpun segala gangguan.
Mengenai risiko dalam jual-beli ini dalam B.W. ada tiga
Jika si pembeli tidak membayar harga pembelian , maka T1GA PA-
itu merupakan suatu wanprestasi yang memberikan alasan kepa- peraturan, yaitu: SAL TEN-
.a. rnenqenai barang tertentu (pasal 1460); TANG RI-
da si penjual untuk menuntut ganti-rugi atau pernbatalan pem- SIKO VG.
belian menurut ketentuan-ketentuan pasal 1266 dan 1267 . Da- b. mengenai barang yang dijual menurut berat, jumlah atau
TIDAK
lam halnya penjualan barang-barang dagangan dan barang-barang ukuran (pasal 1461); dan TEPAT

perabot rumah, pembatalan pembelian untuk kepentingan si c. mengenai barang-barang yang dijual menurut tumpukan
penjual akan terjadi demi hukum dan tanpa peringatan, setelah (pasaI1462).
Mengenai barang tertentu ditetapkan( oleh pasal 1460)
lewatnya waktu yang ditentukan untuk mengambil barang yang
bahwa barang itu sejak saat pernbeliari (saat ditutupnya perjan-
dijual (pasal-pasaI1517 dan 1518).
jian) adalah atas tanggungan si pembeli, meskipun penyerahan-
5. SOAl RISIKO DAlAM PERJANJIAN JUAl-BELI.
nya belum dilakukan dan si penjual berhak menuntut harganya .
Pertama perlu ditetapkan lebih dahulu apakah yang dimak-
Pertama perlu dipahamkan dahulu apa yang dimaksudkan sudkandengan "barangtertentu" itu. Yang dimaksudkan dengan
denqan'risiko " itu . barang tertentu adalah barang yang pada waktu perjanjian di-
Risiko ialah kewajiban memikul kerugian yang disebabkan buat sudah ada dan ditunjuk oleh si pembeli. Misalnya pembeli
oleh suatu kejadian (peristiwa) diluar kesalahan salah satu pihak. ini masuk sebuah toko mebel dan menjatuhkan pilihannya pada
Misalnya: barang yang diperjual-belikan musnah diperjalanan ka- sebuah lemari yang disetujui untuk dibelinya. Yang dibeli ada-
rena kapallaut yang mengangkutnya keram ditengah laut akibat lah lemari yang ditunjuk itu, bukan lemari lain dan bukannya ia
seranqan badai. Atau sebuah rumah yang sedang dipers.ewakan pesanuntuk dibuatkan lemari yang seperti itu. Dalam istilah
terbakar habis karena "kortsluitinq" aliran listrik . Siapakah yang perdagangan lemari tersebut termasuk apa yang dinamakan
(menurut hukum) harus memikul kerugian-kerugian terse but ? "ready stock".
Inilah persoalan yang dengan suatu istilah hukum dinamakan Mengenai barang seperti itu pasal 1460 tersebut diatas me-
persoalan "risiko" itu. Pihak yangmenderita karena barang yang netapkan bahwa risiko dipikulkan kepada si pembeli, biarpun
menjadi obyek perjanjian ditimpa oleh kejadian yang tak dise- barangnya belum diserahkan. Jadi, umpamanya lemari terseb It
ngaja tersebut dan diwajibkan memikul kerugian itu tanpa ada- diatas dalarn perjalanan sewaktu sedang diangkut kerumahnya

24 25
si pembeli dimana ia akan diserahkan, hancur karena suatu kece- dalam arti bahwa barang yang dibeli tetapi belum dilever itu
lakaan, maka tetaplah si pembeli diharuskan membayar harqa- musnah sama sekali. Kalau keadaan memaksa hanya bersifat tak
nya. lnilah yang dinamakan "memikul risiko" atas suatu barang. mutlak saja ("relatieve overmacht"), misalnya sekonyong-ko-
Banyak orang akan bertanya : Apakah itu adil? Secara terus nyong oleh pihak berwajib dikeluarkan larangan untuk meng-
terang harus kita jawab: Memang, itu tidak adil. Sebab, bukan- ekspor suatu macam barang, sedangkan barang yang dibeli ter-
kah si pembeli lemari itu (didalam sistem BW.) belum pemilik. kena larangan itu sehingga tidak bisa dikirimkan kepada pernbe-
la baru seorang calon pemilik dan baru menjadi pemilik pada li, maka akan dirasakan sangat ganjil apabila pembeli ini masih
saat barang itu diserahkan kepadanya (dirumahnya). Dan selama diwajibkan membayar harganya, padahal si penjual tetap merni-
barang belum diserahkan kepada pembeli, apabila si penjual ja- liki barang itu.
tuh pailit, barang itu masih termasuk dalam harta-kekayaan Sebagaimana .diketahui, Mahkamah Agung dengan surat
("boedel ") si penjual. edarannya No. 3 tahun 1963 telah menyatakan beberapa pasal
Tentunya ditanyakan lagi oleh orang banyak: Menqapa ada dari B.W. tidak berlaku lagi, antara lain pasal 1460 tersebut .
pasal undang-undang yang memberikan peraturan yang tidak Dalam anggapan kami surat edaran Mahkamah Agung itu meru-
adil itu? Jawabannya adalah, secara terus terang lagi, bahwa pa- pakan suatu anjuran kepada semua Hakim dan Pengadilan un-
sal 1460 itu (seperti halnya dengan pasal 1471) telah dikutib tuk membuat yurisprudensi yang menyatakan pasal 1460 terse-
beqitu saja dari Code Civil Perancis, juga tanpa disadari bahwa but sebagai pasal yang mati dan karena itu tidak boleh dipakai
B.W. menganut suatu sistem yang berlainan dengan Code Civil lagi.
itu dalam hal pemindahan hak milik. Dalam sistem Code Civil ba- . Menurut ketentuan-ketentuan pasal 1461 dan 1462 risiko
rang yang kita bicarakan tadi sejak ditutupnya perjanjian sudah
at as barang-barang yang dijual menurut berat, jumlah atau ukur-
menjadi rniliknya pernbeli. Kalau demikian halnya, memang adil
an diletakkan pada pundaknya si penjual hingga barang-barang
bahwa pembeli sudah pula memikul risiko atas barang yang di-
belinya itu. Bukanlah sudah wajar bahwa setiap pemilik barang itu telah ditimbang, dihitung atau diukur, sedangkan risiko atas
sendiri - bukan orang lain - yang harus menanggung semua aki- barang-barang yang dijual menurut tumpukan diletakkan pada
bat kejadian yang menimpa barang miliknya kalau tidak ada si pembeli.
yang salah dalam kejadian itu. Barang-barang yang masih harus ditimbang dahulu, di-
Dengan menginsyafi adanya keganjilan itu, yurisprudensi hitung atau diukur dahulu sebelumnya dikirirn (diserahkan) ke- .
di Nederland sudah mengambil jalan menafsirkan pasal 1460 pada si pembeli, boleh dikatakan baru dipisahkan dari barang-
itu secara sempit.Ditunjuknya pada perkataan "barang terten- barang milik si penjuallainnya setelah dilakukan penimbangan,
tu" yang harus diartikan sebagai barang yang dipilih dan ditun- penghitungan atau pengukuran. Baru setelah dipisahkan itu me-
juk oleh pembeli, dengan pengertian tidak lagi dapat ditukar rupakan barang yang disediakan untuk dikirimkan kepada pem-
dengan barang lain. Dengan membatasi berlakunya pasal 1460 beli atau untuk diambil oleh pembeli.
seperti itu, keganjilan sudah agak dikurangi. Si pembeli yang su- Barang yang dijual menurut tumpukan, dapat dikatakan
dah menunjuk sendiri barang yang dibelinya, dapat dianggap se-
sudah dari semula disendirikan (dipisahkan) dari barang-barang
olah-olah menitipkan barangnya sampai barang itu dihantarkan
milik penjuallainnya, sehingga sudah dari semula dalam keadaan
kerumahnya (dalam hal diperjanjikan bahwa penyerahan akan
terjadi dirumah pembeli). Selain dari itu, berlakunya pasal 1460 siap untuk diserahkan kepada pembeli (dalam bahasa lnggeris:
dibatasi lagi, yaitu ia hanya dipakai jika yang terjadi itu adalah "in a deliverable state").
suatu keadaan mernaksa yang mutlak ("absolute overmacht")

26 27
Kalau mengenai barang-barang yang masih harus ditimbang, itu. Demikianlah ketentuan-ketentuan yarig dapat kita ambil da-
dihitung atau diukur dahulu, sebelum dilakukan penimbangan, ri pasal-pasall520 clan 1521.
, penghitungan atau pengukuran, risikonya diletakkan dipundak- Jika kitatinjau benar-benar perjanjian jual-beli dengan janji
nya si penjual, itu memang sudah tepat, tetapi kalau setelah di- membeli kembali ini, maka sebenarnya perjanjian tersebut meru-
lakukan penimbangan, penghitungan atau pengukuran, risiko pakan suatu perjanjian dimana pihak penjual diberikan kekuasa-
tersebut otomatis dipindahkan kepada pembeli, itu merupakan an untuk secara seplhak (dan diluar Hakim) membatalkan per-
suatu ketidak-adilan seperti yang dilakukan oleh pasal 1460 janjiannya dan menuntut kembali barangnya sebaqai miliknya.
yang kita bicarakan diatas.Begitu pula ketentuan tentang barang Dengan demik.ian maka si pembeli yang membeli suatu' ba-
"tumpukan" adalah sama, karena barang tumpukan sebetulnya rang dengan janji membeli kembali itu memperoleh hak milik
merupakan kumpulan dari barang-barang tertentu menurut pe- atas barang yang dibelinya itu dengan memikul kewajiban untuk
ngertian pasal 1460. sewaktu-waktu (dalam jangka-waktu yang diperjanjikan) me-
KESIMPUL· Kesimpulan kita adalah bahwa selama belum dilever, me- nyerahkan kembali barangnya kepada si penjual, Baru setelah
AN TEN- ngenai barang dari macam apa saja, risikonya masih harus dipi- lewatnya jangka-waktu yang diperjanjikan itu, ia akan rnenjadi
TANG , kul oleh penjual, yang masih merupakan pemilik sampai pada pemilik tetap.
RISIKO. saat barang itu secara yuridis diserahkan kepada pembeli . Dalam suatu perjanjian jual-beli dengan hak membeli kern
bali itu sudah barangtentu dikandung maksud bahwa si pembeli
6. JUAL-BELI DENGAN HAK MEMBELI KEMBALI. selama jangka -waktu yang diperjanjikan itu tidak akan menjual
"RIGHT Kekuasaan untuk membeli kembali barang yang telah di- lagi barangnya kepada orang lain, karenaia setiap waktu dapat
TO RE- jual ("recht van wederinkoop", "right to repurchase") diterbit- diminta menyerahkan kembali barang itu kepada si penjual. Na-
PURCHA- kan dari suatu janji dimana si penjual diberikan hak untuk mun kalau ia toh menjual barangnya kepada orang lain, dan ba-
se", mengambil kembali barangnya yang telah dijual, dengan me- rarig ini adalah barang bergerak, maka pembeli kedua ini adalah
ngembalikan harga pembelian yang telah diterimanya, disertai aman, artinya tidak dapatdituntut untuk menyerahkan barang-
semua biaya yang telah dikeluarkan (oleh si pembeli) untuk me- nya kepada penjual pertama. Oranqini (penjual pertama) hanya
nyelenggarakan pembelian serta penyerahannya, begitu pula dapat menuntut ganti-rugi dari si pembeli (pertama) yang telah
biaya-biaya yang perlu untuk pembetulan-pembetulan dan pe- membawa dirinya dalam keadaan tidak mampu memenuhi janji-
ngeluaran-pengeluaran yang menyebabkan barang yang dijual nya .
bertambah harganya. Demikianlah definisi yang dapat kita ambil Lain halnya apabila yang diperjual-belikan itu suatu benda BENDA
dari pasal 1519 ditambah dengan ketentuan pasal 1532, dari tak bergerak. Dalarn hal ini si penjual yang telah meminta diper- 'TAK BER -
perjanjian "jual-beli dengan janji membeli kembali". janjikannya kekuasaan untuk membeli kembali barang yang di- GERAK

Hak "membeli kembali" tersebut diatas tidak boleh diper- jual, boleh menggunakan haknya itu terhadap seorang pembeli
janjikan untuk suatu waktu yang lebih lama dari 5 (lima) tahun. kedua, meskipun dalam perjanjian jual-beli yang kedua itu tidak
Jika hak tersebut diperjanjikan untuk suatu waktu yang le- disebutkan tentang adanya janji tersebut (Lihat: pasal 1523) .
bih lama, maka waktu itu diperpendek sampai lima tahun. Apa- lni berarti bahwa , jika yang diperjual-belikan itu suatu benda tak-
bila si penjual lalai mernajukan tuntutannya untuk membeli bergerak, maka janji untuk mernbeli kembali yang telah diadakan
kembali dalam tenggang-waktu yang telah ditetapkan, maka te- untuk kepentingan si penjual itu haru s ditaati oleh pihak ketiga.
taplah si pembeli sebagai pemilik bararig yang telah dibelinya

28 29
untuk menebus, tetapi selaiu diperlukan suatu transaksi lagi
Perjanjian jual-beli dengan hak membeli kembali didalam
untuk mengalihkan hak milik itu, misalnya dengan memberi-
praktek sering dipakai untuk menyelubungi suatu perjanjian
kan tambahan uang gadai kepada si pemilik tanah.
pinjam uang dengan pemberian jaminan kebendaan, yang seha-
Tergantunglah dari hasil pembuktian dimuka Hakim apa-
rusnya dibuat dalam bentuk hipotik.
kah juai-beli dengan hak membeli kembali itu akan dipertahan-
Sudah barangtentu dalam suatu perkara dimuka Hakim, be-
kan untuk berlaku sebagai juai-beli atau apakah perjanjian ter-
PINJAM
ban untuk membuktikan bahwa perjanjian jual-beli dengan hak
sebut akan dianggap sebagai gadai ataupun pemberian jaminan
membeli kembali in casu sebetulnya adalah suatu perjanjian pin-
UANG belaka untuk suatu pinjaman uang.
jam uang, dengan jaminan, diletakkan pada pundaknya pihak
DENGAN
penjual,
JAMINAN
7. JUAL-BELI PIUTANG DAN LAIN-LAIN HAK TAKBERTUBUH.
Menarik perhatian adalah bahwa, dalam hubungan ini,
Civil Code of the Philippines memberikan beberapa petunjuk Bagian terakhir dari Bab yang mengatur perihal jual-beli
untuk mempersangkakan bahwa suatu "sale with right to re- dalam B.W. adalah mengenai jual -beli "piutang dan lain-lain hak
purchase" (jual-beli dengan hak membeli kembali) adalah sua- takbert ubuh" (pasal 1533 dan selanjutnya).
tu "mortgage" (semacam hipotik), yaitu dalam hai : Apa yang dimaksud dengan "lain-lain hak takbertubuh"
a.apabila harga tidak seimbang dengan nilai barang yang adalah kurang jelas. Ada satu pasal yang menyebutkan tentang
sebenarnya. penjualan warisan (pasal 1537) ., tetapi untuk selainnya tidak ter-
b. apabila si penjual tetap menguasai barangnya sebagai dapat lain-lain hak yang jual -belinya diatur disini selainnya
penyewa atau lain sebagainya; piu tang-piutang (penagihan) atau dengan perkataan lain: hak-
c. apabila, setelah lewatnya jangka-waktu untuk membe- hak yang berdasarkan suatu perikatan, yang dalam sistematik
li kembali, dikeluarkan suatu perjanjian lain untuk B.W. juga dinamakan hak-hak perseorangan sebagai lawan dari
memperpanjang waktu atau memberikan jangka wak- hak-hak kebendaan . Perkataan "hak takbertubuh" juga tidak te-
tu baru; pat karena dengan sendirinya suatu hak adalah tidak bertubuh.
d. apabila si pembeli menahan sebagian dari harga ba- art inya : tidak dapat dilihat atau diraba. Perkataan "benda tak-
rang untuk dirinya sendiri; bert ubuh" ada1ah lebih baik, meskipun sebenarnya juga tidak
e. apabila si penjual mengikatkan diri untuk membayar perlu untuk memakai istilah tersebut. Cukuplah dipakai perka-
pajak-pajak mengenai barang yang dijuainya. ta an piutang, penagihan ("claim") atau "hak " saja.
:Juga dalam lingkungan Hukum Adat sudah mulai banyak Penjualan suatu piutang meliputi segala sesuatu yang rnele-
dipakai perjanjian jual-beli dengan hak membeli kembali ini kat padanya, sepertinya penanggungan-penanggungan, hak -hak
untuk menyelubungi suatu gadai tanah guna menghindari la- istimewa dan hipotik-hipotik. Demikianlah diterangkan oleh pa-
'ranqan yang berlaku dalam gadai tanah menurut Hukum Adat " sal 1533. Dengan perkataan lain, segala "sanqkut-paut " atau
itu untuk memperjanjikan bahwa kalau tanah tidak ditebus "embel-embel" (sequeelen") dari piutang itu ikut serta.
dalam suatu waktu tertentu, tanah itu akan menjadi milik mut- Baranqsiapa yang menjual suatu piutang atau suatu hak
lak dari si pengambil gadai. tak bertubuh lainnya, harus menanggung bahwa hak itu benar
Sebagaimana diketahui, dalam gadai tanah menurut ada pada waktu diserahkannya, biarpun penjualan dilakukar,
Hukum Adat, tidak bisa secara otomatis tanah yang digadaikan ta npa janji penanqqunqan (pasal 1534).
itu menjadi milik si pengambil gadai setelah lewatnya jangka-

30 31
T1DAK
Sangat penting adalah apa yang ditentukan dalam pasal Ha'k rekl arne te rsebut juga diatur dalam Kitab Undang-un -
MENJAMIN
1535, yaitu bahwa si penjual piutang tidak bertanggung-jawab dang Hukum Dagang (Wetboek van Koophandel), yaitu dalam
CUKUP-
.tentang cukup-mampunya siberutang, kecuali jika ia telah meng- pasal 230 dan selanjutnya, tetapi peraturan yang terdapat dalam'
MAMPU-
ikatkan dirinya untuk itu, dan (dalam hal yang demikian) hanya K. U.H.D. itu hanya berlaku dalam halnya si pembeli te lah dinya-
un t uk [umlah harga pembelian yang telah diterirnanya untuk takan paint. Dalam kepailitan si pembeli itu tuntutan reklame
NYADE-
piu tangnya . Sebenarnya,jika piutang itu kita anggap sebagai sua - harus ditujukan kepada Balai Harta Peninggalan (Weeskamer)
BITOR
tu barang , maka tidak mampunya siberutang (hal mana tidak di- selaku curatrice (pengampu) dari si pembeli yang ·telah jatuh
ket ahui oleh si pembeli piutang) adalah menyerupai " cacad ter- pailit itu.
sembunyi " dari piutang yang dijual itu. Dalam hal jual-beli Syarat-syarat untuk melancarkan reklame dalam Kitab Un -
barang,cacad tersembunyi harus ditanggung oleh penjual barang . dang-undang Hukum Dagang adalah lebih longgar dibandingkan
Tetapi disini kita lihat bahwa apakah sibe rutang itunanti mam- dengan .syarat-syarat yang ditetapkan dalam pasal 1145 B.W.
pu membayar utangnya atau tida k , adalah diluar ta nggungan si yait u :
penjual piutang. a. jual-belinya tidak usah jual-beli tunai (kontan), jadi
Juga kalau jual-beli piutang-atas-nama ini kita bandingkan jual-beli kreditpun boleh;
dengan jual-beli wesel (piutang wesel), maka nampaklah .bahwa b. penuntutan kembali dapat dilakukan dalam jangka-
tanggung-jawab -lieorang, penjual piutang-atas-nama itu lebih ri- wakt u 60 (enampuluh) hari , jadi lebih lama dari jangka-waktu
ngan. Dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang (Wetboek yang diperkenankan oleh pasal1145 B.W.;
van Koophandel) dapat kita lihat bahwa seorang yang menjual c. tuntutan reklame masih boleh dilancarkan meskipun ba-
dan menyerahkan wesel (seorang "endosan") harus menanggung rangnya sudah berada ditanqarr-oranq lain.
terbayarnya wesel it u. Kewajiban menanqqunq ini terkenal de- Jika kit a perhatikan benar-benar hak reklame ini, nampak
ngan narna : "wajib-regres" . sifatnya yang sama dengan hak membeli kembali, yaitu bahwa
hak reklame ini pada hakekatnya merupakan hak dari si penjual
j 8. HA K REKLAME. bara ng untuk - diluar Hakim -membatalkan perjanj ian jual-beli-
nya. Barang yang dibeli dan sudah diserahkan (dile ver) kepada si
Perkataan " reklame" berarti "rnenuntut kembali" (ban-
JUAL-BELI pe mbeli, menurut hukum sudah menjadi miliknya pembeli. Oleh
TUNAI dingkan perkataan Inggeris : " reclaim " ).
kar ena itu maka hanyalah dengan jalan pembatalan jual-belinya,
Jika jual-beli diadakan tanpa sesuatu janji bahwa harga ba- si penjual dapat menuntut kembali barang itu sebagai miliknya
rang boleh diangsur atau dicicil (jual-beli yang demikian dinarna- dari tangannya si pembeli.
kan jual-beli "tunai") dan pembeli tidak membayar harga itu ,
maka selama barangnya masih berada ditangannya si pembeli,
penjual dapat menuntut kembali barangnya , asal penuntutan
kembali it u dila kukan dalam jangka-waktu tigapuluh hari .
Hak seorang penjual barang ini terkenal denqan nama "hak
reklame" dan diatur dalam pasal 1145 B.W., sua tu pasal yang
terdapat dalarn Buku II (Hukum Benda) dalam bagian te.ntang
"piutang-piutan g yang di-istimewakan" ("privileges "). Hak re-
. klame ini mengenaibarang bergerak.

32 33
9. JUAL-BELI "BARANG ORANG LAIN" (PASAL 1471)• •

Pasal 1471 B.W. mengatakan: "Jual-beli barang orang


lain adalah batal dan dapat memberikan dasar untuk pengganti-
an biaya, kerugian dan bunga, jika si pembeli tidak .telah
menqetahui bahwa barang itu kepunyaan orang lain".
Karena [ual-beli menurut sistem B.W. adalah hanya suatu
perjanjian "obligatoir" saja dalam arti baru meletakkan hak
dan kewajiban kepada kedua belah pihak dan belum memin-
dahkan hak milik, maka ketentuan pasal 1471 itu sebetulnya
sulit dimengerti. Menurut sistem B.W. terse but jelas diper-
kenankan untuk mengadakan perjanjian jual-beli mengenai
'suatu barang yang pada detik diadakannya perjanjian itu
belum merupakan miliknya si penjual. Yang penting adalah
bahwa pada saat ia harus menyerahkan (melever) barang ter-
sebut, barang itu sudah menjadi miliknya. Misalnya sebuah
mobil yang baru saya . pesan secara "indent", sudah dapat
saya perjual-belikan.
Secara terus terang, pasal 1471 itu telah dikutib secara
keliru dari Code Civil Perancis, dimana sistem mengenai
jual-beli adalah berlainan, yaitu jual-beli sudah memindahkan
hak milik. Dalam Code Civil Perancis itu apa yang dinamakan
Bab ke 11
"delivrance" '(leverin g, penyerahan) adalah suatu perbuatan
yang bersifat "feitelijk" saja, yaitu memindahkan barangnya TUKAR - MENUKAR
ke dalam kekuasaan physik si , pem beli, jadi bukan suatu
perbuatan yuridis seperti dalam B.W. Menginsyafi hal ini,
maka Hoge Raad di Negeri Belanda pernah menafsirkan Tukar-rnenukar adalah suatu perjanjian dengan man a kedua
perkataan "batal " ("nietig") sebagai berarti "dapat diminta- belah pihak mengikatkan dirinya untuk saling memberikan sua-
kan pembatalannya" ("vernietigbaar"), asal si pembeli dapat t u barang secara bertimbal-balik sebagai gantinya suatu barang
membuktikan bahwa ia sungguh-sungguh tidak tahu bahwa lain . Demikianlah definisi yang diberikan oleh pasal 1541 B.W.
pada waktu menutup perjanjiannya jual-beli, barang itu belum Dalamdunia perdagangan perjanjian ini juga diken~l denqan
menjadi miliknya si penjual. Mahkamah Agung ' Indonesia nama "barter". "'BARTER"'
dalarn Surat ' Edarannya No. 3 tahun 1963 yang terkenal itu, Sebagaimana dapat dilihat dari rumusan tersebut diatas,
secara terus terang telah menyatakan pasal 1471 itu (seperti perjanjian tukar-menukar ini adalah juga suatu perjanjian kon-
halnya dengan pasal 1460) tidak berlaku lagi. sensual, dalam arti bahwa ia sudah jadi dan mengikat pada detik
tercapainya sepakat menqenai barang-barang yang menjadi obyek
dari.perjanj iann ya :

34 35
Demikian pula dapat dilihat bahwa ia adalah suatu perjan- kar -rnen ukar . Adanya kealpaan dalam menunaikan kewajiban- .
jian "obligatoir" saja seperti jual-beli, dalam arti bahwa ia belum kewajiban tersebut merupakan wanprestasi("breach of contract")
memindahkan hak milik tetapi baru pada taraf memberikan hak yang merupakan alasan untuk menuntut ganti-rugi atau pernba-
dan kewajiban . Masing-masing pihak mendapat hak untuk me- talan perjanjian. .
nuntut diserahkannya hak milik atas barang yang menjadi obyek Semua itu tersimpul dalam ketentuan yang secara singkat SEMUA
PERATUR ·
perjanjian. Yang memindahkan hak milik atas masing-masing ba- menetapkan bahwa segala peraturan-peraturan tentang perjanji-
AN JUAL ·
rang adalah perbuatan (perbuatan-hukum) yang dinamakan "le- an jual-beli juga berlaku terhadap perjanjian tukar-menukar (pa- BEll BER ·
vering" atau penyerahan hak milik secara yuridis. Dalam bab sal 1546). LAKU
tentang jual-beli sudah kita lihat bahwa - karena B.W. mengenal Jika pihak yang satu telah menerima barang yang ditukar-
tiga macam barang - ada tiga macam levering, yaitu levering me- kan kepadanya, dan kemudian ia membuktikan bahwa pihak
ngenai barang bergerak, barang takbergerak dan piutang atas na- yang lain bukan pemilik barang tersebut , maka tak dapatlah ia
ma. dipaksa menyerahkan barang yang ia telah janjikan dari pihak-
Segala apa yang dapat dijual, dapat pula menjadi obyek nya sendiri, melainkan hanya untuk mengembalikan barang yang
perjanjian tukar-menukar . t elah diterimanya itu. Demikianlah ditetapkan oleh pasal 1543.
Kalau jual-beli adalah mengenai barang lawan uang, maka Siapa yang karena suatu penghukuman untuk menyerahkan
tukar-menukar ini adalah suatu transaksi mengenai barang lawan barangnya kepada seorang lain, telah terpaksa melepaskan ba-
barang. Kalau dalam suatu masyarakat yang belum mengenal rang yang telah diterimanya dalam tukar-rnenukar , dapat memi-
uang tukar-menukar itu merupakan transaksi utama, maka dalam lih apakah ia akan menuntut ganti-rugi dari pihak lawannya
masyarakat yang sudah mengenal uang sebaqai sarana dan alat ataukah ia akan menuntut pengembalian barang yang ia telah
pembayaran, ia sudah jarang ·dilakukan. Namun dalam perdaga- berikan (pasalI544). Ketentuan ini merupakan perwujudan dari
ngan internasional ia masih banyak juga dilakukan, seperti juqa k ewajiban masing-masing pihak untuk menjamin kenikmatan
didalam negeri pada waktu nilai alat pembayaran mengalami ke- t en t eram atas barang yang telah diserahkannya dalam tukar-rne-
goncangan besar. nukar . Namun dengan sendirinya penuntutan pengembalian ba -
Untuk dapat melakukan perjanjian tukar-menukar, masinq- ra ng yang telah diserahkan kepada pihak lawan, hanya dapat di-
~asing pihak harus pemilik dari barang yang dia janjikan untuk laksanakan selama barang itu masih berada ditangannya (dalam
serahkan dalam tukar-menukar itu. Adapun syarat bahwa ma- milik nya ) pihak tersebut, sebab dapat juga terjadi pihak tersebut
sing-masing harus pemilik itu ,baru berlaku pada saat pihak yang sudah menjualnya kepada orang lain; dalam hal yang demikian
bersangkutan menyerahkan baranqnya atau tepatnya menyerah- tinggallah tuntutan ganti-rugi yang dapat dilancarkan. RISIKO
kan hak milik atas barangnya. Bagaimanakah persoalan risiko dalam perjanjian tukar me- PERATUR·
nukar ini ? Hal ini diatur dalam pasal 1545 yang berbunyi : ANNYA
Juga menqenai barang bergerak' disini berlaku ketentuan
SANGAT
pasal 1977 (1) B.W. beserta penghalusan hukumnya sebagaima- "Jika suatu barang tertentu yang telah dijanjikan untuk di - TEPAT
na telah diutarakan dalam bab tentang jual-beli. tukar, musnah diluar kesalahan pemiliknya , maka persetujuan
Begitu pula kewajiban untuk menanggung ("vrijwaring", dianggap sebagai gugur dan siapa yang dari pihaknya telah me-
"warranty") akan kenikmatan tenteram dan terhadap cacad-ca- menuhi persetujuan, dapat menuntut kembali barang yang ia te-
cad tersembunyi ("verborgen gebreken", "hidden defects") ber- lah berikan dalam tukar-menukar".
laku bagi .seorang yang telah memberikan barangnya dalam tu-

37
36
Peraturan tentang risiko yang diberikan oleh pasal 1545 itu
sudah tepat sekali .. Risiko itu memang seadilnya harus dipikul-
kan kepada pundak masing-masing pemilik barang.
Kalau seorang pemilik sepeda motor menqadakan perjanjian
tukar-menukar dengan seorang pemilik kuda, kemudian ia sudah
menyerahkan sepeda motornya tetapi kuda itu mati sebelum di-
serahkan karena suatu kejadian tak disengaja, maka sudah adil
kalau ia menerima kembali sepeda motor miliknya. Kematian
kuda harus dipikul oleh pemiliknya sendiri dan tidak boleh di-
'timpakan kepada pemilik sepeda motor.
Peraturan tentang risiko dalam perjanjian tukar menukar
ini sudah tepat sekali untuk suatu perjanjian yang bertimbal-ba-
lik karena dalam perjanjian yang demikian itu seorang menjanji-
kan prestasi derni untuk mendapat suatu kontra-prestasi, Oleh .
karena itu maka peraturan tentang risiko dalam perjanjian tukar-
menukar ini sebaiknya dipakai sebagai pedometi dalam perjanji-
an bertimbal-balik lainnya yang timbul dalam praktek (kebiasa-
an) dan karenanya tidak ada peraturannya yang tertulis, misal-
nya perjanjian sewa-beli.

Bab ke III
SEWA - MENYEWA

1. DEFINISI.

Sewa-menyewa adalah suatu perjanjian dengan mana pihak


yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak
yang lainnya kenikmatan darisesuatu barang, selama suatu wak-
tu tertentu dan dengan pembayaran suatu harga yang oleh pihak
yang tersebut terakhir itu disanggupi pembayarannya. Demikian-
lah definisi yang diberikan oleh pasal 1548 B.W. mengenai per-
janjian sewa-menyewa .
. Sewa-menyewa, seperti halnya dengan jual-beli dan perjan -
jian-perjanjian lain pada umumnya, adalah sua tu perjanjian kon-

38 39
sensual. Artinya, ia sudah sah dan mengikat pada detik tercapai- sewanya dengan menyatakan hendak memakai sendiri baranq-
nya sepakat mengenai unsur2 pokoknya , yaitu barang dan harga. nya yang disewakan, kecuali jika telah diperjanjikan sebaliknya" .
Kewajiban pihak yang satu ad,alah menyerahkan barangnya Teranglah bahwa pasal ini ditujukan dan juga hanya dapat . di-
untuk dinikmati oleh pihak yang lain , sedangkan kewajiban pi- pakai terhadap perjanjian sewa-menyewa dengan waktu terten- .
hak yang terakhir ini adalah membayar "harga sewa" . Jadi ba- tu . Memang sudah selayaknya bahwa seorang yang sudah menye-
rang diserahkan tidak untuk dimiliki seperti halnya dalam jual - wakan barangnya misalnya untuk lima tahun, tidak boleh me.ng-
beli, tetapi hanya untuk dipakai, dinikmati kegunaannya . De- hentikan sewanya kalau waktu te rsebut belum habis, denganda:..
ngan demikian maka penyerahan hanya bersifat menyerahkan lih bahwa ia ingin memakai sendiri barang yang disewakan itu.
kekuasaan belaka atas barang yang disewa itu. Tetapi kalau ia menyewakan barangn:ya tanpa ditetapkannya
Karena kewajiban pihak yang menyewakan adalah men ye- suatu waktu tertentu, sudah barangtentu ia berhak menghenti-
TIDAK
USAH
rahkan barang untuk dinikmati dan bukannya menyerahkan hak kan sewa itu setiap waktu asal ia mengindahkan cara-cara dan
PEMILlK milik atas barang itu, maka ia tidak usah pemilik dari barang jangka-waktu yang diperlukan untuk pemberitahuan pengakhir -
tersebut. Dengan demikian maka seorang yang mempunyai hak an sewa menurut kebiasaan setempat.
nikmat-hasil dapat secara sahmenyewakan barang yang dikuasai- Meskipun demikian, peraturan tentang sewa-menyewa
nya dengan hak tersebut. yang termuat dalam bab ketujuh dari Buku III BW . berlaku un -
Kalau seorang diserahi suatu barang untuk dipakainya tan - tuk segala macam sewa-menyewa, mengenai semua jenis barang,
pa kewajiban membayar sesuatu apa, maka yang terjadi adalah baik bergerak maupun takbergerak, baik yang memakai waktu
suatu perjanjian pinjam -pakai. Jika si pemakai barang itu diwa - tertentu maupun yang tidak memakai waktu tertentu, oleh ka-
jibkan membayar, maka bukan lagi pinjam-pakai yang terjadi, rena "waktu tertentu" bukan syarat mutlak untuk perjanjian
tetapi sewa-menyewa. sewa-menyewa.
Disebutkannya perkataan "waktu tertentu'" dalam uraian Tentang harga-sewa: Kalau dalam jual -beli harga harus be-
pasal 1548 tersebut diatas, menimbulkan pertanyaan apakah rupa uang , karena kalau berupa barang perjanjiannya bukan HARGA
"WAKTU
maksudnya itu, karena dalam perjanjian sewa-menyewa sebenar- jual-beli lagi tetapi menjadi tukar-rnenukar , tetapi dalam sewa- SEWA

TERTEN. nya tidak perlu disebutkan untuk berapa lama barang disewa - menyewa tidaklah menjadi keberatan bahwa harqa-sewa itu be- T1DAK
USAH
TU" SU. nya, asal sudah disetujui berapa harga sewanya untuk sat u jam rupa barang atau jasa .
UANG
KAN (misalnya sewa mobil) , satu hari , satu bulan atau satu tahun. Sebagai telah diterangkan , segala macarnbaranq dapat d!-
SYARAT Ada yang menafsirkan bahwa maksudnya tidaklah lain dari pada sewakan, Perkataan . " carter " yanq berasal dari dunia perkapalan
untuk mengemukakan bahwa pe mbuat undang-undang memang ditujukan kepada pemborongan pemakaian sebuah kendaraan
memikirkan pada perjanjian sewa-menyewa dimana waktu-sewa atau alat pengangkut (kapal laut, kapal terbang , mobil dan la-
ditentukan, misalnya untuk enam bulan, untuk dua tahun dan in-lain) untuk suatu waktu tertentu atau untuk suatu perjalanan
sebagainya . Dan penafsiran yang demikian itu menurut penda- tertentu , dengan pengemudinya yang akan tunduk pad a perin-
pat kami memang tepat. Suatu petunjuk terdapat dalam pasal tah-perintah yang diberikan oleh si pencarter.
1579, yang hanya dapat kita mengerti dalam alarn-pikiran yang
dianut oleh seorang yang pikirannya tertuju pada perjanjian se-
wa-menyewa dimana waktu-sewa itu ditentukan. Pasal tersebut
berbunyi: "Pihak yang menyewakan tidak dapat menghentikan

40 41
2 . K EWAJIBAN -KEWAJIBAN PI HA K YANG MENYEWAKAN 3. KEWAJIBAN-KEWAJIBAN SI PENYEWA.

Pihak yang menyewakan mempunyai kewajiban : Bagi si penyewa ada dua kewajiban utama, ialah :
1. menyerahkan barang yang disewakan kepada si penyewa; 1. memakai barang yang disewa sebagai seorang "bapak ru - BAPAK

2 . memelihara barang yang disewakan sedemikian hingga mah yang baik", sesuai denqan tujuan yang diberikan kepada ba- RUMAH

itu dapat dipakai untuk keperluan yang dimaksudkan; rang itu menurut perjanjian-sewanya; 'fANG
BAlK
3. memberikan kepada si penyewa kenikmatan tenteram "2 . membayar harga-sewa pada waktu-waktu yang telah die
dari barang yang disewakan selama berlangsungnya persewaan. tent ukan menurut perjanjian,
PEMBE-
Selanjutnya ia diwajibkan, selama waktu-sewa, menyuruh Kewajiban untuk memakai barang sewaan sebagai seorang
TULAN
melakukan pembetulan-pembetulan pada barangnya yang dise- "bapak rumah yanq baik" berarti kewajiban untuk memakainya
PEMBE -
wakan yang perlu dilakukan, terkeeuali pembetulan-pembetulan seakan-akan itu baranq kepunyaannya sendiri.
TULAr~.
keeil yang menjadi wajibnya si penyewa. Juga ia harus menang- Jika si penyewa memakai barang yang disewa untuk suatu
gung si penyewa terhadap semua eaead dari barang yang disewa- keperluan lain dari pada yang menjadi tujuan pemakaiannya,
kan yang merintangi pemakaian barang itu, biarpun pihak yang atau suatu keperluan sedemikian rupa hingga dapat mene rbitkan
menyewakan itu sendiri tidak mengetahuinya pada waktu dibu- ker ugian kepada pihak yang menyewakan, maka pihak ini , me-
atnya , perjanjian sewa-menyewa, Jika eaead-eaead itu telah nurut keadaan,dapat meminta pembatalan sewanya (pasaI1561).
mengakibatkan sesuatu keruqian bagi si penyewa, makakepada- Misalnya , sebuah rumah kediaman dipakai untuk perusa haan
nya pihak yang menyewakan diwajibkan memberikan ganti-rugi at au bengkel mobil.
(pasal -pasal 1551 dan 1552). " Kalau yang disewa itu sebuah rumah kediaman, maka si pe -
RUMAH
Kewajiban memberikan kenikmatan tenteram kepada si nyewa diwajibkan memperlengkapi rumah .it u denqan perabot
HARUS
ru mah seeukupnya; jika tidak, ia dapat dipaksa untuk mengo-
penyewa dimaksudkan sebagai kewajiban pihak yang menyewa- DILENG -
TUNTUT - songkan rumah itu, keeuali jika ia memberikan eukup jaminan KAPI DE ·
kan untuk menanggulangi atau menangkis tuntutan-tuntutan
AN -TUN - unt uk perobayaran uang sewan ya (pasal 1581) . Dari ketentuan NGAN PE ·
hukum dari pihak ketiga, yang misalnya membantah hak si pe -
TUTAN ini dapat kita lihat bahwa perabot rumah itu dijadikan jaminan RABOT
nyewa untuk memakai barang yang disewanya. Kewajiban terse- RUMAH
HUKUM un t uk pembayaran uang sewa. Hal irii menemukan reali sasinya
but tidak meliputi pengamanan terhadap gangguan-gangguan
dala m apa yang dinamakan "pandbeslag" yang akan kita bieara-
physik, misalnyaorang-orang melempari rumahnya denqan batu kan ditempat lain .
atau tetangga membuang sampah dipekarangan rumah yang di -
Sebagaimana telah kit a lihat, si penyewa diwajibkan mela-
GANG -
sewa , dan lain sebagainya . Hal ini ditegaskan dalam pasal 1556
kukan pernbetulan-pambatulan keeil dan sehari-hari . Pasal 1583
GUA N
yang berbunyi : "Pihak yang me nyewakan. tidaklah diwajibkan
memberikan penjelasan tentang apa yang dimaksudkan dengan
P4YSIK
men jarnin si penyewa terhadap rintangan-rintangan dalam kenik-
pembet ulan-pembet ulan keeil clan sehari-hari it u, sebagai beri· -
' matann ya yang dilakukan oleh orang-orang pihak ketiga de ngan
kut: "jika tidak ada persetujuan, makadianqqap sebagai demi-
peristiw a-peristiwa tanpa mem ajukan ses uat u hak atas barang
kia n: pembetulan-pembetulan pada lema ri-Iemari toko, tutupan
yanq disewa ; dengan tidak mengurang i. hak si penyewa untuk
jendela, kunci-kunci dalam , kaea-kaea jendela dan segala sesuatu
menuntut sendiri orang itu " . Gangguan -gangguan dengan "peris-
yang dianggap termasuk itu , menurut keb iasaan setempat".
tiwa-peristiwa " itu harus ditanggul an gi sendiri oleh si penyewa .
Selanjutnya bagi seorang penyewa tanah , oleh pasal 1591
dile takkan kewajiban ,.ata s aneaman membayar qanti-ruqi, untuk

42 43
melaporkan kepada si pemilik tanah tentang segala peristiwa
memang sangat tepat, sehingga peraturan tersebut sebaiknya di-
yang dilakukan diatas pekaranqan-pekaranqan yang disewa, Mak-
pakai sebagai pedoman untuk segala macam perjanjian bertirn-
sudnya adalah bahwa si pemilik dapat mengambil tindakan-tin-
bal-balik yang timbul dalam praktek. Sebagaimana diketahui,
dakan yang dianggapnya perlu untuk menghentikan perbuatan-
pasal 1545 tersebut meletakkan risiko pada pundak masinq-ma-
perbuatan yang dapat menimbulkan kerusakan pada tanah milik-
sing pemilik barang.
nya.
Berhubung dengan sangat sukarnya dewasa ini bagi seorang
4. PER IHAL R ISIKO OA LAM SEWA-MEN.YEWA. ·1
pemilik rumah atau bangunan untuk mengakhiri perse~aan
Menurut pasal 1553, dalam sewa-menyewaitu risiko me- (yang harus diajukan kepada Kantor Urusan Perumahan atau
ngenai barang yang dipersewakan dipikul oleh si pemilik barang, KU.P :), maka dalarn praktek pasal1553 tersebut banyak sekali
yaitu pihak yang menyewakan . Tentang apakah artinya "risiko" diajukan sebagai alasan untuk memutuskan hubungan sewa-me-
itu sudah kita ketahui dari bagian umum dariHukum Perjanjian nyewa apabila rumah atau bangunan itu sebagian rusak . Pemilik
yang diatur dalam Buku III B.W. dan juga dalam pembahasan rumah atau bangunan itu dalarn hal yang demikian terlalu amat
kita mengenai perjanjian jual-beli. Untuk mengulangi lagi : risiko tergesa-gesa mengatakan bahwa rumah atau bangunan itu sudah
adalah kewajiban untuk memikul kerugian yang disebabkan musnah. Bahkan pernah ada juga yang mengajukan dalil bahwa
oleh suatu peristiwa yang terjadi diluar kesalahan salah satu pi- sebuah rumah atau bangunan yang diduduki tentara sudah dapat
hak, yang menimpa barang yang menjadi obyek perjanjian. dianggap sebagai "musnah" dalam arti bahwa kenikmatan atas
Peraturan tentang risiko dalam sewa-menyewa itu tidak be- barang-barang tersebut telah hilang untuk waktu tertentu.
gitu jelas diterangkan oleh pasal1553 tersebut seperti halnya de- • Maksud pemilik rumah .atau bangunan itu ialah agar supaya hu-
ngan peraturan tentang risiko dalam jual-beli yang diberikan oleh bungan sewa-menyewa diputuskan oleh instansi yang berwajib
pasal1460, dimana dengan terang dipakai perkataan "tal'lggu,ng- , dan apabila tentara yang menduduki bangunan itu pergi, ia da-
an" yang berarti risiko, Peraturan tentang risiko dalam sewa-me- pat menolak penghuni (penyewa) yang lama untuk memasuki
nyewa itu harus kita ambil dari pasal 1553 ter~ebut secara meng- lagi rumah atau bangunan itu.
ambil kesimpulan. Dalam pasal ini dituliskan bahwa, apabila ba-
rang yang disewa itu musnah karena suatu peristiwa yang terjadi 5. GANGGUAN OARI PIHAK KETIGA.
diluar kesalahan salah satu pihak, maka perjanjian sewa-menye- Apabila selama waktu-sewa, si penyewa dalam pemakaian
"GUGUR wagugur demi hukum.Dari perkataan "gugur demi hukum" ini- baranq yang disewakan, diganggu oleh seorang pihak ke-·
OEMI
HUKUM"
lah kita simpulkan bahwa masing-masing pihak sudah tidak da- tiga berdasar atas suatu hak yang dikemukakan oleh orang pihak
pat menuntut sesuatu apa dari pihak-lawannya, hal mana berarti ketiga itu, maka dapatlah si penyewa menuntut dari pihak yang
bahwa kerugian akibat musnahnya barang yang dipersewakan menyewakansupaya uang-sewa dikurangi secara sepadan dengarl
dipikul sepenuhnya oleh pihak yang menyewakan. Dan ini me- .sifat gangguan itu .
mang suatu peraturan risiko yang sudah setepatnya, karena pa-
Apabila orang pihak ketiga itu sampai menggugat si pen ye-
da asasnya setiap pemilik barang wajib menanggung segala risiko
wa dimuka Pengadilan, maka si penyewa dapat menuntut supa-
atas barang miliknya. Pad a waktu kita membahas perjanjian tu- ya pihak yang menyewakan ditarik, sebagai pihak.dalam perkara
kar-menukar, telah kita kemukakan bahwa peraturan risiko yang perdata itu untuk melindungi si penyewa.
diberikan oleh pasal 1545 dalam perjanjian tukar-menukar itu

44
45
Sudah kita lihat diatas bahwa , apabila gangguan-gangguan Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa mengulang-
GANG-
itu berupa perbuatan-perbuatan physik tanpa mengemukakan sewakan dan melepaskan sewanya kepada orang lain dilarang,
GUAN
sesuatu hak, maka itu adalah. diluar tanggungan si yang menye- k ecueli kalau hal-hal itu diperjanjikan, tetapi kalau menyewakan
PHVSIK
wakan dan harus ditanggulangi sendiri oleh si penyewa. sebagian dari sebuah rumah tempat tinggal yang disewa adalah
-,. - Kemudian juga sudah kita lihat bahwa dalam halsewa ta- diperbolehkan, kecueli kalau hal itu telah dilarang dalam perjan-
nah, gangguan-gangguan dari pihak ketiga yang berupa peristiwa jian-sewanya.
peristiwa tanpa mengajukan sesuatu hak harus dilaporkan kepa- 7. SEWA TE RTU LIS DAN SEWA L1SAN.
da pemilik agar orang ini dapat mengambil tindakan-tindakan
untuk menghentikan perbuatan-perbuatan itu yang mungkin Meskipun sewa-menyewa adalah suatu perjanjian konsensu-
akan menimbulkan kerusakan-kerusakan (pasal 1591). al,.namun oleh undang-undang diadakan perbedaan (dalam aki-
bat -akibatnya) antara sewa tertulis dan sewa lisan. SEWA TER -
6. MENGULANG-SEWAKAN. Jika sewa-menyewa itu diadakan secara tertulis, maka sewa TULlS BER·
it u berakhir demi hukum (otomatis) apabila waktu yang diten- AKHIR
TIDAK Si penyewa, jika kepadanya tidak telah diperijinkan oleh
OTOMATlS
BOLEH • pemilik barang, tid ak diperbolehkan menqulanq-sewakan barang tukan sudah habis, tanpa diperlukannya sesuatu pemberitahuan
MENGU- yang disewanya, maupun melepaskan sewanya kepada orang la- pemberhentian untuk itu. SEWA
LANG in . Diadakannya perbedaan antara "mengulang-sewakan" dan Sebaliknya, kalau sewa-menyewa tidak dibuat dengan tu- L1SAN
SEWAKAN. "rnelepaskan sewanya" kepada oranq lain, mempunyai maksud lisan , maka sewa itu tidak berakhir pada waktu yang ditentukan, HARUS
DIHEN-
sebagai berikut : melainkan jika pihak yang menyewakan memberitahukan kepa-
TIKAN
Dalam hal mengulang-sewakan , si penyewa barang bertin- da si penyewa bahwa ia hendak menghentikan sewanya, pembe- .
dak sendiri sebagai pihak dalam.suatu perjanjian sewa -menyewa ritahuan mana harus dilakukan dengan mengindahkan jangka-
kedua yang diadakan olehnya dengan seorang pihak ketiga , se- wakt u. yang diharuskan menurut kebiasaan setempat. Jika tidak
dangkan dalam hal " rnelepaskan sewanya" ia mengundurkan di- ada pemberitahuan seperti itu, maka dianggaplah bahwa sewa
ri sebagai penyewa dan menyuruh seorang pihak ketiga untuk it u diperpanjang untuk waktu yang sama.
menggantikan dirinya sebagai penyewa , sehingga pihak ketiga Perihal sewa tertulis itu diaturdalarn pasal 1570 dan peri-
tersebut berhadapan sendiri dengan pihak yang menyewakan. hal sewa yang tidak tertulis (lisan) diatur dalam pasal 1571.
Jika si penyewa sampai berbuat apa yang dilarang itu , ma- Jika seorang penyewa sebuah rumah atau ruariqan, setelah
ka pihak yang menyewakan dapat minta pembatalan perjanjian- berakhirnya waktu-sewa yang ditentukan dalam suatu perjanjian
sewanya dengan disertai pembayaran kerugian, sedangkan pihak sewa tertulis, dibiarkan menempati rumah atau ruangan terse-
yarig menyewakan, setelah dilakukannya pembatalan itu, tidak but , maka dianggaplah si penyewa itu tetap menguasai barang
diwajibkan mentaati perjanjian ulang-sewa dengan orang ketiga yang disewakan atas dasar syarat-syarat yang sama, untuk waktu
tersebut. yang ditentukan oleh kebiasaan setempat, dan tak dapatlah ia
BOLEH ME - Jika yang disewa itu sebuah rumah tempat tinggal yang di- meninqqalkan rumah atau ruanqan itu atau dikeluarkan dari situ,
NVEWAKAN diami sendiri oleh si penyewa, maka dapatlah ia, atas tanggung- melainkan sesudahnya dilakukan pemberitahuan penghentian se-
SEBAGIAN wanya menurut kebiasaan setempat (pasal 1587).
jawab sendiri, menyewakansebagian kepada orang lain kecuali
kalau kekuasaan itu telah dilarang dalam perjanjian-sewanya Dengan uraian yang panjang lebar itu dimaksudkan bahwa
(pasal 1559). sewa tertulis tersebut, setelah habis waktunya dan penyewa di-

46 47
1~
'I

biarkan menempati rumah-sewa, 'berobah menjadi sewa lisan menyanggupi penanggungannya kepada pemilik lama dan tidak
tanpa waktu tertentu yang hanya dapat diakhiri menurut adat kepada orang lain. Demikianlah artinya bahwa perkataan "sewa"
kebiasaan setempat. dalam pasal . 1576 ditafsirkan secara sempit atau terbatas.
8. JUAL-BELI T1DAK MEMUTUSKAN SEWA-MENYEWA 9. PAND,BESLAG.
Dengan dijualnya barang yang disewa, suatu persewaan Seorang pemilik rumah yang meny ewakan ru mahnya , oleh
yang dibuat sebelumnya tidaklah diputuskan, kecuali apabila ia Undang-undang diberikan hak-utama ("privilege" ) atas baranq -
telah .diperjanjikan pada waktu menyewakan barangnya (pasal barang perabot rumah yang dipakai untuk mengh iasi rumah ter- ' PERABOT
1576). Dengan ketentuan ini Undang-undang bermaksud melin- sebut, guna · menjamin pembayaran tutiqqeken uang-sewa. Arti- RUMAH
JUAl dungi si penyewa terhadap si pemilik baru, apabila barang yang nya: dalam suatu eksekusi (Ielanq-sita) ata s barang-barang pera-
OITAF- bot rumah yang dipakai untuk menghiasi ru mah tersebut, si pe-
sedang disewa itu dipindahkan kelain tangan. Dengan mengingat
SIRKAN
milik rumah harus paling dahulu diberikan sejuml ah yang cukup
akan maksud undang-undang tersebut, perkataan "dijual" 0.11 - dari pendapatan lelangan untuk melunasi tunggakan uang -sewa
lUAS lam pasal 1576 itu sudah lajirn ditafsirkan secara analogis (lu- yang menjadi haknya , sebelum kreditor-kredit or lainnya mene -
as) hingga tidak terbatas pada jual-beli saja , tetapi juga meliputi rima bagian mereka. Pemilik ru mah dap at mint a dilakukannya
.lain -lain perpindahan milik, seperti: tukar-menukar, penghibah- penyitaan atas barang-barang perab ot ru mah tersebut biarpun
an, perwarisan dan lain-lain. Pendeknya, perkataan "dijual" da- Larang-barang i tu dipindahkan ket empat lain, asal ia menqaju -
kan permintaannya itu dalam jangka-waktu empatbelas hari sete -
lam pasal1576 itu ditafsirkan sangat luas hingga menjadi "dipin-
'lah baranq-baranq 'itu diangkut ket empat ters ebut. Bahkan ba-
da hkan miliknya". rang-barang kepunyaan orang lain , asal dipakai sebagai mebel
SEWA 01- Sebaliknya , perkataan "sewa" atau "persewaan" dalam pa- dirumah sewaan itu dapat disita pula (lihat : pasal-pasal 1140 '
TAFSIRKAN dan 1152) .
SEM PIT
sal tersebut sudah lajim ditafsirkan secara sempit atau terbatas,
yaitu dalam arti: bahwa yang tidak diputuskan oleh jual-beli Penyitaan yang dilakukan oleh pemilik rumah at as barang-
barang perabot rumah itu dinam akan "pandbeslag", dalam per-
atau yang harus dihormati oleh pemilik baru itu hanya hak-sewa kataan man a "Pand " berarti "persil" atau pekara ngan (jadi bu-'
saja. Sebab adalah mungkin bahwa didalam perjanjian sewanya kan berarti gadai). * )
telah dicantumkan janji-janji khusus untuk kepentingan si pe-
nyewa (disarnpinq hak-sewanya) misalnya : kepada si penyewa 10 . SEWA ·MENYEVVA PERUMAHA N .

dijanjikan bahwa setelah persewaannya berlangsung sepuluh ta- Oleh karena masalah perumahan meru pakan suatu masalah
hun lamanya, ia diperkenankan membeli barang yang disewanya sosial yanlJ sangat penting sesudah Perang Dunia 1I, maka didae- MASAlAH
it u dengan harga yang murah yang ditentukan dalam perjanjian. rah-daerah yang dulu dikuasai oleh Pemerintah Federal, banyak SOSIAl

Janji semacam itu, yanq memberikan kepada si penyewa suatu rumah-rumah .gedung dikuasai oleh Pemerintah untuk diatur
penggunaan atau penghuniannya. Yang dibolehkan menempa-
"hak opsi" , tidak berlaku terhadap pemilik baru. Begitu pula
. ti rumah-rurnah yang dikuasai Pemerintah itu hanyalah orang
apabila perjanjian-sewanya disertai dengan suatu perjanjian pe- yang mendapat V.B. ("Vestigingsbesluit " atau ijin penghunian)
nanggungan ("borgtocht", "guaranty"), dimana seorang pihak dari lJepartemen Sosial) .
ketiga menanggung pembayaran uang-sewanya terhadap perni-
*) Juga pandbeslag itu didahulukan terhadap pihak ketiga kepada siapa barang-
lik , maka perjanjian penanggungan ini dianggap hapus apabila barang perabot rumah it u telah diperikatkan secara mernberfkannya dalam gadai
barang yang disewa itu dijual kepada orang lain. Pendapat ini atau lainnya, jadi misalnya seo.rang kreditor kepada siapa ba ranq-baranq itu diserah-
kan dalam milik secara kepe.rcayaan (fiduciai.re eigendomsoverd.racht), hal mana
adalah tepat karena si penanggung ("borg" , "guarantor") tela h juga dapat dibaca dari pasal 1142 B.W.

48
49
Keadaan terse but telah diteruskan oleh Pemerintah kita,
bahkan te1ah diperluas hingga berlaku diseluruh wilayah Repub-
lik Indonesia, dengan Undanq-undanq No.3 tahun 1958 tentang
Urusan Perumahan. Pe1aksanaan kebijaksanaan mengenai urusan
perumahan diserahkan kepada "Kantor ' Urusan Perumahan"
K.U .P. (disingkat K.U .P.) yang didampingi oleh Panitia Sewa-menyewa
sebagai badan penasehat mengenai penetapan harga-sewa dan .
harga bangunan.
,I
Untuk menernpati rumah harus ada "surat ijin penghuni"
S.I.P. (disingkat S.I.P) yang diberikan oleh Kantor Urusan Perumahan
tersebut. Surat ijin penqhuni itu meletakkan hubungan sewa- •
menyewa antara penghuni dan pemilik rumah, begitu pula pene-
tapan harga-sewa oleh Panitia Sewa-inenyewa meletakkan suatu
hubunqan sewa-menyewa seperti juga perpanjangan sewa yang
diberikan oleh Kantor Urusan Perumahan atas permintaan salah
PENGHEN · seorang penghuni. · .
TlAN OAN Hubungan sewa-menyewa seperti yang disebutkan di atas
hanya dapat dihentikan atau diakhiri denganijin dari K.U.P.,
PENGO-
sepertipun pengosongan rumah yang sedang disewa menurut,
SONGAN
ketentuan-ketentuan Undang-undang tentang urusan perumahan
terse but. Hal ini ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No.49
tahun 1963. Maka dalam soalpepqakhiran sewadan pengosong-
an itu Pengadilan Negeri tidak berkuasa 1agi karena itu sudah
TUNGGAK·
diserahkan kepada yurisdiksi K.U.P. dengan ada kemungkinan
AN UANG minta banding kepada Kepala Daerah yang membawahkan
SEWA TE· K.U.P. yanq bersangkutan. . Bab ke IV
TAP 01 Pengadilan Negeri 'tinqcal berkuasa terhadap gugatan
pENG- menuntut pembayarantunggakan uang-sewa saja,
SEWA - BEll
AOILAN
NEGERI
Kemunqkinan baci para pencari keadilan untuk rnenqaju-
kan persoalan perumahan itu ke depan Pengadilan hanyalah ada
PERBUAT· apabila Kepala Daerah (atau I'"U.P. sebagai bawahannya) dapat
Perjanjian "sewa-beIi" (bahasa Belanda "huurkoop" baha-
I
AN ME- dikatakan melakukan perbuatan melanggar hukurn di d:>lam soa'
LANGGAR
penghentian. sewa atau pengosongan tersebut. Gugatan yai . , sa Inggeris "hire-purchase") adalah suatu ciptaan praktek (ke-
HUKUM biasaan) yang sudah diakui sah oleh yurisprudensi, ma1ahan di
OLEH
.diajukan kepada Pengadilan itu ' lalu didasarkan pada sua tu HUKUM
perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh Pemerintah NederIand sudah pula dimasukkan dalam B.W. dan di Inggeris KEBIASAAN
PEME-
RINTAH (" onrechtma tige overheidsdaad") . *) telah diatur dalam suatu undang-undang tersendiri, yaitu "Hire-
. purchase 'A ct '" tahun 1965 yang diadakim disamping "Sale of "HIRE PUR .
Go ods Act" dari tahun 1893. CHASE"
*) Dengan Pera turan Peme rintah NO.5 5 rahu n 19B 1 (PP N o.5 5/19BI ) tentang Ciptaan sendiri oleh praktek itu memang diperbolehkan
Perubahan atas Pera tur an Pem enntah No.49 tahun 1963. kewenan gan penye-
Iesaian sengketa sewa-rneny ewa perumahan telah dikembalika n k cpa da Pe . karena sebagaimana diketahui, hukum perjanjian B.W. menganut
ngadi!an . sistem terbuka atau asas kebebasan berkontrak sebagaimana ter-

50 51
Penyerahan hak rnilik baru akan dilakukan pada waktu d i-
, k andung dalam pasal 1338 (1) yang berbunyi : "sernua per-
janjian yang dibuat secara sah, berlaku se bagai undang-undang bayarnya anqsuran yang terakhir, penyerahan mana dapat di la-
bagi mereka yang membuatnya". kukan dengan suatu pernyataan saja karena barangnya su dah
Sewa-beli sebenarnya adalah suatu macam jual-bel i, seti- berad.i da larn kekuasaan si pernbeli dalam kedudukannya sebaqai
dak-tidaknya ia lebih mendekati jual-beli dari pada sewa-menye- penyewa. Cara pe nyerahan ini dinamakan "traditio brevi manu"*)
vte, meskipun ia merupakan suatu campuran d'ari kedua-duanya Sewa-beli da lam praktek sebelum Perang Dunia II sudah
dan diberikan juduli'sewa-rnenyewa". Dalam Hire-purchase Act banyak di lakukan, mula-mula mengenai mesin-rnesin ja hit (ter-
1965 ia dikonstruksikan sebagai suatu perjanjian "sewa-menye- kenal adalah sewa-beli atas mesin jahit merk "Singer" buatan
wa dengan hak opsi dari si penyewa untuk membeli barang yanq
Amerika), kemudian mengenai barang-barang perabot rumah dan
disewanya". Maksud kedua belah pihak adalah tertuju pada per-
olehan hak milik atas suatu barang disatu pihak dan pero lehan ak hirn ya juga mengenai mobildanrumah .
sejurnlah uang sebagai imbalannya (harga) dilain pihak. *) Baqa imanakah persoalan t isiko dalam perjanj ian sewa-beli R IS IKO

Sewa-beli mula-mula ditimbulkan dalarn praktek un tuk itu?


menampung persoalan bagaimanakah caranya memberikan jalan Mengenai ini pernah d ipersoalkan dalam suatu perkara di-
ke luar apabila pihak penjual me nqhadapi banyak permintaan muka Pengadilan Negeri Surahaya. Duduknya perkara adalah se-
atau hasrat untuk membeli baranqnya tetapi calon-calon pembe- bagai berikut :
li itu tidak mampu membayar harga barang-barang sekaligus. , Sebuah toko mobil N.V . Handelsmaatschapp ij L 'Auto
Penjual bersedia untuk menerima bahwa harga baranq itu menggugat seorang bernama Jordan, untuk melunasi kekurangan
dicicil atau diangsur, tetapi ia rnemerlukan jaminan bahwa
angsuran at as harga sebuah mobil yang disewa-heli oleh J ordan
barangnya (sebelum harganya dibayar lunas ) tidak akan dijual
lagi oleh si pembeli. tersebut. Mobil t ersebut te lah dirampas o leh Balatentara Jepang
. Se baqai jalan-keluar lalu diketemukan sua tu macam per- sewak t u tentara itu mendarat dipulau Ja wa dalam bu lan Maret
janjian dimana selama harga belum dibayar lunas itu , si pembeli 1942 . Jordan berpendirian bahwa ia sudah tidak lagi diwajibkan
menjadi penyewa dahulu dari barang yang ingin dibelinya. membayar anqsuran-anqsuran yang tersisa karena mobil dapat di-
Harga sewa sebenarnya adalah angsuran atas harga barang. Kalau anggap sudah rnusnah.
dibayar tunai umpamanya harga barang adalah Rp .l 00.000, -
Pengad ilan Negeri Surabaya dalam putusannya tanggal 5
narnun dalarn sewa-beli harga itu menjadi Rp .120.000, - 'yang
akan .dianqsur tiap-tiap bulansampai duabelas.kali lun.a~~_ _ __. Pebruari 1951 mem benarkan pendirian tergugat J ordan terse-
Den gan dijad ikannya penyewa (dengan kontrak yang juga but, ata s pertimbangan bahwa perjanjian sewa -beli ItU harus di-
berjudul : "sewa-menyewa"), si pembeli itu terancam oleh artikan sebagai suatu perjanjian sewa-menyewa; karena itu qu-,
hu ku m Pidana ("penggelapan ") apabila ia sampai berani men- gatan dari pihak toko mobil dinyatakan tidak ·.dapat diter ima
jual barangnya. Dengan perjanjian yang seperti itu kedua piha k (Lihat: Maja lah Hukum tahun 1958 No . 7 - 8) .
tertolong, artinya pembeli da pat mengangsur harga yang ia tidak
Dalam tingkat banding putusan Penqadilan Nege ri terse?ut
mamp u membayarnya tunai dan seketikadapat men ikmati
barangn ya, sedangkan disebelah lain si penjua l merasa aman dibatalkan oleh Pengadilan "I'inqqi Surabaya dengan putusa nnya
karena barangnya ti dak akan dihilangkan ole h si pembeli selama tanggal 30 Agustus 19 56 , atas pertimbangan bahwa perjanjian
harga belum di bayar lu nas (karena ia takut pada ancaman sewa obeli itu ada lah suatu jenis jual-beli . O leh karena dia nggap-
pida na ) . nya sebagai suatu jenis jua l-beli maka Pengadilan Tinggi itu me -
, l1erapkan pasal 1460 BW . perihal risiko , yang telah ki ta bica-
*} Da la m BW Belanda, sewabeli dikons truksikan sebeqai jua! be l i dcnqan oici la n
d e n qan pena nqquhan pemindahan ha k milik nya . .) artinya : "penyerahan dengan t angan pendek" .

52 53
rakan dalam bab tentang jual-beli (dan yang kita anggap sangat
tidak adil itu). . boleh dicicil. Dengan demikian maka si pembeli seketika sudah
"menjadi pemilik mutlak dari barangnya dan tinqqallah ia mern-
Dalarn tingkat kasasi, permohonan kasasi dari tergugat _ punyai hutang kepada si penjual berupa harga atau sebaqian dari
terbanding (Jordan) ditolak oleh Mahkamah Agung dengan pu - harga yang belum dibayarnya. Dan begitu pembeli menerima
tusan tanggal16 Desember 1957 (dimuat dalam Majalah Hukum barangnya, begitu ia beba s untuk menjualnya lagi karena itu
1958 No. 7-8 tersebut diatas), atas pertimbangan bahwa putusan sudah barang miliknya.
Pencadilan Tinggi bahwa menurut isi perjanjian sewa-beli risiko "Hire-purchase Act 1965 " tersebu t diatas memberikan
atas hilangnya barang karena keadaan memaksa (overmacht) di- ketentuan-ketentuan untuk melindungi pihak yang lernah, da-
pikuloleh si penvewa-beli adalah menqenai suatu kenyataan lam hal ini si "penyewa" terhadap penyalah-qunaan kekuasaan
(feitelijkheid),. sehingga keberatan pemohon kasasi tentanghal si pernilik barang, antara lain dengan menetapkan bentuknya
ini tidak dapat dipertimbangkan oleh Pengadilan Kasasi. Sung- perjanjian (hams saru perjanjian , dengan memakai judul "sewa-
guh disayangkan bahwa persoalan risiko dalam sewa-beli itu ti- bell" dan tertulis, jadi tida k boleh berupa dua perjanjian, jual-
clak ditinjaulagi olehMahkamah Agung karena dianggap mengenai beli dan sewa-menyewa), Jarangan bagi pemilik barang untuk
penafsiran tentang apa yang sesungguhnya diperjanjikan antara mengambil kembali barangnya begitu saja kalau si penyewa
kedua pihak (suatu "kenyataan" atau "feitelijkheid") . Menurut menunggak pembayaran, apabila sudah lebih dari sepertiga har-
pendapat kami persoalan risiko dalam perkara terse but adalah ga telah diangsur sedang penuntutan kembali itu harus lewat
sungguh-sungguh suatu persoalan hukum dan kami dapat mem- Hakim, penegasan ten tang jumlah uang pembayaran pertama
benarkan putusan 'Pengadilan Negeri. Mungkin putusan Penga- sebeJum perjanjian ditanda-tangani, penanda-tanganan -rnana
dilan Negeri tersebut akan lebih kuat jika didasarkan pada per- harus dilakukan oleh si :'penyewa" sendiri, sedang si penyewa
timbangan bahwa sewa-beli adalah suatu perjanjian yang timbul selalu boleh mengakhiri perjanjian "sewa"nya tanJ>C\ sesuatu
dalam praktek sehingga tidak ada peraturari tertulis untuk itu ancaman untu ~ rnemberikan ganti kerugian , dan lain-lain.
dan sebaiknya dalam menetapkan siapa yang memikul risiko
LEASING
atas barang diambil sebagai pedornan bahwa pada asasnya risiko
itu dipikul oleh pemilik barang, yang dalam hal ini adalah pihak Apa yang dinamakan "leesinq", sebenarnya adalah tidak
penjual mobil. Pada waktu kita membahas perianiian tukar-rne- lain dari pada perjanjian sewa-rnenyewa yang telah berkembang
nukar telah kita kemukakan bahwa peraturan risiko yang diberi- di kalangan par~ peneusaha, dimana ''lessor'' (pihak yang
kan oleh pasal 1545 adalah sangat tepat dan karenanya pantas menyewakan, yang sering merupakan suatu perusahaan leasing)
untuk diiadikan pedoman untuk perjanjian-perjanjian bertimbaJ- menyewakan suatu perangkat alat , perusahaan (rnesin-mesin)
bahk lainnya. Namun dalam praktek lajirn diperjanjikan bahwa termasuk service, perrieliharaan dan lain-lain kepada '1.essee"
risiko itu dipikul oleh si penyewa-beli. (penyewa) untuk suatu jangka-waktu tertentu.
JUAl-BELI
Barang·barang yang disewakan itu sering-kali bukan milik-
DENGAN Sewa-beli harus kita bedakan dari perjanjian jual-beli dengan nya '1essor " sendiri, tetapi dibelinya secara cicilan dari suatu
CICllAN cicilsn (bahasa Belanda: "koop op afbetaling", bahasa Inggeris: pabrik atau seoranq leveransir.
("CREDIT "credit sale"). Dalam perjanjian yang terakhir inibaranonya se- Seorang pengusaha baru yang belum memiliki banyak
SALE'"
ketika diserahkan dalam miliknya si pembeli, namun harganya modal , dapa t menyewa alat-alat perusahaan yang diperlukan-

54
55
nya, atas dasar perjanjian '1easing" yang pada hakekatnya
berarti bahwa ia mendapat pinjaman (kredit) dari perusahaan
leasing itu .
Ada kalanya bahwa 'lessee ..' diberikan hak opsi untuk
pada waktu berakhirnya perjanjian "leasing" membeli alat-alat
perusahaan yang disewanya itu dengan harga murah atau atas
°kondisi yang ringan. .
Perjanjian "leasinq" ini nampak semakin populer dengan
semakin berkembangnya industri dan perdaqanqan di Indonesia.
-- r5aiam 'leasing" dikatakan bahwa '1e~s~e" 'adalah -" p emllik-
ekonornis" dari barang yang disewanya, karena ia mendapat
segala manfaat dari barang itu, sedangkan risikc tentang rusak/
musnahnya barang dipikul oleh "lessor". .
Dalam "operational leasing", "lessee" terima jadi barang·
nya (mesin pabrik) termasuk perneliharaannya (service) cl :1\1
dalam "financial leasing" lessee memesan sendiri baranqnya
atas pembiayaan lessor. Dalam hal terakhir ini lajimnya biaya
pemeliharaan dan tanggungan (asuransi) dibebanbn kepada
lessee.
Perkataan 'leasing" sudah mulai diterjemahkan dengan
"sewa-quna" atau "sewa·pakai". Objeknya juga sudah tidak
lagi terbatas pada mesin pabrik, tetapi sudah berupa mobil,
rurnah, dan lain- lain. ' Bab ke V
PERJANJIAN UNTUK
MELAKUKAN PEKERJAAN

1. DEFINISI.
Undang-undang membagi perjanjian untuk melakukan pe-
kerjaan dalam tiga .macarn, yaitu :
a. perjanjian untuk melakukan jasa-jasa tertentu; T1GA
MACAM
b . perjanjian kerja/perburuhan; dan
PERJAN·
c. perjanjian pernboronqan-pekerjaan. JIAN
Dalam perjanjian dari macam (type) sub a, suatu pihak
menghendaki dari pihak-lawannya dilakukannya suatu pekerja-
an untuk mencapai sesuatu tujuan, untuk man a ia bersedia memo

57
56
bayar upah.sedanqkan apa yang akan dilakukan untuk mencapai carakan disini hanyalah perjanjian dari golongan sub b dan sub-
tujuan tersebut sama sekali terserah kepada pihak-lawan itu. c, vaitu: perjanjian perburuhan dan perjanjian pemborongan pe-
Biasanya pihak-lawan ini adalah seorang akhli dalam melakukan kerjaan. Selain dari itu, oleh karena perjanjian perburuhan me -
nyangkut suatu masalah yang sangat luas dan juga lajimnya di-
pekerjaan tersebut dan biasanya ia juga sudah memasang tarip
kuliahkan sebagai suatu rnata-kuliah tersendiri yaitu hukum per-
untuk jasanya itu, Upahnya biasanya dinamakan honorarium.
buruhan, rnaka .pernbahasan kita yang mengenai perjanjian per-
Dalam golongan sub a itu lajimnya dimasukkan antara lain:
buruhan.ini akan sangat singkat.
hubungan antara seorang pasien denqan seorang dokter
yang diminta jasanya untuk menyembuhkan sua tu penyakit; 2. 'P E R JA N JIA N KERJA!PERBURUHAN .*)
hubungan antara seorang pengacara (adpokat) dengan lenq- Apa yang sekarang dinamakan "perjanjian kerja/perburuhan"
ganannya (kliennya) yang rninta diurus'nya suatu perkara; dulu diatur dalam pasal-pasal 1601 sampai dengan pasal 1603
hubungan antara seorang notaris dengan seorang yang da- lama dari B.W., yang sudah sejak tahun 1879 dinyatakan berla-
tang kepadanya untuk dibuatkan suatu akte ; dan lain-lain seba- .k u untuk golongan penduduk Indonesia, dibawah nama (judul) :
gainya. "penyewaan pelayan"{bahasa Belanda: "huur van dienstboden").
Dalam golongan sub b dimasukkan perjanjian antara sea- Nama yang seperti itu sampai sekarang juga masih dipakai
BURUH dalam Code Civil Perancis ("louage d'ouvrage") dan dalam
DAN rang "buruh" dengan seorang " rnajikan ", perjanjian mana ditan-
Civil Code of the Philippines ' ("lease of work and service ") .
MAJIKAN dai oleh ciri-ciri : adanya suatu upah atau gaji tertentu yang .di- Ketika dalam tahun 1927 diadakan suatu peraturan baru PERATUR ·
perjanjikan dan adanya suatu "hubungan diperatas" (bahasa Be- ' mengenai perjanjian perburuhan itu, yaitu sebagaimana yanqse- AN BARU
landa' "dienstverhouding") yaitu suatu hubungan bercfasarkan karang termaktub da1am pasal 1601 (baru) sampai dengan pasal
mana pihak yang satu- (rnajikan) berhak memberikan perintah- 1603z, peraturan barn itu tidak dinyatakan berlaku untuk orang-
perintah yang harus ditaati oleh yang lain. orang Indonesia,' sehingga (dimana tadinya sudah terdapat suatu
kesatuan hukum atau uniformitas)...sejak itu ada dua peraturan :
Yang dinamakan perjanjian "pemborongan-pekerjaan" (ty-
yan9. lama dan yang baru, hal mana menimbulkan adanya hu -
pe sub c) itu adalah suatu perjanjian antara seorang (pihak ~ng bungan an tar golongan (intergentil) apabila buruh dan majikan
memborongkan pekerjaan) dengan seorang lain (pihak yang dari golongan yang berlainan .
memboronq pekerjaan), dimana pihak pertama menghendaki se- Persoalan antar-qolonqan tersebut diberikan pemecahannya .
suatu hasil pekerjaan yan g disanggupi oleh pihak-lawan, atas dalam pasal 1603 x, yang menetapkan:
pernbayaran suatu jumlah uang sebagai harga -pemborongan. a. apabila si buruh adalah orang Eropah, maka selalu berla-
ku peraturan baru;
.Bagaimana caranya pemborong manqerjakannya tidaklah pen-
b. apabiia si majikan orang Eropah, tetapi si buruh oranq
ting bagi pihak pertama tersebut , karena yang dikeheridaki ada- bukan Eropah, maka yang menentukan adalahmacamnya peker-
lah hasilnya, yang akan diserahkan kepadanya dalam keadaan jaan yang akan dilakukan: kalau pekerjaan itu biasanya dilaku -
baik, dalam suatu jangka-waktu yang telah ditetapkan dalam kan oleh orang Eropah , maka yang berlaku adalah peraturan ba -
perjanjian . ru, kalau tidak demikian maka yang berlaku adalah peraturan
Oleh karena perjanjian untuk melakukan jasa-jasa tertentu lama.
diatur oleh ketentuan·ketentuan yanq khusus untuk itu (rnisal- * ) Menurut pengertian Uridanq-undano tahu n 1954 teritanq Perjanjian Pe rbu -
nya antara pengacara dengan lengganannya diatur dalam pasal- ruhan, maka yan9 dmamakan "p el')anjian perburuhan " itu adalah perjanjian antara
majikan dencan " ser ikat buruh " y aitu yang dahulu (dalam B.W.) dinamakan :
pasal mengenai perjanjian pemberian kuasa) ,oleh syarat-syarat "collectievv arbeidsoverecnkomst ". seda n qk a n istilah "perjsniisn kerj a J, ditujukan
yang diperjanjikan dan oleh kebiasaan , maka yang akan kita bi- pada perja r.iian yang diada kan antara majikan clan seorang buruh secara perseorangan .

58 59
Dalam peraturan baru (yang sangat panjanq-lebar) terdapat regIe men terse but yang ditanda-tangani oleh si majikan, dan di-
banyak pasal-pasal yang bertujuan melindungi pihak pekerja (bu- sediakan untuk dibaca oleh umum;
ruh)terhadap majikannya.rnisalnya banyak hal-hal yang dilarang 3. bahwa suatu lembar lengkap dari reglemen tersebut di-
untuk dimasukkan dalam perjanjian perburuhan (atas ancaman tempelkan dan tetap berada disuatu tempat yang mudah didata-
bahwa perjanjiannya batal) , sedanqkan kekuasaan Hakim untuk ngi oleh si buruh, sedapat mun9kin dalam ruangan kerja, hingga
campur-tangan juga besar . dapat dibaca dengan terang.
Selanjutnya perlu diketahui bahwa Kitab Undang-undang
b. Suatu janji antara si majikan dan si buruh, denqan' ma-
Hukum Dagang (Wetboek van Koophandel) dalam Bab ke IV da- .
. na pihak yang terakhir ini dibatasi dalam kebebasannya untuk,
ri Buku II (pasal 395 dan selanjutnya) memberikan suatu pera- '
setelah berakhirnya hubungan-kerja antara mereka, melakukan
turan tersendiri-rnenqenai "perjanjian kerja-Iaut" , yang disam-
pekerjaan dengan sesuatu cara, hanyalah sah apabila janji itu di-
ping menyatakan berlakunya hampir semua ketentuan-ketentu- .
buat dalam suatu perjanjian tertulis atau dalam suatu regIe men
an mengenai perjanjian perburuhan dari B.W., memberikan ba - dengan seorang buruh yanq sudah dewasa.
nyak sekali ·ketentuan-ketentuan khusus untuk buruh yang be -
kerja dikapal. .Perlu juga diketahui bahwa Bab ke IV dari Buku Dapat kita lihat beberapa ketentuan yanq bertujuan untuk
II K .U.H .D. tentang perjanjian kerja -Iaut itu telah dinyatakan mencegah pengekangan si buruh oleh pihak majikan, misalnya:
berlaku untuk orang Indonesia, sehingga mengenai perjanjian a. Tidak diperbolehkan dan batal adalah tiap janji antara
kerja-laut itu telah ada suatu kesatuan hukum. si majikan atau pegawai maupun kuasanya disatu .pihak dan
seorang buruh dilainpihak, dengan mana si buruh ini mengi -
PERLlN- Berbagai perlindungan bagi si b u ru h : katkan dirinya untuk menggunakan upah atau lain -lain penda-
OUNGAN patannya atau sebagian dari itu menurut suatu cara tertentu
Meskipun perjanjian perburuhan adalah suatu perjanjian ataupun untuk membeli barang-barang keperluannya di suatu
TERHA- konsensual (artinya sudah sah dan mengikat setelah'terjadinya tempat atau dari seorang tertentu (pasal 1601 s.). Dari keten-
OAP sepakaf antara buruh dan majikan mengenai pekerjaan dan upah tuan ini dikecualikan janji dalam. mana si buruh mengambil
BURUH atau qaji}, namun ada ban yak ketentuan yang memerintahkan bagian dalam suatu dana, asal dana ini mernenuhi syarat -syarat
dibuatnya perjanjian secara tertulis demi untuk melindungi pi- yang ditetapkan -dalarn undang-undang.
hak buruh misalnya. : ...-- Janji ..y:ang dilarang dalam pasal 1601 s. tersebut terkenal
a . Suatu reglemen yang ditetapkan oleh si majik an hanya dengan nama: "nering-beding", artinya janji untuk mengguna-
mengikat si buruh jika si buruh se ca ~a tertulis telab menyatakan kan pendapatan (upah) menurut petunjuk-petunjuk yang diberi-
menyetujui reglemen itu dan selainnya itu memenuhi syarat·
kan oleh majikan.
syarat :
1. bahwa selembar lengkap dari regIe men ter sebut denga n b. Pembatasan atas kebebasan si buruh dalarn melakukan
cuma-cuma oleh atau atas nama si majikan telah diber ikan kepa - pekerjaan tertentu, setelah hubungan-kerja berakhir, hanya di-
perbolehkan apabila dibuat secara tertulis atau dalam suatu re -
da si buruh;
2 . bahwa oleh atau ata s nama si majikan telah di serahkan glemen dan dibuat oleh seorang buruh yang sudah dewasa (pasal
kepada Departemen Perburuhan (sekarang Departemen Ten~ga 1601 x yang telah disebutkan diatas) .
Kerja, atau clisingkat : Depnaker) suat u lembar lengkap dari Kemudian sebagai suatu ketentuan yang melindungi si bu-
ruh dapat kita anggap pasal 1602 z. tentang hal suret keterangan .

60 61
Pasal tersebut mewajibkan majikan, pada waktu berakhirnya hu - ti dak sama bagi kedua belah pihak atau lebih lama dari tiga bulan
bunqan-kerja, atas permintaan si buruh memberikan kepadanya dan juga bahwa tiap janji yang mengadakan suatu rnasa percoba-
sepucuk surat keterangan , yang harus memuat keterangan yang an baru antara pihak-pihak yanq sama, adalah batal.
sesungguhnya tentang pekerjaan yang telah dilakukan dan lama- Dari peraturan-peraturan yang t elah diutarakan , dapat di-
nya hubungan kerja , yaitu tanggal mulai dan tanggal berakhir- tarik kesimpulan, bahwa baik buruh maupun rnajikan yang
nya, surat keterangan mana harus dibubuhi tanggal dan tandata- mengakhiri (memutuskan) hubunqan-keria tanpa suatu ·p ern ya·
ngan majikan , Atas permintaan khusus dari si buruh , dalam suo taan pengakhiran dengan mengindahkan jangka-waktu menurut
rat keterangan itu harus dirnuat cara bagairnana si buruh telah undanq-undanq, dianggap bertindak berlawanan dengan hukum
menunaikan kewajibannya dan alasan-alasan diakhirinya hubu- ("onr echt mat.ig") dan perbuatannya diancam denqan pembeban- "ALASAN
ngan-kerja. Si buruh dapat minta supaya salah satu saja yang di- an pembayaran ganti-rugi, kecual i jika perbuatannya itu telah YANG
MENDE -
muat dalam surat keterangan. dilak uk an karena suatu "alasan yang mendesak" ("dringende re·
SAK"
denen " ).
Pemutusan hubungan·kerja. Adapun pernbayaran oanti-ruqi yang diancamkan itu adalah
PEMU-
Dalam ketentuanketentuan yang mengatur soal pemutusan sarna dengan jumlah upah/qaji yang sedianya harus dibayar oleh
TUSAN
hubungan-kerja, banyak diadakan perbedaan antara perjanjian majikan sarnpa i pada hari dan tanggal dimana hubungan-kerja
HUBU-
perburuhan yang diadakan untuk suatu waktu tertentu dan yang it u dapat diakhiri dengan suatu pernyataan pengakhiran yang
NGAN sah (pasal1603 q) . . ,
diadakan tanpa waktu tertentu.
KERJA.
Suatu perjanjian yang diadakan untuk suatu waktu tertentu Dalam hubungan dengan apa yang disebutkan diatas. , oleh
berakhir secara otomatis apabila waktunya habis. undang-undang diberikan beberapa alasan yang dianggap sebagai
Pada prinsipnya suatu perjanjian perburuhan, baik untuk "m endesak " yang membenarkan pengakhiran atau pemutusan
waktu tertentu maupun yang tanpa waktu tertentu , dapat dipu- hubunqan-kerja seketika.
tuskan baik oleh pihak buruh maupun oleh pihak rnajikan de- Antara lain dianggap sebaga i alasan yang mendesak bagi .
ngan suatu pernyataan petiqskhiren; asal diperhatikan tenggang pihak majikan :
waktu . pengakhiran , waktu mana adalah , menurut pasal1603 g. 1. apabila si buruh, pada waktu menutup perjanjiannya, te -
dihubungkan dengan pasal 1603 i,. satu bulan. lah menyesatkan si majikan dengan memperlihatkan surat-surat
.Jika hubungan-kerja diadakan untuk waktu lebih lama dari pern yataan palsu atau kepada si majikan ini denqan sengaja telah
lima tahun atau untuk selama hidupnya seorang tertentu, maka mernberikan keterangan-keterangan palsu tentang cara bagaima-
si buruh, bagaimanapun juga, berhak sejak lewatnya lima tahun na hubungan -kerja yang lama telah berakhir;
dari permulaan hubungan-kerja, mengakhirinya dengan mengin·. 2. apabila si buruh telah 'melak ukan pencurian, penggelap·
d~hkan tenggang-waktu enem-buleti (Lihat: pasal 1603 u) . an ,penipuan atau lain -lain kejahatan yang menyebabkan ia tidak
MASA PER· Apabila diperjanjikan suatu masa percobaan , maka selama pat ut lagi mendapat kepercayaan;
COBAAN. masa percobaan itu berlangsung, si buruh berhak setiap waktu 3. apabila si buruh menganiaya , menghina secara kasar atau
seketika mengakhiri hubungan-kerja dengan suatu pernyataan mengancam sungguh-sungguh si majikan , sana k-keluarga atau te-
pengakhiran (pasal 1603 I) ; artinya "seketika" ialah tanpa meng- man-ternan serumah si majikan atau teman-teman sekerjanya;
indahkan sesuatu jangka-waktu. Mengenai masa percobaan ini 4 . apabila si buruh membujuk atau mencoba mernbujuk
ditetapkan bahwa masa pescobaan itu tidak boleh ditetapkan si majikan. sanak-keluarqa atau teman-ternan serumah si majikan

62 63
atau teman-teman sekerjanya untuk melakukan perbuatan-per- orang buruh perorangan (tidak tergabung dalam suatu serikat
buatan yang bertentangan dengan undanq-undanq atau kesusila- buruh), tetap masuk wewenang Pengadilan biasa (Peradilan
an baik (Lihat: pasal1603 0). Umum), yaitu Pengadilan Negeri.
Bagi pihak si buruh dianggap sebagai alasan yang mendesak
antara lain: 3. PERJANJIAN PEMBORONGAN-PEKERJAAN.
1. apabila si majikan menganiaya, menghina secara kasar Tentang isi perjanjian ini telah diutarakan diatas, yaitu bah-
atau menqancarn sungguh-sungguh si buruh atau rnembiarkan wapihak yang satu menqhendaki hasil dari suatu pekerjaan yang
bahwa perbuatan-perbuatan semacam itu dilakukan oleh salah disanggupi oleh pihak yanq lainnya untuk diserahkannya dalam
seorang temannya serumah atau bawahannya; suatu jangka-waktu yang ditentukan, dengan menerima suatu
2. apabila si majikan membujuk atau mencoba membujuk jumlah uang sebagai harga hasil pekerjaan tersebut.
si buruh, sanak-keluarqa atau teman-teman serumah si buruh un- Perjanjian pemborongan-pekerjaan dibedakan dalam dua
tuk melakukan perbuatan-perbuatan yang 'bert entangan dengan DUA
macam, yaitu: a. dimana pihak pemborong diwajibkan memberi- MACAM
undang-undangatau kesusilaan baik, atau membiarkan bahwa kan bahannya untuk pekerjaan tersebut , dan b. dimana si pe m-
pembujukanatau percobaan membujuk yang demikian itu dila- borong hanya akan melakukan pekerjaannya saja. .
kan oleh salah seorang ternan serumah atau .bawahannya; Satu dan lain membawa perbedaan dalarn hal tanggung-ja-
"3. apabila terus berlangsungnya hubunqan-kerja bagi si bu- wabnya si pemborong atas hasilnya pekerjaan yang diperjanji-
,ruh akan membawa bahaya yang sungguh-sungguh untuk jiwa, kan.
kesehatan, kesusilaan atau nama-baiknya, sedangkan itu tidak Dalam halnya si pemborong diwajibkan memberikan bahan-
ternyata sewaktu perjanjian dibuat; nya, dan pekerjaannya dengan cara bagaimanapun rnusnah sebe-
PEMBO·
RONG MEM· '
4. apabila si buruh karena sakit atau lain-lain sebab diluar lumnya diserahkan kepada pihak yang memborongkan, maka se- BERIKAN
kesalahannya menjadi tak-mampu menjalankan pekerjaan yang gala kerugian adalah atas tanggungan si pemborong, kecuali apa- BAHAN
diperjanjikan (Lihat: Pasal 1603 p) . bila pihak yang memborongkan telah lalai untuk menerima hasil
Suatu perjanjian perburuhan berakhir denqan sendirinya pekerjaan itu. Jika si pemborong hanya diwajibkan melakukan
apabila si buruh meninggal, tetapi tidak demikian halnya apabila pekerjaan saja, dan pekerjaannya musnah, maka ia hanya ber-
si majikan meninggal. Dalam hal yang terakhir ini diserahkan ke- tanggung-jawab untuk kesalahannya (pasal-pasal1605 dan 1(06).
pada para akhliwarisnya sirnajikan apakah mereka hendak meng- Ketentuan yang terakhir ini mengandung maksud bahwa akibat
akhiri atau meneruskan perjanjiannya. suatu peristiwa diluar kesalahan salah satu pihak, yang menim -
Dengan Undang-undang No. 22 tahun 1957 telah dibentuk pa bahan-bahan yang telah disediakan oleh pihak yang mernbo-
P 4
sebuah badan yang dinamakan: Panitia Penyelesaian Perselisihan rongkan, dipikulkan pad a pundaknya pihak yangmemborongkan
PERJANJI·
Perbutubsn (disingkat: P 4), yang merupakan semacam Penga- ini. Baru apabila dari pihaknya pemborong ada kesalahan me-
AN PERBU·
RUHAN
dilan Khusus untuk memutusi sengketa antara buruh dan maji- ngenai kejadian itu, hal mana haru~ dibuktikan oleh pihak yanq
KOLEKTlP kan, namun yanq termasuk wewenangnya adalah perselisihan- memborongkan, maka si pemborong dapat dipertanggung-jawab-
perselisihan yang timbul dari suatu perjanjian petbutuben kolek- kan sekadar kesalahannya itu mengakibatkan kemusnahan ba-
tip. Yang dinamakan perjanjian perburuhan kolektip ini adalah han-bahan terse but.
sua tu perjanjian perburuhan antara seorang majikan dan suatu
serikat buruh. Suatu sengketa antara seorang majikan dan se-

64 65
Kernudian, dalam halnya si 'pemborong hanya diwajibkan
sunannya atau bahkan karena tidak sanggupnya tanahnya, maka
PEMBO- melakukan pekerjaan saja , oleh pasal 1607 dituturkan bahwa ji-
para akhli pembangunannya serta para ' pemborongnya adalah
RONG ka musnahnya pekerjaan itu terjadi diluar sesuatu kelalaian dari
bert anggung:iawab untuk itu selama sepuluh tahun (pasal1609) .
HANYA pihaknya pemborong, sebelum pekerjaan itu diserahkan, sedang
Ket ent uan ini meletakkan kepada akhli pembangunan dan pern-
MELAKU- pihak yang mernboronqkan tidak telah lalai untuk memeriksa
borong suatu kewajiban untuk menjamin mutu pekerjaan yang
KAN PE- dan menyetujui pekerjaannya, maka si pemborong tidak berhak
telah rnereka lakukan.Apabila tanahnya tidak eukup kuat untuk
KERJAAN atas harga yang dijanjikan, kecuali apabila musnahnya barang
didirikan gedung diatasnya, maka hal itu sepantasnya harus di-
(pekerjaan) itu disebabkan oleh suatu cacad dalam bahannya.
ketahui oleh akhli pembangunan dan pemborong dan karena itu
Dari ketentuan tersebut diatas dapat kita tarik kesimpulan
mereka juga dipertanggung-jawabkan atas runtuhnya gedung se-
bahwa kedua belah pihak menderita kerugian akibat kejadian
bagai akibat kurang kuatnya tanahnya. Dan adalah pantas pula
yang tak disengaja yang memusnahkan pekerjaan itu: pihak yang
dalam hal pemborongan pembangunan suatu gedung, untuk me-
memborongkan kehilangan bahan-bahan yang telah disediakan
let akk an .kewajiban menanggung hasil karya mereka itu selama
olehnya sedangkan pihak pemborong kehilangan tenaga dan bia-
sepuluh tahun.
ya yang telah dikeluarkan untuk menggarap pekerjaan.
Kemudian dalam hal pemborongan pembangunan gedung
Pihak yang mernboronqkan hanya dapat menuntut peng-
itu kita dapatkan juga ketentuan sebagai berikut: Jika seorang
gantian kerugiannya apabila ia dapat mernbuktikan adanya kesa-
akhli pembangun atau seorang pemborong telah menyanggupi
lahan dari si pemborong, sedangkan pihak pemborong hanya akan
unt uk membuat suatu gedung seeara memborong rrenurut suatu
dapat menuntut harga yang dijanjikan apabila ia berhasil mem-
rencana yang telah diperkirakan serta ditetapkan bersama-sama
buktikan bahwa bahan-bahan yang disediakan oleh pihak-lawan-
dengan si 'pemilik tanah, maka tak dapatlah ia menuntut suatu
nya itu mengandung eaead -eaead yang menyebabkan kemusnah-
penambahan harga, baik dengan dalih naiknya upah-upah buruh
an pekerjaannya .
atau harga bahan-bahan bangunan,maupun dengan dalih telah di-
Jika suatu pekerjaan dikerjakan sepotong demi sepotong
buat nya perobahan-perobahan dan tambahan-tambahan yang ti-
(sebagian demi sebagian) atau seukuran demi seukuran, maka
dak terrnasuk dalam rencana, jika perobahan-perobahan atau
pekerjaan itu dapat diperiksa sebagian demi sebagian. Perneriksa -
ta mbahan-tambahan itu tidak telah disetujui seeara tertulis clan
an tersebut dianqqap terjadi (dilakukan) untuk semua bagian
tentang harganya tidak telah diadakan persetujuan dengan si pe-
yang telah dibayar apabila pihak yang mernboronqkan tiap-ti-
milik (pasal 1610) . Ketentuan tersebut sudah tepat, karena
ap kali membayar si pemborong menurut imbanqan dari apa
naiknya upah buruh, dan harga bahan bangunan menjadi tang-
yang telah selesai dikerjakan (pasal 1608). Ketentuan ini me-
gungannya pemborong, sebaliknya apabila upah buruh dan har-
ngandung maksud bahwa bagian pekerjaan yang sudah dibayar
ga bahan bangunan turun, itu adalah untungnya pemborong.
itu menjadi tanggungan pihak yang memborongkan apabila ter-
Pihak yang memborongkan,jika dikehendakinya demikian,
jadi suatu peristiwa (diluar kesalahan salah satu pihak) yang boleh menghentikan pemborongannya, meskipun pekerjaan te-
PEMBO- memusnahkan bagian pekerjaan itu. lah dimulai, asal ia memberikan ganti-rugi sepenuhnya kepada si
RONGAN Mengenai pernboronqan pembangunan gedung terdapat sua- pemborong untuk segala biaya yang telah dikeluarkan guna pe-
PEMBA-
tu ketentuan sebagai berikut : Jika suatu gedung yang telah dibo- kerjaannya serta untuk keuntungan yang terhilang karenanya.
NGUNAN
GEOUNG rongkan dan dibuat untuk suatu harga tertentu,seluruhnya atau Demikianlah diterangkan oleh pasal 1611. Disini diberikan ke-
sebaqian musnah disebabkan karena suatu caead dalam penyu- mungkinan pengakhiran secara sepihak dengan segala konsek-

66
67
IHI

wensinya, yaitu pembayaran ganti-rugi kepada pembororiq yang


tidak saja terdiri atas segala biaya yang telah dikeluarkan tetapi
juga atas kehilangan keuntungan yang sedianya akan diperoleh I!I
si pemborong apabila ia dapat menyelesaikan pekerjaannya.
Sebetulnya apa yang diterangkan oleh pasal1611 tersebut
tidak perlu, sebab menurut asas umum hukum perjanjian, suatu
perjanjian tidak boleh ditarik kembali secara sepihak, dan siapa
yang berbuat demikian diwajibkan mengganti segala kerugian
yang diderita oleh pihak-lawannya sebagai akibat penarikan kern-
bali perjanjian itu. Juga pihak pemborong bisa menghentikan
pekerjaannya asal ia bersedia mengganti semua kerugian yang di-
derita pihak yang mernboronqkan akibat dihentikannya pekerja-
an itu.
PEMBO- Pemboronqan pekerjaan berhenti dengan meninggalnya si
RONG pemborong . Namun itu pihak yang memborongkan diwajibkan
MENING· untuk membayar kepada para akhliwarisnya si pemborong har-
GAL ganya pekerjaan yang sudah dikerjakan menurut imbanqan.ter-
hadap harganya pekerjaan yang telah dijanjikan dalarri perjanji-
an, serta, harga bahan bangunan yancj telah disediakan, asal pe-
kerjaan atau bahan-bahan tersebut dapat mempunyai sesuatu
manfaat baginya (pasaI1612).
Tukang-tukang batu, tukang-tukang kayu, tukang-tukang
Bab ke VI
besi dan lain-lain tukang yang telah dipakai untuk mendirikan
sebuah gedung atau untuk rnernbuat sesuatu pekerjaan lain yang PENGANGKUTAN
diborongkan, tidak mempunyai tuntutan terhadap orang untuk
siapa pekerjaan-pekerjaan itu telah dibuatnya, selainnya untuk
suatu jumlah yang orang ini berutang kepada si pemborong pada Perjanjian pengangkutan ialah suatu perjanjian dimana satu
saat mereka mengajukan tuntutan mereka (pasaI1614). pihak menyanggupi untuk dengan aman membawa orang atau
barang dari satu kelain tempat, sedangkan pihak yang lainnya ,
menyanggupi akan membayar ongkosnya.
Menurut undang-undang seorang juru-pengangkut (bahasa
Belanda: vervoerder, bahasa Inggeris :carrier) hanya menyang-
gupi untuk melaksanakan pengangkutan saja , jadi tidaklah perlu
bahwa ia sendiri mengusahakan sebuah alat-pengangkutan, meski-
pun pada umumnya (biasanya) iasendiri yang menqusahakan-
nya .

69
68

il l
Selanjutnya menurut undang-undang ada perbedaan antara
Perjanjian pengangkutan ini tidak diatur dalam B.W.,tetapi
seorang pengangkut clan seorang ekspeditur. Yang terakhir ini
mengenai pengangkutan terdapat berbagai peraturan diluar RW.,
hanya memberikan jasa-jasanya dalam soal pengirimannya ba-
misalnya: Ordonansi Lalu-lintas dijalan umum ("Wegverkeers-
rang saja dan pada hakekatnya hanya memberikan perantaraan
ordonnantie") dari tanggal 23 Pebruari 1933 , Lembaran Negara
antara pihak yang hendak mengirimkan barang dan pihak yang
1933 No. 86 , sebagaimana ditambah dengan Undang-undang
mengangkut barang itu.
No. 7 tahun 1951 termuatdalam Lembaran Negara tahun 1951
Pada umumnya dalam suatu perjanj ian pengangkutan pihak .
No. 42 ; Ordonansi Pengangkutan di Udara ("Luchtvervoer-or-
pengangkut adalah bebas untuk memilih sendiri alat-pengang-
donnantie") dari tanggal 9 Maret 1939 , Lembaran Negara tahun
kutan yang hendak dipakainya.
1939 No. 100; sedangkan pengangkutan melalui lautan diatur
Sebagaimana halnya dengan perjanjian-perjanjian lainnya, dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (Wetboek van
kedua belah pihak diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk Koophandel) Buku Il, bab ke V,bab ke V A dan bab ke V B,
mengatur sendiri segala hal mengenai pengangkutan yang akan yanq berturut-turut mengatur tentang: pencarteran kapal, penq-
diselenggarakan itu. Apabila terjadi kelalaian pada salah satu angkutan barang dan pengangkutan orang.*)
pihak, maka akibat-akibatnya ditetapkan sebagaimana berlaku Dalam Civil Code of the Philippines, perjanjian pengang-
untuk perjanjian-perjanjian pada urriumnya dalam .Buku III dari kutan ini digolongkan pada "sewa pekerjaan dan pelayanan"
Kitab Undang-undang Hukum Perdata. ("lease of work and service"), disampingnya "lease of house-
hold-service" , "contract of labour" dan "contract for a piece
Dalam perjanjian pengangkutan itu pihak pengangkut da- of work" .
pat dikatakan sudah mengakui menerima barang-barang dan me-
nyanggupi untuk membawanya ketempat yang telah ditunjuk Meskipun perjanjian pengangkutan pada hakekatnya sudah
dan menyerahkannya kepada orang yang dialamatkan. Kewajib- harus tunduk pada pasal-pasal dari bagian umum dari hukum
perjanjian B.W ., akan tetapi oleh undang-undang telah ditetap-
an yang terakhir ini dapat dipersamakan dengan kewajiban se-
kan berbagai peraturan khusus yang bertujuan untuk kepenting-
orang yang harus menyerahkan suatu barang berdasarkan suatu an umum membatasi kebebasan dalam hal membuat perjanjian
perikatan sebagaimana dimaksudkan oleh pasal 1235 B.W., da- penqanqkutan, yaitu dengan meletakkan berbagai kewajiban
lam perikatan mana termaktub kewajiban untuk menyimpan dan khusus kepada pihaknya si pengangkut yang tidak boleh dising-
memelihara barang tersebut sebagai "seorang bapak rumah yang kirkan dalam perjanjian.
baik" . Apabila si pengangkut melalaikan kewajibannya, maka Untuk pengangkutan didarat suatu peraturan seperti yang PENGANG-
disebutkan diatas, terdapat dalam Ordonansi .Lalu lintas dijalan KUTAN 01
pada umumnya akan berlaku peraturan-peraturan yang untuk umum atau Wegverkeersordonnantie (Lembaran Negara 1933 - OARAT
itu telah ditetapkan dalam Buku III dari Kitab Undang-undang 86) tersebut diatas, yang memberikan peraturan-peraturan un-
Hukum Perdata pula, yaitu dalam pasal 1243 dan selanjutnya . tuk lalu-lintas dijalan-jalan umum. Mengenai tanggung-jawab se-
gj~sanya ongkos pengangkutan dibayar oleh si pengirim ba- orang pengangkut ditetapkan dalam pasal 28 ayat 1 bahwa se-
rang, tetapi ada kalanya juga ongkos itu dibayar oleh orang yang orang pemilik atau pengusaha sebuah kendaraan umum bertang-
dialamatkan. Bagiamanapun juga, si pengangkut .selalu berhak gung-jawab untuk tiap kerugian yang diderita oleh seorang pe- .
numpang atau kerusakan pada barang yang diangkutnya, kecuel!
menuntut pernbayaran ongkos pengangkutan itu kepada kedua-
duanya, yaitu baik kepada si pengirim, maupun kepada si pene- *) Dalam pada itu " Wegverkeersordo nnan tie " telah dieabut dan digantioleh
"Un dang.un dang Lal u-Jinta s dan Angkutan Jalan R ay a " (UU no.3 LN no .25/1965)
rima barang. . va nq memuat ket entuan-ket entuan sama dan dil engkapi oleh Peraturan Pemerintah
tenta ng ke tentuan-ket entuan pelaksanaan : " Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan
Pe nu mp ang" (PP no . 17/1965) . .

70
71
jika ia dapat membuktikan bahwa kerugian atau kerusakan itu akan menanggung sebagian saja kerusakan-kerusakan pada ba -
tidak disebabkan karena kesalahannya atau karena kesalahan PEMBA-
rang-barang yang diangkutnya, yang akan ditimbulkan oleh ku-
TASAN
orang-orang yang bekerja padanya. rang baiknya alat-penqanqkutan atau kurang cakapnya pekerja- TANG-
Dengan perkataan lain: setiap kerugian atau kerusakan pa- pekerja yang dipakainya. Perjanjian yang dibuat dengan melang- o GUNG
da barang yang ditimbuIkan dalam pengangkutan, oleh undang- gar larangan tersebut, diancam dengan kebatalan juga .. Namun JAWAB
undang dianggap sebagai akibat dari kelalaian pihak pengangkut, demikian kepada si pengangkut diperbolehkan untuk memper-
yang memberikan hak kepada pihaknya si penumpang atau pe - janjikan suatu pembatasan tanggung-jawab untuk tiap-tiap po-
ngirim barang untuk menuntut penqqantian kerugian. Peraturan tong barang yang diangkutnya , pembatasan mana tidak boleh
yang demikian itu memang sudah tepat , oleh karena perjanjian kurang dari Rp . 600.- (enam ratus rupiah) per potong barang.
pengangkutan it u dapat dianggap selalu dibuat dengan syarat Selanjutnya ia diperbolehkan juga memperjanjikan bahwa ia ti-
atau jaminan bahwa pengangkutan tersebut akan dilakukan de- dak akan diwajibkan mengganti kerugian yang disebabkan rusak-
ngan aman . Dan peraturan tersebut terutama mempunyai arti nya atau hilangnya barang, apabila tentang sifat atau harga ba-
yang sangat penting dari sudut soal pembuktian, yaitu karena rang tersebut dengan sengaja tidak diberitahukan kepadanya.
Akhirnya pasal 470 a mernuat suatu peraturan yang mene-
pihak penumpang atau pengirim barang tidak diwajibkan mern-
buktikan bahwa kerugian itu disebabkan karena kesalahan pihak tapkan bahwa, meskipun telah diadakan pembatasan tanggung-
pengangkut. Beban pembuktian diletakkan pada pundaknya si jawab, si pengangkut diwajibkan memperlengkapi sepatutnya
pengangkut: dialah yang diwajibkan membuktikan bahwa keru- alat-pengangkutan yang dipakainya sedangkan kepadanya dile -
gian itu tidak disebabkan karena kesalahannya atau kesalahan takkan beban pembuktian bahwa ia telah memenuhi kewajiban
orang-orang yang bekerja padanya. tersebut.
Selanjutnya oleh pasal 28 (2) dari Ordonansi Lalu-lintas Jika orang mengirimkan barang-barang yang akan diangkut
dija:lan umum itu ditetapkan, bahwa tiap perjanjian yang ber- didaratan, misalnya dengan kereta-api, maka lajimnya dibuat
tentangan dengan maksud ayat 1 dari pasal itu adalah batal. sepucuk "surat pengangkutan" (bahasa Belanda: vrachtbrief), SURAT
Dengan demikian tidak boleh diperjanjikan bahwa penumpang .yang menyebutkan macam-macamnya barang yang diangkut, PENGANG·
atau pengirim barang harus menanggung sendiri setiap kerugian biaya pengangkutannya dan nama orang yang dialamatkan. Su- KUTAN
yang disebabkan karena pengangkutannya , termasuk yang terja-
rat pengangkutan tersebut sebetulnya tidaklah lain dari pada se-
di karena kesalahan pihak penqanqkut . Begitu pula dilarang un -
tuk memikulkan beban pembuktian tentang kesalahan si peng - pucuk surat pengantar saja . Oleh karena itu ia juga ditanda-ta-
angkut, kepada penumpang atau pemilik barang.*) ni oleh si pengirim barang , tidak oleh si pengangkut.
PENGANG. Perihal pengangkutan orang dan barang melalui laut , diatur Dalam halnya pengangkutan barang yang dilakukanmela-
KUTAN lui laut atau melalui udara, dengan kapallaut atau kapal udara,
MELALUI
dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang (K.U.H.D.) atau
LAUT Wetboek van Koophandel (W.v.K.) Buku II bab V A dab V 13 se- dibuat sepucuk surat yang dinamakan konosemen ("cognosse- KONOSE·
bagaimana disebutkan diatas, dimana pasal 468 dan pasal 470 ment") ialah, sepucuk surat yang bertanggal yang ditanda-ta MEN SUA·
TU PENGA·
memuat peraturan-peraturan yang tujuannya sama dengan pasal ngani oleh nakhoda atau seorang pegawai dari maskapai pelayar-
KUAN BER-
28 Urdonansi Lalu-lintas dijalan umum yang kita bicarakan di- an (atau penerbangan) atas nama si pengangkut, yaitu maskapai UTANG
atas. Pasal 470 antara lain melarang seorang penqanqkut untuk tersebut, yang menyatakan bahwa si pengangkut telah meneri-
memperjanjikan bahwa ia tidak akan menanggung atau hanya ma barang-barang tertentu untuk diangkut ketempat yangditun-
* Dalam UU Lalu-linras da n Angkuran Jal an Raya ta n qqu nq -jawab pe ng lJsaha juk dan diserahkan kepada orang yang dialamatkan. Melihat pa-
k endaraan umum itu diatur dalam pa sal 24 . Diberikan .pe rn be basa n d a ri t a nqqu uq - da bentuk dan isinya, dapat dikatakan bahwa konosernen ada-
jawab jika kerugian/kerusak an terjadi ka re na tid a k sempur nanya pe m bunqku san lah suatu "pengakuan-berhutang" dari pihaknya pengangkut.
barang, asal ha l itu diberitahukan kepad a sipe ngir im sebelu rn pc nqa n qk u ta n d imulai .

72 73
Orang yang mengirimkan barang menerirna dua lembar dari kono-
semen itu, sehingga ia memegang suatu tanda bukti tentang pi-
utangnya terhadap si pengangkut, piutang mana berupa hak un-
tuk menuntut diterimakannya barang-barang yang disebutkan
dalam konosernen.
Dalam perdagangan international, konosemen itu sudah
menjadi barang dagangan seperti halnya dengan surat sero (andil)
atau surat wesel. Dengan dernikian maka baranq-baranq yang
masih berada dalam pelayaran, sudah dapat diperdagangkan, se-
dangkan penyerahan barang (levering) dapat dilakukan dengan
menyerahkan konosemen. Konosemen ini dapat ditulis atas na-
ma si pengirim barang atau atas nama orang yang harus meneri-
manya atau pula sebagai surat-tunjuk sehingga siapa saja yang
mempertunjukkan (memperlihatkan) surat itu, berhak meneri-
ma barang-barang yang disebutkan didalarnnya.
Suatu konosemen dapat diserahkan kepada orang lain de-
ngan cara yanq sangat mudah, yaitu denqan "endosernen" seper-
ti halnya dengan surat wesel. Hanyalah, jika si pengangkut tidak
menyerahkan baranq-baranqnya, si pemegang konosernen tidak
dapat menuntutnya dari si pengirim.Penuntutan penyerahan ba -
rang hanya dapat dilakukan terhadap si pengangkut, yang dalam
halnya baranq-baranq tidak dapat diketemukan, berkewajiban
mengganti segala kerugian.

Bab ke VII
PERSEKUTUAN

1. DEFINISI.

Yang dinamakan "persekutuan " (bahasa Belanda: "maat-


schap" atau "vennootschap'T 'adalah suatu perjanjian antara dua
orang atau lebih untuk berusaha bersama-sama mencari keun-
tungan yang akan dicapai dengan jalan masing-masing mema-
sukkan sesuatu dalam suatu kekayaan-bersama .
Pasal 1618 BoW. mengatakan : "Persekutuan adalah suatu
perjanjian dengan mana dua orang atau lebih mengikatkan diri
untuk memasukkan sesuatu dalam kekayaan-bersama, dengan
maksud untuk membagi keuntungan yang diperoleh karenanya!'

74 75
Perkataan Belanda "maat" atau "vennoot" berarti kawan 2. HUBUNGAN ANTARA PARA SEKUTU.
atau sekutu, sehingga makna dari perkataan "maatschap" atau
.Dalam persekutuan (maatschap) tidak ada ditetapkan bera-
"vennootschap" adalah sama dengan makna dari perkataan Indo-
nesia "persekutuan".Makna yang sama terkandung didalam per- pa besarnya modal atau "kekayaan-bersama" itu. Ada yang me-
"PARTNER- kataan Inggeris "partnership". Perkataan "persekutuan" kami masukkan uang, ada yang memasukkan barang, bahkan ada pula
SHIP" pandang lebih tepat dari pada perkataan "perseroan" karena yang hanya memasukkan tenaganya saja. Barang yang dirnasuk-
perkataan yang terakhir ini mungkin menimbulkan dugaan seo- kan i~u ditaksir harganya dan sekutu yang memasukkan barang
lah-olah dalam bentuk kerja-sama yang kita bicarakan ini dike- tersebut dianggap mempunyai "saham" sebesar nilai barang ter-
luarkan "sero" atau saharn, padahal pengeluaran sero atau saham sebut. Adapun oleh undang-undang ditetapkan bahwa sekutu
ini tidak perlu. yang hanya memasukkan tenaganya saja, mendapat bagian yanq
Persekutuan ("maatschap") ini merupakan bentuk kerja- sama dari keuntungan-bersama seperti sekutu yang memasukkan
sama yang paling sederhana untuk bersama-sama mencari keun- "modal" (uang) yang paling sedikit (pasa11633 ayat 2) .
tungan. . Sebagaimana telah diteranqkan, bagaimana para sekutu PEMBAGI-
Perjanjian persekutuan tidak mempunyai pengaruh keluar n'Iengatur pembagian keuntungan-bersama, itu diserahkan sepe- AN KEUN-
(terhadap orang-orang pihak ketiga) dan ia sernata-mata meng- nuhnya kepada mereka sendiri untuk mengaturnya dalam per
TUNGAN
atur bagaimana caranya kerja-sarna antara para sekutu dan bagai -
janjian-persekutuannya.
mana pembagian keuntungan yang diperoleh bersarna itu. Lain
Hanyalah undang-undang mengadakan pembatasan terha-
halnya dengan bentuk-bentuk kerja-sama lainnya yang lebih mo-
dap kebebasan mengatur 'pembaqian keuntungan itu, berupa dua
dern sepertinya: perseroan firma, perseroan terbatas (p.t.) dan
lain-lain. . ketentuan:
Orang-orang pihak ketiga juga tidak mempunyai kepenting- a. para sekutu tidak boleh memperjanjikan bahwa mereka
an bagaimana diaturnya kerja-sama dalam persekutuan itu,karena akan menyerahkan pengaturan tentang besarnya bagian masing-
para sekutu bertanqqunq-jawab secara pribadi atau perseorangan masing kepada salah seorang dari mereka atau kepada seorang
tentang hutang-hutang yang mereka buat meskip un untuk per- pihak ketiga (pasal 1634 ayat 1);
sekutuan. Kalau si A yang bertindak keluar, maka dia sendirilah b. para sekutu tidak boleh memperjanjikan bahwa kepada
yang terikat oleh perjanjian-perjanjian yang dibuatnya, sedang- salah seorang akan diberikan semua keuntungan (pasal 1635
kan sekutu-sekutunya B dan C tidak terikat oleh perjanjian-per- ayat 1).
janjian itu. Suatujanji seperti yang dilarang sub a, harus dianggap seba-
Lain halnya dengan suatu perseroan "firma", dimana tiap- gai tale tertulis dan akan berlakulah dalam hal itu peraturan-per-
tiap pesero (firmant) menurut undang-undang mempunyai we- aturan yang diberikan oleh undang-undang .
wenang untuk menqikatkan kawan-kawannya pesero kepada Begitu pula janji sebagaimana dilarang suo b, diancam de-
pihak ketiga. Dalam perseroan firma ini masing-masing pesero ngan kebatalan. Kesimpulan yang dapat kita tarik adalah bahwa,
(berdasarkan ketentuan undang-undang) memberikan "vol- seandainya dijanjikan bahwa salah seorang akan mendapat bagi-
macht" (kuasa penuh) kepada kawan-kawannya se-firrna untuk an yang lebih besar dari pada haknya menurut imbangan pema-
bertindak (melakukan perbuatan-perbuatan hukum) at as nama- sukan modal,itu diperbolehkan.
nya. Tidaklah demikian halnya dalam persekutuan (rnaat- Juga adalah diperbolehkan untuk memperjanjikan bahwa
schap). semua kerugian akan dipikul oleh salah seorang atau beberapa
orang sekutu saja. Ini ditegaskan dalam pasal 1635 ayat 2.

76
77
Masing-masing sekutu berhutang kepada persekutuan segala annya, misalnya: Kalau seorang sekutu mempunyai piutang atau
apa yang dia telah sanggupi untuk memasukkan dalam perseku- tagihan terhadap seorang yang juga berhutang kepadapersekutu-
tuan; dan jika pemasukan ini terdiri atas suatu barang tertentu, an, maka apabila debitor tersebut membayar hutangnya kepada
maka sekutu tersebut diwajibkan menanggung, dengan cara yang sekutu tersebut , sekutu ini harus membagi pembayaran itu de-
sama seperti berlaku dalam jual-beli. Demikianlah pasal 1625. ngan persekutuan menurut imbangan besarnya piutang masing-
Kewajiban untuk menanggung yang dimaksudkan ini adalah ke - masing . Namun sebaliknya, apabila debitor tersebut membayar
wajiban yang oleh undang-undang dipikulkan kepada seorang hutangnya kepada persekutuan, si sekutu tersebut tidak akan
penjual barang, yang , sebagaimana diketahui mengenai dua hal, mendapat bagian dari pembayaran itu sebagai pembayaran se-
yaitu: menanggung kenikmatan tenteram dan menanggung ter- bagian atas piu tangnya. Demikian pula akan terjadi apabila si se-
hadap cacad -cacad yang tersembunyi. Karena hal ini telah dite- kutu yang menerima suatu pembayaran, menyatakan bahwa
rangkan dalam bab tentang jual-beli, maka cukuplah disini di- pembayaran itu seluruhnya adalah.
untuk membayar piutang .
per-
tunjukkan pada bab tersebut. sek utuan (Lihat untuk sat u dan lain pasal 1628). Memang,
seorang sek utu yang baik harus mendahulukan kepentingan
Pasal1626 menetapkan sebagai berikut :
persekutuan dari pada kepentinqannya send iri. •
Seorang sekutu yang diwajibkan memasukkan sejumlah
uang dan tidak melakukan itu, menjadi berhutang bunga atas Jika salah seorang sekutu telah menerima seluruh bagian-
jumlah tersebut demi hukum dan dengan tidak usah ditagihnya nya dalam suatu piutang-bersama , dan si berhutang yang telah
pembayaran uang itu, terhitung sejak hari uang itu sedianya ha- membayar hutangnya (sebagian) itu kemudian jatuh pailit, maka
rus dimasukkan. . sekutu tersebut harus memasukkan apa yang telah diterimanya
Hal yang sama berlaku terhadap jumlah-jumlah uang yang it u kedalam kas-bersarna, biarpun ia sudah menyatakan meneri-
telah diambil oleh seorang sekutu dari kas-bersama ,terhitung se- ma pembayaran itu sebagai pelunasan bagiannya (pasaI1629).
jak hari ia telah mengambilnya guna kepentingan pribadinya, Ketentuan-ketentuan tersebut, dalam hal adanya perten-
Dan lagi, kesemuanya itu tidak mengurangi penggantian tangan antara kepentingan sekutu dan kepentinqan persekutuan,
kerugian tambahan , jika ada alasan untuk itu . selalu (dengan tepat) memberikan prioritas kepada kepentingan
Bunga yang dimaksudkan diatas adalah bunga moratoir se- persekutuan; dengan demikian dipupuk rasa solidaritas diantara
para sekutu.
banyak 6 (enamj prosen setahun sebagaimana dimaksudkan oleh
pasal 1250 B.W. dengan perbedaan bahwa disini bunga itu dihi - Apabila persekutuan, sebagai akibat kesalahan seorang se-
tung sejak hari si sekutu tersebut lalai membayar hutangnya ke - kutu didalam mengerjakan sesuatu urusan, menderita kerugian,
pada persekutuan (jadi tidak sejak hutang itu dituntut pembayar- maka sekutu te rsebut harus mengganti kerugian itu tanpa dibo-
annya dimuka Pengadilan). Adapun yang dimaksudkan dengan lehkan menjumpakan (mengkompensasikan) keuntungan-keun-
tungan yang diperolehnya bagi persekutuan dalam lain urusan
kerugian "tambahan" itu adalah misalnya apabila persekutuan,
(pasaI 1630).
dalarn rangka menjalankan usahanya, terpaksa merninjam uang RISIKO
Jika suatu barang yang hanya kenikmatannya saja yang di-
dari lain pihak dengan bunga yang lebih tinqqi dari pada bunga ATAS
masukkan, merupakan suatu barang tertentu dan tidak musnah BARANG
menurut undang-undang itu.
karena pema kaian, maka risiko atas barang tersebut dipikulkan YANG
Kemudian dapat kita lihat beberapa ketentuan yang mem-
. kepada pemiliknya (pasal 1631 ayat 1). Misalnya sebuah mobil DIMA·
berikan penyelesaian dalam hal -hal timbulnya pertentangan an- SUKKAN
yang han ya kenikmatannya saja yang dimasukkan, pada suatu
tara kepentingan seorang sekutu dengan kepentingan persekutu-

78 79
hari hancur akibat suatu peristiwa diluar kesalahan para sekutu, Seorang sekutu yang dengan suatu janji khusus dalam per-
maka kerugian itu dipikul oleh sekutu yang mernpunyai mobil janjian-persekutuannya ditugaskan melakukan pengurusannya
tersebut . Lain halnya apabila seluruh mobil itu dimasukkan se- persekutuan, berhak, biarpun bertentangan dengan sekutu-sekutu
bagai modal dalam persekutuan; dalam hal yang demikian mobil lainnya, melakukan segala perbuatan yang berhubungan dengan
itu diserahkan kepada persekutuan dan menjadilah ia milik-ber- pengurusan itu, asal dia dalam hal itu berlaku dengan itikad
sama dan segala risiko atas mobil itu dipikul oleh persekutuan. baik.
Seorang sekutu mempunyai tuntutan terhadap persekutu- Kekuasaan tersebut selama berlangsungnya persekutuan, ti-
an, tidak saja tentang uang -uang yang ia telah keluarkan lebih dak dapat ditarik kembali tanpa alasan yang sah; namun jika ke-
dahulu untuk persekutuan, tetapi juga tentang perikatan-perikat- kekuasaan tersebut tidak diberikan didalam perjanjian-perseku-
an yang ia telah perbuat dengan itikad baik guna kepentingan tuannya, melainkan didalam suatu akte yang terkemudian, ma-
persekutuan, danIaqi tentang kerugian-kerugian yang diderita- ka dapatlah ia ditarik kembali sebagaimana halnya dengan suatu
nyayang tidak dapat dipisahkan dari pengurusannya. Demikian- pernberiarrkuasa biasa (pasal1636). .
lah bunyi pasal 1632. Disini dapat kit a lihat, dalam halnya se- Jika beberapa sekutu telah ditugaskan melakukan pengu-
orang sekutu mengerjakan suatu urusan untuk persekutuannya, rusannya persekutuan tanpa ditentukan apa yang menjadi peker-
suatu hubungan yang identik dengan hubungan antara seorang jaannya masinq-rnasinq, atau tanpa ditentukanbahwa yang satu
jurukuasa denqan pemberi-kuasanya. tidak diperbolehkan bertindak jika tidak bersama-sama dengan
Mengenai pembagian keuntungan diberikan peraturan oleh kawan-kawannya pengurus, maka masing-masing .sendirian ada-
KEUN- pasal1633 sebagai berikut : lah berwenang untuk melakukan segala perbuatan yang berkena-
TUNGAN Jika didalam perjanjian-persekutuannya tidak telah -ditetap- an dengan pengurusan itu (pasal1637).
SEIMBANG
kan bagian masing-masing sekutu dalam untung dan ruginya Apabila telah diperjanjikan bahwa salah seoranq pengurus
DENGAN
persekutuan, maka bagian masing-masing adalah menurut im- tidak boleh melakukan sesuatu perbuatan jika tidak bersarna-sa-
PEMASUK-
KAN bangan dengan apa yang ia telah masukkan dalam persekutuan. ma bertindak dengan seorang pengurus lain, maka tak dapatlah
Dari ketentuan tersebut dapat kita lihat bahwa pada prin- pengurus yang satu itu, tanpa perjanjian baru, bertindak tanpa
sipnya cara pembagian keuntungan dan pemikulan kerugian di- bantuan dari yang lainnya, meskipun orang yang terakhir ini pa-
serahkan kepada ketentuan para sekutu sendiri, namun bila ti- da sesuatu waktu berada dalam keadaan tak mampu untuk turut
dak dibuatnya ketentuan oleh mereka, maka berlakulah cara se- melakukan perbuatan-perbuatan pengurusan .(pasal 1638). Se-
bagaimana ditetapkan dalam pasal1633 itu. orang berada dalam keadaan tak mampu melakukan suatu per-
Sebagaimana sudah kita lihat, terhadap kebebasan untuk buatan hukum apabila ia misalnya telah ditaruh dibawah peng-
mengatur sendiri cara pembagian keuntungan dan pemikulan ke- ampuan atau sedang menjalani suatu hukuman badan.
PENGU -
rugian itu diadakan pembatasan oleh dua ketentuan dalam un- Selanjutnya oleh pasal r6:39 mengenai pengurusan tersebut RUSAN
dang-undang, yang telah diutarakan diatas (pasal 1634 ayat 1 ditetapkan sebagai berikut :
dan pasal1635 ayat 1). Jika tidak ada janji-janji khusus mengenai -cara-earanya
Soal wewenanq untuk melakukan pengurusan persekutuan pengurusan, maka harus di-indahkan peraturan-peraturan sebagai
juga dalam prinsipnva diserahkan kepada para sekutu sendiri berikut :
untuk mengaturnya. 1. para sekutu dianggap secara bertimbal-balik telah mem-
berikan kuasa supaya yang satu melakukan pengurusan bagi yang

80 81

III
lainnya. Apa yang dilakukan oleh masing-masing sekutu juga mempunyai hubunqan dengan sekutu-sekutu lainnya. Hanyalah
mengikat sekutu-sekutu lainnya untuk bagian mereka, meskipun dengan persetujuan sekalian sekutu dapat dimasukkan seorang
sekutu yang bertindak itu tidak ,telah .rnernperoleh perijinan sekutu baru.
mereka; namun mereka ini atau salah seorang diantara mereka
berhak untuk melawan perbuatan tersebut, selama perbuatan itu 3. HUBUNGAN PARA SEKUTU DENGAN PIHAK KETlGA.
I
belum ditutup : Para sekutu tidaklah terikat masinq-masinq untuk seluruh 1,,1
2. masirrq-masinq sekutu diperbolehkan memakai barang- hutang persekutuan; dan masing-masing sekutu tidaklah dapat
barang kepunyaan persekutuan, asal ia memakainya itu guna ke- mengikat sekutusekutu lainnya jika mereka ini tidak telah mem-
perluan untuk mana barang2 itu biasanya dimaksudkan, dan asal berikan kuasa kepadanya untuk itu. Demikianlah dikatakan ·
ia tidak memakainya berlawanan dengan kepentingan persekutu- oleh pasal 1642. Dan itu sudah kit a kemukakan pada bagian
an atau secara yang demikian hingga sekutu-sekutu lainnya ter- permulaan pembicaraan kit a mengenai persekutuan ini. Tang-
halang turut memakainya menurut hak mereka. gung-jawab yang begitu luas (rnasinq-masinq terikat untuk selu-
3. masing-masing sekutu berhak mewajibkan sekutu-sekutu ruh jumlah hutanq-bersama), yang juga dikenal dengan nama
lainnya untuk turut memikul biaya yang diperlukan untuk pe-. tanggung-jawab secara tanggung-menanggung atau solidair hanya
meliharaan ·barang-barang kepunyaan persekutuan; terdapat pada firma, beqitu pula kewenangan masing-masing un-
4. tidak seorang sekutupun tanpa ijinnya sekutu-sekutu tuk mengikatkan kawan-kawannya pada pihak ketiga .
lainnya, boleh membuat hal-hal yang baru pada benda-benda tak Sampai berapa jauh tanggung-jawab para sekutu masing-
bergerak kepunyaan persekutuan, meskipun ia mengemukakan masing terhadap pihak ketiga, itu diteqaskan oleh pasal1643
bahwa hal-halitu menguntungkan persekutuan . sebagai berikut :
Akhirnya ditetapkan oleh pasal 1640, bahwa para sekutu Para sekutu dapat dituntut oleh si berpiutanq dengan siapa TANGGUNG
yang tidak menjadi pengurus tidak diperbolehkan mengasingkan mereka telah bertindak, ma sing-masing untuk suatu jumlah dan JAWAB
TERHADAP
maupun menggadaikan barang-barang bergerak kepunyaan per- bagian yang sama, meskipun bagian sekutu yang satu dalam per- PIHAK
sekutuan ataupun meletakkan beban-beban diatasnya. Dari ke- sekutuan adalah kurang dari pada bagian sekutu yang lainnya; KETlGA
tentuan ini dapat disimpulkan bahwa larangan tersebut lebih-le - terkecuali apabila sewakt u hutang tersebut dibuatnya dengan
bih lagi berlaku untuk benda-benda yang takbergerak. tegas ditetapkan kewajiban para sekutu itu untuk membayar
Masing-masing sekutu diperbolehkan , bahkan tanpa ijin- hutang tersebut menurut imbangan besarnya bagian masing-ma-
nya pesero-pesero lainnya, menerima seorang ketiga sebagai sing dalam persekutuan.
peserta dari bagiannya dalam persekutuan; tetapi sekalipun ia . Apa yang ditegaskan oleh pasal 1643 seperti diatas, sebe-
ditugaskan melakukan pengurusan kepentingan-kepentingan per- narnya tidak merupakan sesuatu bentuk tanggung-jawab yanq
sekutuan, tak dapatlah ia memas iikkan orang ketiga tersebut, khusus, · melainkan hanya men,ggambarkan pola tanggung-jawab
tanpa ijinnya sekutu-sekutu yang lainnya, sebagai anggota per- . yang umum saja. Bukankah menurut asas umum, apabila bebe-
sekutuan (pasal 1641) . Orang luar yang oleh salah .seoranq seku- rapa orang bersama-sama meminjam uang dari seorang pihak
tu diterima sebagai peserta dari bagiannya sekutu tersebut,da- ketiga, bahwa masing-masing dapat dituntut untuk bagian yang
lam bahasa Belanda dikenal denqan nama " onder-vennoot " yang sama, jadi umpamanya mereka itu bertiga , masing-masing da-
berarti sekutu-pengikut. la hanya mempunyai hubungan dengan pat dituntut untuk sepertiga jumlah hutang itu.
sekutu yang menerimanya sebagai pengikut dan samasekali tidak

82
83

lil,1
Kemudian diterangkan oleh pasal 1644: Janji bahwa suatu 4. MACAM-MACAI\1 CARA BERAKHIRNYA PERSEKUTUAN.
perbuatan telah dilakukan atas tanggungan persekutuan,hanya- .
Menurut pasal1646 persekutuan berakhir:
lah mengikat sekutu yang melakukan perbuatan itu saja dan ti-
1_ dengan lewatnya waktu untuk mana persekutuan telah
daklah dapat mengikat sekutu-sekutu lainnya, kecuali jika orang
diadakan;
orang yang terakhir ini telah memberikan kuasa kepadanya un-
2 . dengan musnahnya barang atau diselesaikannya perbuat-
tuk itu atau jika urusannya telah memberikan manfaat bagi
an yang menjadi pokok persekutuan;
persekutuan. Memang sebaqairnana sudah diutarakan dalam ba-
3. atas kehendak semata-mata dari beberapa atau seorang
gian permulaan pembicaraan kita mengenai persekutuan, .per-
sekutu;
janjian persekutuan itu tidak inempunyai pengaruh keluar (ter-
4. jika salah seoranq sekutu meninggal atau ditaruh diba-
hadap pihak ketiga) dan hanya menciptakan hubungan-hubung-
wah pengampuan atau dinyatakan pailit.
an intern diantara para sekutu. Agar supaya para sekutu terikat
terhadap pihak ketiga diperlukan pernberian kuasa oleh mereka Cara yang tsb pertama kiranya tidak memerlukan penjelas-
kepada sekutu yang bertindak keluar. Berlainan dengan suatu an . Sebagaimana halnya dengan semua perjanjian yang dibuat
perseroan firma atau suatu perseroan terbatas (p .t.). untuk suatu waktu tertentu, maka suatu perjanjian persekutuan
yang dibuat untuk suatu waktu yang ditetapkan dalam perjanji-
Sebagaimana diketahui, kerja-sama yang berbentuk per-
an, berakhir apabila waktu itu habis.
seroan firma justru ditandai dengan adanya tanggung-jawab se-
Contoh dari cara yang tersebut kedua adalah jika beberapa
cara tanggung-menanggung diantara para pesero. Dengan men-
orang mengadakan persekutuan untuk bersama-sama mengusa-
dirikan sebuah perseroan firma, masing-masing pesero membe -
hakan sebuah alat-pengangkutan; apabila alat-pengangkutan ini
rikan kuasa kepada kawan-kawannya sefirma untuk dengan
pada suatu ketika musnah ,-maka berakhirlah persekutuan terse-
perbuatan-perbuatan mereka mengikatkan kawannya. but. Yang dimaksudkan dengan diselesaikannya perbuatan yang
Dalam halnya suatu p.t. , para pengurus tidak terikat se- menjadi pokok persekutuan adalah misalnya apabila beberapa
cara pribadi oleh perjanjian-perjanjian yang mereka adakan de- orang mengadakan persekutuan untuk bersama-sama membeli
ngan pihak luar, tetapi yang terikat adalah p.t. sebagai badan - suatu barang dengan maksud untuk menjualnya lagl dengan
hukum, yang mempunyai kekayaan sendiri (terlepas dari ke- mendapat keuntungan. Dengan selesainya pembelian clan pen-
kayaan pribadi para pesero), yang menjadi tanggungan untuk jualan lagi barang tersebut, maka juga berakhirlah persekutuan.
semua perikatan p.t. Cara yang ketiga ditujukan pada persekutuan yang dibuat
Jika salah seorang sekutu atas nama persekutuan telah tanpa waktu tertentu. Persekutuan ini dapat diakhiri setiap wak -
membuat suatu perjanjian, maka persekutuan dapat menuntut tu atas permintaan salah seorang atau beberapa orang sekutu.
pelaksanaan perjanjian itu (pasal1645). Oleh karena persekutu- Dengan sendirinya harus diperhatikan suatu jangka-waktu yang
an bukan suatu badan hukum, perkataan "persekutuan" dalam pantas untuk menyelesaikan urusan-urusan yang sedang berjalan.
ketentuan tersebut harus diartikan sebagai para sekutu bersama- Cara yang ke -empat menunjukkan bahwa perjanjian perse-
sama. kutuan ini bersifat sangat pribadi, dalam arti bahwa pribadinya
masing-masing sekutu adalah sangat penting bagi kawan-kawan-
nya sekutu lainnya, sebab lajimnya suatu perjanjian tidak ber-
akhir dengan meninggalnya salah satu pihak .

84 85
Pembubaran persekutuan-persekutuan yang dibuat untuk Persekutuan hanya dapat dibubarkan atas kehendak be-
suatu waktu tertentu, sebelum waktu itu lewat, tidaklah dapat berapa atau seorang sekutu, jika persekutuan itu telah dibuat
dituntut oleh salah seorang sekutu selainnya atas alasan yang tidak untuk suatu waktu tertentu. Pembubaran terjadi, dalam
sah; sebagaimana jika seorang sekutu lain tidak memenuhi ke- hal tersebut, denqan suatu pemberitahuan penghentian kepada
wajibannya atau jika seorang sekutu lain karena sakit terus-me- segenap sek ut u lainnya, asal pemberitahuan itu terjadi dengan
nerus menjadi tak-cakap melakukan pekerjaannya untuk perse- itikad baik dan tidak dilakukan dengan secara tidak memberi-
kutuan; atau lain-lain hal semacam itu yang sah maupun penting- kan waktu (pasal 1649). Ketentuan ini merupakan suatu peng-
nya diserahkan kepada pertimbangan Hakim (pasal1647). aturan lebih lanjut dari cara pengakhiran persekutuan yang dise-
Apabila perjanjian persekutuan dibuat untuk suatu waktu butkan dalam pasal 1646 sub ke 3 , yang sudah kita bicarakan
tertentu, dengan sendirinya ia tidak boleh dibubarkan sebelum lebih dahulu. ' '
waktu itu habis atas kehendak eorang sekutu saja. Namun apa - Dalam hubungan dengan apa yang ditentukan dalam pasal ,
bila terdapat alasan yang mendesak atau cukup penting, dapat- 1649 tersebut diatas, oleh pasal 1650 diberikan contoh-contoh
lah atas tuntutan salah seorang sekutu perjanjian persekutuan tentang' psmberitahuan penghentian yang dilakukan tidak de-
itu diakhiri. Tentang apakah sesuatu alasan yang diajukan .oleh ngan itikad baik dan yang dilakukan dengan secara tidak mern-
seorang sekutu cukup penting atau tidak, harus diputuskan oleh berikan waktu ,Sebagai contoh pernberitahuan penghentian yang
Hakim. Dalam pasal 1647 disebutkan dua contoh alasan yang dilakukan tidak dengan itikad baik disebutkan: apabila seorang
sah untuk membubarkan persekutuan. sekutu menghentikan persekutuannya dengan maksud untuk
Jika salah seorang sekutu telah berjanji akan memasukkan menqambil suatu keuntungan bagi diri sendiri, sedangkan para
miliknya atas suatu barang kedalam persekutuan, kemudian ba- sekutu sudah merancangkan akan bersama-sama menikmati ke-
rang itu musnah sebelum pemasukan itu terlaksana, maka.perse- untungan tersebut. Dan sebagai contoh pemberitahuan penghen-
kutuan karenanya menjadi bubar terhadap semua sekutu. tian yang dilakukan dengan secara tidak memberikan waktu di-
Begitu pula persekutuan dalam segala hal bubar jika barang- sebutkan: apabila barang-barang persekutuan tidak lagi terdapat
nya musnah, apabila hanya kenikmatan atas barang itu saja yang dalam keseluruhannya, sedangkan kepentingan persekutuan me-
dimasukkan dalam persekutuan, sedangkan hak miliknya tetap nuntutsupaya pembubarannya diundurkan.
berada pada sekutu yang memasukkanriya. Jika telah diperjanjikan bahwa apabila salah seoranq sekutu
Tetapi persekutuan tidak menjadi bubar karena musnahnya meninggal, persekutuannya akan berlangsung terus denqan akhli-
barang yang hak miliknya sudah dimasukkan dalam persekutuan. warisnya, atau akan berlangsung terus diantara sekutu-sekutu
Satu dan lain tersebut diterangkan oleh pasal 1648 . yang masih hidup, maka janji tersebut harus ditaati. Dalam hal
Jika barang yang harus dimasukkan hak miliknya atau kenik- yang kedua itu, akhliwaris dari si meninggal tidak mempunyai
matannya musnah sebelum pemasukan itu dilaksanakan , maka hak yang lebih dari pada atas pembagian .persek ut uan meriurut
itu berarti bahwa salah satu syarat untuk berdirinya per sekutuan keadaannya sewaktu meninggalnya si pewaris ; tetapi akhliwaris
tidak lagi dapat dipenuhi, sehingga perjanjian persekutuan sudah tersebut mendapat bagian .dari keuntungan serta turut memikul
dapat dianggap bubar. Tetapi adalah lain halnya jika hak milik kerugian yang merupakan akibat-akibat mutlak dari perbuatan-
atau kenikmatan atas barang tersebut sudah dimasukkan . Dalam perbuatan yang terjadi sebelum si 'sek ut u . idari siapa ia akhliwa-
hal yang demikian persekutuan sudah berdiri dan musnahnya ba- risnya, meninggal (pasal1651) .
rang tersebuttidak berakibat bubarnya per sekutuan ,

86 87

1 ~ l lil
· Sebagaimana telah kita lihat, berhubung perjanjian perse-
kutuan bersifat sangat pribadi, oleh pasal1646 telah ditetapkan
- .secara menyimpang dari asas perjanjian pada umumnya -
bahwa meninggalnya salah seorang sekutu berakibat berakhir-
nya persekutuan . Namun oleh pasal 1651 dibuka kemungkinan
untuk memperjanjikan bahwa apabila salah seorang sekutu me-
ninggal :
a. persekutuan berjalan terus rd enqan :akhliwarisnya si-
meninggal; atau
b. persekutuan berjalan terus diantara para sekutu yang
masih hidup.
Akhirnya oJ.eh pasal 1652 ditetapkan bahwa semua pera-
turan tentang pembagian warisan, cara-cara pembagian itu dila-
kukan, serta kewajiban-kewajiban yang terbit karenanya dian-
tara orang-orang yang turut mewaris, berlaku juga untuk pem-
bagian diantara para sekutu. Yang dimaksudkan adalah bahwa
pembagian kekayaan persekutuandiantara para sekutu (setelah
bubarnya persekutuan) dilakukan seperti halnya membagi suatu
harta-peninggalan. Baik kekayaan suatu persekutuan, maupun
suatu harta-peninggalan oleh undang-undang dipandang sebagai
bentuk-bentuk kekayaan-bersama.

Bab ke VIII
PERKUMPULAN

Dalam "perkumpulan" atau "perhimpunari" ini beberapa


orang yang hendak mencapai suatu tujuan dalam bidang non-
ekonomis (tidak untuk mencari keuntungan) bersepakat meng-
adakan suatu kerja-sarna yang bentuk dan caranya diletakkan
dalam apa yang dinamakan "anggaran dasar" atau "reglemen" ANGGARAN
DASAR
atau "statuten ".
Sebetulnya tidak lajirn dan juga tidak tepat bahwa per -
buatan .tersebut diberikan nama " perjanjian " dan yang benar
adalah bahwa orang-orang tersebut bersarna-sama "rnendirikan"
suatu perkumpulan. Lajimnya tentang perkumpulan ini juga

88 89
tidak diatur dalam buku atau undang-undang yang mengatur atau sekadar perbuatan-perbuatan itu terkemudian telah dise-
perihal perikatan atau perjanjian, misalnya dalam Btirgerliches tujui secara sah (pasal 1656). Misalnya pengurus, dengan me-
Gesetzbuch (Jerman Barat) ia diatur dalam Buku I yang memuat lampaui batas kekuasaannya telah membeli sebuah gedung yang
"ketentuan-ketentuan umum" yaitu perihal orang, perihal per- kemudian dipakai oleh perkumpulan sebagai gedung perternuan
buatan hukum, dll . Hanyalah dalam Kitab Undanq-undanq Hu- ataupun pembelian itu kemudian disahkan oleh rapat para ang-
kum Perdata kita (B.W.) ia diatur dalam Buku III perihal gauta. Yang harus membuktikan bahwa perkumpulan telah men-
perikatan sejajar dengan perjanjian-perjanjian biasa, seperti jual- dapat manfaat dari pembelian itu adalah si penjual.
beli, sewa-menyewa dan sebagainya. Jika surat pendirian, perjanjian dan reglemen-reglemen ti-
Di Jerman perbuatan mendirikan suatu perkumpulan atau dak memuat sesuatu ketentuanpun ten tang pengurusannya per-
persekutuan (perseroan) itu lajimnya juga tidak dinamakan kumpulan, maka tidak seorang anggautapun berwenang untuk
"Vertrag" (perjanjian), tetapi dinamakan "Gesamt-akt" yaitu bertindak atas nama perkumpulan atau mengikatkan perkum-
. perbuatan beberapa orang bersama. pulan dengan suatu cara lain selainnya yang telah ditetapkan
Dalambahasa Belanda perkumpulan ini dinamakan"veren- pada penutup pasal yang lalu. Demikianlah dikatakan oleh pasal
iging" (sebagai lawan dari maatschap atau vennootschap), dalam 1657. Yanq dimaksudkan ialah bahwa perkumpulan hanya akan
bahasa Jerman "Verein" (sebagai lawan atau untuk memperbe- terikat apabila ia mendapat manfaat dari perbuatan anggauta itu
dakahnya dari "Gesellschaft") dan dalam bahasa Inggeris "asso- atau jika perbuatan tersebut kemudian disahkan oleh rapat ang-
ciation" (sebagai lawan atau untuk mernperbedakannya dari gauta . .
"company" atau "corporation"). Sekadar tentang itu tidak telah diatur secara lain, maka
PENGAKU·
Suatu perktimpulan dapat "dimintakan pengakuan sebagai para pengurus diwajibkan memberikan perhitungan dan tang-
AN SEBA· badan-hukum dari Menteri Kehakiman menurut peraturan seba- gung-jawab kepada segenap anggauta perkumpulan, untuk mana
GAIBADAN gaimana termaktub dalam Lembaran Negara tahun 1870 No.64. setiap anggauta berwenang mernanqqil mereka dimuka Hakim .
HUKUM
Kalau sudah mendapat pengakuan sebagai badan-hukum (pasal 1658). Oleh putusan Hakim ini para pengurus dapat di-
maka perkumpulan tersebut diperlakukan sebagai subjek dalam hukum untuk melakukan perhitungan dan tanggung-jawab yang
lalu-lintas hukum , dapat memiliki kekayaan sendiri, dapat meng- diminta itu, dan karena putusan Hakim tersebut merupakan sua-
gugat dan digugat dimuka Pengadilan; yang bertindak keluar tu putusan yang menqhukum seorang untuk berbuat sesuatu, ia
adalah pengurusnya. Pemberian pengakuan sebagai badan hukum dapat disertai dengan pembebanan uang paksa bila tidak dituruti.
itu hanya dapat ditolak atas dasar alasan yang berhubungan de- Jika dalam surat pendirian, perjanjian dan reglemen tidak
nqan kepentinqan umum, yang diberitahukan dalam surat kepu- telah dibuat ketentuan-ketentuan lain, tentang hak suara, maka H AK
tusan penolakan tersebut. masing-masing anggauta suatu perkumpulan mempunyai hak SUARA

Sampai dimana kekuasaan para pengurus untuk bertindak yang sama untuk mengeluarkan suaranya, sedangkan semua ke-
keluar atau melakukan perbuatan-perbuatan hukum untuk per- putusan diarnbil dengan suara terbanyak (pasal1659).
kumpulannya, dapat dibaca dari anqqaran dasar atau reglemen- Para anggauta perkumpulan tidak bertanqqunq-jawab secara
nya. pribadi untuk perikatan-perikatan perkumpulan.
Segala perbuatan untuk mana para pengurus tidak berkua- Utang-utang hanyalah dapat dilunasi dari pendapatan penjualan
sa melakukannya, hanyalah mengikat perkumpulan sekadar per- barang-.barang perkurnpulan. Demikianlah diterangkan oleh pa-
kumpulan itu sungguh-sungguh mendapat manfaat karenanya sal 1661.

De 91
Jika rnereka melalaikan kewajiban-kewajiban itu, mereka
Per.kumpulan yang didirikan oleh kekuasaan umum, tidak -
dapat dituntut untuk membayar utang-utang perkumpulan ma-
lah dihapuskan dengan meninggalnya atau dilepaskannya keang-
sing-masing untuk seluruhnya,sedangkan beban ini dapat beralih
gautaan oleh semua anggauta , hingga perkumpulan itu dibubar-
kepada akhliwaris-akhliwaris mereka (pasal 1665).
kan menurut undang-undang.
Kewa:jiban-kewajiban yang dipikulkan kepada seorang akh-
Jika semua anggautanya, dalam hal yang disebutkan diatas,
liwaris yang menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk
sudah tidak ada, maka Pengadilan yang dalam daerah-hukumnya
mengadakan pencatatan harta-peninggalan (juga dinamakan :
perkumpulan itu berkedudukan, berwenang untuk, at as perrnin-
menerima warisan secara "benificiair") adalah sebagaimana di-
taan dari siapa saja yang berkepentingan, dan setelah mendengar
tentukan dalam pasal 1033 sampai dengan pasal 1043 B.W., di-
ataupun atas tuntutan pihak KejaksanaanNegeri, memerintah-
antaranya yang terpenting: membuat suatu pencatatan (inven-
kan diambilnya tindakan-tindakan yang sementara kiranya perlu
tarisasi) dari adanya baranq-baranq (kekayaan) yanq termasuk
dilakukan untuk kepentingan perkumpulan (pasaI1662).
dalam harta-peninggalan, mengurus barang-barang itu sebagai se-
Lain-lain perkumpulan tetap hidup hingga saat perkumpul-
orang bapak rumah yang baik dan didalarn jangka-waktu tiga bu-
an itu secara tegas dinyatakan bubar menurut surat pendirian-
lan memanggili para berpiutang (para kreditor) untuk melakukan
nya, reglemennya, atau hingga saat berhentinya tujuan atau hal
perhitungan tanggung-jawab kepada mereka.
yang menjadi pokok perkumpulan (pasaI1663).
Apabila kewajiban-kewajiban tersebut dilalaikan, masinq-
Jika surat pendirian, reglemen atau perjanjian tidak meng-
masing anggauta dapat dituntut untuk membayar seluruh utang
ngandung ketentuan-ketentuan lain, maka hak-hak para anggau-
ta perkumpulan adalah bersifat perseorangan dan tidak ber - perkumpulan. Dalam halnya perkumpulan , perkataan harta-pe-
pindah kepada para akhliwaris mereka (pasal 1664). Memang ninggalan harus dibaca: "milik perkumpulan " .
pada prinsipnya hak-hak para anggauta bersifat sanqat pribadi
dan karenanya juga berhenti denqan meninqqalnya anggauta. Na-
mun menurut ketentuan terse but diperbolehkan bahwa para anq-
gauta menetapkan dalam perjanjian bahwa hak-hak seorang anq-
gauta berpindah kepada akhliwarisnya jika ia meninggal.
PEMBU-
Pada waktu membubarkan suatu perkumpulan, anggauta-
BARAN
anggauta yang masih ada atau anggauta yang paling akhir ada,
. diwajibkan melunasi utang-utang perkumpulan, sejumlah adanya
kekayaan, dan mereka hanyalah diperkenankan mernbaqi-baqi
atau mengambil sisanya.
Dalam hal memanggil orang-orang pemegang piutang, me-
nyelesaikan pertanggungan-jawab dan membayar utang-utang
perkumpulan, para anggauta itu tunduk kepada kewajiban-ke-
wajibkan seperti yang dipikulkan kepada orang -orang akhliwaris
yang menerima suatu warisan dengan hak istimewa untuk meng-
adakan pencatatan harta-peninggalan.

93
92 - 11
lainnya tidak usah memberikan kontra-prestasi sebagai imbalan.
Perjanjian yang demikian juga dinamakan perjanjian "sepihak"
("unilateral") sebagai lawan dari perjanjian "bertimbal-balik"
("bilateral") . Perjanjian yang banyak tentunya adalah bertirnbal-
balik, karena yang lajirn adalah bahwa orang menyanggupi suatu
prestasi karena ia akan menerima suatu kontra-prestasi.
Perkataan "diwak tu-hidupnya" si pengh ibah, adalah untuk
membedakan penghibahan ini dari pemberian-pemberian yang
dilakukan dalam suatu testament (surat wasiat), yang baru akan
mempunyai kekuatan dan berlakusesudah si pemberi meninggal
dan setiap waktu selama si pemberi itu masih hidup, dapat diro-
bah atau ditarik kembali olehnya. Pemberian dalam testament ,11
itu dalam B.W. dinamakan "legaat" ("hibah wasiat") yang dia- I,
tur dalam hukum waris, sedanqkan penghibahan ini adalah suatu
perjanjian. Karena penghibahan menurut B.W. itu adalah suatu
perjanjian, maka sudah dengan sendirinya ia tidak boleh ditarik
kembali secara sepihak oleh si penqhibah,
Bab ke IX Baik kita perhatikan, bahwa penghibahan dalam sistemB.W.
PENGHIBAHAN * adalah (seperti halnya dengan jual-beli atau tukar-menukar) ber -
sifat "obligatoir" saja, dalam arti belum memindahkan hak mi-
1. DEFINISI. KETENTUAN-KETENTUAN UMUM. lik, karena hak milik ini baru berp indah dengan dilakukannya
Menurut pasal 1666 BW. penghibahan (bahasa Belanda : "levering" atau penyerahan (secara yuridis), yang cara-caranya
schenking,bahasa Inggeris: donation) adalah suatu perjanjian de- sudah kita lihat didalam bab tentang jual-beli, Dikatakan bahwa
ngan mana si penghibah, diwaktu hidupnya, dengan cuma-cuma penghibahan, disarnpinq .jual-beli dan tukar-menukar merupakan
dan den gan tid ak dapat ditarik kembali, menyerahkan sesuatu salah satu "titel" bagi pemindahan hak milik.
barang guna keper.luan si penerima hibah yang menerima penye- Penghibahan hanyalah dapat mengenai barang-barang yang
rahan itu. sudah ada . Jika ia meliputi barang-barang yang baru akan ada di-
Penghib ahan ini digolongkan pada apa yang, dinamakan : kemudian hari, maka sekadar mengenai itu hibahnya adalah ba-
"DENGAN . perjanjian "dengan ctima-cuma" (bahasa Belanda: "om niet"), t~l (pasal 1667) . Berdasarkan ketentuan ini maka jika dihibah-
CUMA-
dimana perkataan "d engan cuma-cuma " itu ditujukan pada ha- kan suatu barang yang sudah ada ,bersama-sarna dengan suatu
CUMA" .
ny'a adanya prestasi dad satu pihak saja, sedang pihak yang baranq lain yang baru .akan ada dikemudian hari , penghibahan
yang mengenai barang yang pertama adalah sah , tetapi mengenai
* Dalam hukum Inggeri5 (Ang lo-Saxpn) hibah ("donation") dimasuk-
barang yang kedua adalah tidak sah .
kan dalam Hukum Benda (""Law of Property"). jadi t ldak diqolonqkan
dal am Hukum Perjanj ian (.• Law of ' Contracts"). Sebabnya ada lah kar ena
Si penghibah tidak boleh mernperjanjikan bahwa ia tetao
menuru t ' Hukumlnggeris untuk suatu perjanj ian ("Contract") diperlukan
berkuasa untuk menjual atau memberikan kepada oranqlain
adanya suatu "Comideration" (l m balan }.
suatubarang yang termasuk dalam penghibahan; penghibahan

94 95
yang semacam ini, sekadar menqenai barang tersebut, dianggap suatu kewajiban baqi . si penerima hibah, lajirnnya dinamakan
sebagai batal (pasal 1668). Janji yang diminta oleh si penghibah suatu "beban ". Secara kurang tepat pasal1670 memakai perka-
bahwa ia tetap berkuasa untuk menjual atau memberikan ba- taan "syarat". Perbedaan antara "syarat" dan "beban" adalah,
rangnya kepada orang lain, berarti bahwa hak milik atas barang bahwa terhadap suatu syarat pihak yang bersanqkutan adalah
tersebut tetap ada padanya karena hanya seorang pemilik dapat · bebas, dalam arti bahwa ia dapat menerima atau menolak , se-
menjual atau memberikan barangnya kepada orang lain, hal mana dangkan suatu beban adalah menqikat , merupakan suatu kewa-
dengan sendirinya bertentangan dengan sifat dan hakekat peng- jiban. "Syarat" : Kalau kamu mau sekolah dokter saya berikan
hibahan . Sudah jelaslah bahwa janji seperti itu membuat penghi- kamu mobil ini. "Beban" :Kamu saya berikan rumah ini
bahannya batal. Apa yang terjadi sebetulnya hanyalah suatu dengan ketentuan bahwa kamu harus membiayai sekolah si
pemberian hak nikmat-hasil saja . Arnad.
Adalah diperbolehkan kepada si penghibah untuk memper- Sipenqhibah boleh memperjanjikan bahwa ia akan mema-
janjikan bahwa ia tetap merriiliki kenik~atan atau nikmat-hasil kai sejumlah uang dari harta-benda yang dihibahkan. Jika ia me -
dari barang-barang yang dihibahkan, baik barang-barang bergerak ninggal dengan tidak telah memakai jumlah uang tersebut, maka
maupun takbergerak, atau bahwa ia tetap mernberikan kenik- apa yang dihibahkan itu tetap untuk seluruhnya pada si peneri-
matan atau nikmat-hasil tersebut kepada seorang lain; dalam hal ma hibah (pasal 1671) .
mana harus diperhatikan ketentuan-ketentuan dari bab kesepu- . Menurut pasal 1672 si penghibah dapat memperjanjikan
luh Buku Kedua Kitab Undang-undang Hukum Perdata (pasal bahwa ia tetap berhak mengambil kembali barang yang telah di-
1669). Bab kesepuluh dari Buku II B.W. yang dimaksudkan itu berikannya baik dalam halnya sipenerima hibah sendiri, maupun
adalah bab yang mengatur tentang hak pakai hasil atau nikmat- . dalam halnya sipenerima hibah beserta keturunan-keturunannya
hasil. Sekadar ketentuan-ketentuan tersebut mengenai tanah, akan meninggallebih dahulu dari pada sipenghibah ;tetapi ini ti-
. maka ketentuan-ketentuan itusudah dicabut oleh Undanq-un- dak dapat diperjanjikan selainnya hanya untuk kepentingan si
danq Pokok Agraria (Undang-undang No . 5 tahun 1960), tetapi penghibah sendiri.
ketentuan-ketentuan yang menqenai barang bergerak masih ber- Akibat dari hak untuk mengambil kembali barang yang te-
laku. lah dihibahkan itu ialah bahwa segala pengasingan barang-barang
Suatu hibah adalah batal jika dibuat dengan syarat bahwa yang telah dihibahkan itu dibatalkan , sedangkan barang-barang
si penerima hibah akan melunasi utang-utang atau beban-beban itu kembali kepada si penghibah, bebas dari seqala beban dan
lain, selainnya yang dinyatakan dengan tegas didalam akte hibah hipotik yang telah diletakkan diatasnya sejak saat penghibahan
sendiri atau didalam suatu daftar yang ditempelkan padanya (pasal 1673) . Pasal ini memberikan kepada suatu janji yang di-
(pasal 1670). Dari ketentuan ini dapat kita lihat bahwa adalah cantumkan dalam perjanjian hibah, sua tu kekuatan berlaku ter-
diperbolehkan untuk memperjanjikan bahwa si penerima hibah hadap pihak-pihak ketiga, sehingga menimbulkan suatu keadaan
akan melunasi beberapa utang si penghibah , asal disebutkan de- · seperti yang kit a telah [umpai dalam suatu jual-beli dengan hak
ngan jelas utang-utang yang mana (kepada siapa dan berapa membeli kembali. Pihak-pihak ketiga diharuskan memperhati-
"BEBAN"
jumlahnya). Kalau itu tidak disebutkan dengan jelas maka janji kan dan mentaati janji yang tercantum dalam suatu penghibah-
DAN seperti itu akan membuat batal penghibahannya. · an. Sudah barangtentu pasal1673 ini tidak ~isa diperlakukan ka-
"SYARAT" Penetapan seperti yang dimaksudkan diatas, yang dican- lau yang dihibahkan itu barang yang bergerak, karena mengenai
" 11
tumkan dalam perjanjian penqhibahan, dengan man a diletakkan

96 97
barang semacam ini pihak pembeli selalu diperlindungi oleh pa- ini juga berlaku untuk penghibahan, sehingga penghibahan tetap
sal 1977 (1). berlaku tanpa berlakunya penetapan-penetapan yang terlarang
Pasal 1674 menetapkan bahwa, jika terjadi suatupenqhu- itu .
kuman untuk menyerahkan suatu barang yang telah dihibahkan, Maksudnya undang-undang untuk mengadakan larangan-
kepada seorang lain, maka si penghibah tidak diwajibkan me- larangan terse but adalah untuk mencegah adanya barang-barang
nanggung. Ketentuan ini juga sangat wajar, karena penghibahan yang terlalu Iamaberada diluar peredaran , hal mana dapat rnenq-
adalah suatu perjanjian dengan cuma-cuma, artinya tanpa im- ganggulalu-lintas hukum .
balan prestasi dari pihaknya si penerima hibah. Kepada si peng- . Perkataan "penghibahan" (atau "pemberian ") dalam pasal
hibah tidak acta kewajiban untuk menanggung kenikmatan ten- 1666 dan selanjutnya dipakai dalarri arti yang sempit , karena
teram dan terhadap cacad-cacad yang tersembunyi seperti hal-
hanya perbuatan-perbuatan yang memenuhi syarat-syarat yang
nya dengan seorang penjual barang.
disebutkan disitu dinamakan "penghibahan" , misalnya syarat
Akhirnya oleh pasal 1675 dinyatakan bahwa beberapa ke-
"dengan cuma-cuma" yaitu tidak memakai pembayaran . Disini
tentuan dari Buku II berlaku untuk penghibahan. Jika kita me-
orang lajirn mengatakan adanya s.uatu " formele schenk in g" yaitu
nenqok pada ketentuan-ketentuan tersebut, ternyata bahwa itu
suatu penghibahan formal. Tetapi bagaimana halnya dengan sea-
mengenai apa yanq dinamakan: pengangkatan waris atau pembe- rang .yang menjual rumahnya dengan .harga yang sangat murah
rian hibah wasiat secara "lornpat-tanqan". Dengan itu dimak- atau yang membebaskan debitornya dari utangnya? Menurut ke- :111

sudkan : penunjukan seorang akhliwaris atau pemberian baranq tentuan pasal 1666 tersebut ia tidak melakukan suatu penqhi -
dalam suatu testament (wasiat) dengan ketentuan bahwa si 'via- bahan atau pemberian, tetapi menurut pengertian yang luas ia
, ris atau si penerima hibah wasyat dilarang untuk memindah-ta- dapat dikatakan menghibahkan atau memberi juga . Disini .dika-
ngankan barang-barang warisan itu (se-umur hidup mereka) se- . takan tentang adanya suatu "meteriele schenking" (penghibah-
dangkan barang-barang tersebut , setelah mereka meninggal, ha- an menurut hakekatnya) dan baiklah diketahui bahwa penghi -
rus diberikan kepada seorang atauorang-orang lain lagi yang di- bahan dalam artikata . yang luas ini dipakai dalam pasal 920
tunjuk didalam testament tersebut. (tentang pemberian atau penqhibahan yang melanggar ketentu -
Dimaksudkan oleh pasal 1675 tersebut diatas, bahwa la- an ten tang legitieme portie), pasal 1086 (tentang pemasukan
ranqan -laranqan itu berlaku juga terhadap penghibahan. Dengan
atau inbreng ,dimana ditetapkan bahw~ peinberian-pemberian ha-
derriikian adalah terlarang pemberian hibah yang disertai pene-
rus diperhitungkan dalam pembaqian . warisan)dan
. pasal1678(ten-
.
tapan bahwa si penerima hibah selama hidupnya dilarang untuk
tang larangan memberikan benda-benda atas nama antara suami
memidahtangankan barang yang dihibahkan, sedangkan serne-
dan isteri).
ninggalnya si penerima hibah barang itu harus diterimakan kepa-
Juga sudah kita lihat bahwa syarat "denqan cuma -cuma"
da seoranq lain yanq ditunjuk dalam perjanjian. Oleh pasal879
tidak melarang adanya penghibahan yang disertai dengan suatu
(dalam hal pengangkatan waris atau pemberian hibah wasyat) di-
'beban (bahasa Belanda: "last"), yaitu suatu kewajiban dari si
tetapkan bahwa bagi si waris atau sipenerima hibah wasyat pene-
. penerima hibah untuk berbuat sesuatu, misalnya memberikan
tapan-penetapan seperti yang dilarang oleh undang-undang itu
bea-siswa kepada seorang mahasiswa. Apabila " beban " tersebut
adalah batal dan takberharga. Artinya: penqanqkatanwaris atau
melampaui nilai (harga) barang yang telah dihibahkan, sebetul-
pemberian hibah wasiat tetap berlaku tanpa berlakunya pene-
nya tidak lagi dapat dikatakan tentang suatu penghibahan .
tapan-penetapan yang dilarang itu. Mutatis mutandis ketentuan

98 99
'~I

2. KECAKAPAN UNTUK MEMBERI DAN MENERIMA HIBAH orang-orang pihak ketiga yanqmenqadakan transaksi-transaksi
dengan si suami atau si isteri dimana mereka tentunya menyan-
Untuk menghibahkan, seorang, selainnya -bahwa ia harus darkan kepercayaan mereka kepada keadaan kekayaan sisuami
sehat pikirannya, harus sudah dewasa. Diadakan kekecualian atau isteri itu. Dalam hukum perkawinan juga kita lihat adanya
dalam halnya seorang yang belum mencapai usia genap 21 ta sua tu larangan untuk merobah suatu perjanjian perkawinan.
hun, menikah dan pada kesempatan itu memberikan sesuatu da- Penghibahan-penghibahan kepada lembaga-Iembaga umum
lam suatu perjanjian perkawinan {pasal 1677). Orang yang be- atau lembaga-lembaga keagamaan, tidak mempuhyai akibat,
lum mencapai usia genap 21 tahun itu diperkenankan membuat selain sekadar oleh Presiden atau penguasa-penguasa yang ditun-
perjanjian perkawinan asal ia dibantu oleh orangtuanya atau -j uk olehnya telah diberikan kekuasaan kepada para pengurus
orang yang harus memberikan ijin kepadanya untuk melang- lembaga-lembaga tersebut, untuk menerima pemberian-pembe-
sungkan perkawinan. Dengan istilah "dibantu" dimaksudkan an itu (pasal 1680). Penguasa yang dituniuk oleh Presiden itu
bahwa orang yang belum dewasa itu membuat sendiri perjanji- 'sekaranq adalah Menteri Kehakiman.
annya (sebagai pihak) namun ia didampingi oleh orangtuanya Akhirnya oleh pasal1681 dinyatakan berlakunya beberapa
itu. pasal dari Buku II BoW. (pasal 904, pasal 906, pasal 907 dan ORANG2
YANG TI ·
Untuk menerima suatu hibah, dibolehkan orang itu belum lain-lain) terhadap penqhibahan. Jika kita lihat pasal-pasal itu,
OAK BOLEH
dewasa, tetapi ia harus diwakili oleh orangtua atau wali . Un- ternyata bahwa ketsntuan-ketentuan itu mengandung larangan MENERIMA
SIPENE- dang-undang hanya memberikan pembatasan dalam pasal1679, memberikan hibah-wasiat kepada beberapa orang tertentu de- HIBAH
RIMA yaitu menetapkan bahwa orang yang menerima hibah itu harus ngan siapa sipemberi mempunyai hubungan yang begitu khusus
HARUS
SUOAH
sudah ada (artinya: sudah dilahirkan) pada saat dilakukannya sehingga dianggap tidak pantas kalau orang-orang tersebut me-
LAHIR penghibahan, dengan pula mengindahkan ketentuan pasal 2 nerima suatu pemberian darinya. Misalnya dilarang pemberian -
B.W. yang berbunyi: Anak yang ada dalam kandungan dianqqap hibah wasiat kepada walinya si pemberi, kepada dokter yang
sebagai telah dilahirkan manakala kepentinqan si anak itu merawat si pemberi sewaktu ia sakit yang mengakibatkan mati-
menghendakinya. nya si pemberi ini, kepada notaris yang membuat testament ten-
LARANGAN Pasal 1678 melarang penghibahan antara suami dan isteri tang hibah wasiat yang dibuat oleh si pemberi hibah itu, dan
HIBAH AN- selama perkawinan. Namun (demikian pasal itu seterusnya) ke - lain-lain.
TARASUA
tentuan ini tidak berlaku terhadap hadiah-hadiah atau pemberi- Dengan demikian maka larangan-larangan ItU juga berlaku
MIISTERI
an-pemberian barang-barang bergerak yang bertubuh yang har- dalam hal penghibahan.
ganya tidak terlampau tinggi, mengingat kemampuan si peng \
hibah. Ketentuan tersebut hanya mempunyai arti kalau suami- 30 CARANYA MENGHIBAHKAN SESUATU .
isteri itu kawin dengan (perjanjian) perpisahan kekayaan, sebab Pasal 1682 menetapkan: Tiada suatu hibah, kecuali yang
kalau mereka itu kawin dalam percampuran kekayaan _(yang disebutkan dalam pasal 1687, dapat, atas ancaman batal, dilaku-
adalah pola normal dalam sistem B.W.), maka kekayaan kedua kan selainnya dengan suatu akte notaris, yang aslinya disimpan
belah pihak dicampur menjadi satu, baik kekayaan yang dibawa - oleh notaris itu.
nya kedalam perkawinan maupun kekayaan yang diperoleh Ternyata pasal 1687 yang ditunjuk itu berbunyi dernikian :
masinq-rnasinq selama perkawinan . Ketentuan (larangan penghi- Pemberian barang-barang bergerak yang bertubuh atau sprat-
bahan antara suami-isteri) ini dimaksudkan untuk melindungi surat penagihan utang atas tunjuk dari tangan satu ketanqan
, I

100 lQl
lain, tidak memerlukan suatu akte, dan adalah sah dengan pe- rima hibah sendiri atau oleh seorang yang dengan suatu akte 111
1
nyerahan belaka kepada si perierima hibah atau kepada seorang otentik oleh si penerima hibah itu telah dikuasakan untuk me-
pihak ketiqa yarig menerima penghibahan itu atas nama si pe- nerima penghibahan-penghibahan yang telah diberikan kepada
nerima hibah. si penerirna hibah atau akan diberikan kepadanya dikernudian
Dari pasal-Piisal1682 dan 1687 tersebut dapat kita lihat hari.
AKTE bahwa untuk penghibahan benda takbergerak ditetapkan suatu Jika penerimaan hibah tersebut tidak telah dilakukan di-
NOTAR'S formalitasdalam bentukakte notaris, tetapi untuk penghibahan .dalam suratnya hibah sendiri, maka itu akan dapat dilakukan
UNTUK
BENDA
barang bergerak yang bertubuh atau surat penagihan utang atas didalam suatu akte otentik terkernudian yang aslinya .harus di-
TAK BER· tunjuk ("aan toonder") tidak diperlukan sesuatu formalitas dan simpan, asal yang dernikian itu dilakukan diwaktu si penghibah
GERAK masih hidup; dalam hal mana penghibahan, terhadap oranq yang
dapat dilakukan secara sah dengan penyerahan barangnya begi-
tu saja kepada si peneriina hibah atau kepada seorang pihak terakhir ilfi hanya akan berlaku sejak saat penerimaan itu di- ,
ketiga yang menerima pemberian hibah atas namanya. beritahukan kepadanya .
Dalam sistem B.W. yang selalu memperinci suatu proses Dari ketentuan tersebut dapat kita lihat bahwa suatu penq- KALAU
pernindahan hak milik menjadi dua babakan atau tahapan, yaitu hibahan, yang tidak secara serta-rnerta di-ikuti dengan penye- TIDAK ;

babakan "obligatoir" dan babakan "zakelijke overeenkomst" rahan barangnya kepada si penerima hibah ("tunai") seperti " T U NA' "

(yaitu leveringnya) , penghibahan yang dilakukan secara "tunai" yang d apat dil1 a k u k an menurut pasa I 1687 ,arus
h 'd"tterima d a- ' HARUS
TERIMA"
"DI ·

itu harus kit a konstruksikan sebagai terjadinya dua babakan hulu oleh si penerima hibah, agar supaya ia mengikat si peng- DAHULU

terse but sekaligus pada waktu atau saat yang sama. Hal yang ' hibah. Penerimaan itu dapat dilakukan oleh si penerima hibah
sama terjadi pada jual -beli kecil-kecilan yang kita lakukan sehari sendiri atau oleh seoranq kuasa yang dikuasakan dengan akte
hari, dimana pihak pembeli mengambil sendiri baranq yang di- otentik (akte notaris), surat kuasa mana harus berupa suatu
tawarkan sambil memberikan uang harganya kepada pihak pen- kuasa khusus.
jual. Selanjutnya harus kita perhatikan bahwa barang-barang
P.P. No. 10 Pasal 1682 yang mengharuskan pembuatan akte notaris bergerak sebagaimana dimaksudkan oleh pasal 1687 itu dapa t
TAHUN juga dihibahkan tanpa disertai penyerahari serta-merta (tunai) ,
untuk penghibahan tanah, sekarang sudah dianggap tidak berla-
1961 :
P.P.A.T. ku lagi, tetapi sesuai dengan P.P. No. 10 tahun 1961 tentang tetapi penghibahannya dilakukan dalam suatu akte sedangkan
Pendaftaran Tanah (peraturan pelaksanaan dari Undang-undang penyerahannya baranq. baru akan dilakukan kemudian. Dalam
Pokok Agraria), maka penghibahan tanah, sebagai perjanjian hal yang demikian harus ,diperhat ikari ketentuan dalarn ayat 2
yang bermaksud memindahkan hak atas tanah (menurut pasal pasal 1683 tersebut yanq mernerintahkan dilakukannya "pene-
19) harus ' dibuat dihadapan Pejabat Pernbuat Akte Tanah rimaan" secara tertulispula, ' yang dapat dilakukan didalam
(P.P.A.T.) seperti halnya dengan jual-beli tanah (Lihat dalam suratnya hibah sendiri atau didalam suatu akte otentik terke-
bab tentang jual-beli). Adapun Pejabat Pembuat Akte Tanah mudian sedangkan penerimaan itu harus dilakukan diwaktu si
(P.P.A.T.) itu pada umumnya juga dirangkap oleh para Notaris. penghibah masih hidup .,
Pasal1683menetapkan sebagai berikut : Pasal 1684 yang menetapkan bahwa penqhibahan-penqhi-
T'iada suatu hibah mengikat si penghibah atau menerbitkan bahan yang diberikan kepada seorang perempuan yang bersuarn i
sesuatu akibat yang bagaimanapun, selainnya mulai saat peng- , tidak dapat diterima selainnya menurut ketentuan-ke tentuan
hibahan itu dengan kata-kata yang tegas diterima oleh sipene- dari bab kelima Buku I B.W. (yang dimaksudkan ialah han ya

102 103
dengan bantuari atau ijin tertulis dari si suami) harus dianggap wa si penghibah, atau suatu kejahatan lain terhadap si penqhi-
tidak tertulis lagi karena oleh yurisprudensi seorang perempuan bah;
bersuami sudah dinyatakan cakap sepenuhnya untuk melakukan 3 . jika ia menolak memberikan tunjangan nafkah kepada
perbuatan-perbuatan hukum sendiri dan pasal108 B.W. yang si penghibah, setelah orang ini jatuh dalam kemiskinan.
membatasi kecakapan {tu sudah dinyatakan tidak berlaku laqi. Apa yang dimaksudkan dengan "syarat" telah diterangkan
Oleh pasal 1685 ditetapkan bahwa penqhibahan kepada dalam pembicaraan mengenai pasal 1670. Suatu contoh dari
orang-orang belum dewasa yang berada dibawah kekuasaan suatu kejahatan lain (sslainnya pembunuhan) terhadap si peng-
orangtuanya harus diterima oleh orang yang melakukan kekua- hibah adalah penistaan.
saan oranqtua, sedangkanpenghibahan kepada orang-orang be- Penarikan kembali atau penghapusan penghibahan dilaku-
lumdewasa yang berada dibawah perwalian atau kepada orang- kan dengan menyatakan kehendaknya kepada si penerima hibah
orang yang berada dibawah pengampuan(curatele) barus diteri- disertai penuntutan kembali barang-barang yang telah dihibah-
ma oleh si wali atau si penqarnpu (curator) yang untuk itu harus kan dan apabila itu tidak dipenuhi secara sukarela, maka penun-
diberi kuasa oleh Pengadilan Negeri. tutan kernbali baranq-baranq itu diajukan kepada Pengadilan.
HAK MILlK Pasal 1686 menetapkan bahwa hak milik atas benda-benda Kalau si penghibah belum menyerahkan barangnya, rnaka
BARU BER· barang yang dihibahkan tetap padanya dan si penerima hibah
yang termaktub dalam penghibahan, sekalipun penghibahan itu
PINDAH
sudah diterima secara sah, tidaklah berpindah kepada si peneri- tidak lagi dapat menuntut penyerahannya.
DENGAN
PENYE- ma hibah, selainnya dengan jalan penyerahan yang dilakukan Kalau si penghibah sudah menyerahkan barangnya, dan ia
RAHAN menurut ketentuan-ketentuan pasai-pasal 612, 613, 616 dan menuntut kembali barang itu, maka si penerirna hibah diwajib-
selanjutnya. Dalam sistem B.W. dimana penghibahan itu diang- kan rnenqembalikan- baranq yang dihibahkan itu dengan hasil-
gap sebagai hanya "obliqatoir" saja (dalam arti belum memin- hasilnya terhitung mulai hari diajukannya gugatan, atau jika
dahkan hak milik), maka apa yang ditetapkan oleh pasal 1686 barang sudah dijualnya, mengembalikan harganya pada waktu
itu sudah semestinya. dimasukkannya gugatan, pula disertai hasil-hasil sejak saat itu
(pasal 1691). Selain dari pada itu ia diwajibkan memberikan
4. PENARIKAN KEMBALI DAN PENGHAPUSAN HIBAH.
ganti-rugi kepada si penghibah, untuk hipotik-hipotik dan
Meskipun suatu penghibahan, sebagaimana halnya dengan beban-beban lainnya yanq telah diletakkan olehnya diatas
suatu perjanjian pada umumnya, tidak dapat ditarik kembali benda-benda takbergerak, juga sebelum gugatan dimasukkan.
secara sepihak tanpa persetujuan pihak lawan , namun undang- Tuntutan hukum tersebut dalam pasal1691, gugur dengan
undang memberikan kernunqkinan bagi si penghibah untuk da- . lewatnya waktu satu tahun, terhitung mulai hari terjadinya
lam hal-hal tertentu rnenarik kembali atau menghapuskan hibah peristiwa-peristiwa yang menjadi alasan tuntutan itu dan dapat
yanq telah diberikan kepada seoranqXemunqkinan itu diberi- diketahuinya hal itu oleh sipenghibah.
kan oleh pasal1688 dan berupa tiga hal : Tuntutan hukum tersebut tidak dapat diajukan oleh si
ALASAN2
1. karena tidak dipenuhinya syarat-syarat dengan mana penghibah terhadap para akhliwarisnya .si penerima hibah, atau
UNTUK
MENARIK
penghibahan telah dilakukan; Dengan "syarat " di sini dimaksud- oleh para akhliwarisnya si penghibah terhadap si penerirna
KEMBALI kan : "be ban". hibah, kecuali, dalam hal yang terakhir, jika tuntutan itu sudah
SATU 2. jika si penerima hibah telah bersalah melakukan atau diajukan oleh si penghibah, ataupun jika orang ini telah me-
HIBAH
membantu melakukan kejahatan yang bertujuan mengambil ji-

104 105
ninggal did alam waktu satu tahun setelah terjadinya peristiwa
yang dituduhkan (pasal1692). Dalam ketentuan ini terkandung
maksud bahwa, apabila si penqhibah sudah menqetahui adanya
'peristiwa yanq rnerupakan alasan untuk menarik kembali atau
menghapuskan hibahnya, namun ia tidak melakukan tuntutan
hukum .dalam waktu yang cukup lama itu, ia dianqqap telah
mengampuni si penerima hibah.

III

III
I

Bab ke X
PENITIPAN BARANG

1. PENITIPAN PADA UMUMNYA DAN BERBAG AI MACAMNYA.


Penitipan adalah terjadi, apabila seorang rnenerirna sesuatu
barang dari seorang lain , dengan syarat bahwa ia akan menyim-
pannya dan rnenqembalikannya dalam ujud asalnya . Dernikian-
lah definisi yang oleh pasal 1694 B.W. diberikan tentang perjan -
jian penitipan itu.
Menurut kata-kata pasal tersebut, penitipan adalah suatu
perjanjian " riil" yang berarti bahwa ia baru terjadi dengan dila-
PERJANJI·
kukannya suatu perbuatan yang nyata , yaitu diserahkannya ba".
AN RilL
rang yang dititipkan ; jad i tidak seperti perjanjian-perjanjian la- .

11
106 107

111111
innya pad? umumnya yang lajimnya adalah konsensual, yaitu
Kemudian pasal 1702 mengatakan: Jika penitipan dilaku- '
sudah dilahirkan pada saat tercapainya sepakat tentang hal-hal
kan oleh seorang yang berhak kepada seorang yang tidak cakap
yang pokok dari perjanjian itu.
untuk membuat perjanjian , maka pihak yang menitipkan hanya-
Menurut undang-undang ada dua macam penitipan barang ,
lah inempunyai hak terhadap pihak yang menerima titipan untuk
yaitu penitipan yang sejati dan sekestrasi.
menuntut penqernbalian barang yanq dititipkan, selama barang
ini masih ada pad a pihak yang terakhir itu; atau, jika barangnya
2. PENITlPAN BARANG YANG SEJATI.
sudah tidak lagi pad a si penerima titipan, maka dapatlah ia
Penitipan barang yang sejati dianqqap dibuat dengan cuma - menuntut pemberian ganti-rugi sekadar si penerima titipan itu
cuma, jika tidak diperjanjikan sebaliknya, sedangkan ia hanya telah memperoleh manfaat dari barang tersebut. Yang dirnak-
dapat mengenai barang-barang yang bergerak (pasal 1696) . sudkan adalah, bahwa jika seorang yang cakap menurut hukum
Perjanjian tersebut tidaklah telah terlaksana selainnya de - menitipkan barang kepada seorang yang tidak cakap, maka ia
ngan penyerahan barangnya secara sungguh-sungguh atau secara memikul risiko kalau barang itu dihilangkan . Hanyalah, kalau .si
dipersangkakan (pasal 1697). Ketentuan ini menggambarkan penerima titipan itu ternyata tel ah memperoleh manfaat dari
lagi sifatnya rill dari perjanjian penitipan, yang berlainan dari barang yang telah dihilangkan, maka oranq yang menitipkan
sifatperjanjian-perjanjian lain pada umumnya yang adalah kon- dapat menuntut pemberian garrti-rugi. Si perrerima titipan dapat
sensual (lihat -diatas). dikatakan telah memperoleh manfaat dari barang yang telah di-
PENITIPAN Penitipan barang terjadi dengan sukarela atau karena hilangkan itu umpaman ya kalau ia telah menjualnya dan uang
SUKARELA terpaksa (pasal 1698). pendapatan penjualan telah dipakainya. Jadi kalau barangrrya
Penitipan barang dengan sukarela terjadi karena sepakat hilang dicuri orang karena si 'penerirna titipan tidak menyimpan-
bertimbal-balik antara pihak yang menitipkan barang dan pihak nya dengan baik , tidak ada tuntutan ganti-rugi. Dengan sendiri-
yang menerima titipan (pasa11699) . nya tuntu tan pemberian ganti-rugi ini harus dilakukan terhadap
Penitipan barang dengan sukarela hanyalah dapat terjadi orangtua atau wali dari si penerima titipan.
antara oranq-oranq yang mempunyai kecakapan untuk membuat Yang dinamakan penitipan karena terpaksa adalah (menu- PENITlPAN
perjanjian-perjanjian. Jika namun itu seorang yang cakap untuk rut pasal 1703) penitipan yang terpaksa dilakukan oleh seorang ,T ERPA KSA
membuat perjanjian, menerima penitipan suatu barang dari se- karena timbulnya sesuatu malapetaka, misalnya : kebakaran,
orang yang tidak cakap untuk membuat perjanjian, maka tun- runtuhnya ged ung, perampokan, karamnya kapal, banjir dan
duklah ia kepada semua kewajiban yang dipikul oleh seorang lain-lain peri stiwa yang tak tersangka. Penitipan baranq karena
penerima titipan yang sungguh-sungguh (pasal 1701) . Yang di- terpaksa ini diatur inenurut ketentiian seperti yarig berlaku ter- 1
1
1

maksudkan oleh ketentuan tersebut adalah, bahwa , meskipun hadap penitipan sukarela , dernikianlah pasal 1705: Maksudnya 1

penitipan sebagai suatu perjanjian secara sah hanya dapat diada- adalah bahwa suatu penitipan yang dilakukan secara terpaksa 11
kan antara oranq-oranq yang cakap menurut hukum ,namun apa- itu mendapat perlindungan dari undang-undang yang tidak ku-
bila seorang yanq cakap menerima suatu penitipan barang dari rang dari suatu penitipan yang terjadi secara sukarela. 11

seorang yang tidak cakap maka si penerima titipan harus mela- Pasal 1706 mewajibkarr si penerima titipan', mengenai pe-
kukan semua kewajiban yang berlaku dalam suatu perjanjian rawatan ba rang yang dipercayakan kepadanya, memelihararrya
penitipan yang sah. dengan minat yang sama seper ti ia memelihara barang miliknya
sendiri.

108
1 U9
Ketentuan tersebut rrtenurut pasal 1707 harus dilakukan sebagai suatu penitipan karena terpaksa. Selanjutnya pasal
lebih keras dalam beberapa hal, yaitu : 1710 menetapkan bahwa mereka itu bertanggung-jawab ten-
1. jika si penerima titipan telah menawarkan dirinya untuk ' tang pencurian atau kerusakan pada barang-barang kepunya-
menyimpan barangnya; , an para penginep, baik pencurian itu dilakukan atau kerusak-
2. jika ia telah meminta diperjanjikannya sesuatu upah un- an itu diterbitkan -oleh pelayan-pelayan atau lain-lain pekerja
tuk penyimpanan itu; dari rumah penginepan, maupun oleh setiap orang " lain . '
3. jika penitipan telah terjadi sedikit banyak untuk kepen- Namun (demikian pasal .1711 seterusnya) mereka tidak ber-
tingan si penerima titipan: dan tanggung-jawab ten tang pencurian -yanq dilakukan oleh orang-
4. jika telah diperjanjikan bahwa si penerima titipan akan orang yang telah dimasukkan sendiri oleh si penginep.
menanggung segala macam kelalaian . Dalam praktek para pengurus rumah penginepan dan pe-
Tidak ,sekali-kali si penerima titipan bertanggung-jawab nguasa losmen itu membatasi tanggung-jawab mereka dengan
tentang peristiwa-peristiwa yang tak dapat disingkiri, kecuali menempelkan pengumuman bahwa mereka tidak bertanggung- ,
apabila ia lalai dalam pengembalian barang yang dititipkan. Bah- jawab tentang hilangnya barang-barang yanq berharga (uang ,
, kan dalamhal yang terakhir ini ia tidak bertanggung-jawab jika , perhiasan) yang tidak secara khusus dititipkan pada mereka. Me-
baranqnya .juqa akan musnah seandainya telah berada ditanqan- lepaskan tanggung-jawab seluruhnya terhadap semua barang ten -
nya oranq yang menitipkan (pasal 1708). Peristiwa yang tak tunya tidak dibolehkan.
dapat disingkiri itu adalah yang lajimnya dalam bahasa hukum Si penerima titipan barang tidak diperbolehkan memakai
dinarnakan "keadaan memaksa" (bahasa Belanda : "overmacht" barang yang dititipkan untuk keperluan sendiri tanpa , ijinnya
atau "force majeur") yaitu suatu kejadian yang tak disengaja orang yang menitipkan barang, yang dinyatakan dengan tegas
dan tak dapat diduga . Risiko kemusnahan barang karena suatu atau dipersangkakan, 'at as ancaman penggantian biaya, keruqian
, keadaan memaksa itu mernanq pada asasnya harus dipikul oleh dan bunga jika ada alasan untuk itu (pasal 1712) . Selanjutnyaia
pemilik barang. Namun apabila si penerima titipan itu telah lalai tidak diperbolehkan -menyelidiki tentanq ujudnya barang yang
mengembalikan barangnya sebagaimana ditetapkan dalam per- dititipkan jika barang itu dipercayakan kepadanya dalam suatu
- janjian , maka (juga menurut asas umum hukum perjanjian) ia kotak tertutup atau dalam suatu sampul ter segel (pasalL'Zl S).
mengoper tanqqunq-jawab tentang kemusnahan barangnya jika Si penerirna titipan diwajibkan mengembalikan barang
terjadi sesuatu. Tanggung-jawab ini hanya dapat dilepaskan jika yang sama yang telah diterimanya. Dengan dernikian maka jum-
iadapat membuktikan bahwa barangnya juga akan musnah se- lah-jumlah uang harus dikembalikan dalam' mata-uang yang sa-
andainya sudah diserahkan kepada orang yang menitipkan, mi- ma seperti yanq dititipkan, tak perduli apakah mata-uang itu
salnya baranq itu menqandunq suatu cacad yang pasti juga akan telah naik atau telah turun nilainya (pasal 1714),
menyebabkan kemusnahannya biarpun ia berada ditangannya Si penerirna titipan hanya diwajibkan mengembalikan ba-
orang yang menitipkan, • rang yang dititipkan dalarn keaciaannya pada saatpenqernbalian
RUMAH
Pasal 1709 meletakkan tanggung-jawab kepada pengurus itu. Kemunduran-kemunduran yanq dialami barangnya diluar
PENGINEP·
rumah penginepan dan penquasa losmen terhadap barang-barang kesalahan si penerima titipan, adalah atas tanggungan pihak yang
AN DAN
para tamu yaitu memperlakukan pengurus rumah penginepan menitipkan (pasaI1715) ..
LOSMEN
dan penguasa losmen tersebut sebaqai orang yang menerima Jika barangnya dengan paksaan dirampas dari tangannya si
titipan barang. Penitipan barang oleh para tamuitu dianggap perierima titipan dan orang ini telah menerima harganya atau

110 111

IIII!/
I II
sesuatu bar ang lain sebagai gant iny a , maka ia harus menyerah- Si penerima titipan tidak diperbolehkan mengembalikan
kan apa yang diterimanya sebagai ganti itu kepada orang yang barangnya titipan selainnya kepada arang yang mentipkannya
menitipkan barang (pasal 1716) . kepadanya atau kepada arang yang atas namanya penitipan itu
Seorang akhliwari s dari si penerima titipan , yang , karena telah dilakukan atau yang ditunjuk untuk menerima kembali
ia tidak tahu bahwa suatu barang adalah barang titipan , dengan barangnya (pasaI1719).
itikad baik telah menjual barang tersebut, hanyalah diwajibkan Si penerima ti tipan tidak baleh rnenuntut dari arang yang
mengembalikan harga pembelian yang diterimanya , atau jika ia menitipkan barang, suatu bukti bahwa oranq itu pemilik barang
belum mene rima harga itu , men yerahkan hak tuntutannya ter- tersebut.
hadap si pembeli barang (pasal1717) . Jika ia menjualnya barang Jika namun itu ia mengetahui bahwa barang itu adalah
itu dengan it ikad buruk, maka dengan sendirinya , selainnya ia barang curian, dan siapa pemiliknya sebenarnya, maka haruslah
harus mengembalikan uang pendapatan penjualan itu, ia juga ia mernberitahu kepada oranq ini bahwa barangnya dititipkan
dapat ditun tu t memb ayar gant i-rugi. kepadanya, disertai peringatan supaya meminta kembali barang
Jika barang yan g dititipkan itu telah memberikan hasii-hasil itu didalarn suatu waktu tertentu yang patut. Jikaorang kepada
yang telah 'dipunqut at au diterirna oleh sipenerima titipan,maka siapa pemberitahuan itu telah dilakukan, melalaikan untuk me-
ia diwajibkan mengembalikannya (pasaI1718 ayat 1). minta kembali barangnya, maka si penerima titipan dibebaskan
Dalam hal yang dititipkan itu uang, si penerima titipan secara sah jika ia menyerahkan barang itu kepada arang dari
tidak diharuskan membayar bunga , selainnya sejak hari ia lalai siapa ia telah menerimanya (pasall720).
mengembalikannya , setelah diperingatkan (pasal 1718 ayat 2). Apabila arang yang rnenitipkan barang meninggal, maka
Ketentuan te rsebut adalah wajar , karena menurut hakekat per - ,barangnya hanya dapat dikembalikan kepada akhliwarisnya.
janjian penitipan si penerima titipan tidak boleh memakai uanq Jika ada lebih dari searang akhliwaris, maka barangnya ha-
yang dititipkan itu , bahkan ia harus mengembalikannya dalam rus dikembalikan kepada mereka kesemuanya atau kepada
mata-uang yang sama seper ti yang diterimanya (lihat pasaI1714) . masing-masing untuk baqiannya.
1'etapi kalau ia lalai mengembalikan uang titipan itu setelah ia Jika barang yang dititipkan tidak dapat dibagi-bagi, maka
diperingatkan, orang yang menitipkan akan menderita kerugian para akhliwaris harusmengadakan mupakat ten tang siapa yang
karena ia sudah mulai mernerlukan uanq itu, sehingga pernbe- diwajibkan mengopernya (pasal 1721).
banan pernbayaran bunga itu pantas pula . Dan bunga yang di- Jika arang yang menitipkan barang berubah kedudukan-
bebankan ini ten tunya adalah yang dinamakan "bunga mora- nya misalnya searang perempuan yang pada waktu menitipkan
toir " sebesar enam prosen setahun , terhitung mulai penqernba- barang tidak bersuami, kemudian kawin ; sea rang dewasa yang
lian uang tit ipan itu dituntutnya dimuka Pengadilan . menitipkan barang ditaruh dibawah pengampuan; dalam hal ini
Apa yang dikenal sebagai "deposita" dengan bunga (rnes- dan dalam hal-hal semacam itu, barang yang dititipkan tidak
kipun "deposito " artinya penitipan) , bukan penitipan yang kit a baleh dikembalikan selainnya kepada arang yang melakukan
"OEPOSITO"
DENGAN bicarakan disini , karena pihak yang menerima deposito (uang) pengurusan atas hak-hak dan harta-benda arang yang menitipkan
BUNGA dibolehkan (dan malahan itulah yang dimaksudkan) untuk me- barang, kecuali apabila arang yang menerima titipan mempunyai
makai uang yang dititipkan dan menyanggupi untuk membayar alasan-al~san yang sah untuk tidak mengetahui perubahan ke-
bunga atas penitipan itu. Pada hakekatnya perjanjian deposito dudukan terse but (pasal 1722). Tentang searang perempuan tak-
uang itu adalah suatu .perjanjian pinjarn uang dengan bunga . bersuami yang kemudian kawin, sekaranq tidak merupakan ha-

113
112
,
langan lagi bagi si penerima titipan; untuk tetap mengembalikan jika oranqini menolaknya, meminta ijin Hakim untukmenitip-
barangnya titipan kepada perempuan itu , tanpa ijin tertulis kan barangnya disuatu tempat lain (pasall726). Untuk mernbe-
atau bantuan dari suaminya, sejak adanya yurisprudensi yang .baskan diri dari barang titipan sebelumlewatnya waktu yang di-
menyatakan pasall08 B.W. sudah tidak berlaku lagi. tetapkan, bagi si penerima titipan harus ada suatu alasan yang
Jika penitipan barang telah dilakukan oleh seorang wali, sah dan apabila permintaannya untuk mengembalikan barang- ·
seorang pengampu, seorang suami atau seorang penguasa dan nya ditolakoleh orang yang menitipkan, diperlukan ijin dari
pengurusan mereka itu telah berakhir, maka- barangnya hanya Hakirn untuk menitipkan barang itu ditempat lain, misalnya di
dapat dikembalikan kepada orang yanq diwakili oleh wali, pe- kantor Balai Harta Peninggalan atau dikepaniteraan Pengadilan
nqarnpu, suami atau penguasa tersebut (pasal 1723). Negeri.
Pengembalian barang yang dititipkan harus dilakukan di - Segala kewajiban si penerima titipan berhenti jika ia menge-
tempat yang ditunjuk dalam perjanjian , Jika perjanjian tidak tahui dan dapat membuktikan bahwa dia sendirilah pemilik ba-
menunjuk tempat itu, barangnya harus dikembalikan ditempat rang yang dititipkan itu (pascill727) . Dalam hal yang demikian ,
terjadinya penitipan. Adapun biaya yang harus dikeluarkan un- maka perjanjian penitipari hapusdengan sendirinya, karena si
tuk itu harus ditanggung oleh orang yang menitipkan baranq penerima titipan ternyata menguasai barang miliknya sendiri.
(pasal 1724) . Orang yang menitipkan barang diwajibkan mengganti ke -
Barang yang dititipkan harus dikembalikan kepada orang pada si penerima titipan segala biaya yang telah dikeluarkan
yang menitipkan, seketika apabila dimintanya, sekalipun dalam untuk menyelamatkan barang yang dititipkan, serta mengganti
perjanjiannya telah ditetapkan suatu waktu lain untuk pengem- kepadanya semua kerugian yanq disebabkan karena penitipan
baliannya, keeuali apabila telah dilakukan suatu penyitaan atas itu (pasall~28).
barang-barang yanq berada ditangannya si penerima titipan (pa- Berhubunq dengan ketentuan diatas, oleh pasal 1729 dite-
sal 1725). Dari ketentuan ini dapat kita simpulkan bahwa apa - tapkan bahwa si penerima titipan berhak menahan barangnya
bila dalam perjanjian penitipan ditetapkan lamanya waktu peni- hingga segala apa yang harus dibayar kepadanya karena penitip-
tipan, maka penetapan waktu ini hanya mengikat si penerima ti- an tersebut dilunasi. '
tipan tetapi tidak mengikat pihak yang menitipkan . Setiap wak-
tu barang titipan itu dapat diminta kembali. Satu-satunya hal 3. SEKESTRASI.

yang dapat menghaiangi pengembalian barang adalah penyitaan DEFINISI. Yang dinamakan sekestrasi adalah penitipan ba- OALAM
yang telah diletakkan oleh pihak ketiga atas barang tersebut. . ranq-tentanq mana ada perselisihan, ditangannya seoranq pihak SENGKETA

Ini dapat terjadi misalnya apabila telah timbul suatu sengketa ketiga yang menqikatkan diri imtuk , setelah perselisihan itu di-
mengenai barang yang bersangkutan. Dalam hal yang demikian putus, menqembalikan barang itu kepada siapa yang akan dinya-
maka jalan yang harus ditempuh oleh orang yang menitipkan takan berhak, beserta hasil-hasilnya. Penitipan ini ada yang ter-
barang adalah mengajukan perlawanan (verzet) terhadap penyi- jadi denqan persetujuan dan ada pula yang dilakukan atas perin-
taan tersebut kepada Pengadilan Negeri . tah Hakim atau Psnqadilan (pasaI1730). .
Sipenerirna titipan yang mempunyai alasan yang sah untuk Sekestrasi terjadi dengan persetujuan , apabila barang yang
membebaskan diri dari barang yang dititipkan, meskipun belum menjadi sengketa diserahkan kepada seorang pihak ketiga oleh
tiba waktunya yang ditetapkan dalam perjanjiarr, juga berkuasa satu orang atau lebih seeara sukarela (pasal 1731).
mengembalikan barangnya kepada oranq yang menitipkan atau

114 115
Sekestrasi dapat mengenai baik barang-barang bergerak kepada kreditornya untuk melunasi utangnya , sebagaimana di-
maupun baranq-baranq takberqerak (pasal 1734), jadi berlainan disebutkan sub 3, dilakukan dalam hal kreditor itu menolak
dad penitipan barang yanq sejati , yang hanya dapat mengenai pembayaran yang akan dilakukan oleh debitornya, sehingga de-
barang yang bergerak saja (lihat pasal 1696). bitor ini terpaksa meminta bantuan seorang jurusita atau nota- .
Si penerima titipan yang ditugaskan melakukan sekestrasi ris untuk menawarkan barang atau uang ter sebut (secararesmi)
tidak dapat dibebaskan dad tugasnya, sebelum persengketaan kepada kreditor tersebut. Apabila penawaran ter sebut ditolak
diselesaikan , kecuali apabila semua pihak yang berkepentingan oleh kreditor, maka barang atau uang tersebut dapat dititipkan
menyetujuinya atau apabila ada suatu alasan lain yang sah (pasal dikepaniteraan Pengadilan atau kepada seorang yang ditunjuk
1735). oleh Hakim. Perbuatan ini akan disusul oleh suat u gugatan
Sekestrasi atas perintah Hakim terjadi apabila Hakim me- dari debitor tersebut untuk menyatakan sah penitipan tersebut ,
merintahkan supaya suatu barang tentang mana ada sengketa, dan dengan disahkannya penitipan itu, maka si debitor di-
dititipkan kepada seorang (pasal 1736). Mengenai sekestrasi ma- bebaskan dari utangnya.
cam ini ditetapkan seterusnya oleh pasal 1737 sebagai berikut : Pengangkatan seorang pen yimpan bar ang dimuka Hakim,
Sekestrasi guna keperluan Pengadilan diperintahkan kepada menerbitkan kewajiban-kewajiban yang bertimbal-balik antara
seorang yang disetujui oleh pihak-pihak yang berkepentingan si penyita dan si pen yimpan. .
atau kepada seorang yang ditetapkan oleh Hakim karena jabatan. Si penyimpan diwajibkan memelihara baranq-baranq yang
Dalam kedua-duanya hal, orang kepada siapa barangnya te- telah disit a sebagai seorang bapak rumah yang baik.
lah dipercayakan, tunduk kepada segala kewajiban yang terbit la harus men yerahkan barang-barang itu untuk dijual
dalam halnya ~'~f~Wr;si dengan persetujuan, dan selainnya itu ia supaya dari pendapatan penjualan itu dapat dilunasi piutanq-
. diwajibkan saban tahun, atas tuntu tan Kejaksaan, memberikan piutanq si penyita, atau menyerahkannya kep ada pihak terhadap
suatu perhitungan secara ringkas ten tang pengurusannya kepada siapa penyit"aan telah dilakukan, jika penyitaan itu dicabut
Pengadilan, dengan memperlihatkan ataupun menunjukkan ba- kembali .
ranq-baranq yang .dipercayakan kepadanya , namunlah disetujui- Adal ah menjadi kewajiban si penyita untuk membayar
nya perhitungan itu tidak akan dapat diajukan terhadap para kepada si penyimpan upahnya yang ditentukan dalam undanq-
pihak yang berkepentingan (pasal 1737). undang (pasal 1739) . Mernelihara barang sebagai seoranq bapak
Hakim dapat memerintahkan sekestrasi : rumah yang baik diartikan sebagai memelihara sebaik-baiknya
DIPERIN.
1. terhadap barang-barang bergerak yang telah disita dita- dengan minat seperti terhadap barang milikn ya sendiri. Apabila
TAHKAN
nqannya seorang berutang (debitor). kreditor sudah dimenangkan perkaranya dengan suatu putusan
HAKIM
2. terhadap suatu barang bergerak maupun takbergerak, Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak, maka penyita-
tentang mana hak miliknya atau hak penguasaannya menjadi an conservatoir atas baranq-baranq si debitor otomatis berobah
persengketaan; menjadi penyitaan eksekutorial, yang 'berarti bahwa barang- .
3. terhadap barang-barang yang ditawarkan oleh seorang barang sitaan itu harus dijual untuk melunasi piutang kreditor.
berutang (debitor) untuk melunasi utangnya (pasal1738) . Sebaliknya apabila gugatan kreditor (si pen yita) ditolak, maka
Penyitaan yang disebutkan sub 1 diatas adalah penyitaan penyitaan itu akan dicabut oleh Hakim dan si pen yimpan harus
conservatoir yang telah dilakukan atas permintaan seorang peng- menyerahkan bar ang itu kepada debitor.
gugat, sedanqkan penawaran baranq-baranq oleh seorang debitor

116 117
atau beras misalnya . Kalau seorang meminjam sebuah mobil
atau meja, maka yang harus dikembalikan adalah mobil atau
meja itu juga (tidak boleh ditukar dengan rnobil atau meja
lain), sedangkan kalau seorang meminjam sejumlah uang atau
beras, maka yang akan dikembalikan bukan uang atau beras
yang diterima itu, tetapi hanya sejumlah uang yang sama nilai-
. nya atau beras sebanyak yang dipinjam dari kwalitas yang sama,
karena uang atau beras yang dulu diterima sudah habis dipakai;
jadi yang dikembalikan itu bukan uang atau beras yang dulu
diterima, tetapi uang atau beras lain yang nilainya sarria.
Untuk membedakan dua macam "pinjarn" tersebut, maka DUA
yang disebutkanpertama kita namakan "pinjarn-pakai" dan MACAM
yang disebutkan terakhir "pinjam-rnerninjam". Dalam bahasa PINJAM
Belanda yang pertama dinamakan "bruikleen " sedangkan yang
terakhir dinamakan "verbruiklenin q" . Dalam Civil Code of the
Philippines juga pengertian "loan" diperbedakan dalam
"commodatum" (sama dengan pinjam-pakai) dan "simple loan
or mutuum" (sama dengan pinjam-meminjam) .
Untuk mengadakan perbedaan tersebut diatas juga dipakai
sebaqai kriterium bahwa dalam "pinjarn-pakai" barang yang
Bab ke XI dipinjam tidak habis atau musnah karena pemakaian, sedangkan
PINJAM -PAKAI dalain halnya "pinjam-merninjam" barang itu habis atau musnah
karena pemakaian .
Dalam bab ini kita bicarakan tentang perjanjian pmjarn-
pakai, sedangkan tentanq perjanjian pinjam-rneminjam akan
1. KETENTUAN-KETENTUAN UMUM .kita .bicarakan dalam bab yang berikutnya.
Definisi. Pinjam-pakai adalah sua tu ·perjanjian dengan Dalam pinjam-pakai ini pihak yangmeminjamkan tetap
mana pihak yang satu memberikan suatu barang kepada pihak menjadi pemilik dari barang yang dipinjamkan (pasal 1741).
DENGAN Sebagaimana akan kita lihat tidak demikianlah dalam perjanjian
yang lainnya untuk dipakai dengan cuma-cuma, dengan syarat
CUMA-
bahwa yang menerima barang ini, setelah memakainya atau pinjam-meminjam. Disitu barang yang dipinjam menjadi milik-
CUMA
setelah lewatnya suatu waktu tertentu, akan mengembalikari- nya orang yang meminjamnya .
nya (pasal 1740). Segala apa yang dapat dipakai orang dan tidak musnah
Dalam perkataan sehari-hari hanya dipakai istilah "pinjam" karena pemakaian, dapat menjadi bahan perjanjian pinjam-pakai
saja, tetapi kita menqetahui bahwa ada perbedaan antara (pasal 1742). Sudah diterangkan diatas bahwa menjadi kriterium IIIII

'meminjam sebuah mobil atau meja dengan meminjam uang dari pinjam-pakai ini bahwa barang yang dipinjam itu tidak
menghabis karena pemakaian, misalnyasebuah mobil atau meja.

118 119
Perjanjian pinjam-pak ai ini mer upakan con toh dari sua t u 2. KEWAJIBAN -KEWAJIBAN SI PEMINJAM.
perja njian sepihak ata u unilateral (dimana perkataan "sepihak" Siapa yang menerima pinjaman sesuatu, ' diwajibkan "BAPAK
ditujukan pada hanya adanya prestasi dad satu pihak saja ) , menyimpan dan memelihara barang pinjaman itu sebaqai ' RUMAH
sebagai lawan dari suatu perjanjian bertimbal-balik atau bilateral. . 'Y A NG
PINJAM seor ang bapak rumah yang baik.
BAlK"
PA~AI Sifatnya sepihak itu dinyatakan dengan rum usan " unt uk la .tidak boleh memakainya guna suatu keperluan lain,
DAN SE· dipakai dengan cuma-cuma ". Kalau pemakaian itu t idak denqa n selainnya yang sesuai dengan sifatnya barangnya atau yang
WA ME-
cuma-cuma , tetapi dengan pembayaran, bukan lagi perjan jian ditetapkan dalam perjanjian; kesemuanya atas ancaman peng-
NYEWA
pinjarn-pakai yang terjadi, ' tetapi perjan jian "sewa-menyewa ". gantian biaya, rugi dan bunga, jika ada alasan untuk itu,
Perikatan-perikatan yang terbit dari .perjanjian pinja m- Jika ia memakai barangnya pinjaman quna .suatu keperluan
pakai berpindah kepada para akhliwaris pihak yang meminjam- lain at au lebih lama dari .pada yang diperbolehkan, maka selain
kan dan para akhliwaris pihak yang meminjam. Namun jika dari pada itu ia adalah bertanggung-jawab atas musnahnya
suatu peminjaman telah dilakukan karena mengingat orangnya barangnya sekalipun musnahnya barang itu disebabkan karena
yang menerima pinjaman dan telah diberikan khusus kepada sua tu kejadian yang sam a-sekali tidak disengaja (pasal 1744).
orang tersebut secara pribadi, para akhliwarisnya orang ini Kewajiban men yimpan dan memelihara barang pinjaman
tidak dapa t tetap menikmati barang pinjarnan it u (pasal 1743) . seba gai seorang bapak rumah yang baik harus diartikan sebagai
Apa yang dikatakan dalam bagian pertama pasal1743 itu, kewajiban urituk menyimpan dan memelihara barang ter sebut
bahwa hak dan kewajiban yang timbul dari perjanjian pinjam - den gan minat yan g sama seperti terhadap barang miliknya
pakai itu berpindah kepada para akhliwaris dar i ked ua belah sendiri. Kewajiban seperti itu diletakkan juga, sebagaimana
pihak, adalah sesuai dengan asas umum dar i hukum perwarisan telah kita lihat, kepada seorang penyewa dan seorang penerima
yang menetapkan bahwa semua hak dan kewaj iban yang ada titipan ba ran g.
nilainya uang (aktiva dan -passiva) dar i seorang yang meninggal Seoran g yang diberikan sebu ah rumah tempat tinggal
diwarisi oleh sekalian akhliwarisnya . Namun apa bila suatu hak dalam pinjarn-pakai, tidak boleh memakainya sebagai bengkel,
atau suatu kewajibart ada hubungannya yang sangat era t sed angka n seo rang yang meminjam sebua h mobil untuk dipakai
dengan pribadi si meningga l, hak atau kewa jiba n itu t idak ke rumah sakit , tid ak boleh memakainya kesuatu tempat
hib uran . Apabila laran qan-laranqan ini dilanggar, maka si pernin-
beralih kepada akhliwarisnya. Begitu pu la apabila, seperti
jam bertanggung-jawab at as musnahnya barangnya , sekalipun itu
diterangkan dalam bagian kedua dari pasal tersebut diatas, diseb ab kan karena suatu peri stiwa yang sama-sekali tak disenqaja ,
peminjaman it u telah dilakukan karena mengingat oranqnya dan Menu rut istil ah hukum pe rjanjian, si peminjam dalam hal-hal
diberikan khusus kepada si. meninggal secara pribad i, maka tersebut memikul r isik o tentang barangnya , yang tadinya (sela-
perjanjian pinjam-pakai berakhir dan para akhliwaris berkewa- ma si peminjam mentaati perjanjian) dipikul oleh pemilik
jiban mengembalikan barangnya. Misalnya si meninggal diwaktu barang. Ini adalah suatu contoh dari apa yang .dalarn hukum PERA-
perjanjian din am akan : " peralihan risiko" yang diancamkan LIHAN
hidupnya, sebagai do sen diberika n sebuah mobil dalam pinjam-
kep ada pihak ya ng tidak mentaati suatu perjanjian . RISIKO
pakai oleh yayasan. Para akhliwaris harus ssketikamenqembali-
Jika bara ng ya ng dipinjam musnahkarena suatu kejadian
kan mobil terse but tanpa diperlukannya suatu pemberitahuan yang tak disenqaja , yanq mestinya dapat disingkiri seandainya
pengakhiran per janjiannya pinjarn-pakai, karena perjanjian ini
si peminjam telah me makai barangnya sendiri; atau jika hanya
sudah berakhir dengan sendirinya dengan men inggalnya si satu dari ked ua barang itu saja yang dapat diselamatkan, si
peminjam.

120 12 1
perninjarn telah memilih menyelamatkan dia punya barang untuk merribeli bensin atau menambalkan ban; maka tidak pada
sendiri, maka ia bertanggung-jawab tentang musnahnya barang tempatnya (tidak pantas) kalau ia minta ganti uang itu.
yang lainnya (pasal 1745). Dari ketentuan ini dapat kita lihat Tetapi kalau ia telah terpaksa membelikan sebuah ban baru,
bahwa undang-undang menghendaki, dalam hal si peminjam karena yang lama sudah tidak bisa dipakai laqi, rasanya tidak
dapat memakai barangnya pinjaman tetapi juga dapat memakai melanggar kepatutan kalau ia minta penggantian pengeluaran
barangnya sendiri, maka ia terlebih dahulu harus memakai ba- itu. Memang undang-undang dalam pasal 1748 itu juga memakai
, rangnya sendiri, sedangkan dalam hal ada bahaya mengancam perkataan "sementara biaya" yang dimaksudkan sebagai biaya
baik 'barangnya sendiri maupun barangnya pinjaman, ia harus yang tidak terlampau banyak.
terlebih dahulu menyelamatkan barangnya pinjaman. Jika beberapa orang bersama-sarna menerima satu barang
Jika barangnya pada waktu dipinjamkan, telah ditaksir . dalam peminjaman, ,maka mereka itu adalah masing-masing
harganya, maka musnahnya barang itu, biarpun ini terjadi untuk seluruhnya bertqnggung-jawab terhadap oran<;J , yang
karena suatu kejadian yang tak disenqaja. iadalah atas tanggungan memberikan pinjarnan .(pasal 1749) . Perkataan ."masing-masing
si peminjam, kecuali apabila telah diperjanjikan sebaliknya untuk seluruhnya" ditujukan pad a pertanggungan-jawab secara
(pasal 1746). Dari ketentuan ini dapat disimpulkan bahwa, "tanggung-menanggung" atau "solider", yang berarti bahwa
apabila barqngnya, ' sebelum diserahkan daiam pinjam-pakai, orang yang meminjamkan dapat -menuntut dari masinq-rnasinq
ditaksir dahulu harganya dihadapan kedua belah pihak, maka seluruh jumlah kerugian clan tidak usah mengumpulkan jumlah
itu dianggap sebagai petunjuk atau persangkaan bahwa si itu dengan menuntut dari masing-masing bagian mereka.
peminjam akan memikul risiko atas barangnya pinjaman. Kalau satu sudah membayar seluruh jumlah itu, maka yang
Jika baranqnya berkurang harganya hanya karena perna- lain-lainnya dibebaskan. Bagaimana pembagiannya diantara para
kaian untuk mana barang itu telah dipinjam, dan diluar kesa- peminjam itu, bukan urusan orang yang meminjamkan.
lahan si pemakai, maka si perninjam tidak bertanggung-jawab
tentang kemunduran itu (pasal 1747). Diatas telah kita lihat 3. KEWAJIBAN-KEWAJIBAN ORANG YANG MEMINJAMKAN.
bahwa jika barang dipakai dalam batas-batas yang ditetapkan Orang yanq meminjamkan tidak boleh meminta .kernbali LAMANYA
dalam perjanjian atau undang-undang, maka risiko atas barang batang yang dipinjamkan selainnya setelah lewatnya waktu WAKTU
dipikul oleh perniliknya (yang meminjamkan). Kalaupun risiko yang ditentukan, atau jika tidak ada ketentuan waktu yang PEMIN-
atas barang (yang mengandung kemungkinan musnah- , dernikian, setelah baranqnya dipakai atau dapat dipakai untuk JAMAN
nya barang) itu dipikul oleh pemilik baranq, apalagi soal keperluan yanq dimaksudkan (pasal '17 50 ), Ketentuan ini juga
kemunduran atau kernorosotan .harga yang disebabkan karena sudah sernestinya, karena maksudnya peminjaman adalah di-
pernakaian, sudah barangtentu itupun dipikul oleh pihak yang pakainya barangnya untuk suatu keperluan tertentu. Kalau
meminjamkan. barangnya, sebelumnya dipakai untuk keperluan ter sebut, sudah
Apabila si pemakai, untuk dapat memakai barangnya diminta kembali, sangat mungkin si peminjam menghadapi
BIAYA PE·
MAKAIAN
pinjaman, telah mengeluarkan sementara biaya, maka tak kesulitan yang lebih besar dari pada kalau ia tidak mendapat
dapatlah ia menuntutnya kembali (pasal 1748). Ketentuan ini
pinjaman barang itu. Namun, disebelah lain bisa juga terjadi
juqa sudah semestinya, karena pemberian dalam pinjarn-pakai
bahwa secara tak dapat diduga timbul suatu keadaan yang
selalu mengandung suatu kebaikan dari yang meminjamkan.
sangat mendesak dimana orang yang meminjamkan itu perlu
Kalau misalnya si peminjam . mobil telah mengeluarkan uang
mernakai sendiri -baranqnya . Dalam hal yang seperti itu, jika

122 123
si perninjam tidak suka mengembalikan barangnya secara
sukarela, harus diminta perantaraan Hakim, yang mengingat
keadaan, dapat memaksa si peminjam mengembalikan baranq- .
nya kepada orang yang meminjamkan . Hal ini diatur dalam
. pasal 1751, yang berbunyi : Jika namun itu orang yang
meminjamkan, didalam jangka-waktu tersebut, atau sebelum
kebutuhan si pemakai habis, karena alasan-alasan yang men -
desak dan sekonyong-konyong, memerlukan sendiri barangnya ,
maka Hakim dapat , mengingat keadaan, memaksa si pemakai
mengembalikan barangnya kepada orang yang meminjamkan-
nya .
BIAYA
. Pasal 1752 menetapkan : Jika si pemakai barang, selama
LUAR waktu 'peminjarnan, telah terpaksa mengeluarkan beberapa
BIASA biaya luar biasa yang perlu, yang sebegitu mendesaknya hingga
iatidak sempat memberitahukan hal itu sebelumnya kepada
orang yang merninjamkan, maka orang ini diwajibkan mengganti
biaya-biaya tersebut kepada si pemakai.
Akhirnya pasal 1753 menetapkan : Jika baranq yang
dipinjamkan mengandung cacad-cacad yang sedemikian, hingga
orang yang memakainya dapat dirugikan karenanya , maka
orang yang meminjamkan, jika ia mengetahui adanya eacad-
Bab ke XII
cacad itu dan tidak memberitahukannya kepada si pemakai ,
bertanggung-jawab tentang akibat-akibatnya . . PINJAM - MEMINJAM

1. KETENTUAN-KETENTUAN UMUM.
Deiinisi. Pinjam-meminjam adalah suatu perjanjian dengan
mana pihak yang satu memberikan kepada pihak yang lain
suatu jumlah tertentu barang-barang yang menqhabis karena
pemakaian, dengan syarat bahwa .pihak yang terakhir ini akan
mengembalikan sejumlah yang sama dari jeriis dan mutu yang
sama pula (pasal 1754).
Sebagaimana telah diterangkan dalam bab tentang pinjarn-
pakai, salah satu kriterium dalam membedakan antara pinjam-
pakai dan pinjam -merninjam adalah apakah barang yang dipin-

124 125

'I,li
jamkan itu menghabis karena pemakaian atau tidak . Kalau dalam menetapkan jumlah uang tebusan dalam soal gadai
BARANG ·
YANG
baranq yang dipinjamkan itu menqhabis karena pemakaian, tanah, tetapi kemudian utang-piutang . uan9 juga mendapat
MENGHA- itu adalah pinjam-meminjam. Dalam istilah "verbru ik -lening" perlakuan yang sama. Yurisprudensi tersebut mencerminkan
BIS KARE- yaitu nama dalam bahasa Belanda untuk perjanjian pinjam- suatu penqetrapan asas itikad baik yang harus di-indahkan
NA PEMA·
meminjam ini , perkataan "verbruik" berasal dari "verbruiken" . dalam hal pelaksanaan suatu perjanjian, seperti terkandung
KAIAN
yang berarti menghabiskan. Dapat juga -terjadi bahwa barang dalam pasal 1338 (3) B.W.
yang menqhabis karena pemakaian, diberikan dalam pinjam-
pakai, yaitu jika dikandung maksud bahwa ia hanya akan di- 2. KEWAJIBAN-KEWAJIBAN ORANG YANG MEMINJAMKAN.

pakai sebagai pajanqan atau dipamerkan . Orang yang meminjamkan tidak boleh meminta kembali
Berdasarkan perjanjian pinjam-meminjam it u , pihak yang apa yang telah dipinjamkannya, sebelum lewatnya waktu yang
.menerima pinjaman menjadi pemilik da ri baranq yang dipin- ditentukan dalam perjanjian (pasal 1759) .
jam; dan jika barang itu musnah, dengan cara bagaim anapun , Jika tidak telah. ditetapkan sesuatu waktu, Hakim ber-
. maka kemusnahan itu adalah atas tanggungannya (pasal1755), kua sa, apabila orang yang meminjamkan menuntut pengemba-
Karena si peminjam diberikan kekuasaan untuk mengha- lian pinjarnannya, menurut keadaan, memberikan sekedar ke-
biskan (memusnahkan) barangnya pinjarnan, maka sudah set e- longgaran kepada si peminjarn (pasal 1760). Kelonggaran ter-
patnya ia dijadikan pemilik dari barang itu . Sebagai pemilik ini sebut, apabila diberikan oleh Hakim, akan dicantumkan dalam
ia juga memikul segala risiko atas barang tersebut ; dalam halnya putusan yang menghukum si peminjarn untuk membayar
pinjam uanq, kemorosotan nilai uang itu. pinjamannya, dengan menetapkan suatu tanggal dilakukannya
Dalam halnya peminjaman uang, utang yang terjadi karena- pembayaran itu. Penghukuman membayar bunga moratoir juga
nya hanyalah terdiri' atas jumlah uang yang disebutkan dalam ditetapkan mulai tanggal tersebut dan tidak mulai dimasukkan-
perjanjian. Jika, sebelum saat pelunasan, terjadi suatu kenaikan nya surat gugat. Kalau orang yang meminjamkan, sebelum
atau kemunduran harga (nilai) : atau ada perubahan menqenai menggugat dimuka Hakim, sudah memberikan waktu secukup-
berlakunya mata-uanq, maka pengembalian jumlah yang dipin- nya kepada si perninjam, . maka tidak pada tempatnya lagi
jam harus dilakukan dalam mata-uang yang berlaku pada waktu kalau Hakim masih juga memberikan penqunduran . Jika per-
pelunasan, dihitung menurut harganya (nilainya) yang berlaku janjian pinjam uang itu dibuat dengan akte otentik (notaris),
pada saat itu (pasal 1756) . Dengan demikian maka untuk me- maka,jika itu diminta oleh pehggugat, Hakim harus menyatakan
netapkan jumlah - uang yang terutang, kita harus berpangkal putusannya dapat dijalankan lebih dahulu meskipun ada per-
pad a jumlah yang disebutkan dalam perjanjian , mohonan banding atau kasasi .
Dalam hubungan menetapkan jumlah uang yang harus Jika telah diadakan perjanjian, bahwa pihak yang telah
dibayar oleh si berutang dalam perjanjian-perjanjian sebelum meminjam sesuatu barang atau sejumlah uang, akan menqern-
YURIS-
Peranq' Dunia ke Il, terdapat suatu yurisprudensi Mahkamah balikannya bilamana ia . mampu untuk itu,maka Hakim,
PHUDEN-
Agung yang terkenal, yang mengambil dasar un t uk penilaian mengingat keadaan, akan- menentukan waktunya pengembalian
kembali jumlah yang terutang itu : harga emas sebelum perang (pasal 1761) .
SI MAH·
KAMAH dibandinqkan dengan harga emas sekarang, namun risiko tentang . Penilaian tentang bilamana si perninjarn marnpu, selainnya '
AGUNG kemorosotan nilai mata-uang itu dipikul oleh masing-masing sangat subyektip, adalah sangat sukar. Dalam menghadapi
pihak separoh . Mula-rnula putusan-putusan seperti itu diambil janji seperti itu, Hakim akan menetapkan suatu tanggal pe m-

126 12?
bayaran sebagaimana dilakukan terhadap suatu perjanjian yang menghabis karena pemakaian . Bunga yang diperjanjikan atas
tidak mencantumkan suatu waktu tertentu. peminjaman beras atau gandum, lajimnya juga berupa beras
Akhirnya undanq-undanq menetapkan ketentuan pasal atau gandum, meskipun tidak dilarang untuk menetapkan
1753 (tentang pinjarn-pakai) berlaku terhadap pinjam·meminjam, bunganya berupa uang.
(lihat di bawah pinjam-pakai, halo 124). Dengan sendirinya Siapa yang telah me ne rima pinjaman dan membayar BUNGA
ketentuan tersebut hanya berlaku dalam hal yang dipinjamkan bunga yang tidak telah diperjanjikan , tidak bo1eh menuntutnya
kembali maupun kemudian menguranginya dari jum1ah pokok, .
YANG
TIDAK
r
itu barang (bukan uang) seperti : beras, gandum, gula, bensin
DIPERJAN·
dan lain-lain barang yang menghabis karena pemakaian. kecuali apabila bunga yang dibayar itu me1ebihi bunga menurut JIKAN
undang-undang ; da1am ha1 mana uang yanq te1ah dib ayar selebih-
3. KEWAJIBAN·KEWAJIBAN SI PEMINJAM. nya bo1eh dituntut ' kembali atau dikurangkan dari jum1ah
Orang yang menerima pinjarnan sesuatu diwaiibkan me - pokok.
mengembalikannya dalam jumlah dan keadaan , yang sama , Pembayaran bunga yang tidak te1ah diperjanjikan tidak
dan pada waktu yang ditentukan (pasal 1763) . Bila tidak telah mewajibkan si berutang untuk membayarnya seterusnya ; tetapi
ditetapkan sesuatu waktu, maka Hakim berkuasa memberikan bunga yang telah diperjanjikan harus dibayar sampai saat
kelonggaran, menurut ketentuan pasal 1760 yang sudah kita pengembalian atau penitipan uang-pokoknya, biarpun pengem-
bicarakan diatas sewaktu kita membahas kewajiban-kewajiban balian atau penitipan ini dilakukan sete1ah 1ewatnya waktu
oranq yang meminjamkan . utangnya dapat ditagih (pasa1 1766). Menurut pasa1 ini, bunga
Jika si peminjam tidak mampu mengembalikan barang yang terlanjur dibayar meskipun tidak ada perjanjian ten tang
yang dipinjamnya dalam jumlah dan keadaan yang sama, maka bunga, dapat diminta kembali sekadar me1ebihi "bunga menurut
ia diwajibkan mernbayar harganya, dalam halmana , harus undang-undang". Dengan ini dimaksudkan bunga sebesar enam
diperhatikan waktu dan tempat dimana barangnya, menurut prosen setahun menurut Staatsb1ad (Lembaran Negara) tahun
perjanjian, harus dikembalikan . Jika waktu dan tempat ini 1848. No . 22.
tidak telah ditetapkan, harus diambil harga barang pada waktu Jika te1ah diperjanjikan bunga , maka bunqa ini harus dibayar
dan ditempat dirnana pinjaman telah terjadi (pasal 1764) . sampai saat pengembalian atau "penitipan" uang-pokoknya.
Yang biasa adalah bahwa barang pinjaman harus dikembalikan Dengan "penitipan" ini dimaksudkan penitipan uang yang
ditempat dimana pinjaman telah terjadi, yang adalah juga terjitanq itu dikepaniteraan Pengadi1an Negeri atau kepada
tempat dimana barang itu telah diterima oleh si , perninjarn . seorang pihak ketiga, sete1ah uang itu oleh seorang jurusita
Oleh karena itu rnaka sudahlah tepat bahwa pasal 1764 atau notaris yang bertindak atas suruhan si berutang, ditawar-
tersebut menetapkan bahwa, dalam halnya tidak terdapat kan kepada orang yang meminjamkan tetapi dito1ak.
penunjukan tempat pengembalian, harus diambil tempat dimana Ad a bunga menurut undang-undang dan ada yang ditetap- BUNGA
MENURUT
pinjaman telah terjadi, dalam menetapkan harga barang yang kan dalam perjanjian. UNDANG-
harus dibayar oleh si perninjam . Bunga menurut undang-undang ditetapkan da1am undanq- UNDANG
undang. Bunga yang diperjanjikan boleh me1ampaui bunga
4. MEMINJAMKAN DENGAN BUNGA. menurut undang-undang , da1am sega1a ha1 yang tida k dilarang
Pasal 1765 menyatakan bahwa adalah diperbolehkan mern- oleh undang-undang .
perjanjikan bunga atas peminjaman uang atau lain barang yang

' 128 ' 129


Besarnya bunga yang diperjanjikan dalam perjanjian harus Akhirnya dalam hal pmjarn uang dengan bunga itu oleh
ditetapkan secara tertulis (pasal 1767). pasal 1769 ditetapkan bahwa bukti pembayaran uang-pokok
Berapa besarnya bunga menurut undang-undang, sudah dengan tidak menyebutkan sesuatu apa mengenai bunga ,
kita lihat diatas, yaitu enam prosen setahun. Bunga ini juga memberikan per sangkaan tentang sudah pula dibayarnya bunga
dinamakan "bunga m ora toir", dimana perkataan "moratoir " itu, dan si berutang dibebaskan dari pada itu. Dari ketentuan
itu berarti kelalaian, sehinqqa itu berarti bunga yang harus ini dapat kita simpulkan bahwa, apabila seorang kreditor mem-
dibayar karena debitor lalai membayar utangnya. Di Neqeri ' berikan tanda pe mbayaran yang sah tentang telah dibayarnya
Belanda . bunga moratoir itu sekarang adalah delapan prosen uanq-pokok , dianggap bahwa bunga-bunga yang terutang juga
setahun. sudah dibayar . Jika seb enarn ya tidak dernikian, itu menj adi
Sampai berapa besarnya "bunga yang diperjanjikan" tidak beban bagi kreditor untuk membuktikannya.
disebutkan , hanyalah dikatakan : asal tidak dilarang oleh
WOEKER · undang-undang. Pernbatasan terhadap bunga yang terlampau
ORDO-
NANTIE
tinggi hanya kita kenal dalam bentuk "Woeker-ordonnantie
1938", yang dimuat dalam Staatsblad (Lembaran Negara)
tahun 1938 No. 524, yang menetapkan bahwa, apabila antara
kewajiban-kewajiban bertimbal-balik dari kedua belah pihak,
dari semula terdapat suatu ketidak-seimbangan yang luar biasa, '
sedangkan satu pihak berbuat karena kebodohan dan keadaan
terpaksa, yang telah disalah-gunakan oleh pihak-lawannya,
maka si berutang dapat meminta kepada Hakim untuk menurun-
kan bunga yang telah diperjanjikan ataupun untuk mernbatal-
kan perjanjiannya. Melihat bunyinya peraturan tersebut,' kira-
nya sangat sukar apabila kedua pihak adalah pedagang atau
usahawan, untuk mengettapkan Woeker -ordonnantie tersebut,
karena sulit untuk mengatakan bahwa salah satu telah berbuat
karena kebodohan dan keadaan terpaksa .
Juga dalam lingkungan Hukum Adat, dapat kita lihat
suatu yurisprudensi tetap dari Mahkamah Agung, yang mene-
YURIS·
tapkan bahwa besarnya suku bunga pinjaman adalah sebagai-
PRUDEN·
mana yang telah diperjanjikan bersarna (Lihat a.1. putusan
SI MAH·
Mahkamah Agung tanggaI22-7 -1972 No. 289 K/SipIl972).
KAMAH
Jika orang yang meminjamkan telah memperjanjikan bunga
AGUNG
dengan tidak menetapkan berapa besarnya, maka si penerima
pinjaman diwajibkan membayar bunga menurut undang-undang
(pasaI1768).

130 131
11
,"

"

Perjanjian yang tersebut pertama diatur didaiam Kitab


Undang-Undang Hukum Dagang. Demikianlah bunyi pasal
1774 yang menerangkan tentang apa yang dinamakan "perjan-
jian untung-untungan" itu.
Dari bunyi pasal tersebut dapat disimpulkan bahwa ad~
kernunqkinan terdapat lebih dari dua pihak yang terlibat dalam .
"perbuatan" tersebut. Selanjutnya dapat kita lihat hasil menge-
nai "untung-rugi" digantungkan pada suatu "kejadian yang
belum tentu". Dicantumkannya perkataan "sementara pihak"
adalah tidak tepat, k,arena setiap pihak yang melibatkan diri
dalam "perbuatan'" tersebut, dapat memperoleh keuntungan
atau menderita kerugian dari peristiwa yang belum tentu itu.
Peristiwa ("evenement") ini beraneka-ragam : meninggalnya
seorang, kecelakaan, kernenanqan sebuah team sepak-bola,
" dan lain -lain.
Karena perjanjian yang dalam pasal 1774 disebutkan
pertama (pertanggungan atau asuransi) diatur dalam Kitab
Undanq-Undanq Hukum lJagang dan lajimnya juga dimasukkan
dalam mata-kuliah tentang Hukum Dagang, maka disini hanya
akan kita bicarakan dua perjanjian yang lainnya, yaitu :'
"bunga cagak hidup" dan "perjudian dan pertaruhan".

2. BUNGA CAGAK HIDUP.*)


Bab ke XIII
Bunga caqak-hidup ("lijfrente", "life annuity") dapat
PERJANJIAN UNTUNG-UNTUNGAN " LlJF -
dilahirkan dengan suatu perjanjianatas beban, atau dengan RENTE"
suatu akte hibah. Ada juga bunga caqak-hidup itu diperoleh
1. DEFINISI. dengan suatu wasyat (pasal1775).
,.., . 'Suat u perjanjiatt untunq-untunqan '{,'ij(ans-overeenkomSt ri , Sua tu perjanjian "atas beban " adalah sua tu perjanjian
bertimbal-balik, yaitu suatu perjanjian dimana prestasi dari
KEJADIAN "aleatory contract"} adalah suatu perbuatan yarig hasilnya,
YANG
pihak yang satu adalah imbalan dari prestasi pihak yang lain-
menqenai . untung-ruginya, baik bagi sernua pihak, maupun nya. Lawannya adalah suatu perjanjian "denqan curna-curna "
BELUM
TENTU bagi sementara pihak, bergantung kepada suatu kejadian yang yaitu suatu perjanjian dimana prestasi qp:~erikan tanpa irnbalan
belum ten tu. kontra-prestasi, Coritohnya adalah penghibahan . Menurut pasal
tsemikianlah adalah : 1775 tersebut cagak-hidup itu dapat dilahirkan dengan suatu
perjahjian pertanqqunqan perjanjian bertimbal-balik atau dengan suatu penghibahan.
.'. . ..
bunga cagak hidup '; Bahkan disebutkan bahwa cagak-hidup dapat pula diperoleh
perjudian dan pertaruhan. * ) Perjanjian ini d alam pra ktek su dah lanqka . Orang lebih suk a m endepositokan
sejumlah uang pada sua tu bank dengan mend apat bunga .

132 133
dari suatu wasyat, yaitu suatu perbuatan sepihak (bukan orang ketiga itu pendek usianya,'!\untunglah 'pihak yang mem-
perjanjian) yang baru mempunyai kekuatan apabilasi pembuat- berikan cagak-hidup. Dengan "pirijarnan" dimaksudkan jumlah
nya s_udah meninggal dan sebelum itu setiap waktu dapat di- uang yang diberikan sekaligus ole h ofang yang akan menerima
tarik kembali atau dirobah. bunga caqak-hidup.
Apabila cagak-hidup itu diadakan dengan suatu perjanjian Segala bunga cagak-hidup yang Cliadakan atas badan se-
KEBALlK · bertimbal-balik, maka ia merupakan kebalikannya dari sua tu orang yang telah meninggal pada har~dibuatnYa perjanjian ,
AN OARI
perjanjian pertanggungan (asuransi) jiwa. Kalau dalam pertang- adalah tak berdaya. . Demikianlah pasal l' 779. Tak berdaya ber-
ASURANSI
J IWA
gungan jiwa ini satu pihak menyanggupi untuk tiap waktu arti tidak mempunyai kekuatan atau ba al dari semula (batal
tertentu (biasanya tiap bulan) membayar suatu angsuran (premi) demi hukum). Ketentuan tersebut sudah\ semestinya, sebab
sampai ia meninggal atau sampai suatu waktu tertentu, sedang- perjanjian kehilangan salah satu unsur pokoknya, yaitu orang
kan pihak yang lainnya (sua tu maskapai asuransi) menyanggupi yang hidupnya menentukan jalannya p~~rjanjian.
untuk mernberikan suatu jumlah uang pada waktu pihak per- Bunga caqak-hidup dapat diadakan dengan perjanjian
tama (atau orang lain yanq ditunjuk olehnya) meninggal atau bunga yang sedemikian tingginya, sel:,\agaimana ditetapkan
setelah lewatnya suatu waktu tertentu, maka dalam perjanjian menurut kehendak para pihak sendiri (pasal 1780). Penetapan
cagak-hidup sat u pihak menyanggupi untuk sekaligus memberi- "bunga" yaitu besarnya tunjangan berkalajyanq akan diberikan
kan suatu jumlah uang, sedangkan pihak yanq lainnya menyang- kepada si penerima caqak-hidup memang ti;d k perludicampuri
gupi untuk tiap-tiap kali tertentu (tiap bulan atau tiap tahun) oleh undang-undang dan dapat diserahkan lls<>penuhnya kepada
memberikan suatu tunjangan kepada pihak pertama sampai ia "bargaining" antara para pihak. Dalam hal it~ ~entunya keadaan
meninggal. Seorang yang mengadakan suatu perjanjian cagak- kesehatan orang yang atas badannya diad:~k m bunga cagak-
hidup dapat dipersamakan dengan seorang yang mengadakan hidup, merupakan bahan pertimbangan yanq penting dalam
sebuah "dana-pensiun" bagi dirinya sendiri atau bagi seorang menetapkan jumlah "uanq-pokok" dan,' "bu ga" tersebut.
lain yang diberikan kenikmatan atas bunga tersebut . Kalau la Orang untuk siapa telah diadakan ~uatu bunga cagak-
mencapai usia panjang, maka beruntunglah ia, atas kerugian hidup atas beban, dapat menuntut pembatah,. n perjanjian ,
pihak-lawannya; sebaliknya kalau ia tidak panjang umur, jika si berutang tidak memberikan kepadanya j tminan yang
beruntunglah pihak-lawannya. Disitulah letaknya unsur untung- telah diperjanjikan. Jika perjanjian dibatalkan, si berutang
untunqandalam perjanjian cagak-hidup itu. diwajibkan membayar bunga yang telah dipsrj .anjikan, yang
Pasal 1776 mengatakan : Bunga cagak-hidup dapat diada- menunggak, sampai pada hari dikembalikannya uang-pokok
kan atas badan orang yang memberikanpinjaman atau atas (pasal 1781). Menurut pasal ini diperbolehkan l'iahwa orang
badan oranq yang diberikan kenikmatan atas bunga tersebut, yang akan menerima cagak-hidup minta dibsrikan.nya jaminan
atau pula atas badan seorang pihak ketiga, meskipun orang ini oleh pihak yang akan memberikan cagak-hidup it u bagi dipe-
tidak mendapat nikmat dari padanya. Dari pasal tersebut dapat nuhinya kewajibannya. Jaminan yang dernikian da'! at berupa
kita lihat bahwa diperbolehkan untuk memakai usia seorang hipotik, qadai ataupun jaminan peroranga1 Apabi\\ jaminan
pihak ketiga sebagai faktor yang menentukan untung -rugi yang sudah dijanjikan itu tidak diberik~' maka erhaklah
antara kedua pihak yang mengadakan perjanjian cagak-hidup; orang yang akan menerima cagak-hidup itu enuntut p mbatal-
apabila orang ketiga itu mencapai usia panjang, untunglah an perjanjiannya bunga cagak-hidup . Jika erjanjian it;u dibatal-
orang yang menerima cagak -hidup, tetapi sebaliknya apabila kan, maka uang-pokok harus dikembali an. Dalano hal ini

134
dahulu, maka hak atas angsuran yang sedianya harus dibayar,
bunga yang sudah tiba wakf~nya tetap harus diberikan sampai
pada saat dikembalikannya uang-pokok tersebut. baru diperoleh mulai hari pembayaran itu sedianya harus di-
Penunggakan pembayaran bunga cagak-hidup yang sudah lakukan (pasal 1785). Pasal ini kiranya tidak memerlukan
dapat ditagih, tidaklah/ memberikan hak kepada si pemungut penjelasan, karena dengan sendirinya jumlah bunqa yang harus
dibayar itu dihitung menurut lamanya hidupnya orang yang
bunga untuk memin~ kembali uanq-pokoknya atau barang
yang telah diberika untuk dapat menerima bunga itu ; atas badannya .diadakan bunga cagak-hidup.
ia hanya berhak m untut si berutang tentang pembayaran Tidaklah diperbolehkan memperjanjikan bahwa suatu
bunga yang harus eJibayar dan menyita kekayaan si berutang bunga cagak-hidup tidak akan tunduk pada suatu penyitaan,
untuk mengambil pelunasan dari padanya, pun pula meminta kecuali apabila bunga cagak-hidup itu telah diadakan dengan
I .
diberikannya jaminari' untuk bunga yang sudah dapat ditagih cuma-cuma (pasal 1786). Untuk mengerti maksud pasal ini
(pasal 1782). harus dibayangkan timbulnya suatu persengketaan antara si
Penunqqakan pembayaran bunga cagak-hidup yang sudah pemberi dan si penerima bunga cagak -hidup, dimana pihak yang
dapat ditagih, sebenJlnya merupakan wanprestasi yang menurut pertama menggugat pihak yang terakhir tentang suatu piutang
asas umum dala nr) 'hukum perjanjian, dalam halnya suatu dan mengadakan penyitaan atas harta -kekayaan si penerima
perjanjian bertimb i-balik, memberikan alasan untuk penuntut- caqak -hidup. Dalam "harta-kekayaan" tersebut termasuk hak-
an pembatalan ~rj anjiannya (menurut pasal . 1266 B.W.). nya untuk menerima bunqa cagak -hidup. Penyitaan itu tidak
Dengan demikia IImaka ketentuan pasal 1782 itu merupakan boleh dihalang-halangi oleh adanya perjanjian antara si pernberi _
suatu kekecualia terhadap asas tersebut. Mungkin yang menjadi dan si penerima bunga cagak-hidup bahwa bunqa cagak-hidup
itu tidak- boleh disita, sebab perjanjian yang demikian tidak
pertimbangan mbuat undang-undang adalah bahwa pernbatal-
an akan dirasa an sangat berat oleh pihak pemberi cagak-hidup boleh diadakan menurut pasal 1786 tersebut. Namun, apabila
cagak -hidup itu telah diberikan dengan cuma-cuma, bolehlah
apabila ia s ah lama memberikan cagak-hidup itu sehingga
diadakan perjanjian seperti itu. Barangkali pertimbangan
sudah banya ~ uang telah dikeluarkan.
undang-undang adalah, bahwa perjanjian seperti itu (dalam
Selanj nya pasal 1784 menetapkan : Tak dapatlah si
halnya caqak -hidup yang diberikan dengan cuma-cuma) sesuai
berutang e:nbebaskan diri dari pembayaran bunga cagak-
dengan makna pemberian dengan curna-cuma atau hibah .
hidup, deng lA menawarkan pengerribalian uang-pokoknya dan
dengan berj!~ji tidak akan menuntut pengembalian bunga yang
Dengan perkataan lain : boleh diadakan penyitaan atas harta-
" ,
telah dibayarnya: ia diwajibkan terus membayar bunganya kekayaan si penerima hibah itu, tetapi pemberian bunga cagak-
seIama hidapnya orang yang atas badannya telahdiadakan hidup haru s tet ap berjalan terus,
bunga itu ,pagi dirinya. Dengan ketentuan ini mungkin dimak- Si pemungut bunga tidaklah dapat menagih bunga yang
sudkan u~1tuk melindungi si penerima bunga cagak-hidup, sudah harus diba yar, selainnya dengan menyatakan ten tang
yang den t n susah-payah telah berhasil mengamankan hidupnya masih hidupnya orang yang atas badannya telah diadakan
dihari t ~ dengaA pengadaan semacam pensiun itu. bunga cagak -hidup (pasal 1787). Pasal ini adalah cukup jelas.
Si p,emilik suatu bunga cagak-hidup hanyalah berhak atas
bunga menurut irhbangan jumlah hari hidupnya orang yang
atas adannya telAh diadakan bunga cagak-hidup itu ; jika
itu, menurut perjanjian, bunganya harus dibayar terlebih

13 137
3. PERJUDIAN DAN PERTARUHAN.
instansi-instansi resmi atau badan-badan amal dengan ijm
Baik dalam perjudian dan pertaruhan, hasil tentang Pemerintah, dianggap sudah hilang sifatnya melanggar kesusila-
untunq atau rugi digantungkan pada suatu kejadian yang be1um an dan tidak lagi tunduk pada ketentuan-ketentuan yang telah
tentu . Perbedaannya adalah bahwa dalam perjudian tiap-tiap dibicarakan disini.
. pihak mengambil bagian atau ikut-serta dalam permainan yang Seterusnya dikatakan oleh pasal 1790 : Tidaklah diper-
hasilnya akan menentukan untung atau rugi tersebut, sedangkan bolehkan untuk menyingkiri berlakunya ketentuan-ketentuan
dalam pertaruhan mereka berada diluar permainan tersebut, kedua pasal yang lalu, dengan jalan perjumpaan utang .
malahan ada kalanya tidak ada sesuatu yang dinamakan per- Maksud pasal -pasal tersebut diatas , adalah .jelas . Seteiah
mainan tetapi hanya ada suatu kejadian saja. Selanjutnya dalam dinyatakan tentang tidak diberikannya tuntutan hukum menge-
perjudian hasil dari permainan tersebut selalu hampir seluruh- nai utang yang terjadi karena perjudian atau pertaruhan,
nya tergantung pada nasib dan tidak pada kepandaian mereka, diadakan kekecualian terhadap pertaruhan atas permainan
sedangkan dalam pertaruhan tidak usah demikian. olah raga. Perkataan "utang yang terjadi karena perjudian "
PERJUDIAN Perjudian adalah misalnya main kartu (yang hasilnya harus ditafsirkan secara sempit, dalam arti bahwa utang itu
lebih banyak tergantung pada nasib dari .pada tergantung pada terjadi dirneja perjudian , sehingga tidak boleh dimasukkan
kepandaian) dimana tiap pihak ikut dalam permainan itu didalamnya pinjaman yang dibuat seorang untuk dipakai ber-
dengan mengambil kartu dan mernainkannya, sedangkan per- judi,
taruhan adalah misalnya menaruh atas menang atau kalahnya Seorang yang secara sukarela telah membayar kekalahan-
suatu team sepak-bola dalam suatu pertandingan . Apakah nya, sekali-kali tak diperboiehkan menuntutnya kembali, ke-
permainan roulet dan jackpot tergolong perjudian atau per- cuali apabila dari pihaknya si pemenang telah dilakukan ke- I
taruhan . dapat dipersoalkan , namun menurut pendapat kami curangan atau penipuan (pasal 1791). Seoranq yang dengan I

dua-duanya termasukdalam perjudian, karena para pihak sukarela mernbayar utang yang terjadi karena perjudian itu IIII!I

ikut-serta dalam permainan yang hasilnya akan menentukan dikatakan telah memenuhi suatu "perikatan alam " atau sua t u "PERIKAT-
untung-rugi mereka . Dalarn Civil Code of the Philippines, " perikatan bebas" yang dalam bahasa Belanda din amakan AN ALAM"
perjudian dan pertaruhan tersebut kedua-duanya dinamakan "natuurlijke verbintenis " , yaitu suat u per ikatan sebagaimana
"gam bling" . dimaksudkan oleh pasal 1359 ~2) B.W.
Menurut pasal 1788, undang-undang tidak memberikan
suatu tuntu tan hukum dalam halnya suatu utang yang terjadi
karena perjudian atau pertaruhan.
Dalarn hubungan itu pasal 1789 mengatakan : dalam
ketentuan tersebut diatas namun itu tidak termasuk perrnainan-
I
permainan yang dapat dipergunakan untuk olah-raga, seperti II
mainanggar, lari cepat dan lain sebagainya . Meskipun demikian,
Hakim dapat menolak atau mengurangi gugatan, apabila uanq -
nya taruhan, menurut pendapatnya , lebih dari sepantasnya.
UNDIAN Undian atau lotere, menurut sifatnya , juga termasuk
pengertian perjudian, tetapi undian-undian yang diadakan oleh
IIII

I
138 139 I
1

jl
II
lenggarakan suatu urusan" adalah melakukan suatu "perbuatan I 1

PERBU· I
hukum", yaitusuatu perbuatan yanq mernpunyai atau "rnene-
ATAN
lorkan" suatu "akibat hukum", Kalau seorang, karena ia sendiri HUKUM
1

berhalangan mengunjungi suatu resepsi, menyuruh temannya


untuk mewakilinya, maka itu bukan suatu pemberian kuasa
dalam arti yang sedang kita bicarakan ini.
Oranq yang telah dibe~ikan kuasa (ia dinamakan "juru-
kuasa" atau juga "kuasa" saja) melakukan perbuatan hukum
tersebut "atas narna" orang yang memberikan kuasa atau juga
"ATAS
dikatakan bahwa ia "mewakili" si pemberi kuasa . Artinya ada-
NAMA"
lah : bahwa apa yang dilakukan itu adalah "atas tanggungan" ATAU
si pemberi kuasa dan segala hak dan kewajiban yang timbul dari "MEWA·
perbuatan yang dilakukannya itu menjadilah hak dan kewajiban KILl"
orang yang memberi kuasa . Atau bahwa, kalau yang dilakukan
itu berupa membuat (menutup) suatu perjanjian, maka si
pemberikuasalah yanq menjadi "pihak" dalam perjanjian itu.
Kuasa dapat diberikan dan diterima dalam suatu akte
umum, dalam suatu tulisan dibawah tangan, bahkan dalam
sepucuk surat ataupun dengan lisan. Penerimaan suatu kuasa
dapat pula terjadi secara diam-diam dan disimpulkan dari
pelaksanaan kuasa itu oleh si kuasa (pasal 1793). Dari ketentuan
Bab ke XIV ini dapat kita lihat bahwa pemberian kuasa itu adalah bebas
dari sesuatu bentuk-cara (formalitas) tertentu; dengan perkata-
PE!VIBERIAN KUASA
an lain, ia adalah suatu perjanjian konsensual, artinya : sudah
mengikat (sah) pada detik tercapainya sepakat antar a si
pemberi dan sipenerima kuasa.
1. DEFINISI.
. '- Sebagaimana telah kita lihat, pemberian kuasa itu mener- BERBAGAI
Pernberian kuasa adalah suatu perjanjian dengan mana
. seorang mernberikan kekuasaan (wewenang) kepada seorang bitkan "perwakilan ", yaitu adanya seorang yang mewakili SUMBER
PERWA-
lain, yanq rnenerimanya, untuk at as namanya menyelenggarakan orang lain untuk melakukan suatu perbuatan hukurn . Perwakil-
KILAN
an seperti itu ada juga yang dilahirkan oleh atau menemukan
suatu Jrusan (pasal1792). -
Dalarn jaman yang penuh kesibukan sekarang ini , sering - sumbernya pada uridang-undang, misalnya orangtua atau wall
kali orang tidak sempat menyelesaikan sendiri urusan-urusan- .yanq mewakili anak belum dewasa yang berada dibawah
nya. Oleh karena itu ia memerlukan jasa orang lain untuk kekuasaan ctanqtua atau dibawah perwalian , direksi dad
menyelesaikan urusan-urusan itu. Orang ini lalu diberikannya suatu perseroan yanq mewakili perseroannya , dan lain sebaqai- I

kekuasaan atau wewenang untuk menyelesaikan urusan-urusan . nya. Dengan demikian ada perwakilan yang dilahirkan oleh I

suatu peciJ~njian dan ada yang dilahirkan oleh undang-undang.

140
tersebut atas namanya. Yang dimaksudkan dengan "menye-

141
I
I!

ii
Kekuasaan atau wewenang yang diberikan untuk melaku- kebiasaan, sehingga keadaannya berobah menjadi sebaliknya:
kan perbuatan hukum atas nama orang lain itu dalam bahasa yang umum adalah memakai imbalan atau upah, kecuali
"VOL-
Belanda dinamakan "volmacht", dalam bahasa Inqqrisdinama- kalau sudah disepakati bahwa kuasa itu diterima dan akan
MACHT"
kan "power of attorney". Tidak semua perbuatan hukum dijalankan dengan cuma-cuma. Dalam hal ini maka apa yang
dapat dikuasakan kepada orang lain untuk melakukannya; ditentukan oleh -pasal 1875 dari Civil Code of the Philippines,
yang sangat erat hubungannya dengan pribadi seseorang tidak yang berbunyi : "Agency is presumed to be for a compensation,
dapat dikuasakan kepada cirang lain, misalnya membuat surat unless there is proof to the contrary " lebih tepat, karena
wasiat (testament) atau memberikan suara dalam rapat anggota mencerminkan keadaan sekarang. Dalam pada itu, pasal 411
suatu perkumpulan. Namurr untuk melanqsunqkan suatu per- yanq ditunjuk oleh pasal 1794 tersebut, berbunyi sebagai
kawinan diberikan kemungkinan, jika ada alasan penting, berikut : Semua wali, kecuali bapak atau ibu dan kawan-wali,
dengan ijin Presiden, untuk mewakilkan kepada seorang diperbolehkan memperhitungkan sebaqai upah tiga per seratus
wakil yang dengan akte otentik khusus dikuasakan untuk itu daripada semua pendapatan, dua per seratus daripada semua
(pasal 79 , Kitab Undang-Undang Hukum Perdata). Berhubung pengeluaran dan satu setengah per seratus daripada jumlah-
denqan ketentuan ini, harus pula dianggap mungkin untuk jumlah uang modal yan9 mereka terima, kecuali mereka
mewakilkan pembuatan perjanjian perkawinan kepada seorang lebih suka menerima upah yang kiranya disajikan bagi mereka
kuasa, yaitu kepada orang yang diberikan kuasa untuk me- dengan surat wasyat atau dengan akte otentik tersebut dalam
langsungkan perkawinannya tersebut. pasal 335; dalarn hal yang demikian mereka tidak boleh
Pemberian kuasa terjadi dengan cuma-cuma, kecuali jika memperhitungkan upah yang lebih.
Pemberian kuasa dapat dilakukan secara khusus, yaitu me- KUASA
diperjanjikan sebaliknya. Jika dalam hal yang terakhir, upahnya KHUSUS
tidak ditentukan denqan tegas, maka si kuasa tidak boleh ngenai hanya satu kepentingan tertentu atau lebih, atau secara
DAN
meminta upah yang lebih dari pada yang ditentukan dalam umum, yaitu mellputi segala keperitinqan si pemberi kuasa. UMUM
pasal 411 untuk seorang wall (pasal 1794). Pemberian kuasa yang dirumuskan dalam kata -kata urnum ,
Ketentuan pasal terse but dapat dikatakan sudah usang, hanya meliputi perbuatan-perbuatan pengurusan .
karena berasal dari hukum Romawi, yang dilahirkan dalam Untuk mernindah-tanqankan benda-benda atau untuk
jaman dimana oranq yang diberikan kuasa itu biasanya me- meletakkan hipotik atas benda-benda itu, atau lagi untuk
lakukan suatu jasa dengan cuma-cuma untnk kepentingan membuat suatu perdamaian , ataupun sesuatu perbuatan lainnya
seorang kawan. Keadaan sudah berobah, karena sekaranq orang yang hanya dapat dilakukan oleh seorang pemilik, diperlukan
yang menyelenggarakan suatu urusan untuk orang lain , justru pemberian kuasa denqan :kata -kata yang tegas . Demikianlah
biasanya menjalankan pekerjaan itu denqan perjanjian akan bunyi dari pasal-pasal 1795 dan 1796 .
menerima upah. Kalau orang memberikan kuasa kepada seorang Untuk melakukan perbuatan-perbuatan tertentu; diperlu-
pengacara untuk menquruskan suatu perkara, ia harus tahu kan pemberian kuasa khusus yang menyebutkan perbuatan
bahwa pengacara itu melakukan pekerjaannya tidak dengan yang harus dilakukan, yaitu misalnya untuk menjual sebuah
cuma-cuma, tetapi hanya dengan menerima imbalan, upah rumah, untuk mencarikan seorang partner dalam usaha per -
atau honorarium" yang biasanya m~lahan ditetapkan lebih dagangan, dan lain sebagainya . Pemberian suatu kuasa urnurn
dahulu sebelum ia menerima kuasa yang diberikan. Boleh hanya , memberi kewenan.gan untuk melakukan perbuat-
dikatakan bahwa pasal 1794 itu sudah disingkirkan oleh suatu an-perbuatan pengurusan (bahasa Belanda: "beheren"),

142 14:3
misalnya terhadap perusahaannya si pernberi kuasa untuk suatu tuntutan hukum terhadap orang belumdewasa, selainnya
me nqurus perusahaan itu dan sekali-kali tidak bo leh menjual menurut ketentuan-ketentuan umum mengenai perjanjian-
perusahaan itu. Dengan sendirinya pemberian kuasa yntuk perjanjian yang diperbuat oleh orang belumdewasa, dan ·
menqurus sebuah toko, meliputi kekuasaan untuk menjual terhadap oranq perempuan yang bersuami iapun tidak mern-
barang-barang daqanqan yang berada dalam toko itu dan punyai tuntutan hukum, selainnya menurut 'aturan-aturan yang
membeli stock baru, karena itu termasuk pengertian "mengurus" dituliskan dalambab kelima dan ketujuh dari Buku I B.W.
toko; yang tidak boleh dilakukan adalah menjual tokonya. (pasal 1798). Maksud ketentuan pasal 1798 ini adalah, bahwa
Untuk mengajukan suatu perkara gugatan dimuka perjanjian pemberian kuasa itu dapat dimintakan pernbatalan
MENGA-.
JUKAN
Pengadilan, rnenurut pasal 123 HJ.R. diperlukan suatu kuasa oleh orangtua atau wali dari orang yang belum dewasa itu atau J
khusus tertulis , Sifat khusus itu ditujukan pada keharusan oleh suami dari orang perempuan tsb. Dan sebagai akibat pern-
PERKARA
01 MUKA
menyebutkan nama pihak yang digugat dan mengenai perkara batalan tsb, juga tiap perjanjian yang telah dibuat oleh orang
PENGA- apa. Kuasa tersebut bOleh diberikan secara lisan, apabila belum dewasa atau perernpuan bersuami itu dengan pihak ke -
OILAN penggugat membawa orang yang akan diberi kuasa itu kedepan tiqa, menjadi batal juga. Sebagaimana sudah kita ketahui, me-
sidanq Pengadilan, kemudian didepan sidang itu menyatakan ngenai kecakapan hukum seorang perempuan yang bersuami,
kehendaknya untuk memberikan kuasa kepada orang yang sudah berlaku suatu yurisprudensi yang menqanqqap pasal PASAL 108
dibawanya itu untuk mengurus perkara yang akan diperiksa, 108 B.W. tidak berlaku lagi, sehingga orang perernpuan yang B.W , TIDAK
pemberian kuasa mana diterima -oleh orang tersebut . bersuami itu sekarang adalah sepenuhnya cakap untuk melaku- BERLAKU
Begitu pula untuk minta banding dan kasasi diperlukan surat kua- kan perbuatan-perbuatan hukum sendiri, tanpa memerlukan LAGI
sa kh usus, dirnana disebu tkan: putusan dari Pengadilan mana dan ijin tertulis atau bantuan dari suaminya. Dalam pasal terse but
tanggal berapa, nomer berapa, dan siapa pihak lawannya. seharusnya juga disebutkan juga hal yang sebaliknya, yaitu
Si kuasa tidak boleh melakukan sesuatu apapun yang kalau seorang belumdewasa atau perempuan bersuami memberi-
melampaui kuasanya; kekuasaan yang diberikan untuk menye- kan kuasa kepada orang lain yang sepenuhnya cakap menurut
lesaikan suatu urusan dengan jalan perdamaian, sekali-kali hukum. Keadaannya dari segi hukum adalah sama, yaitu bahwa
tidak mengandung kekuasaan untuk menyerahkan perkaranya perjanjian pemberian kuasa setiap waktu dapat dimintakan
kepada putusan wasit (pasal 1797). Akibat dari ketentuan ini pembatalan dari pihaknya si .pernberi kuasa.
ialah bahwa apa yang dilakukan oleh seorang jurukuasa dengan Si pemberi kuasa dapat 'menggugat secara langsung orang
JURU
KUASA
melarnpau batas wewenangnya, adalah atas tanqqunqannya dengan siapa si kuasa telah bertindak dalam kedudukannya,
MELAM- sendiri. Si pemberi kuasa dapat menuntut penggantian kerugian dan menuntut dari padanya pemenuhan perjanjiannya (pasal
PAui dari si jurukuasa dan apabila pihak dengan siapa si jurukuasa 1799). Sebagaimana telah kit a lihat, memang dalam perjanjian-
BATAS itu telah mengadakan suatu perjanjian , menqetahui bahwa perjanjian yang dibuat oleh si .k uasa dengan pihak ketiga,
WEWE-
pihak-lawannya telah melampaui batas wewenanqnya, dapat yang memperoleh hak dan menerima kewajiban dari perjanjian-
NANGNYA
dituntutnya pula pembatalan perjanjian tersebut. Tentunya perjanjian tersebut , adalah orang yang memberi kuasa, dan ia
dapat juga si pemberi kuasa menyetujui apa yang telah dilaku- menjadi pihak dalam perjanjian-perjanjian itu. Sebagai pihak
kan oleh jurukuasanya dengan melampaui wewenangnya itu. itu ia berhak menuntut langsung pihak-lawannya.
Orang perempuan dan orang belumdewasa dapat ditunjuk
menjadi kuasa, tetapi si pemberi kuasa tidaklah mempunyai

145
144
2. KEWAJIBAN-KEWAJIBAN SI KuAsA. kelalaian atau kealpaan didalam menjalankan tugasnya . Kernu -
dian adalah wajar untuk mernberikan keringanan kepada se-
Si kuasa diwajibkan selama ia belum dibebaskan, melak-
orang jurukuasa yang samasekali tidak menerima upah.
sanakan kuasanya, dan ia menanggung segala biaya, kerugian LAPORAN
Si kuasa diwajibkan memberikan laporan tentang apa
dan bunga yang sekiranya dapat timbul karena ·tidak dilaksana-
yang telah diperbuatnya dan memberikan perhitungan kepada
kannya kuasa tersebut. Begitu pula ia diwajibkan menyelesaikan
urusan yang sudah mulai dikerjakannya pada waktu si pemberi si pernberi' kuasa tentang segala apa yang telah diteriman ya
kuasa meninggal, jika dengan tidak segera menyelesaikannya berdasarkan kuasanya, sekalipun apa yanq diterima itu tid ak
dapat timbul suatu kerugian (pasal 1800). Tugas yang telah seharusnya dibayarkan kepada si pemberi kuasa (pasal 1802) .
disanggupi harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan dalam Sikuasa bertanggung-jawab untuk orang yang telah di -
waktu yang setepatnya; jika tidak, si penerima kuasa dapat tunjuk olehnya sebagai penggantinya dalam melaksanakan
dianggap melalaikan kewajibannya, untuk mana ia dapat di- kuasanya :
tuntut mengganti kerugian yang ditimbulkan karena kelalaian 1. jika ia tidak telah diberikan kekuasaan untuk menunjuk
itu. Misalnya seorang jurukuasa diwajibkan membeli surat-surat seorang lain sebagai penggantinya ;
sero (andil), tetapi karena ia tidak segera melakukannya, 2. jika kekuasaan itu telah diberikan kepadanya tanpa
surat-surat sero itu telah naik sekali harganya; ia dapat dianggap penyebutan seoranq tertentu, sedanqkan orang yang dipilihnya
sebagai telah melalaikan kewajibannya. Kalau si pemberi kuasa itu ternyata seorang yang takcakap atau takmampu .
Si pernberi kuasa selalu dianggap t~lah memberikan kekuasaan
meninggal, sedangkan ada urusan yang sudah mulai dikerjakan
oleh si kuasa , maka urusan itu harus diselesaikannya dengan kepada si kuasa untuk rnenunjuk seC?rang lain sebaqai pengganti-
baik dahulu, sebelum ia dibolehkan mengundurkan diri. nya untuk pengunisan benda-benda yang terletak diluar wilayah
Dengan demikian kita lihat, bahwa, meskipun dengan mening- Indonesia atau dilain pulau dari pada yanqditernpat tinggali si
PEMBERI galnya si pemberi kuasa itu, pemberian kuasa berakhir (lihat pemberi kuasa. Dalam segala hal, 'sI pemberi kuasa dapat secara
KUASA
pasal 1813), tetapi si jurukuasa harus bekerja terus untuk langsung menuntut orang yang ditunjuk oleh sj kuasa sebaqai
MENING-
GAL
menyelesaikan urusannya dahulu, barulah ia akan dibebaskan, penggantinya itu (pasal 1803) . Hak seorang jurukuasa untuk
setelah melaporkan hasilnya kepada para akhliwaris dan per- menunjuk seorang lain sebagai penggantinya dalam melaksana-
tanggungan-jawab itu diterima baik oleh mereka. kan kuasanya, dinamakan "hak substitusi". Dari ketentuan SUBSTITUSI
Si kuasa tidak saja bertanggung-jawab tentangperbuatan- tersebut diatas, dapat kita simpulkan sebagai berikut:
perbuatan yang dilakukan dengansengaja, tetapi juga tentang
Jika dalam pemberian kuasa diberikan hak substi t usi
kelalaian-kelalaian yang dilakukan didalam menjalankan kuasa-
dengan menyebutkan nama pengganti itu, mak a apabila si
nya . Namun itu, tanggung-jawab tentang kelalaian -kelalaian
kuasa pada suatu waktu menunjuk orang tersebut untuk rnenq-
bagi seorang yang dengan curna-cuma menerima kuasa adalah
gantikannya, ia bebas dari sesuatu tanggung-jawab mengenai
tidak sebegitu berat seperti .yang dapat diminta dari seorang
yang untuk pekerjaannya itu menerima upah (pasal 1801). pelaksanaan kuasa selanjutnya; jika diberikan hak substit usi
Kalau seorang kuasa diwajibkan melaksanakan tugasnya sebaik- , tanpa menyebutkan si pengganti, maka si kuasa han ya ber -
baiknya, maka dengan sendirinya ia tidak saja dapat diper- tanggung-jawab kalau si pemberi kuasa membuktikan bahwa
tanggung-jawabkan untuk akibat-akibat dari perbuatan yang yang ditunjuk sebagai pe ngganti itu seorang ya ng ta kcakap ata u
dilakuk~ndengan sengaja, tetapi juga untuk akibat-akibat takmampu ; akhirnya , jika sama sekali tidak ada penyebutan

146 147 .

~
diperbuat selebihnya dari pada itu, selainnya sekadar ia telah
tentang hak substitusi, maka si "kuasa bertanqqunq-jawab sepe-
menyetujuinya secara tegas atau secara diam-diarn (pasal1807).
nuhnya untuk orang yang ditunjuknya sebagai penggantinya.
Sebagaimana telah diterangkan, dalam semua perjanjian yang
Jika didalam akte yang sama ditunjuk berbagai orang
dibuat oleh 'seoranq jurukuasa atas nama si pemberi kuasa,
kuasa, maka terhadap mereka tidak diterbitkan suatu perikatan
orang yang memberi kuasa inilah yang menjadi pihak dan sebagai
tanggung-menanggung, selainnya sekadar hal yang demikian
pihak ini ia memperoleh segala hak dan memikul segala kewa -
. itu ditentukan dengan tegas (pasal 1804). Ketentuan ini adalah
"jiban yang timbul dari perjanjian-perjanjian itu. Bahwa ia
sesuai dengan asas urnum dalam hukum perjanjian , bahwa
berhak untuk secara langsung menggugat orang dengan siapa
tanggung-jawab secara tanggung-menanggung diantara berbaqai
si kuasa telah bertindak dalam kedudukannya, sudah ditegaskan
debitor harus secara tegas diperjanjikan dengan kreditor mereka.
dalam pasal 1799 .:
Si kuasa harus membayar bunga a~as uang-uang pokok
Si pemberi kuasa diwajibkan mengembalikan kepada si
yang dipakainya guna , keperluannya sendiri, terhitung mulai
kuasa semua persekot-persekot dan biaya-biaya yanq "telah
saat ia memakai uang -uang itu; dan mengenai uang-uang yang
dikeluarkan oleh orang ini untuk melaksanakan kuasanya,
harus diserahkannya pada penutupan perhitunqan , bunga itu beqitu pula untuk membayar upahnya, jika ini telah diperjanji-
dihitung mulai hari' ia dinyatakan lalai (pasal 1805),
kan. Jika si kuasa tidak melakukan sesuatu kelalaian, maka si
Bunga yang dimaksudkan disini adalah "bunqa moratoir"
pemberi kuasa tidak dapat meluputkan diri dari kewajiban
sebesar enam prosen setahun, sebagaimana sudah serinq kita
mengembalikan persekot-persekot dan biaya-biaya serta mem-
bicarakan ditempat lain.
bayar upah tersebut, sekalipun urusannya tidak berhasil (pasal
Seorang kuasa yang telah memberitahukan secara sah
1808) . Bahwa urusannya tidak berhasil, tidak dapat dipersalah-
tentang hal kuasanya kepada orang dengan siapa ia mengadakan KEWAJIB·
kan kepada si kuasa, asal ia telah mengerjakannya dengan
suatu perjanjian dalam kedudukannya sebagai kuasa itu, tidaklah AN TETAP
" ... . . .-~ . . , sebaik-baiknya dan bertindak dalam batas wewenangnya.
BIARPUN
bertanggung-jay.rab tentanq apa yang terjadi diluar batas kuasa
Si pemberi kuasa tetap wajib memenuhi semua kewajibannya URUSAN
itu, kecuali jika ia secara pribadi telah mengikatkan diri untuk
terhadap jurukuasanya. Misalnya seorang pengacara yang tidak TIDAK
itu (pasal 1806). Selama seorang jurukuasa bertindak dalam BERHASIL
berhasil memenangkan perkaranya, tetap berhak atas honora-
batas-batas wewenangnya, ia adalah aman. Semua tanggung-
riumnya dan pengembalian sernua- persekot dan biaya yang
jawab dipikul oleh orang yang memberikan kuasa. Tetapi
telah dikeluarkan untuk kepentingan si pemberi kuasa.
apabila ia bertindak diluar batas kewenangannya, misalnya
Sebagai lanjutan dari ketentuan tersebut, pasal 1809
menyetujui hal yang tidak boleh disetujuinya, maka ia ber-
menetapkan : Begitu pula si pemberi kuasa harus memberikan
tanqqunq-jawab,
, baik kepada si peinberi kuasa maupun kepada
' " ganti-rugi kepada si kuasa tentang keruqian-keruqian . yang
orang dengan siapa ia telah mengadakan suatu perjanjian.
diderita sewaktu menjalankan kuasanya, asal dalam hal itu si
3. KEWAJIBAN-KEWAJIBAN SI PEMBERI KUASA. kuasa tidak telah berbuat kurang hati-hati. Selanjutnya menu-
Si pemberi kuasa diwajibkan mernenuhi rp erikatan-per- rut pasal 1810 si pemberi kuasa harhs membayar kepada si
ikatan yang diperbuat oleh si kuasa menurut kekuasaan yang kuasa bunga atas persekot-persekot yang telah dikeluarkan oleh
ia telah berikan kepadanya. la tidak terikat pada apa yang telah si kuasa, terhitung mulai hari dikeluarkannya persekot-persekot

149
148
itu. Bunga ini, sebagaimana telah seringkali diterangkan di-
4. BERAKHIRNYA PEMBERIAN KUASA.
tempat lain, adalah "bunga moratoir" sebesar enam prosen
setahun. Pasal 1813 memberikan bermacam-macam cara berakhir-
Jika seorang kuasa diangkat oleh berbagai orang untuk nya pemberian kuasa, yaitu :
mewakili suatu urusan mereka .bersama, maka masing-masing 1. dengan ditariknya kembali kuasanya si jurukuasa ;
dari mereka itu adalah bertanggung-jawab untuk seluruhnya 2. dengan pemberitahuan penghentian kuasanya oleh
. '
si jurukuasa ;
terhadap si kuasa mengenai segala akibat dari pemberian kuasa
itu (pasal 1811). Kalau pasal ini kita bandingkan dengan pasal 3. dengan meninggalnya, pengampuannya atau pailitnya
1804, maka ternyata keadaannya adalah sebaliknya, yaitu si pemberi kuasa maupun si penerima kuasa ;
kalau dalam hal yang diatur oleh pasal1804 satu orang pemberi 4 . dengan perkawinan si perempuan yang memberikan
kuasa berhadapan dengan beberapa orang kuasa, maka dalam atau menerima kuasa.
hal yang diatur oleh pasal 1811 satu orang jurukuasa berhadap- Meskipun, sebagaimana telah kita lihat, pada umumnya
an dengan beberapa orang pemberi kuasa. Dalam hal yang suatu perjanjian tidak berakhir dengan meninggalnya salah satu
pertama, ternyata undang-undang tidak menetapkan adanya pihak, tetapi pemberian kuasa itu berakhir apabila si pemberi
tanggung-jawab secara tanggung-menanggung diantara para pe- kuasa atau si penerima kuasa meninggal. Pemberian kuasa
tergolong pada perjanjian dimana prestasi sangat erat hubungan-
nerima kuasa, sedangkan dalam hal yang terakhir ditetapkan
nya dengan pribadi para pihak. Dalam praktek kita juga tidak
bahwa beberapa orang pemberi kuasa itu bertanggung-jawab mernberi kuasa kepada orang yanq belum kita kenal , tetapi kita
secara tanggung-menanggung terhadap si penerima kuasa. memilih orang yang dapat kita percaya untuk mengurus kepen -
Mungkin yang menjadi pertimbangan bagi pembuat undang- tingan-kepentingan kita. Mengenai kawinnya seorang perempuan
undang adalah untuk memudahkan si kuasa dalam hal menun- .yang meinberikan atau menerima kuasa, dengan lahirnya
tut upahnya atau lain-lain hak terhadap para pemberi kuasa itu. yurisprudensi yang menganggap seorang perempuan yang ber-
Akhirnya oleh pasal 1812 ditetapkan, bahwa si kuasa . suami sepenuhnya cakap menurut hukum, ketentuan yang
berhak untuk menahan segala apa kepunyaan si pemberi berkenaan dengan kawinnya seorang perempuan , dengan sendi-
kuasa yang berada ditangannya, sekian lamanya, hingga kepada- rinya tidak berlaku lagi. .
nya telah dibayar lunas segala apa yang dapat dituntutnya Si pemberi kuasa dapat menarik kembali kuasanya, mana-
kala itu dikehendakinya, dan jika ada alasan untuk itu, memaksa PENARIKAN
sebagai akibat pemberian kuasa. Hak yang diberikan kepada
si kuasa untuk mengembalikan kuasa yang dipegangnya (pasal KEMBALI
HAK jurukuasa untuk menahan barang kepunyaan si pemberi kuasa,
1814), Yang dimaksudkan oleh ketentuan ini adalah bahwa KUASA
RETENSI sampai yang terakhir ini memenuhi kewajiban-kewajibannya
si pemberi kuasa dapat menqhentikan kuasa itu "at any time "
terhadap dia, dinamakan "hak retensi", suatu hak seperti yang asal dengan pemberitahuan penghentian dengan mengingat
diberikan juga kepada seorang tukang yang mengerjakan sesuatu waktu yang secukupnya, Bila si kuasa tidak mau menyerahkan
pada barang seorang . kembali kuasanya secara sukarela, ia dapat dipaksa berbuat
demikian lewat Pengadilan.
Penarikan kembali yang hanya diberitahukan kepada si
kuasa, tidak dapat diajukan terhadap orang-orang pihak ketiga

150
151
yang, karena mereka tidak menqetahui tentang penarikan kern- kuasa (misalnya sudah menqetahui tentang sudah meninggalnya
bali itu, te~h mengadakan sua tu perjanjian dengan si kuasa; si pemberi kuasa), maka itu merupakan suatu hal yang (dalam
ini tidak mengurangi tuntutan si pernberi kuasa kepada si suatu proses dimuka Hakim) harus dibuktikan oleh para
kuasa (pasal 1815) . Dalam praktek penarikan kembali itu akhliwarisnya si pemberi kuasa. .
diumumkan dalam beberapa surat kabar dan diberitahukan Jika si kuasa meninggal, para akhliwarisnya harus memberi- SI KUASA
dengan .surat kepada para pihak atau relasi yang berkepentingan. tahukan hal itu kepada sipeinberi kuasa, jika mereka tahu MENING-
Bahwa si pemberi kuasa dapat menuntut jurukuasa yang mela- tentang adanya pernberian kuasa, dan sementara itu mengambil GAL
kukan tindakan-tindakan tanpa dasar-hukum, adalah sudah tindakan-tindakan yang perlu menurut keadaan, bagi kepenting-
semestinya . an si pemberi kuasa; atas ancaman mengganti biaya, kerugian
Pengangkatan seorang kuasa baru untuk menjalankan suatu dan bunga, jika ada alasan untuk itu (pasal 1819). Sebagaimana
urusan yang sama, menyebabkan ditariknya kembali kuasa sudah kita ketahui, meninggalnya si kuasa merupakan salah
yang pertama, terhitung mulai hari diberitahukannya kepada satu sebab berakhirnya pemberian kuasa (lihat pasal 1813).
orang yang terakhir ini tentang pengangkatari tsb . (pasal 1816) . Para akhliwarisnya si kuasa harus segera memberitahukan hal itu
Si kuasa dapat membebaskan diri dari kuasanya denqan kepada si pemberi kuasa, jika ,mereka mengetahui tentang
pemberitahuan penqhentian kepada si pemberi kuasa. Jika adanya pemberian kuasa . · Selain dari itu para akhliwaris itu
namun itu pernberitahuan penghentian ini, baik karena ia diwajibkan mengamankan kepentingan-kepentingan si pemberi
dilakukan dengan tidak menqindahkan waktu, maupun karena kuasa, dengan mengambil tindakan-tindakan yang perlu untuk
sesuatu hal lain , karena kesalahan si kuasa , membawa keruqian mengisi kekosongan yang disebabkan karena meninggalnya si
bagi si pemberi kuasa, maka orang ini harus diberikan ganti- kuasa, sebelum mereka mengembalikan urusan yang telah
rugi oleh si kuasa ; kecuali apabila si kuasa berada dalarn dijalankan oleh almarhum, kepada si pemberi kuasa.
keadaan takmampu meneruskan kuasanya tanpa membawa Sebagaimana telah kita lihat, pemberian kuasa ada
kerugian yang tidak sedikit baqi dirinya sendiri (pasal 1817). hubungannya dengan "perwakilan", yaitu bahwa pemberian
Kalau si pemberi kuasa dapat mengakhiri atau menarik kembali kuasa itu merupakan sumber perwakilan, disamping sumber
kuasanya setiap waktu manakala itu dikehendakinya (lihat lainnya, yaitu undanq-undanq . Pemberian kuasa dan perwakilan
pasal 1814), begitu pula dari pihaknya si penerima kuasa juga . itu menerbitkan suatu keadaan yang mirip dengan apa yang
setiap waktu dapat membebaskan diri dari kuasanya, asal dalam hukum Anglo-Saxon dinamakan "agency" dan ada
dengan mengindahkan waktu secukupnya dalam memberitahu- sekedar kerniripan pula dengan "trust". Oleh karena itu ada "TRUST"
kan penqhentian kepada si pemberi kuasa. baiknya dalam hubungan ini kami sajikan pandangan kami CAN
Jika si kuasa tidak sadar akan meninggalnya si pemberi "AGENCY'
mengenai dua lembaga itu dalam hukum Anqlo :Saxon.
kuasa atau akan adanya sesuatu sebab lain yang mengakhiri
kuasanya, maka apa yang diperbuatnya . didalam ketidak- TRUST .
sadaran itu adalah sah. Dalam hal itu , segala perjanjian yang Ini adalah suatu lembaga yang sangat populer dan khas dalam
dibuat oleh si jurukuasa, harus dipenuhi terhadap orang-orang hukum Inggeris (Anglo -Saxon). Pada pokoknya dalam apa yang
pihak ketiga yang beritikad baik (pasal 1818). Apabila ada orang dinamakan' "trust" ini ada suatu kekayaan yang dipercayakan
pihak ketiga yang beritikad buruk , yaitu sudah mengetahui kepada seorang untuk dipelihara atau diurus bagi kepentingan
adanya hal-hal yang menyebabkan berakhirnya pernberian .seorang ketiga yang dinamakan "beneficiairy". Orang yang mern-

152 153
percayakan kekayaan itu dinamakan "trustor" sedang yang diper- b. ada pula suatu "implied trust "apabila suatu pemberian di-
cayai dinamakan " trustee" . lakukan kepada seseoranq, namun ternyata bahwa meskipun tanah
Trust dapat dilahirkan baik dari suatu persetujuan (perjanjian) yang diberikan itu sudah diserahkan kepadanya, namun ia tidak di -
maupun dari suat u wasyat (testament). berikan hasilnya (tetap dihasili oleh orang yang memberikan) atau-
Dalam halnya diadakan dengan suatu persetujuan atau perjan- pun hanya menerima sebagian dari hasil itu (pasal 1449 C.C. Phil .) ;
jian, ia ada sedikit mirip dengan apa yang dalam B.W. dinamakan c. apabila harga dari sebidang tanah yang telah dibeli, dipin -
perjanjian dengan janji untuk pihak ketiga ( "derden-beding") jarni atau dibayari oleh seseorang bagi kepentingan seorang lain,
menurut pasal 1317. Namun perbedaannya segera nampak, karena sedangkan penyerahan terjadi kep ada orang yang meminjami
dalam derden-beding itu beding-nya bagi pihak ketiga tersebut atau membayari itu sebagai jaminan pembayaran kembali utang
merupakan suatu "embel-ernbel" dari suatu "perjanjian-pokok" tersebut , maka lahirIah suatu trust menurut hukum bagi keun-
yang dibuat oleh dua orang lain, sedang dalam halnya trust tungan pihak kepada siapa uang telah dipinjamkan atau untuk
perjanjian itu semata-rnata dibuatuntuk menciptakan trust tersebut. siapa telah dilakukan pembayaran ter sebut. Pihak yang terakhir
Dalam halnya trust itu dilahirkan dengan suatu wasiat ini dapat menebus ("redeem ") tanah tersebut dan menuntut
(testament), maka ia menyerupai suatu legaat dengan sebuah diserahkannya tanah itu kepadanya (pasal 1450 C.C. Phil.) ;
. beban (last) dimana last ini berupa suatu " bewind " (pengurusan) d. apabila sebidang tanah, karena perwarisan, jatuh kepada
oleh suatu pihak.. Namun juga dengan segera lagi nampak perbe- seseorang dan orang ini minta ditaruhnya tanah terse but diatas
daan, karena beban atau last yang diadakan guna keuntungan namanya orang lain, maka lahirlah demi hukurn suatu trust guna
orang ketiga itu dalam B.W. merupakan suatu embel-embel keuntungan pemiliknya yang sebenarnya (pasal 1451 C.C. Phil.) ;
lagi sebaqaimzna halnya dengan suatu derden-beding, padahal e. apabila dua orang atau lebih bersepakat untuk bersama-sarna .
testament yang melahirkan trust itu dalam hukum Inggeris membeli sebidang tanah dan dengan persetujuan bersama tanah itu
dibuat semata-mata untuk keperluan menciptakan trust tersebut. ditulisnya diatas nama salah satu guna kepentingan kesemuanya,
Selain dari apa yang disebutkan diatas, ditunjukkan pada maka demi hukum dilahirkan suatu trust bagi keuntungan mereka
kemungkinan dalam hukum Anglo-Saxon bahwa trust itu dilahir- yang lainnya menurut imbangan masing-masing bagian (pasal 1452
kan secara diam-diam ("implied trusts"). C.C. Phi!.) ;
Menurut 'Civil Code of the Philippines, yang dalam hal ini f. apabila suatu kekayaan diserahkan secara mutlak untuk
meniru hukum Anglo:Sa~c;n', anta~~ 'I~in terjadi suatu "implied menjamin pelaksanaan' suatu kewajiban dari si yang memberikan
trust" dalam hal-hal sebagai berikut : terhadap si yang menerima pemberian, maka demi hukum lahirlah
a. Apabila harta-benda dijual dan harta-benda itu dilever suatu tru st . Apabila pemenuhan kewajiban itu ditawarkan oleh si
kepada seorang, sedang yang membayar orang lain, maka ~rang yang memberikan tersebut pada waktu kewajiban itu harus dilak-
yang pertama itu menjadi trustee sedang yang terakhir menjadi sanakan, maka dapatlah ia menuntut diserahkannya kembali kepada-
beneficiairy. Namun apabila orang kepada siapa diserahkan harta- .oya kekayaan terse but ; .
benda itu adalah anak dari orang yang membayar (baik g. apabila seorang trustee, seoranq wali ("guardian ") atau seoranq
anak sah maupun luarkawin), tidaklah terjadisuatu lain yang memegang sesuatu kekayaan berdasarkan kepercayaan,
"implied trust" dan dipersangkakan bahwa yang terjadi itu memakai keuangan trust tersebut untuk membeli sesuatu barang
adalah suatu pemberian ("gift") bagi keuntungan anak dan atas permintaannya barang ini telah diserahkan kepadanya
tersebut (pasal 1448 C.C. Phi!.) ; . atau kepada seorang pihak ketiga, maka demi hukum 'lahirlah
suatu trust baqi keuntungan si yang empunya keuangan tersebut ;

154 155
h. apabila suatu barang diperoleh karena kekhilapan atau karena
penggelapan, maka dia orang yang memperolehnya demi hukum tut trustee untuk menyerahkan harta-benda yang bersangkutan
dianggap sebagai seorang trustee bagi keuntungan orang dari siapa ataupun dengan cara membuat disposisi menurut kehendak mereka,
barang itu berasal (pasa11456 C.C. Phi!.). yang harus dituruti oleh trustee. Dernikian itulah berlaku, biarpun
Dari apa yang kami lihat diatas, dapat disimpulkan bahwa didalam surat pendirian 't rust telah ditetapkan sebaliknya, misalnya
pendirian suatu trust tidak terikat pada suatu bentuk-cara tertentu, disitu ditetapkan bahwa tidak boleh dibayarkan uang kepada
kecuali apabila untuk memindahkan (menyerahkan) benda yang mereka sampai mereka mencapai usia 25 tahun atau sampai
akan menjadi kekayaan trust itu diperlukan sesuatu bentuk-cara niereka kawin (Lihat : William Geldert , diatas. , halaman 103).
(formalitas) tertentu, misalnya penyerahan benda tetap (tanah) Kewajiban-kewajiban seorang tru stee dapat dibaca dari surat
atau penyerahan saham-saharn dalam sebuah P.T. (company) yang pendirian trust (apabila itu acta) dan dapat ber -variasi dari kewajiban
memerlukan ijin dari Treasury (Departemen Keuangan). Dalam yang sangat sederhana dan ringan , yaitu misalnya pada suatu waktu
hal-hal seperti itu maka pendirian trust dianggap telah gagal menyerahkan harta-benda (setelah selama waktu itu ia diperboleh-
(batal), artinya tidak mempunyai akibat hukum. kan memetik hasilnya) kepada orang yang ditunjuk (beneficiairy),
Namun sebaliknya pendirian suatu trust tidaklah batal karena sampai kepada kewajiban-kewajiban yang lebih berat, umpamanya
orang yang ditunjuk sebagai trustee menolak, ataupun, dalam mengadakan jual-beli, investasi-investasi den sebagainya.
halnya penunjukan itu terjadi dalarn surat wasiyar (testament) Pada asasnya seorang trustee tidak berhak atas suatu upah,
karena orang yang ditunjuk meninggal lebih dahulu dari pada si kecuali kalau itu ditetapkan dalam surat pendirian ("instrument"),
pewaris yang membuat testament. (Lihat: William Geldert, namun trustee bertanggung-jawab ten tang kerugian-kerugian yang
"Elements of English Law", cetakan 1972, halaman 102). Dalam diderita karena tidak di-indahkannya petunjuk-petunjuk dalam
hal yang demikian, pendiri trust (trustor) menjadi pengurus harta- .surat pendirian maupun kurang hati-hatinya menurut ukuran "general
bendanya sendiri yang telah menjadi kekayaan trust . rules of law". Kelalaian dari trustee itu dinamakan "breach of
Harus diperbedakan dari pada perbuatan pendirian ("creation ") trust". DaJam hal adanya keragu -raguan, trustee dapat, atas biaya
suatu trust, adalah perbuatan yang dinamakan "disposition", per - dari "trust-fund" .(kekayaan trust), 'merninta petunjuk dari Pengadil-
buatan mana harus selamanya diadakan secara tertulis. Suatu an ten tang sesuatu yang harus dijalankan. Menurut Trustee Act 1925 '
disposition adalah misalnya pernberian kuasa yang dilakukan oleh seorang trustee dapat minta dibebaskan oleh Pengadilan , apabila ia
seorang benificiairy kepada trustee-nya untuk seterusnya menyim- menunjukkan sudah menunaikan kewajibannya secukupnya dan
pan kekayaan trust itu bagi keuntungan seorang lain yang di- terdapat alasan untuk meinbebaskannya.
tunjuknya. Dengan demikian dapat kita lihat bahwa hak-hak Hak-hak para beneficiairies dibawah hukum Inggeris diperlindungi
yang timbul dari suatu trust dapat diberikan lagi dalam trust bagi sangat kuat. Mereka didahulukan diatas kreditor-kreditor lainnya
orang lain yang ditunjuknya. terhadap trustee. Apabila trustee menyalah-qunakan fund yang
Perlu diperingatkanbahwa hukum trust itu dipandang sebagai berada dibawah kekuasaannya, misalnya menqqelapkannya, maka
suatu bagian penting dari LAW of PROPERTY. baranq-baranq yang berasal dari fund tersebut dapat mereka tuntut
Apabila para beneficiairies adalah orang-orang yang telah menjadi penyerahannya. Apabila trustee membuat suatu investment at as
dewasa dan tidak terdapat alasan-alasan ketidak-cakapan lainnya namanya sendiri dengan keuangan trust, maka investment ini dapat
(misalnya sakit ingatan), maka dapatlah mereka itu mengakhiri trust dinyatakan sebagai kekayaan trust , Apabila trustee menutup ke-
yang telah diadakan bagi kepentingan mereka, dengan cara men un- kurangan-kekurangan dalam perusahaan pribadinya dengan uang
trust, maka dianggaplah bahwa uang pribadinya lebih dahulu yang

106
157
dipakai men ut up kekuranqan-kekuranqan itu , sebelum memberatkan oleh seorang "agent" dapat dilakukan secara diarn-diam, yaitu
keuang an tru st. dengan tidak membantah atau mengajukan keberatan: terhadap
Dengan Act of 1906 di Inggeris telah did irikan sebuah Office of suatu penyerahan kuasa ("attorney") ataupun secara diam-diarn
Publi c Trust, yang mirip de ngan Balai Harta Peninggalan(Weeskamer) menjalankan kuasa yanqtelah diberikan (B.W. pasal 1793 ayat 2) .
kit a. Pejab at dari Offi ce t ersebut boleh diangkat menjadi t rustee , Adalah suatu hal yang sama pula bahwa baik agency maupun
untuk kepentingan siapa saja. Kepada me reka diberika n upah lastgeving terdiri dari yang umum (general) dan yang khusus
sebaqaimana dit eta pkan dalam undanq-undanq. Kesalahan-kesa lahan (special). Beberapa perbuatan hukum yang penting, seperrinya
mereka dit anggun g oleh Negara. penjualan tanah, memerlukan suatu pemberian kuasa khus'us
Apabila ada beberap a ora ng tru stee dan salah sat u diantara (special) dan tertulis untuk melakukannya.
mereka meninggal, maka lain -lainnya -- jika tiada ketentuan lain - Lebih tepat dari pada pasal 1794B.W. adalah pasal 1875
berhak untuk menunjuk seorang trust ee baru sebagai penggantinya. Civil Code of the Philippines, yang mengatakan bahwa pemberian
Untuk selanjutnya Pengadilan berwena ng mengganti seora ng tru stee kuasa (agency) selalu dipersangkakan telah diadakan dengan upah,
dengan ora nq Iain, atas alasan ketidak-cakapa n atau kelakuan yang kecuali dibuktikan sebaliknya. Pasal 1794 B.W. mengatakanbahwa
tid ak baik. ya.ng lajim adalah pemberian kuasa tanpa upah.
Berlainan lagi dari B.W. adalah ketentuan . pasal 1892 Civil
AGENCY. Code of the Philippines, yang menyatakan bahwa seorang agent
Kalau dit erjemahk an, perkat aan "agency" itu berarti " perwakil- dapat mengangkat seorang pengganti (substitute) apabila hal tersebut
an" (bahasa Belan da : "vertegenwoordiging" ; bahasa Jerman : tidak telah dilarang oleh principal. Pasal 1803 B.W. menentukan
"Vertretung"). Namun perwakilan menurut hukum B.W. dan W.v.K. bahwa, apabila kekuasaan untuk menunjuk pengganti itu tidak
ada lah lebih luas, karena juga mencakup perwakilan berdasarkan telah diberikan, dan seorang jurukuasa mengangkat seorang peng-
undang-undang , sebagaimana yanq dilakukan oleh orangtu a atau ganti, maka ia tetap bertanggung-jawab kepada si pemberi kuasa
wali yang menurut und anq-undanq mewakil i anak yang belum - tentang perbuatan si pengganti itu . .
dewa sa yang berada dib awah keku asaan mereka. Dalam hukum Kalau dalam W.v.K. , di~dakan per bedaan antara "perwakilan
Anglo-Saxon hal-hal yanq terakhir ini tid ak terrnasuk bidang langsung" dan "perwakilan taklangsung" yang berkorespondensi
agency tetapi term asuk bidang trust. Agency dapat dikat akan dengan "bertindak atas nama orang lain" dan "bertindak atas
mencakup semua peraturan kita yang term aktub dalam perjanjian nama diri sendiri " , maka dalam hukum Anglo-Saxon tidak terdapat
"Iastge,ving" dari B.W. dit amb ah dengan peraturan perihal makelar perbedaan seperti itu. Atau lebih tepat: perbedaan seperti itu
dan kornisioner dari W.v.K. adalah irrelevant. Dalam hal "agency" yang menjadi kriterium
Lain halnya dengan tru st yang pendiriannya dapat dilakukan satu-satunya adalah : to act "on behalf" atau "on account"
dengan suatu perbuatan hukum sepihak (testament), agency ini of another. Apabila salah satu itu terjadi, maka terjadilah "agency".
dilahirkan dengan suat u perbuatan yang digolongkan pada kategori Dengan demikian maka baik rnakelar maupun komisioner dalam
persetujuan atau perjanjian , yang di namakan "contract of agency" . W.v.K. menurut hukum Inggeris adalah kedua-duanya "agent".
Suatu hal yang sama adalah bahwa baik agency maupun pern- Suatu perbedaan lagi dengan hukum B.W: dan W.v.K. adalah
beriankuasa (lastgeving menurut B.W.) kedu a-duanya dapat terjadi bahwa menurut hukum Inggeris salah satu faktor esensiil dari
secara diam -diam dalam arti bahwa baik penerimaan kuasa oleh agency ialah bahwa seorang agent itu tunduk dibawah pengawasan
seorang juru-kuasa (menurut B.W,) maupun penerimaan "att orne y" principal-nya ("subject to the control of the principal','). Menurut

158 159
hukum B.W. dan W.v.K. dapat dikatakan tentang suatu perwakilan, itu kepada 'prinCipal dengan menyingkirkan agent sebagai penang-
biarpun orang yang diwakili tidak berkuasa sama sekali untuk gung-jawab dan begitu pula sebaliknya apabila principal yang tadi-
menegur wakilnya, sebagaimana halnya dengan apa yang dinamakan nya "undisclosed " itu muncul kedepan dan menegur atau menuntut
"perwakilan menurut undanq-undanq" yang dilakukan oleh orang- pihak ketiga dalam perjanjian terse but. Para penulis Inggeris me-
tua atau wali, makai teori tentang apa yang mereka namakan "election" (pilihan)
Kemudian dapat dikemukakan lagi adanya suatu perbedaan yango telah dilakukan oleh principal maupun orang pihak ketiga
lagi yang menarik, yaitu bahwa dalam hukum Inggeris apabila tersebut. Selanjutnya mereka memakai istilah "merger" untuk
terjadi seorang principal diketahui oleh pihak ketiga yang telah , beralihnya hak -hak dan kewajiban-kewajiban berdasarkan perjanjian
mengadakan perjanjian dengan seorang agent yang tidak telah itu, peralihan mana adalah menurut mereka lebih cepat dari yang
menerangkan bahwa ia bertindak untuk seorang principal, maka terjadi akibat "assignment".
orang ketiga itu dapat langsung menegur atau menghubungi Di Nederland lebih banyak dianut pendapat bahwa dalam hal
principal itu. Ini adalah ajaran tentang apa yang dalam hukum tersebut ada dua perikatan yang parallel , sehingga agent belum
Inggeris dikenal dengan nama "undisclosed principal" yang berarti juga terlepas dari tanggung-jawabnya sebagai pihak, kecuali kalau
"majikan yang tidak diumumkan" . Begitupun sebaliknya, apabila dapat dikonstruksikan adanya suatu pelepasan hak ("rechtsver-
principal yang tersembunyi itu pada suatu saat mengetahui siapa werking") (Lihat lagi : Mr. P. van Schilfgaarde, diatas, halaman 167).
orang pihak ketiga itu, maka ia dapat menegurnya atau langsung
menghubunginya. Kekecualian terdapat dalam hal bilamana agent KESIMPULAN

itu dengan tegas-tegas telah menyatakan bahwa dia adalah principal Sebagaimana kita .Iihat , ada hubungan yang erat antara
sendiri dan dalam hal yang terkenal dengan "misrepresentation" pemberian kuasa dan perwakilan. Pemberian kuasa adalah
yaitu bilamana terjadi seorang agent secara tegas menyatakan salah satu sumber perwakilan, dicarnpinq surnber-surnber lain-
bahwa tidak ada undisclosed principal atau bahwa seorang A nya, yaitu undang-undang dan juga perjanjian-perjanjian lain,
bukan undisclosed principal-nya, tetapi ternyata keterangan-kete- misalnya perjanjian perburuhan. Kalau seorang pemilik toko
rangannya itu berlawanan dengan kebenaran: menerima pelayan untuk bekerja di tokonya, itu mengandung
Dalam hal-hal yang terakhir ini maka pihak ketiga itu berhak pemberian kuasa untuk mewakilinya dalam melakukan penjual-
untuk mengingkari perjanjian yang telah dibuat ("repudiate the an-penjualan barang-barang yang berada ditokonya. Seorang
contract"). Hal ini dapat disamakan dengan "penipuan" sebagaimana pemegang hipotik pertama, yang atas nama si pemberi hipotik
dimaksud dalam pasal 1328 B.W. yang msrupakan salah satu melelang rumah yang dibebani dengan hipotik, telah memper-
alasan untuk meminta pembatalan perjanjian. oleh kekuasaannya untuk mewakili pemilik rumah dalam
Makna dari pad a ajaran tentang "undisclosed principal" tersebut menjual rumah tersebut, dari suatu ketentuan (klausula) dalam
adalah bahwa menu rut hukum Inggeris terjadilah suatu hubungan perjanjian-hipotiknya. Dan lain-lain sebaqainya .
langsung berdasarkan contract antara majikan tersembunyi itu Dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang (K.U .H.D .)
dengan pihak ketiga . (Lihat : Mr. P. van Schilfgaarde, "Toerekening dikenal juru-kuasa -jurukuasa yang dinarnakan "makelar" dan
van rechtshandelingen", Kluwer -:- Deventer 1969, halaman 157). "komisicner ". Seorang makelar lajimnya dikatakan melakukan
Menurut doktrin Inggeris, apabila seorang pihak ketiga, serelah perwakilan " langsung" , sedangkan seorang komisioner melaku
ia mengetahui adanya seorang principal dan menegur atau ber- kan perwakilan "taklangsung", dalam arti bahwa makelar itu
hubungan langsung denqan principal itu, maka beralihlah perjanjian terhadap pihak ketiga terang-terangan mengatakan bahwa ia

160 161
bertindak sebagai jurukuasa dan karenanya transaksi-transaksi
nantinya dilakukan oleh pihak ketiga itu langsung dengan si
pemberi kuasa sendiri, sedanqkan komisioner tidak memberi-
tahukan bahwa ia dikuasakan oleh (dapat perintah dari) orang
o lain, sehingga transaksi-transaksi nantinya dilakukan atas nama-
nya sendiri. Karena itu secara tepat Pitlo (dalam bukunya :
"Het Verbintenissenrecht naar het Nederlands Burqerlijk
Wetboek", jilid khusus, cetakan ke - enarn halaman 521) menga-
takan, bahwa "perwakilan taklangsung" itu sebenarnya bukan'
perwakilan, karena perwakilan menyangkut hubungan antara
yang diwakili dari pihak ketiga.' Namun yang penting dalam hal
pemberian kuasa itu adalah bahwa yang diurus oleh jurukuasa ,
itu adalah kepentingan si pemberi kuasa. Karena itu tepat pula
pendapat Van Schilfgaarde (dalam bukunya.: "Toerekening
van rechtshandelingen") bahwa perkataan "atas nama" dalam
pasal 1792 yang memberikan definisi tentang pemberian kuasa :
itu, sebaiknya dihapuskan saja. Atau dapat juga diambil
rumusan seperti yarrq dipakai dalam hukum Angle Saxon
sebagai syarat untuk "agency", yaitu : "atas nama ' atau
r .atas tanggungan" ("on behalf or on account of"). Ada juga

baiknya kalau dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata


Bab ke XV
diadakan suatu bab tersendiri mengenai "perwakilan" itu,
karena sekarang ada kesan bahwa dalam B.W. kita itu soal PENANGGUNGANUTANG
pemberian kuasa dan soal perwakila.i agak dicampur. Sebagai-
mana kita lihat, pemberian kuasa tidak selalu menimbulkan
perwakilan, sedanqkan sebaliknya perwakilan itu bisa timbul 1. DEFINISI DAN SIFAT-SIFAT PENANGGUNGAN.
dari perjanjian-perjanjian lain juga. Sebagaimana. diketahui, .seqala kebendaan seorang, baik
yang bergerak maupun yang takbergerak, baik yang sudah ada
maupun yang baru akan ada dikemudian hari menjadi tang -
gungan untuk segala perikatannya perseorangan (lihat pasal
1131 B.W.) . Meskipun demikian, jaminan secara umum itu
sering dirasakan kurang cukup dan kurang aman, karena
selainnya bahwa kekayaan si berutang pada suat u waktu bisa
habis, juga jaminan secara umum itu berlaku untuk semua
kreditor, sehingga kalau ada banyak kreditor, ada kemungkinan
beberapa orang dari mereka tidak lagi mendapat bagian.

162 163
Oleh karena itu maka seringkali seorang kreditor minta diberi- Seorang penanggung ("borg", guarantor") tidak dapat
kan jaininan khusus dan jaminan khusus ini bisa berupa mengikatkan diri untuk lebih, maupun dengan syarat-syarat
jaminan kebendaan (hipotik, gadai, fiduciair) dan bisa juga yang lebih berat dari pada perikatannya si berutang. Adapun pe-
berupa jaminan perorangan. Yang terakhir inilah yang dinama- nanggungan boleh diadakan untuk hanya sebagian saja .dari
kan penanggungan utang ("borgtocht", "guaranty "). utangnya, atau dengan syarat-syarat yang kurang. Jika penang-
Penanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana se, gungan diadakan untuk lebih dari utangnya, atau dengan sya-
orang pihak ketiga, guna kepentinqan si berpiutang, mengikat- rat-syarat yang lebih berat, maka perikatan itu tidak samasekali
kan diri untuk memenuhi perikatannya si berutang, manakala batal, melainkan ia adalah sah hanya untuk apa yang diliputi
orang ini sendiri tidak memenuhinya . Demikianlah definisi oleh perikatannya pokok. Demikianlah bunyi pasal 1822. Apa
11

yang diberikan oleh pasal 1820 tentang pen anggungan utang, yang ditetapkan itu hanyalah suatu konsekwensi yang logis lagi
• yanq sekarang akan kita bicarakan ini . dari sifatnya penanggungan sebagai suatu perjanjian accessoir , 1

Kalau dalam halnya hipotik, gadai dan fiduciair sudah diletak - sebagaimana diterangkan diatas. Perikatan-perikatan dalam su-
kan suatu ikatan kebendaan (kreditor memperoleh suat u hak . atu perjanjian yang sifatnya"mengabdi" kepada suat u perjanji-
atas berida-benda tertentu), maka dalam hal penanggungan ini an pokok, tidak bisa melebihi perikatan-perikatan yang diterbit-
baru tercipta suatu ikatan perorangan. kan 'oleh perjanjian pokok itu .
Tiada penanggungan, jika tidak ada suatu perikatan pokok Seorang dapat mengajukan diri sebagai penanggung, de-
yang sah. Namun dapatlah seorang mengajukan diri sebagai ngan tidak telah diminta untuk itu oleh orang untuk siapa ia
penanggung untuk suatu perikatan, biarpun perikatan itu mengikatkan dirinya ,. bahkan diluar pengetahuan orang itu.
dapat dibatalkan dengan suatu tangkisan yang hanya mengenai Adalah diperbolehkan juga untuk menjadi penanqqunq tidak
dirinya pribadi si berutang, misalnya dalam halnya kebelum- saja untuk siberutang-utama, tetapi juga untuk seorang penang-
dewasaan (pasaI1821). gungnya oranq itu (pasal 1823). Karena penanggungan diadakan
PERJAN- Ketentuan tersebut diatas menunjukkan bahwa penanq- untuk kepentingan seorang kreditor dan merupakan suatu per-
JIAN gungan itu adalah suatu "perjanjian eccessoir" seperti halnya janjian antara kreditor itu dengan seorang pihak ketiga, maka
"ACCES-
dengan perjanjian hipotik dan pemberian gadai, yaitu bahwa bisa juga ia didakan tanpa permintaan debitor kepada orang
SOIR"
eksistensi atau adanya penanggungan itu tergantung dari ada- ketiga ini, bahkan diluar pengetahuan debitor ·it u . Menurut ke-
nya suatu perjanjian pokok, yaitu perjanjian yanq pemenuhan- tentuan pasal tersebut, diperbolehkan bahwa seorang menang-
nya ditanggung atau dijamin dengan perjanjian penanqqunqan gung bukan bahwa si debitor memenuhi kewajibannya, tetapi
itu. Kemudian dapat kita lihat adanya kernunqkinan (artinya bahwa seorang penariggung dari debitor tersebut memenuhi ke-
diperbolehkan) diadakannya suatu perjanjian penanggungan wajibannya. Orang seperti itu dalam praktek dinamakan sub-pe-
terhadap suatu perjanjian pokok , yang dapat dimintakan pem- nanggung ("sub-borg", "sub-guarantor") .
batalannya ("vernietigbaar", "voidable") misalnya suatu per- Penanggungan utang tidak dipersangkakan, tetapiharus di-
janjian (pokok) yang diadakan oleh seorang yang belum dewasa. adakan dengan pernyataan yang tegas; tidaklah diperbolehkan
Hal itu dapat diterima dengan pengertian, bahwa apabila per- untuk memperluas penanggungan hingga melebihi ketentuan-ke-
janjian pokok itu dikemudian hari dibatalkan, maka perjanjian- tentuan yang menjadi syarat sewaktu mengadakannya (pasal
nya penanggungan juga ikut batal, 1824). Ketentuan pasal ini (harus diadakan dengan pernyataan
tegas) tidaklah mengandung arti bahwa penanggungan harus di-

164 165
adakan secara tertulis. la boleh diadakan secara lisan ; adalah litan ini terjadi setelah penanggung tersebut oleh kreditor
menjadi beban bagi kreditor untuk membuktikan sampai dima- dituntut untuk memenuhi kewajibannya, maka itu adalah
na kesanggupan si penanggung. Kewajiban si penanggung tidak diluar tanggungan debitor dan juga tidak boleh Hakim memerin-
boleh diperluas hingga melebihi apa yang menjadi ke sanggupan- tahkan pemberian seorang penanggung baru.
annya. Akhirnya pasal .1830 menetapkan bahwa barangsiapa
Penanggungan yang tidak terbatas untuk suatu perikatan oleh undang-undang atau karena suatu putusan Hakim yang
pokok, meliputi segala akibat utangnya, bahkan terhitung biaya- telah memperoleh kekuatan mutlak, diwajibkan memberikan
biaya gugatan yang diajukan terhadap si , berutang utama, seorang penanggung, padahal ia tidak berhasil mendapatkan-
dan terhitung pula segala biaya yang dikeluarkan setelah si nya , diperbolehkan sebagai gantinya memberikan jaminan
penanggung diperingatkan tentang itu (pasal 1825). Dalam berupa gadai atau hipotik ,
pasal ini disebutkan kewajiban yang secara maksimal dapat
dipikulkan kepada seorang penanggung utang , yaitu : pernbayar- 2. AKIBAT-AKIBAT PENANGGUNGAN ANTARA KREDITOR DAN
an seluruh jumlah utangnya debitor ditambah (apabila sampai PENANGGUNG.
jadi perkara) dengan biaya perkara dan ditambah lagi dengan Si penanggung tidaklah diwajibkan membayar kepada si
biaya peringatan si penanggung dan lain -lain biaya sampai saat berpiutanq, selainnya jika si berutang lalai, sedanqkan harta-
, si penanggung itu memenuhi semua kewajibannya. benda si berutang irii harus lebih dahulu disita dan dijual
Secara berkelebihan oleh pasal 1826 ditetapkan bahwa untuk melunasi utangnya (pasal 1831). Jelaslah dari ketentuan
perikatan-perikatan para penanggung berpindah kepada para tersebut, bahwa tanggung-jawab si penanqqunq . merupakan
akhliwaris mereka . Seperti sudah kita ketahui, menurut asas suatu "cadangan" dalam halnya harta-benda si debitor tidak
hukum perwarisan,para akhliwaris itu mewarisi semua aktiva mencukupi untuk melunasi utangnya , atau dalam halnya
dan pasiva dari si meninggal. Kewajiban seorang penanqqunq debitor itu sama-sekali tidak mernpunyai rharta-benda yang
untuk membayar utangnya seorang debitor termasuk pasiva dapat disita. Kalau pendapatan lelang-sita atas harta-benda si
dari si meninggal. debitor itu tidak mencukupi untuk melunasi utangnya, barulah
Si berutang yang diwajibkan memberikan seorang penanq- tiba gilirannya untuk menyita harta-benda si penanggung.
gung, harus mengajukan orang yang mempunyai kecakapan Tegasnya : apabila seorang penanggung dituntut untuk mem-
menurut hukum untuk mengikatkan dirinya, cukup mampu bayar utangnya debitor (yang ditanggung olehnya), ia berhak M I NTA
untuk memenuhi perikatannya dan berdiam diwilayah Indonesia untuk menuntut supaya dilakukan lelang-sita lebih dahulu SUPAYA
DEBITOR
(pasal 1827) . Syarat-syarat yang ditetapkan untuk seoran q terhadap kekayaan debitor. LEBIH
penanggung yang harus diajukan oleh debitor itu, adalah Si penanggung tidak dapat menuntut supaya harta-benda DULU
wajar, karena kalau tidak dernikian, ada kemungkinan bahwa si berutang lebih dahulu disita dan dilelang untuk melunasi DILELANG
penanggungan itu tidak ada artinya. utangnya, dalam hal : SITA BA-
RANGNYA
Apabila si penanggung yang telah diterima oleh si ber- 1. apabila ia telah m elepaskan ' hak -ist imewanya untuk
piutang secara sukarela atau atas putusan Hakim , kemudian menuntut dilakukannya lelang-sita lebih dahulu atas harta-
menjadi takmampu, maka haruslah ditunjuk seorang penang- benda si berutang tersebut :
gung baru (pasal 1829). Yang dimaksudkan adalah kalau se- 2 . apabila ia telah mengikatkan dirinya bersama-sam.,
orang penanggung jatuh pailit. Sudah baranqtenru , kalau kepai - dengan si berutanq-utarna secara tanqqunq-rnenanqqunq ; dalam

166 167
hal ini akibat-akibat perikatannya diatur menurut asas-asas 5. penanggungan yang diperintahkan oleh Hakim adalah
yang ditetapkan untuk utang-utang tanggung-menanggung ; misalnya penanggungan yang diperintahkan kepada seorang
3. jika si berutang dapat ~engajukan suatu tangkisan wali sebagai jaminan atas pengurusan harta-benda seorang anak
yang hanya rhengenai dirinya sendiri secara pribadi ; yang belum dewasa.
4. jika si berutanq berada dalam keadaan pailit ; dan Si berpiutang tidak diwajibkan menyita dan menjual
5. dalam halnya penanggungan yang diperintahkan oleh lebih dahulu harta-benda si berutang, selainnya apabila itu
Hakim. diminta oleh si penanggung pada waktu pertama kali dituntut
Demikianlah bunyi ketentuan pasal 1832. dimuka Pengadilan (pasal 1833).
Dari ketentuan tersebut dapat kita ketahui Si penanggung yang menuntut supaya harta-benda si
1. bahwa ada kemungkinan si penanggung melepaskan berutang lebih dahulu disita dan dilelang, diwajibkan menun-
haknya untuk menuntut dilakukannya lelanq-sita lebih dahulu jukkan kepada si berpiutang benda-benda si berutang, dan
atas harta-benda si berutang-utama; pelepasan hak-istimewa itu membayar lebih dahulu biaya yang diperlukan untuk melak-
dilakukan dalarn perjanjiannya penanggungan yang diadakan sanakan penyitaan serta pelelangan tersebut. Tak diperbolehkan
dengan kreditor, tetapi juga dapat dilakukan kemudian, baik ia menunjuk pada benda-benda yang sedang menjadi buah
dalam .suat u perjanjian lagi maupun dengan suatu pernyataan senqketa dimuka Hakim, maupun yang sudah dijadikan jaminan
sepihak; . hipotik untuk utang yang bersangkutan atau yang sudah tidak
2. bahwa ada kemungkinan si penanggung mengikatkan lagi ditangannya si berutang, maupun pula benda-benda yanq
dirinya bersarna-sama (dalam satu perjanjian) dengan si ber- terletak diluar wilayah Indonesia (pasal 1834)"
utang -utama secara tanggung-menanggung.Dalam hal yang Dari duapasal yang disebutkan diatas dapat kita lihat
demikian, ia dinamakan "penanggung solider" ("solidaire borq" cara-cara yang harus ditempuh oleh seorang penanggung untuk
atau "hoofdelijke borg").Keadaan yang seperti itu mernperkuat melaksanakan hak istimewanya agar supaya lebih dahulu disita
kedudukan kreditor, karer.a ia dapat menuntut baik debitor harta -benda si berutang. la harus memintanya pada waktu ia
maupun penanggung masing -masing untuk seluruh utang , me- pertama kali dituntut dimuka Pengadilan, yaitu pada waktu ia
nurut kehendaknya ; menerima panggilan untuk menghadap dimuka Pengadilan
3. tangkisan yang hanya mengenai dirinya si berutang atau didatangi seorang jurusita yang akan menyita harta-benda-
sendiri secara pribadi adalah rnisalnya kalau utang 'yang di- nya . Kesempatan untuk mengajukan perrnintaannya itu masih
tuntut pembayarannya, yang telah ditanggung oleh si pe- ada pada waktu ia pertama kali menghadap dimuka sidang
nanggung, dibuat oleh debitor dalam kedudukannya sebagai Pengadilan dan mengajukan jawabannya atas surat gugatan.
direktur sebuah p.t., sedanqkan p.t. tersebut sudah tidakada Selanjutnya ia diwajibkan menunjukkan harta-benda si ber-
lagi; oleh si berutang diajukan tangkisan (eksepsi) supaya ber- utang yang dapat disita, dengan pedoman yang diberikan oleh
hubung dengan tidak lagi dipegangnya .kedudukan tersebut, pasal 1834 itu .
gugatan itu oleh Hakim dinyatakan tidak diterima. Jika tang- Apabila si penanggung, menurut pasal yang lalu, telah
kisan (eksepsi) itu diterirna, maka bagi kreditor sudah tidak menunjukkan benda-benda si berutang dan telah mernbayar
ada jalan lagi untuk mendapat uanqnya kembali ; lebih dahulu uang yang diperlukan untuk penyitaan dan pen-
4 . kalau si debitor jatuh pailir , ia tidak laqi, dapat digugat jualan benda -benda itu, maka si berpiutang bertanggung-jawab
dimuka Pengadilan dan .tidak dapat dilakukan penyitaan lagi terhadap si penanggung, hingga sejumlah harga benda-benda
atas harta-bendanya ;

168 169
yang ditunjuk itu, tentang ketidak-rnampuan si berutang yanq, dengan saat yang ditetapkan untuk -minta dilakukannya hak-
tanpa adanya tuntutan-tuntutan , terjadi sesudah itu (pasal istimewa yang lainnya, yang sudah dibicarakan lebih dahulu.
1835). Menurut ketentuan ini, apabila si penanggung sudah Apabila pada saat tersebut tidak diajukan permintaan untuk
menunjukkan benda-benda kepunyaan si berutang dan sudah memecah (atau membagi) piu tang yang dituntut pembayaran- .
pula memberikan persekot biaya yang diperlukan untuk mela- nya itu, maka berlakulah ketentuan pasal 1836, yaitu masing-
kukan penyitaan dan pelelangan (penyitaan dan pelelangan itu masing penanggung terikat untuk seluruh utang.
yang harus melakukan adalah kreditor sendiri, artinya jurusita Jika siberpiutang sendiri secara sukarela telah membagi-
atas perrnintaan kreditor), maka si penanggung dibebaskan bagi tuntutannya, maka tak bolehlah ia menarik kembali
dari tanggungan tentang ketidak-mampuan si debitor yang pemecahan utang itu, biarpun beberapa orang diantara para
terjadi sesudah itu . Misalnya kreditor tidak segera melakukan . penanggung tidak mampu sebelum dibagi -baginya utang itu
penyitaan, sehingga ada barang-barang yang sudah dijual oleh (pasal 1838) . Pasal ini kiranya sudah cukup jelas .
debitor; ini adalah kesalahan kreditor sendiri.
Jika beberapa orang telah mengikatkan diri sebagai 'pe- 3. AKIBAT-AKIBAT PENANGGUNGAN A NTARA SI BERUTANG
nanggung untuk seorang debitor yang sama, lagi pula untuk DAN SI PENANGGUNG DAN ANTARA PARA PENANGGUNG
utang yang sama, maka masing-masing adalah terikat untuk SENDIRI.
seluruh utang itu (pasal 1836) . Si penanggung yang telah membayar, dapat menuntutnya
Namun itu masing -masing dari mereka, jika ia 'tidak kembali dari si berutang-utama, baik penanggungan itu telah
MI NTA
DIPECAH-
-melepaskan hak-istimewanya untuk meminta pemecahan utanc- diadakan dengan maupun tanpa pengetahuan si berutang utama.
NYA nya, pada pertama kalinya ia digugat dimuka Hakim, dapat Penuntutan kembali ini dilakukan baik mengenai uanq-pokok-
UTANG menuntut supaya si beriputang lebih dahulu membagi piutang- nya maupun mengenai bunga serta biaya-biaya . Mengenai
nya dan menguranginya sampai sebesar bagian masing-masing biaya-biaya ini si penanggung hanya dapat menuntutnya kem-
penanggung yang terikat secara sah. Jika pada waktu salah ball , sekadar ia telah memberitahukan kepada si berutang-utama
seorang penanggung menuntut pemecahan utartgnya, seorang tentang tuntutan-tuntutan. yang ditujukan kepadanya, didalam
atau beberapa orang penanggung lainnya berada dalam keadaan waktu yang patut. Si penanggung ada juga mempunyai hak
tak-mampu, maka si penanqqunq tersebut diwajibkan membayar menuntut penggantian biaya , rugi dan bunga, jika ada alasan
untuk orang-orang yang tak-mampu itu menurut imbangan untuk itu (pasal 1839).
bagiannya; tetapi ia tidak bertanggung-jawab jika ketidak- Kemudian dikatakan oleh pasal 1840 : Si- penanggung SUBROGASI
mampuan orang-orang itu terjadi setelah diadakan pemecahan yang telah membayar, menggantikan derni hukum segala hak
utangnya (pasal 1837). . si -berpiutang terhadap si berutang. Pergantian ini adalah apa
Dari dua pasal yang baru saja disebutkan itu, dapat yang dalam hukum perjanjian dinamakan "subrogasi" , dalam
diketahui bahwa disamping hak -istimewa untuk minta disitanya hal ini subrogasi menurut undang-undang, sebagaimana yang
lebih dahulu harta-benda si debitor, disini ada hak-istimewa dimaksudkan dalam pasal 1402 sub 3 Kitab Undang-undang
lain lagi, yaitu (dalam halnya ada beberapa penanqqunq untuk Hukum Perdata.
satu utang yang sama) untuk minta diadakannya pemecahan Dengan demikian maka seorang penanggung yang telah
piutang, sehinqqa masinq -rnasinq menanggung sebagian saja. membayar, mempunyai dua hak terhadap si berutang : pertama
Saat untuk minta dilakukannya hak-istimewa ini adalah sama haknya send iri yang diberikan oleh pasal 1839 dan kedua hak

170 171
yang diperolehnya berdasarkan subrogasi menurut pasal: 1840 alasan untuk menuntut dinyatakannya batal utangnya; dengan
(dan pasal 1402 sub 3). Dalam prakteknya barangkali hak yang tidak mengurangi tuntutan si penanggung terhadap si berpiutang
terakhir ini malahan lebih penting dari hak yang tersebut (pasal 1842). Dari ketentuan-ketentuan tersebut diatas, dapat
pertama (padahal ini yang asli) , karena hak yang diperoleh kita lihat, betapapentingnya bagi si penanggung untuk mern-
berdasarkan subrogasi itu mungkin ada jaminannya (hipotik, beritahukan kepada si berutang, tiap kali ia melakukan pem-
fiduciair, dsb,) yang ikut berpindah. kepada si penanggung , bayaran kepada si berpiutang. Tidak memberitahukan itu
sedangkan haknya sendiri yang asli , yang diberikan oleh pasal dapat membawa akibat bahwa ia tidak dapat menuntut kembali
1839, harus dilakukan bersama-sama dengan kreditor-kreditor dari si berutang apa yang sudah dikeluarkannya. Tentunya ini
lain, sebagai tagihan kongkuren, terhadap si berutang yang tidak mengurangi .haknya untuk berusaha mendapatkan uang-
sudah ternyata tidak mampu memenuhi kewajibannya. nya kembali dari si berpiutang berdasarkan pernbayaran yang
Jika beberapa orang berutanq-utama, yang bersama-sama tidak diwajibkan (pasal 1359).
memikul satu utang, masinq-masinq terikat untuk seluruh Si penanggung dapat menuntut si berutang untuk diberi-
utang itu, maka seorang yang mengajukan diri sebagai penang- kan ganti-rugi atau untuk dibebaskan dari perikatannya,bahkan
gung untuk mereka kesemuanya, dapat menuntut kembali sebelum ia membayar utangnya :
segala apa yang telah dibayarnya, dari masing-masing orang 1. apabila ia digugat dimuka Hakim untuk membayar ;
berutang tersebut (pasal 1841). Pasal ini memberikan hak 2. apabila si berutang telah berjanji untuk membebaskan-
kepada si penanqqunq untuk menuntut kembali apa yang nya dari penanggungannya didalam suatu waktu tertentu ;
telah dibayarnya dalam hal yang ditanggung adalah beberapa 3. apabila utangnya sudah dapat ditagih karena lewatnya
orang debitor yang bersarna-sama memikul satu utang secara jangka-waktu yang telah ditetapkan untuk pembayarannya ;
tanggung-menanggung. Dalam pasal ini ditetapkan bahwa si 4. setelah lewatnya waktu sepuluh tahun jika perikatan-
penanggung dapat menuntut kembali apa yang telah dibayarnya, nya pokok tidak mengandung suatu janqka-waktu tertentu
dari para debitor itu juga secara tanggung-menanggung, artinya : untuk pengakhirannya, kecuali apabilaperikatannya pokok
ia dapat menuntut masing-masing untuk mengembalikan seluruh sedemikian sifatnya, hingga ia tidak dapat diakhiri sebelum
jumlah yang telah dibayarnya. Dengan sendirinya disini juga lewatnya suat u waktu tertentu, sepertinya suatu perwalian
ada subrogasi dalam segala haknya kreditor seperti yang telah (pasal 1843). .
diutarakan diatas.
.Si penanggung yang sekali telah membayar utangnya, tidak Apa yang dimaksudkan oleh pasal ini sangat tidak jelas.
dapat menuntutnya kembali dari si berutang-utama yang telah Bagaimanakah si penanggung yang belum mengeluarkan sesuatu
apa, sudah dapat menuntut penggantian kerugian? Bukankah
membayar untuk kedua kalinya, jika ia tidak telah mernberi-
ia baru dituntut untuk membayar. Juga diberikannya hak
tahukan kepadanya tentang pembayaran yang telah dilakukan-
kepadanya untukmeminta kepada debitor supaya ia dibebaskan,
nya; dengan tidak mengurangi haknya untuk menuntutnya
adalah tidak tepat, karena debitor tidak mempunyai kekuasaan
kembali dari si berpiutang . Jika si penanggung telah membayar
untuk memberikan pembebasan itu. Si penanggung telah meng-
tanpa digugat untuk itu, sedangkan ia tidak memberitahukan-
ikatkan diri terhadap si kreditor dan karena itu maka kreditor
nya kepada si berutang-utama, maka ia tidak dapat menuntut- inilah orang yang dapat membebaskan si penanggung. Juga
nya kembali dari si berutang-utama ini, manakala si berutang, penulis Belanda Prof. Pitlo, terus terang rrienyatakan tidak
pada waktu .dilakukannya pembayaran, mempunyaialasan- dapat mengerti ketentuan tersebut ("Het Verbintenissenrecht

172 173
naar het Nederlands Burgerlijk Wetboek" jilid khusus, cetakan 4. HAPUSNYA PENANGGUNGAN.
ke 6, 1974, halaman 552). Oleh karena itu maka sebaiknya Perikatan yang diterbitkan dari penanggungan hapus karena
pasal tersebut kit a anggap tidak tertulis saja , sebab -sebab yang sama, sebagaimana yang menyebabkan ber-
Kalau si penanggung sudah membayar sesuatu kepada akhirnya perikatan-perikatan lainnya (pasal 1845) . Adapun
kreditor dan kemudian si debitor jatuh pailit, itu ditampung cara-cara berakhirnya perikatan-perikatan itu diatur dalam
oleh pasal 131 Undang-undang Kepailitan (Faillissements- bab ke-empat dari Buku III B.W. (pasal 1381 dan selanjutnya).
verordening) yang memberikan hak kepada si penanggung Percampuran yang terjadi diantara pribadinya si berutang-
untuk diterima dalam kepailitan itu untuk apa yang ia sudah utama dan pribadinya si penanggung utang, sekali-kali tidak
membayar kepada kreditor itu dan selain dari itu, manakala mematikantuntutan hukum si berpiutang terhadap orang yang
si kreditor tidak datang menghadap, supaya si penanggung telah mengajukan diri sebagai penanggungnya si penanggung
diperkenankan mewakilinya dalam penuntutan hak-haknya. (pasal 1846). Denganpercampuran yang disebutkan itu hapus-
Jika berbagai orang telah mengikatkan diri sebagai pe- lah perikatan antara si berutanq-utarna dan . si penanggung,
nanggung untuk seorang berutang yang sarna, lagi pula untuk karena hak dan kewajiban kedua pihak berkumpul dalam satu
utang yang sama, maka si penanggung yang telah melunasi tangan (misalnya si berutang menjadi waris tunggal dari si
utangnya, dalam hal yang teratur dalam nomer 1 dari pasal penanggung), tetapi kejadian itu tidak mempengaruhi keduduk-
yang lalu, begitu pula apabila si berutang telah dinyatakan pailit, an seoranq sub-penanggung; ia tetap dapat dituntut oleh
mempunyai hak untuk menuntutnya kembali dari orang-or:ang kreditor untuk membayar utangnya debitor.
penanggung yang lainnya, masing-masing untuk bagiannya. Si penanggung dapat menggunakan terhadap si berpiutang
Ketentuan ayat kedua dari pasal 1293 adalah berlaku . dalam segala tangkisan yang dapat dipakai oleh si berutang-utama
hal ini (pasal 1844) . Sebagaimana sudah kita lihat, berbagai clan merigenai utangnya yang ditanggung itu sendiri. Namun
orang yang bersama-sama menanggung satu utang yanq' sama tak bolehlah ia mengajukan tangkisan-tangkisan yang khusus .
dari seorang debitor yang sama pula, diperlakukan seperti hanya menqenai pribadinya si berutang (pasal 1847) . Yang
orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung (pasal dimaksudkan dengan tangkisan yanq khusus hanya mengenai
1836), kecuali apabila mereka menggunakan hak-istimewa pribadinya debitor adalah misalnya kalau debitor itu menqaju-
mereka untuk minta pernecahan utangnya (lihat pasal 1837) . kan hal bahwa utang itu telah dibuatnya dalam kedudukannya
Seorang penanggung yang tanpa menggunakan hak-istimewa sebagai direktur sebuah p.t., tetapi kedudukan itu tidak lagi
tersebut, telah membayar seluruh jumlah utang, dapat menun- dimilikinya karena p.t. itu sudah tidak ada lagi.
tut dari kawan-kawan penanggungnya bagian 'masinq-masinq . Si penanggung dibebaskan apabila ia, karena kesalahan
dalam penanggungan tersebut . Apabila ada satu orang dari si berpiutang, tidak lagi dapat menggantikan hak-haknya,
para kawan-penanggung itu jatuhpailit, bagiannya harus dipi- hipotik-hipotiknya dan hak-hak istimewanya si berpiutang itu
kul rata oleh semua kawan-penanggung . Inilah yang dimaksud- (pasal 1848). Misalnya kreditor membiarkan si debitor menjual
kan oleh pasal 1293 (3) yangditunjuk itu. barang-barangnya, sedangkan kreditor mempunyai hak-istimewa
atas barang-barang itu. Dapat dimengerti bahwa hilangnya
jaminan-jaminan atau hak-hak istimewa, akan sangat melemah-
kan kedudukan si penanggung dalam usahanya untuk mendapat-

174 175
kan uangnya kerribali dari si debitor , apabila ia sudah membayar
utangnya nanti.
Jika si berpiutang secara sukarela menerima suatu benda
takbergerak maupun suatu benda lain sebagai pembayaran atas
utang pokok, maka si penanggung dibebaskan karenanya,
biarpun benda itu kemudian, karena suatu putusan Hakim,
oleh si berpiutang harus ' diserahkan kepada seorang lain
. (pasal 1849). Dengari diterimanya barang oleh kreditor sebagai
pembayaran, utang sudah terbayar dan dengan itu selesailah
kewajiban si penanggung. Bahwa dikemudian hari oleh putusan
Hakim si kreditor dihukum untuk menyerahkan baranq terse but
kepada seorang lain, itu adalah tanggungannya sendir;i.
Suatu penundaan pernbayaran belaka yang oleh si ber-
piutang diberikan kepada si 'berutang, tidak membebaskan
si penanggung utang; namun si penanggung ini dalam hal
yang seperti itu, dapat menuntut si berutang dengan maksud
untuk memaksanya untuk membayar utangnya atau mern-
bebaskan si penanggung dari penanggungannya (pasal 1850).

Bab ke XV I
PERDAMAIAN ·

Perdamaian adalah suatu perjanjian dengan mana kedua


belah pihak, dengan menyerahkan, menjanjikan atau menahan
suatu barang, mengakhiri suatu perkara yang sedang bergantung
atau menceqahtimbulnya suatu perkara. Perjanjian ini tidaklah
sah, melainkan jika dibuat secara tertulis (pasal 1851).
Dalam perdamaian ini kedua belah pihak saling melepas-
kan sebagian tuntutan mereka, demi untuk .mengakhiri suatu PERJANJI-
AN "FOR-
perkara yang sedang bergantung atau untuk menc.egah timbulnya MAL "HA-
suatu perkara. la adalah suatu perjanjian "formal" karena ia RUS TER-
TULIS
tidak sah (dan karenanya tidak mengikat) kalau tidak diadakan

176 177
menurut suat u formalitas tertentu, yaitu ia harus dia da kan kerugian. Memanglah banyak tindak-pidana mempunyai segi
secara tertulis. ke perdataan, yang merupakan "perbuatan melanggar hukum"
Untuk mengadakan sua tu perdamaian ,diperlukan bahwa yang memberikan hak kepada pihak yang dirugikan, untuk
seorang mempunyai kekuasaan untuk melepaskan haknya atas menuntut penggantian kerugian. Bahwa segi keperdataannya
hal-hal yang termaksud dalam perdamaian it u . itu diselesaikan dengan perdamaian, sudah barang-tentu tidak
Wali-wali dan pengampu-pengampu tidak dapat mengada- menutup atau mengurangi kekuasaan Penuntut Umum untuk
kan suatu perdamaian, selainnya jika mereka bertindak menurut menuntut si pembuat tindak-pidana dimuka Pengadilan.
ketentuan-ketentuan dari bab kelimabelas dan ketujuhbelas Setiap perdamaian hanya terbatas pada soal yang ter-
dari Buku I B.W. maktub didalamnya; pelepasan segala hak dan tuntu tan yang
, Kepala-kepala Daerah yang bertindak sebagai demikian, dituliskan disitu harus diartikan sekadar hak-hak dan tuntutan-
beqitu pula lembaga -lembag a umum tidak dapat mengadakan tuntutan itu ada hubungannya dengan perselisihan yang menjadi
sua tu perdamaian, selainn ya de ngan mengindahkan ketentuan - sebab diadakannya perdamaian te rsebut (pasal 1854) .
ketent uan yang ditetapkan dalam perundang-undangan yang Suatu perdamaian hanya mengakhiri perselisihan-perse-
mengenai mereka (pasal 18 52). lisihan yang termaktub didalamnya , baik para pihak merumus-
-Kala u yang di pertengkarkan itu adalah hak milik atas kan maksud mereka dalam perkataan khusus atau umum,
sua tu barang, maka hanyalah pemiliknya ya ng berwen ang maupun maksud itu dapat d,isimpulkan sebagai akibat mutlak
mengadakan perdamaian . Namun apab ila sengketa itu mengenai satu-satunya dari apa yang dituliskan (pasal 1855).
leveransi barang-barang yang diperlukan untuk suatu perusahaan, Kedua pasal tersebut bermaksud untuk memperingatkan
, cukuplah yang mengadakan perdamaian itu pengurus peru sahaan supaya berlakunya perdamaian tidak diperluas hingga melam-
ter sebut dan tidak usah pemilik perusahaan, paui batas-batas persoalan yang telah diselesaik an dengan
, Wali dan pengampu harus mengindahkan ketentuan- mengadakan perdamaian tersebut, Untuk menqetahui batas-
ketentuan undang-undang men genai perwalia n dan pengampuan batas itu setepatnya, kita harus selalu berpangkal pada soal -
yang terdapat dalam Buku I B.W. Begitu pula Kepala Daerah soal yang menjadi perselisihan, yang menyebabkarrdiadakan ..
dan penqurus lembaga um um haru s mengi ndahkan ke tentuan- nya perdamaian itu .
ke te nt uan perunda ng-unda ngan ata u instruksi-instru ksi yang Sangat penting adalah apa yang dinyatakan dalam pasal
SAMA
diadakan untuk mer eka. 1858 , yaitu bahwa segala perdamaian mempunyai diantara DENGAN

Tent ang kepentingan -kepentingan keperdataan yang terbit para pihak suatu kekuatan seperti suatu putusan Hakim dalam PUTUSAN
tingkat yang penghabisan, dan bahwa tak da patlah perdamaian PENGA -
dari suat u keja hatan ata u pelanggaran , dapat diadakan per- DILAN
da maian . Perdamaian ini tidak seka li-kali menghalangi pihak itu dibantah dengan alasan kekhilapan mengenai hukum atau
TINGKAT
Kejaksaan untu k me nu ntut perkaranya (pasa l 185 3 ). dengan alasan bahwa salah satu pihak dirugikan . Tegasnya, TERAKHIR

Tindak-pidana yang akibat keperdataannya seringkali dise- perdamaian itu mempunyai kekuatan yi:m'g sama dengan suatu
lesaikan dengan perdamaian ada lah tindak-pidana "penggelap- putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum
an", dima na diadakan perdamaian an tara si pembuat dan yang tetap ("in kracht van gewijsde"). Dengan demikian
perusahaannya untuk mengembalikan uang yang telah digelap- perdamaian itu sudah dapat dilaksanakan atas perintah Hakim.
kan . Atau juga pelanggara n lalu -lint as, d ima na seringkali diada- 'Narnun itu suatu perdamaian dap at dib at alkan, apabila
kan perdamaian antara si pembuat da n piha k yang menderi ta telah terjadi suatu kekhilapan mengenai oran gny a, atau menge-

178 179
nai pokoknya perselisihan. la dapat dibatalkan dalam segala
hal dimana telah .dilakukan penipuan atau paksaan (pasal
1859). Ketentuan ini adalah sesuai dengan asas-asas umum
dalam hukum perjanjian. Kemudian dinyatakan oleh pasal
1861 . : Suatu perdamaian .yang diadakan atas dasar surat-surat
yang kemudian dinyatakan palsu, adalah sarnasekali batal.
Demikian pula adalah batal (rnenurut pasal 1862) suatu per-
damaian mengenai suatu sengketa yang sudah diakhiri dengan
suatu putusan Hakim yang telah memperoleh kekuatan mutlak,
namun tidak diketahui oleh para pihak atau salah satu dari
mereka . Pasal 1862 itu seterusnya mengatakan : Jika putusan
yang tidak diketahui oleh para pihak itu masih dapat diminta-
kan banding, maka perdamaiannya adalah sah.
Dalam -.pada . itu hukum acara .yang berlaku dimuka
Pengadilan Negeri, yaitu H.I.R. (dalam pasal 130) memberikan
PAS A L kesempatan kepada 'para pihak yang berperkara, pada permu-
130 H.I.R. laan pemeriksaan perkaranya, untuk mencapai perdamaian
dimuka sidang Pengadilan. Dalam hal yang demikian, oleh
. Pengadilan ak~n dibuatkan bagi mereka sebuah akte perdamai-
, an, dan selanjutnya Pengadilan akan menghukum para pihak Bab ke XVII
untuk rnentaati perdamaian itu. Terhadap putusan yang derni - ARBITRASE
kian tidak diperkenankan banding. Dengan perkataan lain :
putusan terse but sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.
Yang dinamakan "arbitrase" ialah pernutusan suatu seng-
keta oleh seorang atau beberapa orang yanqditunjuk oleh para
pihak yang bersengketa sendiri, di luar Hakim atau Pengadilan.
Orang yang ditunjuk untuk memutusi sengketaini dinamakan
"arbiter" atau "wasit".
Dasar hukum bagi arbitrase tersebut adalah pasal-pasal
615 s/d 651 Reglament op de Burgerlijke Rechtsvordering
(disingkat: RV), pasal-pasal mana dianggap masih berlaku
sampai sekarang. Juga Undang-undang Mahkamah . Agung
(UU No. 1 tahun 1950) menyebutkan ten~ang arbitrase (yang
dinamakannya : "perwasitan") dan mengatur tentang acara
dalam tingkat banding terhadap putusan-putusan wasit.

180 181
Putusan arbitrase atau wasit itu oleh undang-undang 2. Bahwa persengketaan itu akan diperiksa dan diputus oleh
diberikan kekuatan yang sama dengan suatu putusan Badan seorang arbiter (wasit ) atau suatu t eam arb iter , seh ingga
Pengadilan dalam tingkat terakhir dan dapat langsung dijalan- kedua pihak be rke wajiban untuk mernbantu tersele nggara-
kan (di-eksekusi) atas perintah Ketua Pengadilan Negeri. nya arbitrase atau pe radilan wasit itu dan mentaati apa
Jika arbitrase diadakan untuk satu kali saja, yait u u ntuk yang akan diputuskan.
memutusi satu sengketa dan setelah itu dib ubarkan, maka
Yang dapat diserahkan kepada arbiter atau wasit untuk
arbitrase yang demikian itu dinamakan "arbitrase ad h oc" .
diputus hanyalah hal -hal yang berada dalarn ke kuasaan bebas
Namun sekarang di hampir setiap negara terdapat suatu lemb aga
para pihak clan oleh pasal 616 RV dikatakan bahwa tidaklah
yang menyelenggarakan arbitrase. Arbitrase yang diselenggara-
kan oleh lembaqa-lernbaqa semacam itu dinamakan arbitrase diperbolehkan untuk mengadakan suat u persetujuan arbitrase
lembaga ("institutional arbitration") . Di Indonesia atas prakarsa mengenaisoal alimentasi (nafkah) , perceraian atau perpisahan
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, pada tanggal meja clan tempat tidur, soal kedudukan hukum seseoran g atau
3 Desember 1977 .telah didirikan Badan Arbitrase Nasional pada umumnya mengenai senqket a-senq keta di mana ke tentu an
Indonesia (BAN!). hukum melarang diadakannya suatu perjan jian p er dam aian.
Semua badanllembaga arbitrase masinq-rnasinq mempunyai Menurut pasa l 618 RV suatu persetujuan arbitrase ha rus
anggaran dasarnya (statuta) dan menetapkan peraturan prosedur diadakan sec ara tertuli s. Kar ena mengenai kla usuIa arbitra se
yang dipakai dalam arbitraseyang diselenggarakan. tidak ada su atu keten tu an, maka, kare na hukum perj anjian ki ta
Menurut RV dasar pertama untuk suatu arbitrase ada lah menganut asas konsensualisme y an g pada asasnya tidak menun-
.apa yang dinarnakan " persetujuan arbitrase " yaitu suatu perse- tut bentuk tertulis untuk suatu, perjanjian, klausula arbitrase
tuj ua n antara dua pih ak yang terlibat dalam sua t u sengketa itu dapat juga diadakan secara lisan apabila perjanjian induk
(main contract) juga telah diadakan secara lisan .
untuk merigajukan sen gketa it u kepada pemutusan seorang atau
suatu team ar biter. Dala m peristilahan RV pers etujuan te rsebut Bagi dunia perdaqanqan atau bisnis, penyelesaian sengketa
dinamakan "compromis" (pasal 6.15) . Kemu ngkinan ' k edua lewat arbitrase atau perwasitan, mempunyai beberapa keuntung-
adalah ba hw a kedua piha k dalam suatu perjanjian atau k ontrak an, yaitu bahwa ia dilakukan : 1. dengan cepat, 2. oleh ahli-
me ncantumkan su~tu ketentuan atau pasal yang menetapkan ahli yang dipilih sendiri oleh para pihak, dan 3 . di belakang
bah wa setiap p ers elisih an yang mungkin timbul da ri atau pintu tertutup .
berhubu ngan de ngan perjanjian atau k ontrak it u, akan diajukan
kepada arbitrase untuk diputus. Ketentuan atau pasal dalam
perjanjian atau kontrak seperti itu dinamakan : klausula arpi-
trase ("arbitration clause " ). Menurut hukum Indonesia, pada
hakekatnya tidak ada suatu perbedaan antara apa yang dinarna-
kan "persetu ju an arbitrase " dan apa yang dina makan "klausula
arbit rase" itu . Kedua-duanya mempuny ai akibat hukum :
1. Bahwa persenqke taan yang te lah ti mbul atau yang aka n
timbuI, tidak aka n diperiksa dan diputus oleh Pengadila n;

182 183
DAFTAR PERSOALAN/ ISTILAH MENURUT ABJAD Halaman
B
.f
Badan hukum - Pemberian status sebagai 90
A Halaman Barter - Tukar-menukar 35
Abstrak - Sistem - dalarn pemindahan hak Beban - Pernberian hibah dengan 97
rnilik Beli - Perjanjian jual- - 1
13
Accessoir - Perjanjian - : perjanjian yang .meng- Borg - Penanggung-utang; bah. Inggeris :
abdi : pada suatu perjanjian lain 165 "guarantor" 165
.Aqen cy - Suatu lernbaqa yang sangat te rkenal Bunga - - cagak-hidup atau "lijfrente " 133
dalarn hukum Anglo Saxon , yang --:- moratoir : bunga yang harus di-
mirip dengan pemberian kuasa/per- bayar oleh seoranq debitor karena
.wakilan 158 ia lalai (terlambat) membayar utang-
Agraria - Un dang -undang Pokok - nya 130
10
Agree ment to sell - Perjanjian jual-beli menurut hukum Biirgerliches - Kitab Undang-undang Hukum Per-
Inggeris, dimana barangnya tidak Gesetzbuch data Jerman .(Barat ) 8
disera hkan seketikk' 21
Ala m - Perik at an - : perikatan yang pelak- C
sanaa nnya tidak dapat dituntut di- Cagak-hidup - Perjanjian - . salah satu macam
muka Pengadilan, tetapi jika secara perjanjian untung-untungan 133
suka rela dipenuhi , pembayaran Causal -- Sistem - dalam pemindahan hak
ini tidak dap at dituntut kembali ; milik 12
ba h . Belanda : " nat uurlijke verbin- Cessie - Pernindahan piutang atas nama 10
tenis" 139 Civil Code of - Kitab Undanq-undanq Hukum
Ale atory contra ct - (bah. In qqeris) : perjanjian untung- Japan Per data di Jepang 7
u~tungan 132 Civil Code of - Kitab Undang-undang Hukum Per-
Angg aran Dasar - - dari suatu perkumpulan 89 the Philippines data di Philipina 30, 154 .
Annuity - "Life-:- - " (bah. Inggeris) : bunqa Code Civil - Kitab Undang-undang Hukum
caqak-hidup : bah. Belanda : "lijf- Perdata Perancis 26 .
rente" 133 Commodatum - Perjanjian pinjam-pakai dalam
Arbit rase - Pemutusan sengketa oleh orang yang Civil Code of the Philippines 119
Company - (bah. Inggeris) : perseroan dagang 90
ditunjuk sendiri (arbiter) 181
Credit-sale - Jual-beli denqan ' cicilan menurut
Association - (bah. Inggeris) : perkumpulan 90
. hukum Inggeris 54
Asuransi - Pertanggungan; - jiwa 134
Attorney Cuma-cuma - Perjanjian denqan - : juga dinama-
- "Power of - " (bah. Inggeris)
I
kan perjanjian sep ihak , yaitu
Kekuasaa n yang diberikan kepada
seorang ju ru k uasa ; "volmacht" 142 perjanjian dimana ada prestasi

184 185
Halaman Halaman
tanpa kontra-prestasi, misalnya
G
penghibahan , pinjam-pakai 94, 118 Gadai - Jarninan barang bergerak
Garnblinq : - (bah. Inggeris) : Perjudian 138
D
Gangguan - - berupa tuntut3n . hukum dari
Damai - Perjanjian perdamaian 177
. pihak ketiga 42
Defects - " Hidden ':" " (bah. Inggeris) ;.cacad-
- bertipa perbuatan-perbuatan
cacad tersembunyi 19
physik 42
Deliverable - " In a - state" (bah. Inggeris)
Gesamt-akt - (bah. Jerman) : Perbuatan beberapa
dalam keadaan siap untuk diserah-
orang bersama-sama untuk men -
kan kepada atau diambil oleh si
22 dirikan suatu perkumpulan 90
pembeli
Guarantor - (bah. Inggeris) : penanggung utang
. Deliver y - Penyerahan kekuasaan atas barang-
23 atau "borg" (bah. Belanda) 164
barang yang telah dibeli
Guaranty - (bah. Inggeris) : penanggungan
Delivrance - (bah . Perancis) : penyerahan ke -
utang atau "borgtocht" (bah.
kuasaan atas barang-barang yang
12 Belanda) 164
telah dibeli
Deposito - -- dengan bunga 112
H
Harga - - beli. 20
E
- - sewa 41
Ekspeditur - Orang yang memberikan jasa
Hibah - Pemberian diwaktu hidup 94
perantaraan antara orang yang ingin
Hibah-wasiat - Pemberian dalam surat wasiat
mengirimkan barang dan seorang
70 atau testament yang baru mem--
juru-pengangkut
peroleh kekuatan apabila si pem-
Essentialia - Hal -hal yang pokok (unsur-unsur
2 beri meninggal 95
pokok) dari suatu perjanjian
Hidden defects - (bah. Inggeris) : Cacad-cacad ter-
Evicti on - (bah. Inggeris) : penghukuman ke-
sembunyi 19
pa da seorang un tuk menyerahkan
Hipotik .; Jaminan benda takbergerak . 30
suat u benda kepada pihak ketiga 17
Hire-purchase - Sewa-beli menurut hukum Inggeris 55
Hire-purchase Act - Undang-undang yang mengatur
F
tentang sewa -beli di Inggeris 55
Fiduciair Suat u macam jarninan kebendaan
yang diciptakan oleh praktek,
J
di ma na barang jaminan tetap
Jackpot - semacam permainan judi 138
dikuasai oleh orang yang mem-
Jual-beli - Perjanjian dimana satu pihak ber -
berikan jaminan 164
janji menyerahkan hak milik atas

186 187
Halaman Halaman
t,
suatu barang sedang pihak yang
Leasing - Sewa-menyewa alat perusahaan 55
lainnya akan membayar harqanya 1
Judi - Per - an : semacam perjanjian Levering - (bah. Belanda): penyerahan hak
untung-untungan 138 milik atas suatu barang 11
Juru-kuasa - Orang yang melakukan pengurus- Life annuity - (bah . Inggeris) : bunga cagak-hidup
an kepentingan'oranglain 141,147 atau "lijfrente" (bah . Belanda). 133
Juru-pengangkut -- Orang ¥ang pekerjaannya memberi- Lijfrente - (bah. Belanda:) : bunga cagak-hidup;
kan jasa mengangkut barang atau semacam perjanjian untung-un -
orang dari satu kelain tempat 70 tungan 133
Loan - (bah. Inggeris) : pinjarn 119
K Losmen - Tanggung-jawab seorang pengurus -
Kauf - (bah. Jerman) : jual-beli 1 atas barang-barang kepunyaan
.Kerja - Perjanjian - ; perjanjian untuk tamu 110
melakukan pekerjaan 57 Lotere - Undian; salah satu perjanjian
Konosemen - Surat yang diberikan oleh seorang untung-untungan 138
juru-pengangkut , berisikan penga- Louage - (bah. Perancis) : sewa 39
kuan menerima barang-barang M
untuk diangkut dan kesanggupan Main - Per - an judi; salah satu perjan-
untuk menerimakannya kepada jian untung-untungan
138
seorang tertentu 73 Moratoir - Bunga - : bunga yang harus di -
Konsensual - Perjanjian - : Perjanjian yang bayar oleh seorang debitor karena
sudah sah (rneriqikat) sejak detik ia lalai (terlarnbat) membayar
tercapainya sepakat tentang hal- utangnya 130
hal yang pokok dari perjanjian Mortqaqe - (bah . Inggeris) : semacam hipotik
tersebut 2 dalam hukum Anglo Saxon . 30
Konsensualisme - Asas yang dianut oleh B.W . . bahwa Mutuum - Perjanjian pinjam-mengganti dalam
perjanjian sudah sah (mengikat) Civil Code of the Philippines ;
pada detik tercapainya sepakat juga dinamakan : "simple loan :' 119
tentang - hal -hal yang pokok N
dari perjanjian yang bersangkutan 3 Notaris - Akte ~ 102
Kuasa - Wewenang untuk melakukan sua -
tu perbuatan hukum untuk orang
o
141 Obligatoir -- Ivlengikat; memberikan hak dan
lain
meletakkan kewajiban . Perjanjian - :
K.U.P. - Kantor Urusan Perumahan 50
perjanjian yang hanya memberi -
kan hak dan meletakkan kewa-

188 189
Halaman Halaman
Pengangkutan - Perjanjian - 69
jiban, artinya; belum memindah- Penghibahan - Perjanjian - 94
kan hak milik 11 Penginepan - Kewajiban seorang penguasa rumah
Opsi - Hak opsi seorang penyewa 48 penginepan terhadap barang-barang
Otomatis - Kalau suatu perjanjian berakhir kepunyaan para tamu . 110
secara otomatis (demi hukum), Pengosongan - Penghentian sewa dan - rumah
itu berarti bahwa ia berakhir se~m ~
tanpa memerlukan pemberitahuan Pengurusan - - suatu persekutuan 81
penghentian 47 Penitipan - Perjanjian - barang 108
p Perburuhan - Perjanjiar; kerja / - . 59
Pandbeslag - Penyitaan yang dilakukan ole h Perdamaian - Perjanjian - 177
orang yang menyewakan rumah Perikatan alam - Perikatan yang tidak dapat d~-
atas baranq-baranq prabot-rumah tuntut pelaksanaannya dimuka
.yang berada dirumah terse but 49 Pengadilan,tetapi kalau secara suka-
Panitia Sewa- - Panitia untuk membantu Kantor rela dipenuhi, tidak dapat diminta
menyewa Urusan Perumahan (K .U.P.) dalarn kembali pembayarannya 139
menetapkan harga -sewa rumah 50 Perjudian - Salah satu perjanjian untung-
Pejabat Pembuat - Pejabat yang menurut P.P . 10/ untungan .138
Akte Tanah (disinq- 1961 berwenang membuat akte Perkumpulan - Bentuk kerja-sama antara beberapa
kat: P.P.A.T.) tentang ,perjanjian yang berrnak- orang untuk mencapai tujuan
sud memindahkan hak milik atas yang tidak berupa mencari ke-
tanah 10 untungan 89
Pemberian kuasa - Perjanjian dengan mana seorang Pertaruhan - Semacam perjanjian untung-un-
memberikan kekuasaan kepada tungan 138
orang lain untuk atas . namanya Perwakilan - Adanya seorang melakukan perb';1at-
melakukan perbuatan-perbuatan an-perbuatan hukum untuk orang
hukum 140 lain. 141
Pemborongan-kerja - Salah satu macam perjanjian Pinjam - - pakai 118
untuk melakukan pekerjaan 65 Pinjam - - meminjam 125
Pemecahan utang - Hak istimewa seorang penanggung
Prabot rumah - Barang - barang untuk menghiasi
utang untuk minta supaya (dalarn
sebuah rumah tinqqal ; orang
halnya ada beberapa orang pe-
yang menyewakan rumah mem-
nanggung) utangnya dipecah men -
punyai hak-utama untuk menyita
jadi sekian bagian menurut
barang-barang tersebut sebagai
.jumlahnya oranq penanggung 170
jaminan tunggakan uanq sewa 49
Pengacara - Pemberian kuasa kepada seoranq - 142

190 191
Halaman Halaman
Pur ch ase - " Hire '--- -" (bah. Inqqeris) : sewa - Surat Ijin Penghuni - Surat ijin yang dikeluarkan
. beli dalam hukum Inggeris 55 (S .I.P.) oleh . Kantor Urusan Perumahan
(K.U .P.) untuk menernpati rumah .50
R Sub-borg - Seorang yang menanggung di-
Reklame - Hak - : Hak seoran g penjual ba rang penuhinya kewaj iban seorang pe -
bergerak yang telah dijual tunai nanggung 16 5
un t uk menuntut ke mba li baranq- 32 , Subrogasi - Ha l bahwa seoranq yang mern-
nya yang belum dibayar ba yar utangnya seo rang debitor ,
Repurchase - (ba h . Ingge ris). : membeli kembali, menqqantikan kedudukan kreditor
dala m pe rjanjian jual-beli dengan te rhadap debi tor tersebut 171
ha k membeli kembali 30 Substitusi - Penggantian seorang jurukuasa
Risiko - Kewajiban suat u pihak untuk oleh orang lain ya ng ditunjuk-
memikul kerugia n akibat suatu nya 147
pe ristiwa yang tak terduga , yang
menimpa ba ran g yang menjad i T
obyeknya perjanjian 24,44,121 Transfer " - of ownership " (bah. 'In qqer is)
Roulet .c.. Sema cam perrnainan . judi ~38 pemindahan hak milik secara
yurid ~ 11
s Trust - Suatu lembaga yang terkenal
Sale - (b ah . Ingger is) : jual at au jual-beli dalam Hukum Anglo Saxon,
tunai dalam hu k um Inggeris 21 ,22,23 yaitu pengurusan harta-kekayaan
Sale of Goods - Undang-undang ya ng mengatur untuk keuntunqan suatu pihak
Act tentang jual-beli ' di Inggeris; ~ti~ 1~
sering disingkat dengan " S.G .A." 21 Tukar-menukar - Perjanjian ". ; juga dinamakan
Sekestrasi · - Penitipan barang yang .dalarn "barter" 35
sen gket a 115
Sewa ~ Perjanjian sew a -menye wa 39 U
Sewa-beli - Perjanjian " hu urkoop" (bah. Ulang-sewa - Seorang penyewa yang me nyewa -
Belanda) , "hire-purchase " (bah . kan lagi barang yang disewan ya 46
Inggeris) 51 Undang-undang - Bunga menurut - 129
Simple loan - (bah. Inggeris) : se mac a m perj an - Undian - Undian ata u lotere yang diadakan
jian pinjam-mengganti ; jug a dina- oleh instansi resmi atau badan :
makan " m u t uu m" 119 am al 138
Statuta - Reglemen atau Anggaran Dasar Untung-untungan - Perjanjian - 132
suatu perkumpulan 89

192 193
Halaman Lampiran
v
(bah. Perancis) : jual atau jual-beli 2 YURISPRUDENSI MAHKAMAH AGUNG
Vente -r-

Verein - (bah. Jerman) perkumpulan 90


Vereniging - (bah. Belanda) : perkumpulan 90
Vestigingsbesluit - Surat ijin penghuni (disinqkat : A. JUAL-BELI.
(disinqkat : V .B.) S.I.P.) 49
1. Penyet oran uang harga-pembelian kepada suatu Bank
Volmacht - (bah. Belanda) : Kekuasaan yang
belu m berarti bahwa pabrik yang dibeli seketika rnenjadi milik si
diberikan kepada seorang juru-
pembeli.
kuasa untuk melakukan perbuat-
MA 8 - 6 - 1963 No . )01 K/Sip1l963
an-perbuatan hukum atas nama
si pemberi kuasa. 142 2. Seorang pembeli suatu partij. besi, yang menerima
kembali uang voorschot tanpa protes selama 10 bulan, harus
W dianggap menyetujui pembatalan persetujuan jual-beli.
Wali _. Seorang - tidak boleh menerima M.A. 13 -7 -1963 No. 150 K/Sip/1963
hibah 101 3. Menurut hukum, tergugat dalam kasasisebagai pembeli
Warranty .- (bah. lnggeris): kewajiban me- dalam penjualan lelang executie bij voorraad harus dilindungi.
nanggung 17 M.A. 24 - 4 - 1969 No. 323 K/Sip1l968
Wasiat - Hibah .- : Pemberian dalam surat 4.a. Sesuai dengan asas kebebasan membuat kontrak yang
wasyat atau testament, yang baru dianut oleh Buku III dari KUH Perdata Indonesia, maka suatu akta
mengikat kalau si pemberi sudah jual-beli yang di dalamnya memuatketentuan bahwa "jual-beli
meninggal 101 ini berikut dengan beban hipotik" adalah tidak bertentangan
Woeker-ordonnantie - Undang-undang untuk memberan- .dengan hukum.
tas penghisapan ("woeker ") 130 b . Pembeli persil bekas eigendom yang mendasarkan diri
pada keterangan dari Kantor Kadaster yang berwenang mengenai
Z keadaan persil yang akan dibelinya, dianggap sebagai pembeli ber-
Zakelijke overeen- -- Para sarjana hukum Belanda itikad baik.
komst .menqkonstruksikan "levering " se-: c. Tidaklah bertentangan dengan hukum bila yang dikuasa-
bagai . suatu "zakelijke .o vereen - kan untuk menjual, membeli ssndiri barang yang bersangkutan,
.komst", yaitu suatu persetujuan asal dalam hal ini ia tidak berbuat bsrtentanqan dengan kepen-
yang . khusus diadakan unt uk tingan principalnya.
inengalihkan hak milik 11 MA 17 ·9· 1975 No . 337 K/Sip1l974
5. Ketentuan dalam pasal 19 Peraturan Pemerintah No. 10
Tahun 1961 tidak bermaksud untuk rnenqesarnpinqkan pasal-pasal

194 . 195
dari KUH Perdata atau ketentuan-ketentuan hukum tidak ter tulis 11, Semenjak akte jual-beli ditanda-tangani di hadapan Pen-
mengenai jual-beli. jabat Pembuat Akte Tanah, hak milik atas tanah yang dijual ber-
M.A. 27 - 5 -1972 No:1363 K/Sip/1971 alih kepada pembeli.
6. Dalam penyesuaian jumlah uang yang harus dibayarkan MA 14 - 4 - 1980 No. 992 K/Sip/1979
akibat terjadinya perubahan dalam nilai uang, risiko atas perubah- 12 . Dengan telah : terjadinya jual-beli antara penjual dan
an nilai uang itu harus dibebankan kepada pihak yang salah, pembeli yang diketahui oleh Kepala Kampung yang bersangkutan
yaitu yang telah. secara sepihak membatalkan pembelian rumah dan dihadiri oleh 2 (dua) orang saksi serta diterimanya harga pem-
oleh penggugat, yang telah dilunasi 5 tahun yang lalu. belian oleh penjual,maka jual-beli itu sudah sah menurut hukum,
MA 17 - 7 - 1971 No. 208 K/Sip/1971 sekalipun belum dilaksanakan di hadapan Penjabat Pembuat Akte
7. Dalam jual- beli tidak ada persoalan bunga; maka tun- Tanah.
tutan penggugat mengenai 6 persen sebulan karena keterlambatan MA 22 - 7 - 1980 No. 665 K/Sip/1979
pembayaran oleh tergugat selaku pembeli, tidak dapat dikabulkan .
13. Jual-beli tanah/rumah tersebut tidak mungkin sah,
MA 16 - 10 - 1975 No, 1061 K/Sip/1973
karena ternyata dari kesaksian kuasa penjual sendiri para tergugat-
8 . a. Obyek jual-beli, dalam hal ini kendaraan bermotor, yang asal bukan pembeli yang sebenarnya, melainkan hanya dipinjam
ternyata berasal dari kejahatan, dikategorikan barang yang me- '. namanya saja , -sedan q pembeli yang sebenarnya adalah penggugat-
ngand ung cacad yang tersembunyi, yang menyebabkan pihak asal yang pada waktu itu masih seorang warga negara asing.
pembelinyatidak dapat menikmatinya dengan aman serta ten- Dengan demikian maka perjanjian jual-beli tersebut mengandung
teram. suatu sebab yang dilarang oleh undang-undang, yaitu ingin menye-
b. .Menurut hukum, pihak penjual bertanggung-jawab atas lundupi ketentuan larangan tersebut dalam pasal 5 jo 21 Undang-
adanya cacad yang tersembunyi pada barang yang dijualnya . undang Pokok Agraria. . , .
c. Berdasarkan kewajibannya untuk bertanggung-jawab MA 25 - 9·1980 No. 147 K/Sip/1979
atas adanya cacad yang tersembunyi pada barang yang dijualnya,
14 . Jual-beli saham termaksud adalah bersyarat, sebab
maka penjual, yang dalam hal ternyata adanya cacad termaksud,
digantungkan pada pesetujuan Menteri; karena persetujuan ini
tidak mengganti barang yang mengandung cacad semacam itu, baik
belum ada, maka menurut hukum perjanjian tersebut belum ada.
dengan barang yang lain yang serupa ataupun dalam bentuk uang
MA 7 - 4 - 1981 No. 556 K/Sip/1979
sebe sar harga barang yang bersangkutan, melakukan ingkar-janji.
MA 6 -10 -1976 No. 319 K/Sip/1974 B. SEWA-MENYEWA.
9 . Untuk sahnya jual-beli tanah; tidak mutlak harus dengan
1. Menurut pasal 1556 B.W. seorang penyewa persil yang
akte yang dibuat oleh clan di hadapan Penjabat Pembuat Akte
dalam memakai persil itu diganggu oleh seoranq ketiga, tidak ber-
Tanah . Akte Penjabat ini hanyalah suatu alat-bukti. kewajiban untuk menuntut juga pihak yang menyewakan bersama- .
MA ':l -4 - 1978 No. 126 K/Sip/1976 sama dengan yang mengganggu.
10 . Jual-beli rumah dianggap meliputi juga pemindahan hak MA 13 - 10 . 1954 No. 136 K/Sip/1952
sewa/hak pemakaian tanah di atas mana rumah itu berdiri.
2. Menurut pasal 1579 BW. hubungan sewa-menyewa
MA 1 ·5 - 1979 No. 521 K/Sip/1975
suatu pekarangan tidak dapat dihentikan dengan alasan pekarang-

196 197
annya akan dipakai sendiri oleh pihak yang menyewakan, kecuali D. PERJANJIAN UNTUK MELAKUKAN PEKERJAAN .
apabila pada waktu membentuk persetujuan sewa-menyewa ini
1. Perselisihan perburuhan berada di luar linqkunqan Per-
diperjanjikan diperbolehkan ,
adilan biasa.
MA ,10 - 1 - 1957 No . 32 K/Sip1l954
MA 9 - 6 - 1952 No . 37 K/Sip1l952
3., Apabila sudah terang, bahwa persewaan sebidang ,tanah
2. ' Hak seorang buruh-wanita untuk mendapat istirahat -
dihentikan dan sejak waktu itu pernilik menyewakan tanah itu
hamil bukanlah hak-mutlak , melainkan dapat saja di-elakkan oleh
kepada penyewa baru, maka si penyewa baru ini dapat langsung
majikan dengan memberhentikan buruh-wanita itu, karena seorang
menuntut si penyewa lama untuk mengosongkan tanah itu . Pasal
majikan yang berbuat demikian sudah terkena suatu hukuman
1558 B.w, tidak merupakan.halangan untuk penuntutan itu.
khusns yang oleh undang-undang diancamkan terhadap pember-
MA 12 - 6 -1957 No. 81 K/Sip/1956
hentian tanpa alasan yang mendadak.
4. Pemberitahuan isi surat-gugat kepada tergugat untuk M.A. 11 - 11 . 1959 No. 308 K/Sip/1959
rnenqusir si penyewa, dapat dipandang sebagai penghentian sewa.
M.A.6 -8 -1957 No. 83 K/Sip1l955 E. PERJANJIAN KERJA-SAMA/PERSEKUTUAN.
5. Pasal 1553 B.W. menentukan, kalau barang yang disewa a. Perjanjian kerja-sama tidaklah terikat pada suatu bentuk
musnah dari sebab suatu keadaan yang tidak dapat dipertanggung- tertentu.
[awabkan kepada salah satu pihak, maka perjanjian sewa-menyewa b. Keuntungan yang diperoleh dan rugi yang diderita oleh
dengan sendirinya batal. suatu usaha bersama menjadi hak ataupun kewajiban bersama dari
Perkataan "musnah" ini harus ditafsirkan sedemikian rupa, bahwa pihak-pihak yang mengadakan usaha bersama itu.
barang itu tidak usah samasekali musnah, melainkan sudah cukup c. Dalam suatu perusahaan, sebelum dapat dinyatakan
apabila barang itu rusak sedemikian rupa sehingga tidak dapat lagi adanya kerugian, terlebih dahulu harus dibaut neraca untung dan
dipergunakan. , rugi yang disahkan oleh kedua belah 'pihak tersebut. .
MA 5 - 9 - 1959 No . 287 K/Sip1l959 d. Terdapatnya tindakan yang keliru yanq dilakukan oleh
6 . Perjanjian sewa-menyewa sebidang tanah bertahan seorang pesero dalam suatu usaha bersama y,ang merugikan peru-
terus, meskipun pemilik tanah menjualnya kepada orang lain . sahaan ataupun pesero, tidak rnerupakan penggelapan ataupun
MA 19 -10 -1960 No. 313 K/Sip/1960 kejahatan lain dari pesero yang bersangkutan .
MA 31 -12 · 1973 No. 1160 K/Sip/1972
C. SEWA·BELI.
Putusan Pengadilan Tinggi bahwa menurut isi perjanjian sewa- F. PENGHIBAHAN.
beli risiko atas hilangnya barang karena keadaan memaksa (over- 1. Yang menurut pasal 1687 B.W. tidak diperlukan suatu
macht) dipikul oleh si penyewa-pembeli, adalah -mengenai suatu akte notaris, ialah penqhibahan segala barang bergerak, dengan
kenyataan (feitelijkheid), maka keberatan pemohon kasasi tentang tiada batasnya, jadi tidak hanya meliputi pemberian kecil-kecilan
ha! ini tidak dapat dipertimbangkan oleh Hakim-kasasi. saja, melainkan juga meliputi barang-barang yang tinggi harganya .
MA 16 - 12 - 1957 No. 15 K/Sip/1957 MA 14 - 11 - 1956 No . 207 K/Sip/1955

198
199
2. a. Meskipun seorang berstatus W.N.1., tetapi karena ia H. PINJAM-PA KAI.
kawin dengan suaminya W.N.A., berdasarkan hukum yang berlaku
Untuk..meminjamkan suatu rumah, orang tidak perlu pemil ; -,
untuk suaminya yaitu Hukum Barat dan ia hidup dalam lingkung-
dari rumah itu, tetapi ia barn dapat meminjamkan' rumah "it u ana
an hukum suaminya, maka terhadapnya berlaku Hukum Barat.
bila ia sendiri memakai rumah tersebut .
b. Sehenkinglhibah adalah sah mengenai barang-barang M.A.7 - 5 - 1958 No . 129 K/Sip/1957
bergerak yang harganya tidak berkelebihan dan yang sesuai dengan
kemampuan si pemberi hadiah. L PIN~AM-ME~INJ-M1
MA 14 - 11 . 1956 No. 207 K/Sip/l955 1. a. Apabila dalarn hal "pinjam-rneminjam -oleh kedua belah
3. a. Dalam akte kuasa untuk melakukan hibah harus dican- pibak telah 'diperjanjikan mengerun upah penaaihan ("ineasso-
tumkan .pihak yang akan menerima hibah itu. commissie"), biaya ·pengacara. dapat dianggap sudah termasuk
b. Hibah yang terjadi atas dasar akte kuasa untuk melaku- di dalamnya ,
kan hibah yang tidak mencantumkan nama serta identitas lainnya b. Apabila. dalam hal pinjarr-meminjam telah diperjanjikan
dad pihak yang harus menerima hibah yang bersangkutan, adalah bun(}a 20 persen, maka tuntutan akan pembayaran bunga sejumlah
tidak sah. itu patut diY..abulkan.
MA 14 - 7 - 1976 No. 388 K/Sip/l974 M.A. 7 ··7 . 1971No. 34Q'K/Sip/1971
4. Barang yang dihibahkan oleh suami kepada isteri, selama 2.. Besarot'a. suku-bunga pinjaman, adalah sebaqaimana
tetap ada dalam lingkungan keluarga, tetap merupakan harta yang telah di»e!janjikan.
keluarga yang dapat dimanfa'atkan untuk kepentingan hidup M.A.22 . 7 1972 No. 289 K/Sip/1972

.
bersama.
MA 9 ·8- 1979 No. 1380 K/Sip/1975
3 . Bun9a '}tang, diperjanjikan sebesar 20 persen sebulan,
. Atas pertimbangan pen kemanusiaan clan keadilan, bunga yang
dikabullcan adalah 3 persen sebulan, sesuai dengan bunga pinjarnan
5. Hibah dari suami kepada isteri mengenai barang asal
pada Bank-bank Nll9ara pada saat perjanjian dilangsungkan..
tidak dapat disahkan, karena ahliwaris suami tersebut menjadi
M~A. 14 · 10 -1916 No. 1253 K/Sip/1973
kehilangan hak warisnya.
MA 19·5 -1981 No. 562 K/Sip/1979 4 . Karena pada hakekatnya yang diminta bukan bunoa,
me1ainkan ganti-rugi, maka yudex facti tidak terikat pada yurlll-
G. PENITIPAN BARANG. prudensi tentang bunga 6 persen setahun.
MA. 9 - 4 - 1981 No. 1477 KlSip/1980
1. Suatu tuntutan supaya barang-barang yang dititipkan
dikembalikan dan, apabila barang·barangnya tidak ada lagi, supaya
harganya diganti, merupakan suatu tuntutan yang sama sekali J. PEMBERIAN KUASA.
tidak ganjil d~n oleh sebab itu harus dapat diterima. 1. Dimana dalamUnciang-undang dikehendakisurat kuasa
MA 12 - 6 -1957 No. 117 K/Sip/1956 kh usus, surat ini padaumumnya selalu dapa t diqanti dengan surat
2. Terhadap uang titipan tidak dapat dikenakan bunga. kuasa notariil yang mengenai seluruh ,perbuatan-hukum.
MA 13 ·8 - 1973 No. 382 K/Sip/1973 M.A. 6 - 8 - 1957 No. 83 K/Sip/ 1955

200 201
2. Apabila pemberi kuasaumumtelah menyetujtiisuatu • K. PENANGGUNGAN UTANG. .~ ~

atau beberapa tindakan yang dilakukan oleh penerima kuasa yang ., Penguriis P.T. yang menjaminkan harta pribadinya yang
sek.aJipununtuk melak.ukan perbuatan-perbuatan termaksud
~ ~. . ,
tidak t ertent u urituk pelaksanaan suatu perjanjian yang dibuatnya atas
menerima kuasa khusus dari pemberi kuasa yang lain daripada per - nama P.T. itu, dalam hal P.T. tidak melaksanakan perjanjian
buatan yang dapat dianggap termasuk pemberian kuasa umum (wanprestasi), oleh pihak lawan .hanya dapat ditun tut mengenai
kepadanya, adalah sah pula. harta yang dijaminkannya-sedanq untuk selebihnya harus dituntut
M.A. 6 - 8 - 1973 No. 445 K/Sip/1973 P.T.nya.
. 3. ' ;I$etentuan-ketentuan dalam r p asal 1813 KUH Perdata M.A. 3 ·10 -1973No . 436 KlSip/1973
tigak .bersifat limitatip, juga tidak mengikat, yaitu kalau sifat.dari
perjanjian memang menghendakinya maka dapat ditentukan L. PERDAMAIAN
bahwa pemberian kuasa tidak dapat dicabut kembali. Hal ini .. 1. a. Persetujuan perdamaian {dadinq) menurut pasal 1851
dimungkinkan karena pada umurnnya pasal-pasal dari Hukum B.W. adalah suatu persetujuan untuk menghentikan suatu "perkara
Perjanjian bersifCl;~ hukum yang mengatur. perdata" yang sedang diperiksa oleh Pengadilan atau yang akan
Mengenai pemberian kuasa yang tidak dapatdicabut clan juga diajukan ke muka Pengadilan dengan menyerahkan, menjanjikan
tidak batal karena meniggalnya pemberi kuasa, di Indonesia atau menahan suatu barang. Karena in casu sewaktu diadakan
merupakan suatu bestendigen gebruikelijk bedinq,: sehingga tidak perjanjian perdamaian di depan Notaris, perselisihan kedua pihak
bertentangan dengan undang-undang yaitu pasal 1339 dan pasal baru dalam taraf pemeriksaan di depan Polisi, maka perjanjian
1347 dst. KUH Perdata. perdamaian tersebut tidak sah .
MA. 21 - 12 -1976 No. 731 K/Sip/1975 . b. "Dading" yang isiIiya mengenai penggunaan nama
4. a. Suatu surat kuasa khusus di mana penerima kuasa orang, adalah bertentangan dengan pasaI1851 ayat 1 B.W ., karena
semula te1ah memberi kuasa kepada pemberi kuasa semula guna menurut ketentuanini "dading" hanya dapatmeliputi'hal-hal yang
menyelesaikan sendiri masalah yang merupakan obyek pemberian ada dalam kekuasaan masing-masing pihak., sedangkan hal me-
kuasa semula, merupakan pembebasan diri dari kewajiban (last) rubah/melarangmemakai sesuatu nama adalah wewenang Presiden .
dari perjanjian pemberian kuasa semula antara kedua belah pihak., Republik Indonesia.
karena perbuatan tersebut telah memutuskan (opgezeqd) M.A. 7 .- 7 - 1962 No. 169 K/Sip/1962
perjanjian penquasaan itu seperti tersimpul dalam maksud pasal
2. Suatu perrnufakatan yang menyangkut harus adanya
1817 dan 1813 B".W .
izin dari Bupati setempat dan temyata tidak mendapatkan izin-
b. Suatu gugatan yang diajukan atas dasar suatu perjanjian
nya, maka permufakatan tadi menjadi batal.
pemberian kuasa yang ternyata telah diputuskan (opgezegd), lagi
M.A. 28 -1·1976 No . 542 K/Sip/1973
pula belum pernah dilaksanak.an dengan secara itikad baik oleh
penerirna kuasa, harus dinyatakan tidak diterima, karena tidak
M. ARBITRASE.
beralasan.
M.A. 18 - 6 - 1973 No. 147 K/Sip/1973 1. Menurut pasal 108 (2) Undang-undang Mahkamah
Agung, dari putusan pani tia arbitr ase dapat dimintakan banding

202 203
kepada Mahkamah Aqung, tetapi kemungkinan mintabanding ini
dapat ditiadakan oleh kedua belah pihak dalam perjanjian arbi-
trase .
M.A.20 -,I - 1960 !'loo
10 K/Sip/1960
2. Dalam ha! ada perkara arbitrase antara kedua belah
pihak., maka pencabutan gugat yang sama oleh penggUgat di ~pan
Pengadilan N99£lri terhadaptergugat, tidak berarti bahwa perkara .
arbitrase juga gugur :
MA 10 - 7 - 1971 No. 492 K/Sip/1970

204