Anda di halaman 1dari 12

METODE INTERPOLASI NEWTON UNTUK MENENTUKAN UPAH KERJA PADA

ANGGARAN BIAYA BANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN MATLAB

Oleh :
Elsa Oktavitri 16309826 ( zu.anmutig@gmail.com )
Inti Lestari 16309836 ( inti_109@yahoo.com )
Muhamad Haris Abdurahman 16309846 ( harits_abdurahman@yahoo.com)
Yayah Sopiyah 16309874 ( 29.sopiyah@gmail.com )

Universitas Gunadarma

ABSTRAK

Estimasi durasi dan biaya suatu proyek merupakan dua masalah klasik yang selalu muncul
dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Dalam kaitan sebuah pekerjaan proyek upah pekerja proyek
merupakan hal yang amat mempengaruhi total biaya pelaksanaan. Dalam praktik, upah dan waktu
biasanya dianalisa secara terpisah oleh estimator proyek. Kenyataannya, waktu dan biaya pekerja
konstruksi tergantung pada jenis konstruksi, bagaimana cara melaksanakan, dimana dan kapan
konstruksi itu dilaksanakan. Semua ini saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan pada saat
menganalisanya. Apabila jadwal pelaksanaan suatu aktifitas berubah, biaya pekerja proyek dapat
berubah pula. Dan ini akan sangat mempengaruhi biaya total pelaksanaan proyek. Model upah pekerja
proyek yang ada tidak mempertimbangkan kedua hal ini secara bersamaan..

Artikel ini menyajikan model interpolasi Newton untuk penentuan upah pekerja proyek yang
meghubungkan estimasi jadwal pelaksanaan aktifitas dan upah kerja proyek berdasarkan metode
pelaksanaan konstruksi dan kebutuhan harian sumberdaya yang terkait dengan metode pelaksanaan dan
jadwal pelaksanaan aktifitas. Hasil simulasi model ini juga ditampilkan pada bagian akhir artikel ini.
Model dituangkan dalam program Matlab untuk mempercepat perhitungan dan ini sangat bermanfaat
untuk membuat simulasi upah pekerja proyek berdasarkan berbagai alternatif jadwal pelaksanaan
sebelum mulai melaksanakan proyek. Akurasi hasilnya sangat tergantung kepada keakuratan jadwal
pelaksanaan dan database yang terkait dengan estimasi waktu dan besar upah pekerja tiap waktu.

Kata kunci : Konstruksi, upah pekerja, estimasi, model interpolasi newton, Matlab
PENDAHULUAN

Biaya untuk pekerjaan suatu bangunan dan struktur lainnya merupakan suatu faktor
penting yang perlu diketahui oleh setiap orang yang menekuni dunia profesi konstruksi, yaitu
oleh pihak owner (pemilik), konsultan, dan kontraktor. Biaya konstruksi yang dimaksud disini
dapat diinterpretasikan sebagai biaya setiap jenis yang bekaitan dengan pekerjaan konstruksi.
Faktor-faktor yang terkait dalam menentukan anggaran biaya antara lain biaya upah
pekerja (tukang, pembantu tukang dan mandor), harga material, biaya peralatan, overhead cost,
asuransi, pajak, dan bunga, mark up, eskalasi, profit. Dalam hal ini yang akan dibahas adalah
mengenai anggaran biaya yang terkait dengan harga yang dikeluarkan untuk membayar upah
pekerja perorang menurut waktu jam kerjanya. Penjadwalan sangat terkait dengan cepat atau
lambat waktu pelaksanaan pekerjaan. Perubahan pada penjadwalan pekerjaan mengakibatkan
perubahan biaya yang dikeluarkan untuk para pekerja . Masalahnya bagaimana mengetahui upah
pekerja apabila penjadwalan pekerjaan diubah.Sehingga akan didapatkan suatu harga yang
pantas dikeluarkan sebagai upah kerja buruh bangunan sesuai dengan kondisi dan keadaan pada
saat ini. Artikel ini menyajikan metode Interpolasi Newton menggunakan program Matlab untuk
menentukan berapa biaya upah pekerja yang akan dikeluarkan pada setiap waktu produktivitas
kerja. Hal ini akan sangat membantu dalam mengestimasi biaya total keseluruhan proyek
konstruksi sesuai dengan waktu penjadwalan proyek yang diharapkan.
Dalam interpolasi newton diperlukan pencarian data titik - titik dalam suatu koordinat
kartesius akan mudah dilakukan apabila kita telah memiliki bentuk aturan fungsinya. Dalam
pembahasan ini data waktu pekerjaan dan upah kerja akan menjadi titik-titik koordinatnya.
Sebagai contoh, jika aturan fungsinya adalah f(x) = x + 1, maka titik - titik yang berada pada
2

koordinat kartesius adalah titik – titik yang memenuhi aturan (x, f(x)), sebagai contoh adalah
(−1, 2), (0, 1), (1, 2), dan seterusnya. Kita dapat pula menentukan ordinat bagi absis x = 10
dengan mensubstitusikan titik tersebut ke dalam fungsi. Sebaliknya, jika diberikan sekumpulan
berhingga pasangan titik - titik (x1, y1), (x2, y2), . . . , (xn, yn) tanpa diketahui bentuk aturan
fungsinya, bagaimana menentukan pasangan titik xn+1, yn+1 dan seterusnya. Interpolasi polinom
adalah salah satu caranya. Interpolasi yang akan dibahas disini yaitu interpolasi polinom Newton.
LANDASAN TEORI

Bentuk Umum Polinomial Interpolasi Newton

Bentuk umum polinomial interpolasi Newton derajat n adalah:

f n ( x )=b0 +b1 ( x−x 0 )+. .. .+bn( x−x 0 )( x−x 1 ). .. .( x−x n−1 )

Dimana :

b0 =f [ x0 ]

b1 =f [ x 1 , x 0 ]

b2 =f [ x 2 , x 1 , x 0 ]

bn =f [ xn , x n−1 ,. ... , x 0 ]

Untuk orde ke nol :

f [ x 0 ]=f ( x 0 )

Untuk orde pertama :

f (x 1 )−f ( x 0 )
f [ x 1 , x0 ]=
x 1−x 0

Untuk orde kedua :

f [ x 2 , x 1 ]−f [ x 1 , x 0 ]
f [ x 2 , x1 , x 0 ]=
x 2 −x 0
f ( x 2 )−f (x 1 ) f ( x 1 )−f ( x0 )

x 2 −x 1 x 1 −x 0
=
x 2 −x 0

Newton Polinomial

f n ( x )=[ y 0 ]+[ y 0 , y 1 ]( x−x 0 )+. .. .+[ y 0 , . .. . , y n ]( x−x 0 )(x −x1 ).. ..( x−x n−1 )

Polynomial interpolasi Newton diatas dapat dinyatakan dalam bentuk yang


disederhanakan bila x0, x1, …, xn disusun secara berurutan dengan ruang yang sama.
Memperkenalkan notasi h = xi + 1 – xi untuk masing-masing i= 0,1,….,n-1 dan x = x0 + sh, selisih
x – xi bisa ditulis ( S – i ) h.

Interpolasi Newton menjadi :

n
f n ( x )=[ y 0 ]+[ y 0 , y 1 ] sh+. .. .+[ y 0 , .. . ., y n ] s( s−1).. .. (s−n+1 )h n=∑ s (s−1 ). .. .(s−i+1)hi [ y 0 ,. .. . y i ]
i=0
n
¿ ∑ ( Si )i!hi [ y 0 ,. .. . y i ]
i=0

n
f n ( x )=∑ (iS )i !hi [ y 0 , . .. . , y i ]
i=0 Ini disebut Newton Forward Divided Difference Formula.

Jika notasi disusun ulang menjadi xn, xn-1, …x0, Polinomial Newton menjadi :

f n ( x)=[ y n ]+[ y n , y n−1 ]( x−x n )+.. ..+[ y n ,. . .. , y 0 ]( x−x n )( x−x n−1 ).. .. (x− x1 )

jika xn, xn-1,….x0 yang sama dengan x = xn + sh dan xi = xn – (k – i)h untuk i = 0, 1, …., k,

lalu,
k
f n ( x )=[ y n ]+[ y n , y n−1 ]sh+. . ..+[ y n ,. .. . , y 0 ]s (s +1).. . .(s+ n−1 )h n =(−1)i ∑ (−S i
i )i! h [ y n ,. . .. , y n−1 ]
i=0
n
f n ( x )=(−1)i ∑ (−S i
i )i!h [ y n ,. .. . , y n−1 ]
i=0
Newton Backward Divided Difference Formula.
Ini disebut

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam memecahkan masalah penentuan anggaran


upah kerja dalam suatu pekerjaan bangunan ini ialah Metode analisis deskriptif. Dengan
menggunakan jenis data sekunder yaitu diperoleh secara tidak langsung melalui media informasi
Internet dan literature-literatur lainnya. Studi literatur digunakan untuk mendapatkan informasi
tentang data waktu pekerja dan upah kerja yang kemudian akan diolah sebagia titik-titik data
yang akan digunakan dalam pmecahan kasus.

PEMBAHASAN

Upah merupakan suatu imbalan jasa yang harus diberikan kontraktor kepada
pekerja(tukang ) sebagai imbalan jasa terhadap hasil kerja mereka. Salah satu yang sangat
mempengaruhi besaran upah pekerja ialah jam kerja. Pengaruhnya terhadap jam kerja, semakin
lama jam kerja semakin besar upah yang akan diterimanya. Dalam pembahasan kali ini upah
diberikan berdasarkan waktu.
Upah menurut waktu yaitu upah yang diberikan kepada pekerja menurut kapasitas
kerjanya. Sebelum menentukan besar upah pekerja berdasar waktu yang kita inginkan, perlu
ditentukan dahulu titik-titik yang akan menjadi koordinat sebagai data koordinat interpolasi
newton. Koordinat X dapat ditetapkan man hour atau waktu kerja per orang dalam tiap
pekerjaaan proyek yang sama dan sebagai koordinat titik Y nya dituliskan biaya yang akan
dikeluarkan dalam rupiah pada tiap waktu kerjanya (tabel 1).
Di sini kami mengambil contoh kasus dalam perhitungan upah kerja yang didapat pekerja
dihitung setiap m2/Jam. Dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 1. Upah Kerja yang Didapat Pekerja Setiap m2/Jam

Man Hour Upah Kerja (dalam Rp)


0.03 74.53
0.04 82.82
0.05 99.39
0.06 121.21
0.07 147.18
2.42 7782.77
3.26 10471.78
3.45 11063.74
3.62 12292.96
3.97 12755.10
4.10 13169.64
4.27 13736.26
4.37 14047.62
4.52 14532.02
4.63 14880.95
5.04 16208.79
5.46 17559.52
5.56 17857.14
5.80 18633.54
6.02 19345.24
6.06 19480.52
6.57 21103.9
6.67 21428.67
7.22 23214.29

Perhitungan Secara Manual

x y ∆y ∆2y ∆3y ∆4y

0.06 121.21
2597
0.07 147.18 276.35
3249.187 -91.06
2.42 7782.77 -15.042 20.919
3201.202 -20.144
3.26 1047.78 -83.129
3115.579
3.45 11063.74

Untuk xi = 1.5
2 3
Δy Δ y0 Δ y0
y ( 1. 5 )= y 0 + 0 ( xi −x 0 )+ 2
( x i−x 0 )( x i−x 1 )+ 3
( x i−x 0 )( x i−x 1 )( x i−x 2 )
h 2(h ) 6 ( h)

Δ4 y 0
+ ( x i −x 0 )( x i −x1 )( x i−x 2 )( x1 −x 3 )
24 ( h) 4
y (1. 5 )=121. 21+2597(1 .5−0 . 06)+276 . 35(1 .5−0 .06 )(1 .5−0 . 07)
+(−91. 06)(1.5−0. 06)(1.5−0. 07)(1.5−2. 42)
+20 .919(1. 5−0. 06 )(1. 5−0. 07 )(1. 5−2. 42 )(1 . 5−3 . 26)
y(1. 5 )=4672 .211

Flow Chart.

MULAI
Input nilaix,y,xi

n = length (x)-1

ni = length (xi)

D = ones (n,n)

k = 1: n

D(k,1) = (y(k+1) – (y(k)/(x(k+1)-x(k))

k = 2:n

kk = 1 : (n-k+1)

D(kk,k)= (D (kk+1,k-1) – D (kk,k-1))/ (x(kk+k) – x (kk))

a(1) = y(1)

k =2 : (n+1)

A (k) = D (1,k-1)
yi = a (n+1 )*ones (1,ni)

k = 1: n
Perhitungan Pemrograman Matlab.
Algoritma diatas diimplementasikan sebagai berikut :
yi = a(n+1-k)+yi.*(xi-x(n+1-k))
function yi = NewtonInter(x,y,xi)
% Algoritma interpolasi newton
% x,y - baris-vektor dari (n+1) nilai data (x,y)
% xi - baris-vektor dari x-nilai, dimana interpolasi dapat ditemukan (bisa
menjadi nilai tunggal)
% yi - baris-vektor dari y-nilai yang diinterpolasi
SELESAI
n = length(x)-1; % derajat polinomial interpolasi
ni = length(xi); % jumlah x-nilai, dimana interpolasi dapat ditemukan

D = ones(n,n); % matriks untuk Newton perbedaan terbagi


% baris n untuk perbedaan terbagi dari sesuai urutan
% kolom n untuk nilai data x(1),x(2),...,x(n)

for k = 1 : n
D(k,1) = (y(k+1)-y(k))/(x(k+1)-x(k)); % perbedaan terbagi pertama
end

for k = 2 : n % memulai loop luar melalui urutan k-th perbedaan terbagi

for kk = 1 : (n-k+1) % memulai loop dalam dari data nilai


% matriks dari perbedaan terbagi adalah segitiga!

D(kk,k) = (D(kk+1,k-1) - D(kk,k-1))/(x(kk+k)-x(kk)); % lihat Newton


perbedaan terbagi
end % akhir loop dalam

end % akhir loop luar

% menentukan (n+1) dari koefisien polinomial interpolasi Newton


a(1) = y(1);

for k = 2 : (n+1)
a(k) = D(1,k-1); % baris pertama dari matriks perbedaan terbagi sesuai
dengan titik x (1)
end

% menghitung nilai dari interpolasi Newton pada setiap nilai x-xi

% Catatan: algoritma menggunakan aturan Horner untuk evaluasi polinomial


% dimana perkalian bersarang dilakukan secara paralel untuk setiap nilai-x
% dari baris xi

yi = a(n+1)*ones(1,ni); % inisialisasi dari yi vektor sebagai koefisien


tingkat tertinggi

for k = 1 : n
yi = a(n+1-k)+yi.*(xi-x(n+1-k)); % berkumpulya perkalian dimana xi
adalah baris vektor
end

% program ini dapat ditingkatkan untuk menghemat ruang (menetapkan D


sebagai vektor bukan matriks!)
Program diatas digunakan untuk menyelesaikan contoh kasus.

Inputnya sebagai berikut :

x = [ 0.06 0.07 2.42 3.26 3.45 ]

y = [ 121.21 147.18 7782.77 10471.78 11063.74]

xi = [ 1.5 ]

NewtonInter (x, y, xi)

Input diatas memberikan output sebagai berikut :

ans :

4.6722e+003 = 4672.2

Grafik :

Grafik ini dapat menentukan aliran biaya upah pekerja dari waktu ke waktu Selama
proyek berlangsung Lebih jauh, model ini dapat dipakai untuk memperkirakan grafik hubungan
antara biaya langsung dan waktu pelaksanan proyek pada saat pelaku proyek ingin mempercepat
pelaksanaan proyek. Grafik ini sangat bermanfaat untuk memperkirakan efek percepatan
proyek terhadap biaya upah pekerja yang dibutuhkan.

Dari hasil perhitungan secara manual dan dengan cara menggunakan program MATLAB
didapatkan hasil yang tidak jauh berbeda, yaitu : manual ( 4672.211 ), program MATLAB
( 4672.2 ).

Program ini juga dapat dipakai untuk mencari fungsi dari titik-titik yang sudah diketahui
lainnya

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan :
Diperlukan teknik tersendiri dalam mengimplementasikan interpolasi Newton ke dalam
program. Teknik tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda dalam mengimplementasikan algoritma
lain pada umumnya yakni : pemilihan tipe data yang tepat, yakni pada saat input data dilakukan.
Dengan aplikasi ini akan lebih mudah dalam mencari fungsi dari titik-titik yang diketahui untuk
memprediksi nilai lainnya.

Saran :
 Dalam menyelesaikan sebuah kasus (soal-soal) untuk mencari fungsi dari titik-titik yang
diketahui sebaiknya menggunakan metode yang sesuai dengan kasus tersebut.
 Agar lebih mudah dalam membuat program (dalam MATLAB) sebaiknya membuat
algoritma program dan flow chart terlebih dahulu.
 Untuk mencari fungsi dari titik-titik yang diketahui seperti contoh kasus di atas
disarankan menggunakan interpolasi newton karena dalam pemrograman MATLAB lebih
mudah dan efisien.
 Akurasi hasil upah kerja sangat tergantung kepada keakuratan jadwal pelaksanaan dan database
yang terkait dengan estimasi waktu dan besar upah pekerja tiap waktu. Karena itu semakin
lengkap database yang tersedia semakin luas range aliran biaya tiap waktunya.
DAFTAR PUSAKA

Gunawan ,Teddy.2002, Pengukuran produktivitas pekerja sebagai dasar perhitungan upah kerja
pada anggaran biaya .Universitas Kristen Petra

Analisa Biaya Pelaksanaan Pembangunan(Standar Pengupahan), Dirjen Bina Marga.

Asworth, A, 1994. Perencanaan Biaya Bangunan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Hildebrand, F. B. Introduction to Numerical Analysis. New York: McGraw-Hill, pp. 43-44 and
62-63, 1956.

Whittaker, E. T. and Robinson, G. "Newton's Formula for Unequal Intervals." §13 in The
Calculus of Observations: A Treatise on Numerical Mathematics, 4th ed. New York: Dover,
pp. 24-26, 1967.

Nugraha,P., Natan, I., Sujipto, R., 1985, “Manajemen Proyek Konstruksi I “, Surabaya, Kartika
Yudha.

Anda mungkin juga menyukai