Anda di halaman 1dari 10

AYAT AYAT

MOTIVASI
KETIKA
SAKIT,CEMAS
DAN SEDANG
DALAM
KEADAAN SEDIH
menjaga kesehatan dan iktiar dan sabar ketika sakit
Sakit apapun yang kita derita adalah untuk membuat hati yang keras ini jadi lebih lembut, bila
tak pernah air mata membasahi mata maka ketika kita sakit, akan menetes air mata dari mata
yang penuh kerahmatan dan tanda kasih Allah. tidak ada rasa sakit yang kita derita tidak Allah
tahu karena semua yang terjadi didunia ini bahkan hanya sehelai daunpun jatuh atas izinnya.

Kanker, stroke, gagal ginjal, infark adalah beberapa penyakit yang bisa membuat kita depresi,
meradang dan putus asa. karena terlihat jelas kematian seperti yang para dokter prediksi. Tapi
bila kita hanya berfikir tentang kematian, maka harapan dihati bisa hilang seperti debu disapu
angin.

bukankah setiap penyakit ada obatnya, kecuali penyakit tua. hadapi kesakitan dengan berfikir
positif bahwa hidup ini harus dijalankan dengan harapan akan cinta Allah, keluarga dan sesama.

Menjaga kesehatan ketika kita sehat adalah kewajiban, menganiaya diri sendiri dengan merokok,
tidak berolah raga, tidak menjaga keseimbangan makanan,tidak menjaga sirahturahmi, adalah
penzaliman terhadap diri sendiri, mulailah dari sekarang, mulai dari detik ini, stop merokok, stop
makan berlebihan, stop narkoba, stop alkohol, mulai berolah raga teratur, dan jalinlah
persahabatan tanpa melihat status dan kekayaan, yang perting berteman dengan orang-orang
yang bisa membuat kita mencintai kehidupan dan menghargai kehidupan sebagai anugrah yang
maha kuasa

DOA APABILA BERKUNJUNG KEPADA ORANG YANG SAKIT

147- ‫ل‬
ُ ‫شاَء ا‬
َ ‫ن‬
ْ ‫طُهْوٌر ِإ‬
َ ‫س‬
َ ‫ل َبْأ‬
َ.

147. “Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah.” [165]

148- 7) .‫ك‬
َ ‫شِفَي‬
ْ ‫ن َي‬
ْ ‫ظْيِم َأ‬
ِ ‫ش اْلَع‬
ِ ‫ب اْلَعْر‬
ّ ‫ظْيَم َر‬
ِ ‫ل اْلَع‬
َ ‫لا‬
ُ ‫سَأ‬
ْ ‫)×َأ‬

148. “Aku mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan yang menguasai arasy yang agung,
agar menyembuhkan penyakitmu” [166]

---------------------------------
[165] HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 10/ 118.
[166] “Tidaklah seorang hamba Muslim mengunjungi orang sakit yang belum datang ajalnya,
lalu membaca sebanyak tujuh kali: … (Al-Hadits) … kecuali ia pasti disembuhkan, HR. At-
Tirmidzi, Abu Dawud, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 2/210 dan Shahihul Jami’ 5/180.

--------------------------------------------------------------------------------
50- KEUTAMAAN BERKUNJUNG KEPADA ORANG SAKIT

149- ‫ن‬ ْ ‫ َفِإ‬،‫حَمُة‬ْ ‫غَمَرْتُه الّر‬َ ‫س‬ َ ‫جَل‬


َ ‫س َفِإَذا‬َ ‫جِل‬
ْ ‫حّتى َي‬
َ ‫جّنِة‬َ ‫خَراَفِة اْل‬
ِ ‫ي‬ ْ ‫شى ِف‬َ ‫سِلَم َم‬
ْ ‫خاُه اْلُم‬
َ ‫ل َأ‬
ُ‫ج‬ُ ‫عاَد الّر‬
َ ‫ ِإَذا‬:‫سّلَم‬
َ ‫عَلْيِه َو‬
َ ‫ل‬
ُ ‫ىا‬
ّ ‫صل‬
َ ‫ل‬
َ ‫َقا‬
َ ‫صِب‬
‫ح‬ ْ ‫حّتى ُي‬ َ ‫ك‬ ٍ ‫ف َمَل‬
َ ‫ن َأْل‬َ ‫سْبُعْو‬
َ ‫عَلْيِه‬
َ ‫صّلى‬ َ ‫ساًء‬ َ ‫ن َم‬
َ ‫ن َكا‬
ْ ‫ َوِإ‬،‫ي‬ َ‫س‬ ِ ‫حّتى ُيْم‬َ ‫ك‬ٍ ‫ف َمَل‬َ ‫ن َأْل‬
َ ‫سْبُعْو‬َ ‫عَلْيِه‬
َ ‫صّلى‬
َ ‫غْدَوًة‬ ُ ‫ن‬ َ ‫َكا‬.

149. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang laki-laki berkunjung


kepada saudaranya yang muslim, maka seakan-akan dia berjalan di kebun Surga hingga duduk.
Apabila sudah duduk, maka dituruni rahmat dengan deras. Apabila berkunjung di pagi hari,
maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya, agar mendapat rahmat hingga sore. Apabila
berkunjung di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya agar diberi rahmat
hingga pagi.” [167]

---------------------------------
[167] HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan lihat Shahih Ibnu Majah 1/244 dan Shahih At-
Tirmidzi 1/286. Ahmad Syakir menyatakan, bahwa hadits tersebut adalah shahih.

--------------------------------------------------------------------------------
51- DOA ORANG SAKIT YANG TIDAK ADA LAGI HARAPAN UNTUK HIDUP TERUS

150- ‫عَلى‬
ْ‫ل‬َ ‫ق ْا‬
ِ ‫ي ِبالّرِفْي‬
ْ ‫حْقِن‬
ِ ‫ي َوَأْل‬
ْ ‫حْمِن‬
َ ‫ي َواْر‬
ْ ‫غِفْر ِل‬
ْ ‫َالّلُهّم ا‬.

150. “Ya Allah, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku dan pertemukan aku dengan
Kekasih Yang Maha Tinggi.” [168]

151. Nabi Shallallahu’alaihi wasallam memasukkan kedua tangannya ke dalam air, lalu
diusapkan ke wajahnya dan beliau bersabda:

151- ‫ت‬
ٍ ‫سَكَرا‬
َ ‫ت َل‬
ِ ‫ن ِلْلَمْو‬
ّ ‫ل ِإ‬
ُ ‫لا‬
ّ ‫ل ِإَلـَه ِإ‬
َ.
“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, sesungguhnya mati itu mempunyai sekarat.”
[169]

152- ‫ل ِإَلـَه‬ َ ،‫حْمُد‬َ ‫ك َوَلُه اْل‬


ُ ‫ل َلُه اْلُمْل‬
ُ ‫لا‬
ّ ‫ل ِإَلـَه ِإ‬
َ ،‫ك َلُه‬
َ ‫شِرْي‬
َ ‫ل‬
َ ‫حَدُه‬
ْ ‫ل َو‬
ُ ‫لا‬
ّ ‫ل ِإَلـَه ِإ‬
َ ،‫حَدُه‬
ْ ‫ل َو‬
ُ ‫لا‬
ّ ‫ل ِإَلـَه ِإ‬
َ ،‫ل َأْكَبُر‬
ُ ‫ل َوا‬
ُ ‫لا‬
ّ ‫ل ِإَلـَه ِإ‬
َ
ِ ‫ل ِبا‬
‫ل‬ ّ ‫ل ُقّوَة ِإ‬
َ ‫ل َو‬
َ ‫حْو‬َ ‫ل‬ َ ‫ل َو‬ُ ‫لا‬ ّ ‫ِإ‬.

152. “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan
yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan yang berhak disembah
selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, tidak ada Tuhan yang berhak disembah
selain Allah, bagiNya kerajaan dan bagiNya pujian. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah
kecuali Allah. Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah.” [170]

---------------------------------
[168] HR. Al-Bukhari 7/10, Muslim 4/1893.
[169] HR. Al-Bukhari 8/144 dengan Fathul Bari dalam hadits terdapat keterangan siwak.
[170] HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Menurut penda-pat Al-Albani hadits tersebut adalah
sahih. Lihat pula Shahih At-Tirmidzi 3/152 dan Shahih Ibnu Majah 2/317.

Reaksi:

mengingat Allah dan merasakan Allah selalu bersama kita

Bila kita selalu berzikir disetiap helaan nafas ini, tak akan ada kesempitan dalam hidup ini, tidak
akan ada lagi keinginan untuk serakah atau bergosip ria, karena hati dan ucapan kita sibuk
dengan memuji Allah.betapa indahnya hidup ini bila zikir adalah bagian dari hidup ini sama
ketika kita membutuhkan sinar matahari dipagi hari, membutuhkan oksigen untuk bernafas,
membutuhkan air agar kita tidak kehausan.

KEUTAMAAN TASBIH, TAHMID, TAHLIL DAN TAKBIR


254- ‫حِر‬
ْ ‫ل َزَبِد اْلَب‬
َ ‫ت ِمْث‬
ْ ‫طاَياهُ َوَلْو َكاَن‬
َ‫خ‬
َ ‫ت‬
ْ ‫ط‬
ّ‫ح‬
ُ ‫ي َيْوٍم ِماَئَة مَّرٍة‬
ْ ‫حْمِدِه ِف‬
َ ‫ل َوِب‬
ِ ‫نا‬
َ ‫حا‬
َ ‫سْب‬
ُ ‫ل‬
َ ‫ن َقا‬
ْ ‫ َم‬: ‫ل‬
َ ‫َقا‬.

254. Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang membaca: “Maha Suci Allah
dan aku memujiNya” dalam sehari seratus kali, maka kesalahannya dihapus sekalipun seperti
buih air laut.” [275]

255- ‫ن‬ ْ ‫ن َكَم‬ َ ‫ َكا‬،‫شَر ِمَراٍر‬ ْ‫ع‬ َ ،‫يٍء َقِدْيٌر‬


ْ ‫ش‬
َ ‫ل‬
ّ ‫عَلى ُك‬
َ ‫ َوُهَو‬،‫حْمُد‬
َ ‫ك َوَلُه اْل‬
ُ ‫ َلُه اْلُمْل‬،‫ك َلُه‬
َ ‫شِرْي‬
َ ‫ل‬
َ ‫حَدُه‬
ْ ‫ل َو‬
ُ ‫لا‬
ّ ‫ل ِإَلـَه ِإ‬
َ ‫ل‬
َ ‫ن َقا‬
ْ ‫ َم‬: ‫ل‬
َ ‫َوَقا‬
َ ‫عْي‬
‫ل‬ ِ ‫سَما‬
ْ ‫ن َوَلِد ِإ‬ْ ‫س ِم‬
ٍ ‫ق َأْرَبَعَة َأْنُف‬
َ ‫عَت‬
ْ ‫َأ‬.

255. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca: Laailaaha


illallaah wahdahu laa syariika lahu lahulmulku walahulhamdu wahuwa ‘alaa kulli syaiin qadiir,
sepuluh kali, maka dia seperti orang yang memerdekakan empat orang dari keturunan Ismail.”
[276]

256- ‫ظْيِم‬
ِ ‫ل اْلَع‬
ِ ‫نا‬
َ ‫حا‬
َ ‫سْب‬
ُ ‫حْمِدِه‬
َ ‫ل َوِب‬
ِ ‫نا‬
َ ‫حا‬
َ ‫سْب‬
ُ :‫ن‬
ِ ‫ن ِإَلى الّرحَْمـا‬
ِ ‫حِبْيَبَتا‬
َ ‫ن‬
ِ ‫ن ِفي اْلِمْيَزا‬
ِ ‫ن َثِقْيَلَتا‬
ِ ‫سا‬
َ ‫عَلى الّل‬
َ ‫ن‬
ِ ‫خِفْيَفَتا‬
َ ‫ن‬
ِ ‫ َكِلَمَتا‬: ‫ل‬
َ ‫َوَقا‬.

256. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lidah,
pahalanya berat di timbangan (hari Kiamat) dan disenangi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih,
adalah: Subhaanallaah wabi-hamdih, subhaanallaahil ‘azhiim.” [277]

257- ‫س‬
ُ ‫شْم‬
ّ ‫عَلْيِه ال‬
َ ‫ت‬
ْ ‫طَلَع‬
َ ‫ي ِمّما‬
ّ ‫ب ِإَل‬
ّ ‫ح‬
َ ‫ َأ‬،‫ل َأْكَبُر‬
ُ ‫ل َوا‬
ُ ‫لا‬
ّ ‫ل ِإَلـَه ِإ‬
َ ‫ل َو‬
ِّ ‫حْمُد‬
َ ‫ل َواْل‬
ِ ‫نا‬
َ ‫حا‬
َ ‫سْب‬
ُ ‫ل‬
َ ‫ن َأُقْو‬
ْ‫ل‬َ :‫ل‬
َ ‫َوَقا‬.

257. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, apabila aku membaca:


‘Subhaanallah walhamdulillaah walaa ilaaha illallaah wallaahu akbar’. Adalah lebih senang
bagiku dari apa yang disinari oleh matahari terbit.” [278]

258- :‫ل‬ َ ‫سَنٍة؟ َقا‬


َ‫ح‬
َ ‫ف‬َ ‫حُدَنا َأْل‬َ ‫ب َأ‬
ُ ‫س‬
ِ ‫ف َيْك‬َ ‫ َكْي‬،‫ساِئِه‬ َ ‫جَل‬
ُ ‫ن‬ ْ ‫ل ِم‬ٌ ‫ساِئ‬َ ‫سَأَلُه‬
َ ‫سَنٍة(( َف‬
َ‫ح‬
َ ‫ف‬
َ ‫ل َيْوٍم َأْل‬
ّ ‫ب ُك‬
َ ‫س‬
ِ ‫ن َيْك‬
ْ ‫حُدُكْم َأ‬
َ ‫جُز َأ‬
ِ ‫ ))َأَيْع‬: ‫ل‬
َ ‫وََقا‬
‫طْيَئٍة‬
ِ‫خ‬َ ‫ف‬
ُ ‫عْنُه َأْل‬
َ ‫ط‬
ّ‫ح‬َ ‫سَنٍة َأْو ُي‬
َ‫ح‬ َ ‫ف‬ُ ‫ب َلُه َأْل‬
ُ ‫ َفُيْكَت‬،‫حٍة‬
َ ‫سِبْي‬
ْ ‫ح ِماَئَة َت‬
ُ ‫سّب‬
َ ‫))))ُي‬

258. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah seseorang di antara kamu tidak
mampu mendapatkan seribu kebaikan tiap hari?” Salah seorang di antara yang duduk bertanya:
“Bagaimana di antara kita bisa memperoleh seribu kebaikan (dalam sehari)?” Rasul bersabda:
“Hendaklah dia membaca seratus tasbih, maka ditulis seribu kebaikan baginya atau seribu
kejelekannya dihapus.” [279]

259- ‫جّنِة‬
َ ‫خَلٌة ِفي اْل‬
ْ ‫ت َلُه َن‬
ْ ‫س‬
َ ‫غِر‬
ُ ،‫حْمِدِه‬
َ ‫ظْيِم َوِب‬
ِ ‫ل اْلَع‬
ِ ‫نا‬
َ ‫حا‬
َ ‫سْب‬
ُ :‫ل‬
َ ‫ن َقا‬
ْ ‫َم‬.

259. “Barangsiapa yang membaca: Subhaanallaahi ‘azhiim wabihamdih, maka ditanam untuknya
sebatang pohon kurma di Surga.” [280]

260- ‫ل‬ ّ ‫ل َولَ ُقّوَة ِإ‬


َ ‫حْو‬
َ ‫ل‬
َ ‫ل‬
ْ ‫ ))ُق‬:‫ل‬
َ ‫ َقا‬،‫ل‬
ِ ‫لا‬
َ ‫سْو‬
ُ ‫ َبَلى َيا َر‬:‫ت‬
ُ ‫جّنِة؟(( َفُقْل‬
َ ‫ن ُكُنْوِز اْل‬
ْ ‫عَلى َكْنٍز ِم‬
َ ‫ك‬
َ ‫ل َأُدّل‬
َ ‫س َأ‬
ٍ ‫ن َقْي‬
َ ‫ل ْب‬
ِ ‫عْبَد ا‬
َ ‫ ))َيا‬: ‫ل‬
َ ‫َوَقا‬
ِ ‫))ِبا‬
‫ل‬

260. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai Abdullah bin Qais! Maukah kamu
aku tunjukkan perbendaharaan Surga?” “Aku berkata: “Aku mau, wahai Rasulullah!” Rasul
berkata: “Bacalah: Laa haula walaa quwwata illaa billaah.” [281]

261- ‫ت‬
َ ‫ن َبَدْأ‬
ّ ‫ك ِبَأّيِه‬
َ ‫ضّر‬
ُ ‫ل َي‬
َ ،‫ل َأْكَبُر‬
ُ ‫ َوا‬،‫ل‬
ُ ‫لا‬
ّ ‫ل ِإَلـَه ِإ‬
َ ‫ َو‬،‫ل‬
ِّ ‫حْمُد‬
َ ‫ َواْل‬،‫ل‬
ِ ‫نا‬
َ ‫حا‬
َ ‫سْب‬
ُ :‫ل َأْرَبٌع‬
ِ ‫لِم ِإَلى ا‬
َ ‫ب اْلَك‬
ّ ‫ح‬
َ ‫ َأ‬: ‫ل‬
َ ‫َوَقا‬.

261. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Perkataan yang paling disenangi oleh
Allah adalah empat: Subhaanallaah, Alhamdulillaah, Laa ilaaha illallaah dan Allaahu akbar.
Tidak mengapa bagimu untuk memulai yang mana di antara kalimat tersebut.” [282]

262- ‫حْمُد‬ َ ‫ َواْل‬،‫ل َأْكَبُر َكِبْيًرا‬


ُ ‫ ا‬،‫ك َلُه‬َ ‫شِرْي‬َ ‫ل‬َ ‫حَدُه‬ْ ‫ل َو‬ُ ‫لا‬ ّ ‫ل ِإَلـَه ِإ‬
َ ،‫ل‬ْ ‫ ُق‬:‫ل‬
َ ‫ َقا‬.‫لًما َأُقْوُلُه‬
َ ‫ي َك‬
ْ ‫عّلْمِن‬
َ :‫ل‬َ ‫ل َفَقا‬ ِ ‫لا‬ِ ‫سْو‬
ُ ‫ي ِإَلى َر‬ّ ‫عَراِب‬
ْ ‫جاَء َأ‬َ
ْ ‫غِفْر ِل‬
‫ي‬ ْ ‫ َالّلُهّم ا‬،‫ل‬
ْ ‫ ُق‬:‫ل‬َ ‫ي؟ َقا‬ْ ‫ي َفَما ِل‬
ْ ‫لِء ِلَرّب‬
َ ‫ل َفَهُؤ‬
َ ‫حِكْيِم(( َقا‬
َ ‫ل اْلَعِزْيِز اْل‬
ِ ‫ل ِبا‬
ّ ‫ل ُقّوَة ِإ‬َ ‫ل َو‬
َ ‫حْو‬
َ ‫ل‬ َ ،‫ن‬ َ ‫ب اْلَعاَلِمْي‬
ّ ‫ل َر‬ِ ‫نا‬ َ ‫حا‬
َ ‫سْب‬
ُ ،‫ل َكِثْيًرا‬ِّ
ْ ‫ي َواْرُزْقِن‬
‫ي‬ ْ ‫ي َواْهِدِن‬ْ ‫حْمِن‬
َ ‫َواْر‬.

262. Seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, lalu berkata:
‘Ajari aku dzikir untuk aku baca!’ Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: ‘Katakanlah:
Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya.
Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah yang banyak. Maha Suci Allah, Tuhan sekalian alam
dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana.’
Orang Badui itu berkata: ‘Kalimat itu untuk Tuhanku, mana yang untukku?’ Rasul bersabda:
‘Katakanlah: Ya Allah! Ampunilah aku, belas kasihanilah aku, berilah petunjuk kepadaku dan
berilah rezeki kepadaku.” [283]

263- ‫ي‬ ْ ‫عاِفِن‬


َ ‫ي َو‬
ْ ‫ي َواْهِدِن‬
ْ ‫حْمِن‬
َ ‫ي َواْر‬
ْ ‫غِفْر ِل‬
ْ ‫ َالّلُهّم ا‬:‫ت‬
ِ ‫لِء اْلَكِلَما‬
َ ‫عَو ِبَهُؤ‬
ُ ‫ن َيْد‬
ْ ‫لَة ُثّم َأَمَرُه َأ‬
َ‫ص‬ّ ‫ي ال‬
ّ ‫عّلَمُه الّنِب‬
َ ‫سَلَم‬
ْ ‫ل ِإَذا َأ‬
ُ‫ج‬ُ ‫ن الّر‬
َ ‫َكا‬
ْ ‫َواْرُزْقِن‬.
‫ي‬

263. Seorang laki-laki apabila masuk Islam, Nabi Shallallahu’alaihi wasallam mengajarinya
shalat, kemudian beliau memerintahkan agar berdoa dengan kalimat ini: ‘Ya Allah, ampunilah
aku, belas kasihanilah aku, berilah petunjuk kepadaku, melindungi (dari apa yang tidak
kuinginkan) dan berilah rezeki kepadaku.” [284]

264- ‫ل‬
ُ ‫لا‬
ّ ‫ل ِإَلـَه ِإ‬
َ ‫ل الّذْكِر‬
َ‫ض‬
َ ‫ َوَأْف‬،‫ل‬
ِّ ‫حْمُد‬
َ ‫عاِء اْل‬
َ ‫ل الّد‬
َ‫ض‬َ ‫ن َأْف‬
ّ ‫ِإ‬.

264. Sesungguhnya doa yang terbaik adalah membaca: Alhamdulillaah. Sedang dzikir yang
terbaik adalah: Laa Ilaaha Illallaah.” [285]
265- ‫ل‬
ِ ‫ل ِبا‬
ّ ‫ل ُقّوَة ِإ‬
َ ‫ل َو‬
َ ‫حْو‬
َ ‫ل‬
َ ‫ َو‬،‫ل َأْكَبُر‬
ُ ‫ َوا‬،‫ل‬
ُ ‫لا‬
ّ ‫ل ِإَلـَه ِإ‬
َ ‫ َو‬،‫ل‬
ِّ ‫حْمُد‬
َ ‫ َواْل‬،‫ل‬
ِ ‫نا‬
َ ‫حا‬
َ ‫سْب‬
ُ :‫ت‬
ُ ‫حا‬
َ ‫صاِل‬
ّ ‫ت ال‬
ُ ‫اْلَباِقَيا‬.

265. Kalimat-kalimat yang baik adalah: “Subhaanallaah, walhamdulillaah, wa laa ilaaha


illallaah, wallaahu akbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaah.” [286]

---------------------------------
[275] HR. Al-Bukhari 7/168, Muslim 4/2071.
[276] HR. Al-Bukhari 7/167, Muslim dengan lafazh yang sama 4/2071.
[277] HR. Al-Bukhari 7/168, Muslim 4/2072.
[278] HR. Muslim 4/2072.
[279] HR. Muslim 4/2073.
[280] HR. At-Tirmidzi 5/511, Al-Hakim 1/501. Menurut pendapatnya, hadits tersebut shahih.
Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya. Lihat pula Shahihul Jami’ 5/531 dan Shahih At-Tirmidzi
3/160.
[281] HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 11/213 dan Muslim 4/2076.
[282] HR. Muslim 3/1685.
[283] HR. Muslim 4/2072. Abu Dawud menambah: Ke
tika orang Arab Badui berpaling, Nabi n bersabda: “Sungguh dia telah memenuhi kebaikan pada
kedua tangannya”. 1/220.
[284] HR. Muslim 4/2073, menurut riwayatnya ada ke terangan: Sesungguhnya kalimat-kalimat
tersebut akan
mencukupi dunia dan akhiratmu.
[285] HR. At-Tirmidzi 5/462, Ibnu Majah 2/1249, Al-Hakim 1/503. Menurut Al- Hakim, hadits
tersebut adalah shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya, Lihat pula Shahihul Jami’ 1/362.
[286] HR. Ahmad no. 513 menurut penertiban Ahmad Syakir, sanadnya shahih, lihat Majma’uz
Zawa’id 1/297, Ibnu Hajar mencantumkannya di Bulughul Maram dari riwayat Abu Sa’id
kepada An-Nasa’i. Ibnu Hajar berkata: “Hadits tersebut adalah shahih menurut pendapat Ibnu
Hibban dan Al-Hakim.

--------------------------------------------------------------------------------
131- BAGAIMANA CARA NABI SHALLALLAHU'ALAIHI WASALLAM MEMBACA
TASBIH

266- ‫عَمَر‬
ُ ‫ن‬
ِ ‫ل ْب‬
ِ ‫عْبِد ا‬
َ ‫ن‬
ْ‫ع‬
َ x ‫ح ِبَيِمْيِنِه‬
َ ‫سِبْي‬
ْ ‫ت الّنِبيّ َيْعِقُد الّت‬
ُ ‫ َرَأْي‬:‫ل‬
َ ‫َقا‬.

266. Dari Abdullah bin Umar Radhiallahu'anhu, dia berkata: “Aku melihat Rasulullah
menghitung bacaan tasbih (dengan jari-jari) tangan kanannya.” [287]

---------------------------------
[287] HR. Abu Dawud dengan lafazh yang sama 2/81, At-Tirmidzi 5/521, dan lihat Shahihul
Jami’ 4/271, no. 4865.

Reaksi:

Bagaimana menjadi yang seperti yang kita inginkan

Dalam hidup ini , tidak ada apapun alasan yang dapat membuat kita sedih, berputus asa bila kita
menyadari bahwa hidup ini patut selalu kita syukuri. bila kita yakin bahwa Allah selalu bersama
kita dan memberikan kita yang terbaik.

pernahkan kita berfikir bahwa keputus asaan adalah alat penghancur manusia yang paling
mudah, jadi jangan pernah berfikir untuk putus asa.

Pernahkan kita melihat kesekeliling kita, ketika sedang merasa hidup ini tidak yang seperti kita
harapkan.kadang kita tidak menyadari apa yang kita inginkan adalah yang telah kita dapatkan
sekarang. kalau kita mengukur kebahagiaan dengan ukuran orang lain maka kita tak akan pernah
mengetahui apa yang kita inginkan agar kita bisa sama bahagian dengan mereka.

Hidup ini sudah bertakar dan harus terperoses, tidak ada sesuatu keburukan yang terjadi karena
suatu kegagalan. karena hidup kita adalah proses menjadi lebih baik. kadang kita tidak
menyadari bahwa ketika kita berusaha dan beriktiar kita sedang menjalankan kehidupan ini
sebaik-baiknya, bila semua dijalankan dengan iklas maka apapun pekerjaan kita, adalah sama
dimata Allah.

Dimata Allah perkerjaan seorang pembantu rumah tangga adalah sama pentingnya dengan
presiden america bila keduanya dijalankan dengan amanah dan iklash. seorang wanita karir dan
direktur sebuah perusahaan juga sama pentingnya dengan ibu rumah tangga yang bekerja
dirumah 24 jam, tampa berhenti. semuanya sama, tapi kadang kita melihat kesuksesan seorang
dengan hasil materi yang didapatnya. Pernahkan kita berfikir bahwa seorang presiden terlahir
dari wanita sederhana yang tidak punya pekerjaan diluar rumah tapi dia bekerja sebagai ibu
rumah tangga, yang tiap hari bekerja melayani anak dan suami , menjaga agar mereka tersenyum
sampai kerumah dan merasakan nikmatnya dan rasa aman ketika ibu mereka dirumah selalu
membuat mereka tenang, bahagia dan aman.

Jadi.. adalah sebuah keindahan hidup bila kita selalu menghargai amanah sebagai apapun kita.
jadilah ibu yang baik bila kita diberi ALLAH amanah sebagai ibu, jadilah tukang sapu yang
baik , pembantu yang baik, presiden yang baik, menteri yang baik dan menjaga amanah yang
diberikan kepada kita.

Doa Penawar Duka dan Kesedihan Yang Mendalam Sebelumnya Main Selanjutnya

--------------------------------------------------------------------------------
34- DOA PENAWAR HATI YANG DUKA

ِ‫ت ِبه‬َ ‫سّمْي‬


َ ،‫ك‬ َ ‫سٍم ُهَو َل‬ْ ‫لا‬ ّ ‫ك ِبُك‬َ ‫سَأُل‬
ْ ‫ َأ‬،‫ك‬
َ ‫ضاُؤ‬َ ‫ي َق‬
ّ ‫ل ِف‬ٌ ‫عْد‬َ ،‫ك‬َ ‫حْكُم‬ُ ‫ي‬ّ ‫ض ِف‬ٍ ‫ َما‬،‫ك‬ َ ‫ي ِبَيِد‬
ْ ‫صَيِت‬
ِ ‫ َنا‬،‫ك‬َ ‫ن َأَمِت‬ُ ‫ اْب‬،‫ك‬
َ ‫عْبِد‬
َ ‫ن‬ ُ ‫ اْب‬،‫ك‬َ ‫عْبُد‬َ ‫ي‬ ْ ‫َالّلُهّم ِإّن‬
‫ َوُنْوَر‬،‫ي‬ْ ‫ن َرِبْيَع َقْلِب‬َ ‫ل اْلُقْرآ‬
َ ‫جَع‬ْ ‫ن َت‬ْ ‫ َأ‬،‫ك‬
َ ‫عْنَد‬
ِ ‫ب‬
ِ ‫عْلِم اْلَغْي‬
ِ ‫ي‬
ْ ‫ت ِبِه ِف‬
َ ‫سَتْأَثْر‬
ْ ‫ َأِو ا‬،‫ك‬
َ ‫خْلِق‬َ ‫ن‬ْ ‫حًدا ِم‬
َ ‫عّلْمَتُه َأ‬
َ ‫ َأْو‬،‫ك‬َ ‫ي ِكَتاِب‬
ْ ‫ َأْو َأْنَزْلَتُه ِف‬،‫ك‬َ‫س‬ َ ‫َنْف‬
ْ ‫ب َهّم‬
‫ي‬ َ ‫ َوَذَها‬،‫ي‬ ْ ‫حْزِن‬
ُ ‫لَء‬ َ‫ج‬ َ ‫ َو‬،‫ي‬ ْ ‫صْدِر‬َ .

120 “Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba
perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu
kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau
gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang
dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu,
hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap
duka dan kesedihanku.” [137]

121- ‫ل‬
ِ ‫جا‬
َ ‫غَلَبةِ الّر‬
َ ‫ن َو‬
ِ ‫ضَلِع الّدْي‬
َ ‫ َو‬،‫ن‬
ِ ‫جْب‬
ُ ‫ل َواْل‬
ِ‫خ‬ْ ‫ َواْلُب‬،‫ل‬
ِ‫س‬َ ‫جِز َواْلَك‬
ْ ‫ َواْلَع‬،‫ن‬
ِ ‫حْز‬
ُ ‫ن اْلَهّم َواْل‬
َ ‫ك ِم‬
َ ‫عْوُذ ِب‬
ُ ‫ي َأ‬
ْ ‫َالّلُهّم ِإّن‬.

121. “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan
menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.” [138]

---------------------------------

[137] HR. Ahmad 1/391. Menurut pendapat Al-Albani, hadits tersebut adalah sahih.
[138] HR. Al-Bukhari 7/158. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam senantiasa membaca doa
ini, lihat kitab Fathul Baari 11/173.

--------------------------------------------------------------------------------
35- DOA UNTUK KESEDIHAN YANG MENDALAM

122- ‫ش‬ ِ ‫ب اْلَعْر‬


ّ ‫ض َوَر‬
ِ ‫لْر‬
َ ‫ب ْا‬
ّ ‫ت َوَر‬
ِ ‫سَماَوا‬
ّ ‫ب ال‬
ّ ‫ل َر‬
ُ ‫لا‬
ّ ‫ل ِإَلـَه ِإ‬
َ ،‫ظْيُم‬
ِ ‫ش اْلَع‬
ِ ‫ب اْلَعْر‬
ّ ‫ل َر‬
ُ ‫لا‬
ّ ‫ل ِإَلـَه ِإ‬
َ ،‫حِلْيُم‬
َ ‫ظْيُم اْل‬
ِ ‫ل اْلَع‬
ُ ‫لا‬
ّ ‫ل ِإَلـَه ِإ‬
َ
‫اْلَكِرْيُم‬.
122. “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung dan Maha
Pengampun. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai arasy,
yang Maha Agung. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai
langit dan bumi. Tuhan Yang menguasai arasy, lagi Maha Mulia.” [139]

123- ‫ت‬
َ ‫ل َأْن‬
ّ ‫ل ِإَلـَه ِإ‬
َ ،‫ي ُكّلُه‬
ْ ‫شْأِن‬
َ ‫ي‬
ْ ‫ح ِل‬
ْ ‫صِل‬
ْ ‫ َوَأ‬،‫ن‬
ٍ ‫عْي‬
َ ‫طْرَفَة‬
َ ‫ي‬
ْ ‫س‬
ِ ‫ي ِإَلى َنْف‬
ْ ‫ل َتِكْلِن‬
َ ‫جو َف‬
ُ ‫ك َأْر‬
َ ‫حَمَت‬
ْ ‫َالّلُهّم َر‬.

123. “Ya Allah! Aku mengharapkan (mendapat) rahmatMu, oleh karena itu, jangan Engkau
biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh
urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” [140]

124- ‫ن‬
َ ‫ظاِلِمْي‬
ّ ‫ن ال‬
َ ‫ت ِم‬
ُ ‫ي ُكْن‬
ْ ‫ك ِإّن‬
َ ‫حاَن‬
َ ‫سْب‬
ُ ‫ت‬
َ ‫ل َأْن‬
ّ ‫ل ِإَلـَه ِإ‬
َ.

124. “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku
tergolong orang-orang yang zhalim.” [141]

125- ‫شْيًئا‬
َ ‫شِركُ ِبِه‬
ْ ‫ل ُأ‬
َ ‫ل َرّبي‬
ُ ‫لا‬
ُ ‫ا‬.
125. “Allah-Allah adalah Tuhanku. Aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu.” [142]
---------------------------------

[139] HR. Al-Bukhari 7/154, Muslim 4/2092.


[140] HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42. Menurut pendapat Al-Albani, hadits di atas adalah
hasan dalam Shahih Abu Dawud 3/959.
[141] HR. At-Tirmidzi 5/529 dan Al-Hakim. Menurut pendapatnya yang disetujui oleh Adz-
Dzahabi: Hadits tersebut adalah shahih 1/505, lihat Shahih At-Tirmidzi 3/168.
[142] HR. Abu Dawud 2/87 dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/335.