Anda di halaman 1dari 79

1

FRIABILITY TESTER
BERBASIS MIKROKONTROLER AT89s52

Oleh:

CINDY DAMEI YANTI


P27 838 007 010

KEMENTERIAN KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN SURABAYA
JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK
SURABAYA
2011
2

FRIABILITY TESTER
BERBASIS MIKROKONTROLER AT 89s52

Karya Tulis Ini Sebagai Salah Satu Syarat


Untuk Menyelesaikan Pendidikan Diploma III
Politeknik Kesehatan kemenkes Surabaya
Jurusan Teknik Elektromedik

Oleh :

CINDY DAMEI YANTI


P27 838 007 010

KEMENTERIAN KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN SURABAYA
JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK
SURABAYA
2011
3

LEMBAR PERSETUJUAN

FRIABILITY TESTER
BERBASIS MIKROKONTROLER AT89s52

Disahkan Dan Telah Diuji Sebagai Persyaratan Untuk Menyelesaikan


Pendidikan Diploma III Pada Politeknik Kesehatan Surabaya
Jurusan Teknik Elektromedik
2011

Menyetujui,

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Ir. H. Bambang Guruh I, AIM, MM Andjar Pudji, ST.MT


NIP. 19580109 198010 1 001 NIP. 19650517 198903 2 001

Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Elektromedik
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya

Hj. Her Gumiwang Ariswati, ST. MT


NIP. 19591128 198401 2 001
4

LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI TEORI

FRIABILITY TESTER
BERBASIS MIKROKONTROLER AT89s52

Disahkan Dan Telah Diuji Sebagai Persyaratan Untuk Menyelesaikan


Pendidikan Diploma III Pada Politeknik Kesehatan Surabaya
Jurusan Teknik Elektromedik
2011

Mengesahkan :

1. Ketua Penguji
Nama : Hj. Her Gumiwang Ariswati, ST. MT
NIP : 19591128 198401 2 001

Tanda Tangan :

2. Anggota Penguji I
Nama : Triwiyanto,S.Si. MT
NIP : 19670910 200604 1 001

Tanda Tangan :

3. Anggota Penguji II
Nama : Dr. Ir. H. Bambang Guruh I, AIM, MM
NIP : 19580109 198010 1 001

Tanda Tangan :
5

LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI PRAKTEK

FRIABILITY TESTER
BERBASIS MIKROKONTROLER AT89s52

Disahkan Dan Telah Diuji Sebagai Persyaratan Untuk Menyelesaikan


Pendidikan Diploma III Pada Politeknik Kesehatan Surabaya
Jurusan Teknik Elektromedik
2011

Mengesahkan :

1. Ketua Penguji
Nama : Hj. Her Gumiwang Ariswati, ST. MT
NIP : 19591128 198401 2 001

Tanda Tangan :

2. Anggota Penguji I
Nama : Andjar Pudji, ST.MT
NIP : 19650517 198903 2 001

Tanda Tangan :

3. Anggota Penguji II
Nama : Torib Hamzah,S.Pd
NIP : 19670910 200604 1 001

Tanda Tangan :
6

ABSTRAK

Dalam pengujian tablet memerlukan beberapa tahapan untuk


memenuhi kriteria tablet yang standart, antara lain: (1 ) uji keseragaman
ukuran; (2) uji keseragaman sediaan; (3) uji kekerasan; (4) uji keregasan;
(5) uji waktu hancur; (6) penetapan kadar. Friability tester adalah alat
laboratorium farmasi yang digunakan untuk uji keregasan pada tablet. Tablet
memenuhi standar jika tablet renggas tidak lebih dalam 1%.
Pada laboratorium farmasi masih banyak terdapat cara pengujian pada
tablet yang masih menggunakan proses secara manual. Pada proses secara
manual adalah kecepatan putaran pada chamber tidak dipantau, sehingga kita
tidak dapat memantau putaran pada saat alat bekerja. Karena pada pengujian
tersebut terdapat dua hal yang mempengaruhi proses pengujian yaitu
pengaturan kecepatan putaran dan waktu. Oleh karena itu penulis akan
membuat Friability tester yang dilengkapi setting kecepatan dan tampilan rpm.
Sehingga kita dapat memilih secara langsung kebutuhan berapa rpm yang kita
butuhkan, setelah dipilih kita juga dapat melihat apakah chamber tersebut
putar sesuai dengan yang telah kita setting agar user bekerja lebih efektif dan
efisien
Proses yang utama adalah pada pengaturan kecepatan pada chamber
yang akan di isi dengan tablet yaitu dengan ketentuan kecepatan yang telah
ditentukan apabila kecepatan motor tidak sesuai akan mempengaruhi hasil
dari uji tablet tersebut.
Setelah friability tester di uji maka dari hasil pengukuran rpm,
menunjukan kesalahan untuk rpm yang di kehendaki tidak melebihi 5%, untuk
rpm 25 tingkat kesalahan 0,99%, dan untuk rpm 30 sebesar 1,63%, untuk
waktu 4 menit tingkat kesalahan 0,83%, dan untuk waktu 3 menit tingkat
kesalahan 0,67%.
Berdasarkan dari hasil-hasil percobaan maka friability tester layak
untuk digunakan, karena system telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan
yaitu pengukuran sudah memenuhi standart karena nilai eror kurang dari 5%.

Kata kunci : Friability Tester, Optokopler,, Mikrokontroller AT89s52, LCD.


7

ABSTRACT
In testing the tablet requires several steps to meet the standard criteria of
tablets,
among other things: (1) test the uniformity of size, (2) uniformity test
preparation, (3) hardness, (4) keregasan test, (5) disintegration time test; (6)
determination. Friability tester is a pharmaceutical laboratory equipment used
to test keregasan on the tablet. Tablet meet the standard if not more renggas
tablets in 1%.
In pharmaceutical laboratories there are still many ways of testing the
tablets are still using manual processes. In the process manually is the speed of
rotation in the chamber was not monitored, so that we can not monitor turns on
when the appliance works. Because the test there are two things that affect the
testing process that is setting the spin speed and time. Therefore, the author will
make Friability tester equipped with setting the speed and rpm display. So that
we can choose how many rpm directly to the needs that we need, once elected
we can also see if the chamber is rotating in accordance with which we have
been setting for users to work more effectively and efficiently
The main process is the speed setting on the chamber will be filled with
a tablet that is provided at a specified speed when the motor speed does not fit
will affect the outcome of the test tablet
After friability tester in the test of rpm measurements, showed errors for
which the desired rpm does not exceed 5%, to 25 rpm error rate 0.99%, and 30
rpm for 1.63%, for 4 minutes 0 error rate , 83%, and for a time of 3 minutes
0.67% error rate.
Based on the experimental results, the friability tester feasible to use,
because the system has been running as expected which already meet the
standard for measurement error value is less than 5%.

Keywords: Friability Tester, Optokopler,, Microcontroller AT89S52, LCD


8

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah

melimpahkan segala anugerah, rahmat serta hidayah – NYA sehingga penulis

dapat menyelesaikan pembuatan Karya Tulis Ilmiah ( KTI ) dengan judul :

“FRIABILITY TESTER

BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52”

Tugas akhir ini merupakan salah satu persyaratan akademik untuk

menyelesaikan studi Diploma III jurusan Teknik Elektromedik Politeknik

Kesehatan Surabaya. Di dalamnya akan dibahas mengenai Friability tester

Berbasis Mikrokontroler AT89s52, dan penulis menyadari bahwa segala sesuatu

yang telah penulis lakukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini jauh dari

kesempurnaan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran

yang dapat berguna bagi penyempurnaan KTI ini di masa yang akan datang.

Semoga segala sesuatu yang telah penulis kerjakan selama ini dapat bermanfaat

bagi pembaca atau pihak lain yang bersangkutan.

Surabaya,Januari 2011

Penulis
9

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur ALHAMDULILLAH kehadirat Allah SWT Yang tak akan

pernah berhenti sampai kapanpun karena berkat Rahmad taufik dan Hidayah –

NYA lah penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik. Serta

Sholawat dan Salam kita panjatkan pada junjungan kita baginda Rosul Nabi

Muhammad SAW karena tuntunannya penulis mendapat kecerahan rohani dan

dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan judul,

“FRIABILITY TESTER
BERBASIS MIKROKONTROLER AT89s52”

Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Ini merupakan akhir dari proses belajar mengajar

yang harus dilaksanakan oleh setiap mahasiswa guna menyelesaikan pendidikan

Diploma III Jurusan Teknik Elektromedik Politeknik Kesehatan Surabaya.

Pada kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih yang sebesar –

besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan Karya

Tulis Ilmiah ini baik secara moril maupun spirituil, ucapan terima kasih kepada :

1. Mama, Papa kuw tercinta…, tiada kata yang sanggup untuk mengucapkan

rasa terima kasihku untuk mama dan papa, yang selalu memberi dukungan

dan semangat untuk aku. (Salut atas ketegaran kalian, maafin cindy belum

bisa membuat kalian bangga. I love you forever mommy and daddy ).

2. Terima kasih juga buat saudara”ku tercinta ( Mba’ Nova, Mba’ Devi n

Deden ) yang selalu memberi dukungan dan semangat buat cindy.


10

3. Ibu Hj. Her Gumiwang Ariswati, ST. MT selaku ketua Jurusan Teknik

Elektomedik Kesehatan Surabaya.

4. Bapak Dr. Ir. H. Bambang Guruh I, AIM,MM selaku dosen pembimbing

Tugas Akhir, terima kasih atas bimbingan dan bantuannya selama

pembuatan Tugas Akhir ini dapat terselesaikan dengan baik.

5. Ibu Andjar Pudji,ST,MT selaku dosen pembimbing Tugas Akhir, terima

kasih atas bimbingan dan bantuannya selama pembuatan Tugas Akhir ini

dapat terselesaikan dengan baik.

6. Rekan-rekan Juruasan Teknik Elektromedik pada umumnya dan EM13

khususnya…maaf atas segala hilaf yang telah tertoreh pada lembaran

cerita kehidupan kita selama perkulihan di kampus tercinta kita ini.

7. Terima kasih buat sOelmate kuw dia satu”nya cowok yang selalu ada

untukku, selalu memberikan semangat disaat akuw rapuh dan lemah,

semoga dengan kita lulus ada kehidupan selanjutnya kita lebih beruntung

dan sukses lagi.. amin1000x,

Harapan penulis semoga Allah SWT membalas jasa baik mereka dengan

pahala yang berlipat ganda dan mendapat Ridho-Nya “Amin”


11

DAFTAR ISI

HALAMAN
HALAMAN JUDUL
....................................................................................................................................

ii
....................................................................................................................................
................................................................................................................................................

LEMBAR PERSETUJUAN
....................................................................................................................................

iii

LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI TEORI


....................................................................................................................................

iv

LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI PRAKTEK


....................................................................................................................................

ABSTRAK
....................................................................................................................................

vi

ABSTRACT
....................................................................................................................................

vii

KATA PENGANTAR
....................................................................................................................................

viii

UCAPAN TERIMA KASIH


....................................................................................................................................

ix
12

DAFTAR ISI
....................................................................................................................................

xi

DAFTAR GAMBAR
....................................................................................................................................

xv

DAFTAR TABEL
....................................................................................................................................

xvi

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


........................................................................................................................

1.2 Identifikasi masalah


........................................................................................................................

1.3 Pembatasan masalah


........................................................................................................................

1.4 Rumusan masalah


........................................................................................................................

1.5 Tujuan
........................................................................................................................

1.6 Manfaat
........................................................................................................................

4
13

BAB II : TELAAH PUSTAKA

2.1 Teori Dasar


........................................................................................................................

2.2 Prinsip dasar Friability Tester


........................................................................................................................

2.3 Komponen dasar Friability Tester


........................................................................................................................

2.3.1 Motor DC
............................................................................................................

2.3.2 Rangkain Mikrokontroller


............................................................................................................

2.3.3 Rangkain LCD Character 2 x 16


............................................................................................................

13

2.3.4 Keypad 4 x 4
............................................................................................................

18

2.3.5 Rangkaian Saklar


............................................................................................................

18

2.3.6 Rangkain Komparator


............................................................................................................

19
14

2.3.7 Rangkaian Optocopler sebagai sensor


............................................................................................................

20

2.3.8 Rangkaian Counter Monostabil NE555


............................................................................................................

20

BAB III : KERANGKA KONSEPTUAL

3.1 Diagram Mekanik


........................................................................................................................

23

3.2 Diagram Blok


........................................................................................................................

23

3.3 Cara Kerja Blok Diagram


........................................................................................................................

24

3.4 Diagram alir


........................................................................................................................

25

3.5 Cara Kerja Diagram alir


........................................................................................................................

26

BAB IV : METEDOLOGI PENELITIAN

4.1 Urutan Kegiatan


...............................................................................................................

27

4.2 Jenis Kegiatan


15

...............................................................................................................

27

4.3 Analisa Data


...............................................................................................................

27

4.3.1 Variabel bebas


.....................................................................................................

27

4.3.2 Variabel terikat


.....................................................................................................

27

4.3.3 Variabel Terkendali


.....................................................................................................

28

4.4 Devinisi Operasional Variabel


........................................................................................................................

28

4.4.1 Perencanaan Pembuatan Box


........................................................................................................................

28

4.5 Daftar Komponen


........................................................................................................................

29

4.6 Peralatan yang digunakan


........................................................................................................................

29

4.7 Jadwal Kegiatan


16

........................................................................................................................

30

BAB V : HASIL PENGUKURAN DAN ANALISIS

5.1 Hasil pengukuran pada friability tester


...............................................................................................................

31

5.2 Analisis Data


...............................................................................................................

32

5.2.1 Analisis data pada pengukuran rpm 25 dengan tachometer


.....................................................................................................

32

5.2.2 Analisis data pada pengukuran rpm 25 dengan optocopler


.....................................................................................................

33

5.3 Analisis Data


...............................................................................................................

35

5.3.1 Analisis data pada pengukuran rpm 30 dengan tachometer


.....................................................................................................

35

5.3.2 Analisis data pada pengukuran rpm 25 dengan optocopler


.....................................................................................................

36

5.4 Pengukuran Waktu dengan Stopwacht


...............................................................................................................

38
17

5.4.1 Analisis data pada pengukuran waktu 4 menit


.....................................................................................................

38

5.4.2 Analisis data pada pengukuran waktu 3 menit


.....................................................................................................

39

5.5 Timing Diagram RPM


...............................................................................................................

41

BAB Vl : PEMBAHASAN

6.1 Pembahasan Rangkaian


...............................................................................................................

46

6.1.1 Rangkaian Keseluruhan


...............................................................................................................

46

6.1.2 Rangkaian Driver Motor


....................................................................................................................................

48

6.1.2.1. Rangkaian Driver Relay


....................................................................................................................................

48

6.1.2.2. Rangkaian Variable Supply


....................................................................................................................................

48

6.1.3 Listing Program Driver Motor


....................................................................................................................................

49
18

6.1.4 Rangkain Counter dengan NE555


....................................................................................................................................

50

6.1.5 Listing Program Counter dengan NE555


....................................................................................................................................

52

BAB Vll : KESIMPULAN AND SARAN


....................................................................................................................................

56

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
19

DAFTAR GAMBAR
HALAMAN
Gambar 2.1 Motor Dc

7
........................................................................................................................

Gambar 2.2 Rangkaian Mikrokontroler At89s52

Gambar 2.3 Rangkaian Lcd 2 X 16

16

Gambar 2.4 Rangkaian Interface Keypad 4x4

18

Gambar 2.5 Rangkain Transistor Sebagai Saklar

19

Gambar 2.6 Rangkaian Komparator

19

Gambar 2.7 Rangkaian Sensor Rpm

20

Gambar 2.8 Rangkaian Monostable Pada Lm 555

21
20

Gambar 2.9 Bentuk Gelombang Monostable

22

Gambar 3.1 Diagram Blok

23

Gambar 4.1 Desain Chamber

29

Gambar 6.1 Rangkaian Keseluruhan

46

Gambar 6.2 Rangkaian Driver Relay

48

Gambar 6.3 Rangkaian Driver Motor

48

Gambar 6.4 Rangkain Komparator

50

Gambar 6.5 Rangkaian Monostabil Ne555

51

DAFTAR TABEL
HALAMAN
21

Tabel 2.1 Fungsi Pin Pada Lcd

13
........................................................................................................................

Tabel 2.2 Penunjukkan Cursor

17

Tabel 2.3 Posisi Karakter Pada Lcd Karakter 2 X 16

17

Tabel 4.1 Jadwal Kegiatan

30

Tabel 5.1 Tachometer Sebagai Acuan

32

Tabel 5.2 Hasil Perhitungan Rpm 25 Rpm Dengan Tahcometer

32

Tabel 5.3 Optocopler Sebagai Acuan

33

Tabel 5.4 Optocopler Sebagai Acuan

33

Tabel 5.5 Hasil Perhitungan Rpm 30 Dengan Tachometer Sebagai Acuan

35

Tabel 5.6 Tachometer Sebagai Acuan

35

Tabel 5.7 Optocopler Sebagai Acuan

36
22

Tabel 5.8 Hasil Pengukuran rpm 30 Optocopler sebagai acuan

36

Tabel 5.9 Hasil Pengukuran Waktu Dengan Stopwacht

38

Tabel 5.10 Hasil Perhitungan Waktu Dengan Stopwacht

40

Tabel 5.11 Tabel Kecepatan 25 Rpm

40

Tabel 5.12 Tabel Kecepatan 30 Rpm

41

Tabel 6.1 Tegangan Pada Kecepatan 25 Dan 30

49

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan dan kemajuan sarana dan alat-alat kesehatan

dewasa ini sudah sedemikian pesatnya. Hampir semua Rumah Sakit,

klinik – klinik dibidang kesehatan mengalami dan merasakan adanya


23

dampak perubahan kemajuan instrumentasi medis. Peningkatan mutu

instrumen medis tersebut disebabkan karena perkembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi yang sangat signifikan grafik

peningkatannya, hingga tersebar mengimbangi kemajuan IPTEK

tersebut, maka para tenaga – tenaga kesehatan hendaknya memiliki

kemampuan yang lebih dalam melakukan dan melaksanakan fungsi

operasionalnya agar tercapainya suatu tujuan kesehatan yang optimal.

Salah satu ujung tombak pembangunan kesehatan adalah bidang pelayanan

kesehatan bagi masyarakat. Agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang

efektif dan efisien. Hampir diseluruh pelayanan kesehatan seperti rumah sakit

maupun klinik-klinik telah banyak menggunakan peralatan kesehatan yang

canggih.

Dari latar belakang diatas maka peralatan kesehatan menjadi sangat penting,

karena bagian yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan bahkan saling

membutuhkan. Dari berbagai macam alat kesehatan salah satu contohnya adalah

alat friability tester yang sering digunakan atau dibutuhkan dalam bidang

kesehatan khususnya farmasi.

Friability adalah persen bobot yang hilang setelah tablet diguncang. Fungsi

friability tester adalah penentuan keregasan, kerapuhan atau kepadatan tablet

dilakukan terutama pada waktu tablet akan dilapisi (coating). Oleh karena itu

penulis merencanakan dan membuat alat dengan judul, friability Tester Berbasis

Mikrokontroler AT 89S52, dimana alat ini sangat penting sebagai alat untuk
24

menguji keregasan suatu tablet. Dari beberapa obat khususnya tablet yang baru di

produksi ada kalanya kadar atau berat tablet tersebut berbeda, sehingga

mengurangi keefisienan tablet tersebut. Dengan membuat friability tester tersebut

maka penulis mengharapkan kerja alat tersebut dapat optimal, efisien, dan akurat.

1.2 Identifikasi Masalah

Pada kesempatan ini penulis akan membahas tentang friability tester yang

dimana fungsinya untuk mengetahui keregasan tablet yang akan di konsumsi oleh

pasien. Tablet sebelum di konsumsi harus diukur beratnya sesuai dengan prosedur

yang telah ditentukan, yaitu dengan cara tablet ditimbang terlebih dahulu, setelah

ditimbang kemudian tablet dimasukkan pada chamber yang akan diputar secara

manual. Hal ini sangat tidak efektif dan efisien bagi tenaga kesehatan.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut,penulis akan membuat suatu alat

yang dapat difungsikan untuk tes keregasan pada tablet dengan cara membuat

friability tester berbasis mikrokontroller yang dimana alat ini akan bekerja

otomatis dan dipantau RPM (Radian Per Menit ) sesuai yang telah ditentukan

dari berbagai jenis tablet.

1.3 Pembatasan Masalah

Dalam hal ini penulis membatasi masalah pada :

- Penggunaan motor DC dengan sistem mikrokontroller untuk

memutar chamber.

- Kecepatan perputaran chamber yaitu 25 rpm dan 30 rpm.


25

- Penggunaan sensor putaran (rpm).

- Penggunaan display LCD sebagai tampilan dari waktu dan RPM.

1.4 Rumusan Masalah

Pada pembuatan modul ini, penulis menetapkan beberapa rumusan masalah

sebagai berikut :

1. Bagaimana kerja dari

Mikrokontroller AT89S52 dalam mengontrol dari keseluruhan

rangkaian hingga proses akhir dari friability ?

2. Mampukah chamber

berputar dengan kecepatan 25 dan 30 rpm?

3. Dapatkah sensor

menangkap banyaknya putaran dalam satu menit ?

1.5 Tujuan

1.5.1 Tujuan Umum

Dibuatnya Alat Friability Tester Berbasis Mikrokontroller AT89S52.

1.5.2 Tujuan Khusus

1. Membuat rangkaian driver motor DC.

2. Membuat rangkaian mikrokontroler AT89s52.

3. Membuat rangkaian LCD Character untuk menampilkan

waktu dan RPM.

4. Membuat rangkaian kecepatan 25 rpm dan 30 rpm.

5. Membuat rangkaian pewaktu.


26

1.6 Manfaat

1.6.1 Manfaat Teoritis

Menambah wawasan dan pengetahuan tentang alat-alat kesehatan dalam

kampus Jurusan teknik elektromedik Surabaya khususnya pada alat friability

tester.

1.6.2 Manfaat Praktis

Dengan adanya alat ini diharapkan dapat memudahkan user dalam

melakukan pekerjaannya dan dapat menyelesaikan tugas fungsionalnya dengan

cepat, efisien, dan akurat.

BAB II

TELAAH PUSTAKA
27

2.1 Pengertian Tablet

Tablet adalah sediaan padat, kompak, dibuat secara kempa cetak dalam

bentuk tabung pipih atau sirkuler, kedua permukaannya rata atau cembung,

mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan

(Anonim, 1979).

Untuk mendapatkan tablet dengan kualitas yang baik, ada beberapa kriteria

yang harus dipenuhi, antara lain: (1) mempunyai kekerasan yang cukup dan

tidak rapuh, sehingga kondisinya baik selama fabrikasi, pengemasan,

pengangkutan sampai pada konsumen; (2) dapat melepaskan obatnya; (3)

memenuhi persyaratan keseragaman bobot tablet dan kandungan obatnya (Sheth

et al., 1980). Pada dasarnya bahan pembantu tablet harus bersifat netral, tidak

berbau, tidak berasa dan sedapat mungkin tidak berwarna (Voigt, 1984).

Bentuk sediaan tablet mempunyai keuntungan antara lain: (1) merupakan

bentuk sediaan yang utuh dan mempunyai ketepatan ukuran serta variabilitas

kandungan yang paling rendah daripada bentuk yang lain; (2) merupakan bentuk

sediaan oral yang paling ringan dan kompak; (3) merupakan bentuk sediaan

yang mudah dan murah dalam pembuatan,pengemasan dan pengiriman; (4)

merupakan sediaan oral yang paling mudah pemakaiannya (Banker and

Anderson, 1986).

2.2 Prinsip dasar Friability Tester


28

Pesawat Friability Tester merupakan salah satu peralatan kesehatan khususnya

farmasi yang digunakan untuk mengetahui keregasan atau kerapuhan suatu obat

khususnya tablet, yaitu dengan cara mengatur kecepatan putaran pada alat

tersebut.

Friabilitas diukur dengan friabilator. Prinsipnya adalah menetapkan bobot

yang hilang dari sejumlah tablet selama diputar dalam friabilator selama waktu

tertentu. Pada proses pengukuran friabilitas, alat diputar dengan kecepatan 25

(RPM) dan waktu yang digunakan adalah 4 menit. Jadi penggunaan kecepatan 25

ada 100 putaran dalam 4 menit. Dan kecepatan 30 (RPM) waktu yang digunakan

adalah 3 menit, jadi ada 90 putaran dalam 3 menit. Proses tersebut sesuai dengan

ketentuan pada pengujian kerenggasan pada tablet nutwuri andayana

(pharmacist).

2.3 Komponen dasar untuk friability tester

Sebelum merencanakan pembuatan modul, terlebih dahulu akan dibahas

secara singkat komponen-komponen dasarnya, antara lain :

2.3.1 Motor DC

Motor DC adalah motor yang mempunyai dua arah putaran, yang tergantung

dari fase yang diberikan. Sumber tegangan yang digunakan adalah DC, putaran

motor dapat dikendalikan dengan pengaturan besar kecilnya tegangan melalui

resistansi. Prinsip dasar dari motor DC adalah terdapatnya kumparan yang

bergerak terhadap medan magnet.


29

W E

Gambar 2.1. Motor DC

Motor DC ini merupakan komponen utama pada pesawat friability tester.

Dimana motor akan bekerja setelah tombol start ditekan (motor berputarCW),

setelah motor berputar dan akan di control oleh optotriac sebagai sensor

kecepatan, motor ini akan berputar selama waktu yang telah ditentukan.

2.3.2 Rangkaian Mikrokontroler AT89s52

IC Mikrokontroler AT89S52 adalah komponen produksi Atmel yang

berorientasi pada kontrol dengan level logika CMOS. Komponen ini

termasuk keluarga MCS-51.

Gambar 2.2. Rangkaian Mikrokontroler AT89s52

Rangkaian integrasi tersebut memiliki perlengkapan single chip

mikrokomputer. Perlengkapan yang dimaksud adalah CPU (Central


30

Processing Unit) yang terdiri dari komponen yang saling berhubungan

dengan komponen yang lain. Diantaranya Register, ALU (Arithmatic

Logic Unit), Unit Pengendali. Masing-masing mempunyai fungsi yang

berbeda-beda, antara lain :

 Register

Sebagai memori sementara di dalam CPU. Beberapa register

mempunyai fungsi tertentu, seperti program counter dan code register,

yang lain bersifat lebih umum akumulator,B registerTiap-tiap komputer

memiliki panjang kata yang merupakan karakteristik dari CPU. Seperti

pada keluarga MCS-51 memiliki kemampuan menyimpan data 8 bit.

 ALU (Arithmatic Logic Unit)

Dari namanya dapat diketahui bahwa ALU mampu menjalankan

operasi aritmatika dan logika dengan bilangan-bilangan biner. Dalam

keluarga MCS ’51 operasi ALU datanya terbatas pada jumlah bilangan

biner 8 bit, tidak sampai pada operasi floating point (angka mengambang).

 Unit Pengendali

Unit pengendali digunakan untuk menyerempakkan kerja yang

sangat diperlukan oleh setiap prosessor. Sebuah instruksi di ambil dan di

dekode, setelah prosessor mengetahui apa yang dimaksud dengan

instruksi, maka unit pengendali akan memberikan signal pada aksi yang

dimaksud.

Memori data RAM internal sebesar 256 Byte.

Kemampuan kerja clock internal dari 0 hingga 24 M Hz.


31

Terdapat 3 buah timer/counter yang dapat dipakai hingga 16 Bit.

Kemampuan mengalamati memori program dan data maksimum 64 Kbyte

eksternal.

Dua buah tingkat prioritas interupsi.

Lima buah interupsi, yaitu 2 buah interupsi eksternal dan 3 buah interupsi

internal.

Empat buah I/O masing-masing 8 Bit.

Port serial full duplex UART (Universal Asincronous Receive Transmit),

dengan kemampuan pendeteksian kesalahan.

Mode pengontrolan daya, yaitu :

Mode Idle (daya akan berkurang jika CPU dikehendaki stand by).

Mode Power Down (oscillator berhenti yang berarti daya akan berkurang

karena intruksi yang dieksekusi menghendaki power down).

Pengembalian ke mode normal setelah power down karena adanya

interupsi.

Dapat diprogram per bit sehingga pemrograman akan lebih leluasa dan

efektif.

Dalam IC program AT89S52 terdapat beberapa port dan program-program

lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Port 0.

Port 0 adalah 8 bit open drain bi-directional port 1/0. Pada saat sebagai

port out, tiap pin dapat dilewatkan ke 8 input TTL. Ketika logika 1

dituliskan pada port 0, maka pin-pin ini dapat digunakan sebagai input
32

yang berimpedansi tinggi. Port 0 dapat dikonfigurasikan untuk dimultiplex

sebagai jalur data/address bus selama membaca program external dan

memori data. Pada mode ini P0 mempunyai internal pull up. Port 0 juga

menerima kode bit selama pemrograman flash. Dan megeluarkan kode bit

selama verifikasi program.

Port 1.

Port 1 adalah 8-bit bi-directional Port 1/0 denga internal pull up. Port 1

mempunyai buffer output yang dapat dihubungkan dengan 4 TTL input.

Ketika logika 1 dituliskan ke port 1, pin ini dipull high dengan

menggunakan internal pull up dan dapat digunakan sebagai input. Ketika

sebagai input, pin port 1 yang secara eksternal dipull low akan

mengalirkan arus 1 L karena internal pull up. Port 1 juga menerima

address bawa selama pemrograman flash dan verifikasi.

Port 2.

Port 2 adalah 8 bit bi-directional port 1/0 dengan internal pull up. Port 2

output buffer dapat melewatkan 4 TTL input. Ketika logika 1 dituliskan ke

port 2, maka mereka dipull high dengan internal pull up dan dapat

digunakan sebagai input.

Port 3.

Port 3 adalah 8 bit bi-directional port 1/0 dengan internal pull up. Output

buffer dari port 3 dapat dilewati 4 input TTL. Ketika logika 1 dituliskan ke

port 3 maka mereka akan dipull high dengan internal pull up dan dapat

digunakan sebagai input. Port 3 juga mempunyai berbagai macam fungsi


33

atau fasilitas. Port 3 juga menerima beberapa sinyal kontrol untuk

pemrograman flash dan verifikasi.

RST.

Input reset. Logika high pada pin ini akan mereset siklus mesin.

ALE/PROG.

Pulsa Output Address Latch Enable digunakan untuk lacthing bit bawah

dari address selama mengakses ke eksternal memori. Pin ini juga

merupakan input pulsa program selama pemrograman flash. Operasi

normal dari ALE dikeluarkan pada laju konstan 1/6 dari frekuensi

oscilator, dan dapat digunakan untuk pewaktu eksternal atau pemberian

pulsa. Jika dikehendaki, operasi ALE dapat di disable dengan memberikan

setting bit 0 dari SFR pada lokasi 8 EH. Dengan bit set, ALE dapat

diaktifkan selama instruksi M0VX atau MOVC. Dengan mensetting ALE

disabled, tidak akan mempengaruhi jika mikrokontroler pada mode

eksekusi eksternal.

Port Pin Alternate Functions.

P3.0 RXD (serial input port).

P3.1 TXD (serial output port).

P3.2 INT0 (eksternal interupt 0).

P3.3 INT1 (eksternal interup 1).

P3.4 T0 (timer 0 eksternal input).

P3.5 T1 (timer 1 eksternal input).

P3.6 WR (eksternal data memori write strobe).


34

P3.7 RD (eksternal data memori read strobe).

PSEN.

Program store enable merupakan sinyal yang digunakan untuk membaca

program pada memori eksternal. Ketika 8951 mengeksekusi kode dari

program memori eksternal, PSEN diaktifkan 2 kali setiap siklus mesin,

kecuali bahwa 2 aktifasi PSEN terlewati selama pembacaan ke memori

data eksternal.

EA/VPP.

Eksternal Access enable. EA harus diposisikan ke GND untuk

mengaktifkan divais untuk mengumpankan kode dari program memori

yang dimulai pada lokasi 0000H sampai dengan FFFFH. EA harus

diposisikan ke VCC untuk eksekusi program internal. Pin ini juga

menerima tegangan pemrograman 12 Volt (VPP) selama pemrograman

flash.

2.3.3. Rangkaian display LCD Karakter 2X16

LCD adalah sebuah display dot matrix yang difungsikan untuk

menampilkan tulisan berupa angka atau huruf sesuai dengan yang diinginkan

(sesuai dengan program yang digunakan untuk mengontrolnya). Pada tugas akhir

ini penulis menggunakan LCD dot matrix dengan kharakter 2 x 16, sehingga kaki-

kakinya berjumlah 16 pin.

LCD yang penulis gunakan adalah M1632, yang mana digunakan

untuk menampilkan hasil proses pada Mikrokontroller AT89S52. LCD ini hanya
35

memerlukan daya yang sangat kecil, tegangan yang dibutuhkan juga sangat

rendah yaitu +5 VDC. Panel TN LCD untuk pengaturan kekontrasan cahaya pada

display dan CMOS LCD drive sudah terdapat di dalamnya. Semua fungsi display

dapat dikontrol dengan memberikan instruksi dan dapat dengan mudah dipisahkan

oleh MPU. Ini membuat LCD berguna untuk range yang luas dari terminal

display unit untuk mikrokomputer dan display unit measuring gages.

Tabel 2.1. Fungsi Pin Pada LCD


No. Symbol Level
Keterangan
1 Vss - Dihubungkan ke 0 V (Ground)
Dihubungkan dengan tegangan supply +5V dengan
2 Vcc -
toleransi ± 10%.
3 Vee - Digunakan untuk mengatur tingkat kontras LCD.
Bernilai logika ‘0’ untuk input instruksi dan bernilai
4 RS H/L
logika ‘1’ untuk input data.
Bernilai logika ‘0’ untuk proses ‘write’ dan bernilai
5 R/W H/L
logika ‘1’ untuk proses ‘read’.
Merupakan sinyal enable. Sinyal ini akan aktif pada
6 E H
failing edge dari logika ‘1’ ke logika ‘0’.
7 DB0 H/L Pin data D0
8 DB1 H/L Pin data D1
9 DB2 H/L Pin data D2
10 DB3 H/L Pin data D3
11 DB4 H/L Pin data D4
12 DB5 H/L Pin data D5
13 DB6 H/L Pin data D6
14 DB7 H/L Pin data D7
Back Light pada LCD ini dihubungkan dengan
15 V+BL -
tegangan sebesar 4 – 4,2 V dengan arus 50 – 200 mA
Back Light pada LCD ini dihubungkan dengan
16 V-BL -
ground
Cara kerja menjalankan LCD :

Langkah 1 : Inisialisasi LCD.


36

Langkah 2 : Arahkan pada alamat yang dikehendaki (lihat tabel

alamat).

Langkah 3 : Tuliskan data ke LCD, maka karakter akan tampil

pada alamat tersebut.

Beberapa fungsi instruksi dari LCD, yaitu :

1. Display Clear.
RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB0
0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
Display Clear membersihkan semua tampilan dan mengembalikan cursor
pada posisi semula (address 0). Ruang kode 20 (heksadesimal) ditulis ke semua
alamat dari DD RAM, dan alamat 0 dari DD RAM diset ke AC (Address
Counter). Jika diubah, display akan kembali ke posisi semula. Setelah perintah
eksekusi pada Display Clear, mode entry akan ditambahkan.
2. Cursor Home.
RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB0
0 0 0 0 0 0 0 0 1 *

* : invalid bit
Cursor Home mengembalikan cursor ke posisi semula (address 0). DD
RAM alamat 0 diset ke AC dan cursor kembali ke posisi semula. Isi
DD RAM jangan dirubah. Jika cursor sedang ON, maka akan kembali ke sebelah
kiri.
3. Entry Mode Set.
RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB0
0 0 0 0 0 0 0 1 I/D S

Entry Mode Set diset untuk menunjukkan perpindahan cursor dan apakah
display akan dirubah.
37

I/D : ketika I/D = 1, alamat akan ditambah satu dan cursor


berpindah ke kanan. Ketika I/D = 0, alamat akan dikurangi satu dan
cursor berpindah ke kiri.

S : ketika S = 1 dan I/D = 1, display berpindah ke kiri.


ketika S = 1 dan I/D = 0, display berpindah ke kanan.
ketika S = 0 , display tak berpindah.

4. Display ON/OFF Control.


RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB0
0 0 0 0 0 0 1 D C B
Display ON/OFF Control mengembalikan total dispay dan cursor
ON dan OFF, dan membuat posisi cursor mulai berkedip.

D : ketika D = 1, display ON
ketika D = 0, display OFF
C : ketika C = 1, cursor ditampilkan
ketika C = 0, cursor tidak ditampilkan
B : ketika B = 1, karakter pada posisi cursor berkedip.
ketika B = 0, karakter pada posisi cursor tidak berkedip.

V C C
2

U 3
7
V C C

D 5 I N 4 1 4 8 D O 8
1 5 D 1 9
3 V + D 2 1 0
V E E D 3 1 1
V R D 4 1 2
D 5 1 3
D 6 1 4
1 0 K D 7
5 4
1 R / W R S 6
1 6 V S S E N
V -

LCD
CHARACTER2X16

Gambar 2.3. Rangkaian LCD 2 x 16

Operasi dari LCD M1632 terdiri dari empat kondisi, yaitu instruksi
mengakses proses internal, instruksi menulis data dan instruksi membaca
kondisi sibuk dan instruksi membaca data.
38

5. Cursor/ Display Shift.


RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB0
0 0 0 0 0 1 S/C R/L * *
* : invalid bit

Cursor Disply Shift memindah cursor dan mengubah display tanpa


merubah isi dari DD RAM. Berikut ini tabel penunjukan cursor, yaitu

Tabel 2.2. Penunjukkan cursor

S/C R/L Operasi


0 0 Posisi cursor dipindah ke kiri
0 1 Posisi cursor dipindah ke kanan
1 0 Semua display dipindah ke kiri dengan cursor
1 1 Semua display dipindah ke kanan dengan cursor

6. Function Set.
RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB0
0 0 0 0 1 DL 1 * * *
* : invalid bit

Function Set digunakan untuk mengeset pemisahan data length.


DL : ketika DL =1, data length diset untuk 8 bit (DB7 sampai DB0).
Ketika DL =0, data length diset untuk 4 bit (DB7 sampai DB4). Untuk bit
atas ditransfer lebih dulu, kemudian dilanjutkan bit bawah.
Tabel 2.3. Posisi Karakter Pada LCD Karakter 2 X 16

80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 8a 8b 8c 8d 8e 8f

C0 C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 Ca Cb Cc Cd Ce Cf
39

2.3.4 Keypad 4X4

Gambar 2.4. Rangkaian Interface Keypad 4x4

Keypad serig digunakan sebagi suatu input pada beberapa peralatan yang

berbasis mikroprosessor atau mikrokontroller. Keypad sesungguhnya terdiri

dari sejumlah saklar, yang terhubung sebagai baris dan kolom dengan

susuan seperti yang ditunjukkan pada gambar 7.2. Agar mikrokontroller

dapat melakukan scan keypad, maka port mengeluarkan salah satu bit dari 4

bit yang terhubung pada kolom dengan logika low “0” dan selanjutnya

membaca 4 bit pada baris untuk menguji jika ada tombol yang ditekan pada

kolom tersebut. Sebagai konsekuensi, selama tidak ada tombol yang ditekan,

maka mikrokontroller akan melihat sebagai logika high “1” pada setiap pin

yang terhubung ke baris.


40

2.3.5 Rangkaian Saklar

Salah satu fungsi transistor adalah digunakan sebagai saklar. Syaratnya

adalah daerah kerja transistor harus pada daerah jenuh (saturasi) dan daerah

sumbat (cut off). Transistor sebagai saklar mempunyai kondisi

bergantian yaitu kondisi tertutup pada saat saturasi dan kondisi terbuka pada

saat cut off.

V C C

r e l a y
1
2
2

3
b d 1 3 9 1
1 K o p t o c o p l e r
1

Gambar 2.5. Rangkain Trasistor Sebagai Saklar

2.3.6 Rangkaian Komparator

Seri LM311 memiliki empat buah penguat terpisah dalam satu keping

IC. Dioperasikan dengan satu supply (single supply) dengan tegangan 3 –

32V. IC LM 311 pada modul ini digunakan sebagai generator penghasil

gelombang kotak, sawtooth, dan lurus serta sebagai komparator antara signal

gelombang sawtooth dengan input tegangan analog atau gelombang lurus.


V C C

o p t o c o p le r U 1 R 2
5
6
8

V 1 1 0 k
2
1 +
3
7
1 V 2
-
V 4 m o n o
L M 3 1 1
V C C D 1
4
1

L E D
1

R 5
1 0 0 k
2
R 7
2 2 0
3

R 6
1 k

Gambar 2.6. Rangkaian Komparator


41

Dengan mensetting tegangan referensi pada kaki non inverting maka

akan diperoleh outputan yang sesuai.dengan yang diinginkan, yaitu jika

kaki komparator pin 2 (V1) pada LM 311 mendapat tegangan lebih besar

dari pada pin no 3 (V4) maka , out putan dari komparator adalah bernilai

high. Dan sebaliknya apabila pin 2 lebih kecil dari pada pin 3 maka

outputan pin 7 (V2) akan berlogika low.

2.3.7 Rangkaian optocopler sebagai Sensor RPM

Optocoupler merupakan piranti elektronik yang berfungsi sebagai

pemisah antara rangkaian power dan rangkaian control. Optocoupler

memanfaatkan sinar sebagai pemicu on/ off. Opto sebagai optic dan coupler

sebagai pemicu. Optocoupler terdiri dari transmiter dan receiver. Bagian

transmiter dibangun oleh led infra merah, receiver dibangun oleh transistor.

V C C V C C
R 1
1

1 0 0 k
R 4 2
2 2 0
T o C o m p .
3
1

P C 8 1 6
2

Gambar 2.7. Rangkaian Sensor RPM

2.3.8 Rangkaian Counter Monostabil NE555

Pada Friability ini menggunakan rangkaian monostabil agar

mikrokontroller dapat mengitung dari perpindahan low atau high.


42

Output dari rangkaian monostabil diinputkan pada P1.0 pada T0.

Selanjutnya akan disimpan pada TL0 sebagai penerima data 8 bit. Dari

TL0 akan dipindah ke akumulator untuk diolah dan ditampilkan. IC 555

mempunyai dua cara kerja yaitu sebagai multivibrator astabil dan

monostabil, disini IC 555 digunakan sebagai monostabil.

Monostable Operation

J 1 V C C

V C C V C C 1
R 1
p 1 . 1 2 2 K

3
R 2 N E 5 5 5 R 3
1 K
4

2
R

VC C

2 1 0 0 k
T R
V 2 7
D I S6
T H R
1

5
C V
G N D

3 V 3
U 1 Q C 2
1 u F
C 3 R 5
1

1 0 4 4 7 0

D 2

I N D I K A T O R

Gambar 2.8 Rangkaian Monostable Pada LM 555

Ekternal kapasitor pada awalnya ter-discharge oleh transistor yang

ada dalam timer. Untuk menjalankan aplikasi ini diperlukan sebuah negative

trigger pulse tidak kurang dari 1/3 VCC pada pin 2, maka flip-flop akan aktif

karena pengaruh short circuit pada kapasitor dan mengeluarkan output high.

Rumusnya adalah : T = 1,1 R. C

 T = 1,1 RC
43

= 1,1 x 117K Ω x 1 uF

= 1,1 x 117.103 x 10-6


=
1,1 x 117 . 10-3

= 1,1 x 0,117

= 0,1287 s = 128,7 ms

Gambar 2.9 Bentuk Gelombang Monostable

Tegangan pada kapasitor akan meningkat secara eksponensial dengan

periode T = 1,1 RA.C, pada akhir periode ini tegangan yang terjadi sebesar 2/3

VCC. Komparator akan me-reset flip-flop pada saat kapasitor menjadi discharge,

dan output yang dihasilkan menjadi low. semuanya tergantung pada power supply

yang digunakan.
44

BAB III
KERANGKA KONSEPTUAL

3.1 Diagram Mekanik

 Tampak Depan
Chamber

LCD
Keyped

3.2 Blok Diagram


Komparator
monostabil

Setting waktu optocopler

LCD
Setting
kecepatan

Mikrokontroler Driver
Motor Motor
keyped AT89S52

Start

Buzzer
45

Gambar 3.1 Gambar blok diagram

3.3. Cara Kerja Blok Diagram

Pada saat keadaan awal kita setting waktu, kita dapat menentukan berapa

lama alat akan bekerja, setelah menentukan waktu lama alat bekerja maka kita

menentukan putaran berapa banyak dalam 1 menit pada chamber. selanjutnya

tekan tombol enter dan akan memberikan perintah pada mikrokontroller. sehingga

mikrokontroller akan memberikan perintah kepada rangkain driver motor yang

akan menjalankan motor untuk memutar chamber, setelah chamber berputar maka

optoclopler akan menyensor putaran dari chamber tersebut kemudian di

komparator untuk memastikan tegangan yang masuk pada rangkain monostabil

yang berfungsi sebagai reset pada tiap-tiap sinyal yang masuk pada

mikrokontroller, yang akan diolah mikrokontroller dan ditampilkan pada display,

apabila waktu yang ditentukan telah habis maka mikontroller akan memberikan

logika pada rangkian driver motor agar motor berhenti, dengan berhentinya motor

maka proses dari alat ini telah selesai dan buzzer akan berbunyi menandakan akhir

dari friability.
46

3.4.Diagram Alir
47

BEGIN

Inisialisasi LCD

Setting rpm
25rpm atau 30rpm

time : ….. :
…..

STAR
No T

Yes
Motor On
Timer On

Deteksi rpm
motor

Timer
habis ?
No
Yes

END

3.5. Cara kerja Diagram Alir


48

Dari jala-jala PLN tengangan telah disearahkan oleh rangkain power

supply, kemudian ditombol on/off, maka tangangan akan menyapply pada

rangkain mikrokontroller, kemudian setting waktu pada keypad, setting waktu

sesuai dengan yang telah ditentukan, keypad ini bekerja dengan dikontrol oleh

mikrokontroller, setelah waktu ditentukan maka tentukan kecepatan pada motor,

setting sesuai dengan yang telah ditentukan dalam proses fiarbility tester, setelah

setting waktu selesai dan kedua setting ini akan dikontrol oleh mikrokontroller,

langkah selanjutnya adalah tekan tombol enter, mikrokontroller akan memberikan

logika pada driver-driver dan motor mulai bekerja dan timer juga bekerja, dengan

berputarnya motor maka chamber akan berputar sesuai dengan setting yang telah

ditentukan, lalu optocopler akan menyensor tiap-tiap putaran pada chamber

tersebut, dari optocopler tersebut dikomparator yang berfungsi untuk memastikan

tengangan yang masuk pada rangkaian monostabil yang berfungsi sebagai reset

pada tiap-tiap sinyal yang masuk pada mikrokontroller, sehingga dapat

difungsikan sebagai counter untuk dikonversikan dari berapa putaran per

menitnya dalam display, alat ini akan mengulangi perintah sebelumnya apabila

timer belum habis dan apabila timer habis maka motor akan berhenti dan buzzer

akan berbunyi menandakan proses telah selesai.

BAB IV
49

METODOLOGI PENELITIAN

4.1 URUTAN KEGIATAN

Urutan kegiatan dalam pelaksanaan tugas akhir ini meliputi :

1. Mempelajari teori – teori yang berhubungan dengan

permasalahan yang dibahas melalui studi kepustakaan.

2. Mempelajari dan merancang teknis pembuatan modul tersebut.

3. Merencanakan anggaran biaya pembuatan modul.

4. Membuat diagram blok.

5. Membuat diagram alir.

6. Menyiapkan bahan berupa komponen, box dan peralatan yang

dibutuhkan dalam pembuatan modul.

7. Membuat jadwal kegiatan untuk mengatur waktu pembuatan

modul.

8. Membuat modul.

9. Melakukan pengukuran dan kalibrasi.

10. Membuat laporan.

4.2 JENIS PENELITIAN

Jenis penelitian untuk tugas akhir ini yaitu penelitian ekperimental.

4.3 ANALISA DATA

4.3.1 Variabel Bebas

Sebagai variabel bebas adalah tablet sebagai sampel.

4.3.2 Variabel Terikat

Sebagai Variabel terikat adalah Motor DC.


50

4.3.2 Variabel Terkendali

Sebagai variabel terkendali adalah LCD karakter.

4.4 DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL

Dalam kegiatan operasionalnya, variabel – variabel yang digunakan

dalam perencanaan pembuatan modul, baik variabel terkendali, terikat dan

bebas memiliki fungsi-fungsi antara lain :

• Tablet berfungsi sebagai sampel.

• Motor DC berfungsi sebagai penggerak chamber.

• LCD karakter berfungsi untuk menampilkan hasil pengukuran

kecepatan dan waktu proses terjadinya pemutaran chamber.

4.4.1 Perencanaan Pembuatan Modul

 Pembuatan Box

Pembuatan box dirancang sedemikian rupa sehingga alat dapat

bekerja dengan baik dan dirancang sesuai dengan mekanik yang

digunakan. Sehingga terdapat keseimbangan dan mekaniknya dapat

bekerja dengan baik.


51

 Bagian chamber

Gambar 4.1. Desain chamber

4.5 DAFTAR KOMPONEN

Adapun komponen-komponen penting yang akan kami gunakan dalam

pembuatan modul, antara lain :

• Motor DC
• NE 555
• IC LM311
• PC816
• keypad
• Transistor
• LCD 2X16

4.6 PERALATAN YANG DIPERGUNAKAN

Sebagai sarana pendukung dalam pembuatan tugas akhir ini dapat

kami sebutkan sebagai berikut :

• Solder listrik
• Soldering pump
• Bread board
• Tool set
52

• Multimeter
4.7 JADWAL KEGIATAN

Jadwal kegiatan penulis susun menurut jadwal kalender Akademik

yang ada di Politeknik Kesehatan Jurusan Teknik Elektromedik Surabaya.

Tabel 4.1. Jadwal Kegiatan

Se Ok Fe
Kegiatan Nov Des Jan Mar Apr Mei Jun Jul
p t b
I √ √
II √

III √ √ √ √ √ √ √

IV √ √ √
V √

Keterangan:

I. Penentuan judul
II. Studi Literatur dan Pembuatan Proposal
III. Pembuatan Modul
IV. Seminar Awal
V. Ujian Sidang dan Pengumpulan Karya Tulis Ilmiah (KTI).

BAB V
53

HASIL PENGUKURAN DAN ANALISIS

5.1 PENGUJIAN DAN PENGUKURAN MODUL

Setelah membuat modul maka perlu diadakan pengujian dan

pengukuran. Untuk mengetahui seberapa tepat pembuatan modul ini, maka

penulis melakukan pendataan melalui pengukuran dan pengujian. Tujuannya

adalah untuk apakah masing – masing komponen dapat berjalan sesuai

dengan fungsinya yang telah direncanakan.

Langkah- langkah pengukuran dan pengujian modul ini

dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Menyiapkan peralatan – peralatan yang dibutuhkan terutama alat

ukur

2. Mencatat hasil pengukuran.

3. Melakukan pengecekan terhadap masing – masing jalur rangkaian

pada PCB tentang ketepatan komponen, koneksi pin – pin pada IC.

4. Menguji alat dengan mengadakan pengukuran terhadap output

masing – masing bagian sesuai pengukuran yang dibutuhkan.

5. Mencatat hasil pengukuran dalam table yang telah kita sediakan.

5.2 PENGUKURAN RPM


54

5.2.1 SETTING RPM 25

5.2.1 Hasil pengukuran RPM 25 dengan Tachometer sebagai


acuan

rpm
PENGUKURAN ( )
rpm
NO
setting
1 2 3 4 5 6 7

1 Tachometer 24,2 25 24,6 25 25 24,7 25

Tabel 5.1 TACHOMETER sebagai acuan

Rerata Koreksi Error % SD Ua U95


(Ketidak pastian) (Kelayakan)

0,22 0,99 0,148 0,056


24,78 0,143

Tabel 5.2 Hasil perhitungan rpm 25 rpm dengan Tahcometer

• Analisis perhitungan rpm 25 dengan TACHOMETER sebagai acuan :

1. Rpm setting = 25 rpm

ΣXi
2. Rata – Rata ( X ) =
n

= 24,78

3. Koreksi = Rpm setting – Rerata

= 25 – 24,78

= 0,22
55

 SuhuSettin g − x 
4. Kesalahan (Error%) =  x100 %
 Suhusettin g 

= 0,99 %

* Dari hasil pengukuran pada rpm 25 dengan TACOMETER sebagai acuan

maka diperoleh hasil perhitungan Error atau rata-rata simpang sebesar

0,99%.

( XI − Re rata ) 2 + ( X 2 − Re rata ) + .. + ( X 5 − Re rata )


5. Standart Deviasi =
n−I

= 0,148

StDev
6. Ua (Ketidak pastian) =
7

= 0,056

7. U95 (Kelayakan) = Ua x 2,57

= 0,056 * 2,57

= 0,143

5.2.2 Hasil Pengukuran RPM 25 Dengan Optocopler Sebagai Acuan

rpm
PENGUKURAN ( )
rpm
NO
setting
1 2 3 4 5 6 7

1 lcd 25 25 25 25 25 25 25

Tabel 5.3 Optocopler sebagai acuan


56

Rerata Koreksi Error % SD Ua U95


(Ketidak pastian) (Kelayakan)

25 0 0 0 0 0

Tabel 5.4 Hasil perhitungan rpm 25 rpm dengan Optocopler


• Analisis Perhitungan Rpm 25 Dengan Optocopler Sebagai Acuan :

1. Rpm setting = 25 rpm

ΣXi
2. Rata – Rata ( X ) =
n

= 25

3. Koreksi = Rpm setting – Rerata

= 25 – 25

=0

 SuhuSettin g − x 
4. Kesalahan (Error%) =  x100 %
 Suhusettin g 

=0%

* Dari hasil pengukuran pada rpm 25 dengan Optocopler sebagai acuan maka

diperoleh hasil perhitungan Error atau rata-rata simpang sebesar 0%.

( XI − Re rata ) 2 + ( X 2 − Re rata ) + .. + ( X 5 − Re rata )


5. Standart Deviasi =
n−I

=0

StDev
6. Ua (Ketidak pastian) =
7

= 0

7. U95 (Kelayakan) = Ua x 2,57


57

= 0 * 2,57

=0

5.3 SETTING RPM 30

5.3.1 Hasil pengukuran RPM 30 dengan TACHOMETER sebagai


acuan

PENGUKURAN
rpm
NO
setting
1 2 3 4 5 6 7

1 Tachometer 29,3 29,1 30 29,2 29,0 30 30

Tabel 5.5. TACHOMETER sebagai acuan

Rerata Koreksi Error % SD Ua U95


(Ketidak pastian) (Kelayakan)

29,51 0,49 1,63 0,323 0,122


0,313

Tabel 5.6 Hasil perhitungan Rpm 30 dengan TACHOMETER sebagai acuan

• Analisa perhitungan Rpm 30 dengan TACOMETER sebagai acuan :

1. Rpm setting = 30

ΣXi
2. Rata – Rata ( X ) =
n

= 29,51
58

3. Koreksi = Rpm setting – Rerata

= 30 – 29,51

= 0,49

 SuhuSettin g − x 
4. Kesalahan (Error%) =  x100 %
 Suhusettin g 

= 1,63%

* Dari hasil pengukuran pada rpm 30 dengan TACOMETER sebagai acuan

maka diperoleh hasil perhitungan Error atau rata-rata simpang sebesar 1,63.

( XI − Re rata ) 2 + ( X 2 − Re rata ) + .. + ( X 5 − Re rata )


5. Standart Deviasi =
n−I

= 0,323

StDev
6. Ua (Ketidak pastian) =
7

= 0,122

7. U95 (Kelayakan) = Ua x 2,57

= 0,122 * 2,57

= 0,313

5.3.2 Hasil pengukuran RPM 30 dengan Optokopler sebagai acuan

rpm
PENGUKURAN ( )
rpm
NO
setting
1 2 3 4 5 6 7

1 lcd 30 30 30 30 30 30 30
59

Tabel 5.7. Optokopler sebagai acuan

Rerata Koreksi Error % SD Ua U95


(Ketidak pastian) (Kelayakan)
30 0 0 0 0 0

Tabel 5.8. Hasil perhitungan rpm 30 rpm dengan Optokopler

• Analisis perhitungan rpm 30 dengan Optocopler sebagai acuan :

1. Rpm setting = 30 rpm

ΣXi
2. Rata – Rata ( X ) =
n

= 30

3. Koreksi = Rpm setting – Rerata

= 30 – 30

=0

 SuhuSettin g − x 
4. Kesalahan (Error%) =  x100 %
 Suhusettin g 

=0%

* Dari hasil pengukuran pada rpm 25 dengan TACOMETER sebagai acuan

maka diperoleh hasil perhitungan Error atau rata-rata simpang sebesar 0%.

( XI − Re rata ) 2 + ( X 2 − Re rata ) + .. + ( X 5 − Re rata )


5. Standart Deviasi =
n−I
60

=0

StDev
6. Ua (Ketidak pastian) =
7

=0

7. U95 (Kelayakan) = Ua x 2,57

= 0 * 2,57

=0

5.4 PENGUKURAN WAKTU DENGAN STOPWACHT

PENGUKURAN waktu
NO Setting waktu
I II III IV V

1 04.00
04.02 04.02 04.02 04.02 04.02

2 03.00 03.01 03.01 03.01 03.01 03.02

tabel 5.9. hasil pengukuran waktu dengan stopwacht

5.4.1 Analisis perhitungan waktu 4 menit :

1. Setting waktu = 4 menit


61

ΣXi
2. Rata – Rata ( X ) =
n

= 242 detik

= 4,03 menit

3. Koreksi = Setting waktu – Rerata

= 240 – 242

= 2 detik

= 0,03 menit

settingwak tu − x 
4. Kesalahan (Error%) =  settingwak tu x100 %
 

= 0,83%

* Dari hasil pengukuran pada waktu 4 menit diperoleh hasil perhitungan Error

atau rata-rata simpang sebesar 0,83 %.

( XI − Re rata ) 2 + ( X 2 − Re rata ) + .. + ( X 5 − Re rata )


5. Standart Deviasi =
n−I

=0

StDev
6. Ua (Ketidak pastian) =
5

= 0

7. U95 (Kelayakan) = Ua x 2,57

= 0 x 2,57

=0
62

5.4.2 Analisis perhitungan waktu menit :

1. Setting waktu = 3 menit

ΣXi
2. Rata – Rata ( X ) =
n

= 181,2 detik

= 3,02 menit

3. Koreksi = Setting waktu – Rerata

= 180 – 181,2

= 1,2 detik

= 0,02 menit

settingwak tu − x 
4. Kesalahan (Error%) =  settingwak tu x100 %
 

= 0,67 %

* Dari hasil pengukuran pada waktu 3 menit diperoleh hasil perhitungan Error

atau rata-rata simpang sebesar 0,67%.

( XI − Re rata ) 2 + ( X 2 − Re rata ) + .. + ( X 5 − Re rata )


5. Standart Deviasi =
n−I

= 0,74 detik

= 0,01 menit

StDev
6. Ua (Ketidak pastian) =
5

= 0,04 menit

7. U95 (Kelayakan) = Ua x 2,57


63

= 0,04 x 2,57

= 0,10

Setting Ua U95
Rerata Koreksi Error % SD
Waktu (Ketidak pastian) (Kelayakan)

04.00 0,03 0,83 0 0 0


4,03
03.00 3,02 0,02 0,67 0,01 0,04 0,10

TABEL 5.10. hasil perhitungan pengukuran waktu dengan stopwacht

5.5. Timing Diagram RPM

5.11. Tabel kecepatan 25 RPM

Ton Toff Periode


Bentuk Gelombang Tegangan(vpp)
(ms) (ms) (ms)

V1
comp
Pin 2 2,2 20 172 196
64

V2
comp
Pin 7 4,6 30 144 176

V3
Mono 3,4 124 32 156
pin3

V4
Comp 0,3 - - -
pin3
65

2.4. Tabel kecepatan 30RPM

Ton Toff Periode


Bentuk Gelombang Tegangan(vpp) (ms) (ms) (ms)

V1
comp 2,2 16 160 180
Pin 2

V2
comp 4,6 22 124 152
Pin 7

V3
Mono 3,5 144 30 180
pin3

V4
Comp 0,3 - - -
pin3
66

V4 : Vpp = 2,2 x 2 = 4,4 Vpp

Kecepatan 30 :
T = LEBAR KOTAK x TIME/DIV
V1 : Ton = 0,8 x 20 ms
Kecepatan 25 :
= 16 ms
T = LEBAR KOTAK x TIME/DIV
Toff = 8 x 20 ms
V1 : Ton = 1 x 20 ms
= 160 ms
= 20 ms
T = 9 x 20 ms
Toff = 8,6 x 20 ms
= 180 ms
= 172 ms
Vpp = 1,1 x 2= 2,2
T = 9,8 x 20 ms
= 196 ms
V2 : Ton = 1,1 x 20 ms
Vpp = 1,1 x 2= 2,2
= 22 ms
Toff = 6,2 x 20ms
V2 : Ton = 1,5 x 20 ms
= 124 ms
= 30 ms
T = 7,6 x 20 ms
Toff = 7,2 x 20ms
= 152 ms
= 144 ms
Vpp = 2,3 x 2= 4,6
T = 8,8 x 20 ms
= 176 ms
V3 : Ton = 7,2 x 20 ms
Vpp = 2,3 x 2= 4,6
= 144 ms
Toff = 1,5 x 20 ms
V3 : Ton = 6,2 x 20 ms
= 30 ms
= 124 ms
T = 8,4 x 20 ms
Toff = 1,6 x 20 ms
= 168 ms
= 32 ms
Vpp = 1,7 x 2= 3,4
T = 7,8 x 20 ms
= 156 ms
V4 : Vpp = 2,2 x 2 =4,4
Vpp = 1,7 x 2= 3,4
Keterangan pengukuran

 N : Jumlah Data

 Rata-rata

Rata-rata dalam perkataan sehari-hari, orang sudah menafsirkan dengan rata-

rata hitung. Dan arti sebenarnya adalah bilangan yang didapat dari hasil

pembagian jumlah nilai data oleh banyaknya data dalam kumpulan tersebut.

Rata – rata adalah nilai atau hasil pembagian dari jumlah data yang diambil atau

diukur dengan banyaknya pengambilan data atau banyaknya pengukuran.

Rumus rata-rata adalah

ΣXi
Rata – Rata ( X ) :
n

 Standart deviasi

Standart deviasi adalah suatu nilai yang menunjukan tingkat (derajat) variasi

kelompok data atau ukuran standart penyimpangn dari meanya.

Rumus diviasi
2
Σ(X - X)
Standart Deviasi (SD) :
N −1

 Error (rata-rata simapangan)

Error (rata-rata simpangan) adalah selisih rata-rata nilai dari harga yang

dikehendaki dengan nilai yang diukur.

Rumus error :


Error = Xn − X
Persen error adalah nilai persen dari simpangan (error) terhadap nilai yang

dikehendaki.

Rumus % error :

Xn − ( rata − rata )
%Error : x 100%
Xn

 UA : ketidakpastian

adalah nilai disekitar hasil pengukuran yang didalamnya diharapkan terdapat

nilai sebenarnya dari nilai ukur

Rumus dari ketidak pastian adalah sebagai berikut :

SD
Ketidak pastian =
N

 U95

adalah tingkat kenyakinan akan keberadaan nilai sebenarnya pada suatu tindakan
pengukuran.U95 menunjukkan data yang dianggap benar adalah 95%.

Rumus U95 : UA x 2,57

BAB VI

PEMBAHASAN
6.1 PEMBAHASAN RANGKAIAN

6.1.1 RANGKAIAN KESELURUHAN


V C C

V C C

1
V C C
1 0 K2
r e l a y
V C C

1
1 p c 8 1 7 J 6
2
1

lc d 2 x 1 6
2

3
2
3

2
3 1 K
t i p 1 2 2 4
1 K U 1 5
3 9 2 1 6
8 8P 0 . 0 / AP D2 .0 20 /2 A 8 7
1
3
7 3 7P 0 . 1 / AP D2 .1 21 /3 A 9 8
6 6P 0 . 2 / AP D2 . 22 2 / 4A 1 0 9

keypad 4 x 4
3
V C C 5 3 5P 0 . 3 / AP D2 . 33 2 / 5A 1 1 1 0
V C C 4 3 4P 0 . 4 / AP D2 . 44 2 / 6A 1 2 1 1
3 3 3P 0 . 5 / AP D2 . 55 2 / 7A 1 3 1 2
r e l a y 2 3 2P 0 . 6 / AP D2 . 66 2 / 8A 1 4 1 3
1 P 0 . 7 / AP D2 . 77 / A 1 5 1 4
6

1
1 p c 8 1 7 1 1 0 1 5
2 2 P 1 . 0 / PT 23 . 0 1 / 1R X D4 1 4 81 6
3 P 1 . 1 / PT 2 3 - . E 1 1 X/ 2 T X D
4 P 1 . 2 P 3 . 2 1 / I3 N T O
2

P 1 . 3 P 3 . 3 1 / 4I N T 1
5

3 1 K 5
t i p 1 2 2 6 P 1 . 4 / SP S 3 . 41 /5 T O
1 K 7 P 1 . 5 / MP O 3 . S 15 I 6/ T 1
8 P 1 . 6 / MP 3I S . 6 1O / 7 W R V C C
P 1 . 7 / SP C3 . K 7 / R D
1

3 0C p 2 1 9 2 9
1 8X T A L 1 P S E N
9 X T A L 2 3 0 b u z z e r
V C C R S T A L E / P R O G
C 3 3 1
V C C V C C V C C V C C E A / V P P
R 1 4 0
1 0 K 3 0 p V C C
R 1
1

1 0 0 k V C C A T 8 9 S 8 2 5 2
3

2 U 1 R 2 R 2 N E 5 5 5 R 3
1 0 k 1 K 5 K 1 A
5
6
8

4
8

2 2 5 0 K 3
V C C +
7 2
R

4
2
VCC

R 3 3 T R Q 1 D 1
- R E L A Y S P D T H E
1 0 K 7 T I P 3 0 5 15
D I 6S
3

L M 3 1 1
T H R
1

D 1 5 R 1
1

C V
4
1

3 J 1 2 4 0 L M U3 D 1 1 I7 O D E
GND

L E D U 1 Q C 2 D 2
1 J 2
3

0 , 1 u F 3 2
V C C C 3 R 5 V O V U I 1NT
C O N 1
A D J 3
2

R 7 1 0 4 4 7 0 R 2 C +1 D I O D E
2

1
2
R 5 2 2 0 C 2 1 u
1

0 . 1 5 R 3 1
R 4 1 0 0 k 0 . 5 6 u D 3
J 3
2 2 0 2 D 2
1

5 k
J 4 C 3 C O N 3
2 C 4 + D I O D E
1 0 . 1
I N D I K A T O R 2 2 2 0 0
J 5m o t o r
3

R 6 1
3

1 k C O N 1

5 K 1 A
3
4
2

Q 1 D 1
R E L A Y S P D T H E
T I P 3 0 5 15

R 1
J 1 2 4 0 L M U3 D 1 1 I7 O D E
D 2
1 J 2
3

3 2
V O V U I 1NT
C O N 1
R 2 C +1 A D J 3
D I O D E
2
1
2

C 2 1 u
0 . 1 5 R 3 1
0 . 5 6 u D 3
J 3
1

5 k
J 4 C 3 C O N 3
2 C OC N4 2 + D I O D E
1 0 . 1
2 2 2 0 0
J m5 o t o r
1
3

C O N 1

Gambar 6.1. Rangkaian keseluruhan

Alat bekerja saat jala-jala pln masuk pada angkain power suplly, apabila tegangan

sudah masuk maka mikrokontroller akan inisilisasi, Pada saat keadaan awal kita setting

waktu, kita dapat menentukan berapa lama alat akan bekerja, setelah menentukan waktu

lama alat bekerja maka kita menentukan putaran berapa banyak dalam 1 menit pada
chamber. selanjutnya tekan tombol enter dan akan memberikan perintah pada

mikrokontroller. sehingga mikrokontroller akan memberikan perintah kepada rangkain

driver motor yang akan menjalankan motor untuk memutar chamber, setelah chamber

berputar maka optoclopler akan menyensor putaran dari chamber tersebut kemudian di

komparator untuk memastikan tegangan yang masuk pada rangkain monostabil yang

berfungsi sebagai reset pada tiap-tiap sinyal yang masuk pada mikrokontroller, yang

akan diolah mikrokontroller dan ditampilkan pada display, apabila waktu yang

ditentukan telah habis maka mikontroller akan memberikan logika pada rangkian driver

motor agar motor berhenti, dengan berhentinya motor maka proses dari alat ini telah

selesai dan buzzer akan berbunyi menandakan akhir dari friability.

6.1.2 RANGKAIAN DRIVER MOTOR.

6.1.2.1. Rangkaian driver relay


Gambar 6.2. rangkaian driver relay

Apabila P1.2 mendapat logika 0 maka ir akan memancarkan cahaya sehingga

basis pada Q1 mendapatkan supply tengangan,dengan saturasinya Q1 maka

otomatis relay mendapatkan tegangan dan mengaktifkan variable suplly

sehingga motor akan bekerja untuk memutar chamber, begitu juga sebaliknya

jika P1.2 mendapatkan logika 1 maka ir tidak akan memancarkan cahaya

sehingga basis pada Q1 tidak mendapatkkan supply.

6.1.2.2. Rangkaian variable supply

Gambar 6.3. rangkaian driver motor

Pada rangkaian kondisi awal tidak akan bekerja,apabila kontak pada relay

berpindah dari NC ( normal close ) ke NO ( normal open ) maka otomatis input

dari IC317 mendapatkan tegangan dari trafo sehingga tegangan pada output

masuk pada motor,dimana tegangan motor untuk pemilihan kecepatan adalah

sebagai berikut :

Kecepatan (RPM) Tegangan motor


25 12.5 V
30 14,0 V
\
Tabel 6.1 Tegangan pada kecepatan 25 dan 30
6.1.3 LISTING PROGRAM DRIVER MOTOR

Proses25RPM:
cjne a,#1,Proses30RPM
clr p1.2
setb P1.3
sjmp mulai_program_start
Proses30RPM:
cjne a,#2,Proses25RPM
clr p1.3
setb p1.2
sjmp mulai_program_start

program untuk menyalakan driver motor adalah dengan memanfaatkan

perintah clr (memberi logika 0) dan setb (memberi logika 1), pada saat kita pilih

kecepatan maka otmatis akan member perintah pada driver motor yaitu pc 817

yang akan aktif jika mendapatkan logika 0, apabila kita memilih kecepatan 25

maka pada port p1.2 akan mengeluarkan logika 0 sehingga driver akan aktif jika

program dijalankan dan port p1.3 mengeluarkan logika 1 sehingga akan

mematikan driver motor 30 rpm dan jika kita memilih kecepatan 30 maka pada

port p1.3 akan mengeluarkan logika 0 sehingga driver akan aktif jika program

dijalankan dan port p1.2 mengeluarkan logika 1 sehingga akan mematikan driver

motor 25 rpm.

6.1.4 RANGKAIAN COUNTER DENGAN IC NE555


V C C V C C V C C

R 1

1
1 0 0 k
2 U 1 R 2
V 1 1 0 k 1 K

5
6
8
2
V C C +
7
R 3 3 1
-
1 0 K V 2

3
L M 3 1 1 t o m o n o
D 1
1

4
1
L E D

V C C
2

R 7
R 5 2 2 0

1
R 4 1 0 0 k
2 2 0 2 V 4
3

R 6
1 k

Gambar 6.4. Rangkain komparator

J 1 V C C

V C C V C C 1
R 1
p 1 . 1 2 2 K
3

R 2 N E 5 5 5 R 3
1 K
4

2
R

VC C

2 1 0 0 k
T R
V 2 7
D I S6
T H R
1

5
C V
G N D

3 V 3
U 1 Q C 2
1 u F
C 3 R 5
1

1 0 4 4 7 0

D 2

I N D I K A T O R

Gambar 6.5. Rangkaian Monostabil NE555

Pada Friability ini menggunakan rangkaian monostabil agar

mikrokontroller dapat mengitung dari perpindahan low atau high. Yaitu dapat

dijelaskan :

T = 1,1 RC
R = R1 + R3

= 22K + 95 K

= 117 K

 T = 1,1 RC
= 1,1 x 117K Ω x 1 uF

= 1,1 x 117.103 x 10-6


=
1,1 x 117 . 10-3

= 1,1 x 0,117

= 0,1287 s = 128,7 ms

• Jadi dapat disimpulkan dari hasil perhitungan teori didapatkan

hasil sebesar 128 ms dan secara praktek mendapatkan hasil 124 ms hasil

perbedaan ini disebabkan karena cara pengukuran dan toleransi pada rangkaian

yang menyebabkan perbedaan hasil.

Software untuk menghitung monostabil:

InitTimer2:
mov pencacah21,#20
mov Tmod,#00010001b
mov tl1,#0afh
mov th1,#03ch
setb ET1
setb EA
setb TR1
ret

Mov pencacah 21,#20h merupakan isi alamat pencacah 21 dengan nilai # 20h,

dimana fungsinya untuk mengalikan 0,05 detik menjadi 1 detik. 0,05 detik berasal dari

timer yang dihasilkan oleh Register Timer / Conter.


Mov Tmod,#00010001 menginisialisasi Register Timer Conter atau dari Timer

Conter 0. Mov tl1,#0afh dan th1,#03ch difungsikan untuk menghasilkan timer sebesar

0,05 detik yang akan dikalikan dengan 20 yang dihasilnya timer 1 detik. Setb ET1

merupakan enable T1, setb EA enable ad intrupsi, dan setb TR1 merupakan enable pada

TR1.

timerinterrupt2:
mov tl1,#0afh
mov th1,#03ch
djnz pencacah21,Endinterupsi2
mov pencacah21,#20
acall Oflow

;
Endinterupsi2:
reti
;
OFlow: inc r2
mov data_countA,TL2
cjne r2,#12,Load
acall count
mov r2,#0
Ret
load: ret
;
count: mov b,#5
mov a,data_countA
mul ab
acall konversi
clr a
acall reset_counter
ret
subrutin diatas berfungsi untuk mendeteksi rpm, mov tl1 dan th1

menghasilkan timer 1 detik kemudian kurangi nilai di pencacah 21 dengan 1 jika

tidak nol lompat ke Endinterupsi2. inc r2 adalah menambah r2 dengan 1 bit

selanjutnya perhitungan disimpan di Conter TL2 dibawa ke data_conter. Data ini

diambil selama 12 detik, setelah data diambil selama 12 detik data tersebut

dikalikan 5. Sehingga jika hasil conter dalam 1 detik 1xputaran maka dalam 12

detik menghasilkan 12xputaran yang akan dikalikan dengan 5 sehingga

menghasilkan nilai 60 putaran/RPM .

Count disini berfugsi sebagai proses perkalian data konter dengan

konstanta yang sudah diisikan pada b. Jadi berapapun hasil dari deteksi pada

data_count akan dikalikan 5.lalu hasil tersebut dikonversi dan ditampilkan pada

lcd.

Software untuk ditampilkan pada lcd :

konversi: mov b,#100d


div ab
mov Ratusan,a
mov a,b
mov b,#10d
div ab
mov Puluhan,a
mov Satuan,b
ret
Printoutchar: mov r1,#0c7h
acall write_inst
mov a,Ratusan
add a,#30h
mov r1,a
acall write_data
mov r1,#0c8h
acall write_inst
mov a,puluhan
add a,#30h
mov r1,a
acall write_data
mov r1,#0c9h
acall write_inst
mov a,satuan
add a,#30h
mov r1,a
acall write_data
ret

Subrutin konversi adalah untuk menampilkan data counter rpm ke lcd, dimana

konversi ini digunakan untuk mengubah bilangan biner ke desimal yang

kemudian akan di tampilkan ke LCD. Isi b dengan 100d nilai dari conter tadi di

simpan di , di bagi dengan 100 hasil disimpan di a. sisa disimpan di b. di b di

pindah lagi ke a dibagi dengan 10d. hasil di simpan di a sebagai puluhan, sisa di

b sebagai satuan.

Subrutin Printoutchar adalah untuk pengalamatan pada LCD, dimana akan di

tampilkan RPM satuan pada alamat #0c9h, untuk RPM puluhan #0c8h, dan

untuk RPM ratusan #0c7h.


BAB VII
PENUTUP

7.1. Kesimpulan

Dari hasil pengujian dan pengukuran terhadap alat Friability Tester

berbasis Mikrokontroller yang telah dilengkapi dengan Timer, dan Tampilan RPM

ini, maka penulis dapat menentukan suatu kesimpulan, bahwa :

1. Hasil pengukuran rpm, menunjukkan kesalahan untuk rpm yang di

kehendaki tidak melebihi 5% untuk pemilihan kecepatan atau pemilihan rpm

pada putaran chamber tingkat kesalahan sebesar 1.3%, sehingga dapat dikatakan

alat friability tester ini layak untuk di gunakan.

2. pengukuran rpm akan lebih baik dilakukan jika tachometer

digunakan sebagai acuan, terlihat dari hasil tabel perbandingan antara

tachometer sebagai acuan dengan optokopler sebagai acuan.

3. Hasil pengukuran waktu menunjukan tingkat kesalahan timer

mikrokontroler AT 89s52 cukup kecil, dengan melihat nilai kesalahan yang di

dapat 0,75% , Dari nilai kesalahan yang di dapat untuk waktu treatment kurang

dari 5% maka dapat dikatakan alat ini layak untuk digunakan.


7.2. Saran

Selain itu penulis juga akan memberi saran yang berhubungan dengan alat

yang penulis buat.

Alat ini bisa diteruskan atau diperbaiki yaitu dengan diberikan penyimpanan

data agar tablet yang telah kita tester bisa kita ambil datanya sewaktu-waktu untuk

dibandingkan, ditambahkan dari referensi penulis.