Anda di halaman 1dari 4

January 19,

EKSPERIMEN 7473
2011

Eksperimen Flip-Flop
JK
IC 7473
Oleh: Zainal Abidin

Flip-Flop (FF) JK mempunyai masukan J dan K. FF ini dipicu oleh suatu pinggiran pulsa
baik positif maupun negatif. FF JK merupakan rangkaian dasar untuk menyusun sebuah
pencacah. IC (Integrated Circuit) 7473 terdiri dari dua buah FF JK dan merupakan FF yang
dipicu oleh pinggiran pulsa positif. Pada FF JK ini, masukan J dan K disebut masukan
pengendali karena kedua masukan ini yang menentukan keadaan yang harus dipilih oleh FF
pada saat pulsa dengan pinggiran positif masuk ke kaki Clock (CLK) FF tersebut. Pulsa ini
kemudian dicacah dan menghasilkan keluaran pada kaki Q dan Q .

Secara umum, cara kerja dari FF JK adalah


sebagai berikut:
• Ketika J dan K keduanya Low (L), keluaran
Q tetap bertahan pada keadaan terakhir.
• Ketika J Low (L) dan K High (H), FF akan
diseret hingga menghasilkan keluaran Q=0.
• Ketika J High (H) dan K Low (L), FF akan
diseret hingga menghasilkan keluaran Q=1.
• Ketika J dan K keduanya High (H), keluaran
Q akan berpindah pada keadaan lawan jika
Gambar 1. Tabel Kebenaran pinggiran pulsa Clock-nya tiba. Pada
SN7473N keadaan ini, FF berkondisi TOGGLE.

Bersama dengan IC 7486, IC 7473 ini digunakan pada rangkaian penggeser pulsa untuk
mengendalikan arah dan gerakan motor stepper. Arah putaran motor stepper ditentukan oleh
salah satu masukan gerbang XOR IC 7486 dan gerakannya ditentukan oleh pulsa yang masuk
ke Clock (CLK) IC 7473. Gambar berikut ini adalah skema rangkaian penggeser pulsa.

Gambar 2. Skema Rangkaian Eksperimen Pertama

Elektronika Digital – Instrumentasi Meteorologi 2011 Halaman 1


January 19,
EKSPERIMEN 7473
2011

IC SN54737J yang digunakan pada skema di atas merupakan IC persamaan dari IC


SN7473N. Rangkaian penggeser pulsa ini memiliki lima input yang bersumber dari
mikrokontroler dan dua output, yaitu: LED warna hijau dan LED warna kuning. Secara teori,
kombinasi kelima input akan menghasilkan output seperti yang ditunjukkan pada tabel
berikut:

Tabel 1 Simulasi Fungsi IC 7473

Tabel 2 Kombinasi Pulsa

 pada tabel di atas dituliskan sebagai Q’. Kaki Clear (CLR) dihubungkan dengan
Keluaran Q
PD6 mikrokontroler. Secara teori, LED akan menyala secara bergantian dengan urutan LED
warna kuning terlebih dahulu yang menyala jika Clock (1CLK) IC 7473 mendapatkan
pinggiran pulsa positif dari PD2 mikrokontroler. Pinggiran pulsa positif artinya terjadi
perubahan logika dari Low (L)=0 ke High (H)=1.

Hasil eksperimen menunjukkan beberapa hal yang menarik untuk dipahami, yaitu:
• LED warna kuning selalu menyala sebelum mikrokontroler diprogram maupun setelah
diprogram dengan nilai PD6=0. Hal ini menunjukkan bahwa nilai 1Q selalu 0 jika CLR
baik diberikan logika 0 maupun sama sekali tanpa logika (float=tri-stated). Baik CLK
mendapat pulsa maupun tidak, respon 1Q tetap sama seperti itu.
• Kedua LED padam ketika PD6 (CLR)=1 dan tidak ada perubahan kondisi pada PD2
(CLK=0).
• Setelah nilai PD6 diubah menjadi 1 dan PD2 berubah dari kondisi Low menjadi High
(CLK mendapat pinggiran pulsa positif), LED warna kuning padam dan LED warna hijau
menyala (1Q=1). ANALISIS: Beberapa kemungkinan yang bisa membuat 1Q=1 adalah
sebagai berikut:
 1J dan 1K berada pada logika yang berbeda. (Kenyataannya adalah 1J dan 1K pada
eksperimen ini selalu bernilai sama)

Elektronika Digital – Instrumentasi Meteorologi 2011 Halaman 2


January 19,
EKSPERIMEN 7473
2011

 1J dan 1K berada pada logika yang sama dan bernilai 1, sehingga 1Q akan bernilai
berlawanan terhadap kondisi sebelumnya (1Q=0). (Kenyataannya adalah 1J dan IK
berada pada logika 0)
 Satu-satunya kemungkinan terakhir adalah, 1Q memang pada mulanya berada pada
logika 1. (Kenyataannya 1Q sebelumnya bernilai 0 akibat dari CLR=0)

Tujuan utama dari eksperimen ini adalah memahami konsep dasar dari IC 7473. Metode yang
digunakan di atas, ternyata tidak efektif. Saya menemukan metode yang lebih efektif dalam
mempelajari IC 7473, yaitu dengan menggunakan rangkaian berikut ini:

Gambar 3. Skema Rangkaian Eksperimen Kedua

Beberapa kaki IC 7473 pada rangkaian Gb. 3 diberikan kombinasi logika untuk mendapatkan
pengetahuan dasar mengenai IC 7473. Kaki-kaki tersebut adalah CLR, JK dan CLK. Hal
terpenting yang perlu diperhatikan bahwa metode pemberian logika 1 dan 0 tidak bisa
dilakukan seperti kita memberikan interupsi atau reset pada mikrokontroler (Gb. 4.a).

Cara termudah adalah menghubungkan dengan +5V jika


ingin memberikan logika 1 dan menghubungkan dengan
GND jika ingin memberikan logika 0. Hal ini tidak
menjadi masalah untuk kaki CLR dan JK, karena dalam
simulasi kedua masukan tersebut statik.

Namun demikian tidak dengan kaki CLK. Pada


simulasi, kaki CLK harus dinamis (berupa pulsa). Cara
seperti pada Gb. 4.b juga tidak dapat digunakan, karena
dapat mematikan sistem listrik utama (power) akibat
Gambar 4.a Gambar 4.b hubungan singkat (kortsleting).

Secara konvensional, masukan CLK berasal dari osilator atau generator sinyal. Hal ini
menjadi merepotkan jika kita tidak mempunyai generator sinyal. Cara paling efektif adalah
membangkitkan pulsa menggunakan Output Digital mikrokontroler (PD6). Berikut ini adalah
contoh skrip program yang saya tulis untuk merealisasikannya.

Elektronika Digital – Instrumentasi Meteorologi 2011 Halaman 3


January 19,
EKSPERIMEN 7473
2011

Output dari IC 7473 yang merupakan FF JK ini ditunjukkan


oleh LED. Jika 1Q berlogika 1 maka LED warna kuning
samar akan menyala. Dan LED warna kuning samar akan
padam ketika 1Q berlogika 0. Hal ini berlaku untuk output
 yang diwakili LED warna hijau samar,
lainnya, yaitu: 1Q
2Q yang diwakili LED warna putih tegas dan 2Q  yang
diwakili oleh LED warna hijau tegas.

Tabel 3 Hasil Eksperimen

Elektronika Digital – Instrumentasi Meteorologi 2011 Halaman 4

Anda mungkin juga menyukai