P. 1
Biostatistik

Biostatistik

|Views: 593|Likes:
Dipublikasikan oleh Gede Pur

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Gede Pur on Jan 21, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2013

pdf

text

original

METODOLOGI

METODOLOGI
PENELITIAN KUANTITATIF
PENELITIAN KUANTITATIF
Oleh :
Sang Gede Purnama
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat,
Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana
Batasan:
Batasan:
Penelitian
Kuantitatif
Data agregat
Statistikal
Penelitian
Kualitatif
Non statistikal
Data individual
Perbedaan pendekatan/metode
Perbedaan pendekatan/metode
Kuantitatif & Kualitatif pada
Kuantitatif & Kualitatif pada
penelitian
penelitian
  
Pendekatan/metode
Kualitatif:
  
1. Tidak ada istilah populasi, sampel dan
variabel
2. Sumber informasi: informan
3. Cara pengumpulan data:
a. Focussed Group Discussion (FGD)
b. Indepth interview
c. Participatory observation
4. Analisis data: tidak statistikal!
a. Analisis isi
b. Analisis domain
Sistematika penulisan
Sistematika penulisan
Usulan Penelitian:
Usulan Penelitian:
JUDUL
1. Pendahuluan
(Latarbelakang masalah, Rumusan

masalah, Tujuan dan Manfaat
penelitian)
2. Tinjauan Pustaka
3. Kerangka Konseptual dan Hipotesis
4. Metode Penelitian (dan Rencana
Pelaksanaan)
Daftar Pustaka
Sistematika penulisan
Sistematika penulisan
Laporan Penelitian:
Laporan Penelitian:
JUDUL
1. Pendahuluan
2. Tinjauan Pustaka
3. Kerangka Konseptual dan
Hipotesis
4. Metode Penelitian
5. Analisis dan Hasil Penelitian
6. Pembahasan
7. Kesimpulan dan Saran
Daftar Pustaka
Research gap,
research interest,
& ideas
Ethics in
research
Knowledge,
science,
& theory
Sampling &
representatives
Conceptualization,
operationalization,
& hypothesis
Research
design
Data mining
& collection
Data
analysis
Research
writings
Hypothetico-deductive
verificative
RESEARCH GAP
RESEARCH GAP
BELUM
BELUM
PERNAH
PERNAH
DITELITI
DITELITI
BELUM
BELUM
LENGKAP
LENGKAP
DITELITI
DITELITI
KONFLIK
KONFLIK
HASIL
HASIL
BAGI SIAPA?
BAGI SIAPA?
Donor
Donor
agencies
agencies
Pemerintah,
Pemerintah,
provider
provider
kesehatan
kesehatan
Masyarakat
Masyarakat
luas
luas
BELUM LENGKAP
BELUM LENGKAP
SUPPLY SIDE

Availabilitas OAT

Keefektifan OAT

Lainnya?
DEMAND SIDE

Pengetahuan

Sikap

Jarak

Karakteristik lain
DO
MDR
kasus baru
di Indonesia
Faktor
biologis
Penyakit Lain
(HIV)
Faktor
lingkungan
KONFLIK HASIL
KONFLIK HASIL
BCG?
MENINGITIS
MENINGITIS
TB pada ANAK
TB pada ANAK
Faktor
Biologis
Faktor
Lingkungan
Siklus penelitian
Siklus penelitian
TEORI TEORI
PROBLEM PROBLEM
Rumusan Rumusan masalah masalah
Studi pustaka Studi pustaka
HIPOTESIS HIPOTESIS
Disain Disain
Pengukuran Pengukuran
OBSERVASI OBSERVASI
DATA DATA
Analisis Analisis
KESIMPULAN KESIMPULAN
Teoritisasi / Teoritisasi /
rekonsepsi rekonsepsi
Deduktif Induktif
Prosedur logika
Prosedur penelitian
TEORI
TEORI

Pernyataan ttg hubungan antar konsep
(variabel) di dlm suatu populasi
Konsep
(variabel)
Konsep
(variabel)
Konsep
Konsep

istilah (definisi) u/ menggambarkan secara
abstrak suatu kejadian, fenomena, atau
keadaan kelompok/individu yg menjadi
pusat perhatian
PERUMUSAN
PERUMUSAN
MASALAH
MASALAH
MASALAH
MASALAH
(Problem)
(Problem)
HARAPAN
HARAPAN
(Das Sollen) (Das Sollen)
Apa yang seharusnya Apa yang seharusnya
Target Target
KENYATAAN
KENYATAAN
(Das Sein) (Das Sein)
Apa yang sebenarnya terjadi Apa yang sebenarnya terjadi
Pencapaian Pencapaian
gap / kesenjangan
MASALAH
MASALAH
Contoh menetapkan
Contoh menetapkan
masalah
masalah

Harapan: Target angka kejadian BBLR di
Indonesia maksimum 7% pd th 2000
(World Summit of Children)
(alasan pendukung: pembangunan di
sektor kesehatan sangat pesat)

Kenyataan: Pada tahun 2000 angka BBLR
di Indonesia masih 14%

Masalah: Masih tingginya angka BBLR di
Indonesia
Daftar semua pertanyaan yg
Daftar semua pertanyaan yg
muncul!
muncul!
Pilih beberapa pertanyaan
sebagai research question(s)!
(Rumusan Masalah)
1. Berapa angka prevalensi BBLR di kota
Mataram?
2. Apa faktor dominan dari kejadian
BBLR di kota Mataram?
Tetapkan JUDUL Penelitian
Tetapkan JUDUL Penelitian
(setiap pertanyaan penelitian akan menghasilkan (setiap pertanyaan penelitian akan menghasilkan
sebuah judul)! sebuah judul)!
Angka Prevalensi BBLR di kota Mataram
Angka Prevalensi BBLR di kota Mataram
Faktor Dominan Kejadian BBLR di kota Mataram
Faktor Dominan Kejadian BBLR di kota Mataram
Berapa angka prevalensi BBLR di kota Mataram?
Apa faktor dominan dari kejadian BBLR di kota Mataram?
Judul EKSPLANATIF
Judul DESKRIPTIF
Tetapkan JUDUL Penelitian dgn menggabungkan
research questions deskriptif & eksplanatif
sekaligus!
Angka Prevalensi dan Faktor Dominan
Angka Prevalensi dan Faktor Dominan
Kejadian BBLR di kota Mataram
Kejadian BBLR di kota Mataram
Atau tetapkan
Atau tetapkan
JUDUL
JUDUL
dengan memilih
dengan memilih salah
satu research question yang bobotnya tinggi,
yaitu analitik/eksplanatif)!
Faktor Dominan Kejadian BBLR di kota Mataram
Faktor Dominan Kejadian BBLR di kota Mataram
Judul EKSPLANATIF
Membuktikan HUBUNGAN antar konsep / variabel
TUJUAN PENELITIAN
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian
Tujuan penelitian
(operasionalisasi u/ menjawab
(operasionalisasi u/ menjawab
rumusan masalah)
rumusan masalah)
1. Mengetahui angka prevalensi BBLR di kota
Mataram
2. Menganalisis hubungan antara infeksi di
masa kehamilan dengan kejadian BBLR
3. Menganalisis hubungan antara penggunaan
obat-obatan dengan kejadian BBLR
4. Menganalisis hubungan antara tingkat
sosial-ekonomi keluarga dengan kejadian
BBLR
Proses berpikir:
Proses berpikir:
Harapan vs Kenyataan:
MASALAH
Daftar pertanyaan
Rumusan masalah
JUDUL
penelitian
Tujuan
penelitian
Manfaat penelitian:
Manfaat penelitian:

Kontribusi terhadap implementasi
program, dan implikasinya
terhadap perumusan kebijakan

Kontribusi bagi pengembangan
profesionalitas

Kontribusi bagi pengembangan
IPTEK
Tinjauan pustaka
Tinjauan pustaka
(landasan teoritik)
(landasan teoritik)

Uraian sistematik tentang
fakta, hasil penelitian
sebelumnya

Sumber pustaka mutakhir
(recent) yang memuat teori
atau pendekatan baru yang
relevan

Diupayakan mengambil dari
sumber asli
Kerangka konseptual:
Kerangka konseptual:

Intisari dari tinjauan
pustaka

Skema hubungan antar
konsep (variabel)
Contoh kerangka konseptual
Contoh kerangka konseptual
Infeksi
Kehamilan ganda
Obat-obatan
Genetik Sosial-ekonomi
Prematuritas Malnutrisi
BBLR
Hipotesis:
Hipotesis:
pernyataan/jawaban sementara ttg
hubungan antar konsep (variabel) di
dalam sebuah populasi
1. Terdapat hubungan antara infeksi dengan
BBLR
2. Tingkat sosial ekonomi mempunyai
kontribusi terhadap kejadian BBLR
3. Penggunaan obat-obatan mempengaruhi
kejadian BBLR
Metode penelitian
Metode penelitian

Rancang bangun

Lokasi dan waktu penelitian

Populasi dan sampel

Variabel dan definisi operasional

Instrumen penelitian

Prosedur pengumpulan data

Analisis data
RANCANG BANGUN
RANCANG BANGUN
PENELITIAN
PENELITIAN
Rancang bangun (disain
Rancang bangun (disain
studi)
studi)
Penelitian
Observasional Eksperimental
Cohort
Case-control
Cross-sectional
Pra-eksperimental
Eksperimental murni
Eksperimental kuasi
Eksplanatif /Analitik
Deskriptif /
Eksploratif
K
o
r
e
l
a
s
i
o
n
a
l
Penelitian
Penelitian
DESKRIPTIF
DESKRIPTIF

Hanya menjawab pertanyaan: What,
Who, Where, When, How much/many

Goal: Besaran dan pola masalah

Analisis data: bisa hanya untuk tingkat
sampel (tidak digeneralisasi); tetapi bisa
juga sampai tingkat inferensial
(digeneralisasi) yaitu dengan melakukan
Estimasi
Penelitian
Penelitian
EKSPLANATIF/ANALITIK
EKSPLANATIF/ANALITIK

Menjawab pertanyaan: Why

Goal: Pemecahan masalah

Analisis data: bisa hanya untuk
tingkat sampel; bisa sampai
tingkat inferensial yaitu dengan
melakukan Uji Hipotesis
Disain Eksperimental
Disain Eksperimental
(sejati)
(sejati)
Populasi
Perlakuan
Kontrol
Outcome +
Outcome -
Outcome +
Outcome -
Saat ini Yang akan datang
Mulai
Alokasi
(random)
Pengukuran Outcome
(komparasi)
Intervensi
Studi
Studi
True Experimental
True Experimental
:
:

Syarat:
Ada perlakuan

Ada randomisasi (u/ pengendalian
variabel eksternal)

Ada pembanding (control group)
Disain Eksperimental-
Disain Eksperimental-
kuasi
kuasi
Populasi
Perlakuan
Kontrol
Outcome +
Outcome -
Outcome +
Outcome -
Saat ini Yang akan datang
Mulai
Tak ada
alokasi
random
Pengukuran Outcome
(komparasi)
Intervensi
Studi
Studi
Quasi Experimental
Quasi Experimental
:
:

Syarat:
Ada perlakuan

Tidak ada randomisasi

Ada pembanding (control
group)
Disain Pra-eksperimental
Disain Pra-eksperimental
(one-group)
(one-group)
Populasi Perlakuan
Outcome +
Outcome -
Saat ini Yang akan datang
Mulai Pengukuran Outcome Intervensi
Studi
Studi
Pre Experimental
Pre Experimental
:
:

Syarat:

Ada perlakuan

Tidak ada pembanding
Disain Kohor
Disain Kohor
(follow-up
(follow-up
design)
design)
Populasi
Faktor +
Faktor -
Outcome +
Outcome -
Outcome +
Outcome -
Saat ini Yang akan datang
Mulai Klasifikasi Pengukuran Outcome
(komparasi)
Sudah ada
Outcome +
Studi
Studi
Cohort
Cohort
:
:

Termasuk studi longitudinal

Prospektif
Disain
Disain
Case-control
Case-control
Outcome +
Outcome -
Faktor +
Faktor -
Faktor +
Faktor -
Masa lalu Saat ini
Klasifikasi
(komparasi)
Mulai
Studi
Studi
Case-control
Case-control
:
:

Termasuk studi longitudinal

Disebut juga studi retrospektif

Memory recall bias cukup besar

Digunakan untuk kasus-kasus yg
jarang

Idealnya kasus yg dipilih adalah
kasus baru
Disain
Disain
Cross-sectional
Cross-sectional
(belah-
(belah-
lintang)
lintang)
Populasi
Faktor +
Faktor -
Outcome +
Outcome -
Outcome +
Outcome -
Saat ini
Mulai Pengukuran / Klasifikasi
(komparasi)
Studi
Studi
cross-sectional
cross-sectional
:
:

Lemah dlm menjawab adanya
asosiasi antara paparan & efek

Digunakan bila:
Paparan berupa fixed characteristics
(etnis, gol darah, jenis kelamin, dll)

Paparan berupa suatu kebiasaan yg
relatif permanen
Kelebihan & kelemahan setiap
Kelebihan & kelemahan setiap
studi observasional analitik:
studi observasional analitik:
Disain studi 
Cross-sectional Case-control Cohort
Selection bias Sedang  Tinggi  Rendah 
Recall bias Tinggi  Tinggi  Rendah 
Loss to follow up -  Rendah  Tinggi 
Confounding Sedang  Sedang  Rendah 
Kebutuhan waktu  Sedang  Sedang  Tinggi 
Biaya  Sedang  Sedang  Tinggi 

POPULASI & SAMPEL
POPULASI & SAMPEL
POPULASI
POPULASI
Populasi: adalah kumpulan atau
agregat obyek/unit analisis ke
mana generalisasi dirumuskan
dan dari mana sampel diambil
Contoh:
Populasi penelitian adalah ibu yang bekerja dan
mempunyai bayi 0-6 bln di Kecamatan
Wonoayu, Kab. Sidoarjo
SAMPEL (
SAMPEL (
subset
subset
dari populasi)
dari populasi)

Sampel probabilitas (random,
acak)
Bisa digeneralisasi ke populasi

Sampel non probabilitas (non
random, tak acak)

Tidak bisa digeneralisasi

(sampel selektif, aksidental,
purposif)
Syarat sampel yang bisa
Syarat sampel yang bisa
digeneralisasi:
digeneralisasi:

Representatif (diambil secara acak):
sampel probabilitas

Reliabel:
besar sampel cukup (dihitung dengan
rumus, yang memperhitungkan
standard error)
Sampel probabilitas
Sampel probabilitas
(random)
(random)

Acak sederhana (simple random)

Acak sistematik (systematic
random)

Acak berstrata (stratified random)

Acak bergugus (cluster random)

Acak bertahap (multistage random)

Probability proportional to size
(PPS)
Rumus besar sampel Rumus besar sampel
Penelitian Deskriptif Penelitian Deskriptif
Estimasi Proporsi (data kualitatif – nominal/ordinal): Estimasi Proporsi (data kualitatif – nominal/ordinal):
2
2
) 1 ( 4
W
z
n
π π
α
− • • •
·
π
= proporsi kejadian / angka prevalensi
bila π tdk diketahui hrs dianggap = 50% =
0,50
W = lebar penyimpangan (maksimum = 10-20% =
0,1-0,2)
α = 0,05  z
α
(adjusted SD untuk α ) = 1,96
Contoh perhitungan n:
Contoh perhitungan n:
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian
anemia bumil di kab. Sidoarjo.
Bila dari penelitian terdahulu diketahui angka prevalensi anemia
pd bumil di Jawa Timur = 20%, maka besar sampel:
246 86 , 245
1 , 0
) 2 , 0 1 ( ) 2 , 0 ( ) 96 , 1 ( 4
2
2
· ·
− • • •
· n
2
2
) 1 ( 4
W
z
n
π π
α
− • • •
·
Rumus besar sampel Rumus besar sampel
Penelitian Deskriptif Penelitian Deskriptif
Estimasi Rerata (data kuantitatif – rasio/interval): Estimasi Rerata (data kuantitatif – rasio/interval):
2
2 2
4
W
z
n
σ
α
• •
·
σ
= simpangan baku (SD) kejadian
W = lebar penyimpangan
(maksimum = 10% dari rerata kejadian)
α = 0,05  z = 1,96
Rumus besar sampel u/ Rumus besar sampel u/
Penelitian Analitik Penelitian Analitik Komparatif Komparatif
Uji hipotesis data kategorikal (nominal/ordinal): Uji hipotesis data kategorikal (nominal/ordinal):
[ ]
2
2 1
2
2 2 1 1
) (
) 1 ( 2 ) 1 ( 2 ) 1 ( 4
π π
π π π π π π
β α

− • • + − • • + − • •
·
z z
n
z
1/2. α
= adjusted SD untuk α uji 2 arah
z
β
= adjusted SD untuk β (β =0,20  z =0,84)
π
1
= proporsi respons kelompok 1 yang diharapkan
π
2
= proporsi respons kelompok 2 yang diharapkan
π = proporsi gabungan = (π
1

2
)/2
Rumus besar sampel u/ Rumus besar sampel u/
Penelitian Analitik Penelitian Analitik Komparatif Komparatif
Uji hipotesis data kuantitatif (interval/rasio): Uji hipotesis data kuantitatif (interval/rasio):
z
1/2. α
= adjusted SD untuk α uji 2 arah
z
β
= adjusted SD untuk β (β =0,20  z =0,84)

σ = SD respons kelompok kontrol/konvensional
µ
1
= rerata respons kelompok 1 yg diharapkan
µ
2
= rerata respons kelompok 2 yg diharapkan
2
2 1
2 2
) (
) ( 4
µ µ
σ
β α

+ • •
·
z z
n
Rumus besar sampel u/ Rumus besar sampel u/
Penelitian Analitik Penelitian Analitik Korelatif Korelatif: :
z
1/2. α
= adjusted SD untuk α uji 2 arah
z
β
= adjusted SD untuk β (β =0,20  z =0,84)

ρ = koefisien korelasi antar variabel yg diharapkan
3
1
1
ln
2
1
2
+
]
]
]
]
]
]

,
`

.
|

+
+
·
ρ
ρ
β α
z z
n
Konversi
Konversi
ke besar sampel dengan
ke besar sampel dengan
populasi finit (terbatas) n*:
populasi finit (terbatas) n*:
dilakukan bila:
* besar populasi (N) diketahui
* besar sampel (n) terhitung terlalu besar
(ditinjau dari sumber daya peneliti,
atau lebih besar daripada besar populasi
N
n
n
n
1
1
*

+
·
Contoh konversi n pd populasi finit
Contoh konversi n pd populasi finit
Bila besar populasi (N) bumil di Kecamatan
Wonoayu, Kab. Sidoarjo = 90, dan n (pd
populasi infinit) terhitung = 246, maka besar
sampel pd populasi finit ini:
N
n
n
n
1
1
*

+
·
66 09 , 66
90
1 246
1
246
* · ·

+
· n
Kriteria sampel
Kriteria sampel
(kriteria inklusi & eksklusi):
(kriteria inklusi & eksklusi):
Kriteria sampel dibuat karena:

Alasan teknis

Pengendalian variabel eksternal (confounding
variable)
Generalisasi:

Generalisasi ke populasi inferensi yang sesuai
dengan kriteria sampel (bukan ke populasi
target)

Populasi target akan sama dgn populasi
inferensi bila tidak terdapat kriteria sampel
Populasi target
Populasi inferensi
(area generalisasi,
sesuai kriteria sampel)
Sampel
POPULASI TARGET, POPULASI INFERENSI &
POPULASI TARGET, POPULASI INFERENSI &
SAMPEL
SAMPEL
INSTRUMEN
INSTRUMEN
PENELITIAN
PENELITIAN
Konsep - Variabel
Konsep - Variabel
Definisi konseptual - Definisi
Definisi konseptual - Definisi
operasional
operasional
Abstrak
Konkrit
Konsep Definisi konseptual
Variabel Definisi operasional
Penentuan indikator
VARIABEL
VARIABEL

Karakteristik hasil pengamatan
dari sekumpulan obyek yang
mempunyai nilai yang bervariasi
(beragam)
Variabel
Variabel (pada penelitian
analitik)
Var bebas Var tergantung
Var bebas
Var perancu
Var tergantung
Var bebas Var antara Var tergantung
Contoh Variabel:
Contoh Variabel:
1. Variabel bebas (independent variable):
a. Penggunaan obat-obatan
b. Infeksi pada masa kehamilan
c. Tingkat sosial ekonomi
1. Variabel tergantung (dependent
variable):
Kejadian BBLR

definisi dari variabel-variabel yang
diukur / diamati: - arti - cara
mengukur - kategorisasi & kriteria

bukan definisi teoritis!

yang di-definisi-operasional-kan adalah
hanya variabel yang diamati (diteliti)
DEFINISI OPERASIONAL
DEFINISI OPERASIONAL
Contoh definisi operasional:
Contoh definisi operasional:
Kejadian BBLR: adalah berat bayi lahir rendah
yang didapatkan dari catatan medik kelahiran
di tempat pelayanan pertolongan persalinan,
yang terbagi dalam 2 kategori:
1. BBLR: bila berat waktu lahir <2500 gram
2. Bukan BBLR: bila berat waktu lahir >=2500 gram
Skala pengukuran: nominal.
Contoh definisi operasional yg lain:
Contoh definisi operasional yg lain:
Variabel Definisi
operasional
Kategori &
kriteria
Parameter &
skala
pengukuran
Pengetahuan
imunisasi
jumlah jawaban
responden yang
benar terhadap
20 pertanyaan
mengenai
imunisasi
1. Rendah:
responden
memperoleh 0-7
jawaban benar
2. Sedang: 8-14
jawaban benar
3. Tinggi: 15 atau
lebih jawaban
benar
Proporsi (%)
Skala: Ordinal
Instrumen
Instrumen

Alat yang digunakan untuk mengukur
variabel-variabel yg diamati dalam penelitian:
kuesioner, lembar pengumpul data / LPD, check-
list, timbangan, spektrofotometer, dll.

Sebutkan merk dan hasil kalibrasi terakhir

Lakukan uji coba untuk melihat validitas
(akurasi) dan reliabilitas (presisi, keandalan)
KUESIONER
KUESIONER

Nomor

Identitas pewawancara

Identitas responden (tidak harus
ada nama)

Pertanyaan substantif
Relevan

Kalimat lugas

Istilah yang dimengerti (sesuai
budaya setempat)
Pertanyaan
Pertanyaan
Pertanyaan terbuka
1. Umur ibu saat menikah pertama kali: …..
tahun
2. Bagaimana pendapat ibu mengenai program
imunisasi Hepatitis B yang baru
dilaksanakan ini?
Pertanyaan
Pertanyaan
Pertanyaan tertutup
1. Alat kontrasepsi yang sedang digunakan saat
ini:
a. Tidak memakai alat kontrasepsi
b. Kondom
c. Pil
d. Suntik
e. Susuk
f. Spiral
g. Steril
h. Lain-lain
Pertanyaan
Pertanyaan
Pertanyaan semi terbuka
1. Alat kontrasepsi yang sedang digunakan saat
ini:
a. Tidak memakai alat kontrasepsi
b. Kondom
c. Pil
d. Suntik
e. Susuk
f. Spiral
g. Steril
h. Lain-lain, sebutkan: …….
Pertanyaan
Pertanyaan
Pertanyaan kombinasi
1. Tempat pelayanan kesehatan mana saja yang pernah
ibu datangi ketika anak ibu sakit? (jawaban bisa
lebih dari satu)
a. RS pemerintah
b. RS/klinik swasta
c. Puskesmas
d. Dokter praktek swasta
e. Perawat/bidan praktek swasta
f. Sinshe
g. Dukun
h. Lain-lain
Pertanyaan
Pertanyaan
Pertanyaan2 yang membentuk
konsep tertentu (berupa variabel
komposit)
Pengetahuan:
1. Apa arti imunisasi?
2. Apa manfaat imunisasi?
3. Sebutkan jenis-jenis imunisasi?
4. Kapan imunisasi diberikan?
Konsep
VALIDITAS
VALIDITAS

Validitas (accuracy): apakah ukuran
yang diperoleh dengan menggunakan
instrumen tertentu adalah ukuran yang
sebenarnya dari obyek tersebut

Cara penilaian validitas: dengan
membandingkan hasil pengukuran
dengan menggunakan instrumen yang
akan dinilai validitasnya dengan
instrumen standar (gold standard)

Rerata
Rerata
RELIABILITAS
RELIABILITAS

Reliabilitas menyangkut keandalan
instrumen.
Jika himpunan obyek yang sama diukur
berkali-kali dengan instrumen yang
sama, apakah akan diperoleh hasil
yang sama?

Suatu instrumen disebut mantap, tidak
berubah-ubah pengukurannya dan dapat
diandalkan, bila penggunaan instrumen
berulang-kali ternyata memberikan hasil
yang serupa

Varians = SD
Varians = SD
2 2
Hubungan antara
Hubungan antara
validitas & reliabilitas
validitas & reliabilitas
nilai yang benar
nilai hasil pengukuran
nilai yang benar
nilai hasil pengukuran
nilai yang benar
nilai hasil pengukuran
nilai yang benar
nilai hasil pengukuran
Tinggi
Rendah
V
A
L
I
D
I
T
A
S
Tinggi
Rendah
RELIABILITAS
Uji validitas instrumen
Uji validitas instrumen

Hanya pertanyaan2 yg membentuk
sebuah konsep (konstruksi) yg diuji
validitasnya:
Validitas konstruksi (construct
validity)  statistical): dgn uji
korelasi antar item pertanyaan dgn
variabel kompositnya (total skor
semua pertanyaan)

Validitas muka (face validity):
konsultasi dgn pakar bidang
substansi yg bersangkutan
Uji reliabilitas instrumen
Uji reliabilitas instrumen

Reliabilitas eksternal
(statistical): dgn uji komparasi
antara hasil test & retest

Reliabilitas internal (statistical):
dgn uji korelasi antar item
pertanyaan yg membentuk
sebuah konsep
Prosedur pengumpulan
Prosedur pengumpulan
data
data

Wawancara berstruktur

Angket

Observasi

Pengukuran melalui
penimbangan

Pencatatan statistik rutin
sumber data sekunder
ANALISIS DATA
ANALISIS DATA
(Raw)
DATA
INFORMASI
STATISTIKA
STATISTIKA
(analisis
(analisis
data)
data)
(peringkasan/pengorganisas
ian, generalisasi)
Pengambilan
keputusan
Posisi statistika (analisis data) dalam
Posisi statistika (analisis data) dalam
penelitian
penelitian
Masalah &
rumusan masalah
Studi pustaka
Formulasi hipotesis
Pengumpulan data
Manajemen &
analisis data
Generalisasi &
kesimpulan
Model
pengujian
hipotesis
Laporan ilmiah
S S
T T
A A
T T
I I
S S
T T
I I
K K
A A
Tahapan analisis data
Tahapan analisis data
Analisis DESKRIPTIF:
meringkas & mengorganisasikan data

ukuran sentral (mean, median, modus)
& frekuensi relatif (rasio, proporsi, rate)

ukuran dispersi (SD)

pola distribusi (skewness & kurtosis)
Analisis INFERENSIAL:
generalisasi / induksi

estimasi

uji hipotesis
(hanya bila sampel random & cukup)
sampel
populasi
profil

Deskriptif

Analitik/
eksplanatif

Deskriptif
(sampel)

Inferensial
(populasi)
Estimasi
Uji hipotesis
Jenis penelitian
(disain)
Lingkup statistika
(analisis data)

Analisis data
Analisis data

Transformasi variabel

Analisis deskriptif (proporsi, rerata)

Time series analysis

Analisis komparasi (uji t, anava, uji khi-
kuadrat, dll)

Analisis korelasi (Pearson, Spearman, dll)

Analisis multivariabel (regresi ganda, dll)
Contoh-contoh analisis deskriptif
Contoh-contoh analisis deskriptif
Contoh diagram
Contoh diagram
Umur (tahun)
85.0 80.0 75.0 70.0 65.0 60.0 55.0 50.0 45.0
Distribusi Umur (tahun)
20
10
0
Std. Dev = 9.81
Mean = 60.3
N = 75.00
Arti “HUBUNGAN”
Arti “HUBUNGAN”
(relationship)
(relationship)
antar variabel:
antar variabel:

Bila nilai x berubah (berbeda) diikuti dg
perubahan (perbedaan) yg terpola dari
nilai y, atau sebaliknya  ada
hubungan antara x dan y

Bila nilai x berubah (berbeda) tidak
diikuti dg perubahan (perbedaan) yg
terpola dari nilai y, atau sebaliknya 
tidak ada hubungan antara x dan y
asimetris x
x
y
y
y
x
simetris
reciprocal


hubungan” /
hubungan” /
relationship
relationship
(simetris/asimetris)
(simetris/asimetris)
perbedaan / komparasi
perbedaan / komparasi
(dgn mengendalikan semua 
(dgn mengendalikan semua 
variabel eksternal)
variabel eksternal)
Konsep dasar
Konsep dasar
HUBUNGAN
HUBUNGAN
Contoh hubungan:
Contoh hubungan:
analisis komparasi (
analisis komparasi (nilai x berbeda nilai x berbeda   nilai y nilai y
berbeda) berbeda)
Contoh hubungan: Contoh hubungan:
bisa diteruskan dengan analisis korelasi bisa diteruskan dengan analisis korelasi   regresi regresi
(nilai x (nilai x makin makin tinggi tinggi   nilai y nilai y makin makin rendah) rendah)
Frekuensi Health Education
3.0 2.0 1.0
S
k
o
r

t
i
m
n
u
l
n
y
a

p
e
n
y
a
k
i
t
7
6
5
4
3
2
1
0
Contoh hubungan:
Contoh hubungan:
analisis komparasi
analisis komparasi (nilai x berbeda (nilai x berbeda   nilai y nilai y
berbeda) berbeda)
Gaya kepemimpinan instalasi
Partisipatif Kombinasi Konsultatif
%

p
e
r
a
w
a
t

y
g

p
a
t
u
h

p
d

p
r
o
t
a
p
70
60
50
40
30
20
10
0
Contoh hubungan: Contoh hubungan:
bisa diteruskan dengan analisis korelasi bisa diteruskan dengan analisis korelasi   regresi regresi
(nilai x (nilai x berubah berubah   nilai y nilai y berubah dg pola tertentu berubah dg pola tertentu) )
Tingkat motivasi kerja
30 28 26 24 22 20 18 16 14
K
i
n
e
r
j
a

a
s
u
h
a
n

k
e
p
e
r
a
w
a
t
a
n
200
180
160
140
120
100
Struktur Tabel Silang (r x c):
u/ melihat hubungan antar variabel
Tubuh
(sel-sel)
Total marginal
baris
Total marginal
kolom
Grand total
Data kategorikal: % BARIS
Tabel 5.3.
Hubungan antara pencemaran tanah dengan eksistensi cacing pada responden
anak balita di kecamatan “Udan Banjir” kabupaten “Sumber Banyu”, tahun
2000
Pencemaran tanah
Eksistensi cacing
Jumlah
n (%)
Positif
n (%)
Negatif
n (%)
Ya
Tidak
6 (31,6)
8 ( 8.2)
13 (68,4)
90 (91,8)
19 (100,0)
98 (100,0)
Jumlah 14 (12,0) 103 (88,0) 117 (100,0)
Angka prevalensi
Data kategorikal: % BARIS
Tabel 5.3. Hubungan antara pencemaran tanah dengan
eksistensi cacing pada responden anak balita di kecamatan
“Udan Banjir” kabupaten “Sumber Banyu”, tahun 2000
Pencemaran
tanah
Eksistensi cacing Jumlah
n (%)
Positif
n (%)
Negatif
n (%)
Ya
Tidak
6 ( 5,1)
8 ( 6,8)
13 (11,1)
90 (76,9)
19 (16,2)
98 (83,8)
Jumlah 14 (12,0) 103 (88,0) 117 (100,0)
Populasi
Sampel
Rerata (mean)
skor Motivasi di sampel
= x
= 52,40
Rerata (mean)
skor Motivasi di populasi:
50,3 < µ < 54,5
G
E
N
E
R
A
L
I
S
A
S
I
statistik
parameter
Statistik & parameter
Statistik & parameter

Statistik: ukuran/karakteristik
yg dimiliki sampel (simbol:
huruf kecil Latin
x, s, p, r, dll)

Parameter:
ukuran/karakteristik yg dimiliki
populasi (simbol: huruf kecil
Yunani
  µ , σ , π , ρ , dll)
Kapan analisis data menggunakan
Kapan analisis data menggunakan
uji statistik
uji statistik
(
(


statistika
statistika
inferensial
inferensial
)?
)?

Berhadapan dgn pengamatan pada
sampel (bagian/subset dari populasi)

Bertujuan untuk generalisasi

Syarat sampel:
Representatif (random)

Reliabel (sample size cukup)
Tabel skala pengukuran
Tabel skala pengukuran
Nominal Ordinal Interval Rasio
Perbedaan
+ + + +
Jenjang
- + + +
Selisih
(operasi matematik)
- - + +
Nol mutlak
- - - +
Contoh jenis kelamin tingkat
pendidikan
temperatur berat badan
Selanjutnya Interval & Rasio jadikan satu = Kuantitatif
Lihat definisi operasional!

Tujuan
uji

Jumlah
sampel /
pasangan

Sampel
bebas /
berpasangan
Jenis variabel
Rasio-Interval
pop. berdistribusi
normal
Ordinal /
Rasio-Interval
distrib. tak
normal
Nominal
/ kategorik




Komparasi



2
Bebas
(independent)
Uji t 2 sampel
bebas
~ Uji Mann-
Whitney
~ Uji jumlah
peringkat dari
Wilcoxon
~ Uji khi-
kuadrat
~ Uji eksak dari
Fisher
Berpasangan
(related/paired
)
Uji t sampel
berpasangan
Uji peringkat
bertanda dari
Wilcoxon
Uji McNemar
(u/ kategori
dikotomik)

>2
(k)
Bebas
(independent)
Anava 1 arah Uji Kruskall-Wallis Uji khi-kuadrat
Berpasangan
(related/paired
)
Anava u/ subyek
yg sama
Uji Friedman Uji Cochran's Q
(u/ kategori
dikotomik)
Korelasi

~ Korelasi dari
Pearson (r)
~ (Regresi)
~ Korelasi dari
Spearman (r
s
)
~ Asosiasi Kappa

(κ )
~ Koefisien
Kontingensi (C)
~ Koefisien Phi
PEMILIHAN UJI STATISTIK UNIVARIAT / BIVARIAT PEMILIHAN UJI STATISTIK UNIVARIAT / BIVARIAT
Tabel pemilihan analisis statistik Tabel pemilihan analisis statistik bivariabel bivariabel u/ u/
riset eksplanatif riset eksplanatif
Variabel bebas
(1 variabel)
Variabel tergantung (1 variabel)
Rasio-Interval Ordinal Nominal
atau Kategorik
Rasio-Interval • Korelasi hasil kali
momen dari Pearson
(ρ )
• Korelasi dari Spearman

s
)
• Kendall’s Tau (τ )
• Kappa
• Uji t 2 sampel bebas
• Anava 1 arah
Ordinal • Korelasi dari
Spearman (ρ
s
)
• Kendall’s Tau (τ )
• Kappa
• Korelasi dari Spearman

s
)
• Kendall’s Tau (τ )
• Kappa
• Uji Mann-Whitney
• Uji jumlah peringkat
dari Wilcoxon
• Uji Median
• Uji Kolmogorov-
Smirnov 2 sampel
• Uji Kruskal-Wallis
Nominal
atau Kategorik
• Uji t 2 sampel bebas
• Anava 1 arah
• Uji Mann-Whitney
• Uji jumlah peringkat
dari Wilcoxon
• Uji Median
• Uji Kolmogorov-
Smirnov 2 sampel
• Uji Kruskal-Wallis
• Uji Khi-kuadrat (χ
2
)
2 atau k sampel
• Uji eksak dari Fisher
• Koefisien kontingensi
• Cramer’s V, Phi (φ )
• Kappa
Cara pemilihan uji statistik (s/d
Cara pemilihan uji statistik (s/d
multivariat)
multivariat)
Model loglinier Model loglinier Model loglinier
Model loglini er
Koefisien
konkordans W
Fungsi
diskriminan
Fungsi
diskriminan
> 1 variabel
Model loglinier
Regresi logistik
ganda
Uji tanda
Uji median
Uji jumlah
peringkat dari
Wilcoxon
Uji Mann-Whitney
Uji Kruskal Wall is
Model log-li nier
Koefisien
konkordans W
Regresi logistik
ganda
Korelasi
Spearman
Korelasi Kendall 's
tau
Korelasi kappa
Fungsi
diskriminan
Regresi logistik
ganda
Korelasi
Spearman
Korelasi Kendall's
tau
1 variabel
Ordinal
Multi vari at anava
Anava pada
komponen
prinsi pal
Multi vari at anava
Anava pada
komponen
prinsi pal
Hotell ing's T
Analisis profil
Multi vari atanava
Anava pada
komponen
prinsipal
Multi vari atanava
Anava pada
komponen
prinsipal
Korel asi kanonikal
Analisis jalur
Model struktural
Korel asi kanonikal > 1 variabel
Anava multi faktor
Regresi ganda
Multipl e-
classification
anal ysis
Analisis survi val
Uji t 2 sampel
bebas
Anava 1 faktor
Analisis survi val
Anova multi faktor
Regresi ganda
Multiple-
classification
anal ysis
Analisis survi val
Korelasi
Spearman
Korelasi Kendall 's
tau
Korel asi ganda
Regresi ganda
Analisis survi val
Korelasi
Regresi
Anal isis survi val
1 variabel
Ra sio /
Interval
Model loglinear
Uji chi-square 1
sampel
Uji binomi al /
McNemar
Model loglinear
Uji Kolmogorof-
Smirnov1 sampel
Uji peri ngkat
bert anda dari
Wilcoxon
Analisis faktor
Analisis kluster
Komponen
prinsipal
Matriks korel asi
Uji t 1 sampel
Uji normal itas (G)
Uji t sampel
berpasangan
0 variabel
> 1 variabel 1 variabel > 1 variabel 1 variabel > 1 variabel 1 variabel
Nominal (kategorikal) Ordinal Rasio / Interval
VariabelBebas
VariabelTergantung
Lanjutan
Cara pemilihan uji statistik (s/d
Cara pemilihan uji statistik (s/d
multivariat)
multivariat)
Model loglini er Model loglinier Model loglinier Model logli nier Fungsi
diskriminan
Fungsi
diskriminan
> 1 variabel
Regresilogistik
ganda
Model loglini er
Uji chi-square
Uji pasti Fisher
KoefisienPhi
Korel asikappa
Regresilogistik
ganda
Model loglinier
Uji tanda
Uji median
Uji jumlah
peri ngkatdari
Wilcoxon
Uji Mann-Whitney
Uji KruskallWallis
Fungsi
diskriminan
Regresi logistik
ganda
Uji t 2 sampel
bebas
Anava 1 faktor
1 variabel
Nominal
(kate-
gorikal)
> 1 variabel 1 variabel > 1 variabel 1 variabel > 1 variabel 1 variabel
Nominal (kategorikal) Ordinal Rasio / Interval
VariabelBebas
VariabelTergantung
Uji Khi-kuadrat (chi-square test)
Tabel silang
Tabel 2 x 2 Tabel non 2 x 2
Memenuhi
syarat
uji khi-kuadrat
Tak memenuhi
syarat
uji khi-kuadrat
Memenuhi
syarat
uji khi-kuadrat
Tak memenuhi
syarat
uji khi-kuadrat
Uji khi-kuadrat
dgn koreksi
kontinyuitas
dr Yates
Uji eksak
dr Fisher
Uji khi-kuadrat
dr Pearson
Lakukan
penggabungan
kategori
Syarat uji khi-kuadrat:
Banyaknya sel yang mempunyai frekuensi harapan (expected count/
frequency=E) <5 tidak boleh lebih dari 20%;
dan tidak boleh ada sebuah sel pun yg mempunyai E<1
Keputusan menolak atau menerima
Keputusan menolak atau menerima
hipotesis
hipotesis

Tentukan tingkat kemaknaan (α · error tipe I),
pada penelitian kesehatan/kedokteran α =5%

Bila p<0,05, atau
statistik hitung>statistik tabel (nilai kritis)

hipotesis nihil ditolak:
“Ada hubungan/pengaruh” atau “Ada perbedaan”

Bila p>=0,05, atau
statistik hitung<=statistik tabel

hipotesis nihil diterima:
“Tidak ada hubungan/pengaruh” atau “Tidak ada
perbedaan”
Contoh analisis inferensial
Contoh analisis inferensial
Asosiasi antara mobilisasi dini dan involusi uteri
Mobilisasi
dini
Involusi
uteri
Normal Tak
normal
Total
Ya
Tidak
50 (75,8%)
11 (21,2%)
16 (24,2%)
41 (78,8%)
  66 (100%)
52 (100%)
Total 61 (51,7%) 57 (48,3%) 118 (100%)
      + Disease -                          Analysis of Single Table          
 +------+------+               Odds ratio = 11.65 (4.50 <OR< 30.92)    
+|    50  |    16  |    66         Cornfield 95% confidence limits for OR   
 +--------+--------+               Relative risk = 3.58 (2.08 <RR< 6.16)    
-|    11  |    41  |    52       Taylor Series 95% confidence limits for RR  
 +--------+--------+             Ignore relative risk if case control study.  
E     61       57      118                                                  
x                                                   Chi-Squares   P-values  
p                                                   -----------   --------  
o                                  Uncorrected    :    34.73    0.0000000  
s                                  Mantel-Haenszel:    34.43    0.0000000  
u                                  Yates corrected:    32.57    0.0000000  
r                                                                           
e                             
Nominal
Nominal
H
o
ditolak (ada asosiasi yg signifikan)
Penyebab tidak terbuktinya
Penyebab tidak terbuktinya
hipotesis
hipotesis
penelitian:
penelitian:

Landasan teori sudah kadaluarsa

Sampel tidak representatif & tidak
reliabel (padahal bertujuan untuk
generalisasi)

Instrumen penelitian tidak reliabel
& tidak valid

Disain penelitian tidak tepat

Metode analisis tidak tepat

Variabel eksternal tidak
diperhitungkan
Software
Software
(u/ komputer)
(u/ komputer)
HASIL PENELITIAN &
HASIL PENELITIAN &
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
HASIL PENELITIAN
HASIL PENELITIAN

Deskripsi lokasi/daerah penelitian yang relevan
dgn substansi penelitian

Deskripsi hasil analisis deskriptif & inferensial,
disertai narasi yang merupakan interpretasi hasil
analisis:
Bisa berbentuk narasi saja, tabel & gambar
(diagram, foto, dll)

Isi print-out komputer atau perhitungan manual
tidak serta merta dikutip semua (print-out &
perhitungan manual dilampirkan)

Narasi hanya berisi informasi penting &
menonjol, tidak mengulang apa yg sdh
dicantumkan di tabel/diagram
Contoh hasil penelitian:
Contoh hasil penelitian:
Tabel 5.1. Komparasi perubahan pengetahuan antara kelompok intervensi simulasi
dan kelompok intervensi ceramah pada kader kesehatan di kecamatan “Arum
Dalu”, kabupaten “Bunga Indah”, tahun 2000
Intervensi n
Perubahan skor pengetahuan
p Keterangan
Rerata Simpangan baku
Simulasi
Ceramah
15
15
33,33
20,39
11,44
13,53
0,002 Berbeda bermakna
Tabel 5.1 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata perubahan
skor pengetahuan antara kelompok yang mendapatkan penyuluhan dengan
metode simulasi dan metode ceramah (p=0,002 atau p<0,05). Metode simulasi
memberikan perubahan skor pengetahuan (rerata=33,3) yang lebih tinggi
daripada ceramah (rerata=20,39). Print-out bisa dilihat di Lampiran 1.
Contoh lain hasil penelitian:
Contoh lain hasil penelitian:
Tabel 5.1. Komparasi perubahan pengetahuan antara kelompok intervensi simulasi
dan kelompok intervensi ceramah pada kader kesehatan di kecamatan “Arum
Dalu”, kabupaten “Bunga Indah”, tahun 2000
Intervensi n
Perubahan skor pengetahuan
t hitung Keterangan
Rerata Simpangan baku
Simulasi
Ceramah
15
15
33,33
20,39
11,44
13,53
3,234 Berbeda bermakna
Tabel 5.1 menunjukkan hasil uji t 2 sampel bebas bahwa terdapat perbedaan
rata-rata perubahan skor pengetahuan antara kelompok yang mendapatkan
penyuluhan dengan metode simulasi dan metode ceramah
(t hitung=3,234>t tabel=2,160). Metode simulasi memberikan perubahan skor
pengetahuan (rerata=33,3) yang lebih tinggi daripada ceramah (rerata=20,39).
Perhitungan bisa dilihat di Lampiran 1.
Contoh lain:
Contoh lain:
Tabel 5.3. Hubungan antara pencemaran tanah dengan eksistensi cacing pada
responden anak balita di kecamatan “Udan Banjir” kabupaten “Sumber Banyu”,
tahun 2000
Pencemaran tanah Eksistensi cacing Jumlah
n (%)
Positif
n (%)
Negatif
n (%)
Ya
Tidak
12 (34,3)
2 ( 4,1)
23 (65,7)
47 (95,9)
35 (100,0)
49 (100,0)
Jumlah 14 (16,7) 70 (83,3) 84 (100,0)
Tabel 5.3 menunjukkan hasil uji khi-kuadrat bahwa terdapat perbedaan
proporsi kejadian kecacingan antara kelompok yang tinggal di daerah tercemar
(34,3 persen) dan yang tidak tinggal di daerah tercemar (4,1 persen), dengan
χ
2
hitung=11,32>χ
2
tabel=3,84. Perhitungan manual bisa dilihat di Lampiran 1.
Keterangan: χ
2
hitung=11,32
Contoh
Contoh
print-out
print-out
:
:
p=0,774 (>0,05)
tak ada korelasi yg signifikan
Narasi
Narasi
print out
print out
sebelumnya
sebelumnya
(tidak perlu dibuat tabel!):
(tidak perlu dibuat tabel!):
Dengan menggunakan analisis korelasi dari
Pearson, ditemukan bahwa tidak ada korelasi
antara skor motivasi dengan skor kepatuhan
memasang infus (p=0,774 atau p>0,05,
dengan r=-0,031).
Contoh
Contoh
print-out
print-out
lain:
lain:
p=0,001 (<0,05)
ada korelasi yg signifikan
Skor koordinasi * Skor kinerja
korelasi sedang dan positif
kooordinasi>>, kinerja >>
Narasi
Narasi
print out
print out
sebelumnya
sebelumnya
(tidak perlu dibuat tabel!):
(tidak perlu dibuat tabel!):
Dengan menggunakan analisis korelasi dari Pearson,
ditemukan bahwa ada korelasi antara skor koordinasi
dengan skor kinerja (p=0,001 atau p<0,05, dengan
r=0,490). Kekuatan korelasi antara koordinasi dan
kinerja adalah sedang, dan semakin baik koordinasi
akan diikuti dengan semakin baiknya kinerja. Print-
out bisa dilihat di Lampiran 2.
Pembahasan
Pembahasan

Berisi DISKUSI tentang hasil penelitian (dukungan
literatur dengan menyebutkan sumber yaitu nama
pengarang dan tahun, & opini berupa hasil
sintesis peneliti)

Menjelaskan MENGAPA hasil penelitian seperti itu:
Bila sesuai dgn hipotesis penelitian, sebutkan
dukungan teoritiknya

Bila tdk sesuai dgn hipotesis penelitian, berikan
penjelasan dlm bentuk opini & dukungan
literatur kontroversi ttg kemungkinan yang
mendasari penolakan hipotesis penelitian
tersebut
Pembahasan
Pembahasan

Dlm pembahasan tdk lagi ditulis hasil
penelitian yg berupa istilah-istilah
statistik (seperti nama uji statistik, nilai
signifikansi, dll)

Urutan pembahasan mulai dari
membahas temuan deskriptif,
dilanjutkan dgn temuan generalisasi
dari hasil estimasi atau uji hipotesis

Setiap tujuan penelitian harus dibahas
Daftar pustaka:
Daftar pustaka:
Sistem Vancouver (urut angka) atau
sistem Harvard (urut abjad)
Contoh:
Dari Majalah:
Kishor, S. and Parasuraman, S. 1998.
Mother’s Employment and Infant and Child
Mortality in India. American Journal of
Public Health 74: 273-285.
Daftar pustaka
Daftar pustaka
Dari Buku:
Beaglehole, R., Bonita, R., and Kjellstrom, T.
1993. Basic Epidemiology. Geneva: World
Health Organization, pp. 55-69
Dari Internet:
Smith, J. 1996. Time to Go Home. Journal of
Hiperactivity [Internet] 12
th
, October, 6(4).
Available from: http://www.lmu.ac.uk
[Accessed June 6
th
, 1997].
Referensi
Referensi

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->