Anda di halaman 1dari 23

‫السالم عليكم‬

‫ورحمة اهلل وبركاته‬


SUMBER AJARAN ISLAM

MATERI KULIAH KE-3


PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
KOMPETENSI
MAHASISWA MAMPU
MEMECAHKAN BERBAGAI
PERSOALAN DG BERPEDOMAN
PADA AL-QURAN DAN
SUNNAH RASULULLAH SAW.
POKOK BAHASAN
• Al-Quran: Definisi, kududukan
dan fungsi.
• Al-Sunnah: Definisi, kedudukan
dan fungsi.
• Al-Ra’yu (Ijtihad):
Definisi,kedudukan, fungsi
APA SUMBER?
• Sumber adalah segala sesuatu yang melahirkan atau
menimbulkan aturan yang mempunyai kekuatan,yang bersifat
mengikat,yang apabila dilanggar akan menimbulkan sanksi yang
tegas dan nyata.
• Dengan demikian sumber ajaran atau hukum Islam adalah segala
sesuatu yang dijadikan dasar,acuan,atau pedoman syariat Islam.
• Ada yg membedakan antara sumber (al-mashadir) dan dalil (al-
dalil). Sumber berarti wadah yg daripadanya digali norma-norma
hukum tertentu. Sedangkan dalil merupakan petunjuk yg
membawa kita menemukan hukum tertentu.
SISTEMATIKA SUMBER AJARAN AGAMA
ISLAM
AL-QURAN
NORMA DAN NILAI
AL-SUNNAH
QIYAS
SUMBER AJARAN
AGAMA ISLAM
IJMA’

AL-RA’YU
OPERASIONAL ISTIHSAN
/IJTIHAD
MASHALIHUL
MURSALAH

SADDUZ
ZARI’AT, dll.
AL-QURAN
DARI BAHASA ARAB YANG BERARTI
“BACAAN” (KARENA MERUPAKAN
KITAB YANG WAJIB DIBACA DAN
ETIMOLOGIS
DIPELAJARI) ATAU “HIMPUNAN”
(KARENA MERUPAKAN HIMPUNAN
FIRMAN-FIRMAN ALLAH
SWT/WAHYU).
DEFINISI

“FIRMAN ALLAH YANG MENGANDUNG


MUKJIZAT, DITURUNKAN KEPADA RASUL
TERMINOLOGIS
MUHAMMAD SAW DALAM BAHASA ARAB,
TERTULIS DI DALAM MUSHAF YANG
DIAWALI SURAH AL-FATIHAH DAN
DIAKHIRI SURAH AL-NAS, DISAMPAIKAN
SECARA MUTAWATIR DAN MEMBACANYA
BERNILAI IBADAH”
AL-QURAN
KEDUDUKAN

SEBAGAI SUMBER PERTAMA DAN UTAMA


SELURUH AJARAN AGAMA ISLAM

PERHATIKAN Q.S. AL-NISA/4: 59


AL-QURAN
FUNGSI

SEBAGAI PETUNJUK DAN


PEDOMAN BAGI UMAT
MANUSIA DALAM MENCAPAI
KEBAHAGIAAN HIDUP DI
DUNIA DAN AKHIRAT
AL-QURAN DAN HUKUM
IBADAH
MUHKAM QATH’IY AL-DALALAH
(JELAS) AQIDAH
BAIK-BURUK
AYAT
AL-QURAN
(Q.S. 3:7) PUNYA ARTI GANDA
(2:228; 2: 237; 4: 43)
MUTASYABIH
(SAMAR)
PENGGUNAAN NAMA DAN
KIASAN (10: 3; 55: 27)

TERPERINCI

SIFAT AYAT DLM


MENJELASKAN HUKUM GARIS BESAR
MU’AMALAH
IBARAT & ISYARAT
AL-SUNNAH
AL-SUNNAH = AL-HADITS ?

DARI SEGI SUBYEK (SUMBERNYA, YAITU RASULULLAH)


DAN OBYEK (PENULISANNYA) SERTA KEDUDUKANNYA
SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM MAKA KEDUANYA
MEMANG IDENTIK

TETAPI JIKA DILIHAT DARI SEGI MAKNA DAN


ESENSINYA, MAKA KEDUANYA MEMILIKI BEBERAPA
PERBEDAAN
HADITS

ETIMOLOGIS KABAR/BERITA DAN BARU

SEGALA PERKATAAN,
DEFINISI PERBUATAN, DAN
PERSETUJUAN NABI SAW YANG
TERMINOLIGIS BERKAITAN DG HUKUM (ULAMA
USHUL FIQH)

BERITA TENTANG SUNNAH NABI


ATAU CATATAN TTG SEGALA
PERBUATAN, PERKATAAN, DAN
PERSETUJUAN NABI SAW YANG
BERKENAAN DG AJARAN AGAMA
ISLAM
SUNNAH
JALAN HIDUP YG DILALUI
ETIMOLOGIS
ATAU DIBIASAKAN

SESUATU YANG DIDAPAT DARI


DEFINISI NABI SAW YG TERDIRI DARI
UCAPAN, PERBUATAN,
TERMINOLIGIS PERSETUJUAN, SIFAT FISIK
ATAU BUDI, ATAU BIOGRAFI PD
MASA SEBELUM KENABIAN
MAUPUN SESUDAHNYA
(AHLI HADITS)

1. SUNNAH SEBAGAI SUMBER


2. SUNNAH SEBAGAI STATUS
HUKUM
AL-SUNNAH
KEDUDUKAN

SEBAGAI SUMBER KEDUA SETELAH AL-QURAN


SELURUH AJARAN AGAMA ISLAM

PERHATIKAN Q.S. ALI IMRAN/3: 132; AL-AHZAB: 33: 36; AL-


HASYR/59:7 DAN HADITS NABI YANG DIRIWAYATKAN OLEH
TURMUZI DAN ABU DAUD YANG BERISI DIALOG ANTARA
RASULULLAH SAW DENGAN MUAZ BI JABAL TENTANG SUMBER
HUKUM ISLAM
AL-SUNNAH

FUNGSI
FUNGSI SUNNAH
• Sebagian besar ayat-ayat hk dlm al-Quran masih bersifat general (ijmali), yg
masih memerlukan penjelasan dlm implementasinya. Fungsi sunnah yg utama
ialah ntk menjelaskan al-Quran sebagaimana disebutkan dalam firmans Allah
SWT:
• …..Dan kami turunkan kepadamu al-Quran agar kamu menjelaskan kepada
umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka …. (QS. An-Nahl : 44)

• Dalam kedudukan sunnah sbg sumber dan dalil hk kedua, sunnah


menjalankan fungsinya sbg:
• Bayan Ta’kid
– Yaitu menetapkan dan menegaskan hk-hk yg tersebut dlm al-Quran. Dalam bentuk
ini sunnah hanya seperti mengulangi apa yg dikatakan dlm al-Quran.
– Misal: dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat (QS.al-Baqarah:110).
– Sabda nabi: Islam dibangun diatas 5 prinsip. Yaitu pengakuan kesaksian bahwa tiada
Tuhan selain allah dan Muhammad adalah rasul allah, mendirikan shalat,
menunaikan zakat, menunaikan ibadah haji ke Baitullah dan melaksanakan puasa
pada bulan ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim).
FUNGSI SUNNAH
• Bayan Tafsir
– Yaitu memberikan penjelasan arti yg masih samar dlm al-Quran
atau memperinci apa-apa yg dlm al-Quran disebutkan secara
garis besar, membatasi apa-apa yg oleh al-Quran disebut dlm
bentuk umum atau memberikan batasn terhadap apa yg
disampaikan Allah secara mutlak.
Misal:
– Perintah shalat disampaikan al-Quran dlm arti yang ijmal, yg
masih samar artinya, karena dapat saja dipahami daripadanya
semata-mata hanya berdoa sebagai yg dikenal secara umum
pada waktu itu. Kemudian Nabi melakukan perbuatan Shalat
secara jelas dan terperinci dan menjelaskannya kepada
umatnya:
“inilah shalat itu dan kerjakanlah shalat itu sebagaimana kamu
lihat saya mengerjakannya. “
FUNGSI SUNNAH
• Bayan Tasyri’
– Yaitu menetapkan suatu hk dlm sunnah yg secara jelas tidak
disebutkan dlm al-Quran. Dengan demikian kelihatan bahwa
sunnah menetapkan sendiri hk yg tidak ditetapkan oleh al-Quran.
– Misal: Allah SWT menyebutkan dlm al-Quran tentang haramnya
memakan bangkai, darah, daging babi dan sesuatu yg disembelih
tidak dgn menyebut nama Allah (QS. Al-Maidah : 3 ).
– Kemudian Nabi mengatakan “haramnya setiap binatang buas
yang bertaring dan burung yang kukunya mencekam.” Larangan
ini secara lahir dapat dikatakan sbg hkm baru yg ditetapkan oleh
Nabi. Sebenarnya larangan Nabi itu hanyalah penjelasan
terhadap larangan Allah memakan sesuatu yg kotor (QS. Al-A’raf:
33 )
AL-RA’YU
• RA’YU BERASAL DARI KATA RA’A-YARAA (MELIHAT,
MEMANDANG); MEMILIKI MAKNA PANDANGAN
ATAU PENDAPAT YANG BERSUMBER DARI
PEMIKIRAN
• MENURUT MAHMUD SYALTUT: AL-RA’YU
MENCAKUP 2 PENGERTIAN:
1. PENGGUNAAN PIKIRAN UTK MENENTUKAN SUATU
HUKUM YG TDK DITENTUKAN SECARA EKSPLISIT OLEH
AL-QURAN DAN SUNNAH.
2. PENGGUNAAN PIKIRAN DALAM MENGARTIKAN,
MENAFSIRKAN DAN MENGAMBIL KESIMPULAN DARI
SUATU AYAT/HADITS.
IJTIHAD
• DARI KATA JAHADA (BERJUANG, BERSUNGGUH-
SUNGGUH) UMUMNYA DIARTIKAN “MENCURAHKAN
SEGALA KEMAMPUAN “ ATAU MENANGGUNG
BEBAN”.
• SECARA TERMINOLOGIS IJTIHAD BERMAKNA
“MENGERAHKAN PIKIRAN/PENGGUNAAN AKAL
SEKUAT MUNGKIN UNTUK MENEMUKAN SUATU
KEPUTUSAN HUKUM TERTENTU YANG TIDAK
DITETAPKAN SECARA EKSPLISIT DALAM AL-QURAN
DAN SUNNAH”.
KEDUDUKAN RA’YU/IJTIHAD
• MERUPAKAN SUMBER KETIGA (SETELAH AL-QURAN DAN
SUNNAH) YAITU SEBAGAI SUMBER OPERASIONAL AJARAN
AGAMA ISLAM.
• BERBEDA DG AL-QURAN DAN SUNNAH, RA’YU/IJTIHAD
TERIKAT DG HAL-HAL SBB:
1. HASIL KEPUTUSANNYA TIDAK ABSOLUT/MUTLAK KARENA
MERUPAKAN PRODUK PEMIKIRAN MANUSIA TG RELATIF.
2. HASIL KEPUTUSANNYA TDK MENGIKAT; MUNGKIN HANYA BERLAKU
UTK SESEORANG, SUATU TEMPAT DAN MASA.
3. IA TDK BERLAKU DLM HAL PENAMBAHAN IBADAH
KHUSUS/’UBIDIYAH.
4. TIDAK BOLEH BERTENTANGAN DENGAN AL-QURAN DAN SUNNAH.
5. DALAM PROSES IJTIHAD HARUS DIPERHATIKAN FAKTOR-FAKTOR:
MOTIVASI, RESIKO, KEMASHLAHATAN UMUM, KEMANFAATAN
BERSAMA DAN NILAI-NILAI YANG MENJADI CIRI SERTA JIWA AJARAN
ISLAM
BENTUK-BENTUK IJTIHAD
• IJMA’ :
• QIYAS : KIAT UNTUK MENETAPKAN HUKUM YG KHUSUSNYA TDK TERDAPAT DLM
NASH DG CARA MENYAMAKANNYA DG KASUS YG TERDAPAT DLM NASH,
DISEBABKAN PERSAMAAN ILLAT HUKUM. DLM QIYAS ADA UNSUR ‘ASHL, FAR’U,
HUKMU AL-ASHL, ILLAT.
• ISTIHSAN: UPAYA UTK MEN-TAWAQUF-KAN PRINSIP-PRINSIP UMUM DLM SATU
NASH DISEBABKAN ADANYA NASH LAIN YG MENGHENDAKI DEMIKIAN.
• AL-MASHLAHAT AL-MURSALAT: MENETAPKAN SUATU HUKUM BERDASARKAN
SEBUAH KEMASHLAHATAN (MAQASHID AL-SYAR’AH: MENJAGA AGAMA, JIWA,
AKAL, KETURUNAN DAN HARTA).
• SADDU AL-ZARI’AT: MENETAPKAN LARANGAN TERHADAPA SUATU KASUS HUKUM
YANG PADA DASARNYA MUBAH DENGAN MAKSUD MENGHINDARI PERBUATAN
ATAU TINDAKAN LAIN YANG DILARANG.
• ISTISHHAB: MENETAPKAN SESUATU MENURUT KEADAAN SEBELUMNYA SAMPAI
TERDAPAT DALIL-DALIL YANG MENUNJUKKAN PERUBAHAN KEADAAN.
• DLL.
‫‪SELESAI‬‬

‫والسالم عليكم ورحمة اهلل وبركاته‬

Anda mungkin juga menyukai