Anda di halaman 1dari 15

cÊ 


  
 
Perasaan yang dirasakan oleh seseorang mengenai ketidaknyamanan atau
kesulitan dalam bernapas. Sesak napas dapat disebabkan oleh gangguan
dalam sistem pernapasan (hidung, tenggorokan paru -paru) atau gangguan
yang berasal dari luar paru-paru (jantung)
Penyebab sesak nafas

Beberapa penyebab sulit bernafas di antaranya, pertama adalah faktor


keturunan, yang memang dari
-nya memiliki paru-paru dan organ
pernafasan lemah. Ditambah kelelahan bekerja dan gelisah, maka bagian-bagian
tubuh akan memulai fungsi tidak normal.

Kabar baiknya, ini tidak otomatis membuat tubuh menderita, sebab secara alami
akan melindungi diri sendiri. Namun demikian, sistem pertahanan bekerja
ekstra, bahkan kadang-kadang alergi dan asma timbul sebagai reaksi dari sistem
pertahanan tubuh yang bekerja terlalu keras.

Kedua, karena faktor lingkungan. Udara dingin dan lembab dapat menyebabkan
sesak nafas. Demikian pula dengan serbuk sari bunga  dan partikel lain.
Bekerja di lingkungan berde bu atau asap dapat memicu sesak nafas
berkepanjangan. Polusi pada saluran hidung disebabkan pula oleh rokok yang
dengan langsung dapat mengurangi suplai oksigen.

Ketiga, adalah produksi lendir yang berlebihan akan menyumbat saluran udara.
Makanan yang menyebabkan produksi lendir berlebih adalah produk dari susu,
tepung, nasi putih, dan permen.

Penyebab sesak nafas yang keempat dapat pula karena kurangnya asupan cairan
sehingga lendir pada paru-paru dan saluran nafas mengental. Kondisi ini juga
menjadi situasi yang menyenangkan bagi mikroba untuk berkembang biak.

Kelima, masalah pada susunan tulang atau otot tegang pada punggung bagian
atas akan menghambat sensor syaraf dan bioenergi dari dan menuju paru -paru.

Hal keenam yang juga dapat menimbulkan sesak naf as adalah ketidakstabilan
emosi. Orang-orang yang gelisah, depresi, ketakutan, rendah diri cendertung
untuk sering menahan nafas. Atau justru menarik nafas terlalu sering dan
dangkal sehingga terengah-engah. Dalam waktu yang lama, kebiasaan ini
berpengaruh terhadap produksi kelenjar adrenal dan hormon, yang berkaitan
langsung dengan sistem pertahanan tubuh. Kurang pendidikan bisa juga
menyebabkan sesak nafas. Pengetahuan akan cara bernafas yang baik dan benar
akan bermanfaat dalam jangka panjang baik terhad ap fisik maupun emosi
seseorang.
Penyakit-penyakit penyebab Sesak Napas:

ÔÊ Alergi: Asma Bronkiale


ÔÊ Kardiologi: Payah Jantung
ÔÊ Pulmonologi: Efusi pleura masif, Pneumonia, Pneumothoraks, Penyakit
Paru Obstruksi Menahun (PPOM)
ÔÊ Penyakit dalam: Gastritis, Esofagitis
ÔÊ Psikiatri: Kesakitan atau ketegangan

2.Ê Pengertian batuk dan penyebabnya

Batuk adalah refleks fisiologis yang biasa terjadi pada saluran pernapasan
orang sehat maupun sakit. Batuk dapat ditimbulkan oleh berbagai sebab,
misalnya rangsangan selaput lendir pernapasan yang terletak di tenggorokan
dan cabang-cabang tenggorokan. Radang jalan pernapasan pada bronchitis
dan pharingitis. Penyumbatan jalan pernapasan oleh lendir biasanya pilek,
bronchitis, dan pertusis. Batuk dapat juga disebabkan oleh bau-bauan, debu,
gas, dan perubahan suhu yang mendadak atau juga merupakan gejala dari
penyakit TBC, astma, atau kanker paru-paru.
Karena rangsangan saluran pernapasan, maka terjadilah pengeluaran
napas secara tiba-tiba dengan kekuatan besar, otot dalam dinding perut dan
sekat rongga badan ditekan dengan tiba -tiba ke atas, sehingga angin yang
dikeluarkan menggetarkan selaput suara, maka terjadilah batuk. Karena
kekuatan besar itulah, maka batuk akan berfungsi untuk membersihkan
saluran pernapasan dari zat-zat yang merangsang penyakit.
Namun batuk juga merupakan suatu penyakit yang dapat
menyebabkan gejala yang serius di dalam paru-paru. Apabila peyakit itu
sudah memuncak, si sakit akan mengalami serangan batuk yang berulang -
ulang. Ini sering berakhir dengan tarikan napas panjang dan dalam , dengan
disertai bunyi yang melengking. Batuk yang tidak berat biasanya akan
sembuh tanpa menimbulkan kerusakan yang permanen, tetapi penyakit
tersebut tetap harus dicegah atau diatasi sedini mungkin. Pencegahan dan
penyembuhan yang tepat sangat diperlukan, terutama pada anak -anak yang
sudah lemah karena adanya komplik asi dengan penyakit lain.

Bisa karena masuk angin, influenza atau pun sinusitis. Batuk


disebabkan oleh adanya peradangan pada lapisan lendir saluran pernapasan.
Ada batuk berdahak akut karena infeksi disebabkan oleh bakteri atau virus,
misalnya tubercolosa, influenza, dan campak. S edangkan batuk berdahak
yang tidak disebabkan oleh infeksi, antara lain alergi, asma, atau pun debu.
Sekadar diketahui, penyakit asma juga disertai batuk. Jika penderita asma
terkena udara dingin, asma yang dideritanya akan kambuh. Dan itu biasanya
disertai dengan batuk.

Selain itu, ada pula batuk berdahak yang tidak disebabkan oleh infeksi
yaitu makanan yang merangsang tenggorokan. Ada pula karena kanker.
Batuk karena orang sering merokok sulit diatasi hanya dengan obat batuk
simtomatik. Batuk berdahak pada orang yang sakit disebabkan oleh
adanya kalainan dalam tubuh terutama pada saluran
napas atau bronkitis.

Batuk berdahak yang masih ringan dapat dikurangi


dengan cara sering minum air putih. Gunanya adalah
untuk membantu mengencerkan dahak dan mengura ngi
iritasi atau rasa gatal. Hindari tempat yang berdebu atau
pun makanan dan minuman yang dapat merangsang
tenggorokan. Hindari juga udara malam karena suhunya
yang dingin. Cara lain adalah minum obat batuk. Tapi
tidak boleh sembarangan. Obat batuk yang d igunakan harus sesuai
dengan jenis batuk. Obat batuk dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu
ekspektoran (pengencer dahak) dan antitusif (penekan batuk). Batuk
berdahak akibat infeksi bisa juga diobati dengan antibiotik. Batuk
berdahak karena virus dapat di obati dengan obat anti jamur. Sementara
batuk berdahak karena asma dapat diobati dengan obat asma seperti obat
inhalasi (inhaler), obat makan, dan suntik. Bila batuk berdahak sudah
akut, perlu dipikirkan untuk melakukan operasi. Setelah itu ada
kemoterapi dan sinar. Ada beberapa macam penyebab batuk :

1. Umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pernafasan bagian atas


yang merupakan gejala flu.
2. Infeksi saluran pernafasan bagian atas (ISPA).
3. Alergi
4. Asma atau tuberculosis
5. Benda asing yang masuk kedalam saluran napas
6. Tersedak akibat minum susu
7. Menghirup asap rokok dari orang sekitar
8. Batuk Psikogenik. Batuk ini banyak diakibatkan karena masalah emosi
dan psikologis.

Batuk disebabkan oleh adanya peradangan pada lapisan lendir saluran


pernapasan. Ada batuk berdahak akut karena infeksi disebabkan oleh bakteri
atau virus, misalnya tubercolosa, influenza, dan campak. Sedangkan batuk
berdahak yang tidak disebabkan oleh infeksi, antara lain alergi, asma, atau pun
debu. Sekadar diketahui, penyakit a sma juga disertai batuk. Jika penderita asma
terkena udara dingin, asma yang dideritanya akan kambuh. Dan itu biasanya
disertai dengan batuk.

Selain itu, ada pula batuk berdahak yang tidak disebabkan oleh infeksi yaitu
makanan yang merangsang tenggorokan. Ada pula karena kanker. Batuk karena
orang sering merokok sulit diatasi hanya dengan obat batuk simtomatik. Batuk
berdahak pada orang yang sakit disebabkan oleh adanya kalainan dalam tubuh
terutama pada saluran napas atau bronkitis.

Batuk dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu batuk akut dan batuk kronis,
keduanya dikelompokkan berdasarkan waktu.

Batuk akut adalah batuk yang berlangsung kurang dari 14 hari, serta dalam 1
episode. Bila batuk sudah lebih dari 14 hari atau terjadi dalam 3 episode sela ma
3 bulan berturut-turut, disebut batuk kronis atau batuk kronis berulang.

Batuk kronis berulang yang sering menyerang an ak-anak adalah karena asma,
tuberkolosis (TB), dan pertusis (batuk rejan/batuk 100 hari). Pertusis adalah
batuk kronis yang disebabkan oleh kuman Bordetella pertussis. Pertussis dapat
dicegah dengan imunisasi DPT

Mekanisme

Batuk dapat dipicu secara refleks ataupun disengaja. Sebagai refleks


pertahanan diri, batuk dipengaruhi oleh jalur sarad aferen da n eferen.
Batuk diawali dengan inspirasi dalam diikuti dengan penutupan glotis,
relaksasi diafragma, dan kontraksi otot melawan glotis yang menutup.
Hasilnya akan terjadi tekanan positif pada intratoraks yang menyebabkan
penyempitan trakea. Sekali glotis t erbuka, perbedaan tekanan yang besar
antara saluran napas dan udara luar bersama dengan penyempitan trakea
akan menghasilkan aliran udara yang melalui trakea. Kekuatan eksplosif
ini akan ´menyapu´ sekret dan benda asing yang ada di saluran napas.
(Ikawati, 2008)

- Etiologi
1. Iritan : Iritan yang masuk melalui inhalasi akan merangsang reseptor
batuk. Reseptor batuk ada di laring sampai bronkus. Sedangkan pada
bronkiolus dan bagian distal darinya sudah tidak ditemukan lagi.

2. Inflamasi : Pada inflamasi reseptor batuk akan lebih mudah


tersensitisasi oleh iritan, sehingga lebih mudah terjadi batuk.

3. Konstriksi.
4. Kompresi.(Ikawati, 2008)
- Penatalaksanaan
Untuk batuk akut dan subakut yang umum biasanya bisa sembuh dengan
sendirinya tanpa terapi farmakologi. Selain itu untuk pencegahan bisa
dengan menghindari pemicu batuk. Untuk terapi farmakologi kita bisa
menggunakan

1. Antitusif : Bekerja dengan menekan reseptor batuk.


2. Ekspektoran : Ditujukan untuk merangsang batuk sehingga
memudahkan pengeluaran dahak.
3. Mukolitik : Bekerja menurunkan viskositas mukus, sehingga
memudahkan ekspektorasi. (Ikawati, 2008)

0tiologi dan Patofisiologi Sesak Napas

Hal-hal yang bisa menyebabkan sesak napas antara lain :


1. Faktor psikis.
2. Peningkatan kerja pernapasan.
2.1 Peningkatan ventilasi (Latihan jasmani, hiperkapnia, hipoksia,
asidosis metabolik).

2.2 Sifat fisik yang berubah ( Tahanan ela stis paru meningkat, tahanan
elastis dinding toraks meningkat, peningkatan tahanan bronkial).

3. Otot pernapasan yang abnormal.


3.1 Penyakit otot ( Kelemahan otot, kelumpuhan otot, distrofi).

3.2 Fungsi mekanis otot berkurang.


Semua penyebab sesak napas kembalinya adalah kepada lima hal antara lain :

1. Oksigenasi jaringan menurun.

2. Kebutuhan oksigen meningkat.


3. Kerja pernapasan meningkat.
4. Rangsangan pada sistem saraf pusat.
5. Penyakit neuromuskuler.
ÿ Ê ekanise yang endasari sesak nafas dan batuk
a.Ê anatomi jantung, fisiologi jantung dan patofisiologi jantung

¦N¦  FS SS 0 C¦ ¦SCU0

S UK U ¦N FUNS SS 0 K¦ ¦SKU0


Jantung terletak di dalam rongga  
 dari rongga dada diantara
kedua paru.Terdapat selaput yang mengitari jantung yang disebut
  , terdiri dari dua lapisan:
-    
: lapisan luar melekat pada tulang dada dan
paru
-    

: lapisan permukaan jantung/   
Diantara kedua lapisan ini terdapat cairan   

STRUKTUR JANTUNG
Dinding jantung terdiri dari 3lapisan :
c Lapisan luar   
 Lapisan tengah   
3. Lapisan dalam    

uang ± uang Jantung


Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 berdinding tipis disebut (serambi)
dan 2 berdinding tebal disebut   (bilik)
1. Atrium
a.  kanan berfungsi sebagai penampung darah rendah oksigen dari
seluruh tubuh. Kemudian darah dipompakan ke   kanan melalui
katub dan selanjutnya ke paru.
  kiri menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru melalui
4 buah  
. Kemudian darah mengalir ke   kiri melalui
katub dan selanjutnya ke seluruh tubuh melalui 
Kedua  dipisahkan oleh sekat yang disebut
 

2. Ventrikel
Merupakan alur alur otot yang disebut   Alur yang menonjol
disebut 


, ujungnya dihubungkan dengan tepi daun katub
  oleh serat yang disebut    .
a.   kanan menerima darah dari  kanan dan dipompakan ke
paru melalui  

   kiri menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan


keseluruh tubuh melalui 
Kedua   dipisahkan oleh sekat yang disebut
  

Katup Katup Jantung


c Katup  
Terletak antara  dan  . Katup yang terletak diantara 
kanan dan   kanan mempunyai 3 buah daun katup   
 
Sedangkan katup yang terletak diantara  kiri dan   kiri
mempunyai dua buah daun katup  ). Memungkinkan darah mengalir
dari  ke   pada fase 
 dan mencegah aliran balik pada
fase


 Katup 
a. Katup Pulmonal terletak pada  
dan memisahkan
pembuluh ini dari   kanan.
 Katup Aorta terletak antara   kiri dan 
Kedua katup ini mempunyai bentuk yang sama terdiri dari 3 buah daun
katup yang simetris. Danya katup ini memungkinkan darah mengalir dari
masing-masing   ke arteri selama

 dan mencegah aliran balik
pada waktu 


Pembukaan katup terjadi pada waktu masing -masing  l berkontraksi,


dimana tekanan   lebih tinggi dari tekanan didalam pembuluh darah


Pebuluh arah Koroner


1. Arteri
Dibagi menjadi dua :
- å    å : left main kemudian bercabang besar
menjadi:      å     å!
- "#  
2. Vena:  
      



FUNGSI SISTEM KARDIOVASKULER


Lingkaran sirkulasi dapat dibagi atas dua bagian besar yaitu
 



 dan
 
 

Sirkulasi Sistemik
1. Mengalirkan darah ke berbagi organ
2. Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda
3. Memerlukan tekanan permulaan yang besar
4. Banyak mengalami tahanan
5. Kolom # 
 panjang

Sirkulasi Pulmonal
1. Hanya mengalirkan darah ke paru
2. Hanya berfungsi untuk paru
3. Mempunyai tekanan permulaan yang rendah
4. hanya sedikit mengalai tahanan
5. Kolom # 
 pendek

Sirkulasi Koroner
Sirkulasi koroner meliputi seluruh permukaan jantung dan membawa
oksigen untuk    melalui cabang cabang     yang
kecil. Aliran darah  meningkat pada:
1. Aktifitas
2. Denyut jantung
$ Rangsang sistem syaraf


PERTIMBANGAN BIOFISIKA
Hubungan antara aliran, te kanan, dan tahanan:
1. Aliran darah: perbedaan tekanan dan hambatan aliran darah sepanjang
pembuluh

 


2. Tekanan darah
Adalah tenaga yang diupayakan oleh darah untuk melewati setiap unit
atau daerah dari dinding pembuluh darah.

3. "


 Terhadap Aliran darah.
Dikenal dengan " 

 
 

 ) dan " 

 
. Ditentukan oleh diameter pembuluh darah dan




SISTEM KONDUKSI ATAU HANTARAN


Di dalam otot jantung terdapat jaringan khusus yang mengahntarkan aliran
listrik. Jaringan tersebut mempunyai sifat-sifat khusus:
1. 

 : menimbulkan impuls/rangsang secara spontan
2. Irama : pembentukan rangsang yang teratur
3. Daya konduksi : kemampuan untuk menghantarkan
4. Daya rangsang : kemampuan bereaksi terhadap rangsang
Perjalan impuls/rangsang dimulai dari:
c Nodus SA 
 
-  
 
- %#  
 Nodus AV   
3. Bundle of HIS ( bercabang menjadi dua: kanan dan kiri):
- "#   #
& å    
4. Sistem '"()*+,

SIKLUS JANTUNG
c Fase kontraksi 

2. Fase ejeksi cepat
$ Fase 



4. Fase pengisian cepat


- Fase relaksasi 


FAKTOR FAKTOR PENENTU KERJA JANTUNG


Faktor jantung dipengaruhi oleh 4 faktor utama yang saling berkaita n dalam
menentukan isi sekuncup 
   dsan curah jantung  

×eban ¦
al M 
c Derajat dimana otot jantung diregangkan sebelum   kiri
berkontraksi    
 
2. Berhubungan dengan panajng otot jantung, regangan dan volume.
3. Semakin regang serabut otot jantung pada batas tertentu semakin kuat
kontraksi.
Faktor penentu beban awal:
1. )
 

  beban awal
2. 

 ¯ beban awal
3. volume sirkulasi
. Obat-obatan / 
    
  0

×eban ¦khir M

1. Tahanan yang harus dihadapi saat darah keluar dari   kiri
 Beban untuk membuka katup  dan mendorong darah selama fase



$ 
 
 

 "
Faktor penentu beban akhirr:
1. 

 meningkatkan beban akhir
2. 
 
   meningkatkan beban akhir
3. Hipertensi meningkatkan beban akhir
4. obat-obatan.
Kontraktilitas
Hukum Î 1 
- Makin besar isi jantung sewaktu 
 semakin besar jumjalh darah
yang dipompaakan ke 
- Dalam batas-batas fisiologis jantung memompkan keseluruh tubuh
darah yang kembali ke jantung tanpa menyebabklan penumpukan di 
- Jantung dapat memompakan jumlah darah yang sedikit ataupun
jumlah darah yang besar bergantung pada jumlah darah yang mengalir
kembali ke 

Frekuensi Jantung

Patofisiologi
Blood pressure =

Cardic out put X Tahanan perifer

HR x Stroke Volume Kontrol Hormonal Kontrol system


syaraf simpatik Kontrol Lokal
Pre load After load Kontraktilitas

Patofisiologi agal Jantung


Gagal jantung bukanlah suatu keadaan klinis yang hanya melibatkan satu sistem
tubuh melainkan suatu sindroma klinik akibat kelainan jantung sehingga
jantung tidak mampu memompa memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Gagal jantung ditandai dengan dengan satu respon hemodi namik, ginjal, syaraf
dan hormonal yang nyata serta suatu keadaan patologik berupa penurunan
fungsi jantung.

Respon terhadap jantung menimbulkan beberapa mekanisme kompensasi yang


bertujuan untuk meningkatkan volume darah, volume ruang jantung, tahanan
pembuluh darah perifer dan hipertropi otot jantung. Kondisi ini juga
menyebabkan aktivasi dari mekanisme kompensasi tubuh yang akut berupa
penimbunan air dan garam oleh ginjal dan aktivasi system saraf adrenergik. (3)

Kemampuan jantung untuk memompa darah gun a memenuhi kebutuhan tubuh


ditentukan oleh curah jantung yang dipengaruhi oleh empar faktor yaitu:
preload; yang setara dengan isi diastolik akhir, afterload; yaitu jumlah tahanan
total yang harus melawan ejeksi ventrikel, kontraktilitas miokardium; yaitu
kemampuan intrinsik otot jantung untuk menghasilkan tenaga dan berkontraksi
tanpa tergantung kepada preload maupun afterload serta frekuensi denyut
jantung.

Dalam hubungan ini, penting dibedakan antara kemampuan jantung untuk


memompa (pump function) dengan kontraktilias otot jantung ( 
). Pada beberapa keadaan ditemukan beban berlebihan sehingga timbul
gagal jantung sebagai pompa tanpa terdapat depresi pada otot jantung intrinsik.
Sebaliknya dapat pula terjadi 
  2 
 tetapi secara klinis
tidak tampak tanda-tanda gagal jantung karena beban jantung yang ringan. (1)

Pada awal gagal jantung, akibat CO yang rendah, di dalam tubuh terjadi
peningkatan aktivitas saraf simpatis dan sistem renin angiotensin aldosteron,
serta pelepasan arginin vasopressin yang kesemuanya merupakan mekanisme
kompensasi untuk mempertahankan tekanan darah yang adekuat. Penurunan
kontraktilitas ventrikel akan diikuti penurunan curah jantung yang selanjutnya
terjadi penurunan tekanan darah dan penurun an èolue darah arteri yang
efektif. Hal ini akan merangsang  
 

 #. (4)

Vasokonstriksi dan retensi air untuk sementara waktu akan meningkatkan


tekanan darah sedangkan peningkatan preload akan meningkatkan kontraktilitas
jantung melalui huku Starling. Apabila keadaan ini tidak segera teratasi,
peninggian afterload, peninggian preload dan hipertrofi/ dilatasi jantung akan
lebih menambah beban jantung sehingga terjadi gagal jantung yang tidak
terkompensasi.(4)

c. pemeriksaan fisik
Selain dari gejala-gejala yang timbul dapat juga kita tegakkan dengan
pemeriksaan fisik yang antara lain kita bisa dapatkan

- hipotensi

- denyut nadi yang lemah dan cepat

- JVP meningkat

- udem paru

- kardiomegali

- bunyi jantung abnormal

- hepatomegali

- asites atau udem tungkai


- berat badan berlebih (IMT >30)

Untuk pemeriksaan penunjang dapat menggunakan

- Elektrokardiografi (EKG)

Electrocardiography tidak dapat digunakan untuk mengukur anatomi LVH


tetapi hanya merefleksikan perubahan elektrik (atrial dan ventrikular aritmia)
sebagai faktor sekunder dalam mengamati perubahan anatomi. Hasil
pemeriksaan ECG tidak spesifik menunjukkan adanya gagal jantung

-Radiologi (foto thorax)

Foto thorax dapat membantu dalam mendiagnosis gagal jantung. Kardiomegali


biasanya ditunjukkan dengan adanya peningkatan cardiothoraci c ratio / CTR
(lebih besar dari 0,5) pada tampilan postanterior. Pada pemeriksaan ini tidak
dapat menentukan gagal jantung pada disfungsi siltolik karena ukuran bias
terlihat normal

- Echocardiography

Pemeriksaan ini direkomendasikan untuk semua pasien gagal jantung. Tes ini
membantu menetapkan ukuran ventrikel kiri, massa, dan fungsi. Kelemahan
echocardiography adalah relative mahal, hanya ada di rumah sakit dan tidak
tersedia untuk pemeriksaan skrining yang rutin untuk hipertensi pada praktek
umum

Pada saat ini terdapat metoda baru yang mempu menentukan gagal
jantung yaitu pemeriksaan laboratorium BNP ( Brain Natriuretic Peptide) dan
NT-pro BNP (N Terminal protein BNP. Kegunaan pemeriksaan BNP adalah
untuk skrining penyakit jantung, stratifikasi pasien dengan gagal jantung,
deteksi left ventricular systolic dan atau diastolic dysfunction serta untuk
membedakan dengan dispnea. Berbagai studi menunjukkan kosentrasi BPN
lebih akurat mendignosis gagal jantung
0Nצ  P0NY0×¦× ¦¦ J¦N UN

1.Ê Pembedahan bisa dilakukan untuk:


- memperbaiki penyempitan atau kebocoran pada katup jantung,
- memperbaiki hubungan abnormal diantara ruang -ruang jantung,
- memperbaiki penyumpatan  
yang kesemuanya bisa menyebabkan gagal jantung.
2.Ê Pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi.
3.Ê Kombinasi obat-obatan, pembedahan, dan terapi penyinaran terhadap
kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
4.Ê Pemberian obat anti -hipertensi.