Anda di halaman 1dari 12

RANCANG BANGUN KOMPOR TENAGA SURYA

BERDIAMETER 191 CM
1)
Warjito, Ir.Sungkono,MT, Ir. H.Mardanu
1)
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Nasional, Jl. Sawo Manila No.61 Pejaten, Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12520
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indoneia
E-mail :

Abstrak – RANCANG BANGUN KOMPOR TENAGA SURYA BARDIAMETER 191 CM.Semakin


berkurangnya cadangan sumber energi yang dgunkan sebgai sumber kegiatan indrusti maupun
rumah tangga, seperti gas bumi, minyak bumi, batubara dan lainnya menjadikan harga energi terus
maningkat,sehingga cost yang dikeluarkan untuk biaya produksi menjadi tinggi.Hal ini menuntut
kita untuk segera mencari sumber energi alternative sebagai ganti sumber energi yang terus
berkurang dan menipis. Energi yang paling besar dialam raya ini adalah energi matahari, secara
nyata energi inimempunyai peranan yang sangat besar bagi kehidupan dibumi.Untuk mengatasi
masalah tersebut maka dikembangkan kompor tenaga surya yang bertujuan mangubah sinar
matahari menjadi sumber energi panas yang berguna bagi kehidupan dan sebagai pengganti
sumber energi yang semakain berkuran. Hasil rancang bangun ini memilki ispesifikasi sebagai
berikut: untuk rangka panjangnya 193 cd, lebar 150 cm, tinggi 150 cm dan untuk reflektor
bediameter sebesar 191 cm, kecil 28.6 cm, kelengkungan jari-jari 27.7 cm, titik fokus 55.5 cm. pada
lengan beban terjadi gaya sebesar 23.25 kg dan σ t= 10,475 KN/mm2, bahan plat baja St 37,
beban pada pen 23.25 kg dan σ tg = 9.25 N/mm2 , bahan baut M12 dan beban pada tempat benda
uji diasumsikan 10kg, τ b =941 N/mm2 bahan besi cor kelabu Fc 20. Dengan dimensi seperti
diatas alat ni mampu memanaskan air 4lt dan mendidih dalamwaktu 1 jam pada cuaca cerah.
Sehingga alat ini layak digunakan untuk keperluan memasak.

Kata Kunci : Rancang Bangun Kompor Tenaga Surya Berdiameter 191 Cm

I.PENDAHULUAN

Semakin berkurangnya cadangan sumber energi yang dgunkan sebgai sumber


kegiatan indrusti maupun rumah tangga, seperti gas bumi, minyak bumi, batubara dan
lainnya menjadikan harga energi terus maningkat,sehingga cost yang dikeluarkan untuk
biaya produksi menjadi tinggi.Hal ini menuntut kita untuk segera mencari sumber energi
alternative sebagai ganti sumber energi yang terus berkurang Menurut salah satu perkiraan,
inti surya yang merupakan suatu tungku termonuklir bersuhu 100.000.000oC, tiap detik
menkonversi 5 tonne materi manjadi energi yang dipancarkan keangkasa luas sebanyak
6,41 x 107 W/m2 . Dengan jari-jari matahari 6,96.105 km dan jarak rata-rata kebumi
sekitar1,496 x 108. Arus energi yang memasuki atmosfer bumi dengan kepadatan yang
diperkirakan sebesar antara 1 sampai 1,4 kW/M2 dengan arah tegak lurus terhadap poros
sinar. Dari jumlah tersebut, 34% dipantulkan kembali keruang angkasa, 19% diserap
atmosfir yaitu oleh komponen-komponen yang terdapat diudaraseperti karbon
dioksida(CO2), debu dan awan. Energi yang diserao bumi kurang lebih sebesar 47%.
Dalam pembuatan kompor tenaga surya ini, hanya memitik beratkan pada:
Perhitungan kontruksi dilakukan dengan metode perhitungan sederhana dengan
mengasumsikan gaya yang tejadi konstan tanpa ada pengaruh gaya dari luar, Sinar
Matahari (surya)yang diterima material konstruksi diabaikan dan Perancanagn konstruksi

1
ini hanya menitik beratkan fabrikasi dengan mempertimbangkan kesederhanaan bentuk,
kekuatan dan kemudahan memperoleh bahan dipsaran, pada konstruksi ini menggunakan
baja St 37.
Tujuan rancang bangunan ini adalah untuk merencanakan dan membuat suatu alat
yang mempunyai prinsip kerja menerima atau memantulkan sinar matahari pada satu
bidang atau titik focus yaitu kompor tenaga surya yang meliputi penentuan titik focus dan
menghitung kebutuhan bahan konstruksi.
Metode yang dilakukan dalam pembuatan kompor tenaga surya adalah sebgai
berikut:
• Studi Pustaka.
• Perencanaa / analisa konstruksi.
• Pemilihan material.
• Pembuatan kompor tenaga Surya.
• Kesimpulan.

II PERENCANAA PEMBUATAN KOMPOR TENAGA SURYA

2.1 TATA KERJA


Identifikasi masalah merupakn tahapanawal dari suatu pemecahan masalah untuk
memecahkan masalah itu kita diharuskan berfikir logis dan mampu membuat serta
menjalankan rencana . Gambar 3.1 adalah konsep yang dijlankan dalam mencapai titk
puncak dari sebuah permasalahan terutama pembuatan kompor tenaga surya ini:

Gambar 2.1 Diagram alir pemecahan masalah

2.2 BAHAN DAN DIMENSI KOMPOR TENAGA SURYA


Dalam sebuah perancangan suatu konstruksi mesin, pemilihan bahan merupakan
suatu hal yag mutlak dilakkan karena berpengaruh terjadap kualitas alat.Pemilihan bahan
yag sesuai dengan kebutuhan juga akanmemaksimalkan kineja alat serta menekan biaya

2
produksi.Kompor tenaga surya yang akan dibuat adalah kompor denagn skala rumah
tangga untuk mendidihkan air dengan kapasitas 1 liter per 15 menit.
Perencanaan dimensi yang akan dibuat adalah sebgai berikt:
• Diameter lingkaran besar =191 cm
• Diameter kecil lingkaran =28,6 cm
• Jumlah jari-jari lengkung = 60 Batang
• Tinggi focus =55,5 cm
• Jarak pusat lingkaran atas dan bawah =27,7 cm

2.2.1 Perhitungan Bahan Lingkaran Besar (Atas)


Untuk memperoleh panjang besi beton dengan diameter lingkaran besar yang
sesuai dengan perencanaan, yaitu diameter 191 cm dengan cara menghitung keliling
lingkaran.
K = π.D.
K = 3,14.191
ι = 599,74 ≈ 600 cm
D = Diameter lingkaran (cm)
ι = panjang besi (cm)

Gambar 2.2 Bahan besi cor lingkaran besar


Setelah didapat panjang dari bahan ini, langkah selanjutnya mencari jarak untuk membuat
lubang dudukan pengikat jari-jari alumunium denagn bau, denagn mata bor berdiameter 4
mm
Kdb 600
Jdb = ≈ Jdb = = 10 cm
Nr 600
Dimana Jdb =jarak lubang untuk dimeter besar
Kdb = Kleiling diameter besar ( cm)
Nr = Jumlah jari-jari (batang)

Gambar 2.3 Skema bahan yang akan dibor

2.2.1 Perhitungan Bahan Lingkaran Besar (Bawah)


Untuk diperoleh panjang besi beton dengan diameter kecil yang sesuai
direncanakan, yaitu diameter 28,6 cm cara menghitu keliling lingkaran
K = π.D.
K = 3,14.28,6
ι = 89,804 ≈ 90 cm
Dimana : K=Keliling lingkran (cm)
D=diameter lingkkaran (cm)
ι = Panjang besi (cm)
3
Setelah diddapat panjang
dari bahan ini, langkah selanjutnya
mencari jarak untuk membuat lubang dudukan pengikat jari-jari alumunium dengan baut,
denagn mata bor berdiamater 4mm
Kdb 90
Jdb = ≈ Jdb = = 15 cm
Nr 600
Dimana Jdb =jarak lubang untuk dimeter besar
Kdb = Kleiling diameter besar ( cm)
Nr = Jumlah jari-jari (batang)

2.2.3 Perhitungan Bahan Kaca


Media yang dipakai untuk menangkap dan memantulkan cahaya matahari pada
reflector kompor tenaga surya ini adalah berupa potongan-potongan lembaran kaca cermin.
Kaca cermin ini direncanakan mempunyai tebal 0,3 cm yang mempunyai kekuatan cukup
untuk menangkap dan memantulkan cahaya.
Jika jarak pusat antara lingkaran atas dan bawah ® 27,7 cm.
Maka panjang (lk)kaca dicari:
ι κ= π.R
ι k = 3,14 . 27,7
ι k = 89,978 ≈ 87 cm

Ukuran Pemotongan kaca bahan reflector kompor tenaga surya, yaitu sebagai berikut:
Tebal ( t ) = 0,3 cm
Jarak lingkranan atas dan bawah = 27,7 cm
Panjang ( ι k ) = 87 cm
Lebar atas ( ba) = 9,9 cm
Lebar bawah ( bb) = 1,5 cm
Jumlah potongan (Nk) = 17 kepingan
Jadi total Keping kaca = Nr x Nk = 60 cm x 17 = 1020 Keping

2.2.4 Menentukan Ketinggian Titik Fokus

4
Untuk mendapatkan titik focus, agar sinar yang dating terpantul dan terfokus
menjadi satu, maka digunakan persamaan
i i 2 1
+ = =
p q R f
Karena jari-jari reflector membentuk tempereng atau 1/4 lingkaran, maka
F=2xR 2 x 27,7 55,4 ≈ 55,5 cm
2.3 Perhitungan Pada Sitem Pembebanan
Komponen-komponen pembebanan pada kmpor tenaga surya yang akan dicari
adalah sebagai berikut:
1. Lengan Beban reflector
2. Pen lengan beban reflector
3. Tempat benda uji
4. BEsi penguat lingkaran atas dan bawah

2.3.1 Perhitungan Lengan Beban

F1 = 23,25 Kg ≈ 232,5 N ≈ 232500 KN


A = 555 x 40 = 22200 mm2
F1
Tegangan tarik pada penampang A-A( σ1 )=
A
232500
( σ1 )= = 10472 kN/ mm2 ≈ 10,742 N/ mm2
22200

2.3.2 Perhitungan Pen


Dalam Pembuatan konstruksi kompor tenaga surya, pen berfungsi sebagai poros
penghubung lengan beban reflektor dengan tiang kompor tenaga surya
Untuk menentukkan besar beban F1 atau F2 dan diameter masing-masing pen adalah.

5
σt max 8
Maka σ1 = = = 1kg / mm 2
sf 8
Dengan = τ = (0,5 ÷ 0,75). σ
Diambil τ = 0,5.σt = 0,5.1 = 0,5kg / mm 2
wtotal 46 ,5
Beban masing-masing pen : W = = = 23 ,25 kg
2 2
4w 4 χ23 ,25
Maka diameter pen adalah d= d= d= 7,696 ≈ 8mm
πχτ 3,14 χ0,5
Maka tegangan gesernya yang terjadi pada pen adalah :
p P
τtg = = π 2
Tegangan geser A π dan A=1 x b
Np .b 2 2
2
Dimana τ tg = tegangan geser (N/ mm2)
Ptotal = beban reflector total (kg)
A = luas penapang (mm2)
Np = jumlah pen (buah)
b = lebar lahan (mm)
3,14
Tegangan geser : A = 1 x χ 4 2 = 25,12mm 2
2
232 ,5 232 ,5
τ tg = = = 9,25 N / mm 2
3,14 2 25,12
1. .4
2
BAut yang direncanakan adalah baut standar M12 ( IS 4288 / Pert III 1976 ) dengan angka
kekuatan 8,8 dari table, bilangan kekuatan σt max = 8 kg/mm2 dengan nagka ( Sf)keamana
8, untuk keamann yang cukup.

2.3.3 Tempat Benda Uji


Pada konstruksi kompor tenaga surya ini, penyangga benda uji berfungsi sebagai
tempat untuk meletekkan benda uji yang posisinya tengah dan berada diatas titik
focus.karena pada tenaga kompor tenaga surya ini bahan ujinya berupa zat cair (air)
dengan berat asumsi berat maksimum ( wa) 10 lt = 10 kg

6
JIka nmasa air diasumsikan maksimal 10 liter ( Wa)=10 kg
1 1
ΣΜB = W . − RB .
2 2
Σ ΜB = 10 χ96 ,5 − RB χ193 = 0
10 χ96 ,5
RB = = 5kg
193
Σ ΜA = W − R A − R B = 0
Σ ΜA = 10 − RB − R A = 0
R A = 10 − 5
R A = 5kg

2.3.3 Besi Cor Kelabu Penguat Antara Lingkungan Atas dan Bawah
Untuk memperkuat pemasangan jari-jari anatar lingkaran atas dan bawah pada
rangka reflector maka dipasang 2 batang besi cor celabu.

2.4 PROSES PEMBUATAN REFLECTOR


Proses pembuatan kompor tenaga surya dapat dilakukan dengan efektif setelah
material dan peralatan tersedia. Untuk memperoleh hasil yang maksimal maka pengerjaan
kompor tenaga surya dilakukan secra teratur dengan membuat langka-langkah pengerjaan
sebagai berikut:

2.4.1 Pembuatan Lingkaran Besar


Lingkaran besar terbuat dari besi beton dengan diameter 1,4 cm dan untuk
memperoleh lingkaran diameter sesuai rencana yaitu 191 cm.Untuk menjaga agara tidak
terjadi perubahan pada lingkara maka harus dipermanenkan debgan cara dilas busur listrik
pada kedua ujungnya.

2.4.2 Pembuatan Lingkaran Kecil


Bahannya sama dengan bahan untuk lingkaran besar hanya saja ukuran diameter
yang berbeda yaitu 28,6 cm. Cara pembuatannya sama seperti lingkaran besar. Dan dibagi
60 sehinggga jarak untuk membuat lubang baut antar titik adalah 1,5 cm.Setelah kedua

7
lingkaran terbentuk maka pasang keduannya sehingga membentuk kerangka reflector dan
siap dipasangi jari-jari lingkaran.

2.4.3 Membuat Cetakan Jari-Jari Reflector


Dalam pembuatan jari-jari reflector harus dilakukan dengan ketelitian tinggi,
dimana lengkung yang terbuat pada jari-jari reflactor merupkan kondisi yang fatal karena
hal ini menyangkut pada keefektifan kompor dalam mentrasnfer energi matahari.

Keterngan
1.Sinar digambarkan dengan garis-garis Bantu sejajar sumbu utama yanga akan
dipantulkan leh cermin
2. Datang sinar pantul harus terfokus pada titik apai
3.Hingga didapat titik apai 55,5 dari garis diameter, karena kelengkungan jari-jari berasal
dari ¼ lingkaran (tembereng)
Cara pembuatan cetakan ialah dari triplek kiri atas lampu senter dinyalakan. Sinar
lampu senter ini harus sejajar dengan garis no1. Muai dari titik A Sinar lampu senter
itu ditangkp dengan cermin ukuran 5 cm x 5 cm, dengan mengatur supaya pantulan
sinar tepat dititk api.Setelah sinar pantul tepat pada kotak maka dibuat garis lurus 6 cm
didepan cermin.Dari garis tersebut disambung 5 cm garis kedua.kemudian untuk
membuat garis berikutnya lakukan seperti pembuatan garis pertama tetapi lampu senter
digeser kekanan, sampai ditemukan 17 titik.

2.4.4 Pembuatan Jari-Jari Reflektor


Pembuatan jari-jari reflevctor dilakukan dengan cara manual hanya menggunakan
perlatan kerja bangku, sesuai dengan ukuran yang direncanakan bahan alumunium profil
(hollow ), yang mempunyai p = 90, kelengkungan jari-jari dibuat sesuai dengan cetakan
dari triflek yamng mana telah disesuaikan memperoleh titik apa pada 55,5 cm dari titik
pusat diameter lingkaran.

2.4.5 Pemotongan Kaca


Cara Pemotongan menggunkan alat pemotong kaca dari intan, degan ukuran
• Lebar bagian atas : 9,9 cm
• LebarBagian bawah : 1,5 cm
• Panjang 87 cm
• Julah potongan :17 keping

8
• Jumlah jari-jari : 60 Batang

2.5 Proses pembuatan rangka


Tahap Pembuatan rangka :
a) Besi cor dengan profil U, diptong sepanjang 150 cm sebanyak 2 buah,dibor
sepanjang 115 cm dari kaki dengan mata bor 12 mm. BEsi cor dengan profil U,
dipotong sepanjang 193 cm sebanyak 1 buah, dipotong membentuk sudut 900
b) Besi cor dengan profil U, dipotong sepanjang 50 cm sebanyak 10 buah, diptong
membentuk 450 sebaai penguat tiang dan alas (Bagian II)
c) Besi cor dengan profil U, dipotong sepanjang 45 cm sebanyak buah , besi cor
kelabu denang diameter 10 mm dipotong sepanjang 193 cm sebanyak 2 buah dan
35 cm sebanyak 2 buah sebagai dudukan/ penyangga panic (bagian III)
d) Besi cor berdiameter 12 mm dipotong sepanjang 100 cm, bos lacker sepanjang 3,5
cm, roda gigi berdiameter 6 cm dan rantai sepanjang 315 cm sebagai pengerak
reflactor (Bagian IV)
e) Baian II dilas dengan bagian I
f) Bagian III dilas denghan bagian I
g) Baian IV dengan bagian I dan II

3.6 TAHAP PENGECATAN


Pengecatan dilakukan setelah desain kerangka dan reflector selesai terbentuk.hal
ini menjaga agar kompor bertahan lama.Tahap penegecatan pertama ada;lah dengan cat
dasar (Sinkromat)berfungsi untuk menutupi pori-pori besi.Tahap kedua aadalah
pengecatan ulang, dipilh warna kuning agar kelihtan serasi sesuai dengan letaknya dan
fungsinya.

3.7 CARA PEMAKAIAN KOMPOR TENAGA SURYA


Berikut contoh penggunaan computer tenaga surya
1. Letakkan panic masak yang telah diisi air pada penyangga yangberada pada posisi
api/fokus.
2. Atur posisi kompor tenaga surya sehingga reflector tegak lurus dengan arah
datangnya sinar matahari, dengan cara menggeser/ menggerakan gantungan
reflector dengan pemutar roda gigi sehingga titik fokusnya tepat berada pada alas
panic
3. Untuk mengimbangi pergeseran arah matahari maka setiap 15-20 menit, maka
gantungan reflector degerakkan supaya titik focus tetap berada dbawah panic
4. Setelah air mendidih angkat panci

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1.HASIL PERENCANAAN KOMPOR TENAGA SURYA


Dengan asumsi dimensi seperti dibawah ini,maka kompor tenaga surya mampu
mendidihkan air dengan kapasistas 4 lt/jam
Dimensi Kompor tenaga surya:

9
• Diameter lingkaran besar (atas ) = 191 cm
• Diameter Lingkatan kecil (bawah ) =28,6 cm
• Tinggi titik focus = 55,5 cm
• Jarak tengah lingkaran atas dan bawah = 27,7 cm
• Jumlah jari-jari = 60 Batang

3,2 HASIL PERHITUNGAN BAHAN


3.2.1 DIAMETER LINGKARAN BESAR
Pada perhitungan ini, untuk mendapatkan panjang bahan pada diameter besar
maka diperlukkan besi cor kelabu Fc 20, dengan panjang 600 cm dan diameter 1,4 cm,
dengan penentuan jarak lubang untuk baut yaitu 10 cm

3.2.2 Diameter Lingkaran Kecil


Untuk mendapatkan panjang bahan pada diameter kecil maka diperlukkan besi cor
kelabu Fc 20, dengan panjang 90 cm dan diameter 1,4 cm, dengan penentuan jarak lubang
untuk baut yaitu 1,5 cm.

3.2.3 Pemotongan kaca


Ukuran dan jumlah pemotongan kaca cermin untuk reflaktor yang befungsi
sebagai penangkap dan pemantul cahaya matahari menuju titik focus.
Dimensi kaca:
• Panjang (lk) = 87 cm
• Lebar atas (ba) = 9,9 cm
• Lebar bawah(bb) =1,5 cm
• Tebal (t) =0,3 cm
Pemotongan kaca membentuk trapezium dan jumlahnya 1020 keping

3.2.4 Penentuan Titik Fokus


Karena bentuk reflector tempereng atau ¼ lingkaran maka
F=2 x 27,7 = 55,5 cm.

3.2.5 Pada Sistem Pembebanan


3.2.5.1 Lengan Beban
Besar beban reflactor 46,5 kg, jadi masing-masing lengan,menanggung beban
sebesar 23,25 kg dan tengnggan tarik σ1 = 10,742 N/mm2.Maka dipilih baja St 37 yang
mempunyai tegangan tarik sebesar 37 kg/mm2
3.2.5.2 Pen
Besar pen reflector 46,5kg jadi masing-masing pen, menanggung beban sebesar 23,25 kg
dan tegnggan geser τtg = 9,25 N/mm2. Hasil perhitungan pen didapat baut dengan
diameter 8 mm, maka dipilih baut M12 ( IS 4288 / PART III 1976). Jadi pemilihan baut
cukup aman.
3.2.5.3 Tempat BENDA UJI
Jika diasunsikan beban tempat benda uji untuk menopang beban uji (air )seberat 10
lt ≈ 10 kg, maka beban yang ditanggung pada masing-masing penyangga adalah sebesar 5
kg dan besar tegangan lengkung σb =491 N/mm2. Pemilihan bahan memakai besi cor
kelabu Fc 20. jadi pemilihan bahan aman

10
3.2.5.4 Penguat Antara Lingkaran atas dan Bawah
Untuk memperkuat rangka refledctor antara lingkungan besar dan lingkungan
kecil, maka dipasang 2 batang besi cor kelabu yang mengalami teganggan tarik 5 kg /mm2
4.3 Rangka Komputer Tenaga Surya
Rangka ini berguna untuk menopang beban reflector dan benda uji. Diasumsikan
benda uji tidak melebihi 5 kg, karena terdapat dua tiang penopang, maka pemilihan bahan
rangka memakai besi baja St 37 yang mempunyai kekuatan tarik 37 kg/mm2, dan kekuatan
las diabaikan, jadi untuk menopang konstruksi kompor tenaga surya cukup aman.

BAB V KESIMPULAN

Berdasarkan pengolahan dan pengkajian data rancang bangun kompor tenaga surya, maka
dapat disimpulkan:
1. Rangka computer tenaga surya mempunyai spesifikasi panjang : 193 cm, lebar :
150 cm, tinggi 150 cm dan rangka terbuat dari baja St 37.
2. Reflector kompor tenaga surya mempunyai spesifikasi diameter besar 191 cm,
diameter kecil 28,6 cm, kecekungan reflector 27,7 cm, tinggi titik focus 55,5 cm
3. Bahan ragka reflector untuk diameter besar panjangnya 600 cm, diameter kecil 90
cm dengan diameter 1,4 cm menggunkan besi cor kelabu Fc 20.
4. Kaca reflector dengan panjang 87 cm, lebar atas 9,9 cm, lebar bawah 1,5 cm, tebal
0,3 cm dan jumlahnya 1020 keping kaca.
1
5. Jari-jari reflector menggunakan alumunium hallow " χ" (1.2 x 2.5cm ) Panjang
2
90 cm x 60 Batang = 5400 cm.
6. Lengan beban dipilih bahan baja St 37 untuk mengangkat beban 23,25 kg dan
σt t =10 ,475 KN/mm2
7. Pen dipilih baut M12 untuk mengangkat beban reflector 23,25 kg dan τtg = 9,25
N/mm2
8. Untuk tempat benda uji dipakai bahan besi cor Fc 20, yang mampu mengangkat
beban 5 kg dan σb =491 N/mm2, pemilihan bahan aman.

DAFTAR PUSTAKA

1. Minto, kompor tenaga Surya, Cv.Aneka, Solo, 2003


2. Khurmi, RS Dan J.K Gupta, A Text Book Of Machine Design, Eurasia Plublishing
House, New Dehli, 1982.
11
3. T, Gunawan Dan Margaret S, Mekanika Teknik 2, Delta Teknik Group, Jakarta,
2002
4. Surdia, T dan S. Saito, Pengetahuan Bahan Teknik, Pradnya Paramita, Jakarta,
1992.
5. Khurni, RS, Applied Mechanics And Strenght Of Materials, Nirja Constructions
And Development Co, New Delhi, 1983
6. Zainun Achmad, IR, MSC, Elemen Mesin Satu, Reflika Aditama, Bandung,1999
7. Abdul Kadir, Prof. Ir,Energi Sumber Daya Inovasi Potensi Ekonomi,Universitas
Indonesia, UI Press, 1987.

12