P. 1
Tabloid Edisi 1

Tabloid Edisi 1

|Views: 226|Likes:
Dipublikasikan oleh gededipta

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: gededipta on Jan 21, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2014

16

Kharisma Madani

Jl. Tukad Balian 12,

Sidakarya - Denpasar

Telp. : +62 361 7441 744 / 7443 744 Fax. : +62 361 8950034 Email: mondialcargo@indo.net.id

Jln. Pura Demak, Gg. Marlboro XXI No. 9B Denpasar - Bali, 0361-2795999, 7450839

MENTARI

MOTORSPORT

Car Painting & Body Repair Oven by Blowtherm

JI. Teuku Umar Barat No: 383 Denpasar TIp. (0361) 737782,737783,737791 Fax. (0361) 737792 E-MAIL: unagi_bali@yahoo.com

Breakfast from Sam to llam

A21 cof£ee 2 for 1

Lunch from llam to 4pm Happy Hour Beer-

Dinner daily chef's special Special Cokt.ai.l

GI : %%6647 / 03b..l 8080086- D81 797 soe 86

ubud main road, phone _ 0361 975364

EDISI I1JANUARI 2011

ansma

a

Edisi Januari I Tahun 2011 Http://www.kharismamadani.com; E-mai1:kharismamadani@gmai1.com

Dlrj GELAPLAH IERAII 'erl~hat

3 Januari 2011, sa at bulan mati di sasih ke pitu, masyarakat Bali merayakan Siwa Ratri. Salah satu rujukan pelaksanaan Siwa Ratri ini dapat dibaca dalam sebuah kekawin yang sangat indah yang diperkirakan ditulis antara tahun 1466-1478 M oleh Mpu Tanakung dengan judul Siwa Rartri Kalpa. Lewat tokoh Lubdaka, sang pem bu r u , M pu Ta na ku ng membawa pembacanya menuju pergulatan batin dari gelap menuju terang.

Lubdaka, sang pemburu sekaligus sang guru mengajak penikmat kekawin untuk menuntaskan perburuan dalam hidup ini yaitu perburuan pencerahan spiritual yang dimulai dari awidya hingga keliaran nafsu binatang yang memenuhi pikiran kita bisa dilenyapkan sebelum kita mendaki ke tingkatyang lebih tinggi untuk bertemu dengan siwa, sang pencerah atau tujuan utama dalam hidup.

Dalam kamus Jawa Kuna yang ditulis oleh Zoetmulder, kata siwa memiliki arti kesejahteraan atau kemakmuran sementara kata ratri diartikan sebagai malam. Siwa tampaknya menjadi kata penanda yang dapat bermakna siang, kesadaran, cinta kasih, kebajikan, kebenaran, tanpa kekerasan, kedamaian, kebahagiaan, dan segala yang dipandang berni/ai luhur lainnya sementara Ratri adalah kata penanda untuk makna, kealpaan, kebencian, kekerasan,

» Selengkapnya baea hal.13

MOTOR

:z:

E

=-

SEIAGAI SALAH SATI PILAR EIONOMI NASIONAL dan SEIAGAI SEIIAH IADAN ISAHA PADAT KARYA DAN IN

5 ebagai salah satu pilar ekonomi nasional Indonesia, selain BUMN dan Badan Usaha Swasta, Koperasi sudah sepantasnya mendapat tempat dan pemberlakuan yang sama dalam hal Pengelolaan dan Management, baik oleh para pelaku Koperasi itu sendiri maupun dari pihak-pihak lain yang terkait. Melihat perkembangan perkoperasian di Indonesia yang tertatih-tatih, baik karena prilaku pelaku-pelaku (wirakop-wirakop ) itu sendiri maupun dari cara pandang masyarakat klta, yang kadang masih melihat Badan Usaha Koperasi itu dengan pandangan sebelah mata saja. Terbukti dari prilaku dari pada pelaku koperasi dan masyarakat dalam membangun dan mengembangkan Koperasi itu sendiri. Selain dari sisi permodalan, ada beberapa hal yang memprihatinkan dan perlu

PERA

perusahaan atau organisasi desa (banjar), sehingga koperasi menghadapi kesulitan dalam berkembang, karena harus berlindung dibawah payung hukum dan peraturan-peraturan organisasi itu sendiri, disisi lain Koperasi itu sendiri sudah mempunyai badan hukum tersendiri (AD/ART), yang mana tidak perlu berlindung dibawah payung organisasi lain. Jika Koperasi dalam kondisi seperti ini ada kecendrungan peran organisasi tersebut akan lebih dominan dalam mendikte keberadaan Koperasinya.

Karena itu jangan salahkan Koperasinya kalau harus berjalan sangat lambat.

3. Keterbatasan

Pemerintah dan Gerakan Koperasi (Dekopinda/wil) dalam mensosialisasikan perkembangan Perundangundangan dan peraturanperaturan pemerintah yang mengatur tentang perkoperasian, sehingga masyarakat perkoperasian belum merasakan adanya keleluasaan kepada koperasi untuk berusaha dan melakukan

diperhatikan dalam pegembangan dan pencitraan koperasi diantaranya;

1. Fasilitas (sarana dan prasana) Koperasi masih tergolong sangat banyak yang memprihatinkan, mulai dari menyediakan sebuah kantor koperasi, kadang cukup hanya satu ruangan yang sangat memprihatinkan (kadang di sebuah Garase), dengan satu meja, dan beberapa alat tulis dan 2 orang pegawai, dengan system dan management serta standard-standard laporan yang sangat sederhana sekedar untuk memenuhi sebagai sebuah lembaga perkoperasian (unit SP) tanpa mencantumkan ana lisa rasio dan management resiko sebagaimana layaknya lembaga

keuangan

yang profesional, apalagi sampai ke tingkat penggunaan informasi teknologi yang zaman sekarang sangat dibutuhkan untuk effiensi kerja dan tingkat akurasi data, tentu sangatlah jauh.

2. Masyarakat pad a umumnya masih melihat Koperasi sebagai satu sarana atau kepanjangan dari sebuah organisasi, misalnya organisasi karyawan suatu

» Bersambung ke hal.14

2

Kharisma Madani

BERBAGI KESEMPATAN MEIUIU MASYARAKAT MADAII

Om Hyang Widhi Penguasa Alam dan Jagat Raya, Puji syukur kupanjatkan kehadapanMu atas rahmat dan IindunganMu sehingga tabloid yang sederhana ini dapat rampung sesuai dengan harapan kami.

Diawali dengan sebuah pemikiran sederhana guna dapat secara inten berkomunikasi dengan Anggota dan Calon Anggota KSU Kharisma Madani agar mereka mengetahui perkembangan kinerja koperasinya baik itu

Putu Sumedana W.

Ketua,

mengenai laporan keuangan serta seluruh masyarakat yang ataupun laporan manajemen, juga tel a h men d u k u n g dan kami berharap dapat berbagi be r par tis i pas ida I a m informasi tentang berbagai hal membesarkan KSU Kharisma yangkamirangkumdalamsebuah Madani. Serta memberi tulisan sederhana dengan kesempatan dan kepercayaan mengambil tema sesuai visi KSU kepada kami, untuk berbuat dan Kharisma Madani yaitu "unggul men gab did ida I a m n y a . dalam BISNIS dan SPIRITUAL". Terimakasih juga saya sampaikan Harapan kami semoga tabloid ini kepada The Dream Team, bisa memberi arti dan bermanfaat Pengawas, Pengurus, Pengelola bag i kit a s emu a sec a r a dan Tim Konsultan KSU Kharisma berkesinambungan. Madani yang telah dengan setia

Bagaimana seseorang mendampingi saya. Terimakasih mengucapkan terimakasih, bila yang mendalam kepada Prof. DR. I ada begitu banyak hal dan orang Ketut Rahyuda, SE. MSIE. yang yang harus diberi ucapan itu? telah dengan sabar membimbing Tabloid ini adalah salah satu saya. tanpa beliau, saya pasti bentuk ucapan terimakasih kepada sudah tersesat. Juga kepada seluruh anggota, calon anggota segenap Tim Redaksi dan semua

komponen yang telah membantu terbitnya tabloid bulanan edisi I Kharisma Madani ini

Akhir kata , tabloid ini kami persembahkan kepada para anggota, calon anggota dan masyarakat umum dimanapun berada untuk berbagi informasi, kesempatan dan peluang yang ada. Semoga tabloid ini bisa mewakili apa yang menjadi motto kami "Berbagi Kesempatan Menuju Masyarakat Madani".

Om Swastyastu,

Sesanthi angayu bagia kita panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang maha Esa, atas Asung Kertha WaranugrahaNya kita semua selalu diberikan kesehatan, dapat melaksanakan karsa dan karya sesuai bidang tugas kita masingmasing.

Saya menyambut baik dan mendukung prakarsa pengurus koperasi Kharisma Madani menerbitkan Tabloid yang diberi nama KHARISMA MADANI Media Komunikasi Bisnis dan Spiritual ini, mengingat peran media sangat besar manfaatnya dalam

SAMBUTAN

KEPALA DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH PROVINSI BALI

menyebar luaskan informasi sekaligus sebagai alat control sosial masyarakat terhadap pembangunan baik yang dilakukan oleh pemerintah, swasta maupun swadaya masyarakat. Melalui tabloid ini, akan diperoleh informasi tentang kinerja pengurus, pengelola koperasi bagi anggotanya dan dapat digunakan sebagai media promosi untuk meningkatkan citra koperasi Kharisma Madani pada khususnya dan citra koperasi pada umumnya.

Berdasarkan data per 30 Juni 2010, jumlah koperasi di Provinsi Bali mencapai 3.968 unit, 3.594 aktif, 374 tidak aktif, jumlah anggota 885.699 orang, manager 1.563 orang, karyawan 15.723 orang dengan volume usaha sebesar Rp. 6,6 triliun (enam koma enam triliun rupiah). Dengan demikian, koperasi mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi pengangguran di Bali. Untuk itu saya turut berbangga karena koperasi Kharisma Madani

ikut memberikan andil di dalamnya dan salut memasuki usianya yang kelima telah menjadi badan usaha yang besar dimana keberadaannya sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi anggotanya, gerakan koperasi, masyarakat, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pemerintah Provinsi Bali.

Koperasi sebagai soko guru perekonomian rakyat dalam menghadapi era globalisasi, dituntut dapat memberdayakan diri dengan membuat terobosan dan motivasi baru melalui optimalisasi sumberdaya yang ada, sehingga mampu bersaing dengan pelaku ekonomi perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

Sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, Saya mengharapkan koperasi Kharisma Madani bisa bersinergi dalam membangun jejaring usaha dengan lembaga keuangan lainnya dengan tetap mengedepankan prinsip koperasi sebagi gerakan

ekonomi rakyat berazaskan kekeluargaan dan mengedepankan sistem management yang professional, sehingga koperasi Kharisma Madani akan semakin kokoh dan kuat serta mampu berperan dalam menggerakan roda perekonomian masyarakat Bali guna mendukung terwujudnya Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera (Bali MANDARA) dan dapat menjadi teladan bagi bangkitnya gerakan koperasi dalam rangka menuju Bali sebagai Provinsi Koperasi.

Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa melimpahkan karuniaNya dan menuntun kita ke jalan yang benar dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.

Sekian, terima kasih.

Om Shanti, Shanti, Shanti, Om.

Kepala Dinas

Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali

I Dewa Nyoman Patra, SH.MH

Diterbitkan oleh: KSU Kharisma Madani Badan Hukum No.36/BH/DISKOP.PKM/IV/2006 - Pembina: Prof. DR. 1 Ketut Rahyuda, SE, MSIE. - Pemimpin Umum : Putu Sumedana Wahyu - Pemimpin Redaksi : Gede Sumartana - Redaktur Pelaksana : Dudik Mahendra

- Redaksi : Nyoman Sarna, SE, Kecuk Priambada, Dudik Mahendra, Nyoman Bruno - Desain Graphis & Layout: Kadek Suta Giri, Oka Yudi

- Photografi : Nyoman Sudarma, SE - Keuangan : Ir. 1 Made Sukarta - Administrasi : Putu Sri Mulyani, SE

Kantor Redaksi & Periklanan : KSU Kharisma Madani KCP Pakerisan

Alamat Redaksi: Jln. Bedugul No.1XX Sidakarya - Denpasar Selatan Telp:(0361) 727734 Email: kharismamadani@gmail.com

Kharisma Madani

15

Serangkaian dengan perayaan HUT yang ke-5 KSU Kharisma Madani melakukan kegiatan sosial donor darah yang dipimpin langsung oleh ketua umum Putu Sumedana Wahyu. Kegiatan ini melibatkan krama Sesetan yang mendukung dengan antusias.

IEMBANGUN ENERGI POSITIF

MElAlUI KEGIATAI DOlOR DARAH

donor darah. Kita semua berdoa dan Kantor Pusat KSU Kharisma Madani JI. Raya Sesetan 371 Denpasar mulai pukul 10.00 WIB. dibantu oleh PMI Kota Denpasar. Peserta melibatkan semua pengelola dan pengurus serta beberapa orang dari masyarakat dan pendiri. Jumlah peserta donor sebanyak ... orang. Mengingat kegiatan ini akan dilakukan secara berkesinambungan minimal setiap tahun sekali, maka tentu untuk kegiatan donor berikutnya diharapkan pesertanya akan semakin banyak, sehingga posisi PDDI unit Kharisma Madani akan semakin bermakna khususnya bagi kepentingan Keluarga Besar Kharisma Madani dan juga masyarakat pada umumnya. Adalah suatu kebanggaan bagi kami bila dapat berbagi kesempatan untuk menuju masyarakat madani.

Ditengah-tengah upaya Pengurus dan Pengawas bergelut dalam kegiatan usaha (bisnis) yang cukup melelahkan, KSU Khariama Madani juga tidak mau kehilangan momentum untuk dapat berbagi kesempatan dalam kegiatan kemanusiaan dalam bentuk donor darah. Hal ini sesuai dengan salah satu misi KSU Kharisma Madani yaitu menjadikan Kharisma Madani berbudaya madani yang berpegang teguh pada etika, moral dan spiritual dengan tujuan turut serta menciptakan iklim budaya madani

berharap selalu diberikan kesehatan, namun kita tidak dapat memprediksi akan datangnya musibah. Karena itulah sejauh Kharisma Madani bisa berbuat, tentu akan dilakukan yang terbaik. Meskipun untuk menuju

yang terbaik jalannya sangat tidak berkesinambungan, maka Pengurus mudah. Dukungan segenap Keluarga KSU Kharisma Madani berkoordinasi Besar Kharisma Madani mulai dari dengan PMI Kota Denpasar Penasehat, Pengawas, Pengurus, membentuk wadah kegiatan Pengelola, Anggota, Nasabah dan Per him pun anD 0 nor Dar a h Mitra Kerja serta masyarakat sekitar Indonesia (PDDI) Unit Kharisma untuk segera ikut bergabung dalam Mad ani, y a n g man a keanggotaan PDDI Kharisma Madani kepengurusannya disahkan oleh tentu akan memberi nilai positifbagi Pengurus PDDI Kota Denpasar. kelangsungan kegiatan kemanusiaan Terbentuknya PDDI Kharisma ini.

Madani diharapkan dapat

bagi keluarga besar Kharisma Madani, yang berpegang teguh pada etika, moral dan spiritual yang bermartabat , tangguh dan sehat, sehingga dapat memberikan energi positif bagi segenap Keluarga Besar Kharisma Madani.

Pengurus KSU Kharisma Madani memandang kegiatan seperti donor darah disamping bentuknya sangat mulia untuk kegiatan kemanusiaan, juga mengandung unsur spiritual yang sangat tinggi. Guna menunjang kegiatan donor darah ini secara

menjembatani persoalan yang mungkin akan dihadapi oleh Keluarga Besar Kharisma Madani yang terkait nantinya dengan urusan

Untuk tahap awal pelaksanaan donor dikaitkan dengan HUT V KSU Kharisma Madani yang pelaksanaannya dilakukan pada tanggal 8 Januari 2011 bertempat di

Ketut Resmi Yasa, Sf, anggota Dewan Kota Denpasar turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah

EDISI I1JANUARI 2011

Kharisma Madani

Kharisma Madani

14

3

KOPERASI ...

KOPERASI KHARISMA MADANI

IE.BINA HUBUNGAN BERDISIRUN IEPERelYUN IISYIRAUT

anggota/calon anggota dan masyarakat sekitar dengan menjadikan KSU Kharisma Madani sebagai lembaga yang padat karya serta menciptakan Wirakop-Wirakop yang handal dan profesional sebagai partner kerja KSU Kharisma Madani guna tercapainya kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik. Turut serta menciptakan iklim Budaya Madani bagi keluarga besar KSU Kharisma Madani, yang berpegang teguh pada etika, moral dan spiritual yang bermartabat , tangguh dan sehat, sehingga dapat memberikan energi positif bagi segenap keluarga besar KSU Kharisma Madani.

kebelakang, Perkembangan koperasi dewasa ini boleh dikategorikan cukup menggembirakan. mulai dari pemberlakuan UU tahun 1915, 1927, 1933 dan 1949, sa at itu Koperasi hanya sebatas mengatur tatanan Kelembagaan dan Pengesahan Badan Hukum oleh Pemerintah. Selanjutnya mulai pemberlakukan UU tahun 1958, 1965 hingga UU No. 12 tahun 1967, sudah terlihat adanya perbaikan khususnya dari sisi permodalan dan usaha, tetapi ruang gerak masih sangat terbatas. Selanjutnya dengan pemberlakuan UU No. 25 tahun 1992 berikut dengan peraturanperaturan pemerintah lainnya, Koperasi kembali mendapatkan nuansa baru untuk menunjukan jati dirinya dalam kancah percaturan ekonomi nasional. Sedemikian seriusnya pemerintah saat ini untuk mengupayakan keberadaan Koperasi agar benar-benar dapat berposisi sebagai soko guru perekonomian nasional memberikan keyakinan kepada kita sebagai gerakan koperasi untuk berkreatifitas dan berinovasi dalam mengembangkan Koperasi. Koperasi juga memiliki potensi yang sangat besar sebagai pelaku usaha yang Padat Karya.

Untuk memberikan pembelajaran kepada kita semua khususnya kepada pencinta, pelaku dan pengamat koperasi, kita akan mencoba mengkaji secara lebih mendalam implementasi kegiatan perkoperasian melalui tinjauan terhadap potensi koperasi yang dijalankan oleh KSU Kharisma Madani, sebagai salah satu koperasi yang notabene usianya relatif muda tapi telah mampu menunjukan keberadaannya ditengah-tengah masyarakat.

tanggal 23 Pebruari 2006 dibuat dihadapan Notaris Tutuk Ekarini, SH dan telah berbadan hukum Koperasi No. 36/BH/DISKOP.PKM/IV/2006, Ta ngga I 20April 2006. Berangkatdari sebuah ide sederhana dalam mendirikan KSU Kharisma Madani yang dilandasi dengan integritas dan competency dari para pendiri dan pengurus serta pengelolanya, membangun sebuah koperasi berbasis pelayanan Service of Excellence, serta mempunyai kepentingan bersama untuk ikut membangun wilayah ini, khususnya dibidang perekonomian kerakyatan dan mental spiritual. Diawali dengan modal yang relatif sangat kecil yaitu sebesar Rp. 28.000.000,- tentunya tidak sedikit persoalan yang dihadapi pengurus dan pengelola pada tahap awal . Tapi dengan berbekal kebulatan tekad dan keyakinan, maka secara perla han tapi pasti pencapaian tujuan dan sasaran yang telah direncanakan dapat dicapai dengan sangat menggembirakan. Dalam perjalanannya, ada tiga hal yang menjadi keunggulan KSU Kharisma Madani, diantaranya adalah Sumber Daya Manusia, Management dan Sumber Daya Tekn%gi, yang kesemuanya dibungkus dalam satu sistem besar, dengan pemahaman spiritual yang terpadu dan mengakar dalam pengelolaan dan pengendaliannya.

operasionalnya, sehingga terwujud pengelolaan koperasi yang sehat dan mantap melalui sistem pengelolaan yang professional. SOM mengatur tentang Standar Manajemen Kelembagaan, Standar Manajemen Usaha, Standar Manajemen Keuangan Koperasi. Dengan diterapkannya SOM, maka sangat memudahkan bagi Manajemen untuk melakukan inovasi baik dari * sisi pengembangan usaha, penataan kelembagaan dan sistem keuangan. Kedepan KSU Kharisma Madani menerapkan konsep kemitraan yang disebut program Segitiga Mitra Madani. Dalam hal ini memadukan tiga kekuatan besar, diantaranya KSU Kharisma Madani sebagai Lembaga Profesional, Investor dan Local Genius/Local People. Program Segitiga Mitra Madani diharapkan dapat mempercepat mewujudkan masyarakat madani dengan jangkauan wilayah yang lebih luas.

» Sambungan dari hal. 1

aktivitas, sehingga masih tercipta paradigma seolah-olah Koperasi di Anak Tirikan .

4. Kurangnya pemahaman dari wirakop-wirakop dalam mengelola Koperasi sebagai lembaga keuangan (unit SP) sebagai pengelola keuangan anggota dan masyarakat. Pelaku koperasi (baik Pengurus dan Pengelola) sering menganggap dan mengidentifikasikan pengelolaan sebuah koperasi sama dengan mengelola sebuah warung kelontong atau countercounter lainnya. Hal ini akan menimbulkan masalahmasalah yang sangat besar kedepannya, baik dalam management maupun laporanlaporan standar akuntansi.

Oleh : Prof. DR. I Ketut Rahyuda, SE, MSIE

(masyarakat) juga berhubungan positif dengan keinginan untuk membayar lebih karena masyarakat sudah sangat percaya terhadap kualitas layanan jasa maupun kualitas produk (jika ada) yang ditawarkan oleh koperasi. Nilai kepuasan akan menjadi cikal bakal tingkat kepercayaan masyarakat sehingga mereka menjadi pelanggan yang loyal, bahkan dengan mendapatkan nilai kepuasan yang lebih baik atas hubungan kepercayaan itu (relation marketing) maka mereka akan menyebarkan informasi yang menyenangkan (favorable word of mouth) dalam jangka panjang.

(maupun putri kerajaan kecil yang diingininya) maka sang Raja tidak segan-segan untuk menjadikan istri, permaisuri bahkan tidak jarang sebagai selir sang Raja. Sampai suatu ketika sang Raja kecele atas keputusan prilakunya adalah memutuskan menikah dengan salah satu putri Champa. Berhubung sang putri sangat cantik dan molek, sang raja dielus dan lupa dalam dekapan gelora nafsu, akhirnya lahir seorang anak durhaka, memaksa kekuasaan sang Raja direbut (dikudeta) anak durhaka. Akibat atas semua prilaku sang Raja merupakan klimaks kekuasaan Raja besar dan sekaligus menjadi penyebab tenggelamnya kerajaan Majapahit itu.

Prilaku Raja Majapahit, merupakan aksi kekuasaan tanpa perhitungan yang cerdas terhadap berbagai aspek sosial lainnya. Relevansi terhadap kemampuan kekuasaannya sang Raja adalah sebagai modal sosial yang dipertautkan dengan perluasan kekuasaan sekaligus digunakan sebagai daerah jajahan untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan utama yang ingin dicapai adalah tujuan status kekuasaan dan tentu

Sasaran:

Mampu mencapai target usaha yang tertuang dalam Rencana Kerja Pengurus sebagaimana yang diamanatkan oleh rapat anggota

f(C'ULIUH H'U,I\CC.",y YI\Y"

menjadi assets yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas kepuasan nasabah/ masyarakat. Kepuasan adalah evaluasi secara keseluruhan atas tingkat kepercayaan mayarakat, konsumen maupun pelanggan terhadap kinerja suatu lembaga (koperasi). Kepuasan merupakan hal yang sangat penting dimata seorang pemasar- koperasi. Bila pelanggan merasa puas maka diyakini akan bersedia melakukan pembelian ulang atau datang kembali ke koperasi untuk melakukan transaksi dikemudian

Sumber Daya Teknologi KSU tahunan. Kharisma Madani. Guna menjamin

akurasi, efektifitas dan efesiensi, Sampai saat ini bentuk usaha yang penerapan teknologi informasi sud a h dan d a I a m up a y a bukan lagi menjadi barang baru pengembangan antara lain;

dewasa ini. Tapi pemberlakuan * Divisi Simpan Pinjam, yang sistem on line bagi koperasi boleh sampai sa at ini baru memiliki kantor j a dis e sua t u ya n g per I u Cabang Utama Sesetan dan Dua diperhitungkan, mengingat investasi Kantor Cabang Pembantu yang untuk pengadaan sistem on line masing-masing beralamat:

tidaklah kecil. Tetapi bagi KSU KantorCabangUtama:

Kharisma Madani hal ini menjadi Jln. Raya Sesetan 371, Denpasar sangat penting untuk dilaksanakan, Selatan, Telp : (0361) 262473, men gin gat pen gel 0 I a a n 236791

operasionalnya di tiga (3) Kantor, Kantor Cabang Pembantu Unagi:

Cabang Utama dan dua Kantor Komplek Pertokoan Sedana Teras Cabang Pembantu ditambah dengan Dewata Kav. NO.30 Jln. Gunung beberapa unit aktivitas lainnya. Soputan, Denpasar Barat,

Dengan pengembangan teknologi Telp : (0361) 499088

akan sangat memudahkan bagi Kantor Cabang Pembantu manajemen untuk melakukan Pakerisan : Jln.Bedugul No.1 ekspansiusaha. Sidakarya - Denpasar Selatan

Telp:(0361) 727734 Adapun Visi, Misi, Tujuan dan Website:

Sasaran KSU Kharisma Madani http://www.kharismamadani.com/

adalah; Email:kharismamadani@gmail.com

Visi : Unggul Dalam Bisnis dan

Spiritual

Dengan melihat dan memperhatikan permasalahan diatas, pertanyaannya, apa yang bisa kita lakukan untuk menjadikan Koperasi itu benar-benar menjalani fungsinya sebagai salah satu pilar ekonomi nasional? Agar koperasi itu betul-betul menjadi sebuah badan usaha yang mandiri dan berkesinambungan dalam membangun usaha berbasis ekonomi kerakyatan, dan menghindari wacana-wacana yang sering terlontar terhadap beberapa koperasi yang sa at ini sebagai sebuah mahluk Hidup segan Mati pun tak mau. Jawabannya ada pada kita sebagai wirakop-wirakop dan pecinta koperasi, serta semua instansi yangterkait.

Belajar dari bagaimana

pengelolaan dan management koperasi dari masa lalu hingga dewasa ini. Banyak hal yang kita bisa petik pelajarannya untuk memikirkan hal-hal penting, tentang bagaimana cara pengelolaan dan pencitraan koperasi kedepannya. Kalau kita flashback (putar balik) jauh

Katakunci:

Relation marketing, tingkat kepuasan, /oyalitas dan kepecayaan masyarakat

mengharapkan keuntungan material atas jajahan yang telah terbentuk. Dalam ilmu marketing, daerah jajahan adalah merupakan domain kekuasaan pasaryang akan menjadi bagian/share pasar atas produk dan atau jasa yang ditawarkan kepada masyarakat sasaran pada periode tertentu. Sedangkan potensi pasar yang didapat adalah permintaan nyata masyarakat terhadap produk dan atau jasa. Besar potensi pasar itu

adalah merupakan kepercayaan masyarakat (boleh baca nasabah) atas nilai pasar sasaran yang telah terjadi. Bila pemahaman ini dikaitkan dengan kekuasaan sang Raja maka berarti sang Raja Majapahit ternyata sudah melakukan fungsi ganda yaitu dua kekuatan dasyat yang dikolaborasi sebagai kualitas jati diri sang Raja,

PENDAHULUAN

Doeloe, Pangeran Brawijaya (seorang raja besar majapahit) mengadakan perluasan daerah (baca. menjajah) sambil mengadakan ikatan hubungan kemitraan dengan daerah bahkan bangsa lain di luar Kerajaan Nusantara. Bila ditemukan ada

Sumber Daya Manusia Kharisma Madani, konsepnya adalah Pemberdayaan Local Genius. Dimanapun KSU Kharisma Madani membuka cabang, sangat diprioritaskan masyarakat setempat untuk ikut terlibat didalamnya. Hal ini tentu sangat sejalan dengan prinsip koperasi dan Visi KSU Kharisma Madani. Dengan adanya kematangan dalam perhitungan penetapan hak dan kewajiban, KSU Kharisma Madani mampu untuk menerapkan sistem padat karya, artinya mampu menampung ka ryawa n se ba nya k-ba nya knya dengan kompensasi yang tergolong Misi:

cukup memadai karena sudah * Menjadikan KSU Kharisma

diatas upah minimum yang berlaku. Madani unggul dalam bisnis

Sampai saat ini jumlah Sumber Daya berbasis ekonomi kerakyatan

Manusia yang terlibat didalamnya yang transparan, cerdas, inovatif

sudah mencapai hampir 70 orang dan berdaya saing tinggi.

yangtersebarbarudi KantorCabang * Menjadikan KSU Kharisma

Utama dan dua Kantor Cabang Madani sebagai lembaga yang

Pembantu. Dan kedepannya sudah mampu mewujudkan pola

dalam persia pan untuk pembukaan kemitraan dengan menciptakan

kantor-kantor cabang baru yang wirakop-wirakop yang handal

akan tersebar di wilayah Bali dan padat karya sekaligus

khususnya di wilayah Denpasar, sebagai sandaran untuk

Badung, Gianyar dan Tabanan mewujudkan kesejahteraan bagi

(SARBAGITA). lembaga, karyawan, pengurus, anggota dan masyarakat. Menjadikan KSU Kharisma Madani berbudaya Madani yang berpegang teguh pada etika, moral dan spiritual.

hari. Kepuasan pelanggan wanita molekpadawilayahjajahan

~~ Selengkapnya baca hal.13

SAMBUTAN

LURAH SESETAN

SEKILAS TENTANG KSU KHARISMA MADANI

Kharisma Madani adalah sebuah Koperasi Serba Usaha (KSU), didirikan pada tanggaI 13 Januari 2006 oleh 41 orang anggota pendiri dengan Akte Pendirian No.5,

perekonomian masyarakat sebagai bentuk dukungan atas program Pemerintah Kota Denpasar, segenap jajaran KSU Kharisma Madani mengakomodasikan dalam wadah koperasi. Keterlibatan seluruh komponen Kharisma Madani saling bahu-membahu untuk mewujudkan cita-cita mulia tidak hanya terkonsentrasi pada sektor ekonomi, tapi sekaligus secara inovatif berani menjadi corong informasi positif kepada masyarakat luas terhadap nilai-nilai budaya luhur serta potensi yang ada di Sesetan. Media informasi yang terangkum ke dalam sebuah tabloid Kharisma Madani memberikan wahana dan ruang informasi kepada anggota khususnya dan masyarakat luas umumnya.

Selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan atas terbitnya tabloid Kharisma Madani. Dukungan penuh kami sampaikan semoga tetap eksis. Tetap berkarya dan lakukan swadharma sebagai kewajiban Dharma.

Om Shanti, Shanti, Shanti, Om

Unit Pelayanan Masyarakat (UPM), membantu anggota/calon anggota dan masyarakat sekitar dalam hal pelayanan jasa pembayaran rekening listrik, telpon, PDAM, pengurusan SIM, Samsat STNK, Jasa Pemungutan Sampah Rumah Tangga.

Divisi Pengembang/Property, bekerjasama dengan CV Sarana Kreasi.

Divisi Tour & Travel, bekerjasama dengan BMB Tour khususnya dalam Jasa Pelayanan Perjalanan Ibadah Divisi Media, yang diawali dengan Unit Tabloid.

Sambungan hal.4

Mengenal Jenis-jenis Pengikut. ..

Anda pada kontinuum sebelah kanan

Pendekatan yang (ie. activists da n diehards) d ita war k a n 0 I e h merupakan karakteristik yang Kellerman tersebut paling menguntungkan bagi memberikan suatu pemimpin karena mereka p e m a ham a n bag i memiliki pengikut yang sangat pemimpin mengenai loyal, namun pemimpin tetap apa-apa saja tipe-tipe harus berhati-hati dengan pe ngi kut (follower) loyalitas ini karena mereka justru d a I am 0 r g ani s a s i. mampu menjadi bumerang bagi Berdasarkan beberapa si pemimpin. Di tengah-tengah penelitian, kontinuum kontinuum terdapat pengikut sebelah kiri, yang terdiri participants yang memiliki dari karakteristik isolates loyalitas untuk berpartisipasi dan by s tan de r s, terhadap kebijakan-kebijakan merupakan karakteristik yang dibuat oleh pemimpin, dan ya n g k u ran g secara aktif memberikan menguntungkan bagi masukan bagi pemimpin apabila pemimpin maupun terdapat kejanggalan pada organisasi, karena kebijakanyangdibuat.

mereka tidak mau ambil

bagian pada situasi yang

sedang terjadi dalam

organisasi. Sedangkan

Made Sukarata, SE, MSi Kepala Kelurahan Sesetan

Om Swastiastu,

Puji pangastuti kami haturkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yang telah menganugrahi seberkas sinar suci pencerahan kepada segenap pengurus dan seluruh anggota KSU Kharisma Madani. Berlandaskan pada pemikiran sederhana penuh arti dan ditopang dengan semangat rasa kebersamaan berani mencoba sesuatu yang kecil penuh makna bagi masyarakat Sesetan khususnya.

Semangat kebersamaan (rasa mesasahan) serta didukung dedikasi dan jiwa pengabdian yang tinggi kepada Sesetan, terutama dalam upaya meningkatkan derajad

Manajemen KSU Kharisma Madani * sudah menerapkan Pedoman Standar Operasional Manajemen (SOM) sebagaimana Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Tujuan:

Nomor : 96/Kep/M.KUKM/IX/2004. * Membangun dan menumbuh

Meskipun dalam tujuannya SOM kembangkan bisnis ekonomi

dibuat khusus untuk Koperasi kerakyatan yang transparan dan

Simpan Pinjam/UnitSimpan Pinjam, acountable dengan selalu

tapi dalam implementasinya juga melakukan inovasi guna

dapat diterapkan untuk manajemen mengembangkan peluang usaha

koperasi secara umum. SOM dibuat yang berdaya saingtinggi.

untuk memberikan panduan bagi * Mampu menyediakan akses

Pengurus dan pengelola dalam seluas-Iuasnya khususnya

men j a I a n k a n keg i a tan kepada pengelola, pengurus,

Dan masih banyak hal dan divisi yang bisa dibangun dan dikembangkan untuk pencitraan Koperasi di masa-masa mendatang.

Selamat bekerja dan ber-Inovasi para wirakop-wirakop dan pencinta Koperasi.

Sukses I!!!!

EDISI I1JANUARI 2011

4

Kharisma Madani

13

MENGENAL JENI5-JENIS PENGIKUT (FOLLOWER)

Pemimpin (leader) dan pengikut (follower) merupakan dua unsur penting yang harus ada pada setiap organisasi. Anggota organisasi tidak akan mampu mencapai tujuan organisasi tanpa mempunyai pemimpin. Sebaliknya, pemimpin tanpa pengikut juga tidak akan mampu menggerakkan roda organisasi secara optimal.

Sejauh ini praktisi telah banyak membicarakan tentang konsep-konsep pemimpin (leader), dan mengabaikan pentingnya memahami karakteristik pengikut (follower). Memahami karakteristik pengikut (followership) membantu pemimpin untuk mengidentifikasi siapa pengikutnya, dan mengembangkan cara yang efektif untuk mengoptimalisasi pengikutnya. Sedangkan

manfaat bagi pengikut, baik formal (eg. pegawai dalam suatu organisasi) maupun informal (eg. secara sukarela mengikuti seorang pemimpin informal) adalah diharapkan mampu memetakan dirinya dalam organisasi, dan mengembangkan langkah-Iangkah apa yang harus dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan visi dan misi pemimpinnya.

AGUS GANESHA, SE, MT

Artike, ini mencoba menjelaskan tipe-tipe pengikut yang harus diketahui oleh seorang pemimpin dalam organisasi. Artikel ini mengembangkan pendekatan yang diajukan oleh Barbara Kellerman pada tahun 2008, dimana ia mengembangkan sebuah kontinuum yang terdiri dari lima titik untuk menggambarkan karakteristik pengikut, lima titik tersebut yaitu: isolates, bystanders, participants, activists, dan diehards.

5 Karakteristik Pengikut

Pengikut berkarakter isolatif (Isolates)

Pengikut isolatif merupakan pengikut yang tidak mengetahui

sama sekali tentang kejadian yang terjadi dalam organisasi, tidak peduli, dan memberikan respon yang acuh terhadap pemimpinnya. Fokus mereka hanya pada deskripsi kerja mereka ijob description), tanpa peduli akan mampu tidaknya rekan sekerja mereka mengerjakan hal yang sama, atau tanpa peduli apakah hasil akhir dari pekerjaannya.

Tipe pengikut seperti ini sangat gampang menghilang dari pusat perhatian, utamanya di organisasi besar, dan berimplikasi pad a susahnya si pemimpin mendeteksi keberadaannya. Implikasi positif dari pengikut isolatifadalah para pemimpin akan merasa nyaman dengan dukungan mereka karena mereka berpihak pada kondisi status quo (ie. mendukung siapa saja yang diposisikan sebagai pemimpin). Implikasi negatif dari keberadaan pengikut berkarakter seperti ini adalah pasifnya dukungan yang didapatkan pemimpin, menurunnya semangat kerja anggota organisasi lainnya, maupun tertahannya laju peningkatan kinerja organisasi.

Pengikut berkarakter penonton (Bystanders)

Pengikut seperti ini berkarakteristik freerider (ie. menikmati situasi tanpa ikut berpartisipasi), tahu mengenai

kejadian yang sedang berlangsung, namun tidak termotivasi untuk berpartisipasi didalamnya. Perbedaan signifikan dengan pengikut isolates adalah mereka tahu apa yang terjadi dalam organisasi, persamaannya adalah mereka tidak peduli, atau tidak mau ikut campur.

Pengikut yang berkarakteristik bystanders berusaha bergerak dibawah radar pemantauan dan jarang mau muncul ke permukaan, sehingga juga sulit untuk dideteksi. Keuntungan yang diperoleh dari pengikut bystanders adalah berjalannya strategi pemimpin oleh karena pengikut seperti ini biasanya mengikuti apapun yang diperintah oleh pemimpin. Namun dampak negatifnya adalah pemimpin gampang merasa kecewa karena komitmen bystanders yang rendah. Selain itu, mereka juga sering menurunkan semangat kerja para koleganya oleh karena perilaku yang mereka tunjukkan.

Pengikut berkarakter partisipan (Participants)

Pengikut ini merupakan tipe pengikut efektif. Posisi para pengikut ini terdiri dari dua jenis, yaitu mendukung secara penuh posisi si pemimpin berdasarkan kebijakan yang dibuat, atau

Dengan mengenali jenis-jenis pengikut disekelilingnya, seorang pemimpin akan mampu menempatkan pengikut yang ada pada tugas yang tepat, sehingga si pengikut dapat menggunakan seluruh kemampuannya secara maksimal.

Kharisma Madani

KSU. KHARISMA MADANI ...

Sambungan hal. 3

karena pemimpin mampu mengamankan kebijakankebijakannya dari serangan pihak oposisi. Biasanya pengikutpengikut berkarakter activists selalu berada di lingkar dalam si pemimpin, dan jumlahnya tidak terlalu banyak.

yaitu kekuatan kekuasaan dan kualitas tingkat kepercayaan masyarakat daerah jajahan maupun sekarang menjadi pasar sasaran (segmen pasar). Atas usaha itu sang Raja sudah mempunyai kualitas diri sebagai pemimpin, tapi guna kepentingan jangka panjang sang Raja agaknya lupa menjaga keseimbangan perpaduan antara kekuasaan dengan kepercayaan yang telah terjadi. Sehingga dalam perkembangan zaman maka tingkat keseimbangan kekuasaan dengan tingkat kepercayaan tidak lagi menjadi optimal maupun harmonis maka bencana telah terjadi dan tidak dapat dihindarkan sang Raja. Bencana apa ? bencana runtuhnya kekuasaan dan kepercataan sang Raja di kerajaan majapahit, Disharmonis antara kekuasaan dan kepercayaan akan mewujudkan gagalnya organisasi. Kegagalan keharmonisan kekuasaan dan kepercayaan dapat menimbulkan bankrut nya perusahaan, termasuk juga hancurnya perkoperasian, usaha bisnis bahkan lembaga sosial maupun perikatan-perikatan kelompok religis. Untuk itu dalam proses kelangsungan usaha jangka panjang dan berkelanjutan maka menjaga dan membina HUBUNGAN BERDASARKAN KEPERCAYAAN adalah sangat dibutuhkan.

Selain memahami teori tentang kepemimpinan, seorang pemimpin besar juga memahami karakter dari para pengikutnya.

Pengikut berkarakter berani mati (Diehards)

Pengikut bertipe diehards merupakan pengikut yang berkarakteristik paling loyal dan konsisten bagi si pemimpin. Mereka sangat dekat dengan pemimpinnya apabila mereka mendapatkan kepuasan, atau malah sebaliknya, sangat termotivasi untuk mendongkel pemimpinnya apabila tidak puas dengan gaya memimpin si pemimpin. Dedikasi mereka tidak hanya ditujukan kepada individu (dalam hal ini pemimpin), atau kebijakannya, namun juga sesuatu diluar hal-hal tersebut yang dirasa pantas dan dapat memberikan kesejahteraan bagi mereka, dan biasanya mereka berani mati untuk mempertahankan yang dibelanya.

Pengikut seperti ini sangat jarang ada di dalam organisasi, dan biasanya pengikutpengikut bertipe diehards muncul pada saat organisasi dilanda situasi konflik, krisis, maupun situasi yang tidak seperti biasanya. Mereka dapat menjadi asset yang sangat berharga bagi si pemimpin karena loyalitas yang dimiliki, namun mereka juga dapat berbalik menjadi sangat berbahaya apabila si pemimpin tidak waspada dengan keinginannya.

Pahami Karakteristik Pengikut

TIDAK KENAL, TIDAK SAYANG DAN TIDAK PAHAM

Pendekatan marketing, mengharuskan manajemen mengenali dan memahami konsep terapan atas kekuasaan dan kepercayaan dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan ruang pasar. Manajemen diharuskan mencari dan mengembangkan pasar (daerah jajahan-doeloe). Kini proses pengembangan pasar dilakukan dengan pendekatan kemitraan, ilmu strategi mengatakan sebagai corporation. Maksud atas pengertian korporasi

adalah proses kemitraan dilakukan dengan melalui pendekatan tiga (3) unsur sebagai indikator keberhasilan yaitu pertama memahami kesetaraan antar pelaku dengan user, bagaimana cara manajemenpengurus memposisikan para pengguna (barang-jasa) sebagai personal! kelompok adalah sama, mempunyai kesempatan dan kepentingan yang sederajat atau kedua belah pihak mempunyai tujuan yang sama walaupun keinginan dan kebutuhan yang berbeda (equality), kedua, para pihak mempunyai etika kebersamaan (bidang usaha koperasi sangat membutuhkan pengetahuan ini) bekerja bersama dan bersama berkerja (cooperation) tidak saling meniadakan melainkan saling memberikan maanfaat bersama. Ketiga apabila para pihak sudah mau bekerja bersama tentu mengharapkan added value (nilai tambah) bagi pengguna maupun dalam hal ini anggota, baik bagi koperasi, anggota koperasi maupun masyarakat. Semua pendekatan ini sudah dikenal dari jaman majapahit sampai dengan jaman modern sekarang ini. Sayang Sang Raja saat itu, kurang didampingi oleh konsultan yang cerdas dan bermoral, padahal kemampuan sang Raja sudah luar biasa baik phisik maupun spritualnya. Arti dari kepemimpinan itu adalah kemampuan menjaga kekuasaan dan kepercayaan rakyat /masyarakat yang tidak seimbang (maafya pak Raja)

Kini mantra menjaga kepercayaan dapat dibaca dalam konsep relational marketing, Morgan and Hunt,(1994 p.22) menyatakan panjang lebar. Secara sederhana dapat disampaikan bahwa menjaga hubungan dengan mengelola secara cermat dan cerdas adalah suatu kewajiban bagi manajemen. Memelihara dan menjaga stabiliatas jaringan

hubungan para pihak yang berkepentingan agar sasaran dan tujuan tercapai. Terutama memdapatkan keuntungan atas keberhasilan kemitraan yang digunakan sebagai media pengikat kepercayaan. Untuk kepentingan koperasi Kharisma Madani, tujuan yang semestinya dicapai adalah melalui proses pembentukan hubungan yang berkualitas antara personal, nasabah atau lembaga terkait dengan para pihak lain baik lembaga sejenis maupun tidak .Unit kegiatan internal pun relation marketing sangat perlu dilakukan guna menjaga irama kerja pengurus, karyawan agar produktivitas unit-divisi bahkan kinerja cabang semakin kuat dan meningkat. Mengikat segala kegiatan unit-divisi maupun cabang usaha menjadi kegiatan kepercayaan guna mencapai tujuan koperasi jangka panjang dan berkelanjutan. Dalam pengertian ini, proses kemitraan ini ditekankan kepada pentingnya jaringan hubungan kemitraan yang erat dengan sejumlah nasabah dan mitra usaha-kunci. Tidak semua nasa bah ataupun mitra kerja menjadi mitra kunci, sehingga untuk mereka yang tidak menjadi mitra kunci maka tidak dikaitkan dalam pembentukan jaringan kerja, walaupun tanggung jawab atas kepentingan dan kepuasan nasabah tetap harus diutamakan. Prinsip dasar dalam menjalin

hubugan kerja ini adalah, manajemen dan pengelola koperasi harus selalu dan tetap mempertimbangkan, memperhitungkan dan memonitor berbagai indikator terpenting yang berkaitan dengan nilai nilai sasaran. Secara konseptual proses itu disebut sebagai leads performance organizationship yaitu secara jangka panjang penciptaan nilai bagi semua pihak (koperasi, anggota, karyawan, pengurus, lingkungan luar yang ikut berpa rtisisi pasi da n ped u I i terhadap pengembangan koperasi dan masyarakat). Berdasarkan pencapaian tujuan jangka panjang itu diharapkan para anggota dan masyarakat akan tetap komitmen mempertahankan kualitas kepercayaan kepada koperasi Kharisma Madani.

PENUTUP

Pendekatan relation marketing adalah memperoleh kepercayaan atas nasabah kepada koperasi maupun mitra kerja. Tanpa kepercayaan nasabah, mitra kerja koperasi kharismamadani tidak akan mampu membentuk hubungan maupun membangun jaringan kerja. Konsep kepercayaan ini sering disebut dengan trust concept. Oleh Diane Stephenson sebagai pencipta teori Quantum trust, 1920an dan Steve Hackel yang mengatakan bahwa

kepercayaan sebagai suatu sikap dan harapan yang dipertaruhkan sekaligus timbul didasarkan atas etika moral dan budi pekerti yang bersumber pada nilai dan aturan aturan yang dikenal diakui dan lazim berlaku pada suatu masyarakat. Harapan itu dimaksudkan mampu mempermudah dan mengurangi biaya transaksi dalam jaringan hubungan antar anggota komunitas dan meningkatkan efisiensi menyeluruh untuk lembaga dan masyarakat. Kepercayaan adalah perekat komunitas yang mendasari dan memfasilitasi hubungan antara anggota komunitas. Kepercayaan itu memungkinkan para pihak untuk saling bertukar informasi tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi guna mendapatkan nilai atas informasi tersebut. Seperti dikatakan oleh Mark Granovetter dan Robert Putnam ; trust is the utility through which this knowledge flows sedangkan dalam konteks lembaga bisnis Diene Stephenson mengatakan REMEMBER, KNOWLEDGE IN THIS COMPANY WAS GENERATED THROUGH MUTUAL TRUST AND EXCHANGE. Kepercayaan juga memungkinkan anggota komunitas saling bertukar sumber daya tanpa harus melibatkan pihak lain dalam menjalin hubungan kerja sama, ha haaaaa ini dulu ya lain kali sambung lagi, thanks.

Sambungan hal.l

DARI GELAPLAH TERANG TERLIHAT

kebiadaban, dan segala yang dianggap berni/ai rendah lainnya.

Menjadi menarik mencermati makna dari dua kata yang beroposisi Siwa dan Ratri digabungkan untuk melahirkan sebuah makna baru yang begitu dalam, yaitu sebagai saat terbaik untuk self-introspection guna mencapai pencerahan. Makna Ratri seakan-akan tertelan oleh makna dari kata Siwa. Padahal dalam teori binary opposition atau di Bali ini kita kenai dengan hakekat Rwa Bhineda tidaklah ada satu unsur yang bisa menghilangkan unsur yang lain, yang ada adalah salah satu unsur tersebut mendominasi unsur yang lain. Karena keduanya adalah azas sebab

memilih sikap oposisi terhadap si pemimpin. Persamaan dari kedua posisi tersebut adalah mereka mengetahui dan perduli terhadap kondisi yang tengah berlangsung dalam organisasi, dan menginvestasi waktu atau tenaga yang mereka miliki dalam rangka memberikan efek terhadap situasi yang sedang berlangsung.

Perbedaan participants dengan bystanders atau isolates adalah mereka memiliki prinsip yang jelas antara mendukung atau tidak mendukung status quo. Dampak positifnya adalah pemimpin mendapatkan masukan-masukan yang berharga mengenai kebijakan yang dibuatnya. Implikasi negatifnya adalah terkadang posisi yang mereka pilih dapat menggiring pemimpin membuat kebijakan yang salah karena kuatnya tekanan yang mereka ciptakan, baik tekanan dukungan maupun perlawanan, sehingga pemimpin harus lebih cerdas dibandingkan mereka dalam mengambil kebijakan.

Pengikut berkarakter aktivis (Activists)

Pengikut aktivitis merupakan pengikut yang enerjik, bersemangat dan mau turut serta pada situasi yang sedang terjadi di organisasi. Perbedaan dari tipe pengikut sebelumnya adalah mereka cenderung bergerak ekstra keras dalam mencapai tujuan oleh karena motivasi mereka yang begitu tinggi pada pemimpinnya, dan biasanya merekalah yang menggerakkan situasi.

Memiliki pengikut berkarakteristik aktivis yang pro dengan kebijakan pemimpin merupakan suatu keuntungan besar bagi seorang pemimpin

••• Bersambung ke hal. 14 EDISI I1JANUARI 2011

yang oleh Zimmer (2003:274) disebut sebagai pasangan beroposisi. Jadi tidak mungkin menegasikan antara satu dengan lainnya.

Wayan Suka Vasa (2008) mengutip paham siwaistis menyebut azas yang pertama dipersonifikasikan sebagai Bhatara Siwa: personifikasi azas Roh atau hakikat yang bersifat sadar yang disebut Siwa Tattwa dengan atribut putih. Azas ini dioposisikan dengan bhatari Uma (Giriputri): personifikasi azas materi atau hakikat yang bersifat alpa yang disebut Maya Tatwa (Ratri) dengan atribut hitam.

Lebih jauh Vasa memandang hal ini memberi peluang kepada kita untuk bebas memilih jalan hidup. Apakah mau memilih jalan putih atau memilih jalan hidup yang hitam karena dalam Bhagawadgita Bab VIII sloka 26 disebutkan bahwa terang dan gelap ini adalah dua jalan abadi yang di dunia ini dipandang sebagai jalan . Vang

pertama ditempuh, orang itu tidak akan kembali lagi. Tetapi, bila yang kedua ditempuh orang akan kembali lagi.

Bila dikaitkan dengan warna pengider-ider maka hitam sebagai representasi dari warna gelap adalah merujuk arah utara sementara putih sebagai representasi warna terang tentunya menempati arah timur. Dan kedua arah ini adalah arah yang dipandang sud dalam kepercayaan orang Bali.

Ini seperti sebuah pengingat bagi umat untuk berani mengambil action, Bertindaklah jangan diam setelah merenung. Tidak peduli apapun pilihan dalam bertindak pasti akan memberikan hasil. Kalaupun jalan yang dipilih awalnya memberikan kegagalan tentunya bukan masalah, karena Kresna sendiri memberikan kita untuk mengulangi lagi hingga berhasil (BG:VIII, 26) dan di titik keberhasilan, manusia mendapat pencerahan

sehingga tidak perlu lagi mengulangulang memilih dan memilah.

Jadi mari persiapkan diri menyambut Siwa Ratri yang akan datang dengan mengambil pilihanpilihan yang telah ditentukan bagi kita sesuai dengan warna dan tingkat kehidupan kita. Bagi brahmacarin atau pelajar maka belajar adalah pilihan. Bagi grhastin pilihannya adalah bekerja, untuk para sanyasin menyebarkan dharma adalah pilihannya

Sementara mereka yang memilih Sudra warna melayanilah dengan profesional dan tulus. Para Waisya warna berusahalah dengan profesional. Para Satria warna jadilah pelindung bangsa dan Negara yang gagah berani pun para Brahmana warna jalankanlah kewajiban sesuai dharma secarajujur dan tekun.

Sehingga Siwa Rartri tidak hanya menjadi harinya anak-anak muda dan remaja yang begitu semarak

merayakan malamnya siwa ini. Hingga lewat larut malam mereka melaksanakan jagra, atau tidak tidur semalaman, mengikuti salah satu yang telah dilakukan Lubdaka berburu di kegelapan malam. Sayang terkadangyang diburu adalah temen gadisnya atau teman sebaya untuk mengadu kecepatan motor disepinya malam.

Sudah saatnya perburuan yang mereka lakukan ditemani oleh orang tua dan para kaum brahmana sehingga bisa bertemu dengan siwa yang agung, mari bersama-sama menjadikan semangat para remaja untuk merayakan Siwa Ratri, sebagai semangat bersama utnuk semakin mendekatkan kita semua ke hakikat hari yang agung sebagai sebuah pendakian spiritual.

EDISI I1JANUARI 2011

Sang Wayan

12

Galang Kangin

KEMULAN TAKSU .....

Sambungan dar; Hal. 5

lebih mudah kita sebut insting/naluri. Organ pengendalinya ada pada otak kecil/otak belakang.

Insting ini pada umumnya masih kuat pada anak-anak, karena perkembangan otak mereka belum sempurna. Anakanak belum mulai menggunakan pikiran. Sehingga keseharian mereka lebih banyak bergerak secara instingtif. Dalam bahasa Bali bisa diterjemahkan sebagai Kfeteg bayu.

2. Kecerdasan Intelektual (Intelligence Quotient-/Q)

fQ adalah kemampuan nalar/logika/rasional. Sering disebut sebagai kemampuan otak kiri. Berhubungan dengan kemampuan untuk mengetahui, memahami, menganalisis, menentukan sebab akibat, berpikir matematis.

Otak kiri bertanggung jawab untuk pekerjaan verbal, kata-kata, bahasa, angka-angka, matematika, urut-urutan, loglka, analisa dan penilaian dengan cara berpikir linier. Melatih dan membelajarkan otak kiri akan membangun kecerdasan intelektual (lQ). Kecerdasan Intelektual bersifat maskulin. Dalam bahasa Bali bisa diterjemahkan sebagai Pepetekan/pepineh.

3. Kecerdasan Emosional (Emosional Quotient-

EQ)

EQ adalah

sendiri, kesadaran dirl, kepekaan sosial, empati dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dengan orang lain. Kecerdasan emosional adalah kepekaan mengenai waktu yang tepat, kepatutan secara soslal, dan keberanian untuk mengakui kelemahan, menyatakan dan menghormati perbedaan. fQ berhubungan dengan kemampuan otak kanan dan dianggap lebih kreatif, menterjemahkan intuisi, pengindraan, dan bersifat holistik atau menyeluruh. Otak kanan bertanggungjawab dan berkaitan dengan gambar, warna, rnusik, ernosl, seni/artistik, imajinasi, kreativitas. Kecerdasan ini bersifat feminin. Dalam bahasa Bali bisa diterjemahkan sebagai Pengerasa.

Penggabungan pemikiran/ logika (otak kiri) dan perasaan/emosi (otak kanan) akan menciptakan keseimbangan, penilaian dan kebijaksanaan yang lebih baik. Dalam jangka panjang, kecerdasan emosional akan merupakan penentu keberhasilan dalam berkomunikasi, relasi dan dalam kepemimpinan dibandingkan dengan kecerdasan intelektual (nalar).

Seseorang yang memiliki fQ tinggi tetapi memiliki kecerdasan emosionalnya (fQ) rendah, dia tidaktahu bagaimana membangun hubungan dengan orang lain. Orang itu mungkin akan menutupi kekurangannya itu dengan

bersandar pada kemampuan intelektualnya dan akan mengandalkan p 0 sis formalnya.

4. Kecerdasan Spriritual (Spiritual Quotient-SQ)

Kecerdasan spiritual (SQ) merupakan pusat dan paling mendasar di antara kecerdasan lainnya, karena dia menjadi sumber bimbingan atau pengarahan bagi tiga kecerdasan lainnya. SQ berhubungan dengan intuisi dalam diri manusia. SQ berada diluar sistem tubuh manusia. Dia hanya datang pada saat kondisi pikiran kita dalam keadaan keseimbangannya. SQ mewakili kerinduan kita akan makna dan hubungan dengan yang tak terbatas. SQ juga membantu kita untuk mencerna dan memahami prinsip-prinsip sejati yang merupakan bagian dari nurani kita. Bisa dikatakan ini adalah kecerdasan dalam sistem koordinasi pada otak besar. Bekerjanya kecerdasan ini akan memberikan inspirasi pada manusia.

Dari penjabaran keempat kecerdasan tersebut, disandingkan dengan apa yang dimuat pada Lontar Tutur Gong Wesi dan Lontar Usana Dewa, kami melihat ada benang merah antara konsep Kemulan Taksu yang dimiliki orang Bali dengan empat kecerdasan alami yang dimiliki manusia. Dari ulasan diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa konsep Sanggah Kemulan pemahamannya bisa disederhanakan menjadi:

Rong Kiwa adalah merupakan pemujaan terhadap Bapak/leluhur Laki -Iaki, yang bisa diartikan sebagai pemujaan terhadap aspek maskulin. Aspek maskulin dalam diri manusia berupa kecerdasan intelektual atau fQ (Laki-Iaki/maskulin = rasio /Iogika)

Rong Tengen merupakan pemujaan terhadap Ibu/leluhur perempuan, yang bisa diartikan sebagai pemujaan terhadap aspek feminin. Aspek feminin dalam diri manusia berupa kecerdasan emosional atau EQ. (feminin/perempuan= perasaan/emosi)

Rong Tengah merupakan pemujaan terhadap perpaduan dari bapak dan ibu atau Sang Hyang Atma dalam wujud anak. Anak menggambarkan aspek instingtif, karena sifat anakanak yang lebih menggunakan insting. (persatuan bapak dan ibu = anak/insting)

Bagaimana dengan Pelinggih Taksu?

Kami lebih melihat Taksu sebagai sthana untuk kecerdasan spiritual (SQ) yang memiliki kemampuan koordinasi atau aspek intuisi. Taksu (SQ) berada diluar sistem tubuh manusia. Taksu atau

akan muncul jika manusia mampu mengasah dan menggunakan ketiga kecerdasannya (fQ, to, PQ) secara maksimal dan berimbang. Tidaklah

mengherankan kenapa orang Bali tidak pernah menyembah Taksu, melainkan hanya menyembah pada Kemulan. Karena hanya tiga kecerdasan saja yang berada di dalam sistem tubuh manusia. Jika tercapai kondisi seimbang dan muncul rasa iklas dalam menjalani kehidupan, maka Taksu atau SQ akan muncul.

Dalam keseharian, orang Bali pada umumnya menghaturkan persembahan di rong tengah, kecuali pada hari-hari tertentu pad a seluruh rong. Ini lebih disebabkan karena hidup manusia tidak bisa lepas dari sisi instingtif dalam dirinya. Sebagaimana uraian sebelumnya, aspek instingtif berhubungan dengan sistem metabolisme tubuh fisik dengan seluruh jaringannya. Insting/ refleks ini jugalah yang membuat mata seketika berkijap ketika ada kotoran masuk, tangan menghentak saat tersengat panas sehingga terhindar dari terbakar. Sehingga peranan insting/refleks dalam kehidupan sehari-hari sangat nyata, dan orang Bali menghaturkan persembahan memohon agar insting dalam dirinya selalu bekerja secara maksimal, sehingga keselamatan fisik bisa terjaga.

Bagi orang Bali, Kemulan Taksu adalah pokok atau modal awal untuk melangkah. Demikian juga empat kecerdasan alami yang dimiliki manusia pun adalah sebuah pokok atau modal awal dalam mengarungi kehidupan. Sebagai mana halnya orang Bali yang tidak bisa lepas dari Sanggah Kemulan, setiap manusia pun tidak bisa lepas dari tiga kecerdasan dasar dalam dirinya yaitu fQ, fQ dan PQ yang jika digunakan secara maksimal akan memunculkan kecerdasan keempat yaitu SQ (Taksu).

Bagaimana dengan konsep pemujaan terhadap leluhur?

IImu pengetahuan modern telah berhasil mengungkap keberadaan DNA dalam tubuh manusia serta fungsinya sebagai penyimpan dan penyedia informasi. Seluruh informasi yang ada dalam DNA, baik itu keahlian, pemahaman, pengalaman, pengetahuan dan lain-lain adalah sebuah garis informasi yang berkesinambungan dan diteruskan secara turun temurun. Informasi yang ada pada DNA kakek dan nenek (yang tentunya juga berasal dari pendahulunya) akan diturunkan kepada Ayah/lbu kita. Ketika ayah dan ibu kita menikah, tentunya juga dalam DNA-nya membawa informasi dari pendahulunya, lalu menurunkan informasi itu kepada kita dalam bentuk DNA. Sehingga dalam DNA kita ada segudang informasi berupa pengalaman, pemahaman, kemampuan, keahlian dari beriburibu orang dalam garis DNA. Informasi dari DNA inilah yang kemudian mewujud menjadi tiga kecerdasan dasar yaitu logika (fQ), emosional (fQ) dan insting (PQ) -

DNA menyimpan informasi tentang kehidupan, sebagai perwujudan leluhur dalam diri man usia.

Dalam bahasa Bali - Pepineh, Pengerasa, Kfeteg Bayu - Tugas kita hanyalah menggali seluruh potensi ini dalam diri kita agar dapat dipergunakan secara maksimal. Jika sebuah informasi muncul lebih dominan, maka seseorang dikatakan memiliki bakat tertentu. Seluruh informasi dalam DNA tersimpan di alam bawah sadar. Dan semua itu merupakan warisan dari leluhur kita. Memuja pada Kemulan adalah memuja ketiga kecerdasan dasar yang merupakan manifestasi dari informasi yang diwariskan oleh leluhur k l t a , sehingga pemahaman konsep ini tidak menyimpang dari konsep pemujaan terhadap leluhur.

Satu hal yang kita patut bangga sebagai orang Bali adalah leluhur orang Bali sudah memahami semua itu dalam konteks cara mereka berpikir pada jamannya. Bahkan lalu mewujudkannya dalam bentuk sanggah Kemulan Taksu dan terus mewariskannya secara turun temurun dari generasi ke generasi. Dan kita yang hidup pada masa sekarang seyogyanya bisa memahami ajaran-ajaran warisan para leluhur dalam kerangka berpikir kita yang sekarang. (GK-01J

Secara umum pemahaman orang Bali terhadap konsep Sanggah Kemulan adalah sebagai tempat pemujaan leluhur yang telah disucikan. Dari tiga ruang yang ada, ruang yang sebelah kiri merupakan sthana dari leluhur laki-Iaki, ruang yang sebelah kanan merupakan sthana dari leluhur perempuan dan ruang yang tengah merupakan sthana dari penyatuan bapak dan ibu

dalam wujud anak (Sang Hyang Atma). Kami mencoba untuk mengulas Sanggah Kemulan dari sisi yang berbeda. Dan tulisan ini lebih bersifat sebuah sudut pandang pribadi dan bukan merupakan ulasan akademis. Jadi lebih kepada memberi perluasan makna dari Kemulan Taksu dalam konteks kekinian.

Mengenai Kemulan ada disebutkan dalam beberapa lontar, yang salah satunya adalah Lontar Tutur Gong Besi yang bunyi dan artinya kurang lebih seperti tertera

PURA PENATARAN

AGUNG PED

SEMBURKAN ATMOSFIR KEKUATAN

RATU GEDE NUSA

P ura Penataran Agung Ped terletak di Desa Ped, Sampalan, Nusa Penida,

sekitar 50 meter sebelah selatan bibir pantai lautan Selat Nusa. Pengaruh Pura ini sangat luas, terkenal sebagai salah satu objek wisata spiritual yang paling diminati dan disepakati sebagai Pura Kahyangan Jagat. Berdasarkan Pelinggih Manjangan Saluwang di sebelah barat Tugu Penyimpanan dapat diperkirakan bahwa Pura Dalem Penataran Ped ini sudah ada sejak Mpu Kuturan mendampingi Raja memimpin Bali. Pura ini mendapatkan perhatian saat Dalem Dukut memimpin di Nusa Pen ida dan dilanjutkan pada zaman kepemimpinan Dalem di Klungkung.

Pura Penataran Dalem Ped, atau sebagian orang menyebut dengan Pura Dalem Ped sa]a,

dari berbagai sumber

dalam DNA kita ada segudang informasi berupa pengalaman, pemahaman, kemampuan, keahlian dari beribu-ribu orang dalam garis DNA.

EDISI I1JANUARI 2011

EDISI I1JANUARI 2011

bukanlah pura Dalem sebagai rangkaian dari Pura Kahyangan Tiga, melainkan Dalem untuk sebutan Raja yang berkuasa di Nusa Penida pada zaman itu. Dalem atau Raja dimaksud adalah penguasa sakti Ratu Gede Nusa atau Ratu Gede Mecaling.

Ada lima lokasi pura yang bersatu pada areal Pura Penataran Agung Ped. Pura Segara, sebagai tempat berstananya Batara Baruna, terletak pada bagian paling utara dekat dengan bibir pantai lautan Selat Nusa. Beberapa meter mengarah ke selatan ada Pura Taman dengan kolam mengitari pelinggih yang ada di dalamnya. Pura ini berfungsi sebagai tempat penyucian. Mengarah ke baratnya lagl, ada Pura utama yakni Penataran Ratu Gede Mecaling sebagai simbol kesaktian penguasa Nusa pada zamannya. Di sebelah

KEMULAN TAKSU

SEBUAH MANIFESTASI KECERDASAN

••• ngarania Ida Sang Hyang Atma, ring Kamulan tengen Bapanta, nga, Sang Paratma, ring Kamulan kiwa Ibunta ngaran sang Siwatma, ring Kamulan madia raganta, atma dadi meme bapa ragane mantuk ring Dalem dadi Sang Hyang Tunggal nunggalang raga .••

Artinya:

. .. namanya beliau Sang Atma, pada Kemulan kanan sebagai Bapa adalah Paratma, pada Kemulan kiri sebagai ibu namanya Siwatma, pada Kemulan tengah wujudnya adalah sang atrna, menjadi ibu bapa pada wujudnya SanghyangTunggal mempersatukan diri... (TuturGong Besi)

pada pendahuluan dari artikel ini. Penjelasan yang hampir sama ada pula disebutkan pada Lontar Usana Dewa sebagai berikut:

Ring Kamufan ngaran fda Sang Hyang Atma, ring Kamufan tengen bapa ngaran sang Paratma, ring Kamufan kiwa ibu ngaran Sang Siwatma, ring Kamulan Tengah ngaran raganya, tu Brahma dadi meme bapa maraga Sang Hyang Tuduh.

Artinya:

Pada kemulan nama Beliau adalah Sang Hyang Atma, di Kemulan sebelah kanan adalah linggih Paratma adalah Bapak. Di Kamulan ruang sebelah kiri adalah linggih Siwatma adalah lbu, di

Kamulan tengah ada wujudnya kecerdasan yang dimiliki oleh Brahma menjadi Ibu Bapak yang tub u h. K e c e r d a san i n i berwujud Sang HyangTuduh. mengendalikan otot tak sadar

yang mengerakkan jantung,

Apakah yang bisa dilihat dari gambaran ini?

Kami mencoba melihat Sanggah Kemulan sebagai perwujudan man usia. Manusia adalah mahluk cerdas yang mempunyai kemampuan beradaptasi, belajar dan berpikir. Hal ini dimungkinkan karena sejak terlahir, setiap manusia secara alami telah dianugerahi empat macam kecerdasan, yaitu:

paru-paru, sistem pencernaan, sistem refleks dan lain-lain. Tanpa adanya perintah dari klta, tubuh kita menjalankan sistem pernafasan, sistem peredaran darah, sistem syaraf dan sistemsistem vital lainnya. Seluruh proses itu berjalan di luar kesadaran kita dan berlangsung setiap saat dalam hidup kita. Ada kecerdasan yang menjalankan semuanya itu dan sebagian besar berlangsung di luar kesadaran kita. Kecerdasan ini dikenal dengan Physical Quotient. Atau

1. Kecerdasan Fisik (Physical Quotient-PQ)

Kecerdasan Fisik (PQ) adalah

~~ Selengkapnya baca hal.12

timurnya ada lagi pelebaan Ratu Mas. Terakhir di jaba tengah ada Bale Agung yang merupakan linggih Batara-batara pada waktu ngusaba. Masing-masing pura dilengkapi pelinggih, bale perantenan dan bangunan-bangunan lain sesuai fungsi pura masing-masing. Selain ltu, di posisi jaba ada sebuah wantilan yang sudah berbentuk

bangunan balai banjar model daerah Badung yang biasa dipergunakan untuk pertunjukan kesenian.

merupakan kekuatan jiwa atau daya spiritualitas yang memberikan napas kehidupan pada alam dan segala isinya. Pradana adalah kekuatan fisik material atau daya jasmaniah yang mewujudkan secara nyata kekuatan Purusa tersebut. Pemujaan Tuhan sebagai pencipta

PURA Dalem Penataran Ped di Nusa Penida itu adalah pura untuk memuja Tuhan Yang Mahakuasa sebagai pencipta Purusa dan Pradana. Purusa

~~ Bersambung ke hal.ll

Pura Penataran Agung Ped ...

Sambungan hal.S

EMOSI TANPA NALAR

penyatuan antara pemujaan Batara Siwa di Gunung Agung dengan pemujaan Dewi Durgha atau Dewi Uma di Pura Puncak Mundi. Dengan demikian Pura Dalem Penataran Ped itu sebagai Pemujaan Siwa Durgha dan Pemujaan Raja disebut Pura Dalem. Sedangkan disebut sebagai Pura Penataran Ped karena pura ini sebagai Penataran dari Pura Puncak Mundi pemujaan Batari Uma Durgha. Artinya, Pura Penataran Ped ini sebagai pengejawantahan yang aktif dari fungsi Pura Puncak Mundi pemujaan Batari Uma Durgha.

Di pura inilah bertemunya unsur Purusa dari Batara di Gunung Agung dengan Batari Uma Durgha di Puncak Mundi. Dari pertemuan dua unsur ciptaan Tuhan inilah yang akan melahirkan sarana kehidupan yang tiada habis-habisnya yang disebut Rambut Sedhana. Baik sarana hidup untuk memajukan kesejahteraan maupun sarana untuk mempertahankan kesehatan dan menghilangkan berbagai penyakit.

Upacara pujawali di Pura Dalem Penataran Ped ini dilangsungkan pada setiap Budha Cemeng Klawu, yang juga merupakan hari Pujawali Batari Rambut Sedhana. Pada hari ini masyarakat Bali diingatkan agar uang itu digunakan dengan baik dan setepat mungkin. Uang itu sebagai alat untuk mendapatkan berbagai sarana hidup agar digunakan dengan seimbang untuk menciptakan sarana kehidupan yang tiada habis-habisnya. Uang itu sebagai sarana menyukseskan tujuan hidup mewujudkan Dharma, Artha dan Kama sebagai dasar mencapai Moksha.

JJ JJJ~}

Satue di Bale Bengong

unsur Purusa dan Pradana ini divisualkan dalam wujud pemujaan di Pura Dalem Penataran Ped. Visualisasi itu merupakan perpaduan konsepsi Hindu dengan kearifan lokal Bali. Di Pura Dalem Penataran Ped ini terdapat dua area Purusa dan Pradana dari uang kepeng yang disimpan di gedong penyimpenan sebagai pelinggih utama di Pura Dalem Penataran Ped. Arca Purusa Predana inilah yang memvisualisasikan kemahakuasaan Tuhan yang menciptakan waranugraha keseimbangan hidup spiritual (Purusa) dengan kehidupan fisik material (Predana).

Dalam lontar Ratu Nusa diceritakan Batara Siwa menurunkan Dewi Uma dan berstana di Puncak Mundi Nusa Pen ida diiringi oleh para Bhuta Kala simbol kekuatan fisik material berupa ruang dan waktu. Bhuta itu membentuk ruang dan Kala adalah waktu. Waktu timbul karena ada dinamika ruang. Di Pura Puncak Mundi, Dewi Uma bergelar Dewi Rohini dan berputra Dalem Sahang. Pepatih Dalem Sahang bernama I Renggan dari Jambu Dwipa -kompyang dari Dukuh Jumpungan. Dukuh Jumpungan itu lahir dari pertemuan Batara Guru dengan Ni Mrenggi, dayang dari Dewi Uma. Kama dari Batara Guru berupa awan kabut yang disebut limun. Karena itu disebut Hyang Kalimunan. Kama Batara Guru ini di-urip oleh Hyang Tri Murti dan menjadi manusia. Setelah digembleng berbagai ilmu kerohanian dan kesidhian, dan oleh Hyang Tri Murti terus diberi nama

menurunkan I Gotra yang juga dikenal I Mecaling. Inilah yang selanjutnya disebut Ratu Gede Nusa.

Ratu Gede Nusa ini berpenampilan bagaikan Batara Kala. Menurut penafsiran Ida Pedanda Made Sidemen (aim) dari Geria Taman Sanur yang dimuat dalam buku hasil penelitian Sejarah Pura oleh Tim IHD Denpasar (sekarang Unhi) antara lain menyatakan sbb: saat Batara di Gunung Agung, Batukaru dan Batara di Rambut Siwi dari Jambu Dwipa ke Bali diiringi oleh seribu lima ratus (1.500) orang halus (wong samar).

lima ratus wong samar itu dengan lima orang taksu menjadi pengiring Ratu Gede Nusa atas wara nugraha Batara di Gunung Agung. Batara di Gunung Agung memberi wara nugraha kepada Ratu Gede Nusa atas tapa brata-nya yang keras. Atas tapa brata itulah Batara di Gunung Agung memberi anugrah dan wewenang untuk mengambil upeti berupa korban manusia Bali yang tidak taat melakukan perbuatan baik dan benar sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.

Di Pura Dalem Penataran Ped ini Ida Batara Dalem Penataran Ped dipuja di Pelinggih Gedong, sedangkan Pelinggih Ratu Gede Nusa berada areal tersendiri di barat areal Pelinggih Dalem Penataran Ped. Pelinggih Dalem Penataran Ped ini berada di bagian tlrnur, sedangkan Pelinggih Padmasana sebagai penyawangan Batara di Gunung Agung berada di bagian

AWAL DARI BENCANA

BI!iI\lI!i

YAI\I6 BERETIKA

... Laksmana tertegun mendengar ucapan Dewi Sita.la tidak pernah berpikir bahwa Dewi Sita akan berpikir sejauh itu tentang dirinya. Perasaan gundah bergejolak dalam dirinya. Namun berusaha ditahannya agar tidak menimbulkan perdebatan lebih lanjut. Kepergian kakaknya yang cUkup lama itu saja sudah menimbulkan permasalahan tersendiri. Kini niat tulusnya berbakti kepada Sang Rama telah disalah artikan oleh Dewi Sita.

Kemudian perlahan la berdiri tepat dihadapan Dewi Sita sambil berujar, II Aku hanya berusaha menjalankan titah Kanda Rama. Namun jika itu yang ada di benak Kanda Dewi, akan kujalankan perintah Kanda Dewi. Meskipun itu berarti aku harus menentang titah Kanda Rama. Aku tahu apa yang akan terjadi sepeninggal aku dari tempat ini. Aku harap Kanda Dewi bisa menjaga diri saat Aku dan Kanda Rama tidak ada di slnl".

"Selama aku dan Kanda Rama belum kembali, aku harap Kanda jangan pernah melanggar garis lingkaran yang kubuat untuk melindungimu. lika Kanda melangkah keluar dari lingkaran ini, berarti Kanda Dewi tidak jujur dan tidak setia pada diri Kanda sendiri'~ Sambil berkata demikian, dengan panah saktinya Laksmana membuat lingkaran disekeliling gubuk tempat mereka berteduh.

"Hilangkanlah pikiran buruk Kanda Dewi terhadap diriku. Aku harap Kanda Dewi mengerti bahwa apa yang aku lakukan selama ini adalah merupakan pengabdianku yang tulus kepada Kanda Rama. Sesuai dengan perintahmu, aku mohon pamit untuk menyusul Kanda Rama'~ Laksmana menangkupkan kedua telapak tangannya di dada, menundukan kepalanya untuk menghormat, lalu mengucapkan selamat tinggal pada Dewi Sita. Laksmana kemudian melangkah menjauh meninggalkan Dewi Sita seorang

diri dengan perasaan sedih dan gundah. Berbagai hal berkecamuk dalam pikirannya. Emosinya bergejolak. Ada rasa sesal, sedih geram dan sakit hati. "Kenapa jadi begini?" gumamnya. Tak terasa yang satrya meneteskan air ma!a. Dengan wajah murung dia mencoba menyusurijejak sang Rama. ~ ...

Belum begitu lama Laksmana meninggalkan Dewi Sita, datanglah seorang kakek tua. Tampak dari penampilannya, dia adalah seorang pertapp atau Sanyasi. Badannya kurus dan tampak lusuh. Kondisinya terlihat" sangat· menyedihkan. Ketika melihat Dewi Sita sedang terduduk seorang diri, dia Put. berkata, "Siapakah putri nan cantik ini. Kasihanilah hamba seorang pertapa tua. Sudah dua hari berjalan di dalam hutan tanpa pernah menyentuh makanan". Dewi Sita tertegun. Hatinya iba. Lalu diapun be;diri. Namun dia segera teringat dengan pesan Laksmana. Hatinya bimbang. Sekilas dia melihat kondisi pertapa itu sangat lemah dan butuh pertolongan. Namun dia ragu. Lalu sang periapa kembali berkata, "Apakah yang membuat Tuan Putri ragu? Bahaya apakah yang bisa ditimbulkan oleh seorang pertapa tua renta yang lemah seperti hamba ini?" Kata-kata itu mampu menghilangkan keraguan Dewi Sita, dan dia pun mulai melangkah mendekati sang pertapa. Langkah Dewi Sita kembali terhenti saat mendekati batas lingkaran. Lalu sang pertapa kembali berkata sambil memelas, "Tolonglah hamba wahai Putri nan cantik. Ulurkanlah tanganmu"

Sesaat keraguan Dewi Sita hilang. Dia pun maju, dan tangannya pun terjulur keluar batas lingkaran. Tangan Dewi Sita pun langsung disambut oleh sang pertapa dan tiba-tiba saja menariknya dengan kuat sehingga seluruh tubuh Dewi Sita keluar dari lingkaran. Belum hilang rasa kaget sang Dewi, tiba-tiba sang pertapa berubah wujud menjadi sosok raksasa yang berwajah mengerikan yang serta merta merangkul tubuhnya ...

Diawal, sewaktu merancang tema tabloid l n i , telah terjadi perdebatan tentang konsep bagaimana Memadukan antara Bisnis dan Spiritual. Hal ini wajar karena di masyarakat terdapat pandangan yang kontradiksi antara dunia bisnis dengan dunia spiritual. Sejauh ini masyarakat pada umumnya berpendapat, bahwa dunia bisnis adalah dunia yang berhubungan dengan segala bentuk kebendaan yang bersifat duniawi. Sedangkan dunia spiritual adalah dunia yang berhubungan dengan aspek rohani yang berhubungan dengan Ketuhanan yang cenderung menjauhi dunia kebendaan. Tidak aneh jika seseorang yang mengaku menekuni dunia spiritual, sa at diajak berbicara soal hitungan b ls n l s , akan menolak dan mengatakan "Saya sudah meninggalkan dunia itu". Sementara seseorang yang menekuni dunia blsnls, saat diajak berbicara tentang dunia spiritual, akan berkata "Saya belum waktunya berbicara hal-hal seperti

yang sudah tidak aktif lagi, dan mulai duduk tenang di rumah sambil menunggu akhir hayat menjemput. Padahal, untuk memulai suatu usaha selain diperlukan modal material, juga dibutuhkan modal immaterial, yakni spirit.

Pemahaman akan spiritualitas merupakan modal dasar bagi setiap individu dalam melangkah mengarungi kehidupan. Yang mana ajaran spiritual banyak bertutur tentang sang diri sejati dengan tuntunan ajaran-ajaran kehidupan. Dengan memahami siapa dirinya, seseorang bisa memutuskan halhal yang menarik dan positif, serta mendukung bagaimana ia memaknai hidupnya. Seyogyanya, ajaran spiritual tersebut diajarkan sejak dini dan berkesinambungan, sehingga menjadi santun dalam berkarya.

Dipilihnya tanggal 13 bulan Januari 2011 untuk penerbitan perdana, bertepatan dengan ulang tahun KSU Kharisma Madani sebagai founder tabloid lnl, dan setelah melewati malam tergelapSiwa ratri - dalam putaran kodrati sang waktu. Dengan terbitnya tabloid Kharisma Madani, semuanya menjadi tercerahkan dan tergerak membangun masyarakat madani.

P enggalan kisah dari cukilan Ramayana yang terkenal ini sengaja dipaparkan karena

cerita panjang dari kitab Ramayana berawal dari sini. Dari sinilah perjalanan panjang Sang Rama dalam mencari istrinya dimulai. Secara keseluruhan, kitab Ramayana sarat dengan ajaran-ajaran kehidupan yang dikemas dalam

maskulin dalam diri manusia, yaitu kemampuan berpikir secara rasional atau nalar/logika. Dia adalah alur berpikir yang matematis. Dalam pengetahuan modern dia disebut Kecerdasan Intelektual (lntellegence Quotient). Orang Bali menyebut dengan Pepetekan atau Pepineh. Sedangkan Dewi Sita menggambarkan aspek feminin

Dewi Sita untuk menyusul Sri Rama. Namun, sebelum pergl, laksmana memberikan batasan sejauh mana Dewi Sita boleh bergerak.

Pada adegan ini menggambarkan adanya pergolakan antara pikiran atau perhitungan logis (laksmana/pepetekan) dan perasaan atau emosi (Dewi Sita/penaerasa). Tugas laksmana

bertindak di dalam koridor. Jangan sekali-kali pernah keluar dari koridor (sikut). Atau dengan bahasa sederhana, jangan sekali-kali bertindak diluar perhitungan.

muncul pada diri Dewi Sita lebih bersifat emosional. Manusia pun jika ada kedekatan emosional, sering tidak menggunakan perhitungan, meskipun niatnya baik. Hal ini lalu menyebabkan segala perhitungan diabaikan. Hanya karena berteman baik atau keluarga, saat berblsnls, hitung-hitungan diawal tidak dibuat. Demikian juga dengan perlanllan-

ltu",

Sepertinya ada keterpisahan di sini. Adanya dualitas pemikiran, di mana bisnis dan spiritual diartikan sebagai dua dunia yang berbeda. Dunia spiritual itu lebih pantas diperuntukkan bagi mereka

Pada adegan selanjutnya, digambarkan Dewi Sita merasa iba pada seorang pertapa sehingga keluar dari line:karan vane: dibuat

Sumber:

tertulis. Dasarnya hanya kepercayaan yang sifatnya karena kedekatan emosional. Disamping ltu, banyak keputusan yang diambil sifatnya karena dasar emosional yang tanpa perhitungan (perginya laksmana/rasio/ pepetekan). Hal inilah yang dapat menimbulkan bencana dikemudian hari.

Dari cerita itu, bisa dipetik bahwa manusia perlu menyadari keberadaan dari lntulsl, nalar dan emosi dalam dirinya.

Menyeimbangkan

munculah Ra

i b a

ya n g

bencana. s a

MENGENALI. ..

J1. Batursari No. 31

Sanur K:aun, Denpasar Selatan Bali 80228

Phone: (0361) 284048,287260

» Bersambung ke hal.10

Nalar/rasio menjaga sejauhmana emosi boleh bergerak

10

Galang Kangin

7

harta benda (Arthadana). Yang pada manusia menuju kesempurnaan dasarnya bertujuan untuk menolong I a h i r / b hat i n ya n g a k a n atau menyelamatkan manusia dari mengantarkan manusia mencapai k e bod 0 han a tau pun surga dan bahkan dalam mencapai k e tid a k m amp u an. Moksa (bersatunya sang Diri dengan . ....:::o-~ ..... "" Sebagaimana yang dikatakan Tuhan Yang maha Esa). Mengingat dalam Sarasamuscaya 262; ajaran dana punya adalah salah satu "Demikianlah keadaannya bagian dari tujuh jenis perwujudan

maka dibagi tigalah hasil Dharma, maka bagi orang Bali ajaran usahaituyangsatubagian dana punya ini wajib hukumnya. untuk mewujudkan Seperti diamanatkan dalam ajaran

Dharma, bagian yang kedua Wrhaspati Tattwa yakni : Sila adalah untuk memenuhi kama (tingkah laku yang baik); Yajna (dinikmati), dan bagian yang ketiga (pengorbanan); Tapa (pengendalian dip e run t u k a nun t u k diri); Dana (pemberian); Prawrjya mengembangkan modal usaha (menambah ilmu pengetahuan

d a I am bid a n gar t h a a gar sud); Diksa (penyucian diri/dwi-jati); berkembang kembali": Selanjutnya Yoga (menghubungkan diri dengan dalam Sarasamuscaya 263; "Bila Tuhan).

harta benda itu didasari atas Pemahaman yang ada dalam landasan Dharma dalam masyarakat tentang dana punya masih sebatas Arthadana.

Salah satu ajaran yang harus dihayati dan diamalkan untuk tegaknya Dharma adalah ajaran Dana Punia. Kata Dana Punya berarti pemberian dengan tulus sebagai salah satu bentuk pengamalan ajaran Dharma. Pemberian tersebut dapat berupa nasehat/wejangan atau petunjuk hidup, yang mampu mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik (Dharmadana). Bentuk lain dari pada dana punya adalah berupa pendidikan (Vidyadana) dan berupa

mendapatkannya, maka keuntungan yang diperoleh akan memberikan kebahagiaan, tapi jika harta benda itu diperoleh dengan ajaran Adharma, maka hasil yang diperoleh sesungguhnya akan merupakan noda terhadap harta bendaitu":

Tujuan pokok dari ajaran dana punia adalah untuk menumbuh kembangkan sikap mental yang tulus pada diri pribadi umat manusia dalam melaksanakan ajaran Wairagya yaitu ajaran ketidak terikatan (keikhlasan) pada diri seseorang dan membimbing

EMOSI TANPA NAIAD awa

n I r dan emOSI, rnernben ruang kepada IntUISI untuk m mbimbing kit untuk m l a n g k a h , S p r t i keberadaan Rama diantara t.aksmana dan DC'wl C;lta, dim na Sri R m I h y n merrumpm dan mernbimbmg mereka. Munculnya ego akan berulung pada ketl d n lntulsl. Dim kondrst c; p rtt rru, maka prkrran logislah yang btsa dijadikan landasan dalam pong mbil n k putu san Perhrtung n logrs akan menctptakan ruang kepada ornosl sojauh mana boloh borger k P r N k n ornosl ydng melampaut logrka, menghasrlkan keputusan

bentana •••

mbungan hal.

yang sifatnya ernosronel d n hanv akan mendatangkan bencana,

H I ini b nyak torjadl ( me sy r k t Be II p, d. s, t m r k mgm melakukan yadnya. Sering k ke lngrnan me lakukan yadny dil nd c;i 01 h <;ic;i rnoslon

s e hm g g rn e l u p a ka n s p e perhttungan dan kemampuan blay S tel h rnolakuk n yadny , buk

k r ah yu n ycng dip rol melarnkan bencana karena yadny tersebut menvtsakan hutang yar haru, di IC'<; ik n M m ng c p e r h rtu n g an tertentu Ydn mewajtbkan orang Ball untu rnolakuk n yadny tertontu Iota]

c; porn dlut, rc k n di t s, spo pelaksanaannva bersrfat fleksibel. Ierbuktl dan adanva ttngkatan

Sedangkan inti ajaran dana punya seharusnya mengacu pada tiga hal pokok seperti tersebut diatas dengan tetap mengacu atas dasar Wairagya (tidak ada pemaksaan). Agar kita tidak terjebak oleh pengertian yang sempit, mengingat ajaran dana punya wajib hukumnya bagi orang Bali, maka pemaknaan dana punya sebaiknya dilihat dari sisi Dharmadana, Vidyadana dan Arthadana.

Bagi sebagian golongan yang memiliki kemampuan untuk memberikan penghidupan,

upacara dan upakara yang bertingkat dari Nista, Madya dan Utama. Bahkan masih bisa dipilah lagi menjadi Nistaning nista, Nistaning madya dan Nistaning Utama, demikian seterusnya.

Demikian uraian penulis dalam upaya menerjemahkan ajaran dari para leluhur yang disampaikan dalam bahasa simbol, lebih ke arah pola pikir kekinian. Dan kami tidak menampik jika ada pembaca yang mengartikan simbol-simbol tersebut dalam bahasa yang berbeda. Dalam hal ini tentu kita tidak perlu beradu pendapat mana yang salah dan mana yang benar. Tetapi mari kita perluas pemaknaan dari ajaran tersebut sehingga mudah dimengerti dan diaplikasikan oleh orang Bali yang hidup pada kekiniannya. <Jayantaka>

membuka lapangan pekerjaan, ikut dalam kegiatan-kegiatan sosial, menolong seseorang dari kesesatan/masalah, dll, yang kesemuanya itu semata-mata dapat memperbaiki kelangsungan hid up dalam penghidupan seseorang maka tindakan tersebut telah mengamalkan ajaran Dharmadana.

Bagi mereka yang memiliki kemampuan untuk membimbing seseorang baik melalui kegiatan formal seperti sekolah (Iembaga pendidikan) maupun non formal seperti bimbingan belajar ataupun lembaga konsultasi, paguyuban, kelempok-kelompok intelektual dll, selama kegiatan tersebut dilakukan atas dasar Wairagya, sehingga orang tersebut merasakan mendapatkan pengetahuan yang dapat diamalkan dan berguna bagi masyarakat lainnya, maka tindakan tersebut sudah mengamalkan ajaran Vidyadana.

Dan kepada sebagian golongan yang lainnya yang karena hartanya yang cukup dan mengamalkannya untuk kepentingan pihak lain, maka mereka telah mengamalkan ajaran Arthadana.

Tidak ada ukuran yang pasti tentang yang mana yang diutamakan. Tapi yang pasti bagi orang Bali wajib hukumnya menjalaninya. Tidak ada yang dapat kita jadikan alasan untuk tidak bisa menjalaninya. Karena dengan hanya mengamalkan satu .. h saja dari yang / ... ketiganya sesungguhnya kita telah menjalankan

Galang Kangin

salah satu kewajiban kita dalam mengisi kehidupan diatas bumi ini. Dan bersyukurlah mereka yang mampu dan diberikan kemampuan untuk dapat mengamalkan ketiganya. Karena sesungguhnya merekalah orangorang yang dalam kebahagiaan itu.

Dalam Weda penekanan tentang Dana Punya dapat pula dilihat antara lain dalam ; Atharvaveda 111.15.6.; "Berdermalah untuk tujuan yang baik dan jadikanlah kekayaanmu bermanjaat.

Atharvaveda VI.81.1.; "Wahai umat manusia bekerjalah kamu sekuat tenaga, usir jauh-jauh slfatsifatmu yang membuat kamu melarat dan sakit. Hendaknya kekayaan yang kamu peroleh dengan kejujuran dapat bermanfaat bagi masyarakat. Arahkanlah untuk perbuatanperbuatan baik dan kesejahteraan masvorokat".

Bhagavadgita XVIII.5.; "Seseorang jangan pernah berhenti melaksanakan yajna, tapa dan dana, karen a ketiganya akan menyucikan seseoranq".

Sejak Desember 2010 Wikileaks menjadi begitu populer, bahkan kontroversi yang dibangunnya telah melahirkan sebuah perang di dunia maya. Sang pendiri Julian Assange medio Desember 2010 dibredel polisi Inggris. Putin, sang Kamred Rusia tersenyum sinis, langsung menohok negara barat melukai demokrasi yang mereka bangun dan digembargemborkan sendiri dengan munculnya skandal wikileaks ini. Komunitas di dunia maya pun terbelah, Pendukung wikileaks membalas penangkapan dan penutupan wikileaks dengan menyerang situs-situs yang merepresentasikan Amerika.

Entah latah atau memang budaya plagiator yang kuat, di Indonesia pun tanggal 10 Desember 2010 meluncurlah situs peretas dokumen Negara beralamat di www.

Wild leaks, Intlo leaks

Leak BaliL~

indoleaks.org yang kurang lebih menjadi wikileaks lokalan. File-file era Suharto pun diobral, catatan penelitian tentang Lapindo diunggah dan hasil visum para pahlawan revolusi yang telah berdebu ikut digeber.

Berbicara kehebohan yang dimunculkan oleh wikileaks dan Indoleaks seharusnya tidak perlu terjadi, kalau saja mereka bisa belajar dari komunitas "leak" yang telah ada dan terkenal lebih dahulu di Bali, komunitas ini telah ada ribuan tahun silam, juga bermain di dunia maya meskipun tidak memiliki ala mat di world wide web (www) dan tidak menggunakan Hiperteks Trasfer Protocol (HTTP) Bali Leak sendiri diyakini memiliki komunitas yang cukup rahasia dan memiliki juga tempat berkumpul yang menjadi rahasia umum.

Yang menjadi komunitas ini memegang password untuk bisa mengakses perkumpulan dan ilmu-ilmu yang di-sharing dan

pemberian password oleh sang admin sangatlah ketat. Sebelum mendapatkan password calon anggota yang telah terpilih harus menyetujui perjanjian, seperti yang harus kita lakukan saat mau mengistall sebuah program baru.

Kenapa komunitas leak bali yang telah ribuan tahun tidak bisa ditangkap, dibredel dan tidak membikin sensasi sesaat seperti wiki leaks yang dari ribuan filenya, sangat banyak yang cuma berisi be rita tentang makanan, budaya dan berita lain yang tidak penting, meskipun ada juga beberapa dokumen yang berbahaya, bahkan bisa menimbulkan chaos. Sematamata karena adanya program auto run yang bernama ajawera.

Ajawera adalah sebuah program yang memproteksi file-file yang ada dalam leak Bali sehingga hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya. Orang-orang ini dipilih karena dianggap memiliki tanggung jawab terhadap penggunaan file yang disharing

c,1,t-O D Y I(,e

~@®

[;J][;J]~e:@~

PUPUK ORGANIK, SERBAGUNA, TERLENGKAP DAN RAMAH LlNGKUNGAN

Address Webmail Email

JI. Raya Batu Bolong No. 39 Canggu, Kuta Utara tamansegaramadu.com info@tamansegaramadu.com marketing@tamansegaramadu.com

tersebut dan bisa mengamankan file-file itu dari penggunaan yang tidak penting.

Kalau saja program auto run ajaware tidak otomatis ter-install saat orang mengklik persetujuan ketika diterima sebagai anggota komunitas yang bisa mengakses file-file yang beberapa diantaranya bahkan mampu mempengaruhi hidup matinya seseorang bahkan suatu Negara (kerajaan) sekalipuntentunya sejarah telah mencatat sejarah Ki Balian Basur dan juga Ratu Gde Dalem Ped- bisa dibayangkan apa yang terjadi pada

duniaini.

Sang admin, atau gurulah yang bertanggung jawab penuh atas password yang dia berikan dan berpegang dari license agreement yang telah ditandatangani oleh para anggotanya (muridnya) dia akan turun tangan mencabut password yang telah diberikan bahkan bila perlu memberikan hukuman yang setimpal bagi yang telah menyalahgunakan file yang ada di dalam database leak Bali. {Dudik}.

8

Galang Kangin

tahun). Sebab, pada kisaran usia dini mereka belum mengerti akan arti kehidupan, berarti belum terkontaminasi dengan hal-hal yang bersifat eksternal. Dan khusus untuk para orang tua - yang telah terkontaminasi dengan pengetahuan eksternal - pada saat membaca bekal hidup yang sejati ini, agar menjauhkan ego personal, atau intelektual terlebih dulu, mau pun rasa apriori yang sering datang mengusik. Mengapa demikian, karena penjabaran berikut ini bukan

9

Kearifan Lokal Yang Dilupakan

emua kehidupan di dunia tidak terlepas daripada pengaruh

waktu dan keadaan alam. Begitulah aktifitas keseharian orang Bali yang selalu berpedoman pada dewasa (waktu dan

berakhirnya seluruh suplai sari-sari makanan dari sang ibu kepada si jabang bayi melalui tali pusar. Itulah pertanda awal sang bayi menghirup udara langsung dari alam semesta.

Pedoman dari pengaruh waktu terhadap saat kelahiran

khusus untuk waktu (dewasa) kelahiran seseorang berpengaruh terhadap psikisnya (watak, karakter, mental), terutama saat pemotongan tali pusarnya. Saat itu, merupakan awal masuknya unsur-unsur (zat) yang terkandung di Bhuwana Agung (alam makrokosmos) ke dalam Bhuwana Alit (alam mikrokosmos), dan sekaligus menandai

temurun dan diperingati setiap periode 210 hari (6 bulan Bali = 35 hari) sekali. Tidak ada yang kekal dalam alam fana ini kecuali perubahan. Maksudnya, kodrat hidup sebagai manusia di dunia ada batasannya. lahir sebagai bayi, adalah ringan bagaikan kapuk - belum mengerti tentang kehidupan. lalu bertumbuh menjadi anak remaja, dewasa, bertambah berat bagaikan batu - mulai mengerti tentang kehidupan, terobsesi dan dijejali dengan

5 emua kehidupan di dunia ini tidak terlepas dari pengaruh waktu dan keadaan alam. Begitu pula dengan aktifitas keseharian orang Bali yang selalu berpedoman pad a dewasa. Dan khusus untuk waktu kelahiran akan berpengaruh terhadap perwatakan seseorang, terutama saat pemotongan tali pusar merupakan awal masuknya unsur zat dari Bhuwana Agung ke Bhuwana Alit. Momen ini sekaligus menandai berakhirnya seluruh suplai sari-sari makanan dari sang ibu kepada si jabang bayi melalui tali pusar. Itulah pertanda awal sang bayi menghirup udara langsung dari alam semesta, dan diperingati sebagai hari pawetonan (dewasa kelahiran Bali).

Sejatinya, setiap detik terjadi perubahan pada jiwa dan raga manusia secara kodrati. Maksudnya, kodrat hidup sebagai manusia selalu berubah, saat terlahir ringan bagai kapuk - belum mengerti tentang kehidupan. Saat bertumbuh remaja hingga dewasa, bertambah be rat bagai batu - mulai mengerti tentang kehidupan, terobsesi dan dijejali dengan kenikmatan duniawi. Dan kembali menjadi ringan bagai kapuk, pada batas akhir kehidupan - menjauhi nikmat ragawi. Pengaruh waktu terhadap kelahiran telah digunakan turun temurun dan diperingati setiap periode 210 hari (6 bulan Bali = 35 hari) sekali, yang mana fisik manusia berubah secara kodrati. Begitu juga dengan karakter berubah nyata dalam kurun waktu enam bulan Bali akibat selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Angka enam

berarti sad (=zat), angka perubahan - Sad Rthu. Maksudnya, bahwa perubahan itu tidak dapat ditunda atau pun ditiadakan akibat berinteraksi, sehingga jati diri yang terbawa lahir akan tertimbun dengan hal-hal baru akibat mata melihat, telinga mendengar, lidah merasakan,

pikiran mengolah. Dan biasanya berakhir pada hati nurani nan jujur, terzolimi. Hidup sebagai Anak Alam (baca : anak yang dibesarkan oleh alam raya ) harus hormat dengan Ibu Pertiwi dan Bapa Akasa, serta menyelaraskan diri dengan Alam. Untuk itu setiap 210 hari sekali orang Bali wajib melakukan evaluasi atas kejatian dirinya, serta berterima kasih kepada alam melalui ritual persembahan.

Bagaimana cara mengetahui jati diri ? Nah para tetua dulu telah mewariskan ajaran wariga kelahiran - pewacakan pawetuan (bacaan tentang kelahiran), gambaran karma wasana di kehidupan terdahulu yang terbawa lahir dan wajib dituntaskan. Untuk maksud tersebut, penting memahami asal keberadaan diri, bagaimana melangkah guna mencapai Mokshrtam Jagatdhita dan Mokshrtam Atmanam. Sebagai pewaris local genius, semestinya apa yang telah dinyatakan dalam lontar itu sebaiknya dicobakan terlebih dahulu pada anak-anak (usia 0 - 5 tahun). Sebab, mereka belum mengerti arti kehidupan dan terkontaminasi hal-hal yang bersifat eksternal. Dan saran bagi anak remaja dan para Grahastin yang telah terkontaminasi dengan berbagai pengetahuan, saat akan membaca bekal kelahiran sejati ini, sebaiknya membawa keberadaan diri dan menempatkannya pada titik nol. Panduannya, menjauhkan ego personal, atau kecerdasan intelektual, mau pun rasa apriori yang sering datang mengusik. Dan apa yang telah diperbuat dari semenjak kecil sampai saat ini

kenikmatan duniawi. Selanjutnya, akan kembali menjadi ringan bagaikan kapuk, pada batas akhir kehidupan di dunia - menjauhi kenikmatan dunia terhadap ragawi, serta melepas keterikatan sanak keluarga yang membebani pikiran dan psikis ini.

Jelasnya. Setiap detik terjadi perubahan pada jiwa dan raga manusia. Dan perubahan tersebut dirangkum oleh para tetua dalam sebuah catatan peringatan yang dinamakan pawetonan. Dirayakan setiap 210 hari, yang mana fisik

akibat dari mata melihat, telinga mendengar, lidah merasakan, pikiran mengolah, dan biasanya berakhir pada hati nurani nan jujur akan terzolimi.

Pertumbuhan dan perkembangan hidup manusia sebagai anak alam harus mampu menyelaraskan diri dengan Ibu Bumi (Pertiwi) dan Bapak langit (Akasa). Untuk hal itu, maka setiap 210 hari sekali orang Bali wajib melakukan evaluasi atas kejatian dirinya. Bagaimana cara mengetahui jati diri ini ? Nah para

secara kodrati. Begitu juga dengan psikis (watak, karakter, mental) juga akan berubah nyata dalam kurun waktu enam bulan Bali akibat selalu berinteraksi dengan lingkungan di mana manusia itu berada. Angka enam berarti sad (= sat) adalah angka perubahan - Sad Rthu. Seperti dikatakan di awal, bahwa perubahan itu tidak dapat ditunda atau pun ditiadakan, sehingga jati diri yang terbawa lahir ini secara perla han tapi pasti akan ditimbun oleh hal-hal baru yang teradopsi

sementara waktu dinisbikan, karena segala hal yang telah diperbuat tinggal memetik hasilnya (baca: pahala-nya).

Catatan. Materi dalam artikel ini bukan dalam koridor untuk sebuah kesalahan atau pun kebenaran, bukan juga untuk orang lain, melainkan untuk kepentingan diri perseorangan (wariga= warahing raga). Pemaknaan wariga dalam konteks ini sebagai pembelajaran mengenal sang Waktu, khususnya yang berpengaruh pada saat kelahiran. Informasi yang tersaji dalam artikel ini merupakan tambahan pengetahuan yang akan memperkaya khasanah wawasan pembaca.

Pengaruh Sasih

Dalam ajaran wariga sudah dilengkapi dengan pembilahan waktu, seperti : Dina alah dening Uku, Uku alah dening Tanggal panglong, Tanggal panglong alah dening Sasih, Sasih alah dening Dauh, dan Dauh alah Dening-dening. Pratiti Sambutpada menguraikan pengaruh sasih yang berkuasa pada setiap bulannya. Namun sehari-harinya ditentukan oleh Pratiti Tanggal Panglong yang terdiri dari 15 hari, lalu disederhanakan lagi menjadi 12 hari. Dan ini merupakan metoda pengenalan pengaruh sasih pada setiap harinya. Pengaruh sasih dibiaskan oleh Hari-hari dan Dina, atau dikatakan Dina Latri yang artinya siang-malam. Pada siang hari terjadi penebaran energi matahari, sedangkan malam hari turun bersama embun (Damu), menyusup ke dalam semua wujud kehidupan. Damuh yang diistilahkan sebagai Sanghyang Sapuh Jagat, menyapu bersih debu yang menyelimuti Embang, sehingga saat pagi hari sang Fajar memancarkan sinar yang Satwika (sinar suci). Jadi, pengaruh sasih pada setiap harinya dibingkai dengan Tanggal panglong, dan pengaruhnya terhadap kelahiran seseorang telah dibakukan dalam Pratiti Sambutpada.

lontar yang ainamaKan pewacaKan pawetuan - bacaan kelahiran.

Sebagai petunjuk. Apa yang diutarakan dalam lontar pewacakan pawetonan tersebut adalah gambaran berkas (arsip) perbuatan pada kehidupan terdahulu (karma wasana) yang terbawa lahir dan wajib dituntaskan pada kehidupan sekarang. Apa yang telah dinyatakan dalam lontar itu sebaiknya dicobakan terlebih dahulu pada anak-anak (usia 0 - 5

Pengaruh Wewaran

Eka wara. Semua yang berwujud nyata mempunyai sifat memantulkan Cahaya (Prajapati) - Cahaya Alam langit. Dan, ada bendabenda nyata yang memanfaatkan cahaya tersebut, sehingga punya daya guna yang tak terhitung dan tidak terpikirkan lagi (Acintya) oleh nalar manusia. Dan, untuk mengingat dan menghormati jejak dari daya guna cahaya tersebut diberi tanda nama (signans) Sanghyang Taya, merupakan Dewa dari Eka wara. Eka wara ngaran Luwang, disebutjuga watekbesik.

Dwi wara. Menge dan Pepet dalam konteks Bhuwana Agung berarti Siang dan Malam, sedangkan di Bhuwana Alit (diri manusia) menjadi lupa dan Ingat, bangun dan tidur, gelap dan terang. Secara psikis, ketika pikiran menjadi gelap - tidak tersadar, dikenal7 jenis kegelapan, Sapta Timira. Dan, wara Pepet Dewa-nya Sanghyang Timira. Selain itu, dikatakan bahwa penyebab terjadinya kegelapan juga dinamakan Sanghyang Rau, di mana Bumi sebagai penghalang Cahaya. Sebagai penghalang yang berstatus besar, Bumi disebut juga Sanghyang Rau (Dewa kegelapan malam). Pepet dalam makna psikis, artinya tertutup.

Menge artinya terbuka.

Galang di Bhuwana Agung terjadi karena pantulan Cahaya yang membias dan bersumber dari Alam langit - Tranggana (Cahaya yang memenuhi Alam langit). Cahaya sesungguhnya tidak terlihat, namun akan terlihat mata setelah terpantul pada galaksi-galaksi di semesta raya. Dalam konteks kejiwaan manusia ada kesamaan dari pengaruh Cahaya Alam, yang mana wajah seseorang tampak cerah karena ada wiweka Atma yang menerangi Sang Jiwa. Vibrasi Cahaya Panca Dewata di Bhuwana Agung bervibrasi ke dalam Jiwa Manusia. Wara Menge Dewanya Sanghyang Kalima. Cerahnya keadaan di Alam Semesta karena peran dari Sanghyang Ketu - sebagai Dewa Penerangan. Dwi wara disebut juga Watek Ro. Istilah watek maksudnya adalah jenis, macam,

kesalahan atau pun kebenaran, bukan juga untuk orang lain, melainkan untuk kepentingan diri perseorangan. Anda boleh percaya atau tidak. Yang jelas setelah anda selesai membaca buku sadarilah bahwa informasi yang tersaji ini merupakan tambahan pengetahuan yang akan memperkaya khasanah wawasan Anda. Selamat membaca !!! (cuk)

langit membungkus Bumi, sedangkan di Bhuwana Alit, Bumi membungkus langit. Namun juga ada perbedaan mutlak, di mana gerak fisik Manusia secara nyata dapat dilihat, namun gerak daripada Alam semesta tidak dapat dilihat dengan kasat mata - Maya Bhuwana.

Di sisi lain, Tri wara dikatakan sebagai penggerak dan pengendali kehidupan di Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit. Penjelasannya : Tri wara di Bhuwana Agung terdiri dari :

1. Pasah = Alam Swah (Alam langit),

2. Beteng (galang tegeh) = Alam Bwah (Embang, Bhuwana, Alam Tengah),

3. Kajeng = Alam Bhur (fisik daripada Bumi).

seperti halnya siang dan malam, lupa dan ingat, gelap dan terang. Siang dan malam sudah jelas berpengaruh pada kehidupan manusia, di mana pada siang tersadar dan aktif melakukan kegiatan, sebaliknya di malam hari tidur dan sulit melawan pengaruh sang malam. Berawal dari bukti tersebut maka wewaran lainnya juga berpengaruh pada laku manusia.

Tri wara. Istilah Tri wara disebut juga Uriping Ageni. Dan makna Ageni berbeda dengan Geni, di mana Ageni merupakan api yang tak terlihat,

berupa Cahaya (Prajapati),

~ Dan di BhuwanaAlitterdiri dari:

1. Dora = Jaba sisi : mata, hidung, telinga, mulut, dan porosnya ada pada pikiran,

2. Wahya = Jaba tengah : fisik, tenaga yang diperintah oleh pikiran untuk berbuat,

3. Byantara = Jeroan, yaitu Pura-nya, di mana terdapat vibrasi Dew a

Galang Kangin

sebagai dewasa untuk upacara Dewa Yajnya. Dora adalah Kala ( waktu ), artinya agar Kala bertemu dengan Cahaya dari langit, dengan harapan terjadi pertemuan antara Cahaya langit dengan pandangan mata kita.

• Beteng ( Galang tegeh, Wahya ) dipilih sebagai padewasan Manusa Yajnya. Beteng berarti fisiko Maksudnya agar terjadi keserasian antara fisik bhuwana Alit dengan bhuwana aauna.

• Kajeng ( ny antoro ) ditetapkan sebagai padewasan Bhuta Yajnya, dengan harapan agar kemurnian vibrasi dari Dewa yang masuk ke Bhuwana Alit tidak dicemari oleh sifat-sifat yang negatif. Begitu juga agar Bumi menjadi netral dari kandungan sifat-sifat negatif- Bhuta Kala.

Pengaruh Dwi wara dan Tri wara terhadap kelahiran. Pengaruh vibrasi Alam terhadap laku budaya dan laku fisik manusia dapat ditinjau dari waktu kelahiran seseorang yang saling terkait antara wewaran satu dengan yang lainnya (dari Dwi wara sampai pada Dasa wara). Contoh. Jika terlahir pada wara pepet, sifatnya tertutup - Koh ngomong, introvert. Dan bila lahir pada wara menge, laku-nya terbuka, extrovert. Kalau waktu kelahiran Dwi wara dihubungkan dengan Tri wara, ada sedikit perubahan. Berikut penjabarannya:

~ Terlahir wara pepet nemu kajeng, berwatak tertutup di dalam hatinya,

beteng (wahya) disebut Kala Jangkut, wataknya cenderung menutupi perbuatan yang dilakukan (bermain belakang). Malu tampil di atas panggung atau di depan umum dalam keadaan balk-balk, apalagi buruk. Tidak suka pamer perbuatan.

~ Terlahir wara pepet nemu pasah (dora), wataknya sangat kuat dalam menyimpan rahasia, baik yang bersifat pribadi mau pun kelompok.

berbohong asalkan tidak merugikan orang lain. Rela mengorbankan diri sendiri demi kebenaran dan kebaikan orang lain (agawe sukaning wong lian).

~ Terlahir wara menge nemu beteng (wahya), laku fisiknya mudah menuruti apa yang dianggap balk, walaupun belum tentu bernilai benar, tergantung dari pergaulan dan lingkungan yang membentuknya. Secara umum belum tentu r r n g x u n g a n IIU berpengaruh mutlak, tetapi mutlak berpengaruh pada orang-orang yang

terlahir wara Bet

Tetapi, sangat tertutup pad a orang lain yang belum dikenalnya, serta sedikit bicaranya, sebab mudah kecewa kalau sedikit ada kesalahan yang dikatakan, bahkan akan menjadi malu kalau tidak benar pendapat yang telah dikemukakannya. Pengaruh Dora, Wahya,

Byantara pada kelahiran. Jika terlahir pada:

~ dora ke dora ketemu Menge, pusat kendali ada pada pikirannya, sehingga berwatak terbuka dan nanya oerpanaangan keluar. Maksudnya, apa yang dilihat, dibaca, didengar, dan diciumnya, akan terus dipikirkan. Itulah yang menjadi konkrit dalam kejiwaannya - terekam kuat dalam alam bawah sadarnya. Sedangkan tertutupnya di dalam hati (dalam benak yang terdalam), artinya apa yang ia katakan belum tentu akan dilaksanakannya. Itu hanyalah semangat dari ucapannya, namun malas untuk berbuat. Selain itu agak sulit meningkatkan diri lebih ke dalam lagi, oleh karena dora ke dora nemu menge arahnya hanya keluar.

~ dora ke wahya, di mana tabiatnya lebih kreatif dalam hal berbuat dan berpikir. Berawal dari pandangan keluar namun sanggup meniru kebaikan orang lain. Dora adalah suatu metoda pengungkapan Jaba sisi yang kendalinya ada pada pikiran.'

~ dora ke wahya nemu Menge, termasuk orang yang kreatif. Apa pun yang ditemukan bernilai baik dan benar akan dilakukannya. Sifat

menirunya kuat,

MELALUI KEARIFAN LOKAL "

berkedudukan di Alam langit yang pancarannya ke seluruh penjuru semesta. Wara dalam bahasa Sanskertha artinya utama, terpilih, dan teruji. Tri wara merupakan cahaya utama yang mengisi Alam Bhur, Bwah, dan Swah. Oleh para tetua dulu, Tri wara dikatakan sebagai pengendali kawasan Alam Bali, mereka menyebutnya Tiga Naga Pengendali: Naga Bumi-Sanghyang Antaboga ; Naga Bhuwana - Sanghyang Naga Bhasuki ; dan Naga langit - Sanghyang Naga Taksaka. Simbul Naga sebagai personifikasi dari kekuatan pengendali Tri Bhuwana. Antara alam dan manusia mempunyai kesamaan sifat-sifat hidup, yakni di Bhuwana Agung,

PaCla SISI lain, nua wara Menge bertemu dengan salah satu wara dari Tri wara, terjadi dualitas sifat, terbuka mau pun tertutup. Penjelasannya

~ Terlahir wara menge nemu pasah (dora), berarti sifat terbukanya hanya pada sisi

l u a r, namun sering terutup di d a I am. Bagaikan Harimau yang menyembunyi kan kukunya. Berpurapura lugu, padahal w a t a k sejatinya tidak demikian,

karena tidak suka mencampuri

Semua kehidupan di dunia ini tidak terlepas dari pengaruh waktu dan keadaan alam. Begitu pula dengan aktifitas keseharian orang Bali yang selalu berpedoman pada dewasa. Dan khusus untuk waktu kelahiran akan berpengaruh terhadap perwatakan seseorang, terutama saat pemotongan tali pusar merupakan awal masuknya unsur zat dari Bhuwana Agung ke Bhuwana Alit.

"

Dewata- Dewa di ragane.

Atas dasar hal itu di dalam pemilihan dewasa untuk suatu kegiatan upacara Tri wara dipakai sebagai pandangan utama :

• Dora ( Pasah ) dipilih

EDISI I1JANUARI 2011

EDISI I1JANUARI 2011

» Bersambung ke hal.ll

cenderung berbeda yang dikatakan dengan di dalam hatinya, serta suka menyimpan banyak rahasia.

~ Terlahir wara pepet nemu

kan sering merasa tersisih dari keluarganya, merasa kurang perhatian, walaupun sebenarnya tidak demikian. Bisa juga karena lebih suka menyendiri. Berani

eng.

~ Terlahir wara menge nemu kajeng ( byantara ), lakunya terbuka hanya pada teman dekatnya, dan akan banyak bicara dengan sahabat-sahabatnya saja.

terbukanya hanya di luar saja, dan sering menutupi apa yang sebenarnya ada di dalam benaknya. Malu dalam mengutarakan kelemahan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->