Anda di halaman 1dari 8

DASAR NEGARA

PENGERTIAN DAN SUBSTANSINYA

Disusun oleh :

Kelompok : 01/XA

1. Erinata Elasari (09)


2. Firma Redina Retno (10)
3. Joko Eko Suwandono (13)
4. Noor Endah Lestari (19)
5. Nurarita Fadila (20)
6. Sulistyorini Budi W (30)

SMAN I MEJAYAN
KABUPATEN MADIUN
2009 / 2010
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atau

limpahan rahmat hidayahNya kepada kami, sehingga kami mampu menyelesaikan

tugas penulisan makalah ini dengan judul “Dasar Negara Pengertian dan

Substansinya”.

Dalam menyusun dan pembuatan makalah ini kami banyak mendapatkan

bantuan, baik berupa bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu

perkenankanlah kami dengan segala kerendahan hati menyampaikan rasa terima kasih

kepada yang terhormat,

1. Bapak Drs. Mahfud, M.Pd selaku kepala sekolah SMA N 1 Mejayan

yang telah memberikan izin kami dalam melakukan riset makalah ini.

2. Ibu Nurul H, S.Pd, guru kami yang telah membimbing kami dalam

riset dan penulisan karya tulis ini.

3. Teman-teman kami kelas XA yang selalu memberi semangat dan

bantuan selama penulisan makalah ini.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meberi imbalan yang sesuai dengan jasa-jasa

beliau, karena tanpa bantuannnya kami tidak akan bias berbuat banyak dalam

penulisan makalah ini. Karya tulis ini kami sadari masih jauh dari yang kami

harapkan, sehingga kami selalu mengharapkan kritik dan saran yang membangun.

sehingga dalam penyempurnaan yang ada akan menambah mutu karya tulis ini, yang

akhirnya dapat kami sumbangkan agar dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan

pembaca pada umumnya.

Februari 2010

Penulis
DASAR NEGARA
PENGERTIAN DAN SUBSTANSINYA

1. Pengertian Dasar Negara

Istilah dasar Negara memiliki padanan kata philosophice gronslag


(Belanda) yang berarti norma yang bersifat filsafati dan istilah
Weltanschauuung (Jerman) yang berarti pandangan mendasar tentang
dunia.
Jadi, kedua istilah tersebut mempunyai kesamaan makna yaitu
hasil pemikiran mendalam mengenai dunia dan kehidupan di dunia
termasuk kehidupan bernegara yang dijadikan pedoman dasar kehidupan
dalam suatu n$egara ajaran semacam itu disebut ideologi.
Menurut beberapa tokoh, ada beberapa gagasan tentang ideology.
Salah satunya menurut Hans Kelsen menyatakan bahwa norma hukum
itu berjenjang dan bertingkat. Dalam teori yang ia sebut sebagai teori
Stufenbo, Hans Kelsen mengemukakan bahwa suatu norma berdasar
pada norma yang lebih tinggi dan norma yang lebih tinggi berlaku
berdasrkan norma yang lebih tinggi lagi, demikian seterusnya hingga
sampai pada norma dasar yang disebut ground norm, yaitu norma
tertinggi suatu negara yang tidak dapat ditelusuri lebih lanjut.
Tokoh lain bernama Hans Nawiasky mengembangkan lebih lanjut
teori Hans Kelsen. Menurutnya jenjang norma sebagaimana
dikemukakan oleh Hans Kelsen itu berkelompok dan terdiri dari empat
tingkat. Sebaliknya, Hans Kelsen tidak membedakan dalam kelompok
sehingga jenjang itu sifatnya umum dan terdiri dari dua tingkat saja yaitu
ground norm dan norm saja.
Adapun kelompok tingkataan norma menurut Hans Nawiyasky
adalah sebagai berikut ;
a. Staats fundamental norm (norma fundamental negara)
b. Staats ground gesetz (aturan dasar/pokok negara)
c. Formell gesetz (undang-undang)
d. Verordnung Autonome satzung (aturan pelaksanaan dan aturan
otonom)
Dan apabila jenjang norma hukum tersebut digambarkan maka
seperti gambar di bawah ini.

Ideology adalah konsesus atau mayoritas warga Negara tentang


nilai-nilai dasar negara yang ingin diwujudkan dengan mengadakan
negara mereka itu. Jadi ideologi adalah consensus tentang nilai-nilai dasr
sutu masyarakat yang bernegara.
Ideology berupa gagasan yang memilki sifat-sifat pokok sebagai
berikut ;
a. Gagasannya bersifat sistematis ; artinya gagasan itu tersusun
secara padu sehingga unsure-unsurnya tidak saling
bertentangan.
b. Gagasan berfungsi atau dipergunakan oleh penganut atau yang
mempercayainya sebagai pedoman dalam kehidupan bernegara.
c. Gagasan yang ada dalam ideology masih berupa gagasan dasar
atau umum sehingga memerlukan penjabaran agar bisa
dilaksanakan atau operasional.
Jadi, dasar negara sesungguhnya sama dengan ideologi negara,
sama denagan dasar filsafat kenegaraan atau pandangan dasar
kenegaraan.

2. Substansi Dasar Negara

Sebuah dasar negara yang dikembangkan berdasarkan


keyakinan tertentu tentang hakikat manusia. Sedangkan
manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki dua
dimensi, yaitu sebagai makhluk pribadi yang memililki
kebebasan individual sekaligus makhluk social yang terikat ke
dalam kebersamaan.
Ada pemikir dasar negara yang mengutamakan salah satu
dari kedua dimensi manusia itu ada juga yang melihat sebagai
sesuatu yang padu yang tidak bisa dipisahkan.
Substansi dasar negara dibagi menjadi empat yaitu
Liberalisme, Sosialisme, Marxisme (komunisme) dan Pancasila.
Namun dalam makalah ini kami hanya mengambil dua yaitu
Liberalisme dan Sosialisme.
a. Liberalisme
Dalam liberalisme manusia adalah makhluk yang
bebas, rasional, dan mampu memperbaiki diri sendiri dan
tidak dapat di ganggu gugat oleh siapa pun
(Macridis,1986 ; Goodwin,1982) .
Kebebasan manusia adalah nilai utama dalam ajaran
liberalisme. Bahkan kebebasan itu menjadi sarana bagi
setiap individu dalam mengejar kepentingan mereka
masing-masing.
• Ajaran Moral Liberalisme
Dalam liberalisme mengandung prinsip-prinsip
atau ajaran moral, politik, dan ekonomi yang mengatur
kehidupan. Prinsip moral liberalisme adalah pengakuan
atas hak-hak asasi manusia seperti hak kebebasan, hak
kemuliaan, dan hak hidup manusia. Kekerasan terhadap
manusia tidak dapat diterima kecuali dalam
peperangan, yang dimaksudkan untuk mempertahankan
kebebasan masyarakat itu sendiri. Liberalisme juga
menjunjung tinggi toleransi. Masyarakat liberal bangga
atas sikap toleransi mereka, dan sekaligus menentang
penindasan terhadap pandangan-pandangan yang
berbeda atau eksterm.
Liberalisme juga memandang manusia sebagai
makhluk rasional. Manusia juga dilengkapi dengan
pengetahuan tentang kepentingan itu secara rasional.
Upaya mengejar kepentingan sendiri itu dapat
menimbulkan kerja sama, atau persaingan dan perilaku
agresif. Persaingan akan muncul apabila sumber-
sumber daya yang terbatas tidak dapat memenuhi atau
memuaskan kebutuhan setiap orang. Sedangkan kerja
sama akan terjadi jika sumber daya memang mencukupi
untuk semua orang.
Pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang
bebas dan rasional melahirkan keyakinan bahwa
pemerintahan suatu negara harus didasarkan pada
persetujuan rakyat.
• Ajaran Politik Liberalisme
PENUTUP

Dalam proses berdirinya suatu negara, landasan atau dasar dari negara tersebut

haruslah jelas. Dasar negara sangat berpengaruh bagi kehidupan rakyatnya pada saat

selanjutnya. Dasar negara sendiri dapat dibagi menjadi beberapa paham seperti dua

contoh yang kami bahas dalam makalah kami ini yaitu paham sosialisme dan

liberalisme. Kita selaku warga negara Indonesia juga sudah seharusnya sadar akan

iedologi atau dasar negara kita dengan mendalam dan kita juga harus

melaksanakannya dengan baik. Semoga isi dari makalah kami ini dapat bermanfaat

bagi semua pemabaca.

Namun kesempurnaan hanya milik Sang Pencipta, kami menyadari, bahwa

makalah ini masih memiliki banyak kekurangan. Untuk itu kami membutuhkan kritik

dan saran yang nantinya bisa membuat kami menjadi lebih baik lagi.

Sekian. Terima kasih.

Penyusun