Anda di halaman 1dari 3

Karakteristik Bahasa Sastra

Fungsi umum bahasa adalah sebagai alat komunikasi sosial. Di dalam


masyarakat ada komunikasi atau saling hubungan antar angota. Untuk keperluan
itu digunakan suatu wahana yang dinamakan bahasa. Dengan demikian, setiap
masyarakat dipastikan memiliki dan menggunakan alat komunikasi sosial
tersebut. Tidak ada masyarakat tanpa bahasa, dan tidak ada bahasa tanpa adanya
masyarakat. Menurut teori struktural, bahasa dapat didefiniskan sebagai sistem
tanda arbitrer yang konvensional. Berkaitan dengan ciri sistem, bahasa bersifat
sistemik dan sistematik. Bahasa bersifat sistematiik karena mengikuti ketentuan-
ketentuan atau kaidah-kaidah yang teratur. Bahasa bersifat sistemik karena
bahasa itu sendiri merupakan suatu sistem atau subsistem-subsistem. Misalnya,
subsistem fonologi, subsistem morfologi, subsistem sintaksis, subsistem semantik,
dan subsistem leksikon.
Di dalam masyarakat juga terjadi penyimpangan atau pengelompokan
bahasa yang disebut dengan variasi bahasa atau ragam bahasa. Ragam bahasa
terjadi karena faktor-faktor tertentu. Dalam tulisan ini akan dijelaskan mengenai
salah satu ragam bahasa dalam studi sosiolinguistik, yaitu ragam bahasa sastra.
Ragam bahasa sastra merupakan salah satu fenomena bahasa dalam
sosiolinguistik yang menarik untuk diulas.
Karakteristik bahasa memiliki bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan
konteks penggunaannya. Purwadarminto membedakan bahasa menjadi beberapa
macam yaitu, ragam bahasa umum dan ragam bahasa khusus. Ragam bahasa
umum adalah ragam bahasa yang biasa digunakan untuk berkomunikasi sehari-
hari oleh manusia dalam suatu masyarakat. Dalam penggunaannya, ragam bahasa
umum tidak nampak ada hal yang spesifik, semua susunan gramatikalnya
berdasarkan kontruksi yang telah disepakati bersama.
Selain ragam bahasa umum ada juga ragam bahasa khusus, yaitu ragam
bahasa yang memiliki ciri-ciri tertentu sesuai dengan karakteristiknya. Ragam
bahasa khusus dikelompokan menajadi beberapa macam, yaitu ragam bahasa
jurnalistik, ragam bahasa jabatan, ragam bahasa ilmiah, dan ragam bahasa sastra.
Semuanya memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang berbeda-beda. Misalnya,
ragam bahasa jurnalistik memiliki ciri-ciri singkat, padat, sederhana, lugas, jelas,
jernih, menarik, demokratis, populis, logis, gramatikal, menghindari kata tutur,
menghindari kata dan istilah asing, pilihan kata (diksi) yang tepat, menggunakan
kalimat aktif, menghindari kata atau istilah teknis, dan tunduk pada etika dan
kaidah yang berlaku di masyarakat. Kemudian tulisan ini akan memaparkan
karakteristik bahasa sastra.
Bahasa sastra merupakan salah satu fenomena bahasa dalam
sosiolinguistik. Bahasa sastra memiliki karakteristik yang berbeda, ada unsur
permainan bahasa, bahasa disiasati, dimanipulasi, didiberdayagunakan sedemikian
rupa untuk mencapai tujuan dan efek tertentu; efek estetis. Ada kalanya bahasa
bukan sekedar sarana tetapi tujuan untuk mencapai keindahan, atau bahkan
keindahan itu sendiri.
Unsur emotif dalam sastra cenderung lebih dominan. Berbeda dengan
ragam bahasa ilmiah, dalam bahasa sastra pemilihan kosakata maupun susunan
tatabahasanya disesuaikan dengan suasana yang akan dibangun atau dengan kata
lain mempermainkan bahasa sedemikian rupa agar muatan emosi yang terkandung
dalam karya sastra dapat tersampaikan pada penikmat sastra.

Fungsi Sastra
Dalam kehidupan masayarakat sastra mempunyai beberapa fungsi yaitu :
Fungsi rekreatif, yaitu sastra dapat memberikan hiburan yang menyenangkan
bagi penikmat atau pembacanya.
Fungsi didaktif, yaitu sastra mampu mengarahkan atau mendidik pembacanya
karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang terkandung didalamnya.
Fungsi estetis, yaitu sastra mampu memberikan keindahan bagi
penikmat/pembacanya karena sifat keindahannya.
Fungsi moralitas, yaitu sastra mampu memberikan pengetahuan kepada
pembaca/peminatnya sehingga tahu moral yang baik dan buruk, karena
sastra yang baik selalu mengandung moral yang tinggi.
Fungsi religius, yaitu sastra pun menghasilkan karya-karya yang mengandung
ajaran agama yang dapat diteladani para penikmat/pembaca sastra.
Jenis Bahasa Sastra
1. Dilihat dari bentuknya, sastra terdiri atas 4 bentuk, yaitu :
Prosa, bentuk sastra yang diuraikan menggunakan bahasa bebas dan panjang
tidak terikat oleh aturan-aturan seperti dalam puisi.
Puisi, bentuk sastra yang diuraikan dengan menggunakan bahasa yang singkat
dan padat serta indah. Untuk puisi lama, selalu terikat oleh kaidah atau
aturan tertentu, yaitu :
Jumlah baris tiap-tiap baitnya,
Jumlah suku kata atau kata dalam tiap-tiap kalimat atau barisnya,
Irama, dan
Persamaan bunyi kata.
Prosa liris, bentuk sastra yang disajikan seperti bentuk puisi namun
menggunakan bahasa yang bebas terurai seperti pada prosa.
Drama, yaitu bentuk sastra yang dilukiskan dengan menggunakan bahasa yang
bebas dan panjang, serta disajikan menggunakan dialog atau monolog.
Drama ada dua pengertian, yaitu drama dalam bentuk naskah dan drama yang
dipentaskan.
2. Dilihat dari isinya, sastra terdiri atas 4 macam, yaitu :
Epik, karangan yang melukiskan sesuatu secara obyektif tanpa mengikutkan
pikiran dan perasaan pribadi pengarang.
Lirik, karangan yang berisi curahan perasaan pengarang secara subyektif.
Didaktif, karya sastra yang isinya mendidik penikmat/pembaca tentang
masalah moral, tatakrama, masalah agama, dll.
Dramatik, karya sastra yang isinya melukiskan sesuatu kejadian(baik atau
buruk) denan pelukisan yang berlebih-lebihan.