Anda di halaman 1dari 18

Psnerapan Psikologi Sosial

Yunita Hatibie
1/22/2011
10:47:47 a1/p1

PENERAPAN TEORI PSIKOLOGI SOSIAL

YUNITA HATIBIE

I. Pendahuluan

Seorang anak kelas 2 Sekolah Dasar pulang ke rumah dan

mengatakan kepada ibunya; “Ma, Ririn dapat nilai delapan diulangan

matematika!” Diluar dugaan Ririn, ibunya tidak bergembira, malah menjawab;

“Aaah, jika nilainya delapan ditunjukkan kemama. Coba kalau nilainya jelek

pasti disembunyikan”.

Sedih sekali hati Ririn mendengar jawaban ibunya. Ririn tidak

mengerti mengapa ibunya tidak bangga, malah menuduhnya. Dipihak lain,

Ibunya Ririn tidak mengerti mengapa tiba-tiba Ririn dapat memperoleh nilai

delapan sebab ibu Ririn sudah sering diundang guru anaknya karena nilai-

nilai ulangan anaknya selalu jelek.

Saling ketidakmengertian antara Ririn dan ibunya tersebut

merupakan salah satu perilaku yang dicoba untuk dipelajari dalam psikologi

sosial. Psikologi sosial mempelajari perilaku manusia dalam kaitanya dengan

lingkungan sosialnya agar dapat diterangkan mengapa seseorang

berperilaku secara tertentu dalam situasi sosial tertentu (misalnya, tentang

hubungan antara Ririn dan ibunya), membuat peramalan-peramalan tentang

kapan akan terjadinya perilaku tertentu itu dan bagaimana mengubah atau

mempengaruhi perilaku itu sehingga dapat lebih sesuai dengan yang

1
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:47:47 a1/p1

diharapkan dan mencapai keadaan yang lebih menyenangkan atau

memuaskan untuk semua pihak (misalnya, hubungan yang lebih baik antara

Ririn dan ibunya).

Jadi, psikologi sosial selain merupakan ilmu teoretik juga merupakan ilmu

terapan. Bidang terapan psikologi sosial tidak hanya terbatas pada

hubungan antara dua orang saja namun mencakup berbagai perilaku sosial

lainnya, seperti perilaku massa, perilaku menolong, dsb.

Oleh sebab itu, dengan mempelajari psikologi sosial maka manusia akan

memahami dasar-dasar pengertian tentang gejala-gejala kejiwaan dan

perilaku individu dalam situasi sosial sehingga mempermudah dalam

mendekati masyarakat untuk mengadakan perubahan-perubahan dan

pengarahan kepada suatu tujuan yang sebaik-baiknya. Dengan bantuan

psikologi sosial, manusia dapat memecahkan suatu problema sosial secara

tepat secara sistematis.

Sejak tahun 1930, psikologi sosial merupakan pengetahuan yang

berkembang pesat sehingga pokok-pokok dan hasil-hasil penelitiannya

semakin meluas dan mendalam. Psikologi sosial juga merupakan suatu

cabang ilmu pengetahuan psikologi yang membahas manusia sebagai

anggota masyarakat, meninjau interaksi manusia dalam kelompok,

bagaimana hubungan manusia satu dengan yang lainnya dalam kelompok

tersebut, dsb.

2
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:47:47 a1/p1

II. Pembahasan Penerapan Teori-Teori Psikologi Sosial

Orientasi Psikoanalisa

Psikoanalisis dikemukakan pertama kali oleh Sigmund Wred, memang

merupakan teori yang kontroversial karena orientasinya sangat individual.

Namun tidak dapat dipungkiri memiliki kaitan erat dalam psikologi sosial dan

mampu menjelaskan beberapa gejala sosial yang mendasari sifat sosial

budaya.

Menurut Freud dalam Sarwono (2002; 56), dasar perilaku manusia

adalah insting yang bertempat dalam alam ketidaksadaran. Ketidaksadaran

adalah ciri utama psikoanalisis.

Sigmund Freud bukanlah satu-satunya orang yang mengajukan

pandangan psikoanalisis. Tokoh-tokoh lain seperti Sullivan, Adler, Fromm

dan Horney juga turut mengemukakan teori-teori yang dikenal sebagai

neoanalitis.

Teori-teori yang yang akan dikemukakan dalam makalah ini semuanya

berasal dari teori nonanalisis tersebut yakni:

1. Bion (1948-1951) : Teori Psikodinamika Dari Fungsi Kelompok

Pandangan teori ini menyatakan kelompok ternyata bukan sekedar

individu, merupakan suatu satuan dengan dinamika dan emosi tersendiri

yang memiliki kebutuhan dan motif (id), Tujuan dan mekanisme (ego) dan

keterbatasan (superego).

3
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:47:47 a1/p1

Contoh teori psikodinamika dari fungsi kelompok adalah naluri agresif

pada para pejuang jihad yang didorong oleh id yang hanya merengek dan

meminta terus agar mencari kesenangan agar hasrat-hasratnya selalu

dipenuhi. Tetapi ego melihat realitas sebelum memenuhi permintaan id.

Sebagai contoh pada pasukan jihad Pakistan yang mempertanyakan dalam

diri mereka sendiri apakah pasukannya lebih kuat dari pihak musuh? Dsb dan

akan mempertimbangkan super ego yang pada gilirannya selalu

mempertimbangkan norma/nilai yang telah terserap dalam diri sendiri. seperti

contoh jangan membunuh orang yang lemah. Dsb.

2. Bennis & Sheppard (1956) : Teori Perkembangan Kelompok

Kedua ahli ini menguraikan proses pengembangan kelompok terjadi

dalam interaksi antara individu yang berada dalam suatu situasi latihan

(training) yang bertujuan untuk mengekspresikan motivasi individu dalam

berinteraksi dengan individu lainnya sehingga mencapai kesepahaman

situasi kelompok dalam suatu bentuk komunikasi yang valid.

Sebagai contoh, suatu perusahaan membangun gugus baru untuk

menangani community development dalam rangka mengembangkan

corporate social responsibility demi peningkatan citra perusahaan dimata

publik sebagai suatu lembaga bisnis yang peduli terhadap problem

masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan mengambil

beberapa staf yang diberi amanah menjalankan community development.

Training pun dilakukan terhadap staff agar staf tersebut paham akan tugas

4
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:47:47 a1/p1

yang diembannya,paham terhadap situasi kelompok, sehingga mereka

mampu mengekspresikan dorongan-dorongannya untuk membangun suatu

lembaga yang solid.

3. Schutz (1955-1958) : Fundamental Interpersonal Relations

Orientation

Pondasi orientasi hubungan antar pribadi ini mengemukakan bahwa

setiap orang mengorientasikan dirinya pada orang lain dengan cara yang

khas yang mempengaruhi hubungan antar pribadi.

Sebagai contohnya dalam hubungan teman sekelas. Sebenarnya

seorang mahasiswa tidak setuju dengan perlakuan dari teman sekelasnya.

Akan tetapi, ketidaksetujuan itu tidak ditampakkan karena dia berupaya agar

hubungan dengan teman tetap harmonis.

4. Sarnoff (1960) : Teori Sikap Sosial

Sarnoff dalam Suyono (2008; 32) mengemukakan bahwa sikap dapat

berfungsi sebagai cara mempertahankan ego dari ancaman bahaya, baik

yang datang dari luar maupun dari dalam dirinya. Sikap sosial dipengaruhi

oleh motif berbentuk rangsang yang bias menimbulkan ketegangan. Proses

ini akan membuat sikap menjadi selaras dengan motif tu bisa tidak selaras

dengan motif. Sikap dapat berfungsi sebagai pertahanan ego dan

memungkinkan rasionalisasi.

Sebagai contoh, seorang istri yang sebenarnya tidak setuju dengan

berbagai perilaku suaminya yang terkadang membuat hatinya sakit.

5
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:47:47 a1/p1

Sebenarnya motif terdalam dari dirinya ingin mengutarakan

ketidaksetujuannya pada suami, tetapi demi menjaga keharmonisan rumah

tangga dan tidak mau bertengkar dengan suaminya (rasionalisasi), dia

seolah-olah setuju dengan segala tindakan yang dilakukan oleh suaminya.

Sikap persetujuannya terhadap suaminya bertolak belakang dengan motif

dalam dirinya yang sesungguhnya ingin protes pada suaminya.

Orientasi Lapangan

Sebutan lain dari orientasi lapangan adalah teori psikodinamika. Tokoh

yang mempeloporinya diantaranya adalah Kurt Lewin, Tolman (1932), Whler

(1940), Lashley (1929) dan Brunswik (1949). Orientasi ini merupakan

pengaruh dari psikologi gestalt yang berprinsip bahwa bagian atau elemen

kejiwaan itu tidak berdiri sendiri, tetapi terorganisasikan dalam satu kesatuan

yang bersifat konstruktif dan dinamis berdasarkan hubungan satu dengan

yang lainnya.

Adapaun teori-teori yang dapat digunakan untuk menjelaskan situasi

atau gejala sosial diantaranya adalah sbb:

1. Teori hubungan interpersonal (Heider 1958)

Interaksi antara individu dengan individu yang lain yang dipengaruhi

oleh berbagai elemen yang menyertainya yakni mengamati orang lain; orang

lain sebagai pengamat; analisis tindakan sederhana; kausalitas personal dari

6
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:47:47 a1/p1

interpersonal; hasrat; sentimen; keharusan dan nilai; permintaan dan

perintah; keuntungan dan kerugian; serta pengalaman.

Sebagai contoh, Dalam gambar dibawah ini dapat dijelaskan adanya

interaksi antara individu dengan individu yang lain.

2. Teori kekuasaan sosial (French 1959)

Adanya saling mempengaruhi antar anggota satu kelompok sehingga

terjadi keseimbangan semu yakni tergantung pengaruh sosial dari anggota

yang berada dalam suatu kelompok. Orang yang memiliki pengaruh sosial

yang kuat akan memiliki kekuasaan yang besar dalam suatu kelompok.

Sebagai contoh, dalam gambar dibawah ini seorang kepala suku

mampu mengumpulkan masyarakatnya untuk mengambil gambar dengan

mahasiswa yang melaksanakan program turun lapangan.

7
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:47:52 a1/p1

3. Teori kekuasaan (Cartwirght 1951)

Kekuasaan berkaitan dengan kekuasaan sosial (yang dijabarkan

sebagai kekuasaan yang dikaitkan dengan perilaku sosial), pelaku (yakni

orang yang menjalani perilaku untuk melakukan tindakan kekuasaan), ruang

(tempat yang berupa kedudukan dalam suatu organisasi), hubungan

langsung (perpindahan dari satu kekuasaan kekekuasaan lain dalam suatu

organisasi), dasar motif sebagai energi yang menggerakkan seseorang

menggenggam kekuasaan, besaran (jumlah yang dimiliki oleh individu) dan

waktu (sejauhmana dan berapa lama berlangsungnya suatu peristiwa yang

berhubungan dengan kekuasaan tersebut. Sebagai contoh seseorang

anggota partai yang terpilih menjadi pemimpin pemerintahan.

4. Teori kerjasama dan persaingan (Deutsch 1949)

Teori ini digunakan untuk menganalisis suatu kelompok kecil apabila

masing-masing anggota kelompok itu dapat menembus wilayah antar

kelompok, dan persaingan akan terjadi apabila masing-masing kelompok

tidak berhasil menembus wilayah antar kelompok. Sebagai contoh

sekelompok mahasiswa yang mengunjungi suku Badui untuk mengadakan

komunikasi dan penelitian.

Orientasi Faktor Penguat

Orientasi faktor penguat merupakan bagian dari aliran behaviorisme.

Tokoh-tokohnya adalah J.B. Watson, L.P.Pavlov, dan E.L. Thorndike.

8
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:47:53 a1/p1

Orientasi ini mengusung teori rangsang balas (stimulus respons theory) yang

esensinya menjelaskan bahwa setiap tingkah laku memiliki hakekat

tanggapan atau balasan terhadap rangsangan.

Adapun teori-teori dalam faktor penguat yang dapat dijadikan untuk

menjelaskan gejala sosial adalah:

1. Teori belajar sosial dan tiruan (Dollard & Miller)

Perilaku pada dasarnya merupakan hasil dari proses belajar atau

dengan kata lain dapat dipelajari. Dalam memahami perilaku manusia

tersebut perlu mengetahui prinsip-prinsip belajar yakni dorongan; isyarat;

tingkah laku balas; ganjaran; tingkah laku sama; tingkah laku tergantung; dan

tingkah laku salinan. Sebagai contoh tingkah laku yang ditunjukkan seorang

pria pada temannya dalam gambar dibawah ini yang menunjukkan adanya

stimulus dan respons.

2. Teori proses pengganti (Bandura & walters)

Bandura dan Walters dalan Suyono (2008; 47) menjelaskan bahwa ada

tiga macam pengaruh tingkah laku model pada tingkah laku peniru yakni efek

9
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:47:55 a1/p1

modeling; menghambat (inhibition) dan menghapus hambatan disinhibition;

dan efek kemudahan. Sebagai contoh Cara berpakaian yang digunakan oleh

kedua pemuda dalam gambar dibawah ini merupakan tiruan akan cara

berpakaian para orang tuanya dan masyarakat dilingkungannya.

3. Teori jual beli dengan penguat sosial (Humans, Thibault & Kelly,

Adams & Rommey)

Teori jual beli dengan penguat sosial terdiri atas teori tingkah laku sosial

dasar; teori hasil interaksi; dan teori fungsional dari interaksi otoriter. Sebagai

contoh, Hubungan dua orang bersaudara yang terjalin baik yang

menghasilkan keuntungan bagi kedua belah pihak.

10
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:47:58 a1/p1

Orientasi Kognitif

Orientasi kognitif mempunyai konsep dasar yang mempelajari konsep,

berpikir, dan membangun pengetahuan. Adapun teori-teori dalam orientasi

kognitif adalah sebagai berikut:

1. Teori kognitif (Krech & Crutchfiled)

Teori ini mengungkapkan bahwa tingkah laku manusia adalah aktif;

dunia sosial digambarkan sebagai lingkungan yang dipersepsikan oleh orang

bersangkutan; merupakan re-organisasi kognitif yang mencakup belajar,

berpikir, pemecahan masalah, lupa dan perubahan psikologik; dan adanya

perubahan struktur kognitif yang dipengaruhi oleh kapasitas biologi dari

individu, prinsip-prinsip organisasi, kondisi yang menghasilkan struktur asli,

kebutuhan dan emosi. Sebagai contoh dalam gambar dibawah ini terlihat

jelas bagaimana manusia berinteraksi aktif dilingkungan sosialnya.

11
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:48:00 a1/p1

2. Teori konsistensi kognitif (Heider, Newcomb, Tannembaum, Festinger)

Teori konsistensi kognitif berpijak pada kognisi yang berupa

pengetahuan dan kesadaran yang tidak konsisten dengan kognisi-kognisi lain

menimbulkan kondisi yang tidak menyenangkan sehingga menimbulkan

tingkah laku untuk menyeimbangkan atau berusaha konsisten dengan

kognisi.

Saat anda melihat gambar ini, dalam diri anda terjadi ketidakkonsistesan

dengan pengetahuan anda. Anda berpikir, apakah pria ini dalam kesulitan

12
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:48:05 a1/p1

dan membutuhkan pertolongan?. Untuk menyeimbangkan kognisi anda,

maka anda mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan pria

ini melalui pengamatan. Ketika anda tahu bahwa pria ini tidak dalam kesulitan

dan sengaja menyeberang sungai untuk mengawal kayu-kayu tersebut, maka

dalam diri anda terjadi keseimbangan kognisi dan kondisi anda menjadi

merasa nyaman.

Teori-teori transorientasional

Yang termasuk dalam teori ini adalah sebagai berikut:

1. Teori perbandingan sosial (Festinger)

Teori ini menjelaskan bahwa proses saling mempengaruhi dan bersaing

dalam interaksi sosial terjadi karena adanya kebutuhan menilai diri sendiri

dengan membandingkan pada orang lain. Contoh dalam gambar dibawah ini

menunjukan bagaimana ekspresi seseorang yang sedang melakukan

penilaian dan perbandingan apakah penampilannya sudah pantas dalam

berbusana dan berpenampilan dibandingkan dengan teman-teman akrabnya.

2. Teori interferensi korespondensi (Jones & David)

13
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:48:07 a1/p1

Teori ini berkaitan dengan penarikan kesimpulan yang diambil oleh

pengamat yang berasal dari hasil pengamatannya terhadap orang lain.

Proses yang berlangsung dari inferensi korespondensi adalah pengamat

mengawali pengamatan pada tindakan nyata yang dilakukan oleh orang lain.

Selanjutnya, pengamat mengambil kesimpulan berdasarkan pengetahuan

yang dimilikinya dan menimbulkan intensi seseorang untuk berperilaku.

Seperti contoh dalam gambar dibawah ini, presenter telah melakukan

pengamatan terhadap Ibu Sri. Berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya

ternyata Ibu Sri memiliki kepribadian baik, ceria, dan santun. Berdasarkan

hasil kesimpulan tersebut, presenter memiliki hasrat untuk mendekati Ibu Sri

untuk dijadikan teman akrabnya.

3. Teori atribusi eksternal (Kelly)

Seseorang dalam menganalisis objek yang ada diluar dirinya

menggunakan sebanyak mungkin faktor dari lingkungan melalui diferensiasi

14
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:48:09 a1/p1

atau distingsi; konsistensi dalam waktu; konsistensi dalam cara dan

konsesus.

Sebagai contoh, seseorang yang suka menonton program televisi MTV

dan tidak suka menonton program televisi lainnya. Jika dia memiliki waktu dia

akan menonton program tersebut dimanapun dia berada dan ternyata bukan

hanya dia sendiri yang menyukai program tersebut, tetapi orang lain pada

umumnya juga menyukai program tersebut.

4. Teori penilaian sosial (Sherif & Hovland)

Proses psikologi yang mendasari adanya sikap dan perubahan sikap

dalam komunikasi. Dalam menilai seseorang atau objek digunakan

diskriminasi atau kategorisasi yang didasarkan pada pengalaman internal

individu tersebut sehingga menimbulkan efek yang dinamakan asimilasi yaitu

suatu penilaian yang mendekati patokan dan efek lain yang dinamakan

kontras yaitu penilaian yang menjauhi patokan

Sebagai contoh kampanye pemilihan presiden melalui iklan atau debat

kandidat yang ditayangkan ditelevisi. Dengan demikian, pemilih mencari

berbagai perbedaan yang menonjol (diskriminasi) dan mencari ciri-ciri yang

terbaik (kategorisasi) diantara calon presiden berdasarkan pengetahuan atau

pengalaman yang sudah dimiliki oleh calon pemilih. Apabila pemilih sudah

menemukan perbedaan yang mencolok dan sudah mengkategorisasikan satu

calon presiden yang dinilai terbaik, maka dia akan memiliki sifat positif

terhadap calon presiden tersebut. Disamping itu, terjadi perubahan sikap

15
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:48:09 a1/p1

dalam diri pemilih yang tidak suka menjadi suka pada calon presiden yang

sudah dievaluasinya. Sikap positif itu merupakan sikap yang kuat dan

cenderung sesuai dengan sikapnya saat pemilihan tiba.

III. Penutup

Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan diatas, dapat dijelaskan dalam kajian

penerapan psikologi sosial penerapan psikologi sosial bukan hanya

mempelajari tentang perilaku manusia dan berusaha menjelaskan mengapa

dan bagaimana suatu perilaku terjadi namun juga berusaha mengubah

perilaku melalui intervensi psikologi, misalnya melalui penelitian psikologi,

konseling, terapi, tes, dan bimbingan. Sehingga penerapan psikologi sosial

tidak hanya membutuhkan ilmu pengetahuan tetapi juga keterampilan, sikap

dan nilai-nilai tertentu (Gale & Chapman, dalam Sarwono (2001; 225)

Psikologi sosial juga merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan

psikologi yang membahas manusia sebagai anggota masyarakat, meninjau

interaksi manusia dalam kelompok, bagaimana hubungan manusia satu

dengan yang lainnya dalam kelompok tersebut, dsb.

Jadi, Psikologi sosial selain merupakan ilmu teoretik juga merupakan

ilmu terapan. Bidang terapan psikologi sosial tidak hanya terbatas pada

hubungan antara dua orang saja namun mencakup berbagai perilaku sosial

lainnya, seperti perilaku massa, perilaku menolong, dsb.

16
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:48:09 a1/p1

Dengan mempelajari psikologi sosial maka manusia akan memahami

dasar-dasar pengertian tentang gejala-gejala kejiwaan dan perilaku individu

dalam situasi sosial sehingga mempermudah dalam mendekati masyarakat

untuk mengadakan perubahan-perubahan dan pengarahan kepada suatu

tujuan yang sebaik-baiknya.

Dengan bantuan psikologi sosial, manusia dapat memecahkan suatu

problema sosial secara tepat secara sistematis.

Saran

Teruslah memperkaya dan belajar menggunakan teori psikologi sosial

untuk menjelaskan perilaku individu yang berakibat terhadap situasi sosial

atau situasi sosial yang berpengaruh pada individu. Keseriusan anda untuk

terus meningkatkan kemampuan menggunakan teori psikologi sosial dalam

menjelaskan problem-problem masyarakat, akan membuat pisau analisis

anda semakin tajam saat mengamati persoalan-persoalan yang terjadi

dilapangan.

Bagi teman-teman sekelas, jadikanlah ini menjadi suatu inspirasi dalam

melaksanakan kegiatan penelitian kedepan.

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi, Drs., H., 2007. Psikologi Sosial Jakarta: Rineka Cipta

17
Psnerapan Psikologi Sosial
Yunita Hatibie
1/22/2011
10:48:09 a1/p1

Sarwono, W., S. 1987. Teori-Teori Psikologi Sosial. Jakarta: Rajawali Pers

…………………2002. Psikologi Sosial (Individu dan Teori-Teori Psikologi

Sosial. Jakarta: Balai Pustaka

…………………2001. Psikologi Sosial (Psikologi Kelompok dan Psikologi

Terapan)

Jakarta: Balai Pustaka

Suyono, W.., S. 2008. Pengantar Psikologi Sosial I. Jogjakarta: Media

Jogjakarta.

18