Anda di halaman 1dari 39

Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Sejarah singkat PT Pupuk Kujang

Pada tahun enam puluhan pemerintah mencanangkan pelaksanaan suatu program


peningkatan produksi pertanian di dalam usaha swasembada pangan. Untuk menunjang
program pemerintah tersebut, maka kebutuhan akan pupuk harus terpenuhi. Untuk itulah
pembangunan pabrik pupuk mutlak harus dipenuhi dalam upaya peningkatan produksi di
sektor pertanian. Hal tersebut dilakukan mengingat produksi pupuk Sriwjaya I waktu itu
diperkirakan tidak akan mencukupi. Disamping itu, pada tahun 1969 telah ditemukan
sumber minyak dan gas alam di Jatibarang-Cirebon selatan dari lepas pantai Cilamaya
Kabupaten Karawang Jawa Barat maka munculah gagasan membangun sebuah pabrik
pupuk urea di daerah Jawa Barat.
Pada tahun 1973 pemerintah menunjuk Departemen Pertambangan eq. Pertamina
untuk melaksanakan proyek pembangunan pabrik pupuk tersebut. Departemen
Pertambangan kemudian melimpahkan wewenang pelaksanaan proyek tersebut kepada
Pertamina dan BEICIP, sebuah perusahaan Perancis sebagai konsultan untuk meneliti
kemungkinan pembangunan sebuah pabrik pupuk di Jawa Barat. Tim teknis dibentuk dan
langkah-langkah selanjutnya diambil oleh Pertamina dengan menentukan Jatibarang
Balongan sebagai lokasi proyek. Tahun 1978 keluar surat keputusan No. 16/1975 tertaggal
17 April 1975 yang memutuskan untuk mengalihkan tugas pelaksanaan proyek Pupuk
Jawa Barat dari Departemen Pertambangan ke Departemen Perindustrian. Kemudian pada
bulan April 1975 Menteri Perindustrian mengeluarkan Surat Keputusan No.
25/M/SK//1975 untuk membentuk tim penyelesaian proyek dengan ketua tim Dirjen
Industri Kimia dengan pimpinan proyek adalah Ir. A. Salmon Mustafa dan Ir. Didi Suwardi
sebagai pimpinan lapangan.
Sumber biaya pelaksanaan proyek tersebut diperoleh dari pinjaman pemerintah Iran
sebanyak 250 juta dollar US, yang digunakan untuk membeli mesin-mesin dan pipa gas.
Pada tanggal 9 Juni 1975, dengan akta Notaris Sulaiman Ardjasasmita SH Nomor 19 tahun
1975 berdirilah PT. Pupuk Kujang (Persero) sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
di lingkungan Direktorat Jendral Industri Kimia-Departemen Perindustrian yang berlokasi

1
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

di jalan Jendral Achmad Yani, Desa Dawuhan Cikampek Kabupaten Karawang Jawa
Barat.
Sebagai hasil Tender Internasional terbatas yang diadakan pada tanggal 30 Mei
1975, Pemerintah telah memilih kontraktor untuk melaksanakan proyek pabrik pupuk di
Jawa Barat. Kontraktor asing tersebut yaitu:
1. Kellog Overseas Coorperation dari USA dengan tugas-tugas engineering,
design, procurement, konstruksi pabrik ammonia dan utilitas serta konsultasi start
up.
2. Toyo engineering coorperation dari Jepang dengan tugas-tugas engineering,
procurement, dan konsultasi pabrik urea. Pabrik ini mulai dibangun pada bulan
Juli 1976 hingga selesai awal November 1978.
Pada tanggal 7 November 1978 pabrik Pupuk Kujang mulai berproduksi dengan
kapasitas terpasang sebagai berikut :
1. Pabrik Ammonia 1000 ton / hari atau 330.000 ton / tahun.
2. Pabrik Urea 1725 ton / hari atau 570.000 ton / tahun.
3. Hasil samping sekitar 30 ton ammonia cair / hari.
Akhirnya, pada tanggal 12 Desember 1978 Presiden Soeharto berkenan
meresmikan pengoperasian pabrik, dan mulai tanggal 1 April 1979, PT. Pupuk Kujang
(Persero) mulai resmi beroperasi secara komersial.

1.2 Lokasi Pabrik


PT. Pupuk Kujang berlokiasi di desa Dawuhan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten
Karawang, Jawa Barat dengan luas keseluruhan sekitar 700 Ha meliputi perkantoran,
daerah industri atau pabrik dan perumahan.
Beberapa pertimbangan yang menjadi dasar pemilihan lokasi tersebut adalah
sebagai berikut:
a. Dekat dengan sumber bahan baku gas alam dilepas pantai Cilamaya.
b. Dekat ke sumber bahan baku air di Waduk Jatiluhur dan Bendungan Curug.
c. Dekat dengan sumber tenaga listrik di Jatiluhur.
d. Tersedianya jalur angkutan darat seperti jalan raya dan jalan kereta api.
e. Tersedianya sungai sebagai pembuangan limbah, yaitu sungai Cikaranggelam.
f. Berada di daerah pemasaran pupuk
Tata letak pabrik atau lay out perlu dirancang dengan tujuan :

2
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

a. Pengolahan produk dapat efisien.


b. Memudahkan penanggulangan bahaya yang mungkin saja terjadi seperti
kebakaran, peledakan, kebocoran gas.
c. Pencegah polusi gas maupun suara.
d. Mempermudah jalan keluar dan masuk kendaraan di area pabrik.
PT. Pupuk Kujang termasuk dalam Kawasan Industri Kujang Cikampek
(KIKC). Di dalam kawasan ini juga terdapat anak perusahaan dari PT. Pupuk
Kujang yaitu perusahaan-perusahaan patungan yang bekerja sama dengan Pabrik
Pupuk Kujang. Kawasan pabrik terdiri dari pabrik ammonia, urea, utilitas, dan
pengepakan/pengantongan yang tersusun berdasarkan keterkaitan proses. KIKC
berada dekat dengan kawasan pabrik, agar memudahkan penyediaan bahan baku
dan utilitas yang dikirim dari kawasan pabrik, sementara perkantoran dan
perumahan berada agak jauh dari kawasan pabrik agar tidak terganggu oleh suasana
pabrik.

1.3 Strukur Organisasi Perusahaan

PT. Pupuk Kujang merupakan BUMN di bawah Departemen Perindustrian


dan Direktorat Industri Kimia Dasar yang seluruh modalnya adalah milik negara.

Perusahaan ini mempunyai struktur organisasi berbentuk lini dan staf.


Struktur organisasi di PT. Pupuk Kujang secara garis besar sesuai dengan Surat
Keputusan Direksi No. 001/SK/DU/VII/89 tanggal 1 juli 1989, terdiri dari:

1. Dewan Direksi
2. General Manager
3. Manager
4. Superintendent
5. Supervisor
Dewan Direksi dipimpin oleh Direktur Utama. Yang dibantu oleh tiga orang
direktur yang terdiri dari:

1. Direktur Produksi
2. Direktur Komersial

3
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

3. Direktur Teknik dan Pengembangan


4. Direktur Umum dan SDM
Dewan direksi ini bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris yang mewakili
Pemerintah sebagai pemegang saham melalui Departemen Pertanian, Depatermen
Keuangan dan Departemen Perindustrian.

Masing- masing direktur membawahi kompartemen sesuai dengan bidangnya,


sedangkan kompartemen terdiri dari unit kerja yang bertugas sebagai pelaksana. Unit kerja
di pabrik disebut divisi, sedangkan unit kerja di kantor disebut biro. Bagan struktur
organisasi selengkapnya tercantum pada lampiran.

1.4 Tujuan Organisasi


Organisasi PT. Pupuk Kujang mempunyai dua tujuan yaitu tujuan jangka panjang
dan jangka pendek yang menjadi arah pengembangan perusahaaan. Tujuan jangka pendek
yaitu menyelesaikan dan menyempurnakan pembangunan pabrik urea.
Sedangkan tujuan jangka panjang yaitu:
1. Mengolah bahan mentah menjadi bahan baku untuk pembuatan urea dan bahan
kimia lainnya.
2. Menyediakan jasa dalam proyek industri pupuk kimia, penelitian pemeliharaan
serta fabrikasi alat- alat produksi.
3. Menyediakan jasa angkutan dan pergudangan guna melengkapi pelaksanaan
usaha- usaha diatas.
4. Menyalurkan dan menyediakan jasa pergudangan ekspor maupun impor untuk
hasil produksi.

1.5 Keselamatan Kerja


Masalah keselamatan kerja sangat penting dalam pengoperasian pabrik, baik untuk
melindungi keselamatan karyawan sendiri maupun demi keselamatan dan kelangsungan
pabrik. Hal ini ditunjang dengan adanya Undang-Undang No. 1 tahun 1970 yang
menetapkan bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat pekerjaan demi kesejahteraan
hidup dan peningkatan produktivitas nasional.
Sistem keselamatan kerja di lingkungan PT. Pupuk Kujang melibatkan enam
kelompok kerja, yaitu :

4
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

1. Bagian Keselamatan dan Pemadam Kebakaran (Fire and


Safety)
Bagian ini berkedudukan di bawah Divisi Inspeksi dan Keselamatan dengan
jumlah 33 orang yang dibagi menjafi dua seksi yaitu seksi pencegahan dan seksi
penanggulangan. Bagian ini bertugas melakukan pencegahan dan penanggulangan
kecelakaan ataupun kebakaran.
Bagian ini juga memiliki sarana-sarana penunjang keselamatan seperti ambulans,
fire truck multi purpose, fire jeep fressure car, Fire detector dan instrumennya, racun api,
masker gas dan api, unit pengisi udara tekan, kotak PPPK, poster- poster keselamatan
kerja, ruang kelas dan garasi tambahan untuk latihan.
Tugas dan wewenang bagian ini adalah :
a.Menghilangkan sejauh mungkin kondisi tidak aman di pabrik dan sekitarnya.
b. Memadamkan kebakaran.
c.Menanggulangi kebocoran gas.
d. Memberi ijin kerja kepada karyawan yang akan melakukan penggalian,
pembongkaran, perbaikan alat.
e.Mengumandangkan safety talk atau peringatan kembali tentang peraturan
keselamatan kerja pada waktu- waktu tertentu.
f. Memberikan pendidikan dan latihan penanggulangan secara berkala kepada
seluruh karyawan.
2. Biro Keamanan
Biro keamanan terbagi menjadi dua pasukan, yaitu pasukan penjagaan dan
pasukan penyelidikan dan penanggulangan. Tugas utama biro ini adalah menjaga
keamanan lingkungan.
3. Bagian Pemeliharaan dan Lapangan
Bagian ini menyediakan sarana bagi karyawan berupa perlengkapan kerja,
misalnya pakaian kerja dan peralatan lainnya. Bagian ini juga menyediakan konsultasi
bagi karyawan yang ditangani oleh seorang psikolog.
4. Bagian Kesehatan
Bagian kesehatan dilengkapi dengan dokter umum, perawat, dan dokter gigi,
bertugas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh karyawan dan
keluarganya.
5. Bagian Ekologi

5
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

Bagian ekologi bertugas untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah


terjadinya pencemaran lingkungan baik pencemaran perairan, udara maupun suara.

6. Bagian Perbendaharaan dan Asuransi


Bertugas mengurusi masalah asuransi tenaga kerja dan pemberian santunan
kepada karyawan yang mendapat musibah kecelakaan. Dengan adanya asuransi
diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada karyawan dalam menjalankan
tugasnya.

1.6 Tujuan Kerja Praktik


Tujuan dari kerja praktik antara lain :
1.6.1 Tujuan Subjektif :

1. Sebagai salah satu syarat menyelesaikan mata kuliah pada semester 5 yaitu
mata kuliah Kerja Praktek

2. Sebagai tolak ukur kemampuan mahasiswa untuk mengaplikasikan potensi diri


yang didapat didalam perkuliahan agar terbiasa apabila sudah berada di
Industri

1.6,2 Tujuan Objektif

1. Mengetahui dan mempelajari Prinsip Kerja Waste Heat Boiler 2003-U

2. Menghitung Efisiensi dari Waste Heat Boiler 2003-U

Untuk itu Penulis memilih objek kerja praktik dengan judul Menghitung Efisiensi
Waste Heat Boiler 2003-U di PT Pupuk Kujang

1.7 Batasan Masalah

Adapun pembatasan masalah dalam Laporan Kerja Praktek sebagai berikut:


1. Objek penelitian selama Kerja Praktek ini adalah menghitung Efisiensi dari Waste
Heat Boiler 2003-U beserta prinsip kerjanya
6
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

2. Tempat penelitian Kerja Praktek adalah PT Pupuk Kujang dinas Utilitas 1-A

1.8 Metoda Pengambilan Data

Dari laporan Kerja Praktek ini diperlukan data dan informasi yang lengkap, objektif,
sahih, dan dapat dipertanggung jawabkan agar dapat diolah dan disajikan menjadi
gambaran dan pandangan yang benar. Untuk mengolah data empiris dengan analisis kritis
– komparatif, diperlukan juga data teoritik yang benar-benar menjadi tolak ukur. Maka dari
itu, agar data empiris dan data teoritik yang diperlukan untuk penyusunan laporan ini dapat
terkumpul, penulis telah menggunakan metode-metode pengumpulan data yang berupa :

1. Studi Lapangan
Teknik pengumpulan data dengan cara mengevaluasi keadaan yang terjadi langsung
di tempat penelitian melalui :
• Wawancara
Data-data diperoleh dengan cara tanya jawab secara langsung dengan pejabat serta
karyawan yang berwenang, mengenai masalah yang dibutuhkan dalam penyusunan laporan
praktek kerja lapangan.

• Observasi
Pengumpulan data diperoleh langsung dari track record alat perusahaan tempat
penulis melakukan penelitian.
2. Studi Literatur
Teknik Pengumpulan Data yang bersumber dari buku-buku serta catatan selama
perkuliahan, data tersebut diambil berdasarkan kaitan topik yang Penulis buat.

7
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

BAB II
DASAR TEORI
BOILER
2.1 Pengertian Boiler
Boiler atau ketel uap adalah suatu alat konversi energi kimia dari bahan bakar
menjadi energi termal/panas yang ditransfer kepada fluida kerja yaitu air, dalam bejana
yang tertutup rapat. Boiler terdiri dari peralatan penyaluran udara, sistem penyaluran bahan
bakar, sistem suplai air, drum uap dan pipa-pipa. Boiler harus dibuat dengan konstruksi
yang kuat agar dapat menahan tekanan operasi secara konstan, berubah-ubah atau pada
perubahan keadaan yang tiba-tiba.
Boiler mempunyai dua bagian penting yaitu:
1. Tungku (burner) adalah bagian yang berfungsi untuk menghasilkan panas
dengan cara membakar bahan bakar.
2. Evaporator, superheater, dan ekonomiser adalah alat yang berfungsi untuk
mentransfer panas dari tungku ke dalam suatu boiler.

2.2 Penggolongan Boiler


2.2.1 Boiler pipa api (Fire Tube Boiler)
Boiler pipa api yaitu boiler yang pipanya berisi api atau gas panas. Gas panas ini
digunakan untuk memanaskan air sehingga menjadi uap. Boiler jenis pipa api adalah
boiler sederhana yang hanya mampu memproduksi uap maksimum sebanyak 10 ton uap
per jam pada tekanan maksimum 24 kg/cm2 atau 23,5 bar. Boiler pipa api tergolong
boiler untuk tekanan rendah. Boiler jenis ini merupakan awal dari pembuatan boiler-
boiler selanjutnya. Boiler ini umumnya mempunyai isi air yang cukup besar sehingga
disebut boiler tangki).

8
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

Gambar 2.1 Mekanisme kerja boiler pipa api

2.2.2 Boiler pipa air (Water Tube Boiler)


Boiler pipa air yaitu boiler yang pipa-pipanya berisi air atau uap dan dipanaskan oleh
api atau gas panas yang berada di luar pipa air. Boiler jenis ini dapat memperbanyak
kapasitas uap dan memperbesar tekanan uap yang dihasilkan dari energi pembakaran lebih
sedikit jika dibandingkan boiler jenis pipa api.
Mekanisme kerja dari boiler jenis water tube boiler yaitu, air yang mengisi pipa-pipa
di dalam boiler dipanaskan oleh api/gas panas dari tungku/burner. Luas bidang pemanasan
lebih banyak dan merata sehingga kenaikan temperatur dan tekanan pada air di dalam pipa-
pipa tersebut dapat lebih cepat. Semakin tinggi temperatur air tersebut maka tekanannya
pun akan semakin besar.
Sirkulasi air yang berada di dalam boiler terjadi secara alamiah, yaitu pada lapisan air
yang paling bawah, lebih dulu menerima panas dari api sehingga temperatur air pada
lapisan tersebut naik dan massa jenis air tersebut turun. Pada air lapisan atas masa jenisnya
lebih besar dari lapisan bawah, sehingga air paada lapisan bawah terdorong ke atas dan
kekosongan air akan diisi oleh lapisan air yang massa jenisnya lebih besar. Sirkulasi air
tersebut akan berlangsung terus hingga air tersebut berubah fasa hingga menjadi uap yang
bertekanan dan dapat mengalir keluar (gambar 2.2). Energi kinetik dari tekanan uap inilah
yang digunakan untuk menggerakan turbin uap.

9
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

Gambar 2.2 Mekanisme kerja boiler pipa air

Ada beberapa keuntungan yang didapat dari disain boiler pipa air, yaitu:
• Dapat bekerja pada tekanan tinggi.
• Dapat memproduksi uap dengan cepat, karena sirkulasi fluida yang cepat.
• Dapat memperbanyak kapasitas uap dengan cara memperbanyak pipa tanpa
mengubah diameter tabung, ini merupakan keuntungan terbesar boiler jenis pipa air
yang tidak bisa didapat dari boiler jenis pipa api.

Kerugian dari boiler jenis pipa air, yaitu:


• Air pengisi pipa air harus selalu dalam keadaan bersih.
• Biaya perawatannya yang relatif mahal.

2.3 Termodinamika
Termodinamika adalah salah satu bidang terpenting dalam ilmu pengetahuan
kerekayasaan yang membahas hubungan antara energi panas dengan bentuk-bentuk energi
lainnya. Termodinamika memusatkan perhatian kepada faham tentang energi, gagasan
bahwa “energi itu kekal” adalah hukum termodinamika yang pertama. Hukum
termodinamika pertama menyatakan bahwa “energi tidak dapat diciptakan dan
dihilangkan, tetapi dapat dirubah dari satu bentuk menjadi bentuk yang lain”, dimana
energi yang masuk sama dengan energi yang keluar.

10
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

Konsep kedua dalam termodinamika adalah kemungkinan atau kemustahilan


berlangsungnya suatu proses dapat ditentukan dengan entropi. Proses yang menghasilkan
entropi mungkin terjadi, tetapi yang membinasakan entropi mustahil dapat berlangsung,
dengan kata lain energi yang masuk pasti lebih besar dari pada energi yang keluar.
Gagasan inilah yang mendasari hukum termodinamika yang kedua.
Gagasan penting lainnya adalah sifat termodinamika merupakan awal petunjuk bagi
perpindahan energi sebagai panas. Berbagai gerakan molekul cenderung semakin tinggi
aktivitasnya pada temperatur tinggi. Energi panas cenderung untuk bergerak dari molekul
yang bertemperatur tinggi ke molekul yang temperaturnya lebih rendah. Hukum
termodinamika ke nol menyatakan “Jika dua buah sistem berada dalam kesetimbangan
termal, keduanya haruslah mempunyai temperatur yang sama, jika setiap sistem tersebut
berada dalam kesetimbangan dengan sistem ketiga, maka ketiganya mempunyai temperatur
yang sama”. Hukum ini merupakan dasar dari pengukuran temperatur .Termodinamika
mempunyai dua sifat substansi yang sangat penting yaitu:
1. Sifat Ekstensif
Nilainya untuk seluruh sistem yang merupakan penjumlahan dari seluruh
bagian dari sistem tersebut, contohnya adalah massa, volume, dan energi.
2. Sifat Intensif
Nilainya tidak tergantung dari besar dan ukuran sistem, contohnya adalah
massa jenis, tekanan, dan temperatur.
Pada boiler terjadi proses perubahan bentuk energi, yaitu energi kimia dari bahan
bakar menjadi energi kinetik dari uap. Uap ini dihasilkan dari pemanasan fluida kerja (air),
dimana panas tersebut dihasilkan oleh proses pembakaran bahan bakar. Pada proses ini
terjadi perubahan fase pada fluida kerja, perubahan fase ini berawal dari fase cairan
terkompresi sampai fase uap kering.
1. Cairan terkompresi dan cairan jenuh
Suatu piston silinder berisi air (fase cair) misalnya pada temperatur 20OC dan
tekanan 1 atm (gambar 2.3) disebut cairan terkompresi, yang berarti pada kondisi ini
air tidak akan menguap. Jika panas ditransfer ke air tersebut sehingga temperaturnya
naik, misalnya 40OC (gambar 2.4) dengan tekanan yang sama, maka kenaikan
temperatur tersebut, air akan berekspansi (mengembang) yang mengakibatkan
volume spesifik air tersebut bertambah sehingga menyebabkan piston naik dan
tekanannya tetap 1 atm.

11
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

Air yang berada di dalam piston tersebut, jika terus diberi panas hingga
temperaturnya naik hingga 100OC akan mengakibatkan cairan tersebut menguap
(gambar 2.5), yang berarti terjadi proses perubahan fase dari cair ke uap. Cairan yang
siap menguap ini disebut cairan jenuh.

P = 1 atm
T = 100OC
P = 1 atm
P = 1 atm
T = 40 oC
T = 20 oC

Gambar 2.3 Cairan terkompresi Gambar 2.4 Cairan terkompresi- Gambar 2.5 Cairan jenuh
suhu dinaikan

2. Uap jenuh, uap campuran dan uap kering


Cairan jenuh yang berada didalam piston tadi, jika diberi panas yang lebih banyak
lagi, kenaikan temperatur akan berhenti sampai cairan tersebut berubah semua
menjadi uap. Cairan jenuh pada kondisi ini temperaturnya akan konstan jika selama
proses perubahan fase dari cairan jenuh menjadi uap, tekanannya dijaga konstan,
selama proses penguapan terjadi kenaikan volume spesifik dan berkurangnya level
cairan akibat perubahan fase menjadi uap. Silinder yang terdiri dari uap dan cairan
jenuh dengan jumlah yang sama pada pertengahan proses penguapan (gambar 2.7),
jika terus ditambahkan panas maka proses penguapan akan terus berlanjut hingga
seluruh cairan akan menguap (gambar 2.7). Isi silinder pada titik ini akan penuh
dengan uap, bila terjadi kehilangan panas seberapapun kecilnya akan menyebabkan
sebagian uap mengembun (perubahan fase dari uap ke cairan). Uap yang hampir
terkondensasi disebut uap jenuh, oleh karena itu keadaan seperti pada gambar 2.6
dinamakan kondisi uap jenuh. Keadaan seperti pada gambar 2.6 dinamakan kondisi
uap campuran, yaitu dimana fasa ini merupakan campuran antara fase cairan jenuh
dengan fase uap. Kondisi uap jenuh jika masih terus ditambahkan energi panas pada
tekanan konstan maka pada kondisi ini uap air akan mengalami kenaikkan temperatur
dan kondisi uap akan berubah menjadi uap panas lanjut atau uap kering. Grafik
proses perubahan fase dari fase cairan sampai fase uap kering, berdasarkan
perubahan temperatur dan volume spesifik dapat dilihat pada gambar 2.8.

12
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

Uap
Uap
Cair jenuh

Gambar 2.6 Uap campuran Gambar 2.7. Uap jenuh

T
Keterangan:
•5 Cairan terkompresi
Cairan jenuh
Uap campuran
•2 •3 •4 Uap jenuh
Uap kering

•1

v
Gambar 2.8 Grafik proses perubahan fase uap T-v

2.4 Bahan Bakar


Waste Heat Boiler biasanya didesain untuk bahan bakar cair, karena penggunaan
batu bara mengalami kesulitan pada saat penambahan penanganan abu serta kebersihan
tube. Bahan bakar yang ada terdiri dari unsur /Hidrogen (H), Karbon (C), Nitrogen ( N ),
Oksigen (O), dan Belerang ( S ). Dalam proses pembakaran, bahan bakar disenyawakan
dengan oksigen dari udara sehingga timbul gas asap panas, panas ini kemudian diberikan
kepada dinding ketel melalui aliran gas.
Jumlah udara yang dimasukkan ke ruang bakar untuk pembakaran harus tepat
dengan jumlah bahan bakar karena jika kurang, maka akan terjadi pembakaran tidak
sempurna yang akan mengurangi jumlah panas yang dihasilkan dan sebagian unsur,
khususnya unsure karbon tidak dapat seluruhnya terbakar sehingga menimbulkan asap
hitam. Biasanya untuk mendapatkan pembakaran yang sempurna, jumlah udara dibuat

13
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

berlebih dari pada untuk reaksi kimia, tetapi bila terlalu berlebihan mka sebagian panas
akan akan terpakai untuk memanaskan kelebihan udara tersebut akhirnya malah terbuang.
Untuk mengetahui apakah pembakaran berjalan secara baik atau tidak, maka gas
asap yang keluar dari ketel harus dianalisa baik dengan alat pengukur maupun
laboratorium dengan indikasi oksigen terbuang.

Nilai kalor bahan bakar


Nilai kalor bahan bakar adalah nilai energi yang dilepaskan pada waktu terjadi oksidasi
atau pembakaran sempurna. Nilai kalor bahan bakar dibagi dua, yaitu: HHV dan LHV.

Energi bahan bakar


Energi bahan bakar adalah energi yang digunakan untuk menghasilkan panas dari proses
pembakaran campuran udara dan bahan bakar yang dimanfaatkan dalam pemanasan air
sehingga berubah fasa menjadi uap. Besarnya jumlah energi kalor akibat proses
pembakaran dapat dihitung menggunakan persamaan
Ebb= mbb x LHV
Keterangan : E = jumlah energi kalor

mbb = laju aliran bahan bakar

LHV = nilai kalor bawah bahan bakar

14
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

2.5 Efisiensi Boiler

Kinerja dari suatu boiler dapat ditentukan oleh parameter-parameter seperti


banyaknya uap yang terbentuk, banyaknya suplai bahan bakar, temperatur uap keluar,
temperatur gas buang, nilai kalor bahan bakar (tergantung dari jenis bahan bakar yang
digunakan), kandungan bahan bakar, dan kandungan gas buang. Kinerja dari suatu alat
atau sistem biasanya dinyatakan dengan parameter effisiensi (η), jika semakin tinggi
efisiensi maka kinerja dari dari suatu alat atau sistem dapat dinyatakan bagus, artinya rugi
atau losses yang dihasilkan dari suatu alat atau sistem untuk proses semakin kecil.

Persamaan yang dipakai untuk menghitung efisiensi pada boiler :

η x100% ....................................... (2.1)


Dimana :
Q input = Gas flow x LHV ………………………… (2.2)
Qout = Qsteam - QBFW ………………………………………………. (2.3)

Dimana :
QBFW = mBFW x Cpair x (TBFW-T0) ............................ (2.4)

Qsteam = msteam x hsteam ………………………………………………... (2.5)

15
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

BAB III
WASTE HEAT BOILER 2003 U

3.1 Gas Turbin Generator 2006 J

Turbin gas adalah mesin yang iner mengubah energi panas menjadi energi mekanik
atau dorong. Turbin gas berfungsi sebagai penggerak mula bagi mesin – mesin yang lain.
Turbin gas yang digunakan di PT Pupuk Kujang adalah GTG 2006 J ( Gas Turbin
Generator 2006 J ). Buatan Hitachi ( Jepang ). Siklus yang digunakan Turbin Gas adalah
siklus terbuka dengan Fluida kerja adalah udara dari atmosfer.Selain itu juga turbin gas di
PT Pupuk Kujang tidak memiliki reheater, regenerator, maupun intercooler.sehingga
merupakan system turbin gas sederhana. Hal ini membuat efisiensi turbin gas di PT Pupuk
Kujang rendah.
Turbin Gas 2006 J menggunakan bahan bakar gas alam yang dipasok oleh
pertamina. Dari sumber gas alam di desa Cilamaya, Cikampek. Daya yang dihasilkan oleh
turbin digunakan sebagai alat putar untuk menggerakan generator yang berfungsi untuk
membangkitkan listrik.
Turbin gas yang terdapat di unit Ultilitas PT Pupuk Kujang IA, Berguna untuk
menyuplai listrik baik di PT Pupuk Kujang maupun KIKC ( Kawasan Industri Kujang
Cikampek ).
Generator yang digunakan di PT Pupuk Kujang sama halnya dengan turbin gas
yang dibuat oleh HITACHI ( Jepang ), sehingga turbin gas merupakan satu kesatuan
dengan generator. Generator ini memiliki kapasitas 21588 KVA, frekuensi 50 Hz, putaran
3000 rpm dan menggunakan pendingin air.
Generator merupakan alat pengkonversi energi mekanik turbin menjadi energi
listrik. Energi mekanik dari putaran poros dari turbin sebesar 5100 rpm diubah menjadi
3000 rpm pada putaran poros generator melalui gigi reduksi. Selanjutnya putaran poros
generator diubah menjadi energi listrik dengan tegangan keluaran sebesar 13.800 volt.
Adapun Komponen Gas Turbin Generator 2006 J, yaitu:

• Kompresor
Kompresor berfungsi untuk menghisap udara atmosfir dan menaikan
tekanannya sehingga dihasilkan udara dengan tekanan tinggi. Jenis kompresor

16
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

yang digunakan adalah kompresor aksial dengan 16 tingkat. Rasio kompresi


adalah 1 : 7,5. Kecepatan putar kompresor adalah 5100 rpm.
Udara yang diisap kompresor adalah udara biasa dari atmosfer sehingga
dipasang penyaring udara pada sisi isap kompresor, agar udara yang masuk
kompresor bersih dari kotoran.

• Ruang Bakar
Ruang bakar berfungsi untuk mensuplai energi panas yang diperlukan pada
siklus turbin gas. Hal ini dilakukan dengan membakar gas alam pada udara yang
telah dimampatkan oleh kompresor, yang akan mendapatkan udara yang panas
dan kering serta bertekanan tinggi
Ruang bakar turbin gas di PT Pupuk Kujang memiliki 10 buah ruang bakar
dengan dua buah flame detector yang menggunakan ultra violet sebagai
sensornya. Untuk tiap buah ruang bakar terdapat satu buah fuel nozzle.
Proses pembakaran pada ruang bakar dijelaskan sebagai berikut :
Bahan bakar dari tangki bahan bakar disalurkan ke ruang bakar dengan melewati
pipa bahan bakar dan fuel nozzle, pada fuel nozzle itu bahan bakar dikabutkan dan
disemprotkan ke ruang bakar. Udara yang bertekanan dan bersuhu tinggi dari
kompressor akan masuk ke ruang bakar dan dicampur dengan bahan bakar yang
disemprotkan dari fuel nozzle kemudian akan terjadi pembakaran yang
berlangsung pada tekanan konstan. Untuk penyalaan api pada ruang bakar satu
dan dilakukan dengan busi.sedangkan untuk ruang bakar lainnya api dilewatkan
melalui crossfire tube. Untuk flame detector dipasang pada ruang bakar nomor
tujuh dan delapan.
Ruang pembakaran terdiri atas nozzle ( sebagai pengabut bahan bakar ),
flame detector ( untuk mengetahui apakah api sudah menyala atau tidak ), spark
ignation ( sebagai alat penyala api ), transition piece ( sebagai alat penyalur gas
panas hasil pembakaran ke nosel turbin ), crosfire tube ( pipa penghubung untuk
menghantarkan api dari satu ruang bakar ke ruang bakar lain ).
Ruang bakar dari turbin gas merupakan dua tabung konsentris yang
membentuk dua ruang.tabung luar berupa combustion chamber. Tabung dalam
sering disebut sebagai Combustion linear. Adanya lubang – lubang pada
combustion linear maka kedua ruang yang terjadi saling berhubungan.

17
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

• Turbin
Turbin digunakan untuk mengubah energi kinetik gas panas hasil
pembakaran di ruang bakar menjadi energi mekanik yang berupa putaran poros
dan turbin.
Turbin yang digunakan adalah jenis turbin impuls berporos tunggal ( single
shaft ), mempunyai dua tingkat sudu turbin dengan putaran 5100 rpm. Sedangkan
trip terjadi pada saat putaran mencapai 5610 rpm dan kecepatan minimum operasi
adalah 3890 rpm.
Ada dua bagian utama pada turbin, yaitu sudu tetap ( nozzle ) dan sudu
gerak ( bucket ). Sudu tetap ( nozzle ) didesain dengan rongga menyempit yang
berfungsi untuk mengarahkan dan menaikan kecepatan aliran gas panas hasil
pembakaran. Sedangkan sudu gerak ( bucket ) merupakan bagian roda turbin yang
tersusun melingkar dan berfungsi untuk mengubah energi kinetik gas panas
menjadi energy mekanik poros turbin.

• Generator
Generator yang digunakan di PT Pupuk Kujang sama halnya dengan turbin
gas yang dibuat oleh HITACHI ( Jepang ), sehingga turbin gas merupakan satu
kesatuan dengan generator. Generator ini memiliki kapasitas 21588 KVA,
frekuensi 50 Hz, putaran 3000 rpm dan menggunakan pendingin air.
Generator merupakan alat pengkonversi energi mekanik turbin menjadi energi
listrik. Energi mekanik dari putaran poros dari turbin sebesar 5100 rpm diubah
menjadi 3000 rpm pada putaran poros generator melalui gigi reduksi. Selanjutnya
putaran poros generator diubah menjadi energi listrik dengan tegangan keluaran
sebesar 13.800 volt.

• Penggerak Mula ( Starting Device )


PT Pupuk Kujang menggunakan turbin uap untuk mendapatkan putaran mula,
adapun spesifikasinya sebagai berikut :
• Type : Gas expander, Mark 25 G Turbine
• Break away : 500 hp – 3000 rpm
• Gas supply : 24,6 atg minimum – 26,4 atg maksimum
18
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

Inlet condition set by regulating stop valve ( VPR – 15 )


• Lube system : force feed from GT lube system
• Speed control : governor, setting 1100 – 1300 rpm
• Maximum operation speed : 3100 – 3400 rpm
• Adjustment : hand speed changer valve
• Jaw Coupling
Penggerak mula dengan turbin gas dihubungkan dengan jaw coupling. Jaw
coupling ini akan bekerja, jika kecepatan putaran poros turbin ini tidak lebih besar
dari kecepatan putar penggerak mula. Pada saat turbin gas mulai bekerja, terjadi
slip pada jaw coupling yang berakibat putusnya hubungan turbin gas – penggerak
mula. Jaw coupling bagian penggerak mula secara otomatis keluar.
• Reduction Gear
Ada dua bagian reduction gear dalam mesin yaitu : penghubung antara turbin gas
dengan dengan penggerak mula dan penghubung antara turbin gas dengan
generator.
Reduction gear dibutuhkan untuk mereduksi adanya perbedaan kecepatan kerja
dari masing – masing mesin. Untuk mengubah putaran poros turbin sehingga
dihasilkan putaran poros yang sesuai dengan putaran poros generator.
Putaran untuk penggerak mula adalah 3000 rpm, turbin gas 5100 rpm, dan
generator 3000 rpm. Dengan adanya reduction gear ini maka hubungan kerja bisa
berjalan baik.

• Sistem Udara
Udara dialirkan ke mesin melewati saluran yang mempunyai air silencer
( peredam udara ) dan penyaringan debu. Udara memasuki saluran udara utama
dari samping dengan terlebih dahulu melewati penyaring kotoran. Dalam saluran
utama masih ada penyaring udara tahap kedua. Adanya penyaring kotoran ini akan
mengurangi gangguan yang terjadi akibat kotoran yang terbawa oleh udara
kompresor yang terbawa oleh udara pada kompresor. Sedangkan air silencer
berfungsi untuk mengurangi kebisingan suara berfrekuensi tinggi yang
ditimbulkan kompresor.

19
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

Udar adigunakan turbin gas untuk proses pembakaran dan sebagai fluida
pendingin. Pendingin udara dilakukan untuk bagian ruang bakar dan bagian lain
yang berhubungan dengan panas.
• Booster Compresor
Booster Compressor berfungsi untuk membantu sistem pengabutan udara bahan
bakar sebelum ke kompresor cukup mampu untuk melakukan pengabutan sendiri.
Booster kompresor membantu pengabutan awal hingga mencapai putaran poros
sekitar 20 % dari putaran kerja kompresor.
• Sistem Bahan Bakar
Dalam sistem penyaluran bahan bakar diatur oleh sistem speedtronic. Speedtronic
control system merupakan sistem elektronik yang mengatur laju aliran bahan
bakar yang masuk ke dalam sistem turbin gas.
Komponen – komponen pada sistem bahan bakar antara lain :
• Strainer berfungsi untuk menyaring dan memisahkan kotoran – kotoran
yang terbawa di dalam ruang bakar.
• Pressure ratio valve berfungsi untuk mengatur tekanan bahan bakar yang
masuk agar tetap konstan
• Gas stop valve berfungsi untuk menutup bahan bakar yang masuk apabila
turbin berhenti atau diberhentikan.
• Gas control valve berfungsi mengatur jumlah bahan bakar yang masuk
sesuai kondisi operasi turbin
• Manifold berfungsi sebagai alat untuk menyalurkan bahan bakar ke masing
– masing ruang bakar secara merata.
• Flow meter berfungsi sebagai alat untuk mengukur laju bahan bakar
Bahan bakar turbin gas di PT Pupuk Kujang adalah gas alam dimana hasil
proses pembakaran harus bebas dari sisa – sisa bahan bakar ( abu ) yang keras
dan tidak menimbulkan korosi yang diakibatkan peristiwa kimia.
Nilai kalor bahan bakar gas alam yang masuk ke PT Pupuk Kujang adalah
1000 – 1046 BTU/SCF dengan kondisi normal gas alam pada tekanan 1 atm
dan temperature 200 C

20
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

Gambar 3.1

Skematik 2006 J

3.2 Waste Heat Boiler 2003 U


Waste heat boiler memenuhi 45 % dari keperluan steam seluruh unit , sedangkan
sisanya didapat dari 2 buah package boiler. Kapasitas boiler ini 90,7 ton/jam dan
beroperasi pada suhu 4000C dan tekanan 49,27 kg/cm3. media pemanas yang digunakan
adalah sensibel dari exhaust gas turbin Hitachi, dan dipanaskan lagi oleh panas
pembakaran gas alam.

21
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

Gambar 3.2 Skematis Waste Heat Boiler

Tabel 3.1 Spesifikasi boiler di PT Pupuk Kujang

Spesifikasi WHB Package boiler Package boiler 2007-


2007-U UA

Equipment name Water tube Water tube boiler Water tube boiler
boiler

Capasity 90.7 ton/jam 102.06 ton/jam 102.06 ton/jam

Steam temp. 400 0C 400 0C 400 0C

Production year 1975 1975 1975

Working pressure 49.27 kg/cm2 49.27 kg/cm2 49.27 kg/cm2


max

Operation 600 psi 600 psi 600 psi


pressure

Temperature 750 0C 750 0C 750 0C

Efficiency Desaign 84% 84.5% 84.5%

Fuel Gas alam Gas alam Gas alam

Made in Foster Wheeler, Zum Industry Incerie Zum Industry Incerie


Amerika City Energy,

22
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

Amerika City Energy, Amerika

Autohorized Depnaker Depnaker Depnaker


inspector

3.2.1 Deskripsi Proses Waste Heat Boiler 2003-U


Gas buang yang berasal dari turbin dialirkan kedalam Waste heat boiler, jika
jumlah uap yang diperlukan oleh boiler lebih besar maka pemanasan tambahan dilakukan
dengan menambahkan bahan bakar berupa gas alam melalui burner. Setelah memanaskan
ketel maka gas dibuang melalui cerobong asap. Jika ketel dalam keadaan tidak bekerja ,
maka gas buang turbin langsung dibuang melalui cerobong by-pass. Air umpan boiler dari
storage deaerator dialirkan menuju economizer. BFW masuk ke economizer dengan suhu
102°C dan tekanan 43 kg/cm2 dan tempeatur keluar sekitar 152°C. Melalui tube-tube dari
boiler, BFW dari economizer yang sudah melewati steam drum dipanaskan dalam furnace.
Karena pemanasan tersebut maka air berubah menjadi uap yang kemudian masuk ke steam
drum. Karena berat jenis uap lebih kecil maka uap akan naik ke steam drum bagian atas
dan air akan masuk melewati tube-tube dan masuk ke steam drum bagian bawah dimana
akan terjadi sirkulasi antara air dengan uap pada tekanan 42 kg/cm 2 Setelah itu dipanaskan
lagi di superheater sehingga menjadi superheated steam. Jika suhu yang keluar dari
superheater lebih dari 400°C maka uap dialirkan terlebih dahulu ke desuperheater.
Total solid dalam boiler harus kecil(< 2000 ppm) maka harus diinjeksikan phosfat
untuk mengikat zat-zat padat yang ada dalam air boiler sehingga menggumpal dan turun ke
bawah yang kemudian dihilangkan dengan intermitten blow down. Hal ini dilakukan jika
hasil analisa laboratorium menunjukan kadar silika dan konduktivity tinggi. Untuk
membuang kotoran yang terapung dan buih-buih yang terbentuk dalam steam drum
dilakukan continous blow down dilengkapi dengan metering blowdown dan shut off valve
yang akan membuka jika level air yang ada pada steam drum melebihi batas yang
ditentukan.

23
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

Aliran blowdown akan masuk ke blowdown flash drum dimana kotoran akan
dibuang ke waste treatment. Jika terjadi blowdown maka akan terbentuk flash steam
dengan tekanan sekitar 3,5 kg/cm2 dan temperatur antara 150-175°C.
Medium steam yang dihasilkan 90% digunakan untuk pabrik urea dan sisanya
dipakai oleh pabrik ammonia dan utility. Medium steam digunakan untuk menggerakkan
turbin uap yang dipakai untuk memutar impeller dari pompa-pompa dan kompresor.
Sedangkan Low steam digunakan untuk stripping deaerator, ammonia heater, condesat
stripper, servis steam.

3.2.2 Kelengkapan Alat Waste Heat Boiler 2003 U

a. Economizer
Gas asap ( flue gas ) yang keluar biasanya suhunya masih cukup tinggi,
bahkan lebih tinggi dari temperature air pengisi ketel. Dengan demikian
sebelum dibuang ke atmosfer, gas asap ini bisa dimanfaatkan untuk
memanaskan air pengisi ketel. Economizer pada dasarnya berbentuk pipa-pipa
yang diluarnya dialirkan gas asap dan didalamnya mengalir air pengisi ketel
yang akan dimasukkan ke dalam ketel maka sebagian panas dari gas asap
ditangkap dan bisa dimanfaatkan. Peralatan ini dapat menambah efisiensi ketel
uap secara keseluruhan, karena temperatur gas asap yang dibuang dapat ditekan
menjadi lebih rendah.

3. Superheater

Superheater atau alat pemanas lanjut adalah alat yang mengubah uap jenuh
atau basah menjadi uap panas lanjut. Uap yang keluar dari drum suatu ketel
berupa uap yang mudah mengembun, disebut uap basah. Jika uap ini akan
dipakai untuk menggerakkan turbin maka harus dipanaskan lebih lanjut dengan
tekanan tetap. Dengan pemanas ini, uap selain menjadi lebih kering juga
temperaturnya menjadi lebih tinggi temperaturnya dari temperature jenuhnya,
sehingga tak mudah mengembun. Uap yang dipanaskan seperti ini disebut uap

24
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

panas lanjut ( superheated steam ) yang akan mempertinggi efiiensi


pemakaiannya, serta mengurangi pengikisan (erase) dan korosi pada alat-alat
yang dilaluinya.

4. Desuperheater

Desuperheater adalah alat yang cara kerjanya merupakan kebalikan dari


superheater, yaitu berfungsi untuk menurunkan temperature uap lanjut yang
terlalu tinggi. Prinsip kerjanya sangat sederhana, berupa penyemprotan air (
spray ) kedalam aliran uap, sehingga pengontrolan suhu bisa dilakukan sesuai
dengan kebutuhan steam yang diharapkan. Proses ini merupakan tahap akhir
sebelum produk steam dialirkan melalui pipa-pipa menuju ke header.

5. Steam drum

Steam Drum merupakan tempat penampungan sementara uap pada proses


pembakaran air dalam boiler

6. Burner

Burner merupakan tempat pembakaran gas alam.

7. By pass Stack

By pass Stack merupakan tempat pembuangan panas keluaran dari gas turbin
generator jika boiler dalam keadaan tidak bekerja.

25
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

BAB IV
PERHITUNGAN EFISIENSI WASTE HEAT BOILER 2003-U
4.1 Data Komposisi Gas Alam
Tabel 4.1.1 Data Komposisi Gas Alam Pada Tanggal 18 Agustus 2009
Komposisi Fraksi Mol LHV (kkal/Nm3) LHV x X (kkal/Nm3)
Gas Alam (X)
(%)

CH4 86.93 8550.7 7433.12

C2H6 2.07 15217.5 315.00

C3H8 1.47 21784.5 320.23

i-C4H10 0.31 28229.4 87.51

n-C4H10 0.34 28318.7 96.28

i-C5H12 0.13 34788.0 44.22

n-C5H12 0.08 34874.5 27.87

TOTAL 8325.23

Tabel 4.1.2 Data Komposisi Gas Alam Pada Tanggal 19 Agustus 2009
Komposisi Fraksi Mol LHV (kkal/Nm3) LHV x X (kkal/Nm3)
Gas Alam (X)
(%)
CH4 86.52 8550.7 7398.07

C2H6 2.14 15217.5 325.65

C3H8 1.36 21784.5 296.27

i-C4H10 0.28 28229.4 79.04

n-C4H10 0.30 28318.7 84.96

i-C5H12 0.11 34788.0 38.27

n-C5H12 0.07 34874.5 24.41

26
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

TOTAL 8248.56

Tabel 4.1.3 Data Komposisi Gas Alam Pada Tanggal 20 Agustus 2009
Komposisi Fraksi Mol Berat LHV LHV x X
Gas Alam (X) Molekul (kkal/Nm3) (kkal/Nm3)
(%) (BM)
CH4 86.16 16 8550.7 7366,852
C2H6 2.21 30 15217.5 336,307
C3H8 1.48 44 21784.5 322,411
i-C4H10 0.31 58 28229.4 87.516
n-C4H10 0.34 58 28318.7 96.284
i-C5H12 0.12 72 34788.0 41,746
n-C5H12 0.08 72 34874.5 27.879
TOTAL 8279,01

Tabel 4.1.4 Data Komposisi Gas Alam Pada Tanggal 21 Agustus 2009
Komposisi Fraksi Mol LHV (kkal/Nm3) LHV x X (kkal/Nm3)
Gas Alam (X)
(%)

CH4 86.01 8550.7 7354.46

C2H6 2.18 15217.5 331.74

C3H8 1.38 21784.5 300.63

i-C4H10 0.30 28229.4 84.69

n-C4H10 0.32 28318.7 90.62

i-C5H12 0.13 34788.0 45.22

n-C5H12 0.08 34874.5 27.89

TOTAL 8246.51

27
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

4.2 Data Konsumsi Gas Alam

Tabel 4.2.1 Data Konsumsi Gas Alam GTG


No Tanggal Gas Flow Nm3/jam
1 18 Agustus 2009 4830
2 19 Agustus 2009 4800
3 20 Agustus 2009 4880
4 21 Agustus 2009 4910

Tabel 4.2.2 Data Konsumsi Gas Alam WHB


No Tanggal Gas Flow Nm3/jam
1 18 Agustus 2009 3017.08
2 19 Agustus 2009 1684.58
3 20 Agustus 2009 1906.67
4 21 Agustus 2009 2031.25

4.3 Data Boiler Feed Water


Tabel 4.3 Data Boiler Feed Water
No Tanggal Boiler Feed Boiler Feed BFW.Temp.
Water Press Econ. Inlet
Water Flow
(Kg/cm2) (0C)
(Ton/jam)
1 18 Agustus 2009 64.6 61.46 107.58
2 19 Agustus 2009 56.2 58.292 107.325
3 20 Agustus 2009 58.7 58.88 107.208
4 21 Agustus 2009 61.2 58.875 107.17

4.4 Data Steam


Tabel 4.4 Data Steam

28
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

No Tanggal Steam Press Steam Flow Steam Temp.


(Kg/cm2) (Ton/jam) Boiler Outlet
(0C)

1 18 Agustus 2009 43 62.2 401.67


2 19 Agustus 2009 43 52.8 401.17
3 20 Agustus 2009 43 55.3 403.58
4 21 Agustus 2009 43 45.17 402.42

4.5 Data Beban Pengeluaran Gas Turbin Generator


Tabel 4.5 Data Beban Pengeluaran Gas Turbin Generator

No Tanggal Energi Listrik (MW)


1 18 Agustus 2009 8.76
2 19 Agustus 2009 8.73
3 20 Agustus 2009 8.78
4 21 Agustus 2009 8.85

4.6 Analisa Perhitungan


Berikut adalah contoh perhitungan yang dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2009.
A. Data Komposisi Gas Alam

Komposisi Fraksi Berat LHV LHV x X


Gas Alam Mol Molekul (kkal/Nm3) (kkal/Nm3)
(X) (BM)
(%)
CH4 86.16 16 8550.7 7366,852
C2H6 2.21 30 15217.5 336,307
C3H8 1.48 44 21784.5 322,411
i-C4H10 0.31 58 28229.4 87.516
n-C4H10 0.34 58 28318.7 96.284
i-C5H12 0.12 72 34788.0 41,746
n-C5H12 0.08 72 34874.5 27.879
TOTAL 8279,01

LHV gas alam =8279,01 kkal/Nm2

29
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

Listrik (Q2) Steam (Q5)

Natural
Gas
(Q1) Q3
Gas Turbine Waste Heat
Generator Boiler

Natural
Gas(Q4)

Gambar 4.1 Skema Waste Heat Boiler

1. Energi gas alam yang masuk GTG


Data Gas Alam masuk GTG
No Range Gas Flow (m3/h) Gas Flow x 1200(faktor
Fra-2012 GAS to 2006 J pengali) (Nm3/h )

1 00.00 4,0 4800


2 02.00 4,0 4800
3 04.00 4,0 4800
4 06.00 4,0 4800
5 08.00 4,1 4920
6 10.00 4,1 4920
7 12.00 4,1 4920
8 14.00 4,1 4920
9 16.00 4,1 4920
10 18.00 4,1 4920
11 20.00 4,1 4920
12 22.00 4,1 4920
RATA-RATA 4880

Q Gas Alam masuk GTG = Gas flow x LHV gas alam


= 4880 Nm3/h x 8279,01 kkal/Nm3
= 40401568 kkal/jam

30
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

2. Beban pengeluaran GTG


Data Beban pengeluaran GTG
No Range Beban pengeluaran GTG (MW)
1 00.00 8,8
2 02.00 8,8
3 04.00 8,6
4 06.00 8,6
5 08.00 8,7
6 10.00 8,5
7 12.00 8,5
8 14.00 9,1
9 16.00 8,8
10 18.00 9,1
11 20.00 9,0
12 22.00 8,8
RATA-RATA 8,78

Beban Pengeluaran GTG (Q2) =8,78 MW


8,78 x 106 Watt x 0,8983 kcal/jam = 7549658 kkal/jam

3. Energi gas buang Hitachi yang masuk WHB


Q gas buang Hitachi masuk WHB (Q3) = Q input GTG (Q1) – Beban GTG (Q2)
= 40401568 kkal/jam – 7549688 kkal/jam
= 32851910,8 kkal/jam

4. Energi gas alam yang masuk WHB


Data Gas Alam masuk WHB
No Range Gas Flow ( Reading) Gas Flow
Fra-2016 GS to 2003 U (Nm3/jam)
1 00.00 38 2470
2 02.00 38 2470
3 04.00 32 2080
4 06.00 31 2015
5 08.00 27 1885
6 10.00 25 1625
7 12.00 19 1235
8 14.00 30 1950
9 16.00 28 1820

31
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

10 18.00 27 1755
11 20.00 26 1690
12 22.00 29 1885
RATA-RATA 1906,67

Q Gas Alam masuk WHB(Q4) = Gas flow x LHV gas alam


= 1906,67 Nm3/jam x 8779,01 kkal/Nm3
= 15785340 kkal/jam

5. Menghitung Energi Boiler Feed Water


Data Boiler Feed Water
No Range Boiler Feed Boiler Feed Water BFW.temp. econ.
Water Flow press Inlet
(Ton/h) (kg/cm2) (0C)

1 00.00 60 56 108.2
2 02.00 61,2 57 107.4
3 04.00 58,8 57,5 107,4
4 06.00 55,2 58 108,2
5 08.00 62,4 60 108
6 10.00 51,6 58,5 108
7 12.00 54 61 108
8 14.00 61,2 57 108
9 16.00 60 60 108
10 18.00 60 60 108
11 20.00 60 60 108
12 22.00 60 60 108
RATA-RATA 58,7 58,7 107.9

Dengan Feed water press (PBFW) = 58,7 kg/cm2 = 56,87 bar dan
TBFW =107,9 0C = 380,9 K diperoleh Cp air (KJ/kg.K):
(sumber : perry)

32
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

P (bar) T (0C)

100 110

50 4.218 4.233

100 4.206 4.221

Interpolasi I :

P = 50 bar T = 100 0C Cp = 4.218 KJ/kg.K

P =100 bar T = 100 0C Cp = 4.206 KJ/kg.K

Didapat Cp1= 4.216KJ/kg.K (interpolasi)

Interpolasi II

P = 50 bar T = 1100C Cp = 4.233 KJ/kg.K

P =100 bar T = 1100C Cp = 4.221 KJ/kg.K

Didapat Cp2= 4.231 KJ/kg.K (interpolasi)

Interpolasi III

P = 56,87bar T = 1000C Cp1= 4.216 KJ/kg.K

P =56,87bar T = 1100C Cp2= 4.231 KJ/kg.K

Didapat Cpair= 4.228 KJ/kg.K (interpolasi)

Maka,

QBFW = mBFW x Cpair x (TBFW-T0)

33
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

= 58,7x 103 kg/jam x 4.228 KJ/kg.K x (380.9-298) K

= 20574420,44KJ/kg

= 4913292,99 kkal/jam

HBFW = cp air x (TBFW-T0)

= 4,228 KJ/kg.K x (380,9 – 298) K

= 350,50 KJ/kg

6. Menghitung energi steam


Data steam
No Range Steam Press Steam Flow Steam temp.
(kg/cm2) (Ton/h) boiler outlet
(0C)
1 00.00 43 58,8 404
2 02.00 43 60 406
3 04.00 43 55,2 404
4 06.00 43 54 404
5 08.00 43 56,4 408
6 10.00 43 51,6 403
7 12.00 43 52,8 402
8 14.00 43 58,8 406
9 16.00 43 54 400
10 18.00 43 52,8 402
11 20.00 43 52,8 402
12 22.00 43 51,6 402
RATA-RATA 43 55,32 403,58

Dik : Steam Flow (msteam)= 55,32ton/jam = 55320 kg/jam


Steam temp. boiler outlet (Tsteam) = 403,58 oC

Steam Pressure (Psteam) = 43 kg/cm2 = 4216,80 kPa

Dengan Tsteam = 408,125 oC dan Psteam = 43 kg/cm2 = 4217.7 kPa

Didapat H steam (KJ/kg)=3219, 08 Kj/kg (Himmeblau,2000)

Qsteam = msteam x (Hsteam - HBFW )

34
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

= 55320 kg/h x ( 3219,08 - 350,50) KJ/kg

= 158689845,6 KJ/jam

= 37902418,99 Kkal/jam

Maka energi yang dibutuhkan untuk membuat steam adalah :

Qout (Q5) = Qsteam - QBFW

= 37902418,99 Kkal/jam - 4913292,99 Kkal/jam

= 32989126 kkal/jam

Catatan:

Panas yang dibawa oleh arus blow down diabaikan karena massa air yang di
blowdown sangat kecil bila dibandinglan dengan massa steam yang terbentuk

Maka Nilai Efisiensinya sebesar :

η= x100%

η = Q5 / (Q3 + Q4)

= 32989126 kkal/jam / (32851910,8 + 15785340) kkal/jam x 100 %

= 67.8%

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisa perhitungan yang dilakukan pada Waste Heat Boiler 2003-U di PT
Pupuk Kujang maka diperoleh hasil sebagai berikut:

35
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

No Tanggal Konsumsi Beban Konsumsi Boiler Steam η


Gas Alam Pengeluaran Gas Alam Feed Flow (%)
Masuk GTG Masuk Water (Ton/jam
GTG (MW) WHB Flow )
(Nm3/jam) (Nm3/jam) (Ton/jam
)
1 18 4830 8.76 3017.08 64.6 62.2 64.36
Agustus
2009
2 19 4800 8.73 1684.58 56.2 52.8 68.49
Agustus
2009
3 20 4880 8.78 1906.67 58.7 55.3 67.83
Agustus
2009
4 21 4910 8.85 2031.25 61.2 45.17 67.94
Agustus
2009

Boiler yang digunakan di dinas utilitas PT. Pupuk Kujang yaitu boiler jenis pipa
air/water tube boiler berbahan bakar gas alam dan exhaust temperatur gas turbin generator.
Kualitas dan banyaknya uap yang dihasilkan sangat bergantung pada kualitas dan kuantitas
air yang digunakan. Sedangkan tekanan yang dihasilkan dipengaruhi oleh panas yang
dihasilkan oleh burner/tungku dan jumlah bahan bakar yang digunakan untuk
burner/tungku.
Unjuk kerja boiler ditentukan oleh efisiensi pembentukan uap terhadap jumlah
energi yang dipakai untuk pembakaran. Efisiensi boiler pada selang waktu empat hari
didapat efisiensi rata-rata sebesar 67.16%. Hal ini mungkin dikarenakan oleh :
1. Adanya kerak pada pipa-pipa air di dalam boiler, yang dapat menyebabkan
terhambatnya proses perpindahan panas dari api/gas panas kepada air yang ada di
dalam pipa air.
2. Boiler yang sudah tidak terisolasi dengan baik.

36
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

3. Variasi komposisi dari gas alam dan temperatur exhaust Gas Turbin
Generator yang akan mempengaruhi efisiensi thermal dari boiler.

5.2 Saran
Penulis menemukan beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum pelaksanaan
kerja praktik dan selama pelaksanaan kerja praktik, antara lain :
1) Pemeliharaan pada setiap komponen dan pengaturan beban keluaran Gas Turbin
Generator harus diperhatikan sebaik mungkin, karena exhaust dari gas turbin
generator sangat mempengaruhi banyak tidaknya gas alam yang harus dibakar pada
Waste Heat Boiler agar panas yang diinginkan pada proses pembakaran tercapai.
2) Pemeliharaan pada setiap komponen Waste Heat Boiler harus dilakukan secara
reguler atau terjadwal agar efisiensi Waste Heat Boiler dapat terjaga dengan baik.
Dengan kata lain lakukan pemeliharaan tersebut sebelum ada kerusakan-kerusakan.

DAFTAR PUSTAKA

Kadir, Abdul, 1995, “Energi Sumber Daya, Inovasi, Tenaga Listrik Dan Potensi
Ekonomi”, Jakarta: UI.

37
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

Maridjo. 2005. Pembangkit Listrik Tenaga Thermal. Bandung : Politeknik Negeri


Bandung

Perry, R.H. 1984,“ Chemical Engineering Handbook”, 6th ed, Mc. Graw Hill,inc

Smith, J.M. and H.C. Van Ness. 1987, “ Introduction to Chemical Engineering
Thermodinamics. 4th edition. Singapore, Mc. Graw Hill, inc

38
Menghitung Efisiensi Waste Heat Boiler 2003-U 2010

LAMPIRAN

39