Anda di halaman 1dari 13

POLE AND LINE

A. PENDAHULUAN
1. Definisi Alat Tangkap
Pole / Rod and line atau disebut biasa juga dengan “pancing gandar”
karena pancing ini menggunakan gandar, walesan, joran atau tangkal (rod or
pole). Jadi semua pancing yang menggunakan gandar sebenarnya adalah
pole and line, walaupun terakhir salah kaprah karena sebutan pole and line
hanya untuk penagkapan cakalang. Pada pengoperasiannya ia dilengkapi
dengan umpan, baik umpan benar ( true bait ) dalam bentuk mati atau hidup
maupun umpan tipuan ( imitasi ). Huhate (skipjack pole and line) atau
umumnya disebut dengan pole and line adalah alat tangkap ikan cakalang
dengan menggunakan pancing. Alat tangkap ini banyak digunakan di
perairan Indonesia Timur (Minahasa, Air Tembaga, Ambon, Bacan, laut
Banda, Ternate-Tidore, Morotai dan Sorong). Dalam operasi penangkapannya
menggunakan bantuan ikan umpan hidup (live bait fish) dan semprotan air.
Konstruksi alat tangkap pole and line terdiri dari bagian-bagian bambu
(bamboe’s pole), tali pancing dan mata pancing. Mata pancing untuk huhate
(pole and line) ada dua macam yaitu mata pancing yang tidak berkait dan
yang berkait.
Bentuk kapal cakalang mempunyai beberapa kekhususan antara lain :
• Dibagian atas deck kapal bagian depan (haluan) terdapat pelataran
digunakan sebagai tempat pemancing untuk melakukan pemancingan
• Dalam kapal harus tersedia bak-bak untuk menyimpan umpan hidup
• Dilengkapi dengan sistem semprotan air (water splinkers system)yang
dihubungkan dengan suatu pompa
• Dilengkapi dengan system semprotan air (water splinkers system yang
dihubungkan dengan suatu pompa
Kapal cakalang yang umum digunakan mempunyai ukuran 20 GT
dengan kekuatan 40 – 60 HP. Sedangkan tenaga pemancing berjumlah
antara 22 – 26 orang. Di kapal pole and line susunan ABK antara lain terdiri
dari : 1 orang sebagai Nakhoda, 1 orang
motoris, 1 – 2 orang pelempar umpan (boi-
boi), 1 orang sebagai juru masak dan
sisanya sebagai pemancing.
Sebelum penangkapan ikan dengan
pole and line dimulai terlebih dahulu
mencari gerombolan ikan cakalang. Dengan
melihat tanda-tanda adanya burung-burung
Bahan dan Alat Penangkapan Ikan
Fitri Rahmadhani Rosha/ 11441 Page 1
yang menyambar-nyambar atau datang ke tempat rumpon yang telah
dipasang sebelumnya. Setelah diketemukan gerombolan ikan cakalang
pelemparan umpan dilakukan untuk merangsang ikan cakalang dekat
dengan kapal, dinyalakan semprotan air, pelemparan umpan terus
dilakukan, pemancingan segera dilakukan sampai ikan cakalang hilang
(menjauhi kapal).

2. Sejarah Alat Tangkap


Ikan tuna sudah dikenal manusia sejak zaman batu, hal ini dibuktikan
dengan ditemukannya alat penangkap ikan dengan menggunakan pancing
dari tanduk dan perahu jukung kuno. Pada awalnya pole atau gandar terbuat
dari bahan tradisional seperti bambu atau kayu namun seiring dengan
kemajuan zaman, bahan pole atau gandar berkembang sehingga terbuat
dari metal atau fiberglaas.
Di Jepang, pancing pertama dikenalkan pada abad 8 yang terbuat dari
metal, dan kemudian ditemukan jaring untuk skipjack atau cakalang pada
abad 12. Pada awalnya penangkapan ikan menggunakan pole and line
menggunakan perahu jukung kemudian berkembang menjadi perahu
dayung, perahu layar dan akhirnya berkembang menjadi kapal layar besar
pada abad 19. Dan sekarang kapal pole and line sudah menggunakan
mesin/motor yang modern.

3. Prospektif Alat Tangkap


Seperti yang telah diketahui Indonesia memiliki lautan yang sangat
luas, meliputi kurang lebih duapertiga dari seluruh luas wilayah negara.
Disamping itu sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki 13.607 buah
pulau. Dan memiliki kuranglebih 90.000 km garis pantai.
Lautan Indonesia yang terletak di daerah khatulistiwa, beriklim tropis
ternyata membawa konsekuensi kaya akan jenis-jenis maupun potensi
sumberdaya perikanan. Untuk ikan saja diperkirakan ada 6000 jenis dimana
3000 jenis diantaranya telah diidentifikasikan. Sehubungan dengan hal
diatas, penggunaan pole and line di Indonesia masih memiliki kesempatan
yng besar karena wilayah Indonesia masih menyimpan potensi yang besar
untuk perikanan tangkap, yaitu sekitar 1,8 juta ton pertahun (Kompas; 3-04-
04 ) terutama di wilayah timur Indonesia seperti laut Arafura, laut Seram,
laut Banda, dan laut Flores serta perairan lainnya seperti Laut Cina Selatan,
Samudera Pasifik dan Lautan Hindia.Namun demikian perlu adanya
kewaspadaan akan terjadinya pencurian ikan oleh pihak asing. Menurut
harian Kompas (3-04 2004), pada tahun 2003 sebanyak 144 kapal ikan asing

Bahan dan Alat Penangkapan Ikan


Fitri Rahmadhani Rosha/ 11441 Page 2
tertangkap di perairan Indonesia dan 28 kapal diantaranya berada di Kalbar.
Dan salah satu kelemahan utama penegakan hukum dilaut, menurut Rohmin
adalah terlalu lemahnya proses hukum. Untuk itu diperlukan ketegasan
pihak keamanan di laut, agar kekayaan alam Indonesia dapat bermanfaat
untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
Dan pencanangan program Gerakan Nasional Memasyarakatkan
Makan Ikan (GEMARIKAN) oleh presiden Megawati dan Menteri Kelautan dan
Perikanan pada 4 April 2004 silam, diharapkan dapat meningkatkan
konsumsi ikan untuk masyarakat Indonesia. Dengan demikian diharapkan
pula akan meningkatkan harga ikan di pasaran. Dan alat tangkap pole and
line menjadi salah satu alternatif alat tangkap yang menjanjikan.

B. KONSTRUKSI ALAT TANGKAP


1. Konstruksi Umum
Pole and line terdiri dari gandar yang bisanya terbuat dari bambu
(bamboes pole), tali pancing dan mata pancing. Bentuk kapal pole and line
memiliki beberapa kekhususan antara lain :
• Bagian atas dek kapal bagian depan terdapat plataran ( flat form )
yang digunakan sebagai tempat memancing.
• Dalam kapal harus tersedia bak-bak untuk penyimpanan ikan umpan
yang masih hidup.
• Pada kapal pole and line ini harus dilengkapi sistem semprotan air
(water splinkers system) yang dihubungkan dengan suatu pompa.
• Sedangkan tenaga pemancing jumlahnya bervariasi misalnya saja untk
kapal ukuran 20 GT dengan kekuatan 40-60 HP, tenaga pemancingnya
berjumlah 22-26 orang, dengan ketentuan sebagai berikut 1 orang
sebagai kapten, 1 motoris, 1-2 orang pelempar umpan, 1 orang
sebagai koki dan sisanya sebagai pemancing.

2. Detail konstruksi
Panjang galah biasanya tergantung ukuran perahu yaitu semakin besar
ukuran perahu yang digunakan, ukuran gandar / joran juga semakin panjang
dan terbuat dari bambu maupun fiberglass karena ringan dan lentur Tali
utama terbuat dari bahan nylon monofilament warna merah atau hijau dan
panjangnya 2/3 dari panjang galah/ gandar.
Mata pancing untuk pole and line ini ada 2 macam yaitu yang berkait
balik dan tidak berkat balik, namun yang sering digunakan adalah yang tidak
berkait balik. Mata pancing ini diselipkan seakan akan disembunyikan pada

Bahan dan Alat Penangkapan Ikan


Fitri Rahmadhani Rosha/ 11441 Page 3
umpan tiruan / palsu, sehingga tidak secara langsung kelihatan menyolok.
Untuk mata pancing yang berkait balik memakai umpan, yaitu umpan hidup
atau masih segar. Penggunaan mata pancing ini hanya dilakukan kalau
nantinya ikan yang akan ditamgkap tidak suka menyambar umpan tiruan.

3. Karakteristik
Pole and line atau pancing gandar ini memiliki beberapa jenis
antara lain mackerel pole and line, skipjack pole and line dan squid pole
and line atau pole and line untuk cumi-cumi. Dan berikut ini dalah
penjelasannya:
• Mackerel pole and line
Untuk di Jepang metode pemancingan ikan makarel yang efisien pada
malam hari. Berat kapal sekitar 1-50 ton.Lama pelayaran dari satu malam
hingga dua minggu. Nelayan lebih suka menggunakan galah bambu,
buatan jepang, karena ringan dan lentur. Jarak galah biasanya 1,5 sampai
2 meter panjangnya tergantung ukuran perahu. Tali utama panjangnya
hampir sama dengan panjang galah. Pengait atau ikan yng dipasang pada
mata pancing dihubungkan dengan tali utama oleh tali mata pancing
sepanjang 10-15 cm dan warnanya sama dengan tali utama. Ada dua jenis
umpan (untuk pengait dan untuk ditabur) umpan untuk pengait yaitu
terbuat daridaging makarel bagian luar dengan lebar 10mm, panjang 50-
60 mm, dan tebal 2 sampai 3 mm. Untuk pemasangannya , bagian kulit di
sisi dalam sedangkan bagian daging di sisi luar.
• Skipjack pole and line
Pemancingan skipjack dengan pole and line di perairan jepang
menggunakan tangkai bambu dengan panjang 4,5 sampai 6 meter unuk di
jepang dan 3,5 sampai 4 meter untuk di kep pasifik dan Tahiti. Pada kapal
skipjack ini biasanya memiliki banyak awak kapal namun dengan
ditemukannya mesin untuk penangkapan cakalang maka mengurangi
sejumlah awak kapal. Mesin yang digunakan untuk tiap-tiap kapal antara 4
sampai 12 unit mesin. Mesin ini dirancang untuk melakukan gerakan
sebagai mana yang dilakukan nelayan, contohnya untuk menarik ikan
dengan cara gerakan vertikal dari tangkai dan untuk membuka tangkapan
ikan.
Sedangkan untuk ukuran kapal bervariasi antara 20 sampai 500 GT.
Kapal yang berukuran lebih dari 70 GT terbuat dari baja, sedangkan yang
kurang dari 60 GT terbuat dari fiberglass. Umpan hidup dari jenis ikan
sardin sangatlah diperlukan, agar sardin tersebut teap hidup untuk masa
50-60 hari sampai kapal sampai di tempat pemancingan, maka sarden

Bahan dan Alat Penangkapan Ikan


Fitri Rahmadhani Rosha/ 11441 Page 4
disimpan di tangki air laut dn air diganti 4 sampai 6 kali tiap jamnya oleh
sistem sirkulasi air mekanik dengan pompa air laut.
• Squid pole and line
Pemancingan ikan cumi- cumi dilakukan malam hari dengan bantuan
lampu. Sepanjang operasi spanker digunakan untuk melawan angin.
Ukuran kapal cumi-cumi ini bervariasi yaitu 2-3 GT untuk penagkapan di
pantai dan 500 GT untuk laut bebas. Untuka kapal 100 GT biasanya
memiliki awak kapal sejumlah 16-20 orang dengan waktu perjalanan 2
minggu hingga 2 bulan dan kecepatan 9-10 knots.

Di Indonesia sendiri terdapat bermacam-macam pancing gandar dan


beberapa diantaranya yang penting adalah sebagai berikut :
• Huhate (skipjack pole and line)
Alat ini banyak digunakan di wilayah Indonesia bagian timuer.
Penangkapan dengan menggunakan pole and line tersebut dapat
menggunakan kapal motor ( kapal motor khusus cakalang, yuna clipper ),
tetapi untuk nelayan-nelayan kecil biasanya menggunakan perahu dayung
( rowing boat ) yang biasa disebut Funai dan atau Rurche. Alat
pemancingnya sendiri bentuknya umum sepeti pancing cakalang pada
umumnya. Umpan hidup yang digunakan terdiri dari sejenis ikan teri,
sardin, selar, kembung, lolosi (Caesio spp ). Ikan-ikan umpan hidup ini
biasanya diperoleh dari pengusaha penagkapan ikan umpan.
• Pole and line dengan perahu dayung
Untuk nelayan skala kecil, penggunaan perahu motor memaang dirasa
terlalu mahal biayanya, kecuali untuk perikanan industri. Bagi nelayan
kecil penangkapan dengan pole and line dapat menggunakan perahu
dayung ( rowing boat ). Di daerah kepulauan maluku bagian utara perahu
yang digunakan disebut Bloto dengan panjang 7 m, lebar 1-1,25 m, dalam
0,5 m, menggunakan tenaga 4 orang, sedang untuk ukuran lebih besar
menggunakan tenaga 6-8 orang. Sebagian nelayan daerah Ambon, Ceram,
Banda juga ada yang menggunakan perrahu dayung yang disebut
Arambai, yang berukuran panjang 10 m, lebar 1-1,25m, dalam 0,50 m.
tenaga yang diperlukan sejumlah 14 orang yaitu 7 orang pemancing, 5
orang pendayung dan 2 orang pengumpan.

Beberapa tipe pancing gandar :


• Pancing kakap
Suatu pancing yang dikhususkan memancing ikan kakap. Gandar
berukuran panjang 4m. pancing ini menggunakan umpan hidup, biasanya

Bahan dan Alat Penangkapan Ikan


Fitri Rahmadhani Rosha/ 11441 Page 5
lundu ( Macrones gulio ) yang diperoleh dari hasil menjala. Cara
menggunakan umpan ini adalah dengan memasukkan ujung mata pancing
tepat dibawah kepala dibawah tulang punggung atau di atas irip dada.
Lokasi penagkapan yaitu I pantai, muara sungai, dan dekat pelabuhan.
Hasil tangkapan terutama ikan kakap. Daerah distribusi di Merauke,
Kaimana, Agat, muara sungai Mapi dan Digul.
• Pancing bobara
Pancing bobara mempunyai panjang joran 3-3,5 m, berdiameter 2cm
pada bagian pangkalnya dan 0,75 m pada ujungnya. Tali pancing
sepanjang m dibuat dari bahan nilon atau senar (plastik ). Pada ujung tali
pancing diikat dengan kawat tembaga (panjang 25 cm) kemudian
disambung lagi dengan kawat no 1 yang panjangnya 10 cm dan baru pada
ujung kawat ini dikaitkan mata pncing (no 6). Pada waktu penangkapan
pancing ini menggunakan umpan hidupdari jenis tembang atau japuh yang
diperoleh dari hasil menjala. Lokasi penagkapan dilakukan di pantai-pantai
dimana banyak terdapat karang-karang. Hasil tangkapan kecuali bobara
(Carank spp ), juga ikan – ikan besar lainnya seperti kerapu (Ephinephelus,
spp), dan lain - lainnya. Penangkapan dengan menggunakan bobara
banyak ditemukan di daerah perikanan sekitar Gorontalo.
• Pancing Tandipang
Mata pancing yang digunakan untuk mata pancing tandipang,
berukuran yang paling kecil dan idak berkait balik, dan dalam
pengoperasiannya menggunakan umpan yang terdiri dari udang halus
atau udang rebon. Penangkapan dilakukan dengan bedramai-ramai.
Biasanya terdiri dari 15-20 perahu yang berukuran panjang 5m, lebar 0,5
m, dalam 0,45 m dan dilengkapai dengan katir / sema bila telah
ditemukan kawanan ikan tembang, kemudian sebelum melakukan
pemancingan ditaburi dulu dengan udang halus. Sementara pancing yang
telah diberi umpan dilemparkan ke dalam airdan umumnya segera
disambar. Umpan yang telah disambar ini dengan cepat diangkat ke atas
perahu. cara pemancingan ini sama dengan pole and line tapi khusus
untuk ikan kecil. Distibusi dari pancing ini adalah di daerah perikanan
sekitar Gorontalo.

4. Bahan dan Spesifikasinya


• Gandar
Untuk nelayan jepang yang menggunakan pole and line sebagai alat
tangkapnya merek biasanya menggunakan gandar dari bambu,karena
disamping ringan juga lentur. Selain itu ada juga yang menggunakan

Bahan dan Alat Penangkapan Ikan


Fitri Rahmadhani Rosha/ 11441 Page 6
fiberglass untuk dipakai joran/ gandar, namun harga fiberglass ini lebih
mahal dari bambu.
• Tali pancing
Tali pancing bisanya menggunakan PA atau polyamide dan ada juga
yang menggunakan benang / nylon monofilament dan senar plastik seperti
nelayan di daerah Ambon dan kepulauan Maluku lainnya.
• Tali mata pancing
Tali mata pancing yaitu tali yang menghubungkan pancing dengan tali
pancing, biasanya terbuat dari kawat ( wire ) baja.
• Umpan
Umpan yang digunakan untuk pole and line ini terdiri dari dua jenis yaitu
umpan benar ( true bait ) dan umpan imitasi. Untuk umpan benar biasanya
menggunakan ikan yang masih hidup yaitu dari jenis ikan teri, sardin, selar,
kembung, dan lolosi yang biasanya didapat dari pengusaha penagkapan
ikan umpan. Sedangkan umpan imitasi dapat digunakan bulu ayam atau
umpan palsu yang memang sudah dibuat secara komersil dan telah
tersedia di pasaran.
• Kapal
Para nelayan tradisionl di Indonesia dalam operasinya masih
menggunakan kapal kayu, karena disamping bahan lebih mudah didapat
tapi juga harganya lebih murah.
Sedangkan untuk nelayan dari jepang dapt dibedakan menjadi dua yaitu
untuk kapal dengan ukuran kurang dari 60 GT dibuat dari fiberglass,
sedangkan yang lebih dari 70 GT dibuat dari baja. Memancing dilakukan di
haluan kapal, sedangkan semprotan air terletak di luar pagar kapal. Untuk
ruangan ikan dilapisi dengan kayu, namun karena terjadi kebocoran maka
plat kayu diganti dengan lapisan palt baja setebal 4,5 sampai 6 milimeter.

C. HASIL TANGKAPAN
Pada penagkapan ikan dengan menggunakn pole and line ini, hasilnya
antara lain :
 Skipjack / cakalang ( Katsuwo pelamis )
 Albacore ( Thunnus alalunga )
 Mackerel ( Auxis tazard )
 Bullet Mackerel ( Auxis rochei )
 Bonito timur ( Sarda orientalis )
 Kakap (Lates calcarifer )
 Ikan-ikan pelagis kecil seperti Euthynnus spp dan Euthynnus affinis.
 Dll
Bahan dan Alat Penangkapan Ikan
Fitri Rahmadhani Rosha/ 11441 Page 7
D. DAERAH PENANGKAPAN
Daerah penagkapan untuk tuna dipengaruhi oleh arus dan suhu
perairan. Setiap jenis tuna memiliki suhu optimum, diantaranya :
 Blue fin tuna dan Albacore suhu optimum berkisar 15- 21C
 Skipjack tuna ( cakalang , suhu optimum 19 -24 C
 little tuna ( tongkol ), suhu optimum 17-24 C.
 Di perairan Indonesia, penangkapan dengan menggunakan pole and line
banyak terdapat di wilayah Indonesia timur seperti Minahasa, Gorontalo,
Air tembaga, Ambon, Bacan, Banda, Teratai dan Sorong.
 Sedangkan daerah penangkapan ikan dunia dengan menggunakan pole
and line sebagai berikut
 Antara lintang 40LU dan 40 LS yaitu daerah kep Hawiai, Chilli, North
Island , dan zona ekuator lainnya.
 Daerah kepulauan Hokkaido dan Filipina.
 Samudera Atlantic dan Laut Mediterania

E. ALAT BANTU PENANGKAPAN


Dalam pengoperasian pole and line, diperlukan alat bantu
penengkapan yang berguna unuk membantu mengumpulkan kawanan ikan
atau untukk membantu dalam kelancaran operasi penangkapan. Alat bantu
tersebut antara lain :
 Jaring tangguk / seser
Jaring tangguk berguna untuk memojokkan umpan ke suatu sudut agar
mudah di tangguk dengan churchill. Sedangkan seser yang besar
berguna untuk memindahkan umpan hidup ke ember dan seser kecil
digunakan untuk menyebar umpan
 Penyemprot air
Penyemprot air yang terbuat dari pipa dan erletak di bagian tepi kapal
yitu dibawah para-para . penyemprot air ini bergna untuik
menyemprotkan air ke arah kawanan ikaan agar kawanan ikan
tersebut mengira air yang jatuh adalah umpan yang disebar sehingga
mudah untuk ditangkap/ dipancing.
 Ember
Digunakan untuk menampung umpan hidup sebelum dipindah ke seser
keciluntuk disebar
 Mesin pemancing

Bahan dan Alat Penangkapan Ikan


Fitri Rahmadhani Rosha/ 11441 Page 8
Mesin pemncing ini teretak pada bagian pinggir lambung kapal. Ada
sebagian pendapat yang mengatakan bahwa penggunaan mesin ini
lebih efektif dari tenaga manusia.
 Rumpon
Rumpon ini berguna untuk mengumpulkan kawanan ikan dan harus
dipasang jauh hari sebelum operasi penangkapan, jadi tidak perlu
menggunakan ikan hidup sebagai umpan namun semprotan air masih
harus terus digunakan.

F. TEHNIK OPERASI
1. Persiapan
Tahap persiapan ini dilakukan sebelum kapal berangkat untuk mencari
gerombolan ikan/fishing ground. Hal-hal yang perlu dipersiapkan antara
lain :
a. Merangkai alat pancing
b. es / freon yang digunakan untuk menyimpan ikan hasil tangkapan agar
lebih awet
c. umpan hidup, biasanya menggunakan ikan teri yang diperoleh dari
hasil menjla sendiri atau membeli dari pengusaha ikan umpan
d. ember, kaleng, jaring tangguk, seser yang berguna untuk membantu
kelancaran operasi penagkapan yaitu untuk menyebarkan umpan
e. joran / gandar yang telah dirangkai sesuai dengan sejumlah
pemancing besreta cadangannya.
f. Bahan bakar untuk berangkat dan kembali dari Fishing Ground
g. Bahan Makanan untuk anak buah kapal
h. Dan alat- alat lain yang dapat membantu kelancaran operasi
penangkapan
i. Mencari Fishing Ground
j. Mencari gerombolan ikan
k. Setelah semua alat yang diperlukan dalam operasi penangkapan
disiapkan, dilakukan pencarian gerombolan ikan. Hal ini dapat
dilakukan dengan dua cara yaitu dengan mencari secara langsung
gerombolan ikan dengan berlayar kesana-kemari ( manouvere ) dan
dengan memperhatikan kawanan burung laut atau ke tempat rumpon
yang telah disiapkan sebelumnya

2. Pemancingan

Bahan dan Alat Penangkapan Ikan


Fitri Rahmadhani Rosha/ 11441 Page 9
Pemancingan dilakukan dengan melemparkaan ikan umpan hidup
sebagai perangsang agar cakalang lebih mendekat ke arah kapal
sehingga lebih udah dijangkau oleh pancing. Setelah ikan mendekat, agar
umpan hidup tidak banyak terbuang, maka kran penyemprot air laut
dibuka dan setelah ikan terlihat meloncat-loncat kemudian dipancing.
Kegiatan pemancingan ini dilakukan begitu rupa yaitu dengan
menjatuhkan pancing ke atas permukaan air dan bila disambar oleh
cakalang, dengan cepat diangkat melalui atas kepala dan secara otomatis
terlempar ke dalam dek kapal. Hal demikian dilakukan hingga berulang-
ulang. Pemancingan dengan cara seperti ini biasa disebut dengan cara
banting. Disamping itu ada yang disebut dengan cara gepe yaitu cara
pemancingan dengan pole and line dimana setelah ikan terkena pancing
dan diangkat dari dalam air kemudian pengambilan dari mata pancing
dilakukan dengan cara menjepit ikan diantara tangan dan badan si
pemancing.

G. HAL – HAL YANG MEMPENGARUHI OPERASI PENANGKAPAN


Pada penangkapan ikan dengan menggunakan pole and line ini hasil
tangkapan dipengaruhi oleh kelengkapan alat bantu penangkapan :
 Apabila alat bantu penangkapan yang diperlukan tidak lengkap dapat
menghambat operasi penangkapan, sehingga mempengaruhi hasil
tangkapan
 Waktu Penangkapan
Penangkapan dengan pole and Line ini juga tergantung dari waktu
penangkapan. Waktu yang optimal yaitu pukul 09.00 dan 15.00.
 Faktor politik
Yaitu mengenai kebijakan pemerintah yang menyangkut perikanan dan
kelautan
 Keahlian memancing
Keahlian memancing ini mempengaruhi hasil tangkapan yang diperoleh.
Berdasarkan pengalaman dan keahlian, pemancing dikelompokan ke
dalam 3 (tiga) kelas pemancing.
Keahlian dibagi 3 yaitu :
a. Kelompok 1 : 12-15 ekor / mnt, sebagai pemancing
berpengalaman ditempatkan dihaluan kapal
b. Kelompok 2 : 7-12 ekor / mnt, di samping kapal dekat dengan
haluan

Bahan dan Alat Penangkapan Ikan


Fitri Rahmadhani Rosha/ 11441 Page 10
c. Kelompok 3 : 3 0-7 ekor / mnt, ke samping kapal agak jauh dari
haluan
Untuk memudahkan pemancingan maka pada kapal Pole and Line
dikenaL adanva "flyinq deck" atau tempat pemancingan. Jenis-jenis ikan
yang merupakan hasil tangkapan utama dari alat tangkap Pole and Line ini
diantaranya ; Ikan Tuna, Ikan Cakalang dan Ikan Tongkol.

H. Line Fishing
Line Fishing, merupakan teknik penangkapan ikan dengan
menggunakan pancing, dengan istilah lainnya disebut hook and line atau
angling yaitu alat penangkapan ikan yang terdiri dari tali dan mata pancing.
Pada teknik penangkapan ikan, ini umumnya mata pancing dipasang umpan,
baik umpan asli berupa ikan, udang dan organisme lainnya maupun umpan
buatan yang terbuat dari kayu, plastik dan lainnya dibentuk menyerupai ikan
ataupun udang. Kedua jenis umpan tersebut berfungsi untuk menarik
perhatian ikan.
Pada teknik penangkapan ikan ini, alat pancingnya terdiri dari mata
pancing, tali pancing no dan umpan, biasanya juga ditambahkan dengan
perlengkapan lainnya seperti joran, pelampung, pemberat dan lain-lain.
Menurut Ayodhyoa (1931) alat penangkapan ini mempunyai segi-segi positif,
yaitu :
 Alat-alat pancing tidak susah dan mudah dalam pengoperasiannya;
 Organisasi usahanya kecil, dengan modal sedikit usaha pancing, sudah
dapat berjalan;
 Syarat-syarat fishing ground-nya relatif sedikit dan dapat dengan bebas
memilih;
 Pengaruh cuaca, suasana laut dan sebagainya relatif kecil;
 Ikan-ikan yang ditangkap satu per satu sehingga kesegaran dapat
terjamin.
Namun dari segi-segi positif di atas, teknik penangkapan
ikan ini mempunyai beberapa kelemahannya, yaitu :
 Jumlah ikan yang ditangkap relatif sedikit;
 Umpan sangat berpengaruh terhadap jumlah kali operasi yang dapat
dilakukan;
 Keahlian si pemancing sangat menonjol walaupun tempat, waktu dan
persyaratan lainnya sama, hasil tangkapnya akan berbeda beda
satu sama lainnya;

Bahan dan Alat Penangkapan Ikan


Fitri Rahmadhani Rosha/ 11441 Page 11
 Pancing terhadap ikan adalah pasif, pancing akan ditarik setelah ikan
memakan umpannya.

Adapun deskripsi alat tangkap Pole and Line ini adalah sebagai
berikut :
1. Joran (galah) terbuat dari bambu (umumnya berwarna kuning) yang cukup
tua dan tingkat elastisitas yang baik. Panjang joran berkisar 2 - 2,5 meter
dengan diameter bagian pangkal 3 - 4 cm dan bagian unjuk berkisar 1 -1,5
cm.
2. Tali Utarna (main line) terbuat dari bahan sintetis polyethilene dengan
panjang sekitar 1,5 - 2 meter disesuaikan dengan panjang jorannya, cara
pemancingan, tinggi haluan kapal dan jarak penyemprotan air. Diameter
tali 0,5 cm dan nomor tali adalah no. 7.
3. Tali Sekunder terbuat dari bahan monopilament berupa tali berwarna putih
sebagai pengganti kawa baja (wire leader) dengan panjang, berkisar 20
cm.
4. Mata Pancing (hook) yang tidak berkait batik. Mata
pancing yang digunakan bernomor 2,5-2,8. Pada bagian
atas mata pancing terdapat timah berbentuk slinder
dengan panjang sekitar 2 cm dan berdiameter 8 mm serta
dilapisi nikel agar tertihat lebih mengkilap.
Sisi luar slinder terdapat cincin untuk mengikat tali
sekunder, dibagian mata pancing dilapisi guntingan tali
rapia berwarna berbentuk rumbai-rumbai yang berfungsi
sebagai umpan tiruan. Pengoperasian atat tangkap Pole and Line bisa
dilakukan dekat rumpon, sementara pemancing sudah bersiap disudut kiri
kanan pada haluan kapal (cara mendekati ikan harus dari sisi kiri dan
kanan bukan dari arah belakang).
Pada saat jarak jangkau, umpan dilemparkan yang kemudian ikan
dituntun ke arah haluan kapal. Pelemparan umpan dilakukan secepat
mungkin sehingga gerakan ikan dapat mengikuti gerakan umpan menuju
haluan kapal. Jangan lupa juga mesin penyemprot sudah difungsikan agar
ikan tetap berada di dekat kapal. Waktu pemancingan tidak pertu
dilakukan pelepasan ikan dari mata pancing, karena saat joran
disentuhkan ikan akan jatuh ke atas kapal dan terLepas dengan sendirinya
dari mata pancing.

Bahan dan Alat Penangkapan Ikan


Fitri Rahmadhani Rosha/ 11441 Page 12
DAFTAR PUSTAKA

Arthur Bowber, Nedeelec. 1976. Fisherman’s Manual. England

Kanagawa, Nomura.. Outline of Fishing Gear and Method.International

Fisheries Training Centre. Japan

Kristjhonson, Hilmar.1959. Modern Fishing Of The World. Roma,Italy

Tsudani, Toshito.1983. Illustration of Japanese Fishing Boats. Tokyo,Japan

Dinas Perikanan Propinsi Jawa Barat. 2008

Bahan dan Alat Penangkapan Ikan


Fitri Rahmadhani Rosha/ 11441 Page 13