P. 1
kliping IPS narkoba

kliping IPS narkoba

Views: 1,742|Likes:
Dipublikasikan oleh lnoviandra

More info:

Published by: lnoviandra on Jan 23, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

Kasus bandar narkoba Liem Piek Kiong Alias MONAS Walau banyak yang menyebutkan bahwa Komjen GM dekat

dengan Sutanto, tetapi ketika itu kemarahan Sutanto tak bisa dihindari lagi. Setelah mendapat teguran keras dan ancaman dari Sutanto agar secepatnya barang bukti yang hilang itu dikembalikan ke gudang penyimpanan, akhirnya barang bukti yang hilang itu memang bisa kembali secara “ajaib” ke gudang penyimpanan. Bukan apa-apa, kasus hilangnya barang bukti 13 kg sabu-sabu tersebut menjadi sorotan publik yang sangat memalukan Polri. Dari segi nominal angka memang termasuk kecil angka 13 kg. Tetapi kalau dijual ke pasaran, dari barang seberat 13 kg sabu-sabu ini maka penjualnya akan meraup keuntungan sebesar Rp.13 miliar ! Bayangkan, betapa kaya raya oknum pelaku PENCURIAN barang bukti narkoba di negara ini kalau dibiarkan terus menerus menggerogoti gudang penyimpanan. Tim Irwasum Polri saat mulai memeriksa kasus bandar narkoba Monas, terlebih dahulu memeriksa para Penyidik di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Yang sulit untuk dipahami adalah Tim Irwasum melewatkan satu celah yang sangat penting dalam kasus bandar narkoba Monas. Patut dapat diduga, biaya renovasi dari Gedung Direktorat Polda Metro Jaya berasal dari sumbangan pasangan Liem Piek Kiong dan Jet Li isterinya. Pemeriksaan Tim Irwasumharus diperluas dan diperdalam. Tidak cuma memeriksa seputar kasus rekayasa BAP saja, tetapi keseluruhan dari sepak terjang Monas. Bandar dan mafia yang kotor ini sudah untuk yang tiga kalinya lolos dari jerat hukum. Hal ini tidak akan pernah bisa terjadi kalau tidak ada beking utamanya didalam internel Polri sendiri.

. lokasi wisata sengaja dipilih karena peringatan ini bertepatan dengan hari libur sekolah dan diprediksi pengunjung wisata pantai pun beragam. Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (HIMA PSIKM KM FK UNAND) berinisiatif untuk melaksanakan suatu upaya memerangi narkoba dengan jalan kampanye bahaya narkoba yang berlokasi di kereta api wisata dan daerah wisata Pantai Gondoriah Padang Pariaman pada Sabtu. Pertama. Kedua. Begitu juga dengan tujuan kampanye yang mana mengajak masyarakat umumnya dan pengunjung wisata khususnya untuk memerangi narkoba yang tertera lewat pesan persuasif yang dirangkai dengan setangkai bunga dan juga mengajak masyarakat menunjukkan kewaspadaan terhadap bahaya narkoba lewat bubuhan tanda tangan pada kain putih yang disediakan oleh panitia. membagi-bagikan bunga berslogan anti narkoba di lokasi wisata Pantai Gondoriah Padang Pariaman dan kereta api wisata Padang-Pariaman. Menurut ketua pelaksana. 27 Juni 2009. acara solidaritas yang bersifat pengabdian ini dikonsep dalam dua bentuk kegiatan. mulai dari keluarga hingga kelompok-kelompok remaja. Sasaran keluarga dan kelompok-kelompok remaja inilah yang menjadi target kampanye peringatan anti narkoba. sekaitan dengan peringatan ini serta merta mengutip pidato Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional 2008 yang menyampaikan sebagai ajakan kepada masyarakat luas tentang upaya memerangi narkoba. Resmiati. Digawangi oleh Departemen Pengabdian Masyarakat HIMA PSIKM KM FK UNAND. aksi pengumpulan tanda tangan peduli bahaya narkoba kepada pengunjung wisata Pantai Gondoriah. Maka.26 Juni merupakan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI).

Jika Adu Kampung Bersih Dari Narkoba berjalan lancar. Seperti apa yang telah dilakukan Pemerintah Kota Surabaya dengan menggelar Green and Clean. maka Pemkot Surabaya akan berupaya untuk melanjutkannnya. Adakan “Adu Kampung Bersih Dari Narkoba” Dinkominfo .25-03-2009 12:50:42 Cegah Penyebaran Narkoba. Tenyata mampu merubah prilaku masyarakat dalam masalah menjaga lingkungan kampungnya. Jl Kalibokor Surabaya.” ujar Arif Afandi yang juga Ketua Badan Narkotika Kota Surabaya. Paradigma yang dipakai adalah denngan memberikan reward (hadiah). Arif Afandi mengatakan bahwa saya menyambut baik adanya Adu Kampung Bersih Dari Narkoba. Menurut Wakil Wali Kota Surabaya. hampir rata-rata pencandu narkoba di Indonesia maupun Dunia adalah para generasi muda. Sementara itu. Dengan begitu. melainkan juga aksi nyata dari semua jajaran Pemerintah dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Tujuannya untuk membangkitkan kesadaran dan peran aktif masyarakat guna mendukung terlaksananya lingkungan kampung bebas dari penyalahgunaan narkoba. Untuk itu. sehingga seluruh masyarakat bangsa dapat ikut berperang melalui pencegahan narkoba. jika generasi muda sukanya senang-senang sambil mengosumsi narkoba . dan berimbas pada kebersihan Kota Surabaya.Perkembangan permasalahan Penyalahgunaan Narkoba sudah memasuki fase yang sangat membahayakan dan merupakan ancaman strategis bagi berlangsungnya pertumbuhan kehidupan bangsa dan Negara. Pencegahan tidak saja membutuhkan komitmen dan kesengguhan semua pihak. Badan Narkotika Nasional bekerjasama dengan Jawa Pos di Surabaya mengadakan Workshop Pemberdayaan Tokoh Masyarakat Dalam Upaya Pencegehan Penyelahgunaan Narkoba Melalui “Adu Kampong Bersih Dari Narkoba”. Itu diakibatkan karena pergaulan. di Gedung Wanita. Anang Iskandar menuturkan. Seiring dengan permasalahan penyalahgunaan Narkoba yang saat ini semakin meningkat. masyarakat akan termotivasi untuk berubah. Rabu (25/3). “Green and Clean yang dilakukan yaitu merubah paradigma masyarakat mengenai punishment (sanksi). maka perlu dilakukan suatu upaya pemberdayaan dan dipahami tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba. Kepala Pusat Cegah Lakhar BNN.

mengaku khawatir akan kondisi tersebut. Kepala Biro Sospora Setprov Sumbar. Perumusan dan penetapan strategi memberantas narkoba hingga saat ini. Ini terbukti hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN). AKBP Suhefril menyebutkan. Ini disebabkan harganya lebih murah dibanding dengan narkoba jenis sabu dan ekstasi. sementara Padang di peringkat ke-5.Sumbar Peringkat 5 Kasus Narkoba Nenengsih . kaya maupun miskin. yang menyatakan Sumbar menduduki peringkat ke-5 kasus narkoba. Pada pelatihan yang dihadiri puluhan peserta dari ormas. mahasiswa. kata Novi.6 juta penduduk Indonesia terlibat penyalahgunaan narkoba. Solok Selatan dan Pasaman Barat. Menanggapi hal itu. namun jumlah kasus narkoba di Sumbar tetap saja tinggi. “Di tahun ini. Perlu ada usaha khusus dan terpadu untuk memutuskan mata rantai penyalahgunaan narkoba. pengusaha.” ujar Abdul Gafar. Mendapat peringkat 5. dan Kota Padang di peringkat ke-4 di wilayah kota/kabupaten Indonesia pada 2008. Tahun lalu. penanggulangannya hanya menyentuh permukaan dan bukan akar masalah. menurut Abdul. itu berarti sebuah kemunduran. sudah menyusup di seluruh lapisan masyarakat. Laki-laki 79 persen dan perempuan 21 persen. 2. masih belum tepat sasaran. Bahkan tanaman ganja pernah ditemukan di Dharmasraya. . Hasil Penelitian BNN. “Ini sangat mengejutkan.Padang Ekspres Walaupun belum ditemukan pabrik pembuatan narkoba di Sumbar. profesional hingga PNS termasuk aparat TNI/Polri. pelajar. dan LSM itu. Mulai siswa SD hingga mahasiswa. pemprov berkomitmen untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain untuk memerangi narkoba. Sumbar berada di peringkat 7. masyarakat perkotaan dan pedesaan. Kabid Cegah BNP Sumbar. Buktinya. pemprov akan lebih meningkatkan kewaspadaan.” ungkap Ketua DPD Granat (Gerakan Nasional Anti-Narkotika) Sumbar Novi Zulfikar.9 juta sampai 3.” katanya. jenis narkoba yang paling banyak beredar di Sumbar adalah ganja. “Narkoba saat ini. Abdul Gafar. Dalam hal ini.

upati Padangpariman. nagari. Salah satu upaya dalam penanggulangan bahaya narkoba adalah dengan melakukan program yang menitik beratkan pada anak usia sekolah (school going age oriented). tempat kerja.” harapnya. mengikutsertakan keluarga. Pertama. 4 orang di antaranya terlibat masalah narkoba. “Dari 100 orang di dunia. Dengan mendorong kegiatankegiatan anti narkoba di sekolah. ”Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu pihak saja. Dia menyebutkan. Sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Kedua. narkoba tidak hanya menjadi masalah nasional. dan kemampuan untuk mencegah mereka dari bahaya narkoba atau juga mengurangi dampak dari bahaya narkoba dari pemakaian narkoba dari orang lain. baik pemerintah. strategi. sekolah. H Muslim Kasim mengingat. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak. Dan ktiga. meningkatkan kepercayaan antara orang dewasa dan anak-anak.” ujarnya. Mulai dari lingkup keluarga. (*) . Maka. namun telah menjadi masalah internasional dan menjadi musuh global kedua setelah terorisme. Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. dan Korong harus dipastikan bebas dari narkoba. Wilayah Padangpariaman yang berada di perlintasan dan memiliki Bandara Udara Internasional Minangkabau menjadikan daerah ini sangat rawan terhadap peredaran dan penjualan maupun pemakaian narkoba. ”Sangat penting sekali agar kita bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima. kita menyatakan perang terhadap kejahatan narkoba. anak-anak membutuhkan informasi.” ungkapnya. menekankan secara jelas kebijakan ‘tidak pada narkoba’. ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah. Selain itu. Saya instruksikan kepada jajaran pemerintahan untuk membersihkan seluruh sendi kehidupan masyarakat dari narkoba. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan komunitas lokal.

Dengan lomba lenong remaja antinarkoba ini diharapkan bisa memberikan pesan positif di kalangan remaja dan menjadikan acara ini tontonan sekaligus tuntunan yang menarik.” katanya. Terutama bersih dari pengaruh narkoba dengan menggandeng Pemprov DKI. BNN juga mencatat. Ini terlihat dari data Badan Narkotika Nasional. Jumlah ini. Sabtu (13/6).Peredaran narkoba di Jakarta tampaknya sudah sangat mengkhawatirkan. “Kita bersyukur sekali dengan adanya lomba yang digagas Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) ini. “Jadi kita semua harus mewaspadai hal ini. Karena yang menjadi korban tidak hanya orang dewasa. juga ditindaklanjuti . bahwa 5 dari 100 warga DKI Jakarta telah masuk dalam perangkap narkoba. Jakarta Selatan. Masalah ini harus menjadi perhatian semua pihak. BNN juga melakukan berbagai upaya penyuluhan. Bahkan. Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN Gorries Mere mengungkapkan. Kuningan. Karena terdapat 41 orang di Indonesia meninggal setiap harinya karena narkoba. advokasi. dan kita minta orang tua juga lebih memperhatikan anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat. orangtua dan masyarakat. BNN mencatat 5 dari 100 penduduk Jakarta telah terkena narkoba. hanya 2 dari 100 penduduk Indonesia yang terkena narkoba. persentase yang lebih mengerikan. terbilang cukup besar dibandingkan persentase secara nasional. tapi juga mengincar para remaja dan anak-anak. baik pemerintah.” ujarnya saat acara Lomba Lenong Remaja Antinarkoba di Gedung Nyi Ageng Serang. Karena secara nasional. Unsur pencegahan yang dilakukan. dan lomba bersih lingkungan. Karena. Untuk melakukan upaya preventif. dari riset yang dilakukan pada tahun 2008 lalu. Angka ini belum termasuk dengan jumlah yang meninggal karena narkoba setiap tahunnya yang memakan korban hingga 14 ribu orang. narkoba kini mulai mengincar kaum remaja dan anakanak. peredaran narkoba di Indonesia khususnya Jakarta sudah begitu tahap mengkhawatirkan.

Tanpa kesulitan petugas meringkusnya. Tim yang dipimpin Kompol Ismail Zahara dan AKP Yusuf segera melakukan penyelidikan ekstra. Ia kerap mengedarkan barang haram ini disekitar tempat tinggalnya dan wilayah kecamatan Alang-Alang LebarSukarmi. . Selanjutnya barang bukti berupa 1 unit timbangan. Kombes Pol Drs Teguh Prayitno memerintahkan untuk melakukan penangkapan. Beberapa kali penggerebekan di kediamannya di Jl Soekarno-Hatta. sebab Pria dua anak ini dikenal licin di kalangan kepolisian. Dir Narkoba Polda Sumsel. 1 paket besar sabu dan 7 paket kecil sabu yang ditemukan di dalam loteng rumahnya.45. Minggu (12/7) sekitar pukul 19. Namun kemarin malam merupakan hari nahas Residivis narkoba yang pernah mendekam di LP Pakjo selama 3. Dari loteng rumahnya ditemukan barang bukti 95 butir ekstasi. Maka. 95 butir ekstasi. Soleh merupakan Target Operasi (TO) Polda Sumsel sejak lama. ia selalu lolos.SOLEH alias Mang Leh (46). seperti kebiasaan yang dilakukannya. Sehingga secara praktis ia tak mampu melarikan diri lewat pintu rahasia di samping kamar. warga Jl Soerkarno-Hatta Nomor 234 Kelurahan Karya Baru Kecamatan Alang-Alang Lebar ditangkap jajaran Dit Narkoba Polda Sumsel di rumahnya. Saat penggerebekan di lakukan ia sedang buang air besar di kamar mandi. Mendapatkan laporan ini. Warga sekitar yang merasa resah dengan ulahnya kemudian melapor ke Mapolda Sumsel. 1 paket besar sabu dan 7 paket kecil sabu.5 tahun.

Dari tangan tersangka. Asal barang diduga dari Yogyakarta dan Jakarta. heroin ini sangat sulit didapatkan sembarang orang.” ujar Nandang. keberhasilan penangkapan ini atas informasi warga yang melaporkan adanya transaksi narkoba di Jl Jelawat. dan 1 kg ganja. polisi mengamankan bb berupa 13 poket heroin dengan berat 4 gram beserta timbangan. Melalui informasi inilah. Barang bukti (bb) yang disita yakni 4. Pasalnya. polisi berhasil menangkap 13 tersangka narkoba. barang ini sangat sulit didapat. . Yang jelas barang berasal dari luar daerah. Kapoltabes Samarinda Kombes Pol A Kamil Razak didampingi Kasat Narkoba Kompol Nandang Mu’min Wijaya SIK mengatakan. polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya mendapatkan tersangka bernama Romadoni (37). Hanya saja. heroin itu pesanan pelanggan tersangka. Menurutnya untuk kategori Samarinda.SAMARINDA – Dalam 10 hari terakhir Ramadan. “Kami masih mempelajarinya. pengungkapan 4 gram heroin tersebut termasuk besar dan bisa dikatakan kasus yang langka. 4 gram heroin.5 gram sabu. “Peminatnya banyak. Dari pengakuan tersangka kepada polisi.” ujarnya. Sedangkan satu tersangka yang membawa 1 kg ganja yaitu Risa Ardiansyah (25) yang tertangkap Selasa (15/9) lalu di samping Terminal Sungai Kunjang.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->